Category Archives: Domestik

Tak Cuma Lautnya, Budaya dan Sejarah Halmahera Selatan Juga Mempesona



Jakarta

Meskipun terkenal dengan keindahan pantainya, Halmahera Selatan menawarkan pengalaman wisata yang jauh lebih kaya, yaitu soal budaya dan sejarah. Apa saja?

Halmahera Selatan ternyata juga menyimpan harta karun budaya dan sejarah yang menanti untuk digali. Pengunjung dapat menjelajahi peninggalan sejarah seperti Kedaton Kesultanan Bacan dan Benteng Barnaveld, merasakan atmosfer religius di Masjid Sultan Bacan, atau menikmati keindahan alam yang unik di Burung Bidadari.

Berikut Beberapa Pilihannya:

1. Menyusuri Jejak Kedaton Sultan Bacan dan Masjid Bersejarah

Perjalanan dimulai di Kedaton Kesultanan Bacan, istana megah yang menjadi saksi bisu kejayaan Kesultanan Bacan di masa lampau. Di sini, pengunjung dapat merasakan atmosfer kejayaan maritim Kesultanan Bacan, menjelajahi arsitektur istana yang unik, dan mempelajari berbagai peninggalan bersejarah, seperti mahkota, pusaka, dan naskah kuno dalam penyebaran Islam di Maluku Utara.


Dikutip dari brosur Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Halmahera Selatan, Kedaton ini terletak di pusat Kota Labuha dan dibangun pada masa Sultan Usman Syah tepatnya pada akhir abad ke-18. Kemudian di bangun kembali oleh Sultan Muksin Syah karena sempat terkena bom sekutu saat perang dunia ke-2.

Tak jauh dari Kedaton, berdiri kokoh Masjid Sultan Bacan. Masjid yang dibangun pada masa Sultan Muhammad Sadek di akhir abad ke-18 ini telah mengalami dua kali pemugaran yakni pada masa Sultan Usman Syah dan Gahral Syah.

Masjid ini merupakan salah satu masjid tertua di Maluku Utara dan menjadi simbol ketaatan masyarakat Bacan terhadap agama Islam. Keindahan arsitektur masjid dengan sentuhan budaya lokal dan ukiran kaligrafi yang rumit, menjadikannya daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

2. Menjelajahi Benteng Kolonial dan Keindahan Alam yang Unik

Bagi pecinta sejarah, Benteng Barnaveld menjadi destinasi yang wajib dikunjungi. Benteng peninggalan masa penjajahan ini, meskipun telah berusia ratusan tahun, masih berdiri kokoh dengan arsitekturnya yang menawan. Pengunjung dapat menjelajahi lorong-lorong benteng, membayangkan gejolak peperangan masa lampau.

Daerah Halmahera Selatan yang terkenal akan kekayaan rempah-rempah ini ternyata ramai diburu para penjajah. Meski tidak se-terkenal benteng-benteng lainnya, benteng ini memiliki kisah unik.

Dibangun pada masa penjajahan bangsa Portugis pada akhir abad ke-15, benteng yang dikelilingi oleh parit dengan lebar 2 meter ini ternyata sempat menjadi rebutan 3 negara Eropa lho. Hal tersebut dikarenakan lokasinya yang strategis membuat benteng ini diperebutkan oleh Portugis, Spanyol, dan juga Belanda.

3. Pesona Satwa Endemik Burung Bidadari

Keindahan alam Halmahera Selatan tak berhenti di situ. Di Halmahera Selatan juga terdapat Burung Bidadari. Burung Bidadari (Semioptera wallacii) adalah salah satu jenis cendrawasih yang endemik di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

Burung ini terkenal dengan keindahan bulunya yang berwarna-warni dan suaranya yang unik. Sayangnya, habitatnya terancam penebangan hutan, menjadikannya “Hampir Terancam”.

4. Menjelajahi Pesona Batu Akik yang Mendunia

Batu alam asli dari Pulau Bacan di Halmahera ini menjadi bahan utama pembangunan sebuah jembatan. Penasaran seperti apa penampakannya? Yuk, lihat.Batu alam asli dari Pulau Bacan di Halmahera ini menjadi bahan utama pembangunan sebuah jembatan. Foto: Agung Pambudhy

Tak lengkap rasanya berkunjung ke Halmahera Selatan tanpa menjelajahi pesona Batu Akik Bacan. Batu akik yang terkenal dengan keindahan dan keunikannya ini telah mendunia dan menjadi buruan para kolektor.

Pengunjung dapat mengunjungi penambang batu akik, melihat proses penambangan dan pengolahan batu akik, serta membeli batu akik berkualitas sebagai souvenir khas Halmahera Selatan.

Halmahera Selatan menawarkan lebih dari sekadar keindahan laut. Perpaduan budaya, sejarah, dan alam yang memukau menjadikan Halmahera Selatan destinasi wisata yang lengkap.

Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba berharap Halmahera Selatan dapat menjadi perhatian pemerintah pusat agar pemaksimalan potensi wisata sebagai salah satu penopang perekonomian masyarakat di sana dapat terus berjalan.

“Dengan potensi pariwisata yang ada di Halmahera Selatan yang saat ini masih banyak yang belum kita eksplore, harapan kami kedepan kita bisa terus mendorong agar kemudian pariwisata ini bisa lebih berkembang dan juga menjadi salah satu menjadi penopang perekonomian yang ada di Kabupaten Halmahera Selatan. Harapan besar kami mudah-mudahan ini menjadi perhatian dari Pusat ya, karena bagaimanapun tanpa dorongan dari pemerintahan pusat potensi pariwisata yang ada akan lambat sekali untuk kemudian kita dorong ke depan,” kata Hasan dalam Talkshow Potensi Pariwisata di Halmahera Selatan pada DXI 2024 Kamis (30/5/24).

Ia juga mengatakan besar harapannya masyarakat Indonesia sebagai wisatawan lokal dapat berkunjung dan berwisata ke Halmahera Selatan sebagai salah satu lokasi wisata dengan tawaran jenis wisata yang komplit.

“Saya berharap memang kemudian wisatawan khususnya wisatawan lokal yang ada di Indonesia bisa datang ke Halmahera Selatan dan kita akan sangat welcome. Karena di sana kita tidak hanya menawarkan laut, kalau pecinta batu akik kita ada batu bacan juga di sana, kemudian kalau pecinta satwa burung ada Burung Bidadari yang kita tawarkan, belum lagi memang wisata alamnya masih sangat hijau dan lestari. Banyak hal yang kita tawarkan di sana,” kata Hasan pada detikTravel (30/5/2024).

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Spot Diving Rekomendasi Bupati Halmahera



Jakarta

Halmahera Selatan memiliki wisata bawah laut yang jempolan. Berikut lima spot diving rekomendasi bupati Hasan Ali Bassam Kasuba.

