Category Archives: Domestik

25 Wisata Yogyakarta Terpopuler dan Direkomendasikan, Ada Kampung Wisata


Jakarta

Wisata Yogyakarta menyimpan kenangan indah yang membuat siapapun ingin kembali dan mengeksplor lebih banyak tempat. Tidak hanya warga lokal, wisatawan mancanegara juga ketagihan berkunjung di kota istimewa ini.

Terdapat berbagai pilihan destinasi di pusat Kota Yogyakarta mulai dari sejarah, budaya, religi, kuliner, hingga berbagai desa wisata. Desa wisata adalah wujud perhatian Dinas Pariwisata setempat untuk menjaga dan mengenalkan tradisi pada masyarakat luas.

Lantas apa saja wisata Yogyakarta terbaik dan populer yang wajib dikunjungi? Berikut rekomendasi yang dikutip dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.


Rekomendasi Wisata Terbaik dan Populer Yogyakarta

Kota Yogyakarta tidak hanya terkenal sebagai kota pelajar, melainkan juga dengan destinasi yang menarik. Daftar wisata sejarah, budaya, dan edukasi tersedia lengkap sebagai berikut.

1. Keraton Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat adalah landmark penting dan bersejarah yang wajib dikunjungi di Yogyakarta. Meskipun sudah populer dan mainstream, banyak wawasan tradisi dan sejarah tentang keraton yang bisa dieksplor.

Wisatawan dapat mengetahui seluk beluk kerajaan, koleksi, hingga upacara adat yang masih dipertahankan hingga saat ini. Jika beruntung, detikers dapat melihat langsung pertunjukan seni asli yang tidak bisa ditemukan di tempat wisata lainnya.

Lokasi: Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Kedhaton: Selasa-Minggu (08.00-14.00 WIB)
  • Wahanarata atau Museum Kereta: Selasa-Minggu (09.00-15.00 WIB)
  • Tamansari: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

Harga Tiket:

a. Kedhaton

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
  • Dewasa (domestik): Rp 15.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000

b. Wahanarata (Museum Kereta)

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 15.000
  • Dewasa (domestik): Rp 20.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 25.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 30.000

c. Tamansari

  • Anak-anak 0-2 tahun: gratis
  • Anak-anak 2-12 tahun (domestik): Rp 10.000
  • Dewasa (domestik): Rp 15.000
  • Anak-anak 2-12 tahun (mancanegara): Rp 20.000
  • Dewasa (mancanegara): Rp 25.000.

2. Museum Ulen Sentalu

Museum Ulen Sentalu adalah objek wisata bersejarah yang menawarkan koleksi budaya Jawa dari Kerajaan Mataram di Yogyakarta dan Solo. Museum ini menyimpan gamelan, lukisan, patung, batik, dan syair kuno dari masa lampau.

Wisatawan dapat memilih kategori tur yang akan diikuti selama 45 menit sesuai preferensi yang diinginkan. Tur Adiluhung Mataram mengisahkan seni dan budaya dari 4 keraton di Surakarta dan Yogyakarta. Sedangkan tur Vorstlanden menceritakan masa emas Kasultanan dan akulturasi yang terjadi melalui koleksi masterpiece Museum Ulen Sentalu.

Di sepanjang area ini juga terdapat beberapa destinasi lain seperti Kaliurang Park Botanical Garden, Lavatour Merapi Jogja, dan Taman Gardu Pandang Kaliurang.

Lokasi: Jl. Boyong No.KM 25, Kaliurang, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Selasa-Minggu (08.30-16.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Tur Adiluhung Mataram: Rp 50.000
  • Tur Skriptorium: Rp 60.000
  • Tur Vorstenlanden: Rp 100.000
  • Sewa Tour Guide berbahasa Inggris: Rp 100.000.

3. Taman Pintar

Taman Pintar adalah wahana favorit bagi pelajar untuk bermain dan belajar dengan alat peraga yang ada. Lokasinya juga cukup strategis karena berada di dekat Benteng Vredeburg dan Jalan Malioboro.

Dikutip dari laman resminya, Taman Pintar dibangun dekat dengan Taman Budaya, Vredeburg, Gedung Agung, dan Societ Militer untuk memperkenalkan wawasan komplit kepada anak. Tidak hanya diedukasi dari sisi sains, wisata ini juga menjadi paket komplit untuk belajar sejarah dan melatih ketangkasan anak.

Lokasi: Jl. Panembahan Senopati No.1-3, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Senin-Minggu (08.30-16.00)
  • Khusus Simulator Gempa: 10.00-11.00 WIB dan 14.00-15.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Gedung Oval Otak (Wahana Peraga Sains dan Teknologi Interaktif): Anak Rp 14.000 dan dewasa Rp 24.000
  • Program Kreativitas Kreasi Gerabah: Rp 15.000
  • Program Kreativitas Lukis Gerabah: Rp 17.000
  • Program Kreativitas Kreasi Batik: Rp 20.000
  • Program Kreativitas Lukis Kaos: Rp 48.000
  • Zona Lalu Lintas: Rp 15.000
  • Planetarium: Rp 13.000
  • Wahana Bahari: Rp 8.000.

4. Jalan Malioboro

Jalan Malioboro adalah destinasi wajib sebelum kembali ke rumah. Pasalnya disini adalah pusat kota yang menyediakan berbagai oleh-oleh dan kuliner khas Jogja.

Wisatawan dapat melihat Kantor Gubernur dan Gedung DPRD DIY dan berkunjung ke Pasar Induk Beringharjo serta Teras Malioboro. Sejak tahun 2022, seluruh pedagang telah ditertibkan dengan rapi dan membuat suasana jalan-jalan detikers semakin nyaman.

Lokasi: Salah satu jalan yang membentang dari Tugu Yogyakarta sampai titik nol kota.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

5. Museum Benteng Vredeburg

Benteng Vredeburg dalah saksi bisu terjadinya penjajahan kolonial Belanda untuk mengawasi area Keraton Yogyakarta. Mereka meletakkan tembak meriam dengan jarak dekat ke arah keraton untuk strategi penyerangan, intimidasi, dan blokade.

Museum ini sempat diambil alih oleh Jepang sebelum direbut instansi militer RI usai proklamasi kemerdekaan. Di dalamnya terdapat museum khusus perjuangan nasional yang menceritakan proses sebelum hingga setelah Indonesia merdeka.

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Selasa-Kamis dan Sabtu-Minggu: 08.00-15.30 WIB
  • Jumat: 08.00-16.30 WIB
  • Senin: Libur.

Harga Tiket:

  • Anak-anak Rp 2.000
  • Dewasa Rp 3.000.

6. Museum Sonobudoyo

Meskipun terletak di dekat keraton, Museum Sonobudoyo bukan bagian dari Keraton Yogyakarta. Museum untuk pengembangan dan edukasi budaya ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah, Dinas Kebudayaan Provinsi DIY.

Wisatawan dapat melihat koleksi geologi, biologi, arkeologi, hingga seni rupa yang berjumlah 62 ribu. Beberapa aktivitas menarik lainnya yang bisa dilakukan seperti menonton pagelaran wayang kulit, wayang orang, wayang topeng panji, dan film dokumenter di hari-hari tertentu.

Lokasi: Jl. Margo Mulyo No.6, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Museum: Selasa-Minggu (08.00-21.00 WIB)
  • Pagelaran Wayang Kulit: Selasa (20.00-21.30 WIB)
  • Pagelaran Wayang Orang: Rabu dan Kamis (20.00-21.15 WIB)
  • Pagelaran Wayang Topeng Panji: Jumat, Sabtu, Minggu (20.00-21.15 WIB)
  • Bioskop Sonobudoyo: Selasa-Minggu (16.00, 17.00, 19.00, dan 20.00 WIB)
  • Workshop Tatah Sungging Wayang: Selasa Wage (16.00-21.00 WIB)
  • Live Music Sonobudoyo: Selasa Wage (16.00-22.30 WIB)
  • Perpustakaan Sonobudoyo: Senin-Kamis (08.00-16.00 WIB) dan Jumat (08.00-14.30 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak: Rp 5.000/orang
  • Dewasa: Rp 10.000/orang
  • Wisatawan Mancanegara: Rp 20.000/orang
  • Pagelaran Wayang Kulit: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
  • Pagelaran Wayang Orang: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000
  • Pagelaran Wayang Topeng: wisatawan domestik Rp 20.000 dan mancanegara Rp 50.000.

7. Alun-alun Kidul

Alun-alun kidul adalah surganya kuliner di Yogyakarta yang lengkap dengan tempat bermain anak. Sehingga wisata ini sangat ramah anak dan rombongan keluarga.

Terdapat puluhan penjual kaki lima yang berada di trotoar area Keraton. Konon dua pohon di tengah alun-alun dipercaya mampu mengabulkan keinginan wisatawan yang berhasil melewatinya tanpa melenceng dengan penutup mata.

Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

8. Masjid Gede Kauman

Masjid Raya Yogyakarta atau Kagungan Dalem Masjid Gedhe Kauman adalah bagian dari perkembangan islam di masa Kesultanan Yogyakarta. Masjid ini dibangun 29 Mei 1773 Masehi oleh Sri Sultah Hamengku Buwono I dan Sang Penghulu Keraton, Kyai Fakih Ibrahim Diponingrat.

Arsitektur Masjid Gedhe Kauman mengadopsi gaya Masjid Demak dengan 4 pilar utama sebagai saka guru. Setiap elemen bangunan memiliki makna filosofis tentang ilmu tasawuf dan iman kepada Allah SWT. Hingga saat ini, masjid tersebut masih digunakan untuk beberapa acara islam yang diadakan keraton dan dibuka untuk jamaah umum.

Lokasi: Patehan, Kraton, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

9. Jelajah Kota Baru (Nieuwe Wijk)

Jelajah Kota Baru adalah kawasan perkampungan Eropa yang telah bercampur dengan arsitektur lokal. Wisata ini berkembang di sebelah timur Benteng Vedreburg dan Bintaran yang awalnya merupakan hunian kolonial.

Di sini, terdapat tanaman buah dan pohon-pohon besar di ruas jalan yang membuatnya semakin asri. Beberapa bangunan otentik dan klasik disini dapat menjadi spot Instagrammable yang patut diabadikan. Mulai dari RS DKT Dr. Soetarto, RS Bethesda, SMK Bopkri 1 Yogyakarta, Gereja Katholik Santo Antonius Kotabaru, Gedung RRI Yogyakarta, dan masih banyak lainnya.

