Author: 10

  • Simak 10 Cara Dapatkan Penghasilan Pasif dari Aset Kripto!

    Semua pecinta aset kripto nampaknya paham bahwa cara paling umum dalam mendulang cuan di aset kripto adalah dengan trading. Hanya saja, fluktuasi harga yang kencang plus kecakapan ilmu trading mungkin tak dimiliki semua yang ingin berkecimpung di dalamnya. Sehingga, mereka butuh tips terkait investasi aset kripto yang bisa sesuai dengan profil risiko mereka.

    Untungnya, kancah aset kripto tidak selebar daun kelor, Sobat Cuan! Banyak sekali peluang cuan di dalamnya yang bahkan bisa dilakukan oleh mereka yang hanya ingin punya pendapatan pasif.

    Kalau kamu salah satunya, lebih baik kamu tak perlu galau dipermainkan fluktuasi pasar. Sebab, kamu bisa mencoba berbagai cara berikut ini supaya tetep cuan dan bebas jantungan di pasar kripto.

    Baca juga: Ini Jenis Uang yang Tak Boleh Digunakan Demi Trading Kripto!

    Tips Investasi Mendapatkan Pendapatan Pasif di Aset Kripto

    1. Crypto Staking di Sistem Proof of Stake (PoS)

    Beberapa blockchain memiliki protokol keamanan yang berbeda dari protokol konvensional dengan menggunakan sistem yang disebut algoritma konsensus. Sederhananya, algoritma konsensus adalah sistem algoritma yang digunakan di sistem blockchain demi memverifikasi transaksi atau membuka blok pertambangan baru.

    Nah, salah satu algoritma konsensus tersebut adalah Proof of Stake (PoS). Di dalam algoritma konsensus ini, transaksi baru yang ditambahkan ke blockchain baru bisa diverifikasi jika disepakati oleh mereka yang memiliki koin cukup besar di sistem blockchain tersebut.

    Lalu bagaimana caranya kamu mendulang cuan dari algoritma ini? Caranya adalah dengan melakukan crypto staking!

    Dalam staking, yang perlu kamu lakukan adalah menaruh aset kriptomu di sebuah dompet digital. Nantinya, koin-koinmu yang terdapat di dalamnya akan dipinjamkan ke mereka yang berwenang untuk memvalidasi transaksi di sistem PoS (atau disebut validator). Tujuannya, agar sang validator bisa punya kekuatan lebih dalam memvalidasi transaksi di dalam sistem blockchain tersebut.

    Sesudahnya, kamu akan mendapatkan imbalan berupa mata uang kripto yang baru dicetak. Mudah bukan?

    Adapun aktivitas ini sangat populer di kalangan HODLers, yakni penimbun aset kripto jangka panjang. Jadi, kalau kamu juga penganut paham HODL, tidak ada salahnya mencoba aktivitas ini.

    Baca juga: Ini Alasan HODL & Menabung Kripto Adalah Strategi Jitu Saat Pasar Bearish!

    2. Menjalankan Masternodes

    Mirip dengan PoS, aktivitas menjalankan masternode juga membutuhkan tumpukan koin kamu dengan imbal hasil. Masternode adalah sebuah node dalam blockchain yang berfungsi menjalankan peran tertentu. Biasanya, masternode diinisiasi oleh anggota komunitas untuk tujuan yang spesifik.

    Salah satu contoh masternodes adalah DASH, yakni mata uang digital yang berfokus pada keamanan privasi. DASH meluncurkan masternodes untuk memfasilitasi fitur PrivateSend. Untuk dapat berpartisipasi, pengguna harus mengunci 1000 DASH atau sekitar US$230.000, atau setara dengan 6,45% hak suara dalam proyek tersebut.

    Kalau proyek ini terlalu mahal buat kamu yang masih pemula, masih banyak kok proyek lain yang bisa kamu ikuti dengan modal yang lebih kecil.

    3. Akun Kripto Berbunga, Investasi anti Ribet

    Mirip dengan deposito, kamu juga bisa memperoleh margin dari menyetorkan kripto kamu dalam akun khusus. Aplikasi BlockFi merupakan salah satu penyedia jasa ini.

    Dengan membuat BlockFi Interest Account (BIA), Bitcoin dan Ether kamu akan mendapat imbal hasil 6,2% pertahun. Lebih besar dari bunga deposito ya, Sobat Cuan!

    Tapi syaratnya lumayan berat, kamu harus menaruh minimal 1 BTC atau 25 ETH pada akun tersebut. Sebab, BlockFi akan mengelola kripto kamu dengan meminjamkan lagi kepada pihak lain maupun korporasi yang membutuhkannya dengan syarat yang lumayan sulit.

    Tenang saja, masih banyak kok aplikasi lain yang bisa kamu gunakan dengan syarat yang lebih mudah. Gimana, sudah tertarik gabung jadi sobat HODLers?

    4. Jadi Bandar Kredit Kripto

    Tips investasi kripto yang satu ini sangat familiar buat kamu yang biasa jadi bandar. Melalui aplikasi pinjaman, kamu bisa meminjamkan aset kamu kepada pedagang atau pengguna lain secara langsung.

    Aplikasi seperti BTCPop, misalkan saja, menyediakan platform yang sudah menampilkan reputasi pengguna lain. Reputasi ini penting mengingat transaksi kamu tidak difasilitasi oleh lembaga intermediasi. Sangat mungkin bagi rekan bisnis kamu untuk mangkir atau mengalami gagal bayar.

    Tapi, kamu bisa mengakalinya dengan mendiversifikasi aset dalam beberapa pinjaman. Kamu juga harus betul-betul teliti memilih peminjam dan reputasinya agar aset kamu tidak hilang digondol debitur mangkir.

    5. Meminjamkan ke Bandar Margin

    Kalau kamu tidak sanggup dengan risiko pinjaman langsung, kamu juga bisa kok menitipkan asetmu pada bandar margin. Beberapa aplikasi bursa aset digital akan memudahkanmu mendapat pendapatan pasif dengan risiko yang lebih minim.

    Bitfinex merupakan salah satu platform yang menyediakan jasa peminjaman kepada pedagang leverage dengan margin yang cukup lebar. Kamu bisa jadi penyuplai aset kripto untuk mereka tanpa kena risiko dalam bentu menanggung gagal bayar debitur mereka. Akhirnya, kamu pun bisa mendapat cuan yang tajam, lho!

    Menariknya lagi, margin yang kamu dapat berada pada tenor harian. Misalkan saja, saat ini Bitfinex menyediakan margin 0,003537% per hari. Jika diakumulasikan tahunan, tentu saja cuan kamu semakin menggiurkan.

    Meski minim risiko dari debitur, bukan berarti kegiatan ini tidak ada risiko sama sekali. Tips investasi kripto yang satu ini berisiko kena hack. Apalagi, bursa kripto cukup sering kebobolan.

    6. Tips Investasi Kripto Lewat Menambang Cloud

    Singkatnya, aktivitas ini mirip dengan jasa penyewaan. Tapi, yang kamu sewa adalah perangkat keras penambangan kripto. Sehingga, kamu tidak perlu memiliki dan merawat perangkat ini untuk dapat menambang kripto dari cloud.

    Operator yang populer untuk aktivitas ini adalah Genesis Mining dan HashNest. Kamu perlu membayar biaya harian jika ingin memakai perangkat mereka.

    Meski begitu kamu perlu betul-betul mencermati kontrak tambangnya. Saat ini, membeli dan menahan kripto sudah lebih menguntungkan ketimbang menambang. Belum lagi risiko lain seperti hack dan scam.

    7. Menjalankan Node Lightning Network

    Tips investasi kripto satu ini cukup menarik, yakni dengan menjalankan node Lightning Network (LN). Adapun teknologi lapis kedua di jaringan blockchain Ethereum ini bermanfaat untuk meningkatkan jumlah transaksi sembari menjaga biayanya tetap rendah.

    Menariknya lagi, node ini memungkinkan transaksi off chain. Artinya, transaksi ini masih tergolong transaksi kripto meski dilakukan di luar jaringan blockchain pada umumnya. Transaksi ini dikenal memang minim hambatan, mudah, dan murah.

    Solusi lapis kedua ini menjawab kelemahan sistem blockchain, di mana teknologi itu kerap kewalahan dalam memproses seluruh transaksi yang terdapat di dalamnya. Cukup bermanfaat ya, Sobat Cuan. Tapi, kalau kamu bisa membuatnya, maka sistem Lightning Network bisa menjadi ladang cuan kamu, lho!

    Kamu bisa memperoleh biaya transaksi yang diproses lewat jaringan yang kamu buat. Sayangnya, kamu harus ahli teknis kripto untuk menjalankan skema ini. Selain itu, imbalannya pun tidak tentu karena tergantung pada adopsinya.

    Baca juga: Panduan Cara Menggunakan RSI Untuk Trading Crypto Bagi Pemula

    8. Pinjaman DeFi

    Salah satu tips investasi kripto yang sudah cukup populer adalah pinjaman DeFi.

    Sifatnya yang tanpa izin, transparan, dan terbuka membuat skema pinjaman ini amat diminati. Platform yang populer mengediakan jasa ini, seperti Compound dan Aave, memungkinkan kamu menjadi kreditur dan debitur tanpa perantara juga minim resiko.

    Caranya, kamu hanya tinggal mengunci aset kriptomu dalam smart contract. Kemudian, peminjam bisa akses smart contract kamu kalau sudah memenuhi prasyaratnya. Setelah selesai, kamu sudah bisa menikmati imbal hasil dari pinjaman yang kamu berikan!

    Di Compound, kamu bahkan punya hak suara dalam pengelolaan teknis protokol dan keputusan integrasi aset baru. Pemegang token juga bisa memperoleh imbal hasil di atas rata-rata. Tapi tetap saja, skema ini rawan peretasan.

    9. Investasi Kripto dengan Bertani Cuan

    Yield farming bukan untuk investor dengan selera risiko konvensional. Tapi imbal hasilnya pun sebanding.

    Melalui platform seperti Binance Smart Chain dan PancakeSwap, kamu bisa menyetorkan dua token dalam kumpulan untuk menjadi penyedia aset kripto (liquidity provider). Bagaimanapun, kamu harus paham segala resikonya dan teliti sebelum melakukan aktivitas ini ya, Sobat Cuan.

    10. Pegang Token Dividend-Paying

    Terakhir, salah satu cara terbaik dan termudah untuk mendapatkan penghasilan pasif di pasar kripto adalah dengan membeli dan menahan token ini. Saat ini, jenis utama token digital yang membayar dividen adalah token yang diterbitkan di bursa.

    Sejumlah pertukaran aset digital telah mengeluarkan token mereka sendiri, yang memberi pengguna diskon biaya perdagangan dan, dalam beberapa kasus, memberi mereka hak atas bagian dari keuntungan platform.

