Author: 38

  • Akhir Tahun 2020 adalah Pembuktian Bitcoin sebagai Aset Safe Haven

    Trader aset kripto, Muhammad Kurnia Bijaksana mengatakan, bahwa akhir tahun 2020 adalah masa pembuktian yang sangat penting apakah Bitcoin bisa sebagai aset safe haven selayak emas.

    Hal itu ia sampaikan menyusul prediksi Bloomberg awal April lalu, yang menyebutkan Bitcoin bisa berperilaku sebagai aset safe haven seperti emas, berdasarkan sejumlah data yang ada.

    Bahkan Bloomberg meramalkan harga Bitcoin bakal melesat di harga tinggi dalam beberapa bulan mendatang, karena volatilitas Raja Aset Kripto itu tertekan, sama seperti bull-run Bitcoin pada periode 2015-2017.

    Periode itu menghantarkan Bitcoin mencapai puncak tertinggi sepanjang masa, yakni lebih dari US$19 ribu per BTC atau sekitar Rp300 jutaan kala itu.

    Hasil kajian itu menegaskan bahwa Bitcoin dan pasar modal kelak “terpisah” (berkorelasi negatif) sepenuhnya dan mulai mengikuti karakter emas.

    “Menurut saya sebagai trader itu bisa jadi sesuatu yang bagus. Dengan melajunya Bitcoin selayak emas, apalagi ditambah trend dominasi Bitcoin yang turun terus, maka Bitcoin dan Altcoin juga bisa berkorelasi negatif. Artinya, kelak sentimen perdagangan aset kripto tidak selalu terpaku dengan naik turunnya harga Bitcoin,” katanya.

    Hal lainnya jelas Kurnia, pasar berjangka (futures) aset kripto, khususnya Bitcoin yang disebut Bloomberg bisa menekan volatilitas, bisa menguntungkan investor jangka panjang, tetapi kurang mengenakkan bagi retail trader.

    “Mengapa bisa demikian? Sebab, jikalau pasar berjangka bisa ‘menjinakkan” bull, maka orang-orang awam kehilangan kesempatan untuk mendapatkan gain yang besar seperti jaman-jaman dulu, di mana BTC bisa naik ratusan persen. Namun, untuk massive adoption dan investor institusional, hal ini cukup baik, karena akan mengurangi resiko dan volatilitas BTC. Jadi, akhir tahun 2020 ini adalah masa pembuktian yang sangat penting apakah Bitcoin bisa sebagai aset safe haven selayak emas. Kita tunggu saja!” imbuhnya. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin dan Cabai Keriting

    Pengusaha Mark Cuban pernah bilang bahwa harga pisang lebih stabil daripada harga Bitcoin. Tentu itu sebuah perumpamaan sederhana yang agak lebay. Sampai-sampai saya harus berpikir besok-besok analogi apalagi yang ia pakai. Pisang yang berotak atau cabai keriting yang susah di-rebonding?

    OLEH: Vinsensius Sitepu
    Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id

    Pebisnis seperti Mark Cuban tergolong lebih realistis menimbang-nimbang untuk mengadopsi Bitcoin lebih dalam. Dia bukanlah tipikal yang “hard marketer” bahwa Bitcoin adalah yang terbaik.

    Dia cenderung mempertimbangkan masak-masak kapan dia harus membeli aset kripto itu dan menawarkannya kepada orang lain. Ibarat lagu jadul Ebiet G Ade, pikiran Cuban mungkin adalah: “tengoklah ke dalam sebelum bicara“.

    Anda tentu masih ingat ucapan Mark Cuban pada tahun lalu. Dia bilang harga pisang lebih stabil daripada Bitcoin. Tentu itu sebuah perumpamaan sederhana yang agak lebay, bahwa Bitcoin yang sebenarnya ia bela, belum semenarik yang diimpikan orang. Kritik semacam itu enak dinikmati kalau Anda menggunakan kalkulator harga pisang ini.

