Category Archives: Domestik

3 Rute Liburan ke Luwuk dan 5 Destinasi Alamnya


Jakarta

Kota Luwuk di Sulawesi Tengah menyimpan sejumlah potensi wisata yang mempesona. Kota kecil ini bisa menjadi pilihan liburan selain Bali, Lombok, dan Raja Ampat yang sudah terkenal sebelumnya.

Dijuluki sebagai kota air, Luwuk terletak sekitar 610 km dari Palu, Sulawesi Tengah. Pelancong tetap dapat berlibur ke kota Luwuk dengan menempuh jalur darat, laut, dan udara. Bagaimana aksesnya dan apa saja destinasi wisata alam yang ada di Luwuk? Yuk, simak di bawah ini.

Rute Liburan ke Luwuk

Luwuk merupakan ibukota dari Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Saat ini sudah tersedia alternatif transportasi laut, darat, dan udara yang memadai bagi wisatawan menuju Luwuk.


Dikutip dari situs traveling dan Dinas Pariwisata Sulawesi Tengah, berikut rute menuju Luwuk:

1. Jalur Darat

Ada dua arah utama yang bisa ditempuh wisatawan untuk menuju kota Luwuk via transportasi darat, yaitu dari arah Morowali Utara dan dari arah kota Palu. Untuk arah dari kota Palu, wisatawan harus menempuh perjalanan sekitar 16 jam melewati Kabupaten Parigi, Poso, Moutong, dan Ampana.

Selain menggunakan kendaraan pribadi, alternatif transportasi darat lainnya yang bisa dipilih wisatawan ada jasa travel, bus, dan mobil rental dengan tarif sekitar Rp 250.000-350.000. Jika ingin opsi yang lebih murah, disarankan untuk menggunakan bus dengan titik keberangkatan dari terminal Mamboro.

2. Jalur Laut

Untuk perjalanan via jalur laut, pengunjung bisa memasuki wilayah kota Luwuk dengan kapal melalui Pelabuhan Luwuk dan Pelabuhan Pagimana. Kapal-kapal yang biasanya melayani untuk masuk ke kota Luwuk ada Kapal Pelni (KM Tilong Kabila) dan kapal penyeberangan ASDP.

3. Jalur Udara

Saat ini, ada banyak maskapai penerbangan yang menawarkan rute penerbangan reguler ke Luwuk dari Palu, Makassar, dan Manado. Beberapa maskapai yang bisa dipilih diantaranya ada Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, Lion Air, dan AirAsia, Citilink, dan Batik Air.

Dilihat dari situs pemesanan tiket pesawat, harga tiket pesawat Jakarta-Luwuk terbaru tahun 2024 berkisar mulai dari Rp 2.631.000-Rp 4.706.000 sekali jalan. Durasi penerbangan dari Jakarta ke Luwuk memakan waktu sekitar 4 jam 35 menit. Rute penerbangan mengharuskan wisatawan transit lebih dulu di Makassar, sebelum menuju Luwuk.

Ketersediaan rute, harga tiket, dan layanan transportasi ke Luwuk bisa berubah bergantung kondisi atau kebijakan pengelola. Pengunjung sebaiknya menjadwalkan perjalanan lebih dulu untuk memastikan adanya layanan transportasi.

Destinasi Wisata Alam di Luwuk

Kota Luwuk tidak hanya menyuguhkan wisata pantai saja, tetapi juga air terjun hingga pegunungan. Berikut beberapa destinasi wisata di Luwuk:

1. Air Terjun Salodik

Air Terjun Salodik merupakan spot rekreasi populer di kalangan masyarakat yang berjarak sekitar setengah jam dari kota Luwuk. Objek wisata ini menawarkan pemandangan air terjun bertingkat yang menyejukkan mata.

Kedalaman air terjun ini juga relatif aman buat berenang. Untuk masuk ke Air Terjun Salodik, pengunjung cukup membayar tiket seharga Rp 2.000 saja.

2. Bukit Kasih Sayang

Bukit Kasih Sayang merupakan cafe di atas perbukitan yang letaknya tak jauh dari pusat kota Luwuk. Menyaksikan pemandangan malam kota Luwuk sambil menikmati segelas kopi di cafe bisa banget jadi ide ngedate romantis bersama pasangan.

3. Bukit Teletubbies

Dari atas bukit ini, pengunjung akan dimanjakan dengan pemandangan hamparan padang rumput hijau sejauh mata memandang. Pemandangan Bukit Teletubbies semakin elok jika dikunjungi di pagi dan sore hari bertepatan dengan momen sunrise dan sunset.

4. Pantai Kilo Lima

Bukan tanpa alasan Kota Luwuk disebut sebagai kota air. Pasalnya, kota ini dikelilingi oleh beragam pulau dengan lautannya yang masih jernih.
Salah satu pantai eksotis yang cocok dijadikan sebagai spot snorkeling adalah pantai Kilo Lima. Pantai satu ini memiliki air biru bening dan dipenuhi keindahan warna-warni terumbu karang.

5. Pulau Dua

Pulau Dua termasuk destinasi wisata hidden gem yang berlokasi di Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Karena letaknya yang terpisah dari kota Luwuk, wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 150 km dengan waktu tempuh 3 jam untuk bisa sampai ke Pulau Dua.

Dengan banyaknya destinasi wisata di Luwuk, tidak ada salahnya detikers memilih Luwuk saat liburan. Tentunya dengan memilih rute menuju Luwuk yang tepat sesuai kebutuhan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Rute Cibis Park dengan KRL, Busway, MRT, Tempat Healing Gratis di Jakarta


Jakarta

Lagi butuh healing sejenak dari hiruk-pikuk Jakarta? Cibis Park bisa banget jadi pilihan tempat healing yang cocok untuk kawula muda. Taman terbuka hijau seluas 12 hektar ini berlokasi strategis di tengah kawasan perkantoran TB Simatupang, Jakarta Selatan dan sangat mudah diakses masyarakat umum.

