Category Archives: Pluang

Mengenal Manfaat & Cara Membaca Prospektus Perusahaan IPO

Mengenal Konsep Prospektus

Setiap perusahaan pasti akan mengumpulkan prospektus sebelum mereka menawarkan saham perdananya di bursa saham. Prospektus sendiri adalah dokumen yang diberikan kepada calon investor agar mereka tertarik membeli efek atau saham dari perusahaan pemilik prospektus.

Lantas, apa saja sih isi dari dokumen tersebut?

Sebagai rangkuman investasi, prospektus yang baik dalam penawaran saham umumnya mencakup beberapa informasi berikut:

  1. Ringkasan singkat tentang latar belakang perusahaan dan informasi keuangan.
  2. Nama perusahaan yang menerbitkan saham.
  3. Jumlah saham.
  4. Jenis sekuritas yang ditawarkan.
  5. Apakah penawaran bersifat publik atau pribadi.
  6. Nama-nama kepala perusahaan.
  7. Nama bank atau perusahaan keuangan yang melakukan penjaminan emisi.

Namun, prospektus tak hanya muncul di kancah investasi saham semata. Investasi reksa dana juga mengenal konsep prospektus yang berisikan tujuan dana kelolaan, strategi investasi, risiko, kinerja, kebijakan distribusi, biaya, pengeluaran, hingga manajemen dana. Tak ketinggalan, prospektus tersebut juga berisikan komponen biaya pembelian, penjualan, dan perpindahan antardana.

Karena prospektus adalah informasi yang amat dibutuhkan dalam penawaran saham, maka beberapa perusahaan diizinkan untuk mengajukan prospektus ringkas terlebih dahulu. Isi dokumen ini umumnya berisi informasi yang sama dengan prospektus final.

Nah, investor bisa membaca prospektus ringkas tersebut untuk mempelajari risiko yang terkait investasi sekuritas atau dana. Namun, tetap saja, risiko investasi yang lebih rinci akan dijelaskan di prospektus final berikut dengan profil rinci perusahaan seperti usia perusahaan, latar belakang manajemen, hingga kapitalisasi penerbit saham.

Jika investor tidak yakin dengan isi prospektus perusahaan calon penerbit saham IPO, maka mereka juga bisa mencocokkan isinya dengan laporan keuangan perusahaan.

Mengenal Tanggal dalam Prospektus

Khusus perkara IPO, Sobat Cuan harus memperhatikan tanggal-tanggal penting yang terdapat di dalam prospektus, misalnya tanggal penerimaan saham dan kapan kamu harus menyetor investasimu ke sekuritas.

Sekarang, yuk kupas tuntas tanggal-tanggal tersebut satu per satu sesuai contoh yang berdasarkan tangkapan layar prospektus berikut!

Sobat Cuan bisa melihat enam baris yang menunjukkan tanggal-tanggal penting di tangkapan layar prospektus di atas. Namun, jika kamu ingin mengikuti proses IPO, maka kamu hanya perlu memperhatikan lima baris terpenting di bawah. Berikut penjelasannya!

  1. Masa Penawaran Awal: Pada masa penawaran awal, atau umum dikenal sebagai book building, investor dapat menyampaikan minat atas suatu saham yang akan IPO. Masa penawaran awal dapat berlangsung selama paling cepat tujuh hari kerja dan paling lama 21 hari kerja.
  2. Perkiraan Masa Penawaran Umum: Periode masa penawaran umum biasanya berlangsung paling lama lima hari kerja. Pada periode ini, investor wajib menyediakan dana sesuai dengan pesanan dan menginformasikan minat yang disampaikan pada masa book building untuk menjadi pesanan di masa offering nantinya
  3. Perkiraan Tanggal Penjatahan: Di periode ini, perusahaan akan mengalokasikan jumlah saham bagi investor yang telah melakukan subscribe di periode book building. Namun, tidak menutup kemungkinan jika alokasi yang didapatkan tidak sesuai dikarenakan oversubscribed atau tingginya permintaan saham dari investor.
  4. Perkiraan Tanggal Distribusi Saham Secara Elektronik: Di periode ini, perusahaan akan mendistribusikan saham-saham ke investor sesuai jatahnya. Saham tersebut akan dikirimkan ke Rekening Dana Nasabah (RDN).

Perkiraan Tanggal Pencatatan Saham: Di periode ini, saham yang telah kamu pilih atau beli akan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia.



Sumber : pluang.com

Mau Menabung Aset Kripto? Yuk, Kenalan dengan Konsep Liquidity Pools!

Tren menabung aset kripto yang kian populer ternyata membuka peluang cuan dengan menjadi penyedia likuiditas. Kalau kamu termasuk kolektor aset kripto, liquidity pools adalah jawaban untukmu supaya tetap cuan meski harganya sedang jatuh!

Tapi, apa sih sebenarnya konsep dari liquidity pool tersebut?

Secara garis besar, liquidity pool adalah kumpulan aset kripto yang terkunci dalam teknologi smart contract, yang penjelasannya bisa kamu baca di artikel ini.

Sejauh ini, liquidity pools digunakan untuk memfasilitasi pinjaman dan nilai tukar, namun manfaatnya tidak terbatas pada dua fungsi itu saja. Di masa depan, likuiditas aset kripto sangat mungkin bisa menjadi pasar uang yang kompleks dan menggeser eksistensi dunia finansial saat ini.

Lalu, bagaimana cara kerjanya pasar uang kripto itu? Simak sampai habis ya!

Semua Dimulai dari Automated Market Maker (AMM)

Cikal bakal dari liquidity pool adalah teknologi yang bernama Automated Market Maker (AMM).

Secara sederhana, AMM adalah solusi yang diinisiasi oleh praktisi pasar modal Shearson Lehman Brothers dan ATD di tahun 1990an. Solusi ini ditawarkan sebagai alternatif dari market maker konvensional yang diinisiasi oleh manusia dalam aktivitas perdagangan.

Market maker konvensional dinilai rawan manipulasi sebab tiap harga yang terbentuk adalah cerminan penawaran dan permintaan yang dilakukan oleh manusia. AMM menawarkan skema di mana harga dibentuk secara otomatis dalam jaringan.

Skema AMM membuat kamu sebagai pembeli maupun penjual melakukan aktivitasmu dari dan kepada jaringan. Artinya, saat kamu membeli dari jaringan, kamu tidak memerlukan penjual, begitu pun sebaliknya. Jaringan menyediakan pasar terotomasi yang minim intervensi.

