Category Archives: Domestik

Tenang dan Syahdu, Melawat ke Pemakaman Orang Belanda di Bandung



Bandung

Bagi pendamba ketenangan, berkunjung ke pemakaman orang Belanda alias Ereveld Pandu di Bandung sangat disarankan. Syahdu dan khidmat, itulah yang dirasakan.

Ereveld dalam bahasa Belanda berarti ‘ladang kehormatan’. Ereveld merujuk kepada kompleks pemakaman Belanda yang ada di Indonesia, umumnya menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para tentara Belanda yang gugur selama perang, terutama Perang Kemerdekaan di Indonesia.

Salah satu Ereveld di Indonesia adalah Makam Kehormatan Belanda Pandu di Bandung. Tempat ini menjadi saksi bisu bagi jasa para militer yang berdinas di Tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) dan Angkatan Darat Kerajaan Belanda.


Di Makam Kehormatan Belanda Pandu, terdapat beberapa monumen yang mencerminkan hubungan antara Bandung dan KNIL. Selain militer, di sini juga dimakamkan warga sipil yang meninggal di kamp-kamp konsentrasi Jepang di Bandung dan sekitarnya, serta korban yang gugur pada masa revolusi.

Ereveld Pandu merupakan salah satu dari dua Ereveld di Jawa Barat, selain Ereveld Leuwigajah di Cimahi. Kompleks ini menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi lebih dari 4.000 tentara Belanda yang gugur selama Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan Indonesia.

Selain tentara, terdapat juga beberapa warga sipil Belanda yang menjadi korban perang dan dimakamkan di sini.

“Sudah ada 4.000 ribuan yang dimakamkan di sini, dari berbagai kalangan dan agama. Namun, ada beberapa yang belum diberi nama karena masih menunggu hasil dari Pemerintah Belanda, soalnya di sini data-data yang dimakamkan benar-benar datanya jelas,” ucap penjaga makam Ereveld Pandu, Dedi, belum lama ini.

Dibangun pada tahun 1946, Ereveld Pandu memiliki luas sekitar 10 hektare dan terbagi menjadi beberapa blok berdasarkan agama dan kewarganegaraan.

Ereveld Pandu, komplek pemakaman Belanda di Bandung.Ereveld Pandu, komplek pemakaman Belanda di Bandung. Foto: Wisga Putra Julian/detikJabar

Kompleks ini ditata dengan sangat asri, dengan deretan batu nisan putih yang tertata rapi. Di bagian tengah terdapat sebuah monumen yang menjulang tinggi sebagai simbol penghormatan bagi para korban perang.

“Yang berkunjung ke sini biasanya anak SMA atau mahasiswa yang sedang mencari sejarah, banyak monumen juga di dalam sini yang dibangun untuk tugas mereka. Kalau keluarga, biasanya mengirim bunga pada waktu-waktu tertentu lewat web, jadi bisa request mau seperti apa,” lanjutnya.

Makam Ereveld Pandu buka setiap hari dari jam 07.00-17.00 WIB dan tidak memungut biaya masuk. Di setiap makam kehormatan Belanda terdapat pendopo, di mana para pengunjung bisa dengan tenang melihat daftar nama para korban dan informasi lainnya yang tersedia.

Seluruh karyawan di sini selalu siap membantu untuk menemukan makam yang dicari oleh traveler.

“Untuk mengunjungi Ereveld Pandu tinggal tekan bel saja, nanti saya atau penjaga lain akan membuka gerbang. Biasanya ada yang izin dulu ke kedutaan untuk masuk ke sini,” ujarnya.

Ereveld Pandu tidak hanya menjadi tempat peristirahatan bagi para korban perang, tetapi juga menjadi pengingat sejarah kelam masa penjajahan Belanda di Indonesia. Kompleks ini terbuka untuk umum dan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Bandung.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

4 Keunikan Kafe di Rumah Kuno Ndalem Pembayun Yogyakarta



Yogyakarta

Space Roastery 1890 yang dibuka April 2024 bukan tempat ngopi biasa. Berada di bangunan kuno, kafe itu mengenalkan sedotan ramah lingkungan.

Kafe dengan konsep unik bergaya klasik itu diresmikan pada 12 April 2024. Terbilang masih baru. Tetapi, justru karena kebaruannya itu, kafe tersebut menyuguhkan sejumlah oembeda.

Beralamat di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Lokasinya dekat dengan sebagian pusat Jogja seperti Plengkung Gading dan Alun-alun Kidul Yogyakarta, sehingga aksesnya begitu mudah ditemukan.


Berikut 4 pembeda Space Roastery 1890 :

1. Berada di Bangunan Berusia Satu Abad

Bangunan yang digunakan kafe ini memiliki arsitektur Jawa yang mencolok, bahkan sejak pengunjung menginjakkan kaki di area parkir. Bangunannya lawas dan ternyata merupakan bangunan warisan budaya yang sudah berusia lebih dari satu abad.

Space Roastery berada di Ndalem Pembayun yang dulu milik keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Nama 1890 diambil dari tahun berdirinya rumah tersebut. Selama 134 tahun, rumah ini telah beralih menjadi beragam fungsi, salah satunya dulu pernah menjadi toko game Dino. Warga Jogja generasi 80 hingga 90an pasti familiar dengan itu.

Dominasi warna hijau, kuning, dan coklat yang teduh dipadu dengan unsur modern yang tidak merusak ornamen aslinya. Bangunan ini sejatinya representasi dari bagian terdalam rumah Joglo yakni Omah Njero sebagai ruang keluarga. Di dalamnya juga ada senthong yang tidak diusik oleh Space Roastery karena ditutup oleh tirai di belakang meja bar barista.

2. Tasting Station

Jangan khawatir jika ragu dengan rasa kopinya, karena Space Roastery menjanjikan tasting station untuk traveler yang ingin mencicipi dulu rasa untuk filter coffee.

Di meja panjang itu, traveler dapat memilih rasa mana yang sesuai dengan lidah. Tidak perlu sungkan untuk meminta tolong barista mengarahkan. Jika sudah mantab, traveler bisa lanjut membeli kopi yang sesuai dengan selera.

3. Menu Unik di Space Roastery 1890

Space Roastery memang dikenal dengan signature kopinya, namun di gerai barunya ini mereka menyediakan menu tambahan unik tiada duanya di gerai lain.

Menu tersebut adalah kopi ronde dan wedang bajigur. Jika tidak ke 1890, traveler tidak akan menemukan menu serupa di gerai Space Roastery lainnya.

4. Sedotan ramah lingkungan dan edible

Space Roastery 1890 menjamin mutu sedotan untuk customernya ramah lingkungan dan bisa dimakan. Bahan dasar sedotan adalah tepung beras dan tepung jagung, sehingga biodegradable dan juga compostable.

Aman untuk dikonsumsi namun tidak mudah lunglai. meski setelah 30 menit terendam dalam minuman. Diproses lama selama 3-4 jam sog-resistant, traveler bisa memakannya jika sedotan sudah terasa lembek.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tempat Mencari Ketenangan dan Ketetapan



Gianyar

Tak hanya menjadi tempat suci, Pura Agung Gunung Raung di Desa Taro menyimpan kisah spiritual tentang perjalanan Maha Rsi Markandeya di Pulau Dewata. Konon, pura ini kerap digunakan buat mereka yang tengah bimbang membuat keputusan dan solusi.

Pura Agung Gunung Raung tak hanya menyajikan pura sebagai tempat suci agama Hindu, namun memasuki pura ini traveler akan diajak untuk menjelajah kembali perjalanan Rsi Markandeya di Bali. Markandeya merupakan sosok di balik berdirinya Desa Taro, desa tertua di Bali.

Traveler bisa menemukan beberapa bangunan suci yang masih alami, tanpa sentuhan cat satu pun.


Pura Agung Gunung Agung, Desa Taro, Gianyar, BaliPura Agung Gunung Agung, Desa Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berikut tentang Pura Agung Gunung Raung

1. Sejarah Pura Agung Gunung Raung

Sejarah pura yang agung di Desa Taro ini berawal dari abad ke-7, ketika Maha Rsi Markandeya melakukan perjalanan dari India. Maha Rsi Markandeya melintasi Jawa Timur dalam rangka menyebarkan ajaran Hindu ke Pulau Bali.

Ketika Maha Rsi Markandeya menetap di Gunung Raung, Jawa Timur, beliau melihat sinar suci dari arah timur dan menelusuri sumber cahaya. Ternyata sinar suci tersebut berasal dari sebuah pohon. Rsi Markandeya melihat bahwa pohon yang bersinar itu ternyata adalah tengah-tengahnya Pulau Bali.

