Author: perbaiki

  • Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah


    Jakarta

    Penggemar iga bakar wajib mampir ke ‘food truck’ satu ini. Tempat makan ini menawarkan iga bakar Australia berukuran besar dengan harga terjangkau.

    Akhir-akhir ini menu iga bakar menjadi sensasi kuliner terbaru di media sosial. Bermunculannya tempat makan iga modern sampai yang tradisional membuat makanan satu ini tengah dicari para foodies.

    Di kawasan Kelapa Gading, muncul food truck yang menjual iga bakar sapi yang 100% menggunakan iga sapi dari Australia. Nama tempat makannya Atu Dua Iga.


    Menu yang ditawarkan di sini tak neko-neko, hanya ada iga bakar dengan menu pelengkap seperti kentang goreng, nasi sampai corn ribs. Harganya masih terbilang terjangkau untuk menu iga sapi.

    Berikut beberapa menu yang laris manis di Atu Dua Iga.

    Detail Informasi Atu Dua Iga Sapi Semuanya
    Nama Tempat Makan Atu Dua Iga Sapi Semuanya
    Alamat JL. Raya Kelapa Hybrida No. 17 Blok RB 1.
    Kelapa Gading, Jakarta Utara.
    Instagram @atuduaigasapi
    Jam Operasional Jam Buka: 12.00 – 23.00
    Estimasi Harga Rp 65.000 – Rp 100.000
    Tipe Kuliner Iga Bakar.
    Fasilitas
    • Cashless
    • Parking Area
    • Outdoor

    1. Iga Bakar Konsep Food Truck

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Meski baru dibuka pada bulan Januari lalu, tempat makan Atu Dua Iga yang berlokasi di Jalan Kelapa Hibrida Raya, Jakarta Utara berkembang dengan pesat. Awalnya tempat makan ini mengusung konsep street food atau makanan kaki lima, lengkap dengan food truck atau mobil makanan sebagai dapur mereka.

    Menu utama di Atu Dua Iga tentunya ada iga bakar yang disajikan dengan saus olesan pilihan. Kalau suka rasa iga bakar yang gurih manis dan sedikit asam, Atu Dua Iga punya bumbu Barbeque yang medok.

    Sementara untuk cita rasa lokal, ada olesan bumbu rendang yang tak kalah berempah dan cocok dipadukan dengan empuknya iga bakar yang berasal dari Australia. Oh ya, harga makanan di sini tetap terjangkau. Kisaran harganya dari Rp 79.000 sudah dapat paket dua potong iga bakar dengan menu pelengkap.

    2. Iga Bakar dengan Bumbu Pilihan

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Tempat makan yang cukup viral di media sosial ini dalam hitungan bulan sudah pindah ke ruko di alamat yang sama, lalu membuka cabang terbaru mereka di Sunter. Rupanya alasan mengapa orang-orang kembali lagi untuk makan di Atu Dua Iga, terletak pada kualitas iga sapi yang tak main-main.

    Potongan iga sapinya cukup besar dan bagian dagingya pun tak alot. Karena sebelum dibakar, iga sapi lebih dulu direbus sampai teksturnya empuk dan matang.

    Baru setelah itu iga dibakar di atas arang lalu diolesi bumbu BBQ atau bumbu rendang hingga medok selama 10-15 menit, sampai bumbu benar-benar menyerap ke daging. Aroma semerbak daging panggang langsung tercium saat makanan disajikan.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Tak ketinggalan ada Corn Ribs, yaitu camilan jagung manis yang dipotong secara vertikal dan digorneg sampai garing. Menu pelengkap ini jarang ditemukan di tempat makan iga lainnya di Jakarta, yang kebanyakan hanya menyediakan nasi atau kentang.

    3. Iga Paket Regular

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Kalau mau makan iga bakar yang puas dan mengenyangkan, bisa pilih menu ‘Paket Regular (Rp 99.000). Paket ini terdiri dari tiga iga bakar impor Austalia, kemudian disajikan dengan pilihan kentang goreng atau nasi putih. Serta tambahan Corn Ribs dengan saus BBQ atau rendang.

    Walau pembelinya banyak tapi makanan disajikan cukup cepat. Satu potong daging iga beratnya sekitar 150 gram, jadi di menu ini ada 750 gram daging iga sapi yang bisa dilahap. Jika memilih saus BBQ, olesan sausnya ini menyerap sempurna ke daging iga.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain itu tekstur dagingnya sangat empuk dan lembut sampai mudah terlepas dari tulang. Tak perlu tenaga untuk mengunyahnya. Rasa saus BBQ-nya lebih gaya saus BBQ Amerika yang sedikit asam segar. Justru rasa asam segar ini yang justru menyempurnakan gurihnya daging iga bakar.

    4. Iga Paket Small

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain paket regular, ada Paket Small Rendang (Rp 79.000). Perbedaannya ada pada porsi iga, di paket ini hanya mendapatkan dua potong iga dengan total berat 300 gram. Bisa pilih mau dimakan pakai nasi atau kentang goreng.

    Walau sekilas tampilan iga bakar ini mirip dengan menu yang pertama, tapi jika diperhatikan lebih dalam olesan saus rendang menambah tekstur dari permukaan kulit iga sapi yang lumayan garing tapi tetap lembut.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Rasa olesan saus rendangnya juga tak asal, mirip seperti makan rendang khas Minang. Ada sensasi rempah gurih dari bumbu rendang dan sedikit pedas di ujung suapan. Menu ini cocok untuk penggemar pedas, karena di Atu Dua Iga tidak menyediakan sambal, hanya ada tambahan saus (Rp 5.000).

    Jangan lupa makan iganya dengan Corn Ribs yang bikin nagih. Tekstur garing dan renyah di luar, tapi rasa manis jagungnya bikin tak bisa berhenti ngunyah. Porsinya pun tak pelit.

    Atu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs RenyahAtu Dua Iga : Empuk Juicy! Iga Bakar Australia Bareng Corn Ribs Renyah Foto: detikFood

    Selain menu di atas, Atu Dua Iga menawarkan paket iga bakar a la carte. Dari harga Rp 65.000 saja untuk dua iga bakar ukuran 300 gram. Semua makanan dan minuman di sini halal dan pembayaran bisa menggunakan non-tunai.

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Uniknya Bomboloni Pisang dengan Isian Cokelat yang Lumer


    Jakarta

    Jajanan pisang gak melulu pisang goreng. Ada juga bomboloni pisang yang terinspirasi dari donat Italia. Seperti apa rasanya?

    Manis dan kaya nutrisi, buah pisang dapat diolah menjadi berbagai jajanan. Bahkan variasinya kian bertambah seiring bergantinya tren kuliner.

    Seperti yang ditawarkan oleh Pisang Cuy. Gerai yang berlokasi di Pasar 8 Alam Sutera, Tangerang Selatan ini menawarkan jajanan bomboloni pisang yang terbilang unik.


    Samuel selaku owner Pisang Cuy mengatakan bahwa jajanan ini memang terinspirasi dari donat khas Italia. Buah pisang utuh dihaluskan dan dibentuk bulat-bulat.

    1. Jenis pisang yang digunakan

    Pisang CuyPisang Cuy berlokasi di Pasar 8 Alam Sutera Foto: detikcom/Riska Fitria

    “Sebenarnya camilan pisang yang inspirasinya dari bomboloni donat Italia. Isinya tuh pisang utuh yang dibentuk bulat. Ada ukuran yang kecil dan besar,” tutur Samuel kepada detikFood (19/06/27).

    Setelah dibulat-bulatkan, adonan pisang dilapisi dengan tepung panir, baru kemudian digoreng hingga garing. Ada dua jenis pisang yang digunakan untuk membuat jajanan ini.

    “Kita pakai jenis pisang raja dan uli, jadi campuran. Kita pilih itu karena punya profil rasa manis dan harum. Kita juga ambil yang sudah matang sempurna,” tuturnya.

    Menurutnya, dengan menggunakan buah pisang yang matang akan memaksimalkan rasa manis dan harumnya. Bomboloni pisang ini dibuat secara homemade.

