Tag Archives: the spruce

Hati-hati, 5 Hal Ini Bisa Bikin Laba-laba Masuk Rumah


Jakarta

Keberadaan laba-laba terkadang bisa mengganggu para penghuni rumah. Belum lagi, hewan tersebut kerap membuat sarang yang bisa membuat ruangan terkesan tidak terawat.

Laba-laba tidak begitu saja datang ke rumah. Ada beberapa hal yang bisa menarik mereka untuk datang ke rumah. Apa itu?

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


1. Tempat Sampah Terbuka

Lalat biasanya mengerubungi sampah makanan. Hal ini tentu bisa menjadi sumber makanan bagi laba-laba yang merupakan insektivora atau pemakan serangga.

Dikutip dari The Spruce, kalau rumah tidak ingin disambangi laba-laba, sebaiknya penghuni pastikan sudah membuang sampah di tempat sampah yang tertutup, apalagi kalau sampah makanan. Selain itu, jangan tinggalkan dus-dus kosong karena bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba.

2. Pintu dan Jendela Rumah yang Terbuka

Hal ini bisa menjadi salah satu cara masuk laba-laba ke dalam rumah. Belum lagi, rumah bisa menjadi tempat yang pas bagi laba-laba untuk berlindung dari cuaca panas maupun hujan.

Maka dari itu, penting untuk menutup celah di sekitar jendela dan pintu, termasuk retak pada fondasi.

3. Tidak Rutin Membersihkan Rumah

Rumah yang kotor dan berantakan bisa menjadi tempat persembunyian laba-laba. Dilansir dari Real Simple, bagian-bagian rumah seperti pilar dan sudut ruangan harus dibersihkan untuk menghindari adanya sumber makanan serta tempat berkembang biak laba-laba.

4. Terlalu Banyak Tanaman di Dalam Rumah

Memiliki tanaman di rumah memang baik karena bisa membuat ruangan tampak asri dan indah. Namun kalau terlalu banyak justru bisa menjadi tempat berkembang biak laba-laba.

“Di dalam rumah, laba-laba cenderung tidak menghadapi predator yang biasanya mengancam mereka di lingkungan luar, sehingga ruangan dalam [dan tanaman indoor] menjadi habitat jangka panjang yang menarik,” ujar pendiri perusahaan pest control, Pestie, Matt Rogers, dikutip dari Real Simple.

5. Menyalakan Lampu Luar Rumah

Menyalakan lampu luar rumah pada malam hari memang bisa memberikan rasa aman. Tapi hal itu bisa mengundang serangga lain yang menjadi sumber makanan laba-laba.

Roger menyarankan untuk menggunakan lampu yang menyala berdasarkan sensor atau waktu.

Itulah beberapa hal yang bisa bikin laba-laba masuk ke rumah.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Cahaya Merah dari Lampu Bisa Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Kok Bisa?


Jakarta

Cara agar tanaman dapat tumbuh subur umumnya disiram secara berkala supaya tanahnya tidak kering. Selain itu, tanaman juga perlu terpapar sinar matahari agar proses pertumbuhannya bisa cepat.

Namun, sejumlah pakar di bidang tanaman membagikan tips lain agar tanaman bisa tumbuh subur, yakni memanfaatkan cahaya merah. Cahaya itu ternyata dapat membantu proses pertumbuhan tanaman.

Bagaimana cara memanfaatkan cahaya merah agar tanaman bisa tumbuh subur? Simak penjelasannya menurut pakar dalam artikel ini.


Manfaat Cahaya Merah untuk Tanaman

Tukang kebun dan desainer taman profesional Linda Pereira menyebut penggunaan cahaya merah dapat membantu tumbuhan lebih cepat panen. Sebab, panjang gelombang atau warna cahaya diketahui dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman.

Sebagai contoh, Linda menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan dengan pencahayaan berwarna merah. Cahaya tersebut dapat membantu selada dan basil panen lebih awal.

“Menanam bibit selada dan basil di dalam ruangan menggunakan lampu LED merah dapat membantu panen lebih awal,” kata Linda dikutip situs The Spruce.

Selain merah, cahaya berwarna biru juga dapat membantu proses fotosintesis bagi tumbuhan. Namun, kedua warna cahaya ini memiliki fungsi yang berbeda.

Cahaya biru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif tumbuhan, sedangkan cahaya merah mendorong pembuahan dan tahap pertumbuhan selanjutnya dalam siklus hidup tanaman.

