All posts by 37

PayPal Tembus Rekor Perdagangan Crypto!

Platform jasa pembayaran dan saat ini platform perdagangan crypto, PayPal, dikabarkan telah mencapai rekor baru dalam volume transaksi crypto.

Dikabarkan bahwa PayPal telah mencapai $242 Juta dalam volume transaksi aset digitalnya, pada 11 Januari 2021. Namun rekor ini membuat pertanyaan apakah rekor tersebut disumbang oleh volume jual atau volume beli.

Baca Juga: Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

PayPal Menembus Rekor

Menurut data dari Nomics, perusahaan penyedia data pasar crypto, hari perdagangan kemarin telah mengalahkan rekor sebelumnya dalam volume. Sebelumnya, rekor volume perdagangan crypto tertinggi di PayPal adalah sebesar $129 Juta yang terekam pada 6 Januari 2021.

Dilaporkan bahwa sejak 1 Januari 2021, volume perdagangan harian telah naik sekitar 950%. Apresiasi volume dari hanya sekitar $22,8 ini menjadi sebuah pencapaian baru untuk PayPal.

Baca juga:Dari Hater Jadi Fans, PayPal Ketagihan Beli Bitcoin!

Dengan apresiasi volume perdagangan PayPal yang terjadi pada saat apresiasi harga Bitcoin ke harga tertingginya, nampaknya saat ini ketertarikan terhadap PayPal terlihat terus naik. Ketertarikan ini terjadi dalam trader dan investor ritel yang nampaknya menjadi pengguna utama platform perdagangan crypto dari PayPal.

Walau banyak pihak dari komunitas crypto yang mengakui adanya apresiasi pengguna yang dibawa oleh PayPal, masih terdapat beberapa kritik. Terdapat pihak yang mengkritik PayPal dalam membatasi pergerakan komunitas crypto di platformnya.

Volume Jual Akibat Ritel

Batas yang dimaksud adalah PayPal yang terlihat tidak memberikan akses kemudahan dalam penarikan dana. Kritik ini disampaikan oleh salah satu investor yang berspekulasi bahwa akibat adanya batasan ini, PayPal menjadi penyumbang untuk tekanan jual yang juga terjadi kemarin.

Investor tersebut berspekulasi bahwa rekor yang dicapai oleh PayPal kemarin adalah akibat tekanan jual yang nampaknya datang dari pemain ritel. Investor tersebut berspekulasi bahwa mayoritas pengguna PayPal kemarin sedang mengambil keuntungan yang membuat volume tersebut adalah tekanan jual.

Diskusi ini muncul setelah adanya pernyataan dari CEO Nexo, Antoni Trenchev yang berspekulasi bahwa koreksi Bitcoin kemarin terjadi akibat investor ritel yang mengambil keuntungan. Diskusi ini menyebar ke PayPal yang kebetulan di saat bersamaan mencapai rekor volume barunya.

Baca juga: Sah! Sekarang Bisa Beli Crypto Langsung di PayPal

Namun untuk pastinya hingga saat ini belum dapat diketahui akibat belum adanya informasi yang jelas dari PayPal. Tetapi untuk saat ini mayoritas pasar berspekulasi bahwa penyumbang terbesar koreksi kemarin adalah PayPal.

Akibatnya banyak pihak juga yang berspekulasi bahwa jika terjadi pemulihan, pemulihan tersebut akan terjadi akibat ritel. Sehingga masih sangat mungkin ke depannya untuk terjadi koreksi kembali karena adanya potensi pengambilan untung kembali.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Koreksi Lebih Dalam! Menurut Analis Masih Sehat dan Wajar

Bitcoin dikabarkan telah koreksi dalam, kemarin malam pukul 23.00 WIB ke sekitar $30.200 bersama kapitalisasi pasarnya yang jatuh $200 Miliar. Koreksi ini membuat mayoritas pasar crypto turun karena terimbas efek sentimen depresiasi.

Walaupun koreksi terjadi sangat dalam, mayoritas analis menyatakan bahwa koreksi ini adalah pergerakan yang sehat dan wajar. Tetapi banyak pihak yang bertanya jika terus turun apakah pergerakan tersebut akan menghilangkan potensi apresiasi dari pergerakan beberapa pekan terakhir.

Bitcoin Koreksi Lebih Dalam

Mayoritas altcoins terlihat jatuh bersama Bitcoin kemarin pada 11 Januari 2021. Setelah berada di atas $41.500 Bitcoin mengalami koreksi yang cukup dalam yang membawanya turun ke sekitar $30.200 kemarin.

Koreksi ini berdampak pada beberapa pasar lain yang salah satunya adalah pasar future dimana sekitar $2,7 Miliar kontrak future atau berjangka terlihat dilikuidasikan. Likuidasi ini terlihat jelas terjadi bersamaan akibat pergerakan grafik candlestick yang terjadi bersamaan antara kedua pasar.

