Category Archives: Domestik

Ada Perpustakaan Mini di Tengah-tengah Pasar



Bandung

Di tengah-tengah pasar Cihapit, Kota Bandung tersembunyi satu hidden gem yang patut didatangi. Ada sebuah perpustakaan mini yang menarik untuk dikunjungi.

Perpustakaan mini yang berbentuk persegi dengan dominan warna putih. Meskipun tempatnya mungil, namun di sini terdapat banyak buku mulai dari buku ilmiah, novel hingga komik.

Di tengah-tengah perpustakaan itu terdapat empat kursi dan satu meja kaca berwarna hitam. Tempat ini pun cocok untuk dikunjungi karena bisa membaca buku dengan suasana seperti di pasar.


Bila ingin mengunjungi perpustakaan, anda bisa masuk ke gang Masjid Istiqamah Cihapit Bandung kemudian ikuti jalan sampai masuk ke pasar, tak jauh dari situ tempatnya berada di sebelah kanan, depan kedai Batagor Kahuripan.

Saat berkunjung ke sana, tidak ada yang menjaga perpustakan ini. Setelah menunggu beberapa menit, terlihat ada pria lansia di dalam kedai kopi. Saat bertanya, ternyata ia adalah salah satu penjaga perpustakaan tersebut bernama Bayu (62).

Setelah berbincang-bincang, perpustakaan ini sudah berdiri selama empat tahun. Adanya perpustakaan ini berawal dari ide teman-temannya yang sering nongkrong di kedainya, kebetulan ada tempat kosong alhasil dibuatlah taman baca itu.

“Awalnya sih dari teman-teman yang suka ke sini, mereka itu ada yang dari pecinta buku segala macem, karena ada tempat kosong tercetus lah, saya coba bikin seperti taman baca gitu, ya sederhana aja gitu,” kata Bayu, Sabtu (20/4/2024).

Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung.Kedai kopi Los Tjihapit di Pasar Cihapit, Kota Bandung. Foto: Shafa Aulia Nursani/detikJabar

Mengapa memilih tempatnya di dalam pasar, menurutnya selain ada tempat yang kosong juga sebelumnya ia sudah berjualan terlebih dahulu sehingga teman-temannya suka ngopi di kedainya.

“Kalau tempat di sini karena saya udah jualan duluan di sinu, ini jualan kopi. Jadi mereka itu memang teman-teman yang suka ngopi di sini,” ucap pria yang memakai kacamata tersebut.

Untuk motivasi diadakannya perpustakaan ini ingin membuat antusias orang untuk membaca lagi. “Motivasinya sih sederhana sebenarnya bikin gairah membaca lagi, soalnya kan sekarang itu udah terlalu banyak bacaan dari elektronik, kita pingin orang pinjem buku lagi,” ucapnya.

Perpustakaan mini ini buka dari pukul 06.00-13.00 WIB, bisa sampai sore dengan mengikuti kedai kopinya. Buku-buku yang dipajang di sini, bisa anda pinjam dengan kemudian di catat oleh pemilik kedai kopi. Waktu peminjaman buku ini selama satu minggu dan bisa meminjam satu buku.

Buku yang tersedia di perpustakaan diberi oleh teman-temannya yang mempunyai niatan untuk bisa

“Saya tambahkan aja buku-buku ini juga kebanyakan donaturnya ya teman-teman juga, mereka juga sama-sama punya niatan untuk orang kembali membaca,” pungkasnya.

Setelah membuat perpustakaan ini, Bayu juga mengatakan ada hasilnya sedikit demi sedikit orang membaca buku.

“Alhamdulillah sih yang baca udah mulai ada, udah ada perkembangannya, mulai dari iseng sambil dia ngopi membaca sampai akhirnya tertarik lagi,” turur Bayu.

Orang yang berkunjung ke perpustakaan dari mulai mahasiswa hingga orang tua. Sekedar mengetahui jika perpustakaan ini bekerjasama dengan perpustakaan Ajip Rosidi yang berada di Jalan Garut.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Spot Healing Ijo Royo-royo di Tebing Keraton Bandung



Bandung

Bandung punya segudang tempat healing yang tak jauh dari pusat kota. Salah satunya adalah hamparan hutan pinus yang menyegarkan, Tebing Keraton.

Tebing Keraton berada di ketinggian 1200 Mdpl, Tebing ini menawarkan keindahan alam serta hamparan hutan pinus di atas ketinggian. Tempat ini sangat cocok untuk anda yang suka dengan pemandangan alam yang masih asri.

Mengenai Tebing Keraton, merupakan gawir atau lembah sesar (fault scarp) dengan dinding gawir menghadap ke arah utara. Terbentuk sekitar 500.000 tahun lalu, masih berhubungan dengan ambruknya Gunung Sunda. pendapat lainnya menyebutkan hasil kegiatan tektonik yang mengakibatkan terangkatnya sebagian lembah sehingga membentuk pegunungan tebing yang curam.


Akses untuk menuju tempat ini jika anda dari pusat Kota Bandung bisa mengambil rute ke arah Jalan Dago, setelah itu anda akan menemui dua cabang jalan, pilih cabang kanan yang menuju ke bukit Dago Pakar. Setelah melewati bukit Dago Pakar anda akan menemui sebuah pertigaan belok lah ke kiri menuju arah Taman Hutan Raya Juanda.

Setelah itu ambil jalan sebelah kanan saat berada di simpang dua dan jalan terus hingga bertemu warung bandrek. Tak jauh dari warung bandrek anda akan menemui lagi simpang dua beloklah ke kiri hingga kemudian menemukan pintu masuk ke Tebing Keraton. Estimasi perkiraan kurang lebih 30 menit untuk sampai ke tempat ini jika lalu lintas lancar.

Wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam di kawasan wisata ini, akan dikenakan biaya. Harga tiket masuk cukup terjangkau Rp. 12.000 dan biaya asuransi Rp 2.000. Tiket ini sudah termasuk ke Tahura Maribaya dan Tebing Keraton.

Semacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing KeratonSemacam prasasti menyambut begitu tiba di Tebing Keraton Foto: detik

Pembelian tiket bisa langsung dibeli di loket pembelian. Untuk parkir kendaraan bermotor dikenakan biaya parkir Rp 5.000, dan untuk kendaraan Roda empat bisa disimpan di bawah sebelum kawasan kurang lebih harus berjalan dulu 1 km.

Untuk jam buka tersendiri objek wisata ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 16.00 WIB. Jika anda ingin mendapatkan pemandangan yang lebih bagus bisa pergi pagi maupun sore untuk melihat sunrise dan sunset di tebing ini.

Saat anda memasuki area Tebing pertama-tama akan diajak untuk menyusuri jalan setapak dengan pohon-pohon di sampingnya. Tetapi pengunjung harus berhati-hati saat melangkah karena tekstur jalan yang agak curam dan licin.