    Contoh token pertukaran bagi hasil meliputi KuCoin Token (KCS), yang membayar pemegang 50% dari biaya perdagangan KuCoin sebagai dividen. Bibox Tokens (BIX), yang membayar pemegang 45% dari keuntungan biaya perdagangan bersih Bibox.

    Untuk mendapatkan dividen pada jenis token ini, kamu biasanya diminta untuk menahannya di bursa penerbit atau mempertaruhkannya menggunakan dompet eksternal. Semakin banyak token yang kamu pegang, semakin banyak pendapatan pasif yang dapat kamu peroleh.

    Ternyata, banyak sekali cara bagi kamu untuk mendapatkan pendapatan pasif dari jagat kripto. Nah, salah satunya pun bisa kamu dapatkan di aplikasi Pluang melalui fitur Pluang Cuan!

    Di Pluang Cuan, kamu bisa mendapatkan imbal hasil maksimal hingga 3,5% per tahun hanya dengan menabung Bitcoin dan Ethereum milikmu. Yuk, investasi di Pluang Cuan sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Blocksocial, Finder



    Sumber : pluang.com

  • 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    Sobat Cuan investor aset kripto mungkin tahu akan rencana peningkatan jaringan Ethereum. Ya, di blok nomor 10.499.401, jaringan uji Ethereum Ropsten akan menjalani peningkatan, bagian dari “Hard Fork London“. Nah, ternyata banyak kabar yang simpang siur soal hal ini. Yuk kita kupas tuntas!

    Sekilas Mengenai EIP 1559

    Perubahan tersebut adalah yang pertama dari tiga rilis jaringan uji untuk hard fork London. Hal itu dilakukan menjelang aktivasi jaringan utama yang dijadwalkan sementara oleh pengembang Ethereum untuk pertengahan Juli.

    Seperti termaktub dalam “Ethereum Improvement Proposals” (EIPs), dalam hard fork London akan terdapat lima perubahan kode, salah satunya EIP 1559.

    “[EIP 1559] memperkenalkan perubahan pada header block, menambahkan jenis transaksi baru, dan mengubah perilaku pengguna di beberapa area (penambangan, transaksi, dan lainnya). Sangat disarankan agar berbagai proyek bisa membiasakan diri dengan EIP ini,” tulis Tim Beiko dari Ethereum Foundation.

    Baca juga: Simak Penjelasan Regulasi Crypto di Indonesia Secara Singkat dan Padat!

    Dari lima EIP di hard fork London, EIP 1559 bisa dibilang merupakan perubahan kode yang paling dinanti dan kontroversial dari semuanya. Sebab, upgrade Ethereum ini digadang-gadang akan menyusutkan biaya transaksi Ethereum, atau umum dikenal sebagai gas fees.

    Selama ini, gas fees selalu menjadi momok di dalam sistem blockchain Ethereum. Sehingga, jika angka gas fees melorot, maka adopsi Ethereum diprediksi kian meluas. Kemudian, bukan tidak mungkin nantinya harga ETH pun meroket.

    Mengapa demikian?

    Nantinya, EIP 1559 akan memperkenalkan satu biaya transaksi standar, juga disebut ‘base fee’ atau biaya dasar. Tujuannya agar transaksi di Ethereum bisa bergerak secara dinamis menyesuaikan maraknya aktivitas di atas sistem blockchain Ethereum.

    Nah, di dalam sistem transaksi bar ini, sistem Ethereum akan membakar ETH (burning) demi menstabilkan nilai Base Fee. Alhasil, pasokan yang lebih rendah terhadap permintaan yang lebih tinggi akan mengarah ke harga ETH yang meningkat.

    Banyak Miskonsepsi Soal EIP 1559

    Sayangnya, terdapat beberapa kesalahpahaman mengenai konsep EIP 1559 yang kerap dikhawatirkan penambang sejak upgrade ini diusulkan 2019 silam. Lantas, apa saja sih, mitos umum tentang EIP 1559 hard fork London?

    Mitos 1: EIP 1559 Hard Fork London Ditujukan untuk Mengurangi Gas Fees Ethereum

    Memang, EIP 1559 akan berimbas pada turunnya gas fees Ethereum. Hanya saja, hal tersebut bukanlah tujuan upgrade sistem tersebut. Tujuan utama dari implementasi sistem ini adalah untuk membenahi sistem perhitungan gas fees yang seolah “membabi buta”.

    Saat ini, penentuan tarif gas fees dilakukan seperti lelang. Di mana, penambang hanya akan menambang jika pengguna bisa menawarkan gas fees yang sesuai dengan permintaannya. Namun imbasnya, biaya untuk mengirim transaksi juga ikut meroket, yang bikin pengguna jadi tak leluasa untuk beraktivitas di sistem blockchain Ethereum.

    Nah, untuk itulah EIP 1559 akan diimpelementasikan. Yakni, untuk mengatur penentuan harga gas fees yang terkesan serampangan melalui standar biaya transaksi yang disebut Base Fee.

    Melalui Base Fee, biaya transaksi tidak terlalu fluktuatif dan lebih dapat diprediksi. Caranya adalah dengan membuat model algoritmik untuk menyesuaikan biaya secara otomatis dengan faktor paling banyak 1,125 kali per blok.

    Dengan EIP 1559 hard fork London, biaya diatur untuk naik dan turun berdasarkan penggunaan ruang blok. Jika blok diisi di atas “gas target” yang ditetapkan, biaya dasar akan meningkat 12,5%, dan sebaliknya.

    Namun, perubahan pada cara kerja model biaya Ethereum ini tidak diharapkan untuk mengurangi biaya transaksi di Ethereum. Masalah tingginya biaya ini terutama disebabkan oleh terbatasnya kapasitas jaringan untuk memproses transaksi. EIP 1559 sendiri tidak akan mempengaruhi berapa banyak transaksi yang dapat ditangani jaringan sekaligus.

    Baca juga: Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!

    Mitos 2: EIP 1559 akan Bikin Kebijakan Moneter Ethereum Lebih Dapat Diprediksi

    Seperti yang disebut di atas, EIP 1559 akan mengaktivasi skema burning ETH di sistem Ethereum. Alias, sistem Ethereum akan lebih memilih untuk menghancurkan ETH dibandingkan mendistribusikannya ke penambang.

    Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada insentif finansial bagi para penambang sehingga jaringan tetap padat dan menjaga kestabilan nilai Base Fee.

    Karena mekanisme pembakaran ini, EIP 1559 dapat memperkuat narasi tentang “suplai yang kian langka” seperti Bitcoin.

    Akan tetapi, sulit untuk memprediksi dengan tepat berapa banyak Ether yang akan dibakar dari waktu ke waktu. Hal itu mengingat bahwa biaya dasar secara dinamis menyesuaikan aktivitas jaringan dan permintaan untuk ruang blok.

    EIP 1559 memang memperkenalkan penyeimbang terhadap pasokan ETH yang terus meningkat. Namun itu tidak membuat kebijakan moneter jangka panjang Ethereum lebih stabil.

    Sebaliknya, ini menimbulkan ketidakstabilan ekonomi ke jaringan dengan membuatnya tidak mungkin untuk mengontrol berapa total pasokan ETH dari waktu ke waktu.

    Baca juga: Apa Itu Bitcoin Taproot? Simak Penjelasannya Secara Padat di Sini!

    Mitos 3: Implementasi EIP 1559 akan Bikin Penambang Ethereum ‘Mogok’ dan Menyerang Jaringan.

    Dengan implementasi Base Fee, terdapat anggapan bahwa penambang akan kehilangan 20% hingga 35% dari pendapatan mereka. Hal itu membuat munculnya petisi dari entitas penambangan di Ethereum untuk menghentikan EIP 1559 agar tidak diterima. Akibatnya, amandemen EIP 1559 pun telah diusulkan.

    Berbagai usulan itu diantaranya mempertahankan biaya dasar agar tidak hangus. Lalu, meningkatkan pendapatan penambang dari sumber lain seperti subsidi blok dan melakukan penyesuaian pada algoritma penambangan Ethereum. Tujuannya, agar persaingan untuk penghargaan jaringan di antara para penambang lebih adil.

    Terlepas dari tentangan dari anggota komunitas penambangan Ethereum, EIP 1559 diprediksi akan dirilis di jaringan utama Ethereum pada bulan Juli. Hal itu menimbulkan pertanyaan apakah penambang berpotensi menolak upgrade hard fork London dengan mematikan mesin mereka dan melemahkan keamanan jaringan.

    Meskipun itu mungkin, ada sejumlah alasan mengapa sebagian besar penambang tidak mungkin membelot atau mencoba menyabot Ethereum sebagai akibat dari aktivasi EIP 1559.

    Salah satu alasan utama adalah bahwa para penambang harus melupakan imbalan yang mungkin mereka peroleh dengan meningkatkan mesin mereka dan melanjutkan operasi.

    Ada juga kenyataan bahwa penambang memiliki ‘landasan’ terbatas di Ethereum dan harus melepaskan 100% hadiah setelah jaringan beralih ke protokol konsensus proof-of-stake (PoS) awal tahun depan.

    Baca juga: Fans Bitcoin Wajib Baca! Ini Prediksi Bitcoin Selama 2021 Dari 10 Pakar Top!

    Mitos 4: EIP 1559 akan menyelesaikan masalah Miner Extractable Value (MEV) di Ethereum

    Pendapatan penambang di Ethereum secara historis terdiri dari subsidi blok tetap dan biaya transaksi. Namun, sebagai akibat dari semakin populernya perdagangan frekuensi tinggi di bursa desentralisasi atau decentralized exchanges (DEX), pendapatan penambang dari MEV menjadi semakin menguntungkan.

    Organisasi penelitian dan pengembangan Flashbots memperkirakan pendapatan harian dari MEV telah tumbuh pesat. Yakni, dari US$500.000 pada awal tahun ini menjadi lebih dari US$6 juta pada Juni.

    Sebagai latar belakang, MEV adalah pendapatan yang dapat diperoleh penambang sebagai akibat langsung dari kemampuan mereka untuk memesan transaksi dalam satu blok. Hal ini sulit untuk diukur karena pendapatan penambang diperoleh dari pemesanan ulang.

    EIP 1559 mengurangi kemampuan penambang untuk mengandalkan biaya transaksi sebagai cara untuk mengekstrak MEV dari pengguna. Tetapi kemampuan penambang untuk memesan transaksi dan mendapatkan MEV melalui cara lain akan tetap tidak berubah di bawah EIP 1559.

    “Biaya transaksi yang dibayar orang untuk penyertaan [dalam satu blok] sebenarnya adalah persentase yang sangat kecil dari pasar MEV. Permainan ini pada dasarnya tidak berubah dan mitigasi tingkat protokol yang lebih dalam masih merupakan hal-hal yang belum kami jelajahi,” ujar peneliti Flashbots Philip Daian pada konferensi Ethereum virtual bulan Mei lalu.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coindesk



    Sumber : pluang.com

  • Mending Beli iPhone atau Saham Apple? Yuk, Simak Ilustrasinya Berikut!

