All posts by perbaiki

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang


Jakarta

Nama Iga Panggang Panglima viral sejak tahun lalu. Tempat makan ini ternyata sudah ada sejak 20 tahun lalu dan kini memiliki belasan cabang

Menu iga bakar belakangan sedang ngetren di media sosial. Banyak video kulineran yang merekomendasikan tempat makan iga bakar di berbagai kota salah satunya di Jakarta.

Kalau membicarakan iga bakar yang sedang viral, orang akan langsung teringat nama Iga Panggang Panglima. Beberapa waktu lalu iga bakar ini sempat viral di media sosial dan membuat pembeli rela mengantre hingga berjam-jam lamanya.


Ternyata Iga Panggang Panglima ini terbilang legendaris karena sudah berjualan sejak tahun 2004. Berikut kisah di balik viralnya Iga Panggang Panglima.

1. Sudah Ada Sejak Tahun 2004

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

Awalnya Iga Panggang Panglima berlokasi di kawasan Gandaria, Kebayoran Baru Jakarta Selatan. Namun beberapa bulan terakhir, Iga Panggang Panglima ini pindah ke kawasan Taman Langsat, tak jauh dari lokasi utama.

Ke detikFood, salah satu pegawai di Iga Panggang Panglima bernama Rudi menceritakan awal mula berdirinya Iga Panggang Panglima. Tempat ini dulunya dirintis oleh mendiang Budi Marsanto, yang mulai berjualan dari tahun 2004.

Ciri khasnya dari 20 tahun tak pernah berubah, Iga Panggang Panglima konsisten menyajikan menu iga bakar kelas restoran dengan harga kaki lima yang cukup terjangkau.

“Saya bekerja di sini baru sekitar dua tahun, tapi saya sudah kenal mendiang Pak Budi cukup lama. Semenjak Pak Budi tak ada, sekarang bisnis ini dilanjutkan oleh generasi kedua yaitu anaknya Pak Budi,” jelas Rudi.

2. Habis 2,5 Kwintal Iga Sapi Per Hari

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

Jauh sebelum viral di media sosial, memang Iga Panggang Panglima ini sudah terkenal. Apalagi mendiang Pak Budi menciptakan racikan saus oles dasar yang rasanya asam manis dan komposisinya masih terjaga kerahasiaannya sampai sekarang.

“Setiap harinya kita bisa habis 500 porsi, kalau di akhir pekan atau hari libur bisa ludes terjual 600 porsi iga. Kisaranya kita habiskan 2,5 kuintal iga sapi per harinya,” lanjut Rudi.

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

Seporsi iga bakar di sini kisaran harganya Rp 108.000, terdiri dari tiga potong iga ukurannya sekitar 500 gram per porsi. Sudah dilengkapi dengan jagung manis rebus dan kentang goreng wedges yang menggunakan kentang fresh bukan frozen.

Kini Iga Panggang Panglima sudah memiliki sekitar 12 cabang yang tersebar di Jakarta, menggunakan sistem franchise. Namun gerai pusatnya tetap yang di sini.

3. Viral di Media Sosial

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

Rudi mengakui bahwa semenjak viral di media sosial, Iga Panggang Panglima memang jadi lebih laris manis. Bahkan di akhir pekan, 500-700 porsi iga bisa terjual dalam hitungan jam saja.

“Ciri khas kami memang ada di saus rahasianya yang rasanya asam manis. Dari dulu Pak Budi memang menciptakan iga bakar yang berkiblat ke arah ribs atau iga panggang ala Amerika, karena rasa saus asam manisnya yang mirip dengan BBQ. Jadi berbeda dengan iga bakar tradisional yang biasanya bumbunya kecap dan pakai sambal,” tutur Rudi

Alasan pindah ke tempat baru juga semata-mata karena tempat mereka yang lama, kontrak sewanya sudah habis dan tidak bisa diperpanjang. Tapi meski pindah ke tempat baru, Iga Panggang Panglima tetap diminati dan laris seperti dulu.

4. Iga Bakar Juicy Andalan

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

“Menu yang kami jual memang hanya iga bakar saja, seporsi dapat tiga potong iga, yang membedakan cuma di saus olesan tambahannya. Ada blackpepper, lemon hot dan saus original,” sambungnya.

Butuh waktu lama untuk mendiang Pak Budi menyempurnakan kreasi iga bakarnya sampai bisa disukai orang. Tekstur dagingnya lepas dengan mudah karena lebih dulu direbus selama 3 jam, selain itu bumbunya meresap karena saus olesannya medok dan sampai ke sela-sela tulang iga.

Isian daging iganya juga tak sedikit dan satu porsi bisa dinikmati 1-2 orang. Di tempat yang baru, Iga Panggang Panglima menyediakan tempat makan indoor dan outdoor yang lebih modern dan nyaman.

Jualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan CabangJualan Sejak 20 Tahun Lalu, Iga Bakar Viral Ini Punya Belasan Cabang Foto: detikFood

“Kalau mau makan ke sini di akhir pekan, disarankan datangnya sebelum sore. Karena biasanya kita sore itu iga sudah habis semua,” pungkas Pak Rudi.

Bagi yang tertarik untuk makan di Iga Panggang Panglima di cabang pusat, setiap harinya tempat makan ini buka dari jam 11.30 – 22.00 malam.

Iga Panggang Panglima
Jl. Langsat depan taman langsat No.6.
Jam: 11.30 – 22.00
Telp: 0812-2284-9945

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Nasi Uduk Ayam Kampung Rp 50.000 Langganan Sultan


Jakarta

Warung nasi uduk ini populer jadi langganan orang tajir Jakarta. Seporsi nasi uduk dengan lauk bisa dibanderol Rp 50.000. Ternyata ini keistimewaannya.

Nasi uduk merupakan makanan khas Betawi. Nasi yang dimasak dengan dengan santan, daun salam dan serai ini biasa disantap jadi menu sarapan dengan beberapa lauk enak.

Mulai dari bihun goreng, orek tempe, hingga sambal goreng kentang. Harganya pun relatif terjangkau, kisaran Rp 10.000-Rp 20.000-an. Namun, berbeda dengan nasi uduk di warung ini.


Meskipun berupa warung sederhana, tetapi nasi uduk ini jadi langganan orang kaya Jakarta. Nama warungnya adalah Warung Betawi Babe Patal Senayan. Populer disebut nasi uduk ferari.

Detail Informasi Warung Betawi Babe Patal Senayan
Nama Tempat Makan Warung Betawi Babe Patal Senayan
Alamat Jl. Patal Senayan No.35, RT.1/RW.7, Grogol Utara, Kec. Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
No Telp 0813-1700-4227
Jam Operasional 07.00
12.00
Estimasi Harga Rp 50.000 per porsi
Tipe Kuliner Nasi uduk Betawi
Fasilitas
  • Area makan di tempat
  • Parkir terbatas

1. Berdiri sejak 70-an

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan berdiri dari tahun 70-an. Foto: detikcom/Riska Fitria

Sesuai namanya, warung nasi uduk ini bertempat di kawasan Patal Senayan. Warung ini merupakan milik orang Betawi asli yang akrab disapa Bang Jali.

Menurut istri Bang Jali yang ikut melayani pembeli, warung nasi uduk ini sudah ada sejak tahun 1970-an. Resep nasi uduk dan lauk-pauknya menggunakan resep keluarga.

2. Dijuluki nasi uduk sultan

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan dijuluki nasi uduk sultan Foto: detikcom/Riska Fitria

Warungnya sangat sederhana, mirip warteg pada umumnya. Berupa etalase yang di depannya terdapat meja dan kursi kayu panjang untuk tempat bersantap pengunjung.