Tak jauh dari itu dapat dilihat kawasan tebing yang indah dan cantik sejauh mata memandang, tak hanya itu jika ada beruntung akan ada kawanan monyet yang akan menghampiri anda. Pengunjung dianjurkan berhati-hati dan menjaga barang bawaan serta tidak memberi makan hewan. Tak hanya itu kawasan ini dipakai juga untuk memantau burung Elang.

Di Kawasan ini anda juga bisa melihat langsung sesar lembang serta ada papan penjelasan mengenai informasi tersebut. Banyak juga pohon yang diberi tanda nama serta spesiesnya agar pengunjung lebih mengenal nama-nama tumbuhan yang ada di kawasan Tebing Keraton.

Sedikit mengenai Sesar Lembang yaitu merupakan patahan besar di Jawa Barat yang mengelilingi tepi utara Bandung. Memiliki panjang 29 km dan merupakan sesar oblique dengan komponen geser mengkiri dan komponen sesar naik.

****

Baca berita selengkapnya di sini.

(bnl/bnl)



Sumber : travel.detik.com

Kilas Balik Perjalanan Mangunan Jadi Desa Wisata Tersohor



Yogyakarta

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama yang menawan. Desa itu juga pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021. Seperti apa perjalanan Mangunan hingga menjadi desa wisata?

Sugiyarto, asisten kepala Pengelola Kebun Buah Mangunan, kesuksesan itu dimulai dari langkah membuka Kebun Buah Mangunan pada 2003. Saat itu, lokasi seluas 24,5 hektar tersebut dikelola oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bantul untuk dijadikan sebagai kebun buah yang memenuhi kebutuhan buah segar non-kimia bagi masyarakat sekitar.

“Jadi tujuannya pertama di Kabupaten Bantul supaya masyarakat bisa menikmati buah segar, dalam hal ini mengurangi bahan kimia dalam buah tersebut. Masyarakat dianjurkan beli buah di sini. Kedua untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar didukung dengan panorama alam di puncak,” kata Sugiyarto


Sejak pertama kali dibuka hingga tahun 2008, pohon yang ada di kebun mulai menampakkan hasil buahnya. Di tahun 2008 pula akhirnya lokasi tersebut mulai dilirik oleh pengunjung sebagai daya tarik wisata. Terlebih setelah disadari ada satu spot dengan view bak negeri di atas awan.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Namun seiring berjalannya waktu, pengunjung bingung. Pagi hari datang ke panorama view tapi setelah itu masih ada waktu. Akhirnya mereka berteduh di bawah pohon rindang, yaitu di sekitar hutan pinus,” kata Sugiyarto

Fenomena hutan pinus sebagai lokasi persinggahan wisatawan akhirnya direspon baik oleh masyarakat Mangunan. Sugiyarto menyebut kegiatan perekonomian perlahan muncul, mulai dari mendirikan lapak jualan makanan ringan, menjajakan minuman, hingga pengadaan tempat parkir.

Akhirnya, sejak 2013 lokasi itu semakin ramai. Sugiyarto melihat adanya kolaborasi yang baik antara kebun buah dan hutan pinus kala itu,

“Duet antara kebun buah dan hutan pinus luar biasa. Akhirnya di hutan pinus tersebut muncul tempat tempat wisata baru. Muncul puncak becici, rumah hobbit, Pengger, bukit panguk hingga akhirnya banyak pengelola destinasi wisata di mangunan.” kata Sugiyarto

Mangunan kini bertransformasi sebagai desa wisata unggulan dengan puluhan destinasi wisata pilihan. Selain kebun buah, destinasi lainnya dikelola oleh masyarakat sekitar dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono. Berdasarkan data koperasi tersebut, tercatat di tahun 2023 lalu jumlah wisatawan mencapai 72,941 atau naik 141,61% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari situ mulai terlihat tujuan pemerintah kalau boleh kami sombongkan berhasil. Masyarakat sekitar mangunan tidak hanya bisa menikmati adanya wisata di kebun buah mangunan sini tok. Namun mereka bisa mengelola tempat tempat wisata di sekitar,” kata Sugiyarto

Selain berkembang destinasi wisata, berkembang pula homestay di sekitar. Banyak rumah warga yang akhirnya dimodifikasi sebagai homestay yang nyaman bagi wisatawan. Traveler akan menemukan setidaknya 23 titik.

Dilansir dari website resmi kemenparekraf.go.id, Mangunan dikenal pula sebagai Desa Wisata Kakilangit sejak 9 Maret 2014. Hasil kristalisasi potensi sumber daya manusia, alam, dan budaya tradisi akhirnya melahirkan delapan kegiatan pokok sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sesuai kebidangannya.

8 pesona Desa Wisata Mangunan:

1. Atap Langit

Masyarakat yang rata-rata memiliki lebih dari satu rumah akhirnya mengembangkan potensi tersebut sebagai jaga penginapan atau homestay.

Daya tarik rumah adat tradisional dengan berbahan baku mayoritas kayu dan perpaduan alam pedesaan menjadi tema kampung limasan yang merupakan warisan dari nenek moyang menjadi ciri khas pengembangan homestay atap langit.

2. Rasa Langit

Kegiatan ini menarik wisatawan penikmat kuliner masa lalu dengan olahan tradisional khas Mangunan. Olahan kuliner itu disajikan dengan cerita dari berbagai sudut pandang untuk sekadar melepas kerinduan penikmatnya.

Berbagai macam olahan tersebut diantaranya gudeg maggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambel bawang, sambal jenggot, sayur oyok-oyok, bothok, sayur lompong, bledak, mie lethek, gudangan, pecel.

3. Budaya Langit

Penampilan atraksi kebudayaan tidak lagi sebagai atraksi hiburan rakyat akan tetapi sudah menjadi produk industri pariwisata untuk meningkatkan pendapatan bagi para seniman seniman lokal.

Atraksi budaya tersebut antara lain: gejok lesung, wayang pethilan, cokean, karawitan, panemgomo, mocopatan, dan kethoprak.

4. Langit Terjal

Kegiatan ini mengajak traveler memacu adrenalin dengan mengunjungi daerah yang sulit dijangkau seperti lereng bukit, sungai kecil, hutan rakyat, dan tebing-tebing menggunakan akomodasi transportasi seperti sepeda motor trail dan jeep. Pilihan akomodasi tersebut memberi pengalaman yang atraktif serta menantang bagi wisatawan yang ingin mencobanya.

5. Langit ilalang

Komitmen dukungan generasi muda dalam kemajuan desa diwujudkan ke dalam wadah organisasi kecil dengan nama pemuda ilalang. Untuk melengkapi daya tarik desa wisata kaki langit pemuda ilalang membuat aktivitas berupa outbound, jelajah alam, dan beberapa layanan yang bersifat edukasi.

