Category Archives: Domestik

12 Gunung di Indonesia yang Cocok untuk Pendaki Pemula


Jakarta

Bagi pendaki pemula, disarankan memilih gunung dengan jalur pendakian aman. Selain itu, lingkungan dan jalur pendakian sudah umum diketahui para pendaki.

Persiapkan pula fisik dengan baik dan cari tahu juga sebanyak-banyaknya tentang info gunung yang hendak didaki. Misalnya kondisi cuaca untuk mengantisipasi hal buruk terjadi.

Kalau sedang cari info gunung di Indonesia untuk pendaki pemula, bisa simak uraian di bawah ini ya.


Gunung di Indonesia untuk Pendaki Pemula

Ada sejumlah gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. Berdasarkan catatan detikcom, berikut rekomendasinya:

1. Gunung Gede-Pangrango (Jawa Barat)

Gunung Gede PangrangoGunung Gede Pangrango Foto: Syahril Anwar/d’Traveler

Gunung Gede-Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa Barat untuk mendaki. Lokasinya terletak di tiga kabupaten, yakni Bogor, Sukabumi, dan Cianjur dengan ketinggian 2.958 mdpl.

Jalur Cibodas merupakan trek yang paling sering dilewati dan cocok untuk pendaki pemula. Treknya landai dan pemandangan yang disajikan begitu mempesona. Di sepanjang jalan, traveler bakal menemukan sejumlah spot seperti Telaga Biru, air terjun, serta air panas.

Nantinya, pendaki juga bisa menemukan padang bunga edelweis di Alun-alun Surya Kencana, Gunung Gede atau di Lembah Mandalawangi, Gunung Pangrango.

2. Gunung Bromo (Jawa Timur)

Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa.Sejumlah wisatawan menyaksikan matahari terbit di Penanjakan Satu Bromo, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (13/6/2024). Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur (Jatim) menargetkan mampu menggerakkan 324,8 juta wisatawan ke Jatim sepanjang tahun 2024 dengan perputaran transaksi hingga Rp400 triliun. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/rwa. Foto: ANTARA FOTO/AHMAD asSUBAIDI

Traveler pasti sudah tak asing dengan Gunung Bromo. Gunung yang masih aktif ini dapat dengan mudah ditaklukkan oleh pendaki pemula. Treknya tidak terlalu curam bahkan bisa dilalui oleh kendaraan, seperti mobil jeep maupun sepeda motor.

Walau tidak begitu sulit untuk didaki, pendaki harus menaiki ratusan anak tangga untuk sampai di puncak. Barulah di sama traveler dapat menyaksikan panorama Gunung Bromo dan area sekelilingnya, serta menemukan Kawah Bromo yang aktif.

Selain dijadikan tempat mendaki, gunung ini merupakan tempat wisata yang selalu ramai dikunjungi. Lokasinya berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Di sekelilingnya terdapat sejumlah spot yang juga bisa didatangi, seperti Bukit Teletubbies, Bukit Mentigen, Pasir Berbisik, hingga Pura Luhur Poten.

3. Gunung Prau (Jawa Tengah)

Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo.Suasana di kawasan puncak Gunung Prau, Wonosobo. Foto: Uje Hartono/detikJateng

Dengan ketinggian sekitar 2.590 mdpl, Gunung Prau termasuk gunung di Jawa Tengah yang ramah bagi pendaki pemula. Akses dan medan yang landai dan kebanyakan terdiri dari tanah berundak membuatnya tidak sulit untuk didaki.

Jalur Patak Banteng bahkan punya rute pendakian yang lebih singkat karena lebih dekat dengan puncak. Untuk pendaki pemula yang kehabisan tenaga juga bisa menyewa ojek yang tersedia.

Selain jalur pendakiannya yang terbilang mudah, Gunung Prau jadi favorit pendaki lantaran disebut-disebut memiliki pesona matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara.

4. Gunung Kelimutu (Nusa Tenggara Timur)

Gunung Kelimutu terletak di Flores, NTT, punya 3 danau yang bisa berubah warna. Di puncak, wisatawan juga bisa menikmati kopi sembari menyaksikan keindahan danau yang aduhai.Gunung Kelimutu dan danau tiga warna. Foto: Budi Sugiharto

Gunung Kelimutu di Flores punya ketinggian sekitar 1.639 mdpl. Dengan ketinggiannya itu, gunung ini juga punya trek yang mudah dilewati oleh pendaki pemula.

Di puncak Gunung Kelimutu terdapat tiga danau atau kawah yang warnanya bisa berubah-ubah. Karena itu, terkenal dengan nama Danau Tiga Warna. Keindahan danau ini sudah tersohor di dalam maupun ke luar negeri lho.

Untuk menuju puncak, traveler dapat mengambil jalur Ende dan menuju Desa Moni di lereng gunung. Mulai desa tersebut, ekspedisi mendaki Gunung Kelimutu dapat dimulai.

5. Gunung Papandayan (Jawa Barat)

gunungGunung Papandayan. Foto: (Basri Bachtiar/d’Traveler)

Gunung Papandayan yang terletak di Garut, memiliki ketinggian 2.665 mdpl. Medannya yang cenderung landai juga jadi alasan gunung ini populer di kalangan pendaki pemula.

Selain itu, pendaki bakal terhipnotis oleh hamparan alam yang disajikan Gunung Papandayan. Sejumlah kawah vulkanik, hutan pegunungan, hingga padang edelweis akan memanjakan mata selama perjalanan menuju puncaknya.

6. Gunung Andong (Jawa Tengah)

Asap memutih di Gunung Andong di wilayah Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang yang dilaporkan terbakar, Rabu (8/11/2023).Gunung Andong. Foto: Dok Kasi Trantib Kecamatan Ngablak

Berada di Kabupaten Magelang, digemari pemula lantaran treknya yang tidak terjal dan waktu tempuhnya yang cenderung singkat. Meski begitu, panorama alam yang disuguhkan nggak kaleng-kaleng nih.

Gunung Andong punya empat puncak, yaitu Puncak Makam, Jiwa, Andong, dan Alap-alap. Dari puncaknya ini, pendaki dapat menyaksikan pemandangan deretan gunung lain seperti Merapi, Merbabu, Sindoro, hingga Telomoyo. Jajaran perbukitan dan hamparan lahan pertanian yang memukau juga dapat terlihat.

