Nasib Malang Wisata Puncak Siosar: Dulu Terkenal, Kini Terlantar



Karo

Objek wisata Puncak Siosar di Karo viral. Dulu wisata ini terkenal, namun kini malah terlantar. Seperti apa ceritanya?

Video terbengkalainya Puncak Siosar menyebar viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat perosotan berwarna yang menjadi ikon wisata di sana kini ditumbuhi rumput liar.

Selain itu, fasilitas umum di lokasi tersebut juga tampak tak terawat dengan dipenuhi semak belukar.


Terkait terlantarnya wisata Puncak Siosar, Kadis Pariwisata Karo Munar Ginting mengakui adanya pengurangan pengunjung di objek wisata tersebut sejak akhir 2023 lalu.

“Memang sekarang pengunjung berkurang yang berwisata ke Siosar. Udah sejak dari akhir 2023 lalu,” ungkap Munar, Kamis (25/4) lalu.

Munar menyebut, merosotnya pengunjung ke Puncak Siosar lantaran penetapan harga yang makin mahal, mulai dari makanan hingga spot foto, yang membuat pengunjung harus merogoh kocek cukup dalam.

“Setiap wahana dan spot foto bagi anak-anak ataupun orang tua dia buat berbayar lagi oleh si pengusaha. Namun, saya ada dapat informasi mereka semena-mena, sesuka hati bahkan membuat harga makanan di luar perkiraan,” tuturnya.

Terkait itu, Munar mengakui sudah mencoba menghubungi pihak pengelola, namun belum mendapatkan respons positif. Namun begitu, ia turut merencanakan untuk melakukan diskusi untuk membangun kembali kejayaan wisata di Puncak Siosar ini.

“Kemarin juga saya sudah diingati oleh Bu Bupati agar menegur pengelola agar tidak membuat harga sesuka hati. Saat pengunjung ramai, mereka buat harga sesuka hatinya,” ucapnya.

“Namun ketika saya hubungi wakil pengelolanya belum bisa dihubungi, akhirnya terus makin menurun. Saya juga punya rencana untuk mencari waktu berdiskusi (dengan pengelola),” imbuh Munar.

“Kita sebagai pemerintah daerah dan juga fasilitator mengupayakan sektor pariwisata bertumbuh yang dulu stasionernya Berastagi, Siosar, kemudian Gajah Bobok. Ini saya lihat Siosar sudah mulai terlelap ini, kita ingin juga ini harus bangkit ini,” tutupnya.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Big Garden Corner Punya Restoran dengan View Kebun dan Patung Raksasa



Denpasar

Big Garden Corner mempunyai beragam wahana dan spot foto. Salah satu yang menarik adalah restoran dengan view kebun cantik dan patung-patung berukuran raksasa.

Berdiri sejak 2016, Big Garden Corner mulanya adalah gallery art stone yang disulap menjadi destinasi berkonsep eco park wisata. Big Garden Corner memiliki lokasi yang strategis berada dekat dengan Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya, di Jl. Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Eddy Mustofa, corporate manager, menjelaskan Big Garden Corner memiliki banyak daya tarik yang siap menyambut traveler. Big Garden Corner cocok untuk destinasi wisata keluarga yang menyajikan banyak wahana ramah anak.

“Daya tarik sendiri, kita membuat Big Garden Corner menjadi area wisata keluarga seperti wahana playground dan waterpark. Kita juga memiliki beberapa space area garden yang cocok untuk acara seperti ulang tahun dan gathering,” kata Eddy.

Sebagai wisata keluarga, Big Garden Corner memberikan paket komplit kepada pengunjung. Wahana dan spot foto dapat dengan mudah traveler temukan di sini. Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa bersantap dan ngopi cantik di restoran.

Big Garden Corner BaliMakan makin asyik dengan view serba hijau dan patung raksasa di Big Garden Corner Bali. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Big Garden Corner memiliki dua restoran berkonsep semi outdoor lengkap dengan pemandangan kebun cantik.

Dari luar, restoran itu tampak menggunakan konsep alami dengan sentuhan kayu dan atap jerami. Saat masuk, traveler akan disambut ramah oleh pengelola restoran. Ada beberapa tempat duduk yang menghadap langsung ke kebun cantik dan patung raksasa.

Restoran di Big Garden Corner menawarkan berbagai menu pilihan, baik menu nusantara maupun western. Eddy menyebut semua menu yang ditawarkan adalah menu halal, jadi traveler tak perlu khawatir.

Jika bersantap di sini, traveler wajib mencicipi menu andalan yaitu Crispy Duck. Perpaduan kelezatan antara bumbu yang medok dan bebek yang crispy siap menggoyangkan lidah. Dengan harga menu berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu.

Traveler yang ingin menggelar perayaan hari spasial, bisa reservasi di restoran ini. Big Garden Corner menerima reservasi untuk berbagai kegiatan seperti gathering, ulang tahun, arisan, dan lain-lain.

Bagi traveler yang sedang atau berencana berwisata untuk mengisi long weekend nanti, Big Garden Corner ini bisa menjadi pilihan untuk singgah. Karena dalam satu tempat, traveler bisa mendapatkan tempat berwahana, spot foto, dan bersantap. Komplit banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

9 Destinasi di Desa Wisata Mangunan, Bikin Betah!



Jakarta

Masuk dalam daftar 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu, Desa Wisata Mangunan memiliki beragam destinasi yang menarik untuk masuk ke daftar rencana liburanmu. Apa saja sih?

Desa Mangunan terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dulu, area ini bukan apa-apa, tidak dikelola dengan baik dengan kawasan hutannya yang sebagian besar tandus.

Akhirnya, sejak munculnya Kebun Buah Mangunan, desa itu mulai dilirik wisatawan, terutama setelah spot ‘negeri di atas awan’ populer.


Mulai tahun 2008, desa tersebut dikembangkan atas kolaborasi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono bersama pemerintah terkait. Hingga kemudian, pada 9 Maret 2014 desa itu dibentuk menjadi Desa Wisata Kakilangit yang merupakan unit kerja dari Organisasi KKLPMD Pedukuhan Mangunan.

Yuk, simak pilihan destinasi wisata di Mangunan yang bisa melengkapi daftar rencana liburanmu!

