Sobat Cuan yang sedang getol-getolnya trading mungkin paham bahwa mempelajari seluk beluk candlestick adalah kunci utama untuk menggapai cuan. Namun, kamu tak hanya perlu mengetahui anatomi candlestick semata, tetapi juga harus memahami pola-pola candlestick.
Apa sih alasannya?
Pola candlestick bisa kamu andalkan untuk menebak pergerakan harga dengan jitu. Selain moving average, lilin-lilin ini juga jadi favorit trader untuk memberi penerangan kala prospek pasar sedang suram.
Tidak perlu berguru ke Gunung Kawi agar bisa tajir melintir bermodalkan “jaga lilin”. Di dunia trading, pola candlestick bisa menuntunmu jadi sultan yang akurat membaca pergerakan harga saham dan instrumen lainnya.
Mempelajari pola candlestick pun mudah karena sifatnya kerap berulang, lalu diikuti dengan fenomena pasar yang konsisten. Hal inilah yang membuat lilin tetap jadi penerangan pilihan para trader sultan yang sering disangka ngepet sama tetangganya.
Lewat bukunya, teknisi pasar modal Steve Nison memperkenalkan pola candlestick sebagai instrumen analisis teknikal kepada dunia barat pada tahun 1991. Buku tersebut berjudul Japanese Candlestick Charting Techniques.
Banyak nama dan istilah yang digunakan oleh para trader saat mengidentifikasi pola candlestick. Selain pergerakan harga, pola candlestick juga dapat menunjukkan momentum. Pola-pola ini kemudian diberi nama lucu nan menggemaskan agar kamu mudah mengingatnya.
Sayangnya, kemajuan teknologi membuat beberapa pola bisa dibikin tiruannya dengan software khusus. Banyak manajer pengelola dana lindung nilai menggunakan trik ini untuk mengelabui investor.
Tapi kamu tidak perlu khawatir, beberapa pola candlestick tetap relevan dan akurat hingga saat ini.
Kamu hanya perlu mengingat bahwa pola ini relevan pada jangka waktu historis yang kamu gunakan saat membuat chart. Selain itu, setelah tiga hingga lima bar dari saat pola muncul, potensi akurasinya mungkin akan menurun.
Jenis-Jenis Pola Candlestick
Penulis dan trader lainnya yakni Thomas Bulkowski dalam bukunya Encyclopedia of Candlestick Charts menuliskan tentang perfoma candlestick secara khusus. Menurut Bulkowski, ada dua jenis hasil dari pola candlestick yang bisa kamu harapkan.
Pertama adalah reversal, yakni momentum ketika harga berbalik arah dan membuat tren baru. Kedua ialah continuation, dimana arah pergerakan harga tetap berlanjut.
Apa saja sih pola candlestick yang perlu kamu perhatikan saat trading?
1. Pola Candlestick Three Line Strike
Sumber: Investopedia
Tiga garis bullish membuat tiga lilin hitam dalam tren turun. Tiap bar menunjukkan titik terendah yang lebih rendah. Kemudian bar-bar ini ditutup dengan intrabar rendah. Bar keempat baru terbuka lebih rendah tetapi berbalik arah.
Menurut Bulkowski, reversal ini biasanya merupakan sinyal perbaikan arah harga ke arah yang lebih tinggi. Tak tanggung-tanggung, tingkat akurasinya mencapai 83%!
Two black gapping yang bearish muncul setelah puncak penting dalam tren naik, dengan gap ke bawah yang menghasilkan dua batang hitam dalam posisi terendah lebih rendah.
Jika pola ini muncul, kamu bisa menebak bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah yang lebih rendah lagi. Dan mungkin, memicu downtrend pada skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 68%.
3. Pola Candlestick Three Black Crows
Sumber: Investopedia
Three black crows yang bearish dimulai pada, atau di, dekat tinggi tren kenaikan, dengan tiga batang hitam berada di posisi terendah dan akan lebih rendah yang ditutup di dekat posisi terendah intrabar.
Definisi dari pola ini adalah penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah yang akan lebih rendah lagi. Hal ini mungkin akan memicu tren turun skala yang lebih luas.
Versi paling bearish dimulai pada harga tertinggi baru karena menjebak pembeli yang memasuki permainan momentum. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 78%.
Si bintang malam yang sedang bearish dimulai dengan batang putih tinggi yang membawa tren naik ke harga tertinggi baru.
Kesenjangan pasar lebih tinggi pada bar berikutnya, disebabkan oleh pembeli FOMO yang tidak jadi masuk ke pasar. Hasilnya adalah bar berikutnya dengan kisaran sempit.
Gap ke bawah pada batang ketiga melengkapi pola, yang memprediksi bahwa penurunan akan terus berlanjut ke posisi terendah yang lebih rendah, mungkin memicu tren turun skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih rendah dengan tingkat akurasi 72%.
5. Pola Candlestick Abandoned Baby
Sumber: Investopedia
Pola abandoned baby yang bullish yang muncul di titik terendah dari tren turun, setelah serangkaian lilin hitam mencetak titik terendah yang lebih rendah.
Kesenjangan pasar lebih rendah terjadi pada bar berikutnya, tetapi berkebalikan dengan evening stars, kali ini penjual baru yang gagal muncul. Pola in menghasilkan bar doji kisaran sempit dengan cetakan pembukaan dan penutupan pada harga yang sama.
Gap bullish pada batang ketiga melengkapi pola tersebut, yang memprediksi bahwa pemulihan akan berlanjut ke level tertinggi yang lebih tinggi, mungkin memicu tren naik skala yang lebih luas. Menurut Bulkowski, pola ini memprediksi harga yang lebih tinggi dengan tingkat akurasi 49,73%.
Bagaimana, cukup informatif bukan informasi yang dibawa lilin-lilin ini?
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) memang dikenal punya masa depan terjamin. Makanya, tak heran jika banyak orang tua yang selalu menyuruh anaknya untuk mendaftar CPNS, seperti yang sedang terjadi saat ini.
Namun, meski hidup terjamin, PNS juga perlu investasi, lho. Sebab, siapa sih yang tak mau mengakumulasikan hartanya dan tetap bisa hidup di atas standar kala masa senja nanti?
Tapi sebenarnya, jenis investasi apa saja sih yang cocok digenggam oleh PNS? Nah, bagi Sobat Cuan yang berstatus PNS, atau mungkin berencana menjadi salah satu abdi negara, ada baiknya kamu baca artikel ini sampai habis, ya!
Gaji Pegawai Negeri Sipil
Namun, sebelum melangkah ke produk investasi yang bisa dipilih oleh PNS, ada baiknya kamu mengetahui gaji para abdi negara dulu. Tujuannya, tentu saja agar kamu bisa mengetahui pentingnya investasi bagi PNS.
Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2019, gaji PNS untuk lulusan SMA dan D3 berkisar antara Rp2.022.200 hingga Rp3.820.000. Sementara untuk lulusan S1 hingga S3 gajinya berkisar Rp2.579.400 hingga Rp4.797.000. Kamu bisa membaca selengkapnya mengenai gaji PNS di sini ya, Sobat Cuan.
Angka ini tentu masih ditambah dengan berbagai tunjangan seperti tunjangan jabatan dan tunjangan kinerja. Selain itu, kamu juga akan mendapat berbagai fasilitas seperti jaminan pensiun, fasilitas untuk mengambil kredit rumah dan BPJS kesehatan.
Pantas saja profesi ini jadi idaman orangtua, kan, Sobat Cuan? Tapi masalahnya, penghasilan sebanyak itu mungkin akan percuma kalau kamu juga tidak bisa mengelolanya dengan baik.
Nah, salah satu cara mengelola penghasilan abdi negaramu adalah dengan investasi!
Produk Investasi Bagi PNS
Tidak harus mengorbankan integritas dan idealisme kamu lho untuk bisa jadi PNS sultan. Dengan pengelolaan uang yang baik, kamu dan keluargamu akan hidup tercukupi.
Kamu bisa memilih instrumen investasi yang aman dan minim resiko, agar tetap bisa fokus mengabdi kepada negara sambil cuan. Nah, berikut ini adalah instrumen investasi bagi PNS yang direkomendasikan.
Sebagai produk investasi lintas zaman, emas terbilang minim risiko. Sejak dulu investasi emas merupakan pilihan orangtua dan nenek buyut kita untuk menyimpan uang agar dapat membangun rumah, membeli kendaraan bermotor atau menghelat hajatan besar.
Investasi ini sangat cocok untuk jangka panjang. Jika kamu menyimpan emas untuk jangka pendek kemungkinan besar kamu akan rugi. Kecuali tiba-tiba terjadi bencana besar seperti pandemi yang menyebabkan harga emas meroket tinggi.
Risiko yang tak kalah pentingnya untuk kamu mitigasi adalah kehilangan. Emas fisik sering kali terselip dan hilang. Untuk mensiasatinya, kamu bisa membeli emas digital.
Instrumen ini sangat membantu kamu yang berinvestasi sambil bekerja mengumpulkan pundi-pundi. Agar kamu bisa fokus bekerja dan portofolio kamu juga fokus bekerja untuk masa depanmu, reksadana adalah salah satu produk investasi bagi PNS.