Mekanisme ini meminimalisir monopoli harga dan kecurangan yang mungkin terjadi sebagaimana market maker tradisional. Meski sempat dinilai gagal, AMM kembali jadi solusi seiring dengan makin populernya penggunaan smart contract. Dalam sistem DeFi, jaringan tersebut dinamakan Liquidity Pools.

Baca juga: Apa itu Smart Contract?

Liquidity Provider

Penyedia likuiditas dalam liquidity pools dinamakan liquidity provider (LP). Kamu bisa menjadi LP dengan menyewakan aset kriptomu dalam jaringan yang menggunakan skema AMM ini.

Caranya ialah dengan mengunci aset kripto yang kamu miliki dalam smart contract dan melepaskannya ke dalam jaringan. Aktivitas ini dinamakan yield farming, sebab kamu akan memperoleh imbal hasil jika aset kriptomu berhasil ditransaksikan. Mau tahu lebih banyak tentang yield farming? Cek artikel ini, ya!

Layaknya jasa keuangan konvensional, teknologi ini pun membuat kamu bisa mendulang cuan dalam bentuk “bunga tabungan”. Besarannya bergantung pada sebesar apa presentase aset kripto yang kamu tanam pada liquidity pools berbanding seluruh likuiditas disana.

Nah, bunga tersebut akan kamu dapatkan dalam token yang merepresentasi aset kriptomu dalam liquidity pools. Misalnya, kalau kamu menabung Bitcoin, maka imbal hasil yang kamu dapatkan pun dalam bentuk Bitcoin.

Liquidity Pools Adalah Sarana Cuan Efisien di Ekosistem DeFi

Transaksi dalam mata uang kripto kerap terkendala mahalnya gas fee yang fluktuatif dan tidak terprediksi. Namun, Sobat Cuan tetap bisa melakukan transaksi lewat Liquidity Pools di tengah momok di jaringan Ethereum tersebut.

Tersedianya AMM dalam skema yang lebih terpercaya berkat adanya smart contract dipandang sebagai jalan keluar agar aset kripto ditransaksikan dengan ekonomis. Liquidity pools digerakkan oleh smart contract yang otoritasnya dieksekusi oleh kode sehingga tidak memerlukan pihak ketiga.

Saat pengguna membutuhkan likuiditas kripto, mereka bisa bertransaksi dengan liquidity pools untuk mengeksekusi smart contract-mu.

Transaksi itu akan membuatmu cuan berupa bunga majemuk kripto atau bentuk lainnya tanpa harus berinteraksi langsung denganmu. Nah, konsep bunga majemuk dalam menabung kripto bisa kamu temukan di artikel berikut, ya!

Cara ini akan menghemat biaya gas yang harus kamu keluarkan dari transaksi di jaringan blockchain sebagaimana order book konvensional.

Memang, kamu tetap memerlukan gas fees untuk melepaskan smart contract, tapi tentunya tidak semahal jika kamu bertransaksi langsung dengan pengguna di dalam blockchain.

Menariknya, skema ini memungkinkan produk turunan berupa pools lain dimana kamu juga bisa menyewakan tokenmu. Lapisan likuiditas ini masih akan berkembang pesat seiring dengan perkembangan kebutuhan pasar. Meski cukup kompleks, mekanisme ini membuat aset kriptomu produktif menghasilkan kripto tambahan maupun token.

Baca juga: Mau Coba Investasi di DeFi? Begini, Lho, Caranya!

Pasar Liquidity Pools Akan Berkembang

Baik liquidity pools maupun jaringan blockchain dan sistem DeFi adalah skema baru yang masih menyisakan banyak ruang untuk berkembang. Transaksi dalam liquidity pools dapat dipergunakan oleh siapa saja dengan skema yang beragam.

Sebagai contoh, salah satu sektor dalam DeFi tengah mengembangkan asuransi untuk menjamin risiko dalam transaksi kripto. Asuransi ini pun berlangsung dalam liquidity pools.

Produk lain yang sedang dikembangkan ialah sejenis tranching. Yakni, produk di mana LP bisa memilih resiko dan imbal hasil dalam aktivitas yield farming. Meski tergolong produk turunan laiknya produk pasar derivatif, inovasi tranching akan membuat yield farming lebih mudah.

Liquidity pools dapat berkembang menjadi layer-layer finansial sesuai dengan kebutuhan pasar DeFi.

Nah, karena masa depan yang cukup cerah, Sobat Cuan bisa banget ambil bagian dalam pengembangan tersebut dengan menginvestasikan aset kriptomu. Dan kini, kamu bisa mendapatkannya di Pluang!

Kamu bisa menikmati imbal hasil maksimal 3,5% per tahun hanya dengan menabung aset kriptomu di Pluang Cuan! Ini merupakan cara yang mudah bagi kamu untuk mendulang untuk kripto tanpa harus terkena eksposur besar dari fluktuasi harga kripto. Yuk, klik tautan ini ya untuk mempelajari lebih lanjut!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!Sumber: Binance, Coinmarketcap



Sumber : pluang.com

Mengenal Jenis Obligasi Pemerintah, Underlying Asset Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana pendapatan dikenal sebagai jenis investasi yang memiliki tingkat risiko mini. Hal itu dapat dipahami lantaran 80% dari portofolio investasi dalam produk tersebut dialokasikan ke obligasi. Baik dalam bentuk obligasi swasta maupun jenis-jenis obligasi pemerintah.

Ya, obligasi pemerintah atau disebut juga Surat Berharga Negara (SBN) merupakan produk investasi yang diterbitkan dan dijamin oleh pemerintah. Instrumen aset underlying reksadana pendapatan tetap ini memang dikenal anti gagal bayar mengingat kecilnya kemungkinan bangkrutnya negara.

Lalu, apa sih gunanya obligasi pemerintah? Nah, kalau Sobat Cuan rajin baca berita ekonomi, tentu memahami bahwa keuangan negara mengalami kondisi besar daripada tiang. Alias, belanjanya lebih besar ketimbang penerimaannya. Alias, defisit.

Untuk menutip defisit tersebut, pemerintah menerbitkan berbagai jenis obligasi pemerintah. Di dalam pagu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021, pemerintah membutuhkan pendanaan setidaknya sebesar Rp1.006 triliun. Himpunan dana obligasi pemerintah tentunya akan lari ke pembangunan negara dan kemakmuran masyarakat.