Untuk naik ke puncak, pendaki bisa menempuh beberapa jalur yakni dari selatan (Jogja, Ketep Magelang, dan Purworejo), dari utara (Semarang, Salatiga, Ungaran, Boyolali, dan Solo), serta dari barat (Grabag, Wonosobo, Secang, Temanggung, dan Parakan).

7. Gunung Batur (Bali)

Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)Gunung Batur. Foto: Gunung Batur di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. (Agus Eka)

Di Pulau Bali juga ada gunung yang cocok bagi pendaki pemula, yakni Gunung Batur. Pendakian di gunung ini memiliki jarak dan waktu tempuh yang tidak terlalu lama.

Untuk menuju puncak, rute Toya Bungkah dapat dipilih karena jalurnya tergolong mudah dilalui dan tidak terlalu terjal. Di jalur ini juga terdapat beberapa titik terbaik untuk menikmati pemandangan matahari terbit yang memanjakan mata.

8. Gunung Burangrang (Jawa Barat)

Gunung Burangrang ramah untuk para pendaki pemula meski tidak terlalu populer. Lokasinya berada Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta, serta masih satu rangkaian dengan Gunung Tangkuban Parahu.

Jalur pendakian ke puncaknya bisa ambil via Legok Haji. Treknya cukup landai dan ada di beberapa titik ada spot yang sedikit curam. Walau begitu, jalur ini adalah yang tercepat. Puncak Gunung Burangrang dapat dijangkau dalam waktu 3-4 jam saja, tergantung kondisi masing-masing.

9. Gunung Ijen (Jawa Timur)

Gunung Ijen termasuk gunung di Jawa Timur yang jadi favorit para pendaki, termasuk pemula. Gunung ini memiliki medan yang tidak terlalu sulit. Jalur lintasannya cukup lebar, tidak terlalu curam, mudah dipijak, serta terdapat banyak tempat istirahat.

Selain itu, Gunung Ijen memiliki daya tarik yang tak dimiliki gunung lainnya lho. Di Kawah Ijen terdapat fenomena blue fire yang hanya terletak di dua lokasi saja di dunia. Fenomena alam ini bisa disaksikan dengan mata telanjang sekitar pukul 01.00-04.00 pagi.

Fenomena blue fire terjadi ketika zat belerang bersentuhan dengan panas ekstrem yang muncul dari celah gunung berapi. Dari situ, terbentuklah api biru menawan yang menyala.

10. Gunung Sibayak (Sumatera Utara)

Gunung Sibayak di Karo memiliki ketinggian kisaran 2.172 mdpl. Gunung ini termasuk yang ramah pemula dengan jalurnya yang sudah cukup jelas dan treknya yang tidak terlalu terjal. Di sisi lain, waktu tempuhnya pun cukup singkat sekitar 2-3 jam saja tergantung kondisi fisik.

Kalau tertarik mendaki tipis-tipis di gunung ini, bisa ambil jalur Desa Jaranguda yang paling sering dilalui wisatawan atau jalur Desa Semangat Gunung yang diklaim paling mudah tapi letaknya agak jauh dari pusat kota.

11. Gunung Sindoro

Ada lagi gunung di Jawa Tengah yang cocok untuk pendaki pemula, yakni Gunung Sindoro di Kabupaten Wonosobo. Gunung ini menyajikan pemandangan yang memukau saat matahari terbit maupun terbenam.

Jalur Kledung menjadi jalur yang populer dipilih karena berada dekat dengan jalan provinsi. Selain itu, rute ini memiliki petunjuk jalan yang jelas yang menuntut sampai ke puncak. Terdapat pula banyak pos yang dapat menjadi acuan sehingga memudahkan para pendaki.

12. Gunung Tanggamus (Lampung)

Gunung Tanggamus termasuk gunung di Lampung yang sering didaki oleh komunitas pencinta alam. Panorama alam yang ditawarkan begitu indah. Pendaki dapat menyaksikan kabut putih tebal yang menutup lembah di pagi dan sore hari.

Gunung yang terletak di Kabupaten Tanggamus ini tergolong ramah bagi pendaki pemula. Puncaknya yang berada di 2.101 mdpl dapat dijangkau lewat jalur pendakian yang sudah jelas dan trek yang landai.

Nah, itu tadi sederet gunung di Indonesia yang cocok untuk pendaki pemula. So, traveler tertarik mendaki gunung yang mana nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Nonton Tari Kecak-Mobil Klasik di Pantai Kuta



Badung

Traveler yang liburan ke Bali kini bisa menikmati atraksi baru, yaitu nonton tari kecak di pinggir pantai Kuta dan lihat deretan mobil klasik.

Masa liburan telah tiba, banyak orang yang memanfaatkan momen ini untuk menghabiskan waktu dengan bersantai bersama keluarga ataupun dengan teman.

Bali masih jadi destinasi yang digandrungi. Daya tarik budaya dan keindahan alam masih jadi salah satu alasan ramainya Bali setiap musim liburan tiba.


Sebuah pusat perbelanjaan di Kuta, Bali, yakni Discovery Mall Bali pun menghadirkan pertunjukan tari kecak secara gratis untuk traveler. Pertunjukan itu digelar persis di pinggir pantai.

“Pada masa liburan ini, Discovery Mall Bali punya daya tariknya tersendiri untuk menarik wisatawan baik yang berasal dari domestik maupun mancanegara. Di sini diadakan pertunjukan tari kecak Bali secara gratis yang dapat ditonton oleh wisatawan,” ujar Dendi Satrio, owner Bikini Garage dan Pengurus Bidang Sosial PPMKI Bali, Selasa (25/6/2024).

Pertunjukan tari Kecak ini sengaja digelar untuk menaikkan pengunjung Discovery Mall Bali dan juga memberikan manfaat dengan skala lebih besar bagi Bali dan bagi Indonesia.

