Tag: regulasi

  • Kasus SEC vs Justin Sun Berujung Denda $10 Juta, Tuduhan Dicabut

    Otoritas pasar modal Amerika Serikat, U.S. Securities and Exchange Commission (SEC), resmi menutup gugatan hukum terhadap pengusaha kripto Justin Sun dan ekosistem TRON setelah tercapai kesepakatan penyelesaian dengan pembayaran denda sebesar $10 juta.

    Denda tersebut dilaporkan dibayarkan oleh perusahaan Rainberry, entitas yang sebelumnya dikenal sebagai BitTorrent Inc., yang kini berada di bawah ekosistem Tron.

    Dengan kesepakatan ini, sejumlah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh regulator, termasuk manipulasi pasar dan praktik wash trading, resmi dicabut.

    Menariknya, penyelesaian ini dilakukan tanpa Justin Sun mengakui ataupun membantah tuduhan yang sebelumnya diajukan oleh SEC.

    Baca Juga: Prediksi Harga Ethereum ala Justin Sun: Tembus $10.000

    Latar Belakang Gugatan

    Sebagaimana dikutip dari Cointelegraph, SEC sebelumnya menggugat Justin Sun dan beberapa perusahaan terkait pada tahun 2023.

    Dalam gugatan tersebut, regulator menuduh Sun melakukan berbagai pelanggaran hukum sekuritas, termasuk manipulasi pasar terhadap token kripto tertentu.

    Salah satu tuduhan utama adalah praktik wash trading, yaitu aktivitas perdagangan yang dilakukan untuk menciptakan kesan adanya volume transaksi tinggi tanpa perubahan kepemilikan aset secara nyata.

    SEC juga menuding adanya promosi token yang dianggap melanggar aturan sekuritas Amerika Serikat.

    Kasus tersebut menjadi salah satu dari sejumlah langkah penegakan hukum yang dilakukan regulator AS terhadap industri kripto selama beberapa tahun terakhir.

    Namun setelah proses hukum berjalan, kedua pihak akhirnya mencapai kesepakatan yang mengakhiri sengketa tersebut.

    Penyelesaian Tanpa Pengakuan Kesalahan

    Pengusaha kripto, Justin Sun

    Dalam kesepakatan tersebut, pembayaran denda dilakukan tanpa adanya pengakuan kesalahan dari pihak Justin Sun.

    Model penyelesaian seperti ini cukup umum dalam kasus yang melibatkan SEC. Dengan pendekatan tersebut, regulator dapat menutup kasus melalui penyelesaian finansial tanpa harus melalui proses pengadilan panjang.

    Bagi pihak yang dituduh, mekanisme ini juga memungkinkan mereka menghindari risiko keputusan pengadilan yang berpotensi lebih merugikan.

    Dengan tercapainya kesepakatan ini, kasus yang sebelumnya menjadi perhatian besar di industri kripto akhirnya resmi berakhir.

    Sinyal Perubahan Pendekatan Regulasi

    Beberapa analis menilai penyelesaian kasus ini juga mencerminkan perubahan dinamika dalam pendekatan regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Tim Research Tokocrypto menilai nilai denda yang relatif kecil dibandingkan dengan skala bisnis Justin Sun menunjukkan bahwa regulator mungkin sedang berupaya menyelesaikan sejumlah kasus lama.

    “$10 juta itu receh buat Justin Sun, apalagi dibanding dana investasi $75 juta dia di proyek World Liberty-nya Trump. Ini bukti SEC lagi mode pembersihan kasus lama Gary Gensler demi iklim yang lebih ramah di bawah administrasi baru,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut merujuk pada perubahan kepemimpinan dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi pendekatan regulator terhadap industri kripto.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Penutupan kasus ini dapat memberikan sinyal penting bagi pelaku industri kripto, terutama terkait arah regulasi di Amerika Serikat.

    Selama beberapa tahun terakhir, SEC dikenal cukup agresif dalam mengambil tindakan hukum terhadap berbagai proyek kripto.

    Gugatan terhadap perusahaan, bursa, maupun individu menjadi salah satu strategi utama regulator untuk menegakkan aturan sekuritas di sektor aset digital.

    Namun dengan penyelesaian sejumlah kasus melalui mekanisme settlement, beberapa pengamat melihat adanya kemungkinan perubahan pendekatan menuju lingkungan regulasi yang lebih stabil.

    Bagi ekosistem Tron, penyelesaian ini juga dapat menghilangkan salah satu ketidakpastian hukum yang sebelumnya membayangi proyek tersebut.

    Baca Juga: Diam-Diam Menggebrak! SEC Luncurkan Project Crypto, Investor Heboh!

    Masa Depan Tron dan Justin Sun

    Sebagai salah satu tokoh paling dikenal di industri kripto, Justin Sun kerap menjadi sorotan publik karena berbagai inisiatif bisnis dan investasi yang ia lakukan.

    Selain mengembangkan ekosistem Tron, Sun juga dikenal aktif melakukan investasi di berbagai proyek blockchain dan teknologi finansial.

    Dengan ditutupnya kasus SEC ini, perhatian pasar kemungkinan akan kembali berfokus pada pengembangan ekosistem Tron serta berbagai proyek baru yang terkait dengan Justin Sun.

    Ke depan, dinamika hubungan antara regulator dan industri kripto di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah perkembangan pasar global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • AS Resmikan Aturan Pajak Aset Kripto Terbaru

    Regulasi pajak terhadap aset kripto di Amerika Serikat terus mengalami perkembangan.

    Otoritas pajak negara tersebut, Internal Revenue Service (IRS), mengusulkan aturan baru yang mewajibkan pengiriman formulir pajak kripto 1099-DA secara elektronik kepada pengguna.

    Dalam proposal terbaru tersebut, platform perdagangan kripto atau broker aset digital diperbolehkan memutus hubungan layanan dengan klien yang menolak menerima formulir pajak dalam format digital.

    Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah AS untuk memperketat pelaporan transaksi kripto sekaligus meningkatkan efisiensi dalam proses administrasi perpajakan.