Baca juga: Dolar Menguat, Rp34,07 Triliun Crypto Dijual Hari Ini!

Koreksi ini telah membuat beberapa analis dan tokoh keuangan membuka suara untuk menyatakan pandangan mereka ke depannya. Salah satu pihak yang terlihat membuka suara adalah Mark Cuban, salah satu tokoh terkenal di dunia keuangan.

Beberapa Tokoh Buka Suara

Mark Cuban menyatakan bahwa koreksi yang terjadi saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada saham di 1990 dimana terjadi internet stock bubble. Kejadian ini adalah kejadian dimana pasar saham naik secara signifikan sebelum turun akibat fenomena terbukanya internet pertama kali kepada masyarakat.

Fenomena tersebut adalah salah satu fenomena yang membuat Mark Cuban menjadi Miliuner saat ini, sehingga beliau sangat memahaminya. Beliau saat ini melihat bahwa kondisi crypto sedang sangat mirip dengan kejadian 1990 tersebut.

Baca juga:CEO ShapeShift Prediksi Kapitalisasi Pasar Crypto $2 Triliun

Namun, beliau melihat perbedaan dimana Bitcoin, Ethereum, dan beberapa lainnya akan sama seperti saham Amazon dan eBay, dimana mereka akan naik setelah koreksi ini. Pernyataan ini juga didukung oleh salah satu tokoh di dunia keuangan yaitu CEO dari Celsius, Alex Mashinsky.

Alex menyatakan bahwa beliau melihat koreksi ini sebagai pergerakan yang sehat dan wajar. Beliau menyatakan bahwa terdapat kemungkinan koreksi mencapai $16.000 sebelum harga naik kembali, dan menurutnya hal tersebut sangat wajar.

Mayoritas Analis Mendukung

Mengingat Bitcoin naik dari $17.000 ke $41.000 hanya dalam kurang dari satu bulan, David Lifchitz, CIO dari ExoAlpha melihat bahwa koreksi ini adalah koreksi sehat. Beliau melihat bahwa koreksi ini terjadi akibat institusi yang membeli di sekitar $20.000 dan $30.000.

Beliau merasa bahwa koreksi ini masih wajar akibat volume dari perdagangan yang terlihat terus naik dari hari ke hari. Sehingga dengan naiknya volume perdagangan maka volatilitas juga akan naik yang membuat koreksi ini terjadi semakin dalam.

Baca Juga:Mendalami Hubungan Pasar Future dan Spot Bitcoin

David juga melihat pergerakan ini sangat dipengaruhi oleh Twitter, dimana terjadi korelasi antara pergerakan harga dan cuitan mengenai Bitcoin di Twitter. Penemuan ini membuat beliau percaya bahwa harga Bitcoin masih dapat terus naik sehingga koreksi ini hanya sementara.

Hal ini disebabkan dengan naiknya cuitan maka umumnya harga akan ikut naik, dan saat ini cuitan masih terlihat terus naik. Sehingga setelah koreksi ini masih ada potensi yang sangat besar untuk Bitcoin dan keseluruhan pasar crypto untuk naik kembali.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Mendapatkan Passive Income dari Investasi Kripto

Menciptakan aliran pemasukan pasif dan terkelola dengan baik menjadi awal kemakmuran jangka panjang, apalagi di saat pandemi seperti sekarang. Ada banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan passive income. Hal yang menarik, Anda tidak perlu menguras banyak energi dan waktu, biarkan asetmu bekerja dengan sendirinya dan membawa ekstra cuan. Kalian sudah tahu belum, kalau passive income juga bisa didapatkan dengan cerdas lewat instrumen investasi kripto? Tak banyak memang yang menyadari bahwa passive income dari investasi juga sangat menjanjikan. Apalagi jika bisa mengelola investasi dengan bijak, kalian punya peluang untuk mendapatkan passive income secara maksimal.

Tokocrypto sebagai platform pertukaran aset kripto yang pertama terdaftar di Bappebti, kembali mengadakan program inisiatif untuk mengajak orang disekitar kalian menjadi partner dalam membangun industri kripto Indonesia dan sekaligus memberikan kesempatan mendapatkan pendapatan pasif seumur hidup. Referral program yang baru saja diluncurkan di penghujung akhir tahun 2020 ini adalah pengganti program Referral TKO, yaitu program berbasis komisi dimana memungkinkan kalian mendapatkan pendapatan pasif hingga 50% dari orang yang kalian referensikan. 