Sebagai taman terbuka yang luas dan asri, Cibis Park merupakan spot yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan berbagai aktivitas seru. Mulai dari nongkrong, bersepeda, jogging, skating, yoga, hingga menonton pertunjukan live music. Selain itu, tersedia pula berbagai tenant makanan hits buat kulineran.

Bagi Detikers yang tertarik mengunjungi Cibis Park, yuk simak lebih lanjut informasinya di bawah ini.


Jam Buka, Lokasi, dan Harga Tiket Cibis Park

Mengutip dari laman Instagram resmi Cibis Park, berikut informasi terkait jam buka, lokasi, dan harga tiket masuk Cibis Park yang perlu diketahui pengunjung:

  • Jam buka: 08.00-20.00 WIB
  • Lokasi: Jl. TB Simatupang No. 2, Cilandak Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
  • Pengunjung tidak dikenakan biaya untuk masuk ke Cibis Park alias gratis.

Lokasi Cibis Park cukup strategis, sehingga bisa diakses dengan mudah via transportasi umum seperti KRL, MRT, dan Transjakarta. Berikut rincian rutenya:

Akses Cibis Park via KRL

Jika ingin berkunjung ke Cibis Park via KRL, kamu bisa turun di stasiun Tanjung Barat yang berjarak sejauh 3,5 km saja dari Cibis Park. Setelah itu, bisa dilanjut menggunakan transportasi ojek online dengan ongkos sekitar Rp 16.000 dan waktu tempuh 9 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Akses Cibis Park via Transjakarta

Alternatif selanjutnya untuk menjangkau Cibis Park yaitu menggunakan bus Transjakarta dengan halte pemberhentian terdekat di Halte Ampera 2. Setelah turun di halte Ampera 2, pengunjung cukup berjalan kaki sekitar 100 Meter hingga akhirnya sampai di Cibis Park.

Melihat dari aplikasi Moovit, beberapa pilihan rute Transjakarta yang melewati halte Ampera 2 diantaranya ada rute D21 (Universitas Indonesia – Lebak Bulus), 7A (Kampung Rambutan – Lebak Bulus ), dan 6H (Pasar Senen – Lebak Bulus).

Akses Cibis Park via MRT

Stasiun MRT terdekat yang disarankan jika ingin mengunjungi Cibis Park via MRT adalah Stasiun MRT Fatmawati, stasiun Cipete Raya, stasiun MRT Lebak Bulus, dan Stasiun MRT Haji Nawi. Apabila dilanjut dengan transportasi ojek online, stasiun-stasiun MRT tersebut diperkirakan hanya berjarak 10-14 menit saja dari Cibis Park.

Itu dia sekilas ulasan mengenai taman terbuka Cibis Park yang bisa dijadikan referensi tempat healing bersama teman dan keluarga di akhir pekan. Kalau detikers ingin sekalian menikmati suasana senja, disarankan untuk datang di waktu sore hari.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Fakta-fakta Menarik Sibolga, Kota Terkecil di Indonesia



Sibolga

Tahukah kamu, Sibolga merupakan kota terkecil di Indonesia. Berikut fakta-fakta menarik soal Sibolga:

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kota dengan luas wilayah terkecil di Indonesia adalah kota Sibolga di Provinsi Sumatra Utara. Luasnya cuma sekitar 10,77 kilometer persegi.

Kota Sibolga terletak di pesisir barat pulau Sumatera. Kota ini membujur sepanjang pantai dari utara ke selatan di Kawasan Teluk Tapian Nauli.


Berjarak sekitar 350 km dari Medan, letak Sibolga cukup strategis, karena berada di tepi laut, yang menjadikannya kaya akan sektor perikanan. Oleh karena itu, Sibolga pun diakui sebagai Kota Ikan.

Berikut fakta-fakta menarik tentang Sibolga:

1. Sejarah Sibolga

Sibolga dahulu merupakan sebuah bandar kecil di Teluk Tapian Nauli dan terletak di Pulau Poncan Ketek. Pulau kecil ini dekat dengan Kota Sibolga yang sekarang.

Bandar ini diperkirakan telah berdiri sekitar abad ke-18 dengan pemimpinnya yang pada masa itu dikenal dengan julukan Datuk Bandar. Awalnya, nama Sibolga diberikan oleh orang Batak yang datang ke Tapian Nauli. Ia berasal dari Silindung.

Sebelum sampai di Teluk Tapian Nauli, orang Batak Silindung tersebut takjub dengan pemandangan air laut yang sungguh luas, sehingga mereka memberi perairan tersebut nama Sibolga. Sibolga sendiri berarti “balga” atau air yang besar.

2. Berpulau-pulau dan Punya Pegunungan

Sibolga terbagi menjadi daratan pantai, lereng, dan pegunungan. Kota ini memiliki ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut. Kemiringan lahan pada wilayah kota ini bervariasi, mulai dari 0-2% hingga lebih dari 40%

Iklim kota ini pun termasuk cukup panas dengan maksimum suhu mencapai 32 °C dan minimum 21.6 °C. Curah hujan di Sibolga pun cenderung tidak teratur di sepanjang tahunnya.

Pulau-pulau yang termasuk dalam wilayah Sibolga adalah Pulau Poncan Gadang. Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik, dan Pulau Panjang.

3. Kuliner Khas Nasi Tua dan Ikan Asin

Berjuluk Kota Ikan, Sibolga memiliki satu oleh-oleh khas, yakni ikan asin. Jika ingin mendapatkan olahan ikan asin yang terkenal di Sibolga, detikers bisa mendatangi Desa Pasar Belakang, ya.

Tak hanya ikan asin, Sibolga juga memiliki kuliner khas yang tak kalah menarik, yakni nasi tua. Kuliner khas ini berbahan dasar ketan yang disiram dengan kuah manis.

Nasi tua merupakan makanan yang disajikan saat acara pernikahan, Biasanya, nasi tua ini akan disajikan oleh pihak mempelai perempuan dan diberikan kepada tamu yang datang.