1. Kebun Buah Mangunan

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama viewnya sebagai destinasi unggulan. Desa ini pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu. Melihat kesuksesannya, bagaimana kilas balik Mangunan akhirnya berdiri sebagai desa wisata?Kebun Buah Mangunan (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Menjadi pelopor terbentuknya desa Mangunan sebagai desa wisata, kebun buah yang satu ini tidak bisa dilewatkan. Dengan luas hampir 24,5 hektar terdapat bermacam buah yang dapat dipetik dan dibeli langsung oleh pengunjung.

Selain buah, terdapat pula puncak panorama view yang kerap disebut sebagai negeri di atas awan milik Jogja. Di sana traveler bisa berburu sunrise dan lautan awan di pagi hari. Harga tiket masuknya sebesar Rp 7.000 dan buka setiap hari mulai pukul 05.00-17.00.

2. Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan di Bantul, YogyakartaHutan pinus Mangunan di Bantul, Yogyakarta Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menawarkan pemandangan alam yang indah dan hijau berpadu dengan udara sejuk sangat cocok untuk destinasi ketika penat dan butuh healing. Hutan Pinus Mangunan memiliki banyak pohon pinus yang tinggi dan rindang. Ternyata, dulu lokasi ini adalah kawasan hutan yang tandus, loh.

Terdapat aneka pepohonan mulai dari mahoni, kayu putih, akasia, hingga pinus sebagai daya tarik utama. Dengan fasilitas mulai dari tempat parkir luas, toilet, mushola, hingga warung makan dan minum, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per orangnya. Tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Disarankan ketika berkunjung ke lokasi ini adalah saat pagi hari, ketika udara sedang sejuk dan belum begitu ramai.

3. Seribu Batu Songgo Langit (Rumah Hobbit)

Destinasi ini terdapat beberapa spot foto menarik yang bisa menjadi pilihan. Kumpulan batu-batu indah, gardu pandang, bebatuan besar, pepohonan yang asri nan rimbun, hingga Rumah Hobbit sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya berfoto, di sini traveler bisa mencoba memacu adrenalin dengan menjajal flying fox nya dengan harga Rp 15.000 per orang. Untuk menuju rumah Hobbit pengunjung akan diarahkan untuk melewati jembatan jomblo. Lagi dan lagi sayang jika tidak diabadikan dengan kamera.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 pengunjung dapat menikmati destinasi wisata yang satu ini. Untuk tarif parkir sendiri dibandrol seharga Rp 2.000 bagi sepeda motor, mobil Rp 5.000, dan Rp 20.000 untuk bus.

4. Puncak Becici

Puncak BeciciPuncak Becici di Mangunan, Bantul Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Keindahan hutan pinus terpotret jelas di Puncak Becici. Destinasi ini menjadi populer karena sempat menjadi persinggahan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama pada Juni 2017 silam. Puncak Becici beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Traveler bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari berfoto di spot selfie, camping, outbond, piknik, family gathering, naik jeep wisata, bahkan berburu matahari senja. Untuk harga tiket masuk mulai dasri Rp 2.000 saja per orang.

5. Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger YogyakartaHutan Pinus Pengger Yogyakarta (Bayu Fitri/d’Traveler)

Masih di kawasan hutan pinus, lokasi ini tidak jauh berbeda dari hutan pinus di kawasan Mangunan lainnya. Menjadikannya berbeda dengan hadirnya beberapa spot foto instagrammable berlatarkan panorama view alam yang membentang luas.

Beberapa spot foto yang tersedia dan menjadi favorit wisatawan adalah Panca Wara berupa tangan raksasa. Susunan kayu yang menghadap ke atas di ujung tebing ini menjadikan angle yang cocok untuk diabadikan.

Ada pula jembatan pinus pengger hingga lubang raksasa. Pinus Pengger buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Untuk masuk pengunjung dikenai biaya Rp 3.000 saja per orang.

6. Watu Goyang

Destinasi ini diberi nama secara harfiah karena dulunya ada bongkahan batu di puncak yang apabila didorong atau disentuh batu tersebut bisa bergoyang. Keberadaan batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Daya tarik lainnya dari Watu Goyang adalah adanya beberapa gardu pandang dengan spot foto berbeda.

Masuk ke lokasi ini cukup membayar parkir motor Rp 3.000 dan mobil Rp 7.000 dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Selain menawarkan panorama alam, di lokasi ini traveler bisa membeli tanaman atau bunga yang tersedia dengan variasi harga mulai dari Rp 10.000

7. Bukit Mojo Gumelem

Satu yang menjadi bukit ini unik adalah adanya spot foto sarang burung raksasa yang ikonik. Selain itu ada pula gardu pandang dengan bentuk bunga matahari. Seluas mata memandang dapat dilihat barisan bukit seribu dan Sungai Oyo dari Bukit Mojo Gumelem.

Lokasi ini buka setiap hari selama 24 jam alias tidak memiliki jam buka tutup. Untuk masuk ke areanya pun belum ada tarif biayanya,

8. Tebing Watu Mabur

Masih dengan mengagumi keindahan barisan bukit seribu dan sungai Oyo, lokasi ini menjadi tempat melepas stress yang oke sekali. Fasilitas yang disediakan berupa spot foto menarik, kawasan perkemahan, toilet, mushola, dan warung makan minum.

Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar Rp 2.000 per orang. Beberapa spot foto akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk spot jalan raya atau landasan pacu. Parkir motor seharga Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000

9. Bukit Panguk Kediwung

Bukit Panguk KediwungBukit Panguk Kediwung, Mangunan, Bantul, Yogyakarta (Muhammad Iqbal/d’Traveler)

Magnet pengunjungnya adalah keindahan pemandangan alam. Sama seperti destinasi wisata lainnya, terdapat beberapa spot foto gardu pandang yang disediakan pengelola.

Lokasi ini juga cocok untuk menikmati terbit dan tenggelamnya matahari. Lautan awan di pagi hari tampak megah bersama dengan indahnya warga orange sang surya saat terbenam. Biaya masuknya adalah Rp 3.000 dan parkir Rp 2.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Keranjang Bali Tempat Belanja Oleh-oleh dengan Bangunan Unik nan Estetik


Badung

Pergi liburan kurang afdal rasanya jika pulang dengan tangan kosong, termasuk saat berlibur ke Bali. Tak perlu bingung, sekarang pulau dewata memiliki spot berburu oleh-oleh baru yang unik.

