Tag Archives: wisata

Akasa Specialty Coffee, Tempat Ngopi di Atas Awan dengan View Gunung Batur



Kintamani

Satu lagi tempat ngopi yang estetik di daerah Kintamani, Bangli. Di tempat ini, traveler bisa menyeruput segelas kopi dengan bonus pemandangan awan bergumpal-gumpal dan Gunung Batur. Cantik banget!

Lagi berlibur di daerah Kintamani, traveler wajib menyambangi kafe estetik yang jadi primadona warlok Bali. Namanya Akasa Specialty Coffee. Berlokasi di Jalan Raya Penelokan No.777, Batur Tengah, Kintamani, Bangli.

Putu Martawan, operasional sekaligus executive chef Akasa Specialty Coffee, menyebut nama kafe itu terinspirasi dari nama anak dari sang owner, yakni Akasa. Kafe itu mulai beroperasi sejak 27 Maret 2019 atau sebelum pandemi.

Anita, owner Akasa, mempelajari berbagai hal tentang kopi dari sang nenek.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Akasa berdiri sejak 27 Maret 2020. Berdiri atas dasar inspirasi owner dari sang nenek yang merupakan pengepul kopi. Akhirnya, owner belajar tentang kopi dan mencoba peruntungan membuka coffee shop di Kintamani. Menggunakan nama sang anak, yaitu Akasa,” kata Martawan.

Akasa menjadi salah dua coffee shop pertama di daerah Kintamani. Martawan menyebut Akasa menjadi salah satu kafe unik yang berada di kawasan Kintamani. Bahkan banyak pengunjung yang kaget dengan kecantikan interior Akasa.


Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kecantikan interior dengan pemandangan lautan awan dan Gunung Batur yang memukau membuat Akasa sempat viral di sosial media. Martawan menyebut, saat viral Akasa melakukan pelebaran kapasitas dan menambah beberapa spot estetik.

Inspirasi desain interior Akasa yang unik mengangkat konsep perpaduan antara warna terakota dan hitam yang menghadirkan atmosfer yang nyaman dan cozy bagi para pengunjungnya. Beberapa spot unik yang bisa traveler temukan seperti spot sangkar burung hingga jembatan kaca dengan latar belakang Gunung Batur.

“Tempat yang jadi rebutan saat ini itu tempat duduk yang dekat dengan jembatan kaca. Karena dari sini pengunjung langsung bisa dapet pemandangan Gunung Batur plus spot foto estetik,” ujar Martawan.

Akasa Specialty Coffee buka mulai pukul 05.30 hingga 19.00 WITA saat weekdays dan 05.30 hingga 20.00 WITA saat weekend. Karena menjadi spot yang oke untuk berburu sunrise, Martawan menyebut, Akasa sudah dipadati pengunjung sejak pukul 05.00 WITA.

Tak hanya menikmati keindahan sunrise di pagi hari. Martawan menyebut dari Akasa traveler juga bisa menikmati keindahan sunset, melihat perubahan warna langit dan turunnya lautan awan di daerah Kintamani.

“Rata-rata orang kesini untuk sunrise, tapi jarang orang tau kalau dari Akasa juga bisa menikmati keindahan sunset. Perubahan warna langit dan turunnya awan hingga menutup Gunung Batur,” katanya.

Menu Akasa Specialty Coffee sudah tak perlu diragukan lagi. Menurut Martawan Akasa selalu melakukan pembaharuan menu setiap empat hingga lima bulan, untuk mengikuti trend pasar. Jika berkunjung, traveler wajib mencoba beberapa menu favorit pengunjung, seperti Nasi Bakar Pindang Sambal Bongkot dan Crispy Chicken Chili Paste. Harga menu makanan di Akasa berkisar antara Rp 38 ribu hingga Rp 85 ribu.

Untuk menu kopi, Akasa menggunakan 100% arabika dengan konsep “from farm to cup”. Traveler wajib mencoba perpaduan coffee dengan sari buah. Signature menu Akasa, seperti Sunkissed coffee hingga stromso. Harga menu minuman di Akasa berkisar antara Rp 19 ribu hingga Rp 59 ribu.

Akasa Speciality Coffee menjadi salah satu tempat yang wajib traveler kunjungi jika ingin menjauh dari hiruk pikuk perkotaan. Menghadirkan konsep “Second Home”, Akasa memberikan kenyamanan, dengan bonus view lautan awan dan Gunung Batur yang cantik. Jika traveler kedinginan, Akasa sudah menyediakan selimut. Semua tempat duduknya pun sudah dilengkapi dengan sofa, sehingga membuat ngopimu semakin nyaman.

Akasa Specialty Coffee di Kintamani, BaliAkasa Specialty Coffee di Kintamani, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Martawan mengungkap Akasa tak memberlakukan sistem reservasi atau booking, melainkan sistem first come first service. Setiap harinya, Akasa Speciality Coffee bisa dikunjungi 150 hingga 175 pengunjung dan meningkat dua kali lihat saat weekend atau hari libur.

Beberapa fasilitas yang disediakan oleh Akasa Speciality Coffee yang dapat traveler nikmati seperti parkir yang luas hingga toilet estetik dengan view gunung.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kisah Kopi Wongso, Tempat Ngopi dan Bikin Pizza dengan View Sawah di Jogja



Yogyakarta

Siapa sangka kedai kopi yang belakangan ramai jadi rujukan tempat nongkrong anak muda di Jogja ini adalah cara dari sang owner memaknai hidupnya. Penasaran bagaimana kisahnya?

Kafe itu adalah Kopi Wongso. Nama kedai kopi itu sesuai nama belakang pemiliknya, Ali Wongso. Wongso berasal dari nama sang kakek.

Saat ditemui detikTravel di lokasi langsung, Ali tampak sedang asyik bercengkerama dengan pelanggan dengan cara tidak biasa. Ali mengajak tamu-tamunya mengolah pizza.


Dengan tekun, Ali meniti setiap bahan pizza yang akan diolah. Dia mengajari pengunjung bagaimana memipihkan adonan pizza yang benar. Lalu membolak balik pizza di tungku api tradisional agar matang sempurna. Tampak jelas guratan senyum di wajahnya seolah ini adalah pekerjaan terbaik di dunia.

“Kenapa penasaran? Aku heran, semua orang yang datang selalu bertanya begitu, bukankah ini ide bisnis yang biasa saja dibanding kapital besar?” ujar Ali saat disodori pertanyaan awal mula membangun ide Kopi Wongso.

Saat pertama dirilis, yakni pada 2010, Kopi Wongso tidak di Sewon, Bantul seperti saat ini. Sebelumnya, Kopi Wongso berada di Perum Permata Hijau, Bangunharjo.

Tetapi, soal kopi tidak berubah. Dulu dan kini, Ali memilih kopi luwak original sebagai signaturenya.

Perbedaan lain adalah Kopi Wongso mulai mengenalkan pizza self-made by customer di kedai baru.

Meski sekarang fokus di pizza, penjualan kopi luwak tetap berjalan bahkan sudah merambah sampai ekspor ke Jepang.

“Di online amazon Jepang no 1 kopi luwak milikku,” kata Ali.

Kopi luwak dijual dalam bentuk per 100 gram. Ali menyebut dalam seminggu bisa mengirim hingga 81 paket per 100 gram. Kopi luwak tersebut ia ambil dari berbagai daerah yang sudah bekerja sama sejak tahun 2010.

Hingga di tahun 2020 lokasinya pindah ke Sewon, Bantul, di tengah pedesaan yang berseberangan langsung dengan sawah. Tahun kedua setelah pembukaan di lokasi baru, Kopi Wongso mulai menerapkan konsep pizza self-made by customer.

Terkuak juga bahwa ide konsep pembuatan pizza oleh customer datang tanpa disengaja. Ali menyebut, awalnya hanya iseng meminta temannya yang datang untuk membuat sendiri, tapi tanpa disangka menjadi konsep yang menarik pengunjung datang.

“Belum ada pizza di tahun pertama. Mulai ada di tahun kedua. Awalnya dari teman motor vespa, motor gede, bingung kan waktu covid, kusuruh bikin (pizza) sendiri. Dari dulu emang waktu masih di eropa, seneng liat tungku, vibesnya otentik menarik gitu. Lalu pada masak sendiri, terus waktu ada pengunjung, tak suruh bikin sendiri, lha kok pada suka, dan menjadi konsep sampai sekarang,” kata Ali.

Perjalanannya menikmati hidup, mengamati dan memaknai arti kehidupan membawa Ali menjadi sosok yang dicintai customernya yang datang ke Kopi Wongso. Ali menuturkan ia tidak butuh marketing yang berisik dengan mengundang banyak influencer agar Kopi Wongso ramai. Berjalan dengan alami menurutnya akan jauh lebih menyenangkan.

Setiap hari pengunjung ramai berdatangan, bahkan dari luar kota sekalipun. Rata-rata merupakan muda mudi berpasangan, atau segerombolan sahabat. Konsepnya yang tanpa reservasi bahkan bisa membuat antrian hingga 4 jam. Saat ditanya tentang rencana perluasan lahan atau pembukaan cabang, Ali menyebut ia belum kepikiran.

“Saya tidak takut disaingi, karena kelebihan vibe ku ga akan bisa dimiliki tempat lain. Belum ada rencana perluasan atau cabang, karena nanti akan hilang eksklusivitasnya. Sengsara membawa nikmat. Vibes menunggu lama itu juga suatu kelebihan menurutku,” kata Ali.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Sejarah Jakarta Pernah Jadi Kantor Gubernur Jabar-Tempat Eksekusi Mati



Jakarta

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di kawasan Kota Tua itu ternyata pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat. Gedung putih itu juga menjadi saksi perkembangan Jakarta dari masa ke masa.

Gedung itu dibangun pada tahun 25 Januari 1707 dan diresmikan pada tahun 10 Juli 1710 kendati belum rampung secara keseluruhan. Di tahun 1712 lah gedung yang bergaya Neoklasik itu utuh. Gedung itu dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara, juga area eksekusi hukum mati.


Tanggal 10 Juli 1710 gedung balai kota itu diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck sesuai dengan Prasasti yang ada di Museum Sejarah Jakarta. Pada awal berdirinya, gedung ini berfungsi sebagai” StadHuis” (balai kota) dan ” Raad Van Justitie ” (Dewan Pengadilan)

Saat detikTravel berkunjung ke museum itu ada hal menarik yang didapat, ternyata gedung itu Ternyata, tidak hanya pernah menjadi balai kota Batavia, tetapi juga pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat pada saat Belanda berada di Nusantara.