Membincang obligasi pemerintah, Sobat Cuan tahu tidak, kalau salah satu instrumen keuangan ini memiliki beberapa jenis?

Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

Baca juga: Apa Itu Hukum Pareto atau Prinsip Pareto 80/20?

Macam Jenis Obligasi Pemerintah

Secara umum, jenis obligasi dibagi dua. Yakni, konvensional dan syariah. Lantas, seperti apa penjelasan masing-masing jenisnya?

1. Obligasi Pemerintah Konvensional

Jenis SBN ini menggunakan prinsip konvensional, alias seperti produk keuangan pada umumnya. Biasanya, jenis obligasi ini dikenal dengan nama Surat Utang Negara (SUN).

Kemudian, jenis obligasi ini pun kembali dibagi menjadi dua jenis, yakni Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan Obligasi Negara.

Kedua jenis surat utang ini biasanya ditawarkan melalui proses lelang dan penawaran tertutup (private placement) ke investor institusi lantaran nilai pemesanannya yang cukup besar. Kemudian, keduanya juga bisa ditawarkan di pasar sekunder.

Namun bedanya, instrumen SPN adalah surat utang bertenor kurang dari 1 tahun sementara Obligasi Negara memiliki masa tenor yang lebih panjang.

Perbedaan keduanya juga terlihat dari tingkat kupon. Di satu sisi, SPN memberikan tingkat bunga berupa diskonto. Sementara itu, kupon Obligasi Negara bersifat tetap yang dibayar setiap enam bulan sekali atau mengambang (floating rate) setiap tiga bulan sekali.

Selain itu, Obligasi Negara bisa ditawarkan dalam mata uang selain rupiah. Sementara itu, pemerintah hanya menawarkan SPN dalam denominasi rupiah.

Obligasi Konvensional Institusi vs Ritel

Selain berdasarkan tipenya, obligasi konvensional juga bisa dibagi lebih lanjut ke dalam dua sasaran: Investor institusi dan investor ritel.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, Obligasi Negara dan SPN memang ditawarkan ke investor institusi. Namun, bukan berarti investor ritel bermodal cekak tak bisa memiliki obligasi pemerintah, lho.

Untuk mengakomodasi hal tersebut, pemerintah menawarkan dua jenis obligasi ritel yakni Savings Bond Ritel (SBR) dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Perbedaan dua obligasi ritel ini terletak pada mekanisme perhitungan kuponnya.

Di dalam SBR, investor bisa mendapatkan kupon dengan tingkat bunga mengambang yang dihitung berdasarkan suku bunga acuan Bank Indonesia, 7-Days Reverse Repo Rate. Investor bisa mendapatkan obligasi ini melalui agen penjual dengan minimal investasi Rp1 juta dan masa tenor dua tahun. Meski demikian, Sobat Cuan tetap bisa mencairkannya sebelum jatuh tempo maksimal 50% dari total SBR.

Karena bunga bersifat mengambang, maka bunga kupon akan naik ketika suku bunga BI meningkat. Namun, jika suku bunga BI turun hingga di bawah titik tertentu, maka tingkat kupon tak akan berubah.

Sementara itu, ORI memiliki kupon yang terbilang tetap dan dibayar tiap bulan. Minimal investasinya pun sama dengan SBN ritel jenis SBR.

Di samping itu perbedaan SBR dan ORI terletak di masalah fasilitasnya. ORI bisa diperdagangkan di pasar sekunder, namun tidak demikian dengan SBR.

Perbedaan lainnya adalah jangka waktu. Jika tenor SBR hanya dua tahun, maka investor bisa menggenggam ORI dengan tenor beragam mulai dari 12 bulan, 5 tahun, 10 tahun atau bahkan 50 tahun.

Baca juga: Dijamin Halal, Ini Jenis-Jenis Investasi Syariah Buat Sobat Cuan

2. Obligasi Pemerintah Syariah

Lain halnya dengan obligasi konvensional, pemerintah menggunakan prinsip-prinsip syariah dalam menawarkan obligasi jenis ini.

Artinya, obligasi ini tidak mengandung unsur riba (usury), maysir (judi) dan gharar alias ketidakjelasan, tujuannya untuk menjaga prinsipnya tetap berjalan secara syariah. Implikasinya, obligasi jenis ini tidak memberikan kupon, melainkan bagi hasil sesuai akad ijarah.

Obligasi pemerintah syariah biasanya juga dikenal sebagai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)

Meski demikian, pembagiannya pun sama dengan obligasi konvensional. Di mana, produk investasi ini bisa dinikmati oleh investor institusi dan investor ritel

Terdapat berbagai macam produk obligasi syariah konvensional, di antaranya adalah:

  1. Islamic Fixed Rate (IFR). IFR dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement dalam jangka waktu diatas 1 tahun. Kupon IFR bersifat fixed dengan pembayaran tiap enam bulan sekali menggunakan mata uang Rupiah. Selain itu, IFR dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
  2. Sukuk Dana Haji Indonesia (SDHI). SDHI dijual kepada investor institusi lembaga pengelola dana haji melalui private placement. Imbalan SDHI berupa kupon yang bersifat tetap dan dibayarkan setiap bulan dengan menggunakan mata uang Rupiah. Hanya saja, SDHI tidak dapat diperdagangkan di pasar sekunder.
  3. Project Based Sukuk (PBS). Instrumen ini dijual kepada investor institusi melalui lelang dan private placement, menggunakan underlying berupa proyek maupun kegiatan APBN. Imbalan PBS berupa kupon yang bersifat fixed dan dibayarkan setiap enam bulan sekali dengan denominasi Rupiah.
  4. Sukuk Valas. Instrumen ini diterbitkan di pasar internasional dalam mata uang USD, melalui penjualan Joint Lead Manager (JLM)

Sementara itu, produk SBSN ritel mencakup:

  1. Sukuk Tabungan (ST). Sukuk Tabungan skemanya mirip dengan SBR, hanya saja menggunakan prinsip syariah. Jadi, nanti saat pembelian ST, terdapat akad perjanjian pembelian ST.
  2. Sukuk Ritel Indonesia (SR). Sukri merupakan Surat Berharga Syariah yang diterbitkan khusus oleh pemerintah untuk ritel, sama seperti ORI hanya berbeda di prinsip pengelolaannya.