    Sobat Cuan salah seorang penggemar iPhone? Dengan performa yang mumpuni dan kemudahan penggunaan dibanding jenis ponsel pintar lainnya, tak heran jika banyak pengguna yang fanatik terhadap gadget yang berlambang apel digigit itu.

    Moncernya penjualan iPhone pun tercermin di dalam kinerja keuangannya. Hingga kini, kapitalisasi pasar saham Apple sendiri sudah menyentuh US$2,22 triliun. Bahkan, lebih besar dibanding Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar US$1,2 triliun.

    Kini iPhone yang awalnya dirilis 2007 lalu itu sudah berkembang dengan pesat, di mana model terakhirnya adalah iPhone 12 yang dirilis tahun lalu.

    Produk ini tentunya juga menjadi salah satu pendorong tokcernya profit yang dibukukan perusahaan ini. Pada 2020, Apple membukukan laba sebesar US$63,93 miliar, atau tumbuh 1.470% dibanding 2007 yakni US$4,07 miliar.

    Kelihatan menarik ya, Sobat Cuan? Kondisi itu tentu akan bikin kamu berpikir tentang cuan yang bisa kamu peroleh jika kamu memilih berinvestasi di saham Apple ketimbang membeli satu unit iPhone seri pertama 14 tahun silam.

    Yuk, mari berandai-andai dan mengkhayal bareng ya, Sobat Cuan!

    Saham Apple vs Beli iPhone: Mendingan Mana?

    iPhone pertama kali dirilis pada tahun 2007 silam, tepatnya sekitar 14 tahun silam. Kala itu, calon pembeli harus mengantre panjang untuk bisa mendapatkan ponsel yang memang sudah ditunggu-tunggu tersebut.

    Kala itu, harga iPhone seri pertama dibanderol US$499 untuk kapasitas 4 GB dan US$599 untuk kapasitas 8 GB. Dengan menimbang harga saham Apple saat itu US$3,75 per lembar saham, maka satu unit iPhone saat itu setara dengan 133 hingga 159 lembar saham Apple.

    Sekarang, kita tiba di saat yang mendebarkan. 14 tahun kemudian, tepatnya di tahun 2021, harga satu lembar saham Apple sudah US$133 per lembar. Alias, bertumbuh 44 kali lipat sejak tahun 2007 silam!

    Nah, dengan asumsi bahwa kamu tak menjual saham-sahammu, maka seharusnya kini kamu sudah mengantongi 133 hingga 159 lembar saham bernilai US$17.689 hingga US$21.147. Atau, kamu bisa membeli 22 hingga 26 unit iPhone 12 yang dibanderol rata-rata US$799 per buah.

    Tetapi, memiliki iPhone generasi pertama juga bisa dijadikan investasi, kok. Argumen itu juga benar, karena untuk iPhone generasi pertama yang masih dalam keadaan rapi dan belum pernah digunakan ternyata bisa laku di harga US$1.000 di tangan kolektor.

    Namun, kebanyakan dari pembeli menggunakan iPhone bukan untuk dijadikan investasi. Melainkan memang untuk penggunaan sehari-hari.

    Jadi, mending mana Sobat Cuan? Beli iPhone atau beli saham Apple langsung?

    Baca juga: WFH Bawa Berkah, Morgan Stanley Ramal Saham Apple Naik 15% di 2021

    Saham Apple Mengajarkan Pentingnya Investasi Jangka Panjang

    Kondisi di atas memperlihatkan bahwa investasi jangka panjang adalah hal esensial agar kamu bisa mencapai masa depan finansial.

    Memang, fluktuasi harga aset memang bisa saja terjadi dalam jangka pendek dan mempengaruhi nilai portofoliomu. Namun, selama aspek fundamentalnya kuat, percayalah bahwa investasimu bisa berbuah manis di masa depan.

    Selain itu, mendulang cuan adalah soal persepsi. Mereka yang membeli iPhone generasi pertama pun tentu juga bisa mendulang cuan dengan gawainya asal memanfaatkannya untuk kegiatan produktif. Misalnya, menggunakannya untuk memasarkan usaha mereka.

    Baca juga: 8 Hal yang Perlu Kamu Tahu dari iPhone 12

    Apakah Sudah Terlambat Membeli Saham Apple?

    Nah, untungnya kamu masih belum terlambat untuk memiliki saham Apple. Sebab, prospeknya jangka panjang masih terbilang cukup mumpuni. Hal ini didukung oleh inovasi Apple ke depan yang diprediksi akan terus breakthrough plus merek Apple yang punya reputasi baik.

    Di bulan ini, CNN Money melakukan survei terhadap 40 analis yang menyebut bahwa harga saham Apple dalam setahun ke depan akan mencapai US$160 per lembar. Atau, bertumbuh 20,3%.

    Jadi, apakah kamu tertarik investasi di saham Apple? Kalau jawabannya adalah ya, kamu bisa memaksimalkan cuan dari investasi di instrumen tersebut dengan diversifikasi aset. Ya, apalagi kalau kamu mendiversifikasikannya dengan saham-saham lain yang berkinerja top!

    Makanya, yuk investasi di Pluang S&P 500! Kamu bisa mengakses 500 perusahaan top Amerika Serikat, termasuk Apple, hanya dalam satu genggaman saja!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Bitcoin Death Cross, Buah Bibir di Pasar Kripto Belakangan Ini

    Koreksi tajam Bitcoin (BTC) dari level tertinggi sepanjang masa di US$64.900 telah mengubah sentimen investor menjadi negatif, setidaknya untuk jangka pendek. Lalu mungkin Sobat Cuan seringkali mendengar istilah pola ‘persilangan kematian’ atau death cross. Apa sih itu? Yuk kita kupas tuntas!

    Bagi investor dan trader baru, nama death cross sendiri dinilai membawa banyak hal negatif dan prediksi ‘malapetaka’ yang akan datang. Sentimen ini dapat memicu kepanikan aksi jual, terutama jika pasar telah melewati fase bearish sebelum pola tersebut terlihat.

    Namun, apakah death cross sesuatu yang harus ditakuti? Atau apakah itu semacam bola kristal ajaib yang memberi pertanda kepada para trader bahwa ‘kehancuran’ sudah dekat? Mari kita cari tahu dengan bantuan beberapa contoh.

    Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    Apa Itu Death Cross?

    Contoh Death Cross LTC/USDT. Sumber: Cointelegraph/Trading View

    Death cross adalah kondisi di mana pergerakan harga rerata selama 50 hari (50-day Moving Average), melintasi rata-rata pergerakan harga jangka panjang, yang umumnya tercermin dalam MA 200 hari.

    Persilangan chart ini dianggap bearish karena menunjukkan bahwa tren harga naik telah berbalik arah. Investor institusi yang besar umumnya tidak akan melakukan aksi beli di pasar yang melemah, sampai titik terendah diketahui. Karena hal ini, aksi beli ‘mengering’ dan investor yang memegang posisi bergegas keluar karena panik dan memperburuk penurunan harga tersebut.

    Mengapa Death Cross Begitu Ditakuti?

    Menilik dari sejarahnya, death cross merupakan gerbang dari periode terburuk dari beberapa kinerja beberapa kelas aset. Biasanya, ketika harga aset melalui persimpangan “maut” ini, tidak ada tanda-tanda bahwa harga tersebut akan membaik di kemudian hari.

    Sebelum melihat beberapa contoh death cross di pasar kripto, mari kita lihat bagaimana pola tersebut mempengaruhi indeks S&P 500 antara tahun 1929 hingga 2019. Menurut Dorsey, Wright & Associates, LLC, penurunan rata-rata setelah pembentukan death cross adalah 12,57% dan penurunan median di angka 7,75%.

    Namun, jika hanya melihat pada periode pasca-1950 semata, penurunan rata-rata harga aset terbilang 10,37% dengan median berada di 5,38%.

    Death cross di indeks S&P 500 yang lebih kacau pernah terjadi pada 19 Juni 1930. Pada saat itu, indeks S&P 500 anjlok 78,84% sebelum mencapai titik terendah pada 15 September 1932. Death cross mengerikan berikutnya datang dengan koreksi 53,44% yang terjadi dari 19 Desember 2007 hingga 17 Juni. 2009.

    Ini menunjukkan bagaimana dalam kasus tertentu, ‘persilangan kematian’ ini mampu memprediksi koreksi yang tajam. Namun, dua penurunan tajam lebih dari 50% dalam sejarah 90 tahun indeks tersebut menunjukkan bahwa pola tersebut tidak cukup andal untuk menimbulkan ketakutan instan pada para pedagang.

    Baca juga: Simak Penjelasan Regulasi Crypto di Indonesia Secara Singkat dan Padat!

    Death Cross Bitcoin Terjadi Baru-Baru Ini

    Belakangan, persilangan ini menjadi buah bibir lantaran baru saja terjadi di pasar Bitcoin. Hal ini bikin pelaku pasar khawatir mengenai masa depan harga Bitcoin, sehingga pelaku pasar pun berbondong-bondong kabur dari pasar raja aset kripto tersebut.

    Pada 21 Juni 2021, rata-rata pergerakan harga 50 hari Bitcoin akhirnya turun di bawah rata-rata pergerakan 200 harinya. Hal itu memicu investor ketar-ketir dan melakukan aksi jual. Harga Bitcoin pun sempat turun di bawah US$29.026, sebelum naik kembali di atas US$32.000.

    Death Cross yang terjadi 21 Juni 2021. Sumber: Trading View

    Mungkin saja, ada sejumlah penyebab mengapa persilangan maut itu bisa terjadi. Bisa jadi sentimennya adalah sikap pemerintah China yang menindak penambangan kripto dan melarang lembaga keuangan menawarkan layanan kripto. Sekadar informasi, pergerakan harga Bitcoin cenderung sensitif terhadap pemberitaan, terutama yang melibatkan Elon Musk atau Tesla.

    Selain itu, penyebab persilangan maut itu sendiri adalah antisipasi investor atas death cross pada grafik harga Bitcoin. Ya, pelaku pasar sejatinya memang sudah meramal bahwa kondisi demikian akan terjadi. Sehingga, beberapa investor pun gelisah atau mungkin bergerak lebih cepat untuk menjual Bitcoin mereka. Sebagian lainnya mungkin memutuskan untuk menyerok Bitcoin di saat seperti ini atau bertahan dengan strategi yang sudah ada sebelumnya.

    Baca juga: Apa Beda Blockchain Polkadot dengan Ethereum? Simak di Sini!

    Death Cross Bitcoin? Bukan Saatnya untuk Khawatir

    Namun, apakah death cross adalah sesuatu yang perlu ditakutkan oleh Sobat Cuan yang sedang gemar mengoleksi Bitcoin?