    2. Menu yang ditawarkan

    Pisang CuyPisang Cuy menawarkan banyak menu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Meski digoreng, tetapi bomboloni pisang ini terasa seperti tak ada minyak ketika dimakan. Manisnya pas dan sedikit sepat khas pisang sehingga gak bikin enek.

    Daging buah pisangnya juga terasa. Penambahan tepung panirnya membuat teksturnya menjadi garing dan renyah. Ada tiga pilihan dengan berbagai topping dan filling.

    Pertama, ada Bomboloni with Topping yang tersedia dalam varian. Salah satu yang menjadi favorit adalah varian matcha.

    Topping matcha yang disajikan merupakan berbentuk saus kental yang cenderung manis. Kemudian, ada pilihan Bomboloni with Filling dengan tiga varian rasa.

    Pisang CuyPisang Cuy menawarkan bomboloni pisang yang manis dan renyah. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Mulai dari cokelat, tiramisu, dan keju. Kami memilih dua varian yang jadi favorit, yakni cokelat dan tiramisu. Cokelatnya lumer dan meleleh.

    Begitupun dengan tiramisunya yang awalnya disajikan dalam bentuk kotak, kemudian meleleh sehingga menyatu ketika memakan bomboloni pisangnya.

    Menu lain dari Pisang Cuy ada di halaman selanjutnya.

    Terakhir, ada pilihan Big Bates yang merupakan pisang utuh tidak dibentuk bulat. Kemudian disajikan dengan tepung panir dan dilengkapi dengan topping.

    Ketiga pilihan tersebut tersedia dalam berbagai ukuran. Ada ukuran, personal (Rp 20.000), ukuran sharing pack (Rp 35.000), dan Family Pack (Rp 55.000).

    3. Baru buka 3 bulan

    Pisang CuyPisang Cuy juga ada yang big bites. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Untuk saat ini, Pisang Cuy hanya berlokasi di Pasar 8 Alam Sutera saja. Mengingat gerai ini masih terbilang baru. “Kami buka Maret tahun ini, jadi masih baru banget,” tutur Samuel.

    Lebih lanjut, Samuel juga mengatakan bahwa untuk saat ini usahanya ini cukup aktif bergabung dalam bazar-bazar kuliner.

    Dalam waktu dekat, Pisang Cuy akan buka di bazar yang diadakan di Living World dan Aloha Pantai Indah Kapuk (PIK).

    Pisang Cuy ini buka setiap hari mulai dari jam 17.00-20.30 dan dapat dipesan via ojek online.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Renyah dan Manis Pisang Goreng Waras yang Selalu Diantre


    Jakarta

    Renyah dan manis, pisang goreng ini tengah viral dicari banyak orang. Saking jadi favoritnya, setiap gerai pisang goreng ini selalu kehabisan stok.

    Beberapa waktu lalu pisang goreng khas Indonesia dinobatkan sebagai camilan terenak di dunia versi Taste Atlas. Dari hasil polling situs tersebut pisang goreng menempati urutan ke-2.

    Ini bukan hal yang mengherankan, mengingat Indonesia memiliki berbagai jenis pisang goreng di setiap daerahnya. Salah satu yang jadi favorit adalah pisang goreng madu.


    Merek pisang goreng madu pun mulai dikenal banyak orang. Namun, yang tengah viral dan jadi buruan banyak orang ada pisang goreng madu dari Waras atau Warung Tradisional.

    Pisang goreng warasPisang goreng waras Foto: detikcom/Riska Fitria

    Pisang goreng madu pada umumnya berbentuk bundar dan tebal. Dibuat dari adonan tepung dan potongan pisang yang dibentuk dengan cetakan bundar.

    Ini berbeda dengan pisang goreng madu Waras. Bentuknya irisan kecil sekitar 5 cm lalu dicelup adonan tepung beras dan terigu.

    Digoreng hingga adonan ‘keriting’ dan kering. Ukurannya sekali suap membuat pisang goreng ini semakin gampang dinikmati.

    1. Usaha saat Pandemi

    Pisang goreng warasWarastuti, owner Warung Tradisional atau Waras. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Warastuti, selaku owner dari Warung Tradisional mengatakan bahwa usaha pisang gorengnya ini berdiri pada masa pandemi. Tepatnya pada bulan Mei 2020.

    “Saat itu niatnya hanya untuk bertahan hidup selam pandemi dan juga untuk membantu sesama dengan menciptakan lapangan pekerjaan dan menyediakan sembako untuk karyawan dan keluarga terdekat,” tutur Waras saat ditemui detikFood di Warungnya yang berlokasi di Pasar 8 Alam Sutera.

    Saat itu, Waras dan sang suami bekerja sama menjalankan usaha pisang goreng dengan penuh keterbatasan ruang dan gerak. Pasalnya, masa itu sedang terapkan PPKM.

    2. Bukan hanya pisang goreng

    Pisang goreng warasWarung Tradisional tidak hanya menjual pisang goreng. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Lebih lanjut, Warastuti mengatakan bahwa sebenarnya usahanya ini tidak hanya menawarkan pisang goreng saja, melainkan berbagai kudapan lainnya.

    Mulai dari risol ragout, kue soes, lupis, bitterballen, jenang, dan ketan. Namun secara kebetulan, menu pisang goreng yang paling laris dan disukai sejuta umat.

    Pisang goreng yang diolah menggunakan jenis pisang ‘rahasia’ ini teksturnya renyah, rasanya manis, dan ada sentuhan pahit dari proses gula yang terkaramelisasi.

    Pisang goreng Waras ada di halaman selanjutnya.

    3. Sehari habis 1,2 ton pisang

    Pisang goreng warasPisang goreng waras dalam sehari bisa habis 1,2 ton pisang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Saking viralnya, menu pisang gorengnya selalu cepat habis. Antrean pun membludak, sehingga membuat karyawan terpaksa mematikan tombol pesanan di aplikasi ojek online.

    Inilah alasan mengapa menu pisang goreng di aplikasi ojek online selalu habis. Saat detikFood mengunjungi gerainya (20/06/24), karyawan di sana tak henti-hentinya menggoreng pisang.

    Pelanggan pun tak henti-hentinya datang silih berganti. Warastuti mengatakan bahwa dalam sehari bisa menghabiskan 1.2 ton pisang atau setara 300 tandan di setiap gerainya.

    4. Dikemas menggunakan besek

    Pisang goreng warasPisang goreng waras dikemas menggunakmna besek seharga Rp 95.000. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Yang unik lagi, pisang goreng di sini dikemas menggunakan besek dari anyaman bambu. Pengemasan ini membuat penyajiannya menjadi lebih autentik.

    Pisang goreng besek ini dibanderol seharga Rp 95.000 dengan isian 40 buah pisang. Namun, kamu juga bisa pesan Family Package (Rp 75.000) dengan isian 30 pisang, medium (Rp 50.000) dengan isian 20 pisang.

    Selain di Alam Sutera, Warung Tradisional ini juga ada cabang di Kebayoran Baru, Tebet, Palmerah, dan dalam waktu dekat akan buka di Surabaya dan Bekasi.

    Warung pisang goreng ini buka setiap hari, mulai dari pukul 07.00-19.00.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • 6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral


    Jakarta

    Kini di Bekasi ada pusat kuliner kekinian yang disebut mirip street food di Bangkok. Ada banyak jajanan kekinian dan menarik yang bisa dicoba di sini.

    GW Food merupakan salah satu pusat kuliner modern di kawasan perumahan Grand Wisata, Bekasi, Jawa Barat. Walau baru dibuka dalam hitungan bulan tapi sudah ada lebih dari 80 gerai makanan dan jajanan yang bisa dicoba.

    Bahkan banyak pengunjung yang menyebut bahwa pusat kuliner ini mirip seperti area street food atau jajanan kaki lima di Bangkok, Thailand.


    Mulai dari jajan mochi kekinian, coba es krim dengan roti butter yang enak, lalu ada sandwich gaya Korea yang toppingnya berlimpah.

    Berikut 6 rekomendasi jajanan enak dan modern di GW Food Bekasi.

