Jakarta –
Mengonsumsi makanan berserat memang bermanfaat, terlebih ketika memilih makanan yang kaya akan serat larut seperti 5 makanan ini.
Konsumsi makanan tinggi serat dianjurkan karena serat dapat mendatangkan manfaat pada sistem pencernaan. Namun, serat pun dibagi menjadi dua tipe, yaitu serat larut (soluble) dan serat tidak larut (insoluble).
Perbedaannya, serat larut mudah larut dalam air dan dipecah menjadi zat, seperti gel di usus besar. Serat ini bisa membantu menyerap kelebihan cairan dalam usus. Sedangkan serat tidak larut tidak dapat larut dalam air dan akan dibiarkan utuh saat makan bergerak melalui saluran pencernaan, lapor klikdokter.com.
Konsumsi dua jenis serat ini sebenarnya sama-sama mendatangkan manfaat baik bagi sistem pencernaan. Namun, jika fokusnya ingin lebih menyehatkan usus sekaligus menurunkan berat badan, bisa memilih makanan kaya serat larut.
Melansir slurrp.com (28/05/2024), berikut 5 makanan yang mengandung serat larut.
1. Terong
Terong juga mengandung serat larut yang baik untuk pencernaan. Foto: iStockphoto |
Terong mungkin terdengar seperti makanan yang tidak punya banyak manfaat bagi tubuh. Padahal, jenis sayuran ini merupakan sumber serat larut yang luar biasa.
Menurut USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat), segenggam terong atau sekitar 100 gram terong matang mengandung sekitar 2,5 gram serat larut. Kandungan serat ini dapat membantu menjaga pergerakan usus secara teratur dan menjaga kadar kolesterol sehat.
Selain rendah kalori, terong juga kaya akan mineral penting, seperti mangan, folat, dan potasium.
Ingat, mengupas terong dapat mengurangi serat tidak larut sehingga terong lebih mudah dicerna. Kamu bisa mengolah terong dengan cara memanggangnya dengan minyak zaitun.
2. Gandum
Gandum atau oat juga mampu membantu menurunkan tekanan darah dan pencernaan. Foto: Getty Images/iStockphoto/bookzaa |
Gandum merupakan makanan yang kaya akan serat larut dan bermanfaat dalam menyehatkan jantung.
Menurut studi di Journal of Food Science and Technology, gandum membantu menurunkan kolesterol jahat dan mengatur kadar gula darah. Gandum juga kaya akan antioksidan yang berpotensi menurunkan tekanan darah.
Mangan, vitamin B1, dan potasium adalah beberapa vitamin dan mineral yang terkandung di dalam gandum.
Lebih baik mengonsumsi gandum yang sudah dimasak karena membuatnya lebih mudah dicerna.
Daftar makanan dengan serat larut lainnya bisa dilihat pada halaman selanjutnya!
3. Pisang
Pisang tidak hanya bergizi, tetapi juga tinggi serat larut. Menurut USDA, 100 gram pisang iris berukuran sedang mengandung 4 gram serat larut.
Kandungan serat ini dapat membantu pengelolaan berat badan dan menjaga kestabilan kadar gula darah. Selain itu, pisang matang juga menagndung vitamin B6 dan potasium yang penting untuk kesehatan jantung lebih baik.
Kamu bisa mengonsumsi pisang dalam bentuk buah utuh, atau bisa diolah menjadi smoothie.
4. Kentang
Kentang juga sebaiknya dikonsumsi karena mengandung serat larut yang mudah dicerna. Foto: Getty Images/iStockphoto/Amarita |
Kentang mengandung serat larut dan tidak larut yang baik untuk kesehatan tubuh. Menurut penelitian yang disebut slrurrp.com, satu cangkir kentang matang menghasilkan sekitar 3,6 gram serat larut. Serat ini berkontribusi untuk mengatur gula darah dan menurunkan kadar kolesterol.
Kentang juga kaya akan protein, vitamin C, potassium, dan magnesium. Kentang yang dimakan tanpa kulit memiliki kandungan serat larut yang berkurang sehingga mudah dicerna.
5. Kuaci
Kuaci juga mengandung serat larut yang dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Foto: iStock/Ist |
Kuaci merupakan camilan bergizi yang kaya serat larut. Sebuah studi tahun 2021 yang dilakukan oleh Plants (Basel) menyebut biji bunga matahari mengandung sekitar 30 gram serat larut.
Kandungan serat larut itu dapat meningkatkan kesehatan pencernaan dan menjaga kadar kolesterol sehat. Di dalamnya juga terkandung protein, zat besi, vitamin B6, magnesium, dan selenium.
Kamu bisa mengonsumsinya langsung atau ditaburi di atas salad, sayuran, hingga mashed potato. Konsumsinya secara rutin dapat secara signifikan meningkatkan asupan serat dan nutrisi penting.