4. Kota Perlintasan

Karena lokasinya yang strategis, Sibolga kerap menjadi kota perlintasan bagi para warga Sumatera Utara, dari satu daerah ke daerah lainnya. Sejak dulu, Sibolga dikenal sebagai jalur antar daerah di Sumatera Utara.

Kota ini pun menjadi akses dari Pulau Nias menuju Tapanuli hingga ke Medan. Banyak orang luar yang menetap di Sibolga dengan etnis yang berbeda-beda. Hal itu membuat kota ini dijuluki sebagai Negeri Berbilang Kaum.

5. Punya Tradisi Mandi Balimo Limo dan Malopeh

Kota Ikan ini pun memiliki tradisi yang terkenal dari daerah pesisir Tapanuli, yaitu Mandi Balimo Limo. Kegiatan ini dilakukan sebelum memasuki bulan suci Ramadan dengan melakukan mandi-mandi di sungai dengan membawa bekal disertai air limau yang telah dicampur dengan daun pandan wangi.

Sedangkan tradisi Malopeh dilaksanakan pada akhir bulan Ramadan. Pada tradisi ini, masyarakat membeli daging untuk dimasak sehari sebelum hari Lebaran.

6. Acara Turun Batu

Tidak hanya mencakup hal-hal yang bersifat keduniaan, Sibolha juga punya ritual menyangkut bagi orang yang meninggal dunia, seperti Acara Turun Batu.

Acara ini biasanya dilakukan ketika seseorang meninggal dunia dan pihak keluarga yang ditinggal membuat Acara Turun Batu, yaitu menempatkan batu nisan di atas kuburan.

——–

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Chillax Sudirman, Tempat Asyik untuk Nongkrong dan Makan Enak


Jakarta

Ada banyak sekali tempat nongkrong anak muda yang populer di Jakarta, salah satunya adalah Chillax Sudirman. Selain untuk nongkrong, Chillax juga mempunyai banyak tenant makanan dan minuman.

Maka dari itu, Chillax selalu ramai dikunjungi masyarakat yang mampir untuk mengisi perut. Lokasinya yang berada di tengah kota membuat Chillax juga ramai dikunjungi pekerja kantoran saat jam pulang kerja.

Lantas, ada tenant apa saja sih di Chillax Sudirman? Lalu apa saja daya tarik dari tempat nongkrong tersebut? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Daya Tarik Chillax

Chillax menjadi salah satu tempat nongkrong terkenal di Jakarta. Memangnya, apa sih yang membuat tempat ini ramai didatangi anak muda? Berikut sejumlah daya tariknya.

1. Banyak Tenant Makanan dan Minuman

Sebagai tempat nongkrong, Chillax memiliki banyak tenant makanan dan minuman, mulai dari makanan berat hingga camilan tersedia di sini. Beberapa tenant makanan di antaranya Hot Damn Chick, Smoked BBQ Lagi, Kwetiau Aho, dan masih banyak lagi.

Maka jangan heran, banyak juga pekerja kantoran di sekitar Sudirman yang melipir ke Chillax saat jam makan siang untuk mengisi perut yang lapar.

2. Tempat Terbuka

Chillax Sudirman di malam hari saat jam pulang kerja.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Area Chillax yang terbuka (open space) membuat pengunjung merasa nyaman dan tidak pengap ketika nongkrong berlama-lama. Tenang saja, meski di area terbuka namun ada beberapa tempat yang ditutupi oleh payung kanopi, sehingga aman dari air hujan.

3. Mengusung Konsep ala Eropa

Selain dijadikan tempat hangout, Chillax Sudirman juga memiliki beberapa spot foto yang Instagramable dan estetik. Tempat itu sendiri mengusung konsep ala Eropa atau Western, sehingga sangat cocok untuk berfoto-foto di sejumlah bangunannya.

Jika ingin berfoto-foto, disarankan datang saat sore hari dan cuaca sedang cerah. Hal ini agar menambah kesan Western ketika kamu mengunggah foto tersebut ke media sosial.

Daftar Tenant F&B di Chillax

Ada banyak tenant makanan dan minuman (F&B) yang berada di Chillax Sudirman. Apa saja? Simak daftarnya di bawah ini:

  • Hoy tod
  • Teras Japan
  • Naruto Takoyaki
  • Papitong
  • Hot Damn! Chick
  • Kang Tebu
  • Teddy Beer
  • Sop Ikan Batam
  • Hang Tuah
  • Kenken
  • Kwetiau 28 Aho
  • Ayam Bakar Djaya
  • Kebun jeruk
  • Pisang Primarasa
  • Amaiko

Sementara itu, ada juga sejumlah restoran yang hadir di Chillax, meliputi:

  • Truffle belly
  • Skinny Dip
  • Seporsi Mie Kari
  • Harper & Cordon
  • Torishichi
  • Heirloom
  • Gion Sushi Bar
  • Butler’s
  • N.O.B
  • Toma Brasserie

Lokasi dan Jam Buka Chillax

Chillax Sudirman di malam hari saat jam pulang kerja.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Chillax terletak di Jalan Sudirman Kavling 22-24, Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan. Untuk jam bukanya setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB.

Agar tidak antre saat memesan makanan atau minuman, disarankan datang sejak sore hari. Soalnya, baik weekend ataupun weekday Chillax selalu ramai dipadati pengunjung.

Karena terletak di Jalan Sudirman, akses menuju Chillax sangat mudah dijangkau. Jika travelers menggunakan transportasi umum, maka bisa menaiki MRT atau TransJakarta.

Apabila kamu menggunakan MRT, silahkan turun di Stasiun MRT Setiabudi Astra. Dari sana, detikers hanya perlu berjalan kaki sekitar 200 meter dan tiba di Chillax.

Jika menggunakan TransJakarta, kamu bisa turun di Halte Karet. Setelah itu berjalan kaki sekitar 100 meter untuk sampai di Chillax.

Kamu juga bisa mengendarai mobil atau sepeda motor. Namun perlu diingat, metode pembayaran di Chillax hanya bisa nontunai, jadi siapkan kartu elektronik dan saldo yang cukup.