Meski sederhana, tetapi Warung Betawi Babe Patal Senayan ini dijuluki sebagai nasi uduk sultan. Ini karena harganya yang terbilang lebih tinggi dibandingkan nasi uduk umumnya.

Makan seporsi nasi uduk di sini bisa mencapai Rp 50.000 atau bahkan lebih, tergantung dengan jenis lauk yang dipilih.

Ulasan mengenai Warung Betawi Babe Patal Senayan ada di halaman selanjutnya.

3. Langganan orang tajir melintir

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan langganan orang-orang tajir. Foto: detikcom/Riska Fitria

Selain itu, julukan tersebut diberikan karena warung nasi uduk sederhana ini jadi langganan orang-orang tajir di Jakarta. Mayoritas pelanggannya bermobil mewah.

Itu terbukti ketika detikFood menyambangi warungnya (13/08/24). Pelanggan memarkirkan mobil-mobil mewahnya di depan dan di seberang warung dan silih berganti.

Warung ini buka mulai pukul 06:00-13:00. Namun, jangan datang kesiangan, karena nasi uduk dan lauk-pauknya selalu cepat habis dalam waktu singkat.

4. Nasi uduk harum dan berempah

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan Foto: detikcom/Riska Fitria

Nasi uduk di sini tidak dilengkapi dengan bihun goreng dan orek tempe. Seporsinya hanya berupa nasi uduk, lauk, dan sambal kacang saja.

Pilihan lauknya ada mulai dari cumi, ayam goreng, paru, empal, tahu dan telur semur, juga tahu dan telur kari. Agaknya harga yang ditawarkan pun sebanding dengan kualitas rasa nasi uduknya.

Nasinya menggunakan jenis beras pera, terlihat dari bulir-bulir nasinya yang ambyar. Namun, ketika dimakan teksturnya lembut pulen mirip beras ketan. Porsinya juga tak lebih dari satu centong penuh.

Nasi uduknya beraroma harum daun salam, rasanya gurih dari santan yang tak berlebihan. Aroma lengkuasnya terasa sangat kuat. Ditambah taburan bawang goreng yang royal menambah wangi semerbak nasi uduk ini.

5. Lauk pakai sambal kacang dan kecap

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan punya lauk ayam goreng kampung. Foto: detikcom/Riska Fitria

Yang unik lagi dari nasi uduk ini adalah penyajian lauknya yang dipisahkan dari piring berisi nasi. Lauknya akan dipotong kecil-kecil lalu disajikan di piring terpisah.

Piring lauk tersebut sebelumnya juga sudah diberi racikan sambal kacang. Jadi, pertama Bang Jali memasukkan kecap, kemudian ditambah dengan sambal kacang dan diaduk merata.

Setelah tercampur, baru lauk yang sudah dipotong kecil-kecil itu disajikan di atasnya. Sambalnya dominan gurih, pedas, dan sedikit manis.

Rasa pedasnya masih batas aman. Seporsi nasi uduk dengan lauk ayam goreng dibanderol Rp 50.000. Rasanya gurih asin dari bumbu kuning ungkep yang meresap hingga ke bagian dalam serat daging.

Warung Betawi Babe Patal SenayanWarung Betawi Babe Patal Senayan punya lauk empal. Foto: detikcom/Riska Fitria

Aroma kunyitnya cukup terasa. Bisa juga pesan nasi uduk dengan lauk empal goreng dan tambahan tahu semur (Rp 45.000). Empalnya empuk, rasanya dominan manis, dan sedikit gurih. Bumbu bawang dan ketumbarnya tercium cukup kuat.

Tahu semurnya juga sukses bikin ketagihan. Memakai tahu putih besar, teksturnya lembut dan aroma kecap yang meresap kuat. Rasanya manis dengan cecapan rasa gurih yang khas.

(raf/odi)



Sumber : food.detik.com

Ayam Goreng Legendaris di Thailand Predikat Michelin


Bangkok

Ramai dikunjungi turis dari berbagai negara, tempat makan ayam legendaris di kota Bangkok ini sukses meraih predikat Michelin Bib Gourmand.

Di tengah banyaknya restoran modern dan mewah yang bermunculan di Bangkok, ada tempat makan ayam goreng sederhana. Disebut sebagai salah satu makanan legendaris paling enak di Thailand.

Tempat makan ini dikenal dengan nama Gai Tord Jae Kee atau Polo Fried Chicken, yang berlokasi di jalan Soi Polo tak jauh dari pusat kota Bangkok. Tempat makan ini berhasil mempertahankan predikat Michelin Bib Gourmand mereka sejak tahun 2018. Menu andalan mereka ayam goreng mereka yang tak penar berubah rasanya sejak puluhan tahun lalu.


Berikut beberapa menu hingga kisah di balik suksesnya Polo Fried Chicken.

1. Bertahan Selama 3 Generasi

Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken dikenal sebagai salah satu daftar tempat makan yang mendapat Michelin Bib Gourmand. Foto: Detikcom / Sonia Permata

Setiap tahun Michelin Guide merilis daftar tempat makan mewah hingga tempat makan kaki lima yang enak. Daftar ini dikenal juga dengan nama ‘Michelin Bib Gourmand’. Gelar inilah yang selalu didapatkan oleh Polo Fried Chicken sejak enam tahun lalu.

Polo Fried ChickenIni menu yang ditawarkan oleh Polo Fried Chicken. Foto: Detikcom / Sonia Permata

Tempat makan ini sudah ada lebih dari 50 tahun lalu dan kini dikelola oleh generasi ketiga. Berbeda dengan restoran khas Thailand lainnya, di Polo Fried Chicken menu utamanya adalah ayam goreng dengan kremesan bawang putih goreng. Serta beberapa menu pelengkap lainnya yang berasal dari wilayah Thailand bagian selatan.

Di sini pengunjung bisa memesan setengah ekor ayam goreng atau satu ekor ayam goreng, dengan kisaran harga dari 130 Baht (Rp 59.000) saja

2. Ayam Goreng ‘Michelin’

Polo Fried ChickenPolo Fried Chicken terkenal dnegan ayam gorengnya yang unik. Foto: Detikcom / Sonia Permata

Ada alasan tersendiri mengapa Michelin selalu memasukkan Polo Fried Chicken ke dalam daftar Michelin Bib Gourmand di Thailand. Salah satunya karena cita rasa ayam goreng di Polo Fried Chicken cukup unik. Ayam yang masih segar, digoreng dalam minyak panas menggunakan metode ‘slow cooking’.

Karenanya daging ayam matang sempurna, sekaligus mengeluarkan lemak dan minyak yang membuat tekstur daging dan kulit ayamnya jadi garing. Selain itu bumbu utama yang membuat rasa ayam goreng ini gurih, terletak pada taburan ‘kremesan’ bawang putih goreng yang ditaburkan di atas ayam goreng.

“Tempat makan ini sudah menyajikan makanan yang enak dan murah selama 50 tahun lebih. Terutama ayam gorengnya yang garing dengan kremesan bawang putih goreng, dengan resep yang diwariskan secara turun temurun dari generasi pertama,” puji Michelin Guide.

Menu makanan yang ditawarkan Polo Fried Chicken bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3 Tempat Makan Legendaris yang Viral

Polo Fried ChickenTempat maan ayam ini juga viral dikalangan orang Korea dan legendaris. Foto: Detikcom / Sonia Permata

Selain harga ayamnya yang murah dan rasanya yang enak, Polo Fried Chicken kini menjadi destinasi kuliner utama para turis dari berbagai negara. Terutama turis asal Korea Selatan. Popularitas Polo Fried Chicken ini semakin meningkat usai salah satu aktris asal Korea Selatan, Yoona makan ayam goreng di sini.

Hampir sebagian besar pengunjung Polo Fried Chicken adalah turis yang penasaran dengan kelezatan ayam goreng ini.