    1. Dessert Land

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Penggemar makanan manis wajib mampir ke gerai Dessert Land yang ada di GW Food Bekasi. Ada banyak pilihan mochi berbagai rasa dengan kisaran harga dari Rp 18.000 saja.

    Kemudian ada menu dessert lainnya seperti Mylecrepes dengan potongan yang besar seharga Rp 25.000. Oh ya, di Dessert Land ada menu mochi yang disajikan dengan es krim manis seharga Rp 20.000 saja lho. Hati-hati kalap kalau jajan dessert kekinian di sini.

    2. Inspire

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Penggemar roti atau pastry bisa cicip aneka menu kafe enak yang ada di gerai Inspire. Semua roti, es krim sampai kopi di Inspire dibuat secara homeade, Bahkan roti panggangnya pun dibuat seperti gaya Hong Kong, dan sang owner belajar langsung ke Hong Kong.

    Menu andalannya ada Ropang Caramel Toast, Original Toast dengan harga Rp 15.000 saja. Selain itu bisa tambah topping cokelat meses hingga green tea. Jangan lupa pesan juga Ice Cream Croissant harganya kisaran Rp 25.000 saja.

    3. Buchuppang

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Dari makanan manis dan es krim, bisa beralih coba jajanan gurih yang tak kalah enak di GW Food Bekasi. Salah satuya ada gerai Buchuppang, yaitu jajanan roti kantong isi daging ala Korea yang semuanya homemade.

    Dengan kisaran harga Rp 35.000 saja bisa cicip roti kantong dengan isian daging sapi, ayam atau cumi yang enak. Sang owner belajar langsung ke Korea untuk membuat jajanan ini. Pilihan saus dari roti kantong ini ada bulgogi, gochujang, blackpepper sampai BBQ.

    4. Bakso Goreng dan Tahu Gejrot

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Tak lengkap rasanya kulineran di GW Food Bekasi kalau tidak cicip jajanan hits yang satu ini. Namanya Bakso Goreng Kin Kin dan Tahu Gejrot QQ. Kedua gerobak ini berjualan berdampingan dan tak pernah sepi dari pembeli.

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Untuk Bakso Goreng Kin Kin harganya hanya Rp 12.000 per bakso dengan ukuran yang besar. Bakso goreng halal terbuat dari ayam dan udang. Sementara untuk Tahu Gejrot QQ, tahunya diisi dengan aci dengan level kepedasan cabe rawit yang bisa dipilih sendiri. Kisaran harga tahu gejrot ini dari Rp 22.000 saja.

    5. Gohyong Madamm

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Sedang viral jadi jajanan sekaligus makanan yang diburu belakangan ini, hidangan gohyong bisa ditemukan di GW Food Bekasi. Bedanya kalau di sini tak perlu lama antre untuk bisa makan gohyong yang enak.

    Di gerai Gohyong Madamm seporsi gohyong dengan campuran daging ayam dan bakso harganya Rp 40.000 saja. Potongan gohyongnya besar dan pastinya kuahnya pun enak, cocok untuk jadi camilan atau teman makan nasi putih.

    6. Teh Kotjok

    6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral6 Jajanan Kekinian Bangkok di GW Food Bekasi yang Lagi Viral Foto: detikFood

    Puas jajan makanan manis, gurih sampai yang mengenyangkan waktunya berburu minuman dingin segar. Gerai minuman di GW Food Bekasi cukup banyak, salah satunya ada gerai Teh Kotjok yang memiliki cabang di mana-mana.

    Ciri khas minuman di Teh Kotjok terletak pada penggunaan cendol yang bentuknya tipis mirip seperti jelly kenyal. Selain itu racikan teh yang dikocok juga legit dan tak terlalu manis. Segelas teh kotjok ukuran besar harganya Rp 18.000 saja.

    Oh ya rata-rata semua gerai makanan dan minuman di GW Food Bekasi sudah memiliki logo halal. Selain itu pembayaran yang diutamakan adalah cashless atau non tunai. Tentunya acara jajan-jajan jadi lebih nyaman dan praktis.

    GW Food
    JL. Jl. Festive Garden No.60, Lambangsari. Grand Wisata Bekasi.
    Buka: 11.00 – 23.00
    No telepon: 0811-1111-8085

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989


    Jakarta

    Di tengah banyaknya kafe dan restoran modern di Tebet, masih ada warung pempek tersembunyi yang legendaris. Sudah ada sejak tahun 1989.

    Blusukan cari kuliner enak di Tebet bisa dibilang susah-susah gampang. Karena di wilayah Tebet sendiri tak terhitung berapa banyak tempat makan, kafe sampai restoran modern yang terus bermunculan.

    Di antara kuliner modern dan viral di Tebet, masih ada tempat makan yang bisa dibilang ‘hidden gem’ atau tersembunyi. Salah satunya warung sederhana Pempek Palembang Enak milik Bu Emi. Warung pempek ini sudah berdiri sejak tahun 1989 di Jalan Tebet Timur Dalam III.


    Selama lebih dari 35 tahun berjualan, Ibu Emi masih mempertahankan resep hingga cita rasa pempek autentik Palembang yang digemari banyak orang. Berikut penelusurannya.

    1. Warung Pempek Legendaris di Tebet

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Ibu Emi jualan pempek di Tebet dari 1989 Foto: detikFood

    Kalau membicarakan kuliner legendaris di kawasan Tebet, orang-orang biasanya lebih mengingat warung mie ayam atau bakso yang banyak ditemukan di sana. Ternyata selain bakso dan mie ayam legendaris, Tebet punya warung pempek sederhana yang ada sejak 1989.

    Warung Pempek Palembang Enak ini diapit oleh restoran dan kafe modern di Jalan Tebet Timur Dalam III. Sang pemilik Ibu Emi, merantau ke Jakarta pada tahun 1980-an dari Palembang dan akhirnya memutuskan untuk jualan pempek sendiri di Tebet.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Saya asli orang Palembang, dulu merantau ke Jakarta kerja dulu cari pengalaman. Habis itu saya buka warung pempek ini tahun 1989. Saya dari kecil memang sudah terbiasa buat pempek, diajarin oleh ibu saya, jadi pas besar pun langsung jualan pempek pakai resep keluarga,” ungkap Ibu Emi ke detikFood (05/07).

    2. Menu Pempek Autentik Palembang

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Ibu Emi dibantu dengan dua anaknya membuat enam jenis pempek dari jam empat pagi. Yaitu pempek jenis Kapal Selam, Lenjer Besar, Telor Kecil, Lenjer Kecil, Adaan, Tahu, Kulit, Pistel hingga Pempek Belah.

    “Kalau di sini memang ada beberapa pempek yang jarang ditemukan di penjual pempek di Jakarta. Misalnya seperti pempek tahu, pempek pistel yang isinya pepaya lalu ada pempek belah isinya sambal,” sambung Ibu Emi.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Untuk adonan pempeknya, Ibu Emi selalu memakan perbandingan 1:1 antara ikan tenggiri dan adonan terigu, jadi dari segi rasa semua pempeknya ini tetap terasa ikannya.

    “Pempek buatan saya ini dibuat fresh setiap harinya, tidak pakai pengawet, pemutih atau bahan-bahan lainnya. Kalau disimpan di freezer bisa tahan lebih dari sebulan, banyak pelanggan yang datang buat stok makan di rumah,” pungkas Ibu Emi.

    3. Direkomendasikan Pemkot Jakarta Selatan

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Semua menu pempek buatan Ibu Emi memang tak perlu diragukan lagi. Bahkan warung pempeknya sempat direkomendasikan oleh Pemerintah Kota Jakarta Selatan di Instagram mereka sebagai salah satu kuliner di Jakarta Selatan yang harus dicoba.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Yang paling unik dari pempek di sini tentunya menu Pempek Stick Crispy (Rp 20.000). Ibu Emi berkreasi dengan membuat adonan pempek lenjer yang diiris tipis hingga menyerupai potongan kentang, lalu digoreng sampai garing. Teksturnya mirip seperti kentang goreng yang renyah, bedanya rasanya tetap seperti pempek yang enak.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Begitu juga dengan menu pempek kecilnya seperti Adaan, Kulit hingga Pistel. Tekstur bagian dalam pempek masih empuk dan tidak keras, rasa ikan tenggirinya tak amis sama sekali, lengkap dengan cuko khas Palembang yang dominan rasa pedas dan asam serta sedikit kental.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Kisaran harga pempek kecil di warung ini hanya Rp 7.000 saja dengan ukuran yang cukup besar. Sementar untuk menu pempek besar harganya Rp 20.000 per biji dan bisa disajikan dengan mie kuning, irisan timun serta ebi.