    Bagi Cuban, seperti yang ia tuturkan baru-baru ini, Bitcoin akan mengalami adopsi yang hebat jikalau penggunaan Bitcoin tidak seruwet saat ini.

    Cuban memang tak secara spesifik menjelaskan, ruwetnya apa dan di bagian apa. Namun, kalau kita berandai-andai, katakanlah hari ini saya adalah pendatang baru di dunia Bitcoin. Ketika pertama kali belajar mengirimkan Bitcoin tentu saja harus memasukkan address yang panjang yang tidak ramah di mata itu.

    Address itu kelihatannya lebih mirip password daripada alamat tujuan untuk mengirimkan uang selayak nomor rekening bank. Keliru sedikit, BTC pun melayang, walau ada fitur copy dan paste dan Quick Response Code.

    Tentu itu tidak masalah bagi yang cepat beradaptasi dan lebih bisa memaklumkan. Sebaliknya bermasalah bagi sebagian orang, katakanlah orang tua non-Generasi Milenial. Maaf, saya tak sedang mengatakan mereka bodoh, tapi bukankah Anda pernah mengalami hal serupa?

    “Bitcoin harus lebih mudah digunakan, sekalipun itu oleh nenek-nenek. Dan lagi, Bitcoin harus lebih mudah ditransaksikan, tanpa dikonversi terlebih dahulu menjadi uang fiat. Itu adalah penanda bahwa Anda masih bergantung pada uang yang dibuat dan dikendalikan oleh negara itu,” kata Cuban.

    Dalam percakapan pekan lalu bersama Anthony Pompliano itu, Cuban mengatakan Bitcoin harus mudah dipakai, sekalipun itu bagi orang yang tak berotak.

    Lagi-lagi itu sebuah kritik dalam analogi yang menarik, sampai-sampai saya harus berpikir besok-besok analogi apalagi yang ia pakai. Pisang yang berotak atau cabai keriting yang susah di-rebonding?

    Cuban bukanlah orang baru di dunia aset kripto. Sejak tahun 2015 ia sudah mengintipnya. Bahkan tahun lalu dia sudah menerapkan pembayaran menggunakan aset kripto termasuk Bitcoin, di situs klub bola basket miliknya, Dallas Mavericks. Baginya, hasilnya tidak memuaskan. Ya, itu tadi, tidak sedikit yang merasa kesulitan menggunakannya. Kurang sederhana, begitulah.

    Akhirul kata, dia bilang begini kepada Pompliano yang juga “tokoh penghayat Bitcoin anti fiat itu”: “Agar Bitcoin lebih bermanfaat, jika situasi pelik akibat negara terus menerus mencetak uang lalu berdampak global, maka Bitcoin harus berhadapan langsung dengan itu. Jika terjadi sebaliknya, Bitcoin akan kehilangan makna.”

    Di atas itu semua, Mark Cuban sebagai role model Bitcoin sebaiknya bisa cepat action, berbuat langsung agar Bitcoin lebih mudah digunakan.

    BERITA TERKAIT  Penelitian: Bitcoin Belum Bisa “Go Green”

    Sudahkah, Bang Cuban mengintip proyek Unstoppable Domains yang dibuat oleh Tim Draper? Dia dan timnya sudah berhasil menyederhanakan address aset kripto yang ruwet itu menjadi aksara.

    Jadi, address BTC ini: 3FZbgi29cpjq2GjdwV8eyHuJJnkLtktZc5 bisa dikonversi menjadi, misalnya addressku.zil ataupun btcku.crypto. Cukup ketikkan aksara itu, maka Bitcoin bisa dikirimkan. Kami di Redaksi sudah melakukan itu.

    Ya, mungkin itu masih rumit di mata Bang Cuban. Apa boleh buat, standard dia memang terlampau tinggi, tapi layak dihormati.

    Jadi, syair Ebiet G Ade terhadap Cuban bisa kita gubah seperti ini: “Tengoklah ke luar sebelum bicara”. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2 Faktor yang Membuat Analisis pada Bitcoin Bearish

    Dua kasus menarik pada Bitcoin correction di masa mendatang adalah satu, menembusnya garis tren utama yang menandakan overhead resistance dan yang kedua, pola tinggi yang lebih rendah pada grafik high-time.