Demikian ulasan singkat tentang Chillax Sudirman. So, tertarik berkunjung ke sana saat akhir pekan ini?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Ide Liburan Senang-senang Bersama Anak di Kids Play Area SCH Jogja



Yogyakarta

Sleman City Hall (SCH) merupakan salah satu mall yang berada di kawasan Sleman, Yogyakarta. Mal bergaya Romawi, yang diresmikan sejak 2019 dan beroperasi hingga sekarang tersebut, memiliki banyak spot buat liburan bersama anak.

Salah satu yang membuat mall ini ramai adalah adanya kids play area atau area bermain anak-anak yang lengkap. Pilihan wahananya beragam dan sebagian besar terletak di Lantai 2.

Libur lebaran bersama anak tidak perlu bingung lagi. Cukup datang ke satu lokasi, traveler bisa memilih berbagai aktivitas menyenangkan yang disukai anak-anak.


Penasaran ada apa saja? Yuk, simak!

1. Boulder Trampoline Park

Boulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, YogyakartaBoulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Wahana itu cocok dikunjungi jika memiliki anak yang hyper-active. Dengan total 12 pilihan area, traveler bisa dengan bebas melompat kesana kemari tanpa takut terluka. Meski demikian, tetap harus waspada dan hati-hati ketika membawa anak-anak.

Trampoline ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Lokasinya ada di Lantai 2 mall.

Menawarkan dua tipe tiket masuk, yaitu Regular ticket dengan durasi satu jam dan 3 Hours Jump Session. Untuk regular ticket weekday di harga Rp 40.000 dan weekend Rp 60.000. Sedangkan, untuk 3 Hours jump session weekday dihargai Rp 80.00 dan weekend Rp 120.000.

Selain itu untuk dapat beraktivitas di trampoline pengunjung wajib mengenakan kaos kaki dengan bantalan grip di alasnya agar tidak licin saat melompat. Perlengkapan tersebut dapat dibeli di outlet seharga Rp 15.000 atau membawa milik pribadi. Pembelian dan pembayaran bisa dilakukan di outlet langsung tanpa reservasi dan telah melayani pembayaran non-tunai.

“Malahan biasanya anak-anak ambilnya tiga jam. Kalau dewasa gitu belum tiga jam udah capek,” kata Firza, leader outlet Boulder Trampoline Park.

Tidak perlu cemas, trampoline selalu menyediakan instruktur sekaligus pengawas yang akan mengawasi pergerakan pengunjung. Mereka dengan sigap membantu jika dibutuhkan pertolongan medis seperti kram atau sekadar membantu mengambilkan foto.

Di sini juga disediakan kursi tunggu bagi orang tua yang sudah merasa lelah dan ingin mengawasi anaknya bermain. Disediakan pula loker untuk menyimpan barang-barang pengunjung.

2. SCH Ice Skating Arena

SCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, YogyakartaSCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Merasakan sensasi meluncur bebas di atas es siapa yang tidak menginginkannya. SCH menawarkan tempat bermain ice skating yang populer di Jogja. Traveler akan dibawa masuk ke area dengan suhu di bawah 15 derajat celcius ditemani kabut tipis yang dingin.

Ice skating adalah aktivitas berseluncur di atas es menggunakan sepatu khusus. Terdapat sebilah pisau baja yang tajam di bawah sepatu tersebut, sehingga memungkinkan untuk penggunanya meluncur tanpa tergelincir.

Lokasinya masih di lantai 2. Traveler yang hendak kemari disarankan untuk memakai jaket atau pakaian hangat serta kaos kaki dan sarung tangan. Jika tidak membawanya, traveler bisa membeli di outlet dengan harga Rp 16.500 untuk kaos kaki dan Rp 22.000 untuk sarung tangan.

Harga tiket wahana ini dibagi menjadi 2 kategori. Untuk Weekday bagi member seharga Rp 88.000 per orang, sedangkan non member Rp 110.000. Untuk Weekend dan public holiday bagi member dikenai Rp 110.000 per orang, sedangkan non member Rp 132.000.

Harga tiket tersebut sudah termasuk sewa sepatu. Pembelian tiket bisa dilakukan di tempat dan pembayaran sudah tersedia untuk non-tunai. Satu tiket dapat digunakan untuk satu sesi bermain.

Berikut daftar sesi setiap harinya :
Sesi 1: 10.00-11.30
Sesi 2: 11.45-13.15
Sesi 3: 13.30-15.00
Sesi 4: 15.15-16.45
Sesi 5: 17.00-18.30
Sesi 6: 18.45-20.15
Sesi 7: 20.30-22.00

Tidak perlu was-was tergelincir, traveler akan ditemani petugas yang siap membantu traveler bangkit kembali jika terjatuh. Ada juga persewaan skating aid atau alat bantu bermain yang berwujud Flipper the dolphin dan Ramon the penguin. Masing-masing dikenai harga Rp 82.500 dan Rp 55.000 untuk satu jam. Selain itu, bagi visitor yang tidak ikut bermain akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp 15.000 per orang.

3. Happy Land Playground

Happy Land di Sleman City Hall (SCH), YogyakartaHappy Land di Sleman City Hall (SCH), Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Ingin melatih motorik anak sekaligus bermain edukatif? Wahana ini bisa menjadi pilihan terbaik traveler. Di sini anak-anak dapat bermain mandi bola sepuasnya, role playing kostum dan profesi, bermain perosotan bersama orang tua, komidi putar, hingga trampolin mini.

Happy Land di mall ini memiliki tema khusus yakni membawa konsep kutub utara dan kehidupan laut. Tersedia berbagai macam ensiklopedia di setiap sudut untuk menambah wawasan anak.

Berlokasi di lantai 2, tempatnya luas sehingga anak-anak bisa bebas bermain kesana kemari. Tersedia juga berbagai macam mainan seperti mobil-mobilan dan kuda-kudaan untuk anak bisa berkeliling.