    4. Pempek Enak Bikin Nostalgia

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Karena saya berasal dari Palembang, jadi di warung ini saya tak hanya menjual pempek saja. Tapi saya jual makanan rumahan khas Palembang lainnya misalnya Tekwan, Model, Lenggang dan Rujak Mie Tahu itu harganya Rp 20.000 saja per porsi. Ada juga Es Kacang Merah harga Rp 15.000, itu kacangnya saya presto dulu sampai empuk,” lanjut Ibu Emi.

    Seperti menu Lenggang dan Model, keduanya memiliki ciri khas tersendiri. Untuk lenggang, irisan pempek dan telurnya jadi ciri khas. Sementara untuk Mode, pempek tahu diberi kuah kaldu dengan irisan jamur dan sayur.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    “Sebenarnya ada laksa Palembang tapi orang Jakrta lebih suka sama kuah yang bening seperti Tekwan dan Model,” pungkas Ibu Emi.

    Pelanggan Ibu Emi datang dari berbagai tempat, salah satunya ada Ibu Tut Wuri Handayani yang akrab disapa Ibu Tutut. Dia dan teman-temannya memang baru jadi pelanggan selama tiga tahun, tapi jika sedang berada di Tebet, ia tak pernah absen makan pempek ini.

    “Yang saya suka dari pempek buatan Ibu Emi ini, rasanya tuh cocok di lidah saya. Semuanya pas, harganya juga masih terjangkau dan pilihan pempeknya banyak. Jadi saya meski rumahnya di Pasar Rebo, tapi bela-belain makan di sini kalau sedang ke wilayah Tebet,” pungkas Ibu Tutut.

    Pempek 'Hidden Gem' Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989Pempek ‘Hidden Gem’ Legendaris di Tebet Ini Sudah Ada Sejak 1989 Foto: detikFood

    Setiap harinya Warung Pempek Palembang Enak buka dari jam 08.00 – 17.00. Mulai dari tanggal 20 Juli 2024 nanti, Ibu Emi akan pindah tempat berjualan ke ART Dining yang ada di Tebet Timur Dalam No. 4. Dengan tempat makan yang lebih luas dan modern. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis


    Jakarta

    Berlokasi di kawasan Tebet yang ramai, kedai mie legendaris ini tampil sederhana. Sejak dibuka tahun 1981 terkenal sebagai langganan para artis.

    Selain makan pempek legendaris, Tebet punya banyak tempat makan lainnya yang sudah terkenal sejak dulu. Salah satunya ada Mie Ayam Senjaya yang berlokasi di Jalan Tebet Timur Dalam II, Jakarta Selatan. Lokasi kedai ini persis di pinggir jalan raya jadi mudah untuk mencarinya.

    Selain itu tempat makan yang sudah ada sejak 1981 ini terkenal dengan racikan mie ayamnya yang enak, sampai porsi makanan jumbo dengan harga terjangkau yang punya kisah unik di baliknya.


    Berikut beberapa menu andalan di Senjaya sekaligus ciri khasnya.

    1. Kedai Mie Ayam Legendaris di Tebet

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Layaknya tempat makan mie ayam lainnya, Mie Ayam Senjaya tampak sederhana dengan bagian depan diisi dengan gerobak mie yang menarik perhatian. Area tempat makannya memang tidak luas tapi pembeli selalu datang silih berganti.

    “Mie Ayam Senjaya ini saya dirikan dari usia saya masih 26 tahun, tepatnya kedai ini berdiri tahun 1981 dan dari awal sudah di sini posisinya,” jelas Senjaya atau akrab dipanggil Koh Senjaya ke detikFood (07/07).

    Sejak kecil keluarganya memang sudah mahir membuat mie dan aneka masakan lainnya. Sampai saat itu salah satu saudara Koh Senjaya, mendirikan tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang berlokasi di Tebet Barat. Tempat makan ini terkenal juga dengan racikan mienya yang sudah ada sejak 1964.

    2. Belajar Buat Mie dari Kecil

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    “Karena saudara saya buka Mie Ayam Gaya Baru, saya ikut bantu-bantu di sana. Dari awalnya cuci piring, bersih-bersih, lalu mulai belajar cara buat mie, cara racik mie di sana. Setelah 14 tahun saya bekerja di sana, akhirnya saya memutuskan untuk buka usaha sendiri dan bertahan sampai sekarang,” ungkap Koh Senjaya yang pertama kali belajar buat mie di usia 10 tahun.

    Koh Senjaya menuturkan bahwa dia sangat mencintai pekerjaannya, selama puluhan tahun berjualan mie, tak pernah sekalipun dia merasa bosan menjalankan usahanya.

    “Saya sekarang dibantu oleh lima orang pegawai di sini. Yang lain tugasnya itu masak makanan di dapur, kalau saya fokus buat pesanan mie ayam di depan. Semua mie kita buat fresh setiap hari tanpa bahan pengawet dan bisa habis 15 kg mie setiap harinya,” sambung Koh Senjaya.

    3. Makanan dengan Porsi Melimpah

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Berkiblat ke masakan Chinese Food, Mie Ayam Senjaya tak hanya menawarkan varian mie ayam saja. Tapi ada banyak hidangan ala Chinese Food yang disajikan dengan porsi melimpah. Salah satu yang paling terkenal ada Mie Goreng Seafood (Rp 55.000) dan Kwetiau Ayam Goreng (Rp 45.000).

    “Ciri khas makanan yang terkenal di Mie Senjaya memang terletak pada porsinya yang jumbo dan melimpah. Kalau menu makanannya dibungkus atau dibawa pulang, pasti porsinya lebih banyak dibandingkan porsi yang makan di tempat tapi harganya tetap sama,” ungkap Koh Senjaya.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Alasannya ternyata menurut Koh Senjaya, makanan yang dibawa pulang biasanya dimakan bersama keluarga sehingga ia memberikan porsi yang melimpah dan bisa disantap 2-4 orang. Tapi kalau makanan tersebut di makan di tempat, rata-rata pengunjung tak mampu menghabiskannya.

    “Meski porsinya lebih banyak yang dibawa pulang, tapi porsi makanan kalau makan di sini juga banyak. Bisa untuk 1-2 orang. Tak hanya mie goreng atau kwetiaunya saja, tapi semua makanan di sini kalau dibawa pulang memang lebih banyak porsinya,” pungkas Koh Senjaya yang kini sudah berusia hampir 70 tahun.

    4. Mie Ayam Enak Langganan Artis

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Ada banyak artis ternama yang sudah jadi pelanggan Mie Senjaya sejak dulu. Mulai dari Uya Kuya, Cing Abdel, Budi Doremi, Cak Lontong sampai food vlogger ternama Farida Nurhan.

    “Banyak memang pelanggan dari kalangan artis yang makan di sini. Mereka paling suka sama mie ayamnya. Bahkan Cing Abdel pas makan di sini sampai nambah mie ayam dua porsi,” kenang Koh Senjaya.

    5. Rasa Mie Ayam Legendaris

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Rasa dari racikan Mie Ayam Bakso Jamur (Rp 32.000) di Mie Senjaya memang sangat enak. Mie direbus kurang dari tiga menit hingga teksturnya kenyal dan tidak lembek, selain itu Koh Senjaya meraciknya dengan minyak ayam yang diolahnya, lalu tambahan kecap asin, merica, lada dan sedikit penyedap rasa.

    “Bumbu mienya cuma itu saja, tapi memang istimewanya itu di minyak ayam yang digunakan. Karena pakai resep sendiri jadi beda sama mie ayam lainnya,” pungkas Koh Senjaya.

