Investasi maupun trading aset kripto memang kerap membawa kecemasan. Apalagi, pergerakan nilai dari kripto ini terbilang volatil dibandingkan instrumen investasi lainnya.
Kecemasan yang muncul dari investasi maupun trading kripto berpotensi menyebabkan masalah kejiwaan serius. Selain itu, situasi isolasi dan kecemasan terkait pandemi, ditambah pasar kripto yang bergejolak, memperburuk masalah ini.
Menurut laporan Business Insider, beberapa terapis kejiwaan melihat ada peningkatan permintaan klien yang mencari bantuan untuk mengurangi kecanduan membeli dan menjual aset kripto dan masalah kesehatan mental.
Seorang terapis, Peter Klein yang berbasis di London, mengatakan banyak keluhan ada kecemasan dan keputusasaan tingkat tinggi tentang transaksi, terutama ketika pasar kripto yang bergejolak jatuh.
“Kebanyakan investor hanyalah orang biasa yang menguras seluruh uang tabungan mereka untuk bermain kripto. Mereka termakan realitas nyata yang tak seindah ekspektasi. Klaim investasi kripto bisa bikin orang cepat kaya dan bahagia hanyalah kebohongan belaka,” kata Klein dilansir Business Insider.
Lebih lanjut, Klein menduga para investor dan trader membutuhkan bantuannya karena permintaan yang meningkat dan kurangnya dukungan kesehatan mental di komunitas kripto.
Investor dan Trader Aset Kripto Sulit Cari Dukungan
Kecemasan dan kerapuhan jiwa yang terjadi membuat investor dan trader kripto mencari dukungan. Namun, terlepas dari tekanan hebat yang dialami sejumlah investor kripto, sulit bagi mereka untuk mencari dukungan atau bahkan menceritakan masalah mereka.
Forum-forum atau komunitas aset kripto di situs Reddit dan Twitter malah menganggap remeh masalahnya. Banyak orang yang mengeluarkan kata-kata yang bukan memberi dukung, tapi memandang sebelah mata, masalah yang dihadapi.
Dilansir Vice, ungkapan “Jangan jadi penakut, HODL (Hold on for Dear Life)” merupakan reaksi yang paling sering muncul saat orang berkeluh kesah. Dengan kata lain, jangan gampang menyerah setelah rugi, teruslah bertahan sampai harga naik lagi.
Ungkapan itu pung menjadi meme yang secara teratur beredar saat pasar jatuh, sebagai bagian pernyataan stres dan kerugian sudah menjadi risiko berinvestasi.
Cara Cegah Anxiety saat Investasi dan Trading Aset Kripto
Kata “HODL” sering menjadi ungkapan penyemangat di kalangan pegiat aset kripto. Saat ini ungkapan itu banyak dikeluarkan oleh banyak investor guna menjaga kewarasan mereka selama berinvestasi.
Salah satu mencegah kecemasan yang timbul dari investasi dan trading aset kripto adalah sedini mungkin sebelum memulai pelajari manajemen risiko investasi. Hal ini penting karena investor dituntut memahami proses mengenal risiko apa saja yang terkandung dalam suatu aset investasi dan mengontrolnya dengan cara terbaik.
Tujuan akhirnya agar investor dapat membedakan risiko mana yang dapat dikendalikan dan mana yang tidak dapat dikendalikan, kemudian meminimalkan potensi risiko-risiko tersebut dalam portofolio aset. Manajemen keuangan juga penting dengan memisahkan dana pribadi untuk kebutuhan dan investasi.
Ketahui juga kamu apakah cocok dari investor saja untuk investasi jangka panjang, atau sebagai trader guna mencari keuntungan jangka pendek. Seorang trader dibutuhkan teknis khusus dan banyak pengalaman yang harus dipelajari untuk meraih hasil profit yang maksimal.
Likuiditas adalah ukuran seberapa mudah sebuah aset bisa diubah menjadi uang tunai atau aset lain tanpa mempengaruhi harganya secara signifikan. Semakin likuid suatu aset, semakin cepat dan mudah proses pembelian atau penjualannya. Sebaliknya, aset yang tidak likuid lebih sulit diperdagangkan dan mungkin memerlukan lebih banyak waktu dan usaha untuk dijual atau dikonversi menjadi uang tunai.
Definisi Likuiditas
Likuiditas mengacu pada kemampuan untuk membeli atau menjual suatu aset dengan cepat tanpa mengubah harga pasar secara signifikan. Misalnya, emas batangan lebih likuid dibandingkan dengan buku koleksi langka, karena emas lebih mudah dijual dengan cepat di pasar yang lebih besar. Likuiditas tinggi memungkinkan akses cepat ke uang tunai dan meminimalkan risiko fluktuasi harga saat melakukan transaksi.
Pentingnya Likuiditas
Likuiditas penting karena memungkinkan transaksi berjalan lancar, membantu penentuan harga yang adil, dan menjaga stabilitas pasar. Pasar yang likuid memungkinkan aset dibeli dan dijual dengan mudah, meminimalkan dampak besar pada harga. Bagi bisnis, likuiditas yang cukup sangat penting untuk memenuhi kewajiban seperti membayar gaji dan tagihan.
Mengapa Likuiditas Penting?
Transaksi Lancar: Likuiditas memastikan pasar keuangan beroperasi dengan baik, memungkinkan aset seperti saham dan obligasi dikonversi menjadi uang tunai dengan cepat.
Penentuan Harga yang Adil: Likuiditas membantu dalam penemuan harga yang wajar dengan memungkinkan aliran perdagangan dan informasi yang konstan.
Stabilitas Pasar: Likuiditas tinggi mengurangi dampak transaksi besar terhadap harga, menjaga stabilitas pasar.
Fleksibilitas Investor: Aset yang likuid memberikan kebebasan kepada investor untuk merespons perubahan peluang investasi atau kebutuhan finansial yang mendesak.
Likuiditas dalam Kripto
Di pasar kripto, likuiditas mengacu pada seberapa mudah koin atau token dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang besar. Misalnya, Bitcoin dan Ethereum, yang memiliki volume perdagangan tinggi, cenderung lebih likuid. Hal ini memudahkan pembelian atau penjualan tanpa mempengaruhi harga secara signifikan.