Kesimpulan

Wah, jenis obligasi pemerintah ternyata banyak sekali ya, Sobat Cuan! Berinvestasi SBN memang menjadi cara yang baik bagi kamu untuk membangun negeri. Namun, ada cara yang lebih mudah bagi kamu untuk melakukan hal tersebut.

Yakni, tentu saja dengan berinvestasi reksa dana pendapatan tetap di Pluang! Apalagi, minimum investasinya hanya Rp15.000 saja!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kementerian Keuangan



Sumber : pluang.com

Apa Untungnya Beli Saham IPO?

Manfaat Membeli Saham IPO

Secara umum, terdapat dua manfaat utama yang bakal kamu dapat dengan mengoleksi saham IPO.

1. Bisa Menikmati Pertumbuhan Dividen Sedari Dini

Beberapa perusahaan melaksanakan IPO untuk menggaet pendanaan yang murah demi melakukan ekspansi bisnisnya. Jika ekspansi bisnis mereka terbilang sukses, maka pundi-pundi laba yang mereka koleksi pun akan semakin bejibun ke depan.

Nah, melihat hal ini, Sobat Cuan tentu berharap kecipratan cuan perusahaan tersebut, bukan? Jika memang demikian, maka tidak ada salahnya kamu membeli saham perusahaan tersebut saat IPO. Mengapa demikian?

Seperti yang diketahui, IPO adalah aksi perusahaan yang memberikan kesempatan bagi calon investor untuk memiliki kepemilikan di perusahaan tersebut. Sebagai imbal baliknya, investor tentu akan mendapat dividen per tahunnya.

Sekarang, bayangkan jika aksi ekspansi bisnis perusahaan ternyata benar-benar menghasilkan laba yang mumpuni ke depan. Hasilnya, kamu tentu saja bakal diganjar dividen yang melimpah pada tahun-tahun mendatang.

Sehingga, jika kamu sudah berpartisipasi di saham perusahaan tersebut sejak awal, maka kamu bisa mengakumulasi dividen lebih banyak, plus menikmati pertumbuhan dividennya sedari dini, dibanding investor lainnya.

Hanya saja, kamu bisa menikmati hal tersebut jika sang perusahaan benar-benar memiliki prospek yang bagus ke depan. Oleh karenanya, jangan malas untuk membedah laporan keuangan dan prospektus calon perusahaan IPO ya, Sobat Cuan!

2. Koleksi Saham di Harga Murah

Aktivitas IPO juga memungkinkanmu untuk mendapatkan saham di harga yang lebih murah. Nah, dalam hal ini, Sobat Cuan bisa menengok contoh-contoh yang pernah terjadi di bursa saham sebelumnya.

Salah satu peristiwa yang bisa kamu pelajari adalah IPO perusahaan belanja daring terbesar China, Alibaba, di bursa saham AS pada 2014 silam. Kala itu, Alibaba berhasil meraup pendanaan publik sebesar US$21,8 miliar dan menorehkan sejarah sebagai IPO terbesar sejagat.

Ternyata, saat mencapai titik puncaknya pada 2020 silam, harga saham Alibaba meroket fantastis 244% dibanding saat IPO. Dengan kata lain, jika Sobat Cuan investasi Rp10 juta di saham Alibaba saat IPO, maka saham Alibaba milkmu akan bernilai Rp24,4 juta hanya dalam enam tahun saja!

Bayangkan jika kamu baru kepikiran untuk membeli saham Alibaba pada 2020 lalu. Tentu kamu akan merasa menyesal tidak membeli saham tersebut pada saat IPO, bukan?

Tapi, bukan berarti pertumbuhan nilai saham Alibaba terbilang selalu mulus, Sobat Cuan. Faktanya, nilai saham Alibaba bahkan sempat anjlok 38% setelah setahun melantai di bursa.

Selain Alibaba, banyak nilai saham perusahaan yang amblas dalam waktu singkat pasca IPO. Penyebabnya pun beragam, mulai dari kinerja yang melempem, kepemimpinan perusahaan yang buruk, hingga kondisi makroekonomi yang memang sedang tidak sehat.

Namun, terdapat pula saham yang nilainya tak pernah kembali menyentuh harga IPO-nya selepas menawarkan saham perdananya, misalnya saham Grab dan Coinbase. Hal ini, bisa jadi, disebabkan oleh kondisi perusahaan yang memang oke serta penilaian baik dari para investor.



Sumber : pluang.com

Cara Menakar Mahal & Murah Saham IPO

Menilai Saham IPO dari Valuasi

Salah satu cara untuk melihat mahal-murahnya harga saham IPO adalah dengan melihat valuasinya.

Valuasi adalah analisis untuk mengukur seberapa berharganya suatu aset atau perusahaan pada saat ini maupun masa depan. Sehingga, dalam kalkulasinya, pelaku pasar tak hanya memasukkan unsur harga saham saja namun juga aspek keuangan lainnya.

Ketika melakukan valuasi calon perusahaan IPO, seorang analis akan memasukkan unsur manajemen bisnisnya, komposisi permodalannya, prospek pendapatan ke depan, harga pasar dari aset yang dimiliki, dan masih banyak metrik lainnya ke dalam kalkulasinya.

Nah, jika langkah itu rampung, maka analis akan membandingkan valuasinya dengan rata-rata valuasi perusahaan lain yang bergerak di sektor serupa. Hal ini, tentu saja, dilakukan demi mengetahui apakah harga saham calon perusahaan IPO tersebut terbilang lebih mahal atau murah di sektornya.

Sobat Cuan bisa melakukan berbagai macam metode valuasi saham. Kamu bisa menggunakan metode rasio harga saham terhadap pendapatan (Price-to-Earning/P/E) atau rasio harga saham terhadap penjualan (Price-to-Sales/P/S) jika sang calon perusahaan IPO belum membukukan laba bersih.

Namun, Pluang tidak akan membeberkan kedua rasio tersebut lebih lanjut karena kupas tuntas ihwal valuasi saham terdapat di artikel berikut. Hanya saja, konsep valuasi menggunakan rasio P/E atau P/S sejatinya mudah untuk kamu pahami.

Jika nilai P/E atau P/S calon perusahaan IPO lebih tinggi dari rata-rata sektornya, maka harga saham IPO tersebut terbilang mahal. Begitu pun sebaliknya. Harga saham IPO akan dianggap murah jika rasio P/E atau P/S calon perusahaan IPO lebih rendah dari rata-rata sektornya.

