Di Masjid Ini, Khatib Berkhotbah Sambil Pegang Tombak



Jakarta

Biasa masjid memiliki mimbar untuk berkhotbah. Berbeda dengan masjid yang satu ini, selain mimbar sang khatib diwajibkan untuk memegang tombak saat berkhotbah.

Tradisi unik itu ada di Masjid Jami Angke Al-Anwar, Tambora, Jakarta Barat, masjid tertua di Jakarta. Masjid yang juga mempunyai pembeda dengan sentuhan arsitektur Bali, Belanda, Jawa, dan China yang menunjukkan keberagaman.

Bukan mimbar kayu layaknya masjid masa kini, mimbar Masjid Jami Angke dibangun dengan beton bergaya Eropa dan dibuat lebih tinggi daripada mihrab.


Selain microphone dan kursi kayu, di mimbar Masjid Jami Angke Al-Anwar terdapat benda unik yang jarang sekali ditemukan di mimbar masjid lainnya yakni, satu buah tombak yang akan di genggam oleh sang khatib ketika menyampaikan khotbahnya.

Menurut Muhammad Abyan Ketua Sarpras dan Sejarah Masjid Jami Angke, tradisi tersebut dilakukan secara turun temurun sejak zaman dahulu. Berdirinya tombak kayu yang ada di mimbar ini bukan tanpa maksud. Itu menggambarkan ketegasan dan seorang khatib dan menyimbolkan semangat para pejuang kemerdekaan di Kampung Angke.

“Memang sudah tradisi dari dulu, menyimbolkan ketegasan,” kata Abyan.

Tombak kayu tersebut memiliki tinggi sekitar 150 cm dengan mata tombak berbahan kayu berwarna kuning emas. Sangat disayangkan, mata tombak asli dari tombak tersebut telah dicuri oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Kemudian, mata tombak tersebut digantikan dengan mata tombak baru yang dibuat semirip mungkin dengan aslinya.

Tradisi unik ini berkaitan dengan Kampung Angke yang pada abad ke-17 menjadi pusat pertahanan Batavia saat itu. Hal ini karena Belanda tidak mencium adanya pergerakan pemberontakan di Kampung ini dan hanya dianggap sebagai lokasi ibadah saja. Sehingga, kawasan Kampung Angke menjadi lokasi yang aman untuk menyusun strategi pemberontakan para pejuang Tanah Air.

“Kenapa di Angke ini menjadi sentral karena Belanda tidak mencium adanya pergerakan disini, padahal masyarakat di sini selain beribadah, syiar, dan berdagang juga melatih strategi peperangan di sini untuk melawan VOC,” kata Abyan saat Kunjungan Wisata Religi Jakarta Barat pada Minggu (30/3/24).

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Fakta Gunung Api Dieng, Punya Banyak Kawah dengan Kaldera Raksasa



Jakarta

Dieng, yang berada di ketinggian sekitar 2.000 mdpl, dijuluki negeri di atas awan. Pernah ada tragedi hingga mayat bergelimangan.

View menawan membuat Dieng yang berada di Banjarnegara dan Wonosobo, Jawa Tengah diburu wisatawan. Tanahnya juga subur menjadi sumber penghidupan warga lokal.

Tetapi, di balik keindahan tersebut ada bahaya mematikan. Di sana terdapat kompleks gunung api dengan puluhan kawah dan kaldera raksasa. Dieng adalah dataran vulkanik aktif yang sewaktu-waktu mengeluarkan gas beracun.

Di masa lalu, Dieng adalah sebuah kompleks gunung berapi yang terdiri dari Gunung Prau, Gunung Jimat, Bukit Rogo Jembangan, dan Tlerep. Saat ini, gunung-gunung tersebut telah menjadi lembah alam yang melingkupi wilayah Dieng.

Di tengah-tengah kompleks itu terletak kaldera raksasa yang terbentuk berabad-abad yang lalu. Potensi vulkanik yang tetap aktif telah menghasilkan beberapa gunung baru seperti Gunung Bismo-Sidede, Seroja, Nagasari, Pangonan, dan Pager Kandang.

Gunung Api Dieng terletak di KabKota Banjarnegara, Wonosobo, Batang, Jawa Tengah dengan posisi geografis di Latitude -7.2°LU, Longitude 109.92°BT dan memiliki ketinggian 2565 mdpl.

Gunung Api Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah yang memiliki potensi erupsi freatik. Baru-baru ini kembali viral kisah ratusan orang yang tewas di kawasan Dieng akibat menghirup gas beracun karbondioksida.


Beberapa peristiwa dari gunung api Dieng tentu pernah menelan korban jiwa yang tidak sedikit.

Berikut ini adalah 5 fakta gunung api di Dataran Tinggi Dieng.

1. Dapat Julukan Volcano Complex

Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, yang berarti “tempat atau gunung” (Di) dan “Dewa/Dewi” (Hyang). Artinya secara harfiah, Dieng merupakan “tempat Dewa/Dewi bersemayam”.

Para ahli gunung api menggambarkan Dieng bukan hanya sebagai sebuah gunung api tunggal, melainkan sebagai kompleks gunung api atau “volcano complex”. Itu menunjukkan bahwa di bawah kawasan Dieng terdapat banyak bentukan puncak gunung api akibat banyaknya lokasi magma yang mencapai permukaan.

Dari citra udara, terlihat bahwa dataran tinggi Dieng adalah satu tubuh gunung api besar yang telah hancur karena erupsi, membentuk puncak-puncak gunung api baru di sekitar bekas gunung api yang lama serta di bagian tengah kaldera Dieng.