Kumpulan Likuiditas
Kumpulan likuiditas adalah kumpulan aset yang disumbangkan oleh pengguna untuk mendukung perdagangan di bursa terdesentralisasi (DEX). Pengguna yang menyumbangkan aset ke kumpulan ini disebut penyedia likuiditas (LP). Mereka mendapatkan bagian dari biaya transaksi sebagai imbalan atas kontribusi mereka, membantu menjaga likuiditas di pasar.
Likuiditas dalam Saham
Likuiditas saham mengukur seberapa mudah saham bisa dibeli atau dijual di pasar tanpa mempengaruhi harganya. Saham dengan likuiditas tinggi memungkinkan transaksi dilakukan dengan cepat dan efisien, dengan sedikit risiko fluktuasi harga yang signifikan.
Contoh Aset dengan Likuiditas Tinggi dan Rendah
Likuiditas Rendah: Properti, mobil, seni, barang koleksi, dan ekuitas swasta.
Likuiditas Tinggi: Saham perusahaan publik, uang tunai, dan mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar tinggi seperti Bitcoin.
Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas terjadi ketika suatu aset sulit dijual dengan cepat atau pada harga yang wajar karena kurangnya permintaan pasar. Risiko ini dapat menyebabkan kerugian atau penundaan dalam pencairan aset menjadi uang tunai.
Penutup
Likuiditas sangat penting dalam dunia keuangan karena memungkinkan investor untuk membeli dan menjual aset dengan mudah, menilai harga secara adil, dan menjaga stabilitas pasar. Memahami konsep likuiditas membantu investor membuat keputusan yang lebih tepat dan mengelola kebutuhan finansial dengan lebih baik.
Bitcoin Rainbow Chart adalah alat charting yang digunakan untuk menunjukkan apakah harga Bitcoin (BTC) saat ini sedang undervalued (di bawah nilai wajar), fairly valued (nilai wajar), atau overvalued (di atas nilai wajar) berdasarkan pergerakan harga historisnya.
Chart ini terdiri dari beberapa pita warna yang merepresentasikan berbagai rentang harga. Posisi harga Bitcoin di dalam pita-pita warna ini bisa memberikan wawasan tentang sentimen pasar dan potensi pergerakan jangka panjang.
Sejarah dan Pengembangan Bitcoin Rainbow Chart
Ilustrasi Bitcoin Rainbow Chart.
Bitcoin Rainbow Chart pertama kali dibuat sebagai lelucon pada tahun 2014 oleh seorang pengguna Reddit bernama “azop” dengan menambahkan warna pada chart logaritmik. Pada awalnya, chart ini hanya terdiri dari garis-garis lurus berwarna di atas skala logaritmik.
Pada tahun 2019, seorang pengguna Bitcoin bernama Rohmeo mengubah rumusnya dan menciptakan Bitcoin Rainbow Chart V2. Versi terbaru ini memiliki bentuk yang melengkung dan menggunakan pendekatan yang lebih ilmiah untuk memodelkan harga, terinspirasi dari chart regresi logaritmik yang dibuat oleh pengguna BitcoinTalk bernama “trolololo” pada tahun 2014.
Cara Menggunakan Bitcoin Rainbow Chart
1. Identifikasi Pita Harga Saat Ini
Mulailah dengan mengidentifikasi pita harga di mana harga BTC berada saat ini. Anda bisa melakukannya dengan memperbesar tampilan harga terbaru dan mengarahkan kursor Anda ke garis harga.
Ilustrasi Bitcoin Rainbow Chart.
2. Interpretasikan Warna Pita Setelah menemukan pita harga saat ini, gunakan skema warna yang ada untuk menginterpretasikannya. Warna di bagian bawah menunjukkan kemungkinan kondisi oversold (harga terlalu rendah), sedangkan warna di bagian atas menunjukkan pasar yang overbought (harga terlalu tinggi). Berikut adalah arti dari setiap warna pada chart ini:
Ilustrasi warna pada Bitcoin Rainbow Chart.
Biru Tua (“Basically a Fire Sale”): sangat undervalued.
Merah Muda (“FOMO intensifies”): kemungkinan besar overvalued.
Merah (“Sell. Seriously, SELL!”): sangat overvalued.
Merah Tua (“Maximum Bubble Territory”): sangat overvalued.
3. Pertimbangkan Konteks Historis
Lihat aksi harga historis dalam berbagai pita warna. Perhatikan pola dan tren yang muncul ketika harga Bitcoin sebelumnya berada di pita yang sama. Misalnya, apa yang terjadi setelah BTC masuk ke pita “Biru Tua” di masa lalu? Apakah harga cenderung naik segera setelahnya, atau malah bergerak mendatar?
Ilustrasi warna pada Bitcoin Rainbow Chart.
4. Kombinasikan dengan Indikator Lain
Meskipun Bitcoin Rainbow Chart dapat menjadi alat yang menarik untuk memahami sentimen pasar, sebaiknya digunakan bersama dengan strategi dan indikator lain untuk mengurangi risiko. Beberapa alat tambahan yang dapat dipertimbangkan adalah:
Volume perdagangan: Analisis volume perdagangan Bitcoin untuk memahami aktivitas pasar. Volume perdagangan yang tinggi biasanya menandakan minat pasar yang kuat.
Indikator analisis teknikal: Gunakan alat TA lain, seperti moving averages, Relative Strength Index (RSI), dan Moving Average Convergence Divergence (MACD), untuk mengidentifikasi tren dan potensi titik pembalikan.
Makroekonomi: Pertimbangkan kondisi makroekonomi saat ini sebelum mengambil risiko finansial. Bagaimana tingkat suku bunga? Bagaimana dengan inflasi dan likuiditas global? Pertanyaan-pertanyaan ini dapat membantu Anda memahami gambaran besar dan menilai apakah investor sedang cenderung mengambil risiko atau tidak.
Apakah Bitcoin Rainbow Chart Akurat?