Reksadana akan memberi kamu keleluasaan untuk berinvestasi. Kamu bisa memilih apa saja instrumen saham, surat utang dan pasar uang dalam portofolio investasimu, lalu Manajer Investasi (MI) akan mengelolanya untukmu.
Caranya, kamu tinggal memilih MI dan produknya, lalu membaca prospektusnya. Pastikan dulu prospek produk dan kesesuaiannya dengan tujuan investasi kamu, ya. Kamu juga bisa memilih metode lumpsum atau menyicil saat akan membentuk kapital reksadana kamu. Menarik, bukan?
3. Investasi Deposito bagi PNS
Memiliki dana nganggur di rekening payroll? Mengapa tidak coba menghubungi bank kamu untuk dibuatkan deposito?
Deposito akan memberi kamu margin bunga lebih besar ketimbang tabungan bank, loh, Sobat Cuan. Pilih saja tenor yang sesuai dengan kebutuhanmu. Deposito sangat sederhana dan mudah dibuat, cocok untuk kamu yang sibuk bekerja mengabdikan diri pada negara.
Kalau kamu punya waktu lebih luang untuk belajar teknik-teknik dasar menganalisis pasar, instrumen ini bisa kamu coba. Fluktuasi harga saham di pasar modal saat pandemi seperti sekarang ini akan memberi kamu margin besar, asal kamu tau momentum yang tepat untuk keluar dan masuk pasar.
Tapi, jangan berjudi dengan keberuntunganmu ya, Sobat Cuan. Kumpulkan perbekalan yang cukup untuk berinvestasi saham agar kinerja kamu tidak terganggu.
5. Investasi Properti bagi PNS
Membeli rumah atau ruko saat ini masih menjadi opsi favorit para investor. Kamu yang berprofesi sebagai PNS juga bisa memilih opsi ini.
Manfaatkan fasilitas KPR kantormu untuk membeli aset tak bergerak sebagai investasi. Selain akan memberimu pemasukan pasif, bisa buat tabungan untuk anak cucu di masa depan juga, kan?
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Aset kripto Cardano (ADA) mendadak populer di industri aset digital. Kehadirannya yang mengusung teknologi proof of stakemembuat Cardano menjadi berbeda dengan koin kripto generasi pertama Bitcoin (BTC), ataupun generasi koin kedua Ethereum (ETH) yang menggunakan teknologi proof of work.
Tak heran jika kini ADA menjadi satu dari 10 koin kripto paling populer sejagat. Saat ini, ADA menempati posisi ke-lima aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar dengan nilai US$43,16 miliar.
Baru-baru ini, harga ADA pun sempat melonjak drastis. Bahkan, mencapai titik tertinggi (all time high) pada pertengahan Mei yakni US$2,42 per keping. Meski memang, kini harga ADA kembali melorot ke kisaran US$1,38 per keping.
Memang, kondisi seperti di atas bikin kamu tertarik untuk menggenggam ADA dan berpikir untuk melakukan trading menggunakan cryptocurrency satu ini. Namun, terdapat beberapa argumen bahwa kamu justru harus melakukan HODL atas ADA dalam jangka panjang.
Namun, sebelum membahas hal tersebut, ada baiknya kita mengenal sistem blockchain Cardano dan koin ADA itu sendiri.
Sama seperti altcoin lainnya, Cardano adalah mata uang kripto yang baru saja muncul pada tahun 2015 dan dirilis pada tahun 2017. Dengan kata lain, koin ini jauh lebih muda dari dua jawara kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Cardano dilahirkan dari tim yang didalamnya terdapat pendiri Ethereum, Charles Hoskinson. Belajar dari pengembangan koin kripto sebelumnya, Hoskinson cs membuat sistem teknologi blockchain menggunakan algoritma konsensus proof of stake (PoS) yang memiliki biaya lebih efisien dan juga ramah lingkungan.
Lewat teknologi tersebut, Cardano dapat ditambah dengan daya listrik yang lebih murah dibanding para sesepuh koin kripto dan lebih aman dari serangan siber ataupun pencurian data.
Dengan pengaplikasian teknologi anyar tersebut, PoS dapat memproses satu juta transaksi per detik. Sistem ini dikenal dengan nama Protokol Ouroboros.
Nah, sistem blockchain ini memiliki satu koin native, yang disebut dengan ADA. Setiap pengguna Cardano bisa menggunakan ADA untuk bertransaksi di protokol Ouroboros tanpa membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara.
Karena Cardano menggunakan sistem Proof of Stake, maka pengguna Cardano juga menggunakan ADA untuk melakukan staking. Setiap token ADA bisa disimpan di dompet digital, yang nantinya bakal dialokasikan ke “kolam staking” (stake pool). Pemilik ADA yang melakukannya akan mendapatkan imbal hasil atas aksi staking yang dilakukannya.
Kenapa Koin Cardano Akan Bernilai di Masa Depan?
Seperti yang dijelaskan di atas, sistem blockchain Cardano “menutupi” kesalahan yang dilakukan oleh dua pendahulunya, yakni Bitcoin dan Ethereum. Sehingga, pengguna aset kripto mungkin akan semakin banyak bertransaksi di jaringan blockchain tersebut.
Dengan demikian, maka kita bisa berekspektasi bahwa permintaan ADA akan meningkat di masa depan, bukan? Ya, betul. Beberapa analis mengatakan bahwa blockchain Cardano punya masa depan yang menjanjikan. Sehingga, hal itu akan berdampak ke permintaan dan juga nilai ADA ke depan.
Lantas, hal apakah yang ada di blockchain Cardano yang bisa bikin permintaan ADA meningkat?
1. Smart Contract
Tim pengembang Cardano bakal segera meluncurkan Smart Contract bernama Goguen, yang akan menjadi gerbang masuk ke dunia Non-Fungible Token (NFT), yang selama ini didominasi oleh ERC-20 milik Ethereum.
Nah, membincang NFT, kamu pernah mendengar tentang cuitan CEO Twitter, Jack Dorsey yang laku terjual US$2,5 juta dalam versi NFT, kan?
Ya, memang sektor NFT memang sangat menjanjikan Sobat Cuan. Menurut firma analisis NFT VIMWorld, pasar NFT sendiri sudah tumbuh hingga 2.100% di tiga bulan pertama 2021. Adapun hingga akhir tahun ini, pasar NFT sendiri diprediksi akan bernilai US$20 miliar lebih banyak dibanding 2020.
Bayangkan jika Cardano juga ikut masuk mengembangkan NFT? Pastinya pemegang ADA juga akan kecipratan cuan, bukan?
Apalagi, dengan konsensus proof-of-stake, maka biaya transaksi NFT di Cardano diprediksi akan lebih murah. Hal ini akan menjadi keunggulan smart contract Cardano dibandingkan Ethereum yang masih menggunakan algoritma konsensus proof-of-work.
Hanya saja, pengembang Cardano masih belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran smart contract ini. Mereka hanya baru saja melakukan uji coba pada Juni lalu.
2. Likuiditas
Hal ini lagi-lagi berkaitan dengan algoritma konsensus Proof of Stake.
Koin ADA diprediksi akan punya likuiditas lebih mumpuni dibandingkan pendahulunya lantaran berjalan di atas sistem blockchain yang lebih hemat biaya. Sehingga, sistem ini bisa menampung transaksi jutaan kali dalam satu detiknya.
Hal ini dianggap menjadi daya tarik sistem blockchain Cardano dan digadang bikin pengguna aset kripto memalingkan wajah dari Bitcoin dan Ethereum. Khususnya di Bitcoin, ketika durasi transaksi yang lama akhirnya bikin mereka memilih bertransaksi di lightning network.
Kondisi tersebut pun terbaca dari nilai kapitalisasi pasar ADA yang terus berkembang sejak awal tahun hingga saat ini. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini.
Pertumbuhan kapitalisasi pasar ADA Maret 2019 hingga sekarang. Sumber: Tradingview
Optimisme akan sistem blockchain Cardano pun bikin beberapa analisis memprediksi harga ADA di masa depan. Nah, dalam hal ini, Coinpedia sempat menghimpun beberapa pendapat ahli pasar dan analisis dari komunitas cryptocurrency atas nilai ADA di masa depan.
Mereka berpendapat bahwa harga ADA bisa menyentuh US$3,29 per keping di akhir tahun, atau melesat 138% dibanding posisinya saat ini. Hal ini disebabkan oleh antusiasme pelaku kripto mengenai konsensus proof of stake dan kesadaran mereka atas sistem proof of work yang dinilai tidak ramah lingkungan.
Namun, jika tidak ada perkembangan berarti di jaringan Cardano, maka harga ADA bisa jadi akan mentok di US$2,76 per keping. Sebab, pengguna mungkin akan memilih Cardano karena skala transaksinya dan sifatnya yang user-friendly.
Nah, jadi bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu juga tertarik menggenggam ADA? Yuk, segera dapatkan ADA dan aset kripto lainnya di Pluang!