2. Terdapat 22 Kawah

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan terdapat 22 kawah di kawasan Dieng. Di Kabupaten Banjarnegara, terdapat delapan kawah di Gunung Api Dieng, yakni Kawah Timbang, Kawah Sinila, Kawah Sigludug, Kawah Sileri, Kawah Condrodimuko, Kawah Sikidang, Kawah Sibanteng, dan Kawah Bitingan.

Sementara itu, di Kabupaten Batang terdapat lima kawah, termasuk Kawah Sibanger, Kawah Wanapria, Kawah Wanasida, Kawah Siglagah, dan Kawah Pagerkandang. Di Kabupaten Wonosobo, terdapat empat kawah, yaitu kawah Sikidang, kawah Sikunang, kawah Pulosari, dan kawah Pakuwojo.

Kawah yang paling berpotensi mematikan adalah kawah Timbang. Tiga kawah juga berpotensi mengeluarkan gas beracun, yakni Kawah Timbang, Sinila, dan Sikendang.

3. Sejarah Erupsi Gunung Api Dieng

Gunung Berapi Dieng terletak di dataran tinggi Jawa Tengah dan telah mengalami berbagai aktivitas vulkanik selama beberapa abad. Sebagian besar aktivitasnya terdiri dari letusan freatik dan kegiatan panas bumi seperti fumarol, solfatar, kolam lumpur, dan sumber air panas.

Letusan paling mematikan terjadi pada tahun 1979, ketika emisi karbon dioksida yang disertai dengan letusan freatik menewaskan 149 orang. Pada tahun 1992, emisi gas beracun dari Kawah Sikidang juga mengakibatkan satu orang tewas.

Erupsi lainnya tercatat pada tahun 1944, menyebabkan hujan abu dan lumpur di beberapa desa dengan korban jiwa mencapai puluhan orang. Erupsi freatik juga terjadi pada tahun 1939, menghasilkan retakan lereng dan pancaran lumpur.

Selain itu, terdapat catatan erupsi pada tahun-tahun lainnya, termasuk pada tahun 1943, 1928, 1883 – 1884, 1847, 1826, 1825, 1786, 1776, dan 1375.

4. Ada Monumen Bencana Alam

Gunung Dieng tergolong dalam kategori gunung api tipe A, yang artinya gunung ini memiliki catatan letusan sejak tahun 1600. Meskipun tidak ada catatan sejarah yang detail mengenai hal ini, namun terdapat monumen bencana alam di lokasi tersebut yang mencatat aktivitas letusan gunung tersebut pada abad ke-19.

Catatan bencana paling lama yang terdapat di monumen tersebut adalah pada tahun 1776, yang diambil dari dokumen Belanda kuno, menunjukkan bahwa Gunung Dieng pernah mengalami letusan dahsyat di masa lalu.

5. Masuk Kawasan Rawan Bencana

Dataran Tinggi Dieng terbagi menjadi tiga kawasan rawan bencana. Kawasan Rawan Bencana III merupakan area yang berpotensi menghasilkan gas beracun, hujan lumpur, dan aliran lumpur, termasuk daerah sekitar Kawah Timbang, Telaga Nila, dan Sumur Jalatunda. Karena risiko gas beracun yang bisa keluar kapan saja, penduduk tidak diperbolehkan tinggal di kawasan ini.

Kawasan Rawan Bencana II adalah area yang berpotensi terkena lontaran batu, hujan lumpur, dan aliran lahar. Termasuk di sini adalah lereng barat daya Kawah Timbang, bagian utara Kawah Sinila, dan bagian timur Sumur Jalatunda. Sekitar 10.000 jiwa tinggal di kawasan rawan bencana ini.

Kawasan Rawan Bencana I adalah area yang diperkirakan akan menjadi perluasan dari Kawasan Rawan Bencana II jika terjadi letusan yang cukup besar. Kawasan ini termasuk tiga dusun di Desa Sumberejo dan Kota Kecamatan Batur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

12 Wisata Malang yang Murah untuk Keluarga, Ada Pantai hingga Kebun Teh


Malang

Malang adalah salah satu provinsi yang banyak dituju oleh wisatawan. Sebab, Malang menyajikan berbagai wisata menarik untuk dikunjungi.

Beberapa wisatanya cocok untuk didatangi bersama keluarga dengan harga yang murah. Apa saja? Simak beberapa rekomendasi wisatanya berikut ini.

Wisata Malang Murah untuk Keluarga

Ada banyak wisata malang yang murah untuk dikunjungi bersama keluarga. Mulai dari pantai, alun-alun, hingga kebun teh.


1. Pantai Balekambang

Balekambang merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Di sini terdapat Pura Amertha Jati yang berada di pulau karang dan kerap disebut mirip Tanah Lot di Bali.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau karang yang bernama Pulau Ismoyo tersebut harus menyeberangi jembatan sepanjang 70 meter. Menurut laman resmi Pemkot Malang, akses jalan menuju pantai mulus dan wisatawan akan disuguhi pemandangan pepohonan rindang serta udara yang sejuk.

Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
Harga tiket: Rp 20.000
Jam operasional: 24 jam

2. Alun-alun Kota Malang

Alun-alun Malang adalah salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Menurut buku Cintaku Tertambat di Kota Malang oleh Muslimin dan Kalista, ada dua alun-alun di kota Malang, yaitu Alun-alun Merdeka dan Alun alun Bunder.

Di alun-alun Merdeka terdapat air mancur menari, area skateboard, playground, masjid jami’, jalur sepeda hingga jalur pejalan kaki yang rapi. Semenara di Alun-alun bunder yang lokasinya tak jauh dengan alun-alun merdeka terdapat Monumen Tugu dan Balai Kota Malang

Lokasi:

Alun-alun Merdeka: Jalan Merdeka Selatan, Kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur
Alun-alun Bunder:Jalan Tugu, Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hanya berjarak 700 meter dari Alun-alun Merdeka.
Harga Tiket: Gratis
Jam operasional: 24 jam

3. Kampung Warna-warni

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Sesuai warnanya, kampung warna warni memiliki rumah-rumah yang dicat dengan aneka warna. Rumah-rumahnya terlihat indah dan menjunjung nilai seni.

