Author: 38

  • Harga Bitcoin dan Emas Melonjak, Setelah The Fed Yakin Ekonomi AS Masih Loyo

    Bitcoin bergerak mendekati US$10.000, sementara emas mencapai harga tertinggi tujuh tahun setelah Jerome Powell, Kepala Bank Sentral AS (The Fed), mengatakan ekonomi AS masih loyo akibat pandemi COVID-19.

    Powell berharap ekonomi bisa pulih pada akhir tahun depan atau setidaknya ketika vaksin yang efektif sudah ditemukan. Sementara itu sejumlah analis mengungkapkan Bitcoin bisa kian popular di kala krisis ekonomi global saat ini.

    Bitcoin dan emas naik lebih tinggi pada Senin, setelah Jerome Powell memperingatkan bahwa AS dapat mengalami lebih banyak kesulitan karena pandemi COVID-19.

    “Aktivitas ekonomi sangat bergantung pada pertemuan sosial yang lebih besar, termasuk perjalanan dan hiburan. Sektor itu adalah yang paling menderita,” kata Powell dalam wawancara di program 60 Minutes di CBS, Minggu (17 Mei 2020). Program 60 Minutes adalah program televisi popular dan berpengaruh di dunia.

    Berita Terkait: PricewaterhouseCoopers (PwC) Terima Pembayaran Pakai Bitcoin

    Dia juga menegaskan, bahwa akan sulit bagi masyarakat untuk menjadi konsumen aktif, kecuali jika para peneliti berhasil menemukan dan mengembangkan vaksin yang tepat. Menanti masa itu, maka ekonomi AS akan terus mengalami perlambatan setidaknya hingga akhir 2021.

    Tak disangka tak lama setelah wawancara itu, harga Bitcoin mendekati US$10 ribu dari US$9500 menjadi US$9937 per BTC. Pada saat yang sama, harga emas di pasar spot menguat 0,9 persen menjadi US$1.760,14 per troy ons, tertinggi sejak Oktober 2012. Bitcoin belum sempat naik ke US$10 ribu sejak Bitcoin Halving III dimulai pada 12 Mei 2020.

    Travis Kling, mantan manajer hedge fund yang sekarang mengelola perusahaan Ikigai berproduk Bitcoin mengatakan, bahwa The Fed sedang melakukan “semua pekerjaan keras” untuk pasar Bitcoin.

    “Bitcoin adalah alat mengamankan kekayaan akibat stimulus oleh bank sentral,” katanya di Twitter.

    Sementara itu pagi ini, Nemo Qin Analis Senior eToro menyoroti soal tanggapan Elon Musk yang mengomentari pertanyaan JK Rowling, mengapa Bitcoin terlihat solid dibandingkan dolar AS.

    “Musk kemudian juga mengungkapkan bahwa ia memiliki 0,25 BTC. Kami hanya bisa berharap untuk melihat lebih banyak pemimpin teknologi dan selebritas masuk ke pasar Bitcoin,” kata Qin.

    Qin juga tak memungkiri ada sentimen positif terhadap Bitcoin setelah Bank Sentral pada Minggu, 17 Mei mengatakan ekonomi AS masih lama akan pulih.

    “Pada Bitcoin Halving III ini, inflasi Bitcoin turun menjadi 1,8 persen. Maka, potensi lindung nilai Bitcoin terhadap inflasi uang fiat sangatlah besar. Dalam beberapa minggu ke depan, kita mengharapkan Bitcoin untuk menguji lagi resistensi psikologis US$10.000 dan terus bergerak ke samping,” tegas Qin. [Bitcoinist/red]





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Awal halving day, harga bitcoin masih bergerak wajar

    KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Memasuki periode awal halving day, pergerakan harga bitcoin diyakini masih akan stabil pada rentang US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc. Kondisi tersebut di perkirakan masih akan berlanjut sepanjang 2020.