Rsi Markandeya melakukan perabasan hutan hingga mendirikan sebuah pura bernama Pura Sabang Daat. Dari pura ini, Rsi Markandeya melihat ke arah selatan dan melakukan pemetaan untuk daerahnya.

“Pohon yang menyala itu, Rsi Markandeya itu memutuskan bahwa pohon itu terletak di tengah-tengahnya Pulau Bali. Akhirnya beliau melakukan perabasan hutan hingga mendirikan pura yang bernama Pura Sabang Daat,” ujar Ardika.

“Dari Pura Sabang Daat itu, beliau mececingak atau melihat ke arah selatan yang sekarang dikenal dengan Amunduk Taro. Beliau memetakan dan memikirkan dimana yang cocok untuk hutan, pemukiman, dan pertanian,” Ardika menambahkan.

Kedatangan pertama Rsi Markandeya ke Pulau Bali mengalami kegagalan karena banyak pengikutnya yang tewas akibat terserang penyakit dan binatang buas. Akhirnya Rsi Markandeya kembali melakukan semedi di Gunung Raung, hingga mendapatkan wahyu untuk menanam ‘panca datu’ di Giri Tohlangkir, yang sekarang dikenal dengan Pura Basukian.

Setelah melakukan penanaman Panca Datu, Rsi Markandeya kembali ke Amunduk Taro untuk melakukan perabasan hutan, membuat sistem irigasi, dan membuat sistem desa adat.

Tempat Rsi Markandeya untuk melakukan sangkep atau musyawarah itulah yang menjadi Pura Agung Gunung Raung. Di pura ini terdapat balai panjang yang bernama Balai Agung, sebagai tempat untuk mengambil keputusan penting tentang Bali.

Nama Gunung Raung sendiri diambil dari gunung tertinggi di Jawa Timur, menggambarkan asal Maha Rsi Markandeya yang pernah tinggal di sana sebelum melanjutkan perjalanannya ke Bali dan menetap di desa Taro.

“Penamaan Gunung Raung ini karena perpindahan Rsi Markendya yang membawa semua perlengkapannya dari Gunung Raung dan saat itu gunung yang tertinggi adalah Gunung Raung yang juga tempat Rsi Markendya tinggal sebelumnya,” kata Ardika.

2. Keunikan Pura Agung Gunung Raung

Tak hanya sebagai tempat suci Agama Hindu, Pura Agung Gunung Raung juga menyimpan sejarah spiritual Bali. Menurut Ardika, Pura Gunung Raung memiliki beberapa keunikan.

Sebelum memasuki pura ini, traveler akan melihat ‘titi gonggang’ yang berguna untuk menetralisir keinginan dan sifat buruk sebelum memulai persembahyangan.

Pura Agung Gunung Raung juga memiliki empat pintu masuk yang terletak di timur, utara, selatan, dan barat yang menandakan bahwa pura ini berada di tengah-tengah. Biasanya umat Hindu yang melakukan persembahyangan menghadap ke timur, sedangkan di pura ini persembahyangan menghadap ke barat.

“Sembahyang di pura ini unik karena menghadap ke barat, kalau biasanya kan menghadap ke timur atau utara. Karena padmasana di pura ini terletak di tengah, kemanapun arahnya itu tetap menghadap ke padmanasa,” ujar Ardika.

Keunikan Pura Agung Gunung Raung juga terletak dari desain dan arsitekturnya. Menurut Ardika, pembangunan pura ini sama sekali tidak menggunakan pewarna atau cat. Bangunan pura ini terlihat alami menggunakan kayu dan batu saja.

Memasuki pura, traveler juga bisa menemukan beberapa peninggalan sejarah. Contohnya seperti kulkul atau kentongan yang terbuat dari tangkai bunga selegui yang berukuran raksasa. Dipercaya, tangkai bunga itu jatuh di Pura Agung Gunung Raung dan berasal dari pohon yang ditebang di Pulau Jawa. Traveler juga bisa menemukan sebuah patung dari Ida Rsi Markandeya.

Menurut Ardika, Pura Agung Gunung Raung dipercaya sebagai pura untuk mencari solusi, bahkan masih dipercaya hingga saat ini.

“Kalau di pura ini dipercaya sebagai pura mencari solusi. Pura ini merupakan pasraman Rsi Markandeya dan setiap memutuskan hal besar pasti sembahyang di pura ini. Bahkan, saat sekarang pun warga kami kalau sangkepnya tidak mendapatkan solusi, pasti sembahyang dan mengambil keputusan di sini,” tutur Ardika.

3. Lokasi dan Harga Tiket Masuk Pura Agung Gunung Raung

Pura Agung Gunung Raung berlokasi di Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Traveler yang ingin masuk ke dalam pura tak dikenakan tiket, melainkan traveler bisa memberikan donasi atau dana punia.

Untuk masuk, traveler juga diharapkan mematuhi beberapa aturan. Tidak sedang haid atau datang bulan, wajib menggunakan pakaian adat Bali, dan wajib ada izin dari pemuka agama. Traveler yang tak memiliki pakaian adat Bali, bisa melakukan penyewaan pakaian adat di sekitar pura.

Andika juga menuturkan beberapa pantangan yang tak boleh dilakukan di Pura Agung Gunung Raung yaitu wanita yang sedang hamil dan anak-anak yang belum tanggal gigi tidak boleh masuk melalui pintu timur.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini Sidihoni, Danau Cantik di Atas Danau Toba



Medan

Siapa sangka, di atas danau Toba masih ada danau lagi yang tak kalah cantiknya. Namanya danau Sidihoni. Mari lihat lebih dekat penampakannya.

Pulau Samosir yang berada persis di atau Danau Toba, ternyata punya sebuah danau bernama Sidihoni. Sidihoni merupakan danau yang berada di atas danau.

Danau Sidihoni dikenal memiliki pemandangan alam yang memukau dan suasana yang sejuk, dan menawarkan daya tarik tersendiri yang jarang ada di tempat lain.


Lokasi Danau Sidihoni

Danau Sidihoni terletak di Pulau Samosir yang berada di tengah Danau Toba, tepatnya di Kecamatan Ronggur Ni Huta, Kabupaten Samosir, Sumatera utara.

Danau ini merupakan salah satu dari dua danau di Pulau Samosir, yang lainnya adalah Danau Aek Natonang. Danau Sidihoni memiliki air yang jernih dan suasana yang tenang, dikelilingi oleh perbukitan hijau yang menambah pesona alamnya.

Danau SidihoniDanau Sidihoni Foto: Yuliana Kristianti/ d’travelers

Pemandangan di sekitar danau sangat memukau, dengan latar belakang pegunungan yang menjadikannya tempat ideal untuk bersantai dan menikmati keindahan alam.

Di sekitar Danau Sidihoni, terdapat padang rumput hijau yang luas dan perbukitan landai. Ditumbuhi tanaman pinus menambah keindahan alamnya. Danau ini menyuguhkan pemandangan alam yang sangat nyaman, sunyi, tenang, dan asri.

Asal-usul Danau Sidihoni

Berdasarkan informasi dari buku Jejak Wisata Dokter part 2 karya Delfitri Munir, dahulu Danau Sidihoni merupakan kawasan hutan dan rawa-rawa. Hal ini dikarenakan pohon-pohon yang ada terus ditebangi, sehingga membuat tanah di sekitarnya longsor.

Seiring waktu, wilayah tersebut berubah menjadi cekungan yang terisi air hingga menjadi danau seperti saat ini.

Walaupun dasar danau cukup dalam, Danau Sidihoni pernah mengalami kekeringan selama musim kemarau.

Dari cerita yang beredar di masyarakat, dulunya danau ini bisa berubah warna. Perubahan warna danau disebabkan oleh ragam fenomena, tergantung keadaan lingkungannya.

Keunikan Danau Sidihoni

Keunikan utama Danau Sidihoni adalah lokasinya yang berada di atas danau juga yaitu Danau Toba. Hal ini membuat Sidihoni mendapat julukan “Danau di Atas Danau”.

Dikutip dari sumber yang sama, Danau Sidihoni dianggap berada di atas danau Toba karena terletak di Pulau Samosir dengan ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut.

Sedangkan Danau Toba berada pada ketinggian 900 meter di atas permukaan laut. Danau Sidihoni memiliki luas kawasan kurang lebih 5 hektar.