Tips Menggunakan Cahaya Merah untuk Tanaman

Ada sejumlah tips yang perlu diketahui sebelum menggunakan cahaya merah untuk tanaman. Simak penjelasannya di bawah ini:

1. Pilih Jenis Lampu yang Tepat

Lampu terdiri dari beberapa jenis, mulai dari lampu neon, pijar, dan LED. Agar tumbuhan dapat menyerap cahaya merah secara optimal, sebaiknya pilih lampu LED karena lebih terang.

Namun, harga lampu LED memang cenderung lebih mahal daripada jenis lampu lainnya. Meski begitu, penggunaannya lebih hemat energi sehingga dapat menghemat tagihan listrik.

“Sudah menjadi rahasia umum kalau lampu LED lebih andal dan efisien daripada lampu jenis lainnya,” ujar Linda.

2. Durasi Tanaman Terpapar Cahaya Merah

Lama waktunya tanaman terpapar cahaya merah bisa berbeda-beda tergantung dari jenis tanaman atau siklus hidupnya. Misalnya, tanaman hidroponik seperti selada membutuhkan waktu sekitar 12-14 jam per hari.

Untuk tanaman hias berbunga dianjurkan terpapar cahaya merah selama 14-16 jam per hari. Sementara untuk bibit tanaman membutuhkan waktu lebih lama, sekitar 14-16 jam per hari agar bisa tumbuh subur.

Demikian penjelasan mengenai manfaat cahaya merah untuk tanaman agar bisa tumbuh subur. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Cara Ampuh Usir Cicak Tanpa Perlu Dibunuh, Cukup Pakai 6 Bahan Alami Ini


Jakarta

Binatang yang kerap ditemukan di rumah adalah cicak. Keberadaan hewan melata ini biasanya berada di dinding, atap, atau lantai.

Meskipun mereka biasanya kabur saat didekati, cicak bisa jadi hewan pengganggu lho. Demi mendapatkan makanan, cicak kerap berada di sekitar meja makan. Saat kita lengah, mereka mendekat dan mengambil makanan. Tidak hanya itu, kotorannya juga kerap berserakan di sudut rumah atau tumpukan barang yang jarang terpakai.

Bagi detikers yang sudah merasa sangat terganggu dengan keberadaan cicak, ada bahan-bahan alami yang bisa mengurangi keberadaan cicak di rumah. Berikut bahan alami buat usir cicak, dilansir The Spruce.


Bahan Alami Pengusir Cicak

Inilah bahan-bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir cicak tanpa perlu membunuhnya.

1. Cuka

Campuran cuka putih suling atau vinegar dengan air ampuh mengusir cicak. Cukup semprotkan larutan tersebut di sekitar pintu masuk rumah. Bau yang menguar sangat tidak disukai oleh cicak sehingga mereka tidak akan berani mendekat.

2. Ampas Kopi

Bagi pecinta kopi seduh, simpan ampasnya karena bahan tersebut bisa digunakan untuk mengusir cicak. Taburkan ampas kopi di sekitar fondasi rumah, taman, dan dekat titik pintu rumah.

“Ampas kopi merupakan obat rumahan yang efektif untuk mengusir cicak dari rumah, karena baunya yang kuat dan teksturnya yang kasar tidak disukai cicak,” kata Dench, seorang dokter hewan dan kepala penasihat ilmiah untuk Paw Origins seperti yang dikutip, Senin (22/9/2025).

3. Tanaman

Selain itu, ada beberapa tanaman yang tidak disukai cicak. Letakkan tanaman seperti pepermint, eukaliptus, atau serai untuk mengusir cicak.

4. Merica

Bahan selanjutnya yang membuat cicak enggan masuk ke rumah adalah larutan merica. Cara membuatnya menggunakan merica, air, dan cabai rawit atau bubuk cabai. Lalu semprotkan ke sudut-sudut kosong dekat pintu masuk dan tempat persembunyian mereka.

5. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang juga memiliki bau yang tidak disukai oleh cicak. Penghuni rumah bisa meletakkan bawang merah dan bawang putih di sekitar rumah. Cara lain dapat dilakukan dengan memasukkan bawang merah atau bawang putih ke dalam botol berisi air dan semprotkan pada sudut-sudut dan sekitar akses masuk rumah.

6. Kulit Telur

Bagi yang sering menggoreng telur di rumah, cangkangnya jangan langsung dibuang karena masih bisa dimanfaatkan untuk mengusir cicak. Sebab, cicak tidak menyukai bau dari kulit telur. Letakkan kulit telur di sekitar kebun untuk menciptakan penghalang alami yang mencegah hewan ini masuk ke rumah.