Kamu bisa berfoto di spot-spotnya yang menarik. Menurut laman pemprov Malang, kampung warna-warni kini dikenal semakin luas. Sehingga, banyak wisatawan domestik hingga mancanegara berdatangan.

Lokasi:Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur
Harga Tiket: Rp 3.000
Jam operasional: 07.00-18.00 WIB

4. Pantai Batu Bengkung

Salah satu wisata Pantai di Malang Selaan ini menawarkan keunikan berupa adanya kolam alami di bibir pantai. Mengutip laman Kabupaten Malang, dinamakan Batu Bengkung disebabkan karena pada bibir pantai terdapat batu melengkung

Pemandangan pantai yang menawan dapat dilihat dari atas bukit. Terlihat pula pantai terpisah dengan bukit karang serta bebatuan yang dipadu dengan pasir putih agak kecoklatan.

Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
Harga Tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 24 jam

5. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (7/12/2023).Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (7/12/2023). Foto: Weka Kanaka/detikcom

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki luas mencapai 50.276,3 hektare.
Mengutip laman Kabupaten Malang, taman ini memiliki pohon-pohon besar dan berusia ratusan tahun seperti cemara gunung, jamuju, edelweis, dan berbagai jenis anggrek serta rumput langka.

Adapun satwa langka yang dilindungi di antaranya luwak, rusa, kera ekor panjang, kijang, hingga elang bondol. Dari rute Malang, traveler yang mau hiking di Bromo bisa menikmati keindahan lautan pasir yang begitu panjang.

Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
Harga tiket: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
Jam operasional: 24 jam

6. Hutan Pinus Semeru

Hutan Pinus Semeru berada di bawah kaki Gunung Semeru, sehingga udaranya begitu sejuk. Suguhan pohon pinusnya masih begitu alami.

Mengutip laman instagramnya, Hutan Pinus Semeru menyediakan beragam spot foto dengan pemandangan yang Indah. Tempat ini dikelola oleh warga dusun Sumber Putih Wajar.

Lokasi: Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang
Harga Tiket: Rp 5.000
Jam Operasional: 24 jam

7. Taman Langit

Di Taman Langit, wisatawan bisa berfoto bertemakan negeri dongeng. Menurut salah satu laman agen travel, destinasi ini berada di kawasan Gunung Banyak di ketinggian 1.315 mdpl.

Traveler bisa mendapatkan pemandangan indah dari ketinggian. Ada banyak spot foto yang disediakan untuk wisatawan. Hawanya begitu sejuk dan juga dingin.

Lokasi: Jl. Gunung Banyak, Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Harga tiket masuk: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-23.00

8. Goa Pinus Pujon

Pada awalnya hutan pinus ini adalah bekas penambangan pasir. Berkat kreativitas pengelolanya, jadilah kawasan wisata yang menarik dikunjungi.

Gua-gua yang terdapat di kawasan ini adalah buatan. Namun di dalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit seperti gua alami. Adapun beberapa spot yang bisa dinikmati di antaranya pemandangan dari atas bukit, rumah papua, dan rumah kayu.

Lokasi: Gunungѕаrі, Bumіаjі, Kota Bаtu, Prоvіnѕі Jаwа Tіmur
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-17.30.

9. Wisata Agro Wonosari

tidak perlu jauh datang keluar kota untuk bisa menuju puncak pegunungan. cukup ke Agrowisata Kebun Teh Wonosaritidak perlu jauh datang keluar kota untuk bisa menuju puncak pegunungan. cukup ke Agrowisata Kebun Teh Wonosari Foto: detik

Melihat instagram resminya, ada banyak spot cantik yang dapat dijadikan tempat berfoto. Mulai dari kebun tehnya, jembatan kayu hingga di depan tulisan WONOSARI dengan latar pegunungan, hingga pabrik teh.

Kebut teh ini merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selain berfoto-foto ada juga ATV yang bisa dinaiki untuk mengelilingi kebun teh.

Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
Harga tiket: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
Jam operasional: 06.00-17.00 WIB.

10. Pantai Tiga Warna

pantai tiga warna malangpantai tiga warna malang Foto: Hailani Masita/d’Traveler

Pantai Tiga Warna adalah kawasan rehabilitasi dan konservasi terumbu karang, mangrove dan hutan lindung. Menurut laman Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, pantai ini mempunyai warna air yang berbeda-beda, yaitu biru, hijau, dan coklat.

Ombak pantai cukup tenang dan memang menjadi spot snorkeling di Malang. Pantai ini berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup)

11. Taman Kunang-kunang

Menurut laman Pemkot Malang, bentuk Taman Kunang-kunang terinspirasi dari indahnya kunang-kunang. Taman ini diresmikan pada bulan April 2015.

Traveler disarankan untuk datang di malam hari. Sebab, ada banyak lampu yang menghiasi seluruh sudut taman. Di sini terdapat fasilitas perpustakaan untuk wisatawan.

Lokasi: Jalan Jakarta Oro-Oro Dowo, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 24 jam

12. Monumen Juang 45 Malang

Monumen Juang 45 cocok untuk didatangi untuk kamu dan keluarga yang suka sejarah. Tempat ini hanya berjarak 750 meter dari Stasiun Malang.

Monumen yang ada memiliki makna mengenai perlawanan rakyat Malang saat mempertahankan kemerdekaan.

