Tag: regulasi

  • Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

    Platform pasar prediksi berbasis kripto, Polymarket, tengah menghadapi pertarungan hukum krusial di Amerika Serikat yang dapat menentukan masa depan industri prediction market secara nasional.

    Sebagaimana dilansir dari Coincu, inti persoalan terletak pada konflik yurisdiksi antara hukum derivatif federal di bawah pengawasan Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan undang-undang perjudian di sejumlah negara bagian seperti Nevada dan Massachusetts.

    Beberapa otoritas negara bagian menilai kontrak berbasis peristiwa (event contracts) yang diperdagangkan di Polymarket sebagai bentuk taruhan ilegal.

    Di sisi lain, CFTC melihat kontrak tersebut sebagai instrumen derivatif yang berada dalam ranah regulasi federal.

    Baca Juga: DraftKings Ekspansi ke 38 Negara Bagian, Tantang Polymarket

    Derivatif atau Perjudian?

    Pasar prediksi memungkinkan pengguna berspekulasi terhadap hasil suatu peristiwa, mulai dari pemilu, data ekonomi, hingga keputusan kebijakan.

    Dalam model ini, kontrak dibeli berdasarkan probabilitas suatu kejadian terjadi, dan harga bergerak sesuai dinamika permintaan dan penawaran.

    Masalah muncul ketika regulator negara bagian mengkategorikan kontrak tersebut sebagai aktivitas perjudian, yang tunduk pada aturan ketat dan berbeda di setiap yurisdiksi.

    Jika diklasifikasikan sebagai taruhan, maka operasional platform dapat dibatasi atau bahkan dilarang di sejumlah negara bagian.

    Sebaliknya, jika diklasifikasikan sebagai derivatif finansial, maka pengawasan berada di bawah kerangka hukum federal melalui CFTC, sehingga memberikan standar regulasi yang lebih seragam secara nasional.

    Dampak terhadap Ekspansi Nasional

    Tim Research Tokocrypto menilai hasil sengketa ini sangat menentukan arah industri pasar prediksi di AS.

    “Hasil gugatan ini akan menentukan apakah pasar prediksi akan memiliki kerangka kerja tunggal yang seragam di seluruh AS atau terjebak dalam aturan yang terfragmentasi antar negara bagian. Kemenangan yurisdiksi federal sangat penting bagi platform untuk melakukan ekspansi nasional dan mengurangi biaya kepatuhan operasional,” papar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut analisis tersebut, kemenangan yurisdiksi federal akan memberikan kepastian hukum yang lebih jelas bagi pelaku industri, termasuk investor dan pengguna ritel.

    Sebaliknya, jika negara bagian mempertahankan otoritasnya, maka Polymarket dan platform serupa harus menghadapi mosaik regulasi yang berbeda-beda di setiap wilayah.

    Implikasi bagi Industri Kripto

    Kasus ini tidak hanya berdampak pada Polymarket, tetapi juga pada industri kripto yang lebih luas.

    Banyak proyek blockchain mulai mengembangkan produk berbasis event contracts dan pasar prediksi terdesentralisasi.

    Jika pengadilan memutuskan bahwa kontrak acara tergolong perjudian, maka inovasi di sektor ini dapat terhambat oleh pembatasan hukum yang ketat.

    Namun, jika dikategorikan sebagai produk derivatif, maka akan tercipta preseden hukum penting bagi pengembangan instrumen keuangan berbasis blockchain di masa depan.

    Kepastian regulasi juga akan menentukan minat institusi terhadap sektor ini. Investor besar cenderung menghindari sektor dengan risiko hukum tinggi dan ketidakpastian yurisdiksi.

    Potensi Fragmentasi Regulasi

    Amerika Serikat dikenal memiliki sistem federalisme yang memberi kewenangan signifikan kepada negara bagian.

    Dalam konteks pasar prediksi, hal ini berpotensi menciptakan fragmentasi regulasi, di mana suatu platform legal di satu negara bagian namun ilegal di negara bagian lain.

    Fragmentasi tersebut meningkatkan biaya kepatuhan, memperumit ekspansi bisnis, dan membatasi likuiditas karena akses pengguna tidak merata secara nasional.

    Sebaliknya, pengakuan otoritas CFTC akan menciptakan standar tunggal yang memudahkan pengawasan, transparansi, dan perlindungan konsumen secara konsisten di seluruh wilayah AS.

    Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

    Menuju Titik Penentu

    Pertarungan hukum ini dipandang sebagai momen penentu bagi masa depan prediction market di Amerika Serikat.

    Putusan pengadilan berpotensi menjadi preseden yang akan membentuk arah regulasi industri untuk bertahun-tahun ke depan.

    Bagi Polymarket, hasilnya bukan hanya soal legalitas operasional, tetapi juga tentang kemampuan untuk tumbuh secara nasional tanpa hambatan regulasi yang terpecah.

    Jika yurisdiksi federal menang, pasar prediksi dapat memasuki fase ekspansi yang lebih stabil dan terstruktur.

    Namun jika negara bagian mempertahankan kendali, maka lanskap industri akan tetap kompleks dan penuh tantangan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inggris Tunjuk HSBC Kelola Pilot Obligasi Negara Digital (DIGIT)

    Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah besar dalam transformasi keuangan digital.

    Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Departemen Keuangan Inggris menunjuk HSBC melalui platform blockchain miliknya, Orion, untuk mengelola pilot obligasi negara digital pertama yang diberi nama DIGIT.

    Proyek ini bertujuan untuk mendigitalisasi obligasi pemerintah Inggris (gilt) tradisional dengan memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT).

    Inisiatif ini menandai babak baru integrasi blockchain dalam infrastruktur pasar modal nasional di negara anggota G7 tersebut.

    Apa Itu Proyek DIGIT?

    DIGIT merupakan singkatan dari Digital Gilt Instrument Tokenisation, sebuah program percontohan untuk menerbitkan obligasi negara dalam format digital berbasis blockchain.

    Dengan menggunakan platform Orion milik HSBC, pemerintah Inggris ingin meningkatkan efisiensi dalam proses penerbitan obligasi, manajemen kepemilikan aset, penyelesaian transaksi (settlement), serta transparansi dan auditabilitas.

    Alih-alih menggunakan sistem konvensional yang melibatkan banyak perantara dan proses manual, model digital ini memungkinkan pencatatan kepemilikan secara real-time dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

    Jika berhasil, proyek DIGIT berpotensi menjadi standar baru dalam penerbitan surat utang negara berbasis teknologi blockchain.