Itulah beberapa bahan yang bisa dipakai untuk mengusir cicak di rumah. Semoga berhasil!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/dhw)



Sumber : www.detik.com

Kaca di Rumah Bisa Kinclong Lagi Pakai Sabun Cuci Piring, Ini Caranya


Jakarta

Kaca merupakan salah satu benda di rumah yang perlu dibersihkan secara berkala. Sebab, kaca dapat kotor terkena debu dan bercak sidik jari yang menempel.

Membersihkan kaca sebenarnya terbilang cukup mudah, tapi terkadang cara melakukannya sering salah. Alhasil, kaca bukan terlihat kinclong malah justru buram dan muncul goresan kecil.

Untuk membersihkan kaca tak harus menggunakan cairan pembersih khusus, tapi juga bisa dengan sabun cuci piring. Bagaimana langkah-langkahnya? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Cara Membersihkan Kaca Pakai Sabun Cuci Piring

Agar kaca di rumah kinclong lagi, kamu dapat membersihkannya dengan sabun cuci piring. Dilansir situs The Spruce, berikut cara-caranya:

  1. Tuang air hangat secukupnya ke dalam wadah
  2. Tuang 1-2 tetes sabun cuci piring ke dalam wadah dan aduk hingga tercampur rata
  3. Celupkan kain microfiber ke dalam wadah berisi air sabun sampai basah
  4. Setelah itu, peras kain microfiber dan lap ke seluruh permukaan kaca yang kotor
  5. Bersihkan kaca dari bagian atas ke bawah secara perlahan dan pastikan tidak ada kotoran yang menempel
  6. Jika sudah, lap kaca yang basah dengan kain microfiber kering secara merata.

Pakar kebersihan dari Pella Windows & Doors Wes True mengatakan penting untuk membersihkan jendela dari atas ke bawah. Soalnya, cara ini dapat mengatasi kotoran yang menempel secara merata dan mencegah ada sisa noda yang menempel.

“Membersihkan kaca dari atas ke bawah memungkinkan pengeringan yang merata dan menghasilkan hasil akhir yang kinclong,” kata Wes.

Apabila kaca di rumah punya ukuran cukup kecil dan bisa dilepas, sebaiknya bisa langsung dibilas di wastafel atau bak mandi. Jika ditemukan ada noda, kamu bisa membersihkannya dengan sabun cuci piring.

Penyebab Muncul Goresan di Kaca

Walau terlihat mudah untuk dilakukan, tapi jika detikers keliru saat membersihkan kaca maka bisa menimbulkan goresan halus di permukaan kaca. Wes mengatakan goresan yang muncul di kaca disebabkan karena terlalu banyak menggunakan sabun.

“Terlalu banyak sabun justru dapat meninggalkan residu sehingga meninggalkan goresan,” ujarnya.

Pakar kebersihan Scott Schrader mengatakan penggunaan alat pembersih yang salah juga menyebabkan munculnya goresan di permukaan kaca, seperti menggunakan kain yang kasar. Bahkan, mencuci kaca pada siang hari yang panas juga bisa menimbulkan goresan.

“Tips utama saya adalah selalu membersihkan kaca pada hari berawan atau saat kaca sedang dingin. Sebab, saat matahari bersinar langsung ke kaca, maka kaca menjadi panas dan sabun mengering sangat cepat, yang pada akhirnya menimbulkan goresan,” ucap Scott.

Demikian cara membersihkan kaca di rumah dengan menggunakan sabun cuci piring. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

Masih Sering Jemur Handuk di Kamar Mandi? Ini Dampaknya!


Jakarta

Setelah mandi, handuk biasanya dijemur di tempat jemuran pakaian agar cepat kering dan bisa digunakan kembali. Namun, tak sedikit penghuni rumah yang memilih menjemur handuk di kamar mandi usai digunakan.

Alasannya cukup sederhana, karena handuk akan digunakan kembali untuk mandi di malam atau pagi hari. Jadi, ketimbang harus menggantung handuk di tempat jemuran lebih baik dijemur di kamar mandi agar mudah diambil.

Meski begitu, ternyata ada dampak buruk dari kebiasaan menjemur handuk di kamar mandi. Sayangnya, tidak semua orang sadar akan dampak tersebut. Penasaran? Simak selengkapnya dalam artikel ini.


Dampak Buruk Menjemur Handuk di Kamar Mandi

Handuk yang telah dipakai untuk mengeringkan badan akan basah. Jika handuk dijemur di bawah sinar matahari atau punya ventilasi udara baik, maka bisa lebih cepat kering.