Lokasi: Jalan Kertanegara, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Harga tiket: Gratis
Jam Operasional: Setiap hari dari 09.00-17.00 WIB

Itulah 10 wisata Malang yang murah untuk keluarga. Semoga liburanmu menyenangkan ya.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Ini 10 Tempat Wisata Keluarga di Batu yang Asyik dan Menarik


Jakarta

Kota Batu, Jawa Timur menjadi salah satu destinasi wisata favorit bagi masyarakat di Jawa Timur. Apalagi, menjelang libur Lebaran jumlah wisatawan yang berkunjung ke Batu bisa membeludak.

Sebab, ada sejumlah tempat wisata keluarga di Batu yang wajib dikunjungi. Bahkan beberapa tempat wisata sudah sangat terkenal dan selalu ramai didatangi saat libur Lebaran atau sekolah.

Penasaran, apa saja tempat wisata keluarga di Batu yang pas untuk seru-seruan? Simak daftarnya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Keluarga di Batu

Kota Batu cukup dekat dari sejumlah kota besar di sekitarnya, seperti Surabaya dan Malang. Jika detikers bosan berwisata ke tempat yang itu-itu saja, cobalah berkunjung ke Batu.

Jangan khawatir, detikTravel telah merangkum sejumlah tempat wisata keluarga di Batu yang asyik dan menarik. Simak di bawah ini yuk!

1. Museum Angkut

Rekomendasi yang pertama ada Museum Angkut. Tempat wisata yang satu ini sudah sangat populer di telinga masyarakat, sebab ada berbagai aktivitas seru yang bisa dilakukan di sini.

Sesuai namanya, Museum Angkut menampilkan beragam koleksi kendaraan, mulai dari mobil klasik sampai yang menyimpan sejarah penting bagi Indonesia.

Salah satunya yang menarik perhatian adalah mobil dinas milik Presiden Sukarno, yaitu Chrysler Windsor Deluxe lansiran 1952.

Lalu ada juga berbagai pertunjukan yang memukau pengunjung, di antaranya Man On Fire, Vehicle Live Action, serta Cars and Costume Parade.

  • Lokasi: Jl. Terusan Sultan Agung Nomor 2, Ngaglik, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: Rp 100.000-Rp120.000/orang.

2. Taman Langit

Tempat wisata berikutnya adalah Taman Langit. Di sini, detikers akan disuguhkan berbagai spot foto dengan tema negeri dongeng.

Selain itu, tempat ini juga terkenal akan ‘Cahaya Cakra Manusia’ yang dipresentasikan oleh sosok bidadari seperti dua patung perempuan bersayap yang ada di dalam lokasi wisata.

Selain itu, Taman Langit juga menghadirkan patung-patung lain dengan beragam bentuk, mulai dari angsa, sarang burung, garuda, singa, dan masih banyak lagi.

  • Lokasi: Jl. Gunung Banyak, Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.

3. Goa Pinus Pujon

Tempat ini awalnya merupakan bekas penambangan pasir. Namun, kreatifitas dari pihak pengelola berhasil mengubah tempat ini menjadi wisata yang menarik untuk dikunjungi, baik bersama teman-teman ataupun keluarga.

Untuk masuk ke dalam Goa Pinus Pujon harus hati-hati, sebab goa ini hanya memiliki tinggi sekitar 1 meter saja. Jadi, travelers harus sedikit membungkuk ketika berjalan.

  • Lokasi: Gunungѕаrі, Bumіаjі, Kota Bаtu, Prоvіnѕі Jаwа Tіmur.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.

4. Batu Night Spectacular (BNS)

Tempat wisata berikutnya adalah Batu Night Spectacular atau disingkat BNS. Di sini, kamu bisa seru-seruan bareng anggota keluarga dengan bermain di sejumlah wahana.

Selain itu, ada juga sejumlah spot foto menarik di BNS, mulai dari balon udara hingga replika tempat dari film atau suatu negara. Contohnya ada spot foto Menara Eiffel Prancis atau kereta ala film Cinderella.

  • Lokasi: Jalan Hayam Wuruk No.1, Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Kota Batu.
  • Harga tiket masuk: Rp 35.000-Rp 40.000/orang.

5. Batu Love Garden

Apakah kamu suka ke tempat yang penuh dengan pemandangan alam dan kebun? Jika iya, coba datang ke Batu Love Garden (Baloga). Di sini, travelers bisa melihat ratusan jenis bunga yang tumbuh di dalam taman bunga indoor.

Selain itu, di Baloga juga terdapat berbagai wahana outdoor, mulai dari wahana menaiki unta, taman bermain anak, go kart, hingga memetik sayur dan buah.

  • Lokasi: Jalan Raya Pandanrejo Nomor 91, Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
  • Harga tiket masuk: Rp 60.000-Rp80.000/orang.

6. Jatim Park 1

Kurang lengkap rasanya kalo ke Kota Batu namun tak sempat berkunjung ke Jatim Park 1. Tempat wisata ini cocok banget untuk keluarga karena ada banyak wahana menarik dan edukatif.

Kalau ingin seru-seruan bareng teman, di Jatim Park 1 juga ada wahana roller coaster ekstrim yang memacu adrenalin. Bagi si kecil yang penasaran akan ilmu pengetahuan, destinasi wisata ini juga menghadirkan museum science.

  • Lokasi: Jl. Kartika No.2, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 100.000/orang.

7. Jatim Park 2

Tak puas hanya ke Jatim Park 1? Ajak sekeluarga untuk berkunjung ke Jatim Park 2. Tempat yang satu ini masih tergabung dalam Jatim Park Group, kok. Hanya saja, Jatim Park 2 menawarkan konsep yang berbeda.

Di Jatim Park 2 mengusung konsep kebun binatang yang terdapat banyak koleksi hewan dari berbagai negara yang bisa dilihat. Lalu, ada juga sejumlah koleksi fosil hewan purba yang dipamerkan di sini.