4. Menu Makanan di Polo Fried Chicken

Polo Fried ChickenSelain ayam, mereka juga menawarkan hidangan Larb Sapi yang tidak kalah enak. Foto: Detikcom / Sonia Permata

Selain ayam goreng, tempat makan ini juga terkenal dengan menu makanan khas Thailand lainnya. Salah satunya ada Larb, salad daging tradisional ala Thailand dengan pilihan daging sapi, B2 atau ayam panggang. Sebelum menjual ayam goreng, menu inilah yang awalnya dijual di Polo

Seporsi Larb Beef (sapi) harganya 100 Baht (Rp 46.000). Ciri khasnya terletak pada potongan daging sapi yang menggunakan lemak, agar tetap juicy dan gurih saat dicocol ke saus asam pedasnya.

Perlu diingat restoran ayam goreng ini menjual menu B2, sehingga belum bisa dikatakan sebagai tempat makan halal.

Bagi yang tertarik ingin mencoba kelezatan ayam goreng legendaris di Bangkok ini, sebaiknya hindari waktu sarapan dan makan siang agar tidak perlu mengantre. Siapkan juga uang tunai untuk makan di sini.

Polo Fried Chicken

137/1-2 Soi Polo, Bangkok, Thailand.

Jam Buka: 07.00 – 22.00

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara Lezatnya


Jakarta

Di Depok ada tempat makan dengan nuansa tradisional ala perkampungan yang layak dikunjungi. Menunya istimewa, diracik oleh para petualang yang hobi masak. Olahan bebek dan dendeng jadi juaranya!

Pilihan kuliner di Depok terus berkembang dengan keunikan konsep yang dihadirkan para pemilik tempat makan. Salah satunya tempat makan dengan nuansa di tengah perkampungan yang kesan tradisionalnya amat kuat.

Namanya Omah Jangan Diam Terus yang berlokasi di Kampung Ratu Jaya. Pemiliknya, para petualang yang ingin berbagi cerita mengenai perjalanan mereka menyusuri daerah Indonesia selama berbulan-bulan.


Omah Jangan Diam Terus ingin menjadi ruang tumbuh kreatif dan tempat kumpul para petualang, pegiat seni, hingga pencinta kebudayaan. Tentu saja tempat ini juga terbuka untuk umum agar cerita para petualang ini bisa disimak.

Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
Nama Tempat Makan Omah Jangan Diam Terus
Alamat Kampung Ratu Jaya, Jalan Masjid Nomor 005. Dekat Toko Barokah/Tik It Chiara, Depok
Instagram omahjangandiamterus
Jam Operasional Selasa-Minggu, 15.00-22.00
Estimasi Harga mulai dari Rp 25 ribu
Tipe Kuliner masakan Nusantara
Fasilitas
  • Area santap seperti di perkampungan
  • Parkir mobil dan motor

Digawangi 2 petualang hobi masak

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaJohn (kiri) dan Rifki (kanan), sosok di balik dapur Omah Jangan Diam Terus. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

detikfood (18/8/2024) bertemu dengan dua sosok di balik dapur Omah Jangan Diam Terus, John dan Rifki. John berujar tempat ini berawal dari perjalanan.

“Omah Jangan Diam Terus ini berdiri karena kami suka traveling. Ketika kami berjalan, kami tidak fokus pada keindahan alam. Itu bukan fokus utama kami, tapi gimana caranya setelah pulang dari perjalanan yang memang membutuhkan waktu lama, kami mendapatkan sesuatu. Bisa berupa masakan, pengalaman merasakan ruang arsitektur di rumah warga lokal, semacam itu,” kata John.

John mengatakan ia dan teman-temannya bukan komunitas, melainkan lebih seperti teman perjalanan yang memutuskan untuk berbagi cerita. Daerah yang sudah mereka kunjungi antara lain Jawa, Bali, Sulawesi, dan Maluku.

Ada 9 petualang di balik Omah Jangan Diam Terus dengan sub-sub yang mereka gemari. “Ada kuliner, arsitektur, videografi, sampai fotografi,” sambung Rifki.

Pada sub kuliner, John dan Rifki bertanggungjawab atas pengelolaannya. Mereka mengkurasi menu, menyajikan, hingga menceritakannya pada pengunjung.

Menu berganti setiap bulan

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaRifki saat sibuk menyiapkan pesanan di dapur. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Diakui John dan Rifki, tempat makan Omah Jangan Diam Terus baru konsisten buka selama sebulan terakhir. “Sebenarnya kami sudah jalan 5 tahun, tapi kami tidak konsisten buka. Sekarang kami coba konsisten, buka terus. Dulu buka sebulan, perginya berapa bulan,” kata John.

Salah satu perjalanan yang mereka lalui adalah bersepeda dari Depok ke Maluku selama 9 bulan. Cerita perjalanan mereka tergambar di foto-foto dan lembaran cerita yang dipajang di sudut-sudut Omah Jangan Diam Terus.

Mengenai menu, Omah Jangan Diam Terus akan berganti setiap bulan. Semua informasinya dapat dilihat di Instagram omahjangandiamterus.

Bulan ini, mereka menyajikan menu terinspirasi daerah Sulawesi dan Sumatera Barat. Semua menu dimasak dengan cara tradisional menggunakan tungku dan kayu bakar.

Untuk santap di sini, pengunjung perlu reservasi dan membayar uang muka. Amannya reservasi seminggu sebelum. Setelah itu, baru pihak Omah Jangan Diam Terus menghubungi dan memberi patokan jelas tempat mereka.

Kampung tersembunyi yang asri

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaNuansa perkampungan yang asri bikin betah saat bersantap. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Mengikuti informasi peta digital yang diberikan, lokasi Omah Jangan Diam Terus bisa dengan mudah dicapai. Patokannya pagar warna hijau. Setelah itu kami harus masuk jalan kaki lebih dulu sekitar 100 meter.

Nantinya ada beberapa kain penanda yang seolah jadi ‘clue’ untuk mengajak kita terus masuk. Begitu sampai, kami disambut suasana perkampungan yang asri. Ada banyak tanaman dan pohon di sekitar.

Area makannya berupa kursi dan meja kayu yang rindang. Kami juga bisa mengintip area dapur yang penuh kepulan asap dan area meracik minuman yang sibuk menyajikan pesanan pelanggan.

Ketika mengantarkan makanan, John atau Rifki bakal bercerita pada pengunjung mengenai inspirasi sajian mereka. Tak sedikit pengunjung yang tertarik dan menanyakan lebih lanjut perjalanan mereka.

Sajian di Omah Jangan Diam Terus ada di halaman selanjutnya.

Bebek La Pinra Galung yang gurih nutty

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaBebek La Pinra Galung dengan balutan bumbu rempah sedap. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Pada edisi menu 26 Juli hingga 26 Agustus 2024, detikfood memesan Bebek La Pinra Galung (Rp 60 ribu) yang jadi menu favorit.

Bebek La Pinra Galung terinspirasi dari daerah di Sulawesi Selatan. Rifki berujar, “Penamaan (menunya) dari kita. La itu merujuk ke salah satu kerajaan di Sulawesi Selatan. Pinra itu nama daerah, sekarang Pinrang. Terus Galung itu sawah. Itu sebenarnya cocoklogi kita aja.”

Menu ini berupa bebek goreng ukuran jumbo yang disajikan dengan bumbu kental berempah. Tampilannya mirip bumbu kalio dengan genangan minyak oranye.

Tekstur daging bebek bagian paha yang kami pesan cukup empuk. Menyobek daging dari tulangnya bukan perkara sulit. Rasa daging bebeknya tidak terlalu gurih jika dimakan tanpa bumbu.