    Baca Juga: IRS AS Merilis Panduan Pajak tentang Airdrop dan Hard Fork

    Apa Itu Formulir 1099-DA?

    Formulir 1099-DA merupakan dokumen pajak yang dirancang khusus untuk pelaporan transaksi aset digital seperti kripto.

    Dokumen ini digunakan untuk mencatat berbagai aktivitas perdagangan, termasuk penjualan, pertukaran, maupun transfer aset kripto yang dapat memicu kewajiban pajak.

    Melalui formulir ini, broker atau platform perdagangan kripto diwajibkan melaporkan aktivitas transaksi pengguna kepada otoritas pajak.

    Dengan sistem pelaporan tersebut, IRS dapat memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai keuntungan maupun kerugian yang dihasilkan dari aktivitas perdagangan kripto oleh wajib pajak.

    Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Amerika Serikat untuk menyamakan perlakuan pajak antara aset digital dengan instrumen keuangan tradisional seperti saham atau obligasi.

    Fokus pada Digitalisasi Pelaporan Pajak

    Dalam proposal terbaru, Cointelegraph mengabarkan bahwa IRS menekankan pentingnya digitalisasi penuh dalam proses pengiriman dokumen pajak.

    Dengan pengiriman formulir secara elektronik, otoritas pajak berharap dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahan administrasi, serta mempercepat proses pelaporan dan pengolahan data.

    Selain itu, sistem digital memungkinkan data transaksi kripto lebih mudah dianalisis secara otomatis melalui sistem komputer yang dimiliki oleh pemerintah.

    Bagi platform kripto, aturan ini juga berarti mereka harus menyiapkan infrastruktur yang mampu mengirimkan dokumen pajak secara digital kepada pengguna.

    Jika pengguna menolak menerima dokumen dalam format elektronik, bursa kripto bahkan memiliki opsi untuk menghentikan layanan kepada klien tersebut sesuai dengan ketentuan yang diusulkan.

    Pengawasan Transaksi Kripto Semakin Ketat

    Proposal ini menunjukkan bahwa pemerintah AS semakin serius dalam memperketat pengawasan terhadap aktivitas kripto.

    Selama beberapa tahun terakhir, transaksi aset digital kerap dianggap sulit dilacak oleh otoritas pajak karena sifatnya yang terdesentralisasi.

    Namun dengan penerapan sistem pelaporan otomatis seperti formulir 1099-DA, transparansi transaksi kripto akan meningkat secara signifikan.

    Menurut analis industri kripto, digitalisasi pelaporan pajak akan membuat pemerintah memiliki akses yang jauh lebih luas terhadap data transaksi pengguna.

    “Paper trail makin ketat dan otomatis. IRS pengen efisiensi total dalam melacak transaksi kripto. Buat pengguna, ini artinya makin nggak ada celah buat sembunyi dari laporan pajak karena semuanya langsung sinkron digital,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa sistem pelaporan digital dapat memperkecil peluang bagi pengguna untuk menyembunyikan transaksi kripto dari kewajiban pajak.

    Dampak bagi Pengguna Kripto

    Jika proposal ini disetujui, pengguna kripto di Amerika Serikat kemungkinan harus lebih disiplin dalam mencatat dan melaporkan aktivitas perdagangan mereka.

    Dengan sistem pelaporan otomatis yang langsung terhubung dengan otoritas pajak, setiap transaksi yang dilakukan melalui broker atau bursa kripto akan lebih mudah dipantau oleh pemerintah.

    Bagi investor yang selama ini sudah melaporkan pajak secara transparan, aturan ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak signifikan.

    Namun bagi pengguna yang sebelumnya mengandalkan celah dalam sistem pelaporan, kebijakan ini dapat membuat proses pengawasan menjadi jauh lebih ketat.

    Baca Juga: Trump Batalkan Aturan IRS, Apa Motif dan Dampaknya?

    Tren Global Pengawasan Pajak Kripto

    Langkah IRS ini juga mencerminkan tren global di mana pemerintah di berbagai negara mulai memperkuat aturan pajak terhadap aset digital.

    Banyak otoritas pajak kini berupaya membangun sistem pelaporan otomatis yang memungkinkan transaksi kripto dapat dipantau dengan lebih akurat.

    Dengan meningkatnya adopsi kripto secara global, pemerintah juga ingin memastikan bahwa aktivitas perdagangan aset digital tetap berada dalam kerangka regulasi pajak yang jelas.

    Jika aturan ini diterapkan secara penuh, era pelaporan manual dalam transaksi kripto kemungkinan akan semakin berkurang, digantikan oleh sistem digital yang lebih transparan dan terintegrasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

    Regulator keuangan Amerika Serikat memberikan kejelasan baru terkait perlakuan aset keuangan berbasis blockchain.

    Tiga otoritas utama, yaitu Federal Reserve, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC), dilaporkan Cointelegraph telah mengonfirmasi bahwa sekuritas yang ditokenisasi akan diperlakukan sama dengan sekuritas tradisional dalam hal persyaratan modal bank.

    Kebijakan ini menegaskan pendekatan “technology neutral”, di mana regulasi tidak membedakan antara aset yang diterbitkan melalui sistem tradisional maupun yang diterbitkan menggunakan teknologi blockchain.

    Dengan kata lain, bank tidak akan dikenakan persyaratan modal tambahan hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital.

    Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Apa Itu Sekuritas yang Ditokenisasi?

    Tokenisasi sekuritas adalah proses mengubah instrumen keuangan tradisional, seperti saham, obligasi, atau aset investasi lainnya, menjadi token digital yang tercatat di blockchain.

    Teknologi ini memungkinkan kepemilikan aset dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil dan diperdagangkan secara lebih efisien melalui jaringan blockchain.

    Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi menjadi salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam industri keuangan karena potensinya untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan efisiensi pasar.

    Konsep ini juga menjadi bagian penting dari tren Real World Assets (RWA), yaitu integrasi aset dunia nyata ke dalam ekosistem blockchain.