Walaupun luasnya jauh lebih kecil dibandingkan Danau Toba, dasar danau yang cukup dalam membuat pengunjung tidak boleh mandi di sini.

HTM dan Fasilitas Danau Sidihoni

Harga tiket masuknya sekitar Rp 5 ribu per orang. Terdapat beberapa fasilitas yang tersedia seperti tempat parkir, kamar mandi, warung makan, dan homestay. Wisatawan juga dapat menyewa perahu dari penduduk setempat untuk menjelajahi danau.

Cara Menuju ke Danau Sidihoni

Berdasarkan informasi dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT), rute ke Danau Sidihoni dapat dicapai melalui beberapa jalur berbeda.

Traveler bisa menempuh jalur darat via Tele menuju jalan lintas Pangururan-Ronggur Ni Huta-Tomok. Jika dari Muara Tapanuli Utara, pengunjung bisa menggunakan KMP Muara Putih yang menuju Samosir dan berlabuh di Dermaga Sipinggan di Kecamatan Nainggolan sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Pangururan.

Alternatif lainnya, dari Kabupaten Toba menggunakan feri reguler yang berlabuh di Kecamatan Onan Runggu. Disarankan untuk melintasi Simanindo-Ambarita-Tomok.

Jika dari Muara Tapanuli Utara, pengunjung dapat naik KMP Muara Putih yang menuju Samosir dan berlabuh di Dermaga Sipinggan di Kecamatan Nainggolan.

Jika dari Kabupaten Toba, terdapat dua opsi yang tersedia: pertama, menggunakan feri reguler yang berlabuh di Kecamatan Onan Runggu. Alternatif kedua dari Dermaga Ajibata menuju Tomok-Ambarita.

Selain itu, pengunjung juga dapat memilih dari Kabupaten Simalungun dengan berangkat dari Pelabuhan Tiga Ras di Dermaga Simanindo.

Bagi yang ingin menikmati keindahan Pulau Samosir, pengunjung dapat mengambil rute dari Tomok. Kemudian naik perlahan mengikuti jalan lingkar Samosir yang berkelok-kelok, sambil menikmati pemandangan panorama Danau Toba.

Setelah mencapai Desa Parmonangan, pengunjung dapat langsung masuk ke simpang Ronggur ni Huta yang merupakan jalur alternatif menuju Pangururan.

——-

Artikel ini telah naik di detikSumut.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Ada Ragam Event di Agrowisata Tamansuruh Banyuwangi Pekan Ini, Apa Saja?



Jakarta

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan destinasi wisata Agrowisata Tamansuruh (AWT) Banyuwangi menghadirkan beraneka ragam event menarik. Khusus di pekan ini, 26 Juni hingga 7 Juli 2024, destinasi wisata yang berada di Lereng Gunung Ijen ini menyajikan atraksi wisata paket lengkap mulai dari seni budaya, arsitektur, fashion, edukasi, pertanian, olahraga, dan lainnya.

“Mengunjungi AWT pekan ini kita akan berwisata paket lengkap. Banyak atraksi wisata yang disajikan. Ada pertunjukan seni budaya, pameran arsitektur, hingga pameran lukisan yang dihadirkan di sebuah wisata alam dengan panorama Gunung Ijen,” kata Ipuk Fiestiandani dalam keterangan tertulis, Rabu (26/6/2024).

Dia mengatakan selain disuguhkan aneka atraksi, pengunjung bisa menikmati suasana Agrowisata Tamansuruh yang merupakan destinasi wisata berbasis pertanian di lahan seluas 10,5 hektar. Pengunjung bisa menikmati udara segar khas pegunungan sambil melihat hamparan berbagai aneka tanaman bunga beraneka warna serta sayuran yang menyegarkan mata. Hal itu diungkapkan olehnya saat membuka Sepekan di AWT, hari ini.


“Terletak di lereng Gunung Ijen, tepatnya di di Desa Tamansuruh, Kecamatan Glagah, destinasi yang telah direvitalisasi dengan dukungan Kementerian PUPR itu menyuguhkan pemandangan pegunungan Ijen dan Selat Bali dari ketinggian sekitar 450 mdpl. Eksotisme pemandangan tersebut bisa dirasakan saat pengunjung berada di aula besar yang dikelilingi kolam air di tengah kawasan tersebut,” jelasnya.

Agrowisata Tamansuruh BanyuwangiAgrowisata Tamansuruh Banyuwangi Foto: Pemkab Banyuwangi

Dia mengatakan revitalisasi AWT mengusung konsep Desa Osing. Sebuah desa wisata yang menyuguhkan keotentikan budaya asli Suku Osing yang merupakan masyarakat asli Banyuwangi. Nuansa khas otentisitas budaya Osing sangat terasa. Gugusan Rumah Osing yang dikelilingi taman bunga menghiasi kawasan tersebut.

Selain untuk kegiatan pertanian, AWT juga menjadi tempat bagi berbagai kegiatan lain. Ipuk menyebutkan bahwa acara Jagoan Banyuwangi juga sempat dilaksanakan di lokasi ini.

“Tempat ini tidak hanya untuk kegiatan pertanian, tetapi juga ada kegiatan lain,” jelasnya.

Dia mengatakan AWT dapat menjadi tempat untuk seminar dan kegiatan lainnya.

“Jadi AWT ini dijadikan tempat kegiatan lain, seperti seminar atau lainnya bisa,” tutur.

Agrowisata Tamansuruh BanyuwangiAgrowisata Tamansuruh Banyuwangi Foto: Pemkab Banyuwangi

Menurutnya, AWT dirancang untuk menjadi lokasi multifungsi yang dapat mendukung berbagai kegiatan masyarakat Banyuwangi. Kehadiran tempat tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi semua pihak.

“Mudah-mudahan tempat ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Sebagai informasi sepekan di AWT juga diwarnai Festival Arsitektur Nusantara (FAN) 2024, yang menampilkan desain arsitektur dengan tema ‘Arsitektur dan Air’ karya desainer lokal hingga nasional.

Selain itu, turut dimeriahkan beragam acara seperti Fashion Show Batik dan Recycle (26 Juni), Presentasi Kostum BEC (27 Juni), Cosplay Show dan Sketsa on The Spot (30 Juni), Digital Library (1-5 Juli), Ngopi Bareng Pemuda (2 Juli), Senam Zumba (6 Juli), dan Workshop (7 Juli). Ada pula layanan Adminduk bagi warga oleh Dinas Kependudukan.

Sepekan di Agrowisata Tamansuruh dibuka mulai pukul 08.00-21.00 WIB setiap hari, dan tidak dipungut biaya.

(anl/ega)



Sumber : travel.detik.com

Taman Hutan Kota Penjaringan Peredam Sengatan Matahari dan Kusut Truk Raksasa



Jakarta

Ruang terbuka hijau bisa sedikit menyejukkan saat matahari menyengat tanpa ampun. Salah satunya ada di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara.

Taman Hutan Kota Penjaringan terletak di kawasan yang panas menyengat oleh matahari dipadu lalu-lalang truk-truk besar. Belum lagi debu jalan yang membuat tak nyaman berlama-lama di jalanan tersebut, hutan kota itu bak oase di tengah gurun.

detikTravel merasakan langsung keteduhan taman itu setelah menerjang panasnya Jakarta Utara dengan debu jalanan, Rabu (26/6/2024).


Hutan Kota Penjaringan ini luasnya sekitar 135.000 meter persegi ini jadi magnet untuk warga sekitar. Juga, bagi pengguna jalanan yang butuh istirahat sejenak.

Selain bisa sebagai tempat ngadem, bermain atau bersantai, Hutan Kota Penjaringan itu juga jadi tempat untuk berolahraga. Dengan luas yang dimiliki hutan kota ini cukup untuk bermandikan keringat jika mengelilingi berkali-kali, dan yang menjadikannya nyaman adalah udara serta cuaca di hutan kota ini begitu bersahabat.

Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraTaman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ya saya cukup sering jalan di sini karena nggak jauh juga dari rumah,” kata Lidya sembari berjalan.

Walaupun di jalanan begitu terik namun ketika berada di dalam hutan kota ini tidak terasa begitu menyengat, pepohonan yang rimbun dan tinggi menjulang lah yang menjadi penangkalnya. Dengan banyaknya masyarakat yang jogging atau jalan santai, di area lain dengan hamparan rumput yang luas anak-anak dengan serunya bermain sepakbola.

Pemandangan itu mengingatkan pada zaman dulu, anak-anak bermain bola di sore hari merupakan aktivitas lumrah dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak setelah pulang sekolah.

