Author: 38

  • Prediksi Harga Bitcoin: US$10 Ribu Sebelum Halving, US$19 Ribu Setelah Halving

    Harga Bitcoin diprediksi bisa mencapai US$10 ribu per BTC sebelum Halving, medio Mei 2020. Sedangkan setelah Halving (sekitar 12-18 bulan) bisa menembus US$19 ribu seperti bull run 2016-2017.

    “Kami memprediksi adanya kemungkinan harga Bitcoin akan naik lebih dari US$10.000 sebelum Halving,” kata Simon Peters, analis aset kripto di eToro.

    Peters juga menyebutkan sejumlah faktor yang dapat mendorong harga Bitcoin selama beberapa minggu ke depan. Pertama, penambang (miner) terus mengakumulasi imbalan Bitcoin baru mereka alih-alih menjual dalam jumlah banyak

    Kedua, banyak pengguna baru yang membeli Bitcoin, baik itu dari kalangan pemain besar atau pun ritel.

    Ketiga, banyak orang mulai khawatir akan datangnya inflasi akibat kebijakan moneter oleh sejumlah bank sentral di seluruh dunia.

    “Seberapa tinggi faktor itu mendorong harga Bitcoin naik lebih tinggi, itu bisa jangka panjang, di tengah prospek ekonomi memburuk untuk ekonomi AS dan kemungkinan pasokan moneter yang terus meningkat, yang melemahkan dolar AS dan memicu kekhawatiran inflasi. Kami percaya itu dapat dengan mudah menguji harga tertinggi Bitcoin sebelumnya, di atas US$19.000, karena investor mencari tempat berlindung yang aman dari aset tradisional [saham, surat utang-Red],” kata Peters.

    Berita Terkait: Total Volume Perdagangan Bitcoin Cs Mencapai US$8,8 Triliun pada Kuartal Pertama 2020

    Setelah Halving tahun 2016, harga Bitcoin melonjak kurang dari US$1.000 per BTC, lalu naik sekitar US$19.800 dalam waktu kurang dari 12 bulan.

    Petinggi bursa aset kripto Binance US, Catherine Coley juga turut bullish terhadap Raja Aset Kripto itu.

    “Pada Halving kedua tahun 2016, reli yang sebenarnya terjadi adalah 18 bulan kemudian. Ini bisa saja terjadi pada Bitcoin setelah Halving Mei 2020 nanti. Saya relatif bullish dalam jangka panjang,” katanya. [Forbes/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

    Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir.

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Jelang periode halving day pada Mei 2020, harga bitcoin cenderung sulit diprediksi dalam beberapa pekan terakhir. Kamis (30/4), harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 9.447 per btc pukul 15:56 WIB.

    Halving day adalah momen bagi para penambang bitcoin untuk mendulang cuan.

    Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto Teguh Harmanda mengatakan, pergerakan bitcoin jadi sulit diprediksi di minggu-minggu terakhir ini. Menurutnya, kenaikan harga yang terjadi saat ini tidak bisa dijadikan acuan untuk memastikan ke depan masih akan naik.

    “Pada halving 1 dan halving 2 juga diperhatikan pergerakannya mirip. Hingga (tidak bisa dipastikan) sampai dengan benar-benar proses halving itu selesai,” kata Harmanda kepada Kontan, Kamis (30/4).

    Baca Juga: Tembus level US$ 9.000, harga bitcoin bakal terkoreksi lagi

    Jelang periode halving, Harmanda memperkirakan kenaikan harga bitcoin masih akan terjadi, bahkan hingga beberapa waktu ke depan sampai terbentuk harga baru, atau sekitar 5-7 bulan ke depan. Secara history, di 2012 kenaikan harga bitcoin mencapai 8.000% dan 2016 kenaikan 280%.

    “Maka range kenaikan maksimal 100% sudah sangat baik pergerakannya untuk halving kali ini,” ujarnya.

    Adapun sentimen yang menjadi penggerak bitcoin ke depan sangat bergantung pada kondisi eksternal dan situasi yang terjadi saat ini. Harmanda meyakini bahwa harga bitcoin akan kokoh selama periode halving dan ke depannya.