    Regulasi “Technology Neutral”

    Pendekatan technology neutral yang diambil oleh regulator AS berarti aturan tidak didasarkan pada teknologi yang digunakan, melainkan pada karakteristik ekonomi dari aset tersebut.

    Jika sebuah sekuritas memiliki profil risiko yang sama dengan sekuritas tradisional, maka persyaratan modal yang dikenakan kepada bank juga akan sama.

    Dengan kebijakan ini, bank tidak perlu menambah cadangan modal hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital di blockchain.

    Langkah ini memberikan kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan oleh institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi teknologi blockchain dalam layanan mereka.

    Peluang Besar bagi Pasar RWA

    Keputusan regulator tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar tokenisasi aset di Amerika Serikat.

    Dengan adanya kepastian bahwa sekuritas tokenisasi tidak akan menghadapi beban regulasi tambahan, institusi keuangan besar kini memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengadopsi teknologi blockchain.

    Beberapa perusahaan investasi global bahkan sudah mulai mengeksplorasi tokenisasi aset sebagai cara baru untuk memperluas akses investasi.

    Salah satu contoh yang sering disebut dalam diskusi industri adalah perusahaan manajemen aset raksasa BlackRock yang telah menunjukkan minat besar terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi aset keuangan.

    Sinyal Positif bagi Integrasi Keuangan Tradisional dan Blockchain

    Analis industri kripto menilai keputusan regulator ini dapat menjadi momentum penting bagi integrasi antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya modal institusional dalam jumlah besar ke ekosistem on-chain.

    “Green light buat RWA (Real World Assets)! Dengan aturan ini, bank nggak perlu nambah cadangan modal cuma gara-gara asetnya ada di blockchain. Ini karpet merah buat BlackRock dan kawan-kawan buat bawa triliunan dolar ke on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menyoroti potensi besar tokenisasi aset dunia nyata dalam mentransformasi cara aset keuangan diperdagangkan dan dikelola.

    Baca Juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

    Masa Depan Tokenisasi Aset

    Dengan semakin jelasnya kerangka regulasi, banyak pelaku industri percaya bahwa tokenisasi dapat menjadi salah satu tren terbesar dalam sektor keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

    Tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset, mulai dari obligasi pemerintah hingga properti, diperdagangkan secara lebih efisien melalui blockchain.

    Selain meningkatkan likuiditas pasar, teknologi ini juga dapat memperluas akses investasi bagi investor ritel yang sebelumnya sulit mengakses instrumen keuangan tertentu.

    Keputusan regulator AS untuk mengadopsi pendekatan technology neutral menunjukkan bahwa pemerintah mulai melihat teknologi blockchain bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai infrastruktur baru yang dapat meningkatkan efisiensi sistem keuangan global.

    Jika tren ini terus berkembang, integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain berpotensi menciptakan ekosistem investasi yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Regulator Dubai Perintahkan KuCoin Hentikan Operasi Tanpa Lisensi

    Regulator aset virtual di Dubai mengambil langkah tegas terhadap aktivitas perdagangan kripto tanpa izin.

    Virtual Assets Regulatory Authority (VARA) mengeluarkan perintah stop-and-desist kepada entitas yang berada di balik bursa kripto KuCoin karena dinilai beroperasi tanpa lisensi resmi di wilayah Dubai.

    Dalam pernyataan resminya, sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, VARA menegaskan bahwa KuCoin tidak memiliki izin untuk menyediakan layanan perdagangan kripto kepada penduduk Dubai.

    Otoritas juga memperingatkan masyarakat mengenai potensi risiko finansial jika menggunakan layanan dari platform yang tidak terdaftar atau tidak diatur oleh regulator setempat.

    Langkah ini menjadi bagian dari upaya Dubai untuk memperketat pengawasan terhadap industri kripto yang berkembang pesat di wilayah tersebut.

    Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Regulator Ingatkan Risiko bagi Pengguna

    VARA menyatakan bahwa setiap platform yang ingin menawarkan layanan aset virtual kepada masyarakat Dubai harus memperoleh lisensi resmi terlebih dahulu.

    Tanpa izin tersebut, maka secara hukum aktivitas operasional dianggap melanggar kerangka regulasi yang berlaku.

    Selain itu, regulator menekankan bahwa pengguna yang bertransaksi melalui platform tanpa lisensi berpotensi menghadapi berbagai risiko, termasuk kurangnya perlindungan hukum dan potensi kerugian finansial.

    Dubai dalam beberapa tahun terakhir memang dikenal sebagai salah satu pusat industri kripto global, namun pemerintah setempat juga berusaha memastikan pertumbuhan tersebut tetap berjalan dalam kerangka regulasi yang jelas.

    VARA sendiri dibentuk untuk mengawasi aktivitas perdagangan aset digital di Dubai, termasuk bursa kripto, layanan kustodian, serta penyedia layanan lainnya yang beroperasi di sektor ini.

    Dubai Perketat Standar Kepatuhan Bursa Kripto

    Kasus KuCoin menambah daftar platform kripto yang mendapat perhatian regulator di berbagai negara.

    Banyak otoritas keuangan global kini semakin aktif menindak perusahaan yang beroperasi tanpa izin di yurisdiksi mereka.

    Langkah tegas ini menunjukkan bahwa pemerintah Dubai ingin mempertahankan reputasinya sebagai pusat inovasi kripto yang tetap memiliki standar regulasi yang kuat.

    Dengan mewajibkan perusahaan kripto memperoleh lisensi lokal, regulator berupaya menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi investor sekaligus memastikan kepatuhan terhadap aturan keuangan internasional.

    Bagi bursa global, kondisi ini berarti mereka tidak lagi bisa mengandalkan model operasional lintas negara tanpa kehadiran resmi di yurisdiksi tertentu.

    Sinyal Kuat bagi Bursa Global

    Menurut analis industri kripto, tindakan VARA terhadap KuCoin mencerminkan tren global di mana regulator semakin memperketat aturan bagi perusahaan kripto yang ingin beroperasi di pasar lokal.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini merupakan sinyal bahwa era operasi di wilayah “abu-abu” mulai berakhir bagi banyak bursa kripto internasional.