    Menantang Bitcoin untuk Pulih pada Garis Lurus dari Kapitulasi Terdekat

    Terlepas dari teori yang menyatakan harga Bitcoin tidak seharusnya turun di bawah $ 4.000 selama peristiwa yang disebut “black swan” pada 12 Maret 2020 lalu, BTC memang sempat melonjak dari $3.600 menjadi $6.900 dalam waktu satu setengah bulan.

    Kenaikan harga hingga sebanyak 91% dalam waktu tepat 40 hari merupakan kenaikan harga yang substansial bahkan pada Bitcoin yang volatilitasnya tinggi dan sudah diketahui oleh banyak investor.

    Ketika harga Bitcoin naik sangat tajam dalam periode waktu singkat tanpa ada kemunduran besar, sering kali hal ini rentan terhadap retracement yang signifikan. Seperti yang terlihat pada bulan Oktober dan Desember 2019, harga Bitcoin dapat melonjak hingga 100% dan masih jatuh kembali ke tempat mulainya rally lebih cepat dari pada pergerakan harga ke atas.

    Baca juga: Stock to Flow: Satu Tahun Setelah Halving Bitcoin Diprediksi Berharga $23.000

    Berbagai momentum osilator menunjukkan harga Bitcoin memiliki ruang untuk relief rally dalam waktu dekat, mungkin ke kisaran $7.100 hingga $7.200. Namun, formasi dari tingkat rendah yang lebih rendah dari grafik harian harga Bitcoin menunjukkan pembeli mulai kehilangan kedali terhadap pasar.

    Untuk pertama kalinya sejak harga Bitcoin turun menjadi $3.600 lalu, grafik harian BTC mencetak catatan lebih rendah dari tingkat terendahnya. Selanjutnya, sebelum penolakan di $7.400 dan $7.200 terjadi berturut-turut, hal ini menunjukkan aktivitas beli jelas lebih dominan daripada aktivitas jual di pasar Bitcoin.

    Penurunan ke arah bawah sangat kecil dan kembali dibeli dengan cepat, dengan alasan pesanan terhadap daya beli mengerdilkan pesanan daya jual di kedua bursa pertukaran spot dan futures. Namun, penolakan besar terhadap $7.400 lalu membalikkan tren dan menciptakan lingkungan yang sulit bagi pembeli untuk mempertahankan dominasinya.

    Seperti yang dilansir dari Cointelegraph pekan lalu, struktur yang secara teknis terlihat bearish tercetak di Dow Jones Industrial Average dengan tampilan indikator penjualan TD9 ini, dapat menambah tekanan jual pada sebagian besar aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin.

    Ada Beberapa Variable Mencegah Kecelakan Besar Terjadi

    Meskipun beberapa analisis teknis utama masih terlihat bearish, dua faktor fundamental lainnya dapat mencegah Bitcoin re-test posisi terendah $4.000 pada jangka pendek dan kembali menstabilkan pasar.

    Pertama, masuknya modal ke Tether meningkat pesat. Tether sendiri merupakan stablecoin yang paling banyak digunakan di pasar global. Jika miliaran dolar Tether masuk ke dalam bursa seperti contohnya Binance yang mulai memasuki kembali pasar cryptocurrency dan menciptakan arus baru ke Bitcoin, hal ini bisa melindungi BTC dari lebih banyak penurunan.

    Kedua, kebangkitan cryptocurrency alternatif seperti Ethereum dan token pertukaran lain sejalan dengan kebangkitan BTC dalam beberapa peristiwa terakhir.