6. Karya Langit

Tak lengkap jika tak membawa oleh-oleh cinderamata sebagai buah tangan saat mengunjungi sebuah tempat wisata. Di Desa Wisata Mangunan, penyediaan oleh-oleh itu diwadahi dalam organisasi kecil karya langit.

Karya langit juga bertugas untuk menyediakan cinderamata sebagai media cerita dalam rangka promosi bagi desa wisata kakilangit.

7. Langit Cerdas

Belajar tatanan kehidupann sosial masyarakat pedesaan dengan berbagai aktivitasnya yang dikemas dalam paket edukasi muleh ndeso bila dikelola dengan baik dan profesional sangat mungkin diminati oleh wisatawan dari kota-kota besar untuk belajar kemandirian hidup.

Bentuk wisata itu menjadikan pengunjung bisa merasakan sensasi kerasnya kehidupan dengan berbagai keterbatasan yang harus dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar budaya tradisi yang tumbuh kembang di masyarakat pedesaan.

8. Langit Hijau

Mata pencaharian pertanian merupakan potensi yang bisa diolah untuk mendukung dan melengkapi aktivitas desa wisata dengan berbagai atraksi pertanian, seperti menggarap sawah, membajak, menanam, mencari kayu bakar, memanen, dll.

Kegiatan pertanian juga bisa menciptakan peluang-peluang baru berupa pengembangan destinasi wisata alam seperti hutan rakyat, terasiring, dan berbagai keindahan alam lain serta mengembangkan berbagai jenis tanaman yang menarik bagi wisatawan, antaralain taman bunga, buah-buahan, tanaman obat keluarga.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bendungan Zaman Belanda di Brebes Masih Eksis, Malah Buat Foto-foto



Brebes

Bendungan Malahayu merupakan waduk buatan Belanda yang masih eksis sampai sekarang. Bahkan, jadi destinasi yang asyik buat foto-foto.

Bendungan ini berada di Desa Malahayu, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Keindahan alam di bendungan ini menjadi salah satu alasan turis berdatangan.

Bendungan Malahayu tidak saja hanya berfungsi untuk menampung air dan mengairi sawah. Bendungan ini juga menjadi destinasi wisata dengan keindahan alamnya yang asri.


Bendungan peninggalan Belanda ini sudah lama dikembangkan sebagai tempat wisata yang menawarkan keindahan alamnya. Untuk bisa masuk ke lokasi ini cukup membayar tiket Rp 7.000 atau Rp 10.000 pada saat hari libur.

Dengan harga tiket yang murah, pengunjung tidak saja bisa menikmati keindahan alam bendungan. Wisatawan juga bisa berkeliling Bendungan Malahayu dengan perahu yang bisa disewa.

Waduk Malahayu.Bendungan Malahayu Foto: Imam Suripto/detikJateng

Mengunjungi destinasi wisata ini, pengunjung akan disambut semilir angin yang mengajak mata berpetualang
menikmati keindahan yang ditawarkan. Tidak heran, wisatawan tidak pernah bosan mengunjungi tempat ini.

Di area bendungan ini pula, ada permainan untuk para wisatawan, seperti kora-kora, bola air, terapi ikan, dan lainnya. Aneka makanan khas juga banyak dijajakan di sepanjang jalan, termasuk suvenir sebagai buah tangan yang dibawa ke tempat perantauan.

Sukis (24), warga Tambun, Bekasi ini mengaku sengaja menyempatkan diri datang untuk bersantai bareng keluarga ke bendungan Malahayu. Ia menyebut, banyak spot bagus untuk ber-swafoto di bendungan itu.

“Pemandangsn bagus, tempat wisatanya lumayan banyak dengan tarif murah. Bisa foto-foto,” kata Sulis saat ditemui, Sabtu (13/4) lalu.

Waduk Malahayu di Brebes, salah satu objek wisata yang ramai pengunjung saat Lebaran 2024. Foto diunggah Sabtu (13/4/2024).Bendungan Malahayu Foto: Imam Suripto/detikJateng

Untuk makin memanjakan pengunjung, tersedia pula semacam gardu pandang. Di samping bisa memandang hamparan luas bendungan beserta pulau pulaunya dari ketinggian, pengunjung juga bisa beristirahat berkumpul dengan keluarga dan teman-teman.

Ketua Pokdarwis Brebes, Rusman Kusyanto mengatakan, Bendungan Malahayu merupakan bangunan bersejarah buatan Belanda. Bendungan ini dibangun pada Desember 1933 dan mulai dioperasikan untuk irigasi pada Mei 1940.

“Sejak tahun 1974, Waduk Malahayu selain untuk irigasi juga dijadikan objek wisata hingga sekarang,” ungkapnya.

Setiap hari raya atau hari libur, menurut Rusman, jumlah pengunjung yang datang menikmati keindahan bendungan akan meningkat.

Pada Lebaran lalu, ia mengklaim ada puluhan ribu wisatawan yang datang ke bendungan tersebut. Tak hanya dari Brebes, pengunjung juga berdatangan dari daerah lain, seperti Kuningan dan Cirebon.

“Lumayan banyak, mungkin sudah mencapai angka puluhan ribu sejak libur Lebaran,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo, Ada Apa Saja?



Surakarta

Menginvestasikan waktu berjalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo bisa dengan melakukan banyak aktivitas. Ngapain saja ya asyiknya?

Kampung Batik Kauman Solo terletak di Kecamatan Pasar Kliwon. Lokasi tepatnya strategis dekat dengan Pasar Klewer dan Masjid Agung Surakarta. Untuk

menuju lokasinya traveler bisa mengarahkan maps menuju Gerbang Utama Kampung Wisata Batik Kauman yang terletak di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi.


Konsep wisata yang dibawakan adalah ketenangan, sehingga kendaraan pribadi yang bisa masuk hanya roda dua saja. Itu pun traveler harus memarkirkan di dekat area gerbang utama. Untuk masuk lebih dalam, traveler hanya bisa berjalan kaki menikmati indahnya kauman yang kental dengan gaya tempo dulunya.

Hanya seluas 0,196 km persegi, traveler akan tersihir dengan suasana Kauman yang tenang dan bergaya vintage. Tanpa pungutan biaya masuk dan traveler bisa bebas berkeliaran di area kampung dengan nyaman. Namun tetap ingat untuk menjaga kondisi agar tidak bising dan menganggu warga.

Kampung Batik Kauman adalah lokasi yang menjadi sentra home industry batik di Solo. Sehingga lokasi ini dipenuhi dengan toko batik sepanjang gang. Bangunan gaya arsitektur khas Jawa Belanda juga tak luput menghiasi indahnya kampung ini.

