Category Archives: Makanan Sehat

Susu Kurma Bagus Dikonsumsi Selama Berpuasa, Ini Manfaatnya

Jakarta

Susu kurma bisa jadi salah satu pilihan minuman bernutrisi yang baik dikonsumsi selama berpuasa. Baik itu dikonsumsi saat sahur maupun berbuka puasa.

Pasalnya, susu kurma mengandung kombinasi antara protein dan kalsium dengan gula alami serta serat.

Manfaat Susu Kurma

Susu kurma bisa dikonsumsi saat sahur untuk memberikan energi tahan lama atau saat berbuka untuk mengembalikan stamina setelah seharian berpuasa.


1. Membantu Menjaga Energi Tubuh

Dilansir laman Carencure Pharmacy, susu kurma kaya akan komponen seperti glukosa dan fruktosa. Di mana, kurma adalah makanan yang baik untuk dikonsumsi di pagi hari.

Selain itu, kurma dengan susu juga bisa mengenyangkan sehingga bisa membuat perut kenyang lebih lama.

2. Membantu Pencernaan yang Lebih Baik

Mengkonsumsi kurma dengan segelas susu bisa bermanfaat bagi sistem pencernaan. Terutama bagi kamu termasuk orang yang tidak intoleran terhadap laktosa (jenis gula alami yang ditemukan di susu mamalia, seperti susu kambing, sapi maupun ASI).

Kurma kaya serat, yang dikenal bisa berperan dalam mengatur pergerakan usus dan menjaga kesehatan usus. Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), satu buah kurma bisa mengandung 1,61 g serat di dalamnya.

Pada orang sehat, susu juga bermanfaat untuk menenangkan saluran pencernaan. Hal ini menjadikannya obat yang menyehatkan bagi mereka dengan sembelit dan kembung.

3. Membantu Meningkat Fungsi Otak

Mengkonsumsi kurma dengan susu hangat kerap dianggap bermanfaat bagi kesehatan otak. Keduanya mengandung vitamin B, mineral seperti kalium, antioksidan (karotenoid, flavonoid, lignan, asam fenolik, dan polifenol).

Selain itu, senyawa antiperadangan dalam kandungannya juga dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fokus, sekaligus mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti penyakit Alzheimer.

4. Mendorong Peningkatan Kekebalan dan Imunitas Tubuh

Mengutip Only My Health, kombinasi susu dan kurma juga membantu dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh. Yang pada akhirnya akan membantu mencegah infeksi dan penyakit.

Selain itu, kandungan antioksidan seperti flavonoid, karotenoid, dan fenolik juga bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh selama puasa.

Kurma dengan susu menjadi kombinasi makanan bergizi, yang bermanfaat dalam sahur memberikan energi tahan lama dalam rangka mengembalikan stamina setelah seharian berpuasa.

(khq/fds)



Sumber : food.detik.com

Konsumsi Cokelat Bersama dengan Teh Perkuat Daya Tahan Tubuh


Jakarta

Cokelat dan teh ternyata bisa menjadi kombinasi yang luar biasa sehat. Kombinasi ini menghasilkan zat antioksidan yang tinggi untuk menjaga imunitas tubuh.

Baik cokelat maupun teh telah dikenal sejak lama dan dikonsumsi oleh banyak orang. Sejarah menunjukkan bahwa masyarakat Ekuador telah mengonsumsi kakao sejak 5.300 tahun lalu. Sementara teh pertama kali dikenal pada 2737 SM dan berasal dari China.

Dilansir dari New York Post (16/2), Piotr Miga, seorang sommelier teh mengatakan, “Pada abad ke-17, baik teh maupun cokelat dianggap bernilai tinggi, gaya hidup, dan memiliki sifat mengobati.”


Keduanya mengandung zat antioksidan yang tinggi. Terutama pada cokelat hitam yang kaya akan polifenol untuk melawan radikal bebas dan mengurangi risiko kanker.

Manfaat cokelat hitam juga dilaporkan oleh Health Line. Ini mengandung flavanol yang dapat melawan peradangan, serta menjaga kesehatan sel endotel yang melapisi arteri.

kombinasi teh dan cokelatkombinasi teh dan cokelat Foto: Getty Images/iStockphoto

Selain cokelat, situs tersebut juga merinci bagaimana teh populer seperti teh hijau, jahe, dan lainnya juga dapat melawan peradangan dan mencegah kerusakan oksidatif. Karena manfaat keduanya inilah membuat Miga percaya bahwa kombinasi antara cokelat hitam dan teh sangat baik.

Menurut Miga, teh yang baik dikombinasikan dengan cokelat hitam ini adalah teh hitam. Amy Sherman, seorang penggemar teh dari San Francisco juga menyebutkan bahwa menyukai kombinasi antara teh earl grey dengan cokelat. Karena, earl grey merupakan teh hitam yang memiliki sentuhan rasa jeruk bergamot.

“Jeruk dan Cokelat adalah kombinasi yang indah,” ungkap Sherman.

Teh juga dapat berpadu baik dengan cokelat susu. Untuk jenis teh yang cocok adalah teh hijau. Teh hijau yang rasanya lembut bersahaja ini dapat mengurangi manis dari cokelat susu.