    Sebagai informasi, halving day merupakan momentum pembatasan pasokan bitcoin yang terjadi setiap empat tahun sekali. Tahun ini, momentum tersebut jatuh di bulan Mei. Pada masa ini, supply bitcoin akan berkurang hingga 50% dan berpotensi mendongkrak harga naik.

    Banker dan Dosen Bina Nusantara (Binus) Hugo Prasetyo W mengungkapkan, pergerakan harga bitcoin sepanjang Mei 2020 masih bergerak wajar dan masih dalam tren kenaikan. Hal ini tercermin dari kenaikan harga bitcoin dalam beberapa waktu terakhir.

    Baca Juga: Belum melonjak signifikan di awal halving day, Bitcoin bisa diburu mulai sekarang

    Sepanjang Mei 2020 harga bitcoin diketahui sudah menanjak sebanyak 10,02% dari level US$ 8.624 per btc pada 30 April menjadi US$ 9.488 per btc. Sedangkan dalam sepekan terakhir, kenaikan harga bitcoin tercatat sebanyak10,31% dari level 11 Mei yakni US$ 8.601 per btc.

    Hugo menjelaskan, sepanjang halving harga bertahan di atas US$ 8.000 per btc. Angka tersebut sudah memenuhi biaya untuk menambang satu bitcoin, sehingga para penambang tidak merugi dan harga bitcoin diharapkan terus di atas itu.

    “Ini bukan berarti harganya lesu, karena harga sudah naik dari level US$ 7.000 per btc, dan sekarang stabil di US$ 8.500 per btc hingga US$ 10.000 per btc,” kata Hugo kepada Kontan, Minggu (17/5).

    Baca Juga: Tembus US$ 9.000, Pergerakan Bitcoin Sulit Diprediksi Jelang Halving Day

    Dengan tren harga tersebut, Hugo memperkirakan pergerakan bitcoin hingga akhir tahun bakal berada di kisaran US$ 14.000 per btc. Hanya saja, potensi tersebut sangat bergantung pada pasokan dan permintaan bitcoin ke depan. “Umumnya, butuh waktu 1 -1,5 tahun setelah halving day, harga bitcoin melonjak tinggi,” ujarnya.

    Adapun sentimen yang mempengaruhi pergerakan harga bitcoin yakni langkah China yang mulai menerapkan yuan digital berbasis crypto. Selain itu, upaya Libra (mata uang crypto) melanjutkan proyeknya untuk penetrasi crypto.

    Untuk itu, Hugo menilai belum terlambat bagi investor yang ingin berburu bitcoin saat ini. Adapun level support terkuat berada di US$ 8.500 per btc dan resistance kuat secara harian di US$ 10.000 per btc dan secara mingguan di level US$ 10.500 per btc.

    “Jika harga sudah menembus level resistance, maka level resistance selanjutnya bakal menuju level US$ 12.000 per btc,” tandasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisa Kripto Minggu Ketiga Mei: Apakah Bear Market akan segera tiba?

    Bulan Mei telah berlalu lebih dari setengahnya. Halving telah terjadi seminggu lalu. Bagaimana dengan pasar crypto? Apakah akan terus mengalami kenaikan? Atau malah bear market? Kita coba analisa bareng-bareng yuk!

    Fundamental: Hash rate menurun. HATI-HATI!

    Berdasarkan data dari blockchain.com, sejak 10 Mei 2020 atau menjelang halving Bitcoin, nilai hash rate bitcoin turun jauh dari 136 juta TH/s ke titik lokal terrendah di 91 juta TH/s di tanggal 14 Mei 2020 kemarin. Hal ini pun diikuti dengan melemahnya momentum bullish bagi bitcoin, diikuti dengan 2 kali “dump”. Pertama di 10 Mei 2020 ke sekitar 8100 USD dan pada 15 Mei 2020 dari USD 9800 ke USD 9300-an.