Begitu disandingkan dengan bumbu rempahnya, barulah nikmat. Tercecap cita rasa gurih mirip kacang yang paling dominan. Cita rasa ini berasal dari pemakaian kemiri.

Bumbu Bebek La Pinra Galung dibuat tanpa santan. Rempah-rempahnya merupakan bumbu dapur yang umum seperti cabai, bawang putih dan bawang merah.

Dendeng Batokok berlimpah cabai hijau

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaDendeng batokok disajikan dengan gulai nangka dan kerupuk kulit. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

John dan Rifki bulan ini tengah mengeksplorasi resep keluarga milik teman mereka yang berasal dari Sumatera Barat. “Teman orang sana, ini resep dari keluarga mereka. Dendeng sama baluik (belut) cabai hijau,” kata keduanya.

Dendeng Batokok (Rp 50 ribu) terlihat menggugah selera. Lembaran daging bagian gandik, paha belakang sapi, terdiri dari sekitar 3 lembar.

Daging dendeng ini dibakar di bara api dengan olesan minyak kelapa, ditumbuk di cobek, baru disajikan bersama gerusan cabe hijau.

Tekstur dagingnya padat dan berserat. Namun sayangnya menurut kami agak liat saat dikunyah. Dagingnya nikmat karena ada aroma smoky dan rasa gurih dari minyak kelapa yang berbalut pedas segar dari cabe hijau. Rasa pedasnya tak terlalu kuat.

Uniknya dendeng batokok disajikan bersama gulai nangka yang warnanya cokelat pucat. Gulainya lumayan creamy dengan tekstur nangka yang sangat empuk dan lembut, bahkan menyerupai daging! Ada juga pelengkap kerupuk kulit.

Ngemil pisang dan singkong goreng

Omah Jangan Diam Terus: Bebek La Pinra dan Dendeng Batokok Juara LezatnyaPisang goreng saus kopi yang manis nikmat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Kalau mau camilan, Omah Jangan Diam Terus punya Singkong Sambal Roa (Rp 25 ribu) dan Pisang Goreng Saus Kopi (Rp 25 ribu).

Untuk singkong gorengnya empuk dan bumbu gurihnya meresap. Dipadukan sambal ikan roa yang tak terlalu pedas. Potongan ikan roanya cukup royal.

Pisang goreng dengan balutan saus kopi bikin kami jatuh cinta. Pisang goreng yang legit dengan saus kopi yang harum manis berpadu pas di lidah.

Untuk menyegarkan tenggorokan, tersedia minuman Sereh Jeruk (Rp 20 ribu), Pandan Wangi (Rp 20 ribu), dan Kunyit Asem (Rp 22 ribu). Semuanya diracik fresh dengan bahan-bahan alam. Seperti Pandan Wangi yang juga ditambahkan pala dan kayu manis. Serta kunyit asem yang dicampurkan gula merah.

Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

(adr/odi)



Sumber : food.detik.com

Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun


Jakarta

Di Tebet, Jakarta Selatan, memang surganya kuliner enak. Salah satunya tempat makan mie ayam legendaris ini yang sudah berdiri sejak 1964.

Kalau sedang berada di kawasan Tebet dan bingung mau makan apa, bisa mampir ke tempat makan Mie Ayam Gaya Baru yang lokasinya tak jauh dari Pasar Tebet Barat.

Dari luar tempat makan ini tampak seperti ruko biasa, namun racikan mie ayam dan semua makanan di sini sudah ada sejak tahun 1964 sampai sekarang.


Mulai dari mie ayam jamur hingga locupannya yang enak ada di sini.

Detail Informasi Mie Ayam Gaya Baru
Nama Tempat Makan Mie Ayam Gaya Baru
Alamat [JL. Tebet Barat IX No.28, Jakarta Selatan.
No Telp 021-8300689
Jam Operasional 08.30 – 20.30 (Minggu Tutup)
Estimasi Harga Rp 50.000 – Rp 100.000
Tipe Kuliner Mie ayam & Chinese food
Fasilitas
  • Parkiran
  • Pembayaran non-tunai

1. Mie Ayam Legendaris 60 Tahun

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Mie Ayam Gaya Baru berawal dari usaha keluarga yang kini diteruskan secara bergenerasi. Awalnya tempat makan ini berdiri pada tahun 1964 dan masih bertahan sampai sekarang.

Layaknya tempat makan dengan konsep Chinese food, semua makanan di sini dibuat dengan resep keluarga yang turun temurun. Menu utamanya memang mie ayam, tapi pilihan menu makanan lainnya sangat variatif.

Ada locupan, bihun goreng, mie keriting, tahu cah brokoli, fuyunghai, hingga bawal asam manis ala Chinese food dengan harga bersahabat.

2. Mie Ayam dan Mie Keriting Andalan

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Menu utama Mie Ayam Gaya Baru memang di mie ayam jamur dan mie keritingnya. Untuk menu Mie Bakso Jamur (Rp 40.909), disajikan dalam porsi besar dengan potongan jamur kecap dan ayam rebus dadu yang tak pelit.

Tekstur mienya mirip seperti mie karet, cukup tebal tapi tetap kenyal. Rasa gurih dari minyak ayamnya ini lah yang membuat mie ayam jadi spesial, tanpa tambahan sambal atau lada, rasa mienya sudah pas. Aromanya mienya harum dari minyak ayam homemade yang digunakan.

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Apalagi jika dimakan dengan ayam rebus dan jamur kecapnya, sensasi manis gurihnya terasa. Sementara untuk bakso dan kuah kaldunya yang gurih, cocok jadi pelengkap di setiap suapan.

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Sama seperti mie ayam jamur, menu Mie Keriting (Rp 36.000) juga tak kalah juara. Menu legendaris ini disajikan dengan bakso gepeng yang garing. Begitu juga dengan tekstur mie yang lebih kecil tapi tetap gurih dan sedap karena menggunakan racikan minyak ayam dan kecap asin yang sama.

3. Locupan Goreng Ayam

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Selain mie ayamnya, ada menu yang cukup jarang ditemui di tempat makan mie ayam lainnya. Namanya Locupan, sering juga disebut lao shu fen dalam bahasa China. Locupan merupakan mie pendek berukuran setengah jari, yang bagian tengahnya tebal dan ujungnya lancip.

Di Mie Ayam Gaya Baru, locupan dibuat secara homemade dengan pilihan locupan kuah atau goreng. Namun kebanyakan pelanggan setia di sini lebih suka Locupan Goreng Ayam (Rp 45.000). Sekilas tampilannya mirip seperti kwetiau goreng, karena ditumis dengan sayuran, bakso dan telur.

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Di suapan pertama langsung terasa gurih asin manis dari racikan locupan ini. Disusul dengan tekstur kenyal yang unik, rasanya seperti makan kwetiau tapi versi lebih empuk dari kwetiau. Menu ini menarik untuk dicoba kalau sedang bosan makan mie atau kwetiaw biasa.

4. Bihun Goreng dan Es Mangga Muda

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Terakhir ada menu Bihun Goreng (Rp 45.000), kalau menu yang satu ini cocoknya memang untuk makan tengah. Karena porsinya yang melimpah dan bisa disantap untuk 2-3 orang.

Sama seperti locupan, bihun goreng ditumis dengan sayuran, bakso dan telur. Tapi di sini tipenya bihun goreng yang ditumis sampai garing, sehingga ada rasa dan aroma ‘smokey’ dari menu ini.

Mie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 TahunMie Ayam Gaya Baru : Gurihnya Mie Ayam Jamur Legendaris 60 Tahun Foto: detikFood

Puas menyantap mie ayam hingga bihun goreng, wajib minum Es Mangga Muda (Rp 17.000). Minuman jadul dengan isian mangga muda yang enak dan sedikit asam segar.