Kombinasi cokelat dan teh ini sangat baik adalah karena manfaat yang terkandung di dalamnya dapat bekerja sama dengan baik. Salah satunya untuk meningkatkan suasana hati, seperti diungkap oleh William Mullan.

“Teobromin dan kafein merupakan stimulan, keduanya dapat meningkatkan fokus dan suasana hati,” ujarnya.

(yms/yms)



Sumber : food.detik.com

Konsumsi 6 Makanan Ini Saat Sahur agar Kenyang Lebih Lama


Jakarta

Saat sahur perlu berstrategi memilih makanan yang tepat. Konsumsi beberapa jenis makanan diketahui menciptakan rasa kenyang lebih lama. Ini daftarnya!

Beberapa makanan dapat membuat Anda merasa kenyang lebih lama karena mengandung banyak protein dan serat sehingga cocok dijadikan sebagai menu sahur agar tahan puasa seharian.

Berikut adalah beberapa jenis makanan yang membuat Anda kenyang lebih lama seperti dilansir Medical News Today:


1. Kentang

manfaat kentang rebus untuk dietFoto: Getty Images/GMVozd

Dalam studi indeks rasa kenyang yang asli, kentang rebus atau kentang panggang memiliki skor tertinggi yaitu 323. Kentang goreng memiliki skor yang relatif rendah yaitu 116.

Kentang adalah makanan yang sangat padat dan kaya akan pati, vitamin C, dan beberapa nutrisi sehat lainnya.

Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalamAnnals of Nutrition & Metabolismmenemukan bahwa makanan berbahan dasar kentang efektif dalam mengurangi nafsu makan, dibandingkan dengan bahan lainnya.

2. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga merupakan karbohidrat yang lambat dicerna dengan kandungan protein dan serat yang tinggi.

Manfaat nutrisi ini berarti kacang-kacangan merupakan makanan yang baik untuk mengimbangi rasa lapar dan mengatur asupan kalori, menurut sebuah studi tahun 2010 dalam jurnal Advances in NutritionTrusted Source.

3. Makanan tinggi serat

Makan buah pisang tidak boleh dicampur dengan beberapa makanan lainFoto: Getty Images/iStockphoto/bhofack2

Serat merupakan komponen makanan yang penting. Serat memiliki banyak fungsi seperti membantu mengendalikan kadar gula darah dan kolesterol.

Serat juga bantu menciptakan rasa kenyang. Menurut sebuah studi tahun 2014, serat mungkin bukan komponen yang paling efektif untuk menurunkan berat badan, meskipun perlu ada lebih banyak studi klinis di bidang nutrisi ini.

Makanan berserat tinggi meliputi oat, roti gandum utuh, sayuran seperti wortel atau bit, dan buah-buahan seperti pisang serta jeruk.

4. Produk olahan susu rendah lemak

Meningkatkan konsumsi produk olahan susu rendah lemak dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan dalam jangka pendek.

Misalnya, satu studi dalam jurnal Appetite menemukan bahwa greek yogurt berprotein tinggi efektif untuk mengimbangi rasa lapar, meningkatkan rasa kenyang, dan mengurangi konsumsi lebih lanjut.

5. Telur

trik masak telur orak-arik tanpa mentega atau susuFoto: Getty Images/iStockphoto

Telur merupakan sumber protein, vitamin, dan mineral yang sangat baik. Telur juga memiliki efek menguntungkan dalam mengurangi rasa lapar dan memperpanjang rasa kenyang.

Sebuah studi dari tahun 2011 dalamInternational Journal of Food Sciences and Nutritionmemberi peserta makan siang berupa telur dadar, kentang goreng, atau sandwich ayam. Mereka yang mengonsumsi telur dadar merasa lebih kenyang daripada mereka yang mengonsumsi makanan karbohidrat 4 jam kemudian.

6. Daging dan ikan tanpa lemak

Baik daging maupun ikan mengandung banyak protein dan rendah lemak jenuh. Diet yang mengandung protein tingkat tinggi dapat secara efektif mengendalikan nafsu makan dan mendorong penurunan berat badan. Ini termasuk protein nabati, misalnya kedelai, menurut penelitian lain dalamThe American Journal of Clinical Nutrition.

Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul 7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama, Cocok Buat Sahur

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Tips Ngopi Selama Ramadan agar Kesehatan Tetap Terjaga


Jakarta

Kebiasaan minum kopi sering kali sulit ditinggalkan saat Ramadan. Pencinta kopi sebenarnya tetap bisa menikmati minuman favoritnya dengan cara sehat berikut ini.

Penikmat kopi mungkin sudah tidak bisa lepas dari kebiasaan minum kopi. Namun, bulan Ramadan menjadi waktu dimana minum kopi perlu dibatasi karena umat Muslim berpuasa mulai dari fajar sampai terbenamnya matahari.

Para penikmat kopi harus melakukan perubahan mendadak yang mampu menimbulkan rasa lelah atau sakit kepala.


Namun, para pecinta kopi sebenarnya masih bisa menikmati kopi, hanya ritualnya diubah. Beberapa tips juga bisa diperhatikan supaya minum kopi selama Ramadan tidak membahayakan kesehatan.

Melansir beberapa sumber, berikut 5 cara minum kopi yang sehat saat Ramadan.