    Secara sederhana, hash rate adalah aktivitas dari jaringan blockchain bitcoin. Hash rate yang tinggi menunjukkan sehatnya jaringan bitcoin, begitu pula sebaliknya. Turunnya hash rate bisa jadi mengindikasikan banyaknya miners yang merasa harus mengurangi aktivitasnya, mungkin karena tidak seimbangnya pemasukannya akibat halving dari bitcoin.

    Baca Juga: Berharap pada Ethereum Sebelum Bitcoin Halving

    Bear-Market-tokocrypto

    Secara teknikal, kita dapat melihat adanya rejection dari garis tren di timeframe 1 minggu. Gagal menembus garis ini akan mengindikasikan bitcoin telah kehilangan momentum bullishnya dan kita perlu mengantisipasi adanya penurunan ke zona 8000-an USD.

    bear-market-bitcoin-tokocrypto

    Baca Juga: Ayo Bitcoin Halving, Tunjukkan Taringmu!

    Mengantisipasi Datangnya Golden Cross

    Selain itu, kita dapat juga mengantisipasi adanya indikator bullish golden cross, yaitu saat MA 50 berada di atas MA 200. Jika Bitcoin dapat menutup minggu ini dengan candlestick yang bullish, kita dapat mengharapkan hal tersebut terjadi. Namun, masih kurang tepat jika asal masuk sekarang, karena belum ada konfirmasi

    bear-market-bitcoin-tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Turun Drastis, Namun, Analis Ini Masih Bullish

    Bitcoin (BTC) kembali menjadi berita utama setelah aksi harga yang luar biasa yang telah dialami sebelum dan sesudah momen Halving terjadi.

    Cryptocurrency utama ini telah menembus level resistance utama di $10.100 pada tanggal 7 Mei. Ini sangat penting karena penembusan di level berikut bisa menjadi catalis untuk rally besar. Sangat disayangkan bahwa, bull tidak bisa menembus level lebih tinggi dan pullback terjadi ke Rp 130 juta-an.

    Beberapa jam setelah Halving terjadi, harga tertinggi ditutup pada Rp 144 juta-an. Dan, harga kembali mengalami retrace ke Rp 130 juta-an

    Harga tidak jatuh ke Rp 120 juta-an karena ada level support yang kuat di Rp 127 juta-an.

    Namun, beberapa menit lalu, trader di Bitmex melikuidasi $28 juta, yang menyebabkan harga terjun payung.

    Pada saat pers, harga BTC berada di Rp 141 juta-an.

    Baca Juga: Tokocrypto, Pedagang Aset Kripto Pertama yang Teregulasi di Indonesia, Berhasil Raih Pendanaan dari Binance

    Resistance Kuat

    Josh Rager, analis terkenal di Twitter, mengatakan bahwa ada level support di $9.550 (Rp 142 juta), namun, jika tidak bisa bertahan disini, harga akan kembali ke level rendah $9.000-an ($9.000-$9.300).

    Terlepas dari tingkat volatilitas yang tinggi, salah satu analis paling terkemuka di industri cryptocurrency memperkirakan bahwa Bitcoin siap untuk koreksi tajam sebelum melanjutkan langkah Bullish bersejarahnya.

    Baca Juga: Bitcoin Masih Ada Peluang Untuk Kembali Naik Ke Harga Ini

    Big Cheds, seorang analis populer di Twitter membicarakan hal ini dalam sebuah cuitan, menjelaskan bahwa Bitcoin terlihat “jelas untuk terbang.”

    “Bitcoin Heikin Ashi Mingguan terlihat jelas untuk lepas landas.”

    Ada kemungkinan kuat bahwa benchmark cryptocurrency akan segera menargetkan level tertinggi baru tahun ini karena kekuatan teknisnya mulai meningkat.

    Level tertinggi ini saat ini ditetapkan pada $ 10.500, dan ini terjadi pada level teknikal penting yang bertepatan erat dengan trend penurunan yang terbentuk sebagai akibat dari penurunan crypto dari level tertinggi $ 13.800 pada bulan-bulan musim panas 2019.