Secara teori, perusahaan yang ingin melantai di bursa seharusnya punya valuasi yang bisa dibilang murah. Hal ini bertujuan agar investor tertarik untuk menginvestasikan uangnya ke perusahaan-perusahaan tersebut.

Tetapi, perusahaan calon IPO juga tidak menutup kemungkinan untuk “mendongkrak” valuasinya karena menganggap perusahaannya lebih oke dibanding kompetitor lain.

Bahan Pertimbangan Sebelum Beli Saham IPO

Sekarang, anggap saja kamu sudah melakukan valuasi saham IPO. Namun, ternyata kamu masih sangsi untuk mengoleksinya.

Nah, langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut bagi diri sendiri sebelum benar-benar mengikuti proses IPO satu perusahaan.

  1. Apakah bisnis perusahaan tersebut akan bertumbuh dan menjelaskan harganya saat ini? Jika ya, apa penyebabnya? Apa saja hambatan-hambatan dan seberapa besar kemungkinan perusahaan tersebut gagal bertumbuh?
  2. Apa saja keunggulan dari perusahaan tersebut? Apakah jajaran manajemen perusahaan tersebut kompeten dan dapat melindungi perusahaan tersebut dari risiko?
  3. Hal apa yang dapat melindungi perusahaan ini dari perusahaan lain yang ingin menghancurkan pangsa pasar dan keunikan dari calon perusahaan IPO?
  4. Terakhir, apakah Sobat Cuan tetap nyaman memegang saham IPO jika harganyaanjlok lebih dari 50% pasca IPO?

Jika kamu sudah yakin akan atas jawaban-jawaban dari pertanyaan di atas, maka sudah saatnya kamu menentukan apakah akan beli saham IPO atau tidak.



Sumber : pluang.com

Strategi Short Selling bagi Pemula

Peluang untuk mendapatkan cuan bisa didapatkan dari mana saja dan kapan saja. Termasuk ketika pasar aset sedang mengalami downtrend. Nah, salah satu cara agar portofoliomu menghijau kala pasar lagi merah membara adalah dengan melakukan short selling 

Sebelumnya, jika Sobat Cuan belum tau apa itu short selling, kamu bisa membaca pengertiannya di sini dulu ya!

Metode trading secara short selling mungkin bisa kamu lakukan saat ini karena momennya memang lagi downtrend. Di aset kripto, contohnya, dua koin dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin dan Ethereum, masing-masing sudah anjlok 43,73% dan 40,25% dalam sebulan.

Koreksi bukan hanya terjadi pada kripto dengan market cap besar saja, melainkan hampir semua kripto mengalami tren serupa. Termasuk Dogecoin, yang merupakan andalan sang junjungan kripto Elon Musk.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga bernasib setali tiga uang. IHSG sempat menyentuh level 5760 dengan fluktuasi yang masih sulit diprediksi. Beberapa emiten blue chip seperti UNVR diperdagangkan pada harga terendahnya dalam lima tahun terakhir tanpa sinyalemen akan membaik.

Dengan demikian, short selling bisa jadi pilihan menarik, bukan? Namun, jangan asal nyemplung, Sobat Cuan! Kamu harus memahami dulu rambu-rambu sebelum melakukan strategi trading satu ini.

Kenali 2 Rambu Ini Sebelum Terjun ke Short Selling

1. Tren Adalah Teman

Short selling memang harus dilakukan dengan perhitungan yang matang. Ihwal kapan harus masuk ke pasar dan di level mana kamu harus mengambil margin untuk cuan pun butuh strategi mumpuni.

Namun, meski berisiko, keuntungan yang didapatkan juga sepadan meski tidak bisa dilakukan di semua pasar keuangan. Nah, dalam hal ini, kunci cuan short selling terletak pada persepsimu dalam membaca tren pergerakan harga aset.

Meski sulit memprediksi pasar yang terlalu bergejolak, downtrend mengubah arah spekulasi para trader. Jika kamu biasanya membeli saat harga rendah dan menjual saat harganya tinggi, downtrend membuat trader berspekulasi sebaliknya. Hal inilah yang membuat short selling marak saat pasar sedang bearish. 

Jadi, kamu bukan cuma bisa cuan saat pasar menghijau saja, tetapi juga saat grafiknya tengah merah membara. Seperti kata analis keuangan terkenal dari Wallstreet, Martin Zweg, “Tren adalah teman”.

2. Waspada Jebakan Short Squeeze 

Bertransaksi di pasar saham maupun instrumen keuangan lainnya pada dasarnya memiliki prinsip yang sama: Jika kamu mau untung, kamu harus disiplin pada timing dan manajemen risiko yang terencana.

Hanya saja, pasar terkadang doyan memberi jebakan. Nah, bagi para short seller, jebakan yang paling ngeselin adalah momen short squeeze. Apakah itu?

Kadang, pasar yang lagi merah tiba-tiba bisa melonjak naik lantaran trader yang melakukan aksi beli dalam rangka akumulasi aset lebih banyak dari trader yang melakukan short seliing. Nah, hal inilah yang disebut short selling.

Secara singkatnya, short squeeze adalah kondisi di mana trader membeli aset dalam jumlah banyak dan memaksa short sellers menyerah melakukan short selling. Alhasil,short sellers diliputi rasa Fear of Missing Out (FOMO) dengan ikut berburu-buru menjual asetnya daripada buntung. Sobat Cuan pasti ingat dengan kejadian saham Game Stop pada awal tahun ini, bukan?

Saat melakukan short selling, kamu harus mewaspadai kondisi ini dengan membuat perhitungan yang jitu dan akurat. Tidak ada cara yang paling tepat untuk menghindari jebakan lonjakan harga mengingat psikologis trader di pasar sama dinamisnya dengan pasar itu sendiri.

Namun, disiplin dan akurasi juga perencanaan yang baik akan meminimalisir resiko tersebut.

Baca juga: Apa Itu Sell in May and Go Away?

Tips Jitu Short Selling 

Sejalan dengan risiko terjebak short squeeze, praktik short selling memang memiliki potensi cuan yang menggiurkan. Kuncinya ialah dengan membuka penawaran dan permintaan dalam skema yang defensif mengingat fluktuasi pasarnya sudah cukup intimidatif.