Waktu terbaik untuk berkeliling di Kauman ada di pagi atau sore hari. Tepatnya ketika mentari tidak sedang di atas kepala. Udara segar di pagi hari dan cahaya oranye di sore tentu menjadi golden time yang sayang jika dilewatkan di Kauman.

Di sini traveler seolah bisa mendapatkan paket wisata yang komplit. Bisa makan, jalan-jalan, belanja batik, belajar membatik, berfoto cantik, hingga penginapan pun ada di sini.

Jika sudah sampai di lokasi ini, aktivitas apa saja yang bisa traveler lakukan? Yuk, simak daya tarik Kauman selengkapnya.

1. Hunting Spot Foto Instagramable

Sejak ditetapkannya Kauman sebagai kampung wisata pada tahun 2006, masyarakat kampung mulai berbenah untuk mendekorasinya. Setiap sudut di kampung ini begitu magical dan estetik. Terlalu indah jika tidak diabadikan di kamera ponsel dan dipamerkan di media sosial. Terlebih sejak Kauman menjadi viral di medsos, lokasinyanya semakin ramai diburu para foto hunter.

Di pusat kampung terdapat area taman yang paling populer. Letaknya ada di sebelah toko batik Gunawan. Taman tersebut menampilkan dekorasi dengan berbagai properti mulai dari meja kursi, papan nama, sepeda tua, payung, hingga bunga-bunga yang indah.

Sekali memasuki Kauman, traveler tidak akan kehabisan spot foto untuk diabadikan. Hal yang perlu traveler siapkan adalah ruang penyimpanan yang besar karena pasti akan habis dalam sekejap membingkai indahnya Kauman.

2. Belanja batik

Sesuai fitrahnya sebagai kampung batik, tentu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah berbelanja batik. Di Kauman terdapat banyak pilihan toko batik yang bisa traveler pilih.

Saat ditemui oleh detikTravel beberapa waktu lalu, para pelayan begitu ramah menyambut wisatawan meskipun hanya sekadar bertanya. Jadi, jangan takut untuk masuk dan melihat koleksi batiknya ya. Siapa tahu ada yang sesuai minat dan kantong traveler.

3. Experience Membatik

Selain belanja, tak lengkap rasanya apabila traveler tidak mencoba pengalaman satu ini. Membatik menjadi salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh Kauman untuk membuat wisatawan betah.

Workshop membatik ini tersedia di dua lokasi, yaitu Batik Gunawan dan Batik Gunasti. Untuk umum disediakan kelas membatik tulis menggunakan canting hingga pewarnaan. Biayanya seharga Rp 55.000 per orangnya.

Traveler dapat mengunjungi Kauman untuk workshop membatik hanya pada hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00 pagi hingga 03.00 sore hari. Untuk hari Minggu toko tetap buka, namun tidak dengan workshopnya. Reservasi dapat dilakukan dengan menghubungi akun instagram @batikgunawansetiawan atau @batikgunasti_kauman.

Traveler juga bisa datang langsung tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu. Nah, itu tadi untuk batik tulis. Sedangkan untuk batik cap tidak disediakan paket individu. Saat ini workshop batik cap hanya tersedia bagi paket group atau kelompok saja.

Pengalaman membatik langsung di kampung batik bersama pengrajinnya sayang sekali jika dilewatkan. Nantinya hasil batik tersebut dapat traveler bawa pulang sebagai kenangan telah berkunjung ke Kauman.

3. Kulineran

Bukan wisata namanya jika tidak diimbangi dengan kuliner. Lelah berkeliling Kauman, traveler bisa memilih untuk singgah di kafe dan resto yang ada di sini. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan. Terdekat dengan taman ada Resto dengan tampak luar bergaya jawa rumahan bernama Wesja (Wedhangan dan Masakan Jawa).

Papan nama besar tertuliskan di atas pintu, traveler tidak akan kesulitan menemukannya. Konsepnya menawarkan menu yang berganti setiap hari dengan harga ramah di kantong.

Melipir sedikit ke arah utara terdapat Kooken Cafe and Resto yang berdampingan dengan Toko Batik Gunasti. Tampilannya lebih klasik dengan nuansa rumah belandanya.

Geser sedikit ke selatan ada Pelipur Kopi bagi traveler yang menyukai minuman kopi sambil nongkrong asik di Kauman. Tentunya masih banyak lagi area makanan yang bisa traveler pilih ketika ke Kauman, jadi siapkan diri untuk kebingungan dalam menentukan pilihan, ya.

4. Penginapan

Di awal sudah disebutkan bahwa Kauman menjadi wisata paket komplit. Traveler bisa memilih untuk tinggal lebih lama di sini dengan memanfaatkan fasilitas penginapan yang ada.

Mulai dari Collection O 90774 Homi Stay, Sans Hotel City Inn Solo, Kemuning Homestay, OYO 3308 Griya Wijayakusuma Syariah, Cakra Honestay, Istana Griya 1 (1 star), Hotel Kusuma Sahid, Hotel Wigati (2 star), dan The Royal Surakarta Heritgae (5 star). Beberapa penginapan tersebut berlokasi di sekitar Kauman yang bisa diakses dengan berjalan kaki. Traveler bisa pilih sesuai dengan budgeting dan keinginan.

Lengkap sekali bukan? Jadi, tunggu apalagi, jangan sia-siakan hidupmu dengan tidak mengunjungi Kampung Batik Kauman Solo.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Telaga Saat, Wisata Alam di Puncak yang Cocok Buat Refreshing


Jakarta

Telaga Saat adalah tempat wisata populer yang dapat diakses dengan harga tiket terjangkau. Destinasi ini menyediakan wisata alam yang cocok untuk refreshing dan liburan.

Lokasi Telaga Saat berada di daerah Cibulao, Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Buat detikers yang ingin ke Telaga Saat, berikut informasi lebih lengkap.

Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Saat

Mengutip dari laman Instagram resmi Telaga Saat, rincian jam buka dan harga tiket masuk yang dikenakan bagi pengunjung adalah sebagai berikut:


  • Jam buka: 07.30-18.00 WIB
  • Harga Tiket Masuk (HTM): Rp 10.000 per orang
  • Harga Tiket parkir mobil: Rp 10.000
  • Harga tiket parkir motor: Rp 5.000.

Harga tiket dan jam buka bisa berubah setiap saat bergantung keputusan pengelola, karena itu pengunjung wajib update info lebih dulu sebelum mengunjungi Telaga Saat.

Rekomendasi Kegiatan di Telaga Saat

Selain bisa berfoto dan menikmati pemandangan danau dan kebun teh yang sejuk, telaga saat juga menawarkan berbagai pilihan aktivitas seru lainnya. Apa saja kegiatannya? Yuk, simak daftarnya di bawah ini.