    Trader populer lainnya baru-baru ini menjelaskan bahwa ia mengharapkan BTC untuk menguji level kunci ini di hari-hari mendatang, dengan mengatakan:

    “Akses BTC diberikan untuk Bulls. Harga perdagangan di atas pemicu Bulls saya, mari kita lihat apakah itu bertahan. Di atas level S / R Bulanan + Mingguan serta rentang waktu yang rendah. Terus bertahan di atas $ 9.350 dan saya melihat kami memacu untuk $ 10.5ribu.”

    Di sisi fundamental, The Fed, bank central Amerika telah menambahkan stimulus sebanyak $2.6 triliun ke ekonomi mereka. Mungkin tidak berkorelasi langsung terhadap pasar cryptocurrency.

    Jika ekonomi pulih dengan lambat, maka banyak orang yang akan melirik ke ruang cryptocurrency untuk melawan inflasi. Perlu dicatat bahwa Bitcoin berkinerja lebih baik dari S&P 500.

    Namun, perlu diingat bahwa pullback akan segera terjadi cepat atau lambat. Jika anda mempunyai Bitcoin, menjual di harga saat ini sudah sangat menguntungkan.

    Note: ini bukan nasihat investasi





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Departemen Pertahanan AS Tingkatkan Keamanan dengan Blockchain!

    Departemen Pertahanan AS sekali lagi menggunakan teknologi blockchain, kali ini departemen tersebut berupaya mengamankan basis data yang sangat rahasia yang terdiri lebih dari 4,5 juta dokumen dan lebih dari 4000 pengguna. Informasi ini disampaikan langsung pada siaran pers resmi yang berlangsung pada 12 Mei 2020 kemarin.

    Berkaitan dengan teknologi blockchain, tahun lalu Departemen Pertahanan AS ini telah mengisyaratkan potensi pengguna teknologi ini untuk meningkatkan keamanan siber dan memastikan tidak akan ada pelanggaran terkait dalam fasilitas transaksi dan komunikasi antara berbagai entitas pemerintah.

    Departemen Pertahanan AS Beralih ke Teknologi Blockchain, Lagi!

    Pada hari Selasa, 12 Mei 2020, Departemen Pertahan AS, yang bertanggung jawab atas hampir 40 persen alokasi penelitian dan pengembangan federal, memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam penggunaan teknologi ini dan memberikan kontrak Penelitian Inovasi Usaha Kecil senilai $200.000 kepada SIMBA Chian, sebuah inovator blockchain dari Plymouth, Indiana.

    Dengan tanggung jawab yang berat ini, SIMBA Chain berencana untuk merancang platform berbasis blockchain proof-of-concept yang akan memperkuat keamanan, sifat mudah dibaca, dan pengelolaan sejumlah besar data yang saat ini ditangani oleh pemerintah federal.

    Menurut siaran pers resmi tersebut, proyek yang disebut Authenticity Ledger for Auditable Military Enclaved Data Access (ALAMEDA) akan berlangsung selama lima bulan, mulai dari 1 Juni 2020 nanti.

    Departemen Pertahanan AS akan memutuskan apakah akan memberikan SIMBA Chain dana sebesar $1 Juta atau mencari pengganti dalam bertanggung jawab pada fase kedua nanti, tergantung pada keandalan dan kualitas hasil dari fase pengujian awal. Fase kedua ini bertujuan untuk mengadopsi secara lebih luas teknologi blockchain di ruang komersial.

    Baca juga: Departemen Pertahanan AS: Blockchain Bantu Penanggulangan Bencana

    Mengandalkan SIMBA Chain dalam Meningkatkan Keamanan

    Intinya, sistem yang diinginkan akan berbasis pada teknologi blockchain. Hal ini dapat membantu departemen pertahanan AS untuk memelihara dan mengintegrasikan basis data mereka dengan mudah dan efisien dan membagikannya di antara sumber yang diverifikasi tanpa takut akan menjadi mangsa bagi pelaku kejahatan ataupun peretas jaringan.