(aqr/adr)
![]() |
||||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Jangan Sering-sering Makan Mie Instan, Ini 5 Bahayanya untuk Kesehatan Jakarta – Mie instan memang enak dan praktis. Namun, terlalu sering mengonsumsimya bukan pilihan terbaik karena dapat memicu bahaya kesehatan akibat hal ini. Mie instan merupakan makanan yang digemari banyak orang dan kalangan, dari muda hingga tua. Mie ini dikenal enak, murah, dan praktis. Meskipun makan mie instan bikin bahagia, tetapi kandungan di dalamnya tidak. Mie instan mengandung natrium tinggi, pengawet, bahan kimia, dan bahan lainnya yang membuatnya tidak sehat.
Mengonsumsi mie instan terlalu sering dapat menyebabkan masalah kesehatan, mulai dari tekanan darah tinggi, penyakit jantung, sampai sindrom metabolik. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kandungan nutrisi pada mie instan serta efeknya bagi tubuh jika dikonsumsi terlalu banyak. Healtshots mengungkap alasan mengapa perlu berhenti makan mie instan terlalu sering: 1. Nutrisinya rendah
Mie instan terkenal dengan kandungan nutrisi buruk. Di dalamnya hampir tidak menawarkan nutrisi penting, seperti vitamin, mineral, protein, dan serat. Mie instan hanya mengandung sejumlah kalori, terutama kalori dari karbohidrat olahan dan lemak tidak sehat yang bisa menjadi masalah untuk berat badan. Mengonsumsi mie instan terlalu sering hanya akan meningkatkan risiko kekurangan nutrisi. 2. Mengandung MSG
Monosodium Glutamat atau MSG merupakan zat aditif umum yang biasa digunakan untuk meningkatkan rasa makanan. Meskipun Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat mengungkap MSG aman, tapi banyak perdebatan terkait hal ini karena dianggap memiliki efek samping. Studi yang diterbitkan oleh American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan konsumsi MSG tinggi dapat dikaitkan dengan kenaikan berat badan, sakit kepala, mual, bahkan tekanan darah tinggi. Namun, beberapa penelitian yang disebut Healthshots tidak menemukan hubungan antara berat badan dengan konsumsi MSG dalam jumlah sedang. Penasaran dengan alasan lain terkait efek buruk makan mie instan? simak penjelasannya pada halaman berikut3. Tinggi natriumSalah satu efek samping yang mengkhawatirkan dari mie instan yaitu kandungan natrium tinggi. Di dalam sebungkus atau seporsi mie instan, mengandung lebih dari setengah asupan natrium harian yang direkomendasikan. Menurut Journal of College Cardiology, asupan natrium berlebihan dikaitkan dengan kerusakan organ dan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Mulai dari hipertensi, penyakit jantung, dan stroke. Ahli gizi Saloni Arora mengungkap, mie instan yang sering dikonsumsi oleh mereka dengan masalah jantung atau rentan terhadap tekanan darah tinggi, dapat memperburuk kondisinya dan menyebabkan masalah kardiovaskular. 4. Terbuat dari tepung putih
Mie instan terutama yang terbuat dari tepung putih yang diproses tergolong rendah serat dan nutrisi penting dibandingkan tepung yang dibuat dari biji-bijian. Menurut ahli gizi Arora, tepung yang dikonsumsi dalam jumlah besar dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Kondisi ini sangat merugikan penderita diabetes atau resistensi insulin. 5. Potensi risiko kesehatan
Di luar masalah nutrisi langsung, konsumsi mie instan secara teratur dapat menimbulkan potensi risiko kesehatan jangka panjang. Sebuah studi yang diterbitkan oleh Nutrition Research and Practice mengungkap mereka yang sering konsumsi mie instan mungkin terkait dengan simbol metabolik. Sebuah kondisi yang meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, kelebihan lemak di tubuh, dan kadar kolesterol abnormal. Studi lain yang diterbitkan oleh Journal of Korean Medical Science juga menemukan, konsumsi mie instan secara teratur dikaitkan dengan rendahnya kadar vitamin D dalam tubuh. Kadar vitamin D yang rendah juga dikaitkan dengan pola makan buruk. (aqr/adr) |
![]() |
||
Source : unsplash.com / Brooke Lark
Sering Banjir Keringat? Bisa Jadi Karena Konsumsi 5 Makanan Ini Jakarta – Keringat adalah respon alami tubuh, tapi beberapa orang kerap mengalami banjir keringat. Hal ini rupanya bisa dipengaruhi konsumsi makanan dan minuman tertentu. Ini daftarnya! Saat cuaca panas atau beraktivitas berat, seseorang kerap mengeluarkan keringat. Cairan yang keluar dari tubuh ini terdiri dari air dan garam yang didorong oleh kelenjar keringat menuju lapisan kulit terluar. Keluarnya keringat dari tubuh bukan tanpa alasan, melainkan proses alami untuk mendinginkan suhu tubuh yang terlalu panas. Keringat juga bisa dipicu oleh konsumsi makanan dan minuman.