1. Treking

Buat kamu yang menyukai jenis kegiatan fisik yang menantang, aktivitas treking di kawasan Telaga Saat ini bisa banget kamu coba. Saat ini, pihak pengelola wisata Telaga Saat Puncak menawarkan paket treking dengan rute yang sudah ditentukan. Cukup merogoh kocek sebesar Rp 250.000 untuk trek pendek dan Rp 300.000 untuk trek panjang, pengunjung sudah bisa merasakan pengalaman treking melewati hutan, kebun teh, dan kebun kopi.

2. Outbond

Jenis aktivitas satu ini sangat cocok dilakukan untuk mengisi acara outing kantor, sekolah, ataupun gathering keluarga dan teman. Pengunjung bisa langsung memesan paket outbond yang disediakan dengan harga mulai dari Rp 125.000/orang (minimal 30 orang). Paket outbond ini mencakup flying fox, burma bridge, dan jaring pendarat.

3. Wisata Edukasi

Berwisata tidak selalu hanya untuk tujuan bersenang-senang semata, tetapi juga bisa sambil menambah ilmu. Bagi pengunjung yang ingin berwisata sekaligus mempelajari cara pembuatan teh, bisa banget nih memilih paket edukasi one day trip yang dikelola oleh pihak desa wisata Telaga Saat. Paket ini dibanderol seharga Rp 150.000/pax dan sudah termasuk tiket masuk, makan, fasilitas shuttle car, teawalk, dan proses pembuatan teh manual.

4. Offroad

Lagi cari ide kegiatan yang seru sekaligus anti-mainstream? Kalau iya, aktivitas satu ini tidak boleh kamu lewatkan. Buat Detikers yang penasaran seperti apa pengalaman offroad di jalanan puncak, kamu bisa memesan paket fun offroad dengan biaya Rp 1.000.000/unit (maksimal 4 orang).

5. Naik Perahu

Sebagai objek wisata berupa danau alami, pastinya tidak lengkap rasanya jika tidak merasakan pengalaman naik perahu menyusuri danau jernih ini. Untuk menaiki wahana perahu kano, tarif yang dikenakan sebesar Rp 100.000 untuk maksimal 2 orang dan Rp 150.000 untuk maksimal 6 orang.

6. Foto Pre-Wedding

Bosan dengan konsep foto pre-wedding yang gitu-gitu aja? Foto pre-wedding outdoor dengan latar pemandangan alam bisa menjadi alternatif. Panorama danau dan kebun teh eksotis yang disuguhkan di Telaga Saat dijamin bakal bikin momen pemotretan pre-wedding kamu dengan pasangan semakin berkesan.

7. Camping

Pemandangan menawan Telaga Saat rasanya tidak cukup dinikmati hanya dalam sehari. Karena itu, wisata Telaga Saat juga menawarkan fasilitas spot berkemah bagi wisatawan yang ingin menginap. Tenda-tendanya pun sudah didirikan, sehingga pengunjung tidak perlu repot mendirikan dan membawa perlengkapan tenda sendiri dari rumah.

8. Berpiknik

Kawasan sekitar danau Telaga Saat yang luas tentunya sangat pas dijadikan sebagai spot piknik bersama keluarga dan teman. Tak perlu khawatir jika tidak membawa tikar, karena pengunjung juga bisa menyewa tikar dengan membayar Rp 15.000-25.000 saja.

Untuk sampai ke tempat wisata Telaga Saat, wisatawan harus menempuh perjalanan sejauh 92 km dengan waktu tempuh kurang lebih 3 jam menggunakan kendaraan pribadi. Rutenya dimulai dari Tol Padalarang-Jl. Parahyangan Raya-Jl Ir. H. Juanda-Jl Raya Labuan-Cianjur-Jl Raya Ciawi-Cianjur – Jl Raya Cipanas-Cianjur-Jl Raya Puncak-Cianjur-Telaga Saat Puncak Bogor.

Supaya tidak bingung, dari arah Bogor, teruslah berjalan sampai melewati Masjid Attaawun. kemudian, sekitar 2 km setelahnya, pengunjung bisa mencari pintu masuk Telaga Saat yang terletak disamping Melrimba Garden. Sedangkan dari arah Cipanas, patokannya adalah 300 meter setelah melewati Warpat.

Rute menuju Telaga Saat sebetulnya beragam dengan banyak jalur alternatif. Detikers yang hendak menuju Telaga Saat bisa menggunakan aplikasi penunjuk jalan untuk pemilihan rute terbaik.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Bunga di Kota Baru Jogja



Yogyakarta

Traveler yang hendak ke Yogyakarta bisa memasukkan satu destinasi ini dalam rencana. Satu sudut menarik di daerah Kota Baru dengan beragam toko bunga bisa menjadi pilihan.

Lokasi tepatnya ada di timur Kali Code, Jalan Ahmad Jazuli, Yogyakarta yang. Lokasi itu menjadi rujukan warga untuk mencari bunga atau sekadar berfoto-foto ria di depan bunga-bunga cantik yang berjejer rapi.

Di sepanjang jalan berdiri kios-kios yang menjajakan bunganya. Ada sekitar 30 toko bunga yang beroperasi. Dituturkan oleh salah satu penjaga Melati Florist, salah satu toko bunga di Kota Baru, lokasi ini dulunya adalah hasil relokasi pada tahun 1990.


“Di sini kan relokasi dari Sarkem. Dulu jualannya di daerah Abu Bakar Ali dekat Malioboro terus dipindah kesini karena Malioboro makin ramai,” kata penjaga kios Melati Florist.

Ya, dulu lokasi ini dipenuhi dengan sampah hingga kemudian dikelola sebagai sentra toko bunga. Namun, masih ditemukan beberapa titik penampungan sampah di daerah tersebut saat dikunjungi detikTravel.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta masih menjadi gudang sampah. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Traveler bisa menemukan berbagai macam bunga di sini, dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 5.000 per tangkainya. Ada bunga mawar, sedap malam, anggrek, krisan, dan lainnya. Bunga tersebut bisa dipesan dalam bentuk buket hingga karangan bunga. Menariknya, penjual di sini terkenal ramah dengan pengunjungnya.

“Iya kalau lagi ga ramai pesanan, boleh kalau mau belajar wrapping sendiri bunganya,” kata penjaga kios Melati Florist

Pengalaman merakit bunga sendiri bisa traveler dapatkan jika berkunjung di jam-jam sepi. detikTravel menyarankan untuk tidak berkunjung di momen tertentu seperti Hari Valentine, Hari Ibu, atau masa-masa wisuda. Pasar Kembang ini buka mulai pukul 06.00 hingga 22.00 setiap hari, atau tergantung kebijakan masing-masing kios.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat pagi hari. Di mana kendaraan masih belum terlalu ramai, dan cahaya matahari sedang cantik-cantiknya jika traveler hendak mengambil gambar.