Kabupaten ini merupakan salah satu kabupaten di Maluku Utara yang memiliki banyak pulau, di antaranya Pulau Bacan, Obi, Kasiruta, Mandioli dan lainnya. Boleh dibilang ini merupakan kabupaten baru, hasil pemekaran Halmahera Utara pada 2003.

Di antara banyak pulau, ada sejumlah pulau yang pas buat jadi destinasi wisata. Terutama wisata air dan diving.


Berikut 5 rekomendasi spot diving dari Bupati Halmahera Selatan Hasan Ali Bassam Kasuba:

1. Pulau Sali

Pulau Sali dapat menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi para pecinta diving. Keindahan alam bawah lautnya tak kalah mempesona dari yang lain. Penasaran? Lihat yuk.Pulau Sali dapat menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi para pecinta diving. (Agung Pambudhy/detikcom)

Pulau Sali di Halmahera Selatan menawarkan terumbu karang yang menakjubkan, biota laut yang beragam, dan bahkan bangkai kapal untuk dijelajahi. Pulau ini merupakan bagian dari Kawasan Perlindungan Laut Teluk Saleh, yang memastikan keindahan bawah laut tetap terjaga.

Pulau ini cocok bagi seluruh kalangan baik para pemula maupun expert diving. Tak kelewatan Sali Bay Resort juga bisa jadi salah satu tempat singgah ketika berada di Pulau Sali. Pemandangan alam laut, dengan resort dengan dominasi dekorasi berwarna coklat kayu membuat kesan alam semakin lekat ketika berada di sana.

2. Kepulauan Widi

Pulau Widi terletak di Halmahera Selatan, Maluku Utara, Indonesia. Pulau ini dikenal dengan keindahan bawah laut yang cocok yang menjadi surga bagi wisatawan.Kepulauan Widi di Halmahera Selatan, Maluku Utara. (halmaheraselatankab.go.id)

Kepulauan Widi di Halmahera Selatan juga masuk ke dalam spot diving terbaik di Indonesia, bahkan di dunia. Keindahan bawah lautnya yang luar biasa dengan terumbu karang yang masih terjaga dan keanekaragaman hayati laut yang tinggi menjadikannya surga bagi para penyelam.

Di sini, traveler dapat menemukan berbagai jenis ikan, hiu, penyu, manta ray, dan biota laut lainnya. Selain itu, terdapat juga gua bawah laut yang menarik untuk dijelajahi.

Kepulauan Widi masih tergolong pulau terpencil sehingga suasananya masih alami dan tenang. Aksesnya yang tidak mudah menjadikannya tempat yang ideal bagi para penyelam yang mencari pengalaman diving yang eksklusif dan jauh dari keramaian.

Terdiri dari gugusan ratusan pulau, traveler juga dapat menyaksikan pengalaman unik di Kepulauan Widi.

“Kepulauan Widi itu gugusan pulau, ada sekitar seratusan pulau di situ yang pasir putih. Jadi kalau pasang dia pisah pulaunya, kalau surut dia gabung jadi memang ini spot pariwisata yang luar biasa,” Kata Hasan pada detikTravel Kamis (30/5/24).

3. Pulau Kusu

Pesona alam yang indah di Halmahera Selatan menjadi magnet bagi investor untuk membangun resor. Salah satunya adalah Kusu Resort yang berada di Pulau Kusu.Pesona alam yang indah di Halmahera Selatan menjadi magnet bagi investor untuk membangun resor. Salah satunya adalah Kusu Resort yang berada di Pulau Kusu. (Agung Pambudhy/detikcom)

Termasuk dalam salah satu spot diving terbaru di Indonesia Pulau Kusu menawarkan keindahan bawah laut yang memukau. Pulau ini memiliki terumbu karang yang masih alami dan dihuni oleh berbagai jenis ikan, hiu, penyu, dan biota laut lainnya.

Salah satu daya tarik utama Pulau Kusu adalah adanya taman karang yang indah dan beragam. Di sini, traveler dapat menemukan berbagai jenis karang keras dan lunak dengan warna-warni yang menawan.

Kusu Island Resort juga siap mewadahi akomodasi pengunjung ketika berada di Pulau Kusu. Letaknya berada di Desa Sabatang, Kecamatan Bacan Timur. Dengan letak resort yang berada sangat dekat dengan tepi pantai, tentu dapat memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan.

4. Pulau Proco

Pulau Proco di Halmahera Selatan telah menjadi spot diving yang populer, memikat para penyelam dari berbagai penjuru dunia dengan keindahan bawah lautnya. Terumbu karang yang masih sangat alami, dipenuhi dengan beragam biota laut yang eksotis dan berwarna-warni, menciptakan pengalaman menyelam yang seru.

Selain itu, kejernihan airnya yang luar biasa memungkinkan para penyelam untuk menikmati pemandangan bawah laut dengan jelas. Dengan kombinasi alam yang indah dan keanekaragaman hayati yang kaya, Proco menjelma menjadi salah satu destinasi diving terbaik di Halmahera Selatan.

Pulau ini juga dilengkapi dengan resort eksotis bernama Proco Island Bamboo Resort yang boleh jadi pilihan menginap ketika berada di Pulau Proco.

5. Pulau Nabucco

Meskipun masih tergolong dalam spot diving yang baru dikembangkan, Pulau Nabucco di Halmahera Selatan telah menjadi spot diving yang sangat diminati. Dengan panorama bawah laut yang menakjubkan tak heran pulau ini ramai jadi pilihan favorit para penyelam.

Nabucco Spice Island Resort juga siap mengakomodasi petualangan traveler di Pulau Nabucco dengan pengalaman menginap di rumah panggung yang terletak di tepi pantai. Pastinya akan menambah pengalaman berwisata yang mengesakan dan nyaman selama berada di Pulau Nabucco.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiket, Lokasi, Harga Sewa, dan Daftar Wisata Lengkap


Jakarta

Taman Herbal Insani adalah wisata anak dan keluarga yang berlokasi di Kota Depok. Anak-anak dapat belajar dan bermain dengan menyenangkan melalui fasilitas dan paket wisata yang disediakan.

Berbasis di alam terbuka, Taman Herbal Insani terkenal sebagai wisata komplit untuk pelajar. Setiap anak bisa mempraktikkan langsung pengolahan tanaman obat dan bermain di berbagai 9 wahana.

Taman Herbal Insani: Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Dikutip dari laman Instagram @tamanherbalinsanidepok, terdapat berbagai paket wisata yang bisa dipilih mulai dari perorangan hingga grup. Khusus rombongan besar yang akan menginap disarankan melakukan reservasi beberapa hari sebelum kedatangan.


