Tag Archives: review battle

Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?


Jakarta

Gohyong belakangan sedang hits. Beberapa penjualnya viral seperti Ayam Goreng Gohyong Malaya, Gohyong Menteng, dan Gohyong Cikini. Mana yang racikan gohyongnya paling gurih?

Gohyong adalah jajanan akulturasi China-Betawi yang tengah diminati. Bentuknya serupa rolade yang digoreng kering lalu disajikan bersama saus asam manis.

Menilik sejarahnya, gohyong atau ngohiang kabarnya berasal dari daerah Fujian di China. Hidangan ini kemudian menyebar ke wilayah lain karena dibawa oleh perantau orang Hokkien serta Teocheow.


Karenanya jejak gohyong dapat ditemukan di banyak daerah Indonesia seperti Jakarta, Medan, Bogor, dan Pontianak. Di beberapa negara tetangga juga hadir hidangan serupa gohyong seperti di Malaysia dan Singapura.

Gohyong umumnya dibuat dari daging ayam, udang, dan telur dengan bumbu bawang putih dan merica. Ada juga yang memakai campuran daging sapi atau bakso sapi sebagai bahan gohyong.

Adonan yang dicincang halus ini kemudian dibungkus kulit terigu atau lumpia dan digulung memanjang seperti rolade dan dikukus. Setelah dingin, barulah digoreng kering.

Gohyong sudah ada sejak 1980-an di Jakarta, tapi eksistensinya tak pudar. Belakangan ini malah muncul banyak penjual gohyong baru yang menunya viral di media sosial karena dianggap unik dan enak.

detikfood tertarik mencicipi gohyong di 3 tempat yang punya banyak peminat. Tempat ini ada yang terbilang legendaris dan baru muncul, tapi sudah viral.

Ayam Goreng Gohyong Malaya legendaris

Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tampilan gohyong di Ayam Goreng Gohyong Malaya. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Membicarakan gohyong tentu tak dapat meninggalkan penjualnya yang legendaris di Menteng. Namanya Ayam Goreng Gohyong Malaya yang ada di Jalan Lombok, Menteng sejak 1985.

Dahulu tempat ini juga dikenal dengan nama Nasi Goreng & Ayam Malaya Lombok. Namun tempat jualannya sudah direlokasi dari Jalan Lombok ke Jalan Gereja Theresia Nomor 43, tepatnya di area Kuliner Theresia sejak hampir setahun terakhir.

Mereka juga punya cabang di kawasan Fatmawati, Kuningan, hingga Jakarta Barat. Kepada detikfood (24/1/2024), sang pemilik yang bernama Uje atau dikenal dengan sebutan ‘koki botak’ ini mengatakan usahanya diwarisi dari sang ayah. Bermula dari usaha nasi goreng gerobakan 39 tahun lalu.

Seporsi gohyong harganya Rp 30 ribu dengan isian 5 buah yang besar-besar. Gohyong dibuat berkala di dapur kantin dengan sebagian besarnya sudah dipotong-potong dan digoreng agar penyajian ke pembeli lebih cepat.

Gohyong di sini dibalut kulit sagu dan telur kocok. Untuk isinya menggunakan cincangan daging ayam dan bakso sapi. Tekstur kulit yang membalutnya tipis, tapi tetap renyah usai digoreng.

Adonannya sendiri terasa padat gurih dengan tekstur daging yang berimbang. Artinya cincangan daging ayam dan bakso sapinya tak terlalu kasar maupun halus. Untuk rasa dagingnya juga tercecap kuat dan nikmat.

Sementara kuah asam manisnya cenderung encer dengan rasa asam manis yang menurut kami pas. Menyeruputnya berkali-kali pun tak bikin bosan. Untuk sensasi pedas, penjual menyediakan irisan cabai rawit hijau.

Selain gohyong, Ayam Goreng Gohyong Malaya yang buka pukul 5 sore ini juga menyajikan ayam malaya yaitu ayam goreng tepung yang diberi saus gohyong, ayam kuluyuk dengan saus fuyunghai, hingga nasi goreng gila yang sedap.

Ayam Gohyong Menteng favorit anak muda Jaksel

Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Ayam Gohyong Menteng yang ada di Antasari jadi favorit anak-anak Jaksel. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

detikfood juga mencicipi gohyong buatan Ayam Gohyong Menteng yang hits di kalangan anak-anak muda. Salah satu gerainya ada di kawasan Antasari, Jakarta Selatan (Jaksel).

Menempati kios sederhana, Ayam Gohyong Menteng ini tak pernah sepi pembeli. Mereka buka sejak pukul 4 sore hingga tengah malam.

Saat santap di tempat, kamu dapat melihat gohyong dibuat berkala untuk memenuhi permintaan pembeli. Tempat ini juga buka di aplikasi ojek online.

Seporsi gohyong dibanderol Rp 25 ribu dengan isian 6 potong ukuran sedang. Rasa pedasnya didapat dari irisan cabai rawit merah.

Begitu digigit, tekstur kulit dan adonan gohyong di sini terasa lebih keras. Ini mungkin karena menggorengnya terlalu lama. Cincangan daging ayam dan baksonya juga lebih kasar.

Rasa daging ayam dan bakso sapinya menurut kami juga masih sedikit amis. Untuk saus asam manisnya memiliki rasa asam yang lebih kuat dibanding manisnya.

Tempat ini juga menyediakan Chinese food lain seperti nasi goreng, ayam malaya, capcay, hingga kwetiau. Harganya juga berkisar Rp 25 ribuan.

Cita rasa Gohyong Cikini yang viral dan rekomendasi terenak versi detikfood ada di halaman selanjutnya.

Gohyong Cikini yang viral

Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tampilan Gohyong Cikini yang viral diantre pembeli. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Sebagai pembanding, detikfood mencicipi Gohyong Cikini yang tengah viral. Usaha gohyong kaki lima ini adalah milik Wiwik yang hadir sejak 5 bulan terakhir di area Pasar Kembang, depan Stasiun Cikini.

Buka mulai pukul 4 sore, biasanya Gohyong Cikini sudah menuai antrean panjang. Demi mengatur alur pembeli, mereka biasanya menuliskan nama pembeli di kertas, lalu memanggilnya satu per satu.

Gohyong di sini sudah digoreng. Jadi penjual tinggal mengemas gohyong ke kantong-kantong plastik. Kalau mau makan di tempat, mereka menyediakan wadah styrofoam dan sendok plastik.

Gohyong Cikini dijual Rp 25 ribu per porsi isi 6. Dilengkapi saus asam manis dan irisan cabai rawit hijau untuk pemberi rasa pedas.

Ukurannya terbilang sedang dengan kulit lebih tebal ketimbang gohyong di 2 tempat sebelumnya. Teksturnya renyah dan lumayan garing.

Begitu digigit, adonan gohyong di sini ternyata paling halus. Tak tercecap tekstur cincangan daging ayam dan bakso sapi yang kami harapkan.

Sementara kuah asam manisnya paling ringan di antara yang lain. Jejak rasa asam manisnya cukup seimbang. Kelebihannya, meski gohyong sudah dijual dalam kondisi digoreng, tapi masih hangat saat sampai ke tangan kami.

Gohyong yang paling enak pilihan detikfood

Adu Rasa 3 Gohyong Viral, Mana yang Paling Gurih Renyah?Tiap gohyong viral ini punya keistimewaan tekstur dan rasa masing-masing. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Setelah mencicipi 3 gohyong, kami memilih gohyong buatan Ayam Goreng Gohyong Malaya yang paling nikmat. Penilaian ini didasarkan pada tekstur dan cita rasa gohyong serta kuahnya.

Gohyong legendaris ini memiliki tekstur yang paling pas. Cincangan daging ayam dan bakso sapinya tak terlalu kasar maupun halus. Kulitnya yang tipis tapi garing memungkinkan kami fokus merasakan isian adonan gohyong yang padat gurih.

Kuah gohyong di sini juga paling sesuai selera kami. Kuahnya tak terlampau asam maupun manis. Semuanya seimbang dengan tekstur ringan yang bikin makan jadi tidak eneg.

Namun semua penilaian ini bersifat subjektif, berdasarkan selera kami. Bukan tidak mungkin kamu memiliki penilaian lain atas gohyong yang lebih enak. Jajan gohyong yuk!

Ayam Goreng Gohyong Malaya
Jalan Gereja Theresia Nomor 43, Menteng, Jakarta Pusat
Telepon: 081298986043

Ayam Gohyong Menteng
Jl. Pangeran Antasari Nomor 10, Jakarta Selatan
Telepon: 085659401869

Gohyong Cikini
Depan Bank BCA dan Pasar Kembang
Kawasan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat

Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

(adr/odi)



Sumber : food.detik.com

Cicip 3 Salt Bread Viral, Mana yang Lebih Gurih Renyah?


Jakarta

Salt bread sedang viral di awal tahun 2024. Roti bercita rasa agak asin ini ditawarkan beberapa bakery. Ada 3 bakery yang menjual Salt bread, manakah yang paling gurih?

Banyak roti viral yang hits di media sosial, salah satunya salt bread atau shio bread. Roti ini terbuat dari adonan plain bread yang digiling tipis kemudian dioles mentega dan digulung bentuk seperti croissant. Bagian atasnya ditaburi garam kasar.