“Gocek gue kalau bisa sini!,” teriak salah satu anak.

Warga menikmati tempat itu dengan cara beragam. Ada yang menggelar tikar, duduk-duduk di atas rumput, bahkan ada yang sambil berkaraoke.

Suasana Hutan Kota Penjaringan ini memang begitu nyaman dan sangat mendukung untuk hanya sekadar menurunkan tensi badan dan pikiran.

Sembari berkeliling, ternyata hutan kota itu memiliki labirin yang bisa untuk saat berkunjung ke sini. Labirin tersebut dibuat dari deretan pohon pucuk merah, walaupun tak begitu menantang karena masih terdapat celah di antara deretan pohonnya tapi cukup untuk membuat senang.

Saat masuk ke dalam labirin tak ada rintangan serius, meski tetap harus mencari jalan keluar yang benar tapi kita bisa menembus celah dari pepohonan jika jalannya buntu. Selesai dengan labirin itu, tak jauh dari taman labirin terdapat bangunan menara pengawas yang tinggi.

Masyarakat tak hanya bersantai di bawah pohon saja ternyata, di atas menara pengawas juga terdapat beberapa remaja yang tengah asyik duduk-duduk. Hal itu janganlah ditiru karena berbahaya, lebih baik bersantai di bawah saja walaupun di atas sana bisa melihat sudut pandang yang lebih luas.

Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta UtaraAnak-anak bermain bola di Taman Hutan Kota Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Bagi pengunjung yang haus atau lapar, jangan khawatir di pinggiran hutan kota ini juga terdapat warung-warung kecil yang menjual berbagai minuman dan makanan. Jadi tempat ini begitu komplet, secara fasilitasnya pun terdapat toilet dan juga mushola di dekat pintu masuk hutan kota.

Dan yang paling membuat semakin ingin berlama-lama di Hutan Kota Penjaringan yakni adanya Wifi gratis. Walaupun jangkauan sinyalnya hanya 50 meter dari titik pusat tapi cukup berguna untuk berselancar di media sosial.

Hutan Kota Penjaringan ini buka setiap hari dari sejak pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Dan letaknya di Jalan Kepanduan II, Penjaringan, Jakarta Utara, tentunya untuk masuk ke hutan kota ini kamu sama sekali nggak perlu ngeluarin uang alias gratis.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menelusuri Jejak Kejayaan Rempah Nusantara di Museum Bahari



Jakarta

Indonesia sohor dengan kekayaan rempah-rempah di masa lalu sampai-sampai menjadi buruan negara-negara Eropa. Jejak itu ada di Museum Bahari.

Bangunan sejarah yang menjadi saksi bisu kejayaan rempah-rempah nusantara adalah Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara. Bangunan tersebut dulu merupakan gudang penyimpanan rempah-rempah dan dibangun oleh seorang arsitek asal Belgia bermana Jacques de Bollan.

“Museum Bahari dulunya itu adalah gudang rempah-rempahnya VOC dan dibangunnya itu tahun 1652. Tapi dulunya itu bentuknya tidak seperti ini, bentuknya itu hanya rumah bertingkat biasa terus mulai dibangun sepanjang ini itu 1718 dan itu bertahap serta bisa dilihat dari pintu-pintu di Museum Bahari,” kata Educator Museum Bahari, Dita Amelia, kepada detikTravel, Rabu (26/6/2024).


Di kawasan gudang rempah ini terdapat beberapa bangunan dan bangunan utama gudang rempah ini dari tiga lantai. Setiap lantai gudang penyimpanan itu memiliki fungsinya masing-masing, lantai pertama sebagai tempat penyimpanan rempah, lantai dua untuk pengemasan rempah-rempah, dan lantai ketiga dipakai untuk tempat menjemur rempah-rempah.

Dan sebagian besar bangunan di Museum Bahari ini masih serupa dengan masa lalu, material kayu yang ada pun masih kokoh. Dita menjelaskan kalau bangunan ini masih sama dengan saat masih berjaya. Ia juga menerangkan ada dua jenis kayu yang dipakai sebagai material rangka untuk bangunan ini.

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Ini bangunan masih sama kaya dulu, ada beberapa yang dari kayu ulin dan beberapa dari kayu jati. Kayu ulinnya itu dari Kalimantan dan jatinya itu dari daerah Jatinegara,” kata dia.

Ia pun mengatakan hal unik tentang jalan-jalan di kawasan Jakarta yang menggunakan nama perkebunan. Ya, karena dahulu saat Belanda menduduki Nusantara banyak perkebunan seperti seperti kebun kacang, kebun jeruk, kebun sirih dan masih banyak lagi.

Sembari berjalan mengelilingi tiap sudut di museum ini, Dita terus memberikan informasi tentang sejarah dari bangunan ini sejak awal hingga menjadi museum. Lalu diselingi dengan cerita tentang bangunan yang dipakai sebagai gudang rempah.

“Dulu rempah-rempahnya itu kebetulan dari seluruh Nusantara itu dikirimnya ke sini, ada lada hitam, cengkeh, biji pala, terus ada kayu manis, kembang lawang, ada cabe Jawa, jinten. Tapi yang paling populer dicari sama bangsa Eropa itu ada empat rempah-rempah yaitu lada hitam, biji pala, cengkeh, dan kayu manis,” ujar Dita.

“Rempah-rempah satu kilogramnya itu sebanding dengan satu batang emas, macam-macam semua rempah-rempah itu sekilo sebanding dengan satu batang emas. Itulah kenapa kita dijajah karena harga (rempah) yang mahal dan fungsinya yang banyak,” sambung dirinya.

Di salah satu ruangan juga terdapat pajagan rempah-rempah yang menjadi komoditas pada zaman dulu hingga kini. Menurut Dita ruangan itu sebagai informasi juga kepada pelajar yang belum tahu tentang rempah-rempah dan menariknya rempah-rempah tersebut merupakan rempah-rempah asli bukan imitasi jadi ketika berada di dekat ruangan dan tentunya di dalam ruangan tersebut semerbak wangi rempah langsung menusuk hidung.

Museum Bahari di Penjaringan, Jakarta UtaraMuseum Bahari di Penjaringan, Jakarta Utara (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Sejarah yang menarik yang dimiliki oleh Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman dan melimpahnya variasi rempah. Sebagai informasi, setelah perginya Belanda dari tanah yang kaya itu masuklah Jepang dan mengganti fungsi gudang rempah ini sebagai gudang logistik tentara Jepang.

“Terus pas kita merdeka ini dijadikan sebagai gudang dari kantor PLN dan pas zaman Gubernur Ali Sadikin itu 1977 tanggal tujuh bulan tujuh, baru diresmikan sebagai cagar budaya yaitu Museum Bahari. Dan kenapa diresmikan sebagai Museum Bahari karena letak bangunannya itu dekat dengan laut, di mana bahari itu artinya kelautan dan kita juga letaknya dekat dengan Pelabuhan Sunda Kelapa,” kata Dita.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

15 Tempat Wisata di Sentul yang Cocok Untuk Liburan Keluarga


Jakarta

Sentul merupakan salah satu kawasan di Bogor yang terkenal akan pemandangannya yang indah mulai dari hamparan sawah, perbukitan, hingga panorama gunung yang menakjubkan.

Kawasan Sentul bisa dibilang menjadi salah satu kawasan wisata favorit untuk liburan keluarga. Sentul menawarkan destinasi wisata yang lengkap mulai dari wahana permainan hingga wisata alam. Akses lokasinya yang tidak terlalu sulit juga mungkin menjadi salah satu alasan mengapa Sentul ramai dikunjungi untuk liburan keluarga.

Nah belum ada tujuan untuk berwisata keluarga? Padahal waktu libur panjang sebentar lagi tiba. Tidak usah bingung-bingung, mungkin 15 tempat wisata di Sentul ini bisa jadi pilihan.


Rekomendasi Tempat Wisata di Sentul

1. Taman Budaya Sentul City

Destinasi wisata keluarga pertama yang bisa menjadi pilihan adalah Taman Budaya Sentul City. Tempat ini memiliki paket liburan yang lengkap untuk berwisata di akhir pekan.

Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dengan ibu kota, beragam aktivitas seru, wisata edukatif, berbagai kuliner lezat, hingga wisata alam yang menyegarkan bisa kamu temukan di satu tempat wisata ini.

Pokoknya berbagai wahana menarik mulai dari permainan tali, offroad, panahan, dan semua wahana retail yang ada di zona permainan wajib kamu coba bersama keluarga ketika berkunjung ke Taman Budaya Sentul City. Setelah lelah beraktivitas kamu juga wajib mencoba kuliner street food lezat di sana.