1. Harga Tiket

a. Tiket Masuk

  • Dewasa: Rp 30.000
  • Anak-anak usia 7 tahun keatas: Rp 30.000
  • Anak-anak usia 3-5 tahun: Rp 25.000.

b. Harga Paket Wisata

  • Paket Anak Sekolah: Rp 90.000/orang (35-200 orang)
  • Paket Gathering, Arisan Keluarga, dan PKK: Rp 110.000/orang (minimal 20 orang)
  • Paket Camping: Rp 25.000/orang.

c. Harga Sewa Camping

  • Sewa Tenda Kecil: Rp 75.000/malam (kapasitas 4 orang)
  • Sewa Tenda Besar: Rp 175.000/malam (kapasitas 8 orang)
  • Sewa Matras: Rp 25.000/malam
  • Konsumsi Camping (nasi box): Rp 30.000/ pack (jika tidak ingin memasak sendiri)
  • Api Unggun: Rp 150.000.

d. Harga Sewa Penginapan

  • Resort 1-2-3: Rp 500.000/malam (kapasitas 2-5 orang)
  • Resort 4-5-6: Rp 250.000/malam (kapasitas maksimal 3 orang)
  • Resort 7: Rp 600.000/malam (kapasitas 2-6 orang)
  • Resort 8-9: Rp 350.000/malam (kapasitas 2-4 orang).

e. Harga Sewa Saung

  • Aula Utama: Rp 1.000.000 (kapasitas 100 orang)
  • Saung Widuri: Rp 500.000 (kapasitas 50 orang)
  • Saung Sakura: Rp 500.000 (kapasitas 50 orang)
  • Saung Anyelir: Rp 500.000 (kapasitas 70 orang)
  • Saung Flamboyan: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Dahlia: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Melati: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Nusa Indah: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Mawar: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Teratai: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Rosella: Rp 150.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Delima: Rp 150.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Seruni: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Kasturi: Rp 300.000 (kapasitas 30 orang)
  • Saung Stevia: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Asoka: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang)
  • Saung Kemuning: Rp 200.000 (kapasitas 20 orang).

2. Jam Buka

  • Wahana Permainan: 08.00 – 16.30 WIB (setiap hari)
  • Kolam Renang: mulai 13.00 WIB (khusus hari Jumat)
  • Check In Camping: 13.00 WIB
  • Check Out Camping: 15.00 WIB
  • Pemesanan Nasi Box (maksimal): 15.00 WIB.
  • Lokasi: Jl. Kampung Kandang, Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok.

Taman Herbal Insani bisa menjadi alternatif liburan bagi masyarakat Jabodetabek. Tempat wisata ini berjarak 36 km dari pusat kota. Pengunjung dapat menikmati suasana sejuk setelah berkendara dengan motor selama 1-1,5 jam.

Jika menggunakan mobil, detikers bisa mengambil arah tol Depok-Antasari sebagai alternatif. Tempat wisata ini terbilang strategis karena berada di area Raya Jakarta-Bogor dan dekat dengan terminal Parung. Tempat wisata terdekat lainnya yaitu:

  • Taman Duren Seribu/ Taman Elok (1,1 km)
  • Pemancingan Andir Terbaru (1,4 km)
  • Setu Pengasinan (2 km)
  • CIPLAZ Parung Ramayana (2,8 km).

Daya Tarik Wahana dan Fasilitas Taman Herbal Insani

Dilansir dari laman resminya, Taman Herbal Insani menyediakan pengalaman wisata herbal, olahraga, dan permainan modern maupun tradisional untuk anak-anak. Fasilitas yang lengkap ditujukan untuk memberikan kenyamanan pada wisatawan yang berkunjung.

1. Wisata Herbal

Taman Herbal Insani mengadakan kegiatan aplikatif untuk memperkenalkan manfaat tanaman obat. Pengunjung akan diajak berkeliling, mengenal, dan praktik membuat olahan obat herbal.

Beberapa koleksi tanaman obat disini diantaranya daun dewa, ungu, mint, pegagan, saga, akar senggugu, mimba, pohon zaitun, minyak kayu putih, dan lain-lain.

Kegiatan akan dimulai pada 2 sesi yaitu pagi mulai pukul 08.00 WIB dan 16.00 WIB untuk sesi sore. Berbagai aktivitas yang bisa dilakukan misalnya:

  • Berkeliling dan mengenal jenis-jenis tanaman obat
  • Praktik budidaya ragam tanaman obat
  • Membuat rebusan obat herbal
  • Praktik dan minum jahe merah instan
  • Bersantai di gazebo.

Selain itu, terdapat kegiatan menangkap ikan yang bisa diikuti rombongan. Nantinya ikan dapat dibakar langsung dan dinikmati bersama selagi hangat.

2. Wisata Bermain

Di sini, pengunjung dapat mengenal sekaligus melestarikan permainan tradisional yang mulai hilang di masa kini. Aktivitas menarik yang bisa dilakukan di sini adalah:

  • Permainan tradisional (bakiak, egrang, balap karung, tarik tambang, holahop, dan menaiki sampan)
  • Wahana outbond seperti tanah lapang dan kolam
  • Latihan panahan
  • Kolam pemancingan
  • Lapangan untuk bermain sepak bola.

Area lapangan biasanya digunakan juga untuk acara rombongan seperti senam lansia. Arena panahan menjadi spot favorit baik untuk anak-anak maupun dewasa.

3. Wisata Air

Selain berenang, di Taman Herbal Insani terdapat fasilitas air yang bisa dinikmati jika tidak ingin basah-basahan. Misalnya menaiki perahu bebek atau perahu kecil untuk mengelilingi kolam. Tersedia juga kolam pemancingan yang bisa dinikmati pengunjung.

4. Wisata Fauna

Selain fokus pada tanaman herbal, anak-anak juga diajarkan untuk peduli dengan hewan. Terdapat taman kelinci yang bersih untuk memperkenalkan dan memberi makan dari jarak dekat.

5. Wisata Kuliner

Salah satu fasilitas andalan lain dari Taman Herbal Insani adalah kafe dan restoran. Biasanya mereka juga membuka layanan untuk buka bersama atau makan besar lainnya dengan harga yang relatif terjangkau.

Daya tarik lainnya yang membuat detikers harus datang ke sini adalah spot foto yang melimpah. Hampir di setiap sudut tempat wisata sangat Instagrammable untuk diabadikan. Pengunjung juga bisa menikmati waktu lebih lama dengan berkemah.

Taman Herbal Insani bisa menjadi lokasi pilihan wisata saat akhir pekan atau libur panjang. Tidak perlu ragu untuk berkunjung karena tersedia area parkir yang luas, toilet, dan masjid yang memadai.