Roti yang rasanya agak asin ini mulai hits karena munculnya bakery aesthetic di kawasan Melawai, Blok M, bernama Little Salt Bread.


Hadirnya bakery tersebut membuat banyak orang penasaran. Mereka rela antre untuk mencicipi beberapa varian salt bread di sana. Apalagi harga rotinya yang bisa disebut terjangkau.

Setelah salt bread di sana viral, banyak bakery lain yang mengikuti jejaknya. Untuk mencari yang terbaik, detikFood mencoba dari 3 bakery, yaitu Little Salt Bread, Super Furry, dan Nool Strala.

Bagaimana rasa dan perbedaan salt bread dari 3 bakery tersebut?

1. Little Salt Bread

Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Munculnya Little Salt Bread yang langsung viral ini tentunya menarik perhatian kami untuk turut mencobanya. Akhirnya, pada Januari 2024 lalu kami mengunjungi gerainya dan ikut mengantre untuk mendapatkan rotinya.

Little Salt Bread menawarkan 5 varian rasa, yaitu Salt Bread Plain, Cheese, Truffle Egg, Miso Nori, dan Bread Garlic. Namun, kami hanya berhasil mencoba 3 varian saja, yaitu Plain, Cheese, dan Truffle Egg. Harganya mulai dari Rp 12.000 – Rp 25.000.

Semua rotinya memakai dasar yang sama, hanya saja ditambahkan topping pada varian cheese dan truffle egg. Untuk rotinya benar-benar terasa renyah di luarnya, tapi tetap empuk dalamnya. Aroma butter tercium kuat ditambah sentuhan asin dari garam kasar yang jadi topping ketika mencicipi varian plain.

Untuk varian cheese (keju), rasanya langsung meledak ketika gigitan cheese crumble itu masuk ke mulut. Apalagi ada sedikit sentuhan manis dari mayonesnya yang membuat paduan rasanya semakin nagih.

Varian truffle egg juga cukup memikat selera kami. Salad telurnya yang melimpah ini agak menutupi aroma dari minyak truffle-nya. Padahal kami menunggu sensasi nikmat dari aroma truffle tersebut.

Salt bread yang viral ini berhasil menaikkan ekspektasi kami dan menjadikannya pembanding kenikmatan dari 2 bakery lainnya. Karena, konsistensi tekstur dan variannya terbukti lezat.

2. Super Furry

Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Super Furry cukup dikenal sebagai bakery hits yang menawarkan aneka roti ala Korea. Peluang salt bread ini juga dicoba oleh mereka. Kami mengunjungi salah satu gerainya yang berada di PIM 2.

Terdapat 3 varian, yaitu Sea Salt Butter, Truffle, dan Truffle Cheese, harganya mulai dari Rp 9.500 – Rp 23.000. Bukan roti yang disajikan fresh, melainkan sudah dipajang pada rak display. Semuanya juga sudah dikemas, jadi pelanggan bisa langsung mengambilnya.

Sayangnya, salt bread di sini benar-benar jauh dari ekspektasi kami. Tekstur rotinya tak seperti salt bread pada umumnya yang kokoh dan renyah di luarnya. Saat kami sentuh malah seperti tekstur roti biasa.

Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Bagian dalamnya juga alot terkesan bantet. Kami juga tak mencium adanya aroma butter pada ketiga varian. Rasa asin yang harusnya tertinggal juga sangat tipis kami rasakan.

Varian truffle yang lebih bisa dinikmati dari ketiganya. Aroma truffle nya terasa dengan sentuhan rasa yang cukup kuat. Namun, tekstur rotinya membuat kami tak cukup berselera.

Review salt bread dari Nool Strala ada di halaman berikutnya…

3. Nool Strala

Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Super Furry dan Nool Strala Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Nool Strala banyak menawarkan pastry, terutama croissant. Croissant almond di bakery ini adalah juaranya. Ketika salt bread ini viral, mereka juga menjual dalam berbagai varian rasa.

Beberapa varian salt bread ditawarkan oleh Nool Strala. Kami berhasil mendapatkan 3 varian salt bread, yaitu Plain, Mozzarella, dan Aren. Harganya mulai dari Rp 15.000 – Rp 25.000.

Salt bread tersebut kami dapatkan dari kafe Kaneki di Dharmawangsa, Minggu (18/2). Saat itu, Nool Strala memang sedang bekerja sama dengan 4 kafe hits di Jakarta Selatan untuk pop-up store.

Salt Bread dari Super Furry dan Nool StralaSalt Bread dari Nool Strala Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Tekstur roti salt bread dari Nool Strala ini sesuai dengan karakteristiknya. Kokoh dan renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalamnya, bahkan membentuk rongga melingkar yang cantik.

Ketika kami cicipi, aroma butter dari salt bread ini juga tercium kuat. Namun, sebagai ‘salt bread’, menurut kami rasa asinnya kurang nendang di lidah. Hanya terasa pada varian plain, karena diberikan topping garam kasar di atasnya.

Untuk varian mozzarella, kami membayangkan mulurnya keju ketika roti disobek, sayangnya teksturnya tak seperti itu. Kami bisa merasakan sensasi rasa kejunya, ditambah juga ada sedikit crumble keju di atasnya.

Sayangnya, kami tak menyukai varian aren salt bread ini. Varian ini istimewa ditawarkan untuk pop up di kafe Kaneki, tapi menurut kami isi custard-nya terlalu banyak dan kemanisan.

4. Jadi, Salt Bread Apa yang Terbaik?

Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Setelah mencicipi ketiganya, kami memilih salt bread terbaik yang patut dicoba. Kami menilainya berdasarkan kualitas rasa dan teksturnya.

Salt bread dari Little Salt Bread yang paling juara, menurut kami. Tekstur roti renyah di luar lembut di dalam, begitu juga sentuhan rasa asinnya pas di lidah. Varian rasanya yang beragam dan terpadu nikmat dengan dasar rotinya juga membuat bakery ini lebih menonjol.

Little Salt BreadLittle Salt Bread Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Tak heran kalau Little Salt Bread langsung viral dan banyak orang rela mengantre. Apalagi roti-nya juga benar-benar ‘fresh from the oven’ bahkan bisa langsung dimakan begitu selesai dipanggang.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!


Jakarta

Cireng bumbu rujak termasuk kudapan tradisional favorit banyak orang. Cireng bumbu pedas manis ini dijual di kedai hingga restoran mewah dengan harga bervariasi, seperti cireng Rp 16 ribuan dengan Rp 120 ribu ini. Apa bedanya?

Cireng adalah jajanan khas Jawa Barat. Nama “cireng” merujuk pada bahan dan proses pembuatan makanan ini yaitu “aci digoreng”. Bahan utamanya memakai aci alias tepung kanji dan sedikit bumbu bawang serta kaldu bubuk.

Adonan cireng dipipihkan lalu digoreng hingga garing dan renyah. Biasanya cireng dinikmati langsung, disiram dengan saus kacang, atau dicocol ke bumbu rujak yang terkenal pedas, manis, asam, dan gurih.


Bumbu rujak dibuat dengan beberapa bahan seperti cabai rawit, gula merah, dan asam Jawa. Teksturnya biasanya cair, tapi ada juga yang bikin lebih kental.

Cireng bumbu rujak biasanya ditawarkan di kedai makan sederhana dengan kisaran harga Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu per porsi. Harganya yang relatif murah membuat cireng ini laris dipesan.

Namun, cireng bumbu rujak ternyata juga ada yang ditawarkan di restoran mewah. Salah satunya di restoran yang berlokasi di Plaza Indonesia, yang juga terkenal sebagai mall mewah di ibu kota.

Harga seporsi cireng isi 10 mencapai ratusan ribu rupiah. Seperti apa penampilannya? Apakah rasanya juga berbeda dengan cireng bumbu rujak di bawah Rp 20 ribu?

detikfood membuktikan langsung perbedaan antara cireng bumbu rujak murah dan mahal.

1. Cireng Rp 16 ribu di kedai jajanan

Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Penampakan cireng bumbu rujak Rp 16 ribu. Foto: detikfood

detikfood memesan cireng bumbu rujak murah dari kedai jajanan di Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Namanya Cireng Mercon & Piscok Lumer Tororo yang menawarkan cireng dan pisang cokelat (piscok) sebagai menu utamanya.

Cireng Bumbu Rujak Isi 10 dibanderol Rp 16.200, dari harga normal Rp 18.000. Memesan via ojek online, cireng ini tampak dikemas di styrofoam dan dibungkus kantong plastik bening.

Berkat jarak pengantaran yang dekat, cireng bumbu rujak ini sampai di tangan kami dalam kondisi masih hangat. Ukuran cirengnya tampak ‘gendut-gendut’ dengan warna putih kekuningan.

Begitu adonannya dirobek, terlihat elastis dan bening. Saat digigit, tekstur luarnya kenyal sedangkan dalamnya amat lembut.

Untuk bumbu rujaknya dikemas dalam cup kecil. Tampak warnanya agak hitam mirip kuah cuko pempek Palembang. Hanya saja teksturnya tidak begitu kental dan ada butiran biji-biji cabai yang mengapung.

Rasa manis dan asamnya seimbang menurut kami. Meski ada banyak biji cabai, tapi rasa pedasnya tak terlalu kuat. Rasa manisnya masih lebih dominan.