    “Regulator Dubai makin galak soal kepatuhan. Setelah Austria, sekarang Dubai yang ngetok palu buat KuCoin. Ini sinyal kalau bursa global nggak bisa lagi main di ‘abu-abu’ di hub kripto utama; lisensi lokal sekarang harga mati,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menggambarkan perubahan lanskap regulasi kripto global yang semakin ketat, terutama di wilayah yang ingin menjadi pusat industri aset digital.

    Baca Juga: Bursa Kripto KuCoin Didakwa Pelanggaran Pencucian Uang di AS

    Dampak bagi Industri Kripto

    Langkah regulator Dubai berpotensi berdampak pada strategi ekspansi banyak perusahaan kripto.

    Bursa global kemungkinan perlu mempercepat proses perizinan di berbagai negara jika ingin terus menjangkau pengguna di pasar internasional.

    Di sisi lain, pengetatan regulasi juga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap ekosistem kripto yang lebih teratur dan transparan.

    Bagi Dubai sendiri, pendekatan ini bertujuan menjaga keseimbangan antara mendorong inovasi teknologi blockchain dan melindungi investor dari risiko yang tidak perlu.

    Seiring meningkatnya perhatian regulator terhadap industri kripto, perusahaan yang ingin bertahan di pasar global kemungkinan harus lebih serius dalam memenuhi standar kepatuhan di setiap yurisdiksi.

    Dengan langkah tegas terhadap platform yang tidak memiliki izin, Dubai menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kripto dunia yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kerangka regulasi yang semakin matang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Pertimbangkan Izinkan Kripto untuk Judi Online

    Otoritas Perjudian Inggris (UK Gambling Commission) tengah mempertimbangkan kemungkinan mengizinkan penggunaan kripto sebagai metode pembayaran di kasino online berlisensi. Langkah ini muncul di tengah persiapan Inggris menerapkan rezim regulasi kripto baru yang dipimpin oleh Financial Conduct Authority (FCA).

    Dilaporkan Cointelegraph, Direktur Eksekutif Riset dan Kebijakan UK Gambling Commission, Tim Miller, mengatakan pihaknya ingin mengeksplorasi “jalur potensial ke depan” agar aset kripto dapat digunakan sebagai opsi pembayaran konsumen untuk aktivitas perjudian online yang legal dan terdaftar di Inggris Raya.

    Pernyataan tersebut disampaikan Miller dalam rapat umum tahunan Betting and Gaming Council di London. Menurutnya, meningkatnya minat pengguna terhadap kripto menjadi salah satu alasan regulator mulai membuka diskusi tersebut.

    Tetap Wajib Lolos Uji Kelayakan

    Miller menegaskan bahwa setiap implementasi nantinya tetap akan mewajibkan pemeriksaan ketat terkait kemampuan finansial (affordability) dan kesesuaian pelanggan. Selain itu, perusahaan yang menjalankan aktivitas kripto yang diatur harus memperoleh otorisasi dari FCA berdasarkan Financial Services and Markets Act 2000 (FSMA) ketika rezim baru mulai berlaku.

    “Perusahaan yang melakukan aktivitas kripto yang diatur akan memerlukan otorisasi FCA,” ujar Miller.

    Ia menambahkan bahwa meningkatnya minat penjudi terhadap kripto mendorong regulator untuk mulai memetakan kemungkinan skema yang aman dan sesuai regulasi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ini menandai normalisasi utilitas kripto sebagai alat bayar di industri hiburan masif.

    “Inggris memilih pendekatan regulasi proaktif daripada pelarangan total untuk menjamin keamanan konsumen. G-Protocol Filter: Kripto jadi standar baru pembayaran di sektor betting UK,” jelasnya.

    Baca juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

    Industri Diminta Petakan Opsi

    Dalam kesempatan tersebut, Miller mengungkapkan bahwa ia telah meminta Industry Forum — kelompok penasihat yang mewakili pelaku industri perjudian — untuk mengeksplorasi opsi terbaik dalam menerima pembayaran kripto. Namun, belum ada tenggat waktu yang ditetapkan untuk kajian tersebut.

    Menurut Miller, salah satu alasan penting mempertimbangkan kripto adalah perlindungan konsumen. Riset pasar ilegal yang dilakukan regulator menunjukkan bahwa pencarian terkait kripto menjadi salah satu dari dua kata kunci terbesar yang mengarahkan penjudi Inggris ke situs ilegal.

    Meski demikian, Miller menekankan bahwa membuka opsi pembayaran kripto tidak berarti kasino otomatis akan terhindar dari pengawasan ketat. Operator tetap harus memenuhi standar regulasi dan lulus pemeriksaan kesesuaian pelanggan.

    FCA Targetkan Implementasi Penuh 2027

    Langkah ini sejalan dengan perkembangan regulasi kripto di Inggris. FCA baru-baru ini merilis konsultasi final yang mencakup 10 proposal untuk pengaturan pasar kripto. Proses tersebut diperkirakan rampung pada Maret 2026, dengan implementasi penuh ditargetkan pada Oktober 2027.

    Pada awal Januari, FCA menetapkan bahwa perusahaan harus mengajukan otorisasi penuh sebelum rezim baru berlaku pada 25 Oktober 2027. Periode pengajuan diperkirakan dibuka pada September 2026.

    Penyedia layanan aset kripto (Crypto Asset Service Providers/CASPs) yang melewatkan periode pengajuan akan masuk dalam aturan transisi. Mereka masih dapat mempertahankan produk yang sudah ada, tetapi tidak diizinkan menawarkan produk baru.

    Jika rencana ini terealisasi, Inggris berpotensi menjadi salah satu yurisdiksi besar pertama yang secara resmi mengintegrasikan kripto sebagai metode pembayaran dalam industri perjudian online yang diatur ketat.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aturan Baru OJK: Rekening Nganggur 5 Tahun Jadi Dormant, Begini Cara Cegahnya

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah secara resmi menerbitkan peraturan yang menegaskan bahwa rekening bank tanpa aktivitas selama lima tahun berturut-turut akan berstatus dormant. Aturan ini diterbitkan melalui POJK Nomor 24 Tahun 2025 tentang pengelolaan rekening bank.