  • Harga Tiket Masuk : Gratis (bayar wahana di dalam)
  • Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Lokasi : Jalan Siliwangi Nomor 1, Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Eco Art Park Sentul

Eco Art Park Sentul City merupakan salah satu destinasi wisata yang populer di Sentul. Kamu dapat melakukan beberapa aktivitas ringan seperti jogging, berfoto, dan bersantai bersama keluarga atau teman.

Kemudian yang menjadi daya tarik dari Eco Art Park Sentul City adalah karya seni patung mulai hewan dan manusia dengan volume tubuh yang besar. Pokoknya kalau kamu datang ke sini kamu bisa menikmati udara segar dan berbagai karya seni yang mengagumkan.

  • Harga Tiket Masuk : Gratis
  • Jam Operasional : 10.00 – 22.00 WIB
  • Lokasi : Cipambuan, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

2. Sawah Segar Sentul

Sawah Segar SentulFoto: dok. Sawah Segar Sentul/Instagram

Pemandangan sawah hijau, udara yang menyegarkan, dan kuliner yang lezat dipadu menjadi satu pada sebuah tempat pariwisata bernama Sawah Segar Sentul.

Dilansir dari laman Instagram Sawah Segar Sentul (27/6/2024), Sawah Segar Sentul menyediakan menu makanan Sunda-Betawi hingga beberapa makanan western. Adapun makanan favorit disini adalah gurame bakar dan ayam pecak. Kapan lagi makan makanan lezat di tempat yang estetik dipadu dengan pemandangan dan udara yang menyegarkan. Dijamin kamu dan keluarga akan betah berlama-lama disini.

  • Jam Operasional: Weekdays : 09.00 – 18.00 WIB, weekend : 08.00 – 18.00 WIB
  • Lokasi : Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

4. Hutan Hujan Sentul

Trekking Hutan Hujan SentulTrekking Hutan Hujan Sentul Foto: Grandyos Zafna/detikcom

Wisata keluarga yang bisa kamu datangi di sentul selanjutnya adalah wisata bertema alam yaitu Hutan Hujan Sentul.

Dilansir dari laman internet Hujan Hutan Sentul (27/6/2024) Hutan Hujan Sentul menempati area hutan pinus seluas 26 hektar yang berlokasi di Kampung Cigobang, Desa Karang Tengah, Sentul, Kabupaten Bogor. Dengan pemandangan hamparan sawah serta hijaunya Hutan Pinus, tempat ini menghadirkan suasana sejuk dan damai.

Berbagai kegiatan dapat dilakukan di sini, seperti trekking, bersepeda di dalam hutan, menikmati hijaunya tanaman padi dan kebun bunga, mencicipi makanan dari Resto Lumbung Padi, atau menyeruput kopi di Kedai Bawah Pohon Kopi.

  • Harga : Mulai dari Rp 85.000
  • Jam Operasional : 06.00 – 18.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Babakan Madang Sukamakmur, Kampung Cigobang, Central Karang, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

5. JungleLand Adventure Theme Park

JungleLand Sentul kembali beroperasi pada hari Jumat ini (17/12/2021).Foto: Syanti Mustika

Dilansir dari laman resmi Bakrie Land (27/6/2024) Jungle Land Adventure Theme Park adalah salah satu taman bermain wahana terbesar di Indonesia yang berlokasi di Sentul.

Berada di kawasan sejuk Gunung Pancar, Kawasan ini terbagi dalam 5 (lima) zona yaitu Carnivalia, Tropicalia, Mysteria, Eksplora, dan Downtown. Adapun wahana yang baru ada di Indonesia seperti Air Race, Hydrolift, Bloat Blaster dan Disc’O. Pokoknya JungleLand Adventure Theme Park merupakan tempat wisata dengan wahana terbanyak di Indonesia yang wajib kamu coba bersama keluargamu.

  • Harga Tiket Masuk: Weekday : Rp 155.000, weekend : Rp 175.000
  • Jam Operasional: Weekday : 10.00 – 17.00 WIB, weekend : 09.00 – 18.00 WIB
  • Lokasi : Kawasan Sentul Nirwana, Jl. Jungle Land No.1, Karang Tengah, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

6. Taman Fathan Hambalang

Taman Fathan HambalangFoto: Luthfi Hafidz/detikcom

Taman Fathan Hambalang adalah sebuah destinasi wisata di kawasan Hambalang, Bogor, yang pernah viral di media sosial. Tempat ini menawarkan konsep wisata yang sempurna, dengan berbagai aktivitas menarik seperti wisata kuliner, spot foto menarik, dan tempat nongkrong yang seru.

Bersama keluarga, kamu bisa menikmati wisata kuliner yang lengkap dengan harga terjangkau. Menu yang tersedia adalah ayam geprek, ayam bakar, bakso, pempek, dimsum, rujak, serta makanan western dengan harga terjangkau.

  • Harga Tiket Masuk = Rp 5.000
  • Parkir Motor = Rp 5.000
  • Parkir Mobil = Rp 10.000
  • Jam Operasional: Hari Senin – Jumat buka pukul 11.00-21.00 WIB, khusus hari Kamis buka pukul 11.00-19.00 WIB, hari Sabtu dan Minggu buka pukul 09.00-21.00 WIB
  • Lokasi : Desa Hambalang, Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
Wisata Gunung CiungFoto: Wisata Gunung Ciung/Instagram

7. Gunung Ciung

Gunung Ciung merupakan salah satu gunung yang ada di Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. Dilansir dari Wisata Alam Gunung Ciung (27/6/2024), Gunung Ciung menawarkan view alam yang indah, tempat pemandian Leuwi Ciung dengan air jernih dan segar, dan bisa sambil belajar mengenal dan mengelola tanaman pertanian.

Gunung Ciung memiliki ketinggian 950 mdpl (puncak) dan 720 mdpl untuk area camping. Dan saat ini di area camping sudah bisa menampung 30 tenda. Treknya yang cuma 1 jam dengan jarak pendakian 1,5 km, Gunung Ciung cocok untuk pendaki gunung pemula atau buat kamu yang ingin mendaki bersama keluarga. Bahkan di sana terdapat fasilitas saung yang menyediakan makanan dan minuman ringan.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 5.000
  • Jam Operasional : 24 Jam
  • Lokasi: Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

8. Curug Leuwi Hejo

Bermain Air Di Segarnya Aliran Sungai Curug Leuwi HejoCurug Leuwi Hejo (Luthfi hafidz/detikcom)

Curug Leuwi Hejo merupakan kolam renang dengan air terjun yang airnya jernih alami. Leuwi Hejo sendiri memiliki beberapa curug atau air terjun yaitu Curug Leuwi Hejo, Curug Leuwi Lieuk, Curug Leuwi Ciung, Curug Leuwi Cepet dan Curug Baliung.

Semua curug di sana memiliki warna air biru menyegarkan dan mengalir melalui tebing-tebing yang indah. Bahkan saking indahnya orang-orang menyebut tempat ini sebagai Green Canyon Bogor. Kedalaman kolam dari Curug Leuwi Hejo bervariatif mulai 2 meter hingga 10 meter. Tempat ini sangat cocok untuk berakhir pekan bersama keluargamu.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 15.000
  • Jam Operasional : 08.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Jalan raya janggelen sentul, Cibadak, Kec. Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

9. Taman Wisata Alam Gunung Pancar

Ini wujud kolam air panas private di Gunung Pancar, Bogor.Foto: Andhika Prasetia

Tempat wisata yang cocok untuk liburan keluarga di Sentul selanjutnya adalah TWA (Taman Wisata Alam) Gunung Pancar. Suasana lokasi wisata TWA Gunung Pancar sangat sejuk dan asri dengan banyak pepohonan pinus yang rindang. Di sekitar kaki gunung Pancar inilah biasa dilakukan banyak kegiatan.

Mengutip dari website Gunung Pancar (27/6/2024), TWA Gunung Pancar bisa dilakukan untuk camping, trekking, glamping, outbound team, hingga prewedding. Pokoknya kamu dan keluarga wajib mencoba udara segar dan keseruan yang ada di TWA Gunung Pancar.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 5.000
  • Parkir Motor : Rp 5.000
  • Parkir Mobil : Rp 10.000
  • Jam Operasional : 07.00 – 17.00 WIB
  • Lokasi: Desa Karang Tengah, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

10. Rafting Kalibaru

Destinasi wisata keluarga selanjutnya juga tak kalah seru yaitu Rafting Kalibaru. Dilansir dari laman internet Rafting Kalibaru (27/6/2024) sesuai namanya, kamu bersama keluarga atau temanmu akan rafting menggunakan perahu karet untuk menyusuri sungai Kali Baru.