Lokasi ini dapat traveler tempuh kurang lebih 15 menit dari Tugu Pal Putih Yogyakarta. Di sepanjang jalan menuju lokasi, traveler bisa menyaksikan kawasan Kota Baru sebagai cagar budaya. Rumah-rumah klasik bergaya Belanda banyak ditemukan di sini. Jalanannya pun ramah pejalan kaki dengan trotoar yang luas, terlebih tidak terlalu banyak kendaraan melintas saat pagi hari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Tenant, Jam Buka, dan Cara ke Sana


Jakarta

Penat dengan hiruk pikuk Jakarta dan ingin hangout di tempat teduh nan rindang yang dekat? Urban Forest Cipete bisa jadi pilihan untuk healing singkat di pertengahan kota lho.

Sesuai namanya, Urban Forest Cipete berlokasi di kawasan Cipete. Tepatnya di Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 45, Cilandak, Jakarta Selatan.

Urban Forest Cipete punya ruang terbuka hijau yang mirip dengan hutan kota. Di sana, kamu akan melihat rerumputan dan pepohonan hijau yang membuat suasananya jadi adem juga sejuk. Poin plusnya, semua ini bisa didapatkan secara gratis.


Selain nuansa hutan, kamu bisa menemukan sejumlah kafe di Urban Forest Cipete. Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan siap memanjakan perutmu. Jadi, kamu tak perlu khawatir kalau tiba-tiba kelaparan.

Kira-kira, apa saja kafe yang ada di Urban Forest Cipete? Kapan waktu operasional tempat ini? Dan bagaimana cara ke sana? Simak informasinya berikut.

Tenant di Urban Forest Cipete

Di Urban Forest Cipete terdapat sejumlah tenant makanan dan minuman yang dapat kamu cicipi hidangannya. Berikut daftar kafe di Urban Forest Cipete:

1. El Profesor

Steakhouse El Profesor bisa kamu temukan di Urban Forest Cipete. Di tempat ini, kamu dapat menyantap menu andalannya yaitu steak dengan daging wagyu.

Bukan hanya itu, menu lain juga tersedia di El Profesor. Terdapat pasta, chicken grill, seafood grill, burger, french fries, sandwich, salad, hingga dessert dan pastry. Menu lokal Indonesia seperti nasi goreng, sop buntut, sampai bebek goreng juga ada.

2. Solo Pizza

Kalau ingin menikmati pizza, ada restoran Solo Pizza di Urban Forest Cipete. Aneka menu pizza ala Italia dapat kamu temukan di sana.

Kamu juga bisa mencicipi hidangan lain seperti pasta, salad, dan daging wagyu di sini. Untuk menu minumannya juga banyak, ada kopi, teh, kombucha, dan minuman non kopi.

3. Rivareno

Ada juga tenant gelato lho di Urban Forest Cipete, yaitu Rivareno. Berbagai pilihan rasa gelato dan sorbet dapat kamu jumpai di sini, mulai dari pistachio, dark chocolate, matcha, stroberi, hingga mango dan pineapple.

Menu milkshake, crepes, pastry, serta aneka kopi bisa kamu cicipi juga di Rivareno.

4. Little Talk Bistro

Restoran Little Talk Bistro juga ada di Urban Forest Cipete. Di sini, kamu bisa menyantap beragam menu main course maupun camilan

Menunya variatif, mulai dari hidangan Indonesia, Asia, dan Western. Ada nasi bebek sambal hijau, nasi konro, steak ayam, bakmi, salad, dessert, nacho, hingga menu sarapan ala barat. Tersedia juga menu khusus untuk anak dengan porsi yang lebih kecil.

5. Kohai Izakaya

Kalau mau menyantap hidangan Jepang bisa di resto Kohai Izakaya. Di tempat ini, kamu dapat mencicipi makanan ala Negeri Sakura yang otentik.

Di Kohai Izakaya tersedia menu sashimi segar, aneka yakitori, robatayaki, agemono, tempura, yakiniku, teriyaki, hingga udon lho.

Jam Buka Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 22.00 WIB. Untuk masuk ke kawasan ini tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

Aturan di Urban Forest Cipete adalah tidak membawa makanan dari luar. Jadi, kamu bisa beli makanan juga minuman di tenant yang tersedia dan tentunya jangan lupa dibayar sendiri ya.

Cara ke Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete berada di kawasan Cipete, tepatnya di dalam area Grange Park Cipete. Letak ruang terbuka hijau ini terbilang mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama.

Apabila tertarik ke sini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika naik mobil atau motor pribadi, kamu bisa lihat lokasi Urban Forest Cipete dengan cek di online maps. Selanjutnya, kamu dapat mengikuti petunjuk arah yang diberikan.

Kalau transportasi umum, kamu dapat menggunakan MRT untuk pilihan termudahnya. Turun di Stasiun MRT Cipete Raya dan keluar di pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya.

Dari sana, kamu hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dengan waktu 3 menit untuk sampai di Urban Forest Cipete.

Fasilitas di Urban Forest Cipete

Fasilitas penunjang yang nyaman untuk pengunjung juga tersedia di Urban Forest Cipete. Di sini terdapat area parkir luas, toilet, stop kontak, hingga akses WiFi.

Kamu juga dapat menemukan playground anak di sini. Playground buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 di Senin-Jumat dan 08.00- 18.00 di Sabtu-Minggu. Untuk bermain di playground dikenakan biaya sebesar Rp 85.000 untuk weekdays dan Rp 100.000 untuk weekend.

Nah, itu tadi informasi seputar Urban Forest Cipete. Kamu tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk cuci mata melihat yang hijau-hijau.

Dan FYI, kamu bisa pula berpiknik atau duduk-duduk santai di area rerumputan di tempat ini. Bersepeda di jalanan paving di Urban Forest Cipete diperbolehkan. Dan taman hijau ini juga pet friendly lho, asal jangan lupa bersihkan kotoran hewan peliharaanmu jika buang air ya.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata di Puncak Bogor untuk Liburan Bareng Keluarga dan Pasangan


Jakarta

Kawasan Puncak Bogor biasa jadi tujuan wisata banyak orang selama akhir pekan maupun masa liburan. Di antaranya ada objek wisata seru yang cocok untuk berlibur bersama keluarga dan anak-anak.

Puncak Bogor kerap jadi destinasi favorit terutama warga Jabodetabek. Tak heran, lanskap alam yang hijau dan udara sejuknya benar-benar memikat wisatawan. Selain itu, kawasan ini juga tidak terlalu jauh dijangkau dari area Jakarta Raya.