Didik Cahyono, pemandu yang mengajak detikTravel berkeliling, menceritakan kisah itu.

Di masa kekuasaan Belanda dan sebelum Jepang menduduki tanah ini bangunan tersebut pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat.

“Mulai 1925 sampai 1942 (gedung ini) digunakan untuk kantor gubernur Provinsi Jawa Barat, ini masih zaman Belanda. Jadi kantor gubernur Provinsi Jawa Barat nah itu masih zaman kekuasaan Belanda, terus Jepang masuk 1942 sampai 1945 gedung ini dijadikan kantor logistik Dai Nippon (kekaisaran Jepang),” kata Didik, Kamis (6/6/2024).

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat itu, pemerintah kolonial Belanda memiliki kebijakan untuk menyatukan Banten, Batavia, Cirebon, dan Priangan menjadi satu wilayah atau yang disebut provinsi. Di masa peralihan balai kota yang baru itulah bangunan tersebut dijadikan sebagai kantor gubernur Jawa Barat.

Hingga Jepang datang, kantor gubernur Jawa Barat itu kembali beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan logistik Kekaisaran Jepang.

Dan pada 30 Maret 1974, gedung itu diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Bapak Ali Sadikin.

Interior Gedung Terjaga Keasliannya

Selain itu, di Museum Sejarah Jakarta juga banyak segudang informasi yang telah tersaji bagi pengunjung. Bagaimana perjalanan dari mulai zaman prasejarah, masa emas Sunda Kelapa, era penjajahan Belanda-Jepang, hingga setelah kemerdekaan.

Didik pun membawa detikTravel ke setiap ruangan yang ada di gedung ini, semua interior dalam gedung pun masih terjaga keasliannya.

“Ini ya aslinya seperti ini kalau interior 90 persen lebih masih asli karena kayu-kayu ini nggak kena panas dan hujan jadi awet bisa ratusan tahun jadi ini juga dikonservasi. Kalau ngepel juga pake minyak lopi jadi ada minyak khusus supaya nggak dimakan serangga,” kata dia.

Dengan lantai yang terbuat dari kayu dan pintu-pintu besar yang kokoh membuat bangunan ini masih terasa seperti dulu kala saat masih berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Terdapat bangku, meja, lemari hingga lukisan zaman dulu tersimpan baik jadi menambah kesan yang mendalam.

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Bangunan yang terdiri dari tiga lantai ini memberikan pengalaman yang menarik tentang perjalanan panjang Kota Jakarta. Di bagian atas, Didik menunjukkan salah satu spot yang pernah dipakai oleh orang-orang penting zaman dahulu untuk memantau dan melihat eksekusi mati.

Terletak di area balkon yang menghadap ke area terbuka di tengah-tengah kawasan Kota Tua, di sinilah para tokoh saat itu melihat eksekusi mati yang berada di area bawa balkon tersebut.

“Ini digunakan untuk para hakim dan gubernur jenderal untuk melihat proses eksekusi hukuman mati dan,” ujarnya sembari menunjukkan tempat di mana eksekusi dilakukan.

Selagi detikTravel berkeliling gedung ini, terlihat wisatawan tak henti-hentinya mendatangi gedung ini. Beberapa rombongan wisatawan mancanegara pun penasaran dengan sejarah yang terdapat di Museum Sejarah Jakarta.

Menurut Didik banyak wisatawan mancanegara yang datang ke museum ini, terutama wisatawan mancanegara yang berasal dari Belanda. Alasannya karena ada ikatan emosional, sekaligus napak tilas nenek moyangnya yang dimakamkan di Indonesia.

“Kalau di sini pengunjung (asing) kebanyakannya dari Belanda karena ada hubungan emosional ya dengan Belanda jadi banyak yang ke sini. Banyak juga orang Belanda yang datang ke sini nyari makam-makam leluhurnya, saya pernah ketemu generasi ke-6 Antonio van Diemen (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda ke-9). Jadi pengen lihat jejak-jejaknya gitu loh,” katanya.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Ternyata memang museum ini menjadi salah satu museum yang banyak didatangi oleh wisatawan setiap harinya, dari Senin sampai Minggu. Didik mengatakan sebelum pandemi lalu kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta bisa mencapai 15 ribu orang.

“Weekdays itu kalau lagi ramainya bisa dua ribu lebih, kalau musim liburan lebih rame lagi. Dan weekend itu pernah waktu sebelum pandemi sampai 15 ribu satu hari, nah kalau setelah pandemi ini paling-paling lima ribuan lah,” ujar dia.

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk kamu yang penasaran dengan Museum Sejarah Jakarta waktu yang pas untuk datang ke sini adalah ketika hari kerja karena tak begitu ramai. Jam operasional museum ini dimulai pukul 09.00 – 15.00 WIB pada Selasa sampai Minggu.

Untuk biaya masuk museum di hari kerja berkisar Rp 5.000 untuk mahasiswa, pelajar, dan anak-anak, sementara untuk dewasa dikenakan biaya Rp 10.000, dan untuk wisatawan mancanegara dibanderol Rp 50.000. Kemudian, jika berkunjung di hari libur biaya masuk untuk dewasa naik menjadi Rp 15.000, sementara yang lainnya harga normal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Upgrade Ide Kencanmu dengan Bikin Pizza di Kopi Wongso



Yogyakarta

Ada satu kafe menarik di sudut Jogja yang menawarkan pengalaman membuat pizza langsung bersama pemiliknya. Lokasinya masih asri dekat dengan alam, cocok untuk ide ngedate traveler bareng pasangan.

Namanya Kopi Wongso, lokasinya di Sewon, Bantul. Butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Lokasinya menjadi viral karena tempatnya yang estetik dan langsung disuguhi pemandangan alam berupa persawahan dan gunung.

“Saya senang mengelola Kopi Wongso ini awalnya bersama istri, bagaimana mensinergikan alam dan knowledge saya tentang art, dan pengalaman dulu sering berinteraksi dengan customer saat jadi pemandu,” kata Ali Wongso, pemilik Kopi Wongso.


Kopi Wongso di Yogyakarta jadi rujukan tempat nongkrong anak muda. Ternyata kedai kopi ini adalah cara sang owner Ali Wongso memaknai hidupnya.Kopi Wongso di Yogyakarta jadi rujukan tempat nongkrong anak muda. Ternyata kedai kopi ini adalah cara sang owner Ali Wongso memaknai hidupnya. (Arawinda Dea Alisia)

Kopi Wongso sendiri telah berdiri sejak tahun 2010. Dulu saat masih berada di Bangunharjo, Ali mengandalkan kopi luwak alami sebagai signature-nya.

Sejak 2020 kedai dipindah ke Sewon dan di tahun kedua pembukaan, Ali menyediakan pizza sebagai menjadi salah satu menu andalan. Uniknya lagi, pengunjung diajak untuk membuat pizza sendiri.

Ya, Kopi Wongso menawarkan pengalaman membuat pizza sendiri yang cukup unik ditemani oleh owner langsung. Selain itu, lokasi yang asri dan masih sejuk, membuat suasana outdoor tidak begitu panas di siang hari.

Dengan merogoh kocek Rp 105.000, traveler akan disediakan satu loyang pizza lengkap dengan bahan, dan diajarkan cara membuatnya. Pizza akan dimasak dengan menggunakan tungku api tradisional, sehingga cita rasanya begitu otentik.

Di sini juga tersedia tripod untuk traveler yang hobi bikin konten video. Bahkan, tidak perlu sungkan jika ingin meminta tolong petugasnya mengabadikan moment traveler bersama pasangan.

Kopi Wongso di Sewon, Bantul, YogyakartaKopi Wongso di Sewon, Bantul, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Di Kopi Wongso, traveler tidak perlu melakukan reservasi jika ingin membuat pizza. Pengunjung akan dilayani secara bertahap sesuai antrian.

“Kadang-kadang antrenya sampai 4 jam. Kalau ga couple ga akan tahan, yang bikin betah karena ada pasangannya. Sengsara membawa nikmat. Vibes menunggu lama itu juga suatu kelebihan menurut saya,” kata Ali.

Tidak perlu takut bosan jika menunggu di sini karena tersedia berbagai menu lain yang wajib banget traveler coba seperti kopinya. Mulai dari harga Rp 15 ribu, traveler bisa menikmati suasana nongkrong di Kopi Wongso yang syahdu abis. Ada pula persewaan sepeda mulai dari Rp 10 ribu dan kolam renang anak Ro 15 ribu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

16 Wisata Solo Terbaik, Sensasi Seru Jelajah Budaya-Kuliner dengan Keluarga


Jakarta

Wisata Solo terkenal dengan destinasi budaya Jawa yang sangat kental. Namun tahukah kamu jika kota ini menyimpan banyak objek wisata menarik lainnya?

Selain objek wisata sejarah dan edukasi yang lengkap, ternyata Kota Solo mempunyai wisata kuliner dan religi. Berlibur disini disebut sebagai wisata lengkap dan hemat karena biayanya yang murah bahkan beberapa juga gratis.

Berikut rekomendasi wisata Solo dan sekitarnya yang wajib dikunjungi bareng keluarga dikutip dari laman Pariwisata Kota Solo dan laman media sosial tiap destinasi liburan.


Wisata Budaya di Kota Solo dan Sekitarnya

Bagi detikers dan keluarga yang memilih jelajah budaya kota Solo, spot wisata berikut bisa jadi pilihan:

1. Puro Mangkunegaran

Pura Mangkunegaran adalah wisata favorit turis mancanegara karena sejarah dan budayanya. Terdapat koleksi benda bersejarah sejak tahun 1926 mulai dari topeng, perhiasan, wayang, alat musik, dan buku lama era Majapahit dan Mataram yang tersimpan di museum serta Rekso Pustoko Perpustakaan. Wisatawan juga bisa menikmati suguhan latihan tari Gaya Karawitan setiap Rabu dan karawitan setiap hari Sabtu.