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Selalu ada hal yang bisa kita pelajari dari Warren Buffett. Ya, wejangan dari orang terkaya ke-delapan dunia ini memang selalu dinanti para investor, yang tentu saja ingin sukses seperti sang begawan saham ini.
Nasihat Buffett tentu bukan sekadar omong kosong, Sobat Cuan. Sebab, ia telah membuktikannya sendiri.
Nah, Buffet, melalui perusahaan investasi yang dimilikinya Berkshire Hathaway berhasil menggondol imbal hasil dari investasi saham sebesar 20% sejak pertengahan dekade 1960-an. Artinya secara keseluruhan, sampai dengan tahun 2020, tingkat pengembalian mencapai 2.800.000%! Angka tersebut mencakup investasinya di beberapa perusahaan yang berada di bawah indeks S&P 500.
Bahkan, tanpa memperhitungkan pembayaran dividen saja, Buffett masih menyimpan kekayaan yang belum direalisasikan di lima saham Indeks S&P 500 berikut. Jika Buffett melepasnya sekarang, potensi keuntungan yang ia raih bisa mencapai lebih dari 1.000% sejak ia pertama kali membelinya.
Nah, apakah kamu penasaran saham-saham di indeks S&P 500 apa saja yang menjadi idola Buffett?
Mengenal Saham Jagoan Warren Buffett di Indeks S&P 500
1. Coca Cola, Saham Idola Buffett di Indeks S&P 500
Saham Coca Cola sudah lama dikoleksi oleh BuffetT lewat Berkshire Hathaway. Dia sudah menggenggamnya sejak tahun 1988 silam, di mana harga sahamnya saat itu masih berada di kisaran US$3,25 per lembar. Saat ini, harga saham Coca Cola berada di level US$54,32 per lembar.
Artinya, Berkshire juga bisa diartikan Buffett, memiliki keuntungan yang belum direalisasikan lebih dari 1.550%! Hal itu belum memperhitungkan pembayaran dividen, lho.
Coca Cola terus meningkatkan pembayaran dividennya selama 59 tahun. Dengan asumsi pembayaran dividen sebesar US$1,68 per saham pada tahun ini, Berkshire bisa meraup US$672 juta dana segar hanya dari dividen Coca Cola selama 1 tahun.
Lucunya, dana sebesar itu sudah mencapai hampir 52% dari basis imbal hasil yang bisa didapat Berkshire Hathaway.
Melihat cakupan bisnis yang dimiliki oleh Coca Cola, tampaknya mustahil bahwa Buffett akan melego saham koleksinya ke pasar. Coca Cola hadir di seluruh dunia kecuali, Korea Utara dan Kuba.
Soal pangsa pasar tidak diragukan lagi, 20% pasang pasar minuman dingin di negara maju digenggam oleh Coca Cola dan 105 di negara-negara berkembang. Sehingga, tak aneh jika arus kas Coke bisa tetap stabil dan makin disayang oleh Buffett.
Saham berikut ini memiliki potensi keuntungan yang belum direalisasikan oleh Buffett sebesar 3.370%. Adalah Moody’s, perusahaan pemeringkat utang dan juga riset pasar terkemuka di negara adidaya tersebut.
Buffett diketahui sudah mengoleksi saham Moody’s di harga US$10,05 per saham. Mujurnya, saat ini harga saham Moody’s sudah bertengger di angka US$376,74 per saham.
Pergerakan saham Moody’s makin moncer sejak tahun 2000, dimana perusahaan mulai dipisahkan dari perusahaan induk, Dun & Bradstreet. Selain itu, dengan jumlah dividen yang mencapai US$2,48 per saham, sudah mampu menutup 25% biaya awal Berkshire.
Alasan Buffett untuk melakukan hold keras terhadap Moody’s adalah optimismenya tentang banyaknya perusahaan publik yang bakal menerbitkan surat utang. Menurutnya, hal itu akan menjadi berkah bagi perusahaan pemeringkat utang seperti Moody’s.
3. American Express (AmEx)
Saham perusahaan penyedia kartu kredit, American Express, juga sudah dikoleksi oleh Buffett sejak tahun 1993.
Dia membelinya di harga US$8,49, dan saat ini harga saham Amex sudah bercokol di level US$170,98 per saham, atau lebih dari 1.763% potensi keuntungan yang belum direalisasikannya.
Berkshire menerima dividen dari AmEx sebesar US$1,72 per saham saat ini dan nilai itu mencapai 20% dari basis biaya Berkshire.
Bertambahnya populasi orang kaya menjadi katalis utama dalam pertumbuhan bisnis AmEx, lantaran kebanyakan orang yang berpenghasilan super tidak mengurangi aktivitas belanjanya dengan signifikan ketika resesi muncul.
Hal itu membuat arus kas AmEx bisa cepat pulih dibanding perusahaan lain saat kondisi ekonomi sedang tidak menguntungkan.
Perusahaan yang memberikan potensi keuntungan jumbo lainnya di indeks S&P 500 adalah Mastercard. Saham perusahaan pembayaran ini mulai dikoleksi oleh Buffett sejak kuartal pertama tahun 2011 di harga US$22 dan US$25 per saham.
Saat ini, harga saham Mastercard di berada di level US$373,92 per saham. Artinya, terdapat potensi keuntungan lebih dari 1.400% yang belum direalisasikan oleh Buffett di saham Mastercard.
5. Visa, Kompetitor Mastercard di Indeks S&P 500
Tak cukup mengoleksi saham Mastercard, Buffett bahkan ikut menggenggam saham kompetitor utamanya yakni Visa.
Sang Oracle of Omaha dan timnya mulai mengumpulkan saham Visa sejak kuartal ketiga 2011. Pada saat itu, saham Visa bisa dibeli di angka US$19 hingga US$23 per lembar. Dengan asumsi bahwa harga tersebut adalah harga saham yang dibeli Buffett dkk, maka Berkshire bisa mendulang 1.000% dalam kurun 10 tahun saja!
Daya tarik Visa terletak di keputusannya yang menolak masuk ke pasar pinjam-meminjam. Ini pula alasan yang bikin Visa cenderung bisa rebound lebih cepat dibanding saham finansial lainnya ketika krisis finansial melanda. Contohnya seperti krisis finansial 2008, di mana biang keroknya adalah kredit macet.
Visa juga merupakan raja kartu di pasar AS. Per 2018, Visa mengendalikan 53% dari jaringan kartu kredit AS berdasarkan volume transaksi.
Memang, selalu ada yang bisa dipelajari dari Buffett. Kali ini, Buffett mengajarkan bahwa investor harus selalu berpikir jauh ke depan dan sabar.
Terpenting adalah jangan hanya tergiur dengan pola keuntungan jangka pendek, lihat secara menyeluruh tentang saham yang akan dibeli dan tunggu hingga dia berkembang.
Nah, apakah Sobat Cuan juga tertarik mengikuti jejak Buffett? Yuk, investasi indeks S&P 500 saja di Pluang!
Di Pluang, kamu bisa mengakses 500 perusahaan top AS hanya dalam satu genggaman saja. Tunggu apalagi?
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Berinvestasi di reksadana bukannya tidak berisiko sama sekali. Kadang, pasar bisa bergerak sangat volatil. Dan di saat seperti ini, tips berinvestasi reksadana yang bisa dilakukan adalah tetap tenang dan mengambil keputusan bijak agar kamu tidak rugi bandar.
Salah satu bentuk ketenangan itu adalah dengan memahami bahwa himpunan dana kamu ada di tangan orang yang tepat. Alasannya, reksadana kamu pasti dikelola oleh manajer investasi yang tentu saja sudah jagoan menyoal investasi. Jadi ketika pasar lagi oleng, mereka pasti paham cara mitigasinya.
Tetapi, biarlah para manajer investasi melakukan tugasnya sendiri. Kini yang perlu kamu lakukan adalah menenangkan diri sembari memikirkan hal-hal di bawah ini.
Tips Investasi Reksadana Saat Pasar Bearish
Saat portofolio investasi kamu merah, kamu mungkin akan terserang panik karena merasa sedang rugi. Sebetulnya, kerugian kamu saat itu dinamakan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi.
Kerugian ini baru akan terealisasi jika kamu menjual portofolio kamu yang sedang merah. Aksi ini dinamakan cut loss atau jual rugi. Pertanyaannya, apakah kamu perlu melakukannya?
Nah, agar kamu bisa lebih yakin dalam melakukan hal tersebut, yuk simak hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan berikut!
Menjawab pertanyaan kapan cut loss perlu dilakukan sangat bergantung pada tujuan kamu berinvestasi. Apakah investasimu ini akan berlangsung dalam jangka pendek? Atau jangka panjang?
Selain itu, berapa target margin yang kamu sasar juga perlu diperhitungkan.
Biasanya, investasi reksadana dipilih oleh investor sebagai investasi jangka menengah. Sebab, kinerjanya baru dapat dirasakan sekurangnya setelah tiga tahun, bahkan lebih panjang dari itu lebih baik. Tapi, jika kurang dari tiga tahun, MI biasanya akan mengarahkan kamu untuk memilih produk pasar uang atau deposito saja.