    Apa itu Rekening Dormant?

    Dikutip dari rilis resmi OJK, rekening dormant adalah rekening bank yang tidak menunjukkan aktivitas apa pun, baik pemasukan, penarikan, maupun pengecekan saldo selama lebih dari 1.800 hari atau lima tahun berturut-turut.

    Status ini ditetapkan OJK untuk meningkatkan pengawasan, mencegah penyalahgunaan, serta memastikan perlindungan nasabah sesuai prinsip tata kelola perbankan.

    Lebih lengkap, OJK membagi klasifikasi rekening menjadi tiga bagian, yakni:

    1. Rekening Aktif → rekening dengan aktivitas seperti pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo.
    2. Rekening Tidak Aktif → rekening tanpa aktivitas seperti pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo lebih dari 360 hari (satu tahun).
    3. Rekening Dormant → rekening tanpa aktivitas seperti pemasukan, penarikan, atau pengecekan saldo lebih dari 1.800 hari (lima tahun).

    Apa yang Akan Terjadi Pada Rekening Dormant?

    • Status rekening berubah: Rekening yang tidak beraktivitas selama lebih dari lima tahun akan otomatis berstatus dormant, bukan lagi rekening aktif.
    • Pembatasan transaksi: Rekening dormant tidak bisa digunakan untuk transaksi finansial seperti transfer, pembayaran, atau penarikan sebelum diaktifkan kembali.
    • Biaya administrasi: Bank berhak mengenakan biaya tertentu pada rekening dormant sesuai kebijakan masing-masing.
    • Potensi penutupan: Jika rekening terus tidak digunakan, bank dapat menutup rekening dormant untuk menjaga efisiensi pengelolaan.
    • Hak nasabah: Nasabah tetap memiliki opsi untuk mengaktifkan kembali rekening dormant dengan menghubungi bank, baik melalui cabang maupun kanal digital.

    Tips Agar Rekening Tidak Menjadi Dormant

    • Lakukan transaksi rutin: Minimal lakukan aktivitas sederhana seperti setor tunai, tarik tunai, atau transfer setiap beberapa bulan.
    • Gunakan untuk pembayaran: Hubungkan rekening dengan pembayaran tagihan bulanan, seperti tagihan listrik, internet, atau langganan digital agar tetap aktif.
    • Cek saldo secara berkala: Pengecekan saldo melalui ATM, mobile banking, atau internet banking juga dihitung sebagai aktivitas rekening.
    • Manfaatkan fitur autodebet: Aktifkan autodebet untuk cicilan atau tabungan rutin sehingga rekening selalu tercatat aktif.
    • Pantau notifikasi bank: Jangan abaikan pesan atau email dari bank terkait status rekening, agar bisa segera melakukan tindakan bila mendekati masa tidak aktif.
    • Aktifkan kembali jika perlu: Jika rekening sudah tidak aktif, segera hubungi bank untuk reaktivasi sebelum mencapai status dormant.
    • Investasikan uang di instrumen investasi: Jangan biarkan uang hanya diam di rekening sampai menjadi dormant, kamu bisa lakukan transaksi investasi seperti aset kripto di aplikasi Tokocrypto, tanpa biaya transaksi.

    Dampak Peraturan POJK Nomor 24 Tahun 2025 Bagi Nasabah

    Bagi nasabah, sesuai dengan peraturan di Pasal 11 ayat (5), status dormant berarti fitur deposit dan penarikan dinonaktifkan sementara yang dapat membuat nasabah yang tidak terlalu memperhatikan rekeningnya akan cukup merepotkan ketika rekening tersebut digunakan untuk keperluan mendadak.

    Namun, meskipun begitu, bank disebut akan tetap memberikan bunga atau imbal hasil atas dana yang tersimpan (Pasal 11 ayat (6)), sehingga jika bank tersebut memberikan imbal hasil cukup tinggi, nilai dana tidak akan terlalu berkurang karena inflasi.

    Dana dalam rekening dormant dikelola oleh bank hingga 30 tahun, setelah itu diselesaikan sesuai regulasi terkait, tetapi dana tidak menjadi milik bank (Pasal 13). Ini berbeda dengan praktik di beberapa negara di mana dana dormant bisa dialihkan ke pemerintah setelah periode tertentu.

    Dari perspektif ekonomi yang lebih luas, aturan ini diharapkan mengurangi “dana mengendap” yang tidak produktif, mendorong nasabah untuk lebih aktif dalam mengelola keuangan.

    Bagaimana Cara Mengaktifkan Rekening Dormant?

    Untuk mengaktifkan kembali rekening yang telah berstatus dormant, nasabah harus mengajukan permohonan melalui saluran bank yang tersedia, seperti cabang, online banking, atau call center.

    Jika lolos, rekening dikembalikan ke status aktif. Namun, permohonan bisa ditolak jika terdeteksi transaksi mencurigakan, informasi palsu, penolakan penyediaan dokumen pendukung, atau alasan lain yang dapat dipertanggungjawabkan.

    Proses ini biasanya gratis, tapi bisa juga berbayar sesuai dengan ketentuan masing-masing bank. Nasabah disarankan membawa dokumen seperti KTP, buku tabungan, atau bukti kepemilikan untuk mempercepat proses pengajuan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kongres AS Siapkan Undang-Undang Kripto untuk Program 401(k)

    Amerika Serikat tengah bersiap mengambil langkah besar dalam mengintegrasikan aset digital ke sistem keuangannya, melalui undang-undang kripto.

    Seorang anggota Kongres, Troy Downing, baru-baru ini mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bertujuan menjadikan executive order Presiden Donald Trump tentang aset digital dalam dana pensiun 401(k) sebagai undang-undang permanen.