“Diadakannya event ini selain untuk menarik wisatawan, juga ditujukan untuk menaikkan taraf pariwisata di Bali, sehingga akan lebih banyak usaha-usaha lokal yang maju di sini. Ke depannya diharapkan taraf pariwisata se-Indonesia juga dapat berkembang secara pesat. Selain itu, kita juga bisa mengenalkan budaya nusantara terutama budaya Bali kepada wisatawan baik domestik maupun mancanegara,” kata Dendi.

Discovery Mall Kuta BaliPertunjukan tari Kecak di Discovery Mall Kuta Bali Foto: (dok. Istimewa)

Selain pertunjukan tari kecak, ada satu lagi atraksi di dalam Discovery Park Kuta Bali yaitu Discovery Park Kebon Vintage atau disingkat DKV.

DKV ini berkonsep taman vintage yang dapat membawa pengunjung merasakan vibes-vibes masa lalu. Kebon vintage di Discovery Park Bali ini masih dalam tahap persiapan.

Rencananya, di dalam DKV tersebut akan terdapat berbagai barang-barang kuno dan antik mobil-mobil kuno koleksi dari Jos Dharmawan selaku pemilik Kebon Vintage Car Bali.

DKV ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung ke Discovery Park Kuta Bali, baik pengunjung domestik maupun internasional.

“Kami juga sangat menanti-nanti Discovery Park Kebon Vintage yang sekarang dalam tahap persiapan. Adanya DKV ini bisa membuat kita para pengunjung merasakan dunia yang bertemakan zaman dahulu. Semoga langkah baru ini menarik pencinta mobil klasik dan unik untuk menikmatinya,” pungkasnya.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Keindahan Candi Borobudur Tak Cuma buat Wisata, tapi Juga Pernikahan



Magelang

Keindahan kompleks Candi Borobudur tak hanya bisa buat berwisata, traveler juga bisa memanfaatkannya jadi venue pernikahan.

Pernikahan Shah Sema Amukti dan Najla Adjani Mahendra baru-baru ini berlatar belakang indahnya candi Borobudur. Acara pernikahan itu pun jadi perhatian wisatawan lokal dan mancanegara

Pernikahan yang sarat dengan adat Jawa itu dimulai dengan kirab pasukan bregodo berbusana merah. Prosesi dilanjutkan dengan kirab tiga kereta kencana yang membawa mempelai putri dan orangtua kedua mempelai.


Mempelai pria, Shah Sema Amukti, tampil gagah menunggang kuda menuju lokasi ijab kabul di Taman Lumbini. Prosesi ini tak hanya menampilkan kemegahan adat Jawa, tetapi juga berhasil memikat hati para wisatawan yang hadir.

Dani Mukti adalah sosok di balik kesuksesan acara pernikaahn tersebut. Ia adalah seorang pengusaha, selebgram, dan aktris yang membintangi film ‘Gadis Kretek’.

Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, Dani Mukti dan tim Pengantin Production berhasil menggarap berbagai pernikahan mewah, termasuk pernikahan keluarga kraton kesultanan Yogyakarta dan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, dengan Erina Gudono.

“Menggelar acara di tempat terbuka memang menantang. Kami harus memastikan setiap tamu merasa nyaman dan seluruh prosesi berjalan lancar,” ujar Dani Mukti, Selasa (25/6/2024).

Menikah di Candi BorobudurMenikah di Candi Borobudur Foto: (dok. Istimewa)

Tantangan utama bagi dia adalah membangun fasilitas yang memadai untuk kenyamanan tamu, tanpa mengurangi keindahan dan keagungan Candi Borobudur sebagai latar belakangnya.

Namun pesta pernikahan Shah Sema Amukti dan Najla Adjani Mahendra menjadi bukti, bahwa dengan perencanaan matang dan eksekusi sempurna, acara besar di lokasi ikonik seperti Candi Borobudur dapat terlaksana dengan sukses.

Candi Borobudur memang sudah sering menjadi venue pernikahan. Penyanyi Vicky Shu dan suaminya Ade Imam, menikah di candi ini pada tahun 2017 silam.

Dilansir dari Wolipop, biaya sewa lahan dan event untuk pernikahan di Candi Borobudur bervariasi. Untuk sewa lahan di Taman Lumbini saat Vicky Shu menikah dikenakan biaya Rp 50 juta per hari.

Sedangkan untuk pernikahan yang dilaksanakan di Marga Utama akan dikenakan biaya Rp 40 juta. Apabila acara pernikahan dilaksanakan pada siang hari, maka para tamu akan dikenakan biaya tiket masuk ke Candi Borobudur.

Sedangkan jika pernikahan dilangsungkan di malam hari, maka akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 2,5 juta per jam untuk biaya lampu.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Perang Lawan Judi Sudah Ada Sejak Zaman Baheula, Buktinya di Prasasti Ini



Ciamis

Perang melawan judi online sedang digalakkan. Ternyata, judi sudah jadi masalah sejak zaman baheula. Buktinya, bisa traveler lihat di prasasti ini.

Masalah perjudian zaman sekarang sudah amat gawat. Perbuatan haram ini banyak dilakukan oleh berbagai kalangan. Padahal perbuatan judi sangat dilarang baik secara agama, maupun budaya.

Bahkan, larangan berjudi juga diabadikan oleh leluhur masyarakat Ciamis dalam sebuah prasasti beberapa abad lalu, tepatnya pada masa pemerintahan Kerajaan Galuh.


Pepatah larangan berjudi itu tertulis jelas pada batu Prasasti ke VI yang ada di Situs Astana Gede Kawali. Pada prasasti itu tertulis dalam bahasa Sunda kuno yang berbunyi ‘ini petinggal nu atisti ayama nu ngisi daeyeuh ieu ulah botoh bisi kokoro’.

Artinya ini peninggalan dari yang astiti dari rasa yang ada, yang menghuni kota ini jangan berjudi bisa sengsara.

Enno, Budayawan Kawali yang juga petugas Situs Astana Gede Kawali menerangkan, prasasti VI Kawali merupakan prasasti yang ditemukan terakhir dan terbaru pada tahun 1995 oleh juru pelihara waktu itu.

“Baru Prasasti itu dari batu andesit. Uniknya ada dua poin yang menjadi informasi penting,” ujar Enno, Sabtu (22/6/2024) akhir pekan lalu.