So, Jatim Park 2 lebih cocok bagi detikers yang mengajak anak-anak karena bisa jalan-jalan sambil memberikan pengetahuan.

  • Lokasi: Jl. Raya Oro-Oro Ombo No.9, Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga Tiket: mulai dari Rp 140.000/orang.

8. Jatim Park 3

Jatim Park 3 merupakan tempat wisata terbaru yang dibuat oleh Jatim Park Group. Tempat wisata ini mengusung tema yang lebih unik lagi karena bertemakan dinosaurus. Maka dari itu, Jatim Park 3 sering disebut sebagai Dino Park.

Ada banyak wahana seru yang hadir di sini, mulai dari Dino Park dengan nuansa Timur Tengah hingga Ice Age yang identik dengan zaman es purba. Uniknya, di Jatim Park 3 juga menghadirkan wahana Fun Tech yang bertemakan masa depan.

  • Lokasi: Jl. Ir. Soekarno No.144, Beji, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga Tiket: mulai dari Rp 70.000/orang.

9. Coban Talun

Tempat wisata berikutnya adalah Coban Talun. Di tempat ini detikers bakal dimanjakan dengan air terjun yang tinggi dan indah sekali.

Dahulu, Coban Talun hanyalah air terjun pada umumnya. Namun seiring waktu tempat ini mulai dikembangkan oleh pihak pengelola menjadi objek wisata. Bahkan, travelers bisa menginap di tempat ini, lho.

  • Lokasi: Dusun Wonorejo, Desa Tulungrejo, Bumiaji, Kota Wisata Batu.
  • Harga tiket masuk: Rp 10.000/orang.

10. Alun-alun Kota Batu

Destinasi wisata yang terakhir adalah Alun-alun Kota Batu. Tempat ini sangat cocok untuk kamu yang ingin mencicipi berbagai kuliner lezat dan mengenyangkan.

Alun-alun ini kerap dijuluki sebagai ‘Pasar Laron’ karena tempat ini selalu ramai dikunjungi wisatawan yang ingin membeli jajanan. Agar tidak antre terlalu lama, disarankan datang sejak pukul 17.00.

Tenang saja, tempat ini tidak dipatok tiket masuk alias gratis. Hanya saja, siapkan uang untuk parkir bagi travelers yang membawa kendaraan pribadi.

  • Lokasi: Jalan Diponegoro, Sisir, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur.
  • Harga tiket masuk: gratis.

Itu dia 10 tempat wisata keluarga di Batu yang asyik dan menarik untuk dikunjungi. Jadi, siapa yang nggak sabar untuk datang ke salah satu tempat wisata di atas?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Sabana Tersembunyi di Pantai Baros, Ijo-ijonya Menyegarkan Mata



Yogyakarta

Sabana Pantai Baros yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta kini sedang hijau-hijaunya. Padang rumput yang mengarah langsung ke Sungai Opak itu menjadi lokasi yang pas untuk berpiknik atau mendirikan tenda.

Butuh waktu sekitar satu jam dari pusat jantung kota Jogja menuju lokasi itu. Aksesnya mudah, namun harus melewati jalan setapak dengan kiri kanan kebun warga yang belum beraspal. Traveler yang hendak datang ke lokasi ini bisa menggunakan kendaraan motor maupun mobil. Pada aplikasi maps cukup ketikkan Sabana Pantai Baros.

Setibanya di area parkir, traveler cukup membayar sebesar Rp 2.000, kemudian berjalan sebentar sekitar 100 meter menuju area sabana. Sepanjang jalan, traveler akan menjumpai banyak burung kuntul bertengger di atas pohon. Pohon tersebut menjadi habitat alami burung yang masih satu spesies dengan bangau.


“Itu (burung kuntul) emang habitatnya disini, dulu burung migran trus beranak pinak akhirnya jadi banyak di sini,” kata Burham, penjaga Sabana dan Camping Ground Pantai Baros.

Burung Kuntul setiap hari menghiasi pemandangan Pantai Baros. Pada sekitar Maret jumlahnya lebih banyak karena kedatangan burung migrasi lainnya.

Cukup dengan mata telanjang traveler bisa menikmati keindahan ratusan burung kuntul dari area Sabana Pantai Baros. Jika ingin mengabadikannya, siapkan kamera drone untuk bisa melihatnya lebih jelas dari atas.

Memasuki area sabana, traveler akan disambut dengan sepetak warung milik Burham. Di sini traveler akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Kemudian, berjalan sebentar melintasi jembatan kayu yang sudah sedikit lapuk.

“Iya ini masih swadaya pribadi, pengelolanya saya sendiri juga. Ditarik tiket masuk karena butuh dana untuk kebersihan, perawatan jembatan, apalagi kalo abis banjir gitu banyak sampah, saya sendiri yang bersihkan,” kata Burham

Sejauh mata memandang terhampar padang rumput yang menghijau. Di depannya langsung mengarah ke Sungai Opak. Lokasi ini kerap digunakan sebagai camping ground oleh wisatawan, atau sekadar berpiknik ria. Traveler juga bisa berenang di tepian sungai.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan di sini adalah memancing alam liar. Saat dikunjungi detikTravel, banyak pemancing yang sedang bersantai menunggu kailnya dimakan para penghuni Sungai Opak.

Tak jauh dari area sabana, terdapat konservasi hutan magrove. Hutan itulah menjadi pagar alami untuk mencegah abrasi pantai. Biasanya beberapa komunitas maupun mahasiswa kerap mengadakan kegiatan tanam magrove pada area tersebut.