Keakuratan Bitcoin Rainbow Chart masih menjadi perdebatan di kalangan investor dan analis. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menilai akurasinya meliputi:
1. Basis Historis
Bitcoin Rainbow Chart didasarkan pada data historis, menggunakan pergerakan harga di masa lalu untuk membuat representasi visual dari sentimen pasar. Ini dapat memberikan konteks dan wawasan yang berharga tentang bagaimana harga Bitcoin telah berperilaku. Namun, ketergantungan pada data historis berarti chart ini mungkin tidak sepenuhnya memperhitungkan perkembangan baru di pasar kripto.
2. Regresi Logaritmik
Chart ini menggunakan regresi logaritmik untuk meratakan volatilitas Bitcoin dan menciptakan garis tren yang lebih stabil. Ini membantu menggambarkan tren jangka panjang dan rentang harga potensial, tetapi tidaklah sempurna. Asumsi yang dibuat saat membuat garis regresi dapat memengaruhi kekuatan prediksinya.
3. Subjektivitas Pita Warna
Pita warna dalam Bitcoin Rainbow Chart ditentukan secara subjektif. Definisi “undervalued,” “fairly valued,” atau “overvalued” tidak tetap dan dapat bervariasi tergantung pada ukuran setiap pita atau siapa yang menginterpretasikan chart.
Perlu dicatat bahwa pita ungu pada Bitcoin Rainbow Chart V1 ditambahkan pada tahap selanjutnya karena model sebelumnya gagal ketika harga BTC turun di bawah pita terendah.
Kelebihan dan Keterbatasan Bitcoin Rainbow Chart
Kelebihan:
Memberikan representasi visual yang mudah dipahami tentang pergerakan harga historis dan sentimen pasar.
Membantu investor memahami aksi harga Bitcoin dalam jangka panjang.
Pita warna dapat memberikan panduan tentang peluang membeli, menahan, atau menjual yang potensial.
Keterbatasan:
Sangat bergantung pada data historis dan tidak memperhitungkan kejadian atau perkembangan terbaru di pasar kripto.
Jumlah pita, warna, dan parameter lainnya bersifat subjektif, yang dapat menghasilkan interpretasi dan kesimpulan yang berbeda.
Rainbow Chart untuk Kripto Lain
Ilustrasi Bitcoin Rainbow Chart.
Selain Bitcoin Rainbow Chart, konsep ini juga telah diterapkan pada Ethereum. Seperti pada Bitcoin, Ethereum Rainbow Chart menggunakan pita warna untuk menggambarkan riwayat harga Ethereum.
Kesimpulan
Bitcoin Rainbow Chart adalah alat yang membantu memvisualisasikan aksi harga historis dan sentimen pasar Bitcoin. Investor dapat menggunakan Bitcoin Rainbow Chart untuk mengidentifikasi peluang membeli, menahan, atau menjual yang potensial. Namun, penting untuk mengombinasikan alat ini dengan indikator lain untuk mengurangi risiko dan meningkatkan peluang sukses.
Tokocrypto menggelar sesi Ask Me Anything (AMA) di Telegram pada 16 Agustus 2024, dengan tema “Pentingnya Fundamental dalam Altcoin”, menghadirkan Bangkit Nugraha, Founder Tradting Community, sebagai narasumber. Dalam sesi tersebut, Bangkit menekankan pentingnya analisis fundamental dalam menilai potensi jangka panjang altcoin di tengah volatilitas pasar kripto.
Bangkit Nugraha, yang dikenal sebagai pendiri Tradting Community, memulai sesi dengan menjelaskan lima faktor utama yang harus diperhatikan dalam menilai fundamental altcoin. Faktor-faktor tersebut meliputi utilitas proyek, keterlibatan Venture Capital (VC), tokenomics, ukuran dan aktivitas komunitas, serta latar belakang developer. Menurut Bangkit, kelima aspek ini sangat penting untuk menentukan apakah suatu altcoin memiliki potensi sebagai proyek jangka panjang.
“Altcoin dengan fundamental yang kuat harus memiliki utilitas yang relevan dengan perkembangan teknologi masa depan, didukung oleh VC yang kredibel, memiliki tokenomics yang solid, komunitas yang aktif, dan developer yang memiliki rekam jejak baik,” jelas Bangkit.
Sesi AMA kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab bersama anggota komunitas. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh peserta adalah apakah analisis fundamental bisa mempengaruhi pergerakan harga altcoin. Bangkit menjawab bahwa fundamental memang berpengaruh pada sentimen pasar dan bisa memicu pergerakan harga, terutama jika disertai dengan analisis teknikal yang baik.
Bangkit juga memberikan tips kepada peserta tentang cara menghindari FOMO (Fear of Missing Out) dan pentingnya memiliki rencana trading yang matang. Ia menekankan bahwa selain memahami analisis fundamental, investor juga perlu menguasai analisis teknikal untuk memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko.
Sesi AMA ini ditutup dengan rekomendasi dari Bangkit mengenai berbagai tools yang bisa digunakan untuk menganalisis altcoin, seperti Coingecko, CoinMarketCap, dan Chainbroker.
AMA ini memberikan wawasan penting bagi para peserta, terutama dalam memahami bagaimana analisis fundamental dapat menjadi dasar yang kuat dalam investasi altcoin di pasar kripto yang dinamis.
Silakan ikuti Tokocrypto di Telegram untuk info tentang jadwal AMA selanjutnya.
Pasar crypto dikenal dengan volatilitasnya yang sangat tinggi—harga bisa melonjak naik atau turun dengan tempo waktu yang cepat. Di satu sisi, volatilitas ini membuka peluang profit besar. Namun di sisi lain, juga membawa risiko, terutama bagi sistem trading berbasis AI.
Artikel ini akan mengulas bagaimana volatilitas crypto mempengaruhi performa AI trading, beserta tips untuk mengatasinya.
Volatilitas adalah ukuran seberapa besar perubahan harga sebuah aset dalam periode waktu tertentu. Semakin cepat dan besar perubahan harga, semakin tinggi volatilitasnya.
Volatilitas pasar crypto terkenal jauh lebih tinggi dibanding pasar saham atau forex karena industrinya yang masih baru, sehingga sentimen publik akan sangat berpengaruh terhadap pergerakan harga yang mengakibatkan volatilitas.