Lokasi: Kotabaru, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

10. Kampung Wisata Yogyakarta

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mendirikan 24 Kampung Wisata untuk melestarikan budaya. Bahkan beberapa kegiatan dilakukan untuk memenuhi acara tahunan di kancah dunia.

Terdapat berbagai aktivitas menarik di bidang edukasi dan praktik tentang sosial dan budaya di Kota Yogyakarta. Beberapa kampung wisata lain juga menghadirkan wisata sejarah, religi, dan agrowisata dengan pengalaman luar biasa.

Umumnya paket wisata dibanderol mulai Rp 100.000-an dengan tiket reservasi via laman kampungwisata.jogjakarta.go.id. Berikut beberapa daftar Kampung Wisata di Yogyakarta.

11. Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah wisata alam dan budaya yang estetik untuk dikunjungi. Bekas penambangan batu alam ini sempat ditutup tahun 2014 karena aktivitas vulkanis dari Gunung Api Nglanggeran.

Di puncak tebing ini, wisatawan dapat melihat keindahan Kota Yogyakarta dan relief indah dari seniman lokal. Jika beruntung, detikers juga berkesempatan menonton pertunjukan musik dan menyewa Jeep.

Lokasi: Jl. Desa Lengkong, RT.02/RW.17, Gn. Sari, Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (06.00-21.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Wisatawan domestik: Rp 10.000
  • Wisatawan mancanegara: Rp 20.000.

12. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko merupakan runtuhan kerajaan atau Keraton Boko yang berada di ketinggian 195,97 meter diatas permukaan laut. Bagian candi sangat cantik dengan menggabungkan aksen Hindu dan Budha.

Terdapat prasasti berusia 792 M bernama Prasasti Abhayagiriwihara. Candi Ratu Boko sangat menarik untuk dikunjungi karena terdiri dari Candi Batukapur, Candi PemBokoran, Paseban, Pendapa, Keputren, dan gua. Bahkan sejak di gerbang wisatawan telah dimanjakan dengan keindahannya.

Lokasi: Jl. Raya Piyungan-Prambanan No.2, Gatak, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (07.00-17.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak (3-10 tahun): Rp 20.000
  • Wisatawan domestik: Rp 40.000
  • Wisatawan mancanegara: 362.500.

13. Wisata Alam Pinus Pengger

Hutan alam Pinus Pengger cocok untuk seseorang yang sedang ingin menenangkan pikiran. Sejuknya pepohonan rindang menyediakan oksigen segar yang tidak bisa ditemukan di kota.

Wisata alam ini sangat cantik ketika malam hari karena wisatawan dapat melihat bintang secara jelas. Beberapa spot foto Instagramable tersedia seperti Panca Wara, jembatan, akar melingkar, dan lain-lain dengan membayar harga sewa. Objek wisata disini juga masih asri karena terdapat banyak jenis flora dan fauna di dalamnya.

Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk, Sendangsari, Terong, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Jam Operasional: Setiap hari (08.00-21.00 WIB).

Harga Tiket: Rp 3.000/orang.

14. Candi Prambanan

Candi Prambanan adalah candi hindu terbesar di Indonesia yang cocok sebagai wisata edukasi anak. Banyak spot estetik dari candi yang bisa diabadikan di media sosial.

Pada hari tertentu, wisatawan dapat menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana dan Roro Jonggrang dengan membeli tiket tambahan. Tiket dapat dibeli secara online maupun offline dengan harga bervariasi tergantung kelas yang dipilih. Harga yang dipatok untuk sendratari sekitar Rp 200.000-Rp 450.000.

Lokasi: Jl. Raya Solo-Yogyakarta No.16, Kranggan, Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (06.30-17.00 WIB).

Harga Tiket:

  • Anak-anak (domestik): Rp 25.000/orang
  • Dewasa (domestik berusia lebih dari 10 tahun): Rp 50.000/orang
  • Anak-anak (mancanegara): Rp 240.000/orang
  • Dewasa (mancanegara berusia lebih dari 10 tahun): Rp 400.000/orang.

15. Kebun Binatang Gembira Loka

Kebun Binatang Gembira Loka menjadi wisata edukasi untuk anak dan keluarga untuk mengenal flora dan fauna lebih dekat. Terdapat pengelompokan hewan di sini mulai dari zona burung, cakar, mamalia, petting zoo, primata, dan reptil.

Anak-anak dapat memberi makan hewan-hewan tertentu yang akan memberikan kesan dan pengalaman tersendiri saat dewasa. Tersedia juga toko suvenir, wahana edukasi mamalia dan aves, serta tracking untuk olahraga yang sejuk dan menyegarkan.

Lokasi: Jl. Kebun Raya No.2, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 08.30-16.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Libur Nasional: 08.00-16.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 60.000/orang
  • Weekend: Rp 75.000/orang.

16. Pantai Krakal

Pantai pasir putih ini cocok untuk bersantai dan bermain pasir untuk anak-anak. Pantai Krakal memiliki pesona batu karang yang indah sebagai pembatas dengan pantai lainnya.

Wisatawan dilarang bermain air terlalu jauh karena ombaknya yang cukup kencang. Namun wisatawan masih bisa menikmati kuliner dan pemandangana matahari terbit serta tenggelam.

Lokasi: Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 7.000/orang
  • Weekend: Rp 10.000/orang.

17. Pantai Kukup

Pantai Kukup cocok untuk wisatawan yang ingin bermain air karena daerah lautnya yang dangkal. Jernihnya air laut dan putihnya pasir pantai membuat biota laut seperti kerang terlihat jelas dari atas.

Wisatawan dapat menyebrangi jembatan untuk sampai di pulau karang bernama Jumino yang indah. Terdapat gua karang besar yang digunakan untuk berteduh di bawah teriknya matahari.

Lokasi: Ngepung, Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 10.000/orang.

18. Pantai Baron

Pantai Baron terkenal dengan suasananya yang sejuk karena hembusan angin dan pohon tinggi di sekelilingnya. Uniknya, pantai ini diapit oleh dua bukit karang yang membuatnya estetik.

Daya tarik lain yang ada yaitu aliran sungai yang cukup deras di sisi barat pantai. Wisatawan dapat melihat seluruh pantai dari atas mercusuar hanya dengan membayar tiket Rp 5.000/orang.

Lokasi: Desa Kemadang, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

19. Heha Sky View

Heha Sky View menawarkan spot foto estetik atau sekadar kulineran dengan pemandangan cantik Kota Yogyakarta. Tempat wisata ini mmeiliki berbagai spot menarik seperti Sky Glass, Wall Climbing, Sky Baloon, Heha Aeroplane, Reflecting Pool, dan Selfie Garden. Wisatawan harus membayar biaya sewa untuk berfoto di spot tersebut mulai dari Ro 10.000-Rp 30.000/ orang.

Lokasi: Jl. Dlingo-Patuk No.2, Patuk, Bukit, Kec. Patuk, Kabupaten Gunung Kidul.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB

Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

20. Heha Ocean View

Heha Ocean View adalah spot untuk melihat keindahan laut Yogyakarta dengan spot tinggi di atas karang. Berbeda dengan akses Heha Sky View yang mudah, disini pengunjung harus mendaki cukup jauh untuk sampai puncak.

Namun pemandangan diatas tidak pernah gagal untuk memuaskan dan melepaskan penat para pengunjungnya. Tiket masuk akan lebih hemat ketika detikers membeli paket kunjungan untuk Heha Ocean View dan Heha Sky View yaitu Rp 25.000/orang. Spot foto disini juga terbilang lebih beragam dengan patokan harga yang masih sama.

Lokasi: Bolang, Girikarto, Panggang, Kabupaten Gunungkidul.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 08.00-21.00 WIB.

Harga Tiket: Rp 20.000/orang.

21. Tugu Jogja

Landmark Jogja lainnya ini tidak boleh terlewat untuk dikunjungi. Berada tepat di tengah kota, keindahan Tugu Jogja bisa dinikmati pada malam hari sambil ngopi di beberapa cafe sebrangnya. Detikers dapat mengambil foto dari atas gedung sehingga tampak keindahan Kota Yogyakarta secara menyeluruh.

Lokasi: Jl. Jend. Sudirman, Gowongan, Kecamatan Jetis, Kota Yogyakarta.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Gratis.

22. Obelix Hiils

Obelix Hills menjadi tempat nongkrong Gen Z yang estetik dan dapat menyegarkan pikiran. Pasalnya wisatawan dapat menikmati kuliner dengan pemandangan perbukitan yang hijau di sekelilingnya.

Terdapat live music setiap malam hari yang menambah suasana semakin syahdu. Terdapat beberapa spot foto berbayar mulai dari Rp 15.000-Rp 30.000 dengan menawarkan berbagai angle yang estetik. Misalnya Single Swing, Double Swing, Eagle Nest, dan Skywalk.

Lokasi: Dusun Klumprit I-II, Wukiharjo, Kapanewon, Prambanan, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional:

  • Senin-Jumat: 10.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu dan Hari Libur Nasional: 07.00-21.00 WIB.

Harga Tiket:

  • Weekday: Rp 20.000/orang
  • Weekend: Rp 25.000/orang.

23. Pantai Parangtritis

Pantai Parangtritis menjadi destinasi terdekat dari Kota Yogyakarta yang dapat dikunjungi 24 jam. Wisatawan dapat menikmati sunrise, sunset, atau sejuknya deburan pantai di malam hari disini.

Aktivitas menarik di siang hari yang dapat dilakukan seperti naik andong, ATV, maupun bermain di gumuk pasir. Wisatawan juga bisa mengabadikan momen di setiap sudut yang cantik dan menikmati olahan seafood khas pantai di Bantul.

Lokasi: Desa Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.

Jam Operasional: Setiap hari 24 jam.

Harga Tiket: Rp 15.000/orang.

24. Taman Nasional Gunung Merapi

Taman Nasional Gunung Merapi adalah objek wisata alam sekaligus sejarah dengan keberadaan museum di dalamnya. Wisatawan yang hobi menjelajah dan memacu adrenalin dapat menikmati aktivitas seru di dalamnya.