Pengunjung sebaiknya mengupdate informasi seputar harga tiket, rute, dan ketersediaan layanan sebelum berkunjung. Info terbaru memungkinkan pengunjung berwisata dengan aman dan nyaman.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

4 Ragam Wisata Unggulan Halmahera Selatan, Diving-nya Top



Jakarta

Kabupaten Halmahera Selatan di Kepulauan Maluku memiliki beragam potensi wisata, termasuk wisata bawah laut. Juga, burung endemik yang tiada duanya.

Sayangnya, keindahan yang ada di Halmahera Selatan belum banyak diketahui para wisatawan lokal maupun mancanegara. Bupati Halmahera Selatan, Hasan Ali Bassam Kasuba, mengatakan bahwa ia sangat mengharapkan kehadiran wisatawan lokal ke Halmahera Selatan untuk melihat langsung keindahan alam di Indonesia secara utuh.

“Kalau belum sampai ke Halmahera Selatan apalagi ke Indonesia timur pastinya belum bisa mengenali Indonesia secara utuh. Saya berharap memang kemudian wisatawan khususnya wisatawan lokal yang ada di Indonesia bisa datang ke Halmahera Selatan dan kita akan sangat welcome,” kata Hasan dalam Talkshow Potensi Pariwisata di Halmahera Selatan pada DXI 2024 Kamis (30/5/24).


Berikut detikTravel sajikan potensi-potensi wisata yang ada di Halmahera Selatan:

1. Keindahan Dasar Laut

Dengan cakupan wilayah Halmahera Selatan yang 78% nya dipenuhi oleh lautan, maka tentu keindahan dasar laut di sana menjadi salah satu andalannya.

Kekayaan hayati laut yang masih lestari, kondisi perairan ideal, kepulauan yang beragam, arus laut kuat, minimnya pencemaran, dan upaya konservasi yang terus dijalankan menjadikan Halmahera Selatan surga bagi para pecinta diving dan snorkeling.

Beberapa pulau yang wajib dikunjungi di antaranya adalah Kepulauan Widi, Pulau Nusantara, dan Pulau Tawale.

2. Resor Cantik

Selain keindahan lautnya, resor di Halmahera Selatan juga wajib traveler lirik jika traveler masuk sebagai salah satu pecinta paket wisata komplit.

Resor-resor tepi pantai dengan pemandangan laut yang indah, dikelilingi alam alami, dan menawarkan suasana tenang dan damai. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas dan aktivitas menarik, seperti kolam renang, spa, restoran, bar, diving, snorkeling, trekking, hingga kayaking.

Beberapa resor terkenal di Halmahera Selatan antara lain Guraici Resort, Widi Resort. Sali Resort, Proco Resort , dan Nabucco Resort. Harga resort bervariasi berdasarkan fasilitas yang ditawarkan, namun umumnya masih dalam tarif yang terjangkau.

3. Kuliner Ikan Laut

Bagi pecinta kuliner laut, Halmahera Selatan tak boleh dilewatkan. Kekayaan laut Halmahera Selatan menghasilkan berbagai jenis ikan segar yang diolah menjadi hidangan lezat dan khas. Pengunjung dapat menemukan berbagai menu ikan di restoran, warung makan, maupun rumah penduduk setempat.

Salah satu hidangan yang wajib dicoba adalah Sashimi Halmahera atau Gohu. Ikan segar diiris tipis dan disajikan dengan berbagai bumbu dan sambal khas Halmahera Selatan. Sensasi rasa segar dan gurih dari ikan berpadu sempurna dengan bumbu pedas dan asam, menjadikan Sashimi Halmahera hidangan yang tak terlupakan.

Hasan menambahkan bahwa Halmahera Selatan menjadi salah satu wilayah penghasil ikan-ikan yang hidup di dasar laut, salah satunya adalah ikan tuna.

“Salah satu kebanggan kita di sana karena kita adalah salah satu tempatnya tuna. Banyak sekali ikan-ikan (hidup) di dasar kemudian banyak di kita,” kata Hasan.

Traveler juga bisa menjadwalkan kunjungan bertepatan dengan Festival Marabose, yang salah satu agendanya adalah menyajikan 1000 menu olahan ikan. Pada tahun ini festival marabose akan diselenggarakan pada bulan Juli mendatang.

4. Hewan Endemik

Selain kekayaan alam laut dan kulinernya, di Halmahera Selatan juga ada satwa endemik yang sangat tak kalah memukau. Bahkan menjadi salah satu daya tarik turis-turis asing untuk datang melihatnya langsung di Halmahera Selatan.

Satwa tersebut adalah burung bidadari (Semioptera wallacii). Burung itu sering kali disebut mirip dengan burung cendrawasih.

“Yang saat ini menarik kemudian jadi daya tarik wisata asing kita punya salah satu keunikan yaitu burung bidadari. Dia seperti burung cendrawasih tapi beda tipenya, dia spesies khusus yang kemudian ada di Pulau Bacan. Dapat ditemukan di pulau-pulau Halmahera lainnya tapi endemiknya dikenal di Pulau Bacan,” kata Hasan.

Ciri khas dari burung bidadari ialah bulu cokelat zaitun dan mahkota biru keunguan. Pada satwa jantan memiliki bulu dada hijau zamrud yang berkilauan. Keunikannya terletak pada suara unik seperti klakson dan dengkuran, tarian kawin yang unik, dan habitat terbatas di hutan hujan dataran rendah dan perbukitan Pulau Halmahera dan Bacan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hotel di Dalam Bandara Soekarno-Hatta, Ada di Terminal 2 dan 3


Jakarta

Hotel di dalam Bandara Soekarno-Hatta adalah terobosan efektif untuk melayani penumpang yang terpaksa menginap karena transit. Lokasinya juga terbilang strategis karena berada di terminal 2 dan 3.

Keberadaan hotel tersebut bertujuan untuk memudahkan penumpang selama bepergian. Fasilitasnya pun lengkap mulai dari hotel jenis kapsul hingga yang berukuran besar untuk keluarga.

Tercatat terdapat 3 hotel yang tersebar di kawasan terminal 2 dan 3. Nilai kepraktisan dan kenyamanan menjadi motivasi utama hadirnya hotel di dalam Bandara Soekarno-Hatta.


Hotel di Dalam Bandara Soekarno-Hatta

Dilansir dari laman resmi Bandara CGK, terdapat 2 pengelola yang mendirikan hotel di dalam Bandara Soekarno Hatta. Apa sajakah itu?

1. Digital Airport Hotel

Digital Airport Hotel adalah pencetus hotel di dalam Bandara Soekarno-Hatta. Hotel kapsul pertamanya telah dibuka di terminal 3 pada bulan Agustus tahun 2018. Keberhasilannya membuahkan hasil dengan diresmikannya cabang baru di terminal 2 pada 27 Februari 2020.