Burham menuturkan, meski tak seramai pantai selatan lainnya, Baros memiliki ciri khasnya sendiri yang berdampingan dengan Sungai Opak. Area nya yang masih sedikit tersembunyi juga sangat cocok dinikmati oleh traveler yang ingin mencari ketenangan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menyingkap 5 Keunikan Dataran Tinggi Dieng: Negeri Para Dewa



Jakarta

Plato atau dataran tinggi Dieng, yang berada di Jawa Tengah, memiliki pesona alam dan budaya yang luar biasa. Selain itu, kawasan ini juga menyimpan bahaya.

Dieng diapit oleh jajaran perbukitan di sisi utara dan selatan. Perbukitan itu berasal dari aktivitas vulkanik yang sama dan disebut Pegunungan Dieng yang berada di antara kompleks Puncak Rogojembangan di sebelah barat dan pasangan Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing di sisi timur.

Bagi wisatawan, Dieng adalah salah satu destinasi wisata yang wajib masuk wishlist. Lokasinya mudah dijangkau, mempunyai sunrise indah, juga danau yang menawan. Selain itu, makanan di kawasan itu enak.


Berikut 5 fakta tentang dataran tinggi Dieng:

1. Tempatnya pada Dewa Bersemayam

Dieng berasal dari bahasa Jawa Kawi, Di “tempat atau gunung” dan Hyang yang berarti “Dewa/Dewi/leluhur”. Artinya secara harfiah, Dihyang merupakan berarti pegunungan tempat para leluhur atau persemayaman para dewa.

Dalam sebuah prasasti ditemukan bahwa di dataran tinggi Dieng, orang Jawa Kuno telah tinggal dan menggunakan wilayah tersebut sebagai tempat ibadah. Prasasti Gunung Wule yang berasal dari tahun 861 Masehi mencatat instruksi kepada seseorang untuk menjaga bangunan suci di area yang disebut Dihyang.

2. Desa Tertinggi di Pulau Jawa

Dieng diketahui memiliki desa tertinggi di Pulau Jawa. Namanya Desa Sembungan, yang terletak di ketinggian 2306 meter di atas permukaan laut.

Desa Sembungan memiliki jumlah penduduk sekitar 1300 jiwa. Desa ini juga dipercaya sebagai desa induk di kawasan Dieng.

3. Embun Es Dieng

Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Ardhasena Sopaheluwakan menjelaskan fenomena embus es (frost) di Dieng merupakan salah satu aspek cuaca yang istimewa. Sampai-sampai menyita perhatian serius bagi kalangan ilmuwan, praktisi cuaca, dan masyarakat.

“Cuaca dan iklim merupakan bagian dari kehidupan kita sehari-hari, dan peristiwa-peristiwa ekstrim seperti embun es (frost) memiliki dampak yang signifikan pada berbagai sektor kehidupan,” kata Ardhasena dalam seminar ilmiah bertajuk ‘Mengenal Fenomena Embun Es Dieng: Kemunculan dan Dampaknya’ beberapa waktu lalu.

Fenomena embun es muncul saat suhu udara sangat dingin dan embun yang terkondensasi membeku. Akibatnya, lapisan es yang muncul akan menutupi tumbuhan dan permukaan tanah.

Fenomena embun es berlangsung pada periode waktu terbatas, terutama saat musim kemarau (Juni – Oktober). Walaupun Indonesia merupakan negara tropis dengan iklim hangat (warm climate), frost dapat terjadi pada wilayah dataran tinggi apabila beberapa kondisi cuaca terpenuhi.

4. Berada di Dua Kabupaten

Banyak yang mengira Dieng tak hanya berada di Kabupaten Wonosobo. Namun, sebenarnya kawasan dataran tinggi Dieng merupakan sebuah daerah yang berada di dua wilayah, yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Bahkan, kebanyakan destinasi wisata berada di Kabupaten Banjarnegara.

5. Anak Bajang

Dieng tak hanya kaya dengan kekayaan alam dan pemandangan alam yang memukau. Namun terdapat satu ritual unik yang sudah terkenal, namanya ruwat rambut gimbal. Sebagai bentuk rangkaian upacara pembebasan seorang dari hukuman atau kutukan.

Anak bajang adalah anak yang memiliki rambut gimbal alami. Dipercaya anak-anak ini adalah keturunan leluhur Dieng, yaitu Kyai Kolodete. Dengan ruwat rambut gimbal, rambut anak bajang akan dipotong dengan berbagai ritualnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiket Main Ski dan Salju Diskon Jadi Rp 70 Ribu di Trans Snow World Bekasi



Bekasi

Siapa bilang ngabuburit harus selalu di tempat yang itu-itu saja? Bagi kamu yang mencari pengalaman seru di bulan Ramadan, jangan lewatkan kesempatan untuk double date sambil bermain ski dan salju di Trans Snow World Bekasi!.

Tempat ini tidak hanya menawarkan keseruan dalam bermain salju, tetapi juga menyajikan pengalaman yang berbeda dari biasanya. Dengan harga tiket spesial hanya Rp 70.000 untuk hari kerja, kamu dan pasangan bisa menikmati berbagai wahana seru di Trans Snow World Bekasi.

Bayangkan, kamu bisa merasakan sensasi bermain ski di bawah salju buatan, mengitari snow park dengan menggunakan chairlift, atau bahkan meluncur dengan snow tube!


Promo ini berlaku khusus di hari weekday hingga tanggal 7 April 2024, jadi pastikan untuk segera merencanakan double date seru kamu sebelum waktu berakhir.
Jangan sia-siakan momen berharga ini untuk menciptakan kenangan manis bersama pasangan, keluarga, atau teman-teman tercinta.

Yuk, segera beli tiketmu sekarang juga di website resmi Trans Entertainment dan jadikan akhir pekanmu lebih berkesan dengan petualangan seru di Trans Snow World Bekasi!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Cocok Banget untuk Museum Date: Museum Pasifika



Badung

Traveler bisa museum date saat jalan-jalan di Badung, Bali. Yakni, di Museum Pasifika.