    Solusi ini juga akan memungkinkan Departemen Pertahanan AS untuk meningkatkan lapisan keamanan tambahan dengan memungkinkannya untuk menambah atau menghapus jumlah pengguna di platform blockchain tersebut dan menangani izin penggunaan secara efektif.

    Solusi yang diajukan SIMBA Chain ini mirip dengan teknologi yang digunakan GitHub, mereka akan memanfaatkan potensi teknologi buku besar terdistribusi atau Distributed Ledger Technology (DLT) untuk bertindak sebagai agen katalitik yang membentuk jembatan antara penyedia dan pengguna pihak ketiga.

    Baca juga: Sistem Pemungutan Suara Berbasis Blockchain di AS

    Joel Neidig, CEO SIMBA Chain, berpendapat terkait dengan pencapaian ini, bahwa Departemen Pertahanan AS, penyedia layanan ini, dan beberapa perusahaan tingkat korporat telah memanfaatkan perangkat seluler dan kemampuan mereka untuk memfasilitasi arus informasi yang bebas. Namun, kemudahan pertukaran data ini datang dengan potensi risiko jatuh ke tangan yang salah.

    Dengan demikian, kami berharap agar bisa memanfaatkan solusi teknologi blockchain yang canggih dan sangat komplek ini untuk menguatkan akses pengguna, memfasilitasi koneksi langsung dan aman di antara pengguna yang diverifikasi dan memastikan tidak akan ada penggunaan secara ilegal, Niedig menyimpulkan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pesan Rahasia Beberapa Menit Sebelum Bitcoin Halving

    Ternyata ada pesan rahasia yang disematkan di block ke-629.999, satu block menjelang block Halving (630.000). Pesan itu mengingatkan publik pada pesan tersembunyi di block perdana (genesis block), block ke-0 Bitcoin pada 3 Januari 2009 silam.

    Pesan yang disematkan di block ke-629.999 itu adalah: “NYTimes 09/Apr/2020 With $2.3T Injection, Fed’s Plan Far Exceeds 2008 Rescue”. Pesan itu mengacu pada berita di The New York Times pada 9 April 2020, soal rencana pengguliran dana tambahan oleh The Fed (Bank Sentral Amerika Serikat) untuk menyelamatkan ekonomi, yang besarannya melebihi pada krisis tahun 2008 lalu.

    F2Pool yang menambang BTC di blok tersebut memang sengaja menyematkan pesan itu, sebagai pengingat akan potensi bahaya inflasi akibat penerbitan uang dalam jumlah yang banyak ke dalam sistem ekonomi.

    Sedangkan mekanisme ekonomi di Bitcoin adalah sebaliknya, justru secara bertahap laju pasokan diturunkan menjadi separuh melalui Bitcoin Halving. Bitcoin Halving III, 12 Mei 2020 itu adalah Halving Ketiga, di mana imbalan terhadap penambang berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block.

    Pesan itu mengingatkan publik pada pesan di Genesis Block tahun 2009 silam. Kala itu pesan yang disematkan oleh Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto adalah: “The Times 03/Jan/2009 Chancellor on brink of second bailout for banks”.

    Pesan itu mengacu pada judul utama surat kabar Inggris The Times, soal dana talangan tahap kedua oleh Bank Sentral Inggris kepada sejumlah bank, di kala krisis itu.

    Dengan kata lain, sejak 12 Mei 2020 pukul 02:23 WIB hingga 210.000 block (setara 4 tahun) berikutnya, maka jumlah Bitcoin kian langka, dari 1800 BTC per hari menjadi hanya 900 BTC per hari. Inflasi juga berkurang dari

    Berita Terkait: Waspada! Bearish Bitcoin Membayang-bayangi

    Ini yang membuat Brian Kelly, penulis buku The Bitcoin Big Bang mengatakan kepada CNCB, bahwa ketika Bank Sentral AS melakukan “pelonggaran kuantitatif” maka Bitcoin melakukan sebaliknya “pengetatan kuantitatif”. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apakah Ethereum 2.0 Akan Tetap Rilis pada Juli 2020 Nanti?