2. Cireng Rp 121 ribu di La Moda

Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Tampilan cireng bumbu rujak seharga Rp 121 ribu. Foto: detikfood

Penasaran dengan cireng ‘sultan’ di mall mewah ibu kota, detikfood membeli Cireng Bumbu Rujak di La Moda yang berlokasi di lantai 1 Plaza Indonesia. Restoran yang berada di bawah hotel Grand Hyatt Jakarta ini menawarkan Cireng Bumbu Rujak dalam kategori ‘Local Snack’.

Cireng Bumbu Rujak dibanderol Rp 100 ribu, sebelum pajak dan sekitar Rp 121 ribu setelah pajak. Menu lainnya adalah Pisang Goreng, Singkong Goreng, dan Lumpia Sayur yang sama-sama Rp 100 ribu sebelum pajak.

Suasana mewah dan elegan langsung terasa begitu masuk ke restoran yang berkonsep terbuka ini. Pelayan pun ramah melayani meski kami hanya memesan Cireng Bumbu Rujak dan 2 minuman.

Menu ini datang sekitar 10 menit setelah dipesan. Sebanyak 8 buah cireng disajikan di atas piring hitam. Di tengahnya diletakkan mangkuk kecil isi bumbu rujak.

Bumbu rujak itu berwarna cokelat muda dengan biji cabai yang juga mengapung. Jumlahnya cukup banyak untuk dijadikan cocolan cireng bumbu rujak.

Di antara cireng mahal dan murah, mana yang lebih enak? Baca halaman selanjutnya.

3. Beda tekstur dan rasa cireng

Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Cireng bumbu rujak Rp 16 ribu memiliki tekstur yang lebih elastis. Foto: detikfood

Tampilan cireng Rp 121 ribu lebih lebih padat dan pipih dibanding cireng murah. Sementara adonannya tidak seelastis dan semulur yang pertama. Kami menduga karena cireng ini memakai campuran tepung terigu yang lebih banyak.

Teksturnya juga lebih empuk dibanding cireng Rp 16 ribu, meski tetap ada sensasi kenyalnya. Porsi cireng mahal ini lebih sedikit yaitu 8 dibanding cireng murah yang sampai 10.

Namun ada keistimewaan cireng berisi keju di antaranya. Sepertinya jumlahnya sekitar 4 dari 8 cireng yang disajikan. Keju yang dipakai seperti keju cheddar yang dipotong kecil-kecil, bukan tipe keju yang lumer.

Penambahan keju memberi kesan mewah sekaligus rasa gurih yang enak. Ternyata gurihnya keju tidak mengganggu cita rasa bumbu rujak secara umum.

Bumbu rujak pada cireng mahal ini lebih dominan asamnya ketimbang manisnya. Jadi cocok untuk mereka yang memang lebih suka rasa asam Jawa kuat.

4. Dua-duanya bisa jadi pilihan sesuai budget

Cireng Bumbu Rujak Rp 16 Ribu vs Rp 120 Ribu, Begini Beda Rasanya!Cireng bumbu rujak Rp 121 ribu ada yang isi keju. Foto: detikfood

Jadi mana yang lebih enak, cireng murah Rp 16 ribu atau cireng mahal Rp 121 ribu? Menurut kami, dua jenis cireng ini sama-sama enak dan tinggal dipilih berdasarkan budget yang dimiliki.

Jika memang ingin mencicipi cireng bumbu rujak dengan balutan suasana mewah dan tempat nyaman, maka cireng La Moda jadi jawaban tepat. Apalagi ada keistimewaan berupa isian keju.

Namun, kalau hanya mau puaskan selera dengan rasa asam manis bumbu rujak dengan paduan cireng yang kenyal, maka cireng Rp 16 ribu di Tegal Parang bisa jadi pilihan tepat. Rasanya enak saat tersaji hangat-hangat.

(adr/odi)



Sumber : food.detik.com

Soto Mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, Mana yang Enak?


Jakarta

Soto mie yang bercita rasa gurih hangat ini ada yang ditawarkan dengan harga Rp 19.000 dan Rp 69.000. Bagaimana citarasa keduanya?

Soto mie merupakan makanan khas Bogor yang populer. Terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, irisan daging, kikil, dan kuah kaldu yang gurih.

Pelengkap soto mie ini biasanya juga ditambahkan dengan emping, risol, dan jeruk limau. Maka tak heran kalau rasanya sedikit asam segar.


DetikFood penasaran ingin mencoba soto mie yang dibanderol harga jauh berbeda. Kami membandingkan soto mie seharga Rp 19.000 dan Rp 69.000.

Untuk soto mie yang harganya terjangkau, kami mencoba Soto Mie Theresia yang legendaris. Sedangkan, untuk soto mie yang harganya cukup mahal kami cicip dari Remboelan Restaurant.

Berikut perbandingan dari kedua sajian soto mie tersebut:

1. Soto Mie Theresia

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Soto Mie Theresia merupakan warung makan soto mie khas Bogor yang populer di Jakarta. Warung ini juga legendaris, karena sudah berdiri sejak 1972.

Seporsi soto mie ini dibanderol harga Rp 19.000 tanpa nasi. Untuk harga yang terjangkau, porsi soto mie ini terbilang besar dan mengenyangkan.

Isi semangkuknya terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, risol, dan irisan daging. Sayangnya, tak ada campuran kikil seperti biasanya.

Untuk kuahnya agak keruh, sayangnya saat kami cicipi rasanya cenderung manis. Kami tak merasakan sensasi gurih dari soto mie itu.

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Bahkan, rasa asam segar dari jeruk limau juga tak terasa di lidah. Padahal kami melihat kalau sang penjual telah menambahkan perasan limau ke dalamnya. Tertutup dengan rasa manis yang dominan dari kecapnya.

Mie yang ditambahkan juga sangat melimpah, sehingga menurut kami bisa mengenyangkan tanpa nasi. Daging sapinya juga cukup banyak dan irisannya besar, tapi teksturnya tak begitu empuk.

Agar rasanya dapat kami nikmati, kami menambahkan sambal ke racikan soto mie ini. Meski sudah menambahkan sambal, rasa manisnya juga tetap mendominasi.

2. Soto Mie Remboelan

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Remboelan Restaurant dikenal sebagai restoran Indonesia ternama yang gerainya tersebar di berbagai daerah. Salah satunya ada di Mall Kota Kasablanca.

Beragam kuliner Indonesia ditawarkan. Salah satunya ada menu soto mie yang ditawarkan dengan harga Rp 69.000 per porsi. Porsi soto mie ini terbilang besar yang bisa dinikmati 2-3 orang.

Soto mie ini disajikan dalam wadah tembikar (claypot) yang bisa dipanaskan terus-terusan, sehingga tetap hangat untuk dinikmati. Isi soto mie ini terdiri atas mie kuning, bihun, kol, tomat, seledri, daun bawang, potongan kikil, dan daging.

Untuk pelengkap soto mie berupa potongan risol, emping, jeruk limau, dan sambal disajikan terpisah. Kuahnya terlihat agak keruh dan wangi, saat mencicipinya terasa gurih berkaldu.

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Kami tak mendapati rasa manis pada sajian soto mie dari Remboelan ini. Rasa gurihnya juga pas di lidah. Saat kami kucuri jeruk limau jadi makin terasa nikmat, karena mendapatkan sensasi asam segar.

Kami sangat menikmati isian dagingnya yang super lembut. Potongan kikilnya besar juga terasa empuk dan lembut. Emping bisa ditambahkan jika menyukainya.

Meski tidak menggunakan sambal, soto mie ini terasa nikmat. Namun, ketika ditambahkan sambal juga tak menganggu rasanya.

3. Jadi, Soto Mie Mana yang Paling Enak?

Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak?Soto mie Rp 19.000 Vs Rp 69.000, manakah yang paling enak? Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Setelah mencicipi kedua soto mie dari gerai dan harga yang berbeda ini, kami memiliki jawaban soto mie mana yang paling enak. Penilaian kami berdasarkan kualitas rasa dan teksturnya.

Menurut kami, soto mie dari Remboelan Restaurant yang paling juara. Meski dari segi harga lebih mahal, yaitu Rp 69.000, tapi bisa dinikmati 2-3 orang. Untuk rasa juga seimbang, gurihnya pas, berkaldu, isi kondimennya juga lebih menonjol.

Menu soto mie ini bisa menjadi pilihan bersantap yang enak ketika sedang di Remboelan. Kamu bisa menikmati soto mie ini bersama tambahan nasi jika masih kurang puas.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Adu Rasa 3 Asinan Sayur Betawi Legendaris di Jakarta, Mana Paling Enak?


Jakarta

Penjual asinan sayur khas Betawi banyak ditemukan di Jakarta. Namun, ada 3 tempat legendaris yang kerap menjadi favorit sejak dulu karena rasanya. Mana yang terenak?

Asinan sayur khas Betawi tidak kalah enak dan populer dibanding asinan Bogor. Sejak puluhan tahun lalu, hidangan ini sudah punya banyak penggemar.

Makanan hasil akulturasi budaya Betawi dan China ini terbuat dari olahan sayur, umumnya terdiri dari selada, kol, tauge, timun segar, dipadukan dengan tahu, dan siraman bumbu kacang yang rasanya gurih manis.


Kerupuk mie yang renyah menambah tekstur dan kenikmatan dari asinan sayur ini. Rasa yang kompleks dan menyegarkan kerap membuat makanan tradisional ini dijadikan menu pembuka.