    Dalam pandangan paruh kedua 2021, Kepala Strategi Teknis Piper Sandler Craig W. Johnson mengatakan bahwa harga Bitcoin sejatinya sama sekali tak terpengaruh dengan persilangan maut tersebut. Untuk memahami fenomena tersebut, ia menggali kinerja Bitcoin setelah ‘persilangan kematian’ yang terjadi sejak 2010 silam.

    “Kami menguji kembali strategi Bitcoin sejak 2010. Dari tujuh persimpangan maut yang ditemukan selama jangka waktu ini, ternyata rata-rata kenaikan harga [Bitcoin] 30 hari ke depan setelah death cross adalah +11,2%,” tulis Johnson.

    Ia menambahkan, meskipun datanya terbatas, persilangan maut tampaknya menjadi indikator yang kuno untuk Bitcoin. Berdasarkan hasil yang mengecewakan ini, pihak Piper Sandler memutuskan untuk mengoptimalkan rata-rata pergerakan jangka pendek dan jangka panjang untuk mengidentifikasi kenaikan 30 hari ke depan yang terbaik pasca death cross.

    “Dengan memasuki posisi short Bitcoin ketika pergerakan rerata delapan hari melintasi di bawah pergerakan rerata 240 hari menghasilkan pengembalian tertinggi selama 10 tahun terakhir. Kenaikan rata-rata 30 hari setelah sinyal jual dari death cross yang dioptimalkan adalah +14,7%,” jelasnya.

    Sehingga, Johnson menyimpulkan bahwa memang ada reaksi pasar yang berlebihan terhadap death cross tersebut. Kalau kamu sendiri bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu juga panik dengan yang disebut-sebut persilangan maut tersebut?

    Harga Bitcoin yang lagi ambyar memang sepatutnya dimanfaatkan untuk aksi beli, atau akrab disapa dengan buy the dip. Kalau kamu mau melakukan aksi tersebut, yuk investasi Bitcoin di Pluang!

    Baca juga: Apa Itu Bitcoin Taproot? Simak Penjelasannya Secara Padat di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Cointelegraph, Fortune, SeekingAlpha



    Sumber : pluang.com

  • Langkah-Langkah dan Cara Menggunakan TradingView untuk Pemula

    Trading membutuhkan kecakapan untuk menganalisis pergerakan harga sebuah aset menggunakan analisis teknikal. Namun, trader pemula mungkin kesulitan untuk melakukannya karena tidak begitu memahami seluk-beluknya. Apalagi, menghimpun data dan menerjemahkannya ke sebuah gambar.

    Untungnya, di era internet seperti sekarang, trader bisa memanfaatkan satu tool bernama Tradingview untuk menganalisis harga aset dari sisi teknikal. Hanya saja, bagaimana tool ini bisa digunakan untuk trader pemula?

    Nah, kalau Sobat Cuan adalah salah satu dari trader yang masih awam, yuk pelajari dasar-dasar TradingView di artikel ini!

    Apa Itu TradingView?

    TradingView merupakan platform berbasis peramban yang menampilkan grafik dan tren harga beragam instrumen investasi. Sebagai pemula, kamu juga bisa menggunakan platform ini untuk menyimak strategi trading pengguna lain atau membagikan analisis kamu sendiri lewat livestream.

    Platform ini bermanfaat untuk semua lapisan trader, baik pemula maupun yang sudah mahir. Menu dasar dari TradingView untuk pemula sudah sangat membantu. Saat kamu sudah lebih andal menganalisis tren dengan berbagai indikator, platform ini pun masih bisa diandalkan kok, Sobat Cuan.

    TradingView diluncurkan pada tahun 2011 di Ohio dan telah memiliki lebih dari 60 juta pengguna di seluruh dunia. Di sini, kamu bisa menganalisis berbagai emiten, komoditas, mata uang kripto dan lainnya dengan akun premium maupun gratis sesuai kebutuhanmu

    Saat kamu sudah punya strategi dan template trading, kamu bisa mempublikasikannya kepada komunitas. Interaksi dengan komunitas itu akan membantu kamu mengembangkan kemampuan, juga mengujinya lewat backtesting.

    Tertarik untuk mencoba menggunakan TradingView? Sekarang kamu juga bisa gunakan Pluang Web Trading yang didukung oleh TradingView dengan fitur yang canggih banget, lho! Cobain trading langsung di chart dengan Pluang Web Trading!

    COBAIN WEB TRADING SEKARANG!

    Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pluang Web Trading, cek laman ini: Optimalkan Trading dengan Pluang Web Trading!

    Pelajari juga cara menggunakan Pluang Web Trading di sini:

    Manfaat TradingView Untuk Pemula

    Saat baru menjajal dunia trading, kamu mungkin belum berlangganan aplikasi analisis yang “cetar” seperti Bloomberg terminal. Mungkin, trader pemula enggan berlangganan aplikasi tersebut lantaran jarang digunakan, susah dipahami, dan mahalnya biaya berlangganan.

    Nah, untuk itulah TradingView hadir. Yakni, untuk memberikan akses bagi seluruh trader untuk melakukan analisis teknikal dengan mudah. Tapi, sebelum menggunakannya, kamu harus memahami dulu cara kerjanya agar tidak terintimidasi dengan rumitnya grafis, tabel dan indikator yang rumit itu, bukan?

    Platform seperti ini biasanya menyediakan opsi untuk kamu meng-customize chart dan indikator favoritmu. Jika kamu belum banyak tau tentang indikator analisis teknikal, kamu bisa membacanya terlebih dahulu disini ya, Sobat Cuan.

     

    Panduan Membuka dan Menggunakan TradingView Bagi Pemula

    Cara menggunakannya pun cukup simpel, Sobat Cuan. Tentu saja, kamu harus mengunjungi situs TradingView untuk mulai menggunakannya. Nantinya, kamu akan mendarat di tampilan seperti ini:

    Tradingview

    Setelahnya, kamu bisa mengklik tombol “Chart” (yang berada di kotak berwarna merah) untuk memilih data harga beberapa kelas aset. Di sini, kamu bisa memilih data harga saham, imbal hasil obligasi pemerintah AS, dan seluruh kelas aset Pluang seperti emas, Bitcoin, indeks S&P 500, dan Ethereum, lho!

    Nah, anggap saja kita ingin melihat pergerakan harga Bitcoin. Maka, kamu bisa memilih opsi BTC/USDT dan kamu pun akan mendarat di tampilan seperti ini:

    Tradingview
    Tampilan Tradingview

    Tampilan layar TradingView bisa berbeda-beda tergantung personalisasi kamu sendiri. Namun, terdapat tampilan layar umum yang perlu kamu ketahui manfaatnya seperti yang terdapat di gambar di atas.

    Sesuai tangkapan layar di atas, terdapat empat toolbar yang bisa kamu jelajahi dan manfaatkan. Berikut rincian toolbar berikut!

    Toolbar 1

    Toolbar ini berisikan tools mengenai tipe chart dan gambar yang bisa kamu terapkan langsung pada area grafik. Kamu bisa bereksplorasi atau meng-klik kanan untuk opsi tambahan. Di dalamnya, terdapat opsi seperti garis simpel hingga memasang posisi long atau short. Atau, kamu bisa menambahkan teks di area grafik jika kamu mau.

    Toolbar 2

    Di, sini kamu punya opsi untuk mengubah tampilan chart sesuai selera dan kebutuhanmu. Kamu bisa memilih candlestick, garis grafik, area dan banyak lainnya. Personalisasi akan membantu chart analisismu lebih mudah digunakan untuk analisis sesuai dengan risiko dan indikator yang kamu kehendaki.

    Selain itu, toolbar ini juga memungkinkanmu untuk membandingkan grafik asetmu dengan aset lainnya. Misalnya, membandingkan harga Bitcoin dengan harga emas atau aset kripto lainnya. Di samping itu, kamu pun bisa mengubah rentang perdagangan, dari mulai hitungan menit hingga hitungan bulan.

    Tak lupa, kamu pun bisa memanfaatkan berbagai preset indikator analisis teknikal dengan mengklik toolbar ini. Misalnya Moving Average dan Relative Strength Index (RSI),

    Toolbar 3

    TradingView bukanlah pialang atau broker yang bisa memfasilitasi kamu jual beli instrumen investasi tertentu. Tapi, mereka menyediakan opsi untuk terhubung dengan website pialang favoritmu agar transaksi lebih mudah melalui toolbar ini. Jika kamu ingin trading langsung di chart yang didukung oleh TradingView, cobain pakai Pluang Web Trading sekarang juga! Gratis untuk semua pengguna Pluang, Sobat Cuan!

    Toolbar 4

    Bagian ini berisikan berita perkembangan terbaru dan bersosialisasi dengan komunitasmu. Kamu bisa memperoleh data, daftar dan informasi yang kamu butuhkan disini.

    Baca juga: Panduan Cara Menggunakan RSI Untuk Trading Crypto Bagi Pemula

    Chart Area

    Chart area adalah tampilan di mana grafik harga aset ditampilkan. Semua di area ini bisa kamu kostumisasi sesuai preferensimu. Aset mana yang ingin kamu analisis, dengan indikator dan tools apa, hingga display chart pun bisa kamu setel sesuai yang kamu inginkan.

    Kamu juga bisa menyetel ulang jika tampilannya sudah terlalu berantakan lho, Sobat Cuan.

    TradingView untuk pemula juga cukup mudah diaplikasikan. Kamu bisa memulai tutorial dengan tool di sisi kiri.

    Opsi lain yang bisa kamu personalisasi adalah info grafis mengenai OHLC (open, high, low dan close prices), tombol beli dan tombol jual. Box merah menunjukkan harga jual terendah, sedangkan yang biru berisikan harga jual tertinggi. Diantaranya kamu bisa melihat bid-ask spread.

    Kamu juga bisa mengubah skala, misalnya kamu ingin tahu harga terendah dan tertinggi dalam trading harian. Semua ini bisa kamu ubah juga pilihan warna dan lainnya. Saat tren menurun kamu pun bisa membacanya lewat personalisasi chart ini.

    Penting untuk diperhatikan bahwa setidaknya kamu perlu memakai tiga indikator analisis teknikal secara bersamaan untuk menjamin akurasi analisis kamu.

    Baca juga: Simak 10 Cara Dapatkan Penghasilan Pasif dari Aset Kripto!

    Kelebihan TradingView untuk Pemula

    Platform ini sangat bermanfaat terutama untuk kamu yang menyukai analisis teknikal atau baru mempelajarinya. Salah satu kelebihan utamanya adalah kamu tidak perlu memasang perangkat tambahan. Kamu bisa langsung mengaksesnya lewat browser dan personalisasi kamu bisa langsung membantumu menentukan keputusan berinvestasi.

    Selain itu, platform ini juga bisa diakses bebas biaya bagi pemula. Tentu saja ada fitur yang bisa kamu akses lebih jauh jika kamu membayar biaya berlangganan. Tapi untuk pemula, opsi yang ditawarkan pun sudah tergolong lengkap.