Oh ya, semua menu makanan yang ada di Mie Ayam Gaya Baru dijamin halal. Mereka juga melayani pesan antar dan pembayarannya sudah bisa non-tunai.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Bakmie Ayam Panggang hingga Nasi ‘Campur’ Jaksel


Jakarta

Ada tempat makan Bakmie andalan warga Jaksel terbaru di Kebayoran. Bakminya bergaya Chinese food dengan pilihan topping yang yang beragam.

Pengaruh kuliner China yang sudah aja sejak masa nenek moyang berandil besar pada tren kuliner di Indonesia. Dapat dilihat dari popularitas bakmi mulai dari yang bergaya Wonogiri, China tradisional, hingga kini banyak bermunculan bakmi kekinian yang tak kalah enak.

Salah satu bakmi kekinian yang merupakan pendatang baru ada di kawasan Kebayoran Baru. Belum ada tiga bulan melayani pelanggan tetapi cita rasa Bakmienya sudah ramai diburu pelanggan.


Berada di posisi yang cukup strategis juga menguntungkan bakmi yang diberi nama Bakmie H. Taubat ini. Tetapi apakah enak atau hanya sekadar populer karena tren saja?

Mendatangi Bakmie H. Taubat yang tak jauh dari kawasan Mayestik, detikfood membuktikan sendiri klaimnya yang ‘Enaknya Gaade Obat’. Ternyata begini rasa pada menu-menu andalannya.

Baca juga: 10 Istilah Daging Babi yang Harus Diwaspadai Muslim Agar Tak Terkecoh

Detail Informasi
Nama Tempat Makan Bakmie H. Taubat
Alamat Jalan KH. Ahmad Dahlan No.2, Kramat Pela, Jakarta Selatan.
Instagram @bakmie.taubat
Jam Operasional Setiap hari, 08.00 – 23.00 WIB
Estimasi Harga Rp 24.000 – Rp 33.000
Tipe Kuliner Chinese kekinian
Fasilitas
  • Makan di Tempat,
  • Pesan Online,
  • Area Parkir,
  • dll
Bakmie H. TaubatBangunan semi permanen yang biru terang ini memudahkan Bakmie H. Taubat untuk ditemukan. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Konsep Semi Kaki Lima Kekinian

Warung bakmi yang baru buka sejak akhir Mei 2024 ini mengusung konsep semi kaki lima. Ada bangunan semi permanen yang diperuntukkan sebagai dapur di mana para pekerja akan memasak dan menyiapkan pesanan.

Sementara untuk pelanggan yang datang Bakmie H. Taubat menyediakan area makan yang berada di dalam tenda-tenda dengan kursi dan meja plastik.

Salah satu yang mendukung tingginya antusias para pelanggan di sini adalah lokasi yang strategis. Bakmie H. Taubat berada di kawasan Mayestik, tepatnya Jalan KH. Ahmad Dahlan atau di seberang Kamaja.

Untuk mencapainya, jika dari arah Barito, belok kiri pada persimpangan lampu merah Kamaja. Sekitar 50 meter dari ujung jalannya kamu sudah bisa menemukan tenda biru ciri khas dari bakmi ini.

Lokasinya yang strategis membuat banyak warga Jaksel melipir ke sini usai pulang bekerja. Posisinya mudah dijangkau baik dari Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, maupun Jakarta Barat yang berbatasan langsung dengan Jakarta Selatan.

Tekstur Mie yang Kenyal

Bakmie H. TaubatMienya kenyal sehingga tak membuat penikmatnya enek atau mual. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Sebagai mie pendatang baru bukan hal yang aneh jika Bakmie H. Taubat mengandalkan mie dari pemasok. Selain biaya produksi yang akan lebih murah konsistensi mie juga bisa dijaga lebih mudah sebagai bisnis kuliner skala kecil.

Tetapi Bakmie H. Taubat tidak salah memiliki pemasok mie. Terbukti pada mienya yang kenyal tanpa harus meminta mie dimasak setengah matang.

Walaupun kenyal dan mulur tetapi mie yang digunakan cukup meresap bumbu dengan baik. Ditambah kuah kaldu ayam yang gurih dengan irisan daun bawang yang renyah. Cocok dipadukan dengan toppingnya.

Porsi mienya juga cukup banyak. Lagi-lagi karena teksturnya yang kenyal mulur menjadi mudah disuap dan dikunyah dengan nyaman di mulut.

Rasa topping dan menu selain bakmi yang tak kalah enak ada di halaman selanjutnya.

Topping Ayamnya Variatif

Bakmie H. TaubatPilihan toppingnya yang variatif memudahkan untuk menyesuaikan selera. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Sekilas Bakmie H. Taubat memang tampak seperti bakmi bergaya China pada umumnya. Tetapi setelah mencicipi menunya, ternyata bakmi ini merujuk pada konsep fusion.

Jika bakmi gaya China diberi topping cincangan ayam dengan racikan bumbu berwarna putih pucat dan rasa gurih. Berbeda dengan Bakmi H. Taubat yang punya pilihan bebrapa topping untuk bakminya.

Mulai dari Bakmi Taubat Original, Chicken Grill, Chicken Mushroom, Kecombrang, Sambal Matah, Lada Hitam, dan berbagai topping tambahan. Untuk dasar topping bakmi di sini menggunakan ayam rebus yang tidak diberi banyak bumbu karena akan dicampur dengan racikan bumbu pesanan pelanggan.

Kami membuktikannya dengan memesan Bakmi Taubat Kecombrang dan Bakmi Ayam Panggang. Keduanya terasa berbeda karea racikan ayam toppingnya.

Pada semangkuk Bakmi Taubat Kecombrang yang dipatok seharga Rp 28.000 rasanya lebih pedas segar. Aroma dan rasa asam segar khas kecombrang yang harum menyeruak tercium kuat sejak mienya diaduk rata.

Irisan kecombrang yang melimpah ditumis bersamaan dengan cabai dan bahan-bahan lainnya sehingga rasa pedasnya cukup mantap. Tetapi rasa pedasnya merambat perlahan dan akan terasa semakin pedas pada suapan berikutnya.

Sementara untuk Bakmi Taubat Chicken Grill yang dibanderol seharga Rp 33.000 dapat dibilang sebagai menu yang paling netral. Racikan ini menjadi hidangan andalan Bakmi H. Taubat ini rasanya gurih manis tetapi kurang smokey.

Daging ayam yang sebelumnya telah dimasak setengah matang dipanaskan dengan semburan api dari blow troch sebelum disajikan. Hasilnya ada warna cokelat keemasan di beberapa bagian ayam. Daging ayamnya juga masih juicy, memakai potongan fillet paha ayam yang diiris tebal.

Nasi Pakai Topping yang Spesial

Bakmie H. TaubatSelain menu bakmi yang enak, ada juga nasi campur khas Jaksel yang nikmat. Foto: detikcom/Diah Afrilian

Jika tak ingin makan bakmi, kedai ini juga menawarkan menu nasi yang tak kalah enak. Berbeda dengan bakmi yang banyak variannya, di sini hanya ada satu jenis menu nasi yang dapat dipesan dengan nama Nasi Spesial H. Taubat.

Sepiring nasi spesial ini tampak seperti nasi campur versi halal yang diberi topping irisan ayam dengan berbagai rasa. Cukup membayar Rp 33.000 ada empat jenis ayam yang disajikan sebagai topping untuk nasi putihnya.

Ada ayam panggang, ayam kecombrang, ayam sambal matah, hingga ayam lada hitam yang dapat dinikmati pada menu ini. Nah, menu ini membuktikan bahwa Bakmie H. Taubat menggunakan satu jenis ayam tetapi dengan bumbu yang baru diracik ketika ada pesanan.