Jika kamu membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat, yakni sekitar enam bulan sampai satu tahun mendatang, mungkin cut loss adalah pilihan yang baik. Kamu juga bisa memilih untuk mengubah strategi investasi, atau mengalihkan dana investasi kamu dalam reksadana kepada instrumen lain yang lebih baik kinerjanya.
Kalau ternyata dana investasi tersebut baru kamu butuhkan beberapa tahun lagi, kamu bisa menunggu hingga kinerjanya membaik sebelum menjualnya. Buat apa merealisasikan kerugian jika kamu mungkin akan untung besar jika mau bersabar, bukan?
Tips investasi reksadana lainnya ialah untuk melihat segala sesuatu yang terjadi di pasar dalam perspektif yang utuh.
Saat pasar bearish dan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana kamu turun, artinya nilai per unitnya pun akan lebih murah.
Jika kamu sudah yakin di awal bahwa produk reksadana yang kamu pilih punya fundamental bagus, tidak ada salahnya bersikap agresif dengan menambah unit reksadana. Kapan lagi kan barang bagus dapat diskon?
Mengubah strategi investasi tidak ada salahnya. Apalagi, sebagai investor kamu memang harus beradaptasi dengan pasar, bukan?
Salah satu upaya menekan kerugian saat kinerja reksadana kamu melambat adalah dengan beralih pada produk lain yang lebih minim risiko. Misalnya, jika semula kamu memilih untuk berinvestasi pada reksadana saham, saat prospek pasar modal sedang buruk kamu bisa beralih dulu pada reksadana pasar uang.
Strategi lainnya yang disarankan ialah membuat diversifikasi produk dalam portofolio investasi reksadana kamu. Cara ini akan membuat dana investasi kamu bisa bekerja dalam berbagai kondisi. Jika salah satunya sedang kebakaran, yang lain masih bisa setor cuan.
Pastikan kamu memilih strategi alternatif yang lebih aman ya, Sobat Cuan. Dengan begitu kamu akan dapat lebih tenang berinvestasi serta terhindar dari mengambil keputusan dengan gegabah.
Salah satu tips investasi reksadana yang kerap dipandang sebelah mata adalah menyediakan dulu dana cadangan. Dana ini sangat penting guna menjaga kamu tetap konsisten menyetor penghasilan pada portofolio investasi.
Saat kejadian tidak terduga terjadi, kamu tidak akan tergoda untuk membongkar portofolio investasi kamu meski tujuan finansial belum tercapai. Begitupun saat kinerja reksadana kamu sedang merah merona.
Kamu dapat menggunakan dulu dana cadangan kamu untuk keperluan di waktu dekat sembari menunggu kinerjanya pulih. Dengan begitu, kamu jadi tidak perlu merealisasikan kerugian dalam portofolio reksadana kamu hanya karena sedang butuh uang.
Jadi jangan lupa, sisihkan dulu dana darurat dan dana-dana cadangan lainnya agar kamu dapat lebih tenang berinvestasi ya, Sobat Cuan.
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Dunia cryptocurrency tidak dapat terlepas dari penggunaan crypto wallets. Dompet digital ini adalah hal esensial yang wajib kamu miliki untuk dapat bertransaksi di kancah kripto, termasuk melakukan kegiatan di dunia decentralized finance (DeFi) seperti crypto staking atau yield farming.
Secara spesifik, wallet adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menyimpan kunci publik dan private dari saluran cryptocurrency. Memiliki wallet bermanfaat untuk membantumu mengatur kepemilikan mata uang digital, juga berinteraksi dengan jaringan decentralized finance.
Namun, tah kah kamu bahwa terdapat dua jenis wallet yang dapat kamu miliki, yakni hot wallets dan cold wallets. Apa sih perbedaan keduanya? Yuk, kita bahas bersama!
1. Hot Crypto Wallets
Jenis dompet ini merupakan tipe wallet kripto yang paling umum karena mudah untuk dibangun dan juga mudah digunakan. Dompet ini biasanya terbentuk otomatis ketika kamu membuat akun di platform exchange kripto, platform DeFi, atau mengunduh wallet di ponsel pintarmu.
Hot wallets biasanya digunakan untuk kegiatan kripto sehari-hari seperti transaksi. Sebab, dompet satu ini selalu terhubung ke internet, sehingga kamu pun akan dengan mudah memindahkan aset kriptomu hanya dengan ketukan jari saja.
Seorang pelaku pasar aset kripto tentunya ingin menyimpan koin digitalnya setelah selesai membeli atau menambang aset kripto. Pilihan mereka tentu saja akan jatuh ke dompet digital.
Hanya saja, meski dijuluki dompet (wallet), hot wallets tidak benar-benar menyimpan koin-koin digital tersebut. Alih-alih hanya sebagai tempat penyimpanan, wallets juga berperan sebagai fasilitator dan pencatat transaksi kriptomu.
Perangkat lunak ini mefasilitasi transaksi kamu dengan cara mencatat tiap perubahan transaksi. Catatan tersebut, selanjutnya disimpan dalam buku besar blockchain. Hal inilah yang membuat dunia kripto sangat transparan dan tidak memerlukan lembaga perantara keuangan.
Mengapa para pelaku aset kripto sangat mempercayai hot wallets? Kuncinya adalah di penggunaan kunci kriptografi di hot wallets.
Dompet kripto menggunakan kunci publik (seperti nama username) dan kunci pribadi (seperti nomor PIN) agar bisa diakses penggunanya. Sehingga, meskipun terhubung ke internet, setidaknya pemilik kripto bisa menjadikan hot wallets sebagai ruang pribadi mereka di dunia siber.
Jenis Hot Crypto Wallets
Terdapat beberapa jenis hot wallets yang dapat kamu pilih saat ini. Beberapa wallets dirancang untuk digunakan dalam transaksi web dan aplikasi tertentu saja.
Kamu harus melakukan pendalaman lebih jauh sebelum memutuskan hot wallets mana yang cocok dengan kebutuhannya. Adapun jenis-jenis hot wallets ada tiga seperti berikut
Desktop Wallets, contohnya seperti Electrum dan Armory
Mobile Wallets, contohnya seperti Edge dan Trust Wallet
Hybrid Wallets, contohnya seperti BTCPay dan Blockchain
Meski sangat mudah digunakan, hot wallets punya satu kelemahan utama: Keamanannya. Kelemahan itu muncul sebab dompet ini hanya dapat diakses jika perangkatmu terhubung dengan internet. Karenanya, dompetmu jadi berisiko tinggi diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Jika kamu memiliki aset kripto dalam jumlah banyak, kamu tidak disarankan menyimpannya pada hot wallet. Banyak investor kripto mengkolaborasikan penggunaan hot wallets dengan cold wallets. Caranya adalah dengan menyetorkan sejumlah kecil uang kripto dalam hot wallets, lalu menyimpan sebagian besarnya dalam cold wallets.
Jadi, kalau kamu adalah sobat hodlers, kamu butuh dompet jenis lainnya, yakni cold wallets.
Dompet jenis ini merupakan kebalikan dari hot wallets. Alias, dompet ini sama sekali tidak dihubungkan ke internet. Hanya saja, kamu pun tetap bisa menghubungkannya ke internet jika kamu ingin melakukan transaksi.
Nah, karena tidak terhubung secara daring, maka dompet ini dianggap lebih aman sebagai tempat penyimpanan aset kripto.
Terdapat dua jenis cold wallets yang bisa kamu gunakan saat ingin menyimpan uang kripto. Keduanya memiliki bentuk fisik seperti USB flashdisk maupun kertas. Seperti apa rincinya?
Hardware Wallets
Jenis cold crypto wallets satu ini memang lebih populer dibandingkan paper wallet.
Hardware wallets menggunakan medium fisik, biasanya dalam bentuk USB stick, untuk menyimpan private keys. Sehingga, kunci-kunci penting untuk membuka dompet digitalmu akan aman dari serangan peretas atau pihak-pihak nakal lainnya.
Untuk menggunakan hardware wallet, kamu tinggal mengirimkan aset kriptomu dari hot wallet ke alamat publik hardware wallet. Begitu pun sebaliknya. Kamu hanya tinggal menghubungkan hardware wallet-mu ke internet menggunakan software “bawaan” dari sang piranti keras tersebut.
Adapun dompet yang tergolong dapat hardware walltes adalah Trezor dan Safepal.
Paper Wallets
Salah satu opsi cold wallets yang dapat kamu gunakan untuk menyimpan uang kripto kamu adalah paper wallets. Namun berbeda dengan hardware wallets yang menggunakan alat mirip USB, paper wallets adalah kertas yang berisi informasi seperti public address dan private key.
Dompet ini berupa selembar kertas yang memuat kunci dan QR codes yang dapat memfasilitasi transaksi kripto kamu. Opsi ini dipandang lebih aman ketimbang hot wallets sebab penyimpanannya tidak memerlukan koneksi internet.
Nah, kalau kamu lebih senang mana Sobat Cuan? Hot crypto wallets? Atau Cold wallets?
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Demam investasi cryptocurrency masih melanda dunia. Di Indonesia saja berdasarkan data Kementerian Perdagangan, jumlah transaksi pada Mei tahun ini melonjak hingga Rp370 triliun. Padahal, pada akhir Desember lalu nilai transaksi aset kripto masih berada di angka Rp65 triliun.