    Perkuat Ketahanan Ekonomi Digital

    Langkah ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau uji coba internal bank. Pemerintah Inggris secara resmi mengintegrasikan blockchain dalam instrumen keuangan publik.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai sinyal kuat pergeseran paradigma global.

    “Inisiatif ini menandai pergeseran krusial dari sekadar eksperimen internal menjadi adopsi infrastruktur keuangan publik yang nyata oleh negara anggota G7. Keberhasilan pilot ini akan menjadi tolok ukur global bagi negara lain dalam menerapkan teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, keputusan Inggris dapat memicu efek domino di negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika Utara.

    Peran HSBC dan Platform Orion

    HSBC dipilih karena telah mengembangkan Orion, sebuah platform blockchain yang dirancang untuk mendukung penerbitan aset digital, termasuk obligasi dan instrumen pasar modal lainnya.

    Platform ini memungkinkan tokenisasi surat utang, settlement instan atau near real-time, integrasi dengan sistem keuangan tradisional, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

    Dengan reputasi global dan infrastruktur yang matang, HSBC dinilai mampu menjembatani kebutuhan antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.

    Penunjukan ini juga mempertegas bahwa institusi keuangan tradisional semakin serius dalam memanfaatkan blockchain, bukan lagi sebagai tren eksperimental, tetapi sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

    Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

    Digitalisasi gilt berpotensi membawa sejumlah manfaat strategis:

    1. Efisiensi Operasional

    Proses penerbitan dan settlement obligasi bisa dipangkas dari beberapa hari menjadi hampir instan, mengurangi biaya administrasi dan risiko operasional.

    2. Transparansi Lebih Tinggi

    DLT memungkinkan pencatatan transaksi yang immutable dan dapat diaudit secara real-time.

    3. Likuiditas yang Lebih Baik

    Dengan tokenisasi, obligasi dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas.

    4. Daya Saing Global

    Langkah ini memperkuat posisi London sebagai salah satu pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi digital.

    Tren Global Tokenisasi Aset Negara

    Namun perlu diketahui, Inggris bukanlah satu-satunya negara di dunia yang mengeksplorasi tokenisasi aset publik.

    Sejumlah negara telah melakukan uji coba obligasi digital, namun skala dan legitimasi proyek DIGIT berbeda karena didukung langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh bank global terkemuka.

    Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) kini menjadi salah satu narasi terbesar di industri blockchain.

    Obligasi negara digital dipandang sebagai pintu masuk adopsi institusional berskala besar karena instrumen ini memiliki risiko relatif rendah, permintaan investor tinggi, dan kerangka regulasi sudah mapan.

    Jika pilot DIGIT sukses, bukan tidak mungkin obligasi negara digital akan menjadi standar baru dalam dekade mendatang.

    Tantangan yang Perlu Diperhatikan

    Meski menjanjikan, implementasi blockchain di pasar modal tetap menghadapi tantangan.

    Dimulai integrasi dengan sistem legacy, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, hingga edukasi investor dan pelaku pasar.

    Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada koordinasi antara regulator, bank sentral, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.

    Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

    Penunjukan HSBC untuk mengelola pilot obligasi negara digital DIGIT menandai langkah besar Inggris dalam mengadopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan publik.

    Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan implementasi nyata di pasar modal nasional. Jika proyek ini berhasil, Inggris berpotensi menjadi benchmark global dalam tokenisasi surat utang negara.

    Transformasi ini dapat mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital di era baru teknologi terdistribusi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CFTC Bentuk Komite Penasihat Inovasi, Digawangi 35 Tokoh Kripto

    Regulator pasar derivatif Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC), secara resmi mengumumkan pembentukan Komite Penasihat Inovasi (Innovation Advisory Committee) yang terdiri dari 35 anggota.

    Menurut laporan Cointelegraph, komite ini mencakup sejumlah tokoh terkemuka dari industri kripto dan teknologi finansial, termasuk pimpinan perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple, Kraken, Polymarket, Robinhood, serta Chainlink Labs.

    Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa regulator AS mulai mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap industri aset digital dan inovasi keuangan.

    Baca Juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?

    Komite Penasihat untuk Era Inovasi Digital

    Komite Penasihat Inovasi CFTC dirancang untuk memberikan masukan strategis terkait perkembangan teknologi baru di sektor keuangan.

    Beberapa masukan tersebut antara lain aset kripto dan derivatif digital, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin dan infrastruktur pembayaran digital, serta integrasi blockchain dalam pasar keuangan tradisional.

    Dengan melibatkan pelaku industri secara langsung, CFTC berupaya membangun dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan inovator teknologi.

    Kehadiran para CEO dan eksekutif perusahaan kripto papan atas menunjukkan bahwa suara industri kini memiliki ruang formal dalam proses konsultasi kebijakan.

    Sinyal Pergeseran Regulasi di AS

    Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi dan berbagai tindakan penegakan hukum dari sejumlah lembaga.

    Namun pembentukan komite ini mengindikasikan perubahan pendekatan.

    Tim Research Tokocrypto menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis menuju regulasi yang lebih seimbang.

    “Keikutsertaan tokoh-tokoh kunci industri dalam komite penasihat pemerintah ini menandakan pergeseran besar menuju lingkungan regulasi yang lebih kolaboratif di AS. Langkah ini menunjukkan kesediaan regulator untuk berdialog guna mendorong inovasi yang bertanggung jawab sambil tetap menangani kekhawatiran regulasi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pendekatan kolaboratif ini dapat mengurangi gesekan antara regulator dan perusahaan kripto, sekaligus mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

    Dampak bagi Industri Kripto

    Pembentukan komite ini berpotensi membawa sejumlah dampak signifikan:

    1. Kepastian Regulasi Lebih Baik

    Keterlibatan pelaku industri dalam diskusi kebijakan memungkinkan regulator memahami model bisnis dan risiko teknologi secara lebih mendalam.

    2. Inovasi Lebih Terarah

    Dengan dialog yang terbuka, inovasi dapat berkembang dalam kerangka hukum yang lebih jelas, mengurangi risiko tindakan penegakan hukum mendadak.

    3. Peningkatan Kepercayaan Investor

    Kolaborasi regulator dan industri dapat meningkatkan kepercayaan institusional terhadap pasar kripto AS.