Poin pertama di prasasti VI menginformasikan adanya simbol kembang Cakra. Simbol itu yang kini digunakan oleh para ASN Pemkab Ciamis. Pada prasasti tersebut, pagaran kembang Cakra sudah sangat rapi dan jelas.

Poin kedua adalah tulisan tentang larangan berjudi dari Raja Galuh saat itu, yaitu Prabu Niskala Wastu Kancana pada tahun 1371.

Dalam prasasti itu, Prabu Niskala Wastu Kancana menekankan dalam aturannya masyarakat Sunda dan Galuh dilarang berperilaku yang berhubungan dengan judi.

“Kalimat ini petinggal ulah botoh bisi kolor. Ini peninggalan dari para leluhur yang punya pengetahuan tinggi bijak. Jadi siapapun menghuni negeri ini Galuh jangan berjudi bisa sengsara,” ungkapnya.

Enno menjelaskan penekanan botoh di kalimat dalam prasasti itu adalah judi. Namun secara umum botoh dalam bahasa Sunda kaganga berarti keserakahan. Namun dikaitkan dengan peristiwa yang pernah terjadi di Kerajaan Galuh, maka botoh di sini berarti judi.

Konon pada waktu itu, di Kerajaan Galuh terdapat peristiwa yang membuat leluhur Galuh trauma dan tidak ingin terjadi lagi. Pada zaman Ciung Wanara, di Kerajaan Galuh terjadi peperangan saudara yang hampir membuat Galuh mengalami krisis.

“Terjadi perang saudara karena adanya judi sabung ayam, karena yang dipertaruhkannya itu Kerajaan, tidak tanggung-tanggung,” ungkapnya.

Raja Galuh Prabu Niskala Wastu Kancana tidak ingin peristiwa itu kembali terjadi. Ia pun membuat aturan yang dituliskan dalam prasasti dengan menekankan untuk tidak melakukan yang berhubungan dengan judi atau keserakahan.

“Perbuatan maksiat itu diawali dari unsur keserakahan termasuk judi,” tegasnya.

Enno juga menyebut, pada saat pemerintahan Prabu Niskala Wastu Kancana merupakan masa keemasan Kerajaan Galuh.

“Leluhur kita, leluhur Galuh sudah mencontohkan dan sudah tahu namanya botoh atau judi ini pasti terus terjadi. Masyarakat Sunda diingatkan untuk tidak melakukan itu. Dicontohkan dengan legenda Ciung Wanara, yang seorang raja pun tidak kuat (dengan judi),” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJabar.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Outbound Seru di Pelita Desa Bogor: Aktivitas dan Harga Paket


Jakarta

Jika detikers mencari tempat outbound yang asyik di daerah Bogor, Pelita Desa bisa menjadi opsinya. Tempat outbound di kawasan Ciseeng ini cocok untuk semua umur, mulai dari Play Group hingga orang tua.

Tak sekadar permainan kelompok seperti outbound pada umumnya, Pelita Desa juga menawarkan wisata edukasi khas pedesaan. Selain itu, pengunjung bisa memainkan sejumlah wahana yang seru.

Sebelum ke sana, simak dulu artikel ini untuk mengetahui apa saja aktivitas seru yang bisa dilakukan di Pelita Desa, lengkap dengan harga paket, dan lokasinya.


Aktivitas Seru di Pelita Desa

Dikutip dari situs Pelita Desa dan akun Instagram @outbound_pelitadesa, berikut ini beberapa aktivitas seru yang bisa dilakukan di sana:

1. Permainan Outbound

Seperti tempat outbound pada umumnya, pengunjung diajak melakukan berbagai kegiatan bersama dengan panduan instruktur. Kegiatan ini antara lain berupa permainan kerja sama tim. Beberapa permainannya seperti tarik tambang, pipa bocor, menangkap ikan, balap rakit, dan bakiak.

2. Belajar Bertani dan Bercocok Tanam

Pelita Desa juga merupakan tempat edukasi dalam hal bercocok tanam, termasuk bertani. Pengunjung bisa ikut membajak sawah dan menanam padi. Selain itu, detikers juga bisa belajar budidaya tanaman hias bersama petani lokal.

3. Belajar Beternak

Di sini pengunjung bisa belajar mengenal binatang ternak, seperti kerbau yang biasa dipakai membajak sawah, melihat sapi diperah, hingga budidaya ikan koi yang sudah diekspor.

4. Main Wahana Seru

Selain permainan kelompok, pengunjung bisa main wahana seru lainnya. Ada flying fox, menyeberang jembatan tali, dan memanah.

5. Camping

Tak cuma outbound, kalian juga bisa sekaligus camping di sini. Ada kegiatan jurit malam yang telah disiapkan, sehingga kegiatan camping tidak membosankan.

Harga Paket

Ada paket outbound dan paket camping yang disediakan di Pelita Desa. Berikut rinciannya:

Paket Outbound

Ada dua paket outbound yang bisa dipilih. Harganya sama, yakni Rp 125 ribu per orang. Minimal rombongan berjumlah 30 orang. Yang membedakan antara Paket 1 dan Paket 2 hanyalah jenis permainan dan tingkat usianya. Beberapa permainannya yaitu:

  • Polisi vs Maling
  • Suara Alam
  • Tupai Pemburu
  • Vampir Cina
  • Bakiak
  • Pipa Bocor
  • Kelompok Terpanjang
  • Tarik Tambang
  • Rakit Kita
  • Twoline Bridge
  • Hola Hop
  • Program Tanah Liat
  • Program Sapi Perah
  • Program Pak Tani
  • Edukasi Pengolahan Tahu
  • Jamu Tradisional
  • Membatik
  • Rafting

Paket Camping

Harga paket standar camping adalah Rp 250.000/orang. Paket ini sudah termasuk welcome drink, outbound, 2x snack, 3x makan, tenda penginapan, bakar ikan/jagung, api unggun, dan kegiatan jurit malam.

Lokasi Pelita Desa

Lokasi Pelita Desa adalah di Jalan H Miing, RT 01 / RW 03, Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nomor telepon yang bisa dihubungi yaitu (0251) 854 3456, 085732466895, atau 08569005959.