Tidak hanya itu, kalian juga dapat berbagi komisi dengan orang yang menggunakan referral kalian hingga 20%, dan kalian masih mendapatkan 30% dari biaya transaksi setiap mereka melakukan  jual beli aset kripto. Cara mendapatkan kode referral untuk kalian bagikan sangat mudah, yaitu dengan masuk ke laman referral, dan tentukan besaran komisi yang ingin kalian dapatkan dan bagikan. Pastikan kalian telah lolos KYC level 1 untuk dapat mulai membagikan kode referrral. 

Kalian dapat menggunakan kode referral lama kalian dengan pengaturan komisi sebesar 20% untuk kalian saja. Dan kalian dapat membuat kode baru, dimana kalian dapat berbagi dengan orang yang kalian referensikan sebagai potongan komisi hingga 20%. Setelah kode baru dibikin, kalian dapat membagikannya dengan kode baru tersebut, melalui link yang ada, atau gambar dengan QR code yang dapat kalian bagikan kepada siapapun yang ingin menjadi bagian dari crypto space di Indonesia.

Dan setelah orang tersebut mendaftar menggunakan kode referral yang dia dapatkan, maka kalian dapat memperolah pendapatan pasif selamanya setiap mereka melakukan transaksi, baik itu jual maupun beli, di aset kripto apapun. 

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar Tokocrypto sekarang, bagikan referral kalian dan dapatkan pendapatan pasif seumur hidup!

 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Mendalami Hubungan Pasar Future dan Spot Bitcoin

Banyak investor awam yang belum mengetahui bagaimana hubungan antara pasar future dan juga pasar spot. Hal ini disebabkan banyak investor awam yang hanya terfokus pada pasar spot saat melakukan investasi atau trading.

Baca Juga: Aset Kripto Ether (ETH) Tembus Daftar Top 100 Aset Dunia

Pasar spot sendiri adalah pasar yang memberikan akses bagi trader dan investor untuk membeli komoditas atau aset dengan harga tunai dan langsung. Sedangkan pasar future adalah sebuah pasar derivatif yang merupakan pasar berjangka dimana dapat dilakukan transaksi seperti margin trading, hedging, dan short selling.

Hubungan Pasar Future dan Pasar Spot

Sayangnya banyak pihak yang meremehkan hubungan antara pasar spot dan pasar derivatif lainnya akibat juga masih sedikit pihak yang mempelajari. Kenyataannya, terkadang pasar derivatif terutama pasar future memiliki dampak signifikan pada pergerakan pasar spot.

Hubungan ini sering kali terlihat saat terjadi cela atau gap pada pasar future yang umumnya mempengaruhi pergerakan pasar spot. Saat terjadi cela umumnya pasar spot akan turun atau naik menutup cela yang ada di pasar future.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin Futures, Perdagangan dengan Kontrak Berjangka?

Namun hubungan ini tidak terjadi secara langsung akibat pada umumnya terjadi delay atau penundaan. Tetapi, sering kali saat terjadi, hubungan ini akan terlihat secara signifikan akibat juga merubah sentimen keseluruhan terhadap aset tersebut.

Perlu diketahui bahwa hubungan ini tidak selalu terjadi, akibat cela pada pasar future tidak selalu ditutupi pada pasar spot. Tetapi sering kali hubungan ini jika terjadi, akan terlihat signifikan terutama terhadap pasar komoditas.

Pelajaran dari Bitcoin

Sehingga pengetahuan ini merupakan salah satu pengetahuan yang perlu diketahui. Kejadian yang baru saja membuktikan signifikansi dari hubungan ini adalah pergerakan Bitcoin, terutama pada hari Senin, 4 Januari 2021 kemarin.

Kemarin Bitcoin jatuh sekitar 11% hanya dalam 1 jam yang membuat mayoritas pasar merasa khawatir. Hal ini disebabkan tidak adanya sentimen apa pun yang dapat membuat harga Bitcoin turun, terutama dari sisi fundamental.

pasar future

Namun, depresiasi tersebut selesai saat cela di pasar future juga tertutup bersama dengan pasar spot yang selesai turun. Dapat dilihat bahwa terdapat jeda dimana pada umumnya pasar future bergerak lebih dahulu.

Baca juga: CME Bitcoin Futures Cetak Rekor $830 Juta, Tunjukkan Tren Bullish Masih Berlangsung!

