Author: 37

  • Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    Akhir tahun 2020, menjadi puncak dari pencapaian Bitcoin yang berada di atas 28K. Sejumlah investor, yang terdiri dari hedge fund dan pengelola dana besar memprediksi harga aset kripto (cryptocurrency) Bitcoin bisa naik lima kali lipat hingga tembus US$100.000 atau Rp 1,4 miliar per koin (Rp 14.000/US$) dalam setahun. Prediksi ini bakal mengejutkan investor skeptis yang mempercayai bahwa aset kripto merupakan aset spekulatif tanpa nilai, tidak seperti emas. 

    Lalu mengapa Anda harus memasukkan Bitcoin dalam portofolio alternatif investasi Anda di 2021? Berikut 9 alasan kenapa Anda harus mulai berinvestasi di Bitcoin dan atau aset kripto lainnya: 

    Bitcoin akan menjadi lebih mahal

    Faktanya, sekarang bisa jadi kesempatan terakhir Anda untuk mendapatkan Bitcoin dengan harga ini. Setahun kedepan, Anda akan berpikir  bahwa “Wow, $28.000 itu murah!” saat akan investasi BTC. Dalam dua Survei Sentimen Crypto Kraken, yang sebagian besar respondennya terdiri dari pedagang dan investor, mayoritas menyerukan target harga bitcoin rata-rata $ 36.000 tahun depan. Bloomberg pun juga mengawasi pasar bitcoin dan dalam laporan BTC terbarunya mereka memproyeksikan Bitcoin dengan harga diatas $ 50.000 pada tahun 2021, mengutip bahwa “Pondasi BTC lebih kuat daripada tahun 2017.”

    Bukan judi; tapi sebuah alternatif investasi

    Sebelas tahun sejak awal kemunculannya, Bitcoin telah terbukti menjadi investasi yang menguntungkan. Sementara ketidakstabilan harga menyebabkan fluktuasi besar terutama di 2017 – 2018, namun secara keseluruhan perjalanan Bitcoin terus meningkat. Dengan kata lain, jika Anda menyimpannya cukup lama, peluang apresiasi nilai bisa lebih besar daripada kelas aset lainnya dalam 11 tahun terakhir.

    Digital Gold  lebih baik dari Gold

    Bitcoin = digital gold. Cryptocurrency tertua ini diberi istilah tersebut karena publik membutuhkan patokan. Tapi sekarang, sudah saatnya Bitcoin melampaui emas. Bitcoin merupakan  mata uang global yang tidak diatur oleh pemerintah atau badan mana pun, sulit untuk diekstraksi, dan ada dalam pasokan yang jika semakin menipis maka akan meningkatkan nilainya. Bitcoin tidak rentan terhadap inflasi dan penanganannya jauh lebih mudah daripada emas – yang Anda butuhkan hanyalah dompet virtual. Dalam banyak hal, bukan hanya harga, Bitcoin mengalahkan Emas yang selama ini dianggap sebagai safe heaven.

    Bitcoin tidak perlu pembuktian lagi

    Dilansir dari news.Bitcoin.com, menurut Paolo Ardoin CTO Bitfinex, “Kenaikan Bitcoin di atas US $ 20.000 adalah tonggak sejarah lain dalam tahun yang epik bagi kripto. Tapi cerita utamanya bukan tentang spekulasi atau perdagangan. Bitcoin mewakili peralihan teknologi yang monumental, yang konsekuensinya baru saja mulai terlihat.”

    Bitcoin tidak bergantung kepada sektor lain

    Saat bursa runtuh, Bitcoin tidak akan terpengaruh. Kami telah melihat Bitcoin terpisah dari S&P 500 beberapa kali pada tahun 2020. Fakta bahwa Bitcoin adalah solusi untuk crash-nya sendiri yang terjadi di 2018 menunjukkan bahwa itu juga yang akan menyelamatkan kita di masa depan.  Juga Bitcoin mampu untuk melakukan diversifikasi dari aset yang sepenuhnya bergantung pada bank.

    Bitcoin Anda adalah milik Anda

    Bitcoin merupakan aset yang tidak bisa disita. Tidak seperti tabungan atau aset apa pun yang dimiliki, pemerintah tidak dapat menyita atau membekukan Bitcoin. Pertanyaannya sekarang, berapa banyak investasi lain dalam portofolio Anda yang benar-benar dapat disebut milik Anda?

    Blockchain sedang naik daun

    Teknologi blockchain sedang dieksperimen oleh lebih banyak perusahaan terkenal, kepentingan global, dan bank. Siapa tahu, sebentar lagi Paypal mungkin menawarkan altcoin (seperti Ethereum)? Karena keunggulan teknologi blockchain melebihi kerugiannya, banyak bisnis seperti Visa, Fidelity, dan Square mulai memasukkan solusi aset kripto. Bitcoin akan menjadi pintu gerbang dan likuiditas Anda menuju peluang ini.