    Peluncuran Ethereum 2.0 diantisipasi akan berlangsung seperti yang direncanakan sebelumnya. Peluncuran dijadwalkan akan rilis pada bulan Juli 2020 nanti.  Vitalik Buterin, co-founder platform telah menepis rumor yang mengatakan perilisan tersebut akan ditunda. Ia menambahkan bahwa tidak akan ada perubahan pada jadwal. Namun, pengembang Ethereum menolak sentimen itu dan mengatakan itu adalah miskomunikasi.

    Co-founder itu juga menambahkan platform 2.0 testnet telah beroperasi dan fase implementasi pertamanya sudah mulai dilakukan. Setelah implementasi tersebut selesai, anggota jaringan Ethereum akan bermigrasi ke protokol Proof-of-Stake (PoS). Hal ini  diantisipasi untuk mengantarkan era baru bagi altcoin terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Tanggal Rilis ETH Serenity Dikaitkan dengan Buterin

    Seluruh rumor tentang peluncuran Ethereum 2.0 dimulai ketika Afri Schoeden, salah satu pengembang inti Ethereum diduga mengungkapkan keadaan yang sebenarnya dari testnet “Schlesi”. Kemudian, rumor mulai menyebar dengan kemungkinan-kemungkinan kapan peluncuran mainnet dan merujuk pada pertengahan Juli 2020 nanti.

    Spekulasi dipicu oleh pernyataan dari salah satu pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, baru-baru ini. Selama konferensi virtual Konsensus 2020, terdapat laporan-laporan yang berspekulasi bahwa Buterin memberikan jawaban ‘ya’ untuk jawaban apakah Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada bulan Juli.

    Baca juga: Hasil Audit Ungkap Potensi Kelemahan Ethereum 2.0

    Spekulasi Waktu Perilisan ETH Serenity Sama Sekali Tidak Membantu

    Dalam sebuah tweet, Schoeden menepis spekulasi ini dengan mengatakan bahwa ini adalah sebuah miskomunikasi. Merujuk pada berita yang dikeluarkan Buterin, pengembang Ethereum mengatakan perilisan tanggal (peluncuran Ethereum 2.0) dengan panel atau mengatakannya di atas panggung sama sekali tidak membantu. Meskipun Schoeden mengklaim dia belum melihat tweet dari Buterin, ia masih tidak bisa berpikir bahwa Buterin benar-benar menyebutkan bulan Juli.

    Buterin juga mengkonfirmasi pernyataan Schoeden. Dia menanggapi tweet tersebut dengan mengatakan dia tidak menyebutkan bulan Juli. Meskipun terdapat konfirmasi dari para jurnalis yang menyebutkan pertanyaan peluncuran ini di bulan Juli, salah satu pendiri Ethereum tersebut berkomentar, dia bahkan tidak mendengar pertanyaan itu.

    Kenapa Ditunda?

    Sebagian dari masalah yang diangkat oleh pengembang ini ditunjukan untuk pengembangan testnet, yang belum diluncurkan. Schoeden mengatakan testnet belum siap, dan masih akan membutuhkan periode kurang lebih dua bulan untuk menggunakannya tanpa cacat sebelum diteruskan ke Mainnet.

    Kerangka kerja testnet multi-klien dianggap sebagai jalur kritis menuju Serenity. Oleh karena itu, tidak bisa ditentukan peluncuran Ethereum 2.0 akan terlaksana pada bulan Juli 2020 nanti.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Facebook Beli Perusahaan GIPHY Senilai US$400 Juta

    Facebook baru saja membeli perusahaan penyedia animasi GIF popular, GIPHY. Dalam sebuah posting blog , GIPHY mengatakan akan dipadukan ke dalam tim Instagram, yang juga milik Facebook.