    Selain itu TradingView untuk pemula juga sudah bisa dipakai untuk mengatur pengingat tanpa harus terus online membuka aplikasinya. Jadi, saat momen tertentu kamu atur, TradingView tetap mengirimi kamu alert meski kamu sedang membuka aplikasi lain.

    Kamu juga bisa mengetes strategi kamu dengan opsi backtesting. Fitur ini sudah termasuk di dalam aplikasi, lho.

    Ini adalah poin paling pentingnya, kamu bisa memilih aset mana yang akan kamu perhatikan dengan jelas. Tak hanya mata uang kripto, saham, indeks dan komoditas juga bisa kamu analisis lewat platform ini.

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Kelemahan TradingView untuk Pemula

    Komunitas yang kamu temui di TradingView amat beragam. Menarik untuk menyimak strategi dan konsep orang lain dan beberapa tipsnya mungkin berguna. Tapi, kamu harus waspada mengingat tak jarang strategi tersebut tidak lebih dari sekedar spekulasi.

    Kalau kamu pengguna platform gratis, layanan konsumen TradingView mungkin akan jadi persoalan buatmu. Mereka tidak banyak mendukung pengguna gratis, jadi kamu harus beralih jadi pengguna berbayar kalau mau menggunakan fitur ini. Jangan khawatir Sobat Cuan, Pluang Web Trading ada buat kamu yang mau menggunakan fitur-fitur TradingView yang berbayar, kok! Pluang Web Trading didukung oleh TradingView, gratis untuk semua pengguna Pluang. Daftar / registrasi ke Pluang sekarang juga di sini!

    Selain itu kendala seperti terbatasnya broker yang bekerja sama dan data dari pasar modal yang kurang akurat juga kerap dilaporkan pengguna.

    Terlepas dari kelebihan dan kekurangan TradingView untuk pemula, kamu bisa mengoptimalkan penggunaan platform ini untuk meningkatkan kemampuan trading kamu ya. Jadi, apakah kamu sudah siap untuk trading? Yuk, mulai trading dengan aset-aset yang terdapat di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Binance, Trade Pro



    Sumber : pluang.com

  • Dulu Dilupakan, Kini Dielukan. Kenapa Polkadot Bisa Jadi Aset Kripto Beken?

    Sobat Cuan investor aset kripto pasti tahu atau mungkin punya portofolio koin Polkadot (DOT). Tentu saja, sebab DOT kini menjelma menjadi salah satu koin paling populer di jagat aset kripto.

    Melansir Coinmarketcap per 29 Juni 2021, DOT kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$15,38 miliar atau 1,08% dari total kapitalisasi pasar aset kripto. Fakta ini menjadikannya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-sembilan di dunia.

    Namun, siapa sangka kalau tahun lalu Polkadot ternyata sama sekali tidak diminati oleh pecinta aset kripto. Alias, tidak mampu menembus 10 besar aset kripto terpopuler di dunia.

    Lantas, bagaimana perjalanan Polkadot hingga menjadi salah satu aset kripto yang diminati saat ini? Yuk, simak di artikel berikut!

    Baca juga: Mengenal Bitcoin Death Cross, Buah Bibir di Pasar Kripto Belakangan Ini

    Semua Dimulai dari Redenominasi Polkadot

    Pada pertengahan tahun lalu, Polkadot bahkan tidak berada dalam peringkat 100 aset kripto terbesar. Namun, itu semua berubah pada 21 Agustus 2020, di mana DOT mengalami perubahan besar yang mempengaruhi pamornya seperti saat ini.

    Pada hari itu, DOT mengalami redenominasi. Dalam hal ini, pasokan token yang sudah beredar meningkat jadi 100 kali lipat. Hal ini terjadi setelah komunitas pemilik Polkadot melakukan pemungutan suara untuk memecah nilai koin satu ini.

    Mengapa redenominasi ini dilakukan? Alasannya adalah agar satuan unit Polkadot menjadi lebih mudah dipahami oleh pengguna.

    Sebelum redenominasi, DOT bisa dipecah ke dalam satuan dengan 12 angka di belakang koma (contohnya 1,000000000000 DOT).

    Hal ini dianggap menyulitkan penggunanya untuk menggenggam DOT karena banyaknya angka desimal membuat mereka cenderung lupa jumlah pasti koin DOT yang mereka genggam. Nah, kondisi itu dianggap bisa menjadi celah bagi scammers untuk memanfaatkan kealpaan tersebut.

    Di samping itu, pencipta platform Polkadot Gavin Wood juga menyebut, keputusan ‘token split’ Polkadot diambil agar likuiditas DOT semakin lancar. Hal ini mengingat pasokan awal Polkadot sebesar 10 juta keping dianggap merupakan keputusan sewenang-wenang.

    Akhirnya, komunitas penggenggam DOT pun melakukan pemungutan suara dengan empat opsi: tanpa pergantian, 1:10, 1:100, atau 1:1.000. Hasilnya, 86% dari total suara menginginkan 1 DOT dipecah menjadi 100 bagian lagi. Sehingga, unit DOT hanya akan memiliki sembilan angka di belakang koma (contohnya 100,000000000).

    Adapun proses redenominasi ini mirip dengan pemecahan saham (stock split), yang dapat membuat kenaikan nilai saham secara substansial setelah peristiwa tersebut. Namun, di aset kripto, hal itu tidak pernah ada sebelumnya.

    Pada dasarnya, redenominasi Polkadot membuat 1 DOT lama dibagi menjadi 100 DOT baru. Akibatnya, total pasokan meningkat dari 10 juta token menjadi 1 miliar token. Namun, redenominasi ini tidak mengubah nilai total kepemilikan investor dalam protokol.

    Nasib Polkadot Pasca Redenominasi

    Motif utama stock split adalah untuk membuat saham tampak lebih terjangkau bagi investor kecil, demi meningkatkan likuiditas di saham. Dan alasan komunitas Polkadot untuk melakukan redenominasi sama halnya dengan stock split. Mereka ingin investor kecil bisa memiliki DOT dengan lebih terjangkau.

    Hasilnya pun langsung dirasakan setelahnya. Redenominasi tersebut ternyata bikin permintaan DOT kian moncer. Alhasil, harganya pun langsung melonjak dari US$2,92 per keping menjadi US$6,84 hanya dalam 10 hari setelah redenominasi.

    Kenaikan harga, disertai dengan kenaikan suplai, akhirnya bikin DOT berhasil merangsek masuk jajaran 10 besar aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Tiga minggu kemudian, kapitalisasi pasar DOT menjadi US$3,7 miliar dan berhasil menduduki posisi ketujuh aset kripto terpopuler sejagat.

    Tetapi analis menilai bahwa redenominasi bukanlah satu-satunya faktor di balik kenaikan pesat Polkadot.

    Thomas Kuhn, Analis Makro di Quantum Economics, memberikan tiga alasan. Pertama, proyek Polkadot ini memiliki kelayakan untuk dibangun, sehingga pecinta aset kripto merasa butuh memberikan tim Polkadot sumber dana yang kuat.

    Kedua, Polkadot adalah proyek yang cukup baru dengan keandalan yang bisa dibandingkan dengan Ethereum. Ketiga, Polkadot adalah aset yang relatif baru.

    Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    Polkadot Sempat Menjadi Koin Terbesar Keempat

    Pada awal tahun 2021, token Polkadot pernah menjadi koin terbesar keempat dalam hal kapitalisasi pasar. Bahkan, melampaui rivalnya, Ripple (XRP).

    Kapitalisasi pasar DOT saat itu mencapai sekitar US$13,45 miliar. Sementara kapitalisasi pasar XRP sekitar US$13,28 miliar. Kenaikan tajam harga DOT saat itu mencapai sekitar 50% dalam tujuh hari, mendorong kapitalisasi pasarnya ke level puncak.

    Saat itu, ada beberapa alasan utama di balik tren naik DOT yang kuat. Yaitu struktur pasar teknis yang kuat, antisipasi jaringan blockchain Polkadot yang dapat ditingkatkan, dan ketertarikan pasar terhadap proyek DeFi.

    Antusiasme pecinta aset kripto atas DOT sebenarnya sudah tumbuh sejak Desember 2021, di mana harga DOT mengalami titik tertinggi yakni sekitar US$11. Sejak periode itu, koin tersebut terus melihat momentum yang kuat dan pemulihan yang kuat di area support utama.

    Masa Depan Polkadot

    Kini, Polkadot memang menduduki peringkat ke-sembilan aset kripto populer dengan harga US$16,17 per unit. Namun, berbagai analisis yang dihimpun Coinpedia mengatakan bahwa harga DOT bisa mencapai US$126 per keping dalam lima tahun mendatang.

    Hal ini didasari atas optimisme pengguna aset kripto yang sangat yakin dengan keandalan sistem blockchain Polkadot dan upgrade “cabang” blockchain Polkadot, yang disebut parachain. Keandalan sistem Polkadot dibandingkan Ethereum bisa kamu baca di artikel ini ya, Sobat Cuan!

    Jadi, apakah kamu juga tertarik memiliki DOT? Tunggu kehadirannya di aplikasi Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Decrypt, Cointelegraph, The Block Crypto



    Sumber : pluang.com

  • Apakah The Fed Benar-Benar Bisa Pengaruhi Harga Emas?

    Sobat Cuan, apakah kamu sering memantau pergerakan harga emas setiap harinya? Jika ya, pasti kamu tahu salah satu sentimen yang kerap mempengaruhi nilai sang logam mulia. Hal itu tak lain dan tak bukan adalah rencana pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

    Perkembangan terbarunya, harga emas terombang-ambing setelah otoritas moneter ini mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada 2023 mendatang. Alias, meninggalkan rezim kebijakan moneter longgar, yang selama ini diberlakukan sejak pandemi COVID-19 berlangsung.

    Lantas, apa jampi-jampi yang diucapkan The Fed sehingga bikin harga emas oleng? Berikut penjelasan singkatnya.

    Siapakah The Fed?

    The Fed alias The Federal Reserve adalah bank sentral Amerika Serikat yang memiliki wewenang untuk mengatur suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya. Seluruh kebijakan tersebut ditujukan agar AS memiliki sistem moneter dan finansial yang aman, stabil, dan fleksibel.

    Selaku bank sentral pada umumnya, The Fed pun memiliki wewenang untuk mengatur suplai, distribusi uang, dan kredit.

    Demi merumuskan serangkaian kebijakan tersebut, para pejabat The Fed biasanya berkumpul dalam satu pertemuan yang disebut rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

    Adapun, pertemuan yang dilakukan delapan kali dalam kurun satu tahun itu membahas berbagai hal mulai dari kondisi makroekonomi dan sikap The Fed dalam meresponsnya. Salah satunya terkait penetapan suku bunga acuan demi merespons tingkat inflasi di negara adidaya tersebut.

    Cara The Fed Mempengaruhi Harga Emas

    The Fed adalah arsitek kebijakan moneter di AS, sehingga segala gerak-geriknya tentu akan mempengaruhi kondisi makroekonomi di negara tersebut. Termasuk, gejolak yang ada di pasar emas.