Beberapa kegiatan yang bisa dilakukan seperti trekking, mengunjungi museum, maupun sekedar berfoto di area Bunker Kaliadem. Umumnya wisatawan akan membeli paket Lava Tour yang berada di kisaran Rp 450.000/orang untuk mengelilingi seluruh area.

Lokasi: Jl. Kaliurang KM 22,6, Hargobinangun, Pakem, Area Hutan, Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-15.00 WIB).

Harga Tiket: Rp 5.000/orang.

25. Jogja Bay Waterpark

Jogja Bay Waterpark adalah wisata air terbesar di Asia Tenggara yang diresmikan langsung oleh Sri SUltan Hamengkubuwono X. Destinasi ini cocok untuk rekreasi keluarga karena memiliki 19 wahana di dalamnya.

Tidak hanya berenang dan bermain air, anak-anak juga bisa menikmati wahana lainnya yang tidak kalah asyik seperti roller coaster mini dan museum air. Berbagai fasilitas juga tersedia sehingga membuat siapapun yang berkunjung merasa puas.

Lokasi: Jl. Utara Stadion, Maguwoharjo, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman.

Jam Operasional: Setiap hari (09.00-16.00 WIB) .

Harga Tiket:

  • Dewasa (Senin-Jumat): Rp 90.000
  • Anak-anak (Senin-Jumat): Rp 60.000
  • Dewasa (Sabtu-Minggu): Rp 100.000
  • Anak-anak (Sabtu-Minggu): Rp 75.000
  • Anak usia 0-2 tahun: gratis
  • Orang tua berusia lebih dari 65 tahun: Rp 60.000.

Lokasi wisata Yogyakarta dalam tulisan ini tidak hanya meliputi kota, namun juga area provinsi. Tentunya masih banyak lokasi wisata lain di Yogyakarta yang bisa dikunjungi selama musim liburan.

Sebelum berkunjung, pastikan detikers telah update informasi destinasi wisata lebih dulu. Informasi terbaru membantu detikers bisa berwisata dengan aman dan nyaman.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Wisata Tawangmangu untuk Liburan Idul Adha 2024


Jakarta

Sejumlah tempat wisata Tawangmangu bisa menjadi pilihan untuk berlibur di saat Idul Adha 2024. Berada di lereng Gunung Lawu, kawasan Tawangmangu dan sekitarnya menawarkan keindahan alam dan kesejukan khas pegunungan.

Tawangmangu adalah nama kecamatan di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang berbatasan dengan Jawa Timur. Kecamatan sekitar Tawangmangu pun memiliki beragam tempat wisata menarik, seperti di Kecamatan Ngargoyoso dan Jenawi.

Tak perlu bingung memilih tempat tujuan. Simak artikel ini untuk mengetahui 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024.


Pilihan Wisata Tawangmangu saat Libur Idul Adha 2024

Berikut ini 10 rekomendasi tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat kalian kunjungi pada saat libur Idul Adha 2024:

1. Grojogan Sewu

Grojogan Sewu adalah salah satu tempat wisata utama di Tawangmangu. Grojogan Sewu berarti air terjun seribu. Tinggi air terjun ini sekitar 81 meter.

Untuk mencapai ke air terjun, pengunjung harus melewati ribuan anak tangga. Jika lewat pintu utama, rute ini ditempuh dengan jalan menurun dan pulangnya dengan menanjak. Kalian mungkin akan menemui banyak monyet.

Jika melewati pintu kedua, kalian harus menempuh jalan menanjak terlebih dulu, dan pulangnya melewati jalan menurun. Akses dari jalan utama ke loket agak sulit dibandingkan loket utama. Namun waktu tempuh ke air terjun jauh lebih singkat.

Lokasi: Jalan Raya Tawangmangu, Beji, Tawangmangu, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-16.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 22 ribu.

2. The Lawu Park

Tempat wisata Tawangmangu selanjutnya adalah The Lawu Park. Ini adalah tempat wisata alam buatan yang cocok jika mengajak anak-anak. Banyaknya pohon pinus membuat tempat ini menjadi rindang dan sejuk.

Beberapa aktivitas seru untuk anak-anak yaitu melihat aneka satwa di mini zoo, menyeberang jembatan gantung, dan bermain gelembung di taman salju gratis.

Ada juga wahana berbayar seperti flying fox, ATV, naik kuda, snow world, dan menonton 3D cinema. Tempat ini juga menyediakan paket penginapan glamping maupun cottage.

Lokasi: Bulakrejo, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Rp 20 ribu saat weekday
  • Rp 25 ribu saat weekend.

Biaya naik wahana:

  • flying fox Rp 30 ribu
  • gondola isi 4 orang Rp 50 ribu
  • sewa jip Rp 325 ribu
  • snow world Rp 40 ribu.

3. Embun Lawu

Embun Lawu berada di sebelah The Lawu Park. Tempat wisata Tawangmangu ini menyajikan pemandangan alam yang indah dengan beberapa spot menarik untuk berfoto-foto.

Aktivitas seru yang bisa dicoba seperti flying fox, offroad jeep, sepeda terbang, sepeda gunung, dan lain-lain. Ada juga mini zoo yang disukai anak-anak. Embun Lawu juga menyediakan cottage untuk pengunjung yang ingin menginap.

Lokasi: Jalan Raya Matesih-Tawangmangu No. 16, Kawasan Hutan, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk:

  • Rp 20 ribu saat weekday
  • Rp 25 ribu saat weekend dan hari libur
  • Naik wahana akan dikenakan biaya lagi.

4. Taman New Balekambang

Taman Balekambang Tawangmangu sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu. Sejak 2015 tempat ini direnovasi menjadi lebih menarik. Ada berbagai landmark terkenal dari berbagai negara seperti Colosseum, Sphinx, Menara Eiffel, Candi Borobudur, dan sebagainya.

Selain berfoto-foto, kamu bisa melakukan berbagai aktivitas seru bersama anak, seperti bermain paintball, berenang, flying fox, becak mini, hingga bermain tenis. Ada juga kolam renang yang seru buat bermain bersama anak-anak.

Lokasi: Jl. Balaikambang, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 20 ribu (belum termasuk wahana dan permainan).

5. Bukit Sekipan

Kawasan Sekipan Tawangmangu terkenal dengan tempat camping di alam. Banyak warga yang juga menyewakan propertinya untuk vila atau penginapan.

Kini di wilayah ini terdapat tempat wisata buatan bernama Bukit Sekipan yang cocok dikunjungi bersama keluarga. Bukit Sekipan memiliki berbagai miniatur landmark dunia.

Kamu juga bisa menyewa kostum unik untuk berfoto-foto. Ada juga wahana berbayar seperti bombom car, mini roller coaster, ayunan, kora-kora, dan perahu anak.

Bagi kalian yang suka tantangan, boleh juga mencoba masuk ke rumah hantu. Atau jika ingin menginap juga tersedia area camping maupun penginapan.

Lokasi: Jalan Sekipan, Kramat, Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 30 ribu

  • Tiket terusan Rp 80 ribu.
  • Naik wahana Tanpa tiket terusan sekitar Rp 25 ribu.

Bukit Sekipan juga wahana yang tidak berbayar seperti mini zoo, mini jurassic, rumah kaca, goa hantu, art 3D, dan lain-lain.

6. D’Lawu Bistro & Mountain Cottage

D’Lawu Bistro & Mountain Cottage merupakan tempat makan dan penginapan berupa cottage. Selain itu, tempat wisata ini juga bisa dikunjungi wisatawan tanpa perlu menginap.

Beberapa aktivitas yang bisa dilakukan di sini seperti memetik stroberi langsung dari kebunnya, naik kuda dengan biaya Rp 50 ribu, masuk mini zoo Rp 15 ribu, bermain di mini playground Rp 15 ribu, dan naik jip dengan biaya Rp 300 ribu.

Lokasi: Jalan Alternatif Tawangmangu-Sarangan Kilometer 9. Bulakrejo RT 3 RW 6, Gondosuli Kidul, Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka:

  • 09.00-21.00 WIB saat weekdays.
  • 09.00-22.00 WIB saat weekend.

Harga tiket masuk: Gratis namun dikenakan biaya parkir Rp 2-5 ribu dan tiket wahana yang dipilih.

7. Tawangmangu Wonder Park

Tempat wisata Tawangmangu lainnya adalah Tawangmangu Wonder Park. Selain berfoto-foto di spot-spot menarik, ada juga berbagai aktivitas menarik lainnya, seperti berkeliling naik kuda, flying fox, naik ATV, atau offroad dengan menaiki mobil jip.

Buat kamu yang ingin camping, bisa juga mendirikan tenda di sini. Tempat ini juga menyediakan glamping yang disewa mulai dari Rp 350 ribu.

Lokasi: Jl. Ombang-ombang No. 32 Blumbang, Tawangmangu, Karanganyar.

Jam buka: 08.00-17.00 WIB.

Harga Tiket Masuk: Rp 20 ribu.

8. Telaga Madirda

Di sekitar Tawangmangu, ada Telaga Madirda yang juga menjadi tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Ini adalah telaga alami yang airnya jernih sehingga bisa melihat aneka ikan dengan jelas.

Dengan pemandangan yang indah dan menenangkan, kalian bisa berfoto dengan latar belakang telaga maupun perbukitan. Yang menarik, kalian bisa camping di dekat telaga dengan biaya yang murah.

Setelah membayar tiket masuk, pengunjung bisa menyewa keperluan campung dengan biaya mulai Rp 100 ribu untuk tenda kapasitas 2 orang, lengkap dengan matras, lampu, dan sleeping bag. Kamu juga bisa naik perahu kayuh dengan biaya Rp 20 ribu.

Lokasi: Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka:

  • 08.00-16.00 WIB saat weekday.
  • 08.00-17.30 WIB saat weekend.

Harga tiket masuk: Rp 15 ribu.

9. Kemuning Sky Hills

Ngargoyoso juga dikenal dengan kebun tehnya di Desa Kemuning. Di antara kebun teh ini terdapat tempat wisata menarik, yaitu Kemuning Sky Hills.

Dari bukit ini, kalian bisa melihat pemandangan kebun teh yang luas. Saat cuaca cerah, kalian bisa melihat keindahan matahari terbenam dari sini.