Tempat berbelanja oleh-oleh baru nan unik di pulau dewata itu namanya The Keranjang Bali. Di sini, traveler bisa menjumpai beragam oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Uniknya lagi, bahkan sampai disorot media asing, adalah fasad bangunan The Keranjang Bali. Dari penampakannya, bangunan itu benar-benar bak keranjang raksasa. Bangunan itu pun tampak menonjol di antara bangunan lain di Kuta.

The Keranjang Bali beroperasi sejak 2019. Bangunan empat lantai itu memilah kebutuhan traveler dalam beragam area tematik. The Keranjang Bali dengan slogan #BaliDalamSatuKeranjang berharap bisa menyuguhkan atmosfer Bali melalui pengalaman tematisasi dan menampilkan produk-produk unggulan UMKM.

“Slogan #BalidalamSatuKeranjang ini bermakna bahwa untuk pengunjung yang ingin merasakan budaya dan vibes Bali tapi lagi nggak bisa kemana-mana. Pengunjung bisa datang ke The Keranjang. Karena di sini pengunjung bisa merasakan banyak experience sekaligus belanja oleh-oleh khas Bali,” kata Digital Marketing Manager The Keranjang Bali, Maul.

Sesuai juga dengan taglinenya yaitu #SurgaBaruOleh-OlehBali, The Keranjang Bali seolah ingin menyediakan surga belanja oleh-oleh bagi wisatawan.

“Nah sesuai dengan taglinenya, #SurgaBaruOleh-OlehBali. The Keranjang Bali itu dianggap sebagai surganya bagi para pengunjung yang mau mencari berbagai oleh-oleh khas Bali. Karena semua ada di sini dan kita juga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jadi seperti wajah baru di Bali,” ujar Maul.

Di antaranya, konsep experience unik, mulai dari spot foto tematik, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya.


Daya tarik yang disuguhkan The Keranjang Bali:

Berikut sederet hal menarik yang bisa traveler temui saat menyambangi The Keranjang Bali.

1. Fasad yang Ciamik

The Keranjang BaliThe Keranjang Bali (The Keranjang Bali)

Sampai di lokasi, traveler akan langsung disuguhkan dengan pemandangan fasad yang unik. Keranjang raksasa ini memiliki panjang 15,4 meter dan lebar 58 meter.

Berbentuk keranjang raksasa, komplit dengan motif Karang Boma khas Bali. Karang Boma, yang berasal dari legenda Bomantara, diyakini memiliki kemampuan untuk mengatasi energi negatif dan bencana.

Karena bentuknya yang ciamik, tak jarang bangunan ini mencuri perhatian setiap orang yang melewatinya. Bahkan, bentuk keranjang raksasa ini menjadi magnet untuk menarik pengunjung masuk ke dalamnya.

2. Ada T-shirt Unik Solar Active!

Sebagai pusat oleh-oleh terlengkap di Bali, The Keranjang Bali menyuguhkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Traveler dapat menemukan makanan, minuman, baju, kue dan masih banyak lagi. The Keranjang Bali juga menjual produk UMKM Bali sehingga dengan berbelanja di sini akan membantu UMKM untuk terus berkembang.

Traveler yang mencari oleh-oleh unik, The Keranjang Bali memiliki satu produk andalan yaitu kaos Solar Active dengan motif Barong yang dapat berubah warna saat terkena sinar matahari. Baju barong khas Bali pun ada, komplit dengan pie susu yang dipanggang langsung di sini sehingga traveler bisa melihat proses pembuatannya.

“Jadi produk Solar Active ini viral karena unik. Motifnya khas Bali yaitu motif barong tapi motifnya berubah warna kalau kena sinar matahari. Terus kita ada produk glow in the dark juga. Ini sip untuk oleh-oleh yang unik,” kata Maul.

Tak perlu khawatir kantong bolong saat berbelanja di sini. Semua produk yang ada di The Keranjang Bali memiliki harga yang terjangkau loh!

3. Spot Foto Instagramable

The Keranjangn BaliJembatan Antun-Antun di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Selain sebagai pusat oleh-oleh khas Bali, The Keranjang juga menghadirkan banyak spot foto estetik khusus untuk wisatawan yang suka foto nih.

Bahkan, Maul menyebut hampir setiap sudut di The Keranjang Bali sip untuk berfoto. Namun, ada beberapa spot foto yang wajib traveler coba, yaitu Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Sawah Gadang Purnama.

4. Punya Lantai Khusus Experience Pengunjung

Jika biasanya toko oleh-oleh hanya menyajikan ratusan etalase. Berbeda dengan The Keranjang Bali yang menggabungkan konsep “One Stop Shopping” dengan “One Stop Experience” dalam satu bangunan.

Di lantai empat keranjang raksasa ini traveler akan menemukan tempat khusus untuk mendapatkan experience yang luar biasa. Traveler dapat menikmati berbagai area tematik yang membawa atmosfer Bali, mulai dari Lorong Sloka, Pasar Jimbaran, Lovina, hingga suasana Monkey Forest dapat traveler temukan di sini. Unik ya!

Aktivitas Menarik di The Keranjang Bali

Nggak cuma berburu oleh-oleh khas Bali. Di The Keranjang Bali traveler juga bisa mencoba berbagai aktivitas menarik. Berikut beberapa aktivitas yang bisa traveler coba di The Keranjang Bali.

1. Sewa Pakaian Adat Bali

The Keranjangn BaliTraveler bisa menyewa pakaian adat Bali di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mencoba menggunakan pakaian adat Bali adalah salah satu hal yang wajib traveler coba saat berkunjung ke Bali. Di keranjang raksasa ini traveler bisa mencoba pengalaman tersebut.

Cukup dengan membayar mulai dari Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 50 ribu untuk dewasa traveler sudah bisa satu stel pakaian adat Bali sekaligus berfoto di beberapa spot foto.

2. Main Gamelan Khas Bali

Satu lagi aktivitas yang identik dengan budaya Bali, yaitu memainkan gamelan khas Bali. Di lantai empat traveler bisa menemukan satu bagian yang menyajikan berbagai macam gamelan khas Bali.