Destinasi terbaru yang tidak boleh dilewatkan adalah pengalaman makan dengan nuansa kerajaan Jawa di Pracima Tuin. Pengunjung akan dimanjakan dengan menu yang telah diuji coba oleh KGPAA Mangkunegoro X dengan pemandangan air mancur, taman, dan kolam dengan arsitektur khas Puro Mangkunegaran.

Lokasi:

  • Jl. Ronggowarsito, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Jam Operasional:

a. Puro Mangkunegaran

  • Senin-Jumat: 08.30-14.00 WIB
  • Sabtu-Minggu: 09.00-13.00 WIB

b. Pracima Tuin

  • Setiap Hari: 10.00-21.00 WIB (4 sesi di 10.00 WIB, 12.00 WIB, 14.30 WIB, dan 19.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Wisatawan lokal: Rp 20.000/ orang
  • Wisatawan mancanegara: Rp 40.000/ orang
  • Restoran Pracima Tuin: minimal memesan Rp 100.000 dengan reservasi di Instagram @pracima.mn.

2. Keraton Surakarta Hadiningrat

Keraton Kasunanan Surakarta ini adalah pengganti Keraton Kartasura yang porak poranda di tahun 1743 akibat Geger Pecinan. Keraton Surakarta Hadiningrat didirikan tahun 1744 oleh Susuhunan Pakubuwana II dan masih berfungsi sebagai tempat tinggal Sri Sunan hingga sekarang.

Bangunannya didominasi warna biru dan putih khas sentuhan istana tradisional Jawa. Pengunjung dapat melihat koleksi zaman dahulu berupa pusaka, gamelan, kereta kencana hingga pemberian raja Eropa di museumnya. Setiap malam 1 Suro terdapat arakan Kebo Bule oleh Kyai Slamet ke seluruh Kota Solo lengkap dengan ritual pembersihan pusaka.

Lokasi:

  • Jl. Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Ps. Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 09.00-14.00 WIB
  • Sabtu-Minggu: 09.00-16.00 WIB

Harga Tiket:

  • Wisatawan lokal: Rp 10.000
  • Wisatawan mancanegara: Rp 15.000
  • Membawa kamera profesional: Rp 3.500.

3. Kampung Batik Kauman Solo

Kampung Batik Kauman Solo menjadi destinasi lengkap untuk mengenal dan melestarikan budaya Jawa. Terdapat spot estetik di sepanjang jalan desa yang dapat diabadikan saat tour kampung di pagi hari. Pengunjung dapat mengikuti workshop membatik dan melihat pameran batik karya 30 pengrajin disini.

Tersedia rumah batik, galeri batik, dan museum koleksi batik yang berpatokan pada motif keraton. Pengunjung juga bisa membeli oleh-oleh di toko suvenir, toko buku, dan kerajinan tangan lainnya yang hanya bisa dibeli dengan uang tunai.

  • Lokasi: Jalan Wijaya Kusuma no 17 Kampung Batik Kauman, Surakarta.
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-18.00 WIB)
  • Harga Tiket: gratis

4. Ndalem Hardjonegaran

Ndalem Hardjonegaran adalah kediaman Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Hardjonegaran atau Go Tik Swan. Rumah ini menjadi cagar budaya yang menyimpan 45 arca zaman Borobudur dari abad 8-15 yang didesain oleh presiden Soekarno.

Rumah ini dialihfungsikan sebagai rumah produksi batik dan galeri benda budaya koleksi Hardjonegaran. Batik disini adalah gabungan teknik batik Solo Jogja dari Sogan dan Pesisir. Sang Pemilik dari keturunan Tionghoa berhasil mendapatkan Satya Lencana Pejuang Budaya dan berperan juga dalam menghidupkan pembuatan keris di Indonesia.

  • Lokasi: Jl.Yos Sudarso no 176, Surakarta.
  • Jam Operasional: Setiap hari (09.00-18.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis dengan reservasi lewat WhatsApp 0878-3605-0077 (KRRA. H. Hardjosuwarno).

5. Ndalem Djojokoesoeman

Destinasi baru di Kota Solo ini adalah cagar budaya untuk menikmati arsitektur Jawa dan koleksi zaman kerajaan. Ndalem Djojokoesoeman ditujukan untuk kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara.

Uniknya pada beberapa hari tertentu, pengunjung dapat memainkan gamelan guna melestarikan budaya Jawa. Bangunan ini memiliki nilai sejarah perkembangan Surakarta di masa Kerajaan Mataram Islam yang bisa disewa untuk pre wedding atau acara umum lainnya.

  • Lokasi: Jalan Gajahan, Gajahan, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis kecuali untuk acara pre wedding atau keperluan komersial lainnya.

Wisata Sejarah

Kota Solo dikenal dengan sejarah panjang dengan jejaknya yang masih terjaga dengan baik. Bagi pengunjung yang ingin mengetahui atau mengenang kembali sejarah Solo, destinasi berikut bisa menjadi pilihan:

1. Benteng Vastenburg Solo

Benteng Vastenburg memiliki peranan penting bagi Belanda dalam mengawasi pergerakan di Keraton Surakarta. Terdapat parit di sekeliling benteng lengkap dengan jembatan di pintu depan dan belakang sebagai perlindungan wilayah.

Di sekitarnya masih terdapat puing bangunan pemukiman Eropa yang dominan dengan warna putih. Keberadaan barak dan bastion di sudut benteng menambah estetika ketika tertangkap di kamera. Selain sebagai spot foto yang estetik, Benteng Vastenburg juga digunakan untuk tempat upacara beberapa hari besar.

  • Lokasi: Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah
  • Jam Operasional: Setiap hari selama 24 jam
  • Harga Tiket: Gratis.

2. De Tjolomadoe

De Tjolomadoe adalah kompleks pabrik gula tua yang saat ini digunakan sebagai objek wisata bersejarah dan pusat konvensi di Solo. Bangunannya telah ada sejak tahun 1861 dengan revitalisasi dan berhasil dibuka untuk umum tahun 2018.

Objek wisata ini terdiri dari museum, aula konser Tjolomadoe, aula serbaguna Sarkara, restoran, dan toko suvenir. Pengunjung dapat menjelajah waktu di masa Eropa melalui mesin-mesin jadul untuk produksi gula lengkap dengan bangunan vintage yang estetik.

Lokasi:

  • Jalan Adi Sucipto No. 1 Malangjiwan, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah.

Jam Operasional:

a. Besali Cafe

  • Selasa-Minggu: 09.00-14.00 WIB
  • Museum De Tjolomadoe: Selasa-Kamis: 10.00-17.00 WIB dan Jumat-Minggu: 10.00-17.00 WIB

Harga Tiket: Museum Rp 40.000.

3. Gedung Djoeang 45

Gedung Djoeang 45 adalah bangunan penuh perjuangan dalam merebut kemerdekaan RI tahun 1945. Pemerintah Hindia Belanda membangunnya di tahun 1876-1880 untuk kebutuhan kantin VIP tentara Belanda (cantienstraat). Gedung ini juga digunakan untuk klinik tentara Belanda sebelum direbut oleh Jepang.

Setelah merdeka, Gedung Djoeang 45 sempat dijadikan sebagai pusat kegiatan kemanusiaan, fasilitas pendidikan, dan markas militer Brigade Infanteri 6. Namun saat ini, bangunan tersebut digunakan untuk cagar budaya yang memiliki Monumen Laskar Putri Surakarta sebagai penanda keikutsertaan kaum wanita. Wisata Solo ini menyimpan banyak spot instagrammable yang cocok dipajang di media sosial.

Lokasi:

  • Jl. Kapten Mulyadi No.113, Kedung Lumbu, Kecamatan Ps. Kliwon, Kota Surakarta.

Jam Operasional:

  • Gedung Djoeang 45: 17.00-00.00 WIB
  • Kantinestraat_ : Sabtu-Kamis (12.00-21.00 WIB) dan Jumat (14.00-21.00 WIB)
  • Gelatokusolo_ : Setiap hari (10.00-22.00 WIB)
  • Bobakusolo_ : Selasa-Minggu (13.00-21.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000.

Wisata Edukasi dan Instagramable Keluarga

Tentunya bagi detikers yang ingin memperkaya wawasan atau memori bersama keluarga, Solo menyediakan pilihan tempat wisata sebagai berikut:

1. Solo Safari

Kebun binatang ini adalah revitalisasi dari Taman Satwa Taru Jurug yang berdiri diatas lahan seluas 13,9 hektar. Anak-anak dapat memberi makan hewan jinak dan mendapatkan wawasan tentang hewan liar lainnya.

Wisatawan juga bisa berinteraksi langsung dengan hewan seperti berfoto atau menunggang kuda. Koleksi hewan endemik Indonesia terbilang sangat lengkap mulai dari hewan air, unggas, hingga mamalia raksasa dirawat dengan baik disini.

Lokasi:

  • Jl. Ir. Sutami No.109, Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 08.30-16.30 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Besar: 08.00-16.30 WIB

Harga Tiket:

a. Weekday Tiket Reguler

  • Anak-anak (di bawah 2 tahun): gratis
  • Anak-anak (2-6 tahun): Rp 45.000
  • Dewasa: Rp 55.000

b. Weekday Tiket Premium

  • Anak-anak (di bawah 2 tahun): gratis
  • Anak-anak (2-6 tahun): Rp 65.000
  • Dewasa: Rp 90.000

c. Weekend Tiket Reguler

  • Anak-anak (di bawah 2 tahun): gratis
  • Anak-anak (2-6 tahun): Rp 60.000
  • Dewasa: Rp 75.000

d. Weekend Tiket Premium

  • Anak-anak (di bawah 2 tahun): gratis
  • Anak-anak (2-6 tahun): Rp 80.000
  • Dewasa: Rp 110.000.

2. Cepogo Cheese Park

Destinasi ini terletak diantara Gunung Merapi dan Merbabu yang menyediakan paket wisata edukasi dan kuliner untuk keluarga. Anak-anak dapat menikmati serunya membuat keju, melihat susu perah, dan mencoba menyusui anak sapi.

Tersedia kebun binatang mini dan berbagai spot estetik yang cocok bagi orang tua sembari menunggu anak beraktivitas. Tidak hanya itu, terdapat persewaan ATV dan wahana play ground yang dapat melatih ketangkasan anak.