Di Jakarta tersebar sejumlah penjual asinan sayur Betawi. Namun, beberapa penjual kerap menjadi andalan banyak orang sejak dulu sampai saat ini karena keunggulannya.

Penasaran dengan asinan Betawi legendaris, detikFood mencoba membandingkan dari tiga tempat paling populer. Pertama, Asinan Kamboja H.Mansyur yang terkenal di Rawamangun dan berdiri sejak tahun 1970-an.

Asinan H.Asymuni sejak tahun 1978 juga sering diantre banyak pelanggan. Lalu ada Asinan Ny.Isye yang punya harmoni rasa spesial dengan isian tak kalah komplet.

Ketiganya dipesan melalui aplikasi ojek online, dalam porsi standar, tanpa ada tambahan apapun. Lantas, di antara ketiga asinan ini, mana yang paling enak dan sepadan?

Jenis sayuran yang dipakai

Battle asinan sayur BetawiAsinan Ny.Isye punya isian sayur yang paling lengkap karena ada tambahan irisan wortelnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Secara umum, asinan sayur Betawi dilengkapi dengan sayur kol, selada, mentimun, tauge, dan tahu putih. Namun, ketiga asinan ini dilengkapi dengan sayur yang berbeda-beda.

Asinan Ny.Isye memiliki isian sayur yang paling komplet, terdiri dari selada, irisan kol, tauge, dan irisan wortel yang tak ada di dua asinan lainnya. Kemudian ditambah tahu putih, kerupuk, taburan kacang.

Sedangkan isian asinan H.Mansyur dan H.Asymuni sama-sama dilengkapi selada, irisan kol, tauge, tahu putih, kerupuk, dan kacang tanah saja. Tidak ada pelengkap lain, termasuk wortel.

Battle asinan sayur BetawiJika dibandingkan, begini isian sayuran asinan dari ketiga tempat tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Meskipun komposisi sayurannya berbeda, tetapi ketiga tempat ini menawarkan sayuran yang segar. Misalnya pada tauge yang masih renyah dan tidak bau kecambah sama sekali.

Untuk komposisi dari setiap bahan, menurut kami ketiganya menyajikannya dengan porsi yang kurang lebih sama. Sayuran yang menjadi komposisi utama disajikan cukup melimpah, tetapi kerupuk, kacang, dan tahunya disajikan dalam porsi lebih sedikit.

Isian tahu dan jenis kerupuk

Battle asinan sayur BetawiIsian tahu dan kerupuk dari ketiga tempat itu juga punya rasa dan variasi yang berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Ketiga asinan ini juga dilengkapi dengan potongan tahu putih. Sekilas, memang tahu putihnya terlihat sama, tetapi ternyata ada sedikit perbedaan pada tekstur dan rasa.

Soal tahu, asinan H.Mansyur lebih unggul daripada yang lain karena tahunya punya tekstur yang lembut dan rasanya juga tidak asam. Sedangkan, tahu yang disajikan pada asinan Ny.Isye, terutama pada asinan H.Asymuni cukup keras dan rasanya agak asam.

Perbedaan lainnya juga terdapat pada kerupuk yang disajikan. Asinan H.Mansyur dan H.Asymuni sama-sama menyajikan kerupuk mie berwarna kuning yang rasanya standar, sepertinya terbuat dari campuran tepung-tepungan biasa. Selain itu, kedua asinan ini juga dilengkapi dengan kerupuk merah.

Sedangkan Asinan Ny.Isye hanya menyajikan kerupuk mie saja yang punya warna lebih gelap. Rasanya seperti terbuat dari singkong, dengan tekstur yang agak lebih keras.

Perbedaan bumbu kacang dan harga dari ketiga asinan tersebut bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

Kenikmatan berbeda bumbu kacang

Battle asinan sayur BetawiTerlihat perbedaan yang sangat mendalam pada warna dan tampilan bumbu kacang ketiga asinan sayur ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Selain isian, kenikmatan asinan sayur Betawi juga tidak lepas dari lumuran saus kacangnya. Ketika kami bandingkan, rupanya ketiga asinan ini punya bumbu kacang yang berbeda, mulai dari warna sampai rasa.

Asinan H.Mansyur memiliki bumbu kacang dengan warna cokelat agak muda dan tekstur sangat encer. Sedikit berminyak, bisa jadi karena dimasak dulu. Kacangnya juga diblender sampai halus karena tidak ada butiran kacang yang kasar tercap di mulut.

Soal rasa, menurut kami lebih dominan manis dari gula merahnya daripada gurih. Kami juga tidak mencecap rasa asam sehingga sensasinya seperti menikmati bumbu kacang siomay saja.

Battle asinan sayur BetawiBegini tampilan asinan sayur dari H,Mansyur yang kuahnya dominan manis. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Asinan Ny.Isye punya bumbu kacang dengan warna cokelat yang tidak jauh berbeda dengan H.Mansyur. Namun, agak lebih cokelat gelap dan sedikit oranye. Teksturnya juga sedikit lebih kental. Sama seperti H.Mansyur, kacangnya juga diblender sampai sangat halus.

Namun, rasanya berbeda. Bumbu kacang Ny.Isye lebih dominan gurih, dengan rasa kacang lebih pekat. Kami tidak bisa memastikan jenis kacang yang dipakai, tetapi seperti ada sentuhan rasa yang mirip seperti kacang mede. Bumbu kacangnya juga sedikit manis.

Battle asinan sayur BetawiAsinan H.Asymuni punya variasi bumbu kacang yang warnanya paling berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Asinan H.Asymuni punya bumbu kacang paling berbeda. Warnanya dominan ke oranye dan teksturnya juga jauh lebih kental, dengan buliran kacang yang masih agak kasar. Rasa kacangnya tidak begitu dominan, tetapi ada perpaduan rasa antara manis, gurih, dan sentuhan rasa asam kecut yang cukup kuat. Ada pun rasa pedas yang muncul di akhir.

Menurut kami, asinan H.Asymuni punya rasa bumbu kacang yang paling berbeda, tetapi ketiganya bisa dinikmati sesuai dengan selera masing-masing.

Harga yang bervariasi

Battle asinan sayur BetawiKetiga asinan ini dibanderol dengan harga bervariasi, mulai sari rp 18 ribu sampai Rp 30 ribu. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Ketiga asinan Betawi ini dipesan melalui aplikasi ojek online dengan harga berbeda. Tentu ada perbedaan harga antara pesan langsung dengan pesan melalui aplikasi.

Asinan paling murah datang dari Asinan H.Asymuni yang harga per porsinya dibanderol sekitar Rp 17.799.

Kami tidak bisa menemukan asinan ini di aplikasi ojek online, sehingga kami pesan melalui aplikasi Shopee, dan dikirim melalui jasa instan. Meskipun pesan lewat Shopee, tetapi asinannya tetap fresh. Penjual tetap akan mengirim pesanan langsung, layaknya pesan makan di ojek online.

Asinan H.Mansyur pun bisa ditemukan di Jalan Pisangan Baru RT 002, RW05 No.31, Kec. Matraman, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13110.

Urutan kedua ada Asinan H.Mansyur yang dibanderol dengan harga Rp 20.000. Bisa dipesan melalui ojek online. Lokasinya di Jl. Taman Kamboja No.10 8, RT.8/RW.11, Rawamangun.

Sedangkan, asinan termahal datang dari Asinan Ny.Isye yang seporsinya Rp 30.500. Asinan ini dikemas sangat rapi dan praktis, dimana semua bahan-bahan asinan dijadikan satu plastik besar. Asinan ini pun dapat ditemui di Jl. Kamboja 3 No.12, RT.5/RW.11, Rawamangun.

Asinan sayur Betawi paling enak versi detikfood

Setelah mencicip ketiganya, menurut kami Asinan H.Asymuni paling sesuai selera kami karena kombinasi rasa bumbu kacangnya pas. Terjejak rasa gurih, manis, asam, dan sedikit pedas.

Untuk Asinan Ny.Isye sebenarnya juga tak kalah nikmat dengan bumbu gurih yang rasa kacangnya terjejak kuat. Disusul oleh Asinan H.Mansyur yang bumbu kacangnya lebih dominan rasa manis. Namun semuanya tentu kembali kepada selera setiap orang. Yuk, jajan asinan sayur Betawi!

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?


Bandung

Berasal dari Bandung, batagor jadi jajanan populer tak lekang oleh waktu. Ada tiga batagor yang paling terkenal di Bandung, kira-kira siapa juaranya?

Batagor atau singkatan dari Bakso Tahu Goreng merupakan jajanan khas Bandung, Jawa Barat. Sesuai namanya, bakso tahu goreng tersebut disantap dengan bumbu kacang yang pedas manis. Mudah tentunya untuk menemukan batagor di Bandung.

Mulai dari batagor kaki lima yang dijual di gerobak, sampai batagor legendaris yang jadi destinasi wisata kuliner jika sedang berada di Bandung.


Dari sekian banyak batagor di Bandung, ada tiga batagor yang legendaris dan populer sejak puluhan tahun lalu. Yaitu Batagor Kingsley, Batagor Riri dan terakhir Batagor Burangrang.

Ketiganya meski menjual menu batagor tapi memiliki cita rasa dan racikan bumbu kacang yang berbeda. Kira-kira dari ketiga batagor populer ini mana yang paling enak ya?