Mengusung konsep Smart Airport, Digital Airport Hotel menyediakan nilai kepraktisan bagi setiap pengunjung yang menginap. Dengan pelayanan yang ramah, simpel, dan canggih, hotel ini tidak pernah sepi pengunjung.

Setiap pengunjung akan mendapatkan sensasi pengalaman menginap seperti di luar angkasa. Tentunya dengan menghadirkan simplifikasi pada layanan self-check in, self-baggage drop, iMate Lounge, hingga Skytrain yang bisa diakses. Fasilitas Digital Airport Hotel sangat lengkap dengan spesifikasi berikut.

a. Digital Airport Hotel Terminal 2

  • Lokasi: Ujung barat terminal 2D (sebelah check-in hall keberangkatan)
  • Check in: 14.00 – 23.59 WIB
  • Check out: paling lambat 12.00 WIB

Harga:

  • Rp 280.000 selama 6 jam
  • Rp 305.000 selama 9 jam
  • Rp 350.000 selama 24 jam

Fasilitas:

  • 136 kamar (alpha dan beta capsule) dengan bantal dan matras bermutu tinggi
  • 5 sleeping pod (fasilitas pertama di seluruh bandara Indonesia)
  • Layar multimedia terkini
  • Area charging
  • Lampu baca
  • AC
  • Kamar mandi dan shower terpisah antara pria dan wanita
  • WiFi
  • Restoran
  • Resepsionis 24 jam.

b. Digital Airport Terminal 3

  • Lokasi: Lantai 1 terminal 3 (area kedatangan domestik)
  • Check in: 14.00 – 23.59 WIB
  • Check out: paling lambat 12.00 WIB

Harga:

  • Mulai Rp 290.000 dengan pilihan transit 6 jam atau 24 jam.

Fasilitas:

  • 120 kamar (alpha dan beta capsule) dengan bantal, kasur, selimut berkualitas
  • LED TV
  • Pendingin ruangan (AC)
  • Cermin
  • 2 Area charging setiap kamar
  • Lampu baca dan headphone
  • Kamar mandi terpisah untuk pria dan wanita
  • WiFi
  • Restoran
  • Resepsionis 24 jam
  • Tiket pembersihan gratis
  • Lobby
  • Loker pribadi.

2. Anara Airport Hotel

Anara Airport Hotel adalah penginapan mewah yang berada di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Hotel ini diresmikan sejak 1 Januari 2021 sebagai wujud dukungan penuh terhadap sektor pariwisata usai pandemi.

Hal ini juga dilatarbelakangi oleh kebutuhan pengunjung internasional untuk berbisnis di Indonesia. Tentunya Anara Airport Hotel juga menyasar kru penerbangan, jamaah haji, warga lokal, agen perjalanan, staf pemerintahan, maupun Frequent Individual Traveler (FIT) dan Walk-in Guest (WIG).

Sesuai dengan misi besarnya dalam menyasar sektor internasional, fasilitas yang diberikan Anara Airport Hotel tentunya sangat mewah. Berikut rincian informasi hotel bintang 4 di dalam Bandara Soekarno-Hatta.

  • Lokasi: Lantai Mezzanine Terminal 3 (area barat Lobby)
  • Check in: 14.00 – 00.00 WIB
  • Check out: maksimal 12.00 WIB

Harga:

  • Mulai Rp 1.700.000/ malam

Fasilitas:

  • 5 Jenis Kamar (Deluxe King & Twin, Deluxe Difable Room, Junior Suite, Executive Suite, Deluxe Suite)
  • WiFi dan LED TV dengan channel satelit
  • Sofa
  • Meja kerja dan kursi
  • Brankas
  • Mesin pembuat kopi dan teh
  • Kulkas mini
  • Bathtub, pengering rambut
  • 4 Function Hall
  • Restoran
  • Lounge dan Lobby yang nyaman.

Demikian informasi lengkap tentang hotel di dalam Bandara Soekarno-Hatta. Pastikan untuk memilih hotel yang sesuai dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki. Pantau laman resmi dan agen perjalanan untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Wiratea Spices Bar, Upaya agar Minuman Rempah Tak Punah



Jakarta

Anggapan rempah identik dengan jamu yang rasanya pahit ditepis oleh Wiratea Spices Bar Jogja. Kolaborasi antara cita rasa rempah yang otentik dipadu dengan minuman yang lebih populer bagi milenium hingga Gen Z, seperti kopi, susu, bahkan jus buah bisa traveler temui di sini.

Berlokasi di dalam Kampung Lawasan Heritage, Sleman, Yogyakarta, Wiratea adalah kedai minuman unik. detikTravel berbincang degan Fatah, si pemilik, tentang ide dan serba-serbi Wiratea beberapa waktu lalu.

Fatah mengisahkan bahwa dia awalnya seorang tim marketing di Kampung Lawasan Hotel. Saat bekerja di sana, dia melihat peluang menjanjikan di salah satu sudut hotel yang tidak terpakai.


Wiratea Spices Bar adalah slow bar yang 95% menawarkan minuman kopi yang diracik dengan rasa rempah seperti kunyit, jahe, hingga kayu manis. Tidak hanya kopi, ada pula susu hingga jus buah.

Untuk meneguk segelas minuman rempah, traveler hanya cukup mengeluarkan kocek mulai dari Rp 20.000. Lokasinya juga hanya bisa dikunjungi mulai dari pukul 16.00-22.00

Nah, ibu Fatah merupakan seorang penjual jamu gendong.

Peluang ruangan dan tradisi jamu dalam keluarga Fatah iu melahirkan Wiratea, yang dalam bahasa Jawa Kuno, wirati, yang artinya istirahat.

“Kepikiran konsep dari ibunya mas Fatah, memang karena pinginnya rempah-rempat itu nggak cuma orang-orang sepuh dan orang yang suka jamu doang,” kata Manda, Barista Wiratea Spices Bar Jogja.

Mengenalkan rempah untuk kalangan anak muda ternyata tidak mudah. Wiratea mencoba melakukan pendekatan lewat dekorasi kedai yang unik. Dengan bangunan 3 lantai di sudut teras hotel, nuansanya disulap bergaya humanis dan natural mengikuti asal sang rempah.

Dengan maksimum kapasitas 25 orang, kedai kecil itu berkonsep outdoor. Gambar-gambar dengan kertas menghiasi dinding bagian kasir sekaligus ruang bagi barista meracik minuman. Lambat laun, pengunjung melihatnya bak visualisasi anime ghibli.