Namun, lain halnya jika menjemur handuk di tempat yang lembap dan basah seperti di kamar mandi. Bukannya cepat kering, handuk justru menimbulkan bau apak yang tidak sedap.

“Saya perhatikan handuk saya tetap lembap selama berjam-jam setelah mandi, dan semakin sering hal ini terjadi maka semakin cepat pula baunya,” kata penulis Natalia Gonzalez mengutip The Spruce.

Tidak hanya menimbulkan bau apak, handuk yang terus dibiarkan dijemur di kamar mandi juga menyebabkan pertumbuhan jamur. Apabila tetap digunakan maka berisiko menimbulkan gatal-gatal di kulit.

Meski begitu, Natalia menyebut ada beberapa jenis handuk yang masih dapat ditaruh di kamar mandi, yaitu handuk tangan dan handuk kecil untuk mengelap wastafel. Sedangkan, handuk wajah dan handuk mandi sebaiknya jangan dijemur di kamar mandi.

“Untuk handuk wajah dan handuk mandi saya selalu menyarankan untuk disimpan di area yang punya ventilasi baik,” ungkapnya.

3 Barang Lain yang Jangan Disimpan di Kamar Mandi

Selain handuk mandi, Natalia mengungkapkan ada sejumlah barang lain yang sebaiknya jangan disimpan di kamar mandi. Tidak hanya soal kebersihan, tapi juga memengaruhi estetika ruangan. Apa saja barang tersebut?

1. Sikat Gigi

Natalia mengimbau agar sikat gigi diletakkan di lemari obat atau rak khusus. Cara ini dilakukan agar bakteri dan kotoran tidak hinggap di sikat gigi.

2. Obat-obatan

Beberapa orang sering menyimpan obat-obatan di rak kamar mandi. Natalia menyarankan untuk menyimpan obat di dalam kotak P3K agar lebih mudah dicari dan tidak tercemar bakteri.

3. Make Up

Sebagian orang juga memiliki kebiasaan menyimpan make up di kamar mandi. Agar tidak terpapar debu dan kotoran, alat make up sebaiknya disimpan di kamar tidur atau di dalam rak khusus.

Itu di alasan mengapa jangan menaruh handuk di kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/das)



Sumber : www.detik.com

Perlukah Kipas Angin Dibersihkan Setiap Minggu? Ini Kata Pakar


Jakarta

Kipas angin merupakan salah satu barang di rumah yang paling cepat kotor. Apalagi jika digunakan setiap hari, debu dan kotoran yang tebal dapat menempel di bilah dan rangka kipas angin.

Oleh sebab itu, pakar kebersihan menyarankan untuk membersihkan kipas angin secara berkala. Terutama jika kamu tinggal di tempat yang berdebu, maka kipas angin bakal lebih cepat kotor.

Namun, perlukah membersihkan kipas angin setiap minggu? Simak penjelasan pakar kebersihan dalam artikel ini.


Perlukah Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu?

Dilansir situs Better Homes & Gardens, pakar kebersihan Kayla Molina mengatakan membersihkan kipas angin bisa dilakukan setiap bulan. Lebih dari itu, akan banyak debu dan kotoran yang menumpuk di kipas angin.

Apabila cuaca sedang panas dan kamu harus menyalakan kipas angin setiap hari, Molina menyebut tidak masalah jika harus membersihkan kipas angin lebih sering, bahkan dilakukan setiap seminggu sekali.

“Menurut saya, jika Anda punya waktu untuk membersihkan bilah kipas angin seminggu sekali selama musim panas, itu tidak akan menjadi masalah,” kata Molina.

Menurut Molina, membersihkan kipas angin secara berkala dapat membantunya berfungsi dengan baik dan efisien. Jika debu dan kotoran sudah menumpuk maka putaran kipas angin tidak akan kencang.

“Kadang-kadang kipas angin yang kotor dapat menyebabkan masalah pada motor, sehingga dapat menimbulkan suhu panas dan memperpendek umur kipas angin,” ucapnya.

Tidak hanya merusak komponen motor, kipas angin yang jarang dibersihkan dapat menyebarkan debu dan kotoran ke seluruh ruangan. Hal itu bisa menyebabkan gangguan pernapasan pada penghuni rumah karena menghirup debu.

“Lebih penting lagi, pastikan kipas angin Anda tidak menyebabkan penyebaran debu dan alergen lainnya di rumah yang dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernapasan lainnya,” jelas Molina.