    Rasa mie ayamnya dominan gurih asin seperti mie ayam gaya Chinese yang tidak menggunakan kecap sama sekali. Kuahnya juga ringan dan tak terlalu gurih sehingga pas dimakan dengan mie yang rasa gurihnya cukup kuat.

    Kedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan ArtisKedai Mie Berusia 43 Tahun di Tebet Ini Jadi Langganan Artis Foto: detikFood

    Begitu juga dengan rasa makanan lainnya seperti mie goreng dan kwetiaw goreng yang dimasak dengan wok dan api besar, menciptakan rasa umami dan smokey harum dari makanan tersebut.

    Bagi yang penasaran ingin mencoba mie ayam legendaris ini, setiap harinya Koh Senjaya berjualan dari jam 11.00 – 21.00. Setiap hari Selasa libur dan pembayaran sudah bisa non-tunai. Yuk mampir!

    (sob/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan Ibu


    Depok

    Di Depok, kamu bisa menikmati aneka masakan rumahan khas Jawa Timur buatan ibu berusia 70 tahun. Menu rujak cingur, tahu tek, hingga rawon tersaji nikmat karena dibuat dengan penuh cinta.

    Label ‘hidden gem’ kerap disematkan untuk tempat makan yang lokasinya tersembunyi atau belum banyak diketahui orang. Label ini agaknya cocok disematkan untuk Kuluk Kuluk Rumahan.

    Lokasi tempat makan ini ‘ngumpet’ di area perumahan di Depok Timur dan belum banyak diketahui orang, padahal konsepnya istimewa. Lokasi tepatnya di Jalan Citarum Raya Nomor 37.


    Bagian depannya seperti rumah klasik berwarna putih dengan penanda boks biru bertuliskan Kuluk Kuluk Rumahan. Suasananya juga klasik, tercermin dari adanya VW Combi warna biru putih di garasi rumah.

    Begitu masuk, detikfood serasa bertamu ke rumah saudara atau kerabat karena langsung mengarah ke ruang tamu. Lalu di sisi kiri pintu masuk, ada area bersantap outdoor di halaman rumah.

    Detail Informasi Kuluk Kuluk Rumahan
    Nama Tempat Makan Kuluk Kuluk Rumahan
    Alamat Jalan Citarum Raya Nomor 37, Depok Timur
    Instagram
    kulukkulukrumahan
    Jam Operasional Sabtu dan Minggu (Coffee time: 08.00-16.00, masakan rumahan: 11.00-13.00)
    Estimasi Harga mulai dari Rp 20 ribuan
    Tipe Kuliner masakan Jawa Timur dan kopi
    Fasilitas
    • makan di tempat serasa di rumah

    Cikal bakal Kuluk Kuluk Rumahan

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuKuluk Kuluk Rumahan berlokasi di area perumahan di Depok Timur. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Saat detikfood menyambangi Kuluk Kuluk Rumahan (17/2/2024), kami bertemu dengan Mas Ube yang merintis Kuluk Kuluk. Semua bermula dari kegemaran Mas Ube akan kopi.

    Pada 2019, ia dan temannya mendirikan kedai kopi bernama Kuluk Kuluk di Gudskul, Jagakarsa. “Background saya suka kopi dan saya seniman lukis. Saya kecemplung dari dulu sudah sama teman-teman yang suka kopi,” kata pria lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

    Nama ‘Kuluk Kuluk’ pun tercetus dari dia dan teman-teman. “‘Kuluk kuluk’ itu kode di tongkrongan. Kalau kita naik gunung bilang itu, kan nggak boleh pakai nama, jadi ada teman yang selalu bilang ‘kuluk kuluk’. Wah ini lucu nih, kode,” kata Mas Ube pada detikfood.

    Ia lantas mencari tahu arti nama ‘kuluk kuluk’. Ternyata juga merupakan istilah di beberapa daerah Kalimantan dan Sumatera. Ketika ada hujan besar, orang akan bilang ‘kuluk kuluk’ sebagai bentuk kesenangan karena hujan, sekaligus doa atau harapan agar hujan tidak terlalu deras.

    Arti lainnya adalah suara air mendidih yang menurut mas Ube sesuai dengan cara pembuatan kopi ala dirinya. “Wah pas banget nih, udah jadi nama kita aja karena kan kita bikin kopi (airnya) dimasak di kompor,” katanya.

    Dirintis pasangan ibu-anak

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuMas Ube (kiri) dan ibu Erni (kanan), pasangan ibu anak yang menjalankan Kuluk Kuluk Rumahan di Depok Timur. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Pada 2023, mas Ube mengembangkan usaha Kuluk Kuluk dengan mendirikan Kuluk Kuluk Rumahan di rumah sang ibu yang ada di Depok Timur.

    “Dari dulu memang mau buka di rumah sama ibu, akhirnya ya udah buka dengan menu makanan rumahan,” cerita mas Ube. Ia hanya membuka Kuluk Kuluk Rumahan pada Sabtu-Minggu ketika waktu makan siang untuk mencegah ibunya terlalu lelah.

    Sang ibu yang bernama ibu Erni baru saja memasuki usia 70 tahun. Meski begitu, ia masih semangat menyajikan makanan buatannya.

    Ia memilih menyajikan masakan Jawa Timur rumahan. “Ini semua makanan yang secara pribadi saya suka. Khas Jawa Timur. Target saya bikin makan makanan yang saya suka dan kue suka. Saya besar di Surabaya, dari umur 6 tahun,” kata ibu Erni.

    Ia menjaga betul kualitas bahan yang dipakai untuk masakannya. Mulai dari mendatangkan petis dari Surabaya hingga memakai bumbu keluak yang medok.

    Yang menarik, latar belakang ibu Erni adalah seorang peneliti nuklir. “Saya dulu kerja di Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN), (sekarang Badan Tenaga Nuklir Nasional). Sebagai peneliti nuklir lalu pensiun tahun 2014,” kata ibu Erni.

    Namun sejak dulu, ia sudah memiliki kecintaan yang besar akan dunia masak dan bikin kue. Ibu Erni bahkan pernah menjuarai lomba bikin kue tradisional skala nasional.

    Baca halaman selanjutnya untuk tahu menu andalan di Kuluk Kuluk Rumahan.

    Rujak cingur dan nasi rawon sedap

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuRujak cingur sedap buatan ibu Erni. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Menu buatan ibu Erni di Kuluk Kuluk Rumahan tak terlalu banyak. Kami tentu memesan menu-menu favoritnya. Pertama, Rujak Cingur (Rp 35 ribu) yang diracik fresh setelah ada pesanan.

    detikfood mengintip langsung dapur ibu Erni. Kami melihat betapa semangatnya beliau menyiapkan bahan demi bahan setiap hidangan.

    Untuk rujak cingur, ia mengulek sendiri bumbunya di cobek besar. Bahan bumbunya antara lain pisang batu, petis, kacang tanah, cabai, hingga gula Jawa.

    Ibu Erni punya petis andalan dari Surabaya yang merupakan buatan ponakannya. Petis tersebut diracik dari paduan petis berkualitas tinggi dan rendah. Menurut ibu Erni, petis yang enak memang yang dicampur.

    Rujak cingur lalu diberi isian tauge rebus, kangkung rebus, tahu kuning goreng, tempe goreng, nanas, bengkuang, dan irisan mentimun segar. Baru diberi topping cingur atau hidung sapi dan topping bawang goreng.

    Cita rasa bumbu rujak cingurnya sesuai selera kami. Aromanya tidak terlalu kuat dengan rasa gurih cenderung manis yang lembut di lidah. Kami juga meminta pedas sedang untuk hidangan ini, jadi ada semburat pedas yang tercecap.

    Komponen tiap rujak cingur pun terasa segar. Mulai dari irisan timun, rebusan tauge, dan kangkungnya. Lalu ada irisan cingur sapi yang empuk dan lembut, tanpa bau amis. Ibu Erni memasaknya lebih dulu di presto.

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuRawon dengan bumbu keluak medok. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Nasi Rawon (Rp 35 ribu) juga tak boleh dilewatkan saat ke Kuluk Kuluk Rumahan. Bumbu keluaknya medok dengan balutan kuah kental dan rasa gurih ‘nutty’ yang kuat.