Museum Pasifika merupakan salah satu museum yang menyimpan dan menampilkan karya para maestro kondang di berbagai belahan dunia. Mulai dari maestro lokal hingga internasional.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

“Pertama, pasti banyak yang penasaran sebenarnya museum ini tentang apa sih, kadang ada yang mikir tentang laut. Nah sebenarnya, Museum Pasifika ini adalah museum untuk karya seni dari Asia Pasifik, seperti lukisan dan patung,” kata Laksmi.

Penasaran dengan kisah Museum Pasifika komplit dengan daya tariknya. Berikut informasi menarik yang wajib traveler simak mengenai Museum Pasifika.

Tentang Museum Pasifika

Museum Pasifika, yang terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali, yaitu Popo Danes.

Dengan visi yang ambisius, Museum Pasifika memadukan seni dari wilayah Pasifik dan Asia di bawah satu atap. Museum yang satu ini memiliki visi untuk menjadi museum kelas internasional.


Museum Pasifika di Badung, BaliMuseum Pasifika di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Misi Museum Pasifika berfokus pada beberapa aspek, pertama museum ini ingin menjadi internasional tourism attraction, bahkan sudah memboyong gelar Best of The Best kategori museum dari TripAdvisor tahun 2022 dan 2023.

Misi kedua berfokus pada pendidikan, terutama pada aspek edukasi seni. Dan terakhir berfokus pada budaya. Museum Pasifika melestarikan karya seni yang hampir punah, bahkan Laksmi mengaku pihaknya membeli kembali karya seni yang sudah dilelang di luar negeri.

Sejak awal pembukaannya, museum ini telah menjadi rumah bagi ratusan koleksi seni, menyelenggarakan berbagai acara dan pameran untuk mempromosikan keanekaragaman budaya Bali kepada mata internasional.

Daya Tarik Museum Pasifika

Berkunjung ke museum akan membawa traveler bak menjelajahi masa lalu. Lewat berbagai karya seni lukisan dan patung dengan gaya khas setiap negara. Kalau di Museum Pasifika, traveler bisa menemukan banyak daya tarik dan keunikannya, berikut ringkasan dari detikTravel.

1. Memiliki 11 Ruangan

Museum Pasifika memiliki 8 paviliun dan 11 ruang exhibition dengan tema dan konsep yang berbeda-beda. Mulai dari ruangan I adalah Indonesian room, ruangan II Italian room, ruangan III Dutch room, ruangan IV French room, ruangan V Indo-European room, ruangan VI art exhibition KTT G20 Summit, ruang VII Indochina room, ruangan VIII adalah Asia room, ruangan IX Vanuatu Pacific room, ruangan X Polynesia room, dan terakhir ruangan XI adalah exhibition room.

2. Simpan Karya Raden Saleh

Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang menyimpan karya Raden Saleh asli terbanyak.

“Dengan bangga kita menyebut kalau Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang memiliki karya Raden Saleh banyak. Total ada enam karya. Sebanyak lima karya dipajang di ruangan I dan satu karya di ruangan IV,” ujar Laksmi.

3. Punya 1200 Karya Seni

Museum Pasifika yang sudah berdiri sejak 2006 ternyata menyimpan sekitar 1200 karya. Namun karya yang dipajang dan ditunjukkan kepada pengunjung hanya sekitar 600 karya.

Terdiri dari karya seni lukisan, patung, dan benda-benda antik lainnya. Karya seni yang ada adalah karya dari 150 seniman yang berasal dari 30 negara. Beberapa pelukis terkenal yang karyanya ada di Museum Pasifika adalah Paul Gauguin, Raden Saleh, dan Le Mayeur.

4. Memecahkan Rekor MURI, Lukisan Kisah Ramayana Terbesar

Tahun 2024, Museum Pasifika baru saja mendapatkan sertifikat dari MURI. Museum satu ini memiliki lukisan Ramayana terbesar di Indonesia. Berukuran 6m x 4m dan merupakan karya dari I Gusti Ketut Kobot.

5. Ada Audio Guide

Kalau traveler mau berkeliling museum sambil mengetahui cerita dari masing-masing ruangan dan karya. Berbeda dari museum pada umumnya yang menggunakan penjelasan berupa tulisan. Museum Pasifika memiliki audio guide yang bisa menemani traveler saat berkeliling museum.

Traveler hanya perlu memindai qr code yang ada di depan ruangan atau pada masing-masing karya. Nanti akan muncul rekaman suara yang berisi cerita karya. Menarik ya, dijamin nggak akan bosen!

6. Banyak Spot Foto Estetik

Nggak cuma menyimpan karya seni dari Asia dan Pasifik, museum satu ini juga memiliki banyak spot foto estetik. Setiap sudutnya estetik dan instagramable. Traveler bisa menggunakan lukisan-lukisan yang ada sebagai latar belakang foto, terutama lukisan berukuran 6m x 4m.

Aktivitas Menarik di Museum Pasifika

Berkunjung ke Museum Pasifika, traveler dijamin nggak akan bosen. Banyak aktivitas yang bisa dicoba, dijamin bikin betah deh!

1. Berkeliling Museum

Aktivitas utama dan wajib traveler lakukan ketika berkunjung adalah berkeliling museum. Traveler bisa mengunjungi 11 ruangan, ditemani dengan audio guide. Laksmi menyebut, dengan adanya audio guide membuat pengunjung nggak akan bosan saat berkeliling museum.

2. Lomba Menggambar

Saat detikTravel menyambangi Museum Pasifika, terdapat ratusan anak sekolah yang sedang melaksanakan lomba menggambar. Menurut Laksmi, ini merupakan salah satu bentuk implementasi misi Museum Pasifika dalam bidang pendidikan.