Hal ini disebabkan cela yang terdapat di pasar future adalah cela dengan jumlah yang kurang lebih sama walau lebih besar di future. Tetapi, setelah terjadi posisi jual yang menutup cela di pasar future, pasar spot ikut turun dan keduanya naik kembali.

pasar spot

Perlu diingat bahwa cela itu akan hanya terlihat jika menggunakan grafik candlestick akibat jika menggunakan grafik garis, cela tersebut tidak akan terlihat. Sehingga kejadian ini dapat menjadi pelajaran bahwa walau tidak ada sentimen apa pun, antara satu pasar dan pasar lain dapat saling mempengaruhi.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Ether (ETH) Tembus Daftar Top 100 Aset Dunia

Harga aset kripto Ether (ETH) yang melonjak dalam beberapa pekan terakhir, per 7 Januari 2021, mengangkat Ethereum memasuki daftar top 100 aset yang diperdagangkan berdasarkan kapitalisasi pasar, dihitung oleh CompaniesMarketCap.com

Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

Ethereum melampaui 12 perusahaan dan menduduki peringkat 88, antara Bristol-Myers Squibb di posisi 89 dan Anheuser-Busch di posisi 87.

Meroket 62 persen sekedar di tahun 2021, harga ETH menembus US$1.200 pertama kali sejak bulan Januari 2018 dan tampak akan melampaui titik tertinggi yang dicetak pada 13 Januari tahun tersebut.

Reli tahun ini menambah kapitalisasi pasar ETH sebanyak US$53 juta, cukup untuk mengalahkan sejumlah konglomerasi ternama, termasuk Wells Fargo, AstraZeneca, Philip Morris, Morgan Stanley dan Citigroup.

Bitcoin, satu-satunya aset kripto lain yang berada dalam daftar tersebut, melonjak peringkatnya, melebihi Visa, Berkshire Hathaway, Alibaba dan baru-baru ini Tencent, hingga menduduki peringkat 10.

Dengan kapitalisasi pasar US$12,19 trilyun, emas menduduki peringkat pertama dengan selisih US$10 trilyun, disusul oleh Apple yang berada di posisi ke-2.

CompaniesMarketCap.com melacak valuasi perusahaan terbuka di seluruh dunia dan membuat daftar sesuai urutan besarnya kapitalisasi pasar. Situs tersebut meliputi kapitalisasi pasar perusahaan, logam mulia, exchange-traded fund dan aset kripto dalam satu daftar.

Kendati demikian, aset berbeda tidak bisa dibandingkan secara langsung. Perhitungan bagi kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga saham dengan total sahamnya.

Baca Juga: Menimbang Ramalan Bitcoin Rp3 Milyar Tahun Ini

Dalam kasus aset kripto, kapitalisasi pasar ditentukan dengan mengalikan harga aset dengan suplai total. Kapitalisasi pasar logam mulia diukur dengan mengalikan harga dengan suplai total, sehingga hanya merupakan estimasi.

Agar Ethereum bisa mengalahkan Bitcoin dalam peringkat kapitalisasi pasar, harganya harus meroket lima kali lipat menjadi US$6.100 sementara harga Bitcoin tetap sama tanpa mempertimbangkan perubahan suplai yang akan terjadi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Melewati Harga di 2018, Ini Tiga Penyebabnya

Sentimen positif masih terus terlihat mengelilingi Ethereum selama beberapa pekan terakhir dengan harganya yang berhasil menembus $1.200 pertama kali sejak 2018. Diprediksi bahwa apresiasi ini terjadi akibat tiga faktor penting yang tidak hanya mengelilingi Ethereum, namun pasar crypto secara menyeluruh.

Baca Juga: 4 Analisis Fundamental Privacy Coin

Ethereum Melewati $1.200

Nilai Ethereum dikabarkan telah berhasil mencapai $1.229 menurut data dari Bitstamp sebelum harganya terkoreksi. Harga tersebut merupakan sebuah pencapaian akibat selama tiga tahun, Ethereum selalu gagal untuk menembus $1.200.

Mata uang crypto ini telah berhasil naik lebih dari 60% dalam satu pekan terakhir yang membawa kapitalisasi pasarnya hingga $139 Miliar. Dengan tempo apresiasi ini banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan sangat mudah menembus harga tertingginya sejak 20018 yaitu pada $1.432.

Banyak pihak yang memprediksi bahwa Ethereum akan mencapai harga tersebut dalam beberapa hari ke depan. Hal ini disebabkan sedang banyaknya sentimen positif yang berputar di sekitar Ethereum.

Bitcoin Menjadi Pendorong Utama Pasar

Dengan 2021 yang membawa sentimen positif terhadap Bitcoin, saat ini pengaruhnya terhadap pasar crypto semakin menguat. Saat ini Bitcoin telah berhasil menembus $37.000 dan sedang berjalan menuju harga tertinggi barunya lagi.

Dalam satu bulan terakhir, Bitcoin berhasil naik lebih dari 100% akibat banyaknya dorongan dari investor institusional dan persediaan yang menipis. Ethereum dan aset crypto lainnya telah merasakan manfaat dari apresiasi ini akibat mereka juga terangkat.