    Bitcoin lebih baik daripada menyimpan uang

    Tingkat inflasi sedang meningkat dan suku bunga tahunan menjadi lelucon yang berulang. Kita sekarang hidup di dunia di mana uang tunai membebani kita. Kalau dipikir-pikir, Anda tidak perlu lagi khawatir dengan antrian panjang di bank.

    Bitcoin bisa menjadi hal terbaik yang terjadi pada Anda

    Dengan sirkulasi yang lebih sedikit dan rekam jejak yang kuat untuk ditingkatkan, menjadikan Bitcoin sebagai resolusi 2021 Anda  merupakan langkah finansial yang baik, motivasional dan mencerahkan.  Awali tahun baru dengan mengarahkan pandangan Anda ke masa depan, lakukan penelitian yang diperlukan. Jika Anda belum memiliki Bitcoin, mulailah investasi dan temukan media exchange yang tepat membantu Anda. Mulailah lebih awal dalam merencanakan resolusi investasi Anda di 2021.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Riset: Hanya 4,2 Juta Bitcoin yang Likuid, Tanda Kenaikan Besar Lagi?

    Perusahaan peneliti Glassnode mengungkapkan bahwa hanya 4,2 juta Bitcoin (BTC) yang bersifat likuid dari 18,5 juta BTC saat ini yang beredar (circulating supply). Selebihnya, sekitar 14,5 juta BTC bersifat “tidak likuid”, karena di-hold.

    “Likuiditas Bitcoin didefinisikan sebagai nisbah (ratio) rata-rata BTC yang diterima dan dikirim oleh pemiliknya. Saat ini, sekitar 14,5 juta BTC masuk golongan tidak likuid, sehingga hanya 4,2 juta BTC yang beredar secara konstan dan tersedia untuk diperdagangkan,” jelas Glassnode.

    Baca Juga: Ini Alasannya Kalian Harus Masukkan Bitcoin Sebagai Investasi di 2021

    Pernyataan Glassnode mengindikasikan, bahwa tekanan jual terhadap Bitcoin mungkin akan semakin kecil. Dari 14,2 juta BTC itu pula, yang disebut tidak likuid, sebagian bisa saja tidak dapat diakses karena pemiliknya lupa private key atas wallet-nya, atau pula bisa saja sang pemilik sudah meninggal dunia alias “aset beku”.

    Protokol Bitcoin memiliki keunggulan sistem yang terbukti secara matematis serta memungkinkan jumlah unit BTC menjadi langka. Satoshi Nakamoto menentukan batas pasokan maksimal hanya 21 juta BTC, dan saat ini beredar sekitar 18,5 BTC.

    Soal pasokan Bitcoin, periset dari perusahaan analisis Glassnode menyebutkan, bahwa jumlah BTC yang likuid dan tidak likuid.

    Data tersebut menemukan bahwa sekitar 78 persen dari pasokan beredar Bitcoin tidak likuid dan hanya 4,2 juta BTC yang beredar secara konstan.

    Kendati bursa-bursa aset kripto memiliki jumlah Bitcoin banyak untuk diperjualbelikan, menurut Glassnode, 78 persen dari pasokan beredar saat ini bersifat tidak likuid.

    Maksudnya adalah, besaran 78 persen itu tidak tersedia untuk dibeli, menandakan sentimen positif dari investor, sebab sebagian besar BTC disimpan sehingga mengurangi tekanan jual.

    Data on-chain menandakan tren positif di harga aset kripto saat ini didorong oleh isu likuiditas.

    Selama setahun terakhir, lembaga keuangan besar dan pengelola hedge fund ternama membeli Bitcoin dalam jumlah banyak.

    Daftar perusahaan dengan Bitcoin dalam perbendaharaannya meningkat pesat tahun ini, di mana 29 perusahaan tenar membeli total 1,1 juta BTC untuk disimpan sebagai aset cadangannya agar nilai uangnya tidak tergerus pelemahan nilai dolar AS.

    Periset Glassnode menambahkan, selama tahun 2020, total 1 juta BTC menjadi tidak likuid. Ini menandakan semakin banyak investor yang menyimpannya. Hal ini dapat ditafsirkan, bahwa bull run saat ini tampaknya didorong oleh krisis likuiditas. Dan berlanjut pada awal tahun 2021 ini.

    Glassnode menyimpulkan jumlah Bitcoin likuid dan tidak likuid dalam peredaran memiliki tautan jelas dengan pasar Bitcoin.

    Data menunjukkan, sejak tahun 2017 pasokan Bitcoin tidak likuid menggelembung lebih dari Bitcoin yang diterbikan oleh para penambang. Pola ini sebelumnya terjadi pada bull market tahun 2017 silam.