Cara Praktis Membersihkan Kipas Angin Setiap Minggu

Dikutip dari The Spruce, berikut cara praktis membersihkan kipas angin setiap minggu:

1. Matikan Kipas Angin

Langkah pertama adalah mematikan kipas angin terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mencabut colokan dari stop kontak.

2. Bersihkan Debu di Kipas Angin

Tidak perlu membongkar kipas angin saat membersihkannya setiap seminggu sekali. Cukup dibersihkan dengan pengering rambut guna menghempaskan debu yang menempel di bilah dan kerangka kipas angin.

Saat menggunakan pengering rambut, atur jarak sekitar 15 cm agar bisa efektif membasmi debu dan kotoran. Jangan lupa bersihkan bagian belakang kipas angin karena rentan kotor.

3. Sedot Debu di Kipas Angin

Jika masih ada debu-debu yang menempel, kamu bisa menggunakan vacuum cleaner untuk membersihkannya. Disarankan memakai vacuum cleaner genggam atau yang berukuran kecil agar lebih praktis.

4. Lap Kipas Angin

Langkah terakhir, lap kipas angin menggunakan kain microfiber kering, terutama pada bagian rangka penutup dan kaki-kaki. Cara ini dilakukan agar kipas angin terlihat lebih bersih.

Itulah alasan kipas angin perlu dibersihkan setiap minggu menurut pakar kebersihan. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/zlf)



Sumber : www.detik.com

5 Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi dan Nyaman


Jakarta

Ruang tamu merupakan area yang krusial di dalam rumah. Tidak hanya digunakan untuk tempat berkumpul keluarga, tapi juga untuk menjamu tamu yang berkunjung ke rumah.

Maka dari itu, penting untuk menjaga kebersihan ruang tamu agar selalu rapi dan nyaman. Namun terkadang, ruang tamu bisa terlihat berantakan karena banyak tumpukkan barang atau sofa yang jarang dicuci.

Padahal, menjaga ruang tamu agar tetap rapi dan nyaman terbilang sangat mudah lho. Penasaran? Simak sejumlah tipsnya dalam artikel ini.


Tips Sederhana Bikin Ruang Tamu Terlihat Rapi

Ada beberapa kebiasaan buruk yang dilakukan penghuni sehingga ruang tamu jadi terlihat berantakan. Dilansir dari situs The Spruce, berikut cara sederhana membuat ruang tamu jadi rapi dan nyaman:

1. Gunakan Ruang Tamu Sesuai Tujuannya

Pada dasarnya, ruang tamu merupakan area yang digunakan sebagai tempat berkumpul keluarga. Namun, ada beberapa orang yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk menyantap makanan.

Padahal, sisa-sisa makanan bisa saja jatuh ke atas sofa. Selain itu, bumbu makanan mungkin bisa menempel di sofa atau bantal sehingga menimbulkan noda dan bau.

Meski begitu, tidak masalah jika penghuni rumah menikmati camilan lezat di ruang tamu sambil menonton film kesukaan, asalkan tidak ada sisa makanan yang jatuh dan segera buang bungkus camilan ke tempat sampah.

2. Hindari Meletakkan Barang di Atas Meja

Salah satu kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang adalah meletakkan aneka barang di atas meja ruang tamu, seperti kunci kendaraan, jam tangan, handphone, hingga botol minum. Terkadang, benda tersebut dibiarkan semalaman dan bikin ruang tamu jadi tampak berantakan.

“Jauhkan barang-barang yang tidak seharusnya ada di ruang tamu. Jagalah ruangan tersebut sebagaimana mestinya, bukan tempat berkumpulnya barang-barang yang berantakan dan acak-acakan,” kata pakar interior Macie Kreutzer.

3. Sediakan Keranjang di Ruang Tamu

Kebiasaan orang meletakkan aneka barang di atas meja membuat ruang tamu jadi terlihat berantakan. Pakar tata ruangan Mindy Godding menyarankan untuk membeli keranjang minimalis dan sederhana yang berfungsi untuk menyimpan barang-barang tersebut.

“Saya suka menggunakan keranjang hias minimalis untuk mengumpulkan berbagai macam barang di ruang tamu, seperti boneka anjing, majalah, dan mainan anak-anak,” ungkap Godding.

Godding menyarankan membeli keranjang barang yang sesuai dengan dekorasi atau konsep hunian. Penghuni rumah juga bisa membeli keranjang berukuran kecil untuk menyimpan benda seperti kunci kendaraan atau jam tangan.

4. Sediakan Baki Minimalis

Baki tidak hanya digunakan untuk membawa makanan, tapi juga berfungsi sebagai dekorasi ruangan. Sebab, ada banyak desain baki minimalis yang dapat mempercantik interior.