Namun, tak sedikit orang bingung harus pergi ke mana saat berlibur di sana. Tapi tenang, detikTravel bakal kasih tahu rekomendasi tempat wisata di Puncak Bogor buat kamu. Tempat-tempat ini pas banget untuk liburan bareng keluarga lho.


Rekomendasi Tempat Wisata di Puncak Bogor

Tak perlu berlama-lama lagi, berikut sejumlah objek wisata Puncak Bogor yang patut kamu kunjungi:

1. Taman Safari Indonesia

Panda di Taman Safari Indonesia.Panda di Taman Safari Indonesia. Foto: Weka Kanaka/detikcom

Kalau berwisata di Bogor sepertinya tidak afdol jika belum ke Taman Safari Indonesia. Ini merupakan kebun binatang pertama di Tanah Air yang didirikan sejak 1980. Dan hingga kini pun masih jadi primadona.

Di lahan sekitar 168 hektare ini, kamu dapat berkeliling menggunakan mobil pribadi atau bus khusus untuk melihat berbagai jenis binatang di sini. Sejumlah pertunjukkan hewan juga dapat disaksikan pada jam-jam tertentu.

Selain itu, ada juga wahana permainan di sini, antara lain bom-bom car, sepeda air, bumper boat, hingga flume ride. Taman Safari Indonesia berlokasi di Jalan Raya Puncak Gadog No. 601, Cisarua, Bogor.

2. Dairyland Farm Theme Park

Dairyland Farm Theme Park merupakan tempat wisata berkonsep peternakan terbuka milik Cimory. Alamatnya berada di Jalan Raya Puncak KM 75, Cipayung Girang, Megamendung, Bogor.

Di sini, kamu juga bisa melihat hewan-hewan ternak, seperti sapi, kambing, ayam, kuda, dan masih banyak lagi.

Ada juga wahana menarik yang bisa dicoba pengunjung dewasa maupun anak. Mulai dari skyride, ATV, mini coaster, tractor tour de farm, carousel, sampai mini playground. Terdapat pula banyak spot foto instagramable di sini, seperti di De Windmills dan Magic Village.

3. Dairyland Riverside

Cimory Dairyland Riverside PuncakFoto: Tim Socmed HaiBunda

Selain theme park, Cimory juga membuka Dairyland Riverside. Letaknya di Jalan Raya Puncak Gadog KM 77 No. 435, Cisarua, Bogor.

Dairyland Riverside adalah tempat wisata dengan wahana edukatif sekaligus restoran di pinggir sungai. Hidangan yang disajikan di sana enak-enak lho.

Di sini juga, kamu dapat menemukan dove castle, rabbit garden, sheep farm, aviary, serta reptile dan parrot. Selain itu, kamu bisa memberi makan dan memerah susu sapi, menunggang kuda, juga bermain panahan dan ATV.

Ada juga hutan menyala lho di sini dan kamu bisa melakukan face painting yang bersinar di kegelapan.

4. The Ranch Puncak Bogor

The Ranch di BogorFoto: Maureen/d’Tarveler

Berlokasi di Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, kamu dapat berbagai berbagai wahana di The Ranch Bogor. Mulai dari ATV, sepeda renteng, perahu gowes, sampai menunggang kuda poni.

Kamu juga bisa berinteraksi dengan berbagai binatang di sini, seperti kelinci, sapi, dan kambing. Selain itu, pengunjung bisa mendapatkan secangkir susu segar atau voucher diskon untuk berbelanja di restoran di The Ranch Bogor.

5. Agrowisata Gunung Mas

Agrowisata Gunung Mas, Puncak Bogor buka lagi mulai 1 Februari usai banjir bandang.Foto: M. Sholihin/detikTravel

Kalau ingin menikmati wisata alam di kebun teh, kamu dapat mengunjungi Agrowisata Gunung Mas. Pesona hijau yang indah serta udara sejuknya sangat memikat pengunjung.

Di sana, kamu dapat berfoto banyak spot instagramable di kebun teh hingga bermalam dengan camping. Agrowisata Gunung Mas selalu ramai dikunjungi karena letaknya juga yang tidak jauh. Alamatnya ada di Jalan Raya Puncak GAdog KM 87, Cisarua, Bogor.

6. Nicole’s River Park

nicole's river park.Foto: Instagram @nicolesriverpark

Berbagai wahana seru dapat kamu jajal di Nicole’s River Park. Lokasinya di Jalan Raya Puncak Gadog, Megamendung, Bogor. Sejumlah wahana di sini cocok untuk dewasa maupun anak.

Wahana seru yang tersedia, mulai dari chicken pop, farm train, jungkat-jungkit, cangkir berputar, skydiving, hingga tagada dan bumble bee. Kamu bisa juga main games dan memenangkan boneka besar yang lucu.

Selain itu, spot foto berlatar suasana luar negeri juga ada. Dan kamu dapat pula menemukan mini zoo di Nicole’s River Park.

7. MiniMania

Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang, kamu bisa menikmati keindahan dan nuansa pohon bunga sakura yang bermekaran di MiniMania. Kostum Jepang juga bisa kamu pinjam di sini sambil untuk berfoto-foto.

Bukan hanya itu, kamu dapat menemukan miniatur berbagai spot terkenal dari banyak negara, seperti Menara Eiffel, Colosseum Roma, sampai Candi Borobudur juga ada. Jadinya, serasa berkeliling dunia deh.

Wahana seru seperti rainbow slide, becak mini, kereta api, hingga panahan dan ATV juga bisa kamu coba lho. MiniMania Puncak berada di Jalan Raya Cibogo KM 72, Megamendung, Bogor.

8. Kuntum Farmfield

Kuntum Farmfield di BogorFoto: Rizki Aryanti/d’traveler

Ingin berwisata sekaligus mendapat edukasi? Kamu bisa ke Kuntum Farmfield. Lokasinya di Jalan Raya Tajur No. 291, Bogor.

Lokasi ini cocok untuk anak-anak. Karena di sana terdapat area peternakan, perkebunan, dan pertanian mandiri. Sehingga pengunjung bisa melakukan berbagai aktivitas seperti memberi makan ternak, bercocok tanam, bermain air sambil menangkap ikan, hingga menunggang kuda.

9. Little Venice

Little VeniceFoto: Ismet Selamet/detikcom

Wisata Little Venice di Puncak ini memiliki danau buatan yang dirancang mirip selayaknya arsitektur di Kota Venesia, Italia. Pengunjung bisa menaiki perahu untuk berkeliling danau dan melihat-lihat bangunan di sana.

Selain itu, berbagai macam wahana dapat ditemukan di sini. Mulai dari Mississippi boat, ducky rides, merry go round, bumper boat, dragon boat, dan taxi boat. Kamu juga bisa menyewa kostum unik untuk berfoto-foto. Little Venice Puncak beralamatkan di Jalan Hanjawar, Cipanas, Cianjur.