Jika tidak takut, kalian juga bisa mencoba sensasi berada di atas jembatan kaca sepanjang 120 meter di ketinggian 60 meter dengan ketebalan kaca berkisar 3 cm.

Lokasi: Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 09.00-18.30 WIB.

Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.

Pengunjung yang ingin naik jembatan kaca Kemuning Sky Hills bisa membayar Rp 40 ribu, yang sudah termasuk tiket masuk.

10. Candi Cetho

Di ujung Kecamatan Jenawi, terdapat peninggalan bersejarah yang menawan, yakni Candi Cetho. Uniknya, candi ini mirip dengan pura yang ada di Bali karena memang merupakan candi Hindu.

Candi Cetho merupakan peninggalan terakhir Majapahit di bawah Brawijaya V. Namun kini masih banyak warga lokal yang memeluk agama Hindu.

Selain berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan candi ‘di atas awan’, kalian juga mengenal sejarah persebaran Hindu di Jawa. Selain di Candi Cetho, kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Puri Saraswati dan Candi Kethek.

Lokasi: Cetho, Desa Gumeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karanganyar.

Jam buka: 07.30-16.30 WIB.

Harga tiket: Rp 15 ribu per orang.

Nah, itulah 10 tempat wisata Tawangmangu dan sekitarnya yang dapat dikunjungi saat liburan Idul Adha 2024.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Jelajah Museum di Tengah Kebun, Koleksi Barang Unik dan Antik


Jakarta

Museum di Tengah Kebun adalah bangunan estetik milik pengusaha periklanan Syahrijal Djalil. Seperti namanya, pengunjung benar-benar merasakan suasana di tengah kebun saat mengunjunginya.

Banyaknya pohon besar dan rindang di area museum membuat pengunjung merasa sejuk dan rileks. Ditambah koleksi barang antik dan penataan wilayah yang sangat estetik, Museum di Tengah Kebun adalah hidden gem bagi siapa saja yang mencari ketenangan di Jakarta.

Teras depan di Museum di Tengah Kebun.Teras depan di Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Sejarah dan Keunikan Museum di Tengah Kebun

Museum di Tengah Kebun awalnya adalah hunian pribadi tokoh periklanan Indonesia Syahrijal Djalil. Bangunan ini digagas sejak 1975 dan mulai dicari lahan yang pas pada 1976. Tahap selanjutnya adalah perancangan dan pembangunan rumah.


“Bapak mulai mengumpulkan puing rumah ini tahun 1978, kebetulan beliau sering ke luar negeri. Jadi sambil kunjungan beliau cari gedung tua untuk diambil puing bata, engsel, atau kayunya,” ujar tour guide Museum di Tengah Kebun Azam, saat ditemui detikcom.

Bangunan Museum di Tengah Kebun.Bangunan Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Bangunan Museum di Tengah Kebun memiliki 65 ribu batu bata yang berasal dari puing bangunan VOC dan Pasar Ikan. Selain itu, ada 15 ribu batu bata lain dari bongkaran gedung meteorologi yang berusia 128 tahun. Untuk pintunya digunakan 100 engsel dari bangunan penjara wanita di Bukit Duri.

Kebun di area museum tak hanya diisi pohon hidup, tapi juga fosil berusia ribuan tahun. Di lahan seluas 3.500 m2 tersebut ada 56 batang kelapa, 100 batu kali besar, dan 51 fosil pohon zaman Triassic berusia 248 juta tahun. Tepat 1 Oktober 1980, rumah mulai dihuni dan dirawat dengan sangat baik.

Koleksi Barang Antik Museum di Tengah Kebun

Gedung Museum di Tengah Kebun memiliki 15 ruangan, yang dinamai sesuai koleksi utama di ruangan tersebut. Berikut nama ruangan dan beberapa koleksi museum:

Koleksi barang antik di Museum Tengah Kebun.Koleksi barang antik di Museum Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

1. Halaman Depan

Area halaman depan berupa lorong hijau penuh tumbuhan dan pelataran luas berbentuk joglo. Di sini, pengunjung wajib mengisi buku tamu dan menggunakan sandal yang disediakan untuk masuk area museum. Tas dan kamera wajib dititipkan selama mengikuti museum tour.

2. Ruang Loro Blonyo (Lorong Rumah)

Ruangan ini menjadi perantara menuju ruang tengah yang didominasi koleksi mebel dan arca kuno dari Jawa Tengah. Loro Blonyo adalah simbol kesuburan, kemakmuran, keharmonisan, dan Keberuntungan.

3. Ruang Buddha Myanmar (Ruang Keluarga)

Area ruangan ini ada di bagian tengah rumah yang langsung menghadap kebun. Di sini ada arca perunggu Buddha Myanmar dari abad 17 dengan posisi memanggil bumi.

Seluruh barang di ruangan ini disimpan dalam lemari kuno asal Jawa Tengah dengan koleksi terakota lengkap dari Perancis, Jerman, Yordania, Spanyol, bahkan abad ke-2 Dinasti Han China.

4. Ruang Dewi Sri (Ruang Makan)

Perabot meja makan di ruang Dewi Sri berasal dari kayu mahogani Amerika yang dibuat di Denmark. Dekorasi di ruang makan terbilang kompleks karena menggabungkan arca Dewi Sri khas Jawa dan lukisan dari kayu tempera, yang berasal dari Rusia di abad 19.

5. Kolam Nandiswara

Kolam ini adalah penghubung ruang keluarga dan prasejarah dengan konsep semi outdoor. Di atas aliran air dan batu alam diletakkan koleksi Arca Dewa Siwa dan Dewa Wisnu. Penamaan kolam didasarkan dari wahana atau kendaraan milik dewa Siwa.

6. Ruang Prasejarah

Bagi penyuka sejarah ruangan ini akan menjadi favorit, karena menyimpan tempat air dari China yang telah berusia 4.800 SM. Di sini juga ada patung The Quest For Eternity yang dibuat sepasang, dengan salah satunya di Indonesia.

7. Ruang Singagaruda

Ruang Singagaruda berukuran paling besar pada Museum di Tengah Kebun, yang dulu difungsikan sebagai kamar mandi. Di ruang ini ada bak mandi kuno berusia 32 tahun dan 19 karpet dengan gaya geometrik elephant foot dan camel foot buatan Pakistan.

8. Kamar Gudang Myanmar

Area ini awalnya adalah kamar tidur pemilik Museum di Tengah Kebun. Hal ini masih terlihat dari ranjang antik bergaya khas Keraton Surakarta yang menjadi pusat perhatian. Di ruang ini juga ada koleksi piringan hitam dan arca bodhisatwa.

9. Ruang Dinasti Tang (Ruang Penyimpanan)

Ruangan ini diisi koleksi gerabah dan keramik dari seluruh wilayah Asia. Pengunjung juga bisa melihat berbagai perlengkapan dari batu (stoneware) dengan informasi lengkap di tiap koleksi museum.

10. Ruang Dinasti Ming (Ruang Tamu I)

Di sini, pengunjung bisa kembali menyaksikan berbagai koleksi keramik porselen replika masa dinasti Ming dengan tone biru putih. Ruangan ini dilengkapi dipan kecil dengan rancangan khas Keraton Surakarta.

11. Ruang Majapahit

Ruangan ini berada di dalam kamar tamu yang penuh koleksi arca tanah liat khas Kerajaan Majapahit. Di ruang Majapahit juga ada lukisan yang menceritakan wafatnya Bunda Maria.

12. Ruang Dinasti Qing (Ruang Tamu II)

Seperti ruang tamu sebelumnya, areal ini memiliki beragam koleksi keramik yang meliputi hiasan dan peralatan makan. Koleksi di areal ini terlihat lebih modern dengan warna mencolok daripada Ruang Dinasti Ming.

13. Ruang Kaisar Wilhelm II

Koleksi Museum di Tengah Kebun ini bisa dikatakan sangat autentik karena diperoleh langsung dari Jerman. Di sini ada peralatan makan lengkap asli dari zaman Kaisar Wilhelm II beserta patung kepalanya yang berasal dari abad 20. Di ruangan ini juga terdapat koleksi miniatur buah-buahan seberat 10 gram dari gading gajah.

14. Kebun Ganesha

Patung Ganesha Museum di Tengah Kebun.Patung Ganesha Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Seperti namanya, kebun Ganesha memiliki arca tokoh mitologi berwujud gajah sebagai koleksi utama. Arca dari Magelang, Jawa Tengah, ini memiliki bobot mencapai 3,5 ton. Koleksi lain di ruangan ini adalah patung mitologi Yunani dan arca fashion style zaman dulu.

15. Ruang Cirebon

Ruang Cirebon menyimpan berbagai ukiran kayu dari Cirebon dan Jepara. Di ruangan ini ada ukiran unik yang merupakan stilasi tersembunyi dari gajah yang berbentuk bunga. Selain itu, terdapat panel dinding yang menggambarkan kisah Mahabarata dan Panji yang terkenal di wilayah Jawa.

“Koleksi Museum di Tengah Kebun saat ini sekitar empat ribu buah. Tidak semua dipajang, tetapi masuk dalam katalog yang disusun detail,” tutur Azam.

Harga Tiket dan Jam Buka Museum di Tengah Kebun

Museum di Tengah Kebun tidak menetapkan harga tiket. Namun, pengunjung wajib memberikan uang deposit untuk menjamin kedatangan wisatawan di jadwal yang telah ditentukan.

Uang deposit sebesar Rp 100 ribu tersebut dibayarkan sebelum pengunjung datang ke Museum di Tengah Kebun. Jika kunjungan sudah selesai, uang dikembalikan pada rekening pribadi milik pengunjung. Uang deposit akan hangus jika kunjungan batal.

Bangunan Museum di Tengah Kebun.Bangunan Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Museum di Tengah Kebun buka setiap Sabtu dan Minggu dengan 2 sesi:

  • Sesi 1: 09.30-11.30 WIB
  • Sesi 2: 12.30-14.30 WIB.

Pada perayaan hari besar yang bertepatan dengan hari Sabtu dan Minggu, Museum di Tengah Kebun akan tutup. Sedangkan hari Senin hingga Jumat digunakan untuk pembersihan dan perawatan bangunan.