    Kendati kedua perusahaan memastikan kesepakatan itu, mereka enggan mengungkapkan besaran pembelian itu. Namun, perusahaan Axios memperkirakan Facebook memebli GIPHY senilai US$400 juta.

    Berita Terkait: Berkat Lobi-lobi, Libra Mungkin Bangkit Kembali

    GIPHY cukup popular di jejaring sosial. Facebook sudah menggunakannya di produk lain seperti Messenger dan WhatsApp untuk pencarian GIF.

    Beberapa jejaring sosial lain seperti Twitter, Reddit dan Slack juga mengandalkan API GIPHY untuk fitur terkait GIF mereka.

    Dalam sebuah pernyataan, Vishal Shah, Wakil Presiden Produk di Instagram, mengatakan GIPHY akan terus mengoperasikan pustaka GIF-nya dan pengembang akan memiliki akses yang sama ke API GIPHY seperti sebelumnya.

    “Lebih dari 1 miliar orang menggunakan Instagram untuk mengekspresikan perasaan mereka. Kami tidak sabar untuk membantu lebih banyak pengguna lain di Instagram,” sebut Shah. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diduga Cuci Uang Rp577 Juta Pakai Bitcoin, Warga Australia Diringkus

    Diduga mencuci uang (money laundering) menggunakan Bitcoin, seorang perempuan warga Australia diringkus.

    “Seorang perempuan Australia (52 tahun) diringkus polisi di pusat perbelanjaan Sydney pada 1 Mei 2020, setelah diduga menjual Bitcoin (BTC) senilai AUS$60 ribu (US$38.800), setara Rp577 juta. Setelah didalami, ternyata ia adalah anggota sindikat pencucian uang di Australia yang aktif sejak tahun 2017, dengan nilai total uang yang dicuci mencapai US$3,2 juta (Rp48 miliar),” tulis media lokal Australia, Daily Mail Australia, 15 Mei 2020.

    Dalam penangkapan itu, polisi menyita AUS $60 ribu dalam bentuk uang tunai, 3,8 BTC (senilai US$37.000 dengan harga saat ini) dan sebuah ponsel.

    Kemudian, petugas mencari apartemen terdekat, menemukan lebih banyak ponsel, komputer dan perangkat penyimpanan elektronik, bersama dengan Bitcoin lainnya senilai US$11.700.

    Sindikat Pencucian Uang

    Polisi mengklaim bahwa perempuan itu terlibat di sindikat pencucian uang, sejak November 2018. Sedangkan sindikat itu sendiri aktif sejak tahun 2017. Sejak tahun itu pula nilai transaksi Bitcoin oleh sindikat mencapai AUS$5 juta (US$3,2 juta).

    Berita Terkait: Pesan Rahasia Beberapa Menit Sebelum Bitcoin Halving

    “Ini adalah penangkapan pertama yang dilakukan oleh divisi kejahatan siber, terkait mata uang digital di New South Wales, dan diyakini sebagai yang pertama di Australia. Menukarkan mata uang digital seperti Bitcoin secara ilegal adalah bentuk pelanggaran hukum di Australia,” kata Komandan Polisi Matt Craft. [Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah Sebabnya Kenapa Penjahat Lebih Suka Bitcoin Anonim Daripada Koin Privasi

    Jelajahcoin.com – Koin privasi telah mendapat banyak kecaman akhir-akhir ini, dan banyak koin dan token anonim terkemuka, seperti Bitcoin (BTC), zcash (ZEC), dan monero (XMR) mendapat kecaman dari para regulator. Yang mengklaim bahwa mereka adalah tanda pilihan bagi teroris, narkoba pedagang, dan pencuci uang.

    Banyak token ini telah dihapuskan dari platform utama di wilayah tertentu, seperti Jepang dan Korea Selatan baru-baru ini. Tetapi laporan baru (dibayar oleh operator koin anonimitas) menunjukkan bahwa penjahat tidak begitu tertarik pada token privasi.