    Isian daging rawonnya empuk dan lembut saat dikunyah. Ibu Erni menggunakan campuran sandung lamur dan sengkel. “Biasanya rawon juga pakai tetelan dan daging sisa, saya nggak mau,” katanya.

    Tahu campur dan aneka kue sayang dilewatkan

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuTahu campur yang gurih menyegarkan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Menu lain yang detikfood coba adalah Tahu Campur (Rp 30 ribu). Isiannya berupa lontong, mie kuning, tauge, tahu kuning, daun selada, kerupuk kanji, dan daging sandung lamur.

    Kuahnya berwarna kuning muda dengan tekstur encer yang enak diseruput. Rasa gurihnya pas dan cocok dicampurkan sambal petis racikan ibu Erni yang kental, gurih, dan manis.

    Yang bikin kami jatuh cinta, daging sapinya amat lembut dan tiap komponen dalam hidangan ini dijaga kesegarannya.

    Setelah puas mencicipi makanan utama, kami mencicipi suguhan kue di sini. Ada Kue Lumpur (Rp 5 ribu), Pastry Kacang (Rp 6 ribu), dan Karipap (Rp 7.500) yang dibuat menggunakan resep ibu Erni.

    Untuk kue lumpur dan pastry kacang, secara personal adalah favorit ibu Erni. Ia membuat kudapan yang memang cocok dinikmati bersama kopi atau teh.

    Pada kue lumpur, teksturnya lembut dan rasa manisnya tak terlalu kuat. Ada jejak rasa gurih kentang yang nikmat. Sedangkan pastry kacang terasa renyah bagian luarnya dengan isian kacang tanah yang sudah dihaluskan, tapi masih tercecap potongannya.

    Kopi Yipok Ucu dengan madu bunga liar

    Kuluk Kuluk Rumahan: Hidden Gem Depok! Rujak Cingur hingga Rawon Enak Buatan IbuKopi Yipok Ucu dan aneka kue di Kuluk Kuluk Rumahan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Ingin mencicipi kopi racikan mas Ube, detikfood memesan Yipok Ucu plus madu (Rp 29 ribu). Minuman kopi susu ini diracik dari espresso, susu, creamer, dan tambahan madu.

    Untuk espresso-nya menggunakan house blend racikan teman mas Ube. Pun untuk madunya yang merupakan madu bunga liar produksi temannya.

    “Konsepnya saya nyeduhin punya teman-teman. Dari teman untuk teman,” kata mas Ube berseloroh. Hasilnya, kopi susu terasa lembut manis dan agak creamy. Jejak susunya lumayan dominan ketimbang kopinya.

    Penambahan madu memberikan aksen rasa manis istimewa pada kopi susu. Manisnya lebih legit dan aromanya lebih harum. Cocok untuk pencinta madu!

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RW


    Jakarta

    Masakan Manado dengan sentuhan istimewa bisa dicoba di sini. Dimasak oleh chef berpengalaman dengan teknik khusus yang bikin lidah puas!

    Kuliner khas Manado juga banyak digemari. Sayangnya, belum terlalu banyak pilihan restoran Manado di Jakarta, khususnya di Jakarta Selatan.

    Namun, belum lama ini muncul restoran Manado baru di Jakarta Selatan yang menarik untuk dikunjungi. Namanya, Mata Karanjang yang berlokasi di Jl. Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.


    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWSuasana restoran khas Manado, Mata Karanjang di Jakarta Selatan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dimiliki oleh seorang chef profesional membuat restoran ini dibangun dengan konsep yang cukup berbeda. Pemiliknya, Chef Jovan Koraag ingin restoran ini punya masakan nikmat, terjaga kebersihannya, dan disajikan di suasana yang nyaman.

    Chef Jovan benar-benar memperhatikan setiap detail dari restoran ini. Mulai dari interiornya, dapurnya, hingga menu masakan yang ditawarkan.

    Pelanggan juga bisa menikmati masakan yang nikmat karena bahan-bahannya segar, berkualitas, dan baru dimasak ketika ada pelanggan yang memesan.

    DetikFood menyambangi restoran Mata Karanjang untuk mencicipi langsung cita rasa masakannya, sekaligus berbincang dengan pemiliknya, Chef Jovan.

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWBegini suasana restoran Mata Karanjang yang homey dan nyaman. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Restorannya memang tidak begitu besar, hanya menampung kurang lebih 40 pengunjung. Didominasi dengan interior serba kayu cokelat yang membuat suasana restoran lebih nyaman dan ‘homey’.

    1. Masakan Manado yang ‘naik kelas’

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWMakanan Manado di sini otentik, tetapi diberi sentuhan khas chef Jovan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jovan Koraag, sebagai chef sekaligus pemilik restoran ini ingin mengembangkan masakan Manado menjadi lebih naik kelas.

    Sebagai sosok yang memiliki latar belakang sebagai profesional chef, Jovan ingin semua masakannya mengikuti standar seperti di restoran, mulai dari penyimpanan, persiapan, hingga proses masaknya yang benar-benar diperhatikan takaran bumbu dan bahannya.

    “Konsepnya lebih ke elevated Manado cuisine. Jadi lebih ke semuanya bisa di major kalau di sini. Beda dengan dari yang ada di restoran lain,” ujar chef Jovan kepada detikFood.

    Soal rasa, chef Jovan juga berani bilang otentik. Sebab sebagian besar bumbu dan bahan dikirim langsung dari Manado.

    Namun, karena latar belakangnya, chef Jovan lebih mementingkan keseimbangan rasa. Masakan Manado pada umumnya punya cita rasa yang lebih dominan pedas, tetapi di sini chef Jovan mengubahnya agar rasanya seimbang antara pedas dan bumbu dasar rempahnya tetap terasa.

    “Kalau di sini pedas ada. Tapi bumbunya yang mau saya naikin dan keluarin. Jadi ada keseimbangan antara pedas dan bumbu. Tapi untuk keautentikannya tetap ada. Karena bumbu bumbunya masih asli dari sana juga,’ jelasnya.

    Chef Jovan tetap ingin menawarkan masakan Manado otentik, tetapi dengan metode masak dan bumbu yang sedikit di ‘twist; sehingga semuanya lebih seimbang.

    “Jadi semua orang bisa ngerasain ingredientsnya, nggak cuma pedesnya doang,” ungkap chef ini.

    2. Penggunaan bahan berkualitas

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWChef Jovan juga mengedepankan bahan-bahan berkualitas. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Pilihan menu makanan di sini cukup banyak. Chef Jovan mengkategorikan sesuai dari olahannya. Ada beberapa olahan dari unggas, seafood atau makanan laut, daging, sayuran, dan makanan pendamping.

    Terdapat pilihan ayam dan bebek untuk olahan unggas, yang dimasak dengan bumbu khas Manado. Mulai dari Ragey Ayam, Ayam Woku, Ayam Bulu, Ayam Tuturuga, Ayam Bakar Rica, sampai Ayam Bumbu RW.

    Begitupun dengan menu seafood yang terdiri dari pilihan cakalang, tuna belly, rahang tuna, telur ikan, sampai sup kuah ikan Baramundi.

    Olahan dagingnya juga komplet, mulai dari Ragey wagyu, Brenebon Soup Iga, Garo Rica, iga Bakar, dan Tingrangsak Lamb.

    Chef Jovan mengungkap, bahan-bahan untuk unggas daging dan seafood semuanya sudah dikurasi dan dipilih mana yang paling berkualitas.

    Untuk ayamnya menggunakan ayam kampung. Daging sapinya berupa Wagyu good grade, sementara ikannya dipilih yang sashimi grade.

    “Kalau untuk orang Manado, seafood atau ikan itu sesuatu banget. Jadi sampai harus ke pulau cari ikan bagus. Kita juga source beberapa vendor yang bisa ship daerah laut di sana,” ungkapnya.

    Tidak hanya menu-menu yang ada di daftar, tetapi setiap minggunya chef Jovan juga menawarkan menu ‘Special of the Week’.

    Salah satunya ikan baramundi segar yangdimasak dalam daun woka atau daun lontar. Proses masaknya dengan teknik ‘slow cook’ selama kurang lebih dua jam sampai bumbunya meresap ke dalam.