    Selama halving terjadi, bitcoin juga bakal membentuk harga baru dan harganya selalu positif meningkat. Dia menilai, jika bitcoin menjadi safe haven maka, disisi lain trader yang baru masuk akan kesulitan untuk memanfaatkan stabilitas harga.

    Untuk saat ini, Harmanda menilai level harga bitcoin masih sangat menarik untuk dilirik investor, sembari mengikuti arus halving wave. Bahkan, kebanyakan pelaku pasar memprediksi pergerakan bitcoin bakal berada di rentang US$ 10.000 per btc hingga US$ 16.000 per btc.

    “Nanti, setelah mendapatkan keuntungan halving, sesegera mungkin untuk convert ke stable coin agar saat akan trading lebih lanjut bisa lebih efektif,” kata Harmanda.

    Baca Juga: Harga bitcoin kembali reli dan berpotensi menuju ke US$ 8.000



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga bitcoin kembali reli dan berpotensi menuju ke US$ 8.000

    KONTAN.CO.ID – NEW YORK. Perubahan keseluruhan sentimen risiko, cryptocurrency melonjak. Bitcoin berada di US$ 7.612,75, pada Minggu (26/4). Peningkatan harga di atas US$ 7.500 untuk pertama kalinya sejak jatuh pada awal Maret.

    Bitcoin sempat jatuh 27% pada 12 Maret karena pasar keuangan terpukul oleh pandemi virus corona. Ed Moya, Analis Pasar Oanda Corp mengatakan, perdagangan token mendekati puncak ini akan membuat momentum baru untuk bisa menembus di atas level US$ 8.000.

    “Bitcoin mulai menarik minat ritel lagi,” tulis Moya dalam sebuah riset seperti dikutip Bloomberg. Dengan upaya stimulus di seluruh dunia beberapa pedagang melompat ke crypto sebagai lindung nilai terhadap perang mata uang.

    Baca Juga: Waduh, harga Bitcoin turun 25% dalam sehari karena tersengat efek virus corona

    Cryptocurrency telah banyak bergerak bersama dengan aset berisiko selama sebulan terakhir yang jatuh ketika pasar ekuitas berada di bawah tekanan. Harga saham juga naik pada hari Kamis karena optimisme ekonomi AS akan kembali membaik dan minyak kembali reli.

    Secara teknikal Moya mengatakan, bitcoin harus menembus di atas US$ 8.000 untuk mulai perjalanan di harga yang lebih tinggi. Indikator teknikal menunjukkan Relative Strength Index (RSI) beada di 59, dan belum memasuki wilayah overbought.

    Aset dianggap overbought jika RSI melebihi 70. Jika menebus harga lebih rendah bisa berarti bitcoin turun ke US$ 6.500. “Bitcoin tampaknya menguji zona resistance sebelumnya di sekitar level US$ 7.500,” kata Denis Vinokourov, Kepal Riset Bequant, sebuah perusahaan aset digital yang berbasis di London. Ia menyebut, bias bullish signifikan ini mendorong untuk menjadi pengungkit kembali.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ujicoba Mata Uang Digital Tiongkok, Starbucks dan McDonald’s Dilibatkan?

    Starbucks dan McDonald’s dikabarkan sebagai 2 dari 19 perusahaan yang akan dilibatkan dalam pengujian mata uang digital Tiongkok di Kota Xiong’An, Provinsi Hubei, Tiongkok.

    Hal itu diberitakan oleh media lokal Tiongkok, ChainNews, Kamis (23 April 2020) lalu, berdasarkan sejumlah dokumen resmi pemerintah yang mereka peroleh.

    Disebutkan, bahwa Komisi Reformasi dan Pengembangan Xiong’An di Provinsi Hebei telah mengadakan pertemuan pada Rabu (22 April 2020) membahas ujicoba peluncuran mata uang digital renminbi.

    Langkah ini ada tanda kuat baru, bahwa Bank Sentral Tiongkok benar-benar serius mengembangkan mata uang berbasis teknologi blockchain dalam sistem DC/EP (Digital Currency/Electronic) itu. Sebelumnya, pada 15 April 2020, dompet digital atas mata uang itu pun “bocor” kepada publik.