Jika dibandingkan dengan nilai transaksi aset kripto di seluruh dunia, angka tersebut masih sangat kecil. Mengacu pada data CoinMarketCap, volume transaksi pasar kripto selama 24 jam terakhir mencapai US$77,70 miliar atau sekitar Rp1.133.09 triliun (kurs Rp14.583 per dolar AS).
Saat ini, memang kancah cryptocurrency masih didominasi oleh Bitcoin. Data Coinmarketcap sendiri menunjukkan bahwa sang raja aset kripto ini mengambil 45% hingga 50% pangsa pasar kripto. Di luar itu, kapitalisasi pasar kripto masih dihuni oleh ratusan, bahkan ribuan, jenis-jenis altcoin.
Berinvestasi altcoin bisa jadi pilihan bagi trader kripto pemula. Maklum saja, mengingat harga Bitcoin yang mahal mungkin menghambat mereka untuk masuk ke dalamnya.
Hanya saja, memilih altcoin untuk di-trading-kan bisa terkesan njelimet saking jumlahnya yang bejibun. Bahkan, kalau kamu salah pilih atcoin, kamu bisa jatuh terjebak praktik scam alias penipuan.
Lantas bagaimana untuk bisa memilih altcoin yang tepat jika jumlah jenisnya juga sangat banyak? Nah supaya tidak salah langkah, simak dulu yuk cara memilih altcoin yang tepat, supaya investasi yang kamu lakukan memiliki dasar, tidak asal mengikuti euforia.
Karena ada banyak sekali altcoin yang bisa dijadikan referensi, kamu bisa melakukan riset secara mandiri tentang jenis altcoin mana yang akan dibeli dan bagaimana prospeknya.
Dalam hal ini, kamu harus memahami beberapa faktor yang menjadi dasar dari kinerja altcoin. Mulai dari teknologi yang diusung, siapa penyedia altcoin-nya, dan juga berapa banyak volume perdagangan hariannya.
Selain itu, Sobat Cuan juga bisa melihat grafik harga koin tersebut secara historis. Lihat bagaimana kinerjanya, dinamika harganya dan juga sejarah tentang koin itu sendiri. Jangan juga lupa untuk melihat kapitalisasi pasar dan sirkulasi koin di perdagangan.
Sebagai gambaran, kamu bisa memulai dengan cryptocurrency yang memiliki pangsa pasar terbesar. Mengapa demikian? Sebab, kapitalisasi pasar merupakan cerminan dari popularitas aset kripto. Hal itu bisa jadi mengindikasikan bahwa banyak pengguna yang memburu cryptocurrency tersebut.
Untuk kisi-kisinya, berikut daftar 10 koin yang memiliki market cap terbesar di pasar kripto saat ini.
Selain itu, kamu pun sebaiknya sebisa mungkin hindari altcoin yang mengalami penurunan besar dalam kapitalisasi pasar. Sebab, artinya permintaan pasar sedang berkurang, dan itu bisa saja disebabkan oleh ketidakpercayaan pelaku pasar atas nilai guna (use case) koin tersebut.
2. Lihat Teknologi yang Diusung
Banyak dari altcoin berasal dari sistem blockchain yang hanya mereplikasi teknologi yang sudah ada di Bitcoin. Sehingga, jika Sobat Cuan memang ingin berinvestasi secara jangka panjang di aset kripto, kamu bisa memilih asal muasal teknologi yang mengusung aset kripto tersebut.
Seperti dulu saat kemunculan Ethereum (ETH), koin generasi kedua ini sukses mengekor kapitalisasi pasar Bitcoin dalam 10 koin dengan kapitalisasi pasar di dunia. Hal itu dikarenakan ETH membuat teknologi yang lebih kuat beserta smart contract, sehingga banyak pengembang pun memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi decentralized finance.
Selain itu altcoin yang juga masuk menjadi incaran banyak investor saat ini adalah Cardano (ADA) yang mengusung algoritma konsensus proof of stake di sistem blockchain-nya dan dikenal ramah lingkungan.
Jadi, ketika memilih altcoin, kamu harus berupaya fokus ke nilai guna aset kripto tersebut. Misalnya, prospeknya pada dunia keuangan.
3. Lihat Volume Perdagangan Harian
Semakin tinggi volume perdagangan harian, maka semakin tinggi juga permintaan pasar akan altcoin tersebut. Kamu bisa melihatnya di laman seperi CoinMarketCap ataupun CoinDesk.
Tetapi jangan gegabah dan hanya mendasarkan pada popularitas koin, karena ada banyak juga koin yang kurang populer namun memiliki persentase pertumbuhan yang lebih baik dari koin-koin besar.
Tinggi rendahnya volume perdagangan juga menandakan likuiditas dari altcoin tersebut. Jika volumenya sangat rendah, maka hanya ada sedikit orang yang melakukan jual ataupun beli.
4. Perhatikan Kondisi yang Terjadi Saat ICO
Hasil Initial Coin Offering (ICO) dari sebuah koin bisa dijadikan referensi untuk melihat bagaimana peluang pergerakan dari koin tersebut ke depan. Saat permintaannya tinggi dan terlihat menonjol di pasar, kamu bisa menjadikannya opsi untuk trading.
Selain itu, jangan juga lupa untuk melihat tim pengembang yang ada di balik koin tersebut. Karena jika tim tersebut dihuni oleh orang yang memang sudah memiliki rekam jejak yang mumpuni di dunia kripto, bisa jadi bakal ada kejutan kedepannya dalam koin yang baru diluncurkan.
Misalnya, seperti Cardano dan Polkadot. Dua koin ini dikenal karena dikembangkan oleh sosok-sosok yang membangun Ethereum. Sekarang kalian bisa lihat kan, bagaimana masing-masing performa ADA dan DOT di pasar?
5. Lihat Cryptocurrency yang Kurang Dikenal
Sebenarnya, ada banyak informasi berserak yang bisa dimanfaatkan untuk mengulik mana aset kripto yang cocok untuk kamu. Namun, kadang hal itu kurang terdeteksi lantaran informasi yang beredar hanya memuat tentang koin-koin populer saja.
Untuk itu, kamu bisa melihat pergerakan altcoin yang tidak populer bukan di bursa utama. Tetapi hati-hati juga memilih bursa perdagangan, pastikan bahwa pasar tersebut aman dan juga kredibel.
6. Pusing Pilih yang Mana? Yuk, Coba Diversifikasi
Memilih satu altcoin bisa memusingkan. Tapi, kamu juga bisa menentukan cryptocurrency jagoanmu dengan memasang uang di dua atau lebih altcoin. Nantinya, kamu bisa menilai sendiri, aset kripto apa saja yang cocok dengan seleramu.
Tak hanya itu, menanam uang di banyak aset kripto secara langsung membuatmu mempraktikkan diversifikasi. Dan seperti yang kamu ketahui, diversifikasi aset kripto memang memiliki banyak manfaat, utamanya kala pasar sedang bearish.
Investasi dalam instrumen apapun selalu terdapat risiko. Begitu pula dengan aset kripto, jadi sebar risiko yang ada dengan membeli tidak hanya satu jenis altcoin.
Lantas, bagaimana dengan kamu, Sobat Cuan? Apakah kamu sudah siap memiliki altcoin jagoanmu? Nah, kalau sudah siap, yuk dapatkan altcoin unggulan di Pluang!
Di Pluang, kamu bisa mendapatkan ETH, BNB, ADA, dan DOT. Selain keempat koin tersebut berprospek cerah, kamu bisa mendapatkannya hanya dalam tiga ketukan saja di ponsel pintarmu!
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Pandemi COVID-19 seolah-olah tak menemui ujung meski sudah berlangsung hampir dua tahun lamanya. Peristiwa ini bikin ekonomi global porak poranda, tak terkecuali pasar saham AS beserta tiga indeks saham utamanya: Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq.
Kini, kekhawatiran pasar kembali memuncak setelah hadirnya varian virus COVID-19 yang lebih parah. Yakni, COVID-19 varian delta. Kini, varian yang dianggap cukup berbahaya ini sudah menyergap 96 negara, termasuk Indonesia dan Amerika Serikat.
Mengapa pasar cukup khawatir? Sebab, penyebaran COVID-19 varian delta ditakutkan akan bikin negara-negara melakukan pembatasan sosial untuk ke-sekian kalinya.
Alhasil, kegiatan ekonomi akan mandeg dan berdampak besar ke kinerja beberapa perusahaan. Adapun lesunya kinerja beberapa korporasi itu tentu menjadi alasan fundamental melemahnya nilai saham-sahamnya.
Tapi, seberapa takutkah investor akan peristiwa tersebut saat ini?
Apakah Ketakutan COVID-19 Varian Delta Sudah Merambah Pasar Saham AS?
Masih hangat dari ingatan bagaimana indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq mencatat penurunan terparah sejak krisis finansial 2008. Bahkan, indeks Dow Jones sempat turun 1.191 poin, yang menjadi penurunan terparah dalam 12 tahun terakhir.