Beberapa alasan lain mengapa volatilitas pasar crypto tinggi:
Kapitalisasi pasar relatif kecil sehingga mudah digerakkan oleh whale.
Belum ada regulasi ketat yang membatasi praktik manipulasi pasar.
Faktor-faktor di atas membuat harga Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lain terlihat lebih ‘liar’ dibanding pasar saham.
Tapi untuk kamu yang ingin berinvestasi aset crypto dalam jangka panjang, kamu tidak perlu khawatir. Soalnya, Tokocrypto punya fitur Dollar Cost Averaging (DCA) yang bisa buat harga rata-rata pembelian lebih stabil dan mengurangi risiko volatilitas pasar. Klik di sini untuk coba fitur DCA!
Meskipun algoritma AI mampu menganalisis data historis untuk mendeteksi pola pergerakan, AI yang dilatih dari data historis ini sering kali mengalami kendala ketika dihadapkan pada situasi pasar yang belum pernah terjadi sebelumnya atau bersifat spekulatif.
Ketergantungan AI pada data masa lalu inilah yang membuat AI menjadi kurang responsif terhadap dinamika terbaru yang dipicu oleh faktor non-teknis seperti FUD, pump and dump, atau perkembangan regulasi.
Inilah mengapa, meski AI dapat menjadi alat pendukung analisis, tapi trader tetap perlu mengandalkan memiliki pemahaman terhadap kondisi pasar terkini untuk mengambil keputusan.
Keunggulan dan Kelemahan AI dalam Merespons Volatilitas
Meskipun volatilitas terkesan membawa hal negatif bagi para AI trader, volatilitas juga bisa memberikan keuntungan lho!
Keunggulan AI Saat Volatilitas Tinggi
AI bisa memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek untuk scalping atau arbitrage.
Kecepatan eksekusi AI dapat membantu merespons lonjakan harga secara instan.
AI dapat menyesuaikan strategi real-time berdasarkan pola harga terbaru.
Kelemahan AI Saat Volatilitas Tinggi
AI berbasis model historis sering gagal membaca pola baru, terutama saat pasar bergerak ekstrem.
Overfitting pada data lama bisa membuat AI salah prediksi arah harga.
Lonjakan volatilitas kadang dipicu oleh spekulasi yang ada di media sosial.
Agar AI trading tetap efektif saat pasar crypto sedang volatil, berikut beberapa pendekatan yang bisa dilakukan:
Gunakan Stop-Loss & Take-Profit Otomatis: AI trading harus disertai dengan batas risiko yang jelas untuk mencegah kerugian besar saat harga bergerak tidak terduga.
Manfaatkan Volatilitas: Saat volatilitas tinggi, strategi scalping dengan time frame pendek dapat lebih menguntungkan daripada swing trading jangka panjang.
Analisis Sentimen & On-Chain Data: Manfaatkan AI untuk membaca sentimen publik dari aktivitas sosial media dan gunakan juga analisa on-chain untuk memahami alasan kenapa volatilitas terjadi
Uji Stress-Test AI Secara Berkala: Simulasikan skenario volatilitas ekstrem untuk memastikan apakah algoritma yang ada masih relevan.
Volatilitas pasar crypto adalah pedang bermata dua bagi trader. Di satu sisi, bisa dimanfaatkan untuk profit cepat. Namun di sisi lain, bisa membawa kerugian.
Kuncinya adalah memilih strategi yang sesuai, menetapkan batas risiko, dan menggunakan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai pengganti analisis manusia sepenuhnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.
Terdapat beberapa strategi utama yang umum digunakan dan dapat dioptimalkan oleh pemula maupun profesional, seperti Trend-Following, Mean Reversion, Sentiment Based, dan High-Frequency Trading.
Yuk pelajari empat strategi populer yang sering digunakan dalam AI trading di bawah ini!
Strategi ini fokus pada identifikasi tren yang sedang berkembang. AI dapat digunakan sebagai alat untuk mendeteksi pergerakan harga yang mulai naik—biasanya dikombinasikan dengan indikator teknikal sehingga kamu dapat mengeksekusi buy sebelum harga benar-benar breakout.
Keunggulan AI dalam strategi ini adalah kemampuannya mengenali sinyal awal lebih cepat daripada manusia. Dengan kecepatan dan kemampuan menganalisa berbagai aset dalam waktu bersamaan, strategi ini cocok untuk market bullishdan strategi swing trading.
Pernah dengar istilah buy the dip? Dengan strategi ini AI bisa kamu gunakan untuk hal tersebut lho!
Berbasis pada teori Mean Reversion yang berarti: “Mean” = rata-rata dan “Reversion” = kembali ke titik asal, teori ini mengatakan bahwa harga akan cenderung kembali ke rata-rata historis setelah mengalami pergerakan signifikan, dan AI dapat digunakan untuk hal tersebut dengan mengidentifikasi kondisi oversold atau overbought melalui alat teknikal seperti Bollinger Bands atau RSI.
Contohnya, ketika harga turun jauh di bawah rata-rata dan volume tetap tinggi, AI dapat mengenali ini sebagai potensi “bounce back” dan merekomendasikan kamu untuk membeli aset tersebut.
Pasar kripto sangat sensitif terhadap isu yang ada di media sosial. Faktor seperti sentimen pasar, komunitas, hingga investor cenderung dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depannya—terutama bagi aset kripto dengan kapitalisasi pasar kecil dan sedang.
AI dapat kamu gunakan sebagai alat untuk melakukan analisis sentimen pasar, dengan Natural Language Processing (NLP), AI bisa menganalisis jutaan postingan media sosial, berita, dan forum dalam waktu singkat—termasuk konteks, struktur, dan emosi yang tercurah. Sehingga kamu dapat memanfaatkan informasi berbasis sentimen ini untuk menentukan arah pergerakan harga ke depannya.
Misalnya, jika AI mendeteksi lonjakan sentimen negatif terhadap suatu aset, AI bisa memberikan sinyal jual sebelum harga turun drastis. Sebaliknya, jika sentimen publik berubah positif, AI dapat memberikan sinyal beli sebelum pasar merespon secara penuh.
AI juga sangat unggul untuk digunakan dalam high-frequency trading, yakni strategi yang mengandalkan eksekusi transaksi dalam hitungan detik, mirip seperti scalping.