    4. Standar Global Baru

    Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, kebijakan AS sering menjadi referensi global. Jika model kolaboratif ini sukses, negara lain berpotensi mengadopsi pendekatan serupa.

    Siapa Saja yang Terlibat?

    Komite ini diisi oleh kombinasi regulator, akademisi, dan pelaku industri.

    Kehadiran pimpinan dari bursa kripto besar, perusahaan blockchain, hingga platform prediksi menunjukkan bahwa spektrum diskusi akan mencakup berbagai aspek ekosistem Web3.

    Partisipasi eksekutif dari perusahaan seperti Coinbase dan Kraken mencerminkan peran sentral bursa dalam ekosistem derivatif kripto.

    Sementara keterlibatan Ripple dan Chainlink Labs menandakan fokus pada infrastruktur blockchain dan interoperabilitas data.

    Di sisi lain, kehadiran Robinhood dan Polymarket menunjukkan perhatian terhadap model bisnis ritel dan pasar prediksi yang semakin berkembang.

    Tantangan yang Masih Mengemuka

    Meski menjadi langkah positif, pembentukan komite tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan regulasi kripto di AS.

    Beberapa isu krusial tetap menjadi perdebatan, seperti klasifikasi token sebagai sekuritas atau komoditas, regulasi stablecoin, pengawasan platform DeFi, hingga perlindungan konsumen dan manajemen risiko.

    Keberhasilan komite ini akan sangat bergantung pada efektivitas dialog dan sejauh mana rekomendasinya diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

    Baca Juga: Tether Didenda 41 US Dollar Oleh CFTC

    Pembentukan Komite Penasihat Inovasi oleh CFTC menjadi tonggak penting dalam evolusi regulasi kripto di Amerika Serikat.

    Dengan melibatkan 35 tokoh industri papan atas, regulator menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem yang lebih transparan, kolaboratif, dan inovatif.

    Bagi industri kripto, ini adalah peluang untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar aset digital di AS.

    Jika sinergi ini berjalan efektif, bukan tidak mungkin Amerika Serikat kembali menjadi pusat inovasi kripto global dengan kerangka regulasi yang lebih jelas dan kompetitif.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Indiana Usulkan Dana Pensiun Negara Pakai Investasi Kripto

    Adopsi kripto di Amerika Serikat kembali mencatat tonggak penting.

    Menurut laporan Cointelegraph, Komite Senat di negara bagian Indiana resmi memajukan Rancangan Undang-Undang HB1042 yang membuka jalan bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi dalam aset kripto.

    Jika disahkan penuh, kebijakan ini akan memungkinkan dana pensiun yang mencakup pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara legal dan terstruktur.

    Perkembangan ini langsung menjadi perhatian pelaku industri global, mengingat potensi dampaknya terhadap arus modal institusional ke pasar kripto.

    Baca Juga: Brasil Siap Jadi Raja Bitcoin? Kongres Bahas RUU 1 Juta BTC

    Apa Itu RUU HB1042?

    RUU HB1042 merupakan rancangan kebijakan di negara bagian Indiana yang mengizinkan pengelola dana pensiun negara untuk mempertimbangkan investasi pada aset digital, termasuk mata uang kripto.

    Langkah ini menandai perubahan signifikan dalam pendekatan investasi dana publik di AS.

    Selama ini, banyak dana pensiun negara cenderung fokus pada instrumen konvensional seperti obligasi, saham, dan real estat.

    Dengan dimajukannya RUU ini oleh Komite Senat, Indiana berpotensi menjadi salah satu negara bagian yang secara resmi membuka pintu investasi kripto dalam portofolio dana pensiun publik.

    Validasi Kuat Adopsi Institusional

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini sebagai sinyal yang sangat kuat bagi industri kripto di Negeri Paman Sam.

    “Langkah ini adalah validasi adopsi institusional tingkat negara bagian yang sangat kuat di AS, memberikan akses eksposur kripto ke jutaan pekerja publik secara legal dan terstruktur,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan tersebut menyoroti dampak luas kebijakan ini. Dana pensiun pegawai publik dan guru mencakup jutaan pekerja di berbagai negara bagian. Jika model Indiana diikuti wilayah lain, potensi aliran dana ke pasar kripto bisa meningkat signifikan.

    Dampak Terhadap Pasar Kripto Global

    Adopsi oleh dana pensiun negara memiliki implikasi besar:

    1. Legitimasi Regulasi
      Investasi dana publik dalam kripto menunjukkan bahwa aset digital semakin diterima dalam kerangka regulasi formal.
    2. Arus Modal Jangka Panjang
      Dana pensiun biasanya berorientasi jangka panjang. Ini berarti potensi stabilisasi volatilitas karena investasi dilakukan dengan horizon waktu yang lebih panjang dibanding investor ritel.
    3. Standarisasi Tata Kelola
      Investasi dana publik akan mendorong peningkatan standar manajemen risiko, audit, dan transparansi dalam ekosistem kripto.

    Dalam konteks ini, langkah Indiana dapat mempercepat transisi kripto dari aset spekulatif menjadi kelas aset alternatif yang diakui secara institusional.

    Tren Negara Bagian AS dan Kripto

    Indiana bukan satu-satunya negara bagian yang mulai mengeksplorasi kebijakan pro-kripto.

    Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian AS telah mengusulkan regulasi ramah blockchain, termasuk kebijakan pajak dan kerangka kustodian aset digital.

    Namun, izin langsung bagi dana pensiun negara untuk berinvestasi kripto merupakan langkah yang relatif progresif dibanding pendekatan sebelumnya.

    Jika RUU HB1042 disahkan secara final, Indiana berpotensi menjadi model bagi negara bagian lain dalam mengintegrasikan kripto ke dalam sistem keuangan publik.

    Tantangan dan Risiko

    Meski dinilai positif, kebijakan ini tetap memiliki tantangan:

    • Volatilitas Tinggi: Aset kripto dikenal memiliki fluktuasi harga signifikan.
    • Risiko Regulasi Federal: Perubahan kebijakan di tingkat federal dapat memengaruhi implementasi.
    • Manajemen Risiko Portofolio: Alokasi harus dilakukan secara proporsional agar tidak membahayakan stabilitas dana pensiun.

    Karena itu, kemungkinan besar eksposur kripto dalam dana pensiun akan dibatasi dalam persentase kecil dari total portofolio, guna menjaga keseimbangan risiko.