Mulai dari rindik, gangsa, kendang, jublag, dan masih banyak lagi. Bahkan para pengunjung diperkenankan untuk mencoba memainkan gamelan tersebut. Seru banget deh!

3. Membuat Gerabah

The Keranjangn BaliTraveler bisa membuat gerabah di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Ingin aktivitas lain? Traveler bisa mencoba aktivitas melukis gerabah. Cukup membayar mulai dari Rp 10 ribu/orang traveler sudah bisa melukis langsung di atas gerabah tanah liat.

Lokasi dan Jam Operasional The Keranjang Bali

Keranjang raksasa ini berlokasi tak jauh dari Bandara Ngurah Rai, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Hanya berjarak sekitar 3 kilometer atau sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai.

The Keranjang Bali buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Maul menyebut, rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengeksplor The Keranjang Bali.

The Keranjang Bali juga kerap mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo bisa mengunjungi akun media sosial mereka, @thekeranjangbali.

Nah sudah tau kan ada apa aja di keranjang raksasa ini? Buat traveler yang masih bingung mau berburu oleh-oleh dimana? Cobain deh ke The Keranjang Bali, nggak cuma lengkap tapi banyak aktivitas menarik juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Desa Jawa Barat Ini Bangun Patung Gatotkaca, Ini Cerita di Baliknya



Jakarta

Salah satu desa di Jawa Barat membangun patung tokoh wayang Gatotkaca. Apa cerita di baliknya?

Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri. Di mana ikon desa itu memilih tokoh wayang yakni Gatotkaca sebagai ikon daerahnya.

Patung Gatotkaca berukuran cukup besar pun berdiri kokoh di tengah-tengah persimpangan jalan raya antara Cisontrol ke arah Tambaksari dan Rancah. Lokasinya sekitar 10 meter dari Kantor Desa Cisontrol.


Banyak pengendara yang melintas penasaran dengan keberadaan patung Gatotkaca itu. Selain bentuknya yang unik dan menarik, warga juga penasaran kenapa ada patung wayang Gatotkaca tersebut.

Ada beberapa pertanyaan yang terlontar, apakah di wilayah ini ada cerita urban tentang tokoh pewayangan? Atau Desa Cisontrol menjadi sentra pembuatan wayang? Dan sejumlah pertanyaan lainnya.

Kepala Desa Cisontrol Yoyo Waryo pun menjelaskan keberadaan patung Gatotkaca yang sudah menjadi ikon desa itu. Patung Gatotkaca dibangun di tahun 1998 atau di akhir masa orde baru.

Pada waktu itu, sedang diadakan lomba desa untuk menampilkan keunggulan setiap masing-masing desa. Desa Cisontrol meski berada di wilayah yang jauh dari perkotaan Ciamis pun ingin menunjukkan keunggulannya.

Namun pada saat itu Cisontrol belum memiliki ikon yang dapat dikenal luas. Akhirnya setelah melakukan musyawarah akhirnya tercetus untuk membuat ikon patung wayang Gatotkaca.

Selain Cepot dan Dawala, salah satu tokoh pewayangan yang paling populer adalah Gatotkaca. Namun dari filosofinya, Gatotkaca memiliki karakter yang kuat dan tak tertandingi. Sedangkan Cepot dan Dawala digambarkan sebagai sosok yang humor.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com

Sisa-sisa Peradaban Sunda Kuno yang Ditemukan Belanda di Sukabumi



Sukabumi

Sisa-sisa peradaban Sunda Kuno ternyata ditemukan oleh orang Belanda di Sukabumi. Bagaimana kisah penemuannya?

Lokasi penemuan peradaban Sunda masa lampau itu berada di Kampung Salak Datar, Desa Cimaja, Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi. Lokasinya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Dari hasil penelusuran sejarah, area itu pertama kali ditemukan oleh seorang peneliti Belanda bernama Hasskarl di tahun 1842.


“Lokasi Salak Datar pertama kali dilaporkan oleh Hasskarl tahun 1842. la melaporkan adanya bangunan Punden berundak di Salak Datar. Penelitian lebih lanjut terhadap Megalit Salak Datar tercatat adanya susunan batu di tengah sawah terdiri dari monolit berhias dakon, sejumlah menhir, dan batu datar,” kata Eldi, Tim Ahli Cagar Budaya (TACG) Kabupaten Sukabumi.

Penelitian Hasskarl kemudian berlanjut, sejumlah peneliti asal Belanda kembali mendalami situs tinggalan budaya tersebut.

Bahkan hingga kini, sejumlah peneliti dengan berbagai latar belakang dan berasal dari berbagai negara masih rajin mendatangi lokasi tersebut.

“Penelitian dilanjutkan oleh Vordeman (1885), N.J. Krom (1914), Puslit Arkenas (1977), dan beberapa peneliti lain baik dari peneliti asing, pemerintah, swasta, dan univeritas yang dilakukan di Lokasi Salak Datar hingga saat ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, lokasi Salak Datar merupakan lokasi dengan ciri tradisi Megalitik. Tradisi ini berkembang pada Masa Prasejarah Periode Perundagian, yaitu sekitar awal tarikh masehi,” beber Eldi.

Sejak September 2023 kawasan itupun ditetapkan sebagai kawasan Cagar Budaya dan keberadaannya dilindungi oleh Undang-undang.

Secara fungsi, Eldi merinci berbagai temuan di kawasan itu, setiap situs bebatuan memiliki arti dan fungsi yang memang mirip dengan situs tetinggal di masa lampau lainnya.

“Lokasi Salak Datar difungsikan sebagai tempat ritual pengagungan arwah leluhur pada masa lalu. Hal itu dibuktikan dengan tinggalan-tinggalan megalitik yang tersebar di lokasi. Seperti ditemukannya menhir dan batu datar menyerupai lantai yang saling berkaitan, dimana pada masa lalu dipergunakan untuk tempat pertemuan atau pengagungan terhadap arwah leluhur, itu catatan ahli cagar budaya dari lokasi,” ungkap Eldi.

“Letak Lokasi Salak Datar juga dekat dengan sumber air, berjarak sekitar 4 meter. Air merupakan komponen penting dalam tradisi megalitik, karena fungsi air digunakan sebagai kegiatan bersuci untuk mendukung upacara ritual pemujaan dalam tradisi megalitik,” sambungnya.