    Penasaran dengan cita rasa Tuna Belly hingga Wagyu Bumbu RW? Bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

    3. Tuna Belly Bakar yang Gurih Lembut

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWSeperti ini penampilan tuna belly yang lembut sedap. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Salah satu menu andalan di restoran ini adalah Tuna Belly Bakar (Rp 130.000). Dalam satu porsinya terdiri dari 3 tuna belly dengan daging yang sangat tebal. Bisa dinikmati untuk 3 sampai 4 orang.

    Tuna Belly yang segar dimarinasi sedikit bumbu, salah satunya jeruk sonkit, barulah dibakar sampai tingkat kematangan ‘medium well’. Chef Jovan memang sengaja tidak membakarnya sampai kering untuk mempertahankan tekstur tuna yang lembut.

    Setelah dibakar, tuna belly dilapisi dengan saus spesial.

    Tidak ada aroma atau amis sama sekali dari tunanya. Dagingnya tebal dan sangat lembut. Rasa asam dari marinasi jeruk songketnya cukup tercap kuat di lidah. Rasa smokey dari bakarannya juga sangat ringan, dominan rasa asam dari marinasi bumbunya.

    Sausnya sendiri terasa gurih dan pedas seimbang, tidak berlebihan. Jika merasa kurang pedas, bisa dimakan dengan tambahan sambal dabu yang pedas segar atau sambal bakarnya.

    3. Ayam Woku dan Bumbu RW Wagyu yang istimewa

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWAyam wokunya juga tidak kalah sedap, punya bumbu yang berempah, tetapi ringan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jika tidak mau ikan, bisa pesan olahan ayam dan dagingnya. Ayam Woku (Rp 95.000) dan Bumbu RW Wagyu (Rp 170.000) patut jadi pilihan.

    Ayam Woku menggugah selera dengan kombinasi warna kuning dari bumbu dan hijau dari garnish daun. Potongan ayamnya kecil-kecil sehingga lebih mudah dimakan.

    Meskipun menggunakan ayam kampung, tetapi tekstur dagingnya tidak alot sama sekali. Chef Jovan memang mengakui dirinya memiliki teknik khusus untuk mengolah ayam kampung ini.

    Bumbu wokunya cukup cair dengan rasa rempah yang pas. Kami juga mencap rasa gurih santan di dalamnya.

    Makin sedap karena ada sentuhan rasa asam menyegarkan. Daun jeruk, kemangi, dan serainya menambah aroma dan kenikmatan pada ayam ini.

    Olahan dagingnya juga nikmat sekali dimakan dengan nasi hangat. Menggunakan daging wagyu good grade membuat Bumbu RW Wagyu ini punya tekstur sangat lembut, tetapi masih ada serat-serat dagingnya.

    Pelanggan masih bisa merasakan sensasi mengunyah daging, tapi tidak perlu mengeluarkan tenaga besar.

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWSeperti ini tampilan wagyu Bumbu RW yang tidak kalah lezat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Bumbu yang kental dan lebih kering ini menyelimuti daging wagyunya. Rasa pedas bermepah dari pala dan cengkehnya cukup terasa. Rasa gurihnya juga tidak berlebihan.

    Tambahan daun jeruk segarnya juga membuat hidangan ini semakin beraroma dan nikmat.

    4. Perkedel Milu dan Kangkung Bunga Pepaya sebagai pelengkap

    Mata Karanjang: Resto di Jaksel Ini Punya Tuna Belly Bakar dan Wagyu Bumbu RWAdapun perkedel Milu yang sayang untuk dilewatkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain makanan utama, kamu juga tidak boleh melewatkan makanan pelengkap, seperti Perkedel Milu (Rp 40.000) dan sayuran Kangkung Bunga Pepaya (Rp 45.000).

    Perkedel Milu adalah bakwan jagung khas Manado. Dibuat dari jagung yang manis, dengan tambahan telur dan tepung, kemudian digoreng sampai renyah.

    Berbeda dari perkedel jagung pada umumnya, di restoran ini perkedelnya benar-benar lebih dominan jagung daripada tepungnya. Rasanya pun dominan manis dari jagung dibandingkan rasa gurih dari tambahan tepung dan telurnya.

    Enaknya dimakan saat masih panas agar bisa merasakan tekstur renyah yang nikmat. Dicocol ke sambal pun enak, dan justru menciptakan rasa lebih kompleks karena ada kombinasi pedas dan manis.

    Sayuran pelengkap, seperti Kangkung Bunga Pepaya juga sangat cocok menemani menu-menu masakan Manado. Kangkung Bunga Pepaya tidak pahit sama sekali. Tercap rasa gurih yang ringan, cocok membantu menetralisirkan rasa pedas gurih dari menu makanan lain.

    Selain menu yang disebutkan di atas, ada beberapa menu khas Manado lainnya yang bisa dipesan. Pilihan minuman hingga kue-kue Manadonya juga beragam.

    Ke depannya, chef Jovan sedang merancang menu brunch akhir pekan sehingga pelanggan bisa merasakan bagaimana orang Manado biasanya menikmati sarapan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Begini Tampilan dan Rasa Menu Sarapan Viral Rp 10.000 di Benhil


    Jakarta

    Viral menu sarapan murah meriah serba Rp 10.000. Ada menu nasi chicken katsu, burger, hingga kentang mustofa. Seenak apa rasanya?

    Dengan pagi yang sibuk, pasti setiap orang menginginkan sarapan yang praktis. Terlebih bagi karyawan kantoran dan anak rantau yang ingin sekaligus dengan harga murah.

    Sekarang ada jawabannya. Dengan merogoh kocek Rp 10.000, kamu sudah bisa dapat paket menu sarapan praktis di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.


    Meskipun tak ada namanya, tetapi lapak menu sarapan ini selalu ramai digeruduk pembeli. Bahkan sampai viral di media sosial dan membuat orang penasaran.

    Sarapan serba Rp 10 ribu di BenhilSarapan serba Rp 10 ribu di Benhil selalu ramai digeruduk pembeli. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (19/07/24) penjual menu sarapan tersebut mengatakan bahwa ia bersama dengan keluarganya sudah berjualan menu sarapan sejak 2021.

    “Sudah dari 2021 sih, tapi belakangan ramai mungkin karena TikTok ya. Jadi semua pada penasaran pengen beli,” tuturnya saat ditemui di lapaknya yang berlokasi tepat di seberang Pizza Hut Delivery (PHD).

    Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa lapaknya ini sudah buka dari pukul 03:00 dini hari sampai semua menu sarapannya habis. Ada ribuan porsi makan yang disediakan setiap hari.

    “Kita bawa 3.000-4.000-an porsi makan setiap hari. Variannya ada banyak banget. Ada nasi lauk, salad, burger, pempek, jajanan pasar, salad buah, puding, banyak deh,” tuturnya.

    Sarapan serba Rp 10 ribu di BenhilSarapan serba Rp 10 ribu di Benhil punya banyak pilihan. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kami pun mencicipi beberapa menu. Ada paket nasi dengan lauk chicken katsu. Menu ini juga dilengkapi dengan mie goreng dan kerupuk sebagai pelengkap.

    Chicken katsunya tipis, tapi renyah dan dibalut dengan bumbu asam manis yang royal. Mie gorengnya juga mulur, rasanya gurih dan sedikit manis.

    Ada juga pempek yang berisi 1 lenjer dan satu kapal selam. Paket menu ini juga dilengkapi dengan timun yang sudah dipotong-potong dan mie kuning lengkap dengan kuah cukonya.

    Pempeknya padat dan dan berukuran besar. Hanya saja, agaknya lebih banyak tepung dibandingkan dengan ikannya, sehingga teksturnya tak kenyal, melainkan empuk saja.

    Sarapan serba Rp 10 ribu di BenhilSarapan serba Rp 10 ribu di Benhil ada menu nasi dengan lauk chicken katsu. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Rasa ikannya pun tak terlacak, tetapi ada sedikit rasa telur. Ini terbayarkan dengan mie kuning dan kuah cuko yang cenderung gurih.