Selain rafting, pihak pengelola juga menyediakan river tubing yaitu menyusuri sungai dengan ban pelampung, paket outbound, dan riverboarding yaitu menyusuri sungai dengan papan. Tidak usah diragukan lagi keseruan melakukan Rafting Kalibaru. Traveler dan keluarga juga tidak usah khawatir karena standar keselamatan di sini adalah yang utama. Jadi pengunjung hanya tinggal menikmati keseruannya.

  • Harga Paket : Mulai dari Rp 175.000
  • Jam Operasional : 06.00 – 18.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Sukaraja No.15, Sukaraja, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

11. Kampoeng Koneng

Kampoeng KonengFoto: KampoengKoneng/Instagram

Wisata keluarga di Sentul selanjutnya yang bisa menjadi pilihan adalah wisata kuliner yaitu Kampoeng Koneng. Cita rasa yang disajikan pada kuliner di tempat ini sudah tidak bisa diragukan lagi.

Dilansir dari website Kampoeng Koneng (27/6/2024), Kampoeng Koneng menyajikan menu-menu masakan khas kampung. Restoran keluarga ini dapat menjadi tujuan utama bagi yang rindu akan masakan leluhur nusantara. Selain masakan yang lezat, Kampoeng Koneng juga memiliki susana desa yang sejuk dan asri. Di sana juga terdapat playground untuk anak-anak sehingga si kecil juga pasti akan senang jika diajak kesana.

  • Jam Operasional : 09.00 – 17.00 WIB
  • Lokasi : Sentul, Bojong Koneng, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

12. The Bamboo Villa Sentul

The Bamboo Villa Sentul merupakan penginapan asri bernuansa pedesaan yang ada di sentul. Tempat ini sangat cocok untuk berwisata keluarga di akhir pekan karena selain menginap di rumah yang unik, pengunjung juga bisa menikmati berbagai wahana lain seperti flying fox, memetik buah, arung jeram, hingga paintball.

Fasilitasnya juga sangat lengkap seperti kulkas, televisi, peralatan masak, hingga barbeque dan sebagainya. Pokoknya tempat ini sangat cocok untuk menikmati waktu bersama keluarga.

  • Harga : mulai dari Rp 400.000 tergantung kamar
  • Lokasi : Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

13. Goa Agung Garunggang

Untuk traveler yang suka berpetualang dan menikmati keindahan alam, Goa Agung Garunggang adalah destinasi yang menarik. Untuk mencapainya, pengunjung harus trekking dari area parkir. Jalurnya agak menantang, jadi disarankan menggunakan jasa penunjuk jalan dari warga setempat yang tersedia di tempat parkir.

Meskipun perlu trekking, pemandangan sawah yang indah sepanjang jalan akan menghibur. Setibanya di goa, traveler bisa menikmati keunikan formasi bebatuan estetik di bagian luar dan monolit di langit-langit bagian dalam goa.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 20.000
  • Jam Operasional : 08.00 – 16.30 WIB
  • Lokasi: Jl. Ptp Terusan, Karang Tengah, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

14. Curug Bidadari

Curug Bidadari di Sentul, BogorCurug Bidadari (Rizki Ramadan/d’Traveler)

Wisata keluarga selanjutnya adalah air terjun tertinggi dan terbesar yang ada Sentul yaitu Curug Bidadari. Sebelum memasuki kawasan curug, kamu akan melakukan sedikit trekking hingga kamu menemukan curug besar dan sangat memanjakan mata ini.

Kamu akan merasakan sensasi petualangan saat trekking melewati ladang, sawah, sungai, pedusunan, hingga perbukitan. Trekkingnya cuma berjarak 30 menit dengan medan sehingga sangat cocok untuk liburan bersama keluarga.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 40.000
  • Jam Operasional : Weekday : 08.00 – 17.00 WIB, weekend : 07.30 – 18.30 WIB
  • Lokasi: Jl. Sentul Paradise Park, Bojong Koneng, Kec. Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat.

15. Mandapa Kirana Resort

Meskipun terletak di Sentul, Mandapa Kirana Resort menawarkan pemandangan yang mirip dengan Pura Lempuyang Luhur di Bali.

Meski gerbang batu berukir disini tidak semegah di Bali, tetapi tempat ini tetap bisa memuaskan rasa penasaran pengunjung dan menghasilkan foto-foto yang serupa. Selain itu, latar belakang pemandangannya menawarkan pemandangan hijau Gunung Pancar.

Selain berburu foto, pengunjung juga bisa menikmati hidangan di restoran yang tersedia, dengan pilihan menu yang mencakup masakan Nusantara hingga Internasional. Untuk masuk, pengunjung perlu membayar tiket seharga Rp 50 ribu per orang, yang dapat ditukar dengan minuman atau makanan di dalam area wisata.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 50.000
  • Jam Operasional: Weekday: 10.00 – 18.00, weekend: 08.00 – 19.00
  • Lokasi: Jl. Raya Bojong Koneng, Bojong Koneng, Kec. Babakan Madang, Kabupaten Bogor.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Rekreasi di Kota Wisata Cibubur dan Sekitarnya


Jakarta

Kota Wisata Cibubur adalah nama kawasan perumahan di timur Jakarta. Dikutip dari situs Sinarmas Land selaku pengembang, Kota Wisata tidak hanya terkenal karena kompleks perumahannya, tetapi juga fasilitas rekreasi dan kawasan komersialnya.

Kota Wisata Cibubur dan sekitarnya memiliki banyak tempat rekreasi yang menarik dikunjungi. Tempat wisata ini mulai dari arena permainan, olahraga, waterpark, taman, hingga wisata religi.

Rekomendasi Tempat Rekreasi Kota Wisata Cibubur

Berikut ini 10 tempat rekreasi Kota Wisata Cibubur dan sekitarnya yang menarik dikunjungi:


1. Cibubur Garden Eat & Play

Cibubur Garden Eat & Play hadirkan wisata keluarga yang bisa dikunjungi sampai malam. Tempat wisata ini menawarkan berbagai permainan untuk berbagai usia.Cibubur Garden Eat & Play (Natasha Kayla Ananta)

Yang pertama adalah Cibubur Garden Eat & Play. Sesuai namanya, di sini pengunjung bisa makan dan bermain. Dikutip dari akun Instagram cibubur.garden, ada beraneka makanan yang dijual.

Tempat ini juga menyediakan beraneka wahana permainan yang gratis maupun berbayar. Mainan yang gratis antara lain susun lego, ayunan, kuda-kudaan, sepeda manual, becak mini, rumah balon, skuter, dan trampolin.

Sementara wahana berbayar antara lain perosotan donat (Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu untuk 2 kali main), Bombom Car (Rp 15 ribu), mandi bola (Rp 10 ribu), bungee jumping (Rp 10 ribu), dan ATV (Rp 15 ribu untuk 8 menit)

  • Lokasi: Jalan Pasar Lama, Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Rp 25.000 per orang.
  • Jam buka: 12.00-21.00 WIB (weekday), 10.00-22.00 (weekend).

2. Sport Club Kota Wisata Cibubur

Kota Wisata Cibubur memiliki fasilitas Sport Club yang dapat digunakan untuk berolahraga. Berdasarkan informasi di akun Instagram @kotawisata.cibubur, Sport Club ini memiliki arena untuk berenang, lapangan tenis, bulu tangkis, dan biliar.

Pengunjung bisa menghubungi nomor WhatsApp 0888-9822-766 atau mengirim direct massage (DM) Instagram @kotawisata_sportclub, sebelum datang ke sports club. Nantinya pengunjung akan mendapat informasi terkait harga tiket masuk, keanggotaan (membership), dan kelas olahraga yang akan berlangsung.

  • Lokasi: Jalan Kota Wisata KM 6, Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Jam buka: 06.00-20.30.

3. Mall Living World

Dilansir dari situs Sinar Mas Land, Living World adalah mal di kawasan Kota Wisata Cibubur yang merupakan hasil kerja sama antara Kawan Lama Group dan Sinar Mas Land. Mal ini memiliki luas 200.000 meter persegi dan diklaim sebagai mal terbesar dan terlengkap di area timur Jakarta dan Bogor.

Mal ini memiliki konsep unik bernama “Journey Through Java” yang menggabungkan unsur hutan, gunung, kayu, dan taman. Desainnya juga berbeda karena minim sekat, tidak seperti mal pada umumnya.