Situs Salak Datar di Desa Cimaja, lokasinya tersembunyi diantara permukman warga dan area perbukitan kawasan TNG Halimun-SalakSitus Salak Datar di Desa Cimaja, Sukabumi Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Nurdin Maulana (48), juru kunci Situs Salak Datar mengatakan ia meneruskan almarhum ayahnya Abah Kosih (72) yang juga juga kunci kawasan tersebut

“Saya meneruskan almarhum ayah saya, sejak beliau meninggal dunia 10 bulan silam. Saya menjalankan amanat atau wasiat dari almarhum untuk menjadi juru kunci di sini,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan peninggalan Situs Salak Datar berasal sejak zaman Sunda Wiwitan, lokasi itu kerap ramai pengunjung ketika memasuki bulan (kalender jawa) Muharam, Sapar dan Mulud.

“Biasanya yang datang ke sini tujuannya ziarah, silatuurahmi menelusuri jejak sesepuh dahulu. Muharam, Sapar dan Mulud di bulan biasa juga suka aja ada yang datang kadang satu orang dua orang seminggu,” kata Nurdin.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

11 Destinasi Wisata Labuan Bajo yang Wajib Kamu Kunjungi


Jakarta

Labuan Bajo merupakan salah satu kelurahan yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Beberapa orang mengatakan Labuan Bajo merupakan gerbang menuju Pulau Komodo dan gugusan pulau di dalamnya yang menyimpan keindahan alam menakjubkan dan hewan purba yang cuma ada di Indonesia yaitu Komodo.

Nah buat kamu yang sudah bersiap-siap menyambangi ‘sepetak surga di Indonesia Timur’ ini, beberapa destinasi wisata di Labuan Bajo berikut ini mungkin bisa jadi pilihan.


Destinasi Wisata di Labuan Bajo

Selain komodo sebagai salah satu ikon wisata andalannya, ada beberapa destinasi wisata lain di Labuan Bajo yang sayang dilewatkan. Simak daftarnya:

1. Melihat Komodo, Hewan Prasejarah yang Cuma Ada di Indonesia

Wisatawan menikmati keindahan alam Taman Nasional Komodo dari atas bukit Gili laba, Labuan Bajo, Flores, Beberapa waktu lalu. Taman nasional komodo yang telah terpilih menjadi new 7 wonder selain menyajikan alam yang sangat indah juga memiliki hewan khas komodo yang mendiami Pulau rinca dan Pulau Komodo.Wisatawan menikmati keindahan alam Taman Nasional Komodo dari atas bukit Gili laba, Labuan Bajo, Flores. Foto: Agung Pambudhy

Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan ketika pergi ke Labuan Bajo adalah ingin melihat komodo yaitu kadal yang masih hidup sejak zaman pra sejarah hingga saat ini.

Hewan ini cuma ada di Indonesia lho. Untuk bertemu dengan hewan eksotis ini, kamu perlu berlayar menuju Taman Nasional Komodo.

Kamu bisa berlayar menggunakan speedboat, kapal, atau bahkan kapal phinisi mewah untuk mencapai Taman Nasional Komodo.

Tak hanya di Taman Nasional Komodo, satwa prasejarah ini juga masih ditemui di pulau sekitar Labuan Bajo seperti Pulau Rinca, Pulau Padar, Pulau Nusa Kode, dan Pulau Montang.

2. Bermalam di Desa Tertinggi Wae Rebo

Desa Adat Wae Rebo, Menyaksikan Pesona Wisata Negeri DiatasDesa Adat Wae Rebo. Foto: detik

Wae Rebo merupakan salah satu desa adat di Flores yang letaknya berada di 1200 meter di atas permukaan laut. Tak heran jika desa ini merupakan salah satu desa tertinggi di Indonesia.

Tempat ini menawarkan pemandangan alam dan desa yang mengagumkan serta kearifan lokal dari Suku Manggarai yang menghuni desa ini.

Saat berwisata di sini, kamu bisa tinggal selama beberapa hari di rumah adat Wae Rebo yang bentuknya sangat unik. Kamu juga akan banyak belajar tentang budaya yang unik dari Suku Manggarai.

3. Menikmati Pemandangan Unik Sawah Lingko

Keindahan selanjutnya yang bisa kamu nikmati Ketika berkunjung ke Labuan Bajo adalah pemandangan ciamik dan unik dari Sawah Lingko yang berbentuk jaring laba-laba.

Hamparan sawah yang membentuk jaring laba-laba raksasa menjadi daya tarik utama dari Sawah Lingko. Sawah ini terletak di Desa Cancar, Kabupaten Manggarai.

Bentuknya yang unik tidak dibuat dengan sembarangan, hal tersebut didasarkan pada nilai-nilai budaya yang dipegang oleh masyarakat setempat.

Kamu bisa berkunjung ke Sawah Lingko bila mengikuti Open Trip Labuan Bajo. Kamu akan menikmati pemandangan alam yang unik dan melihat pengelolaan pertanian yang masih tradisional dari masyarakat di Sawah Lingko.

4. Menikmati Keindahan Pantai Pink yang Eksotis

Pasir Pink yang sangat indah di Pink Beach Labuan Bajo.Pasir Pink yang sangat indah di Pink Beach Labuan Bajo. Foto: Jesslyn Evania Yoshe Kwan

Seperti namanya, pantai ini begitu unik dengan hamparan pasir yang berwarna merah muda. Pantai yang terletak di Pulau Komodo ini menjadi salah satu dari tujuh pantai pink yang ada di dunia lho.

Tak hanya permukaan pantainya yang cantik, kamu juga bisa menikmati keindahan bawah lautnya yang juga menawan dengan melakukan snorkeling atau diving.

Kamu akan melihat keindahan bawah laut yang begitu kaya seperti ikan-ikan, terumbu karang, dan biota laut lainnya.

5. Pesona Puncak Gili Lawa yang Mengagumkan

gili lawa di labuan bajoGili Lawa di Labuan Bajo. Foto: Pradikta Kusuma/d’Traveler

Pulau Gili Lawa merupakan salah satu pulau dengan view tercantik yang ada di gugusan Pulau Komodo. Sebuah pulau kecil cantik tak berpenghuni ini terletak di utara Pulau Komodo dan menghadap Laut Flores.