Sebab untuk Nasi Spesial Taubat ayamnya tak diaduk merata bersama bumbu. Sehingga pembeli juga boleh mencicipi masing-masing toppingnya sebelum mengaduk rata.

Bakmi H. Taubat juga menyediakan pilihan topping yang beragam. Ada pangsit goreng isi seharga Rp 15.000 untuk empat buah yang mirip dengan crab rangoon.

Isiannya menggunakan cincangan crab stick dan krim. Hanya saja bentuknya seperti pangsit goreng dengan isian yang dilengkapi cocolan saus dari racikan mayones juga thousand island. Menu tambahan ini cocok untuk pelengkap bakmi maupun nasi spesial khas Bakmi H. Taubat.

Ingin tempat makan atau produk Anda direview oleh detik.com? Kirim email ke foodreview@detik.com.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?


Jakarta

Popularitas Indomie memang sudah mendunia. Di berbagai negara produk Indomie ini bisa ditemukan, salah satunya Indomie Mi Goreng yang ada di Thailand.

Pertama kali diluncurkan pada tahun 1972, Indomie merupakan merek mie instan populer asal Indonesia yang diproduksi oleh Indofood. Di awal mula kemunculannya, Indomie merupakan produk mie instan kedua yang ada di Indonesia setelah Supermi.

Puluhan tahun berselang, Indomie sukses menjadi salah satu mie instan yang paling terkenal di dunia. Tak hanya di Indonesia, popularitas Indomie ini sudah menyebar di Asia, Eropa sampai ke Amerika.


Bahkan pada tahun 2021 lalu, New York Magazine menobatkan Indomie Mi Goreng Original dan BBQ Chicken sebagai mie instan terenak di dunia.

Di Asia Tenggara, seperti di Thailand, produk Indomie cukup mudah ditemukan. Salah satunya Indomie Mi Goreng yang ikonik. Meski sekilas tampilan antara Indomie Mi Goreng Thailand dan Indonesia tampak sama, tapi ternyata tetap ada perbedaannya. Apa saja bedanya?

Baca Juga: Tidak Dijual di Indonesia, Begini Rasa Indomie Mi Goreng Versi Cup” selengkapnya

1. Indomie Goreng Thailand

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand Foto: detikFood

Sebagai salah satu negara di Asia Tenggara, cukup mudah menemukan produk makanan Indonesia di Thailand. Salah satunya ada produk Indomie Mi Goreng yang dijual di beberapa supermarket besar seperti di Big C Supercenter Ratchadamri, Bangkok.

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand Foto: detikFood

Indomie Mi Goreng Thailand ini diletakkan di rak khusus makanan halal. Berbeda dengan di Indonesia yang dijual eceran, kalau di Thailand, Indomie dijual per paket isi lima bungkus dengan harga 63 Baht (Rp 28.700).

Sementara di Indonesia, harga Indomie Mi Goreng kisaran Rp 15.000 per lima bungkus.

2. Kemasan Nyaris Sama

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak? Foto: detikFood

Jika dilihat secara sekilas antara Indomie Mi Goreng Thailand dan Indonesia, hampir tidak ada perbedaannya. Keduanya memili berat produk sekitar 85 gram dan sama-sama sudah mengantongi logo halal MUI.

Namun yang membedakannya hanya pada kemasan depan yang berisi tulisan Thailand, begitu juga bagian belakang atau saran penyajian juga ditulis dalam bahasa Thailand.

Tapi selain itu, bentuk dan desain kemasan Indomie Goreng di kedua negara ini sama, tak ada bedanya.

Baca Juga: Indomie Goreng Indonesia VS Indomie Goreng Hong Kong, Enak yang Mana?” selengkapnya

3. Persamaan Bumbu Indomie

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand Foto: detikFood

Berbeda dengan produk Indomie Mi Goreng di negara Hong Kong hingga Timur Tengah, kalau Indomie Mi Goreng di Thailand semua bumbunya masih sama dengan Indomie Mi Goreng di Pulau Jawa.

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand VS Indomie Indonesia Foto: detikFood

Jika Indomie di luar negeri kebanyakan saus sambalnya diganti dengan bubuk cabe, maka Indomie Thailand tetap menggunakan saus sambal layaknya versi aslinya di Indonesia. Hanya saja perbedaannya warna sambal dan minyak bawangnya sedikit lebih pucat dibandingkan bumbu Indomie Indonesia.

4. Adu Rasa Indomie Thailand VS Indonesia

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand Foto: detikFood

Ketika mie sudah matang dan diaduk dengan bumbunya, baru terlihat perbedaan yang mencolok. Tekstur Indomie Mi Goreng Thailand lebih keriting dan sedikit pipih, sementara yang versi Indonesia lebih lebar dan tidak terlalu kenyal.

Dari segi bumbu, memang rasa Indomie Mi Goreng Thailand ini tidak segurih dan ‘medok’ seperti Indomie Indonesia. Namun aroma dan rasa gurih dari minyak bawangnya lebih kuat sehingga menutupi rasa Indomie Mi Goreng yang terlalu asin.

Indomie Thailand VS Indomie Indonesia, Mana yang Lebih Enak?Indomie Thailand Foto: detikFood

Secara keseluruhan, Indomie Mi Goreng Thailand ini punya rasa yang mirip dengan Indomie Mi Goreng Indonesia. Bahkan rasa Indomie Mi Goreng Thailand ini lebih mirip dibandingkan rasa Indomie Mi Goreng dari Hong Kong, Singapura dan Timur Tengah.

Baca Juga: Ini Beda Indomie Goreng Indonesia vs Indomie Goreng Timur Tengah

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Nikmatnya Poffertjes dan Kapsalon di Kafe Belanda yang Viral di Pasar Baru


Jakarta

Tidak hanya kuliner tradisional, di Pasar Baru juga ada kafe kekinian yang bisa disambangi. Salah satunya kafe ini yang menawarkan kuliner Belanda.

Pasar Baru memang terkenal sebagai pusat belanja barang hingga kuliner. Sehabis mengelilingi toko di Pasar Baru mungkin kamu mau menyempatkan waktu untuk mencicipi berbagai kuliner legendaris yang sudah terkenal di sana.

Namun, sebenarnya Pasar Baru juga dikelilingi dengan beberapa kafe kekinian. Cocok menjadi tempat bersantai atau bahkan WFC (Work from cafe).


Salah satu kafe terkenal di sekitar Pasar Baru adalah AMS&DAM. Lokasinya strategis dan mudah dicari, berada di Jl. Pintu Air V No. 49, Pasar Baru.

Dari luar, bangunannya mirip seperti bangunan rumah, tetapi disulap menjadi lebih apik. Bagian terasnya diberi meja dan kursi untuk pengunjung yang ingin menikmati suasana outdoor. Adapun beberapa tanaman hijau yang membuat suasana kafe ini menjadi lebih asri.

Ams and DamKafe Ams and Dam bisa ditemui di jalan pintu air, Pasar Baru. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Saat masuk, kamu bisa langsung melihat beberapa meja dan kursi, termasuk area bar. Kafenya didominasi dengan warna netral, seperti putih, abu-abu, dan krem dengan sentuhan kayu pada furniturnya.

Ketika kami datang, suasana kafenya sangat tenang dan homey. Kami pun langsung pergi ke kasir untuk memesan menu makanan dan minuman andalan mereka.

Keunikan kafe ini yaitu menu-menu yang ditawarkan merujuk pada menu khas Belanda. Meskipun memang ada beberapa yang sudah dicampur dengan sentuhan makanan Indonesia.

Disebut-sebut pemilik sekaligus chef kafe ini memang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun bekerja di Amsterdam. Chef Travis banyak berlatih di restoran bergengsi di Amsterdam, yang telah mengantongi bintang Michelin.