Kini, kekhawatiran serupa pun melanda Wall Street yang ditandai dengan merahnya seluruh kinerja indeks saham AS pada pekan kedua Juli tersebut.
Ya, pelaku pasar saat ini memang sangat fokus memperhatikan dampak varian COVID-19 ini. Bahkan, hal ini pun bikin kinerja saham AS memerah pada Kamis (9/7).
Di hari itu, indeks Dow Jones turun 259,86 poin. Sementara itu, nilai indeks S&P 500 turun 0,86% secara harian meski masih ditutup di atas level 4.300. Seluruh penurunan itu disebabkan oleh anjloknya nilai-nilai saham yang seharusnya mendulang untung kala ekonomi tercatat membaik.
Sebut saja saham-saham perusahaan jasa transportasi seperti United Airlines dan Delta Airlines yang melorot 1%. Atau, nilai saham-saham perusahaan penyedia chip seperti Nvidia yang turun 2,3% dan Intel yang turun 1%. Biasanya, saham perusahaan penyedia chip ini memang mencatat cuan dari kuatnya pemulihan ekonomi global.
Pertanyaannya, apakah kondisi ini bisa menjadi gerbang anjloknya kinerja pasar saham AS dalam beberapa saat mendatang.
Apakah Investor Pasar Saham AS Perlu Khawatir dengan COVID-19 Delta?
Sesuai data terakhir US Centers for Disease Control and Prevention (CDC), varian Delta telah mengambil 20% dari total kasus COVID-19 di negara adidaya tersebut.
Tentu saja, hal ini bisa berujung pada penutupan kembali kegiatan ekonomi jika memang penyebarannya tak terkendali. Ujung-ujungnya, nilai saham di indeks utama AS bisa saja terus melorot.
Hanya saja, perusahaan investment bank JP Morgan memberi jawaban yang berbeda. Di dalam memonya kepada investor awal pekan lalu, mereka justru mengatakan bahwa varian baru ini malah bisa mendorong nilai saham-saham value stocks. Memang, secara karakteristik, saham yang tergolong value stocks sangat menggantungkan harapan ke siklus ekonomi.
Di samping itu, JP Morgan meyakini bahwa tingkat vaksinasi yang kencang di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden tidak serta-merta membuat kegiatan ekonomi AS langsung ditutup, seperti yang terjadi tahun lalu. Sehingga, kinerja keuangan perusahaan-perusahaan AS, kalau pun anjlok, tidak akan separah tahun lalu.
Adapun hingga 9 Juli, sebanyak 55,4% penduduk AS sudah menerima vaksin setidaknya satu dosis.
Selain itu, mereka juga meyakini bahwa indeks pasar saham AS masih akan mendapat angin segar dari kebijakan pro-stimulus milik Biden. Hal itu diharapkan bisa meningkatkan permintaan barang dan jasa, yang tentu saja berdampak positif ke keuangan perusahaan-perusahaan AS di tahun ini.
Sementara itu, founder dari Sundial Capital Research Jason Goepfert mengatakan bahwa S&P 500 sedang mengalami “momentum” kuat setelah menunjukkan reli dalam lima bulan berturut-turut. Dan sesuai kajian data historis yang dilakukan perusahaannya, momentum itu tak akan bisa “diputus” oleh disrupsi apapun begitu saja.
Memang, terdapat beberapa kasus di mana indeks S&P 500 langsung terjun parah setelah mengalami reli lima bulan, seperti 2020 dan 2018. Di mana, nilai indeks yang berisikan 500 perusahaan top AS itu anjlok 6,5% dan 5,4% dua bulan setelah reli berakhir.
Namun menurut Goepfert, reli ini berbeda. Sebab, dalam lima bulan ke belakang, indeks ini terus-terusan mencetak rekor tertingginya sepanjang masa. “Sejauh yang kami tahu, momentum ini tidak akan selesai dengan cepat,” tutur dia.
Komentar setali tiga uang dilontarkan founder Bespoke Investment Group Paul Hickey. Melihat tren sejarah, menurutnya indeks S&P 500 jarang “mengempis parah” setelah melalui reli yang hebat selama berbulan-bulan. Biasanya, semakin lama reli yang dialami S&P 500, maka akan semakin kokoh pula indeks tersebut ketika diterpa badai hebat.
Ia mencontohkan kondisi yang terjadi saat ini. Nilai indeks S&P 500 ternyata menorehkan kinerja positif, yakni naik lebih dari 5%, selama lima kuartal berturut-turut.
Kondisi ini sebenarnya serupa dengan tahun 1954 silam. Pada saat itu, reli diakhiri dengan penurunan nilai singkat sebesar 6%, namun tetap menorehkan pertumbuhan kuartalan sebesar 1,7%.
Data tersebut, ditambah dengan kebijakan pro pertumbuhan pemerintah AS, seharusnya memang disikapi dingin oleh para investor. Nah, kalau kamu sendiri bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu juga khawatir berinvestasi di indeks pasar saham AS di masa seperti ini atau tidak?
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Sobat Cuan pasti paham kalau jagat cryptocurrency berukuran sangat luas. Betapa tidak, terdapat sekitar lebih dari 10.000 aset kripto yang terdapat di dalamnya.
Mungkin, kamu sudah mengenal sang raja aset kripto yakni Bitcoin. Atau, kamu mungkin saja sudah familiar dengan Ethereum, sang pengekor Bitcoin paling utama. Tetapi, terdapat pula jenis cryptocurrency lainnya yang memiliki nama berbeda dan bahkan mungkin jarang kamu dengar sebelumnya.
Kondisi di atas mungkin bikin kamu bertanya-tanya: Apakah sifat semua cryptocurrency sama? Apa sih yang membedakan satu aset kripto dengan lainnya? Kemudian, apakah Bitcoin bersifat sama dengan Litecoin, DOT, atau ADA?
Sejatinya, satu aset kripto punya karakteristik dan kegunaan yang berbeda dibanding lainnya. Makanya, kancah cryptocurrency mengenal kategorisasi koin-koin kripto berdasarkan nilai gunanya.
Kamu pun tentunya juga perlu memahami kategori ini. Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang, maka tentunya tak afdol jika kamu tak memahami dengan benar seluk beluk aset kripto aset jagoanmu.
Penasaran seperti apa kategorisasi aset kripto yang terdapat saat ini? Namun, sebelum melangkah ke sana, ada baiknya pun memahami alasan di balik banyaknya jumlah aset kripto yang beredar saat ini.
Sebelas tahun lalu, jagat ini hanya mengenal satu cryptocurrency. Yakni, tak lain dan tak bukan, adalah Bitcoin.
Pengembang Bitcoin, Satoshi Nakamoto, saat itu berharap bahwa Bitcoin bisa menjadi mata uang digital yang bisa digunakan untuk transaksi daring. Di mana, seluruh transaksi tersebut dibangun di atas sebuah teknologi yang bernama blockchain.
Pastinya Sobat Cuan sudah familiar sudah teknologi blockchain bukan? Ya, teknologi ini memungkinkan penggunanya bertransaksi dan memanfaatkan jasa keuangan tanpa harus melalui peran perantara (intermediaries) seperti di jasa keuangan konvensional.
Teknologi ini pun terbilang cukup aman. Sebab, meski bisa diakses bebas, teknologi blockchain hanya bisa diutak-atik melalui satu algoritma konsensus tertentu. Kebetulan, untuk Bitcoin, algoritma tersebut bernama Proof of Work.
Namun, seiring berjalannya waktu, teknologi blockchain pun tak hanya sekadar digunakan untuk transaksi. Teknologi tersebut kemudian menjelma menjadi proyek jasa keuangan, penyimpanan data pribadi, machine learning, dan lainnya. Sehingga, masing-masing blockchain tersebut pun akhirnya punya cryptocurrency-nya tersendiri dengan fungsi sebagai “motor” teknologi tersebut.
Intinya, banyaknya aset kripto mewakili keragaman fungsi blockchain yang ada saat ini. Namun, terdapat pula alasan lain yang mendasari banyaknya jenis cryptocurrency beredar dewasa ini.
1. Imbal Hasil yang Besar
Terdapat beberapa pendapat yang mengatakan bahwa maraknya cryptocurrency disebabkan oleh suksesnya Bitcoin. Kesuksesan tersebut tercermin dari kenaikan harganya yang fantastis, bahkan mencapai di kisaran US$33.000 seperti saat ini.
Awalnya, memang banyak pihak yang sangsi dengan Bitcoin. Tapi, delapan hingga sembilan tahun kemudian, mereka pun melihat banyak sekali pihak yang mendulang cuan hanya dengan menggenggam aset kripto satu ini.
Maka dari itu, tak heran jika banyak pengembang yang “menunggangi” kesuksesan Bitcoin dengan meluncurkan banyak koin. Hanya saja, beberapa di antaranya mungkin tidak memiliki manfaat atau nilai guna yang jelas.
Forking juga bisa menjadi alasan kenapa banyak sekali jenis cryptocurrency di jagat kripto.
Seperti yang kita tahu, forking terjadi ketika pengembang merasa bahwa aspek fundamental dari sistem blockchain yang ada saat ini harus diubah. Faktor pendorong perubahan itu bisa bermacam-macam, mulai dari masalah keamanan, nilai guna, dan lainnya.