  • Lokasi: Jalan Boulevard Kota Wisata, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Gratis.
  • Jam buka: 10.00-22.00 dan 08.00-22.00 untuk supermarket.

4. Masjid Darussalam

Kehadiran imam dari Timur Tengah menjadi daya tarik Masjid Darussalam Kota Wisata, CibuburMasjid Darussalam Kota Wisata Cibubur Foto: Kehadiran imam dari Timur Tengah menjadi daya tarik Masjid Darussalam Kota Wisata, Cibubur (dok. Istimewa)

Masih di dalam kawasan Kota Wisata Cibubur, terdapat tempat wisata religi menarik, yaitu Masjid Darussalam. Dilansir dari artikel detiknews, masjid ini memberikan kenyamanan bagi jemaah dengan fasilitas toilet dan wudhu yang nyaman dan bersih.

Penampilan masjid ini juga tampak mewah dengan dinding berlapis marmer pada interior masjid. Untuk menuju lantai 2 atau 3, pengunjung bisa memanfaatkan lift. Bahkan masjid ini menyediakan pelayanan kesehatan, termasuk klinik gigi dan terapi kesehatan lainnya.

Masjid Darussalam dibangun di atas lahan 1,3 hektare yang merupakan hibah dari Pemda Bogor dan berdiri atas bantuan corporate social responsibility (CSR). Daya tampung masjid ini mencapai 8.000 jemaah.

  • Lokasi: Kawasan Kota Wisata Cibubur, Jalan Wisata Utama No 1, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket Masuk: Gratis.
  • Jam buka: 24 jam.

5. Eldorado Waterpark

Eldorado Waterpark menjadi pilihan buat detikers yang ingin berenang dan seru-seruan bareng keluarga. Terdapat berbagai wahana permainan yang bikin anak-anak betah main seharian.

  • Lokasi: Kompleks Legenda Wisata, Jalan Alternatif Transyogi, Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Rp 50 ribu.
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB.

6. Taman Buah Mekarsari

taman buahTaman Buah Mekarsari.

Dilansir dari situs Mekarsari, Taman Buah Mekarsari adalah tempat budidaya tanaman buah unggul, seperti nangka, manggis, melon kotak, kelengkeng, maja, kepel, mundu dan durian. Ada juga produk sayuran hingga bunga hias.

Selain itu, detikers juga bisa melakukan aktivitas seru lainnya, seperti camping, menginap di rumah pohon, bermain zig-zag bridge, donut bridge, sepeda gantung, mobil seluncur, ATV, dan lain-lain.

  • Lokasi: Jalan Raya Cileungsi-Jonggol KM 3, Mekarsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: mulai dari Rp 35 ribu (belum termasuk wahana permainan).
  • Jam buka: 09.00-16.00 WIB.

7. Taman Rekreasi Wiladatika

Liburan di Taman WiladatikaLiburan di Taman Wiladatika (Denita Matondang/detikcom)

Taman Rekreasi Wiladatika adalah tempat rekreasi yang tak jauh dari Kota Wisata Cibubur. Tempat ini sangat terkenal dan menarik, sehingga sering dipakai untuk lokasi syuting.

Di sini kalian piknik dan berenang di kolam renang. Fasilitasnya lengkap, mulai dari taman bunga, area bermain anak, hingga kolam renang. Banyak juga spot foto menarik yang cocok buat kalian unggah di media sosial.

  • Lokasi: Jalan Jambore No 1, Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Rp 10 ribu.
  • Jam buka: 08.00-16.00 WIB.

8. Ohana Waterpark

Ohana Waterpark menjadi alternatif buat kalian yang ingin bermain air yang tak jauh dari Kota Wisata Cibubur. Dilihat dari akun Instagram @ohanawaterpark.official, tempat wisata ini menyediakan beberapa kolam renang dengan beberapa ukuran. Terdapat beberapa wahana air seperti seluncuran panjang maupun kecil, ember tumpah, dan lazy pool.

  • Lokasi: Jalan Wibawa Mukti II KM 5, Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Rp 45 ribu (weekday) dan Rp 60 ribu (weekend).
  • Jam buka: 09.00-17.00 WIB (weekday) dan 08.30-17.00 WIB (weekend), hari Senin tutup.

9. Kampung Cina

Besok Imlek, Kampung China Cibubur SepiKampung China Cibubur (Syanti Mustika/detikcom)

Kampung Cina atau Desa Wisata Ciangsana merupakan tempat wisata di kawasan Kota Wisata Cibubur dengan keindahan arsitektur dan budaya. Suasana pedesaan di sini mirip seperti daerah Tiongkok. Setiap Imlek, tempat ini menjadi pusat digelarnya berbagai kegiatan.

  • Lokasi: Jalan Boulevard Kota Wisata Cibubur, Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
  • Harga tiket masuk: Gratis.
  • Jam buka: 08.00-18.00 WIB.

10. Trans Studio Cibubur

Suasana Trans Studio CibuburTrans Studio Cibubur (Andhika Prasetia)

Terakhir, detikers wajib datang ke Trans Studio Cibubur untuk merasakan permainan seru bersama keluarga, terutama anak-anak. Melansir transentertainment.com, Trans Studio Cibubur memiliki beberapa zona, yaitu Adventure Zone, Sci-fi City, Lagoon, Trans Central Studio dan Beach Walk.

Selain berbagai zona dengan aneka permainan, Trans Studio Cibubur juga memiliki wahana indoor skydiving pertama di Indonesia! Tak perlu takut hujan, karena lokasinya di indoor area.

  • Lokasi: Jalan Alternatif Cibubur No.230, Harjamukti, Cimanggis, Kota Depok.
  • Harga tiket masuk: mulai Rp 200 ribu per orang.
  • Jam buka: 11.00-17.00 WIB.

Nah, itulah tadi 10 tempat rekreasi di Kota Wisata Cibubur dan sekitarnya yang bisa dinikmati bersama keluarga. Sebelum berkunjung pastikan detikers sudah update info lebih, untuk mengantisipasi perubahan aturan dari pengelola dan ketersediaan layanan. Hasilnya, pengunjung bisa menikmati semua fasilitas di tempat liburan tanpa perlu khawatir.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Wisata Outdoor Jakarta yang Cocok untuk Liburan Anak


Jakarta

Libur panjang sekolah segera tiba, anak-anak pasti akan senang jika diajak berlibur ke tempat wisata. Liburan ke lokasi wisata outdoor dengan udara segar akan sangat menggembirakan bagi mereka. Di sana, mereka bisa bermain dengan penuh semangat dan melepaskan penat setelah waktu sekolah yang panjang.

Tenang saja karena untuk anak-anak kami juga memilih tempat wisata yang edukatif sehingga selain si kecil senang bermain, mereka juga akan banyak belajar dan menambah pengalaman baru.

Tempat Wisata Jakarta Ramah Anak

Nah khusus untuk daerah Jakarta, berikut 10 tempat wisata outdoor Jakarta yang cocok untuk liburan anak.


1. Tebet Eco Park

Suasana di Tebet Eco Park hari Sabtu (25/5/2024) (Belia/detikcom)Foto: Suasana di Tebet Eco Park hari Sabtu (25/5/2024) (Belia/detikcom)

Dilansir dari laman resmi Tebet Eco Park (27/6/2024), Tebet Eco Park (TEP) merupakan taman kota yang didedikasikan untuk masyarakat dan lingkungan. Terletak di Jakarta Selatan, Tebet Eco Park merupakan ruang terbuka hijau dengan luas area 7,3 hektare.

Anak-anak bisa banyak belajar tentang lingkungan jika berkunjung ke sana. Selain itu mereka juga akan sangat senang karena TEP menyediakan zona Children Playground yang berisi wahana anak-anak yang sangat seru. Kamu juga bisa duduk bersantai menikmati udara segar, olahraga di outdoor fitness, jogging, dan berburu spot foto di Tebet Eco Park.

  • Harga Tiket Masuk : Gratis
  • Jam Operasional : Sesi pagi: 06.00-11.00 WIB, sesi sore: 13.00-18.00 WIB.
  • Lokasi : Jl. Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

2. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta, menjadi tempat wisata favorit warga Jakarta dan sekitarnya. TMR dipadati pengunjung saat libur Waisak hari ini.Foto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan yang terletak di Pasar Minggu, Jakarta, adalah sebuah kebun binatang. Tempat ini sangat cocok untuk kegiatan edukasi anak-anak dan sebagai destinasi liburan yang ramah keluarga.