    ChainNews menyebutkan, pertemuan itu melibatkan perwakilan dari lembaga pemerintah, empat bank komersial milik pemerintah Tiongkok, Ant Financial (Alibab), Tencent serta 19 restoran, perusahaan hiburan dan toko ritel yang akan berpartisipasi dalam pengujian.

    Sejumlah merek terkenal juga akan dilibatkan, seperti McDonald’s, Starbucks, Subway dan JD Supermarket di daerah tersebut (Xiong’An). Namun, dokumen itu tidak menyebutkan kapan dan berapa lama ujicoba akan digelar. [Chainnews/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Dengan Bitcoin halving yang tinggal beberapa hari lagi, antusiasme masyarakat crypto-space sudah memuncak. Para moon-bois sudah meneriakkan 14k, 20k, bahkan 250k USD.

    Namun, analisa teknikal masih belum menunjukkan adanya kemungkinan untuk menuju ke atas zona 10k, apalagi puluhan ribu USD. Teknikal masih menunjukkan adanya PERINGATAN akan merahnya candlestick di bulan Mei.

    Hormati Trendline Di Timeframe Besar!

    Di timeframe 1 bulan, terlihat bahwa candlestick tidak berhasil menutup di atas trendline yang saya gambarkan (warna oranye). Jika diperhatikan, trendline ini paling dihormati sejak akhir 2017-awal 2018. Candlestick bulanan gagal menutup di atas itu, candlestick berikutnya akan merah dan menunjukkan penurunan yang signifikan dengan potensi wick-fishing (wick yang berusaha menyentuh) area trendline abu-abu, yang saya tandai areanya di kotak hijau.

    Baca Juga: Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving

    Confluence Dengan Pre-Halving Pump?

    Jika kita lihat secara sejarah, sebelum halving (seperti di 2016) bahwa harga naik, lalu turun setelah halvingnya. Apa yang terjadi di bulan lalu hampir mengkonfirmasinya. Area wick-fishing yang saya tandai mungkin menjadi lanjutan dari kenaikan pre-halving nanti, sebelum MUNGKIN harga akan dump setelah halving mengikuti resistance dari trendline yang telah saya gambar.

    Pertanyaannya: Target turunnya sampai mana?

    Trendline Sebagai Support, Namun Ada Yang Menghantui

    Saya lakukan hal yang sama dengan area bawah, menggunakan trendline yang “dihormati”. Kemungkinan turun adalah di area garis biru dan merah di bawah. Jadi, mungkin 4-5k USD masih memungkinkan. Tapi, ada yang menghantui…

    Baca Juga: Bitcoin Halving Sebentar Lagi! Saatnya Membeli?

    Level resistance yang terbentuk sejak November 2013 (1100-an USD), dan ditembus di bulan Maret 2017, BELUM DI-RETEST LAGI. Bukan maksud FUD, namun, melihat nature dari Bitcoin , hal ini sangat mungkin terjadi, walau kemungkinannya tidak sebesar garis merah dan biru yang saya gambar.

    Dengan besarnya volatilitas dunia finansial saat ini, alangkah baiknya kita berhati-hati sebelum mulai berinvestasi di aset crypto. Akan menjadi investasi yang jauh lebih baik jika kita mulai membeli bitcoin, misalkan, setelah dump besar-besaran pasca halving.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Pola Barting Penjebak Trader Aset Kripto

    Setiap trader kripto pasti akan excited bila ada kenaikan harga. Apalagi kenaikannya besar. Namun, hati-hati jika melihat kenaikan harga yang besar secara tiba-tiba. Jangan langsung masuk! Bisa jadi Anda terjebak di pola Barting! Apakah Barting itu?

    Barting, atau bart pattern adalah istilah yang sering disebut oleh trader kripto di twitter. Dinamakan demikian karena bentuk polanya mirip dengan kepala dari tokoh kartun Bart Simpson.