Berikut adu rasa tiga batagor paling terkenal di Bandung versi detikFood (22/11).

1. Batagor Kingsley

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Batagor Kingsley Foto: detikFood

Batagor Kingsley sudah ada sejak tahun 1982. Berlokasi di Jalan Veteran no. 25, Bandung, batagor yang satu ini terkenal sebagai batagor premium yang diburu banyak orang ketika ke Bandung. Kalau mau makan di tempat, terutama di akhir pekan, pengunjung harus mengantre sekitar 15-30 menit untuk mendapatkan kursi.

Menu utamanya ada Batagor Goreng (Rp 38.000/ 2 biji) dan Siomay Goreng (Rp 38.000/ 2 pcs). Kedua menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang sudah dituang langsung ke makanan, lengkap dengan tambahan kecap manis.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Siomay Goreng Kingsley Foto: detikFood

Ukuran batagor dan siomay gorengnya cukup besar. Aroma gorengan batagornya tercium harum karena digoreng dadakan ketika ada yang memesan. Tekstur batagornya kenyal, dengan rasa ikan tenggiri yang mendominasi batagor.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Begitu juga dengan siomay gorengnya yang ikan tenggirinya terasa di setiap suapan. Di sini tipe bumbu kacangnya tidak terlalu kental, tapi rasanya manis gurih dengan sedikit pedas dari campuran cabe merah yang dihaluskan ke bumbu kacang. Komposisi bumbu kacangnya ini menyempurnakan rasa batagor yang gurih sedap.

2. Batagor Riri

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Beralih ke Jalan Burangrang, di sini ada kedai Batagor Riri yang sudah eksis sejak tahun 1985 silam. Dulunya batagor ini dibuat sang pemilik untuk konsumsi keluarga sendiri, puluhan tahun berselang kini Batagor Riri termasuk ke dalam batagor legendaris di Bandung.

Menu paling populer ada Batagor Campur (Rp 60.000), isinya lengkap ada batagor dua biji batagor dan satu siomay goreng bentuk bulat. Menu ini disajikan dengan bumbu kacang yang terpisah. Bumbu kacangnya berwarna cokelat kekuningan tanpa campuran kecap.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Sama seperti Batagor Kingsley, ukuran siomay dan batagor di Riri juga cukup besar. Ketika dicicip rasa ikan tenggirinya memang tidak terlalu dominan, akan tetapi cukup terobati dengan bumbu kacangnya yang lebih ke rasa gurih asin.

Batagor Enak Lainnya Ada di Halaman Selanjutnya!

3. Batagor Burangrang

Batagor BurangrangBatagor Burangrang Foto: detikFood

Terakhir ada Batagor Burangrang, lokasinya masih berada di jalan yang sama dengan Batagor Riri. Kedai batagor satu ini sudah ada sejak tahun 1970-an dan masih bertahan sampai sekarang. Kedainya cukup sederhana tapi kebanyakan yang datang beli batagor untuk dibawa pulang.

Menu yang paling banyak dipesan ada Batagor Campur (Rp 49.500), terdiri dari dua batagor dan satu siomay goreng. Bumbu kacang disajikan di mangkuk terpisah, tekstur bumbu kacangnya paling kental dan berwarna cokelat pekat.

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Sementara rasa dari batagor Burangrang sangat gurih, dengan perpaduan ikan tenggiri dan tahu yang lembut. Begitu juga dengan siomay gorengnya yang mirip rasa dengan pempek jenis adaan. Ketika dicocol dengan bumbu kacang, rasanya semakin enak karena sentuhan manis gurih dari bumbu kacang yang ‘medok’.

4. Juara Batagor Terenak di Bandung

Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara?Adu Rasa 3 Batagor Legendaris di Bandung, Mana yang Jadi Juara? Foto: detikFood

Setelah dicicip ketiga batagor paling populer di Bandung ini, semuanya memiliki ciri khas serta keunggulan masing-masing. Begitu juga dengan racikan bumbu kacang yang berbeda di setiap tempat.

Untuk rasa sebenarnya variatif dan kembali ke selera masing-masing, namun detikFood memilih menu batagor dan siomay goreng dari Batagor Kingsley sebagai juara. Karena dari segi rasa, batagor Kingsley sangat dominan dengan rasa ikan tenggiri yang gurih. Ditambah dengan bumbu kacangnya yang tak terlalu kental tapi punya rasa pedas, manis dan gurih.

Bagi yag penasaran ingin mencicipi langsung menu batagor ini, bisa langsung mampir ke tiga kedai batagor paling populer di Bandung ini.

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?


Jakarta

Nasi kebuli kini banyak ditawarkan dengan harga terjangkau, sekitar Rp 30 ribuan. Dari merek-merek nasi kebuli franchise populer, mana yang menunya paling nikmat?

Nasi kebuli merupakan hidangan pengaruh Timur Tengah yang kini populer di Indonesia. Berupa beras biasa atau beras basmati yang dimasak dengan aneka rempah dan minyak samin atau mentega.

Nasi kebuli berasal dari budaya Arab, khususnya Yaman yang merupakan tempat ‘kelahiran’ nasi kabsah dan nasi mandi. Di Indonesia, penyebaran nasi kebuli umumnya dibawa orang Arab yang tinggal dengan suku Betawi.


Karenanya, nasi kebuli populer di kalangan warga Betawi. Bahkan ada beberapa rumah makan khusus nasi kebuli di kawasan yang dipadati orang-orang keturunan Arab dan Betawi.

Belakangan ini, nasi kebuli juga banyak dijajakan dengan sistem franchise dimana beberapa merek populer mendominasi pasaran. Gerai nasi kebuli franchise ini menjamur di Jakarta dan kota-kota sekitarnya.

Mereka menawarkan nasi kebuli terjangkau, dengan harga mulai dari Rp 20 ribuan untuk lauk ayam panggang. Kalau mau kambing juga tersedia, tapi harganya bisa di atas Rp 50 ribu.

detikfood mencicipi nasi kebuli dari 3 merek franchise populer di pasaran. Ketiganya menawarkan nasi kebuli dalam rentang Rp 20 ribu-30 ribu.

Bagaimana tampilan dan cita rasanya?

Nasi Kebuli Ijab Qabul

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Ijab Qabul dibanderol sekitar Rp 33 ribu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Nasi Kebuli Ijab Qabul merupakan franchise asal Curug Wetan, Tangerang. Kini gerainya sudah ada sekitar 24 dengan persebaran 50% di Jabodetabek, 30% Jawa Timur, dan 20% Bali, seperti tercantum dalam Instagram @kebuli_ijabqabul.

Jika beli langsung ke gerai, harga seporsi nasi kebuli mulai dari Rp 25 ribu untuk lauk ayam kecil. Kalau potongan ayam besar Rp 33 ribu, sementara di aplikasi ojek online harganya menjadi Rp 48.500.

Kebuli Ijab Qabul juga punya nasi kebuli lauk sapi asap, kambing, salmon, hingga yang loyang untuk suguhan acara. Kami pun memesan Nasi Kebuli Ayam Besar (Rp 33 ribu) dari gerainya di Bangka, Kemang.

Tampak nasi kebuli dikemas dalam kotak kertas hitam bertuliskan “Ijab Qabul Authentic Middle East Food”. Begitu dibuka, potongan paha ayamnya terlihat menggugah selera dengan warna cokelat muda mengilap dan ukuran yang benar-benar besar.

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Buliran nasi basmatinya terasa gurih berempah dengan tekstur agak berminyak. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Sementara nasinya berupa beras basmati berwarna kuning muda. Di antaranya terselip beberapa butiran rempah, termasuk lada hitam utuh. Nasi ini punya tekstur agak basah dan berminyak yang membuatnya tampak bersinar.

Tekstur nasinya empuk dan lembut, meski dibuat dari beras basmati yang biasanya cenderung lebih keras. Aroma rempahnya tak terlalu kuat, tapi ternyata punya rasa gurih berempah yang nendang! Terlihat ada banyak kapulaga terselip.

Nasi kebuli enak disantap dengan ayam panggangnya yang super smoky, gurih, dan juicy. Ayam ini juga sangat empuk, mudah dilepaskan dari tulangnya.

Ijab Qabul memberikan pelengkap sambal yang porsinya cukup banyak. Teksturnya mirip sambal bawang dengan rasa pedas yang juga kuat, sesuai dengan selera umumnya orang Indonesia.

Nasi Kebuli Abuya

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Abuya dibanderol harga terjangkau, mulai dari Rp 20 ribuan. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Kebuli Abuya bisa dibilang salah satu franchise nasi kebuli terpopuler saat ini. Di Instagram @kebuli.abuya, followers-nya sudah lebih dari 53 ribu.

Cabangnya pun sudah puluhan di Jakarta dan sekitarnya. Salah satunya di Tebet, tempat kami pesan di aplikasi ojek online. Harganya Rp 31 ribu per porsi, tapi kalau beli langsung sebenarnya lebih murah dengan kisaran Rp 20-25 ribu.

Nasi Kebuli Abuya punya 2 pilihan ayam yaitu ayam panggang dan ayam rempah. Untuk battle ini, kami memesan Nasi Kebuli Ayam Rempah yang sama dengan nasi kebuli lain.

Nasi Kebuli Abuya dikemas dalam kotak kertas. Nasinya memakai beras basmati, tapi punya warna cenderung kemerahan, bukan kuning.