    Jika ingin makan ringan, juga tersedia burger dengan isian patty, selembar selada, keju parut, dan saus. Roti bunnya terbilang tebal dengan taburan biji wijen yang banyak.

    Roti bunnya sangat lembut. Untuk pattynya bukan dari daging sapi, melainkan daging ayam. Namun, pattynya tebal dan rasanya juga terbilang cukup enak.

    Makanan serba Rp 10.000 ini lengkap dengan kudapan manis. Salah satu yang menarik ada puding roti. Ini berupa dua lembar roti tawar yang disajikan dengan vla vanila.

    Sarapan serba Rp 10 ribu di BenhilSarapan serba Rp 10 ribu di Benhil juga ada puding roti yang disajikan dengan keju parut. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Vlanya terbilang encer. Kemudian, diberi topping keju parut yang royal. Bahkan sampai menutupi sisi atas rotinya. Juga diberi setengah potongan buah strawberry.

    Rasanya manis, gurih, dan asam. Dengan harga Rp 10.000, menurut kami sangat sepadan dengan porsi, varian, dan rasanya. Apalagi dikemas menggunakan wadah thinwall.

    (raf/odi)



    Sumber : food.detik.com

  • Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!


    Jakarta

    Cireng bumbu rujak termasuk kudapan tradisional favorit banyak orang. Cireng bumbu pedas manis ini dijual di kedai hingga restoran mewah dengan harga bervariasi, seperti cireng Rp 16 ribuan dengan Rp 120 ribu ini. Apa bedanya?

    Cireng adalah jajanan khas Jawa Barat. Nama “cireng” merujuk pada bahan dan proses pembuatan makanan ini yaitu “aci digoreng”. Bahan utamanya memakai aci alias tepung kanji dan sedikit bumbu bawang serta kaldu bubuk.

    Adonan cireng dipipihkan lalu digoreng hingga garing dan renyah. Biasanya cireng dinikmati langsung, disiram dengan saus kacang, atau dicocol ke bumbu rujak yang terkenal pedas, manis, asam, dan gurih.


    Bumbu rujak dibuat dengan beberapa bahan seperti cabai rawit, gula merah, dan asam Jawa. Teksturnya biasanya cair, tapi ada juga yang bikin lebih kental.

    Cireng bumbu rujak biasanya ditawarkan di kedai makan sederhana dengan kisaran harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per porsi. Harganya yang relatif murah membuat cireng ini laris dipesan.

    Namun, cireng bumbu rujak ternyata juga ada yang ditawarkan di restoran mewah. Salah satunya di restoran yang berlokasi di Plaza Indonesia, yang juga terkenal sebagai mall mewah di ibu kota.

    Harga seporsi cireng isi 10 mencapai ratusan ribu rupiah. Seperti apa penampilannya? Apakah rasanya juga berbeda dengan cireng bumbu rujak di bawah Rp 20 ribu?

    detikfood membuktikan langsung perbedaan antara cireng bumbu rujak murah dan mahal.

    1. Cireng Rp 16 ribu di kedai jajanan

    Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Penampakan cireng bumbu rujak Rp 16 ribu. Foto: detikfood

    detikfood memesan cireng bumbu rujak murah dari kedai jajanan di Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Namanya Cireng Mercon & Piscok Lumer Tororo yang menawarkan cireng dan pisang cokelat (piscok) sebagai menu utamanya.

    Cireng Bumbu Rujak Isi 10 dibanderol Rp 16.200, dari harga normal Rp 18.000. Memesan via ojek online, cireng ini tampak dikemas di styrofoam dan dibungkus kantong plastik bening.

    Berkat jarak pengantaran yang dekat, cireng bumbu rujak ini sampai di tangan kami dalam kondisi masih hangat. Ukuran cirengnya tampak ‘gendut-gendut’ dengan warna putih kekuningan.

    Begitu adonannya dirobek, terlihat elastis dan bening. Saat digigit, tekstur luarnya kenyal sedangkan dalamnya amat lembut.

    Untuk bumbu rujaknya dikemas dalam cup kecil. Tampak warnanya agak hitam mirip kuah cuko pempek Palembang. Hanya saja teksturnya tidak begitu kental dan ada butiran biji-biji cabai yang mengapung.

    Rasa manis dan asamnya seimbang menurut kami. Meski ada banyak biji cabai, tapi rasa pedasnya tak terlalu kuat. Rasa manisnya masih lebih dominan.

    2. Cireng Rp 121 ribu di La Moda

    Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Tampilan cireng bumbu rujak seharga Rp 121 ribu. Foto: detikfood

    Penasaran dengan cireng ‘sultan’ di mall mewah ibu kota, detikfood membeli Cireng Bumbu Rujak di La Moda yang berlokasi di lantai 1 Plaza Indonesia. Restoran yang berada di bawah hotel Grand Hyatt Jakarta ini menawarkan Cireng Bumbu Rujak dalam kategori ‘Local Snack’.

    Cireng Bumbu Rujak dibanderol Rp 100 ribu, sebelum pajak dan sekitar Rp 121 ribu setelah pajak. Menu lainnya adalah Pisang Goreng, Singkong Goreng, dan Lumpia Sayur yang sama-sama Rp 100 ribu sebelum pajak.

    Suasana mewah dan elegan langsung terasa begitu masuk ke restoran yang berkonsep terbuka ini. Pelayan pun ramah melayani meski kami hanya memesan Cireng Bumbu Rujak dan 2 minuman.

    Menu ini datang sekitar 10 menit setelah dipesan. Sebanyak 8 buah cireng disajikan di atas piring hitam. Di tengahnya diletakkan mangkuk kecil isi bumbu rujak.

    Bumbu rujak itu berwarna cokelat muda dengan biji cabai yang juga mengapung. Jumlahnya cukup banyak untuk dijadikan cocolan cireng bumbu rujak.

    Di antara cireng mahal dan murah, mana yang lebih enak? Baca halaman selanjutnya.

    3. Beda tekstur dan rasa cireng

    Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Cireng bumbu rujak Rp 16 ribu memiliki tekstur yang lebih elastis. Foto: detikfood

    Tampilan cireng Rp 121 ribu lebih lebih padat dan pipih dibanding cireng murah. Sementara adonannya tidak seelastis dan semulur yang pertama. Kami menduga karena cireng ini memakai campuran tepung terigu yang lebih banyak.

    Teksturnya juga lebih empuk dibanding cireng Rp 16 ribu, meski tetap ada sensasi kenyalnya. Porsi cireng mahal ini lebih sedikit yaitu 8 dibanding cireng murah yang sampai 10.

    Namun ada keistimewaan cireng berisi keju di antaranya. Sepertinya jumlahnya sekitar 4 dari 8 cireng yang disajikan. Keju yang dipakai seperti keju cheddar yang dipotong kecil-kecil, bukan tipe keju yang lumer.

    Penambahan keju memberi kesan mewah sekaligus rasa gurih yang enak. Ternyata gurihnya keju tidak mengganggu cita rasa bumbu rujak secara umum.

    Bumbu rujak pada cireng mahal ini lebih dominan asamnya ketimbang manisnya. Jadi cocok untuk mereka yang memang lebih suka rasa asam Jawa kuat.

    4. Dua-duanya bisa jadi pilihan sesuai budget

    Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Cireng bumbu rujak Rp 121 ribu ada yang isi keju. Foto: detikfood

    Jadi mana yang lebih enak, cireng murah Rp 16 ribu atau cireng mahal Rp 121 ribu? Menurut kami, dua jenis cireng ini sama-sama enak dan tinggal dipilih berdasarkan budget yang dimiliki.

    Jika memang ingin mencicipi cireng bumbu rujak dengan balutan suasana mewah dan tempat nyaman, maka cireng La Moda jadi jawaban tepat. Apalagi ada keistimewaan berupa isian keju.

    Namun, kalau hanya mau puaskan selera dengan rasa asam manis bumbu rujak dengan paduan cireng yang kenyal, maka cireng Rp 16 ribu di Tegal Parang bisa jadi pilihan tepat. Rasanya enak saat tersaji hangat-hangat.

    (adr/odi)



    Sumber : food.detik.com