Wiratea telah ada sejak Agustus 2022. Perjalanan hingga akhirnya mampu mewarnai ragam kedai kopi di Jogja butuh waktu 2 tahun perencanaan. Sampai pada titik 95% menu yang ditawarkan adalah minuman rempah.

“Kebetulan coffee shop di jogja udah banyak. Kalau kita bikinnya yang itu-itu aja susah bersaing,” kata Manda.

Proses barista mengenalkan minuman rempah pada customer dilakukan secara pendekatan personal. Wiratea berani menjamin garansi minuman baru jika customer tidak menyukai rasa minuman rempah itu.

“Ada beberapa menu yang enggak ada rempahnya tapi itu jadi opsi terakhir. kita coba buat temen-temen yang gasuka itu pelan-pelan aja gitu. karena kan ga yang terlalu strong,” Kata Manda.

Wiratea aktif mengikuti beragam event yang terselenggara baik di Jogja maupun luar. Terjauh, Wiratea pernah di dapuk sebagai welcome drink dalam acara Vietnam Internatinal Tourism Marker 2023.

Wiratea sendiri bekerja sama dengan pihak Kampung Lawasan Hotel, terlebih penyediaan ruang ketika hujan juga pemesanan makanan bagi customer. Menurut Manda, pikiran untuk membuka cabang baru belum ada, saat ini Wiratea fokus pada pendekatan dengan customer, mengikuti event, serta refreshment menu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pos Bloc Jakarta Pas buat Nongkrong Bareng Teman, Cocok buat Me Time



Jakarta

Jakarta Pusat memiliki banyak bangunan tua yang bersejarah, salah satunya Gedung Filateli yang kini dikenal sebagai Pos Bloc. Gedung itu dialihfungsikan menjadi sebuah tempat nongkrong dan creative hub di area Jakarta Pusat.

Akhir pekan memang waktu yang tepat untuk nongkrong dan tempat yang pas merayakan hal tersebut adalah di Pos Bloc. Selain tempatnya yang luas, banyak tenant-tenant yang menjajakan kuliner untuk menemani momen nongkrong.

Sejak diresmikan pada 2021, Pos Bloc menjadi salah satu tempat hits yang bisa kamu datangi. Ada banyak spot yang bisa kamu gunakan untuk nongkrong, mulai dari area outdoor, indoor sampai di dalam kafe-kafe yang berada di area Pos Bloc ini.


Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Berbagai kuliner juga bisa kamu nikmati di sini, salah seorang pengunjung yang datang bersama rombongannya adalah Nadia. Ia dan teman-temannya itu memang sudah beberapa kali datang ke sini.

Nadia bilang kalau Pos Bloc tempat yang pas buat menikmati waktu bareng sahabat.

“Iya ini bareng teman-teman datang ke sini karena tempatnya enak buat nongkrong, luas, terus banyakan makanan di sini,” kata Nadia kepada detikTravel, Minggu (2/6/2024).

Banyaknya kafe jadi bikin tak repot lagi saat perut keroncongan, harga makanan-minuman di sini pun masih terjangkau. detikTravel pun selagi berjalan-jalan di dalam Pos Bloc membeli segelas es kopi regal yang dibanderol harga Rp 25.000.

Yang menariknya lagi, di Pos Bloc ini tak hanya ada sajian kuliner, tetapi juga ada toko buku yakni Patjar Merah. Traveler yang ingin membeli atau sekadar melihat dan membaca buku bisa langsung datang ke sini.

Selain jadi tempat yang pas buat nongkrong bareng sahabat, banyak juga dari pengunjung yang menjadikan Pos Bloc sebagai tempat mereka me time. Memang ketika weekend atau hari libur tempat ini akan dibanjiri oleh pengunjung tapi kalau kamu datang di hari-hari biasa, tempat ini akan menyuguhkan suasana yang berbeda.

Tak begitu ramai dan juga berisik, semua akan sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Ada yang sedang membuka laptop, ada yang membaca buku, dan bahkan ada yang terlelap bangku-bangku sudut ruangan.

Pos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta PusatPos Bloc Gedung Filateli Jakarta di Pasar Baru, Jakarta Pusat (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dulu, Pos Bloc merupakan Kantor Pos dan menjadi Pos Bloc pada 2021. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan tidak ingin Pos Bloc sekadar jadi bagian dari masa lalu, tetapi harus bisa dinikmati oleh generasi saat ini.

“PT Pos Indonesia jangan hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Karena saat ini sudah era disrupsi yang ditandai oleh digitalisasi dan era milenial, maka Pos harus friendly pada generasi muda. Jangan lagi properti dijual-jual sehingga sejarah hilang dimakan zaman hanya karena pertimbangan ekonomi, tetapi bagaimana property justru bisa meningkatkan value Pos Indonesia sebagaimana Pos Bloc ini,” kata Erick dalam laman resmi Pos Indonesia.

Pos Bloc Jakarta terletak di Jalan Pos No.2 Pasar Baru, Kecamatan Sawah besar, Kota Jakarta Pusat. Untuk jam operasionalnya pun buka dari hari Senin sampai Minggu, di hari kerja Senin-Jumat tempat ini buka pada pukul 10.00-22.00 WIB dan pada weekend pukul 07.00-24.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kala Hujan Abadi Turun Tanpa Henti di Green Canyon Pangandaran



Pangandaran

Tahukah kamu, di objek wisata Green Canyon Pangandaran, kalian bisa merasakan hujan ‘abadi’ yang turun tanpa henti. Seperti apa sih rasanya?

Hujan abadi semakin menambah keeksotisan objek wisata Green Canyon yang berada di Pangandaran, Jawa Barat. Batuan stalaktit dan stalagmit menjadi sumber menetesnya air bersih dari dalam sela-sela bebatuan.

Penamaan hujan abadi yang ada dalam goa Cagar Alam Pangandaran sudah ada sejak lama. Bahkan, meski kondisinya kemarau panjang, tetesan air dari sela-sela batu terus mengalir seakan tanpa henti.


Beragam batuan alam yang terbentuk alami karena tetesan air yang diperkirakan ratusan tahun itu membuat cantik ukirannya. Selain itu, batuan yang berbentuk payung menjadi spot melompat bagi pengunjung yang melakukan body rafting.

Nama Green Canyon untuk destinasi itu seakan sangat tepat, airnya yang hijau, pepohonan yang rindang dan asrinya suasana.

Nama Green Canyon pertama kali dikenalkan wisatawan asing asal Perancis bernama Bill Jhon yang mengaitkan dengan sebuah ngarai yang ada di Grand Canyon, Arizona, Amerika Serikat yang membelah sungai.

Green Canyon yang akrab disebut Cukang Taneuh itu memiliki magnet kunjungan setiap menjelang hari libur. Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Green Canyon Suhman mengatakan objek wisata Green Canyon ini sudah ada sejak 1990-an.