    Seringkali, harga naik (atau istilahnya “pump“), lalu para trader merasa panik dan langsung membeli aset kripto yang naik tadi karena FOMO (Fear of Missing Out) atau merasa tidak ingin ketinggalan kereta. Namun, trader tersebut malah akan menemukan dirinya “nyangkut” di harga yang malah sideways cukup lama. Setelah frustasi, harga malah turun tidak kalah cepat dengan naiknya, sehingga trader tersebut malah rugi

    Baca Juga: Bisakah Harga Bitcoin Menuju 8.000 USD?

    Mengapa Barting Bisa Terjadi?

    Banyak alasan. Bisa jadi momentum bullish kurang kuat saat ingin menembus resistance, dan akhirnya turun lagi, bisa jadi pula adanya manipulasi dari whale.

    Yang jelas, bagi para trader, mencoba mengejar kereta saat ada kenaikan tiba-tiba atau pump, bukanlah hal yang bijak.

    Jangan takut untuk ketinggalan. Camkan dalam pikiran bahwa di pasar kripto, masih ada ratusan, bahkan ribuan kesempatan lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • QCP Quick Market Update 30 April 2020

    Jadi sepertinya level US$8.000 yang banyak diperbincangkan orang untuk BTC akhirnya benar-benar membuat terjadi reli ini – dan sejak tembus kemarin sore, dalam 24 jam terakhir saja BTC telah melonjak lebih dari 20%, ini sekarang menjadi reli terbesar sejak Oktober 2019. Berikut adalah market update dari QCP.

    Pergerakan ini didorong oleh pembelian spot, dengan OI derivatif hanya sedikit lebih tinggi mengingat ukuran perubahan harga. Pasar yang bull jelas melihat ke belakang – dan sekarang pertanyaan lainnya muncul, yaitu di mana kenaikan harga ini akan berakhir ketika terjadi?

    Berita Terkait: Bisakah Harga Bitcoin Menuju 8.000 USD?

    Sementara momentum bullish yang kuat tetap sulit untuk memilih level topside – tapi kami melihat rintangan besar jangka pendek untuk naik terlebih dahulu. Secara teknis, besok (1 Mei 2020) menandai TD 9 (& kemungkinan mengikuti 13 di hari Sabtu), sinyal kuat untuk tren stagnan terutama ketika dikombinasikan. Bersama dengan dua koreksi TD 9 dalam tren naik ini, jumlah gabungan 9 + 13 ini dapat dianggap sebagai akhir dari gelombang ke-5, yang dalam instrumen sifat BTC sering kali merupakan yang paling eksponensial, terlalu berat, dan mudah berubah-ubah.

    Kami tetap sarankan untuk memasang long BTC sebagai pilihan utama dan namun tetap memasang short, tetapi kini telah berhati-hati dalam kepemilikan spot kami, sementara pada saat yang sama menggulirkan short kami ke titik yang lebih tinggi.

    [Source]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Kembali Bergerak Ke Atas $8.000 Karena Optimisme Halving

    Jelajahcoin.comBitcoin berdetak sekali lagi sebagai obrolan tentang meroketnya halving mendatang platform media sosial dan outlet berita. Bitcoin kembali di atas $8.000 sepenuhnya menghapus semua kerugian yang terjadi selama Kamis Hitam.

    Momentum bullish tampaknya dipicu oleh ekspektasi tinggi bahwa para pelaku pasar memiliki tentang apa yang ditawarkan separuh yang akan datang. Sementara pencarian Google untuk kata kunci “bitcoin halving” mencapai tertinggi sepanjang masa.

    Santiment melaporkan bahwa obrolan seputar topik ini di beberapa platform media sosial juga meledak. Analisis perilaku awal menegaskan bahwa tingkat bunga meningkat di samping harga menunjukkan tanda-tanda optimisme di antara investor. Santiment berkata:

    “Tingkat bunga sebagian besar berkorelasi dengan momentum positif, yang berarti konsensus kerumunan secara luas optimis tentang peristiwa ini meskipun tidak ada jaminan ledakan harga (di kedua arah) pada saat separuh akhirnya dieksekusi.”