Untuk menikmati seluruh fasilitasnya, harga tiket reguler cukup dikenakan Rp 50.000 per dua jam sudah termasuk satu pendamping dan bonus kaos kaki untuk anak-anak. Untuk bermain sepuasnya tanpa batasan waktu, hari biasa tiket seharga Rp 65.000 dan hari libur seharga Rp 75.000.

Di sini tersedia pula kartu member VIP dengan sistem deposito Rp 500.000. Dengan kartu vip, harga tiket akan terpotong Rp 5.000. Selain itu untuk pendamping kedua akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 20.000. Semua harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Boulder Gokart

Boulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, YogyakartaBoulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Baru diresmikan 2023 lalu, gokart jelas mencuri perhatian para pecinta driving. Di Sleman City Hall tepatnya lantai GF traveler bisa balapan gokart bersama orang tersayang.

Anti kepanasan karena gokart ini menjadi yang pertama di dalam mall di Jogja. Tersedia untuk dewasa dan anak-anak minimal usia 6 tahun. Dilengkapi pula perlengkapan keamanan seperti hairnet, helmet dan tentunya sabuk pengaman.

Harga tiketnya untuk weekday seharga Rp 35.000 untuk durasi 5 menit dan Rp 45.000 untuk 10 menit bermain. Sedangkan saat weekend di harga Rp 45.000 dengan durasi 5 menit dan Rp 55.000 untuk durasi 10 menit.

Sebelum bermain, traveler akan mendapat pengarahan oleh petugas. Jadi tidak perlu khawatir jika belum pernah mengemudikannya.

Berbeda dengan wahana sebelumnya, gokart ini akan menjadi ajang pacu adrenalin yang seru. Panjang lintasannya cukup membuat traveler puas berkeliling mengitari arena layaknya pembalap profesional. Anak-anak akan menyukainya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nasib Malang Wisata Puncak Siosar: Dulu Terkenal, Kini Terlantar



Karo

Objek wisata Puncak Siosar di Karo viral. Dulu wisata ini terkenal, namun kini malah terlantar. Seperti apa ceritanya?

Video terbengkalainya Puncak Siosar menyebar viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat perosotan berwarna yang menjadi ikon wisata di sana kini ditumbuhi rumput liar.

Selain itu, fasilitas umum di lokasi tersebut juga tampak tak terawat dengan dipenuhi semak belukar.


Terkait terlantarnya wisata Puncak Siosar, Kadis Pariwisata Karo Munar Ginting mengakui adanya pengurangan pengunjung di objek wisata tersebut sejak akhir 2023 lalu.

“Memang sekarang pengunjung berkurang yang berwisata ke Siosar. Udah sejak dari akhir 2023 lalu,” ungkap Munar, Kamis (25/4) lalu.

Munar menyebut, merosotnya pengunjung ke Puncak Siosar lantaran penetapan harga yang makin mahal, mulai dari makanan hingga spot foto, yang membuat pengunjung harus merogoh kocek cukup dalam.

“Setiap wahana dan spot foto bagi anak-anak ataupun orang tua dia buat berbayar lagi oleh si pengusaha. Namun, saya ada dapat informasi mereka semena-mena, sesuka hati bahkan membuat harga makanan di luar perkiraan,” tuturnya.

Terkait itu, Munar mengakui sudah mencoba menghubungi pihak pengelola, namun belum mendapatkan respons positif. Namun begitu, ia turut merencanakan untuk melakukan diskusi untuk membangun kembali kejayaan wisata di Puncak Siosar ini.

“Kemarin juga saya sudah diingati oleh Bu Bupati agar menegur pengelola agar tidak membuat harga sesuka hati. Saat pengunjung ramai, mereka buat harga sesuka hatinya,” ucapnya.

“Namun ketika saya hubungi wakil pengelolanya belum bisa dihubungi, akhirnya terus makin menurun. Saya juga punya rencana untuk mencari waktu berdiskusi (dengan pengelola),” imbuh Munar.

“Kita sebagai pemerintah daerah dan juga fasilitator mengupayakan sektor pariwisata bertumbuh yang dulu stasionernya Berastagi, Siosar, kemudian Gajah Bobok. Ini saya lihat Siosar sudah mulai terlelap ini, kita ingin juga ini harus bangkit ini,” tutupnya.

——

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Big Garden Corner Punya Restoran dengan View Kebun dan Patung Raksasa



Denpasar

Big Garden Corner mempunyai beragam wahana dan spot foto. Salah satu yang menarik adalah restoran dengan view kebun cantik dan patung-patung berukuran raksasa.

Berdiri sejak 2016, Big Garden Corner mulanya adalah gallery art stone yang disulap menjadi destinasi berkonsep eco park wisata. Big Garden Corner memiliki lokasi yang strategis berada dekat dengan Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya, di Jl. Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Eddy Mustofa, corporate manager, menjelaskan Big Garden Corner memiliki banyak daya tarik yang siap menyambut traveler. Big Garden Corner cocok untuk destinasi wisata keluarga yang menyajikan banyak wahana ramah anak.

“Daya tarik sendiri, kita membuat Big Garden Corner menjadi area wisata keluarga seperti wahana playground dan waterpark. Kita juga memiliki beberapa space area garden yang cocok untuk acara seperti ulang tahun dan gathering,” kata Eddy.

Sebagai wisata keluarga, Big Garden Corner memberikan paket komplit kepada pengunjung. Wahana dan spot foto dapat dengan mudah traveler temukan di sini. Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa bersantap dan ngopi cantik di restoran.

Big Garden Corner BaliMakan makin asyik dengan view serba hijau dan patung raksasa di Big Garden Corner Bali. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Big Garden Corner memiliki dua restoran berkonsep semi outdoor lengkap dengan pemandangan kebun cantik.

Dari luar, restoran itu tampak menggunakan konsep alami dengan sentuhan kayu dan atap jerami. Saat masuk, traveler akan disambut ramah oleh pengelola restoran. Ada beberapa tempat duduk yang menghadap langsung ke kebun cantik dan patung raksasa.