Perubahan itu bisa terjadi menjadi dua, yakni soft fork dan hard fork. Nah, penciptaan aset kripto baru biasanya terjadi dalam proses hard fork. Yakni, proses di mana perubahan protokol blockchain yang baru membuat pengguna tidak bisa kembali mengakses protokol versi sebelumnya.
Beberapa contoh aset kripto baru yang terbentuk dari forking adalah Ethereum Classic dan Ether Zero dari hard fork Ethereum. Terdapat pula Bitcoin Cash dan Bitcoin Gold, yang merupakan “pencabangan” dari Bitcoin.
3. Inovasi Baru
Inovasi teknologi blockchain yang kian variatif pun memunculkan aset kripto yang baru untuk digunakan di dalamnya. Biasanya, blockchain baru ini muncul untuk menutupi kekurangan yang terjadi pada blockchain-blockhain lain yang sudah ada.
Anggap saja blockchainCardano, di mana algoritma konsensus Proof of Stake miliknya dianggap bisa menutupi kekurangan algoritma Proof of Work di Bitcoin atau Ethereum.
Mengenal 5 Jenis Cryptocurrency
Nah, seluruh cryptocurrency yang beredar disebut kemudian digolongkan ke dalam beberapa kategori tertentu. Kategori-kategori ini tentu saja disusun berdasarkan nilai gunanya (use case) dan manfaatnya.
Apa saja jenis-jenis aset kripto yang beredar saat ini?
1. Penyimpan Kekayaan (Store of Value)
Contoh: Bitcoin dan Bitcoin Cash
Jenis cryptocurrency dalam kategori ini dianggap mampu mempertahankan nilai kekayaan seseorang jauh lebih baik dibandingkan uang tunai, bahkan emas sekali pun. Hal tersebut bisa didapatkan karena memang sifat aset kripto ini mirip seperti uang fiat dan juga suplainya yang cenderung langka di muka bumi ini.
Terdapat tiga keunggulan mengapa cryptocurrency bisa berfungsi sebagai alat pelindung kekayaan.
Penyimpanan cenderung murah dan aman dibandingkan dengan instrumen lain, seperti tabungan tunai dan emas. Yang dibutuhkan hanyalah wallet untuk menyimpan koin-koin tersebut.
Kelangkaan suplai. Harga jenis crptocurrency satu ini memang ditentukan oleh permintaan dan penawaran. Namun, karena suplainya yang kian menipis antar tahun, hukum ekonomi menyebut bahwa harganya bisa bernilai di masa depan. Asal, permintaan dan likuiditasnya juga semakin deras.
Pelindung Nilai Harta dari inflasi. Sampai saat ini, belum ada penelitian yang menerangkan korelasi pergerakan harga aset kripto dengan tingkat inflasi. Sehingga, masyarakat bisa membenamkan dananya ke kategori aset kripto saat ini saat inflasi meradang.
Jenis cryptocurrency ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan transaksi sehari-hari. Tidak seperti mata uang kripto yang berkategori penyimpan kekayaan, mata uang digital ini tidak begitu peduli dengan mempertahankan daya beli pemiliknya di jangka panjang.
Mereka memiliki pesaing utama, yakni transaksi digital yang digawangi oleh dua payment gateway terkenal yaitu Mastercard dan Visa. Memang, terlihat sulit bagi digital currencies untuk bersaing dengan keduanya. Hanya saja, mereka bisa lebih unggul karena:
Biaya transaksi yang lebih hemat dibandingkan penggunaan kartu kredit Visa atau Mastercard. Selama ini, biaya transaksi elektronik lewat kartu debit atau kredit dikenakan biaya hingga 1-2% untuk merchant. Bank digital seperti Koho, Revolut, Monzo menghasilkan sebagian besar pendapatannya dari pertukaran kartu debit. Nah, di sini aset kripto yang berfungsi mata uang digital berpotensi lebih hemat dibandingkan tawaran bank-bank digital tersebut. Terutama untuk transfer uang dalam jumlah besar (biaya transaksi aset kripto biasanya merupakan biaya tetap yang berskala lebih baik dengan pembayaran besar).
Jenis-jenis aset kripto dalam kategori mata uang digital menjaga privasi penggunanya lebih baik. Pembelanjaan dengan aset kripto tidak terlacak, sehingga ideal untuk merchants yang menjalankan bisnis di pasar gelap/grey market. Itulah mengapa Monero, mata uang digital yang mengutamakan privasi, sangat populer digunakan dalam transaksi ilegal.
3. Koin Utilitas (Utility Coins)
Contoh: Ethereum, Binance Coin, Cardano, Polkadot
Intinya, koin-koin ini merupakan mata uang yang berlaku untuk membayar barang atau jasa yang tersedia di satu jaringan tertentu. Biasanya, koin-koin ini digunakan untuk tetap menjaga keandalan sistem-sistem blockchain yang memiliki fitur smart contract.
Sebagai contoh, Ethereum meminta penggunanya untuk membayar sekian Ether (ETH) untuk menjaga keandalan sistem jaringannya. Begitu pun Polkadot yang juga mengharuskan penggunanya membayar biaya transaksi agar bisa berinteraksi dengan smart contract.
Cryptocurrency jenis ini biasanya akan melancarkan penawaran umum perdana (Initial Coin Offering/ICO) untuk menggalang dana awal dalam “memanaskan” sistem blockchain yang mereka miliki. Selebihnya, mereka akan mensubsidi ongkos operasi dan pengembangan blockchain tersebut ke depan.
Namun, agar koin-koin ini punya daya nilai yang menarik, maka pengembang juga harus pintar-pintar merayu pecinta aset kripto dalam memanfaatkan jaringan blockchain baru miliknya. Makanya, masing-masing pengembang pun berlomba-lomba menciptakan teknologi blockchain atau smart contract yang mutakhir, sehingga koin mereka pun pada akhirnya akan memiliki nilai guna yang tinggi.
Berbeda dengan Bitcoin yang dibatasi jumlahnya sebanyak 21 juta keping saja, suplai koin utilitas terbilang tidak dibatasi (uncapped). Sayangnya, hal ini membuat jenis cryptocurrency tersebut rentan terhadap inflasi yang menyebabkan devaluasi koin.
4. Koin Sekuritas (Security Coins)
Contoh: USDT, BCap
Koin sekuritas adalah representasi digital dari aset “beneran” yang terdapat di dunia nyata, untuk kemudian dicatat di dalam transaksi blockchain. Koin jenis ini merupakan subjek dari regulasi yang ada saat ini.
Namun, mengapa sih pengguna aset kripto melakukan tokenisasi atas aset nyata yang ada di dunia ini?
Meningkatkan likuiditas. Mayoritas aset sektor swasta tidak likuid dan dapat diperdagangkan di pasar sekunder. Misalnya, real estate dan sekuritas swasta biasanya sangat mahal untuk diperdagangkan. Biasanya butuh waktu lama untuk menemukan pembeli/mitra penjual yang cocok untuk menjalankan transaksi. Sementara, token sekuritas relatif dapat langsung diperdagangkan di bursa.
Kepemilikannya tersebar dalam pecahan (fractional). Saat aset berharga diberi token, maka kepemilikannya dapat dipecah menjadi banyak bagian pecahan (fractional pieces). Ini memungkinkan jenis aset ini menjadi lebih terjangkau dan dapat diakses oleh investor ritel karena mereka dapat membeli sebagian kecil aset dengan harga lebih rendah.
Pengelolaan dapat terpisah (unbundling). Tokenisasi sekuritas dapat memungkinkan jenis asetnya untuk memisahkan fitur-fitur tertentu untuk menjamin privasi yang lebih terjaga.
5. Koin Meme (Meme Coins)
Contoh: Dogecoin, Shiba Inu
Keberadaan koin satu ini memang cukup kontroversial. Sebab, sesuai namanya, koin ini merupakan representasi dari guyonan atau meme yang tersebar di jagat maya.
Dogecoin, misalnya, adalah pionir dari golongan koin yang satu ini. Koin ini sendiri terinspirasi dari meme doge yang cukup terkenal di internet. Memang, koin jenis ini berjalan di atas blockchain-nya sendiri. Hanya saja, banyak yang masih meragukan nilai inherennya serta manfaatnya yang utama.
Belakangan, nilai meme koin meroket berkat asupan endorse influencer, pemberitaan media yang berlebihan, hingga postingan media sosial.
Dari grafik di atas, diketahui bahwa aset kripto yang paling digenggam pengguna aset kripto adalah koin-koin yang berfungsi sebagai alat penyimpan kekayaan, dengan porsi hampir mencapai 50%. Tentunya, hal ini bisa terjadi karena peran Bitcoin, cryptocurrency dengan kapitalisasi pasar nomor wahid di dunia.
Jenis cryptocurrency populer kedua adalah utility coins, yang diwakili oleh centralized exchange dan smart contracts di heatmap di atas. Kondisi itu juga bisa terjadi berkat koin-koin top 10 kapitalisasi pasar terbesar seperti ETH, DOT, ADA, dan BNB.
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!