Namun, baru disatukan menjadi satu destinasi wisata dengan dermaga pemberangkatan pada tahun 1998.

“Dulu namanya masih populer di masyarakat dengan nama Cukang Taneuh, tempat penyeberangan atau jembatan yang terbuat secara alami dari tanah dan bebatuan di atas sungai Green Canyon,” kata Suhman, Senin (27/5) pekan lalu.

Objek wisata Green Canyon Pangandaran.Objek wisata Green Canyon Pangandaran. Foto: Aldi Nur Fadillah/detikJabar

Menurut dia, nama Green Canyon justru muncul dari wisatawan asal Perancis yang waktu itu diajak berkunjung menyusuri Green Canyon waktu itu sekitar tahun 1998.

“Dulu memang yang pertama kali menemukannya wisatawan asing dengan menyebut mirip dengan Grand Canyon di Amerika Serikat. Makanya lokasi ini disebut Green Canyon, nama itu populer hingga saat ini,” ucapnya.

Green Canyon menyediakan keindahan berupa aliran sungai yang diapit diantara dua bukit bebatuan yang tembus ke dalam goa. Sementara pada mulut goa terdapat hiasan gemericik tetesan air abadi yang tak pernah surut.

“Memang benar tetesan air abadi atau wisatawan banyak bilang hujan abadi sudah ada sejak dulu saat pertama kali ditemukan,” katanya.

Ia mengatakan meski memasuki musim kemarau, kondisi tetesan air abadi terus mengalir.

“Kalaupun kemarau, air yang mengalir tetap sama,” pungkasnya.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Cukup 1 atau 2 Jam di Sini



Jakarta

Blok M Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta. Ternyata, ada surga yang berada di area bawah mal tersebut, surga itu disebut Pasar Musik.

Pasar Musik merupakan area pertokoan yang menjual rilisan-rilisan fisik musik, mulai dari piringan hitam, kaset pita, CD hingga barang-barang analog lainnya. Banyaknya pilihan rilisan musik dari berbagai musisi dan genre jadi daya tarik lebih area ini.

Tak pernah sepi sedari buka, lalu-lalang pengunjung seperti tiada henti di area ini, tua-muda tak menjadi patokan. Semuanya baur dalam sebuah kecintaan terhadap musik, dan kini memang tren koleksi rilisan fisik menjadi gandrung di kalangan muda-mudi.


Ada yang datang ke Pasar Musik untuk mencari rilisan fisik karena media sosial dan ada juga yang datang karena kesan yang lebih personal seperti lagu yang sering diputar oleh orang tua di rumah. Kedua alasan itulah yang membawa Shifa berlabuh ke Pasar Musik.

Bersama satu orang temannya ia berbelanja beberapa kaset pita, walaupun umurnya masih 20 tahun ternyata ia tak membeli rilisan fisik musisi generasi anyar. Ia memilih dua kaset dari musisi Chrisye dan Iwan Fals.

Blok M Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, banyaknya barang keperluan yang para pedagang jual di sana. Tapi ada surga yang berada di area bawah mall tersebut, surga itu disebut Pasar Musik.Blok M Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, banyaknya barang keperluan yang para pedagang jual di sana. Tapi ada surga yang berada di area bawah mall tersebut, surga itu disebut Pasar Musik. (Muhammad Lugas Pribady)

“Ini pertama kali ke sini, tahu tempat ini dari TikTok. Sebenarnya ini tuh lagu (yang didengerin) orang tua jadi ikut dengerin dan enak gitu,” ungkapnya kepada detikTravel, Minggu (2/6/2024).

Setelah usai memilih kaset pita dan mendengarkannya langsung di toko, ia mengatakan senang dengan suasana di sini dan akan datang kembali untuk mencari rilisan fisik lainnya. Tapi untuk ke depannya ia menyebut harus menentukan terlebih dahulu apa yang akan dibelinya.

“Mau dan bakalan ke sini lagi, tapi kaya harus nyari-nyari (tahu) dulu deh dari rumah tuh apa yang mau dicari soalnya jadi bingung ke sininya nanti karena mau semuanya,” dia menjawab kemudian tertawa.

Kawasan Pasar Musik yang berada di basement Blok M Square ini memang jadi sentra para penikmat dan kolektor musik untuk mencari rilisan fisik. Dengan koleksi rilisan fisik tahun lama hingga rilisan-rilisan dari musisi-musisi anyar.

Buat para pecinta musik tentunya Pasar Musik jadi tempat wajib untuk disinggahi, setiap toko yang berada di area ini saling memperdengarkan musik dengan genre yang berbeda-beda. Ada yang rock, jazz, pop, bahkan hingga keroncong diperdengarkan dengan kualitas audio yang memanjakan.

Dani, salah satu penjaga toko musik di sini mengatakan kalau saat ini banyak yang datang dan mencari rilisan-rilisan fisik. Baginya memiliki rilisan fisik seperti mempunyai pasangan tapi dalam kondisi long distance relationship (LDR).

“Istilahya lu kaya pacaran ldr aja, kalau rilisan fisik tuh bisa lu dengerin dan lu bisa sentuh tuh. Tapi kalau (rilisan) digital, lu kayak pacaran jarak jauh aja bisa lu dengerin tapi nggak bisa lu sentuh fisiknya, ya itu ibaratnya lah,” kata dia sembari musik funk yang melantun dari tokonya.

Ia mengaku sudah lama mengoleksi rilisan fisik seperti piringan hitam, kaset pita, dan CD. Semua yang yang berada di tokonya ini awalnya merupakan miliki koleksi pribadi dan ia pun mengingat hampir memiliki ribuan lebih koleksi, hanya 30% yang di tokonya ini.

Blok M Square merupakan salah satu pusat perbelanjaan terbesar di Jakarta, banyaknya barang keperluan yang para pedagang jual di sana. Tapi ada surga yang berada di area bawah mall tersebut, surga itu disebut Pasar Musik.Berada di Pasar Musik, di bawah Blok M Square, tidak cukup hanya satu jam atau dua jam. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Ia pun melontarkan candaan jika semua koleksinya terjual bisa membeli sawah di kampung, mengingat banyaknya peminat rilisan fiksi. Selain sebagai barang dagangan, Doni juga mengatakan rilisan fisik ini bisa sekaligus menjadi investasi, terlebih untuk rilisan fisik yang terbilang langka.

“Investasi tuh istilah karena kalau gue berpikir suatu saat barang ini bakalan jadi barang antik. Dan barang antik lu pasti tahu harganya itu nggak murah lah dan pembelinya pun kolektor-kolektor gila semua, bukan orang yang cuma sekadar pengen tahu,” katanya.