Baca juga: Ethereum Tembus $1.000, Diduga Cerminan dari Bitcoin

Saat ini terdapat sentimen baru lagi yang akan mengangkat Ethereum naik lebih tinggi yaitu perpindahan fokus dari Bitcoin ke Ethereum oleh investor institusional. Hal ini disebabkan Bitcoin sudah dikelilingi terlalu banyak pemain besar yang membuat mayoritas institusi mencari aset crypto bagus yang lainnya.

Sehingga kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada Ethereum mengingat kapitalisasinya yang besar di pasar crypto yaitu pada urutan kedua setelah Bitcoin. Namun, di luar sentimen ini terdapat pengaruh lain yang dapat mendorong Ethereum untuk terus naik.

Kontrak Berjangka Ethereum Segera Diluncurkan

Chicago Mercantile Exchange atau CME Group juga dikabarkan telah mengakui adanya ketertarikan yang lebih dalam terhadap Ethereum. Sehingga saat ini mereka sedang berencana untuk meluncurkan kontrak berjangka baru dengan Ethereum sebagai aset yang mendasarinya.

Dikabarkan bahwa peluncuran produk baru tersebut akan dilaksanakan pada Bulan Februari 2021. Mulai dari 8 Februari 2021, trader akan diberikan kesempatan untuk mulai mengambil posisi di pasar derivatif tersebut.

Produk kontrak berjangka tersebut akan bernama CME CF Ether Reference Rate. Tujuan dari peluncuran produk tersebut adalah untuk memberikan akses jangkauan yang lebih mudah untuk terjun ke dunia Ethereum.

Seperti yang terjadi pada Bitcoin, pasar derivatif umumnya dapat memberikan dampak terhadap pergerakan pasar spot. Sehingga, dengan adanya pasar future atau kontrak berjangka ini, Ethereum dapat memiliki dorongan positif tambahan yang akan mengangkat harganya mencapai ATH baru.

DeFi Juga Mendorong Ethereum

Walau fenomena ketertarikan terhadap DeFi telah terlihat turun sejak musim panas tahun lalu, saat ini ekosistemnya terlihat mulai menjarah ke segmen konsumen yang lebih luas. Hingga hari ini, dikabarkan bahwa mayoritas koin DeFi di peringkat 20 teratas mengalami apresiasi yang beberapa melebihi apresiasi Ethereum.

Baca juga: 10 Proyek DeFi yang Perlu Diperhatikan di 2021

Mengingat mayoritas proyek DeFi dibangun dengan jaringan Ethereum, dampak dari apresiasi koin-koin tersebut akan memberikan dorongan untuk harga Ethereum. Menurut data dari CoinMetrics, jika terjadi fenomena ketertarikan yang signifikan seperti beberapa bulan yang lalu, Ethereum akan terdampak untuk terus naik.

Hingga saat ini dapat dilihat bahwa jumlah total nilai yang terkunci di jaringan DeFi telah menyentuh nilai tertinggi sepanjang masa. Sehingga seluruh sentimen tersebut berpotensi mengangkat Ethereum yang kemungkinan akan melebihi ATH-nya dengan mudah.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Analisis Fundamental Privacy Coin

Analisis fundamental terhadap aset kripto berkategori privacy coin amatlah penting, karena tidak semua aset kripto benar-benar “privacy” seperti yang diklaim sang pembuatnya.

Ada banyak aset kripto yang mengklaim sebagai privacy coinNamun sebenarnya hanya segelintir saja yang secara sungguh-sungguh dapat melindungi privasi penggunanya. Ini adalah faktor-faktor utama yang harus dianalisa ketika meninjau mekanisme privasi pada sebuah aset kripto.

Baca Juga: Grayscale Menghapus XRP, Bagaimana Nasib Harga XRP?

Ingatlah, bahwa teknologi blockchain pada dasarnya diancang untuk menciptakan sebuah sistem pencatatan data yang transparan dan aman, namun tetap dapat melindungi identitas asli para penggunanya dengan menggunakan mekanisme digital signature dan public key.

Namun seiring dengan perkembangan penggunaan aset kripto, public key menjadi sangat mudah dilacak, hingga bisa mengetahui siapa identitas asli orang dibalik transaksi.

Kelemahan fundamental itulah yang mendorong dirancangnya blockchain dan aset kripto yang lebih menghormati privasi dalam transaksi. Rancangan ini bertolak pada pemahaman bahwa privasi adalah hak paling asas milik manusia.

Akan tetapi, meningkatkan privasi di sebuah sistem blockchain yang telah didesain untuk transparan dan terbuka untuk diaudit oleh siapa saja, tidaklah mudah.

Berikut sejumlah aspek dalam menganalisis fundamental tingkat privasi sebuah aset kripto, berasaskan rancangan teknologi blockchain-nya.