Untuk menikmati pemandangan yang mengagumkan di Gili Lawa, kamu perlu melakukan trekking sekitar setengah hingga satu jam sampai puncak di perbukitan Gili Lawa.

Sesampainya di sana, rasa letih akan terbayarkan dengan melihat pemandangan hamparan rumput perbukitan serta laut Flores yang begitu indah.

Tetapi tenang saja, buat kamu yang malas trekking, Pulau Gili Lawa juga bisa kamu nikmati keindahan alam bawah lautnya dengan snorkeling atau diving,

6. Snorkeling di Pulau Cantik Manjarite

Labuan Bajo Hari PertamaPulau Manjarite, Labuan Bajo. Foto: (Ahmad Masaul Khoiri/detikcom)

Selanjutnya terdapat tempat snorkeling terbaik yang ada di Labuan Bajo yaitu Pulau Manjarite. Pulau ini berjarak sekitar satu jam dari Labuan Bajo.

Dengan pasir putih yang halus, air laut yang begitu jernih, perairan yang tidak begitu dalam serta ombak yang tenang, pulau Manjarite menjadi spot snorkeling yang sempurna dan menjadi favorit wisatawan.

Di bawah lautnya, kamu akan melihat keindahan alam bersama ikan warna-warni dan terumbu karang yang tak terjamah.

7. Menjelajahi Indahnya Pulau Kanawa

Pulau KanawaPulau Kanawa Foto: Bayu Fitri Hutami/d’Traveler

Pulau Kanawa merupakan salah satu pulau tercantik pada gugusan pulau di sekitar Labuan Bajo. Kondisinya yang begitu sepi dan menenangkan, membuatmu bagaikan menikmati pulau pribadi yang begitu indah.

Di sini kamu bisa melakukan beberapa kegiatan seperti menyelam dan fotografi di bawah air, relaksasi di bibir pantai yang menenangkan, melihat sunrise atau golden sunset yang begitu memukau, hingga hiking perbukitan yang ada di Pulau Kanawa.

8. Menelusuri Jejak Komodo di Pulau Rinca

Komodo merupakan hewan endemik yang hanya ada di Indonesia khususnya Di Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Di Pulau Rinca terdapat 1200 ekor komodo. Untuk melihat komodo disana kita berkeliling pulang dengan ditemani oleh ranger. Di Pulau ini juga  terdapat kerbau dan rusa sebagai makanan komodo.Melihat komodo di Pulau Rinca. Foto: Agung Pambudhy

Komodo tidak hanya ditemui di Pulau Komodo saja. Pulau Rinca yang ada di sekitar Labuan Bajo juga merupakan habitat asli dari hewan purba ini. Bahkan di sana ditemukan lebih dari 1000 ekor komodo yang masih hidup.

Kemudian yang menarik adalah pulau ini dijadikan alternatif bagi para turis yang ingin melihat kehidupan komodo.

Setelah kebijakan baru ditetapkan, tiket masuk Taman Nasional Komodo naik berkali-kali lipat menjadi Rp 3.750.000 untuk alasan konservasi komodo.

Sementara di Pulau Rinca, dengan harga tiket masuk sebesar Rp 50.000 saja, kamu juga sudah bisa melihat kehidupan hewan prasejarah ini. Bahkan bisa lebih murah jika kamu membeli paket wisata yang disediakan di sana.

9. Menikmati Sunset di Bukit Sylvia

Bukit Sylvia di Labuan BajoBukit Sylvia di Labuan Bajo Foto: (Syanti/detikcom)

Satu lagi bukit menawan untuk menikmati pemandangan Labuan Bajo yaitu Bukit Cinta atau dikenal dengan nama Bukit Sylvia.

Penamaan bukit ini didasarkan pada nama hotel yang mencakup Kawasan ini yaitu Sylvia Resort. Awalnya memang bukit ini hanya diperkenankan untuk tamu hotel, tapi kini siapapun bisa menyambangi bukit Sylvia untuk melihat panorama indah Labuan Bajo.

Bahkan dengan pemandangan yang begitu cantik, bukit ini tidak memiliki tarif biaya masuknya. Jalan menuju bukitnya juga bisa dengan mudah kamu lalui dengan berjalan kaki.

10. Merasakan Kesegaran Air Terjun Cunca Wulang

Air Terjun Cunca WulangAir Terjun Cunca Wulang. Foto: detik

Siapa bilang di Labuan Bajo cuma ada pantai? Di sini juga menyimpan keindahan alam berupa Air Terjun Bernama Cunca Wulang. Karena keindahannya, air terjun ini sering disebut dengan Green Canyon dari timur Indonesia.

Di sana kamu akan menikmati kesegaran air berwarna biru bening dari Air Terjun Cunca Wulang. Lebih serunya, kamu juga bisa melakukan aksi-aksi yang memacu adrenalin dengan melompat dari tebing-tebing indah yang ada di sana.

11. Melihat Kearifan Budaya Kampung Compang To’e Melo

Selain keindahan alamnya yang memukau, Labuan Bajo juga menyimpan kekayaan budaya yang perlu kamu lihat. Salah satu destinasi wisata budaya di Labuan bajo adalah Kampung Compang To’e Melo atau Kampung Melo.

Kamu bisa menyaksikan tarian sambutan dari masyarakat Kampung Melo jika berkunjung ke sini. Selain itu, terdapat minuman tradisional yaitu tuak yang menjadi daya tarik tersendiri dari budaya Kampung Melo.

Lokasinya juga memiliki pemandangan yang indah karena terletak di ketinggian. Kamu akan merasakan hawa segar pegunungan sekaligus kehangatan karena sambutan ramah dari masyarakat Kampung Compang To’e Melo.

Nah itu dia beberapa destinasi wisata Labuan Bajo yang wajib kamu kunjungi. Selamat berpetualang.

(inf/inf)



Sumber : travel.detik.com

Ada yang Panas, Ada yang Dingin



Sibolangit

Ada sebuah keajaiban alam di Sibolangit, Sumatera Utara. Di sana, ada sungai dengan dua rasa air. Ada yang panas, ada juga yang dingin.