Nah, itulah tadi informasi lengkap mengenai Pelita Desa yang merupakan tempat outbound di Ciseeng, Bogor, lengkap mulai dari aktivitas hingga harga paketnya.

(bai/row)



Sumber : travel.detik.com

Bisa Jajal Petualangan-Wahana Seru di Kebun Teh



Bogor

Kawasan Agrowisata Gunung Mas di Puncak, Bogor sudah terkenal sejak lama dengan keindahan alamnya. Banyak wisatawan tertarik menjajal aneka wahana seru di sini.

Kawasan ini memang jadi alternatif warga Jabodetabek untuk berlibur, karena jaraknya yang relatif tidak terlalu jauh. Agrowisata Gunung Mas ini letaknya berada di sebelah Rest Area Gunung Mas.

Selagi menyusuri puing-puing bekas penggusuran pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Raya Puncak, detikTravel sedikit melipir ke area wisata ini, Selasa (25/6/2024).


Memang pemandangan di kawasan ini tak perlu dipertanyakan lagi, hamparan kebun teh yang luas dan cuaca yang sejuk semakin membuat liburan menjadi berkesan.

Warga Tangerang Selatan yang berlibur ke sini adalah Fajar. Ia memboyong keluarganya untuk menikmati kesejukan dan keseruan di Agrowisata Gunung Mas ini.

Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorAgrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Foto: Pradita Utama/detikcom

“Bagus ya tempatnya juga nyaman, ya cocoklah buat liburan bareng keluarga. Fasilitasnya juga cukup ada tempat buat makan, terus juga ada wahana buat anak-anak,” jelasnya kepada detikTravel.

Di Agrowisata Gunung Mas ini terdapat banyak wahana yang bisa dijajal traveler saat berkunjung. Berikut beberapa wahana yang bisa dicoba di Agrowisata Gunung Mas:

1. Berkuda

Di sini kamu bakalan ngerasain berkuda yang berbeda loh, nah yang bikin berbedanya adalah kamu bakalan berkuda mengelilingi kebun teh jadi serasa juragan-juragan yang lagi cek kebun. Untuk bisa menunggangi kuda-kuda di sini pengunjung dikenai biaya mulai dari Rp 60.000 hingga Rp 150.000

“Rp 60.000 untuk 1 kilometer terus bisa juga kalau pengen agak lama Rp 150.000 buat setengah jam,” kata salah satu petugas di loket berkuda.

2. Bermain ATV

Nah buat pengunjung yang ingin menjajal kegiatan ekstrem yang ada di Agrowisata Gunung Mas bisa dengan menggunakan ATV, jangan khawatir karena nantinya pengunjung yang hendak bermain ATV akan didampingi oleh petugas.

Jadi aman dan tak perlu khawatir lagi, harga menyewa ATV ini dikenakan biaya sebesar Rp 160.000 di weekday dan Rp 210.000 di weekend. Harga tersebut mencakup waktu pemakaian selama 45 menit dengan jarak tiga kilometer.

Berbeda dengan harga wisatawan lokal, untuk wisatawan mancanegara haru membayar Rp 260.000 di weekday dan Rp 310.000 untuk weekend.

3. Rainbow Slide

Ini jadi primadona para pengunjung yang datang ke Agrowisata Gunung Mas ini, pengunjung akan berseluncur di perosotan pelangi menggunakan ban besar dengan panjang perosotan hingga 90 meter yang melintas di tengah-tengah kebun teh.

Untuk menjajal wahana seru ini pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 25.000 untuk sekali naik.

Agrowisata Gunung Mas Puncak BogorAgrowisata Gunung Mas Puncak Bogor Foto: Pradita Utama/detikcom

Aliyah sangat senang saat mencoba perosotan raksasa ini, walaupun awalnya takut tapi akhirnya ia bisa menikmati wahana ini.

“Awalnya takut banget karena cepet kan terus udah dari situ langsung seru aja gitu,” ucapnya sehabis mencoba.

4. Flying Fox

Buat yang senang dengan wahana ekstrem lainnya bisa coba flying fox di sini, dengan harga Rp 60.000 saja kamu sudah bisa melintasi hamparan kebun teh dari ketinggian. Namun tak sembarang orang bisa naik wahana ini, terdapat minimal tinggi badan 120 sentimeter.

5. Kolam Renang

Mengajak keluarga untuk berlibur ke tempat ini bakal jadi momen yang menyenangkan, apalagi membawa anak-anak karena banyak wahana yang bisa mereka coba. Bagi anak-anak yang senang berenang bisa coba untuk berenang di sini.

Tarif yang dipatok untuk menjajal kolam renang ini sebesar Rp 10.000 saja, walaupun luas kolamnya tak terlalu besar namun cukup untuk anak-anak mencobanya. Jadi pengalaman seru juga berenang di kawasan dingin khas Puncak Bogor ini.

Selain wahana berbayar di kawasan ini, pengunjung juga bisa menikmatinya dengan aktivitas lain. Saat detikTravel berada di kawasan ini banyak terdapat family gathering yang menggunakan taman-taman dan lapangan di Agrowisata Gunung Mas sebagai tempatnya ataupun sekadar jalan-jalan saja.

Untuk harga tiket Agrowisata Gunung Mas ini pengunjung perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp 15.500 per orang di weekday dan weekend harga naik menjadi Rp 20.000 per orang.

Untuk pengunjung yang membawa kendaraan motor atau mobil juga dikenakan biaya sebesar Rp 5.000 untuk motor serta Rp 10.000 untuk mobil.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Desa Wisata Taro, Desa Kuno di Gianyar, Bali



Gianyar

Desa Wisata Taro merupakan desa kuno di Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar, Bali. Budaya dan tradisi masih terjaga.

Desa Taro hanya berjarak sekitar dua jam dari Denpasar. Desa itu berada di ketinggian 600-750 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang membuat udaranya sejuk.

Desa Taro adalah pemukiman yang dirintis oleh Rsi Maharsi Markendya. Dia datang ke Bali di abad ke tujuh. Markendya merabas hutan, membangun pemukiman dan persawahan dengan sistem irigasi yang disebut subak.