    Pola serupa dapat dilihat dalam penggunaan kata “membagi dua” dalam artikel berita yang diterbitkan tentang Bitcoin, jelas The TIE. Perusahaan data alternatif menyatakan bahwa sebagian besar publikasi yang terkait dengan cryptocurrency andalannya merujuk pada separuh lebih tinggi dari penyebutan emas dan coronavirus.

    Sementara itu, acara pengurangan hadiah blok memiliki “coronavirus terkalahkan sebagai narasi dominan untuk Bitcoin” di Twitter. TIE menyatakan:

    “Ada 1.278 tweet tentang Bitcoin yang terbelah dua dalam 24 jam terakhir dengan 68% positif. “Menambang” juga merupakan salah satu dari sepuluh kata yang paling sering digunakan dalam tweet Bitcoin hari ini untuk pertama kalinya sejak setidaknya 2017.”

    Implikasi harga Bitcoin yang tidak pasti

    Meskipun pelaku pasar tampaknya tumbuh sangat bullish, data mengungkapkan bahwa hasil jangka pendek setelah separuh tidak selalu optimal. Menyusul acara pengurangan hadiah blok 2016, misalnya, Bitcoin menukik 27 persen. Dan, setelah satu bulan berlalu masih turun lebih dari 11 persen.

    Saat emosi memanas di sekitar acara ini, analis teknis Michaël van de Poppe menyarankan bahwa Bitcoin dapat naik lebih jauh ke level resistensi $8.400. Namun, model IntoTheBlock “Masuk / Keluar dari Uang di Sekitar Harga” mengungkapkan bahwa bulls mungkin mengalami kesulitan mendorong harga menuju target ini.

    Indeks fundamental ini memperkirakan bahwa hampir 570.000 alamat membeli lebih dari 340.000 BTC antara $8.170 dan $8.400. Tembok suplai besar seperti itu bisa menghentikan pemberontakan cryptocurrency.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 16 Hari Sebelum Halving, Apakah Anda Siap Menjadi OKB?

    Para investor dan pedagang crypto sama-sama sedang menunggu momen Halving Bitcoin (BTC) yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang.

    Sejak awal Bitcoin pada 2009, Halving adalah peristiwa yang berlangsung kira-kira setiap 4 tahun. Seperti namanya, momen ini akan mengurangi hadiah setengah (50%) kepada miner.

    Harga Bitcoin naik perlahan dalam 14 hari terakhir. Pada saat pers, harga menduduki Rp 119 juta di Indodax.

    Michael Dubrovsky, salah seorang pendiri perusahaan pertambangan PoWx menjelaskan bagaimana dampak dari Bitcoin yang mengurangi pasokan, “Teorinya adalah bahwa akan ada lebih sedikit Bitcoin yang tersedia untuk dibeli jika penambang memiliki lebih sedikit untuk menjual.” Jadi, dari perspektif penawaran-permintaan:

    • Jika pasokan Bitcoin menurun dan permintaan Bitcoin tetap sama, maka harga Bitcoin akan meningkat.
    • Jika pasokan Bitcoin berkurang dan permintaan Bitcoin meningkat (misalnya Investor institusi, milenial, atau boomer, dan lainnya, yang ingin memanfaatkan peningkatan hype), maka harga Bitcoin akan melihat kenaikan harga yang signifikan.

    Hingga saat ini, baru ada 2 peristiwa Halving BTC. Dari perspektif historis, selama Halving Bitcoin sebelumnya, harga Bitcoin telah mencetak level tertinggi baru sepanjang masa:

    • Pada 28 November 2012, Halving Bitcoin pertama terjadi, yang menyebabkan harga Bitcoin meningkat dari $ 11 menjadi $ 1.000 sekitar setahun kemudian.
    • Selama Juli 2016, Halving kedua terjadi dan harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar $ 700, dan pada 2017, harga meroket menjadi $ 20.000.

    Dengan Halving ketiga, yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2020 yang telah melihat beberapa prediksi tinggi pada harga Bitcoin.

    Baca Juga: Jika Sejarah Berulang, Bitcoin Akan Rally Besar-Besaran
    Baca Juga: Prediksi Harga Bitcoin (BTC) Pada Tahun 2020 Oleh Pakar Crypto

    Billionaire Bitcoin Tim Draper percaya bahwa harga satu Bitcoin bisa naik menjadi $ 250.000.