Di antara nasi terselip banyak rempah-rempah khas bumbu kebuli, seperti cengkeh, kapulaga, dan lada hitam. Lalu ada banyak potongan kismis, yang tidak kami temukan pada Nasi Kebuli Ijab Qabul.

Secara tekstur, nasinya tak begitu empuk dan cenderung lebih kering. Buliran beras basmati-nya juga tampak banyak yang patah, tidak seperti pada Nasi Kebuli Ijab Qabul yang dominan utuh.

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Rasa nasi Kebuli Abuya cenderung lebih manis dengan tambahan banyak kismis. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Aroma dan rasa rempahnya tipe yang lembut sehingga bisa lebih nyaman dimakan dalam porsi besar. Namun, menurut kami, rasa nasinya sudah agak manis meski dimakan tanpa potongan kismis. Rasa ini kurang sesuai preferensi kami yang lebih menyukai gurih berempah untuk nasi kebuli.

Ayam panggang rempahnya berukuran lebih kecil dengan warna cokelat muda. Teksturnya cukup empuk dengan rasa gurih kuat, tapi jejak rempahnya tak sekuat milik Kebuli Ijab Qabul. Aroma smoky-nya kurang tercium.

Nasi kebuli ini juga dilengkapi seplastik kecil sambal. Teksturnya cenderung lebih basah dan rasanya tidak sepedas sambal bawang. Sepertinya memakai tomat dalam campurannya.

Nasi kebuli ini sepertinya cocok untuk mereka yang lebih suka jejak rempah lembut dan pelengkap ayam dengan rasa gurih kuat. Untuk menu lainnya, Nasi Kebuli Abuya juga punya porsi nampan dan tambahan roti cane.

Baca halaman selanjutnya untuk tahu kelezatan Nasi Kebuli Yaman dan nasi kebuli favorit detikfood.

Nasi Kebuli Yaman

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Seporsi nasi Kebuli Yaman Rp 30 ribu dengan pelengkap acar. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Kebuli Yaman juga tersebar di banyak titik. Popularitasnya di Instagram @kebuli_yaman juga tinggi dengan lebih dari 19 ribu followers.

Kebuli Yaman berpusat di kawasan Pasar Kemis, Tangerang. Cabangnya sampai ke Cilegon, Depok, Bogor, hingga Bekasi. Kami memesan dari cabang Depok Sentosa.

Di aplikasi ojek online, harganya Rp 44 ribu. Namun jika beli langsung, Paket Kebuli Ayam (Paha) hanya Rp 30 ribu.

Sama seperti 2 nasi kebuli lain, Nasi Kebuli Yaman juga dikemas dalam kotak kertas. Dominasi warnanya kuning dan merah yang curi perhatian. Tertulis juga pilihan menu lain, seperti kebuli kambing dan iga sapi bakar di sini.

Dari segi tampilan, Nasi Kebuli Yaman paling menarik. Buliran beras basmatinya kuning terang dengan selingan bulir warna oranye. Pelengkap ayam panggangnya juga besar dengan warna cokelat gelap dan taburan bumbu rempah.

Pelengkapnya berupa satu cup kecil sambal dan seplastik kecil acar wortel dan mentimun. Pelengkap acar ini tidak dimiliki 2 nasi kebuli lain yang memberi nilai plus untuk Kebuli Yaman.

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Tekstur nasi kebulinya cenderung agak kering, tapi jejak rempahnya kuat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Soal rasa, nasi kebulinya memiliki aroma dan rasa rempah yang lumayan kuat. Levelnya di tengah, antara Nasi Kebuli Ijab Qabul yang paling kuat dan Nasi Kebuli Abuya yang cenderung lembut.

Tampak buliran beras basmatinya utuh sehingga jadi poin plus. Tekstur nasinya empuk dan lembut, tapi agak kering.

Ayam panggang berempahnya juara! Ukurannya besar, teksturnya juicy, aromanya smoky, dan rasa gurih berempahnya meresap sampai ke serat-serat daging. Mirip dengan ayam panggang pada Nasi Kebuli Ijab Qabul.

Pelengkap sambalnya tipe yang agak basah, mirip Nasi Kebuli Abuya. Sepertinya dibuat dengan campuran sedikit tomat. Rasa pedasnya juga tak terlalu kuat.

Nasi kebuli paling lezat mantap

3 Nasi Kebuli Rp 30 Ribuan, Mana yang Paling Gurih Berempah?Nasi Kebuli Ijab Qabul paling sesuai dengan selera kami. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Setelah mencicipi ketiganya, selera kami paling sesuai dengan Nasi Kebuli Ijab Qabul (Rp 33 ribu). Harganya memang paling mahal dibanding 2 lainnya, tapi kualitasnya sepadan.

Dari segi nasi, basmatinya utuh dengan aroma dan rasa rempah yang sedap. Teksturnya yang agak basah dan berminyak pun menambah kenikmatan.

Potongan ayam panggangnya juga besar, juicy, dan punya rasa smoky yang memuaskan selera. Ditambah lagi dengan sengatan sambal yang pedasnya kuat mirip sambal bawang.

Namun bukan berarti 2 nasi kebuli lainnya tidak enak. Pada Nasi Kebuli Abuya, bisa jadi pilihan mereka yang lebih suka jejak rasa manis dan rempah lembut, serta rasa ayam panggang yang gurihnya kuat.

Untuk Nasi Kebuli Yaman, rasanya juga enak secara keseluruhan. Kehadiran ayam panggangnya yang besar dan nikmat serta pelengkap acar, membuat nasi kebuli ini istimewa.

Nasi Kebuli Ijab Qabul
Jalan Bangka Raya Nomor 38 A (dekat CFC Bangka Raya), Jakarta Selatan

Nasi Kebuli Abuya
Jalan Tebet Timur Dalam Raya Nomor 57A, Tebet Timur, Jakarta Selatan

Nasi Kebuli Yaman
Jalan Sentosa Raya Nomor 22, Sukmajaya, Depok

Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke foodreview@detik.com

(adr/odi)



Sumber : food.detik.com

3 Rendang Lokan Autentik Minang, Mana yang Paling Berempah Sedap?


Jakarta

Rendang banyak sekali jenisnya, salah satu yang unik adalah rendang lokan. Rendang lokan banyak dibuat oleh produsen rendang dari Sumatra Barat. Dari 3 merek rendang lokan, mana yang paling enak?

Jenis rendang yang dapat ditemui di kawasan pesisir Sumatra Barat ini terbuat dari lokan (sejenis kerang sungai). Daging kerang lokan ini cukup tebal, teksturnya juga kenyal dan tak mudah hancur. Cocok dijadikan rendang yang proses memasaknya cukup lama.

Rendang lokan ini banyak dibuat oleh pengusaha rendang kemasan dari Sumatra Barat. DetikFood mencobanya dari 3 merek rendang kemasan dan semuanya autentik Minang.


Ketiga merek rendang kemasan itu adalah Rendang Uni Lili, Rendang Ismawati, dan Rendang EGA. Semuanya berasal Sumatera Barat. Ketiga rendang lokan itu disajikan dalam kemasan siap saji dengan berat 250 gram.

DetikFood mencoba ketiga rendang lokan dari berbagai merek. Kami menguji berdasarkan rasa untuk menentukan rendang lokan mana yang terenak.

Berikut 3 rendang lokan dari berbagai merek:

1. Rendang Lokan Uni Lili

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Rendang Uni Lili merupakan salah satu pengusaha rendang yang populer di Padang, Sumatera Barat. Usaha rendang kemasannya ini telah dipasarkan ke berbagai negara. Di Padang sendiri, Uni Lili juga memiliki toko oleh-oleh untuk menawarkan rendang buatannya.

Menu rendang daging sapi sudah pasti yang paling laris, tapi ada juga beberapa jenis rendang lain yang unik ditawarkan oleh Uni Lili, termasuk rendang lokan.

Rendang lokan yang ditawarkan Uni Lili ini seberat 250 gram. Harganya dibanderol Rp 75.000 per kemasan. Kemasan rendang lokan Uni Lili juga sudah sesuai standarisasi dengan kemasan kantong alumunium.

Karena kami menyimpan rendang lokan dari Uni Lili ini dalam suhu ruang, maka tak perlu dihangatkan terlebih dahulu. Rendang lokan bisa langsung dicicipi.

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Bumbu rendang lokan dari Uni Lili ini berwarna cokelat pekat, menandakan bumbu dimasak dalam waktu yang lama. Aroma kelapa bercampur bumbu rempahnya juga tercium semerbak. Dari aromanya tak terlihat seperti rendang kemasan, tapi seperti sajian yang baru masak.

Kami mencicipi bumbu rendangnya terlebih dahulu, memang terasa bumbu rendang yang pekat. Rasanya seimbang antara gurih dan agak pedas, tapi juga tercecap sedikit manis.

Lokan yang menjadi bahan utamanya juga besar-besar. Bentuknya masih tampak utuh dan terasa kenyal ketika disantap. Kami juga tak mencium adanya aroma amis yang keluar dari lokan.

Bumbu rendangnya yang menjadi nilai plus dari rendang lokan Uni Lili ini. Apalagi bumbunya sangat banyak, jadi mengimbangi sajian lokannya. Disantap dengan nasi panas, terasa semakin lezat.