    Namun, hal ini jangan diartikan bahwa The Fed memang benar-benar bisa mempengaruhi harga emas! Apa alasannya?

    Seperti yang kita tahu, harga sebuah benda terbentuk dari skema permintaan dan penawaran. Nah, perubahan harga akan terjadi jika ada syok yang melanda salah satu di antara keduanya.

    Khusus harga emas, selama ini syok lebih banyak terjadi dari sisi permintaan. Di mana, salah satu penyebab syok tersebut adalah reaksi investor terhadap pengumuman dan kebijakan moneter The Fed.

    Beberapa analis sepakat bahwa terdapat dua jalur mengenai bagaimana The Fed bisa menciptakan syok di sisi permintaan emas. Berikut penjelasannya!

    1. Perubahan Suku Bunga Acuan Fed Rate

    Layaknya bank sentral pada umumnya, The Fed akan menaikkan suku bunga acuan demi meredam laju inflasi yang kencang. Sebaliknya, mereka akan menurunkan suku bunga acuan demi menaikkan laju konsumsi dan memacu ekonomi.

    Nah, ketika The Fed menaikkan suku bunga acuan, maka hal itu akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga.

    Investor tentu akan memalingkan perhatiannya dari emas saat suku bunga meningkat. Sebab, mereka tentu akan lebih cuan menaruh uang di instrumen lain yang mendapatkan keuntungan dari rezim suku bunga yang tinggi. Utamanya, obligasi pemerintah.

    Lagipula, memiliki emas di saat suku bunga acuan tinggi dipandang merugikan lantaran emas tidak menghasilkan imbal hasil yang dihitung berdasarkan suku bunga.

    Namun, bukan berarti setiap kenaikan suku bunga acuan berdampak langsung ke harga emas. Semuanya tergantung dengan besaran tingkat inflasi dan juga besaran kenaikan suku bunganya.

    Jika kenaikan suku bunga acuan lebih tinggi dibanding tingkat inflasinya, maka suku bunga riilnya pun akan meningkat. Hal tersebut tentu akan memicu peristiwa di atas. Namun, jika yang terjadi adalah kebalikannya, maka bisa jadi harga emas tak terpengaruh dengan kenaikan suku bunga acuan.

    Sehingga, dalam hal ini, yang menjadi pemicu pergerakan harga emas adalah reaksi investor terhadap perubahan di suku bunga riil, bukan suku bunga acuan The Fed. Meski memang, pergerakan suku bunga riil sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga acuan The Fed.

    Apalagi menilik dari sejarahnya, terdapat beberapa kasus di mana kenaikan harga emas terjadi saat suku bunga The Fed menanjak.

    Salah satunya terjadi pada 1970-an silam. Kala itu, harga emas berhasil mencapai angka tertingginya selama abad 20 dan hal itu terjadi ketika suku bunga sedang tinggi-tingginya.

    the fed emas
    Korelasi antara harga emas dan suku bunga acuan The Fed. Sumber: Sunshine Profits

    Riset Goldmoney juga mengatakan, harga emas justru meningkat 4,85% selama siklus kenaikan suku bunga. Bahkan, kenaikannya lebih tinggi dibandingkan siklus suku bunga rendah yang hanya 4%.

    2. Kinerja The Fed yang Memble

    Selain suku bunga, harga emas juga dipengaruhi oleh kepercayaan investor terhadap kemampuan The Fed dalam menstabilkan ekonomi.

    Ketika investor percaya bahwa The Fed bisa memperbaiki nilai dolar AS dan memiliki kebijakan moneter yang mumpuni, maka investor tentu akan menjauhi emas. Begitu pun sebaliknya. Mengapa demikian?

    Kala The Fed bisa menstabilkan tingkat inflasi dan menjaga nilai dolar AS, maka investor tentu saja semakin berani untuk masuk ke pasar aset berisiko. Utamanya, adalah pasar modal. Sebab, situasi ekonomi yang mumpuni tentu bikin investor yakin bahwa taruhannya di aset-aset tersebut akan berbuah manis di masa depan.

    Namun, investor pasti akan menjauhi aset berisiko ketika The Fed dianggap gagal dalam menstabilkan ekonomi dan nilai tukar. Sehingga, di saat-saat seperti demikian, investor akan memalingkan perhatiannya ke emas. Ini lantaran emas dianggap sebagai aset lindung nilai dan safe haven, yang bisa melindungi kekayaan seseorang saat iklim investasi tengah mendung.

    Adapun salah satu contohnya terjadi pada 2008 lalu, saat The Fed menggalakkan kebijakan quantitative easing.

    Pada saat itu, investor cukup skeptis bahwa kebijakan tersebut bisa memperbaiki ekonomi AS yang porak-poranda dihantam krisis finansial yang dipicu oleh subprime mortgage. Sebab, kebijakan itu merupakan kebijakan yang cukup baru dilakukan The Fed. Alhasil, investor pun masih memilih memborong emas, sehingga mendorong harga logam mulia.

    Namun, situasi ekonomi AS pun berubah cerah setelah quantitative easing dijalankan. Alhasil, investor kembali merangsek masuk pasar berisiko dan meninggalkan emas. Hal itu membuat emas memasuki bear market mulai September 2011.

    Baca juga: Nasib Harga Emas Pekan Ini Berada di Tangan The Fed

    Kesimpulan

    Intinya, Sobat Cuan perlu memahami bahwa kebijakan The Fed bukanlah penyebab dari naik turunnya harga emas. Namun, segala gerak-gerik The Fed dapat memberikan syok di sisi permintaan dan penawaran emas, sehingga mempengaruhi harga logam mulia.

    Bahkan, bukan tidak mungkin kebijakan The Fed yang dirasa “menyebalkan” bisa berbuah manis bagi harga emas. Tentu saja, hal itu berlaku jika memenuhi beberapa syarat dan ketentuan.

    Jadi bagaimana Sobat Cuan? Masih takut menggenggam emas gara-gara The Fed? Kalau tidak, yuk segera investasi emas di Pluang! Di Pluang, kamu bisa berinvestasi emas mulai dari 0,01 gram saja, lho!

    Baca juga: Kegalauan The Fed Diramal Masih Pengaruhi Emas Pekan Ini

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Sunshine Profits, Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Simak 7 Investasi Mudah Untuk Mahasiswa Berikut!

    Status mahasiswa bukan menjadi halangan bagi seseorang untuk mencoba investasi. Nyatanya, di zaman serba digital ini, banyak sekali pilihan bagi mahasiswa untuk investasi dengan mudah!

    Memang, mahasiswa mungkin kesulitan untuk membaca tren pasar saham atau analisis teknikal yang terlihat njelimet. Namun, seharusnya hal itu tidak menjadi halangan untuk menata masa depan yang lebih baik.

    Tak perlu menunggu lulus dan bekerja, mahasiswa pun bisa menyiapkan diri buat jadi sultan di masa tua sekarang. Kalau kamu adalah salah satunya, yuk simak baik-baik atrtikel berikut!

    Alasan Memulai Investasi Sejak Usia Mahasiwa

    Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah uang. Sehingga, jangan mengulur waktu supaya kamu makin banyak cuan di masa depan. Tak perlu khawatir kalau nasibmu tak semujur Rafathar atau Sisca Kohl, sebab kamu masih punya banyak waktu untuk menimbun kekayaanmu.

    Selain itu, terdapat segudang alasan lain kenapa kamu harus mulai berinvestasi sejak masih mahasiswa. Apa saja hal tersebut?

    1. Mempersiapkan Hidup Lebih Baik di Masa Depan

    Berapa sih besar gaji fresh graduate saat kamu lulus nanti? Untuk menerawang hal ini, kamu bisa menghitung sendiri pengeluaranmu dan membandingkannya dengan gaji dan UMR setempat. Apakah sepadan? Dan apakah itu bisa mengantarmu ke kemerdekaan finansial?

    Nah, untuk itulah kamu perlu berinvestasi sejak dini. Kamu bisa meringankan beban hidupmu di masa depan dengan mengumpulkan uang saat ini demi mencapai tujuan finansialmu yang utama. Misalnya, beli rumah sebelum usia 30 tahun atau berencana pensiun dini di usia 40 tahun.

    Tidak apa-apa kalau kamu hanya berinvestasi dengan jumlah minim per minggu atau per bulannya. Percayalah, bahwa konsistensimu dalam berinvestasi pasti akan berbuah manis dalam jangka 10 tahun ke depan.

    Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

    2. Merdeka Secara Finansial

    Hidup layak berkecukupan adalah impian semua orang. Kamu bisa mewujudkan mimpi tersebut dengan investasi.

    Jika di masa muda kamu bekerja untuk mendapatkan uang, investasi sejak muda akan membuat nantinya uang yang bekerja untukmu. Asyik kan?

    Mengapa demikian? Sebab, investasi mengenal konsep yang bernama tingkat bunga majemuk (compound interest). Di mana, uang yang kamu investasikan akan berkembang biak dengan sendirinya seiring waktu berjalan.

    3. Bikin Kamu Leluasa Mengejar Passion

    Kamu pasti sering membaca keluhan orang-orang di media sosial yang menyesal tak bisa mengejar passion lantaran memilih pekerjaan yang tak ia sukai karena terhimpit urusan finansial. Nah, kalau kamu tidak mau terjeblos ke situasi yang sama, maka investasi sejak dini adalah solusinya.

    Kamu mau jadi freelancer? Atau kamu mau jadi full-time traveler ala-ala influencer di Instagram setelah lulus? Semuanya bisa kamu lakukan kalau kamu sudah punya jaring-jaring finansial yang mumpuni.

    Atau, kalau kamu mau berkarier, kamu bisa fokus menggunakan waktu kerjamu dengan membangun jejaring dan mengangkat jenjang kariermu ke level yang lebih baik lagi. Semuanya bisa kamu lakukan tanpa mengeluh soal gaji!

    Produk Investasi yang Mudah Untuk Mahasiswa

    Nah, jadi apakah kamu sudah siap menjadi sultan di masa tua? Yuk, intip produk investasi apa saja yang cocok bagi mahasiswa.

    Namun, kamu harus memperhatikan tiga poin penting ini dulu, ya. Yakni tujuan finansial jangka panjangmu, profil risikomu, dan juga kemampuan finansialmu saat ini.

    1. Deposito, Investasi yang Mudah untuk Mahasiswa

    Produk investasi ini tergolong yang paling mudah dipahami dengan tingkat risiko rendah. Jika kamu adalah mahasiswa yang masih ingin menjajal dunia investasi, pilihan menabung di deposito adalah pilihan yang tepat.

    Pasalnya imbal hasilnya tetap. Artinya, kamu tidak perlu takut cuanmu susut atau hilang. Asal, kamu harus pastikan juga untuk memilih bank yang kredibel saat akan membeli produk deposito.