Lokasi:

  • Cepogo Cheese Park, Dusun II, Genting, Kec. Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah

Jam Operasional:

a. Senin-Jumat

  • Wisata: 08.00-18.00 WIB
  • Toko suvenir: 09.00-18.00 WIB
  • Restoran: 10.00-18.00 WIB

b. Sabtu-Minggu

  • Wisata: 08.00-18.00 WIB
  • Toko suvenir:08.00-19.00 WIB
  • Restoran: 09.00-18.00 WIB

Harga Tiket:

a. Weekday

  • Cheese Park: Rp 20.000
  • De Windmills: Rp 20.000
  • Paket 2 Wahana: Rp 35.000

b. Weekend

  • Cheese Park: Rp 25.000
  • De Windmills: Rp 25.000
  • Paket 2 Wahana: Rp 40.000
  • Deposit: Rp 10.000/orang.

3. Wahana Soko Alas

Wahana Soko Alas adalah galeri seni kerajinan kayu dengan spot yang sangat instagrammable. Wisata Solo ini memiliki embung, taman, dan resto Joglo yang siap merefresh pikiran saat liburan.

Wisatawan dapat berenang dengan latar pemandangan indah khas pegunungan. Tersedia gazebo di beberapa titik untuk duduk santai yang berada di dekat kolam ikan.

Lokasi: Jl. Delanggu-Polanharjo, Area Kebun/Swah, Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 09.00-17.00 WIB
  • Sabtu-Minggu: 08.00-18.00 WIB

Harga Tiket: Rp 10.000/ orang

Wisata Kuliner dan Belanja

Nah, rekomendasi berikut cocok buat detikers dan keluarga yang ingin makan-makan dan shopping barang-barang lucu di Solo.

1. Pasar Gede Hardjonagoro Solo

Pasar ini adalah pusat kuliner dan jajanan tradisional yang telah berdiri sejak tahun 1927. Pasar Gede menjadi salah satu pasar tertua di Solo yang tidak jauh dari Keraton Kasunanan Surakarta.

Berbagai kuliner legendaris Solo mulai dari gempol pleret, tahok, cabuk rambak, hingga es dawet ada disini. Wisatawan juga bisa membeli oleh-oleh dan kerajinan lainnya disini.

  • Lokasi: Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Gratis.

2. Pasar Antik Triwindu

Sesuai dengan namanya, Pasar Antik Triwindu menawarkan berbagai koleksi barang antik seperti guci, keramik, lampu antik, topeng, hingga uang kuno era 1800-an. Lokasinya terbilang strategis karena berada di tengah kota Solo dekat Candi Mangkunegaran.

Pasar ini sendiri dibangun untuk merayakan kenaikan tahta Adipati Sri Mangkunegara VII ke-24 yang disebut tiga windu (triwindu). Gen Z berbondong-bondong kesini untuk melakukan thrift kebaya untuk melengkapi outfit estetik saat di wisata budaya Solo.

  • Lokasi: Jl. Diponegoro, Keprabon, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah
  • Jam Operasional: Setiap hari jam 09.00-16.00 WIB
  • Harga Tiket: Gratis kecuali untuk pre wedding dikenakan sewa Rp 125.000 per 2 jam.

Wisata Alam dan Religi

Tentunya, Solo menyediakan beberapa lokasi bagi wisatawan yang memenuhi kebutuhan rohaninya. Lokasi wisata tentu dilengkapi berbagai fasilitas untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.

1. Kemuning Sky Hills

Kemuning Sky Hills menjadi daya tarik wisata Solo untuk menikmati pemandangan teh yang sejuk. Terdapat jembatan kaca di atas kebun teh sepanjang 65 meter dan tinggi 60 meter yang estetik untuk diabadikan.

Tidak hanya itu, wisatawan juga dapat menjelajahi bukit teletubbies yang berada di area tersebut. Beberapa aktivitas mengasyikkan lain yang bisa dilakukan seperti menaiki Jeep, ATV, paralayang, flying fox, dan giant swing.

Lokasi:

  • Jl. Karangpandan-Ngargoyoso, Sumbersari, Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jam Operasional:

  • Setiap hari 09.00-18.30 WIB

Harga Tiket:

  • Tiket Masuk: Rp 10.000
  • Lewat Jembatan: Rp 30.000

2. Masjid Syeikh Zayed Solo

Masjid Raya Syeikh Zayed Solo adalah ikon baru wisata religi yang mirip seperti Masjid Sheikh Zayed Grand di Abu Dhabi. Fakta uniknya, masjid ini adalah hibah dari Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan, putra mahkota UEA kepada presiden Joko Widodo.

Keindahan masjid tampak semakin megah ketika di malam hari dengan detail lampu biru di setiap kubah. Masjid Syeikh Zayed Solo dapat menampung 10.000 jamaah dengan berdiri di tanah seluas 8.000 meter persegi. Selain itu, terdapat wisata religi muslim lainnya seperti Masjid Agung Keraton Solo, Makam Ki Gede Sala, dan Makan Raden Ngabehi Yosodipuro.

  • Lokasi: Jl. Surya IV, Jebres, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah
  • Jam Operasional: Setiap hari (04.00-21.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis.

3. Candi Putih

Candi putih adalah kompleks Vihara Dhamma Sundara yang memiliki bangunan estetik dengan atap limasan. Di gerbang utama, wisatawan akan disambut dengan patung sepasang singa hitam di kanan dan kiri.

Sebagai tempat ibadah yang aktif digunakan saat ini, tersimpan berbagai Arca Buddha, stupa, dan patung Sang Pendiri, Sundara Husea. Uniknya kompleks candi putih memiliki arsitektur yang mirip seperti bangunan di Thailand.

  • Lokasi: Jl.Ir.H.Juanda Nomor 223B, Pucangsawit, Jebres
  • Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis.

Selain rekomendasi wisata Solo untuk liburan keluarga yang murah dan lengkap ini, tentu masih banyak lokasi lain untuk menghabiskan masa libur. Sebelum liburan pastikan telah update informasi terbaru tentang tujuan wisata, misal harga tiket dan rute, sehingga liburan bisa makin nyaman serta menyenangkan.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Gunung Bromo yang Bisa Dikunjungi saat Libur Idul Adha


Jakarta

Gunung Bromo di Jawa Timur termasuk tempat wisata pilihan yang dapat dikunjungi, terlebih saat libur panjang seperti waktu libur Idul Adha nanti. Di sana, ada sejumlah destinasi wisata menarik yang patut dikunjungi.

Gunung Bromo masuk ke dalam area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan menjadi satu-satunya gunung berapi aktif di sana. Wisatawan bisa menyaksikan panorama matahari terbit (sunrise) dari berbagai spot yang ada hingga melakukan aktivitas seperti menunggangi kuda dan naik mobil jip.

Penasaran? Temukan rekomendasi objek wisata Gunung Bromo yang bisa dikunjungi saat libur Idul Adha 2024 pada uraian di bawah.


Rekomendasi Objek Wisata Gunung Bromo

Berdasarkan catatan detikcom, berikut objek wisata di Gunung Bromo yang patut dikunjungi wisatawan.

1. Penanjakan 1

Penanjakan Bromo 1Panorama Gunung Bromo dari Penanjakan 1. (Faiq Azmi/detikcom)

Kalau ingin menyaksikan matahari terbit, Penanjakan 1 bisa jadi spot pilihan. Lokasi ini merupakan titik tertinggi di antara lainnya yang pas sekali untuk melihat sunrise. Letaknya di ketinggian sekitar 2.770 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Penanjakan 1 bisa dibilang spot terbaik dan paling populer bagi para pemburu sunrise Gunung Bromo. Dari sini, pesona matahari terbit bisa terlihat sangat cantik nan eksotis dengan masih tertutup kabut di sekelilingnya.

2. Penanjakan 2

Penanjakan 2 merupakan spot tertinggi kedua di TNBTS. Lokasinya sekitar di ketinggian 2.400 mdpl. Dan Penanjakan 2 termasuk spot alternatif untuk menikmati matahari terbit. Selain itu, di sini juga biasa menjadi tempat untuk menyaksikan sunset Gunung Bromo.

3. Pasir Berbisik

Pesona Pasir Berbisik Bromo.Naik mobil jip di Pasir Berbisik Bromo. (M Rofiq/detikJatim)

Kawasan Gunung Bromo terkenal dengan hamparan pasirnya yang luas. Area ini dikenal dengan sebutan Pasir Berbisik. Di sini terkenal sebagai spot bagus untuk berfoto maupun swafoto yang instagramable.

Di samping itu, traveler juga bisa melakukan aktivitas seperti naik mobil jip, mengendarai motor trail, hingga menunggang kuda.

4. Bukit Cinta

Bukit Penanjakan sedang direnovasi, kini wisatawan yang ingin menikmati terbitnya matahari (sunrise) di kawasan Gunung Bromo pun beralih ke Bukit Cinta, Probolinggo, Jatim.Wisatawan menikmati matahari terbit (sunrise) di Bukit Cinta. (Ari Saputra/detikcom)

Lagi-lagi untuk menikmati matahari terbit, wisatawan dapat mendatangi Bukit Cinta. Di spot ini, panorama Gunung Bromo yang indah juga tampak dengan jelas. Selain itu, pemandangan gunung lain yakni Semeru dan Arjuno bisa terlihat pula dari sini. Kalau ke Bukit Cinta, tentunya traveler tidak boleh melewatkan untuk berfoto ya.

5. Bukit Mentigen

Tidak jauh dari pintu masuk TNBTS, Bukit Mentigen bisa ditemukan. Meski tidak setinggi Penanjakan 1 dan Penanjakan 2, bukit ini juga termasuk spot berburu sunrise yang bagus di Cemoro Lawang, Ngadisari, Probolinggo.

Untuk ke sini, wisatawan tidak usah naik jip melainkan bisa cukup trekking atau berkendara motor. Lokasinya sekitar 1 km dari gapura selamat datang objek wisata Seruni.

6. Bukit Kingkong

Spot lain untuk melihat matahari terbit yaitu Bukit Kingkong. Bukit ini berada di ketinggian sekitar 2.700 mdpl. Panorama sunrise di sini cukup berbeda dari lainnya, walau begitu tidak kalah bagus lho.

Disebut Bukit Kingkong lantaran salah satu sisinya menyerupai kepala kingkong jika dilihat dari kejauhan. Bukit ini dikenal juga dengan nama Bukit Kedaluh, yang artinya penghargaan akan kesuburan tanah wilayah Tengger. Sebutan tersebut diberikan langsung oleh masyarakat Tengger di sekitar Gunung Bromo.