Nah, agar kamu selamat sentosa dalam menjalankan short selling, berikut adalah tips yang bisa kamu ikuti!

1. Hindari Keramaian saat Short Selling

Short selling adalah strategi melawan tren yang dibentuk oleh mekanisme pasar. Sobat Cuan mungkin memiliki keyakinan kuat bahwa pasar akan turun, namun keramaian dapat membuat keyakinanmu runtuh. 

Makanya, hindari keramaian. Pasang bidding kamu pada posisi yang sepi. Jika sudah mulai ramai, kamu mungkin harus mencari strategi lain sebelum terjebak lonjakan harga. 

2. Pilih Sektor Terlemah 

Tips ini berlaku jika kamu mau short selling di pasar saham.

Keruntuhan harga pada saham di sektor yang kuat mungkin memang menggiurkan untuk dibaca, namun tidak untuk dijadikan pertaruhanmu melawan pasar. Makanya, kamu perlu meminimalisir risiko dengan melakukan short selling pada sektor yang lemah. 

3. Hindari Musim Uptrend 

Short selling tidak disarankan saat pasar sedang hijau. Meski saham atau instrumen incaranmu tampaknya akan terus koreksi, trader lain yang sedang bergairah dapat berkerumun sewaktu-waktu dan membuat tebakanmu meleset.  

Selain itu, kamu juga tidak disarankan untuk melakukan short selling pada pasar dengan volume rendah. Mengapa? Sebab, sebaiknya kamu melakukannya dengan tempo cepat yang mungkin tidak akan tercapai jika penawaran sedang sepi. 

4. Merendah untuk Menang 

Kamu bisa ikuti nasihat bijak “merendah untuk menang” agar tidak terjebak saat melakukan short selling.

Ambil posisi saat indeks utama sedang berfluktuasi. Konflik ini memicu sinyal jual dari divergensi bearish. Kamu juga harus waspada untuk keluar dari sana secepatnya jika grafik berubah arah agar kerugianmu terkendali. 

Baca juga: Mau Menabung Aset Kripto? Yuk, Kenalan dengan Konsep Liquidity Pools!

5. Hindari Saham yang Kerap jadi Buah Bibir 

Trader suka sekali bermain aset yang sedang hangat diperbincangkan media. Aset seperti ini bereaksi cepat sehingga trader mengira sedang menemukan sumber uang dari fluktuasinya. Namun, aset seperti ini kurang cocok bahkan beresiko tinggi untuk short seller. 

Baca juga: Simak Cara Panen Cuan dari Mahar dan Hadiah Pernikahan di Sini!

6. Tips Short Selling Paling Penting – Proteksi Kerugianmu 

Kamu harus tahu kapan harus berhenti saat tren berbalik arah. Strategi untuk memproteksi kerugian juga harus memperhitungkan di level mana kamu bisa impas. Makanya, berhentilah short selling sebelum harga aset bergerak menuju titik impas itu. 

Namun, kamu juga bisa memproteksi kerugianmu dengan melakukan diversifikasi aset. Trading memang bikin kamu mendulang cuan luar biasa — kalau jitu. Namun, potensi ruginya pun terbilang kencang.

Dengan diversifikasi, kamu bisa menebar risiko trading ke beberapa aset investasi lain. Selain itu, banyak sekali manfaat diversifikasi yang lain, yang bisa kamu baca di artikel ini.

Kalau Sobat Cuan mau diversifikasi aset, mending kamu lakukan hal tersebut di Pluang! Sebab, kamu bisa berinvestasi emas, indeks S&P 500, aset kripto, dan reksa dana hanya dalam satu aplikasi saja! Yuk, download Pluang di sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia, Coinmarketcap, Glintz



Sumber : pluang.com

Mengenal Ekosistem Internet Computer (ICP)

Internet Computer adalah teknologi komputasi awan generasi baru yang bertujuan untuk menjadi internet terdesentralisasi generasi berikutnya (next generation).

Cara kerja teknologi ini adalah melangkahi kendali yang dimiliki perusahaan komputasi awan independen, seperti Google dan Amazon, untuk kemudian disambungkan satu sama lain. Dengan cara ini, maka Internet Computer mampu menciptakan satu jaringan internet yang terdesentralisasi bagi penggunanya.

Teknologi ini muncul untuk mengatasi masalah yang terdapat di jaringan internet konvensional, misalnya monopoli data dan penyalahgunaan data pribadi. Selain itu, secara teorinya, teknologi ini digadang mampu untuk menjadi “kediaman” bagi “kode-kode logika piranti lunak dan data di dalam teknologi smart contract“.

Mengapa Internet Computer Hadir?

Saat ini, internet terbilang cukup tersentralisasi. Dengan kata lain, sebagian besar data-data situs dan aplikasi di dunia tersimpan di pusat-pusat data yang dimiliki oleh perusahaan bertitel raksasa teknologi (big tech).

Namun, kondisi ini menyimpan bahaya tersendiri. Jika salah satu pusat data tersebut mengalami gangguan operasional, maka sebagian besar internet bisa amburadul.

Salah satu contohnya terjadi pada Desember 2021 lalu ketika salah satu perusahaan penyedia jasa penyimpanan awan Amazon Web Services (AWS) mengalami pemadaman operasi. Imbasnya, jaringan internet bukan hanya kacau, tetapi juga bikin Amazon kesulitan mengantarkan pesanan konsumennya. Tak ketinggalan, peralatan rumah pintar (smart homes) dan aplikasi seperti Disney+ dan Venmo pun ikut berhenti beroperasi.

Selain itu, penyedia pusat data tersentralisasi pun memiliki kemampuan untuk menyensor atau menghentikan aplikasi sesuka hati. Hal ini bisa terjadi baik karena keinginan perusahaan penyedia data maupun instruksi pemerintah setempat.

Nah, untungnya, Internet Computer hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas.

Teknologi Internet Computer adalah internet terdesentralisasi jenis baru dan sekaligus ingin menjadi sistem komputasi global. Teknologi ini dimotori oleh teknologi smart contract dan kriptografi chain key, sehingga pusat-pusat data independen di seluruh dunia bisa bergabung untuk menjalankan situs dan aplikasi yang dikembangkan banyak pengembang.

Dengan kata lain, teknologi ini hadir sebagai alternatif di mana pengembang dapat membangun, menyimpan, dan menjalankan situs dan aplikasinya secara terdesentralisasi dengan bantuan teknologi blockchain.