Desa Taro mendapat julukan “Bhumi Sarwa Ada” yang berarti serba ada. Julukan yang sesuai, karena desa itu memiliki berbagai kekayaan alam dan budaya yang bisa memikat hati banyak wisatawan. Bagi Rsi Markandya, desa itu juga memuliki segala hal yang diinginkan dan dibutuhkan saat dia membangun mendirikan kawasan itu. Tanah subur, air melimpah, udara sejuk, alam yang indah, dll.


Selain itu, desa tersebut dijuluki Pusering Jagat atau pusat semesta.

Sejak 2017, Desa Taro telah menjadi desa wisata. Melalui pondasi Tri Hita Karana, yaitu menjaga keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta, Desa Wisata Taro memilih tema destinasi yang berhubungan dengan alam dan spiritual.

“Mulai tahun 2017 akhir, kita garap semua destinasi itu 2018. Pembuatan masterplan dan menggali potensi itu sudah mulai di 2017. Akhirnya 2019 sudah mulai launching destinasi wisata,” ujar I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

Mengusung konsep ‘Eco Spiritual Destination’, Desa Taro menyajikan berbagai destinasi alam dan spiritual yang menjadi keunikan dan warisan budaya masyarakat setempat. Perpaduan antara tradisi spiritual dan keindahan alam akan membuat siapapun terpikat.

“Kami ingin membangun konsep desa wisata yang berkelanjutan, sehingga mengusung konsep ‘Eco Spiritual Destination’. Kami menginginkan semuanya masih lestari dan menjadi warisan turun temurun, pariwisata adalah bonusnya,” kata Ardika.

Kemudian, pada 2023, Desa Taro masuk dalam daftar Programme di United Nations World Tourism Organization (UNWTO) 2023.

4 destinasi wisata unggulan yang wajib traveler kunjungi di Desa Taro yang antara lain:

1. Pura Agung Gunung Raung

Pura Agung Gunung Raung merupakan salah satu Pura Kahyangan Jagat yang ada di Bali. Keberadaan pura ini sangat erat kaitannya dengan perjalanan suci Rsi Markendya. Pura Agung Gunung Raung memiliki keunikan tersendiri, dimana umumnya persembahyangan menghadap ke timur, namun di pura ini persembahyangan menghadap ke arah barat

2. Konservasi Lembu Putih

Desa Taro adalah satu-satunya desa di Bali yang memiliki taman konservasi lembu putih, satwa yang dihormati dan disucikan. Lembu Putih dipercaya sebagai hewan suci sekaligus sebagai kendaraan Dewa Siwa.

Lembu Putih yang ada di Desa Taro dirawat dan dikonservasi untuk menjaga kelestariannya, karena sering digunakan dalam upacara agama.

3. The Fireflies Garden

The Fireflies Garden merupakan kawasan penangkaran kunang-kunang yang dikelola oleh Desa Taro. Di sini traveler bisa menemukan banyak kunang-kunang yang cantik.

Terletak di sekitar persawahan dengan udara dan air yang bersih membuat kunang-kunang mampu tumbuh dan berkembang di sini. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di sore hingga malam hari.

4. Semara Ratih Delodsema Village

Semara Ratih Delodsema Village adalah sebuah restoran berkonsep alami yang sudah dibuka sejak 2020. Semara Ratih Delodsema Village menawarkan sensasi bersantap di tengah bentang alam yang cantik, ditemani gemericik air sungai.

Tak jauh dari restoran, traveler juga bisa menemukan sebuah mata air suci yang dapat digunakan untuk melukat.

Tak hanya menawarkan berbagai destinasi menarik. Desa Wisata Taro juga menawarkan beberapa paket aktivitas wisata yang bisa traveler coba.

Berikut paket wisata di Desa Taro

1. Paket Tirta Yatra

Paket Tirta Yatra menawarkan traveler untuk mengunjungi situs-situs tonggak perjalanan suci Ida Maharsi Markandya pada abad ke-7. Paket ini akan mengajak traveler untuk melukat di Semara Ratih, mengunjungi Pura Agung Gunung Raung, Pura Sanghyang Tegal, dan Duwe Lembu Putih.

Dengan membayar harga Rp 300.000 per orang, sudah termasuk banten, sari Jro Mangku, punia, pemandu wisata, nasi yasa, dan coffee break. Traveler juga bisa memilih lokasi untuk bersantap, mulai dari Semara Ratih hingga di Taman Lembu Putih.

2. Paket Desa Wisata

Paket wisata ini akan mengajak traveler untuk mengunjungi beberapa Objek Wisata yang menjadi ikon Desa Wisata Taro dan Sharing Session Bersama Pokdarwis Desa Wisata Taro. Dengan membayar harga Rp 195.000 per orang, traveler akan diajak ke beberapa objek wisata pilihan, coffee break, makan siang, dan sharing session.

3. Paket Studi Banding

Paket studi banding ini akan mengajak traveler untuk berkunjung ke pengelolaan sampah yang diaplikasikan menjadi pertanian organik di Desa Taro. Untuk mencoba paket ini traveler dikenakan harga sebesar Rp 195.000 per orang.

Traveler akan mendapatkan berbagai fasilitas menarik, seperti coffee break sebanyak 2 kali, berkunjung ke fasilitas pengelolaan material & kebun organik desa taro, makan siang, dan sharing session.

4. Paket Cycling Desa Taro

Desa Taro juga menawarkan paket cycling yang mengajak traveler untuk bersepeda melewati daerah pertanian, pemukiman warga, hingga beberapa destinasi wisata yang menjadi ikon Desa Taro.

Traveler bisa memilih tiga jenis paket cycling, yaitu paket 1, 2, dan 3 dengan harga Rp 250.000 per orang dan minimal 5 orang. Setiap paket memiliki rute yang berbeda-beda, jadi pastikan memilih paket yang sesuai ya traveler!

5. Paket Trekking Desa Taro

Paket Trekking Desa Taro mengajak traveler untuk jalan-jalan berkeliling Desa Taro, mulai dari pemukiman penduduk, hingga ke objek wisata yang menjadi ikon desa ini. Traveler bisa memilih tiga jenis paket trekking, yaitu paket 1 dan 2 dengan harga Rp 250.000 per orang dan minimal 5 orang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sendratari Ramayana Terjemahan Relief Candi Prambanan Tanpa Kata



Yogyakarta

Diterpa cahaya rembulan, di hadapan megahnya Candi Prambanan, keindahan budaya Jawa tersuguhkan dalam Sendratari Ramayana Prambanan. Pertunjukan itu memukau ribuan penonton dengan kisah epik Ramayana yang diadaptasi dalam bentuk seni drama dan tari tanpa dialog.