    Executive Order 14330, yang ditandatangani pada 7 Agustus 2025, membuka jalan bagi pekerja Amerika untuk memasukkan aset digital, termasuk kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, ke dalam portofolio pensiun mereka.

    Namun, karena statusnya hanya berupa perintah eksekutif, kebijakan ini masih bisa dibatalkan oleh presiden berikutnya.

    Dengan diusulkannya RUU ini, kebijakan tersebut berpotensi memiliki kekuatan hukum jangka panjang, memberikan kepastian dan stabilitas bagi investor serta penyedia dana pensiun.

    Baca Juga: Kripto Segera Masuk Dana Pensiun di AS, Peluang Emas Investor?

    Apa yang Akan Berubah Jika RUU Ini Disahkan

    Jika RUU ini mendapat persetujuan dari Kongres dan Gedung Putih, sejumlah perubahan besar bisa terjadi dalam dunia investasi pensiun AS:

    1. Akses Kripto dalam Program 401(k)
      Pekerja Amerika akan secara sah dapat mengalokasikan sebagian dana pensiun mereka ke aset kripto — memperluas pilihan investasi di luar saham dan obligasi.
    2. Regulasi dan Panduan yang Jelas
      Departemen Tenaga Kerja (DOL), Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta Departemen Keuangan AS akan memiliki waktu enam bulan untuk merumuskan panduan resmi terkait tata kelola investasi kripto di portofolio pensiun.
    3. Dorongan Modal Institusional ke Kripto
      Dengan potensi triliunan dolar dana pensiun yang bisa mengalir ke pasar aset digital, pasar kripto akan mendapatkan arus modal baru yang dapat memperkuat likuiditas dan stabilitas harga jangka panjang.

    Peluang Besar bagi Pasar Kripto

    Banyak analis menilai langkah ini dapat menjadi tonggak sejarah dalam adopsi kripto secara institusional.

    Program pensiun seperti 401(k) mengelola aset senilai lebih dari $7 triliun, dan bahkan jika sebagian kecil dialokasikan ke kripto, dampaknya akan sangat signifikan terhadap nilai pasar global Bitcoin dan aset digital lainnya.

    “Jika kebijakan ini dikodifikasikan dalam hukum, maka adopsi kripto akan memasuki babak baru, dari spekulatif menjadi strategis,” ujar seorang analis keuangan di New York sebagaimana dikutip dari Cryptopolitan pada Rabu (15/10).

    Selain itu, RUU ini juga dapat memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pelopor regulasi inovatif di sektor keuangan digital, menyusul langkah beberapa negara seperti Swiss dan Singapura yang telah lebih dulu mengintegrasikan aset kripto dalam sistem pensiun swasta mereka.

    Tantangan dan Kritik yang Muncul

    Meski menjanjikan, kebijakan ini juga memicu sejumlah kekhawatiran:

    • Risiko Volatilitas Tinggi:
      Kripto dikenal memiliki fluktuasi ekstrem yang bisa mengancam stabilitas dana pensiun jangka panjang.
    • Tanggung Jawab Fiduciary:
      Pengelola dana pensiun dapat menghadapi tuntutan hukum jika investasi kripto menyebabkan kerugian besar bagi peserta.
    • Kesenjangan Literasi Finansial:
      Banyak pekerja belum memahami risiko dan mekanisme aset digital, sehingga diperlukan edukasi mendalam sebelum implementasi.

    Beberapa ekonom bahkan memperingatkan agar pemerintah “tidak terburu-buru membuka pintu spekulatif dalam sistem pensiun” sebelum struktur pengawasan benar-benar matang.

    Baca Juga: Donald Trump Kaji Kebijakan 401(k), Dana Pensiun Warga AS Pakai Kripto?

    Momentum Baru untuk Integrasi Kripto di Ekonomi Riil

    RUU yang diajukan Downing bukan sekadar regulasi teknis, melainkan adalah simbol pergeseran paradigma finansial di Amerika Serikat.

    Jika disahkan, kebijakan ini akan memperkuat legitimasi aset digital di salah satu pilar ekonomi terbesar dunia: sistem pensiun nasional.

    Bagi industri kripto global, langkah ini bisa menjadi angin segar yang mempercepat adopsi institusional dan membuka peluang investasi baru.

    Namun, seperti halnya setiap inovasi finansial, keberhasilannya akan bergantung pada regulasi yang seimbang antara kebebasan dan perlindungan investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

    Negara bagian Indiana resmi mengirimkan RUU HB1042 kepada Gubernur untuk disahkan menjadi undang-undang.

    Regulasi ini dinilai sebagai salah satu kebijakan paling progresif di Amerika Serikat karena memberikan perlindungan luas terhadap hak pengguna kripto sekaligus membuka akses investasi aset digital dalam dana pensiun publik.

    RUU Pro-Kripto tersebut mencakup tiga poin utama: pelarangan pajak diskriminatif terhadap kripto, perlindungan hak self-custody dan mining, serta kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menawarkan opsi investasi kripto.

    Jika disahkan, Indiana berpotensi menjadi pionir dalam integrasi aset digital ke sistem keuangan publik di tingkat negara bagian.

    Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

    Larangan Pajak Diskriminatif Jadi Sorotan

    Salah satu pasal terpenting dalam HB1042 adalah larangan penerapan pajak yang lebih tinggi terhadap aset kripto dibandingkan instrumen tradisional seperti saham atau obligasi.

    Artinya, negara tidak boleh “mendiskriminasi” aset digital dari sisi beban fiskal. Kebijakan ini memberi kepastian hukum bagi investor ritel maupun institusi.

    Dalam beberapa tahun terakhir, ketidakjelasan pajak menjadi salah satu hambatan utama dalam adopsi kripto secara luas.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai terobosan besar bagi investor.

    “Indiana jadi pionir di AS yang mewajibkan opsi kripto masuk ke dana pensiun publik. Ban terhadap pajak diskriminatif adalah kemenangan besar buat retail—aset digital lo nggak boleh diperas lebih tinggi dari aset tradisional,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pendapat tersebut sekaligus menegaskan pentingnya kesetaraan perlakuan pajak untuk menciptakan ekosistem investasi yang adil.