    Potensi Efek Domino

    Langkah Indiana bisa menciptakan efek domino di AS. Ketika satu negara bagian berhasil mengimplementasikan kebijakan investasi kripto secara aman dan terukur, negara bagian lain mungkin terdorong untuk mengikuti.

    Hal ini berpotensi meningkatkan permintaan terhadap aset digital utama seperti Bitcoin dan Ethereum, sekaligus memperkuat posisi kripto sebagai bagian dari strategi diversifikasi aset global.

    Baca Juga: Trump Siap Teken RUU Kripto, Regulasi Digital Baru AS Dimulai

    Dimajukannya RUU HB1042 oleh Komite Senat Indiana menjadi momentum penting bagi adopsi kripto di level institusional negara bagian di AS.

    Kebijakan ini membuka peluang dana pensiun pegawai publik dan guru untuk mendapatkan eksposur terhadap aset digital secara resmi dan terstruktur.

    Jika disahkan, langkah ini tidak hanya berdampak pada pasar kripto domestik AS, tetapi juga memperkuat legitimasi kripto secara global sebagai kelas aset alternatif.

    Bagi pelaku pasar, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa integrasi kripto ke sistem keuangan arus utama semakin nyata, bukan lagi sekadar wacana.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thailand Resmi Legalkan Kripto! ETF Bitcoin Siap Meluncur

    Pemerintah Thailand mengambil langkah besar dengan menyetujui proposal yang membuka jalan bagi integrasi aset digital dan kripto ke dalam pasar keuangan yang diatur secara resmi. Keputusan ini memperkuat posisi kripto di pasar modal Thailand, khususnya melalui produk derivatif dan exchange-traded fund (ETF).

    Langkah tersebut menandai upaya Thailand untuk menyesuaikan sistem keuangannya dengan perkembangan teknologi dan meningkatnya permintaan investor terhadap aset digital.

    Kripto Jadi Underlying Asset Derivatif

    Komisi Sekuritas dan Bursa Thailand (SEC) berencana merevisi Digital Asset Business Act agar mata uang kripto dan token digital dapat diakui sebagai underlying asset dalam kontrak derivatif. Dengan perubahan regulasi ini, perusahaan yang telah teregulasi akan dapat menawarkan produk seperti futures dan options berbasis kripto.

    Regulator juga tengah menyusun kerangka hukum baru yang mencakup persyaratan lisensi khusus serta pedoman pengawasan untuk broker, bursa, dan lembaga kliring yang menawarkan derivatif kripto. Thailand Futures Exchange (TFEX) turut berkolaborasi dalam pengembangan produk derivatif digital yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

    Selain kripto, regulasi baru ini juga mengklasifikasikan kredit karbon sebagai komoditas, membuka peluang pengembangan pasar futures berbasis carbon credit dengan mekanisme penyerahan fisik. Kebijakan ini sejalan dengan agenda Thailand dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

    Ilustrasi aset kripto bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca Juga: XRP Naik 390% di Thailand, Tinggalkan BTC dan Emas Jauh di Belakang

    Dorong Diversifikasi dan Manajemen Risiko

    SEC Thailand menyatakan bahwa regulasi baru ini bertujuan memperkuat pengakuan kripto sebagai kelas aset alternatif. Dengan hadirnya produk berbasis kripto di pasar teregulasi, investor diharapkan memiliki lebih banyak opsi untuk diversifikasi portofolio dan manajemen risiko.

    CEO Binance Thailand, Nirun Fuwattananukul, menyebut langkah ini sebagai momen penting bagi visi Thailand menjadi pemimpin ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

    ETF Bitcoin Siap Diperdagangkan di Bursa

    Dewan pasar modal Thailand juga telah memperkenalkan kerangka regulasi untuk memungkinkan investor mengakses Bitcoin dan aset digital lainnya melalui ETF. Struktur hukum baru ini mendukung perdagangan ETF berbasis kripto sekaligus membuka jalan bagi produk derivatif dan investasi berbasis tokenisasi.

    SEC telah menyetujui prinsip-prinsip utama ETF kripto dan kini tengah menyusun pedoman operasional terkait kustodi aset, manajemen likuiditas, serta koordinasi antara manajer investasi dan bursa berlisensi.

    ETF kripto di Thailand diperkirakan akan diperdagangkan di Stock Exchange of Thailand (SET), memberikan alternatif akses kripto melalui pasar teregulasi dibanding pembelian langsung. Investor diperkirakan dapat mengalokasikan sekitar 4% hingga 5% portofolio mereka ke aset digital dalam kerangka regulasi baru ini.

    Dengan langkah tersebut, Thailand mempertegas posisinya sebagai salah satu negara pelopor di kawasan dalam menghadirkan investasi kripto yang teregulasi dan terintegrasi dengan sistem pasar modal nasional.

    Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai bukti kematangan sikap regulator Thailand terhadap industri kripto.

    “Langkah ini menunjukkan sikap pro-kripto Thailand yang semakin matang. Dengan diakuinya kripto sebagai aset derivatif, institusi keuangan lokal kini memiliki payung hukum yang jelas untuk mengembangkan produk investasi berbasis kripto yang lebih kompleks,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, kejelasan regulasi adalah faktor kunci dalam menarik partisipasi investor institusional.

    Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hong Kong Perkuat Posisi Global Connector Kripto, Bidik Dana Institusi

    Hong Kong semakin agresif memantapkan posisinya sebagai pusat kripto global.

    Anggota Dewan Legislatif Hong Kong, Johnny Ng, menegaskan visi kota tersebut sebagai “global connector”, penghubung strategis antara pasar modal Barat dan inovasi teknologi Timur, khususnya dari China Daratan.

    Sebagaimana dilaporkan Coindesk pada Senin (2/2), Ng mengungkapkan bahwa arah kebijakan kripto Hong Kong pada 2026 akan bergeser dari sekadar lisensi ritel menuju penguatan infrastruktur inti yang mendukung aktivitas institusional berskala besar.

    Fokus utama akan mencakup regulasi custody aset digital, perdagangan over-the-counter (OTC), serta fasilitasi transaksi dengan volume tinggi.

    Langkah ini mempertegas ambisi Hong Kong untuk menjadi yurisdiksi kripto paling matang dan ramah institusi di Asia, bahkan global.