Jika kamu berkunjung ke tempat ini dan hendak ingin memboyong rilisan fisik, yang perlu diperhatikan adalah budget. Karena yakin lah kamu bakalan kepincut dengan rilisan-rilisan yang lainnya, selain itu tak cukup hanya dengan waktu satu jam saat berada di sini.

Karena kamu bakalan timbul rasa penasaran untuk mendengarkan langsung musik-musik dari setiap musisi yang ada rilisan fisiknya di sini. Doni mengungkapkan ketika mendengarkan musik dari rilisan fisik memiliki sensasi yang berbeda dengan mendengarkan secara digital.

Doni pun memberikan sedikit tips agar koleksi rilisan fisik tak gampang terkena jamur, dirinya mengatakan hanya harus sering diputar saja.

“Karena semakin lu sering putar ini kaset, itu si jamurnya semakin ilang,” kata Doni.

Pasar Musik ini selalu buka setiap hari mulai dari pukul 11.00 sampai 20.00 WIB. Jika memang ingin datang dan mencari harta karun ke pasar ini, meluangkan waktu adalah hal yang paling bijak. Karena datang ke kawasan ini seperti melakukan me time.

Salah seorang kolektor yang tak mau disebut namanya menyebut dalam satu minggu pasti satu sampai dua kali menyempatkan datang ke sini. Dan biasa durasi yang ia habiskan di Pasar Musik ini sampai berjam-jam, ini lah yang membuatnya tak pernah mau jika datang ke sini hanya sebentar.

“Saya kalau semisal datang ke sini jam 12.00 dan ada keperluan jam 14.00 atau jam 15.00, saya lebih baik nggak ke sini. Karena kalau ke sini saya pasti lama, dengerin musik di sini, ngobrol-ngobrol sama pedagang, ya saya banyak menghabiskan waktu di sini,” tuturnya sambil meminum kopi.

Selagi Doni memutar lagu Chrisye, sang kolektor pun menceritakan sudah lamanya ia mengoleksi rilisan fisik terlebih kaset pita. Sejak duduk dibangku sekolah menengah pertama ia telah mulai mengoleksinya karena harga kaset pita terbilang ekonomis dibandingkan yang lain.

Dan hingga beberapa tahun setelah itu ia mulai terus mengoleksi rilisan fisik, ia pun sempat tak membeli rilisan fisik lagi saat era rilisan digital bermunculan. Namun dirinya tak merasa puas karena tak mendapatkan sensasi seperti ia memiliki rilisan fisik.

“Enam sampai tujuh tahun terakhir udah mulai bosan dengan digital nih karena sensasinya nggak ada. Punya banyak (rilisan) di komputer komplet, cuma kita gak ngeliat bentuknya karena kalau saya ini saat denger musik tuh saya lihat covernya dan baca-baca dibalik covernya,” tegas kolektor itu.

Buat kamu yang berniat datang ke Pasar Musik akan lebih hikmat ketika hari-hari kerja. Karena saat weekend datang kawasan ini tak akan pernah sepi pengunjung dan semua toko-toko di sini akan memutar musik secara bersamaan.

Untuk range harga rilisan di Pasar Musik ini mulai dari harga Rp 30.000 hingga jutaan rupiah, semua itu tergantung pada tahun rilis dan juga orisinalitasnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Konon, Hayam Wuruk Pernah Bertapa di Pantai Ini



Blitar

Konon, ada sebuah pantai di Blitar yang menjadi lokasi pertapaan Hayam Wuruk, raja Majapahit yang paling terkenal. Pantai itu bernama pantai Serit.

Pantai Serit bisa dibilang pantai perawan di sepanjang pesisir selatan Blitar. Raja Majapahit terbesar Hayam Wuruk diceritakan pernah bertapa di pantai selatan ini.

Belum banyak orang yang tahu keberadaan pantai ini. Padahal, lokasinya tepat di balik barat tebing di Pantai Serang, Panggungrejo, Kabupaten Blitar.


Akses ke sana juga seadanya. Jika kuat berjalan kaki, jalur pertama dengan mendaki di tebing bukit bagian barat Pantai Serang, jaraknya sekitar 400 meter.

Atau jika tak kuat mendaki bukit, bisa berjalan memutari areal tambak udang lalu melewati lahan tebu. Ada jalan setapak sepanjang 600 meter untuk menuju bibir Pantai Serit.

Rasa lelah traveler itu akan terbayar lunas dengan pemandangan indah pantai yang masih perawan ini. Rasanya segala lelah jiwa dan raga akan terhapuskan begitu sampai ke pantai ini.

Di balik rimbunnya pohon pandan, tersembunyi pantai yang sangat indah. Hamparan pasir hitam dan bebatuan koral menghiasi bibir pantai sepanjang sekitar 300 meter itu.

Di sebelah kanan pantai, tampak tebing berundak menjorok ke lepas pantai. Tebing setinggi sekitar 20 meter ini, menarik perhatian karena bentuknya unik. Mirip bangunan candi berundak.

Pantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk BertapaPantai Serit, Surga Tersembunyi Tempat Prabu Hayam Wuruk Bertapa Foto: Erliana Riady

Sedangkan di bagian belakang Pantai Serit, terdapat bukit yang di tengahnya terdapat batu andesit tertata, seperti tempat untuk bertapa.

Sesepuh Desa Serang, Raban Yuwono menceritakan, di kedua lokasi itulah kemungkinan Prabu Hayam Wuruk pernah melakukan tapa brata.

“Di dalam Kitab Negarakertagama dituliskan, tetor adalah tempat bertempurnya (bertemunya) sungai dan laut. Nah di situlah Hayam Wuruk melalukan ritual agung,” ujar Raban.

Raban mengatakan di Negarakertagama juga disebutkan, Hayam Wuruk melakukan ritual agung di antara tahun 1283-1293. Artinya, sebelum dia menjadi Raja Majapahit.

Di situ diceritakan, Hayam Wuruk memulai ritual di Candi Palah (Penataran, Nglegok), lalu ke pendarmaan Eyangnya yakni Raden Wijaya di Candi Simping Kademangan.

Kemudian ia meneruskan laku ritualnya di Candi Sawentar Kanigoro dan berjalan menuju arah selatan ke Desa Bacem.

“Sampai di situ, memang ditemukan Prasasti Bacem. Karena saat itu masih hutan belantara, rombongan meneruskan perjalanan dengan menyusuri sungai dan berhenti di simpang tiga Kali Klatak. Kemudian ke selatan ada Kali Sumbersari yang keduanya bermuara Serit ini,” jelas tokoh spiritual Blitar ini.

Hayam Wuruk adalah raja keempat Kerajaan Majapahit yang memerintah tahun 1350-1389. Bergelar Maharaja Sri Rajasanagara. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaannya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJatim.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com