3. Kelas Membatik dan Melukis

Kalau ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda, traveler bisa mencoba beberapa kelas, seperti kelas membatik, melukis, dan lainnya. Untuk mencoba kelas ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 450.000/orang.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk
Museum Pasifika memiliki lokasi yang strategis, tepatnya di Komplek Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Museum Pasifika berlokasi tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar, sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan. Jika traveler berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai yang hanya berjarak 13 kilometer, hanya akan memakan waktu sekitar 23 menit.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Harga tiket yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai Rp 10 ribu untuk pelajar, Rp 100 ribu untuk wisatawan internasional, dan Rp 70 ribu untuk wisatawan domestik.

Sebagai museum kelas internasional, fasilitas yang ditawarkan oleh Museum Pasifika juga nggak kalah lengkap. Ada garden dengan kapasitas event 500 orang, kafe, toilet, tempat parkir, dan lainnya.

Laksmi menyebut pengelola museum juga sering mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo, boleh berkunjung ke akun media sosial Instagram @museumpasifika.

Untuk traveler yang ingin museum date atau mencoba berwisata, Museum Pasifika sip banget untuk jadi destinasi yang wajib traveler kunjungi. Ingat patuhi aturan yang ada ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Romantic Dinner Bonus Panorama Sunset di GWK, di Sini Tempatnya



Jakarta – Di Bali Selatan, khususnya di areal GWK ada restoran yang estetik. Keistimewaan lainnya, resto ini mempunyai panorama Bali dan sunset yang cantik menawan.

Bagi traveler yang sedang berlibur di Bali Selatan, wajib untuk coba ke Jendela Bali Restaurant. Dari luar, resto ini sudah bernuansa sangat khas Bali.

Sesuai dengan namanya, Jendela Bali Restaurant menghadirkan pengalaman bersantap sambil menyaksikan pemandangan Bali Selatan. Keindahan panorama Bali selatan akan terlihat indah dan magis.

Memasuki area restoran, traveler akan langsung disambut dengan pemandangan Bali Selatan yang membuat semua pengunjung berdecak kagum. Hamparan pepohonan, lautan, dan bandara bisa traveler saksikan dari sini. Semakin menawan ketika matahari tenggelam di ufuk barat.

Jendela Bali Restaurant memiliki ruangan semi outdoor, traveler bisa memilih area indoor maupun outdoor. Namun, tempat favorit pengunjung adalah di deck yang mendapatkan bonus view Bali Selatan, komplit dengan view bandara.

Di malam hari, restoran ini juga nggak kalah cantik, traveler bisa menyaksikan keindahan pemandangan city light, sambil romantic dinner. Cantik menawan!

Jendela Bali Restaurant di GWK Culture ParkJendela Bali Restaurant di GWK Culture Park (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Jendela Bali menawarkan menu autentik khas Indonesia yang dikemas dengan sentuhan restoran bintang lima. Cita rasa masakan yang disajikan juga kaya akan bumbu dan rempah, siap menggoyang lidah traveler.

Menu makanan Indonesia di Jendela Bali Restaurant yang menjadi favorit dan wajib traveler coba adalah Ayam Bumbu Rajang, Ikan Woku Kemangi, Nasi Goreng Suna Cekuh, Bebek Goreng Krispi, dan juga Sop Iga.

Harga menu di Jendela Bali berkisar antara Rp 48.000 hingga Rp 168.000 untuk makanan dan Rp 25.000 hingga Rp 138.000 untuk minuman.

Jendela Bali Restaurant berlokasi di Jalan Raya Uluwatu, Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, tepat berada di lingkungan Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Restoran ini buka setiap hari, mulai pukul 09.00 – 21.30 WITA. Oke banget untuk romantic dinner!

Tenang saja, walaupun berlokasi di areal GWK Cultural Park, traveler tidak perlu membeli tiket masuk GWK untuk mengunjungi Jendela Bali Restaurant. Traveler juga bisa menggunakan shuttle bus dari gerbang utama ke lokasi restoran. Shuttle bus ini tidak dipungut biaya alias gratis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Diskon Sampai 7 April, Main Salju di Trans Snow World Bintaro Cuma Rp 90 Ribu



Tangerang Selatan

Ngabuburit sambil bermain salju di Trans Snow World Bintaro bisa menjadi pilihan seru untuk menghabiskan waktu bersama teman dan pasangan. Bayangkan, kamu bisa merasakan sensasi salju di tengah cuaca tropis tanpa harus meninggalkan kota!

Di Trans Snow World Bintaro, kamu dan pasangan bisa menjadwalkan double date yang tak terlupakan. Rasakan kebersamaan dan serunya bermain salju sambil menikmati suasana romantis bersama orang terkasih.

Tak hanya itu, berbagai wahana seru juga siap menantimu di sana. Mulai dari merasakan sensasi bermain ski, meluncur dengan snow tube, hingga mengelilingi snow park menggunakan chairlift. Aktivitas-aktivitas seru ini akan membuat ngabuburitmu semakin berkesan.


Harga tiket untuk weekday di Trans Snow World Bintaro juga sangat terjangkau, hanya Rp90.000 saja. Dengan harga segitu, kamu bisa merasakan sensasi salju sepuasnya dan menikmati berbagai wahana yang ditawarkan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk merasakan sensasi bermain salju di Trans Snow World Bintaro dengan harga spesial ini.

Promo ini hanya berlaku hingga 7 April 2024. Segera beli tiketmu sekarang juga melalui website resmi Trans Entertainment di https://www.transentertainment.com/ dan pastikan kamu siap untuk menghabiskan waktu yang menyenangkan di Trans Snow World Bintaro bersama orang-orang terdekatmu!

Pesan tiketnya di sini!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com