    Menurut data Bituniverse yang bersumber dari Peckshield, Etherscan dan Chain.info, bursa-bursa aset kripto menyimpan lebih sedikit Bitcoin dibanding tahun lalu.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 10 Prediksi Cryptocurrency di 2021

    Sepanjang tahun 2020 Bitcoin dan aset crypto lain terpantau meraih kenaikan harga yang cukup mengesankan, adopsi crypto pun semakin meningkat dengan banyaknya pemain institusi yang bergabung. Adanya deFi membuat banyak proyek crypto dengan berbagai solusi menarik muncul. Tahun 2020 bisa dibilang salah satu tahun terbaik bagi cryptocurrency. Lalu bagaimana cryptocurency di 2021 nanti?

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Berikut ada 10 prediksi cryptocurrency di 2021.

    1. Cina Memimpin CBDC

    Seperti yang diprediksi tahun lalu, 2020 adalah tahun  untuk mata uang digital bank sentral (CBDC). Dengan 80% bank sentral aktif di CBDC dan tekanan tak terlihat dari Libra yang sekarang disebut sebagai Diem, yang diharapkan segera diluncurkan,  dan diharapkan melihat banyak perkembangan baru di ruang ini.

    Semua mata di tahun 2021 akan tertuju pada China karena terus bergerak maju dengan renminbi digitalnya (disebut DC / EP), yang membangun fondasi dalam hal masa depan uang. Dalam fase percontohan terakhirnya, lebih dari 2 miliar RMB bernilai (US$ 300 juta) ditransaksikan melalui 4 juta transaksi menggunakan RMB digital.

    2. Lembaga Keuangan Tradisional Lirik Bitcoin

    2020 adalah tahun yang luar biasa ketika menyangkut masuknya pemain institusional di ruang crypto. Contohnya seperti JPMorgan dan Standard Chartered. Diperkirakan ini akan meningkat pada tahun 2021 karena banyak bank mulai mempublikasikan paket crypto mereka contohny adalah DBS Singapura.

    Baca juga: Bank Terbesar Asia Tenggara, DBS Singapura Luncurkan Bursa Pertukaran Crypto

    Meskipun bank investasi adalah pemain paling aktif sejauh ini,  bank swasta juga menarik untuk diperhatikan. Kemungkinan akan ada bank swasta yang berpandangan ke depan untuk beradaptasi dan melihat kripto sebagai tawaran pembeda untuk  menggaet lebih banyak klien.

    3. Kejelasan pajak crypto

    Menurut “Laporan Crypto Global PWC”, semakin banyak otoritas pajak di seluruh dunia yang menyediakan panduan pajak crypto yang eksplisit.  Hal ini berdampak positif bagi industri karena kejelasan pajak penting untuk memberikan kenyamanan bagi investor institusi.

    4. Crypto Unicorn Menjadi Crypto Octopus

    Terlepas dari krisis ekonomi, tahun 2020 adalah tahun yang mengesankan untuk M&A crypto. Data menunjukkan nilai total crypto M&A dalam enam bulan pertama  2020 telah melampaui total dari 2019, dengan ukuran kesepakatan rata-rata meningkat dari $19,2 juta menjadi $45,9 juta.

    Diprediksi akan ada peningkatan aktivitas M&A crypto  di 2021, terutama dengan crypto unicorn yang semakin menjadi gurita crypto. Persentase aktivitas kesepakatan M&A crypto pun sejauh ini  terus meningkat  dan bergeser dari Amerika, dengan 57% transaksi terjadi di negara-negara Asia-Pasifik, dan di Eropa, Timur Tengah dan Afrika pada paruh pertama tahun ini, naik dari 51% pada 2019 dan 43% pada 2018.

    5. Semua Kalangan Makin Mudah Beli Bitcoin

    Meningkatnya minat terhadap Bitcoin baik dari kalangan individu dan investor ritel diperkirakan akan terus berlanjut tahun depan, kemudian semakin banyaknya bursa yang menyediakan layanan jual beli Bitcoin dengan deposit yang murah dan cepat pun akan sangat membantu bagi masyarakat untuk mulai beli Bitcoin. Dengan begitu maka tidak mengherankan jika masyarakat akan semakin mudah mendapatkan Bitcoin.

    6.  Dana lindung Nilai Tradisional Beralih ke Kripto

    Pada tahun 2020, hedge fund yang besar, dari Guggenheim hingga Renaissance Technologies, secara serius mempertimbangkan untuk memasuki ruang cryptocurrency, sementara beberapa manajer hedge fund publik terkemuka, dari Paul Tudor Jones hingga Stanley Druckenmiller, menjadi berita utama dengan membicarakan bitcoin sebagai penyimpan nilai.