    Pendiri Buku Buffett Preston Pysh berpikir bahwa Bitcoin dapat meroket hingga $ 300.000 setelah Halving.

    Mantan manajer Hedge Fund Raoul Pal memperkirakan bahwa harga Bitcoin mencapai $ 1.000.000 dalam waktu 3 tahun.

    Pendiri Silk Road, Ross Ulbricht memprediksikan bahwa token itu dapat mencapai harga astronomi $ 333.000.000 per Bitcoin.

    Kemungkinan Adanya Miliarder Bitcoin Baru

    Selama 2 momen Halving sebelumnya, jutawan BTC telah dicetak. JR Forsyth, pendiri Onfo adalah salah satunya. Dia belajar matematika sebagai sarjana dan terkena teknologi Bitcoin dan buku besar digital.

    Forsyth mengatakan, “Menjadi jelas bagi saya bahwa mata uang berbasis matematika (seperti Bitcoin) akhirnya akan menggantikan uang fiat.

    Saya menambang Bitcoin dan Litecoin sejak dini dan memeganginya. Penghargaan besar-besaran atas aset-aset itu memungkinkan saya untuk berinvestasi dalam teknologi mata uang digital lain yang pada akhirnya mengarah pada pengembangan Onfo, sebuah platform yang membantu orang mendapatkan uang melalui penambangan jaringan.

    Dan sebut saja Alan Glanse, pendiri amal dan CEO dari bisnis JuicyFields misalnya. Selama masa Wall Street, dia membeli 100 Bitcoin dari seorang rekan yang sangat membutuhkan uang pada tahun 2012.

    Kemudian, dia lupa tentang Bitcoin-nya. Tidak sampai harga parabola tertinggi bitcoin kedua 2017 saat Halving, ia menyadari bahwa ia telah menjadi jutawan instan.

    Glanse percaya bahwa paket stimulus hanya akan memperkuat ekonomi AS dan pertumbuhan pasar yang substansial dapat disaksikan 2-3 bulan setelah peristiwa Halving BTC.

    Baca Juga: Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving

    The Fed

    Neraca The Fed diperkirakan akan melampaui $ 6,5 triliun tahun ini, dengan tingkat pencetakan uang yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dalam retrospeksi, itu merupakan peningkatan lebih dari $ 2 triliun di bawah 6 minggu.

    Todd Crossland, CEO CoinZoom mengatakan bahwa “Walaupun saya memuji dan mendukung pemerintah dalam mengambil langkah-langkah paling agresif dalam memberikan stimulus bagi perekonomian, hanya besarnya stimulus dan pencetakan dolar, dan hutang yang menyertainya memberi saya alasan untuk berhenti sejenak. Stimulus akan datang dengan inflasi dan selanjutnya akan menekan nilai dolar. Menurut pendapat saya, ini melukiskan kasus Bulls lain untuk Bitcoin dan aset digital. “

    Saat ini, dunia sedang mengalami perubahan keuangan besar. Selama kehancuran pasar saham angsa hitam pada bulan Maret 2020, investor menjatuhkan saham untuk uang tunai, yang mengakibatkan krisis likuiditas .

    Harga bitcoin dan aset crypto digital lainnya menukik sementara. Sejak itu, bitcoin telah sepenuhnya pulih, bersama dengan sebagian besar aset crypto lainnya. Yang mengatakan, jika rencana stimulus The Fed menghasilkan deflasi, kemudian diikuti segera setelah oleh hiperinflasi, ini bisa melukiskan skenario yang sangat Bullish untuk Bitcoin.

    Pergeseran Kekayaan

    Investor miliarder dan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio , percaya bahwa dalam waktu dekat, mungkin ada pergeseran besar-besaran kekayaan. Banyak di komunitas crypto mengambil ini untuk menyiratkan bahwa cryptocurrency seperti Bitcoin adalah solusi yang dibicarakan oleh Dalio. Jika itu masalahnya, maka golongan miliuner baru mungkin akan muncul dari krisis parah yang mencekam ekonomi dunia.