Implikasinya, pengembang dapat membangun aplikasinya di The Internet Computer tanpa harus memiliki alamat fisiknya. Hal ini cukup berbeda dibanding penciptaan aplikasi pada umumnya, di mana pengembang harus menjalankan proyeknya di peladen khusus, misalnya Google.

Nah, pengembang pun akan mendapat manfaat dari karakteristik tersebut.

Mereka akan tetap mampu menjalankan situs dan aplikasinya di internet meski salah satu peladen yang dimiliki pusat data independen sedang stabil. Di samping itu, aplikasi dan data-data yang mereka gunakan juga akan hadir 100% di jaringan blockchain tanpa potensi kegagalan.

Karakteristik tersebut membuat aplikasi-aplikasi yang berada di dalam Internet Computer tidak bisa dimiliki atau dikontrol oleh siapapun. Artinya, masing-masing pengembang di dalamnya memiliki hak dan kuasa penuh atas data-data mereka sendiri.

Bahkan, pusat-pusat data independen yang menyokong jaringan Internet Computer juga tak punya akses ke data-data tersebut. Sehingga, pusat-pusat data independen tersebut tak punya kesempatan untuk mengumpulkan maupun menjual data ke pihak ketiga, misalnya pemasang iklan.

Kendati demikian, jaringan Internet Computer akan membayar pusat-pusat data tersebut menggunakan token aslinya, ICP. Pembayaran tersebut merupakan kompensasi Internet Computer terhadap fasilitas operasi kode yang dijalankan di peladen yang dimiliki penyedia pusat data.

Pendiri DFINITY Foundation Dominic Williams percaya bahwa karakteristik di atas bisa membuka gerbang terhadap satu konsep yang disebut ketunggalan blockchain, yakni konsep di mana seluruh aplikasi dan jasa internet pada akhirnya akan ditulis menggunakan smart contract di teknologi blockchain.

Bagaimana Cara Kerja Internet Computer?

Jaringan Internet Computer memanfaatkan inovasi-inovasi berikut untuk mencapai tujuannya:

  1. Chain Key Technology (CKT). Teknologi ini bisa menciptakan satu susunan node dengan memanfaatkan beberapa protokol kriptografi meski bermodal satu sandi publik (public key) saja. Teknologi CKT memungkinkan gawai seperti arloji pintar atau ponsel pintar untuk memverifikasi keaslian objek-objek dari internet.
  2. Non-Interactive Distributed Key Generation (NIDKG). Teknologi ini adalah sarana bagi pengguna untuk membagikan sandi rahasia di antara mereka tanpa harus berinteraksi satu sama lain. Di dalam NIDKG, satu penyalur sandi akan menyusun kode rahasia berdasarkan mekanisme Shamir’s Sharing Secret (SSS), yakni metode penyusunan kriptografi berdasarkan interpolasi polinomial dalam sebuah kolom yang terbatas. Jika langkah itu usai, maka sang penyalur akan memverifikasi dan menyebarkan sandi tersebut ke beberapa penerima tertentu.
  3. Network Nervous System (NNS). NNS adalah sistem tata kelola terbuka berbasis token yang bertanggung jawab untuk mengelola jaringan Internet Computer. NNS menyimpan informasi tentang node apa saja yang terhubung dengan subnet tertentu. Selain itu, sistem ini bertanggung jawab untuk memperbarui informasi yang ada di jaringan Internet Computer.
  4. Internet Identity. Ini adalah identitas daring yang bisa dimanfaatkan pengguna ketika mendirikan komunitas daring atau situs.

Nah, seluruh inovasi di atas disokong oleh beberapa komponen. Lantas, apa saja komponen tersebut sesuai jenjangnya?

1. Nodes

Node adalah mesin tunggal yang beroperasi di pusat-pusat data. Mesin ini bertugas menggabungkan daya komputasi masing-masing pusat data tersebut agar Internet Computer bisa berjalan lancar.

Hanya saja, node di jaringan Internet Computer berbeda dengan di jaringan Bitcoin dan Ethereum. Di dalam jaringan Internet Computer, node-node di dalamnya harus sesuai standar spesifikasi tertentu, sehingga tidak semua komputer bisa menjalankan node yang dimaksud.

Kemudian, sekumpulan node di jaringan Internet Computer akan membentuk komponen lain yang disebut Subnets. Apakah itu?

2. Subnets

Subnets adalah sekumpulan node yang terdistribusi berdasarkan wilayah dan yurisdiksi dan membentuk konfigurasi blockchain yang unik di dalam jaringan Internet Computer.

Komponen ini memiliki kemampuan untuk mengintegrasikan jaringan Internet Computer dengan blockchain lainnya demi meningkatkan kapasitas seluruh jaringan Internet Computer.

Subnets tercipta ketika NNS menggabungkan node-node yang berada di dalam jaringan tersebut. Kemudian, segala hal yang berjalan di satu subnet tertentu bisa dijiplak di satu atau beberapa node di dalam subnet.

Berbeda dengan blockchain kebanyakan, subnet milik Internet Computer berinteraksi dengan satu sama lain menggunakan CKT alih-alih menggunakan algoritma konsensus seperti Proof of Work atau Proof of Stake. CKT sendiri berjalan dengan membagi eksekusi fungsi smart contract berdasarkan satu pendekatan yang disebut “pemisah dan penakluk” agar jaringan Internet Computer bisa melakukan proses transaksi yang cepat dan efisien.

Nah, karakteristik ini memungkinkan jaringan Internet Computer untuk memfinalisasi transaksi dalam satu atau dua detik saja.

3. Canisters

Canisters adalah aplikasi yang berjalan di atas sebuah subnet, misalnya kode, memori, hingga kapasitas penyimpanan untuk menyokong aplikasi-aplikasi yang beroperasi di atas jaringan Internet Computer. DFINITY sendiri menganggap Canisters sebagai “smart contract yang punya tingkat skalabilitas apik”.

Canisters memang dipasang untuk mengoptimalisasi penciptaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), utamanya dari sisi penyusunan struktur aplikasi.

Uniknya, setiap canister bisa membuat keputusan atas fungsi-fungsi yang terjadi di canister lain asal keduanya punya kesepakatan bersama untuk melakukan hal tersebut.