Selain digunakan untuk menghias ruangan, baki juga bisa dimanfaatkan untuk meletakkan aneka benda seperti remote TV, majalah, atau remote kipas angin. Dengan begitu, meja di ruang tamu akan tetap terlihat rapi dan tidak dipenuhi oleh berbagai barang.

“Baki sangat serbaguna! Meletakkan baji yang cantik di meja kopi atau sudut meja akan membuat ruang tamu lebih terlihat rapi,” jelas Kreutzer.

5. Rutin Membersihkan Sofa dan Bantal

Tidak hanya terlihat rapi, ruang tamu juga harus tampak bersih agar tidak mengganggu kesehatan penghuni rumah. Maka dari itu, dianjurkan untuk membersihkan ruang tamu minimal seminggu sekali.

Godding menyebut membersihkan ruang tamu bisa dilakukan dengan sederhana, yakni cukup menyingkirkan barang yang menumpuk di meja atau sofa. Lalu, sapu dan pel lantai ruang tamu agar bersih dari debu.

Jika penghuni rumah bekerja dengan cepat, hanya butuh waktu sekitar 15-20 menit untuk membersihkan ruang tamu agar rapi.

“Jika ruang tamu digunakan bersama seluruh keluarga, ubah rutinitas sederhana ini menjadi aktivitas bersama agar memberikan kenyamanan bagi semua orang,” pungkas Godding.

Itulah lima tips sederhana agar ruang tamu terasa rapi dan nyaman. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/abr)



Sumber : www.detik.com

Banyak Semut di Rumah? Begini Cara Usirnya Pakai Bahan Dapur


Jakarta

Semut adalah serangga yang sering terlihat di dalam rumah. Serangga ini kerap terlihat berkeliaran beramai-ramai bahkan sampai membentuk barisan.

Meski ukurannya kecil dan tidak berbahaya, penghuni rumah biasanya merasa risih dengan kehadiran semut. Sebab, serangga itu suka mengerumuni makanan sehingga bikin penghuni nggak selera makan. Apalagi tubuh mereka membawa bakteri yang bisa mencemari makanan.

Tak heran kalau penghuni berusaha berbagai cara untuk mengusir semut. Nah, penghuni sebenarnya bisa memanfaatkan bahan alami yang ditemukan di dapur buat usir semut, lho.


Cara Usir Semut Pakai Bahan Dapur

Inilah beberapa bahan dapur yang bisa dipakai buat usir semut, dikutip dari The Spruce dan Better Homes & Gardens.

1. Ampas Kopi

Ampas atau bubuk kopi memiliki aroma kuat yang tak disukai semut. Setelah minum kopi, coba taburkan ampasnya ke sekitar area yang banyak semut.

2. Bubuk Lada atau Cabai

Bubuk lada dan cabai mengeluarkan aroma kuat yang mengganggu semut. Taburkan bubuk lada atau bubuk cabai ke titik yang sering jadi akses semut masuk rumah. Cara lain, penghuni bisa menyemprotkan larutan bubuk tersebut ke koloni semut.

3. Kayu Manis

Kayu manis punya kandungan trans-cinnamaldehyde. Kandungan tersebut memberi aroma kuat yang tak disukai semut. Penghuni bisa meletakkan kayu manis utuh atau yang berupa bubuk di tempat semut suka berkumpul.

4. Tepung Maizena

Selain itu, tepung maizena bisa menghilangkan semut di rumah. Taburkan tepung maizena pada kerumunan semut, lalu tambahkan air. Tepung tersebut akan mengental sehingga membuat semut-semut terperangkap. Kemudian, penghuni bisa membersihkan perangkap tepung beserta semut tersebut.

5. Cengkeh

Cengkeh juga memiliki aroma kuat yang dapat mengusir semut. Penghuni dapat menebar cengkeh utuh atau menyemprotkan larutannya ke kerumunan semut.

6. Soda Kue dan Gula Bubuk

Kombinasi soda kue dan gula bubuk bisa dipakai buat mengusir semut. Taburkan campuran tersebut ke kawanan semut. Semut akan tertarik dengan aroma manis dari gula bubuk tapi mati setelah mengonsumsi soda kue yang mengandung asam.

7. Cuka

Terakhir, penghuni bisa mengusir semut dengan cara menyemprotkan larutan cuka. Sebab, semut tidak suka bau cuka dan larutan tersebut dapat menghilangkan jejak feromon yang ditinggalkan semut.