    Dalio mengatakan , “Pemerintah yang memiliki kekuatan untuk melakukannya mencetak uang untuk membantu meringankan beban utang dan membantu membiayai pengeluaran yang didenominasi dalam mata uang mereka sendiri, yang akan melemahkan mata uang mereka sendiri dan meningkatkan tingkat inflasi moneter mereka untuk mengimbangi deflasi yang datang dari berkurangnya permintaan dan penjualan aset paksa yang terjadi karena mereka yang menggeliat harus mengumpulkan uang tunai.”

    Dalio adalah orang yang sangat percaya bahwa kekayaan tidak dapat diciptakan begitu saja dengan menghasilkan lebih banyak uang dan kredit dan bahwa siklus utang jangka panjang akan segera berakhir.

    Dalio menduga bahwa restrukturisasi sistem moneter sudah dekat. Dengan negara-negara seperti Venezuela, Lebanon, dan Bahama yang menukar mata uang lokal dengan Bitcoin, maka Dalio mungkin memang benar. Jika itu masalahnya, maka Halving Bitcoin ketiga bisa menjadi katalisator utama untuk perubahan moneter, menghasilkan generasi jutawan crypto baru . Kita lihat saja.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sistem Pemungutan Suara Berbasis Blockchain di AS

    Terdapat upaya yang sedang dilakukan dalam meluncurkan aplikasi pemungutan suara berbasis blockchain tepat waktu untuk Pemilihan Umum Presiden di Amerika pada November 2020 nanti.

    Aplikasi pemungutan suara ini sedang dikembangkan oleh WinterGreen Research dan Government Blockchain Association atau GBA dalam penggunaan teknologi berbasis blockchain dalam “mendeteksi penipuan”.

    Covid-19 Akan Mendorong Pengadopsian Sistem Ini

    Seperti dilansir Cointelegraph, Susan Eustis, selaku Presiden WinterGreen Research mengatakan dia berharap Covid-19 ini akan mempercepat adopsi penggunaan sistem ini di masyarakat luas:

    “Kami mengantisipasi aplikasi pemungutan suara digital akan diluncurkan segera, seperti halnya pasar telemedicine yang dikalahkan oleh pemberi layanan virtual dari Cisco WebEx dan Zoom. Pada peristiwa tersebut, dokter beralih dari melakukan 200 siaran televisi per tahun menjadi 36.000 per minggu dalam sebulan terakhir. Kekuatan pendorong pasar tersebut sama berdampaknya pada pemungutan suara seperti halnya dampak pemberian layanan kesehatan.”

    Di lain sisi, implementasi aplikasi semacam itu harus disetujui oleh masing-masing negara bagian. Eustis telah melakukan diskusi dengan beberapa pejabat tingkat negara bagian dan merasa optimis tentang penerapan sistem tersebut tepat pada waktunya dalam rangka pemungutan suara Presiden AS di bulan November nanti.

    Baca juga: Blockchain Mampu Menghilangkan Kecurangan dalam Kejuaraan Dunia Catur

    Pelatihan Khusus untuk Pengadopsian Sistem Ini

    WinterGreen Research juga telah menyiapkan secara khusus pelatihan untuk para petugas resmi pada pemilihan nanti. Eustis mencatat:

    “Tim Riset WinterGreen sudah bersiap memulai pelatian petugas pada pemilihan nanti di tingkat lokal dalam beberapa minggu ke depan. Pemungutan suara virtual adalah cara terbaik dari setiap solusi yang direkomendasikan dalam mengatur social distancing dan mengurangi penyebaran Covid-19.”

    Menurut Eustis, mereka sedang dalam tahap mengeksplorasi beberapa blockchain pribadi untuk aplikasi mereka dan pengembangan tersebut akan segera diumumkan. GBA juga bekerja pada standar blockchain untuk aplikasi, sementara WinterGreen Research akan melatih petugas pemilihan jika aplikasi tersebut benar-benar diadopsi.

    Jika pandemi Covid-19 terus berlanjut di bulan November nanti, pemerintah mungkin akan terpaksa meningkatkan proses pemilihan menjadi “standar dan harapan abad ke-21”.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com