“Cerita Ramayana terkisah dari relief-relief yang terpahat di Candi Prambanan,” ucap sang narator

Pertunjukan itu bukan hanya sekadar hiburan, melainkan juga sebuah upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Sejak 26 Juli 1961, pertunjukan tersebut daya tarik populer bagi wisatawan yang datang ke Candi Prambanan.


Sendratari Ramayana yang juga dikenal dengan Ramayana Ballet populer sebagai hiburan malam hari di Jogja. Tidak hanya menjadi rujukan wisatawan lokal, tapi turis asing terlihat antusias menyaksikannya.

Berikut yang dapat traveler rasakan jika menyaksikan sendratari Prambanan:

Pertunjukan Tanpa Dialog yang Menggetarkan

Sendratari Ramayana Prambanan menggabungkan unsur tari dan drama tanpa dialog, menceritakan perjalanan heroik Rama dalam menyelamatkan istrinya, Sinta, yang diculik oleh Rahwana, raja Negara Alengka.

Lebih dari 200 penari profesional dan musisi lokal terlibat dalam pertunjukan ini, menciptakan harmoni gerakan dan musik yang menggetarkan hati. Candi Prambanan, terutama Candi Siwa, menjadi latar belakang yang mempesona, menambah keagungan pertunjukan ini.

Tradisi yang Menyatu dengan Alam

Pertunjukan ini digelar rutin setiap Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pada musim kemarau bulan Mei hingga Oktober, pementasan berlangsung di panggung terbuka dengan ukuran mencapai 14 x 50 meter yang menyatu dengan Candi Prambanan dan alam sekitar.

Saat musim hujan sekitar Januari hingga April dan November hingga Desember, pertunjukan dipindahkan ke panggung tertutup Trimurti Stage.

Keunikan Kisah Ramayana Versi Jawa

Cerita Ramayana yang diangkat dalam sendratari ini merupakan adaptasi dari epos Hindu, namun dengan sentuhan budaya Jawa yang khas. Pertunjukan diawali dengan kemenangan Rama dalam kompetisi memanah untuk memperebutkan Putri Shinta. Setelah menikah, Rama, Shinta, dan Laksmana mengembara ke hutan Dandaka, tempat Rahwana menculik Shinta.

Dengan bantuan Hanoman dan pasukan kera, Rama membangun jembatan menuju Alengka untuk menyelamatkan Shinta. Pertempuran besar terjadi antara pasukan kera dan raksasa Alengka, hingga akhirnya Rama berhasil mengalahkan Rahwana dengan panahnya. Meski sempat meragukan kesucian Sinta, Rama akhirnya menerima kembali Shinta setelah ia membuktikan kesuciannya dengan membakar diri namun selamat dari api.

Pengalaman Menonton yang Tak Terlupakan

Penonton diingatkan untuk tidak menggunakan flash saat memotret dan tidak berbicara terlalu keras selama pertunjukan. Acara ini terdiri dari dua babak, dengan babak pertama diakhiri oleh aksi Hanoman membakar kerajaan Alengka, disusul oleh istirahat 15 menit.

Babak kedua yang lebih singkat diakhiri sekitar pukul 9 21.00.

Pada akhir pertunjukan, penonton diperbolehkan berfoto dengan para pemain di atas panggung. Terlihat pemeran Rama Sinta dan kera Hanoman sering menjadi favorit untuk diajak berfoto wisatawan.

Menjaga Warisan Budaya

Sendratari Ramayana Prambanan bukan hanya sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebuah upaya untuk menjaga dan merayakan warisan budaya Indonesia.

Setiap gerakan tari dan alunan musik dalam sendratari ini mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang harus terus dilestarikan.

Penonton tidak hanya disuguhi sebuah kisah epik, tetapi juga diajak untuk menghargai dan memahami budaya yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Di panggung besar dengan latar belakang Candi Prambanan yang megah, Sendratari Ramayana Prambanan terus berlanjut, mengisahkan cerita cinta dan keberanian yang abadi, menghubungkan masa lalu dengan masa kini, dan menginspirasi generasi mendatang untuk mencintai budaya mereka.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Lembu Putih Hewan Sakral di Desa Taro, Tidak Disembelih, Tidak Diperjualbelikan



Gianyar

Lembu putih menjadi salah satu warisan sejarah yang ada di Desa Taro. Hewan itu dianggap sebagai ‘duwe’ dan disucikan oleh masyarakat setempat.

Desa Taro adalah salah satu desa wisata di Pulau Dewata yang berprinsip ‘An Eco Spiritual Destination’. Dalam mendukung keberlanjutan lingkungan, Desa Wisata Taro memiliki banyak kawasan konservasi.

Salah satunya adalah Konservasi Lembu Putih, lembu itu sangat disakralkan oleh masyarakat Desa Taro. Keberadaan Lembu Putih itu dikaitkan dengan kedatangan Ida Maha Rsi Markandeya di abad ke tujuh. Dia pendiri Desa Taro.

“Dahulu lembu putih itu dilepas di Desa Taro, bisa masuk ke rumah warga. Tapi tahun 2011 sudah mulai kita konservasi karena banyak yang ke desa tetangga, jadi agar lebih mudah memantau jumlahnya akhirnya kita konservasi,” kata I Wayan Gede Ardika, pengelola Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Taro.

Lembu putih itu disucikan oleh masyarakat setempat sebagai simbolisasi kehadiran Dewa Siwa. Lembu putih dipercaya sebagai kendaraan suci Dewa Siwa.

Uniknya lagi, di Desa Taro, lembu putih betina dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil dengan Ida Bagus. Saat ini, terdapat 56 ekor lembu putih yang dikonservasi oleh Desa Taro.