Ams and DamBegini tampilan bagian dalam kafe Ams&Dam. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Pada tahun 2022, ia memutuskan untuk membuka AMS&DAM dan berbagi pengalamannya selama bekerja di sana dengan menghadirkan kafe Belanda di Jakarta. Tidak heran jika kreasi makanan yang ia buat sebagian besar makanan khas Belanda.

Pilihan menunya lengkap, mulai dari camilan, menu sarapan, makanan utama, dessert, serta berbagai macam minuman. Jenis-jenisnya ada yang memang khas Belanda, seperti poffertjes dan kapsalon, ada juga yang fusion, seperti omelet dabu-dabu hingga pasta rica-rica.

Setiap menunya pun sudah lengkap dengan deskripsi bahan-bahan yang dipakai. Namun, jika masih bingung, kamu bisa bertanya langsung ke pelayan atau barista yang menurut kami sangat informatif.

Ams and DamMenu poffertjes di sini tidak boleh dilewatkan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Kami juga sempat meminta rekomendasi menu dari para barista. Akhirnya, kami memilih untuk memesan Poffertjes (Rp 40.000), Kapsalon (Rp 60.000), dan Bitterballen (Rp 44.000).

Untuk minumannya, kami memilih dua racikan kopi berbeda yaitu Zeezout (Rp 32.000) dan Dutch Latte (Rp 34.000).

Kurang lebih kami menunggu 15 sampai 20 menit sampai pesanan makanan dan minuman kami datang. Poffertjes dan bitterbalennya punya tampilan yang menggiurkan.

Untuk poffertjesnya disajikan dengan lelehan butter terpisah dan ada hiasan bendera Belanda yang bisa dijadikan tusukan untuk mengambil poffertjes.

Sepiringnya terdiri dari 8 keping poffertjes yang ukurannya agak besar. Teksturnya fluffy dengan rasa yang cukup hambar.

Namun, karena ada taburan gula halusnya, rasanya menjadi manis. Jangan lupa dicocol butter untuk memberi sentuhan rasa gurih yang makin nikmat.

Bitterbalennya juga punya rasa yang cukup memuaskan lidah kami. Satu piringnya terdiri dari 4 buah bitterballen. Tekstur luarnya renyah dan isiannya padat.

Dalamnya diisi cincangan daging smoked beef yang dicampur kentang dan keju. Rasanya pun mirip seperti kroket dengan sentuhan rasa gurih dari keju yang cukup kuat.

Jika tidak mau terlalu asin, bisa dicocol ke saus mustardnya yang akan menambah rasa asam sedikit manis.

Untuk menu utama, kami memilih Kapsalon yang sepiringnya terdiri dari butter rice, salad tomat, potongan dada ayam, dan keju cheddar.

Ams and DamKapsalonnya juga lezat, terdiri dari nasi butter yang gurih. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Dari segi tampilan, hidangan ini lebih mirip seperti salad karena ditutupi dengan banyak selada hijau dan tomat. Padahal, di dalamnya ada nasi gurih dan potongan daging ayam.

Nasinya gurih dengan sentuhan aroma bawang goreng yang cukup kuat. Kami kira tidak akan cocok dipadukan dengan sayuran dan ayam kejunya, tetapi ternyata rasanya nikmat.

Keju dan saladnya menambah sentuhan rasa gurih asam pada hidangan nasi ini. Ditambah ada saus mayonaise manis yang membuat rasanya semakin komplet. Porsinya juga besar dan mengenyangkan.

Kalau mau minum-minum santai, bisa pesan aneka menu kopinya. Kami memesan menu signature seperti Zeezot yang terdiri dari espresso, salted caramel, sea salt, dan whip cream.

Ams and DamIni minuman kopi yang bisa dipesan di kafe satu ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Rasa kopi espressonya dominan pahit tetapi kopinya tidak terlalu kuat. Cenderung lebih manis karena ada tambahan sirup salted caramel dan whip cream. Tekstur creamy juga hadir dari whip cream tersebut. Bagi yang suka kopi manis tampaknya akan cocok dengan racikan ini.

Sedangkan Dutch Latte punya rasa kopi yang lebih pekat dan unik, Dari seruputan pertama kami sudah bisa merasakan aroma kayu manisnya. Racikannya yang ditambah dengan cokelat juga membuat minuman ini punya sentuhan rasa pahit.

Itu dia beberapa menu makanan yang kami coba di AMS&DAM. Jika mencari kafe atau tempat minum kopi di daerah Pasar Baru, bisa mampir ke AMS&DAM yang berlokasi di Jalan Pintu Air V No. 49, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jakarta, Indonesia 10710.

Buka Senin-Jumat pukul 10.00 sampai 21.00 WIB. Sabtu-Minggu pukul 9.00-21.00 WIB. Untuk informasi lebih lanjut bisa melihat instagram @amsendam.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Soto Mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, Mana yang Enak?


Jakarta

Soto mie yang bercita rasa gurih hangat ini ada yang ditawarkan dengan harga Rp 19.000 dan Rp 69.000. Bagaimana citarasa keduanya?

Soto mie merupakan makanan khas Bogor yang populer. Terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, irisan daging, kikil, dan kuah kaldu yang gurih.

Pelengkap soto mie ini biasanya juga ditambahkan dengan emping, risol, dan jeruk limau. Maka tak heran kalau rasanya sedikit asam segar.


DetikFood penasaran ingin mencoba soto mie yang dibanderol harga jauh berbeda. Kami membandingkan soto mie seharga Rp 19.000 dan Rp 69.000.

Untuk soto mie yang harganya terjangkau, kami mencoba Soto Mie Theresia yang legendaris. Sedangkan, untuk soto mie yang harganya cukup mahal kami cicip dari Remboelan Restaurant.

Berikut perbandingan dari kedua sajian soto mie tersebut:

1. Soto Mie Theresia

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Soto Mie Theresia merupakan warung makan soto mie khas Bogor yang populer di Jakarta. Warung ini juga legendaris, karena sudah berdiri sejak 1972.

Seporsi soto mie ini dibanderol harga Rp 19.000 tanpa nasi. Untuk harga yang terjangkau, porsi soto mie ini terbilang besar dan mengenyangkan.

Isi semangkuknya terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, risol, dan irisan daging. Sayangnya, tak ada campuran kikil seperti biasanya.

Untuk kuahnya agak keruh, sayangnya saat kami cicipi rasanya cenderung manis. Kami tak merasakan sensasi gurih dari soto mie itu.

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Bahkan, rasa asam segar dari jeruk limau juga tak terasa di lidah. Padahal kami melihat kalau sang penjual telah menambahkan perasan limau ke dalamnya. Tertutup dengan rasa manis yang dominan dari kecapnya.

Mie yang ditambahkan juga sangat melimpah, sehingga menurut kami bisa mengenyangkan tanpa nasi. Daging sapinya juga cukup banyak dan irisannya besar, tapi teksturnya tak begitu empuk.

Agar rasanya dapat kami nikmati, kami menambahkan sambal ke racikan soto mie ini. Meski sudah menambahkan sambal, rasa manisnya juga tetap mendominasi.

2. Soto Mie Remboelan

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Remboelan Restaurant dikenal sebagai restoran Indonesia ternama yang gerainya tersebar di berbagai daerah. Salah satunya ada di Mall Kota Kasablanca.

Beragam kuliner Indonesia ditawarkan. Salah satunya ada menu soto mie yang ditawarkan dengan harga Rp 69.000 per porsi. Porsi soto mie ini terbilang besar yang bisa dinikmati 2-3 orang.

Soto mie ini disajikan dalam wadah tembikar (claypot) yang bisa dipanaskan terus-terusan, sehingga tetap hangat untuk dinikmati. Isi soto mie ini terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, seledri, daun bawang, potongan kikil, dan daging.