Kecamatan Sibolangit di Sumatera Utara terkenal akan wisata alamnya yang menakjubkan. Selain Air Terjun Dua Warna, Sibolangit juga mempunyai Sungai Dua Rasa yang unik.

Bagi traveler yang menyukai kegiatan mandi-mandi sambil menyaksikan pemandangan alam yang indah, Sungai Dua Rasa adalah pilihan yang tepat. Hangat dan dinginnya sungai ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan.


Lokasi dan Cara Menuju ke Sungai Dua Rasa

Sungai Dua Rasa terletak di Negeri Gugung, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler bisa menggunakan kendaraan roda dua, karena jalur menuju sungai ini masih sempit dan sulit dilalui kendaraan roda empat.

Perjalanan menuju sungai ini dapat ditempuh selama 3-4 jam dari Kota Medan. Sebelum bisa benar-benar sampai ke sungainya, traveler perlu trekking selama 15 menit.

Jangan khawatir, pengelola sudah menyediakan jembatan untuk memudahkan pengunjung hingga sampai ke tepi sungai. Di tepi sungai, traveler dapat melihat pepohonan dengan akar yang besar.

Pohon-pohon rindang juga memberikan suasana sejuk di sekitar sungai. Begitu sampai di sungai ini, traveler akan betah dan rasanya tak mau pulang.

Jam Buka dan Harga Tiket Sungai Dua Rasa

Wisata Sungai Dua Rasa buka setiap hari selama 24 jam. Bagi traveler yang ingin berkunjung ke sungai ini dikenakan biaya sebesar Rp 10 ribu. Jika ingin menikmati pemandiannya, dikenakan lagi biaya sebesar Rp 5 ribu.

Daya Tarik Sungai Dua Rasa

Sesuai dengan namanya, sungai ini memiliki dua sensasi rasa yang berbeda, yaitu panas dan dingin. Aliran air panas berasal dari mata air panas Siburak dan air dinginnya berasal dari aliran Sungai Lau Jabi.

Selain keunikan suhunya, sungai ini juga memiliki warna biru tosca yang menarik dipandang mata. Hal ini dikarenakan sungai sudah tercampur belerang dari pegunungan.

Aliran sungai ini juga tidak pernah keruh, karena selalu memiliki bebatuan di setiap alirannya. Di sisi sungai yang panas, bebatuan tampak terlihat putih karena kandungan mineral yang tinggi.

Suhunya yang panas membuat para wisatawan bahkan dapat memasak telur dan mie. Pemandangan di sekitar sungai ini juga turut menjadi perhatian wisatawan. Unik sekali!

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Kembang, Sejarah, Lokasi, dan Cara Menuju Pasar Bunga Rawa Belong



Jakarta

Pasar bunga Rawa belong menjadi salah satu pasar yang bukan hanya digandrungi oleh pembeli bunga, tetapi juga pemburu konten. Cek informasi terkini tentang pasar itu.

Dengan luas lahan mencapai 1,3 ha pasar bunga Rawa Belong, yang berada di Jakarta Barat, menjadi tempat berjualan 600 pedagang bunga. Pasar itu bahkan disebut-sebut sebagai pasar bunga terbesar se-Asia Tenggara lho!

Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut informasi di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta.


Sejarah Pasar Bunga Rawa Belong

Sebelum menjadi pasar, daerah itu memiliki tanah yang subur dikarenakan lokasinya yang dekat dengan Kali Pesanggrahan. Daerah tersebut sangat cocok untuk digunakan bercocok tanam bunga anggrek sehingga banyak masyarakat yang menanam anggrek di sini lalu menjualnya.

Kegiatan jual beli anggrek di daerah tersebut pun sukses dan kian ramai pembeli hingga membuat ruas jalan sangat padat. Akhirnya, para pedagang direlokasikan ke suatu tempat, namun penjualan cenderung menurun dan pedagang kembali berjualan di tepi jalan lagi.

Penjualan bunga anggrek kian ramai hingga Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin menyorotnya. Kemudian, dibangun los pasar untuk para pedagang berjualan. Namun seiring berjalannya waktu lahan yang semula digunakan untuk bercocok tanam anggrek semakin berkurang karena tergusur oleh pembangunan yang pesat terjadi di Jakarta.

Akhirnya para pedagang anggrek banting setir dan menjual bunga-bunga utuh. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan dari petani berbagai daerah seperti Bogor, Bandung, Malang, dan sebagainya.

Penjualan bunga utuh kian melesat dan semakin banyak penjual yg akhirnya menjual berbagai jenis bunga batang. Akhirnya pada tahun 1989-1990 Pemprov DKI membangun kembali pasar yang kini menjadi Pasar Bunga Rawa Belong. Pada tahun 2007 Pasar Bunga Rawa Belong memiliki dua bangunan. Pembangunan dan pengembangan bangunan terus berlanjut seiring berjalannya waktu hingga akhirnya Pasar Bunga Rawa Belong menyabet gelar sebagai Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara.

Lokasi Pasar Rawa Belong

Pasar Bunga Rawa Belong berada di Jalan Sulaiman No.56, Kebon Jeruk, kota Jakarta Barat.

Pasar itu memiliki dua bangunan yang terbagi atas 3 blok yakni blok A, B, dan C. Pada bangunan bagian Utara terdapat blok A dan B. Pada bagian ini traveler bisa menemukan penjual berbagai jenis bunga, buket bunga, dan papan ucapan.

Adapun, pada bangunan bagian selatan ditemukan berbagai penjual kebutuhan dekorasi seperti pot bunga, lampu hias, janur kuning, hingga ronce melati. Pada bagian selatan juga ditemukan beberapa penjual bunga tabur, air bunga, dan kendi tanah liat yang kerap digunakan dalam prosesi adat dan pemakaman.

Jam Buka

Pasar ini bisa dikatakan tidak pernah tidur, hal ini dikarenakan pasar ini buka 24 jam. Namun dapat dicatat, waktu tepat mengunjungi pasar ini ialah dini hari atau sepagi mungkin dikarenakan banyak bunga baru yang berdatangan di Pasar ini pada tengah malam terutama pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jika mengunjungi pasar ini pada waktu yang tepat bunga yang tersedia jauh lebih segar dan beragam.