1. Optimalkan waktu minum kopi

Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaOptimalkan waktu minum kopi baik saat sahur atau buka. Foto: Ilustrasi iStock

Waktu minum kopi menjadi hal penting saat puasa. Melansir dekaranganjar.com, Dr Nazir menyarankan minum kopi dua jam sebelum waktu sahur berakhir. Takarannya juga tidak boleh berlebihan, cukup satu cangkir saja.

Kopi juga bisa diminum setelah berbuka. Melansir ottencoffee.co.id(02/03/2024), para ahli menyarankan waktu terbaik untuk menikmatinya yaitu satu sampai dua jam setelah berbuka puasa.

Minum kopi pada waktu ini bisa membantu tubuh lebih aktif dan berenergi untuk lanjut menjalankan ibadah tarawih dan tadarus.

2. Pilih kopi rendah kafein

Coffee cup and beans on wooden table. Top view.Kopi decaf yang lebi rendah kafein bisa dipilih. Foto: iStock

Saat menjalani puasa, perut mungkin akan lebih sensitif terhadap makanan dan minuman yang masuk.

Oleh karenanya, pertimbangkan untuk memilih kopi yang lebih rendah kafein. Minum kopi tinggi kafein dapat meningkatkan produksi asam lambung dan mengendurkan sfingter esofagus. Akibatnya asam lambung naik atau GERD kambuh saat puasa.

Selama puasa, sebaiknya pilih jenis kopi decaf yang memiliki kafein lebih rendah. Menurun National Coffee Association, dalam 100 ml kopi decaf hanya mengandung 2 mg kafein yang jauh lebih kecil daripada kopi reguler dengan kandungan kafein sampai 95 mg per 100 ml.

Cara ngopi sehat saat Ramadan bisa dilihat pada halaman selanjutnya!

3. Tetap jaga hidrasi tubuh

Young woman drinking pure glass of waterJangan lupa tetap menjaga tubuh terhidrasi. Foto: Getty Images/seb_ra

Hidrasi menjadi hal penting selama Ramadan. Sebab, selama berpuasa asupan cairan akan berkurang, berisiko terkena dehidrasi.

Seimbangkan setiap cangkir kopi dengan banyak minum air putih untuk mengurangi efek diuretik kafein.

Selain mencukupi kebutuhan air putih, bisa juga konsumsi makanan kaya air saat sahur dan buka puasa. Menikmati buah-buahan dan sayuran yang menyediakan hidrasi dan nutrisi, memastikan tubuh tetap terhidrasi dan berenergi selama puasa.

4. Kurangi dosisnya

Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaDosis minum kopi juga sebaiknya dikurangi saat Ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

Selama puasa, pola hidup juga biasanya berubah. Ritual minum kopi juga ikut berganti.

Oleh karena itu, jika biasanya minum kopi 3 kali dalam sehari, mungkin bisa dikurangi jadi 1 atau 2 kali saja sehari.

Dalam hitungan dosis, misalnya biasa minum 18 gram kopi, selama Ramadan dosisnya bisa dikurangi jadi 12 gram saja.

Pasalnya, minum kopi berlebihan dapat menimbulkan risiko peningkatan asam lambung dan memperburuk sakit asam lambung yang dialami.

5. Kurangi gula

Selain mengurangi dosisnya, penting juga untuk mengurangi kandungan gula. Kopi akan lebih sehat jika dibuat tanpa campuran pemanis seperti gula. Hal ini juga penting karena konsumsi gula berlebihan bisa menyebabkan dehidrasi saat puasa.

Oleh karenanya, pemanis itu bisa diganti dengan bahan campuran alami lainnya. Segelas kopi bisa ditambah rempah-rempah, seperti kayu manis atau kapulaga. Bisa juga pemanis buatannya diganti menjadi madu uang lebih sehat.

Menjalani puasa dengan sehat membutuhkan perhatian ekstra terhadap asupan cairan dalam tubuh. Selama lebih dari 12 jam menahan haus dan lapar, tubuh kehilangan banyak cairan serta mineral esensial yang berperan dalam menjaga keseimbangan metabolisme.

Le Minerale, dengan kandungan mineral esensial alaminya, membantu menggantikan elektrolit yang hilang, menjaga keseimbangan cairan, serta membuat tubuh tetap segar dan berenergi sepanjang hari.

Minum Le Minerale saat sahur membantu tubuh tetap bertenaga lebih lama, sementara saat berbuka, membantu mengembalikan kesegaran setelah seharian berpuasa. Dengan asupan cairan yang cukup dan berkualitas, puasa terasa lebih ringan, tubuh tetap bugar, dan aktivitas harian tetap optimal.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

7 Tips Diet Saat Bulan Puasa agar Berat Badan Turun Maksimal


Jakarta

Bulan puasa bisa jadi momen yang tepat untuk diet. Puasa dari subuh hingga magrib membantu usaha penurunan berat badan jika dibarengi dengan tips diet ini.

Berpuasa di bulan Ramadan akan memudahkan diet karena tidak mengonsumsi makanan selama lebih dari 12 jam. Namun, di sisi lain, diet saat bulan puasa juga memiliki tantangan tersendiri karena banyak godaan makan yang datang setelah berbuka puasa.

Agar diet berhasil, ada beberapa tips diet yang bisa dilakukan ketika bulan puasa. Mulai dari mengurangi konsumsi kalori hingga minum air yang cukup.