    Dengan banyaknya pertukaran kripto yang teregulasi dan berfokus pada institusional yang sekarang dengan senang hati melayani dana tersebut, serta solusi pialang utama kripto. Maka dari itu diprediksi akan ada potensi ledakan dalam perdagangan kripto dengan dana lindung nilai tradisional pada tahun 2021.

    7. Pertukaran Derivatif Crypto Tumbuh

    Prediksi cryptocurrency 2021 lainnya adalah pertukaran derivatif akan menjadi area yang harus diperhatikan. Minat terbuka pada bitcoin berjangka di CME baru-baru ini mencapai rekor tertinggi dan akan menjadi barometer yang baik untuk minat investor di masa mendatang.

    8. Industri Crypto Makin Profesional

    Banyak pengusaha crypto generasi pertama berasal dari latar belakang teknologi. Tetapi sekarang, banyak perusahaan crypto yang membawa individu dengan latar belakang layanan keuangan institusional untuk menjalankan bisnis mereka, contoh terbaru dari perusahaan crypto seperti BitMEX hingga usaha baru seperti Diem.

    Diharapkan tren ini meningkat pada tahun 2021 apalagi dengan pasar Crypto yang  tidak pernah tidur, perusahaan beroperasi 24/7 dan industri berkembang berkali-kali lebih cepat daripada layanan keuangan tradisional, yang berarti para eksekutif yang terjun ke dunia crypto harus beroperasi luar zona nyaman mereka.

    9. Peraturan Baru yang Mengarahkan DeFi

    Pada tahun 2021, DeFi kemungkinan akan tumbuh lebih jauh. Meskipun kecil kemungkinan ada minat minat investor institusional di sektor ini, kelompok orang yang berdedikasi dari komunitas crypto yang bekerja di bidang yang menarik ini akan terus membuat terobosan.

    Baca juga: Apa Itu DeFi ? (Pahami DeFi dalam Waktu 3 Menit!)

    10. Stablecoin Punya Peran Lebih Besar dalam Transaksi Lintas Batas

    2020 adalah tahun rekor bagi stablecoin. Dengan aset yang tumbuh dari kurang dari $5 miliar di awal tahun menjadi lebih dari $25 miliar pada bulan Desember, momentum ini diharapkan akan berlanjut di tahun 2021. Data menunjukkan penggunaan stablecoin sudah meningkat di koridor tertentu, seperti antara Amerika Latin dan Asia Tenggara misalnya, di mana pedagang menggunakan stablecoin untuk menyelesaikan transaksi, sepenuhnya melewati jalur perbankan tradisional dalam prosesnya. Di tahun 2021, akan menarik untuk melihat apakah tren ini berlanjut.

    Itu dia prediksi cryptocurrency di 2021 nanti, sekali lagi ini hanya merupakan prediksi dan bukan merupakan acuan utama. Apakah prediksi cryptocurency 2021 ini tepat? Kita masih harus menunggu waktu untuk menjawabnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bidikan Harga Bitcoin US$100 Ribu per BTC, Masih Terlalu Kecil

    Willy Woo, Analis Bitcoin (BTC) mengatakan bahwa bidikan harga Bitcoin US$100 ribu per BTC, masih terlalu kecil. Woo meramalkan kenaikan lebih tinggi lagi. Waspadai pula banyak “whale” mulai masuk kembali ke bursa.

    Hal itu disampaikan Woo ketika Bitcoin pada 17 Desember 2020 lalu berhasil menyentuh capaian tertinggi baru lagi, yakni US$23.000 per BTC.

    Baca Juga: Surat kepada SEC: Yuan Digital Ancam Amerika Serikat (AS)

    “US$100 per BTC adalah sasaran yang sangat rendah pada lintasan saat ini. Sasaran berikutnya US$55 ribu. Ketika itu Bitcoin menjadi aset bernilai sekitar US$1 triliun,” kata Woo, dilansir dari Cointelegraph, 17 Desember 2020.

    Woo bersandar pada model ramalan Bitcoin “Bitcoin Top Cap“. Grafik model itu mengungkapkan bahwa sasaran menuju US$100.000 masih tergolong “konservatif”, yang mencerminkan penguatan lebih lanjut di atas itu.

    harga bitcoin

    Woo juga menekankan bahwa level US$55.000 sebagai harga tonggak penting bagi Bitcoin karena itu berarti aset kripto akan mencapai 10 persen dari kapitalisasi pasar emas.

    Saat ini, kapitaliasi  emas diperkirakan sekitar US$9 triliun. Di atas harga US$50.000, per BTC, maka Bitcoin akan mulai merambah sebagian besar kapitalisasi pasar emas, yang tetap menjadi aset safe-haven yang dominan.

    Order book dan tren volume perdagangan Bitcoin di sejumlah bursa juga menandakan adanya sentimen positif membidik US$30.000.