Lokasi dan Rute Perjalanan Museum di Tengah Kebun

  • Lokasi: Jl. Kemang Timur No.66 7, RT.7/RW.3, Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Museum di Tengah Kebun bisa ditempuh dengan transportasi umum. Jika dari arah Pancoran, detikers bisa naik Transjakarta dari halte Ragunan dan turun di halte Kemang Timur XVII. Hanya butuh 1 menit berjalan kaki untuk sampai di museum ini.

Sedangkan bagi pengguna KRL dapat turun di stasiun terdekat yaitu Pasar Minggu. Pengunjung dapat melanjutkan perjalanan dengan Transjakarta hanya dengan satu kali perjalanan atau menggunakan ojek online dengan biaya kurang lebih Rp 15.000.

“Museum juga bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, tersedia parkir sepeda motor dan mobil yang cukup luas,” kata Azam.

Panduan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun

Poin-poin berikut harus ditaati pengunjung Museum di Tengah Kebun sehingga bisa menikmati keunikan, kesejukan, gaya aestetik sang pemilik:

  1. Buka dan klik bio Instagram @museumditengahkebun untuk reservasi
  2. Cermati peraturan kunjungan yaitu minimal 7 orang
  3. Isi formulir dan pilih hari serta sesi kunjungan
  4. Membayar uang deposit sebesar Rp 100.000 sebagai jaminan yang akan dikembalikan setelah selesai tour museum
  5. Tulis jumlah pengunjung, penanggungjawab, nomor handphone, dan bukti transfer
  6. Tunggu konfirmasi maksimal 2 hari setelah pengisian untuk mengetahui jadwal kedatangan.

Perlu diketahui jika minimal waktu reservasi adalah H-2 dari kunjungan. Anak-anak di bawah 12 tahun boleh berkunjung asalkan didampingi oleh orang tua. Siswa maupun instansi pendidikan yang ingin berkunjung dalam jumlah besar, harap melakukan konfirmasi dengan tour guide untuk pengaturan sesi kunjungan.

“Untuk anak-anak SD atau TK biasanya kami pastikan dulu untuk jumlah peserta dan pendampingnya. Tetapi kunjungan tetap dilakukan hari Sabtu atau Minggu, begitu juga 8 duta asing yang pernah saya dampingi dulu,” kata Azam.

Peraturan Berkunjung ke Museum di Tengah Kebun

  • Setiap tamu wajib menulis nama di buku tamu
  • Mengganti sepatu dengan alas kaki yang disediakan pengelola
  • Meletakkan tas di rak yang disediakan
  • Tidak mengambil foto di dalam ruangan museum kecuali di area kebun
  • Mengikuti kegiatan tour museum dengan tertib
  • Tidak menyentuh dan berdesak-desakan untuk menghindari kerusakan pada barang koleksi
  • Disediakan sesi istirahat lengkap dengan minuman sebelum ke destinasi terakhir
  • Pengunjung dapat menukarkan alas kaki dan mengambil tas kembali
  • Pengembalian dana akan dilakukan di hari yang sama dengan kunjungan.

Spot Instagramable Museum di Tengah Kebun

Hampir seluruh sudut Museum di Tengah Kebun layak untuk tempat atau Instagramable. Nuansa hijau sudah terasa bahkan sebelum masuk ke wilayah kebun museum. Berikut spot instagrammable Museum di Tengah Kebun untuk feeds media sosial.

1. Gerbang Depan Museum

Gerbang museum dibuat dari kayu dan engsel penjara kuno yang tampak estetik. Beberapa topeng juga dipajang dengan tanaman gantung di bagian samping. Ikon Museum di Tengah Kebun juga terpampang di kanan dan kiri gerbang masuk.

Jalan menuju Museum di Tengah Kebun.Jalan menuju Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Spot ini tampak seperti nuansa jalan setapak di vila wilayah perkampungan Bali. Terdapat jalan yang cukup untuk satu jalur mobil dengan pohon kelapa di kanan dan kiri. Rerumputan di bawahnya juga tampak hijau dan rapi sehingga tidak terasa seperti sedang di Jakarta.

3. Serambi Rumah

Serambi Museum di Tengah Kebun.Serambi Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Pengunjung dapat melihat hamparan hijau kebun dan kolam di area teras. Beberapa koleksi diletakkan di meja dan dinding sehingga cocok untuk foto estetik ala Gen Z. Setiap sudut teras memiliki ciri khas tersendiri sesuai koleksi yang dipajang.

4. Kebun

Kebun Museum di Tengah Kebun.Kebun dalam Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Area kebun menjadi spot paling menarik untuk berfoto dengan adanya Arca Ganesha. Sesi istirahat di gazebo tengah kebun adalah pengalaman paling menyenangkan dan menenangkan disini. Suasana juga semakin syahdu dengan suara kicauan burung dan gemericik air dari area kolam renang.

“Selain menjadi koleksi paling berat disini, arca Ganesha juga punya cerita unik. Bapak mendirikan sekolah di daerah Magelang untuk bisa membawa pulang arca ini,” ujar Azam di akhir sesi tour museum.

Dengan pesona dan penataannya Museum di Tengah Kebun berhasil mendapatkan berbagai penghargaan seperti Anugerah Purwakalaghra Museum Awards 2013 Kategori Museum Terbaik DKI Jakarta dan Penataan Koleksi, Anugerah Purwakalaghra Museum Award 2014 Kategori Museum Cantik (Engaging Museum), dan Penghargaan dari Direktorat Jenderal Imigrasi.

Penghargaan untuk Museum di Tengah Kebun.Penghargaan untuk Museum di Tengah Kebun. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Demikian sejarah, koleksi, panduan berkunjung, dan spot Instagramable Museum di Tengah Kebun. Apakah detikers tertarik merasakan pengalaman mengagumkan dengan berkunjung ke museum ini?

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Keren! Tempat Pembuangan Sampah Disulap Jadi Taman Ondel-Ondel



Jakarta

Siapa sangka Taman Ondel-ondel di Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah. Kini, taman itu menjadi tempat wisata warga setempat.

Sebelum menjadi taman, area itu adalah lahan kosong yang sering dijadikan tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Bau tidak sedap dan pemandangan yang tidak menyenangkan membuat lingkungan ini menjadi tempat yang dihindari. Kondisi itu berdampak buruk pada kesehatan dan kualitas hidup warga setempat.

Meski berada dalam gang sempit, fasilitas yang dimiliki taman ini bisa dibilang cukup lengkap. Terdapat toilet, sarana olahraga, jogging track, lapangan serbaguna, playground, hingga wifi spot. Taman Ondel-ondel menjadi tempat rekreasi yang sangat dibutuhkan oleh warga yang sebelumnya tidak memiliki banyak pilihan untuk beraktivitas fisik dan bersosialisasi.


Berdasarkan pantauan detikTravel pada Selasa (13/6/24), kawasan Taman Ondel-ondel cukup ramai disinggahi warga setempat. Terlihat anak-anak bermain di kawasan playground sambil diawasi orang tuanya dan beberapa remaja sedang asyik duduk menatap layar handphone di daerah Wifi spot.

Meski sudah diresmikan sejak tahun 2023, taman ini masih terlihat sangat terawat. Sebab, setiap hari kawasan Taman Ondel-ondel selalu dalam pengawasan satpam untuk tetap menjaga fasilitas-fasilitas yang ada demi kenyamanan bersama.

Tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi, Taman Ondel-ondel juga menjadi sarana pelestarian budaya Betawi. Patung sepasang ondel-ondel yang dipasang di depan taman tidak hanya berfungsi sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pengingat akan pentingnya melestarikan budaya lokal di tengah modernisasi.

Taman Ondel-ondel di Semper, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah.Taman Ondel-ondel di Semper, Cilincing, Jakarta Utara dulu adalah tempat pembuangan sampah. (Natasha Kayla Ananta/detikcom)

Wijiastuti, salah satu warga setempat menyambut positif hadirnya ruang publik ini. Baginya, Taman Ondel-Ondel jadi satu wadah tempat bermain anak-anak sekitar.

“Bagus sih Neng, karna anak anak lebih mainnya di sini semuanya jadi ga kemana mana mainnya,” kata Wijiastuti dalam perboncangan dengan detikTravel, Rabu (12/6/2024).

Tak hanya warga sekitar, Wijiastuti juga mengatakan bahwa banyak warga yang rumahnya cukup jauh dari Taman Ondel-ondel memilih untuk mencari hiburan di taman itu.

“Nggak sekitar doang, yang jauh jauh pada ke sini juga. Taman ini berada di RT 9, dari RT 1 sampai 16 kebanyakan anak anak pada mainnya jadi ke sini semua,” kata dia.

Menurut Bukhori, petugas satpam yang berjaga, Taman Ondel-ondel selalu ramai dikunjungi pada sore hari terutama pada hari Sabtu dan Minggu. Tak hanya bermain, taman ini juga jadi pilihan warga setempat untuk berolahraga.

“Rame kalau sore, apalagi hari libur Sabtu Minggu rame ini. Karena ini kan bisa buat olahraga juga. Iya rame kalau pagi sama ntar sore banyak yang olahraga,” kata Bukhori.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Keren! Serasa Masuk ke Dalam Film Inside Out 2 di Pacific Place



Jakarta

Buat kamu yang bingung menghabiskan libur akhir pekan, bisa ajak pasangan atau keluarga ke Pacific Place. Di sana ada instalasi film Inside Out 2 yang keren.

Selain keren, hal menarik lainnya dari instalasi ini adalah memberikan sensasi seakan-akan kamu masuk ke dalam film tersebut. Di awal masuk area ini, kamu bakalan disambut dengan berbagai lampu berwarna khas Inside Out yakni merah, biru, hijau, dan ungu.

Masih di area yang sama, kamu juga bisa menuliskan apapun yang tengah kamu rasakan di sebuah catatan kecil. Kemudian catatan itu bisa ditempelkan ke papan berbentuk love.


Aktivitas menyenangkan ini bisa banget kamu lakukan untuk mengisi waktu libur panjang pekan ini.

Salah satu pengunjung yang datang ke instalasi Inside Out 2 di Pacific Place Mall ini adalah Natali, ia datang bersama pasangannya ke kesin. Rasa senang saat berada di instalasi ini terpancar dari raut wajahnya.