Sobat Cuan yang lagi keranjingan trading cryptocurrency pasti lagi getol-getolnya belajar analisis teknikal. Mungkin, kamu sudah paham gunanya melihat tren menggunakan support dan resistance bahkan hingga Relative Strength Index. Namun, apakah kamu juga sudah mencoba menggunakan satu indikator bernama bollinger band?
Nah, indikator ini berfungsi untuk menganalisis pergerakan harga cryptocurrency ke depan berdasarkan volatilitas harganya. Tujuannya, tentu saja agar kamu bisa menentukan waktu masuk dan keluar pasar.
Volatilitas aset kripto memang suka bikin jantungan hingga membuat tradingnya dianggap hanya berspekulasi saja. Analisis teknikal maupun fundamental terhadap aset kripto memang kerap meleset, namun itu bukan mengindikasikan pasar kripto tidak dapat dibaca sama sekali.
Biasanya, kamu menentukan tren pergerakan ini berbekal tren support dan resistance atau melihat titik-titik Moving Average. Namun, rasanya kurang afdol kalau kamu juga tidak memeriksanya lewat bollinger band. Bisa dibilang, memeriksa tren pergerakan tanpa bollinger band membuat analisismu kurang gurih, ibarat makan bakso tanpa micin.
Nah, apakah Sobat Cuan penasaran bagaimana menggunakan instrumen ini?
Bollinger bands diciptakan oleh seorang teknisi pasar investasi bernama John Bollinger di tahun 1980. Dia mengembangkan suatu instrumen yang melengkapi moving average dengan dua pita di area atas dan area bawah yang dinamai pita bollinger.
Pita bollinger tersebut hanya menambah dan mengurangi perhitungan standar deviasi atas moving average tersebut. Alias, suatu formula matematis untuk mengukur volatilitas harga. Gunanya, agar kamu bisa memiliki gambaran yang baik tentang kondisi pasar lewat volatilitas aset di pasar modal.
Moving average yang digunakan biasanya berjenis exponential moving average (EMA). Garis EMA merupakan garis tengah yang akan dilapisi oleh dua pita bollinger di bagian atas dan bagian bawahnya. Untuk lebih jelasnya, Sobat Cuan bisa menengok contoh bollinger band di grafik harga ETH terhadap USDT berikut.
Contoh Bollinger Bands. Sumber: Tradingview
Pita tersebut membentuk saluran yang menunjukkan standar deviasi dari aset atau instrumen yang sedang kamu analisis. Bollinger bands akan mengembang dan berkontraksi saat volatilitas terjadi atau akan terjadi, di mana contohnya bisa kamu perhatikan di atas.
Lantaran efektivitasnya dalam mendeteksi kapan harga akan fluktuatif dan kapan akan terjadi kontraksi, bollinger bands pun kini jadi salah satu instrumen populer. Selain itu, instrumen ini juga efektif untuk menganalisis cryptocurrency yang sedang berkembang pesat hingga volatilitas harga tinggi.
Pergerakan Bollinger Bands
Cara kerja bolinger bands adalah mendeteksi volatilitas harga dengan membuat deviasi dari garis EMA. Standar deviasi yang diwakili oleh pita bolinger ini akan berkontraksi saat volatilitas rendah dan berekspansi saat volatilitas tinggi.
Menurut John Bollinger, aset terus berganti fase dari volatilitas tinggi dan volatilitas rendah. Kontraksi pita bollinger memprediksi perubahan tren ini, tapi bukan pergerakan harganya.
Bollinger bands sendiri ialah instrumen yang digunakan untuk membantu kamu mengidentifikasi tren lebih awal dengan melihat tekanan volatilitas. Sebab biasanya tekanan volatilitas diikuti juga oleh ekspansi volatilitas dalam tataran tren.
Karenanya, pita bollinger tidak dapat digunakan sendiri melainkan dikomparasikan dengan instrumen lain. Kamu juga harus menentukan support dan resistance kamu sendiri.
Jelasnya, kamu harus memperhatikan dengan seksama tiap kali pita mengalami kontraksi yang berarti volatilitas sedang rendah. Sebab sewaktu-waktu tren akan berubah entah ke atas maupun ke bawah.
Nah, setelah kamu mengetahui cara kerja bollinger band, kini kamu bisa mengaplikasikan indikator ini untuk trading cryptocurrency. Berikut fungsinya!
1. Menerka Volatility Squeeze di Harga Aset Kripto
Menurut John Bollinger, volatilitas harga aset yang tengah landai kadang bisa berujung ke volatilitas yang lebih tinggi lagi. Nah, masa-masa volatilitas yang rendah ini disebut sebagai volatility squeeze.
Untuk memahami lebih lanjut tentang volatility squeeze, yuk perhatikan grafik harga XRP di bawah ini.
Contoh Volatility Squeeze. Sumber: Cointelegraph
Gambar di atas memperlihatkan bahwa volatilitas yang kencang (area hijau) terjadi setelah hadirnya volatilitas rendah (area merah). Sehingga, dalam hal ini, kamu bisa memanfaatkan volatility squeeze sebagai ajang borong cryptocurrency jagoanmu.
Hanya saja, hadirnya volatility squeeze tak selalu mengindikasikan adanya breakout yang positif. Kadang, kondisi yang terjadi justru sebaliknya, seperti yang terlihat di grafik harga Binance Coin (BNB) di bawah ini.
Contoh Volatility Squeeze. Sumber: Cointelegraph
Kesimpulannya, volatility squeeze tidak berfungsi untuk melihat pergerakan arah harga, namun bermanfaat bagimu untuk menentukan posisi dalam trading. Sehingga, yang perlu dilakukan olehmu saat periode volatility squeeze adalah menggabungkannya dengan support dan resistance.
Jika tren pergerakan harga aset selalu melampaui titik resistance sebelumnya di saat volatility squeeze, maka kamu bisa memanfaatkannya untuk melancarkan aksi beli. Namun, kamu bisa melancarkan aksi jual jika harga aset selalu melampaui titik resistance sebelumnya di saat volatility squeeze
2. Menentukan Buy Signal Saat Pullback
Selain melihat arah breakout, bollinger band juga bermanfaat untukmu dalam melihat peluang beli ketika tren harga sedang menanjak.
Melalui indikator ini, Sobat Cuan bisa melihat uptrend yang dimaksud. Caranya adalah dengan memperhatikan, apakah pergerakan harga aset yang terjadi berada di antara pita tengah dan pita atas. Contohnya bisa kamu lihat di contoh grafik LTC/USDT berikut.
Area paling kiri menunjukkan uptrend, yakni momen di mana pergerakan harga berada di antara pita tengah dan pita atas. Sumber: Cointelegraph
Nah, setelah harga aset memasuki fase ini, yang perlu trader lakukan adlaah menunggu momentum pantulan sedini mungkin saat harga mendekati pita tengah untuk mulai membeli. Sebab, hal yang terjadi setelahnya kemungkinan adalah tren harga yang kian meningkat.
Jika kamu menggunakan strategi ini, kamu bisa menempatkan stop loss di bawah pita tengah untuk berjaga-jaga. Strategi stop loss tetap diperlukan, sebab, tidak ada instrumen yang sempurna.
Bollinger bands akan menunjukkan pada kamu lebih dari satu momentum untuk masuk ke pasar. Jadi, saat kamu terlambat memanfaatkan momentum yang pertama, kamu masih bisa memanfaatkan momentum selanjutnya.
Saat tren mulai melemah, risiko kamu yang baru masuk ke pasar lebih rendah untuk berakhir jadi tukang cuci piring loh, Sobat Cuan. Satu dari lima peluang yang kamu dapat dari tren bollinger bands masih mungkin meleset. Pastikan kamu sudah punya strategi mencegah kerugian yang lebih besar.
Salah satu strategi cuan paling terkenal adalah mulai membeli saat sinyal uptrend dimulai. Hanya saja, banyak trader kurang sabar untuk menahan cukup lama hingga uptrend mencapai titik optimalnya.
Salah satu instrumen yang paling jarang meleset dalam memprediksi uptren yang kuat adalah bollinger bands ganda. Caranya, dengan membuat bollinger bands Simple Moving Average (SMA) 20 hari dengan standar deviasi 1. Garis ini akan berpadu dengan bollinger bands EMA yang lebih umum.
Bollinger bands ganda ini membeli gambaran yang lebih relevan saat akan terjadi uptren. Jika uptren dimulai dengan posisi harga berada di atas pita bollinger baik yang pertama maupun yang kedua, tandanya uptren yang kuat akan terjadi.
Uptrend kuat lebih menguntungkan kamu dan meminimalisir risiko kamu karena tren seperti ini jarang sekali terkoreksi dangkal saat masih berlangsung. Tapi, strategi ini tidak dapat digunakan ketika harga berosilasi dalam kisaran. Kamu hanya bisa membuka posisi baru ketika harga menembus resistensi teratas yang sebetulmya cukup kaku.
Pada akhirnya, kekuatan analisis kamu sendiri yang terpenting. Kamu bisa menggunakan pita-pita bollinger dengan cara lain untuk membaca tren yang relevan bagi kamu.
Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!
Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!
Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!