    Self-Custody dan Mining Dilindungi

    Selain pajak, Cointelegraph melaporkan bahwa RUU ini juga menegaskan perlindungan terhadap hak self-custody, yakni hak individu untuk menyimpan dan mengelola aset digitalnya sendiri tanpa perantara pihak ketiga.

    Isu ini menjadi semakin relevan setelah sejumlah platform kripto global mengalami kebangkrutan dalam beberapa tahun terakhir.

    Dengan perlindungan hukum, warga Indiana tetap memiliki kebebasan penuh atas kendali aset digital mereka.

    Tak hanya itu, aktivitas mining juga mendapat jaminan hukum. Pemerintah negara bagian tidak dapat melarang atau membatasi kegiatan penambangan kripto secara sewenang-wenang, selama tetap mematuhi regulasi energi dan lingkungan yang berlaku.

    Langkah ini berpotensi menarik investasi infrastruktur blockchain dan pusat data ke Indiana.

    Opsi Kripto di Dana Pensiun Publik

    Poin paling revolusioner dari HB1042 adalah kewajiban bagi dana pensiun negara untuk menyediakan opsi investasi kripto. Jika disahkan, kebijakan ini akan menjadi salah satu yang pertama di AS.

    Integrasi aset digital dalam portofolio dana pensiun publik memiliki dampak besar:

    • Meningkatkan legitimasi kripto sebagai kelas aset
    • Mendorong partisipasi institusional
    • Membuka arus modal jangka panjang ke pasar kripto

    Dana pensiun umumnya berorientasi jangka panjang dan konservatif.

    Masuknya kripto dalam skema ini menjadi sinyal bahwa aset digital semakin diterima dalam sistem keuangan arus utama.

    Potensi Dampak Nasional

    Langkah Indiana dapat menjadi preseden bagi negara bagian lain di AS.

    Regulasi pro-kripto yang jelas dan tegas berpotensi memicu efek domino di tengah persaingan antarnegara bagian untuk menarik inovasi dan investasi teknologi.

    Jika Gubernur menandatangani HB1042, Indiana akan tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kebijakan kripto paling progresif di Amerika Serikat.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    RUU HB1042 menandai babak baru regulasi kripto di Indiana.

    Dengan melarang pajak diskriminatif, melindungi hak self-custody dan mining, serta mewajibkan opsi investasi kripto dalam dana pensiun publik, negara bagian ini menunjukkan dukungan kuat terhadap ekosistem aset digital.

    Kini, perhatian tertuju pada keputusan Gubernur. Jika disahkan, kebijakan ini bisa menjadi model regulasi kripto tingkat negara bagian dan mempercepat adopsi aset digital secara nasional.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Tanpa Henti: CME Group Resmi Buka Futures 24/7

    Bursa derivatif terbesar dunia, CME Group, resmi mengumumkan peluncuran perdagangan berjangka (futures) dan opsi kripto selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu (24/7) mulai 29 Mei 2026.

    Kebijakan ini menjadi tonggak penting dalam evolusi pasar aset digital, khususnya bagi investor institusi yang membutuhkan akses lindung nilai tanpa jeda waktu.

    Selama ini, pasar spot kripto seperti Bitcoin dan Ethereum beroperasi nonstop.

    Namun, instrumen derivatif teregulasi memiliki jam perdagangan terbatas, sehingga menciptakan celah risiko atau “gap risk” saat akhir pekan dan di luar jam operasional resmi.

    Baca Juga: CME Group Luncurkan ETF Berjangka XRP pada 19 Mei, Harga Meroket?

    Menghapus Hambatan Institusi

    Menurut laporan Bitcoin Magazine, keputusan CME untuk membuka perdagangan nonstop bertujuan menyelaraskan pasar derivatif dengan dinamika pasar spot kripto yang bergerak 24/7.

    Dengan begitu, investor institusi dapat melakukan hedging kapan pun diperlukan tanpa harus menunggu pembukaan sesi perdagangan berikutnya.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai penguatan fundamental terhadap struktur pasar kripto global.

    “Integrasi ini menghilangkan ‘gap risk’ akhir pekan bagi institusi, yang selama ini menjadi hambatan utama masuknya modal besar secara efisien. Dengan ketersediaan instrumen lindung nilai (hedging) setiap saat, pasar kripto akan semakin matang dan sejajar dengan efisiensi pasar modal tradisional global,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analis, ketersediaan instrumen lindung nilai sepanjang waktu akan membuat manajemen risiko jauh lebih optimal, terutama di tengah volatilitas kripto yang tinggi.

    Didukung Rekor Volume 2025

    Langkah ekspansi ini tidak muncul tanpa alasan. Sepanjang 2025, CME mencatat rekor volume notional perdagangan kripto hingga mencapai triliunan dolar AS.

    Lonjakan tersebut menunjukkan meningkatnya minat investor institusi terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi dan transparan.

    Banyak pelaku pasar profesional memilih CME karena standar kepatuhan, sistem kliring, serta infrastruktur manajemen risiko yang sudah teruji.

    Dengan model perdagangan 24/7, CME memperluas daya tariknya sebagai jembatan antara keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Dampak terhadap Likuiditas dan Price Discovery

    Perdagangan nonstop diproyeksikan meningkatkan likuiditas secara signifikan.

    Likuiditas yang lebih dalam umumnya menghasilkan spread yang lebih sempit dan pembentukan harga (price discovery) yang lebih efisien.

    Selain itu, integrasi waktu perdagangan antara spot dan derivatif membantu mengurangi dislokasi harga yang sering terjadi saat pembukaan pasar setelah akhir pekan.

    Selama ini, lonjakan harga drastis pada hari Sabtu atau Minggu kerap menciptakan tekanan tambahan ketika pasar derivatif kembali aktif.

    Dengan akses 24/7, pelaku pasar dapat merespons pergerakan harga secara real-time, sehingga potensi kejutan ekstrem dapat diminimalkan.