    Baca Juga: ETF Solana Pertama Resmi Disetujui Hong Kong, Awal Bull Run SOL?

    Fokus Regulasi 2026: Custody, OTC, dan Likuiditas Institusional

    Menurut Johnny Ng, tahap awal regulasi kripto Hong Kong yang menitikberatkan pada perlindungan investor ritel kini telah memasuki fase lanjutan.

    Pada 2026, regulator akan memprioritaskan fondasi pasar yang dibutuhkan oleh bank, fund manager, dan investor institusi.

    Aturan custody menjadi krusial karena menyangkut keamanan aset digital bernilai miliaran dolar. Di sisi lain, regulasi OTC diperlukan untuk mengakomodasi transaksi besar tanpa mengganggu harga pasar.

    Infrastruktur perdagangan volume tinggi juga dipersiapkan untuk memastikan likuiditas dan efisiensi setara dengan pasar keuangan tradisional.

    Pendekatan ini menandai transisi Hong Kong dari sekadar crypto-friendly menjadi crypto-infrastructure hub yang siap menampung arus dana institusional global.

    “Parit Regulasi” untuk Menarik Modal Global

    Tim Research Tokocrypto menilai strategi Hong Kong sebagai langkah membangun “regulatory moat” atau parit regulasi yang sulit ditiru oleh yurisdiksi lain.

    “Hong Kong membangun parit regulasi strategis dengan memanfaatkan sistem hukum Common Law dan akses modal bebas. Ini menarik arus dana institusional yang mencari kepastian hukum di tengah ketidakpastian regulasi AS,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Berbeda dengan Amerika Serikat yang masih dibayangi ketidakjelasan aturan dan potensi penegakan hukum agresif, Hong Kong menawarkan kepastian hukum, transparansi regulasi, dan jalur kepatuhan yang jelas. Hal ini menjadikannya destinasi alternatif bagi institusi global yang ingin tetap terekspos ke aset kripto tanpa risiko regulasi berlebihan.

    Jembatan Barat dan Timur di Era Web3 dan AI

    Keunggulan strategis Hong Kong tidak hanya terletak pada regulasi, tetapi juga posisinya sebagai gerbang utama China ke pasar global.

    Meski China Daratan masih membatasi perdagangan kripto secara langsung, inovasi di sektor Web3, blockchain, dan AI terus berkembang pesat.

    Hong Kong berperan sebagai buffer zone yang memfasilitasi masuknya inovasi teknologi dari Timur ke pasar modal Barat dengan kerangka hukum internasional.

    Dalam konteks ini, kota tersebut bukan hanya pusat perdagangan aset digital, tetapi juga hub integrasi teknologi dan modal global.

    Bagi investor institusi, kombinasi ini menciptakan peluang unik: akses ke inovasi Asia dengan standar kepatuhan dan perlindungan hukum ala Barat.

    Implikasi bagi Pasar Kripto Global

    Reposisi Hong Kong sebagai global connector berpotensi mengubah peta kekuatan kripto dunia.

    Jika regulasi custody dan OTC berhasil diimplementasikan secara efektif, Hong Kong bisa menjadi pusat likuiditas institusional Asia, menyaingi bahkan melengkapi peran Singapura dan Dubai.

    Arus dana institusional yang masuk juga berpotensi meningkatkan stabilitas pasar, memperdalam likuiditas, dan mempercepat adopsi aset digital di sektor keuangan tradisional.

    Namun, tantangan tetap ada. Keberhasilan strategi ini bergantung pada konsistensi kebijakan, koordinasi regulator, serta kemampuan Hong Kong menjaga keseimbangan antara inovasi dan manajemen risiko.

    Baca Juga: Hong Kong Bersiap Ketatkan Pajak Kripto! Aturan Baru Mulai 2028

    Dengan fokus regulasi 2026 pada infrastruktur dasar kripto, Hong Kong menegaskan ambisinya sebagai penghubung global antara Barat dan Timur.

    Di tengah ketidakpastian regulasi AS, pendekatan pro-institusi berbasis kepastian hukum ini menjadi daya tarik kuat bagi modal global.

    Jika dieksekusi dengan baik, Hong Kong berpeluang menjadi epicentrum baru ekosistem kripto institusional, sekaligus gerbang utama inovasi Web3 dan AI dari Asia ke panggung dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CLARITY Act Lolos di Komite Senat AS, Majunya Regulasi Kripto

    Upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kejelasan regulasi aset kripto memasuki babak baru setelah Komite Pertanian Senat AS secara resmi meloloskan Cryptocurrency Market Structure Act, yang dikenal sebagai CLARITY Act.

    Seperti dilansir dari Coincu pada Minggu (1/2), Rancangan undang-undang ini disahkan melalui voting yang sangat ketat, 12 suara berbanding 11, mencerminkan perpecahan politik yang tajam antara Partai Republik dan Demokrat.

    Seluruh senator dari Partai Demokrat menolak RUU tersebut, sementara Partai Republik solid memberikan dukungan.

    Perbedaan sikap ini memperlihatkan bahwa meski ada dorongan kuat untuk kejelasan regulasi kripto, isu politik dan kepentingan domestik masih menjadi faktor penentu arah kebijakan.

    Baca Juga: RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

    Apa Itu CLARITY Act?

    CLARITY Act dirancang untuk memberikan kerangka hukum yang lebih jelas terkait struktur pasar kripto di Amerika Serikat.

    Salah satu fokus utama RUU ini adalah memperjelas pembagian kewenangan antara lembaga regulator, seperti Commodity Futures Trading Commission (CFTC) dan Securities and Exchange Commission (SEC), yang selama ini kerap tumpang tindih dalam mengawasi aset digital.

    Dengan kejelasan tersebut, industri kripto diharapkan memiliki kepastian hukum yang lebih baik, mulai dari klasifikasi aset digital hingga aturan bagi bursa, broker, dan pelaku pasar lainnya.

    Bagi pelaku industri, CLARITY Act dipandang sebagai langkah penting untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen, tanpa mengekang perkembangan teknologi blockchain.

    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

    Voting Tipis dan Penolakan Demokrat

    Meski berhasil lolos, hasil voting 12-11 menandakan bahwa dukungan terhadap CLARITY Act jauh dari kata bulat.