    Kedua faktor tersebut mengindikasikan potensi investor yang sudah ada bersedia untuk mengambil risiko lebih besar karena semakin percaya diri terhadap tren pasar dan melindungi Bitcoin agar tidak turun kembali dalam beberapa minggu mendatang.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Emas Diprediksi Rp1,4 Juta per Gram dalam 18 Bulan ke Depan

    “Jika ini terjadi, akan menjadi titik tertinggi harga emas sepanjang sejarah manusia. Hal ini dilakukan setelah beberapa sebelumnya BOA memprediksi harga emas hingga US$2.000/oz,” kata Denny Ardhiyanto, CEO SehatiGold, Rabu (22 April 2020).

    Sebagai tolak ukurnya, kata Denny, harga emas dunia kemarin berada di US$1.700/oz atau Rp840.000/gram. Jika prediksi tersebut terjadi, dengan asumsi nilai USD/IDR yang sama, maka harga emas akan menembus Rp1.400.000/gram.

    “Ketakutan dunia keuangan berperan besar dalam mendorong harga emas dunia. Beberapa saat lalu International Monetary Fund (IMF) turut memberikan pernyataan yang sangat mengkhawatirkan. Mereka memperkirakan ekonomi dunia akan mengalami resesi terbesar sepanjang sejarah yang melebihi The Great Depression di tahun 1930-an,” kata Denny.

    BERITA TERKAIT  Mengenal “Emas Digital” Berbasis Blockchain, Sebagai Alternatif Investasi di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    Ia menegaskan, bahwa dampak dari pandemi COVID-19 telah membekukan pabrik-pabrik, perdagangan, manufaktur, pariwisata, pertambangan, dan banyak aktivitas lainnya. Hal ini sudah terbukti dari anjloknya harga kontrak minyak dunia yang menembus angka negatif. Sekali lagi, sesuatu yang pertama kali terjadi di sejarah keuangan manusia.

    “Cobalah Anda pelajari sejarah harga minyak dunia sejak manusia menciptakan pasar komoditas. Tidak pernah hal ini terjadi,” tegasnya.

    Emas dan Resesi Ekonomi
    Denny menerangkan, bahwa harga emas sangat erat hubungannya dengan kondisi ekonomi dunia.

    Kembali ke hubungan sebab-akibat resesi ekonomi terhadap harga emas, efek resesi ekonomi sudah pasti akan berusaha dilawan oleh pemerintah di seluruh dunia untuk mengurangi dampaknya terhadap masyarakat, terutama masyarakat kelas bawah.

    Sejarah telah menunjukkan bagaimana pemerintah di seluruh dunia akan berusaha mempertahankan pergerakan roda ekonomi dengan melakukan kebijakan-kebijakan moneter dan fiskal.

    Salah satunya adalah dengan memberikan stimulus ekonomi seperti subsidi, bantuan tunai langsung, suku bunga negatif, dan lain sebagainya. Dan hampir segala jenis stimulus ekonomi akan memberikan tekanan besar terhadap nilai mata uang fiat.

    “Inilah yang pada akhirnya mendorong masyarakat untuk berbondong-bondong membeli emas untuk melindungi asetnya dari gerusan inflasi,” terang Denny. [red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Me-manage Ekspektasi Saat Mulai Masuk Pasar Crypto

    Siapa sih yang masuk pasar crypto bukan untuk mencari cuan? Saya yakin hampir semua orang membeli aset crypto untuk mendapatkan keuntungan. Baik itu untuk jangka pendek atau jangka panjang. Semua orang sadar potensi keuntungan yang bisa didapatkan dengan berinvestasi Bitcoin, Ethereum, dan lainnya. Namun, apakah Anda sudah bisa menempatkan ekspektasi yang tepat? Agar Anda tidak kecewa setelah memulai masuk ke pasar crypto, mari kita lakukan sedikit perhitungan terkait berapa persen, atau berapa potensi profit dan loss yang bisa Anda dapatkan di pasar crypto

    Investasi dan HODL – Harus Sabar

    Saat Anda membeli aset crypto dan berniat untuk investasi, pada dasarnya potensi profit Anda bisa di atas 200%. Namun yang perlu Anda pahami adalah saat berinvestasi, profit bukan untuk Anda dapatkan besok, minggu depan, bahkan tahun depan. Pada dasarnya, jika Anda melakukan investasi dan HODL, dalam artian Anda membeli aset crypto bukan untuk diperdagangkan, persiapkan waktu sekitar 3-5 tahun paling tidak. Jika Anda perhatikan sejarah Bitcoin, perlu waktu beberapa bulan bahkan tahun menunggu momentum untuk terjadinya “bull run” seperti di akhir 2017.