Itulah beberapa cara mengusir semut pakai bahan dapur. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/ilf)



Sumber : www.detik.com

Seberapa Sering Talang Air Harus Dibersihkan? Ini Kata Ahli


Jakarta

Memasuki musim hujan, sebaiknya detikers segera mengecek atap rumah guna memastikan tidak ada genting yang bocor. Selain itu, kamu juga perlu membersihkan talang air.

Talang air berfungsi untuk menampung air hujan yang turun di atap rumah. Air hujan akan diarahkan menuju pipa yang nantinya mengalir ke saluran pembuangan atau got untuk dibuang.

Akan tetapi, air hujan tidak dapat mengalir dengan lancar jika talang air dalam kondisi sangat kotor dan dipenuhi sampah daun. Oleh karena itu, talang air perlu dibersihkan secara berkala.


Kapan waktu yang tepat untuk membersihkan talang air di rumah? Simak penjelasannya dari para ahli dalam artikel ini.

Ini Waktu yang Tepat Membersihkan Talang Air

Dilansir The Spruce, banyak pemilik rumah yang membersihkan talang air setidaknya dua kali dalam setahun. Namun, ada juga yang membersihkannya dalam hitungan enam bulan sekali.

Pada dasarnya, seberapa sering talang air dibersihkan tergantung dari jumlah dan jenis pohon yang ada di halaman rumah. Semakin banyak pohon yang tumbuh maka talang air harus rutin dibersihkan karena daun dari pohon bisa berguguran dan menumpuk di talang air.

Pakar renovasi rumah dari Leaf Home Chris Counahan mengatakan talang air harus dibersihkan secara rutin minimal sebulan sekali jika lokasi tempat tinggal sering turun hujan. Langkah ini dilakukan agar aliran air tidak tersumbat oleh sampah daun yang menumpuk.

“Pemilik rumah seharusnya membersihkan talang air mereka dengan tujuan mencegah penumpukan, bukan mengatasi penumpukan setelah terjadi,” kata Counahan.

Talang air yang tidak dibersihkan secara rutin dapat menyebabkan timbulnya jamur dan lumut akibat sampah daun dan ranting yang menumpuk. Jika dibiarkan, kelembapan bisa sangat tinggi sehingga turut merusak struktur talang air.

Tak hanya itu, jamur dan lumut yang muncul di talang air juga dapat menyebar melalui pipa pembuangan hingga ke dinding rumah. Kondisi tersebut bisa menimbulkan kerusakan cukup parah serta mengganggu estetika hunian.

Tanda-tanda Talang Air Harus Dibersihkan

Letaknya yang berada di atap membuat pemilik rumah terkadang merasa malas untuk mengecek kondisi talang air. Padahal, talang air yang sudah kotor bisa saja merusak material rumah yang lain.

Sebagai pemilik rumah, penting untuk mengetahui tanda-tanda talang air sudah harus dibersihkan. Simak tanda-tandanya di bawah ini:

  1. Muncul luapan air ketika turun hujan karena talang air tersumbat oleh daun atau ranting.
  2. Muncul kerusakan pada atap, dinding, halaman, dan fondasi rumah karena talang air meluap sehingga tidak dapat mengalir dengan baik.
  3. Talang air rusak dan berubah bentuk jadi melengkung atau menggantung. Hal ini dapat terjadi karena sampah yang menumpuk dan tak mampu menahan beban berat.
  4. Muncul berbagai hewan seperti tikus dan nyamuk di talang air. Hal ini bisa mengindikasikan adanya sarang alami seperti daun basah dan ranting pohon.
  5. Terlihat tumpukan daun dan kotoran di talang air. Segera buat rencana untuk membersihkan talang air demi mencegah mampet.

Demikian penjelasan soal waktu yang tepat untuk membersihkan talang air. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(ilf/ilf)



Sumber : www.detik.com

10 Material yang Cocok buat Dinding Shower, Nggak Gampang Jamuran


Jakarta

Dinding kamar mandi tidak cukup dilapisi dengan cat anti air, bagian ini butuh material tambahan agar tidak mudah ditumbuhi jamur. Material ini tentu yang harus tahan dari air, mudah dibersihkan, dan tidak gampang berjamur.

Adapun, area yang wajib dilapisi dengan material tambahan adalah area shower. Sebab, area ini mudah sekali lembap karena cipratan air dan pengaruh panas dari air panas jika shower tersebut memakai water heater.

Jadi, pastikan material dinding shower tidak sembarangan. Sebagai referensi, dilansir The Spruce, berikut 10 material terbaik digunakan untuk dinding shower.