Pertama, apakah mekanisme privacy tersebut tertanam pada blockchain-nya, atau hanya pada layer-layer di atasnya seperti integrasi wallet dengan TOR dan lain-lain.

Beberapa privacy coin mengklaim menyediakan privasi, tetapi sama sekali tidak memiliki sistem privasi apa pun di blockchain-nya.

Melindungi alamat IP atau TOR saja tanpa membangun fitur privasi pada tingkat blockchain tidaklah cukup, seperti yang dipaparkan dalam penelitian oleh Alex Biryukov, Dmitry Khovratovich dan Ivan Pustogarov dan dipublikasikan oleh University of Luxemburg ini.

Kemudian soal fakta, bahwa jaringan TOR dapat diblokir secara menyeluruh seperti yang terjadi di Inggris ini, membuat mekanisme seperti ini sangat riskan untuk digunakan.

Baca Juga: Visa Dukung Simplex Terbitkan Kartu Debit Kripto

Kedua, Apakah mekanisme privacy diciptakan oleh seorang ahli kriptografi dan telah diulas oleh para pakar lainnya? Atau hanya ide satu dua orang programmer tanpa pengalaman di bidang kriptografi dan information security yang kemudian dipromosikan tanpa divalidasi atau diaudit oleh pihak lain?

Seorang ahli kriptografi berpengalamanpun sangat mungkin melakukan kesalahan atau menemukan metode yang ternyata memiliki kelemahan yang signifikan.

Seperti RSA misalnya, yang padahal telah digunakan oleh banyak pengembang blockchain.

Ketiga, Apakah mekanisme privacy-nya original, atau hanya rebrand dari teknologi yang sudah ada sebelumnya?

Menggunakan teknologi privacy yang sudah ada bukan merupakan sebuah masalah, namun seringkali sebuah pengembang privacy coin enggan mengakuinya, karena akan menurunkan nilai jual dari aset kripto yang mereka terbitkan.

Dalam hal ini, terdapat beberapa kasus di mana sebuah privacy coin secara sengaja tidak mengatakan mereka menggunakan teknologi yang telah dipakai dan dikembangkan oleh pengembang lain.

Hal ini juga patut diperhatikan karena pengembang tersebut mungkin akan kurang memahami arah pengembangan teknik privacy yang ia salin tersebut atau tidak memiliki pemahaman sebaik tim yang sebenarnya mengembangkan teknik itu dari awal. Ini sangat mungkin terdapat error yang mereka tidak sadari.   

Keempat, Apakah mekanisme privacy tersebut melibatkan suatu trusted setup, atau privacy dicapai tanpa melibatkan centralized trust? Pasalnya, trusted setup dapat menjadi sebuah celah yang signifikan untuk dapat mengungkap identitas asli dibalik transaksi yang terjadi.

Menurut penulis, jika kita kaji dengan cara di atas, dari puluhan aset kripto yang mengaku sebagai privacy coin, akan hanya tersisa beberapa gelintir saja yang dapat dikategorikan memiliki fundamental yang bagus dengan tiga teratas, yakni Firo, Monero dan ZCash.

Firo misalnya memiliki nilai yang paling tinggi, karena memiliki anonymity set yang paling tinggi yakni 2^16 yang bahkan sebuah quantum computer pun sepertinya akan kesulitan untuk membedah identitas asli setiap transaksi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Grayscale Menghapus XRP, Bagaimana Nasib Harga XRP?

XRP mulai kehilangan kekuatannya di ruang crypto dalam beberapa minggu terakhi karena gugatan SEC terhadap Ripple yang telah menyebabkan dampak buruk pada kinerja cryptocurrency dan posisinya dimata para investor.

Laporan terbaru telah mengungkapkan beberapa kasus berbagai bursa teratas yang menghapus XRP dari layanan perdagangan mereka, sehingga mengakibatkan penurunan harga yang signifikan.

Baca Juga: Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

Menyusul laporan hari Selasa dari OTC Markets, perusahaan manajemen aset digital terbesar di dunia, Grayscale Investments, telah bergabung dalam daftar investor institusi yang menghapus XRP dari daftar crypto di kustodiannya.

Dengan kata lain, Grayscale telah menjadi investor institusi terbaru yang menghapus XRP karena perusahaan dilaporkan telah menjual semua aset XRP dalam Grayscale Digital Large Cap Fund, dengan demikian, menggunakan hasil yang dihasilkan dari penjualan untuk membeli token tambahan dari Komponen Fund yang tersisa seperti Bitcoin dan ETH.

Berdasarkan laporan tersebut, langkah untuk menghapus XRP dari daftar aset digital dalam portofolio Fund dilakukan oleh pengumuman sebelumnya yang dibuat oleh partisipan resmi Grayscale, Genesis Global Trading Inc.