    Kesabaran lainnya yang Anda perlukan adalah menunggu harga yang optimal untuk membeli. Anda tidak mau kan, membeli saat harga berada di puncak “bull-run”?

    Spot Trading – 5-20% Profit per Trade

    Spot trading, Anda membeli aset crypto saat hargaangnya agak rendah, lalu menjualnya saat harganya agak tinggi. Perdagangan yang Anda lakukan bisa terjadi beberapa hari atau minggu (swing trading), di hari yang sama (day trading), scalping (jual beli sangat cepat), atau arbitrage (beli dan jual di bursa yang berbeda). Sesekali memang harga aset crypto bisa pump dan menaikkan potensi profit Anda ke atas 50%, atau dump dan memberikan potensi Anda untuk membeli di harga yang bagus, namun pada dasarnya, ekspektasikan keuntungan 5-20% per trading. Menempatkan ekspektasi berlebihan di sini, harga malah bisa berbalik dan Anda malah merugi

    Contract Trading – 100% Profit atau 100% Loss

    Di tahun 2020, banyak platform yang menawarkan trading kontrak (futures, margin trading, dan lainnya). Trading tipe ini sangat menggiurkan karena Anda bisa mendapatkan keuntungan hingga 100% sehari, bahkan lebih. Anda bisa memakai leverage, artinya, Anda bisa “meminjam” uang untuk seolah-olah ber-trading dengan uang yang besar, dengan modal Anda sebagai collateralnya. Keuntungan lainnya adalah Anda masih bisa untung walaupun harga turun dengan fitur Short (jual kosong).

    Namun berhati-hatilah! Tipe trading seperti ini adalah tipe yang sangat beresiko. Anda bisa kehilangan semua uang anda sekejap. Bayangkan bahwa volatilitas crypto membuatnya lebih beresiko daripada kelas aset lainnya (misalkan saham atau surat hutang). Menggunakan contract trading, resiko crypto yang tinggi tadi, dikalikan jumlah leveragenya (5, 10, bahkan bisa 100x)

    Sebelum Memulai – Invest in Your Brain!

    Lakukan hal yang tepat dulu sebelum masuk ke pasar crypto, belajar.

    Sebelum Anda mengeluarkan uang untuk berinvestasi di Bitcoin, Ethereum, pastikan Anda menghabiskan uang, waktu, dan tenaga untuk membuat Anda punya skill yang tepat untuk investasi atau trading. Karena jika tidak, Anda hanya akan membuang-buang waktu di pasar crypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Proyeksi Bitcoin Menjelang Halving – Tokocrypto News

    Halving Bitcoin tinggal kurang dari sebulan lagi. Kira-kira, bagaimanakah proyeksi harganya?

    Banyak prediksi mengenai halving. Mulai dari bullish hingga bearish. Namun, dari sekarang sampai halving, ke manakah kira-kira pergerakan harganya? Yuk kita coba proyeksikan

    Jika dilihat di timeframe 1 minggu, harga BTC sudah menyentuh area golden pocket fibonacci (di antara 7200-8000-an USD). Biasanya, setelah dari sini, harga akan memantul balik. Namun masih belum ada konfirmasi lebih jauh untuk ini

    Namun, bias untuk bearish sudah mulai terlihat. Bisa dilihat dengan adanya trendline yang gagal ditembus oleh candlestick BTC. Pada umumnya, garis tren di timeframe besar cukup “dihormati” oleh harga

    Selain itu, di timeframe 1 hari, bias bearish terrbukti dengan terbentuknya channel seperti pada gambar. Diprediksikan harga akan berada di dalam channel tersebut sampai menjelang halving, di mana volatilitas akan terjadi

    Indikator Masih Belum Bullish

    mungkin yang menyebabkan banyak yang memprediksi bahwa setelah halving harga bitcoin akan turun adalah indikator yang masih belum menunjukkan tanda-tanda bullish.