    Selain itu, cuan kamu di instrumen ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk juga besaran uang yang kamu depositokan plus tenor yang kamu pilih.

    2. Logam Mulia

    Emas menjadi primadona investasi sejak jaman nenek moyang kita. Pasalnya, logam mulia terhitung sebagai produk yang aman. Karenanya, emas juga ideal digolongkan sebagai investasi yang mudah untuk mahasiswa.

    Kamu juga bisa memilih besaran gram yang ingin kamu beli untuk berinvestasi. Sesuaikan saja dengan budget investasi kamu ya, Sobat Cuan.

    Adapun risiko terbesar dari berinvestasi emas adalah kehilangan. Untungnya, saat ini sudah ada opsi untuk menyimpan emasmu secara digital agar tidak hilang. Kamu bisa melakukan pembelian emas pada aplikasi Pluang. Jika tertarik, kamu bisa mempelajarinya di sini ya, Sobat Cuan.

    3. Investasi Mudah? Coba Peer to Peer Lending

    Investasi ini biasanya dilakukan melalui perantara aplikasi jika kamu ingin lebih aman. Mekanismenya ialah kamu berperan jadi pemodal untuk usaha kecil menengah (UKM) atau debitur lainnya melalui platform pihak ketiga.

    Kamu juga bisa meminjamkan langsung kepada temanmu tanpa perantara, dengan catatan kamu harus membuat perjanjian yang jelas ya, Sobat Cuan.

    Modal yang dibutuhkan untuk investasi jenis ini sangat beragam tergantung budget kamu. Kamu bisa memperoleh keuntungan sampai 20% lho, meski memang risikonya pun lumayan tinggi.

    4. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

    Membeli surat utang negara sangat minim risiko. Kamu bisa membelinya melalui bank, platform digital atau sekuritas secara ritel. Jadi, jumlahnya bisa disesuaikan dengan budget kamu.

    ORI termasuk instrumen yang cukup mengutungkan. Kamu akan menerima kupon secara rutin dari negara selama surat utang tersebut kamu pegang. Kamu juga bisa menjualnya di pasar sekunder, biasanya harga di pasar sekunder lebih tinggi dibanding harga beli awal.

    Berinvestasi di obligasi negara juga akan bikin kamu berkontribusi membangun negeri, lho. Sebab, uang investasimu akan masuk ke komponen pembiayaan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di mana, komponen pembiayaan akan digunakan pemerintah untuk membayar belanja seperti bantuan subsidi, infrastruktur, dan kesehatan.

    5. Reksa Dana

    Investasi aman dan mudah untuk mahasiswa lainnya ialah reksadana.

    Kamu bisa membeli unit reksa dana lewat manajer investasi. Dana yang kamu setorkan untuk membeli unit tersebut akan dikelola oleh mereka, sehingga unit reksa dana kamu akan bertambah mahal seiring waktu dan mekanisme pasar.

    Instrumen ini sangat cocok untuk pemula yang belum punya kemampuan mumpuni untuk menjajal langsung pasar investasi. Manajer Investasi akan membantumu membuat keputusan finansial terkait dana kelolaan kamu, sehingga kamu bisa duduk tenang sambil mendulang cuan.

    Kamu juga bisa membeli reksadana lewat aplikasi Pluang, di sini.

    6. Trading Saham

    Kalau kamu bernyali besar dan merasa siap menjajal pasar, trading saham bisa jadi pilihan.

    Sebelumnya kamu harus membuka akun di sekuritas dan menyetorkan sejumlah dana sebagai modal. Idealnya sih, kamu harus belajar dulu beberapa analisis dasar seperti analisis teknikal dan analisis fundamental sebelum masuk ke pasar.

    Kamu bisa membeli saham dari emiten yang menurut analisismu punya prospek bagus lewat sekuritas. Tapi, kamu harus membeli minimal satu lot yang berarti 100 lembar saham.

    Harga lot yang kamu pegang akan berfluktuasi sesuai dinamika pasar. Makanya, kamu harus menentukan kapan akan membeli dan menjual saham agar dapat cuan.

    Untuk meminimalisasi besarnya kerugian, kamu bisa memulainya dari jumlah yang kecil ya, Sobat Cuan.

    Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap berinvestasi meski masih berstatus mahasiswa? Jangan tunda-tunda lagi ya, apalagi kini membeli produk investasi sudah makin terjangkau. Apalagi, kalau kamu membelinya di aplikasi Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mendapatkan aset kripto, reksa dana, dan emas digital mulai dari Rp10.000 saja! Selain itu, investasi di Pluang pun aman karena sudah berlisensi BAPPEBTI dan OJK. Tunggu apalagi?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Linkaja, Cekaja



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Yuk Belajar Jenis-Jenis Hard Fork Ethereum Berikut!

    Sobat Cuan punya portofolio investasi di Ethereum? Dan apakah kamu familiar dengan hard fork yang terdapat di Ethereum?

    Nah, sebagai pecinta aset kripto, rasa-rasanya kurang afdhol jika kamu hanya menggenggam Ethereum dan masih belum memahami seluk beluknya. Maka dari itu, yuk kita pelajari bersama hard fork yang terdapat di Ethereum!

    Mengenal Konsep Fork dalam Aset Kripto

    Fork di dunia aset kripto dikenal sebagai perubahan dalam protokol mata uang kripto tersebut. Perubahaan ini memanfaatkan piranti lunak yang bisa menentukan apakah sebuah transaksi di blockchain terbilang valid atau tidak.

    Fork terjadi ketika pengembang atau beberapa pengguna aset kripto merasa harus ada perubahan di aspek fundamental dari aset kripto yang dimaksud. Faktor pendorong perubahan itu bisa bermacam-macam, mulai dari masalah keamanan, nilai guna, dan lainnya.

    Mengenal Soft Fork dan Hard Fork

    Ada dua jenis fork yang dikenal sebagai soft fork dan hard fork.

    Soft fork adalah perubahan dalam protokol aset kripto yang bisa diterima oleh blockchain yang sudah ada. Jenis ini dianggap soft (halus) lantaran perubahan ini tidak mengubah struktur protokol yang sudah ada satu pun.

    Soft fork dapat diimplementasikan oleh pengembang atau pencipta aset kripto untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan tertentu. Juga memodifikasi sesuatu secara minor atau mengubah beberapa aturan seputar blockchain yang sudah ada.

    Beberapa contoh soft fork berlangsung secara sementara yang memang ditujukan untuk memperlancar arus penambangan kripto.

    Gambarannya seperti ini. Ketika soft fork berlangsung, maka node-node komputer lama yang terhubung ke jaringan cryptocurrency tersebut masih menganggapnya sebagai transaksi valid. Namun, blok-blok baru yang ditambang akan dianggap tidak valid oleh node-node yang baru.

    Adapun hard fork adalah hal yang sama sekali berbeda.

    Hard fork adalah perubahan besar pada aset kripto yang bersangkutan. Mereka mengubah protokol aset kripto dan membuat versi protokol lama menjadi tidak valid.

    Jika versi lama terus hidup, maka itu akan mengakibatkan pemisahan dari versi baru. Hard fork biasanya diimplementasikan dalam kondisi ekstrem. Mereka jarang direncanakan karena sebagian besar hard fork dilakukan demi kebutuhan.

    Hal ini masuk akal karena biasanya tidak ada alasan yang sah untuk menerapkan hard fork dalam aset kripto yang berfungsi normal. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk Ethereum. Yuk, simak berbagai hard fork dalam Ethereum!

    Baca juga: Dulu Dilupakan, Kini Dielukan. Kenapa Polkadot Bisa Jadi Aset Kripto Beken?

    Mengenal Hard Fork Ethereum

    Di dalam ekosistem Ethereum, beberapa pengembang menciptakan hard fork tersendiri lantaran protokol Ethereum aslinya memiliki beberapa kelemahan.

    Terdapat tiga hard fork yang umum dikenal di kancah protokol besutan Vitalik Buterin ini. Apa saja contohnya?

    1. Hard Fork Ethereum Classic (ETC)

    Ethereum Classic adalah fork pertama yang dilalui Ethereum, yang juga kebetulan menjadi salah satu yang paling kontroversial.

    Pada pertengahan 2016, ditemukan kelemahan dalam kontrak DAO (organisasi otonom terdesentralisasi). Hal ini menyebabkan sekitar 3,6 juta ETH terkuras dari kontrak dana tersebut. Sesuai aturan kontrak yang dirancang, maka dana-dana tersebut pun dibekukan selama 28 hari sebelum ditransfer.

    Nah, hard fork Ethereum Classic dirancang oleh tim pengembang sehingga mereka bisa cepat mengambil tindakan atas peretasan tersebut dan mendapatkan kembali dana-dana yang dicuri tersebut.

    Setelahnya, organisasi Ethereum merancang perbaikan protokol EIP 779 sehingga setiap orang bisa menarik ETH mereka dari kontrak DAO. Jika tindakan ini tak dilakukan, maka seseorang bisa saja memiliki 4,4% dari total pasokan ETH pada saat itu.

    Hanya saja, langkah tersebut memecah belah komunitas Ethereum menjadi dua kubu.

    Kubu pertama terdiri dari mereka yang senang bahwa tim pengembang bisa mengambil tindakan cepat. Ini berarti bahwa para pengembang belajar dari pelajaran mereka dan dapat lebih siap jika insiden seperti ini terulang lagi.

    Namun, terdapat pula kudu kedua. Yakni, mereka yang tidak setuju dengan fork Ethereum tersebut.

    Mereka berpendapat bahwa pembaruan jaringan tersebut “menggadaikan” prinsip desentralisasi di jaringan Ethereum. Orang-orang ini percaya bahwa aset kripto harus benar-benar terdesentralisasi, dan tim pengembangan tidak boleh intervensi ke dalamnya.

    Mereka berpikir bahwa segera setelah mereka mulai mengambil tindakan, itu akan menjadi awal dari serangkaian efek buruk yang akan membahayakan masa depan Ethereum.

    Akhirnya, para pengembang memutuskan untuk melakukan hard fork, sementara blockchain lama tetap dibiarkan dan kini dikenal sebagai Ethereum Classic.

    Baca juga: Mengenal Bitcoin Death Cross, Buah Bibir di Pasar Kripto Belakangan Ini

    2. Ether Zero (ETZ)

    Ether Zero, meskipun tidak sekontroversial ETC, adalah hard fork terkenal lainnya.

    Menurut situs web mereka, proyek ini dimulai oleh sekelompok penyuka teknologi yang ingin menyediakan platform yang lebih baik untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan penyebaran kontrak pintar.

    Yang membedakan ETZ dari fork lainnya adalah selain bertujuan untuk mempercepat tingkat transaksi, tim pengembang bertekad untuk membuat transaksi benar-benar gratis. Banyak orang di dunia aset kripto menganggap hal ini sebagai tujuan yang sangat berani.