Akses Transportasi Umum di Pasar Rawa Belong

Untuk menuju Pasar Rawa Belong, traveler bisa menggunakan kendaraan umum dengan cara berikut.

1. TransJakarta

Terdapat dua halte terdekat di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong. Jika traveler berasal dari arah Kebon Jeruk traveler bisa turun di Halte Kelapa Dua Sasak dan berjalan sekitar 1.1km.

Adapun, jika datang dari arah Palmerah traveler bisa turun di Bus Stop Simpang Palmerah Barat Rawa Belong dan berjalan sekitar 1.9km.

Traveler bisa melakukan cek rute terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan dengan menggunakan aplikasi yang ada agar bisa mendapatkan rute terbaik.

2. KRL

Jika berasal dari daerah yang cukup jauh dan memilih naik commuter line, traveler bisa turun di Stasiun Palmerah. Setelah itu traveler harus menyambung perjalanan sejauh sekitar 2.8 dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek online untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

3. Jak Lingko

Selain TransJakarta traveler juga bisa menggunakan Jak Lingko untuk menuju pasar ini. Traveler bisa naik JAK56 (Terminal Grogol – Hutan Kota Srengseng) dan turun di depan Jalan Sulaiman. Selain itu traveler juga bisa naik JAK14 (Tanah Abang-Meruya) dan turun di Jalan Rawa Belong 2A. Dari sana traveler cukup berjalan 500m untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

4. Angkot/Mikrolet

Jika belum memiliki kartu elektronik, traveler bisa memilih opsi Angkot. Pilihan kode angkot yang bisa dipilih diantaranya M11(Tanah Abang – Meruya Ilir), M09 (Tanah Abang – Kebayoran Lama), dan M24 (Grogol – Srengseng).

Harga dan Jenis bunga-bunga di Pasar Rawa Belong

Harga bunga yang ada di pasar ini dapat dikatakan berbeda-beda setiap pedagangnya. Hal ini berkaitan dengan kualitas bunga, panjang tangkai, hingga jumlah batang perikat.

Ya, kebanyakan bunga di pasar ini tak dijual perbatang, melainkan per ikat. Jumlah batang bunga yang ada di sana juga beragam Contohnya bunga sedap malam berisi 10 batang/ikat, bunga mawar 20 batang/ikat, bunga matahari 5 batang/ikat, dan sebagainya. Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu/ikat hingga Rp 60 ribu/ikat. Beberapa bunga langka dan cantik bahkan bisa dibanderol hingga ratusan ribu perikatnya.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu terutama saat kebutuhan bunga melonjak seperti saat Lebaran, Valentine, dan Hari Ibu harga bunga bisa naik hingga empat kali lipat.

Selain membeli bunga, traveler juga bisa merangkai bunga untuk dijadikan buket bunga. Kebanyakan pedagang bunga juga akan menawarkan jasa merangkai buket bunga ketika seorang pembeli membeli banyak bunga, harga jasa yang ditawarkan juga beragam berdasarkan kesulitan dan bahan yang digunakan. Biasanya jasa rangkai bunga ini mulai dari Rp 20 ribu saja.

Perlu diingat harga-harga di atas merupakan harga sebelum ditawar dan traveler harus menyiapkan uang cash untuk melakukan transaksi di sini karena kebanyakan pedagang belum memiliki QRIS.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Parahyangan Somaka Giri, Mata Air Suci di GWK, Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit



Badung – Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Ungasan, Badung, Bali tak hanya menawarkan pemandangan patung yang eksotis buat pengunjung. Tetapi, tempat ini juga memiliki keunikan lain, salah satunya kisah Parahyangan Somaka Giri, sumber mata air suci.

Parahyangan Somaka Giri memiliki kisah melegenda yang diyakini oleh masyarakat sekitar sejak dulu. Tempat itu dipercaya sebagai anugerah yang memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan memohon hujan pada musim kemarau.

Nanda, storyteller di Plaza Wisnu, menyebut sumber mata air itu sudah ada lebih dari 200 tahun yang lalu. Kemudian, pembangunan dan maintenance pura dilakukan saat GWK Cultural Park mulai didirikan yang kemudian dikenal dengan nama Parahyangan Somaka Giri.

Parahyangan Somaka Giri berada di area Plaza Wisnu, dataran tertinggi di GWK Cultural Park, tempat didirikannya sosok patung Dewa Wisnu yang ikonik. Para pengunjung yang datang akan diajak untuk menyelami dan mendapatkan pengalaman spiritual budaya Bali.

Parahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, BaliParahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Traveler akan disambut dengan payung atau tedung Bali berwarna kuning dan putih di sepanjang tangga masuk. Penggunaan kamen dan selendang sebagai simbol untuk menjaga kesopanan di kala memasuki Parahyangan Somaka Giri. Traveler khususnya perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang untuk memasuki areal Parahyangan Somaka Giri.

Pertama, traveler akan diajak untuk mengenal konsep Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar yang menyusun alam semesta menurut keyakinan Hindu. Terdiri dari Cahaya, Bumi, Air, Udara, dan Ruang Hampa yang berpadu untuk menyusun alam semesta.

Setelah mendengarkan tentang konsep Panca Maha Bhuta, jika berkenan, traveler akan diajak untuk mengikuti doa yang dipimpin oleh Jro Mangku. Berbagai harapan baik boleh traveler panjatkan dengan ditemani iringan Bajra atau Genta.

Di akhir doa, traveler akan mendapatkan percikan air suci (tirta) dan Gelang Tridatu, sebagai simbol Trimurti dalam agama Hindu.

Nanda menceritakan keunikan Parahyangan Somaka Giri. Sumber mata air ini terletak di lahan batu kapur dan berada di ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Sangat mustahil untuk mendapatkan sebuah sumber mata air mineral.

“Jika dipikirkan, lokasi ini berada di daerah berkapur dengan ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Itu tentu sedikit mustahil untuk mendapatkan sumber mata air mineral. Jadi semua air di sini selain di areal Somaka Giri masih terkontaminasi zat kapur,” kata Nanda.

Unik ya, ternyata GWK Cultural Park traveler nggak hanya melihat karya seni patung dan pertunjukkan. Namun ada kisah sumber mata air suci yang dibalut dengan berbagai kisah magisnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com