    Harga masih berada di bawah moving average 50, dan nilai RSI masih di sekitaran 50-an.

    Belum ada tanda-tanda indikatif kuat yang menunjukkan harga sudah siap untuk naik.

    Namun, kita dapat melihat bahwa ada support kuat di zona 6000-an yang menahan harga dari turun lebih jauh lagi.

    Semua akan terungkap 3 minggu lagi! Kita tunggu tanggal mainnya



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bloomberg: Harga Bitcoin Berpeluang Bull-Run Seperti Tahun 2015-2017

    Bloomberg belum lama ini melaporkan hasil kajiannya yang bertajuk Bitcoin Maturation Leap”. Salah satu nukilan di dalamnya disebutkan, bahwa Bitcoin saat ini bersiap-siap untuk bull-run alias naik tinggi secara besar-besaran seperti periode 2015-2017 yang sempat menghantarkan Raja Aset Kripto itu naik hingga US$19.783 pada 17 Desember 2017.

    Kajian sepanjang 10 halaman itu juga menyebutkan, bahwa bull-run itu terkait dengan perubahan laju produksi Bitcoin alias pengurangan imbalan kepada penambang (Halving) dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC per block yang akan terjadi pada medio Mei 2020.

    Bloomberg juga menyebutkan emas dan Bitcoin berkarakter sebagai aset lindung nilai, sebagai akibat dari gejolak pasar modal, dampak pandemi COVID-19.

    BERITA TERKAIT  Tether (USDT) Lejitkan Bitcoin Tahun 2017, Siapa Peduli?

    Bitcoin dan emas juga sebagai ‘penerima manfaat utama’ dari stimulus moneter yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang disertai dengan anjloknya pasar saham,” jelas Bloomberg.

    Pasar Berjangka Jinakkan Bitcoin
    Bloomberg juga memastikan bahwa pasar derivatif Bitcoin (seperti futures, options, margin dan lain sebagainya-Red) turut “menjinakkan” volatilitas harga Bitcoin di pasar spot.

    Namun, itu bukan berdampak negatif terhadap Bitcoin dalam konteks manipulasi. Tetapi, karena volatilitas dapat ditekan, maka bisa mendorong lebih banyak orang lagi untuk melakukan pembelian Bitcoin.

    Volatilitas Bitcoin diperkirakan akan terus menurun, sama seperti sepanjang Oktober 2015 yang menandai awal dari pasar bullish. Tentu saja itu terjadi jika memang sejarah selalu berulang. [Cointelegraph/red]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Arron Capital Targetkan Kucurkan $100 Juta Dana Crypto

    Arrona Capital, cabang dari blockchain Venture Smart Asia, mengumumkan mereka telah memenuhi persyaratan peraturan di Hongkong dalam mengucurkan sejumlah dana crypto. Peluncuran dana cryptocurrency pertama yang disetujui oleh Hongkong ini menargetkan dana mencapai $100 Juta untuk dikelola pada tahun pertama peluncurannya.

    Menurut laporan Bloomberg 20 April lalu, Arrano Capital mengumumkan peluncuran dana Bitcoin (BTC) baru di Hongkong. Perusahaan modal ventura ini melaporkan telah memenuhi persyaratan lisensi dana crypto oleh Securities and Futures Commission (SFC) setempat.

    Kepala Staf Invetsai Arrano (CIO) Avaneesh Acquilla mengatakan upaya pertama berfokus pada pelacak dana, membeli dan menjual BTC. Namun demikian, tujuan perusahaan adalah untuk menembus pendanaan $100 Juta dalam aset digital untuk dikelola pada tahun pertama. Acquilla juga berharap untuk meluncurkan dana yang dikelola secara aktif dengan keranjang token pada tahun 2020 ini.