Selain karena menyenangi film Inside Out, kehadiran instalasi film tersebut bikin Natali jadi makin penasaran dengan apa saja yang ada di area ini. Dan tentunya ia juga mengatakan akan segera menyaksikan film Inside Out 2 yang telah rilis 12 Juni kemarin.

“Tadi sih rencananya mau jalan-jalan terus lihat terus kaya ngeliat ini bagus gitu jadi akhirnya mampir. Aku juga nonton yang pertama dan setelah datang ke sini jadi pengen nonton yang kedua,” katanya kepada detikTravel, Kamis (13/6/2024).

Instalasi Inside Out 2 di Pacific PlaceInstalasi seni Inside Out 2 di Pacific Place Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di sini juga terdapat aktivitas menyenangkan seperti corong pipa yang diperuntukkan sebagai alat berkomunikasi. Di sisi yang satu pipa tersebut digunakan untuk berbicara dan sisi lainnya untuk mendengarkan.

Senyum pun ia pamerkan ketika mencoba aktivitas tersebut bersama pasangannya. Yang semakin membuat terpukau area instalasi ini adalah tata cahaya yang menakjubkan. Walaupun luasnya terbatas tapi instalasi Inside Out ini cukup untuk membuatmu senang saat mendatanginya.

Setelah rampung di ruang satu dan kedua, lanjut ke ruang yang ketiga. Di awali dengan menyingkap tirai hitam, kamu akan masuk ke ruang gelap yang keren.

Di sini terdapat tali yang menjuntai dari atas ke bawah dan di ujung tali itu terdapat lampu kecil berwarna-warni. Di ruangan gelap ini selain disuguhkan dengan instalasi lampu yang keren.

Kamu juga bakalan ditemani oleh dua karakter dari Inside Out, Joy dan Sadness. Tentunya instalasi Inside Out 2 di Pacific Place Mall ini jadi spot foto yang Instagramable.

Saat detikTravel menjelajahi ruang demi ruang di sini, banyak pengunjung yang tengah asik mengabadikan diri mereka dengan foto maupun video.

Instalasi Inside Out 2 di Pacific PlaceInstalasi seni Inside Out 2 di Pacific Place Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikTravel

Di ruangan paling ujung terdapat kolam bola yang terpanjang sebagai salah satu spot foto favorit juga bagi para pengunjung.

Adel merasa senang berada di tempat ini karena selain suka dengan filmnya, ia juga bisa berfoto dengan latar lampu yang berwarna-warni.

“Seneng banget aku di sini, walaupun kecil tapi bikin nyaman banget. Banyak spot foto juga, jadi bisa sekalian bikin konten foto atau video di sini,” sebutnya.

Exhibition gratis bertema Inside Out 2 ini akan terus hadir di Pacific Place Mall dari tanggal 5 Juni lalu hingga 16 Juli 2024 nanti.

Jadi yang penasaran dengan aktivitas menyenangkan di sini, silahkan datang karena tak dipungut biaya alias gratis.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Cuma Bayar Parkir, Situs Warungboto Sungguh Instagramable



Yogayakarta

Keraton Jogja memiliki beberapa peninggalan lawas berusia ratusan tahun, salah satunya Pesanggrahan Rejawinangun atau Situs Warungboto. Bangunannya unik dan menawan.

Meski tidak sepopuler Taman Sari, bangunan Situs Warungboto justru memiliki poin plus tidak terlalu ramai pengunjung. Selain itu, fasadnya amat mencolok dengan corak khas terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

Diperkirakan Situs Warungboto telah ada sejak tahun 1785 M dan menjadi salah satu karya Putra Mahkota KGPAA Hamengkunegara, yang kelak pada tahun 1792 naik tahta bergelar Sri Sultan Hamengku Buwana II.


Situs Warungboto berada di Kalurahan Rejowinangun di Kemantren Kotagede dan Kalurahan Warungboto di Kemantrén Umbulharjo. Jaraknya sekitar 4,6 km dari Taman Sari.

Kini, untuk masuk ke situs pengunjung tidak dikenai biaya sama sekali. Pengunjung cukup membayar parkir yang dikelola oleh warga sekitar. Selain itu, ada kotak sukarela yang digunakan sebagai biaya pembersihan dan pemeliharaan.

Saat ini, masih ada penggalian sejumlah di Situs Warungboto yang masih terpendam. Selain itu, ada perbaikan pada jalur yang akan dilewati pengunjung. Meski demikian, situs ini masih tetap beroperasi dan bisa dikunjungi seperti biasa.

“Nggak nentu, paling rame sehari bisa 50 kendaraan,” kata Sartono (69), pengelola parkir Situs Warungboto, terkait jumlah pengunjung berdasarkan kendaraan yang parkir di sana.

Pesanggrahan merupakan kawasan yang dibangun sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan pada zaman dulu. Situs Warungboto itu dulu adalah kolam pemandian yang di tengahnya terdapat sumber mata air. Salah satu buktinya adalah ditemukannya sebuah mata air yang disebut “tuk umbul”.

Dikutip dari situs pariwisata jogjakota, layaknya tempat beristirahat bagi keluarga, Pesanggrahan Warungboto dilengkapi dengan taman, segaran, kolam, dan kebun di sisi timur. Sementara itu, di sisi barat merupakan kompleks bangunan berkamar dan dua kolam pemandian.

Saat dikunjungi detikTravel, pada bagian kolam yang kering, tidak ada air sama sekali. Sejauh mata memandang masih berdiri kokoh tembok-tembok situs yang terbuat dari batu bata tanpa struktur kayu.

Situs itu berdiri tanpa atap dan bersebelahan dengan kompleks pemukiman warga. Sisi timurnya berbatasan dengan Sungai Gajah Wong, dan sisi barat berbatasan dengan Jalan Veteran Yogyakarta.

Lokasinya secara administratif berada di perbatasan antara Kelurahan Rejawinangun, Kecamatan Kotagede dan Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharja. Untuk menuju kemari butuh waktu sekitar 15 menit dari Tugu Yogyakarta.

Situs Warungboto dikelola sebagai cagar budaya oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X. Tidak seperti tempat wisata pada umumnya, situs ini tutup saat hari Minggu dan hari libur nasional. DIbuka Senin sampai Jumat pukul 07.30-16.00, serta hari Sabtu pukul 07.30-12.30.

Waktu terbaik ketika mengunjunginya adalah saat pagi atau sore hari ketika matahari belum di atas kepala. Di sini traveler dapat mengamati langsung sisa sisa peninggalan kerajaan zaman dahulu sebagai upaya pelestarian budaya Jogja.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan yakni berfoto ria. Setiap sudutnya estetik dengan dominasi warna coklat kekuningan. Serta beberapa corak lumut dan retakan kecil yang memvisualisasikan jejak waktunya. Ada sejumlah tangga yang akan mengantarkan ke atap bangunan. Dari sana, traveler dapat melihat situs secara jelas dari atas.

Cahaya matahari menjadi lighting alami karena bangunannya yang berdiri tanpa atap. Disarankan jika traveler ke sini, jangan lupa membawa kipas tangan atau payung terutama saat siang hari.

Untuk pengambilan foto dan video dengan tujuan khusus seperti pre-wedding atau penelitian ilmiah yang menggunakan kamera atau drone, wajib mengajukan permohonan izin ke Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X maksimal tiga hari sebelum berkegiatan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daya Tarik Setu Babakan, Jelajahi Kampung Budaya Betawi Gratis


Jakarta

Sedang mencari tempat refreshing murah meriah di Jakarta? Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan bisa jadi pilihan. Areanya cocok sebagai spot wisata bersama keluarga.

Di sini kamu juga bisa berwisata sambil mengenal budaya Betawi, lho. Kira-kira seperti apa perkampungan Betawi di Setu Babakan dan apa saja aktivitas yang bisa dilakukan? Berikut ulasannya.

Gerbang Setu Babakan.Gerbang Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Sejarah Perkampungan Betawi Setu Babakan

Peresmian berdirinya Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan diawali dengan peletakan batu pertama oleh Gubernur DKI Jakarta era 1997-2007 Sutiyoso. “Peletakan batu pertama itu ada di satu area yang sekarang disebut sebagai Kampung Embrio.” ujar petugas Satuan Pelaksana Edukasi, Informasi dan Pelayanan Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPKPBB) Jaka Yudha Permana, saat ditemui detikcom.


Pembangunan Perkampungan Budaya Betawi dilatarbelakangi wacana kepedulian dari masyarakat dan tokoh Betawi, dan pemerintah daerah untuk mengadakan satu tempat yang khusus untuk melestarikan budaya Betawi. Pada akhirnya dipilih kawasan Srengseng Sawah sebagai lokasi Perkampungan Budaya Betawi.

Sesuai Peraturan Pemerintah Daerah nomor 3 Tahun 2005, sekitar 289 hektar wilayah Srengseng Sawah dikelola menjadi Perkampungan Budaya Betawi. Area seluas 289 hektar ini terdiri dari zona kampung Muhammad Husni Thamrin, kampung Abdulrahman Saleh, kampung Ismail Marzuki, kampung KH Noer Ali dan kampung Embrio.

Tak hanya menawarkan wisata budaya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan juga menyuguhkan wisata Air, Budaya dan Agro bagi pengunjung. Berkat daya tarik wisatanya, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berhasil masuk dalam daftar 50 Desa Wisata Terbaik di Indonesia pada 2021 lalu.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Setu Babakan

Nggak perlu takut mati gaya kalau berkunjung ke Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, karena tempat ini menawarkan sejumlah aktivitas seru yang bisa dilakukan bareng keluarga atau teman. Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatannya:

1. Mengunjungi Museum Betawi

Museum Betawi di Setu Babakan.Museum Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Ingin berwisata sembari menambah wawasan tentang budaya Betawi? Museum Betawi tempatnya. Museum yang terdiri dari 3 lantai ini menampilkan bermacam-macam koleksi yang dikemas dengan tema 10 Siklus Kehidupan Masyarakat Betawi dan 7 Unsur Budaya Betawi, juga terdapat memorabilia yang dihibahkan oleh beberapa tokoh legendaris Betawi untuk tujuan edukasi.

Salah satu koleksi yang istimewa dari nilai sejarahnya adalah kostum penari topeng peninggalan maestro tari topeng Betawi. Selain itu, ada juga topeng Bapak Jantuk yang sering dipakai seniman legendaris Haji Bokir.