Mengutip HuffPost (3/6/2024), ahli gizi Yasi Ansari menjelaskan berkeringat usai makan atau minum bisa berbeda-beda antar orang. Ada yang keringatnya keluar di sekitar wajah, leher, atau dahi. Kaitan antara keringat dengan makanan
Lantas mengapa konsumsi makanan dapat memicu keringat? Menurut International Hyperhidrosis Society, tubuh punya 2 juta hingga 4 juta kelenjar keringat di seluruh tubuh. Mayoritas adalah kelenjar ekrin. Dokter kulit, Dr. Dee Anna Galser menjelaskan, “Kelenjar keringat eksrin menghasilkan air dalam keringat saat tubuh kita panas. Saat Anda makan atau minum sesuatu yang meningkatkan suhu tubuh atau menyebabkan tubuh bekerja lebih keras, hal ini dapat merangsang kelenjar keringat ekrin dan membuat Anda mengeluarkan lebih banyak keringat.” Makanan pemicu keringatJika kamu merasa produksi keringat terlalu banyak dan mengganggu, maka coba hindari makanan pemicu keringat berikut ini: 1. Makanan pedasMakanan pedas mengandung capsaicin yang memberikan sensasi tendangan di lidah. Ahli gizi Amy Kimberlain menjelaskan, “Capsaicin mengikat reseptor saraf, yang mengirimkan sinyal ke otak kita, dan ini diterjemahkan sebagai panas,” katanya. Akhirnya tubuh coba mendinginkan sendiri dengan mengeluarkan keringat. Untuk jumlah keringatnya bisa berbeda antar orang, bergantung pada toleransi pedas orang tersebut. “Setiap orang harus paham bawah tubuh mereka unik dan mungkin memiliki reaksi berbeda terhadap tingkat kepedasan,” kata Kimberlain. 2. Makanan dan minuman yang terlalu panasBanjir keringat juga bisa terjadi saat kamu makan dan minum sesuatu yang terlalu panas. Misalnya menyeruput secangkir kopi panas atau semangkuk sup yang bikin naik suhu internal tubuh. Ketika suhu tubuh naik, kelenjar ekrin mengeluarkan keringat yang membantu tubuh mendinginkan suhunya kembali. Jadi hindari konsumsi makanan dan minuman apapun yang terlalu panas. 3. KafeinMakanan dan minuman mengandung kafein seperti kopi, teh hitam, dan minuman energi bersifat merangsang sistem saraf pusat. Menurut WebMD, pada akhirnya kondisi ini mengaktivasi kelenjar keringat. Kimberlain bilang, “Jika minum secangkir kopi panas, suhu panasnya berkontribusi pada produksi keringat dan ditambah lagi dengan kandungan kafeinnya.” Makanan pemicu keringat dan cara mengatasinya ada di halaman selanjutnya.4. DagingAnsari menyoroti ada istilah “Meat Sweats” yang secara harfiah berarti “Keringat Daging”. Kondisi ini terjadi saat tubuh mencerna daging protein tinggi. Tubuh butuh lebih banyak waktu dan energi untuk mencerna daging hingga akhirnya meningkatkan produksi keringat. Meski begitu, belum ada penelitian lebih lanjut atau konfirmasi ilmiah yang menegaskan mengapa konsumsi daging berprotein tinggi dapat memicu produksi keringat berlebih. 5. AlkoholSelain kopi, minum alkohol juga dapat membuat seseorang banjir keringat. Sebab alkohol meningkatkan detak jantung dan membuat pembuluh darah di kulit melebar. Ansari menjelaskan kondisi tersebut dapat menyebabkan kulit memerah dan meningkatkan suhu tubuh yang dapat memicu produksi keringat. “Ketika seseorang terus minum alkohol dan tidak makan, hal ini juga dapat menyebabkan kadar gula darah rendah sehingga membuat gugup, gemetar, dan berkeringat,” tambahnya. Cara mengurangi keringat
Selain menghindari konsumsi makanan dan minuman pemicu keringat, kamu juga disarankan menjalani pola makan bergizi seimbang agar produksi keringat tidak berlebih. Cara lainnya dengan memastikan tubuh terhidrasi sepanjang hari. Dengan begitu suhu tubuh akan terus normal dan tubuh tidak merasa perlu mendinginkannya sendiri dengan mengeluarkan keringat. Hidrasi bisa didapat dengan minum air putih dan mengonsumsi buah dan sayur yang kaya air. Pilihannya ada semangka, mentimun, sampai selada. (adr/odi) |
![]() |
| Source : unsplash.com / Jannis Brandt |

