    “Kami memutuskan untuk meluncurkan dana ini untuk menjawab permintaan pasar dari para investor profesional yang semakin berfokus pada Bitcoin sebagai penyimpan nilai alternatif. Pada akhirnya agar Bitcoin diterima secara luas dan bagi orang-orang yang percaya, tetap harus ada peraturan.”

    Baca juga: Bank Sentral China Suntikan Dana $4,7 Juta untuk Platform Blockchain

    Dana Crypto Masih Jarang Mendapatkan Persetujuan di Hongkong

    Sejak SFC mengumumkan secara resmi untuk memulai mengatur pertukaran crypto pada Oktober 2018, komisi telah mengeluarkan beberapa persetujuan. Perusahaan jasa keuangan Blockchain Diginex adalah sala satu dari yang pertama menerima izin untuk mengatur aset digital pada Juni 2019.

    Namun, aplikasi Venture Smart Asia menjadikan dana crypto pertama kali resmi digunakan di kawasan ekonomi khusus, yang memungkinkan investor biasa masuk ke dalam pasar BTC. Perusahaan lain yang belum memenuhi semua kriteria SFC hanya dapat memasarkan kepada investor profesional.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menakar Dominasi Bitcoin dan Menebak Tibanya Altseason

    Pasar aset kripto berada di titik yang penting saat ini. Setelah hampir sebulan hampir semua harga aset kripto naik, namun dalam beberapa hari belakangan malah cenderung stagnan. Ke depan, seberapa besar peluang terjadinya altseason, ketika dominasi Bitcoin menjadi berkurang?

    OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana
    Professional Trader Aset Kripto di SnapEx
    dan Pendiri The Crypto Legend Indonesia

    Kita mulai dari Raja Aset Kripto, Bitcoin. Dengan pergerakan harga yang tidak berbeda jauh dengan minggu lalu, yaitu masih di kisaran US$7 ribu, Bitcoin masih terlihat berusaha menembus lebih dalam ke area golden pocket fibonacci (lihat gambar). Secara garis besar, masih belum ada update yang berarti dari pergerakan harga Bitcoin.

    Golden Pocket Fibonnaci pada harga Bitcoin.

    Altcoin Mulai Tunjukkan Taring
    Sementara itu, beberapa altcoin seperti Ether (ETH) dan Ripple (XRP) terlihat mulai mengalami kenaikan yang cukup besar beberapa hari yang lalu. Lantas, apakah ke depan altcoin akan naik, dan Bitcoin masih “ragu” melaju, sehingga menunjukkan akan terjadinya altseason?

    Perhatikan Dominasi Bitcoin
    Kenaikan harga altcoin juga ditunjukkan dengan menurunnya dominasi Bitcoin. Saat penulisan artikel ini, Minggu sore (19 April 2020), dominasi Bitcoin berada di bawah 65 persen dan diprediksi masih mengalami penurunan.

    BERITA TERKAIT  Analis JPMorgan: Bitcoin Berjangka Bakkt Mungkin Picu Penurunan Harga Bitcoin

    Apakah yang terjadi jika dominasi Bitcoin turun? Tandanya altcoin akan berkinerja lebih baik daripada Bitcoin. Kita pun bisa berharap harga sejumlah altcoin akan naik atau turun tidak sebesar Bitcoin.

    Laju dominasi Bitcoin.

    Ether (ETH)
    ETH, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar setelah Bitcoin, mengalami kenaikan yang besar dibandingkan dengan Bitcoin. ETH naik hingga hampir US$190, mendekati support yang jebol (dan sekarang menjadi resistance) sejak “dump” di awal Maret lalu.

    Menakar Altseason
    Bitcoin Halving akan terjadi kurang dari sebulan lagi. Beragam opini mulai bermunculan untuk menebak ke mana harga Bitcoin setelah Halving terjadi, mulai dari yang cukup rasional hingga yang agak lebay.

    Di luar akan naik atau turunnya harga Bitcoin, eventpengurangan imbalan bagi para miner itu akan mempengaruhi harga altcoin. Penyebabnya adalah, karena pada dasarnya beberapa tahun belakangan harga altcoin hampir selalu mengikuti arah dari pergerakan Bitcoin.