    Baca Juga: Grayscale: Permintaan Terhadap Ether (ETH) Meningkat Tajam

    Jika momentum pasar berjangka, options, dan spot dipertahankan selama beberapa hari mendatang, kemungkinan Bitcoin bisa mencapai US$30.000.

    harga bitcoin
    Potensi ancaman harga Bitcoin terkoreksi dalam, ketika sejumlah pemain besar Bitcoin masuk kembali ke sejumlah bursa aset kripto. Sumber: CryptoQuant.

    Namun, di masa mendatang, salah satu ancaman bagi Bitcoin adalah arus masuk “whale“. Data dari CryptoQuant menunjukkan arus masuk Bitcoin oleh Whale ke sejumlah bursa meningkat. Ini belum pernah terlihat sejak Maret 2020, ketika Bitcoin ambruk parah.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Cash Sentuh ATH! Ungguli Altcoins Lainnya

    Bitcoin cash ATH dan terlihat naik ke harga tertingginya dalam 10 bulan terakhir pada $375. Pergerakan ini terjadi setelah Bitcoin yang naik ke $24.300 sebelum terkoreksi sekitar $1.000.

    Baca Juga: Grayscale: Permintaan Terhadap Ether (ETH) Meningkat Tajam

    Bitcoin Cash ATH Setelah Bitcoin

    Hari Minggu kemarin merupakan akhir pekan dengan volatilitas yang sangat tinggi untuk Bitcoin dengan harganya yang naik ke $24.300 sebelum terkoreksi ke $23.100. Mayoritas altcoins terlihat stagnan dan belum mengalami pergerakan yang sama dalam 24 jam terakhir, kecuali Bitcoin Cash.

    Bitcoin Cash terlihat naik sekitar 20% yang membuatnya mencapai harga baru tertinggi sejak Februari 2020. Namun sayangnya apresiasi ini tidak bertahan lama akibat harganya yang terkoreksi setelah apresiasi tersebut.

    Jika dilihat dari data oleh Binance, Bitcoin Cash mengalami apresiasi ke daerah $380 pada pukul 07.00 WIB hari ini sebelum turun kembali ke harga saat ini pada sekitar $356. Apresiasi tersebut menandakan apresiasi sekitar 20% dalam waktu 24 jam.

    Baca juga: Faktor Ini Diduga Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sentuh $24.000

    Beberapa hari terakhir ini memang terlihat sangat baik untuk pasar crypto secara keseluruhan. Apresiasi ini terjadi setelah Bitcoin berhasil menembus $20.000 dan terus membentuk harga tertinggi sepanjang masa.

    Walaupun sempat terkoreksi dari $24.000 menuju $23.100, saat ini Bitcoin telah berhasil naik kembali ke $24.000. Pergerakan ini menandakan adanya kemungkinan yang besar untuk Bitcoin mulai naik kembali dan mengangkat seluruh pasar crypto bersamanya.

    Mayoritas analis memprediksi bahwa saat ini terdapat beberapa tujuan utama yaitu pada sekitar $24.200, $24.500, dan $25.000. Namun, mayoritas analis juga memprediksi masih terdapat potensi koreksi yaitu menuju $23.000, $22.250, dan $21.000.

    Altcoins Lainnya Stagnan

    Mayoritas altcoins saat ini nampaknya masih terlihat stagnan dan belum mendapatkan sentimen positif dari apresiasi Bitcoin. Terdapat beberapa altcoins yang mengalami koreksi seperti Ethereum yang turun dari $660 ke $620 sebelum naik kembali ke $640.

    Ripple juga mengalami koreksi dari $0.585 ke $0.535 sebelum naik kembali menuju $0.555. Dalam waktu 24 Jam, Ripple dan Ethereum terlihat mulai turun kembali bersama Chainlink yang turun lebih dari 2%, Polkadot lebih dari 2%, Cardano sekitar 1%, dan Litecoin sekitar 5%.

    Binance Coin telah naik sekitar 3% ke $35 sebelum turun kembali ke $33 saat ini. Bitcoin cash nampaknya menjadi satu-satunya altcoins yang mengalami hari baik akibat apresiasinya sekitar 20%.

    Baca juga: Coinfest 2021 : Prediksi Altcoins 2021, Hati-hati Ada Kuda Hitam

    Namun terdapat beberapa altcoins yang juga terlihat naik seperti Dash yang naik 7%, Ethereum Classic sekitar 6%, Bitcoin SV sekitar 6% dan EOS sekitar 5%, walau semua sedang terkoreksi. Sebaliknya, Sushiswap terlihat turun lebih dari 10% hingga saat ini, Aave sekitar 10%, Horizen sekitar 8% dan Celo sekitar 5,5% dalam satu hari.