10. Taman Wisata Matahari

Taman Wisata Matahari di BogorFoto: Putra Matahari/d’Traveler

Berada di Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Taman Wisata Matahari menawarkan wisata yang lengkap. Kamu dapat mencoba wisata air, wahana permainan, sampai wisata edukasi.

Untuk wisata air, pengunjung bisa menaiki perahu naga dayung dan perahu motor untuk mengelilingi danau. Ada pula wahana ATV, bom bom car, mobil wara-wiri, hingga perahu bajak laut yang bisa dijajal.

Kalau ingin main flying fox yang menantang juga bisa. Bukan cuma itu, pengunjung dapat pula berinteraksi dengan rusa dan kelinci di sini.

Nah, itu dia rekomendasi tempat wisata di Puncak Bogor yang cocok jadi destinasi liburan. So, kamu tertarik ke mana nih?

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

Alun-alun Purwokerto Juara Nobar Timnas!



Purwokerto

Salah satu tempat seru untuk nobar Timnas semalam adalah di Alun-alun Purwokerto. Ternyata, enggak cuma pertandingan perempatfinal Piala Asia U-23 yang ditonton rame-rame di sana!

Viral nih video keramaian nobar Timnas X Korea Selatan di Alun-alun Purworejo. Traveler harus tahu nih, di sini selalu solid mengadakan nobar untuk mendukung Timnas lho.

Kepala Dinporabudpar Banyumas, Setia Rahendra, menjelaskan nobar tersebut merupakan cara untuk mendukung Timnas Indonesia. Untuk mengundang minat masyarakat, Dinporabudpar bahkan akan menyediakan sejumlah hadiah.


“Doorprize kecil-kecilan untuk meramaikan. Jadi seperti payung, jam itu dari teman-teman saya. Karena kan enggak boleh bersponsor. Nanti dibagikan sebelum mulai atau saat turun minum. Mungkin dengan menjawab pertanyaan sederhana,” kata Setia saat dimintai konfirmasi detikjateng, Kamis (25/4/2024).

[Gambas:Instagram]

Lokasi Alun-alun Purwokerto berada di Kompleks PJKA 386-388, Jalan Jend. Sudirman, Purwokerto Lor, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Menurut sejarahnya, pada zaman dahulu Alun-alun Purwokerto dimanfaatkan sebagai tempat untuk berbagai acara, seperti pameran, pertunjukan seni, karnaval, pagelaran musik, upacara kenegaraan, hingga tempat olahraga.

Posisinya yang berlokasi di depan kantor kabupaten, juga semakin menambah eksistensi alun-alun Purwokerto sebagai ruang dengan aspek budaya, politis, hingga kesakralan.

Alun-alun Purwokerto oada tahun 2009 direnovasi untuk ditinggikan, jalan di tengah alun-alun dihilangkan, serta penggabungan kedua bagian alun-alun (timur dan barat).

Hal tersebut membuat pohon Ringin Kurung yang terletak di tengah alun-alun ikut hilang karena ditebang. Ringin Kurung kemudian diganti dengan Ringin Muda yang dikurung dalam pagar stainless steel. Namun, saat ini pohon tersebut juga telah berganti dengan pohon plastik.

Saat ini, Alun-alun Purwokerto telah dipercantik dan ditata menjadi taman yang juga dilengkapi dengan air mancur serta bangku-bangku. Selain itu, hamparan rumput dan videotron juga menambah kesan modern pada alun-alun ini.

Nah, di videotron itulah video pertandingan Timnas dengan Korsel diputar. Kebayang kan serunya, apalagi ada doorprize!

Traveler yang datang ke Purwokerto, sempatkanlah bersantai di sini. Tidak ada jam masuk atau biaya yang dipungut kok. Alias gratis!

Tempat wisata sekitar alun-alun Purwokerto

1. Taman Andhang Pangrenan

Taman Andhang Pangrenan dulunya merupakan terminal bus Purwokerto. Lokasinya berada di Jalan Gerilya Purwokerto Selatan, Windusara, Karangklesem, Kabupaten Banyumas.

Taman ini bisa dijadikan wisata untuk sekedar berfoto, mengelilingi hamparan rumput hijau, dan bersantai di pepohonan yang rindang. Kamu juga bisa mengunjungi Andhang Pangrenan di Alun-alun malam hari untuk menikmati kuliner malam yang ada di sana.

2. Museum Bank Rakyat Indonesia Purwokerto

Museum Bank Rakyat Indonesia beralamat di Jalan Jendral Sudirman No. 55 Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Museum ini bisa dijadikan pilihan wisata edukasi dan sejarah di Alun-alun Purwokerto. Terdiri dari dua lantai, di museum ini kita bisa melihat koleksi mata uang logam dari masa Majapahit hingga mata uang kertas masa VOC di Indonesia.

Selain itu, yang menjadi salah satu koleksi utama dari museum BRI Purwokerto yaitu Replika Gedung De Poerwokertosche Hulp-en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren.

3. The Village Purwokerto

The Village Purwokerto merupakan tempat wisata keluarga yang tak jauh lokasinya dari Alun-alun Purwokerto. The Village Purwokerto berlokasi di Jalan Raya Baturaden, Dusun I, Rempoah, Kec. Baturaden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Tempat ini buka setiap hari dari Senin-Minggu serta hari libur. Jam bukanya mulai pukul 08.00-17.00 waktu setempat.

Di sana, kita bisa menikmati taman publik seluas 2,5 hektar yang letaknya di di tengah Karisidenan Banyumas. Tempat ini juga memiliki wahana transportasi ramah anak, wahana satwa, wahana air, hingga wahana adrenalin.

4. Menara Pandang Teratai

Menara Pandang Teratai adalah sebuah menara dengan tinggi sekitar 117 meter, yang disebut sebagai ikon baru Purwokerto. Menara Pandang Teratai beralamat di Jalan Bung Karno, Kalibener, Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Timur, Kabupaten Banyumas.

Menara ini punya bentuk yang unik, yakni ujung atas menara bentuknya seperti bunga teratai. Pengunjung bisa masuk dan menaiki menara yang terdiri dari 5 lantai itu.

5. Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman

Museum Panglima Besar Jenderal Soedirman juga merupakan destinasi wisata Purwokerto yang sayang dilewatkan. Lokasinya berada di Jalan Patimura No.240a, RW No.1, Dusun II, Pasir Kidul, Kec. Purwokerto Bar, Kabupaten Banyumas.

Lokasi museum ini berada di sebelah barat pinggiran kota Purwokerto. Dari pusat pemerintahan Kabupaten Banyumas jaraknya sekitar 3 km. Dalam museum ini terdapat diorama, foto-foto perjuangan, duplikat peninggalan Jenderal Soedirman, dan masih banyak lagi.

(sym/fem)





Sumber : travel.detik.com