7. Pura Luhur Poten

Pura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung BromoPura Agung Poten Luhur yang berada di lautan pasir Gunung Bromo. (Budi Sugiharto)

Di Gunung Bromo ternyata juga terdapat pura yang bisa dikunjungi lho, yakni Pura Luhur Poten. Pura ini merupakan tempat ibadah pemeluk agama Hindu di sekitar sana. Meski begitu, wisatawan dapat mendatangi pura ini.

Pura Luhur Poten dikatakan sudah berdiri sejak awal abad ini. Saat perayaan Nyepi, pura ini selalu ramai oleh orang yang hendak beribadah.

8. Bukit Teletubbies

Awal mulanya keindahan Bromo hanya dikenal dengan dua destinasi favorit yakni menikmati Sunrise dan Kawah Bromo saja. Tapi, sejak dibuka pintu masuk lewat Malang, kini bertambah tujuan wisatanya.Lautan pasir Bromo, Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas.Bukit Teletubbies dan padang savana yang terbentang luas. (Rachman_punyaFOTO)

Walau terkenal dengan hamparan pasirnya, di kawasan Gunung Bromo juga ada padang rumput hijau kok yaitu Bukit Teletubbies. Dahulunya dinamakan Lembah Jemplang. Padang savana ini memiliki luas sekitar 382 hektare.

Bukit Teletubbies termasuk spot di Bromo yang tidak boleh terlewatkan. Terlebih, wisatawan wajib berfoto karena spot perbukitannya yang tak biasa.

9. Pos Dingklik

Letak Pos Dingklik di ketinggian 2.463 mdpl. Ini juga merupakan spot alternatif untuk menyaksikan matahari terbit di Gunung Bromo. Di samping itu, traveler juga akan menikmati panorama Gunung Batok yang tampak sejajar dengan kita.

10. Kawah Bromo

kawah gunung bromoKawah Gunung Bromo. (Devy Rizkillah/d’Traveler)

Gunung Bromo bukan hanya menyediakan spot bagus untuk melihat sunrise nih. Tapi gunung ini menawarkan objek wisata yang tak kalah menarik. Ada Kawah Bromo yang pesonanya tak boleh diabaikan.

Untuk ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki terlebih dulu dan menaiki ratusan anak tangga. Meski harus berlelah-lelah dahulu, rasa letihnya bakal terbayarkan kok dengan pemandangan Kawah Bromo yang eksotis.

Nah, itu tadi sederet wisata Gunung Bromo yang tidak boleh terlewatkan kalau traveler sedang berkunjung ke sana. Jadi, tempat mana nih yang tertarik kamu kunjungi?

(azn/inf)



Sumber : travel.detik.com

15 Wisata Gunungkidul Populer, Bisa Naik Gunung hingga Jelajah Pantai


Jakarta

Wisata Gunungkidul memiliki sejuta pesona alam indah yang lengkap. Mulai dari air terjun, pantai, gua, hingga gunung bisa ditemukan disini.

Tidak hanya itu, terdapat beberapa situs peninggalan kerajaan yang bisa dikunjungi disini. Pengelolaan wisatanya berada di bawah naungan Dinas Pariwisata melalui Instagram @pariwisata_gunungkidul atau website wisata.gunungkidulkab.go.id.

Berikut rekomendasi wisata Gunung Kidul yang tidak boleh dilewatkan, agar tubuh dan pikiran kembali segar.


Wisata Air Terjun Gunungkidul

Wisatawan dan keluarganya yang ingin menikmati keindahan air terjun, berikut beberapa spot wisata yang dapat dikunjungi:

1. Air Terjun Jurug Gedhe

Wisata air terjun Jurug Gedhe menyuguhkan pemandangan pohon dan sawah yang rindang. Destinasi ini sangat cocok untuk wisatawan yang suka dengan tracking yang memacu adrenalin.

Pasalnya untuk sampai di air terjun, wisatawan harus mendaki batuan terjal. Disarankan untuk datang saat musim penghujan agar gemericik air yang turun dapat memberikan efek relaksasi yang menenangkan.

  • Lokasi: Gembyong, Ngoro-oro, Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 5000/orang.

2. Air Terjun Luweng Sampang

Air Terjun Luweng Sampang memiliki keindahan luar biasa dari batuan cadas yang mengapitnya. Terdapat ukiran garis alami akibat erosi air yang tampak kontras dengan birunya air.

Perjalanan menuju air terjun ini juga tidak sulit karena terdapat anak tangga untuk menuju ke atas. Masyarakat sekitar menyebut keindahan air terjun Luweng Sampang sebagai Green Canyon Indonesia.

  • Lokasi: Jl. Juminahan, Kayen, Sampang, Kecamatan Gedang Sari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)
  • Harga Tiket: Gratis.

3. Air Terjun Kedung Kandang

Wisata air terjun ini termasuk hidden gem Gunungkidul yang terletak diantara hamparan sawah. Air terjun Kedung Kandang adalah bagian dari Desa Wisata Nglanggeran uang dikelola dengan baik.

Wisatawan perlu melakukan tracking sejauh 900 meter untuk sampai di lokasi air terjun. Lelah perjalanan terbayar ketika wisatawan melihat batuan yang berundak seperti anak tangga. Gemericik dan hijaunya air yang mengalir dijamin mampu menghilangkan penat selama bekerja.

  • Lokasi: Gn. Butak, Nglanggeran, Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 8.000.

4. Air Terjun Sri Gethuk

Air Terjun Sri Gethuk adalah destinasi favorit wisatawan karena banyak aktivitas menarik yang bisa dilakukan. Berbeda dengan wisata air terjun lain yang harus melakukan tracking, disini wisatawan harus menyebrangi sungai sepanjang 450 meter menggunakan perahu karet.

Pemandangan aliran sungai, bebatuan, dan berbagai pepohonan rindang turut membuat suasana semakin sejuk. Berada di atas tebing dengan ketinggian 50 meter, air terjun ini memiliki 3 mata air yaitu Ngandong, Dong Poh, dan Ngumbul.

  • Lokasi: Mungguran II, Bleberan, Playen, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 20.000 (termasuk perahu untuk menyeberang).

Wisata Pantai Gunungkidul

Detikers yang menyukai siraman sinar matahari, debur ombak, dan tekstur pasir alami, maka pantai adalah pilihan terbaik. Berikut pantai di Gunung Kidul dengan pesona yang khas:

1. Pantai Ngobaran

Pantai Ngobaran disebut sebagai replika pantai Nusa Dua karena keberadaan arca dan ornamen candi khas Bali. Detikers dapat menikmati keindahan pantai pasir putih lengkap dengan aktivitas keagamaan disana.

Wisatawan akan dimanjakan dengan hijaunya air pantai dengan banyaknya rumput laut yang tumbuh. Tersedia berbagai spot estetik dan persewaan baju adat yang membuat foto semakin estetik layaknya berlibur ke Bali. Di deretan yang sama, terdapat pantai Nguyahan dan Ngrenehan dengan pemandangan yang tidak kalah indah.

  • Lokasi: Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 8.000/orang.

2. Pantai Drini

Pantai Drini adalah pantai pasir putih dengan karakteristik ombak yang bervariasi. Terdapat pulau yang ditumbuhi pohon drini yang bisa dilewati dengan jembatan yang ada.

Ombak di sisi barat cenderung lebih berombak dibandingkan di wilayah timur. Perjalanan menuju pantai ini terbilang cukup ekstrim karena dipenuhi dengan tanjakan dan belokan yang curam.

  • Lokasi: Desa Banjarejo, Kecamatan Tanjungsari, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan retribusi Rp 1.000/orang.

3. Pantai Kukup

Pantai Kukup adalah rekomendasi wisata air yang aman untuk keluarga. Lautnya yang dangkal dan ombak tenang membuat aktivitas bermain air semakin leluasa. Pasalnya terdapat terumbu karang besar yang menahan hempasan ombak besar.

Namun wisatawan perlu berhati-hati ketika berkunjung karena banyaknya bulu babi di tepi pantai. Pesona karang pemecah ombak menjadi spot favorit untuk mengabadikan foto di sini.

  • Lokasi: Ngepung, Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

4. Pantai Jogan

Pesona air terjun dan pantai adalah paket komplit ketika berkunjung ke Pantai Jogan. Sudut pantai ini memiliki air terjun yang berasal dari aliran sungai di sekitarnya.

Untuk melihat pesona air terjun tersebut, pengunjung dapat menuruni tebing dengan teknik canyoning atau rappeling di air terjun. Putihnya pasir pantai tampak indah dengan batuan karang dan tebing di sekelilingnya.

  • Lokasi: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

5. Pantai Slili

Pantai Slili adalah spot favorit untuk snorkeling dan menikmati keindahan bawah laut. Jernihnya air pantai membuat biota laut dan karang terlihat jelas dari area tepi.

Berdasarkan geografisnya, pantai Slili sangat mudah dikunjungi dan berada diantara Pantai Krakal dan Sadranan. Wisatawan juga tidak perlu repot membawa peralatan menyelam karena terdapat jasa sewa alat dari pengelola.

  • Lokasi: Jalan Pantai Krakal, Tepus, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

Wisata Gua Gunungkidul

Destinasi wisata ini cocok buat kamu yang punya hobi bertualang, punya rasa ingin tahu yang tinggi, dan tak segan basah-basahan. Keindahan gua di Gunungkidul beserta sungainya pasti memanjakan mata dan memberi kepuasan tersendiri.

1. Gua Pindul

Gua Pindul adalah rekomendasi yang tepat untuk wisata bersama teman atau rombongan besar. Dengan didampingi pemandu, wisatawan dapat menelusuri seluruh sisi gua pindul dengan ban karet lengkap dengan helm dan pelampung.

Jika detikers menyukai aktivitas yang memacu adrenalin, pilihan outbound dan river tubing adalah pilihan tepat. Stalagtit dan stalagmit gua menjadikan liburan disini terasa sejuk dan menyenangkan.

Lokasi:

  • Desa Gelaran 1, Kelurahan Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul

Jam Operasional:

  • Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Goa Pindul: Rp 40.000/orang
  • Goa Tanding: Rp 150.000/orang
  • River Tubing Oyo: Rp 60.000/orang
  • Sewa Jeep: Rp 450.000/Jeep
  • Pindul Adventure Outbound: Rp 50.000/orang.