    Sinyal Kematangan Pasar Aset Digital

    Peluncuran perdagangan futures dan opsi kripto 24/7 juga menjadi indikator bahwa pasar kripto semakin matang dan terintegrasi dengan sistem keuangan global.

    Jika sebelumnya kripto dipandang sebagai pasar alternatif dengan infrastruktur terbatas, kini perannya semakin setara dengan kelas aset tradisional.

    Langkah CME berpotensi mendorong arus modal institusi yang lebih besar karena hambatan operasional semakin berkurang.

    Hal ini dapat berdampak positif terhadap stabilitas jangka panjang, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama aset digital.

    Baca Juga: CME Group Luncurkan Kontrak Berjangka XRP

    Menuju Standar Global Baru

    Mulai 29 Mei 2026, industri kripto akan memasuki babak baru. Perdagangan derivatif teregulasi yang tersedia tanpa henti membuka peluang strategi perdagangan global yang lebih fleksibel dan efisien.

    Jika tren partisipasi institusi terus meningkat, pasar kripto dapat semakin sejajar dengan pasar modal tradisional dalam hal likuiditas, efisiensi, dan pengelolaan risiko.

    Langkah CME Group bukan sekadar inovasi operasional, melainkan transformasi struktural yang berpotensi mempercepat institusionalisasi aset digital secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jepang Siapkan Bursa Kripto, Pajak Bitcoin Dipangkas Jadi 20%

    Tiga perusahaan sekuritas terbesar di Jepang, yakni Nomura, Daiwa Securities, dan SMBC Nikko Securities, dilaporkan tengah mempersiapkan peluncuran bursa kripto domestik.

    Langkah ini beriringan dengan rencana regulator Jepang untuk mengubah status Bitcoin menjadi produk investasi serta memangkas pajak kripto agar setara dengan saham.

    Coin-Turk melaporkan, kebijakan tersebut digodok oleh Financial Services Agency (FSA), yang tengah merancang reformasi besar dalam kerangka regulasi aset digital Jepang.

    Baca Juga: Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

    Bitcoin Tak Lagi Sekadar Alat Bayar

    Selama ini, Bitcoin di Jepang dikategorikan sebagai alat pembayaran. Namun, perubahan regulasi yang sedang dirancang akan mengklasifikasikannya sebagai produk investasi.

    Pergeseran ini dinilai krusial karena menempatkan kripto dalam rezim hukum pasar modal yang lebih mapan dan terstruktur.

    Dengan status baru tersebut, Bitcoin akan diperlakukan lebih mirip dengan saham atau obligasi, membuka peluang bagi produk investasi baru seperti reksa dana atau bahkan ETF kripto di masa depan.

    Langkah ini sekaligus memberikan kepastian hukum yang lebih kuat bagi investor institusional yang selama ini menunggu kejelasan regulasi sebelum masuk lebih dalam ke pasar aset digital Jepang.

    Pajak Kripto Turun Drastis

    Reformasi lain yang tak kalah penting adalah pemangkasan tarif pajak kripto. Saat ini, pajak atas keuntungan kripto di Jepang bisa mencapai 55%, jauh lebih tinggi dibandingkan pajak atas ekuitas.

    Pemerintah berencana memangkas tarif tersebut menjadi sekitar 20%, setara dengan pajak saham. Jika terealisasi, kebijakan ini akan membuat Jepang jauh lebih kompetitif dibandingkan yurisdiksi lain di Asia.

    Penurunan pajak dinilai sebagai insentif kuat untuk menarik kembali investor domestik yang sebelumnya memilih memindahkan aktivitas perdagangan ke luar negeri demi efisiensi pajak.

    2026 Dicanangkan sebagai “Digital Year”

    Tim Research Tokocrypto melihat reformasi ini sebagai langkah strategis jangka panjang.

    “Tahun 2026 dicanangkan sebagai ‘Digital Year’ di Jepang. Perubahan klasifikasi aset dan insentif pajak adalah katalis besar bagi masuknya modal institusional dan potensi peluncuran ETF kripto spot pada 2028. Jepang sedang bertransformasi dari pasar spekulatif murni menjadi ekosistem keuangan digital yang terintegrasi secara struktural,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Merujuk pada analisis tersebut, reformasi ini bukan sekadar respons terhadap tren global, melainkan bagian dari strategi nasional untuk memperkuat posisi Jepang dalam ekonomi digital.

    Jalan Menuju ETF Kripto Spot

    Dengan klasifikasi baru sebagai produk investasi dan struktur pajak yang kompetitif, peluang peluncuran ETF kripto spot pada 2028 semakin realistis.

    ETF spot akan memungkinkan investor institusional berpartisipasi tanpa harus menyimpan aset kripto secara langsung.

    Jika terealisasi, Jepang berpotensi mengikuti jejak negara-negara yang telah lebih dulu menyetujui ETF kripto, sekaligus memperkuat reputasinya sebagai pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi teknologi.

    Transformasi Ekosistem Keuangan Jepang

    Masuknya Nomura, Daiwa, dan SMBC Nikko ke sektor bursa kripto juga menunjukkan perubahan sikap industri keuangan tradisional terhadap aset digital.

    Keterlibatan institusi besar membawa standar tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan yang lebih tinggi.

    Transformasi ini berpotensi menggeser citra pasar kripto Jepang dari dominasi spekulasi ritel menjadi ekosistem yang lebih matang dan berbasis institusi.

    Jika seluruh reformasi berjalan sesuai rencana, Jepang dapat menjadi model integrasi aset digital dalam sistem keuangan tradisional secara struktural dan berkelanjutan.

    Baca Juga: CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Rencana peluncuran bursa kripto oleh tiga raksasa sekuritas Jepang, perubahan klasifikasi Bitcoin menjadi produk investasi, serta pemangkasan pajak kripto menjadi 20% menjadi sinyal kuat transformasi industri aset digital di Jepang.

    Dengan 2026 sebagai “Digital Year”, Jepang tampaknya serius membangun fondasi regulasi yang solid untuk menarik modal institusional dan memperkuat posisinya dalam peta kripto global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com