    Saat ini kondisi pasar crypto nampaknya sedang bergerak turun menuju pembukaan sesi perdagangan Amerika. Tidak dapat dipungkiri bahwa ada kemungkinan saat ini hanya koreksi kecil sebelum mulai naik kembali nanti malam saat sesi Amerika dimulai.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kasihan, Bursa Aset Kripto Korsel Merugi, Keuntungan Tertahan

    Kendati Bitcoin dan pasar aset kripto menguat sejak Kamis pekan lalu, setelah ambruk selama 6 hari lamanya, ternyata sejumlah bursa mencetak kerugian yang masif. Tanyalah itu kepada Upbit dan Bithumb asal Korea Selatan.

    Dua bursa aset kripto asal Korea Selatan, Upbit dan Bithumb mengalami penurunan penjualan masing-masing sebesar 70 persen dan 63 persen sejak 2018, karena permintaan pasar lokal untuk aset kripto telah anjlok dalam 24 bulan terakhir.

    Secara year-on-year keuntungan tahunan Dunamu, perusahaan induk Upbit, turun 93 persen menjadi US$7,4 juta, menurut sistem informasi elektronik Layanan Pengawas Keuangan (FSS) Korsel.

    Penurunan secara substansial itu dalam pendapatan kedua perusahaan ini terutama disebabkan oleh penurunan permintaan aset kripto di pasar kripto lokal selama 24 bulan terakhir.

    Selama bulan-bulan puncak 2017 dan 2018, Bithumb memproses sekitar 1,2 juta perdagangan Bitcoin per bulan, setara dengan sekitar US$7,2 miliar.

    Namun, selama bulan-bulan puncak 2019 dan 2020 dalam hal harga dan volatilitas, Bithumb memproses sekitar 300.000 perdagangan senilai Bitcoin. Itu menunjukkan penurunan 75 persen dalam volume perdagangan Bitcoin bulanan antara 2017 dan 2018.

    Demikian pula, UPbit juga melihat volume perdagangan Bitcoin bulanan turun dari 1,35 juta BTC pada 2017 menjadi sekitar 250.000 BTC pada tahun 2020. Selama dua tahun terakhir, UPbit mencatat volume bulanan rata-rata 200.000 BTC.

    Karena harga Bitcoin berjuang untuk mencapai rekor tertinggi US$20.000 sejak akhir 2017, volume semua pertukaran mata uang digital utama di negara ini, termasuk Korbit, Coinone dan Gopax, turun 60-80 persen.

    Seperti yang dilaporkan Decrypt pada Desember 2019, Bithumb ditampar dengan tagihan pajak US$67 juta, karena memfasilitasi perdagangan untuk pengguna asing. Upbit pun dituduh memalsukan volume perdagangan, namun disangkal keras. Kedua bursa juga pernah menghadapi serangan peretasan, dengan UPbit mengalami peretasan US$50 juta, empat bulan lalu.

    Harapan di ujung adalah melalui undang-undang baru yang diterbitkan pada bulan lalu yang kian melegalkan perdagangan Bitcoin di Negeri Ginseng itu. [Decrypt/Red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto dan Binance Gelar Kompetisi Trading Aset Kripto, Total Hadiah 151Juta BIDR

    Dalam rangka menyambut kehadiran BIDR yang secara resmi mulai diperdagangkan di Tokocrypto dan Binance, Tokocrypto mengadakan Kompetisi Trading BIDR dengan total hadiah lebih dari Rp150 juta.

    Kompetisi trading yang diadakan bersama dengan Binance sebagai bagian dari perayaan ulangtahun mereka yang ke-3 ini akan dilaksanakan mulai hari Rabu, 1 Juli 2020 pukul 10:00 WIB, dan berakhir pada hari Senin, 13 Juli 2020, pukul 23:59 WIB.

    Akan ada 2 (dua) jenis kompetisi trading yang diadakan, yaitu :

    1. Kompetisi trading BIDR dengan seluruh pairing (BTC, ETH, BNB, BUSD, & USDT) dimana pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah volume trading yang dilakukan;
    2. Kompetisi trading BIDR/BNB dimana pemenang akan ditentukan berdasarkan jumlah seberapa banyak transaksi dilakukan dalam waktu yang ada tanpa melihat volume transaksi.

    Ikut dan menangkan total hadiah sebesar Rp151,900,000 yang dibagikan kepada total 333 orang!

    Syarat dan Ketentuan, selengkapnya baca disini.

    Baca Juga: Tokocrypto Gandeng Shopee Bagi Bagi 5.000 Voucher Cashback

     

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Grayscale: Permintaan Terhadap Ether (ETH) Meningkat Tajam

    Perusahaan Grayscale asal Amerika Serikat (AS) mengatakan, bahwa permintaan terhadap aset kripto Ether (ETH) meningkat tajam sepanjang kuartal ke-3 tahun 2020. Siap bidik US$700 per ETH?