Berikut 7 tips diet saat bulan puasa:

1. Kurangi konsumsi kalori

Hitung Kalori Makanan Ternyata Lebih Ampuh Turunkan BB Dibandingkan PuasaKurangi kalori untuk membantu menurunkan berat badan. Foto: Ilustrasi iStock

Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

Kalori bisa dikurangi dengan mengurangi porsi makanan saat buka dan sahur serta tidak mengonsumsi camilan. Kunci diet menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan kalori. Anda dapat mengurangi asupan 300-500 kalori per hari untuk menurunkan berat badan di bulan bulan puasa.

2. Pastikan asupan nutrisi terpenuhi

Walaupun kalori dikurangi, pastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi dengan baik. Selama diet di bulan puasa tubuh tetap membutuhkan nutrisi yang cukup dan bergizi seimbang.

Pastikan nutrisi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral tercukupi selama bulan puasa walaupun kalori dikurangi. Pilihlah makanan yang tinggi nutrisi dan rendah kalori. Serta perbanyak makanan yang mengandung serat dan protein seperti sayuran, buah-buahan, ikan, tahu, dan tempe.

3. Hindari makanan olahan

5 Makanan Olahan yang Direkomendasikan Ahli Gizi untuk DikonsumsiHIndari makanan olahan. Foto: Getty Images/iStockphoto/agrobacter

Hindari mengonsumsi makanan olahan seperti makanan cepat saji karena mengandung tinggi gula, garam, dan lemak. Makanan ini rendah nutrisi dan juga tinggi kalori yang dapat meningkatkan berat badan. Sebaiknya konsumsi makanan sehat saat sahur dan berbuka puasa.

Tips diet selama Ramadan ada di halaman selanjutnya.

4. Kurangi camilan saat buka

Aneka makanan dan minuman menggugah selera saat berbuka puasa. Namun, tahan diri agar tak mengonsumsi makanan tersebut secara berlebihan. Makanan-makanan ini tinggi gula yang dikaitkan dengan penambahan berat badan dan obesitas sehingga dapat menggagalkan diet.

5. Olahraga

Girl making exercises with dumb-bells in the park. Shalow depth of field.Ilustrasi olahraga. Foto: Getty Images/Mixmike

Walaupun sedang di bulan Ramadan, luangkan waktu untuk tetap berolahraga. Berolahraga membantu diet di bulan puasa berjalan lebih efektif. Lakukan olahraga ringan di sore hari menjelang berbuka puasa atau di malam hari setelah berbuka maupun setelah salat tarawih.

6. Cukup istirahat

Istirahat yang cukup dikaitkan dengan program diet yang sukses. Di bulan puasa, pastikan Anda tetap tidur yang cukup 7-9 jam setiap hari. Jika perlu, tambah waktu tidur di siang hari untuk memenuhi kebutuhan istirahat.

7. Minum air yang cukup

Asal Usul Aturan Minum 8 Gelas Sehari, Apa Masih Efektif?Minum air putih yang cukup. Foto: Getty Images/KTStock

Asupan air juga harus terpenuhi selama bulan puasa. Asupan air yang cukup akan membantu menurunkan berat badan. Setiap orang dewasa disarankan mengonsumsi air minum 2 liter setiap hari. Di bulan puasa, bagi konsumsi air minum dalam beberapa waktu misalnya saat berbuka, setelah salat, menjelang tidur, sebelum sahur, dan sebelum imsak.

Artikel ini sudah tayang di CNN Indonesia dengan judul “7 Cara Diet di Bulan Puasa yang Bantu Turunkan Berat Badan”

(raf/adr)



Sumber : food.detik.com

Bolehkah Minum Kopi saat Sahur? Begini Efek Sampingnya

Jakarta

Sahur adalah waktu penting bagi umat Islam yang akan menunaikan ibadah puasa. Selain bernilai ibadah, makanan dan minuman yang dikonsumsi saat sahur menjadi sumber energi hingga waktu buka puasa tiba.

Bagi penikmat kopi, sahur bisa menjadi dilema untuk mengonsumsi minuman favoritnya. Apakah tepat minum kopi ketika sahur? Berikut penjelasan dari para ahli yang bisa menjadi informasi berharga.

Bolehkah Minum Kopi saat Sahur?

Kopi adalah salah satu minuman yang sebaiknya tidak dikonsumsi saat sahur. Minuman ini berisiko mengakibatkan tubuh kekurangan cairan, hingga menjadi lemas saat puasa.


Pengajar Prodi Kedokteran Keluarga FKUI dr Marinda Asiah Nuril Haya, MMed Sci, PhD mengatakan, kopi bisa membuat kita lebih sering buang air kecil. Hal ini karena sifat diuretik dalam kafein yang membuat kopi lebih dapat memicu produksi urine yang cenderung lebih banyak. Sehingga tubuh lebih sering ingin buang air kecil.

Saat puasa cairan terus berkurang, sehingga minum kopi bisa menyebabkan risiko dehidrasi menjadi besar. Sifat booster yang dimiliki kopi bisa diterima tubuh. Meski begitu, tubuh juga akan mengeluarkan banyak cairan dalam waktu beberapa jam.

“Mungkin efek kafeinnya bisa stay selama beberapa jam, tapi setelah itu efek buang air kecilnya justru bikin lemas kekurangan cairan dan dehidrasi. Oleh karena itu sebaiknya dihindari,” ujar dr Nuril.