2. Rendang Lokan Ismawati

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Rendang kemasan merek Ismawati juga menawarkan varian rendang lokan. Rumah produksinya berasal dari Pesisir Selatan asli di Sumatera Barat. Jika melihat kemasannya juga tertera gambar yang memperlihatkan Pesisir Selatan.

Harga rendang yang ditawarkan oleh Ismawati ini dibanderol Rp 120.000 per 500 gram. Rendang lokan ini dikemas menggunakan plastik vacuum.

Untuk penyimpanan kami memilih dimasukkan ke dalam kulkas agar tahan lama. Tentunya kami hangatkan terlebih dahulu di atas wajan sebelum disantap.

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Jika melihat bumbunya, rendang lokan dari Ismawati ini tampak berwarna lebih terang. Berwarna cokelat kemerahan, tak sepekat sebelumnya. Saat dicicipi benar saja, rasa rendangnya tak begitu keluar.

Kami merasakan dominan dari kelapa dan cita rasa gurih saja. Tak tercium aroma pekat rempah khas rendang saat kami rasakan. Meski menurut Ismawati rendang lokan ini melalui proses memasak 8 jam, seperti yang diinformasikan kepada detikFood.

Untuk lokan, ukurannya juga cukup besar dan tampak utuh. Aroma amisnya tak begitu tercium, tapi ketika disantap agak baru terasa.

Ulasan mengenai rendang lokan lain ada di halaman berikutnya…

3. Rendang Lokan EGA

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Satu lagi rendang lokan kemasan yang detikFood cicipi, yaitu Rendang EGA. Sajian rendang ini diproduksi di Bunga Pasang, Painan, Sumatera Barat. Kawasannya masih masuk ke Pesisir Selatan di mana asal rendang ini ditawarkan.

Rendang Lokan EGA yang kami cicipi ini memiliki berat 250 gram. Kemasannya cukup sederhana, hanya berupa kertas cokelat yang di dalamnya berupa plastik vacuum.

Untuk Rendang EGA ini juga kami simpan dalam kulkas agar tahan lama. Sebelum kami santap juga kami hangatkan terlebih dahulu di atas wajan, bisa juga hanya menggunakan microwave.

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Tampilan rendang lokan dari EGA ini tak jauh berbeda dari Ismawati. Warnanya cokelat kemerahan alih-alih cokelat pekat kehitaman. Tercium aroma rendang, tetapi tak pekat.

Ketika kami cicipi, rasa rempah pada rendangnya tak pekat. Tak tercecap gurih pedas di lidah kami, justru dominan rasa sangat manis.

Untuk lokan dari Rendang EGA ukurannya tak begitu besar. Beberapa di antaranya juga sudah ada yang hancur.

Isi lokan utuhnya tak sebanyak dari 2 merek sebelumnya. Menurut kami juga aroma amis dari lokan cukup tercium dari merek EGA sehingga agak menggangu saat dinikmati.

4. Jadi, Rendang Lokan Mana yang Juara?

review battle rendang lokan dari 3 merek berbedareview battle rendang lokan dari 3 merek berbeda Foto: detikFood/Yenny Mustika Sari

Setelah mencicipi ketiga rendang lokan dari 3 merek rendang kemasan di Sumatera Barat, kami telah memiliki juara dari segi rasa dan kualitasnya.

Menurut kami, Rendang Lokan Uni Lili yang terpilih menjadi juara pada review battle kali ini. Dari segi kemasan, rendang lokan ini lebih unggul, karena sudah menggunakan aluminium foil bag yang lebih tahan lama.

Lalu, tampilan rendangnya juga lebih pekat dari segi bumbunya. Aroma rendang juga langsung semerbak. Cita rasa bumbu juga seimbang antara gurih, pedas, dan sedikit manis.

Kualitas lokan yang disajikan juga sangat baik. Lokan masih utuh dan ukurannya besar-besar, tekstur kenyalnya juga tak hilang. Terlebih lagi tak tercium amis ketika menikmatinya.

(yms/odi)



Sumber : food.detik.com

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?


Jakarta

Canele merupakan kue tradisional Prancis yang tengah viral. Di Jakarta, ada banyak toko kue yang menjual kue canele dengan jenis dan harga bervariasi.

Kue yang satu ini memiliki bentuk unik menyerupai silinder bergelombang dengan bagian luar berwarna cokelat gelap dan tekstur renyah seperti karamel. Bagian dalamnya lembut, padat dan sedikit kenyal.

Kue ini berasal dari wilayah Bordeaux, dan sudah menjadi ikon kuliner di sana selama berabad-abad. Canelé secara tradisional dibuat menggunakan cetakan tembaga kecil yang dilapisi dengan beeswax atau lilin lebah dan mentega, yang memberikan lapisan luar kue tekstur renyah yang khas.


Adonan utamanya terbuat dari campuran susu, telur, tepung, gula, mentega, vanila, dan sedikit rum. Adonan custard ini difermentasikan terlebih dahulu selama beberapa jam hingga semalaman sebelum dipanggang dalam suhu tinggi.

Kini canelé tidak hanya populer di Prancis tetapi juga mulai digemari di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak toko roti modern menghadirkan canelé sebagai bagian dari menu pastry, bahkan ada yang bereksperimen dengan varian rasa seperti matcha, cokelat, hingga pandan.

Popularitas kue canele tak lepas dari peran media sosial, banyak food vlogger yang mencicipi kue ini sampai membuat banyak orang penasaran. Di Jakarta, ada tiga toko kue yang terkenal dengan kreasi canele.

Mulai dari Don Bake Shop, Sophie Authentique dan Le Meridien Jakarta. Dari ketiganya kira-kira mana kue canele yang paling enak?

1. Canele dari Le Meridien Jakarta

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Hotel Le Meridien Jakarta terkenal sebagai hotel dari jaringan internasional Le Meridien yang didirikan oleh maskapai penerbangan Prancis, Air France. Tentunya menu kue canele di sini istimewa, karena merupakan hasil kolaborasi dengan food influencer ternama, Tantra Tobing.

Canele buatan Le Meridien Jakarta ini merupakan menu terbatas sehingga harus dipesan minimal H-1 sebelum pengiriman. Untuk variannya ada dua, yaitu canele original dan chocolate dengan harga Rp 148.000 per paket isi enam canele. Untuk harga satuannya mulai dari Rp 24.000.

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Ukuran canele rasa original ini medium, dengan bagian luar kue yang kokoh. Ketika dicicip, bagian dalam canelenya empuk dan kenyal, tidak berongga dan padat.

Harum dari vanila dan perpaduan creamy dari adonan canelenya menambah rasa manis dari kue ini. Belum lagi bagian luarnya yang renyah dan dominan rasa karamelnya. Satu yang terasa unik dari kue canele ini, rasanya tidak terlalu manis akan tetapi paduan rasanya sempurna.

2. Canele dari Don Bake Shop

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Don Bake Shop merupakan toko roti artisan yang sempat viral dengan cokelat Dubainya. Toko roti ini juga menjual kue canele dalam tiga varian yaitu Matcha (Rp 26.000), Valrhona Chocolate (Rp 28.000) dan Vanilla Sulawesi (Rp 20.000).

Ukuran canele di sini semuanya medium, dengan warna yang hitam cokelat pekat di luarnya. Di varian original ada Vanilla Sulawesi, teksturnya lebih keras dari canele buatan Le Meridien. Bagian dalam canele Don Bake Shop ini lumayan padat dan aroma vanillanya tercium kuat.

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Untuk rasanya, kue canele buatan Don Bake Shop sedikit lebih manis. Hanya saja rasa caramel di lapisan luar canelenya tidak terlalu terasa meski teksturnya tetap renyah dan garing. Namun, canele di sini paling cocok untuk jadi teman minum kopi atau teh karena rasanya yang lebih lembut dan tidak terlalu dominan.

Cek Canele Paling Enak di Jakarta di Halaman Berikutnya!

3. Canele dari Sophie Sophie Authentique

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Toko kue khas Prancis, Sophie Authentique ini cukup populer di Jakarta Selatan. Toko ini menjual menu canele yang lumayan populer di media sosial, uniknya di sini canele dijual dalam dua ukuran. Ada ukuran yang besar (Rp 20.909) dan ukuran kecil (Rp 31.800/ 4 biji).

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Di menu canele ukuran besar, Sophie Authentique hanya menjual rasa original. Dari tampilan, canele milik Sophie Authentique paling berbeda karena bagian atasnya tidak terlalu hitam. Sementara untuk tekstur kuenya, canele ini paling lembut dari canele lainnya.

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Rasanya juga paling manis dan terasa aroma vanilla serta campuran susu yang membuat rasanya lebih legit. Sementara untuk di canele versi mininya, mereka menghadirkan empat varian rasa yaitu Coconut, Pandan, Coffee dan Vanilla.

4. Juara Canele Terlezat

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Setelah dicicip ketiga canele dari tiga toko kue yang berbeda di Jakarta, setiap kue canele memiliki ciri khas serta keunggulan masing-masing. Begitu juga dari segi tekstur kue, lapisan karamel sampai paduan rasa yang ditawarkan.

Jika membahas mana canele yang paling enak, sebenarnya tidak ada nilai pasti karena semuanya kembali ke selera masing-masing. Namun, tim detikFood memilih canele dari Le Meridien Jakarta yang paling enak.

Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak?Adu Legit Renyah 3 Canele Prancis di Jakarta, Mana yang Paling Enak? Foto: detikFood

Karena dari segi rasa sampai tekstur, kue canele dari Le Meridien ini yang paling pas padu padannya. Ditambah dengan aroma vanilla yang harum, serta tekstur kue yang padat namun tetap kenyal dan empuk.

Bagi yang penasaran ingin mencicipi langsung ketiga menu canele ini, bisa langsung kunjungi tiga toko kue di atas ya!

(sob/odi)



Sumber : food.detik.com

Battle 3 Donat Mochi Viral di Jakarta, Mana Paling Kenyal Lembut?


Jakarta

Donat mochi saat ini menjadi tren kuliner terbaru di Indonesia. Ada tiga gerai mengeluarkan menu donat mochi dengan keistimewaan masing-masing. Mana paling enak?

Donat menjadi makanan yang masih viral di Indonesia. Kreasinya juga semakin beragam, tidak hanya terbuat dari adonan tepung, kentang, atau labu, tetapi saat ini ada juga donat yang dibalut dengan adonan mochi.

Hadirnya donat mochi juga menawarkan sensasi makan yang berbeda. Donat mochi menggabungkan kelezatan donat klasik dengan tekstur kenyal mochi khas Jepang, sehingga rasanya seperti makan mochi dalam bentuk donat.


Terdapat beberapa gerai donat hingga bakery populer yang akhirnya mengeluarkan menu donat mochi serupa. Namun dibuat dengan kreasi dan varian rasa yang berbeda.

Variannya terdiri dari matcha, cokelat, tiramisu, pisang cokelat, sampai lychee. Harga donat mochi juga variatif, dibanderol mulai dari Rp 20.000 sampai Rp 30.000-an.

Penasaran dengan kenikmatan donat mochi yang viral, detikFood mencoba donat mochi dari tiga merek berbeda.

Berikut perbandingan donat mochi dari tiga gerai:

1. Bon Bon Bites

Battle donat mochiBon Bon Bites tawarkan donat mochi dengan 6 varian rasa. Ini adalah 2 di antaranya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Sejak dibuka tahun 2020, bakery ini telah menjadi sorotan banyak orang. Mereka dikenal punya bomboloni yang lembut, ringan, dengan isian melimpah.

Di beberapa cabang, Bon Bon Bites juga menawarkan kafe dengan suasana nyaman dan estetik. Menjadi tempat yang pas untuk nongkrong santai atau WFC (work from cafe).

Terbaru Bon Bon Bites menawarkan menu donat mochi bernama Boomchi. Awalnya hanya menawarkan 4 varian, kini menjadi 6 varian yaitu; Tiramisu, Chocolate Devil, Matcha Berry, Berry Puff, Piscok, dan Ube & Cheese.

Sayangnya saat kami menyambangi gerai di cabang Grand Indonesia, hanya tersisa 2 varian yaitu Piscok (Rp 25.000) dan Tiramisu (Rp 30.000).

detikFood membeli kedua varian tersebut. Masing-masing donatnya dikemas dalam kotak mini bento cake, sehingga aman.

Kedua varian donat mochi ini punya ukuran terbilang cukup besar. Adonan donat dilapisi dengan kulit mochi agak tebal yang menyatu satu sama lain. Jadi saat dimakan, benar-benar bisa merasakan tekstur donat sangat lembut, fluffy, berongga, berpadu dengan kulit mochi yang tekstur kenyalnya pas.

Untuk varian piscok, bagian luarnya pakai kulit mochi dan donat rasa cokelat, dalamnya diisi dengan semacam puree pisang. Ada pun tambahan satu irisan topping pisang di atasnya. Rasa cokelatnya tidak begitu manis, tetapi menjadi seimbang dimakan bersama isian puree pisang yang melimpah.

Battle donat mochiKulit mochi dan adonan donatnya menyatu sempurna. Donatnya juga punya tekstur lembut dan fluffy. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Varian tiramisu tak kalah spesial. Di atasnya ada topping cream dan semacam sedotan mini berisi cairan rasa kopi. Jadi sebelum dimakan, cairan kopinya harus dituang terlebih dahulu ke donat mochinya.

Varian tiramisu menggunakan adonan mochi original diisi dengan krim tiramisu yang manisnya pas. Kopinya juga menurut kami tidak begitu pahit, tetapi tetap memberi sentuhan rasa yang khas.

2. Doughzen

Battle donat mochiDoughzen juga punya menu donat mochi baru. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Doughzen juga menjadi salah satu gerai donat yang populer di Jakarta. Dikenal menawarkan donat kentang yang fluffy dan lembut dengan beragam varian dan topping menarik.

Kini Doughzen juga menawarkan menu donat mochi, tetapi variannya terbatas. Hanya ada tiga macam yaitu Mochi Dough Pistachio, Mochi Dough Strawberry, dan Mochi Dough Nutella. Harganya dibanderol sekitar Rp 20.000 – Rp 25.000 per pcs.

detikFood mencicipi dua varian yaitu Mochi Dough Strawberry dan Mochi Dough Nutella (Rp 22.000). Berbeda dari donat mochi di Bon Bon Bites, di sini adonan donatnya dibalut dengan kulit mochi berwarna pink kemerahan. Di atasnya ada taburan bubuk cokelat untuk varian Nutella dan bubuk merah untuk varian Strawberry. Ukuran donatnya juga tidak sebesar Bon Bon Bites.

Battle donat mochiDonatnya dibalut dengan kulit mochi berwarna pink kemerahan. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Donat mochi dari Douhzen punya tekstur kulit mochi yang sangat kenyal, tetapi masih lembut. Sayangnya adonan mochinya tidak menyatu sempurna dengan donat. Donatnya sendiri cenderung kering dan tidak terlalu empuk.

Namun untuk varian Nutella, isian selai Nutellanya benar-benar melimpah. Hanya rasanya kurang menyatu dengan kulit mochinya.

Varian Strawberry menurut kami punya rasa yang lebih nikmat. Adonan kulit mochi yang ada jejak rasa strawberry ini berpadu sempurna dengan fresh cream strawberry di dalam donat. Ada sentuhan rasa asam segar yang nikmat pada krimnya.

3. The Harvest Cake

Battle donat mochiThe Harvest Cake juga mengeluarkan varian donat mochi yang tersedia dalam 4 varian rasa. Namun kami hanya mencicipi 3 rasa. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Bakery The Harvest Cake yang terkenal dengan kue serta pastry premiumnya juga turut menawarkan menu donat mochi.

Sebenarnya ada 4 varian donat mochi yang ditawarkan The Harvest Cake, tetapi saat kami beli di cabang Grand Wisata, hanya sisa tiga varian.

detikFood membeli varian Matcha Mochi Doughnut (Rp 23.000), Chocolate Banana Mochi Doughnut (Rp 23.000), dan Lychee Mochi Doughnut (Rp 23.000).

Donat mochinya dikemas dalam plastik, jadi tidak disimpan pada etalase kaca. Ukuran donatnya menurut kami paling pas di antara donat mochi lainnya. Tidak begitu besar tetapi tidak juga terlalu kecil.

Saat dibelah, tekstur adonan donatnya lembut dengan kulit mochi yang lentur dan kenyal. Kulit mochinya cukup menyatu dengan adonan donat, jadi saat digigit bisa merasakan sensasi kulit mochi kenyal dengan adonan donat sekaligus.

Battle donat mochiBegini tampilan bagian dalam donat mochi The Harvest. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

Adonan donatnya sebenarnya lembut, tetapi menurut kami agak kering.

Untuk varian cokelat, diisi dengan krim cokelat lumer. Rasa manisnya pas, dengan sentuhan rasa cokelat yang cenderung pahit dan ada sedikit aftertaste seperti rasa pisang.

Varian matcha cocok jika mau makan donat mochi yang tidak terlalu manis. Sebab, krim matcha berwarna hijau pekat di dalamnya punya rasa cenderung pahit.

Kalau mau sensasi berbeda bisa coba varian Lychee. Bagian dalamnya diisi dengan fresh cream dengan sentuhan rasa lychee manis dan ada sedikit sensasi asam menyegarkan.

4. Donat mochi yang paling nikmat

Setelah mencicipi ketiganya, selera kami paling pas dengan donat mochi dari Bon Bon Bites. Kedua varian yang kami coba baik Tiramisu maupun Pisang Cokelat sama-sama berkesan.

Dari segi ukuran, donat Bon Bon Bites terbilang besar dan sepadan dengan harga. Kulit mochi dengan adonan donatnya juga menyatu saat dimakan. Tekstur kulit mochinya pas, tidak terlalu kenyal tetapi tidak lembek juga. Begitu juga dengan adonan donatnya yang sangat lembut, empuk, dan tidak kering.

Namun bukan berarti donat mochi Doughzen dan The Harvest Cake tidak enak. Masih bisa dinikmati, isiannya juga melimpah, dan tekstur kekenyalan mochinya pas. Menurut kami akan lebih enak jika adonan donatnya tidak terlalu kering, jadi tidak seret di tenggorokan.

Donat mochi Doughzen dan The Harvest Cake juga bisa lebih mudah didapat karena cabangnya cenderung lebih banyak dibandingkan gerai Bon Bon Bites. Dari segi harga, Doughzen dan The Harvest Cake juga masih terjangkau di antara Rp 20.000 sampai Rp 25.000 an.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com