2. Gua Kalisuci

Alternatif gua lain untuk melatih ketangkasan dan memacu adrenalin adalah Gua Kalisuci. Keindahan goa dapat dinikmati dengan menyusurinya menggunakan ban karet pada arus air yang tenang.

Gua Kalisuci memiliki karakter tebing khas pegunungan yang berwarna hitam dan kehijauan. Umumnya rombongan pelajar dan mahasiswa datang kesini untuk menikmati waktu liburan bersama rombongan besar.

  • Lokasi: Jetis, Pacarejo, Semanu, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 75.000/orang (termasuk retribusi).

3. Gua Rancang Kencono

Wisata Gunungkidul ini bisa disebut paket hemat karena termasuk dengan tiket menuju Air Terjun Sri Gethuk. Gua ini memiliki cerita unik yang berhubungan dengan zaman purba.

Menurut buku berjudul Mozaik Pusaka Budaya Yogyakarta yang diterbitkan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Yogyakarta, terdapat artefak dan tulang belulang dari ribuan tahun lalu di gua ini.

Area gua Rancang Kencono terbilang cukup luas dan konon pernah dijadikan sebagai persembunyian dan pertemuan Laskar Mataram saat membuat rencana untuk mengusir Belanda dari Kasultanan Ngayogyakarta.

  • Lokasi: Mungguran II, Bleberan, Playen, Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 35.000/orang (termasuk retribusi).

Wisata Pegunungan di Gunungkidul

Sejuk dan hijaunya alam pegunungan tentu bisa jadi pilihan bagi pengunjung, yang liburan bersama keluarga. Berikut beberapa spot wisata yang bisa jadi pilihan:

1. Gunung Gentong

Gunung Gentong adalah objek wisata baru yang cocok untuk menikmati sunrise di Gunungkidul. Batuan besar dan wilayah yang luas menjadi daya tarik fotografer untuk berburu jepretan indah.

Wisatawan dapat berkemah dan menghabiskan waktu hingga malam hari dengan keberadaan pengelola desa wisata. Destinasi ini disebut sebagai 4G atau Gunung Genting Gedangsari Gunung Kidul agar mudah diingat masyarakat.

  • Lokasi: Desa Manggung, Kelurahan Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Gratis (hanya membayar parkir Rp 2000 untuk motor dan Rp 5000 untuk mobil).

2. Gunung Gambar

Sesuai dengan namanya, Gunung Gambar sekilas seperti lukisan Tuhan yang nyata dan indah saat dilihat dengan mata telanjang. Gunung ini merupakan kecintaan para fotografer untuk diabadikan terutama di saat senja. Goresan langit dan awan dengan sorot matahari tenggelam membuat siapapun terkesima memandangnya.

Tidak hanya indah, wisata ini juga bernilai sejarah karena adanya petilasan dari Raden Mas Said. Gunung Gambar cocok untuk wisatawan yang hobi tracking karena medannya yang terbilang menantang.

  • Lokasi: Wonosari, Kampung, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)
  • Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

3. Gunung Ireng

Gunung Ireng terbentuk dari sisa letusan gunung api purba yang masih bertahan hingga saat ini. Mengapa disebut ireng karena warna batuan yang menyusun berwarna hitam gelap khas material vulkanik.

Meski puncaknya tidak terlalu tinggi, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Jogja dari atas. Pemandangan hijau turut memberikan sensasi menenangkan khususnya ketika datang di saat matahari terbit atau tenggelam.

  • Lokasi: Ngrancahan, Pengkok, Patuk, Kabupaten Gunungkidul
  • Jam Operasional: Setiap hari 24 jam
  • Harga Tiket: Rp 3.000/orang.

Sebelum mengunjungi rekomendasi wisata alam Gunungkidul, pastikan detikers telah update info lebih dulu. Hal ini untuk memastikan, tujuan wisata aman dikunjungi bersama keluarga. Selain itu, jangan lupa untuk mematuhi aturan dan larangan di tempat wisata.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Rekomendasi Tempat Wisata Malang saat Libur Idul Adha, Seru Lho!


Jakarta

Bingung mau menghabiskan waktu libur Idul Adha? Cobalah berkunjung ke Kota Malang. Soalnya, ada banyak tempat wisata seru yang bisa dikunjungi saat liburan Idul Adha, lho.

Sebagai informasi, pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Senin, 17 Juni 2024. Selain itu, ditetapkan juga cuti bersama setelah Idul Adha pada Selasa, 18 Juni 2024.

Nah, momen tersebut bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur. Sebab, tanggal 17-18 Juni dihitung sebagai long weekend karena tanggal 15-16 Juni adalah Sabtu dan Minggu. Jadi, kamu punya waktu empat hari untuk jalan-jalan.


Ingin jalan-jalan ke Malang tapi bingung mau pergi ke mana? Jangan khawatir, simak rekomendasi tempat wisata Malang yang seru dalam artikel ini.

Rekomendasi Tempat Wisata Malang saat Libur Idul Adha

Ada banyak tempat wisata di Malang yang patut kamu kunjungi. Namun perlu diingat, saat momen libur Idul Adha mungkin ada sedikit perbedaan jam operasional dan harga tiket masuk.

Daripada penasaran, simak rekomendasi tempat wisata Malang di bawah ini:

1. Malang Dreamland

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah Malang Dreamland. Bagi detikers yang belum tahu, Malang Dreamland adalah tempat wisata keluarga yang menawarkan berbagai wahana menarik, mulai dari seluncuran pelangi, ayunan sultan, hingga spot foto balon udara layaknya di Cappadocia.

Selain itu, travelers juga bisa berkemah di camping ground. Kalau datang saat sore, kamu juga bisa menikmati udara malang yang sejuk sekaligus disuguhi pemandangan sunset yang cantik.

  • Lokasi: Ngadireso, Kec. Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang (setiap wahana harus membayar tiket lagi).
  • Jam buka: 11.00-19.00 WIB.

2. Kampung Warna Warni Jodipan

Tempat wisata yang satu ini sempat viral beberapa waktu lalu. Kalau travelers belum pernah datang ke sini, cobalah mampir saat liburan Idul Adha.

Sebab, rumah-rumah di sana begitu unik karena dicat beraneka warna, sehingga terlihat estetik dan colorfull. Kamu bisa berfoto dengan latar belakang rumah warna-warni tersebut.

  • Lokasi: Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 3.000/orang.
  • Jam buka: 07.00-18.00 WIB.

3. Pantai Ngliyep

Pantai NgliyepPantai Ngliyep (Hendra Soetantyo/d’Traveler)

Ingin menikmati suasana pantai dan laut yang biru? Cobalah mampir ke Pantai Ngliyep. Sebagai informasi, kata ‘Ngliyep’ merujuk pada rasa mengantuk atau tertidur. Konon, orang yang melihat pantai ini akan merasa nyaman dan tenang sampai mengantuk.

Di sekeliling pantainya terdapat tebing curam dan hamparan hutan tropis yang hijau. Di pantai Ngliyep, detikers dapat melakukan berbagai aktivitas seperti berenang, bermain pasir, mengunjungi Teluk Putri, hingga berkemah.

  • Lokasi: Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

4. Happy Durian

Destinasi wisata yang satu ini sedang hits di kalangan warga Malang. Sesuai nama tempatnya, travelers bisa menikmati durian yang rasanya manis dan legit di mulut.

Uniknya lagi, Happy Durian mengusung konsep kafe, sehingga bisa menikmati durian sambil bercengkrama dengan keluarga. Bahkan ada kolam renang dan arena playground juga, lho.

Rasa durian yang ada di Happy Durian tidak usah diragukan lagi karena dipastikan kualitasnya terbaik. So, tempat ini sangat cocok untuk kulineran durian sembari berwisata bersama keluarga.

  • Lokasi: Jl. Cerme No.1, Karangduren, Kendalpayak, Kec. Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: –
  • Jam buka: 10.00-21.00 WIB.

5. Hawai Waterpark

Hawai Waterpark MalangHawai Waterpark (Muhammad Aminudin/detikcom)

Ingin bermain air bareng si kecil? Cobalah ajak mereka ke Hawai Waterpark. Berada di lahan seluas 2,8 hektare, waterpark ini menyuguhkan berbagai wahana menarik, seperti Kolam Ombak Tsunami dan Jet Coaster Water Slide.

Kalau perut mulai lapar, jangan khawatir. Soalnya, ada banyak tenant makanan dan minuman yang tersedia di Hawai Waterpark.

  • Lokasi: Jalan Graha Kencana Utara V, Karanglo, Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 110.000/orang (weekend dan hari libur) dan Rp 85.000/orang (weekday).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

6. Malang Night Paradise

Malang Night ParadiseMalang Night Paradise (Aisa Marisa/d’Traveler)

Kalau liburan ke Malang, sempatkan waktu untuk mampir ke Malang Night Paradise. Di tempat wisata ini, travelers akan disuguhkan Hutan Menyala.

Selain itu, ada juga Taman Dino dan Taman Lampion yang sangat menarik untuk dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Taman Dino terdapat berbagai replika dinosaurus. Sementara di Taman Lampion, pengunjung seolah-olah diajak pergi ke negeri dongeng.

  • Lokasi: Jl. Graha Kencana Raya, Karanglo, Balearjosari, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 90.000/orang.
  • Jam buka: 17.45-23.00 WIB.

7. Alun-alun Malang

Ingin menikmati suasana Kota Malang? Cobalah datang ke Alun-alun Malang. Oh ya, terdapat dua alun-alun yang bisa dikunjungi, yakni Alun-alun Merdeka dan Alun-alun Bunder. Jarak keduanya sekitar 700 meter.

Alun-alun Merdeka memiliki fasilitas area skateboard, playground, air mancur menari, dan Masjid Jami’. Sementara Alun-alun Bunder memiliki Monumen Tugu dan lokasinya dekat dengan Balai Kota Malang.

  • Lokasi: Alun-Alun Merdeka di Jalan Merdeka Selatan, Alun-alun Bunder di Jalan Tugu, Kecamatan Klojen, Malang.
  • Harga tiket masuk: Gratis
  • Jam buka: 24 jam.