Kapan Sebaiknya Minum Kopi di Bulan Puasa?

Saat bulan puasa, kopi sebaiknya dikonsumsi saat tiba waktu berbuka. Artinya, penikmat kopi harus menggeser sedikit waktu konsumsi minuman favorit yang biasa dilakukan di pagi hari.

Dengan cara ini, cairan yang mungkin keluar setelah minum kopi bisa segera terganti. Penikmat kopi yang puasa tidak perlu mengalami dehidrasi dan lemas selama beribadah.

Bagi yang tetap ingin mengonsumsi kopi di waktu sahur, dr Nuril menghimbau untuk memastikan kecukupan air di dalam tubuh. Kecukupan konsumsi air putih bisa menanggulangi efek diuretik kopi.

“Jadi pas sahur itu minum sekitar dua gelas air putih. Terus nanti pas buka juga satu gelas air putih, satu gelas usai Sholat Maghrib. Terus dari Isya sampai sahur lagi bisa tiga sampai empat gelas, sehingga kebutuhan cairannya itu tetap terpenuhi,” kata dr Nuril.

Selain menggeser waktu minum kopi, cara lain adalah mengurangi jumlah konsumsi harian. Dokter gizi klinik dr Tirta Prawita Sari, MSc, SpGK, mencontohkan, jika biasa minum dua sendok kopi maka saat bulan puasa menjadi satu sendok. Hal ini untuk menekan risiko terjadinya dehidrasi dan gangguan kesehatan pencernaan.

(elk/row)



Sumber : food.detik.com

5 Minuman Herbal Pencegah Perut Kembung Saat Buka Puasa


Jakarta

Perut kembung kerap dialami usai buka puasa. Sebagai solusi, coba konsumsi minuman herbal ini ketika waktu berbuka.

Puasa membuat tubuh mengalami berbagai perubahan kondisi. Salah satu kondisi yang sering terjadi yaitu perut kembung.

Kondisi kembung membuat perut seakan sesak, penuh, dan menimbulkan rasa tidak nyaman.


Perut kembung tidak boleh disepelekan, karena bisa jadi pertanda kondisi tubuh sedang dalam keadaan tidak sehat.

Menghindari konsumsi makanan dan minuman tertentu memang bisa membantu. Namun, kondisi perut kembung juga bisa diatasi dengan minum minuman herbal berkhasiat.

Melansir Times of India, berikut 5 racikan minuman herbal yang bisa atasi perut kembung saat buka puasa:

1. Teh peppermint

anti pikun dengan teh peppermintMinum teh peppermint bisa atasi perut kembung. Foto: GettyImages/Telegrah

Teh peppermint yang dibuat dengan memasukkan daun peppermint ke dalam air panas ini menjadi salah satu racikan tepat.

Teh ini dikenal dengan khasiatnya yang menenangkan dan baik untuk meredakan keasaman dan kembung di perut.

Di dalamnya terkandung menthol yang membantu merelaksasikan otot-otot saluran pencernaan, mengurangi gas, dan rasa tidak nyaman akibat kembung.

Senyawa flavonoid di dalam teh ini juga dipercaya ampuh meredakan berbagai masalah pada sistem pencernaan, termasuk perut kembung.

2. Lemon jahe

racikan teh hijau yang menyehatkan, bisa ditambahkan jahe, lemon, madu, hingga daun mint.Minuman herbal sederhana ini menawarkan khasiat untuk atasi kembung. Foto: Getty Images/iStockphoto

Perpaduan lemon dan jahe juga bisa mengatasi perut kembung. Cara membuatnya mudah tinggal merebus irisan lemon dan jahe.

Minuman ini berkhasiat karena jahe di dalamnya merupakan obat alami untuk masalah pencernaan.

Sedangkan lemon juga bisa membantu pencernaan dan membantu tubuh mengurangi keasaman.

Jahe dan lemon juga mengandung antioksidan dan antiradang, sehingga bisa meringankan peradangan usus.

Mengonsumsi wedang lemon jahe bisa membuat usus bekerja lebih baik, sehingga masalah pencernaan bisa teratasi.

Rekomendasi minuman herbal lain untuk atasi kembung bisa dibaca pada halaman selanjutnya!

3. Teh chamomile

Herbal tea with lemon slice on a white wooden table with chamomile plants and cinnamon.Selain menenangkan tubuh, teh chamomile juga bisa atasi kembung. Foto: dok. detikFood

Selain menenangkan tubuh dan pikiran, teh chamomile juga bisa mengurangi gas dan melemaskan otot yang menggerakkan makanan melalui usus.

Teh chamomile juga kaya akan senyawa fenolik, seperti apigenin, quercetin, dan patuletin. Senyawa ini memiliki sifat antiradang, menenangkan, pencernaan, dan antispasmodik yang meredakan rangsangan saluran pencernaan dan membantu meredakan gas berlebihan.

Namun, teh chamomile tidak direkomendasikan bagi mereka yang alergi terhadap chamomile atau bunga lain dalam satu famili.

Orang yang mengonsumsi antikoagulan, obat penenang, atau analgesik juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi teh chamomile.

4. Teh kayu manis

Teh kayu manisSifat anti radang di dalam teh ini bisa mengatur kadar gula darah dan atasi kembung. Foto: Getty Images/Akhilesh

Kayu manis juga dikenal dengan khasiat anti radangnya dan kemampuan untuk mengatur kadar gula darah.