    “Jelas ada permintaan yang kuat untuk produk Ethereum (ETH) Saham. Dalam laporan investasi kuartal ke-3 tahun 2020 kami, ada investasi terbesar ke Grayscale Ethereum Trust, dengan aliran masuk lebih dari US$202 juta,” sebut Grayscale di Twitter, Minggu (20/12/2020).

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Grayscale terus mengakumulasi aset kripto ETH untuk mengakomodir permintaan “Ether Saham” pada produk mereka. “Ether Saham” sama seperti “Bitcoin Saham” pada GBTC produk mereka, di mana investor bisa bisa membeli nilai aset kripto itu tanpa membeli langsung aset aslinya.

    Harga saham aset kripto itu ditentukan berdasarkan harga satuan lembar saham dengan harga tertentu.

    Nilai kepemilikan Grayscale saat ini beberapa poin di bawah nilai US$2 miliar. Menurut Bybit.com, total aset ETH yang dikelola di Grayscale bernilai US$1,94 Miliar. Ini sesuai dengan 2,94 juta ETH di brankas Grayscale dengan 344.391 ETH dari jumlah ini yang terakumulasi dalam sebulan terakhir.

    Sehubungan dengan nilai Grayscale Ethereum Trust (ETHE), setiap saham sekarang akan mewakili 0,01031643 ETH dibandingkan dengan jumlah sebelumnya 0,09284789 ETH, setelah melalui mekanisme split. Dengan split setiap saham bernilai US$6,777 menggunakan harga Ether sekitar US$657.

    Namun, Grayscale Ethereum Trust ditutup pada  Jumat dengan harga saham US$20,15 yang hampir 3 kali lipat dari nilai ETH yang diacunya.

    Sementara itu, ETH di pasar spot, dengan percaya diri diperdagangkan di atas area support US$620-650 (atau sekitar Rp9,1 jutaan). Ketika artikel ini ditulis ETH melonjak tipis dalam 24 jam terakhir di kisaran US$655 (Rp9,2 juta)

    Malam hari ini kiranya penentuan bagi aset kripto terbesar ke-2 dunia itu untuk membidik US$700 per ETH. Pada 5 Mei 2018 ETH sempat memuncak di kisaran US$816 (sekitar 11,5 juta dengan kurs hari ini).



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Faktor Ini Diduga Jadi Penyebab Harga Bitcoin Sentuh $24.000

    Bitcoin pecahkan rekor lagi, Sabtu tengah malam (19/12/2020) harga Bitcoin (BTC) berhasil menyentuh di atas $24.000. Di coinbase harga BTC sempat terpantau berada di harga $24.200, di Binance  $24.171, di Coingecko  $24.072 dan di Coinmarketcap tercatat harga Bitcoin berhasil menyentuh $24.085.

    Tiga faktor yang diduga mendorong harga BTC naik dalam waktu singkat, adalah tekanan shorts yang besar, pesanan jual yang bertumpuk pada $23.600, dan reaksi pasar terhadap proposal aturan self custodiad wallet Departemen Keuangan AS.

    Baca Juga: Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Faktor Bitcoin Sentuh $24.000

    Penurunan Harga Besar-besaran Terjadi Lagi pada $23.600

    Menurut data dari Bybt.com,  shorts contract senilai $138 juta telah dilikuidasi.  Likuidasi massal shorts contract terjadi tepat ketika Bitcoin melampaui $23.600. Area $23.600 adalah level resistensi utama karena pesanan jual yang bertumpuk di seluruh bursa utama.

    Data likuidasi pertukaran Bitcoin. Sumber: Bybt.com

    Di Bitfinex, level resistensi $23.600 dan $ 23.800 memiliki pesanan jual yang besar sebelum reli terjadi. Ketika harga Bitcoin mulai meningkat, ia mengurangi posisi jual dan penjual di kisaran resistensi $23.600 hingga $23.800.

    Dilansir dari Cointelegraph, biasanya, tekanan short  terjadi ketika penjual dipaksa untuk membeli posisi pasar mereka karena harga Bitcoin naik. Hal ini menyebabkan permintaan pembeli melonjak dalam waktu singkat, seringkali menyebabkan penembusan besar ke sisi atas.

    Pasar Tidak Terpengaruh oleh Aturan FinCEN A.S.

    Pada 19 Desember, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengungkapkan proposal aturan tentang self custodiad wallet.  Aturan tersebut mengharuskan bursa untuk melacak penarikan dan setoran di atas $3.000 yang berasal dari dompet non-kustodian. Jika transaksinya melampaui $10.000, maka bursa harus melaporkan langsung ke Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN).

    Namun, seperti yang dijelaskan para analis, aturan itu sendiri tidak seburuk yang diperkirakan para eksekutif industri. Cointelegraph melaporkan bahwa kecuali proposal tersebut menjadi undang-undang, harga Bitcoin dan pasar crypto yang lebih luas kemungkinan akan mengabaikan berita tersebut. Namun, terlepas dari katalis positif, dalam waktu dekat, pedagang percaya Bitcoin dapat berkonsolidasi atau mundur yang disebabkan perpanjangan reli yang berlebihan.