Restoran di Big Garden Corner menawarkan berbagai menu pilihan, baik menu nusantara maupun western. Eddy menyebut semua menu yang ditawarkan adalah menu halal, jadi traveler tak perlu khawatir.

Jika bersantap di sini, traveler wajib mencicipi menu andalan yaitu Crispy Duck. Perpaduan kelezatan antara bumbu yang medok dan bebek yang crispy siap menggoyangkan lidah. Dengan harga menu berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu.

Traveler yang ingin menggelar perayaan hari spasial, bisa reservasi di restoran ini. Big Garden Corner menerima reservasi untuk berbagai kegiatan seperti gathering, ulang tahun, arisan, dan lain-lain.

Bagi traveler yang sedang atau berencana berwisata untuk mengisi long weekend nanti, Big Garden Corner ini bisa menjadi pilihan untuk singgah. Karena dalam satu tempat, traveler bisa mendapatkan tempat berwahana, spot foto, dan bersantap. Komplit banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

9 Destinasi di Desa Wisata Mangunan, Bikin Betah!



Jakarta

Masuk dalam daftar 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu, Desa Wisata Mangunan memiliki beragam destinasi yang menarik untuk masuk ke daftar rencana liburanmu. Apa saja sih?

Desa Mangunan terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dulu, area ini bukan apa-apa, tidak dikelola dengan baik dengan kawasan hutannya yang sebagian besar tandus.

Akhirnya, sejak munculnya Kebun Buah Mangunan, desa itu mulai dilirik wisatawan, terutama setelah spot ‘negeri di atas awan’ populer.


Mulai tahun 2008, desa tersebut dikembangkan atas kolaborasi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono bersama pemerintah terkait. Hingga kemudian, pada 9 Maret 2014 desa itu dibentuk menjadi Desa Wisata Kakilangit yang merupakan unit kerja dari Organisasi KKLPMD Pedukuhan Mangunan.

Yuk, simak pilihan destinasi wisata di Mangunan yang bisa melengkapi daftar rencana liburanmu!

1. Kebun Buah Mangunan

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama viewnya sebagai destinasi unggulan. Desa ini pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu. Melihat kesuksesannya, bagaimana kilas balik Mangunan akhirnya berdiri sebagai desa wisata?Kebun Buah Mangunan (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Menjadi pelopor terbentuknya desa Mangunan sebagai desa wisata, kebun buah yang satu ini tidak bisa dilewatkan. Dengan luas hampir 24,5 hektar terdapat bermacam buah yang dapat dipetik dan dibeli langsung oleh pengunjung.

Selain buah, terdapat pula puncak panorama view yang kerap disebut sebagai negeri di atas awan milik Jogja. Di sana traveler bisa berburu sunrise dan lautan awan di pagi hari. Harga tiket masuknya sebesar Rp 7.000 dan buka setiap hari mulai pukul 05.00-17.00.

2. Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan di Bantul, YogyakartaHutan pinus Mangunan di Bantul, Yogyakarta Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menawarkan pemandangan alam yang indah dan hijau berpadu dengan udara sejuk sangat cocok untuk destinasi ketika penat dan butuh healing. Hutan Pinus Mangunan memiliki banyak pohon pinus yang tinggi dan rindang. Ternyata, dulu lokasi ini adalah kawasan hutan yang tandus, loh.

Terdapat aneka pepohonan mulai dari mahoni, kayu putih, akasia, hingga pinus sebagai daya tarik utama. Dengan fasilitas mulai dari tempat parkir luas, toilet, mushola, hingga warung makan dan minum, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per orangnya. Tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Disarankan ketika berkunjung ke lokasi ini adalah saat pagi hari, ketika udara sedang sejuk dan belum begitu ramai.

3. Seribu Batu Songgo Langit (Rumah Hobbit)

Destinasi ini terdapat beberapa spot foto menarik yang bisa menjadi pilihan. Kumpulan batu-batu indah, gardu pandang, bebatuan besar, pepohonan yang asri nan rimbun, hingga Rumah Hobbit sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya berfoto, di sini traveler bisa mencoba memacu adrenalin dengan menjajal flying fox nya dengan harga Rp 15.000 per orang. Untuk menuju rumah Hobbit pengunjung akan diarahkan untuk melewati jembatan jomblo. Lagi dan lagi sayang jika tidak diabadikan dengan kamera.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 pengunjung dapat menikmati destinasi wisata yang satu ini. Untuk tarif parkir sendiri dibandrol seharga Rp 2.000 bagi sepeda motor, mobil Rp 5.000, dan Rp 20.000 untuk bus.

4. Puncak Becici

Puncak BeciciPuncak Becici di Mangunan, Bantul Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Keindahan hutan pinus terpotret jelas di Puncak Becici. Destinasi ini menjadi populer karena sempat menjadi persinggahan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama pada Juni 2017 silam. Puncak Becici beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Traveler bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari berfoto di spot selfie, camping, outbond, piknik, family gathering, naik jeep wisata, bahkan berburu matahari senja. Untuk harga tiket masuk mulai dasri Rp 2.000 saja per orang.

5. Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger YogyakartaHutan Pinus Pengger Yogyakarta (Bayu Fitri/d’Traveler)

Masih di kawasan hutan pinus, lokasi ini tidak jauh berbeda dari hutan pinus di kawasan Mangunan lainnya. Menjadikannya berbeda dengan hadirnya beberapa spot foto instagrammable berlatarkan panorama view alam yang membentang luas.

Beberapa spot foto yang tersedia dan menjadi favorit wisatawan adalah Panca Wara berupa tangan raksasa. Susunan kayu yang menghadap ke atas di ujung tebing ini menjadikan angle yang cocok untuk diabadikan.

Ada pula jembatan pinus pengger hingga lubang raksasa. Pinus Pengger buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Untuk masuk pengunjung dikenai biaya Rp 3.000 saja per orang.