Minum teh kayu manis setelah buka puasa bisa membantu menstabilkan kadar gula darah dan mencegah keasaman serta kembung.

Di dalam teh herbal ini juga ada sifat antispasmodik yang bisa meredakan kram perut, gas, dan kembung.

5. Teh biji ketumbar

Biji ketumbar juga bisa dijadikan teh lalu diminum setelah buka puasa. Biji ketumbar dapat mengurangi keasaman dan kembung setelah makan.

Minuman herbal ini memang terkenal mampu mengatasi masalah pencernaan, seperti mual, diare, dan perut kembung. Di dalam biji ketumbar terdapat kandungan serat yang bisa meningkatkan kerja sistem pencernaan secara keseluruhan.

Selain itu, racikan teh ini juga memiliki sifat antioksidan, antibakteri, dan antiradang yang dapat melawan bakteri penyebab peradangan.

(aqr/adr)



Sumber : food.detik.com

Ahli Gizi Ungkap Waktu Ideal Minum Kopi Selama Ramadan


Jakarta

Banyak pencinta kopi bingung menentukan kapan sebaiknya minum kopi saat bulan ramadan? Ahli pun merekomendasikan waktu ideal untuk menikmati minuman berkafein ini.

Kopi merupakan minuman favorit banyak orang. Tidak jarang ada orang yang dapat menikmati kopi lebih dari satu gelas dalam sehari.

Saat bulan Ramadan, banyak orang bertanya-tanya, bagaimana bisa tetap minum kopi di bulan suci. Pasalnya, bagi pencinta kopi, rasanya ada yang kurang jika tidak meminumnya sehari saja.


Menurut Dr. Rita Ramayulis dari Ikatan Ahli Gizi Indonesia, waktu terbaik untuk minum kopi selama bulan Ramadan adalah antara waktu berbuka puasa dan waktu selingan di malam hari.

Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaSaat ramadan disarankan minum kopi usai waktu buka puasa. Foto: Ilustrasi iStock

Ia menyarankan peminum kopi untuk mengonsumsi kopi saat lambung lebih siap menerimanya, yaitu setelah berbuka puasa.

Anda juga disarankan untuk berhenti minum kopi satu jam atau lebih sebelum tidur, agar pola tidur tidak terganggu.

Jika merasa masih membutuhkan kopi pagi saat sahur/sebelum fajar, Anda boleh saja menyeduh kopi lagi, tapi pastikan minum banyak air setelahnya.

Hal ini karena kafein mengandung sifat diuretik yang menyebabkan Anda lebih sering buang air kecil dan dehidrasi selama jam-jam saat puasa.

Tips terbaik sebenarnya dengan mempersiapkan tubuh dengan mengurangi konsumsi kopi secara bertahap dua hingga tiga minggu sebelum Ramadan dimulai, sehingga tubuh Anda akan beradaptasi dengan berkurangnya asupan kafein saat bulan puasa.

Bukan Mitos! Ini 5 Manfaat Minum Kopi Tanpa GulaKopi decaf bisa jadi alternatif jika ingin tetap ngopi saat ramadan. Foto: Ilustrasi iStock

Sementara itu, ada alternatif lainnya yakni memilih kopi tanpa kafein. Sebab semua kopi tanpa kafein hanya mengandung kafein 3 persen saja sehingga tidak akan mengganggu rutinitas tidur Anda.

Artikel ini sudah tayang di CNBC Indonesia dengan judul Kapan Waktu Ideal Minum Kopi Saat Puasa Ramadan? Ini Kata Ahli

(adr/adr)



Sumber : food.detik.com

5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan Ramadan


Jakarta

Walaupun berpuasa di bulan ramadan, penting menjaga tubuh terhidrasi. Ada beberapa cara dan tips yang bisa dilakukan guna menghindari dehidrasi saat puasa.

Menjalani ibadah puasa di bulan ramadan bukan berarti membiarkan tubuh kelaparan dan kehausan seharian penuh. Sebaik-baiknya menjalankan puasa ialah harus tetap memenuhi kecukupan nutrisi dan hidrasi tubuh.

Ada banyak saran yang diberikan oleh ahli gizi agar Muslim tetap dapat menjalankan puasa dengan lancar. Salah satunya memerhatikan hidrasi atau asupan air yang cukup untuk tubuh.


Agar tak dehidrasi walaupun tanpa minum seharian ada tips yang bisa ditiru. Mulai dari menghitung kebutuhan air minum hingga membagi sesi minum sejak berbuka hingga sahur.

Baca juga: Jalani Ramadan Pertama Tanpa Ibu, Netizen Ini Punya Siasat Khusus

Berikut ini 5 tips mencukupi kebutuhan cairan tubuh saat berpuasa di bulan ramadan:

5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanDalam upaya mencukupi kebutuhan hidrasi, penting untuk menghitung takaran konsumsi air mineral yang direkomendasikan. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

1. Menghitung kebutuhan air

Kebutuhan air minum setiap individu sangat berbeda-beda. Salah satu faktor terbesarnya ialah perbedaan berat badan maupun jenis kelamin. Tentunya perbedaan ini dapat dihitung.