Dengan algoritma yang super cepat dan latency rendah, AI bisa melakukan ratusan bahkan ribuan transaksi kecil per hari. Meskipun keuntungan per transaksi kecil, volume yang besar dan efisiensi waktu membuat strategi HFT ini sangat menguntungkan.
Singkatnya, strategi ini seperti robot trading, namun dengan kemampuan analitik AI yang lebih canggih.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Ingin tahu cara sederhana memanfaatkan AI untuk meningkatkan strategi trading kamu? Artikel ini membahas langkah-langkah praktis menggunakan ChatGPT dan Incite AI—contoh kombinasi AI yang cocok untuk pemula maupun trader yang ingin mencoba AI trading.
Apakah AI Bisa Digunakan untuk Trading?
Ya, AI bisa digunakan untuk membantu proses screening, analisis, penyusunan strategi, hingga identifikasi peluang dalam trading. Bagi pemula, pendekatan terbaik dalam memanfaatkan AI untuk trading adalah menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan sebagai eksekutor otomatis seperti robot trading.
Perlu diingat meskipun AI dapat membantu kamu saat melakukan trading, skill dasar investasi dan trading juga sangat dibutuhkan, karena AI hanya akan menjadi leverage selayaknya alat.
Misal, jika kamu memiliki skill di angka 3, maka dengan AI kamu bisa membuat skill 3 tersebut berkali lipat contoh: 3 (skill kamu) x 2 (AI) = 6.
Tapi jika kamu tidak memiliki skill sama sekali alias 0, maka AI tidak akan mengubah apa pun: 0 (skill kamu) x 2 (AI) = 0.
Tools yang Akan Digunakan: Mengenal ChatGPT dan Incite AI
Kedua tools yang dibahas dalam artikel ini: ChatGPT dan Incite AI—hanyalah salah satu contoh kombinasi yang dapat kamu gunakan untuk menerapkan strategi AI trading.
Meskipun begitu, pemilihan tools bersifat fleksibel dan tidak terbatas pada dua platform ini saja. Kamu bisa gunakan Grok AI, Gemini, atau beragam tools lain yang tersedia.
Apa itu ChatGPT?
ChatGPT adalah model bahasa berbasis AI yang dirancang untuk memahami dan menghasilkan teks secara kontekstual.
Dalam dunia trading, ChatGPT bisa dimanfaatkan untuk:
Menjelaskan konsep strategi teknikal dengan bahasa yang mudah dipahami
Membantu membuat skrip dasar seperti Pine Script untuk TradingView
Merancang alur berpikir atau logika analisis, mulai dari support/resistance hingga volume-based strategies.
Apa Itu Incite AI?
Incite AI adalah platform berbasis data real-time yang mengandalkan kecerdasan buatan untuk menyajikan insight dan sinyal trading dari berbagai aset, mulai dari saham hingga kripto.
Tool ini sangat berguna untuk:
Menyaring aset potensial berdasarkan indikator teknikal seperti RSI, MA, hingga breakout volume
Mengidentifikasi pergerakan harga signifikan secara real-time
Memberi rekomendasi berbasis data dengan visualisasi yang mudah dipahami.
Langkah Implementasi AI Trading dengan ChatGPT dan Incite AI
Sebelum kamu melangkah lebih jauh dalam memahami langkah-langkah trading berbasis AI, pastikan kamu menggunakan exchange yang legal dan terpercaya. Seperti Tokocrypto, yang telah terdaftar dan diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Dengan Tokocrypto, kamu bisa mulai perjalanan trading dan investasi hanya dengan deposit minimal Rp20.000—cocok untuk trading dan investor pemula. Daftar di sini 👉 mulai trading dan investasi di Tokocrypto!
Langkah 1: Identifikasi Peluang dengan Incite AI
Gunakan Incite AI untuk melakukan screening aset potensial, caranya dengan:
Masuk ke laman https://www.inciteai.com/
Setelah itu kamu bisa daftar atau langsung memberikan prompt sesuai dengan apa yang ingin kamu ketahui seputar pasar. Contoh:
“Aset kripto untuk dibeli di time frame 4 jam”
Jawabannya akan seperti pada gambar di bawah ini:
Contoh prompt dan tampilan Incite AI saat menanyakan aset kripto untuk dibeli.
AI langsung memberikan analisis teknikal lengkap dan ringkas, misalnya merekomendasikan Bitcoin (BTC) dan Solana (SOL) sebagai aset terbaik untuk dibeli di time frame 4 jam saat ini.
Dijelaskan juga indikator teknikal seperti MACD, RSI, dan Moving Average, lengkap dengan level support dan resistance, serta potensi risiko pasar.
Jika kamu belum menemukan aset yang pas untuk kamu trading, kamu bisa berikan prompt lebih lanjut.
Setelah menemukan aset potensial dari Incite AI, buka grafik harga aset tersebut di Tokocrypto atau seperti TradingView.
Gambar grafik harga yang akan diberikan ke ChatGPT untuk dianalisis.
Amati pola pergerakan harga, volume, dan indikator teknikal lain yang relevan. Setelah itu, ambil tangkapan layar (screenshot) chart tersebut sebagai bahan untuk dianalisis lebih lanjut dengan AI ChatGPT.
Langkah 3: Merancang Strategi Trading dengan ChatGPT
Unggah screenshot chart yang telah kamu ambil ke ChatGPT atau jelaskan kondisinya secara deskriptif. Minta bantuan dengan prompt yang spesifik kamu tulis untuk trading, seperti membaca pola teknikal, memahami sinyal volume, atau merancang strategi entry dan exit berdasarkan kondisi grafik.
Berikut contoh prompt yang bisa kamu coba:
“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Solana saat ini berdasarkan grafik (time frame) di atas. (Harga saat ini di $0.000) Dengan mempertimbangkan level kunci kotak panjang untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar -isi angka RSI-), serta Moving Average (isi detail MA), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”
Contoh prompt ke ChatGPT.
Setelah itu, ChatGPT akan memberikan jawaban seperti gambar di bawah bawah ini:
Contoh hasil jawaban ChatGPT dari prompt yang diberikan.