6. Watu Goyang

Destinasi ini diberi nama secara harfiah karena dulunya ada bongkahan batu di puncak yang apabila didorong atau disentuh batu tersebut bisa bergoyang. Keberadaan batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Daya tarik lainnya dari Watu Goyang adalah adanya beberapa gardu pandang dengan spot foto berbeda.

Masuk ke lokasi ini cukup membayar parkir motor Rp 3.000 dan mobil Rp 7.000 dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Selain menawarkan panorama alam, di lokasi ini traveler bisa membeli tanaman atau bunga yang tersedia dengan variasi harga mulai dari Rp 10.000

7. Bukit Mojo Gumelem

Satu yang menjadi bukit ini unik adalah adanya spot foto sarang burung raksasa yang ikonik. Selain itu ada pula gardu pandang dengan bentuk bunga matahari. Seluas mata memandang dapat dilihat barisan bukit seribu dan Sungai Oyo dari Bukit Mojo Gumelem.

Lokasi ini buka setiap hari selama 24 jam alias tidak memiliki jam buka tutup. Untuk masuk ke areanya pun belum ada tarif biayanya,

8. Tebing Watu Mabur

Masih dengan mengagumi keindahan barisan bukit seribu dan sungai Oyo, lokasi ini menjadi tempat melepas stress yang oke sekali. Fasilitas yang disediakan berupa spot foto menarik, kawasan perkemahan, toilet, mushola, dan warung makan minum.

Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar Rp 2.000 per orang. Beberapa spot foto akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk spot jalan raya atau landasan pacu. Parkir motor seharga Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000

9. Bukit Panguk Kediwung

Bukit Panguk KediwungBukit Panguk Kediwung, Mangunan, Bantul, Yogyakarta (Muhammad Iqbal/d’Traveler)

Magnet pengunjungnya adalah keindahan pemandangan alam. Sama seperti destinasi wisata lainnya, terdapat beberapa spot foto gardu pandang yang disediakan pengelola.

Lokasi ini juga cocok untuk menikmati terbit dan tenggelamnya matahari. Lautan awan di pagi hari tampak megah bersama dengan indahnya warga orange sang surya saat terbenam. Biaya masuknya adalah Rp 3.000 dan parkir Rp 2.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Keranjang Bali Tempat Belanja Oleh-oleh dengan Bangunan Unik nan Estetik


Badung

Pergi liburan kurang afdal rasanya jika pulang dengan tangan kosong, termasuk saat berlibur ke Bali. Tak perlu bingung, sekarang pulau dewata memiliki spot berburu oleh-oleh baru yang unik.

Tempat berbelanja oleh-oleh baru nan unik di pulau dewata itu namanya The Keranjang Bali. Di sini, traveler bisa menjumpai beragam oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Uniknya lagi, bahkan sampai disorot media asing, adalah fasad bangunan The Keranjang Bali. Dari penampakannya, bangunan itu benar-benar bak keranjang raksasa. Bangunan itu pun tampak menonjol di antara bangunan lain di Kuta.

The Keranjang Bali beroperasi sejak 2019. Bangunan empat lantai itu memilah kebutuhan traveler dalam beragam area tematik. The Keranjang Bali dengan slogan #BaliDalamSatuKeranjang berharap bisa menyuguhkan atmosfer Bali melalui pengalaman tematisasi dan menampilkan produk-produk unggulan UMKM.

“Slogan #BalidalamSatuKeranjang ini bermakna bahwa untuk pengunjung yang ingin merasakan budaya dan vibes Bali tapi lagi nggak bisa kemana-mana. Pengunjung bisa datang ke The Keranjang. Karena di sini pengunjung bisa merasakan banyak experience sekaligus belanja oleh-oleh khas Bali,” kata Digital Marketing Manager The Keranjang Bali, Maul.

Sesuai juga dengan taglinenya yaitu #SurgaBaruOleh-OlehBali, The Keranjang Bali seolah ingin menyediakan surga belanja oleh-oleh bagi wisatawan.

“Nah sesuai dengan taglinenya, #SurgaBaruOleh-OlehBali. The Keranjang Bali itu dianggap sebagai surganya bagi para pengunjung yang mau mencari berbagai oleh-oleh khas Bali. Karena semua ada di sini dan kita juga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jadi seperti wajah baru di Bali,” ujar Maul.

Di antaranya, konsep experience unik, mulai dari spot foto tematik, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya.


Daya tarik yang disuguhkan The Keranjang Bali:

Berikut sederet hal menarik yang bisa traveler temui saat menyambangi The Keranjang Bali.

1. Fasad yang Ciamik

The Keranjang BaliThe Keranjang Bali (The Keranjang Bali)

Sampai di lokasi, traveler akan langsung disuguhkan dengan pemandangan fasad yang unik. Keranjang raksasa ini memiliki panjang 15,4 meter dan lebar 58 meter.

Berbentuk keranjang raksasa, komplit dengan motif Karang Boma khas Bali. Karang Boma, yang berasal dari legenda Bomantara, diyakini memiliki kemampuan untuk mengatasi energi negatif dan bencana.

Karena bentuknya yang ciamik, tak jarang bangunan ini mencuri perhatian setiap orang yang melewatinya. Bahkan, bentuk keranjang raksasa ini menjadi magnet untuk menarik pengunjung masuk ke dalamnya.

2. Ada T-shirt Unik Solar Active!

Sebagai pusat oleh-oleh terlengkap di Bali, The Keranjang Bali menyuguhkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Traveler dapat menemukan makanan, minuman, baju, kue dan masih banyak lagi. The Keranjang Bali juga menjual produk UMKM Bali sehingga dengan berbelanja di sini akan membantu UMKM untuk terus berkembang.

Traveler yang mencari oleh-oleh unik, The Keranjang Bali memiliki satu produk andalan yaitu kaos Solar Active dengan motif Barong yang dapat berubah warna saat terkena sinar matahari. Baju barong khas Bali pun ada, komplit dengan pie susu yang dipanggang langsung di sini sehingga traveler bisa melihat proses pembuatannya.