8. Jatim Park

jatim park 1Jatim Park (M Bagus Ibrahim)

Kurang lengkap rasanya kalau pergi ke Malang namun tak mampir ke Jatim Park. Memang lokasi tepatnya berada di Kota Batu, namun jaraknya masih mudah dijangkau dari Malang, yakni sekitar 40 menit dengan berkendara motor.

Jatim Park memiliki 3 tempat yang berbeda, yakni Jatim Park 1, 2, dan 3. Apa saja yang ada di dalamnya?

Jatim Park 1 yang berisi taman bermain anak dan dewasa, serta taman edukasi sains. Lokasinya di Jl. Kartika No 2, Kota Wisata Batu, Jawa Timur.

Sedangkan di Jatim Park 2 terdapat kebun binatang yang mengusung konsep interaktif. Ada tiga zona, yaitu Batu Secret Zoo, Museum Satwa, dan Eco Green park. Lokasinya di Jalan Oro-oro Ombo No. 9, Desa Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Malang, Jawa Timur

Lalu, Jatim Park 3 memiliki beberapa zona yang wajib dikunjungi, yaitu Dino Park, The Legend Star, Museum Musik Dunia, Funtech Plaza, Millennial Glow Garden, dan Predator Fun Park. Lokasinya di Jalan Raya Ir. Soekarno No.144, Beji, Kota Batu, Jawa Timur.

Berikut harga tiket masuk Jatim Park:

  • Jatim Park 1: Rp 140.000/orang
  • Jatim Park 2: Rp 150.000/orang
  • Jatim Park 3: mulai dari Rp 55.000/orang.

9. Museum Angkut

Tempat wisata yang satu ini juga tak boleh dilewatkan oleh travelers. Soalnya, di Museum Angkut terdapat beragam koleksi kendaraan, mulai dari mobil klasik, transportasi tradisional, sampai helikopter.

Salah satu kendaraan yang menarik perhatian pengunjung adalah mobil dinas milik Presiden Pertama RI, Soekarno, yaitu Chrysler Windsor Deluxe 1952. Ada juga helikopter dinas milik Soekarno saat dahulu masih menjabat, yaitu Bell 47J Si Walet.

Selain melihat kendaraan, travelers juga bisa melihat pertunjukan menarik pada jam-jam tertentu, seperti Man On Fire, Vehicle Live Action, serta Cars and Costume Parade.

  • Lokasi: Jalan Terusan Sultan Agung, Nomor 2, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000/orang.
  • Jam buka: 12.00 – 20.00 WIB.

10. Pantai Teluk Asmara

Pantai Teluk AsmaraPantai Teluk Asmara (Rayhan Denazan/detikcom)

Rekomendasi tempat wisata Malang yang terakhir adalah Pantai Teluk Asmara. Tempat wisata ini begitu terkenal karena disebut mirip seperti Raja Ampat di Papua.

Daya tarik utama dari Pantai Teluk Asmara yaitu terdapat karang besar hijau, pasirnya yang bersih dan putih, serta birunya air laut. Hal ini membuat banyak wisatawan merasa betah berlama-lama di pantai tersebut.

Untuk menuju ke pantai, kamu harus menuruni anak tangga dari atas bukit. Pantai ini cocok buat detikers yang ingin berenang atau snorkeling.

  • Lokasi: Tambak, Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 15.000/orang.
  • Jam buka: 24 jam.

Itu dia 10 rekomendasi tempat wisata Malang saat libur Idul Adha. Tertarik berkunjung ke tempat wisata yang mana nih travelers?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Ini 10 Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi


Jakarta

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro, Yogyakarta. Kawasan Malioboro sendiri selalu ramai dipadati pengunjung, apalagi saat memasuki musim liburan.

Karena sebentar lagi akan memasuki long weekend libur Idul Adha, tak ada salahnya untuk merencanakan liburan selama empat hari ke Yogyakarta. Jika tak ingin pergi ke tempat wisata yang jauh, masih ada tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi.

Penasaran, apa saja tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi saat liburan? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Sekitar Malioboro yang Wajib Dikunjungi

Ada banyak tempat wisata di sekitar Malioboro yang patut dikunjungi. Namun perlu diingat, saat momen libur Idul Adha mungkin ada sedikit perbedaan jam operasional dan harga tiket masuk.

Biar nggak penasaran, berikut rekomendasi tempat wisata sekitar Malioboro, Yogyakarta:

1. Titik 0 Km

Rekomendasi yang pertama ada Titik 0 Km. Lokasinya yang berada di ujung selatan Malioboro ini menjadi salah satu spot yang selalu ramai oleh wisatawan.

Area pedestriannya begitu luas sehingga dapat menampung bayak orang. Saat malam hari, Titik 0 Km begitu meriah karena dihiasi lampu hias.

Kalau ingin berfoto-foto, disarankan datang pada sore menjelang malam hari dan saat cuaca sedang cerah. Sebab, gedung-gedung tua peninggalan kolonial Belanda di sekitar Titik 0 Km dapat memberikan kesan estetik.

2. Tugu Yogyakarta

Tugu Jogja menjadi salah satu spot favorit pegiat fotografi. Lampu-lampu jalanan hingga kendaraan bisa menjadi 'kanvas' untuk melukis cahaya di Tugu Jogja.Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Travelers tentu sudah tidak asing dengan landmark yang satu ini. Tugu Yogyakarta merupakan salah satu primadona dan selalu ramai dikunjungi wisatawan untuk berfoto-foto.

Meski begitu, kamu tak bisa foto secara dekat karena lokasinya berada di tengah perempatan yang ramai kendaraan. Tapi jangan khawatir, kamu bisa foto-foto dari atas trotoar sambil menikmati tugu yang tingginya sekitar 15 meter.

3. Taman Sari

Destinasi wisata yang satu ini juga wajib dikunjungi saat berlibur ke Yogyakarta. Daya tarik dari Taman Sari adalah terdapat kolam pemandian, lorong bawah tanah, dan memiliki desain bangunan unik.

Di lahan seluas 10 hektare lebih, Taman Sari memiliki 57 bangunan kokoh. Bangunan tersebut menggabungkan arsitektur Jawa dan Portugis.

4. Keraton Yogyakarta

Bangunan Bangsal Magangan di dalam kompleks Keraton Yogyakarta sedang menjadi perbincangan hangat karena tersebar foto penampakan ular melingkari salah satu tiang atau pilar Bangsal Magangan.Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Sekitar 10 menit dari Malioboro, detikers bisa berkunjung ke salah satu objek wisata paling terkenal di Kota Pelajar, yaitu Keraton Yogyakarta.

Keraton Yogyakarta atau Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah salah satu destinasi untuk wisatawan yang ingin mengenal budaya Yogyakarta. Keraton didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I pada 1755.

Luas area Keraton Yogyakarta sekitar 184 hektare. Di dalamnya terdapat tempat tinggal Sultan. Lalu, terdapat juga museum yang berisi barang-barang kesultanan, seperti hadiah dari raja Eropa, replika pusaka keraton, hingga gamelan.

5. Alun-alun Kidul

Salah satu alun-alun yang terkenal di Yogyakarta adalah Alun-alun Kidul. Selain digunakan oleh masyarakat untuk bersantai, Alun-alun Kidul juga terkenal dengan ritual masangin.

Masangin adalah suatu ritual dengan berjalan melintasi celah di antara kedua pohon beringin dengan mata tertutup. Berdasarkan mitos yang beredar, orang yang berhasil melewati beringin dengan mata tertutup berarti hatinya bersih dan lapang.

6. Museum Benteng Vredeburg

Museum Benteng VredeburgFoto: (dok. IHA)

Masih di sekitar Malioboro, ada salah satu objek wisata yang juga wajib untuk dikunjungi, namanya Benteng Vredeburg.

Di dalamnya terdapat museum yang berisi peninggalan sejarah di masa lalu, sehingga bisa berwisata sambil menambah pengetahuan. Selain itu, cat tembok yang serba putih juga menjadi buruan wisatawan agar mendapat spot foto keren dan estetik.

Sebagai informasi, Benteng Vredeburg mulai dibangun sekitar tahun 1760-an oleh Sri Sultan Hamengkubuwono. Arsitek dari benteng ini adalah Frans Haak.

7. Taman Pintar

Ingin jalan-jalan sambil menambah wawasan bagi anak-anak? Cobalah datang ke Taman Pintar. Di tempat ini, travelers dapat mencoba berbagai permainan yang seru dan edukatif, seperti wahana ekspresi, apresiasi, dan kreasi sains.

Hebatnya, Taman Pintar menjadi salah satu taman edukasi terbaik se-Asia Tenggara. Dinamai Taman Pintar karena di kawasan ini para siswa mulai dari prasekolah sampai sekolah menengah atas (SMA bisa memperdalam pemahaman materi pelajaran di sini.

8. Pasar Beringharjo

Suasana di Pasar Beringharjo, Jogja, Selasa (26/12/2023).Foto: Adji G Rinepta/detikJogja

Bagi kamu yang suka belanja dan mencicipi kuliner khas Yogyakarta, sempatkan diri untuk mampir ke Pasar Beringharjo. Umumnya, wisatawan yang datang ke sini ingin membeli batik khas Jogja.

Namun tak hanya batik, masih banyak sejumlah barang-barang menarik yang ditawarkan, mulai dari kaus, tote bag, dress batik, sandal batik, hingga berbagai oleh-oleh lainnya.

9. Kebun Binatang Gembira Loka

Yogyakarta juga memiliki kebun binatang yang besar lho, namanya Gembira Loka. Koleksi satwa di kebun binatang ini cukup beragam, mulai dari macan, harimau, hingga gajah.

Selain itu, terdapat juga berbagai koleksi tumbuhan di Gembira Loka. Oh ya, jangan lewatkan juga pertunjukan satwa seperti beruang madu, orang utan, dan burung merak.

10. Gudeg Yu Djum

Setelah lelah berkeliling di sekitar Malioboro, sempatkan diri untuk mampir ke Gudeg Yu Djum. Tentu, kurang lengkap rasanya kalau pergi ke Yogyakarta namun tak mencicipi nikmatnya sepiring gudeg dan sambal krecek.

Nah, salah satu restoran gudeg yang terkenal di Yogyakarta adalah Gudeg Yu Djum. Sepiring gudeg dibanderol mulai dari Rp 20 ribuan saja.

Jangan khawatir kalau penuh, sebab Gudeg Yu Djum memiliki banyak cabang, salah satunya ada di sekitar kawasan Malioboro.