Langkah 4: Evaluasi dan Pengambilan Keputusan
Langkah terakhir, kamu hanya perlu menggabungkan analisis interpretatif dari ChatGPT dan sinyal teknikal dari Incite AI sebagai dasar pengambilan keputusan trading yang lebih terukur.
Sebelum mengeksekusi entry atau exit posisi, pastikan kamu mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti:
Risiko dan volatilitas pasar
Momentum harga dan tren saat ini
Indikator teknikal yang relevan dengan strategi kamu
Untuk meningkatkan akurasi dan meminimalkan potensi kerugian, sangat disarankan untuk melakukan backtest terlebih dahulu terhadap strategi yang kamu gunakan. Dengan begitu, kamu bisa memahami performa strategi di kondisi pasar yang berbeda—baik saat sideways, bullish, maupun bearish.
Menggunakan ChatGPT dan Incite AI bisa menjadi salah satu cara bagi pemula untuk menerapkan pendekatan berbasis data dalam trading.
Incite AI memberikan screening dan insight real-time, sementara ChatGPT membantu memahami dan menyusun strategi. Dengan kombinasi ini, kamu bisa melakukan trading dengan bantuan AI untuk membantu meningkatkan efisiensi, mempercepat proses analisis, dan meminimalkan kesalahan karena emosi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
AI mampu mengeksekusi order dalam milidetik dan menganalisis ribuan data secara real-time. Tapi apakah itu cukup untuk mengalahkan ketajaman skill dan insting manusia dalam menghadapi pasar yang penuh kejutan?
Artikel ini mengupas kelebihan dan kelemahan dari AI trading dan manual trading. Simak mana yang lebih efisien.
Perbedaan AI Trading dan Manual Trading
AI Trading bekerja dengan memanfaatkan algoritma untuk menjalankan atau melakukan analisis trading berdasarkan aturan yang telah diprogram, termasuk strategi machine learning dan deep learning.
Lalu apa bedanya dengan manual trading?
Manual Trading merupakan sistem trading sebagaimana pada umumnya trading dilakukan, yakni dengan menggunakan analisis langsung oleh trader manusia—mengandalkan skill, pengalaman, dan interpretasi kondisi pasar secara real-time.
Kecepatan Eksekusi & Analisis Data Super Cepat: Dapat mengeksekusi ribuan order dalam milidetik dan memproses data besar secara bersamaan.
Tidak Melibatkan Emosi: AI dapat bertindak sepenuhnya rasional, sesuai aturan yang telah ditetapkan—mengeliminasi kesalahan emosional seperti FOMO atau panik.
Backtesting & Optimasi Otomatis: Strategi bisa diuji secara menyeluruh menggunakan data historis dan untuk mencari pola performa terbaik.
Operasional 24/7 & Skalabilitas: Sistem otomatis mampu trading nonstop dan memantau banyak pasangan aset sekaligus..
Kekurangan AI Trading
Kurang Fleksibel Terhadap Berita dan Sentimen Pasar: AI sering kesulitan menangkap dinamika pasar yang dipicu oleh berita mendadak, FUD, atau FOMO, terutama jika modelnya tidak ditopang oleh sistem analisis sentimen real-time.
Risiko Transparansi dan Bias Model: Banyak sistem AI merupakan “black box” yang sulit dipahami. Trader bisa kehilangan kontrol dan kejelasan soal bagaimana dan mengapa suatu keputusan diambil.
Biaya Infrastruktur & Pengetahuan Teknis: Startup sistem AI butuh modal untuk server, akses data real-time, dan pemeliharaan— sehingga perlu biaya.
Fleksibilitas & Intuisi Manusia: Trader bisa merespon dengan cepat terhadap berita tak terduga, sentimen pasar, atau pola kompleks—sesuatu yang sering dilewatkan oleh AI .
Peningkatan Pemahaman Pasar: Proses manual membuat trader belajar langsung, mengenali bias diri, dan memahami mekanisme pasar secara lebih mendalam.
Minim Biaya Teknis: Cukup dengan platform dan charting tools standar.
Kelemahan Manual Trading
Kecepatan Terbatas: Manusia tidak bisa bersaing dengan kecepatan pemrosesan data AI.
Rentan Emosi & Bias: Keputusan sering dipengaruhi oleh rasa takut, keserakahan, atau tekanan psikologis yang dapat menyebabkan bisa dan inkonsistensi .
Keterbatasan Skala & Waktu: Trader hanya bisa mengeksekusi sejumlah order dan membutuhkan waktu fokus penuh selama sesi trading .
Banyak trader menggunakan strategi hybrid, yakni gabungan dari AI Trading dan Manual Trading untuk memaksimalkan efisiensi dalam trading.
Pendekatan ini menggabungkan kecepatan dan akurasi dari sistem otomatis dengan kemampuan manusia membaca konteks pasar yang lebih luas. Contohnya seperti ini:
AI sebagai Filter & Market Scanner
Sistem otomatis berperan sebagai “co-pilot” dalam proses screening, seperti:
Mendeteksi volume spike yang bisa menandakan akumulasi atau distribusi,
Mengidentifikasi FVG (Fair Value Gap) dan area potensial order block,
Mendeteksi support/resistance dan breakout levels, serta
Menyaring aset berdasarkan preset tertentu seperti likuiditas atau volatilitas.
Setelah AI memberikan sinyal dari analisisnya, kemudian dikonfirmasi secara manual oleh trader.
Oversight Manual oleh Trader
Setiap sinyal yang dihasilkan AI tetap melalui proses validasi oleh trader. Evaluasi ini mencakup:
Analisis sentimen pasar terhadap berita terbaru atau regulasi yang berdampak,
Penyesuaian rasio risk/reward berdasarkan struktur pasar saat itu,
Pemahaman terhadap tren makroekonomi dan korelasi lintas aset (seperti crypto terhadap indeks saham atau komoditas).
Pendekatan ini dapat memberikan keseimbangan antara efisiensi dan kontrol, dari AI trading unggul dalam konsistensi dan kecepatan, tetapi manual trading tetap lebih unggul dalam fleksibilitas dan pemahaman konteks pasar.