Melansir Indonesia Baik, ada beberapa cara untuk menghitung kebutuhan air baik dengan rumus Watson maupun rumus yang sederhana. Untuk sehari-hari orang awam dapat menghitung kebutuhan air minumnya dengan rumus Berat Badan x 30 mililiter air.

Hasil perhitungan tersebut adalah takaran sederhana yang harus dicukupi agar tubuh tak dehidrasi termasuk ketika berpuasa. Namun asupan air tak hanya semata-mata terhitung dari konsumsi air mineral saja tetapi juga datang dari makanan dan asupan lainnya.

2. Konsumsi makanan tinggi air

Dr. Kushal Bangar selaku ahli gizi berlisensi mengatakan ada beberapa cara memenuhi kecukupan air tubuh. Salah satunya mengandalkan asupan makanan tinggi air, terutama dari buah.

Saat menjalankan ibadah puasa, sempatkan untuk mengonsumsi buah tinggi air pada waktu berbuka maupun sahur. Seperti beberapa potong semangka atau mengonsumsi timun yang dapat dicampur dalam makanan.

Buah jeruk yang tak hanya tinggi air tetapi juga padat akan vitamin C-nya termasuk salah satu yang disarankan untuk dikonsumsi saat sahur. Alasannya kadar air dengan vitamin yang mengimbangi dapat membantu memperkuat imunitas selama berpuasa.

Tips mencukupi kebutuhan hidrasi saat berpuasa berlanjut di halaman berikutnya.

3. Hindari kafein

Ada beberapa kebiasaan yang dilakukan orang Indonesia baik saat sahur maupun berbuka puasa. Ialah mengonsumsi minuman berkafein seperti teh dan kopi dengan kepercayaan untuk mendorong energi.

Faktanya konsumsi teh dan kopi yang berlebihan saat bulan ramadan dapat mengganggu kelancaran puasa. Teh dan kopi memiliki kadar kafein yang bersifat sebagai diuretik sehingga mengeluarkan cadangan air dari dalam tubuh.

Konsumsi teh saat berbuka puasa masih boleh dilakukan, namun minum teh saat sahur tidak begitu dianjurkan. Sebagai alternatif, konsumsi teh dan kopi selama bulan ramadan dapat diganti menjadi seduhan minuman herbal.

4. Pilih minuman elektrolit saat berbuka

5 Tips Mencukupi Kebutuhan Cairan Tubuh di Bulan RamadanSelain air mineral, memilih minuman tinggi elektrolit juga dianjurkan saat berbuka puasa. Foto: Getty Images/iStockphoto/Irina Kononova

Mengutip MedlinePlus, elektrolit bukan sekadar minuman biasa tetapi juga mengandung muatan listrik. Elektrolit memiliki banyak pengaruh besar pada tubuh dalam mencegah terjadinya hidrasi.

Mulai dari mencukupi asupan air, mengendalikan pH dalam darah, hingga menjaga fungsi saraf dan otot. Minuman yang mengandung elektrolit artinya memiliki kandungan kalsium, klorida, magnesium, fosfor, potasium, dan sodium di dalamnya.

Banyak produk di pasaran yang menawarkan minuman tinggi elektrolit, biasanya minuman ini disarankan bagi pelaku olahraga namun juga cocok dikonsumsi ketika berpuasa. Misalnya seperti minuman isotonik atau air kelapa kemasan.

5. Membagi waktu minum

Cara paling mudah untuk mencukupi kebutuhan hidrasi selama bulan ramadan adalah dengan membaginya ke dalam 8 gelas air minum. Tetapi tidak semuanya harus dikonsumsi dalam waktu yang bersamaan.

Minum air mineral untuk mencukupi kebutuhan hidrasi harus dilakukan secara bertahap. Konsumsi air mineral yang terlalu banyak dalam satu waktu justru dapat membahayakan tubuh hingga risiko terparahnya adalah mengancam nyawa.

Saat berpuasa, membagi porsi air mineral dapat dilakukan 1 gelas setiap waktu. Satu gelas setelah bangun sahur, setelah makan sahur, saat berbuka puasa, setelah solat maghrib, setelah makan malam, setelah solat isya, setelah tarawih, dan sebelum tidur malam.

(dfl/odi)



Sumber : food.detik.com

10 Makanan Bikin Tahan Lapar dan Awet Kenyang Saat Puasa

Jakarta

Jika detikers merasa sangat lapar saat puasa, mungkin pilihan menu sahur kamu kurang tepat. Menu makanan sahur menjadi kunci agar puasa tetap terasa kenyang dan bisa menahan lapar lebih lama.

Bukan masalah porsi, tetapi rahasianya ada pada pilihan menu yang bernutrisi tepat. Pastikan menu tersebut mengandung protein dan serat yang tinggi. Simak 10 menu sahur yang tepat berikut ini.

Makanan Sahur agar Kenyang Lebih Lama

Dilansir dari Healthline, berikut ini beberapa pilihan makanan yang bisa dijadikan menu sahur agar dapat menahan lapar selama berpuasa.


1. Kentang Rebus

manfaat kentang rebus untuk dietKentang rebus. Foto: Getty Images/GMVozd

Kentang rebus termasuk sumber karbohidrat yang tinggi, sekaligus mengandung beberapa vitamin dan mineral, termasuk vitamin C dan kalium. Dibandingkan sumber karbohidrat lainnya, kentang termasuk yang sangat mengenyangkan.