“Kawasan konservasi lembu putih itu tahun 2019 sudah dikembangkan jadi objek wisata. Di Desa Taro sudah ada 56 ekor lembu putih. Biasanya kalau ada yang mati pasti juga ada yang lahir. Kalau yang betina itu dipanggil Ida Ayu dan yang jantan dipanggil Ida Bagus,” kata Ardika.

Menurut Ardika, lembu putih yang ada di Desa Taro tidak boleh disembelih, tidak boleh diperjualbelikan, dan tidak boleh dikonsumsi. Lembu putih yang dikonservasi hanya khusus untuk upacara keagamaan seperti Mepurwa Daksina dan Memineh Empehan Lembu.

Di kawasan konservasi lembu putih juga terdapat konservasi beberapa tanaman obat dan tanaman yang biasa digunakan untuk kegiatan upacara agama Hindu.


“Kita juga melakukan konservasi untuk tanaman obat, tanaman langka, dan tanaman upacara. Ada juga konservasi berbagai jenis pisang,” kata dia.

Tidak hanya lembu putihnya yang disakralkan, tetapi beberapa unsur hewan ini seperti kotoran, urin, susu, dan air mata lembu putih itu disakralkan. Hasil dari lembu putih itu dijadikan sarana upacara maupun terapi pengobatan herbal/non medis.

Lembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, BaliLembu putih di Desa Wisata Taro, Gianyar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Kita punya produk Bio Taro, yaitu produk olahan dari kotoran lembu putih, bisa digunakan untuk pupuk atau pestisida alami. Kita ada produk biogas dari kotoran lembu putih juga, ada briket yang digunakan untuk pupuk,” kata Ardika.

Traveler yang sedang berkunjung ke Desa Wisata Taro wajib mencoba berkunjung ke kawasan konservasi yang satu ini. Terdapat beberapa aktivitas menarik, seperti perkemahan, memberi makan Lembu Putih, outbound, dan outing. Terdapat juga wisata edukasi berbagai jenis tanaman.

Selain itu, juga terdapat taman ruang terbuka hijau yang sangat luas dan asri serta areal bermain anak-anak, bale bengong dan wantilan serbaguna. Untuk masuk ke kawasan konservasi ini, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 per orangnya.

Jika traveler tertarik untuk outbound, traveler dikenakan biaya sebesar Rp 150.000 per orang, sudah termasuk pemandu, makan siang, dan berbagai peralatan lainnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Unik! Bangunan Berumur Satu Abad Disulap Jadi Kafe di Yogyakarta



Yogyakarta

Semerbak kopi menyeruak saat pintu kaca kafe ini dibuka. Space Roastery membuka kedai baru bertajuk 1890 di sebuah bangunan satu abad.

Space Roastery 1890 berada di Jl. MT Haryono No 9, Suryodiningrat, Kota Yogyakarta. Bangunan itu berdiri lebih dari satu abad dan awalnya bernama Ndalem Pembayun. Dulunya ini dimiliki oleh keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono VII.

Kafe itu baru diresmikan pada 12 April 2024 lalu dan menambah warna baru di dunia perkafean Jogja. Konsepnya menawarkan customer untuk ngopi berkesan di dalam bangunan warisan budaya.


Hal itu dibenarkan oleh Alex, turis asing asal Perancis itu menikmati setiap teguk kopinya di Space Roastery 1890 sambil menelisik setiap inchi detail bangunan.

Space Roastery 1890 di YogyakartaSpace Roastery 1890 di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

“Saya menemukan kedai ini di Instagram, dan tidak disangka begitu luar biasa. Saya belum pernah merasakan pengalaman ini sebelumnya, yaitu menikmati kopi dengan warisan yang begitu indah,” kata Alex.

Jika traveler menyaksikan dari luar, bangunan ini memiliki gaya klasik khas Jawa dengan dominasi warna hijau, kuning, dan coklat bersayup teduh.

Terdiri dari dua bagian, yakni bagian dalam dan luar ruangan. Bagian dalam ber-AC menyatu dengan meja barista, tasting station, merchandise corner, serta diisi meja dengan jumlah terbatas. Adapun, bagian luar sejatinya adalah teras rumah dengan lebih banyak meja kursi.

Rumah ini adalah perwujudan salah satu bagian rumah Joglo, tepatnya omah njero atau rumah dalam sebagai bagian terdalam dari joglo. Omah njero difungsikan untuk ruang keluarga dan di dalamnya ada ruangan bernama senthong. Senthong itu mempunyai tiga bagian, yaitu senthong kanan, kiri, dan tengah.

Kalau traveler duduk di meja bar, tepat di depannya adalah senthong tengah. Aslinya tempat tersebut digunakan untuk bermeditasi, tempat tidur pengantin, dan juga tempat pemujaan dewi sri untuk kesuburan ladang.

Senthong didekorasi dengan simbol fertility sebagai kesuburan pasangan pengantin ataupun kesuburan ladang sawah. Senthong dan isinya tidak terusik dengan adanya Space Roastery 1890, karena diberi penutup agar senthong terjaga di balik tirai.

Space Roastery 1890 di YogyakartaSpace Roastery 1890 di Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Bangunan yang telah berdiri kokoh selama 134 tahun itu disulap menjadi kafe tanpa mengurangi atmosfer ngopi di bangunan yang sudah ada dari jaman Belanda. Dekorasinya memadukan unsur modern dan klasik dengan tetap menonjolkan keotentikan dari sang rumah.

“Dengan memilih bangunan ini untuk store kami, ini jadi salah satu cara untuk turut andil dalam melestarikan peninggalan budaya, khususnya rumah budaya Jawa,” tulis Space Roastery 1890 dalam akun instagram resminya @space.roastery

Ternyata bagi warga Jogja generasi 80 dan 90an, lebih familiar dengan tempat ini sebagai toko game Dino. Toko itu biasa digunakan untuk transaksi beli kaset, rental PlayStation, dan bermain tamiya.

“Karena tempat ini udah lama ga kedengeran eksistensinya, kami memberanikan diri buat buka Space Roastery 1890 di bangunan yang dulunya toko game Dino ini. Tujuannya untuk mendekatkan akses ke habitual drinkers dan home brewers yang bertempat tinggal di selatan sekaligus membangkitkan kembali popularitas tempat ini,” tulis Space Roastery 1890 di akun resminya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com