Baca Juga: Meneropong Potensi Blockchain dan Dapps di Tahun 2021

Perusahaan mengumumkan akan menghentikan sementara perdagangan untuk XRP efektif mulai 15 Januari. Langkah untuk menghapus XRP sejalan dengan tinjauan triwulanan IMF. Dokumentasi Fund mengungkapkan;

“Manajer dapat memutuskan untuk mengecualikan aset digital dari portofolio Reksa Dana meskipun memenuhi Kriteria Penyertaan Dana, termasuk, tetapi tidak terbatas pada jika Partisipan Resmi tidak memiliki kemampuan untuk memperdagangkan atau mendukung aset digital tersebut.”

Pialang cryptocurrency di AS seperti Binance US, Coinbase, eToro mengumumkan akan men-delist XRP. Pialang Uphold akan mengambil keputusan tentang XRP ketika pengadilan sudah mengambil keputusan.

Sejauh ini, grafik XRP turun dari Rp 8000 hingga Rp 3000-an, dan trading sideways sampai saat ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

Tom Lee dari Fundstrat Global Advisors mengatakan, bahwa harga Bitcoin bisa lebih dari US$40 ribu (Rp564 juta) pada tahun ini. Prediksi Lee pada Desember 2019, bahwa tahun 2020 Bitcoin berkinerja lebih baik memang jadi kenyataan.

Pada 30 Desember 2020 lalu, David Grider Direktur Strategi Aset Digital di Fundstrat Global Advisors, telah menaikkan target harga enam hingga dua belas bulan untuk Bitcoin menjadi US$40.000. Namun, Tom Lee mengharapkan harga Bitcoin jauh lebih tinggi daripada tahun 2021.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Barron’s pada hari Rabu (30/12/2020), Grider menulis dalam sebuah catatan kepada kliennya.

“Reli lanjutan akan terjadi hingga tahun depan. Kami tetap bullish dan menaikkan target harga Bitcoin kami dari US$25.000 menjadi US$40.000. Kami merekomendasikan investor yang ingin menambah investasi Bitcoin-nya mengingat kinerja baru-baru ini dan valuasi yang lebih tinggi,” sebut Grider.

Kemarin, 31 Desember 2020, Melissa Lee, pembawa acara “Fast Money” di CNBC bertanya kepada Thomas LeeCo-Founder, Managing Partner dan Kepala Riset di Fundstrat, apa pendapatnya tentang prediksi harga Grider.

Lee menjawab, “Angka itu berasal dari David Gride, tapi saya pikir dalam angka bulat, tahun 2021 akan menjadi seperti 2017, yang berarti Bitcoin akan bekerja lebih baik pada 2021 daripada pada tahun 2020, jadi naik lebih dari 300 persen.“

Dia pun menambahkan, bahwa nilai Bitcoin relatif berbandingkan nilai dolar AS, jika dolar melemah, tetapi Bitcoin menahan nilainya, maka harga Bitcoin naik.

“Tetapi efek yang lebih penting adalah, tahun ini, kami melihat banyak likuiditas bank sentral. Dolar benar-benar kuat, tetapi kelemahannya sekarang benar-benar akan membuat orang berpikir bagaimana Anda menyimpan sesuatu pada aset lain agar nilai uang Anda sehat. Saya rasa Bitcoin adalah aset digital yang ingin mereka pegang untuk menjaga nilainya,” kata Lee.

Prediksi 2019 Menjadi Nyata di 2020
Pada akhir Desember 2019 Tom Lee pernah menegaskan bahwa pada tahun 2020 Bitcoin akan berkinerja lebih baik. Sebagai sebuah prediksi, setidaknya ia benar dan di ujuang tahun 2020, Raja Aset Kripto itu berhasil menembus lebih dari US$28.000, lalu hari ini pada Tahun Baru lebih dari US$29.000 per BTC.

Kala itu Lee mengatakan pelemahan harga Bitcoin sejak Juli 2019 dapat dimaklumi. Sebab, tekanan datang dari regulator dari sejumlah negara. Tapi, Lee berpendapat bahwa Bitcoin bisa berkinerja lebih baik pada tahun 2020.

Katanya, pelemahan dan sikap resisten datang melalui sidang senat dan DPR Amerika Serikat yang mempersoalkan proyek Libra yang melibatkan Facebook dan beberapa perusahaan swasta ternama lainnya. Pemerintah Amerika Serikat juga secara-terangan tidak menyukai Bitcoin.