Untuk pelengkap soto mie berupa potongan risol, emping, jeruk limau, dan sambal disajikan terpisah. Kuahnya terlihat agak keruh dan wangi, saat mencicipinya terasa gurih berkaldu.

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kami tak mendapati rasa manis pada sajian soto mie dari Remboelan ini. Rasa gurihnya juga pas di lidah. Saat kami kucuri jeruk limau jadi makin terasa nikmat, karena mendapatkan sensasi asam segar.

Kami sangat menikmati isian dagingnya yang super lembut. Potongan kikilnya besar juga terasa empuk dan lembut. Emping bisa ditambahkan jika menyukainya.

Meski tidak menggunakan sambal, soto mie ini terasa nikmat. Namun, ketika ditambahkan sambal juga tak menganggu rasanya.

3. Jadi, Soto Mie Mana yang Paling Enak?

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Setelah mencicipi kedua soto mie dari gerai dan harga yang berbeda ini, kami memiliki jawaban soto mie mana yang paling enak. Penilaian kami berdasarkan kualitas rasa dan teksturnya.

Menurut kami, soto mie dari Remboelan Restaurant yang paling juara. Meski dari segi harga lebih mahal, yaitu Rp 69.000, tapi bisa dinikmati 2-3 orang. Untuk rasa juga seimbang, gurihnya pas, berkaldu, isi kondimennya juga lebih menonjol.

Menu soto mie ini bisa menjadi pilihan bersantap yang enak ketika sedang di Remboelan. Kamu bisa menikmati soto mie ini bersama tambahan nasi jika masih kurang puas.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala


Denpasar

Sukses dengan bisnis kosmetiknya, Maharani Kemala kini membantu sang ibu berjualan nasi campur khas Bali yang halal dan viral.

Sering disebut sebagai ‘crazy rich’, pengusaha sekaligus influencer Maharani Kemala baru saja merilis bisnis kuliner terbarunya. Bisnisnya ini memang bukan miliknya sepenuhnya, melainkan milik sang ibu yang mendirikan tempat makan bernama Tuniang Bali.

Berawal dari sistem pre-order, tempat makan Tuniang Bali milik sang ibu kini semakin viral dan membuat banyak orang penasaran. Lokasi tempat makannya berada di kawasan Renon Denpasar, tapi harus siap antre hingga cari slot untuk pemesanan via aplikasi makanan online.


Berikut beberapa menu utama yang ada di Tuniang Bali dengan porsi melimpah dan harga terjangkau.

Detail Informasi Tuniang Bali
Nama Tempat Makan Tuniang Bali
Alamat Dauh Puri Klod, Renon Denpasar, Bali.
No Telp [phone]
Jam Operasional Jam Buka: 08.00 – 18.00 (WITA) | Instagram @tuniangbali
Estimasi Harga Rp 18.000 – Rp 35.000
Tipe Kuliner Nasi Campur Bali.

1. Usaha Milik Ibunda Maharani Kemala

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaIbunda Maharani Kemala Foto: Tuniang Bali

Dimulai dari kecintaan sang ibunda dalam memasak, Maharani Kemala membantu sang ibu untuk berjualan nasi campur autentik Bali yang halal dan terjangkau. Dikutip dari akun TikTok resmi @tuniangbali, sebutan tuniang merupakan istilah lain dari penyebutan seorang nenek di Bali.

“Masakan Tuniang Bali ini adalah wujud rasa cinta seorang nenek kepada anak dan cucunya. Nasi sela tuniang salah satu menu favorit di sini,” tulis keterangan di TikTok @tuniangbali.

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaMaharani Kemala promosikan Tuniang Bali milik ibunda. Foto: Tuniang Bali

Meski baru aktif berjualan pada pertengahan bulan April lalu, tapi nasi campur ini sudah viral bahkan Maharani Kemala mengaku bahwa dalam waktu satu hari, sang ibu mampu menjual lebih dari seribu porsi nasi campur di Tuniang Bali.

Mulai dari Ivan Gunawan hingga influencer Jovi Adhiguna ketagihan dengan menu makanan di Tuniang Bali.

2. Cara Memesan Nasi Campur di Tuniang

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaTuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala Foto: detikFood

Karena tempat makannya yang tak terlalu luas, kebanyakan pembeli memesan Tuniang Bali via aplikasi makanan online. Namun besarnya animo pembeli membuat banyak menu di Tuniang Bali sering kehabisan.

Salah satu tips bagi yang ingin memesan nasi campur ini via aplikasi online adalah dengan menggunakan fitur ‘schedule order’ atau mengatur pesanan sehari sebelumnya, sehingga ketika Tuniang Bali baru dibuka, pesanan kita sudah langsung diproses di aplikasi makanan online seperti Grab Food atau Go-Food.

Untuk kisaran harganya tak perlu khawatir, menu nasi campur di sini dimulai dari Rp 18.000 sampai yang paling mahal Rp 35.000. Oh ya, kalau pesan via aplikasi diperlukan waktu 1-2 jam hingga makanannya sampai. Jadi perlu sedikit bersabar untuk bisa menikmati nasi campur viral ini.

3. Nasi Sela Ayam Komplet

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaTuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala Foto: detikFood

Semua masakan di sini diolah langsung oleh ibunda Maharani Kemala, tentunya menggunakan resep keluarga Maharani yang sudah turun temurun. Uniknya, menu nasi campur di sini bisa menggunakan nasi sela.

Nasi sela merupakan kuliner asli dari Kabupaten Karangasem. Ciri khasnya terletak pada penggunaan potongan ubi manis atau ketela kecil yang dicampur dengan nasi putih. Di Tuniang Bali, nasi sela jadi pelengkap yang istimewa.

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaTuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala Foto: detikFood

Menu Nasi Sela Ayam Komplit harganya Rp 35.000 saja. Isian lauknya ada ayam betutu, ayam plecing dengan sambal merah, sate lilit hingga kulit ayam goreng renyah. Masalah rasa, semua lauknya tak perlu diragukan lagi.

Tekstur ayam betutunya meski tak besar tapi tetap empuk dengan bumbu yang meresap. Belum lagi bintang utamanya, yaitu ayam plecing dengan sengatan pedas dari bumbu merah serta rasa asam segar dari perasan jeruk limau. Disantap dengan nasi sela yang pulen, membuat nasi campur ini jadi menu makan yang mengenyangkan.

4. Nasi Ayam dan Telur Tuniang

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaTuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala Foto: detikFood

Kalau tak suka ubi, tak perlu khawatir ada pilihan nasi campur dengan nasi putih biasa. Seperti menu Nasi Ayam Tuniang Komplet (Rp 35.000), komposisi lauknya sama seperti paket Nasi Sela Ayam Komplet. Salah satu keunggulan Tuniang Bali, selain rasanya yang enak dan halal, porsi lauk dan nasinya sama sekali tak pelit.

Tuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani KemalaTuniang Bali : Sedap! Nasi Campur Bali Halal Milik Ibunda Maharani Kemala Foto: detikFood

Tersedia juga menu Nasi Telur Dadar Ayam (Rp 29.000), paduan telur dadar bersarang garing dengan tambahan ayam sisit, sayur urap, sate lilit dan telur tuniang sambal merah yang sedap. Oh ya, di setiap paket nasi sudah tersedia Sambel Embe Tuniang yang ekstra pedas.

Selain menu di atas, ada juga menu Nasi Sela Pindang menggunakan ikan pindang ala Tuniang dengan harga dari Rp 25.000 saja. Setiap harinya, Tuniang Bali buka dari jam 08.00 – 18.00 (WITA). Semua menunya bisa dipesan via aplikasi Gojek dan Grab.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com