Sebagai informasi, pengunjung tidak dipungut biaya untuk masuk ke museum ini. Saat berkunjung, wisatawan cukup scan kode QR yang ada di meja resepsionis untuk melakukan registrasi kunjungan. Lalu, untuk kunjungan rombongan sekolah, kampus, atau komunitas, pemohon dapat mengirimkan surat permohonan terlebih dulu ke email upkpbbsetubabakan@gmail.com dengan format berikut ini:

  • Maksud dan tujuan
  • Tanggal dan Waktu kunjungan
  • Jumlah peserta
  • Nomor kontak HP.

Permohonan akan diproses 3 hari kerja dimulai setelah surat diterima. Hal ini sebagaimana yang tertera pada unggahan resmi di akun Instagram @pbbsetubabakan.

2. Menyaksikan Pagelaran Kesenian Tradisional Betawi

Apabila berkunjung di hari Minggu, pengunjung dapat menikmati pagelaran kesenian tradisional Betawi yang diadakan reguler setiap minggunya. Pagelaran ini menyuguhkan berbagai penampilan seni, seperti tari, teater, musik gambang kromong, tanjidor, rebana, dan ondel-ondel.

Selain pagelaran kesenian reguler, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga mempunyai acara hajat yang biasa digelar pada momentum peringatan seperti hari ulang tahun kota Jakarta dan momentum perayaan lainnya. Untuk melaksanakan acara-acara tersebut, Kampung Budaya Betawi Setu Babakan turut melibatkan warga, penggiat seni setempat, dan sanggar tari yang sudah resmi terdaftar.

3. Workshop dan Wisata Agro

Kegiatan lainnya yang diadakan secara rutin di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah workshop pengenalan budaya Betawi. Kegiatan yang diusung oleh workshop ini pun bervariasi, mulai dari membuat bir pletok, kembang goyang, bermain alat musik, hingga membuat ondel-ondel.

Selain itu, Perkampungan Betawi Setu Babakan juga menyediakan workshop yang diadakan/difasilitasi oleh Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi dan ada juga kegiatan workshop yang bisa dipesan ke sanggar dengan biaya untuk instruktur dan ganti bahan.

“Kalau misalnya workshop, kan ada instruktur, berarti akan ada honor untuk instruktur. Kalau mau yang sifatnya makanan atau kuliner, ada bahan pengganti.” ujar Jaka.

Satu lagi kegiatan andalan yang ditawarkan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan adalah wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan diajak mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

4. Menaiki Wahana Sepeda Air

Sepeda air di Setu Babakan.Sepeda air di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kalau datang bersama keluarga, detikers bisa banget ajak anak-anak menikmati suasana danau dengan menaiki wahana sepeda air. Untuk anak usia 3-12 tahun, tarif yang dikenakan sebesar Rp 10.000. Sedangkan tarif untuk anak di atas 12 tahun seharga Rp 15.000. Satu wahana sepeda air berkapasitas 2 orang.

5. Olahraga dan Naik Sepeda

Kawasan sekitar Setu Babakan yang begitu luas, menjadikan tempat wisata ini sebagai spot favorit penduduk sekitar untuk berolahraga atau berkeliling naik sepeda. Disini, kamu bisa jogging atau sekadar nongkrong santai menikmati suasana danau yang meneduhkan.

Spot Foto di Setu Babakan

Bagi detikers yang ingin eksis di sosial media, tenang saja karena Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan memiliki berbagai spot foto outdoor menarik yang instagramable. Berikut diantaranya:

1. Area Jembatan

Jembatan di Setu Babakan.Jembatan di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Spot foto pertama yang menjadi favorit pengunjung adalah jembatan bernuansa hijau yang terletak di antara contoh rumah tradisional adat Betawi. Jembatan ini bisa jadi latar belakang yang kece untuk foto OOTD ataupun foto beramai-ramai bersama keluarga dan sahabat. Pencahayaan pada foto akan semakin maksimal saat cuaca cerah.

2. Rumah Adat Betawi

Rumah adat Betawi di Setu Babakan.Rumah adat Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Masih di sekitar jembatan, kamu juga bisa menonjolkan suasana khas Perkampungan Betawi dengan berpose di depan Rumah Adat Betawi beraksen kayu yang tampak tradisional namun tetap aesthetic.

3. Amfiteater

Amfiteater di Setu Babakan.Amfiteater di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

Kemudian, tepat di depan rumah adat, terdapat pelataran amfiteater dengan latar belakang bangunan Museum Betawi yang megah. Agar tidak terlalu panas, sebaiknya datang menjelang sore hari ketika cahaya matahari mulai teduh.

Kuliner Setu Babakan

Di sepanjang area Setu Babakan, detikers bisa menemukan beragam variasi kuliner khas Betawi. Mulai dari camilan hingga makanan berat, berikut beberapa kuliner ikonik Betawi yang dijajakan di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan:

Kuliner Betawi di Setu Babakan.Kuliner Betawi di Setu Babakan. (Kirana Ratu Sekar Kedaton dan Fathia Ariana Salima/detik.com)

1. Kerak Telor

Warga Jakarta mungkin sudah tidak asing dengan hidangan gurih satu ini. Kerak telor merupakan makanan khas Betawi berbahan dasar telur dengan teknik memasak yang unik, di mana telur dibakar dan dibolak balikkan dalam nampan. Jajanan ini dibanderol seharga Rp 20.000-Rp 26.000.

2. Bir Pletok

Berbeda dengan bir pada umumnya, bir pletok aman dikonsumsi karena terbuat dari rempah-rempah. Pembuatan minuman ini terinspirasi dari bir beralkohol yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Belanda pada zaman kolonial untuk menghangatkan badan.

“Kalau orang Betawi yang mayoritas Islam ya, dilarang mengonsumsi alkohol, nah dibuat sesuatu minuman yang reaksinya sama menghangatkan badan, tapi tidak ada alkoholnya. Akhirnya, rempah-rempah dimasak dan dijadikan satu minuman.” tutur Jaka.

3. Laksa

Kuliner khas Betawi berikutnya yang dapat detikers santap ketika berkunjung ke Setu Babakan adalah laksa. Secara singkat, laksa merupakan hidangan mie yang disajikan bersama kuah gurih dan aneka lauk pauk seperti ayam, udang, telur, dan lain-lain. Untuk menikmati seporsi laksa khas Betawi, detikers cukup merogoh kocek Rp 18.000 saja.

4. Soto Betawi

Satu lagi hidangan berkuah otentik Betawi yang tak kalah sedap yaitu soto Betawi. Cita rasa kuah soto Betawi yang kental berempah ditambah isian daging serta jeroan sapi sebagai pelengkap sangat nikmat disantap selagi hangat. Bagi detikers yang penasaran, kamu bisa menjajal menu makanan ini di Rumah Makan Betawi Setu Babakan dengan harga Rp 30.000 per porsinya.

5. Es Selendang Mayang

Selendang mayang adalah sejenis puding tradisional Betawi yang terbuat dari tepung beras warna-warni. Karena lapisan pudingnya yang berwarna-warni bak selendang penari inilah, penganan ini kemudian disebut selendang mayang. Di tengah panas terik Jakarta, menyeruput semangkuk selendang mayang yang manis nan segar merupakan kenikmatan hakiki.

Berada di kawasan Jagakarsa, tempat wisata Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan mudah diakses dengan transportasi umum. Jika menaiki moda transportasi KRL, kamu bisa turun di Stasiun Pancasila lalu lanjut menggunakan ojek online dengan jarak 4 km dan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Sementara itu, detikers yang bepergian via busway bisa menjajal bus Transjakarta koridor D21 (Universitas Indonesia-Lebak Bulus), 4B (Universitas Indonesia-Stasiun Manggarai), atau 9H (Universitas Indonesia-Blok M) dengan titik pemberhentian di halte Universitas Pancasila. Setelah itu, lanjut menaiki ojek online sejauh 2,8 km dengan waktu tempuh berkisar 7 menit.

Harga Tiket Masuk, Jam Operasional, dan Lokasi Setu Babakan

  • Lokasi Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berada di Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Wisata Perkampungan Setu Babakan dapat dikunjungi siapa saja tanpa dikenakan tiket masuk alias gratis. Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan buka mulai hari Selasa sampai Minggu pada pukul 09.00-15.00 WIB mengikuti jam operasional museum. Namun, area sekitar danau Setu Babakan dibuka sampai dengan 18.00 jam setiap harinya.

Akhir kata, Jaka berpesan pada kalangan muda untuk ikut berpartisipasi dalam melestarikan kearifan lokal budaya Betawi. Salah satunya melalui Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan dan komunitas budaya yang telah ada.

Jaka berharap generasi muda tidak merasa berat hati dalam usaha melestarikan budaya. Apalagi upaya pelestarian kini bisa memanfaatkan teknologi dengan jangkauan yang lebih luas pada dunia internasional.

(row/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yang Ekstrem-ekstrem di Situ Cileunca Pangalengan



Kabupaten Bandung

Traveler yang suka menguji nyali, bisa langsung meluncur ke Pangalengan, Kabupaten Bandung. Di sana ada Situ Cileunca dengan arung jeramnya yang ekstrem.

Salah satu destinasi wisata yang patut dijajal di Kabupaten Bandung yaitu arung jeram di kawasan Situ Cileunca, Pangalengan. Wisata memacu adrenalin itu bisa dicoba traveler bersama dengan teman maupun kerabat.

Wisata basah-basahan itu dimulai dengan menyusuri Sungai Palayangan sebagai jalur arung jeramnya. Mengawali keberangkatan dari beberapa spot milik pengelola arung jeram di sepanjang Situ Cileunca.


Perahu karet warna-warni kemudian bergantian meluncur mengikuti jalur arung jeram. Dari Situ Cileunca, perahu karet diangkat dua orang yang bertugas sebagai pemandu di atas perahu. Sementara satu lagi bersiaga di sepanjang jalur arung jeram.

Rimbun pepohonan diselingi barisan penginapan dan kafe di sepanjang Sungai Palayangan, menambah keseruan tatkala perahu melaju didorong arus sungai yang mengalir deras jika sedang pasang, terkadang sedikit tenang jika sedang surut.