“Saya tidak melihat pertumbuhan adopsi Bitcoin yang besar sejak Juli 2019. Namun, dalam beberapa tahun ke depan, saya melihat adopsi yang lebih besar akan terjadi terhadap aset kripto dan Bitcoin, khususnya terkait dengan Bitcoin Reward Halving. Untuk saat ini pasar modal tradisional sedang di puncak tertingginya. Dan investor cenderung tidak membeli Bitcoin, karena dianggap lebih berisiko tinggi. Dan Tiongkok sendiri memberikan penegasan yang sangat kuat kepada dunia, bahwa mereka mendukung soal aset digital/aset kripto, yang merupakan produk dari teknologi blockchain,” kata Lee kepada CNBC, Rabu (27/11/2019.

Di samping itu, Lee mengatakan bahwa penurunan 50 persen baru-baru ini tidak mengubah prospek jangka panjang untuk Bitcoin. Prospeknya tetap positif. Memang, sejumlah analis mencatat bahwa tahun-tahun di mana Bitcoin berkinerja sangat baik, berkorelasi dengan tahun-tahun yang kuat pada indeks S&P 500 dan indeks aset lainnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Litecoin Geser XRP dalam Kapitalisasi Pasar, Ini Penyebabnya

Litecoin dan XRP terlihat baru saja bertukar posisi dalam urutan kapitalisasi pasar setelah Litecoin naik secara signifikan. Apresiasi dari Litecoin terlihat terjadi bersama dengan XRP yang masih terus turun walau saat ini sudah berkonsolidasi.

Banyak pihak yang terlihat senang dan terkejut akibat kabar pertukaran posisi ini akibat sentimen XRP yang masih negatif. Namun banyak pihak yang masih bertanya, apa penyebab dari pertukaran posisi ini.

Baca Juga: Riset: Hanya 4,2 Juta Bitcoin yang Likuid, Tanda Kenaikan Besar Lagi?

Litecoin Menggeser XRP

Secara singkat, pertukaran posisi ini terjadi akibat adanya apresiasi pada Litecoin dan depresiasi pada XRP. Pertukaran ini terlihat terjadi pada Hari Minggu kemarin, dimana Litecoin naik sekitar 12% dan XRP turun sekitar 25%.

Saat itu, kapitalisasi pasar Litecoin naik menjadi $9,95 Miliar yang membawanya untuk mengalahkan kapitalisasi pasar XRP. Pada saat itu, perbedaan kapitalisasi pasar hanya berbeda $1 Juta yang membuat kondisinya rentan.

Baca juga:XRP Makin Terpuruk, Adakah Harapan Untuk Bangkit?

Hasilnya, pergantian posisi ini tidak bertahan lama akibat saat ini kapitalisasi pasar XRP sudah naik kembali. Saat ini perbedaan kapitalisasi sudah terlihat signifikan, dimana kapitalisasi XRP berada di $10,4 Miliar dan Litecoin di $9,86 Miliar.

Hasilnya saat ini urutan kembali normal dimana XRP menduduki peringkat ke empat dan Litecoin menduduki peringkat ke lima. Kembalinya bergeser posisi ini terlihat terjadi akibat XRP yang naik dan mulai berkonsolidasi.

Dikabarkan bahwa pergantian posisi ini disebabkan oleh adanya dua sentimen yang berbeda sehingga kedua koin terpengaruh secara signifikan. Perbedaan kedua sentimen ini diakibatkan satu sentimen berasal dari fundamental dan satu sentimen dari eksternal.

Sentimen Pengaruh Pergeseran Posisi

Untuk XRP sentimen yang terlihat masih sama yaitu kasus persidangan dengan SEC atau Securities and Exchange Commision. Hingga saat ini mayoritas pasar masih menunggu keputusan tuntutan dan nasib XRP ke depannya.

Nasib XRP juga dibuat semakin buruk akibat banyaknya perlakuan delisting dari beberapa bursa besar secara internasional. Hasilnya saat ini sentimen terhadap XRP masih sangat negatif, namun harganya berhasil konsolidasi setelah turun sekitar 73% sejak adanya tuntutan.

Untuk Litecoin, saat ini harganya masih terlihat positif walau sedang terkoreksi. Apresiasinya yang membawa posisinya naik diprediksi pasar terjadi akibat sentimen positif yang dibawa Bitcoin.

Baca juga:Michaël van de Poppe: Bitcoin Berpotensi Mengangkat Altcoins

Saat Bitcoin naik, dari $20.000 hingga saat ini, Cointelegraph menemukan bahwa terjadi apresiasi yang cukup signifikan dalam pasar crypto. Signifikansi ini terlihat dari volume perdagangan yang terus naik terutama di akhir Desember 2020.

Oleh karena itu, mengingat Bitcoin masih punya kekuatan untuk naik setelah pemulihannya kemarin dan XRP yang masih terjerat kasus, kemungkinan Litecoin geser XRP kembali masih dapat terjadi. Tetapi kemungkinan besar hal ini dapat terjadi setelah Bitcoin naik kembali melewati $34.000.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com