    Ether Zero juga merupakan fork berbasis Proof of Work, yang berarti bahwa satu-satunya cara yang benar-benar efektif untuk menambangnya adalah dengan menggunakan jenis rig GPU. Namun, ada rencana untuk menerapkan sistem algoritma konsensus Proof of Stake ke dalam fork Ethereum ini di masa depan.

    Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    3. Hard Fork Ethereum Metropolis

    Hard fork Ethereum Metropolis adalah percabangan yang terjadi saat ini. Dan seperti ETZ, ia berencana untuk meningkatkan fondasi yang telah dibangun ETH.

    Untuk memecahnya, Metropolis terdiri dari tiga tahap: Byzantium (yang telah selesai), Konstantinopel (fase saat ini), dan kemudian Serenity (lebih lanjut tentang ini nanti).

    Konstantinopel bertujuan untuk meningkatkan dua fitur utama. Pertama, perombakan privasi. Jangan salah paham, pengaturan privasi dan opsi Ethereum saat ini tidak buruk sama sekali. Namun, fitur-fitur baru ini akan menjadi peningkatan yang signifikan pada mereka. Ini akan memungkinkan privasi yang lebih besar saat melakukan transaksi.

    Kedua, transisi dari sistem Proof of Work (PoW) ke sistem Proof of Stake (PoS). Meskipun ini tidak dimaksudkan untuk diselesaikan selama fase ini, baik Bizantium dan Konstantinopel dianggap sebagai dua fase persiapan utama untuk langkah besar berikutnya.

    Transisi ke sistem PoS akan menghilangkan proses penambangan secara keseluruhan, menggantikannya dengan sistem yang memungkinkan kamu mempertaruhkan beberapa koin ETH untuk kemampuan memverifikasi transaksi di jaringan.

    Sering dianggap sebagai Ethereum 2.0, hard fork Ethereum Serenity adalah langkah penting terakhir dalam pengembangan aset kripto ini. Hard fork ini memiliki satu tujuan saja: untuk menyelesaikan transisi dari sistem PoW ke PoS.

    Serenity yang berarti ketenangan adalah tonggak sejarah besar karena akan mengubah seluruh lanskap Ethereum. Menurut roadmap mereka, “PoS murni” akan hadir ke Ethereum pada tahun 2021.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Bitdegree, Paxful



    Sumber : pluang.com

  • Anti Panic Buying Saat Pandemi! Yuk, Simak 8 Tips Hemat Belanja di Sini!

    Overspending di supermarket saat pandemi memang sulit dihindarkan. Kepanikan terkait kebijakan pembatasan sosial dan wacana lockdown kadang bikin kita gelap mata saat berbelanja kebutuhan. Di kala seperti ini, tips-tips hemat yang diamalkan sebelum pandemi rasanya menguap begitu saja.

    Salah satu contohnya pun viral di jagat maya. Sebuah video baru di tiktok yang diunggah pasangan suami istri Davi dan Vira di Gresik jadi buat bibir warganet. Bagaimana tidak, keduanya menghabiskan Rp113 juta salam satu kunjungan ke supermarket lokal!

    Akun bernama @tokotimurtengah itupun viral dan ditonton lebih dari 3 juta kali lantaran fantastisnya biaya belanja bulanan sepasang suami istri tersebut. Menurut Davi, meski baru-baru ini saja viral, video tersebut diambil tahun lalu waktu pandemi COVID 19  baru terkonfirmasi di Indonesia.

    @tokotimurtengah##fyp ##foryoupage ##fypシ ##belanjabulanancheck ##belanja♬ Panik ngga – Ragil

    Sejak pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, banyak orang melakukan panic buying kebutuhan sehari-hari lantaran khawatir tertular jika sering berbelanja. Mereka menghabiskan uang dalam jumlah besar dan cenderung membeli barang dalam jumlah banyak tanpa perencanaan yang matang.

    Mempersiapkan diri untuk situasi krisis sih lumrah saja ya, Sobat Cuan. Tapi, momen-momen seperti ini justru berbahaya!

    Saat kondisi terdesak, kita cenderung menganggap semua barang adalah kebutuhan penting. Alhasil, kita berujung membeli barang-barang yang tak seharusnya kita beli.

    Sebenarnya, ada lho cara ampuh dan tips hemat biar anggaran belanja kamu tidak tersedot panic buying. Lantas, bagaimana sih biar bajet belanja kamu tidak melonjak saat pandemi?

    Tips Hemat Berbelanja Saat Pandemi

    Pandemi tentu mengharuskan kamu makan makanan sehat, teratur dan lengkap agar imun kamu bagus. Tapi ingat, survive pandemi saja tidak cukup kalau keuangan kamu tidak ikut terselamatkan.

    Coba ikuti tips hemat berikut ini ya supaya badan dan kantong kamu sama-sama sehat di masa yang sulit.

    Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

    1. Rencanakan Belanja dengan Matang

    Perencanaan adalah langkah awal hidup yang baik. Kamu harus membuat perencanaan menu selama seminggu, kalau bisa lebih.

    Terkadang, pusat perbelanjaan mengiklankan produknya yang sedang diskon. Agar lebih hemat lagi, kamu juga bisa membuat perencanaan menu berdasarkan barang yang sedang diskon.

    Buat perencanaan yang efisien, jangan sampai ada makanan yang terbuang ya, Sobat Cuan.

    2. Bawa List Belanja

    Oke, kamu sudah merencanakan daftar belanjamu sebelum berangkat ke supermarket. Tapi, jangan lupa juga untuk menuliskannya sekaligus membawanya ke tempat belanja!

    Alasannya, tentu saja agar kamu tetap sesuai rencana dan tidak lupa dengan daftar belanjaanmu. Kalau kamu tidak membawa list belanja, pasti ujungnya kamu pun mager pulang ke rumah dan memutuskan untuk berbelanja secara babi buta. Jangan begitu ya, Sobat Cuan!

    Selain itu, kalau kamu memang mengincar barang-barang diskonan, pastikan cari barang diskon yang memang akan kamu beli dan terdapat di list yang sudah kamu buat.

    Jangan sampai lapar mata, tapi juga jangan sampai ada yang terlewat. Survei membuktikan sering je pusat perbelanjaan karena ada barang yang lupa terbeli hanya akan membuat anggaran belanjamu membengkak, loh!

    3. Manfaatkan Promo

    Kartu kredit atau debit kadang memberikan promo, pun dengan toko tempat kamu berbelanja. Promo biasanya ditukar dengan potongan harga.

    Tentu saja ini bermanfaat untuk menekan pengeluaran, apalagi jika kamu berniat untuk belanja dalam jumlah besar agar tidak perlu sering-sering ke pusat perbelanjaan.

    Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

    4. Tips Hemat Berbelanja Produk, Jangan Terkecoh Merek

    Produk yang sama kerap diproduksi oleh berbagai merek yang berbeda. Padahal, isi dan kualitasnya sama saja.

    Pastikan kamu berfokus pada produknya, bukan mereknya. Kamu akan menghemat pengeluaran dengan tidak membayar lebih banyak pada merek terkenal yang memerlukan biaya marketing tinggi dan packaging lucu.

    Selain itu, perhatikan harga per unitnya juga, ya. Terkadang produk dengan packaging yang unik dan dihargai lebih murah menarik perhatianmu. Padahal, harga per liter atau per gramnya jadi lebih mahal.

    Artinya kamu malah membayar lebih banyak karena mengira harga tertera sudah murah, kan? Jadi tetap cermat dalam berbelanja, ya!

    5. Makan Sehat Lebih Hemat

    Tahukah kamu bahwa terkadang kamu makan lebih banyak sebab tubuhmu mencari nutrisi yang belum dipenuhi makananmu?

    Jika kamu memakan menu lengkap dan seimbang, porsi makananmu akan banyak berkurang. Jadi, pastikan menu kamu lengkap dan seimbang ya setiap harinya. Bahan-bahan untuk membuatnya pun bisa kamu masukkan ke dalam daftar belanjaanmu.

    Selain bisa menekan biaya belanja makanan, menu lengkap dan seimbang akan membuat dana daruratmu aman. Tidak mau kan ke UGD karena salah makan di saat UGD sedang penuh dengan pasien COVID-19 yang butuh penanganan?

    Kamu juga perlu mempertimbangkan untuk membawa bekal ke kantor atau saat terpaksa bepergian keluar rumah. Selain agar makananmu tidak terpapar virus, menu yang kamu buat sendiri tentu lebih sehat dan seimbang berdasarkan porsi makanan yang sudah kamu rencanakan, kan? Lebih hemat juga lho buat kantongmu.

    6. Beli Produk yang Sedang Musim

    Buah dan sayur punya siklus produksi yang sering kali bermusim. Beberapa memang tumbuh sepanjang waktu, tapi produk musiman biasanya jauh lebih murah saat sedang musim.

    Jadi, kalau kamu ingin durian di bulan Juni, coba saja bersabar dulu sampai musimnya tiba ya, Sobat Cuan.

    Tips hemat lainnya adalah beli produk segar musiman ini saat diskon. Kadang, saking banyaknya suplai, supermarket menemukan produk yang kurang masuk standar kualitas toko secara tampilan. Nutrisi dan rasanya sih tetap baik, jadi tidak ada salahnya kamu beli asal memilih dengan jeli.

    Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mengetahui dan Menentukan Limit Kartu Kredit di Sini!

    7. Tips Hemat Saat Tidak Musim, Beli Produk Kaleng dan Makanan Beku

    Beberapa produk diawetkan dalam kaleng atau dibekukan untuk mencegahnya terbuang sia-sia. Pengemasan ini lebih hemat dan efisien ketimbang menjaga produk tetap segar berbulan-bulan setelah dipanen.

    Kamu bisa membeli produk ini. Biasanya harganya pun jauh lebih murah ketimbang yang segar. Kamu tidak perlu khawatir akan nutrisinya, teknologi pangan pasti sudah memikirkan bagaimana agar nutrisinya tetap terjaga dalam proses pengemasannya.

    8. Tanam Sendiri Makananmu

    Teknologi hidroponik saat ini sudah maju dan banyak diminati lho, Sobat Cuan. Selain membantu suplai makanan segar, kebun cantik di halaman rumahmu tentu membuat mood kamu jadi baik.

    Pasti menyenangkan jika kamu bisa memetik sendiri cabai yang akan kamu jadikan sambal, juga selada untuk salad pagi ini. Berhemat sambil menikmati hidup adalah cara terbaik selamat melalui pandemi, ketimbang harus hoarding ke supermarket menghabiskan tabunganmu.

    Selain mengamalkan tips di atas, ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan saat pandemi dan berdiam diri di rumah saja. Ya, kegiatan itu adalah investasi!

    Daripada belanja berlebihan, mending kamu sisihkan uangmu untuk berinvestasi emas digital, aset kripto, reksa dana, dan indeks S&P 500 di Pluang! Apalagi, investasi di Pluang bisa dimulai dari Rp10.000 saja, lho. Yuk, investasi sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Detik, Intuit, Southern Living





    Sumber : pluang.com