AI trading unggul dalam hal kecepatan dan konsistensi, sementara manual trading tetap tak tergantikan dalam fleksibilitas serta kemampuan memahami dinamika pasar secara kontekstual. Dengan menggabungkan kekuatan algoritma dan ketajaman analisis manusia, pendekatan hybrid dapat memberikan keseimbangan ideal antara efisiensi dan kontrol.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Kemampuan AI dalam trading untuk menganalisis data dan membantu dalam hal pengambilan keputusan berdasarkan algoritma belakangan ini banyak menarik perhatian, karena dipandang dapat memberikan insight yang lebih objektif sebagai pertimbangan pengambilan keputusan.
Namun di balik kelebihannya, AI trading juga menyimpan sejumlah risiko yang tidak boleh diabaikan karena bisa membuat kerugian.
Simak lebih lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan AI trading pada artikel ini.
AI mampu mengeksekusi ratusan hingga ribuan order dalam hitungan milidetik dan memonitor banyak pasar sekaligus. Kecepatan ini sangat berguna untuk menangkap peluang seperti arbitrase dan momentum trading.
2. Eliminasi Emosi dalam Trading
Tanpa rasa takut, serakah, atau panik, sistem AI dapat bekerja sepenuhnya berdasarkan logika dan data. Ini dapat membantu menjaga konsistensi strategi dan mencegah keputusan impulsif yang sering dilakukan trader.
3. Analisis Data dalam Skala Besar (Big Data)
AI dapat memproses data historis harga, volume, sentimen berita, hingga indikator teknikal dalam waktu bersamaan—menyediakan insight lebih dalam yang sulit dicapai jika hanya dilakukan secara manual.
4. Operasional 24/7
AI trading bisa terus bekerja tanpa henti, memastikan tidak ada peluang yang tertinggal, terlebih lagi jika kamu melakukan trading seperti di pasar kripto yang beroperasi 24 jam.
5. Backtesting dan Optimasi Otomatis
AI mampu menguji ribuan strategi dan parameter terhadap data historis untuk menemukan konfigurasi optimal—membantu mempercepat proses trial and error dibandingkan jika dilakukan secara manual.
6. Personalisasi Strategi yang Adaptif
Seperti di sektor finansial dan marketing, AI dapat membentuk strategi spesifik berdasarkan profil risiko atau karakteristik pasar tertentu. Seperti bisa belajar dan menyesuaikan diri dalam kondisi pasar yang berbeda.
Kekurangan & Risiko AI Trading
1. Bias terhadap Data Historis
Algoritma AI pada umumnya dirancang untuk memberikan keputusan berdasarkan data historis yang dipelajari sebelumnya—namun, yang jadi masalah adalah pergerakan harga pasar tidak sepenuhnya ditentukan oleh performa historis. Faktor lain seperti kondisi market yang terus berubah, bisa membuat data historis tidak terlalu relevan.
2. Ketergantungan pada Data dan Algoritma
Sistem trading berbasis AI rentan terhadap gangguan teknis seperti kesalahan perangkat lunak, masalah jaringan, dan kerusakan sistem lainnya. Masalah lain seperti input data yang tidak relevan atau bug pada algoritma dapat memicu kesalahan eksekusi yang berpotensi mengakibatkan kerugian.
3. Biaya dan Kompleksitas Pengelolaan
Membangun dan memelihara sistem AI trading tidak murah. Biaya server, lisensi data, tim developer, monitoring sistem, atau sesimpel biaya langganan bulanan— bisa menjadi hambatan khususnya bagi trader retail.
4. Kurangnya Sensitivitas Sentimen Pasar Mendadak
AI dapat membaca pola statistik dengan cepat, tapi kurang sensitif terhadap konteks terkini, seperti rumor instan, perubahan regulasi, atau sentimen mendadak—yang sering menyebabkan volatilitas ekstrim.
Apakah AI Trading Bisa Bikin Rugi?
Jawabannya, bisa.
Jika kamu menganggap AI trading sebagai alat yang bisa menghasilkan uang secara otomatis, maka kamu salah besar. Pada dasarnya, AI hanyalah alat bantu untuk me-leverage skill yang kamu miliki— bukan mesin pengganda uang.
AI mengolah data dan mengeksekusi strategi berdasarkan parameter yang telah ditentukan manusia. Tanpa fondasi pengetahuan tentang trading, market, manajemen risiko, dan logika di balik strategi yang digunakan, kamu justru bisa terjerumus pada pengambilan keputusan yang keliru, hingga akhirnya mengalami kerugian.
AI trading memang menawarkan kecepatan, efisiensi, dan kemampuan analisis data dalam skala besar yang dapat membantu trader saat trading. Namun, di balik kecanggihannya, terdapat risiko dan strategis yang tak bisa diabaikan.
Alih-alih dianggap sebagai jalan pintas menuju keuntungan besar, AI trading seharusnya dilihat sebagai alat bantu yang memperkuat keterampilan dan disiplin yang sudah dimiliki trader itu sendiri.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber:
Tradespect (2023). What Are the Pros and Cons of AI Trading?
WSI (2023). The Pros and Cons of AI in the Bank Marketing World
AI makin populer karena kemampuannya menganalisis data tanpa campur tangan emosi. Kini tidak sedikit para trader yang melibatkan AI dalam aktivitas trading, atau lebih dikenal dengan AI trading.
Tapi, sebenarnya apa itu AI trading dan bagaimana cara kerjanya? Artikel ini akan membahas pengertian, cara kerja, hingga jenis-jenis strategi yang biasa digunakan dalam dunia AI trading.
Apa Itu AI Trading?
AI Trading merupakan metode trading yang melibatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membantu kamu dalam proses pengambilan keputusan jual beli di pasar finansial.
Metode ini bisa sepenuhnya tanpa melibatkan campur tangan manusia atau hanya sekadar membantu untuk mengumpulkan data historis, identifikasi tren, hingga pola dengan algoritma.
Dalam beberapa tahun terakhir, dunia trading mengalami transformasi besar dengan semakin pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).
Jika sebelumnya aktivitas trading hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berpengalaman dan punya waktu menganalisis grafik sepanjang hari, kini teknologi AI hadir sebagai “asisten” yang bisa menganalisis data secara real-time dan membantu mengambil keputusan cepat.