“Jadi produk Solar Active ini viral karena unik. Motifnya khas Bali yaitu motif barong tapi motifnya berubah warna kalau kena sinar matahari. Terus kita ada produk glow in the dark juga. Ini sip untuk oleh-oleh yang unik,” kata Maul.

Tak perlu khawatir kantong bolong saat berbelanja di sini. Semua produk yang ada di The Keranjang Bali memiliki harga yang terjangkau loh!

3. Spot Foto Instagramable

The Keranjangn BaliJembatan Antun-Antun di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Selain sebagai pusat oleh-oleh khas Bali, The Keranjang juga menghadirkan banyak spot foto estetik khusus untuk wisatawan yang suka foto nih.

Bahkan, Maul menyebut hampir setiap sudut di The Keranjang Bali sip untuk berfoto. Namun, ada beberapa spot foto yang wajib traveler coba, yaitu Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Sawah Gadang Purnama.

4. Punya Lantai Khusus Experience Pengunjung

Jika biasanya toko oleh-oleh hanya menyajikan ratusan etalase. Berbeda dengan The Keranjang Bali yang menggabungkan konsep “One Stop Shopping” dengan “One Stop Experience” dalam satu bangunan.

Di lantai empat keranjang raksasa ini traveler akan menemukan tempat khusus untuk mendapatkan experience yang luar biasa. Traveler dapat menikmati berbagai area tematik yang membawa atmosfer Bali, mulai dari Lorong Sloka, Pasar Jimbaran, Lovina, hingga suasana Monkey Forest dapat traveler temukan di sini. Unik ya!

Aktivitas Menarik di The Keranjang Bali

Nggak cuma berburu oleh-oleh khas Bali. Di The Keranjang Bali traveler juga bisa mencoba berbagai aktivitas menarik. Berikut beberapa aktivitas yang bisa traveler coba di The Keranjang Bali.

1. Sewa Pakaian Adat Bali

The Keranjangn BaliTraveler bisa menyewa pakaian adat Bali di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mencoba menggunakan pakaian adat Bali adalah salah satu hal yang wajib traveler coba saat berkunjung ke Bali. Di keranjang raksasa ini traveler bisa mencoba pengalaman tersebut.

Cukup dengan membayar mulai dari Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 50 ribu untuk dewasa traveler sudah bisa satu stel pakaian adat Bali sekaligus berfoto di beberapa spot foto.

2. Main Gamelan Khas Bali

Satu lagi aktivitas yang identik dengan budaya Bali, yaitu memainkan gamelan khas Bali. Di lantai empat traveler bisa menemukan satu bagian yang menyajikan berbagai macam gamelan khas Bali.

Mulai dari rindik, gangsa, kendang, jublag, dan masih banyak lagi. Bahkan para pengunjung diperkenankan untuk mencoba memainkan gamelan tersebut. Seru banget deh!

3. Membuat Gerabah

The Keranjangn BaliTraveler bisa membuat gerabah di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Ingin aktivitas lain? Traveler bisa mencoba aktivitas melukis gerabah. Cukup membayar mulai dari Rp 10 ribu/orang traveler sudah bisa melukis langsung di atas gerabah tanah liat.

Lokasi dan Jam Operasional The Keranjang Bali

Keranjang raksasa ini berlokasi tak jauh dari Bandara Ngurah Rai, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Hanya berjarak sekitar 3 kilometer atau sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai.

The Keranjang Bali buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Maul menyebut, rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengeksplor The Keranjang Bali.

The Keranjang Bali juga kerap mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo bisa mengunjungi akun media sosial mereka, @thekeranjangbali.

Nah sudah tau kan ada apa aja di keranjang raksasa ini? Buat traveler yang masih bingung mau berburu oleh-oleh dimana? Cobain deh ke The Keranjang Bali, nggak cuma lengkap tapi banyak aktivitas menarik juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Desa Jawa Barat Ini Bangun Patung Gatotkaca, Ini Cerita di Baliknya



Jakarta

Salah satu desa di Jawa Barat membangun patung tokoh wayang Gatotkaca. Apa cerita di baliknya?

Desa Cisontrol, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, memiliki keunikan tersendiri. Di mana ikon desa itu memilih tokoh wayang yakni Gatotkaca sebagai ikon daerahnya.

Patung Gatotkaca berukuran cukup besar pun berdiri kokoh di tengah-tengah persimpangan jalan raya antara Cisontrol ke arah Tambaksari dan Rancah. Lokasinya sekitar 10 meter dari Kantor Desa Cisontrol.


Banyak pengendara yang melintas penasaran dengan keberadaan patung Gatotkaca itu. Selain bentuknya yang unik dan menarik, warga juga penasaran kenapa ada patung wayang Gatotkaca tersebut.

Ada beberapa pertanyaan yang terlontar, apakah di wilayah ini ada cerita urban tentang tokoh pewayangan? Atau Desa Cisontrol menjadi sentra pembuatan wayang? Dan sejumlah pertanyaan lainnya.

Kepala Desa Cisontrol Yoyo Waryo pun menjelaskan keberadaan patung Gatotkaca yang sudah menjadi ikon desa itu. Patung Gatotkaca dibangun di tahun 1998 atau di akhir masa orde baru.

Pada waktu itu, sedang diadakan lomba desa untuk menampilkan keunggulan setiap masing-masing desa. Desa Cisontrol meski berada di wilayah yang jauh dari perkotaan Ciamis pun ingin menunjukkan keunggulannya.

Namun pada saat itu Cisontrol belum memiliki ikon yang dapat dikenal luas. Akhirnya setelah melakukan musyawarah akhirnya tercetus untuk membuat ikon patung wayang Gatotkaca.

Selain Cepot dan Dawala, salah satu tokoh pewayangan yang paling populer adalah Gatotkaca. Namun dari filosofinya, Gatotkaca memiliki karakter yang kuat dan tak tertandingi. Sedangkan Cepot dan Dawala digambarkan sebagai sosok yang humor.

Baca artikel selengkapnya di detikJabar

(msl/msl)



Sumber : travel.detik.com