Itu dia 10 tempat wisata sekitar Malioboro yang wajib dikunjungi. Sudah pernah datang ke salah satu tempat wisata di atas belum?

(ilf/inf)



Sumber : travel.detik.com

15 Wisata Kuningan Cocok untuk Healing Bareng Keluarga


Jakarta

Wisata Kuningan memiliki daya tarik dan potensi besar di ranah keindahan alam. Terdapat kebun, telaga, curug, hutan, gua, hingga gunung yang cocok untuk menenangkan pikiran.

Dikutip dari laman Pemerintah Kabupaten Kuningan, tercatat 156 destinasi wisata yang dapat dikunjungi mulai dari wisata alami, buatan, hingga wisata bersejarah. Berikut beberapa rekomendasi Wisata Kuningan yang terkenal dengan keindahan khas Gunung Ciremai.

Rekomendasi Wisata Kuningan Terbaik

Wisata Kuningan dalam daftar ini bisa dikunjungi bareng keluarga saat liburan, untuk healing atau memperluas pengetahuan (edukasi). Berikut rekomendasinya:


1. Kebun Raya Kuningan

Kebun Raya Kuningan adalah lokasi konservasi, penelitian, penunjang, dan pariwisata yang dibuka untuk umum. Wisata ini berguna untuk melestarikan tumbuhan dan memenuhi kebutuhan masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya hayati dengan berkelanjutan.

Wisata ini menawarkan pemandangan perbukitan dan pohon rindang sejak awal pintu masuk. Terdapat beberapa zona wisata yang bisa dikunjungi seperti Taman Tematik Mangga, Taman Bambu, Zona Vegetasi, Gunung Ciremai, Green House, dan lain-lain.

Lokasi: Padabeunghar, Kebun Raya, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-16.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 4.000
  • Dewasa: Rp 6.000.

2. Rock Garden Batu Luhur

Rock Garden Batu Luhur adalah destinasi yang menawarkan pengalaman bermain wahana mengasyikkan dengan pemandangan alam indah. Wisata ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terkenal dengan udara sejuknya.

Wisatawan dapat bermain flying fox, mengendarai sepeda, bermain air, dan berkemah disini. Jika detikers menyukai tantangan, maka bisa mencoba jembatan gantung yang menghubungkan antara lereng satu dengan lainnya.

Lokasi: Desa Padebeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

3. Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang

Bukit 1000 Bintang adalah wisata terkenal di Kabupaten Kuningan yang memiliki spot indah untuk melihat bintang. Dari atas sini sorot lampu perkotaan akan terlihat samar sehingga ribuan bintang dapat terlihat jelas.

Untuk datang ke sini, wisatawan harus menggunakan kendaraan dengan mesin penggerak 4×4 atau motor cross. Perjalanan menuju puncak akan sedikit menegangkan karena terjalnya jalanan yang dilewati. Wisatawan juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah di Kubang Wangi Bukit 1000 Bintang.

Lokasi: Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Pelajar TK-SMP: Rp 50.000/Orang
  • Pelajar SMA-Mahasiwa: Rp 75.000/orang
  • Masyarakat Umum: Rp 100.000/orang.

4. Telaga Biru Cicerem

Telaga Biru Cicerem adalah destinasi instagrammable yang cocok untuk Gen Z. Pasalnya terdapat berbagai spot foto estetik yang tampak cantik dengan birunya air telaga.

Wisatawan dapat bersantai di pinggir telaga dengan duduk di gazebo yang tersedia atau memberi makan ikan. Para pecinta diving sangat disarankan untuk menyelam disini karena indahnya pesona bawah telaga dan ikan-ikan besar yang tampak bahkan dari atas kolam.

Lokasi: Jl. Kaduela, Kaduela, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

5. Hutan Kota Mayasih

Wisata Kuningan terkenal berikutnya adalah Hutan Kota Mayasih yang penuh dengan bunga dan batuan. Awalnya, area ini adalah tambang batu yang beralih fungsi menjadi tempat wisata tahun 2014.

Hutan Kota Mayasih cocok untuk jogging tanpa takut kepanasan dengan jalur pejalan kaki di sekeliling taman. Tebing batu dan air mancur adalah spot utama yang menjadi favorit wisatawan ketika berkunjung disini.

Lokasi: Jalan Mayasih, Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

6. Balong Dalem

Balong Dalem adalah kawasan hutan lindung yang sangat asri dan teduh. Wisata alam ini berada di tanah seluas 6,5 hektar yang dipenuhi 3000 pohon berusia tua dan 400 primata monyet.

Wisatawan dapat menikmati wahana air, outbound, hiking, terapi rematik, dan berkemah bersama rombongan. Tempat ini juga cocok untuk spot befoto khususnya pre wedding berkonsep alam.

Lokasi: Jalan Babakan Mulya, Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 10.000/orang dan biaya camping Rp 20.000/malam.

7. Bukit Lambosir

Bukit Lambosir adalah bagian dari Taman Nasional Gunung Ciremai yang berada di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Penamaan nama Lambosir diambil dari daging bagian dalam yang nikmat.

Dengan kata lain wisatawan akan merasakan ketentraman dan kenyamanan selama disini layaknya memakan daging tersebut. Keindahan pemandangan alam di Bukit Lambosir bahkan disebut sebagai surga dunia. Terdapat batuan besar yang khas dan sering dijadikan spot foto oleh wisatawan ketika mendaki disini.

Lokasi: Desa Setia Negara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (06.00-18.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

8. Situ Gunung Hayu

Wisata hits berikutnya datang dari wisata air yang menawarkan pemandangan pegunungan alami sebagai latarnya. Situ Gunung Hayu didirikan tahun 2011 dan resmi dibuka di tahun 2012.

Disebutkan jika kawasan wisata ini cocok untuk menikmati segar dan sejuknya area pedesaan. Wisatawan dapat berkeliling area setu dengan wahana perahu bebek yang disewakan pengelola.

Lokasi: Randobawailir, Mandirancan, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

9. Curug Bungawari

Curug Bungawari adalah hidden gem wisata Kuningan yang menawarkan pemandangan alam yang masih sejuk dan alami. Belum banyak orang yang mengetahui air terjun yang indah ini.

Untuk sampai di area curug, wisatawan harus melewati tracking jalan setapak di tengah hamparan sawah luas. Kelelahan selama perjalanan terbayar ketika sampai di Curug Bungawari. Pengelola desa wisata juga menyediakan area bumi perkemahan untuk pengunjung yang ingin menenangkan pikiran lebih lama.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

10. Curug Windu Jati

Curug Windu Jati diklaim sebagai tempat sempurna untuk menenangkan pikiran. Areanya yang tersembunyi membuat siapapun merasakan kedamaian ketika berkunjung ke curug ini.

Namun diperlukan usaha lebih untuk sampai di Curug Windu Jati. Wisatawan harus melewati pematang sawah, melewati tepi sungai, dan tracking cukup menantang untuk merasakan sensasi pijatan alami dari aliran air terjun.

Lokasi: Sagaranten, Ciwaru, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-16.00 WIB)

Harga Tiket: Gratis.

11. Bumi Pelangi

Bumi Pelangi Jalaksana adalah pemandian air yang diapit oleh area perbukitan. Di sekelilingnya terdapat pohon lebat dan rindang yang membuatnya semakin sejuk.

Primadona utama wisata seluas 7,2 hektar ini adalah pada pemandangan yang ditawarkan. Terdapat beberapa petak kolam yang berwarna-warni dengan kedalaman berbeda yang cocok untuk wisata keluarga.

Lokasi: Desa Babakanmulya, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB)

Harga Tiket: Rp 5.000/orang dan tambahan Rp 10.000 jika berenang.

12. Sangkanhurip Alami

Pemandian air panas ini adalah objek wisata keluarga uang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit. Wisatawan akan disajikan dengan kolam renang air panas dan dingin yang cocok untuk meringankan pegal-pegal di badan.

Anak-anak juga dapat menikmati fasilitas pemandian air di sini karena adanya seluncuran naga di ujung kolam. Daya tarik utama lain ketika berada disini adalah pemandangan pegunungan yang sejuk dan membantu menenangkan pikiran selama bekerja.

Lokasi: Panawuan, Cigandamekar, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 7.000/ orang
  • Dewasa: Rp 10.000/ orang.

13. Ghiffary Valley

Ghiffary Valley menjadi wisata Kuningan yang ramah anak dan keluarga. Destinasi ini didesain dengan konsep taman untuk mempermudah interaksi anak dengan hewan.

Terdapat taman kelinci, burung, kebun binatang mini, taman teletubbies, dan kolam terapi ikan. Tidak hanya anak-anak, orang tua juga bisa menikmati serunya menunggang kuda maupun flying fox yang dijamin sangat mengasyikkan.

Lokasi: Linggarjati, Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 15.000/ orang
  • Dewasa: Rp 20.000/ orang.

14. Sikageuri View

Salah satu spot Instagrammable yang terkenal di Kuningan yaitu Sikageuri View. Wisata ini menawarkan pemandangan indah Gunung Ciremai pada jarak dekat.

Wisatawan Jakarta dapat menenangkan pikiran dengan hemat tanpa jauh-jauh ke luar pulau. Fasilitas gardu pandang menjadi tempat yang tepat untuk mengabadikan momen bersama rombongan. Tersedia juga area camping yang nyaman untuk menghabiskan waktu selama liburan.

Lokasi: Jalan Cisantana, Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

15. Woodland

Rekomendasi wisata Kuningan terakhir dan terpopuler adalah Woodland. Taman rekreasi dan bermain ini sangat cocok untuk liburan keluarga dengan fasilitas menarik yang ada.

Tersedia kolam renang, flying fox, wahana sepeda gantung, perosotan pelangi, kereta kecil, area panahan, dan berkuda yang aman untuk anak-anak. Tidak hanya mengasyikkan, wahana di Woodland Kuningan juga melatih keberanian dan ketangkasan anak di masa pertumbuhan.

Lokasi: Jl. Ragasakti No.130, Setianegara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-17.00 WIB)

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 15.000/orang
  • Weekend: Rp 20.000/orang.

Demikian rekomendasi wisata Kuningan terkenal dan Instagrammable yang cocok untuk mengisi waktu liburan. Sebelum berkunjung, jangan lupa update info lokasi wisata sehingga bisa liburan dengan aman dan nyaman.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com