    Seluruh anggota Demokrat di Komite Pertanian Senat menolak RUU ini dengan alasan utama kekhawatiran konflik kepentingan, khususnya yang dikaitkan dengan dugaan keterlibatan keluarga mantan Presiden Donald Trump dalam industri kripto.

    Isu ini menjadi sorotan tajam dalam perdebatan, di mana Demokrat menilai regulasi yang disahkan tanpa pengawasan ketat berpotensi menguntungkan pihak-pihak tertentu secara tidak adil.

    Di sisi lain, Partai Republik menilai fokus utama CLARITY Act adalah menciptakan kepastian hukum, bukan mengatur aktor politik tertentu.

    Perbedaan pandangan ini mencerminkan bagaimana regulasi kripto di AS tidak hanya menjadi isu ekonomi dan teknologi, tetapi juga alat tarik-menarik politik.

    Bukan Kemenangan Final

    Tim Research Tokocrypto menilai lolosnya CLARITY Act di tingkat komite sebagai sinyal positif, namun belum dapat dianggap sebagai kemenangan final bagi industri kripto.

    “Lolosnya CLARITY Act di komite adalah langkah maju untuk kejelasan regulasi aset digital di AS. Namun, perpecahan partisan yang ketat dan kontroversi konflik kepentingan menandakan bahwa perjalanan menuju undang-undang final akan penuh hambatan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

    Menurut mereka, pasar akan sangat memperhatikan tahapan berikutnya, terutama saat RUU ini memasuki voting penuh di Senat, di mana dinamika politik bisa berubah drastis.

    Dampak Potensial ke Pasar Kripto

    Dalam jangka pendek, lolosnya CLARITY Act di komite dapat memberikan sentimen positif moderat bagi pasar kripto, khususnya aset yang memiliki eksposur besar ke pasar AS.

    Kejelasan regulasi sering dipandang sebagai katalis jangka panjang untuk adopsi institusional.

    Namun, hasil voting yang tipis menunjukkan bahwa ketidakpastian masih tinggi.

    Investor kemungkinan akan bersikap wait and see hingga ada kejelasan apakah RUU ini mampu melewati tahap berikutnya atau justru terhambat oleh perlawanan politik.

    Selain itu, isu konflik kepentingan yang mencuat berpotensi memperpanjang proses legislasi dan memicu amandemen tambahan, yang bisa mengubah substansi RUU.

    Jalan Panjang Menuju Undang-Undang Final

    Secara historis, banyak RUU kripto di AS yang kandas atau mengalami revisi signifikan sebelum akhirnya disahkan.

    CLARITY Act kini menghadapi tantangan serupa. Meski mendapat dukungan kuat dari Partai Republik, resistensi Demokrat membuat peluang kompromi menjadi kunci keberhasilan.

    Bagi industri kripto global, perkembangan ini tetap penting untuk dipantau.

    Amerika Serikat masih menjadi pusat likuiditas dan inovasi kripto dunia, sehingga arah kebijakan regulator AS dapat berdampak luas ke pasar internasional.

    Baca Juga: Senat AS Loloskan GENIUS Act: Regulasi Federal Pertama untuk Stablecoin

    Lolosnya CLARITY Act di Komite Pertanian Senat AS menandai kemajuan nyata dalam upaya menghadirkan kejelasan regulasi kripto.

    Namun, voting tipis 12-11 dan perpecahan partisan yang tajam menunjukkan bahwa proses legislasi masih panjang dan penuh tantangan.

    Ke depan, perhatian pasar akan tertuju pada pembahasan lanjutan dan voting penuh di Senat.

    Apakah CLARITY Act akan menjadi fondasi regulasi kripto AS, atau justru terhambat oleh dinamika politik, masih menjadi tanda tanya besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RUU CLARITY Act Masuk Fase Kritis, DeFi dan Stablecoin Jadi Sorotan

    Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) kripto Amerika Serikat, CLARITY Act, memasuki fase krusial setelah para senator mengajukan 137 amendemen menjelang proses markup di Komite Perbankan Senat. Isu imbal hasil (yield) stablecoin dan regulasi DeFi menjadi titik gesekan utama yang berpotensi menentukan arah regulasi kripto ke depan.

    Draf CLARITY Act setebal 278 halaman dirilis pada Senin malam waktu setempat, setelah melalui lima bulan diskusi bipartisan. Mayoritas pelaku industri kripto baru melihat naskah lengkap tersebut pada Selasa. Batas waktu pengajuan amendemen yang jatuh pada pukul 17.00 hari yang sama memicu lonjakan usulan perubahan dari berbagai senator.

    Yield Stablecoin Jadi Isu Paling Diperdebatkan

    Salah satu perdebatan paling tajam muncul terkait pemberian yield pada stablecoin. Senator Angela Alsobrooks dan Thom Tillis mengajukan amendemen bipartisan untuk memperjelas aktivitas apa saja yang memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil. Tujuannya adalah mempertegas batas antara model yield yang diperbolehkan dan struktur yang dinilai melanggar aturan.

    Isu ini dinilai krusial karena menyentuh langsung model bisnis penerbit stablecoin dan dapat berdampak signifikan pada pasar kripto secara luas.

    Baca juga: Amerika Borong Bitcoin, China Tumpuk Emas: Perang Aset Dunia Dimulai?!

    DeFi Disorot Usai Tekanan Industri

    Selain stablecoin, decentralized finance (DeFi) juga menjadi sorotan. Senator Pete Ricketts dan Cynthia Lummis mengusulkan revisi bahasa regulasi DeFi, menyusul penolakan dari industri terhadap pasal baru yang dinilai menimbulkan ketidakpastian hukum bagi protokol terdesentralisasi.

    Langkah ini diambil untuk meredam kekhawatiran bahwa regulasi baru dapat memperlakukan protokol DeFi layaknya entitas terpusat.

    Etika Pejabat dan Amendemen Warren

    Senator Chris Van Hollen mengajukan usulan untuk mencegah pejabat pemerintah memperoleh keuntungan dari bisnis kripto, termasuk aturan anti-touting yang mewajibkan pengungkapan kepentingan finansial bagi pihak yang mempromosikan aset kripto.

    Namun, sebagian amendemen etika ini diperkirakan tidak akan langsung diputuskan dalam tahap markup, mengingat keterbatasan kewenangan Komite Perbankan. Isu tersebut kemungkinan akan dibahas pada tahap lanjutan di Senat.