1. Batu Alami

Batu alami merupakan material yang memiliki kualitas dan penampilan yang bagus. Namun, biasanya harganya cukup mahal. Bahan ini tahan terhadap panas, kerusakan abrasif, dan kerusakan akibat benturan.

Kekurangan batu alami adalah bisa keropos atau terkikis oleh air. Sebagai gambaran, batu-batu di sekitar air terjun dan sungai yang sudah beratus tahun di aliran air tersebut pasti ada bagian yang berubah karena kontak secara terus menerus dengan air. Proses pengikisannya memakan waktu yang lama, bukan dalam hitungan belasan tahun saja.

2. Kaca

Material kedua adalah kaca. Material satu ini bisa membuat tampilan kamar mandi tampak elegan. Selain itu, mudah dibersihkan dan mudah mendeteksi apabila terdapat kotoran. Kaca juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut, serta tahan terhadap noda karena kaca merupakan bahan yang tidak berpori.

Namun seperti cermin, kaca rentan terhadap tekanan. Apabila tidak sengaja menekan terlalu berat pada permukaannya atau ada benda yang jatuh dan menyenggol kaca bisa pecah berserakan. Pecahan kaca ini juga bisa berbahaya bagi penggunanya.

3. Granit

Granit merupakan salah satu material yang memiliki tampilan yang indah tetapi tidak semahal marmer. Ubin yang terbuat dari batu alam ini hadir dalam berbagai warna dan terdapat pola unik yang tercipta dari bentukan alami granit. Granit cocok untuk dinding shower karena tahan panas, tahan gores, dan tahan noda.

Perlu diketahui granit materialnya berpori namun rentan terhadap air. Biasanya granit disegel dengan benar sebelum pemasangan dan ditutup kembali secara teratur setiap satu atau dua tahun sekali untuk melindungi kualitasnya dari air tidak akan menjadi masalah.

4. Akrilik

Pilihan material selanjutnya untuk dinding shower adalah akrilik. Material ini banyak dipakai sebagai dinding pembatas antara area basah dan kering di kamar mandi. Tampilannya yang transparan juga indah dilihat seperti kaca. Harganya juga relatif terjangkau dan tahan terhadap jamur.

5. Fiberglass

Material fiberglass juga tahan terhadap tumbuhnya jamur dan lumut sehingga lebih mudah dirawat dan dijaga kebersihannya. Dinding shower fiberglass umumnya juga relatif mudah dipasang. Jadi ini bisa jadi referensi material dinding shower selain ubin keramik, porselen, atau kaca mungkin kamu dapat memilih material fiberglass untuk dinding shower.

6. Marmer

Marmer merupakan jenis material yang sering digunakan untuk interior yang mewah karena harganya yang mahal dan tampilannya yang indah. Material ini lebih ringan dari granit sehingga pemasangannya lebih mudah. Mirip batu alam lainnya, marmer juga berpori sehingga perlu perawatan secara rutin. Perlu juga diingat bahwa jika marmer tidak dirawat dengan benar, marmer dapat retak atau pecah.

7. Keramik

Material keramik merupakan material yang paling umum dipakai di Indonesia karena harganya yang murah dan tampilannya yang beragam. Keramik tahan terhadap noda sehingga hanya perlu dibersihkan seminggu sekali untuk mencegah jamur dan lumut menumpuk. Namun, keramik rentan retak, terkelupas, dan tergores.

8. PVC Laminasi

PVC Laminasi adalah pilihan yang ringan dan terjangkau serta relatif mudah dipasang. Meskipun material ini tahan terhadap panas, air, noda, dan jamur, namun rentan terhadap kerusakan abrasif. Oleh karena itu, berhati-hatilah selama dan setelah pemasangan agar tidak menggores, memotong, atau mengiris laminasi.

9. Porselen

Material porselen dikenal punya tingkat keawetan dan ketahanan air yang lebih tinggi dibandingkan material keramik meskipun tampilan kedua material tersebut mirip. Walaupun ubin ini rentan terkelupas dan retak, ubin porselen tahan terhadap goresan, noda, dan pertumbuhan jamur.

10. Permukaan Solid

Material terakhir ini punya permukaan padat yang mudah dibersihkan dan hanya perlu dibersihkan setiap dua minggu sekali, namun perlu diingat bahwa dinding shower ini rentan terhadap kerusakan akibat benturan. Jika sudah penyok atau retak, dinding dengan permukaan padat akan sulit diperbaiki sehingga pengguna harus berhati-hati agar tidak merusak dinding saat menggunakan shower.

Itulah beberapa material yang cocok untuk area shower kamar mandi, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com