Hasilnya? Banyak orang mulai menggunakan AI sebagai salah satu tools saat melakukan trading, baik pemula maupun profesional.
Sebelum mendalami tren ini lebih lanjut, mari pahami terlebih dahulu cara kerjanya!
Bagaimana Cara Kerja AI Trading?
AI trading bekerja dengan mengandalkan kecanggihan machine learning dan analisis data untuk memahami pasar keuangan, menghitung prediksi harga, mengidentifikasi penyebab fluktuasi, hingga membantu keputusan dalam eksekusi.
Berikut beberapa contoh penggunaan AI dalam trading:
Analisa Sentimen Pasar
AI dapat membantu trader dalam mengidentifikasi tren yang sedang terjadi di pasar. Kesimpulan dari sentimen ini bisa diketahui dengan cepat, melalui AI yang mengumpulkan informasi yang tersedia di internet seperti berita terbaru, forum diskusi, hingga percakapan yang terjadi di media sosial.
Quantitative Trading (Quant Trading)
Quant trading memanfaatkan model matematika dan statistik untuk menganalisis data harga dan volume secara mendalam. AI digunakan untuk menyaring jutaan data dan mencari peluang investasi yang optimal. Biasanya dipakai oleh institusi keuangan besar untuk eksekusi dalam jumlah besar sekaligus.
Algorithmic Trading (Algo-Trading)
Algo-trading menggunakan serangkaian aturan otomatis berbasis data historis untuk menentukan kapan harus membeli atau menjual. Algoritma AI-nya bekerja dengan mempertimbangkan berita ekonomi, sentimen sosial, dan pola teknikal dengan bantuan machine learning.
High-Frequency Trading (HFT)
HFT mengandalkan AI dan kecepatan komputasi ekstrem untuk mengeksekusi ribuan bahkan jutaan transaksi per detik. Target utamanya adalah mendapatkan margin keuntungan kecil dari perbedaan harga dalam waktu sangat singkat. Jenis ini banyak digunakan oleh hedge fund dan perusahaan investasi besar.
Automated Trading
Automated trading mengeksekusi transaksi secara otomatis sesuai strategi yang telah diprogram. Dalam konteks AI, sistem ini lebih canggih karena mampu belajar dan beradaptasi dari perubahan pasar. AI akan terus mengoptimalkan strategi berdasarkan data real-time dan performa sebelumnya.
Arbitrage memanfaatkan perbedaan harga aset di dua pasar berbeda. Dengan bantuan AI, sistem dapat mendeteksi peluang arbitrase secara cepat dan mengeksekusi transaksi simultan: membeli di pasar lebih murah dan menjual di pasar yang lebih mahal.
Contoh Penggunaan: Trading dengan Bantuan AI ChatGPT
Kamu bisa menggunakan ChatGPT sebagai salah satu AI untuk membantu kamu trading—Tapi sebelum itu, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi dan diawasi oleh OJK agar aktivitas trading atau investasi kamu senantiasa aman. Deposit mulai dari Rp20.000 di sini.
Untuk mulai mencoba trading dengan bantuan AI ChatGPT, ikuti beberapa langkah berikut:
Daftar dan buat akun ChatGPT— Kamu bisa gunakan ChatGPT gratis atau ChatGPT Plus untuk respons yang lebih baik.
Selanjutnya kamu bisa screenshot grafik pergerakan harga yang ingin dianalisis dan upload pada bagian kolom chat, ChatGPT. Seperti gambar di bawah ini:
Contoh prompt ChatGPT untuk menganalisa pergerakan harga.
Setelah itu kamu hanya perlu memberikan perintah berupa prompt, untuk melakukan analisa. Prompt ini akan lebih baik jika kamu menjelaskan lebih terperinci, mulai dari level harga, support resistance, volume dan indikator lain yang kamu miliki sebagai pertimbangan AI nantinya.
Contoh promptnya seperti ini:
“Sebagai seorang trader profesional, analisis pergerakan harga Bitcoin saat ini berdasarkan grafik harian di atas. (Harga saat ini di $72.000) Dengan mempertimbangkan level kunci garis kuning untuk support dan resistance, tren RSI (saat ini sekitar 60), serta perpotongan moving average (MA9 dan MA21), bagaimana kemungkinan arah pergerakan selanjutnya? Apakah ada potensi kelanjutan tren, retracement, atau sinyal breakout? Jelaskan analisisnya dengan dukungan konfluensi indikator teknikal atau pola candlestick.”
ChatGPT akan memberikan jawaban berupa skenario berdasarkan data yang telah kamu berikan. Seperti di gambar di bawah ini.
Contoh jawaban ChatGPT sebagai AI Trading.
Skenario 1 dan 2 dari ChatGPT di atas berhasil menjadi prediksi yang kurang-lebih tepat, di mana BTC mengalami kenaikan yang signifikan setelah mengalami retracement sebelum berhasil close di atas $72.000. Seperti gambar di bawah:
Perbandingan data yang diberikan dan pergerakan harga.
*Simulasi ini berbasis data lampau alias backtest, bukan real-time. Jadi, jangan dianggap patokan akurat—disajikan untuk tujuan edukasi dan tidak dimaksudkan sebagai saran finansial atau rekomendasi investasi.
AI memang dapat membuka peluang baru bagi trader untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengambilan keputusan. Namun, AI trading bukan berarti menjadi sinyal mutlak untuk beli atau jual. Seperti halnya strategi, strategi trading dengan menggunakan AI atau AI trading tetap membutuhkan pemahaman dasar, pengujian sistem, serta pengelolaan risiko yang baik.
Jika kamu mendapat iming-iming untuk menggunakan AI trading atau robot trading dengan garansi keuntungan tertentu, sudah selayaknya kamu curiga. Sebab tidak ada sistem yang bisa menjamin profit secara konsisten tanpa risiko.
AI trading berfokus untuk membantu efisiensi analisis dan eksekusi strategi berbasis data—bukan menjanjikan hasil instan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda.
Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.
Sumber: Builtin. “AI Trading: How AI Is Used in Stock Trading“. 2024.