    Baca juga: Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Ttitik Support $18.500 Perlu Diperhatikan

    Pergerakan ini melanjutkan tren yang telah berkembang dalam beberapa minggu terakhir, pergerakan harga yang signifikan terjadi selama akhir pekan daripada hanya selama seminggu. Pada hari Sabtu, Van de Poppe mendesak agar berhati-hati, dengan alasan bahwa support penting masih jauh lebih rendah pada grafik BTC / USD di $ 18.500.

    “Reli vertikal seperti itu tidak akan bertahan lama. Jadi, koreksi akan terjadi di beberapa titik. Namun, memprediksi kapan itu terjadi masih dugaan dan bisa saja dengan mudah mencapai $30.000 dan kemudian melihat koreksi 30%,” katanya.

    Jika melakukan kilas balik di Maret 2020 di mana harga Bitcoin bertengger di kisaran angka $4.000-$5.000, maka dengan harga $24.000 semalam artinya Bitcoin sudah berhasil mencatatkan peningkatan lebih dari empat kali lipat kurang dari satu tahun.

    Baca juga: Ikutan Bitcoin, Ethereum Capai Harga Tertinggi 2020!

    Perbaikan harga yang mengesankan bagi aset yang  baru berusia 11 tahun ini. Dengan kenaikan harga terbaru, persentase keuntungan Bitcoin dari tahun ke tahun telah tumbuh menjadi lebih dari 225%. Kenaikan Bitcoin ini juga mendorong altcoins lainnya, contohnya adalah Litecoin yang melonjak lebih dari 50% minggu ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Langganan Streaming Spotify Akan Bisa Dibayar Dengan Bitcoin

    Bitcoin (BTC) terus meraih banyak popularitas yang tentu menjadi sebuah kabar baik lainnya untuk sang crypto utama ini.

    Spotify adalah ranah baru yang dikuasai oleh Bitcoin. Rupanya, layanan streaming audio tersenit saat ini sedang mempertimbangkan rencana untuk mulai menerima pembayaran menggunakan Bitcoin dari pelanggan.

    Baca Juga: Bitcoin Berhasil Lewati Rp330 Juta, Ini Dia Penyebabnya

    Rencana Spotify akan memperkenalkan 320 juta basis pelanggan yang kuat ke cryptocurrency, sesuatu yang akan sangat berarti bagi industri.

    Saat ini, laporan menyebutkan bahwa tim Pembayaran dan Inovasi perusahaan sedang mencari seorang Associate Director untuk memimpin pengembangan kerangka kerja baru untuk pembayaran crypto. Perusahaan memberikan banyak petunjuk tentang efek tersebut.

    Menurut Spotify, anggota tim baru tersebut akan ditugaskan untuk mencari peluang pembayaran baru dan memberikan solusi inovatif dalam hal itu. Pada dasarnya, dapat dikatakan bahwa inovasi terbaru dalam industri pembayaran adalah tentang teknologi crypto dan blockchain.

    Berdasarkan hal tersebut, Direktur akan membantu mengembangkan peluang dan inovasi dalam penggunaan blockchain, CBDC, crypto, stablecoin, di antara aset digital lainnya. Dengan persyaratan itu, jelas bahwa Spotify akan serba guna dengan crypto.

    Selain itu, Associate Director yang diharapkan perlu memiliki pengalaman yang baik dalam teknologi blockchain serta aset digital.

    Dengan ini, perusahaan ingin anggota tim baru dapat membantu perusahaan meluncurkan solusi pembayaran crypto dalam skala global. Khususnya, Bitcoin saat ini merupakan crypto paling populer yang telah menjangkau seluruh penjuru dunia.

    Spotify juga bergabung dengan Diem Facebook, tim pengembang yang sekarang berencana membuat sistem pembayaran untuk menampung berbagai stablecoin.

    Baca Juga: Analis Memprediksi Altseason akan Datang pada Awal Tahun Depan

    Cukup adil untuk berpendapat bahwa selain menerima pembayaran Bitcoin, Spotify kemungkinan juga dapat bekerja sama dengan Libra Association untuk memberikan lebih banyak opsi pembayaran kepada pelanggannya. Dan apapun pilihannya, itu semua akan berdampak positif untuk BTC.

    Kemungkinan, setelah Spotify, perusahaan-perusahaan lain yang berbasis layanan berlangganan berbayar akan mulai menggunakan Bitcoin juga karena hal seperti ini biasa terjadi karena selain mengejar ketertinggalan, mereka pun akhirnya akan mulai menyadari kalau BTC sudah memasuki lini keuangan masyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk pilihan pembayaran yang lebih mudah dan variatif. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com