Kawasan wisata seluas 147 hektar ini menyimpan sekitar 2000 koleksi satwa dari 200 spesies meliputi reptil, mamalia, burung, hingga ikan. Selain itu disini juga terdapat sekitar 20.000 jenis pohon yang bisa dieksplor pengunjung. Anak-anak tentu akan sangat senang mengenal flora dan fauna yang ada di Taman Margasatwa Ragunan.

  • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 3.000, dewasa : Rp 4.000
  • Jam Operasional : 07.00 – 16.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Harsono RM No.1, Ragunan, Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

3. Taman Mini Indonesia Indah

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Foto: Grandyos Zafna

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) tentu sudah tidak asing di telinga. Terletak di Jakarta Timur, TMII sering disebut juga sebagai miniatur Indonesia. Dilansir dari website Taman Mini pada Kamis (27/6/2024), TMII menampilkan nusantara yang kaya akan pesona budaya, flora, fauna dan segudang cerita yang tidak ada habisnya.

Di sana anak-anak akan mengenal lebih banyak tentang Indonesia melalui rumah adat, berbagai kebudayaan, satwa endemik, rumah ibadah dan sebagainya. Di sana juga terdapat wahana rekreasi yang tentunya akan sangat menyenangkan.

  • Harga Tiket Masuk: Weekday Rp 85.000, weekend : Rp 95.000
  • Jam Operasional : 05.00 – 20.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

4. Istana Susu Cibugary

Istana Susu Cibugary merupakan wisata agro yang bertema tentang pengolahan susu di Cipayung, Jakarta Timur. Di sana anak-anak akan banyak belajar tentang pengolahan susu mulai dari ternak sapi, panen susu, pengenalan manfaat susu, dan minum susu bersama. Pengunjung juga bisa merasakan pengalaman memerah susu secara langsung.

Tempat ini juga sering dijadikan destinasi wisata untuk pelajar mulai dari TK hingga mahasiswa yang ingin belajar tentang pengolahan susu. Lokasinya yang sejuk dan menyegarkan pasti akan membuat kamu dan si kecil betah berlama-lama di Istana Susu Cibugary.

  • Harga Tiket Masuk : Rp 25.000
  • Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Lokasi : Peternakan Raya No.12, RT.1/RW.2, Pd. Ranggon, Kec. Cipayung, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

5. Ancol

Peserta menerbangkan layang-layang saat mengikuti Festival Layang-layang Internasional 2024 di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (22/6/2024). Festival tersebut diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-497 Jakarta yang diikuti sekitar 20 orang peserta internasional dan 90 peserta nasional yang berlangsung hingga 7 Juli 2024. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/YUPeserta menerbangkan layang-layang saat mengikuti Festival Layang-layang Internasional 2024 di Pantai Lagoon, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Sabtu (22/6/2024). Foto: ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT

Ancol merupakan taman rekreasi terbesar di Indonesia yang terletak di Jakarta Utara. Salah satu tempat wisata outdoor yang menarik dari Ancol adalah Ecopark Ancol.

Dilansir dari website Ancol (27/6/2024), Ecopark Ancol menawarkan nilai-nilai edukasi (edutainment) dan petualangan (adventure) dengan pendekatan green lifestyle, menjadi ruang terbuka bagi pengunjung Ancol Taman Impian untuk mengeksplorasi pengetahuan botani dan rekreasi outdoor.

Tempat ini memiliki lahan seluas hampir 34 hektar. Di sana anak-anak pasti akan sangat puas bermain dan banyak belajar pada wahana yang ada di Ecopark Ancol.

6. Setu Babakan

Mengenal Lebih Dalam Budaya Betawi di Setu BabakanFoto: Rifkianto Nugroho

Setu Babakan merupakan tempat wisata yang menawarkan wisata budaya, agro, hingga wisata air. Tempat ini menjunjung tema kebudayaan Betawi. Jadi selain anak-anak akan seru bermain, mereka juga tentunya akan mengenal dan belajar tentang budaya Betawi.

Di sana juga tersedia ruangan outdoor untuk wisata agro. Melalui wisata agro, pengunjung akan berjalan-jalan mengeksplor pohon-pohon khas Betawi yang ditanam di area kampung MH. Thamrin dan khususnya di pulau yang berada di tengah danau/Setu Babakan (kampung Ismail Marzuki).

Di danau Setu Babakan kamu juga bisa mengajak anak-anakmu menaiki wahana sepeda air. Selain itu kamu juga bisa berolahraga, bersepeda, atau hanya bersantai menikmati ketenangan danau setu babakan bersama anak-anak.

  • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 10.000, dewasa : Rp 15.000
  • Jam Operasional: Selasa – Minggu : 09.00-15.00 WIB
  • Lokasi: Jl. Moch Kahfi 2, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

7. TWA Angke Kapuk

Taman mangrove di KapukFoto: Wahyu Setyo

TWA (Taman Wisata Alam) Angke Kapuk juga merupakan salah satu area hijau yang ada di Jakarta Utara. Dilansir dari website Taman Mangrove Jakarta (27/6/2024) TWA Angke Kapuk merupakan kawasan konservasi alam mangrove seluas 99,82 Ha yang dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi.

Kamu dan anak-anakmu bisa melihat berbagai jenis burung air, hijaunya pohon bakau, dan suasana rawa yang ada disini. Si kecil juga pasti akan sangat senang jika diajak naik perahu menjelajahi rawa yang ada di TWA Angke Kapuk.

  • Harga Tiket : Mulai dari Rp 28.500
  • Jam Operasional : 08.30 – 17.30 WIB
  • Lokasi : Jl. Garden House No.4, RT.8/RW.3, Kamal Muara, Kec. Penjaringan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14470, Indonesia.

8. Museum Satria Mandala

Museum Satria Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta, menyimpan sejarah perjuangan bangsa, khususnya TNI. Yuk kita lihat koleksinya.Museum Satria Mandala di Jl Gatot Subroto, Jakarta, menyimpan sejarah perjuangan bangsa, khususnya TNI. Yuk kita lihat koleksinya. Foto: Ari Saputra

Museum Satria Mandala menyimpan sejarah militer, khususnya perjuangan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam mempertahankan Tanah Air. Sebagai sarana wisata edukasi, museum ini melestarikan nilai-nilai perjuangan TNI dari tahun 1945 dan menyajikannya secara visual kepada masyarakat.

Setelah belajar banyak tentang sejarah, kamu juga bisa piknik di taman piknik di ruangan hijau terbuka Museum Satria Mandala. Kamu juga bisa bersantai dan menikmati kudapan lezat yang tersedia di sana.

  • Harga Tiket Masuk: Anak-anak Rp 2.500, dewasa Rp 5.000
  • Jam Operasional : 08.00 – 21.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Gatot Subroto No.14, RT.6/RW.1, Kuningan Bar., Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

9. The Playground Kemang

The Playground Kemang merupakan taman bermain anak-anak yang lengkap seperti jungkat-jungkit, ayunan, perosotan, lapangan, hingga fasilitas bermain air. Si kecil bisa puas mencoba berbagai aktivitas fisik pada semua wahana yang ada di sana.

Di sana juga terdapat lapangan, area hijau, dan gazebo untuk bersantai dan menikmati udara segar. Fasilitasnya juga sangat lengkap jadi tidak usah khawatir jika berkunjung ke sana.

  • Harga Tiket Masuk: Weekdays : Rp 75.000, weekend Rp 90.000
  • Jam Operasional : 08.00 – 17.00 WIB
  • Lokasi : Jl. Kemang Dalam III No.B6, RT.4/RW.3, Bangka, Kec. Mampang Prpt., Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta.

10. Kepulauan Seribu

Pulau Payung di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta.Pulau Payung di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta. Foto: Buchori Muslim

Membahas wisata outdoor atau wisata alam di Jakarta tentu tak boleh melewatkan Kepulauan Seribu. Gugusan pulau yang ada di Utara Jakarta ini memiliki udara yang segar dan pemandangan yang eksotis.

Kepulauan Seribu juga menawarkan wisata edukasi, misalnya tentang konservasi penyu yang ada di Pulau Pramuka. Selain itu kamu juga bisa menjelajahi pulau lain yang ada di Kepulauan Seribu yang tak kalah eksotis.

  • Harga Tiket Kapal : Mulai Rp 46.000 – Rp 895.000

Itu dia ulasan mengenai tempat wisata outdoor di Jakarta yang cocok untuk liburan anak. Selamat liburan!

(fds/fem)



Sumber : travel.detik.com