    Sementara itu, Senator Elizabeth Warren menaikkan tensi dengan mengajukan lebih dari 20 amendemen, termasuk proposal pelarangan total yield stablecoin serta upaya membatalkan panduan pro-kripto yang dikeluarkan Kantor Pengawas Mata Uang (OCC) tahun lalu.

    Markup Jadi Penentu Arah Regulasi

    Beberapa amendemen bahkan keluar dari substansi kripto. Senator Jack Reed, misalnya, mengajukan amendemen yang mendukung Ketua Federal Reserve Jerome Powell di tengah penyelidikan Departemen Kehakiman, menunjukkan bahwa proses markup juga dimanfaatkan untuk pesan politik yang lebih luas.

    Direktur Eksekutif White House Crypto Council, Patrick Witt, menyatakan bahwa ketentuan etika akan ditambahkan setelah RUU lolos dari komite dan sebelum pemungutan suara pleno Senat, menandakan potensi perubahan lanjutan.

    Di sisi lain, Ketua Komite Pertanian Senat John Boozman mengumumkan penjadwalan ulang markup dengan target 27 Januari, sementara teks RUU terbaru diperkirakan akan dirilis sepekan sebelumnya.

    Dengan ratusan amendemen yang masuk, hasil markup CLARITY Act diprediksi akan menjadi penentu seberapa besar dampaknya terhadap industri dan pasar kripto global.

    Baca juga: Trump Media Siap Rilis ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BitGo Rilis Layanan Pembiayaan Terpadu demi Likuiditas Aset Digital

    Perusahaan kustodian kripto BitGo kembali memperluas layanannya dengan meluncurkan platform pembiayaan berbasis portofolio yang dirancang khusus untuk investor institusional.

    Inovasi ini memungkinkan institusi untuk meminjam dan memberikan pinjaman dengan jaminan aset digital secara langsung dari satu akun kustodi, tanpa perlu memindahkan aset ke platform terpisah.

    Langkah ini mencerminkan evolusi penting dalam infrastruktur kredit kripto, yang kini mulai bergerak menuju model yang lebih terintegrasi dan efisien, mendekati standar yang selama ini digunakan dalam sistem keuangan tradisional.

    Baca Juga: Crypto ETF Naik Level! BitGo Tambah Layanan Staking untuk 21Shares

    Satu Platform untuk Semua Kebutuhan Pembiayaan

    Platform baru BitGo menggabungkan berbagai fungsi penting dalam satu ekosistem terpadu, mulai dari pengelolaan collateral, aktivitas lending, hingga borrowing. Dengan pendekatan ini, institusi tidak lagi perlu mengelola banyak platform untuk menjalankan strategi pembiayaan mereka.

    Yang menarik, berbagai jenis aset digital kini dapat digunakan sebagai jaminan, termasuk token likuid, aset yang di-stake, hingga kepemilikan terkunci (locked assets).

    Fleksibilitas ini membuka peluang baru bagi institusi untuk mengoptimalkan portofolio mereka tanpa harus mencairkan aset.

    Selain itu, platform ini mendukung berbagai kebutuhan pembiayaan, seperti pendanaan untuk aktivitas trading, manajemen treasury, hingga pengelolaan likuiditas.

    Dukungan terhadap aset utama seperti Bitcoin, Ethereum, Solana, serta stablecoin semakin memperluas cakupan penggunaannya.

    Menuju Model Custody-Integrated Financing

    Salah satu inovasi utama dari platform ini adalah konsep custody-integrated financing, di mana seluruh proses pembiayaan dilakukan tanpa memindahkan aset keluar dari kustodi.

    Hal ini menjadi nilai tambah besar bagi institusi yang mengutamakan keamanan dan kepatuhan.

    Dalam model tradisional, institusi sering kali harus memindahkan aset ke platform lending terpisah untuk mendapatkan likuiditas.

    Proses ini tidak hanya meningkatkan risiko operasional, tetapi juga menambah kompleksitas dalam pengelolaan aset.

    Dengan pendekatan baru ini, BitGo mencoba menghilangkan hambatan tersebut, sekaligus menghadirkan pengalaman yang lebih familiar bagi manajer aset besar yang terbiasa dengan sistem keuangan konvensional.

    Dampak bagi Adopsi Institusional

    Peluncuran platform ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor kredit kripto terus berkembang menuju fase yang lebih matang.

    Infrastruktur yang lebih terintegrasi dan efisien dapat menjadi pendorong utama masuknya lebih banyak institusi ke pasar.

    Menurut laporan dari Cointelegraph, tren ini menunjukkan pergeseran dari model pinjaman yang terfragmentasi menuju sistem yang lebih terstruktur dan profesional.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah BitGo sebagai perkembangan penting dalam mempercepat adopsi institusional.

    “Ini adopsi institusional yang penting karena infrastruktur kredit kripto mulai bergerak dari model pinjaman terpisah ke model custody-integrated financing yang jauh lebih familiar bagi manajer modal besar. Semakin banyak aset digital bisa dipakai sebagai collateral tanpa keluar dari custody, semakin dekat kripto ke struktur pasar keuangan yang benar-benar matang,” kata Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa integrasi antara custody dan pembiayaan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan institusi.

    Fleksibilitas dan Efisiensi Jadi Kunci

    Dengan kemampuan menggunakan berbagai jenis aset sebagai collateral, institusi kini memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam mengelola strategi keuangan mereka.

    Aset yang sebelumnya “menganggur” kini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan likuiditas tambahan tanpa harus dijual.

    Hal ini juga membuka peluang bagi strategi yang lebih kompleks, seperti leveraged trading atau optimalisasi yield, dengan tetap menjaga kontrol penuh atas aset yang dimiliki.

    Di sisi lain, efisiensi operasional yang ditawarkan oleh platform terintegrasi dapat membantu menurunkan biaya dan risiko, dua faktor yang sangat diperhatikan oleh investor institusional.

    Menuju Pasar Kripto yang Lebih Matang

    Peluncuran platform pembiayaan oleh BitGo menjadi bagian dari tren yang lebih luas, di mana infrastruktur kripto semakin menyerupai sistem keuangan tradisional.

    Dengan adanya layanan yang lebih lengkap dan terintegrasi, hambatan masuk bagi institusi semakin berkurang.

    Jika tren ini berlanjut, pasar kripto berpotensi berkembang menjadi ekosistem yang lebih stabil, likuid, dan terpercaya.