Kentang juga mengandung air dan karbohidrat yang tinggi, serta mengandung serat dan protein dalam jumlah sedang. Sebagai informasi, kentang hampir tidak mengandung lemak.

2. Telur

telur ceplok veganTelur ceplok Foto: Instagram

Telur merupakan makanan padat nutrisi, terutama protein yang memberikan efek kenyang lebih lama. Telur berukuran besar mengandung sekitar 6 gram protein, termasuk 9 asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia.

Hidangan dari telur juga mudah diolah dengan aneka bahan yang mudah diperoleh. Misal telur dadar dan ceplok yang hanya perlu digoreng, telur rebus, atau balado bagi penyuka pedas.

3. Ikan

Menu gombyang ikan etong di Lampu Satu Resto Subang.Menu gombyang ikan etong. Foto: Istimewa

Ikan dengan berbagai olahannya menjadi sumber protein dan asam lemak omega-3 yang tinggi. Nutrisi ini dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama dibandingkan sumber protein hewani lainnya.

Beberapa menu ikan yang dapat dimasak seperti ikan goreng, kukus, panggang, bumbu asam manis, dan sebagainya. Selain sebagai menu sahur, ikan juga pilihan yang tepat untuk buka puasa.

4. Oatmeal

Ilustrasi oatmealOatmeal. Foto: Getty Images/Stefan Tomic

Oatmeal merupakan makanan tinggi serat yang membantu tubuh merasa kenyang lebih lama. Serat beta-glucan di dalam oat juga mendorong pelepasan hormon kenyang peptida YY (PYY) dan menunda pengosongan perut. Oatmeal dapat diolah dengan menambahkan susu, yoghurt, potongan buah-buahan, kacang-kacangan, dan telur.

5. Daging

Sliced grilled meat barbecue steak Machete on dark backgroundSapi lada hitam. Foto: Getty Images/iStockphoto/Lisovskaya

Daging sapi maupun ayam tanpa lemak cocok menjadi santapan sahur karena bisa memberi rasa kenyang lebih lama. Protein tinggi di dalam daging dapat menahan hormon yang berkaitan dengan rasa lapar.

Berbagai menu olahan daging sapi dan daging ayam dapat dibuat di rumah, seperti ayam goreng, sup, tumisan, hingga daging panggang. Tentunya daging jangan diolah terlalu lama dengan banyak gula, garam, dan lemak yang bisa merusak kandungan nutrisinya.

6. Nasi Merah

Ilustrasi Nasi MerahIlustrasi Nasi Merah Foto: Getty Images/iStockphoto/NNK

Nasi merah dikenal lebih sehat dibandingkan nasi putih karena lebih tinggi kandungan serat dan proteinnya. Kandungan tersebut membuat perut kenyang lebih lama, sehingga juga cocok menjadi menu diet.

Nasi merah juga kaya akan antioksidan flavonoid yang akan membantu melawan radikal bebas. Nasi jenis ini juga cocok dipadukan dengan berbagai menu makanan.

7. Kacang-kacangan

Berbagai jenis kacang-kacangan memiliki kandungan protein nabati dan serat yang tinggi, namun kepadatan energinya rendah. Hal ini membuat kacang-kacangan sangat mengenyangkan.

Beberapa kacang-kacangan bisa dibuat sayur, seperti buncis, kacang polong, lentil, dan kacang tanah. Jenis lain seperti almond dan kenari cocok dimakan sebagai cemilan sambil menunggu imsak.

8. Sayuran

Ilustrasi irisan wortel, buncis, batang seledri, dan paprika merahIlustrasi irisan wortel, buncis, batang seledri, dan paprika merah Foto: Getty Images/Searsie

Sayuran sangat bergizi dengan kandungan berbagai macam vitamin, mineral, dan senyawa tanaman yang bermanfaat. Kandungan seratnya juga tinggi, sehingga membantu mengenyangkan perut lebih lama.

Sayuran yang lebih keras, seperti wortel dan brokoli membutuhkan waktu lebih banyak untuk dikunyah, sehingga bisa menahan rasa lapar. Banyak menu yang dibuat dari sayuran, seperti sup, capcay, sayur bayam, hingga sayur oyong.

9. Kurma

kurmaKurma. Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel

Kurma tak hanya cocok untuk berbuka puasa. Kandungan gula dan seratnya juga bisa mencukupi asupan harian sehingga membantu menahan lapar lebih lama. Cukup makan 2-3 butir kurma saat sahur untuk mendapatkan manfaatnya.

10. Buah

Ilustrasi buah apelIlustrasi buah apel. Foto: Getty Images/Hakase_

Selain kurma, berbagai buah mengandung serat yang tinggi, sehingga dapat memperlambat pencernaan dan membantu merasa kenyang lebih lama. Sebaiknya konsumsi buah-buahan utuh daripada jus karena seratnya lebih tinggi. Beberapa pilihan buah mengenyangkan seperti apel, pir, dan alpukat.

Detikers bisa memadukan berbagai pilihan makanan di atas untuk menu sahur yang kaya nutrisi dan bikin awet kenyang. Selain pilihan menu yang tepat, detikers wajib menjaga kecukupan cairan selama puasa agar tetap sehat.

(bai/row)



Sumber : food.detik.com