    Laporan ini disponsori oleh Electric Coin Company (ECC), operator Zcash, dan dilakukan oleh RAND Europe. Sebuah lembaga nirlaba yang mengklaim bahwa publikasi tidak mencerminkan pendapat dari klien penelitian dan sponsornya. Dalam kedua kasus tersebut. Laporan membuat sejumlah klaim tentang cara para penjahat menggunakan (atau lebih tepatnya, tidak menggunakan) ZEC.

    Baca Juga: Penjualan Ripple (XRP) Turun tajam, ODL Mendapat Traksi

    Para penulis mengklaim bahwa hanya sejumlah kecil penjahat yang menunjukkan minat untuk menggunakan zcash. Salah satu alasan mengapa penjahat menjauh dari ZEC adalah fakta bahwa. Para penulis percaya, penjahat lebih suka bitcoin (BTC) karena anonim nya.

    Bitcoin lebih aman dalam jumlah daripada ZEC

    Transaksi ZEC yang lebih besar, mereka berpendapat, bisa terlalu mencolok – jadi untuk anonimitas sejati. Penjahat mungkin percaya ada keamanan dalam jumlah ketika bekerja di jaringan Bitcoin. Penulis itu menulis:

    “Volume transaksi yang tinggi pada blockchain dapat membantu mengaburkan pencucian uang dalam bitcoin. Sedangkan transfer nilai tunggal yang besar akan lebih menonjol (hanya berlaku untuk transaksi ZEC yang transparan, dan tidak terlindung) pada Zchain blockchain karena ada lebih sedikit keseluruhan transaksi saat ini.”

    Mereka juga mengklaim bahwa rata-rata penjahat tidak cukup pintar untuk menggunakan Zcash. Artinya sebagian besar dari mereka memilih untuk menjauh.

    “Penggunaan Zcash untuk tujuan ilegal atau kriminal sebagian terbatas karena kurangnya pemahaman tentang teknologi yang mendasari pada bagian dari penggunanya.”

    Ini, penulis menulis, didukung oleh bukti yang diperoleh dari wawancara yang menunjukkan “pengguna mungkin tidak memahami persyaratan membuat transaksi terlindung di zcash dan sebaliknya dapat menganggap bahwa semua transaksi zcash adalah anonim.”

    Klaim yang sama mengejutkannya adalah bahwa para penjahat khawatir bahwa zcash menampilkan terlalu banyak fitur kepatuhan – dan takut dengan “branding” token tersebut.

    Baca Juga: Tren Macro kemungkinan Akan Pengaruhi Harga Bitcoin Di Tahun 2020 Ini

    Para penulis menyatakan bahwa sementara koin privasi dapat dianggap oleh penjahat sebagai memastikan tingkat anonimitas yang serupa. Tata kelola Zcash dan brandingnya sesuai dengan Anti Pencucian Uang. Dan Melawan Pendanaan peraturan Terorisme dapat membuatnya kurang rentan terhadap eksploitasi untuk terlarang atau kriminal. tujuan.

    Alasan lain bagi para penjahat untuk menjauh adalah fakta bahwa para penjahat tidak percaya bahwa token sebenarnya sama anonimnya dengan yang dipecahkan. Dengan para penulis menyatakan bahwa “ada beberapa skeptis mengenai bagaimana anonim ZEC sebenarnya dan apakah masa depan penelitian akan mengidentifikasi kelemahan dalam fitur anonimitas ZEC. “

    “Gesekan yang relatif rendah dalam melakukan pembayaran internasional dengan hanya menggunakan nama samaran sebagai pengidentifikasi”. Adalah alasan lain mengapa bitcoin menjadi token bagi para penjahat, kata para penulis.

    Semua hal di atas, tutup penulis laporan, adalah alasan mengapa hanya 1% dari posting web gelap yang merujuk pada pembayaran kripto menyebutkan zcash, dan mengapa 0,15% dari dompet terkait web gelap adalah akun ZEC.





    Sumber : news.tokocrypto.com