Arung jeram di Situ Cileunca PangalenganArung jeram di Situ Cileunca Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Keseruan amat terasa ketika perahu menghadapi jeram dengan ketinggian yang berbeda-beda. Teriakan nyaring terdengar dari wisatawan memompa adrenalin, kian seru lantaran tubuh basah kecipratan air sungai yang dingin.

“Luar biasa, seru banget. Apalagi sekarang arus sungainya sedang deras, jadi semakin ekstrem,” kata Anggit Rahmawan (33), wisatawan asal Cimahi.

Di tengah perjalanan, rombongan perahu karet arung jeram bisa berhenti sejenak mengembalikan tenaga sembari mencicipi gorengan panas dan aneka jajanan di warung pinggir sungai.

“Tapi kebetulan tadi enggak berhenti dulu, karena penuh juga. Jadi perjalanannya lebih cepat, tapi memang kerasa capek karena kita teriak-teriak juga,” kata Anggit.

Arung jeram di Situ Cileunca PangalenganArung jeram di Situ Cileunca Pangalengan Foto: Yuga Hassani/detikJabar

Miranti Putri (29), wisatawan lainnya mengaku ia baru pertama kali mencoba arung jeram. Menurutnya, sensasi yang ditawarkan amat menyenangkan meskipun menguras tenaga.

“Seru banget, apalagi tadi pas di tengah perjalanan perahunya hampir terbalik karena menabrak batu. Cuma aman, karena kita pakai life vest, terus sungainya enggak terlalu dalam meskipun arusnya kencang banget,” kata Miranti.

Rangga, salah satu pemandu arung jeram Situ Cileunca, mengatakan belakangan animo wisatawan menjajal arung jeram di Sungai Palayangan melonjak cukup pesat. Apalagi saat ini, pengelola arung jeram lebih tertata.

“Semakin ramai, enggak cuma Bandung Raya tapi juga luar daerah. Kebetulan minggu ini juga arus sungai sedang deras, jadi lebih menantang,” kata Rangga.

Dalam satu perahu karet, bisa diisi minimal empat orang dengan usia minimal 3 tahun. Kemudian maksimal enam orang, namun bakal disesuaikan jika postur tubuh wisatawan berukuran besar.

“Kemudian kita juga pastikan keselamatan dengan rompi dan helm. Anak-anak boleh, minimal 3 tahun kalau arus tenang. Kalau kencang minimal 5 tahun. Nanti kita kasih aba-aba sebagai panduan buat wisatawan selama arung jeram,” kata Rangga.

Untuk mencoba wisata ekstrem itu, pelancong cukup merogoh kocek Rp140 ribu per orang, hingga Rp250 ribu per orang jika ingin dikombinasikan dengan fun games dan paket makanan berat usai arung jeram.

——

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Situs Warungboto Istana Air Pesanggrahan Kuno Ngayogyakarta



Jakarta

Selain menjadi surga pecinta alam, Jogja juga menjadi surga penikmat sejarah dan budaya. Salah satu yang bisa disinggahi adalah Situs Warungboto.

Situs Warungboto juga dikenal sebagai bagian dari Pesanggrahan Rejawinangun telah ada sejak 1778 M. Bangunan itu juga merupakan sebuah banteng pertahanan dari sisi timur Keraton Ngayogyakarta.

Pesanggrahan itu merupakan istana air dengan fungsi utama untuk ketenangan dan kenyamanan. Umumnya, di dalam pesanggarahan terdapat taman, kolam, kebun, dan fasilitas lain penunjang kegiatan religius.


Pesanggrahan Warungboto berada di Kelurahan Warungboto, Umbulharjo, Yogyakarta. Situs Warungboto atau Pesanggrahan Rejowinangun merupakan salah satu dari beberapa pesanggrahan yang dibangun era Sri Sultan Hamengku Buwono II.

Selama periode sebagai Putra Mahkota tahun 1765 M hingga 1792 M, beberapa pesanggrahan yang dibangun adalah Pesanggrahan Rejawinangun, Purwareja, Pelem Sewu, dan Reja Kusuma. Oleh karenanya, sang raja dikenal sebagai raja pembangunan pesanggrahan.

Berdasarkan sumber di antaranya Tidischriff voor Nederlandsch Indie tulisan J.F. Walrofen van Nes tahun 1884, Babad Momana serta Serat Rerenggan dijelaskan bahwa Pesanggrahan Rejawinangun mulai dibangun pada tahun 1711 Jw (1785 M). Di dalam babad Momana disebut angka tahun pembuatan pesanggrahan, 1711 tahun Dal, Kanieng Gusti awit vasa ing Rejawinangun…

Sebagai tempat peristirahatan raja dan keluarga, Rejawinangun pernah dikunjungi dan “dinspeksi” seorang pejabat Belanda, yaitu Jan Greeve pada 5 hingga 15 Agustus 1788 M. Inspeksi dan kunjungan terhadap sarana dan prasarana yang dapat difungsikan sebagai pertahanan tersebut dilakukan bersamaan dengan benteng baluwarti Keraton.

Berdasarkan hasil identifikasi gugusan bangunan Pesanggrahan Rejawinangun terbuat dari batu bata tapa struktur kayu, seperti bangunan Pesanggrahan Tamansari yang berdinding tebal. Kompleks pesanggrahan itu terdiri atas pagar keliling dan bangunan pesanggrahan.

Lokasinya yang berseberangan langsung dengan Sungai Gajah Wong. Nah, air yang mengalir ke Situs Warungboto berasal dari sungai tersebut dengan memanfaatkan undak-undakan sungai.

Pesanggrahan Rejawinangun di sisi barat Sungai Gajah Wong terdiri atas bangunan inti yang berada di dalam pagar keliling sera terdapat ruang utama yang merupakan pusat kesakralan. Bangunan tersebut diindikasikan sebagai bangunan pengimaman. Selain itu terdapat dua buah kolam yang berbentuk bundar dan segi empat. Kedua kolam tersebut berdinding bata dengan perekat dan lepa.

Penelitian tentang Situs Warungboto telah dilakukan sejak zaman Belanda hingga masa pasca kemerdekaan. Pada tahun 1936, Oudheidkundige Dienst (OD) membuat peta gambar rekonstruksi serta mendokumentasikannya dalam bentuk foto. Kegiatan in selesai tahun 1937.

Kemudian, hasil pemetaan Oudheidkundige Dienst tahun 1936 tersebut ditindaklanjuti dengan kegiatan perbaikan darurat oleh Dienst der Zelbestuurweken te Jogjakarta (dinas pekerja Kotapraja) dengan petunjuk dari Oudheidkundige Dienst.

Setelah dilakukan perbaikan darurat tahun 1939 oleh Oudheidkundige Dienst maka tahun 1981 mulai diadakan peninjauan kembali terhadap kekunoan Situs Warungboto. Langkah itu dilakukan kaitannya dengan usaha pemeliharaan dan perlindungannya sebagai situs purbakala.

Hingga pasca gempa tahun 2006 dilakukan pemugaran. Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2006 semakin memperparah kerusakan dari sisa-sisa bangunan Pesanggrahan Rejawinangun yang masih ada. Namun sebagian sisa-sisa bangunan tersebut seperti bangunan pendapa, kolam bundar dan masjid secara parsial masih dapat dilestarikan.

Pemugaran dilakukan berulang kali secara bertahap. Tahun 2009 dilakukan pemugaran bagian pendapanya. Kemudian, pada tahun 2015 pada bagian depan yang terdapat bangunan pengimaman dengan kondisi memprihatinkan.

Lantas, di tahun 2016 rehabilitasi dilakukan di bangunan tengah yang terdapat kolam atau umbul, sayap sisi selatan, dan bangunan bertingkat sisi selatan serta pagarnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gua Langkob di Pangandaran, Cocok buat Petualangan di Akhir Pekan



Pangandaran

Menyambut libur panjang akhir pekan ini, saatnya kemasi ransel dan berpetualang ke Pangandaran. Keeksotisan gua Langkob menanti untuk dijelajahi.

Selain pantainya, wisatawan yang berkunjung ke Pangandaran, juga harus mencoba menjelajah gua Langkob. Gua ini bisa menjadi alternatif liburan yang menarik, terutama bagi para penggemar wisata alam dan petualangan.

Gua Langkob terletak di Desa Bangunkarya, Kecamatan Langkaplancar. Jaraknya sekitar 25 km dari Pangandaran, melalui Jalan Selasari, Parigi. Untuk mencapai Gua Langkob, disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena kendaraan umum hanya dapat mencapai Cibenda, Parigi.


Dari sana, wisatawan perlu mengambil jalan kanan menuju Kota Baru Pangandaran, melalui Jalan Selasari. Setelah tiba di perempatan, belok kanan ke Jalan Langkaplancar sejauh 5 km.

Kondisi jalan menuju Gua Langkob masih tergolong baik dan bisa dilalui berbagai jenis kendaraan. Saat ini, belum ada retribusi masuk untuk objek wisata ini.

Kepala Desa Bangunkarya, Yaya Suryana mengatakan gua Langkob adalah salah satu objek wisata desa di Kecamatan Langkaplancar, Pangandaran.

“Gua Langkob berasal dari kata ‘Lengkob’ yang berarti lembah. Konon, di dalam gua eksotis ini terdapat gamelan yang dapat digunakan masyarakat saat mengadakan perhelatan,” ujar Yaya belum lama ini.

Menurut Yaya, Gua Langkob dapat dinikmati sebagai wisata historis dan wisata alam bebas. Pengunjung bahkan bisa melakukan aktivitas berkemah di dalam goa.

“Wisata alam bebas di Gua Langkob akan menambah keseruan saat menyusuri bagian dalam gua. Di sana banyak spot foto yang menarik,” tambahnya.

Gua Langkob memiliki tiga mulut gua dengan ukuran yang bervariasi. Ada yang sepanjang 20-30 meter, satu lagi 100 meter, dan satu lainnya belum pernah diukur karena sangat dalam.

“Lubang ketiga konon adalah gua paling besar,” kata Yaya.

Aktivitas yang bisa dilakukan di Gua Langkob antara lain berkemah, swafoto, jelajah goa, dan caving.

“Jika ingin masuk ke dalam gua, disarankan meminta bantuan warga setempat yang menjadi pemandu karena memerlukan orang yang mengetahui situasi dan kondisi dalam gua,” kata Yaya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com