    Kita masih menantikan, mampukah Halving Bitcoin akan menjadikan altcoin seperti ETH akan naik hingga kita akan mengalami altseason?  

    ETH/BTC memberikan gambaran yang bagus ke mana arah altcoin akan bergerak. Jika harga ETH naik terhadap BTC, berarti secara umum ETH berkinerja lebih baik daripada BTC.

    Dan altcoin terbesar sampai saat ini masihlah ETH, ditambah ada puluhan atau mungkin ratusan token/crypto di luar sana yang menggunakan Ethereum/ ERC-20 sebagai basisnya.

    Sepintas dilihat, ETH masih cukup bullish terhadap pair BTC. ETH baru saja menembus area resistance di 0,025354 BTC dan sekarang sedang menguji kembali area tersebut sebagai support.

    Jika ETH berhasil mempertahankan momentum bullish-nya terhadap BTC, kita bisa berharap 1 di antara 2 hal berikut. Pertama, altcoin akan naik berkinerja lebih baik daripada BTC dan berpotensi terjadinya altseason.

    Kedua, jika BTC turun, altcoin akan turun lebih sedikit dibandingkan BTC, mirip dengan yang terjadi jika dominasi BTC menurun. [*]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Class Online Batch 1

    Pandemi COVID-19 telah berhasil membuat keresahan masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pemerintahpun telah mengeluarkan kebijakan yang melarang pertemuan secara langsung, oleh karenanya banyak kegiatan yang  kini beralih memanfaatkan teknologi pertemuan daring seperti GoogleMeets.

    Tokocrypto selaku perusahaan yang aktif dalam mengedukasi masyarakat dalam bidang teknologi blockchain dan Aset Kripto pun tidak ketinggalan. Sabtu 18 April 2020 kemarin telah diadakan Crypto Class Online Batch 1. Selain dapat mentiadakan kontak secara langsung, Crypto Class Online juga dapat di ikuti oleh lebih banyak peserta yang tidak terbatas pada wilayah seperti pada Crypto Class Offline sebelumnya.

    Dalam sesi yang di hadiri oleh lebih dari 25 peserta itu, M. Kurnia Bijaksana dari Kitab Kripto selaku pembicara dari Kitab Kripto membuka sesi dengan pemaparan pentingnya mengetahui tujuan Investasi.

    “Sebelum memulai, kita harus bisa mengetahui kebutuhan kita sendiri, apakah dana yang kita miliki akan di bikin investasi atau hanya di tradingkan saja, Dalam dunia investasi, trading dan investing adalah dua aktivitas yang berbeda, walaupun trader dan investor sama-sama terjun di pasar.” Ujar Pria yang akrab disapa Aksa itu.

    Tidak hanya keuntungan, Aksa juga menjelaskan tentang resiko yang ada, “risiko itu memang akan selalu ada, tidak hanya dalam dunia investasi aja, tapi dalam bisnis konvensional pun pasti ada, namun meskipun begitu, risiko dalam aset kripto dapat di mitigasi se minimal mungkin” tambahnya.

    Sebagai pemula, hal yang perlu dilakukan adalah memulai, tapi tentunya mulai lah dengan nominal yang sewajarnya. Di Tokocrypto sendiri, para Trader pemula dapat memulai hanya dengan Rp.50 ribu saja, kemudian bisa disesuaikan dengan kemampuan kita dalam menganalisa harga, karena di dalam dunia trading tidak ada ilmu yang pasti, namun tidak juga kita hanya bergerak hanya menggunakan feeling semata.

    Selanjutnya, Aksa juga menjelaskan tentang basic dalam teknik menganalisa harga, mulai dari memahami kondisi pasar, mencari level harga hingga cara mencari indikasi, confluence dan konfirmasi. Yang kemudia sesi ini di tutup dengan sesi Q & A dan Lucky Draw.



    Sumber : news.tokocrypto.com