    Baca Juga: IPO BitGo Resmi Melantai NYSE, Saham Sempat Terbang Lalu Melemah

    Langkah BitGo menghadirkan platform pembiayaan berbasis portofolio menandai fase baru dalam evolusi kredit kripto.

    Dengan mengintegrasikan custody, lending, dan borrowing dalam satu sistem, perusahaan ini menghadirkan solusi yang lebih efisien dan aman bagi institusi.

    Bagi industri secara keseluruhan, inovasi ini menjadi sinyal bahwa kripto semakin mendekati standar pasar keuangan global.

    Dan bagi investor institusional, ini adalah langkah nyata menuju ekosistem yang lebih matang dan siap untuk adopsi skala besar.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • EDX Markets Incar Izin Bank Trust dari OCC demi Keamanan Aset Institusi

    Platform perdagangan kripto institusional EDX Markets mengambil langkah strategis dengan mengajukan charter bank perwalian nasional kepada Office of the Comptroller of the Currency (OCC).

    Jika disetujui, langkah ini akan melahirkan entitas baru bernama EDX Trust, yang dirancang untuk menangani custody aset kripto, manajemen aset, serta proses settlement perdagangan dalam kerangka bank yang teregulasi.

    Inisiatif ini mencerminkan evolusi penting dalam infrastruktur pasar kripto, khususnya dalam upaya mendekatkan standar operasional dengan sistem keuangan tradisional (TradFi).

    Nantinya, EDX Trust akan beroperasi sebagai entitas non-depository, yang berarti tidak menerima simpanan seperti bank pada umumnya, tetapi fokus pada layanan kustodian dan penyelesaian transaksi.

    Baca Juga: Sah! Citigroup Jadi Pelopor TradFi Dalam Adopsi Blockchain

    Memisahkan Fungsi Kritis dalam Ekosistem Kripto

    Salah satu poin utama dari pengajuan ini adalah pemisahan fungsi antara trading, custody, dan settlement.

    Selama ini, banyak platform kripto menggabungkan ketiga fungsi tersebut dalam satu entitas, yang sering kali menjadi perhatian regulator karena potensi konflik kepentingan dan risiko operasional.

    Dengan membentuk EDX Trust, EDX Markets berupaya menciptakan struktur yang lebih modular dan transparan.

    Custody dan settlement akan dipisahkan dari venue trading utama, sehingga menciptakan lapisan keamanan tambahan serta meningkatkan kepercayaan institusi.

    Pendekatan ini sejalan dengan praktik di pasar keuangan tradisional, di mana fungsi-fungsi tersebut biasanya dijalankan oleh entitas yang berbeda untuk meminimalkan risiko sistemik.

    Menargetkan Klien Institusional

    EDX Trust dirancang khusus untuk melayani klien institusional, termasuk broker-dealer, futures commission merchants (FCM), serta penasihat investasi terdaftar.

    Segmen ini menjadi fokus utama karena memiliki kebutuhan tinggi terhadap kepatuhan regulasi, keamanan aset, dan transparansi operasional.

    Dengan status sebagai bank trust nasional, EDX Trust diharapkan mampu memberikan jaminan tambahan bagi institusi yang selama ini masih ragu untuk masuk ke pasar kripto akibat keterbatasan infrastruktur yang sesuai standar regulasi.

    Langkah ini juga mencerminkan tren yang lebih luas, di mana pemain kripto mulai membangun layanan yang lebih kompatibel dengan kebutuhan institusi besar.

    Menunggu Persetujuan Regulator

    Meski ambisius, rencana ini masih bergantung pada persetujuan dari OCC. Proses evaluasi untuk charter bank trust nasional dikenal ketat, terutama karena melibatkan aspek manajemen risiko, kepatuhan, dan stabilitas operasional.

    Laporan dari Cointelegraph menyoroti bahwa pengajuan ini didukung oleh pemain besar seperti Citadel, yang semakin memperkuat kredibilitas EDX dalam membangun infrastruktur kripto institusional.

    Namun, tanpa persetujuan resmi, seluruh rencana ini masih berada dalam tahap awal. Keputusan OCC akan menjadi faktor penentu apakah EDX dapat merealisasikan visinya dalam waktu dekat.

    Implikasi bagi Adopsi Institusional

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa langkah ini memiliki signifikansi yang lebih besar dibanding sekadar ekspansi bisnis biasa.

    “Ini bukan sekadar ekspansi produk, tapi upaya membangun rel institusional yang lebih bersih dengan memisahkan fungsi trading, brokerage, dan custody yang selama ini sering numpuk dalam satu atap. Kalau disetujui, langkah ini bakal memperkuat narasi adopsi institusional kripto di bawah standar regulasi tradfi—meski efek bisnis nyatanya tetap bergantung pada approval OCC dan kecepatan onboarding klien besar,” ujar Tim Research Tokocrypto.

    Pernyataan ini menegaskan bahwa inisiatif seperti EDX Trust berperan penting dalam membentuk persepsi pasar terhadap kesiapan industri kripto dalam melayani institusi besar.

    Menuju Standar Baru Infrastruktur Kripto

    Jika disetujui, EDX Trust berpotensi menjadi model baru bagi infrastruktur kripto yang lebih terstruktur dan teregulasi.

    Pemisahan fungsi yang jelas tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga membantu menciptakan standar industri yang lebih tinggi.

    Dalam jangka panjang, pendekatan ini dapat mendorong lebih banyak institusi untuk masuk ke pasar kripto, karena risiko operasional dan kepatuhan dapat diminimalkan.

    Namun, keberhasilan strategi ini tetap akan bergantung pada dua faktor utama: persetujuan regulator dan kemampuan EDX dalam menarik serta mempertahankan klien institusional.

    Baca Juga: NYSE Siapkan Settlement Blockchain: Era Baru Wall Street?

    Pengajuan charter bank trust oleh EDX Markets menandai langkah penting dalam evolusi infrastruktur kripto menuju standar institusional.

    Dengan memisahkan fungsi trading, custody, dan settlement, EDX berupaya menciptakan ekosistem yang lebih aman dan transparan.

    Meski masih menunggu persetujuan regulator, inisiatif ini memperkuat narasi bahwa integrasi antara kripto dan keuangan tradisional semakin nyata.

    Jika berhasil, EDX Trust bisa menjadi salah satu fondasi penting dalam gelombang adopsi institusional berikutnya.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com