Dalam mengoperasikan canister, pengembang aplikasi hanya menandai fungsi-fungsi apa saja yang bisa digunakan oleh canister lainnya secara permanen. Kemudian, ia juga bisa menyerahkan kendali canister-nya melalui sistem tata kelola publik untuk menghindari risiko seperti pemadaman aplikasi mendadak.

Untuk mengoperasikan canister, pengembang aplikasi menggunakan cycles sebagai “bahan bakar” daya komputasi dan manajemen memori penyimpanan di canister.

4. Bahasa Motoko

DFINITY percaya bahwa meningkatkan performa dan efisiensi perngoperasian kode-kode di Internet Computer akan berguna untuk menekan biaya. Untuk mencapai tujuan tersebut, DFINITY menggandeng pencipta bahasa WebAssembly Andreas Rossberg untuk menciptakan bahasa pemrograman bernama bahasa Motoko.

Ketika digabungkan dengan jaringan Internet Computer, bahasa Motoko mampu meningkatkan efisiensi kode dan ujungnya bikin biaya operasional canister menjadi efisien.

Sebagai perbandingan, aplikasi TikTok menggunakan 15 juta baris kode sementara aplikasi mirip TikTok yang diluncurkan DFINITY bernama CanCan ‘hanya’ membutuhkan 1.000 baris kode.

5. Cycles

Cycles adalah sumber daya komputasi yang berguna bagi pengembang untuk menjalankan canisters di dalam jaringan Internet Computer. Konsepnya mirip seperti istilah gas di dalam jaringan Ethereum.

Di dalam operasi canister, cycles ibarat bahan bakar yang dibutuhkan kendaraan agar melaju. Cycles akan terbakar ketika digunakan, yang mencerminkan ongkos sesungguhnya bagi pengembang untuk menjalankan aplikasinya dan merefleksikan nilai sumber daya fisik seperti peladen, energi yang dibutuhkan, piranti keras sumber penyimpanan data, bandwidth, dan lainnya.

Pengembang perlu menukarkan token ICP yang dimiliki untuk mendapatkan cycles. 1 triliun cycles setara dengan 1 SDR, yakni satuan yang menggambarkan satu keranjang agregasi mata uang internasional. Sementara itu, nilai tukar antara cycles dan ICP berubah-ubah tergantung dengan proposal NNS setiap 10 menit sekali. Hal ini ditujukan agar ongkos komputasi di jaringan Internet Computer tidak berfluktuasi secara signifikan.

6. Network Nervous System (NNS)

NNS adalah piranti lunak otonom yang mampu melakukan tata kelola Internet Computer. Sistem ini benar-benar mengelola satu sistem jaringan Internet Computer secara keseluruhan, mulai dari struktur jaringan, ekonomi, dan menjadi penentu pusat data mana saja yang bisa menjadi node dari Internet Computer.

NNS juga bertanggungjawab untuk menciptakan subnets dengan menggabungkan beberapa nodes untuk menjadi “inang” dari canisters. Sistem ini juga akan mengawasi kapasitas jaringan secara terus menerus dan akan menambah nodes dan subnets jika dibutuhkan. Nah, karakteristik tersebut akan membuat jaringan Internet Computer memiliki skalabilitas yang mumpuni.

NNS juga memiliki sandi publik (public key) yang bertugas memvalidasi seluruh transaksi di jaringan Internet Computer sekaligus menjadi blockchain “utama”.

7. Neuron

Neuron digunakan untuk mengunci token ICP sesuai waktu untuk menghasilkan kekuatan voting ketika pengguna ingin menyetujui proposal pembaruan di jaringan tersebut. Neuron dapat mengikuti metode pemungutan suara neuron lain, mirip dengan Staking Delegation di blockchain berbasis Proof of Stake.

8. Internet Identity Service

Layanan ini memungkinkan pengguna untuk mengautentikasi diri secara aman dan anonim ketika mereka mengakses aplikasi. Setiap aplikasi mengharuskan pengguna untuk menggunakan identitas berbeda, namun pengguna juga bisa menggunakan metode autentikasi yang terdapat di perangkat terdaftar berbeda demi masuk ke aplikasi yang sama.

Berbeda dengan sistem autentikasi lainnya, identitas internet di jaringan Internet Computer tidak mengahrusnya penggunanya untuk menyusun atau mengelola kata sandi, menyusun frasa aman secara kriptografi, atau memberikan informasi pribadi apa pun ke aplikasi atau layanan.

Sebagi gantinya, pengguna bisa melakukan autentikasi dengan cara seperti teknologi pengenal wajah dari ponsel genggam, membuka kata sandi dari komputer, atau kunci keamanan.

Apa yang Membuat Jaringan Internet Computer Unik?

Tidak seperti platform lainnya, pengguna jaringan Internet Computer tak perlu membayar daya komputasi smart contract atau canister. Sebab, pengguna hanya akan membayar canister menggunakan cycles, yang bisa ditukarkan ke satu mata uang tertentu.

Pengguna bisa mendapat manfaat dari karakteristik ini. Utamanya, pengguna tak perlu memiliki aset kripto tertentu hanya untuk berinteraksi dengan jaringan Internet Computer. Sehingga, seluruh pengguna bisa memanfaatkan jaringan tersebut tanpa ada yang menghalanginya.

Di samping itu, pengguna juga tak perlu tahu mengenai sifat desentralisasi yang terdapat di jaringan Internet Computer. Akibatnya, pengguna bisa menjalankan aktivitasnya dengan lancar, bahkan mungkin mirip dengan apa yang sudah mereka kerjakan selama ini.

Kemudian, pusat-pusat data independen akan menerima komisi dalam bentuk token ICP sebagai balas jasa karena telah memfasilitasi jaringan Internet Computer.

Beberapa token ICP akan dikonversi ke dalam cycles untuk membayar jasa canisters. Nilai ongkos setiap cycle akan ditentukan berdasarkan tata kelola jaringan dan seharusnya nilainya bersifat stabil antar waktu. Meski jumlah cycles akan terus menyusut setiap digunakan untuk mengoperasikan canister, namun jaringan tetap akan menjaga suplainya secara rutin.

Apa Beda Jaringan Internet Computer dengan Ethereum?

Sobat Cuan mungkin sudah mengetahui dari artikel ini bahwa Ethereum disebut sebagai “komputer dari segala komputer”. Tetapi, Internet Computer juga mengklaim status yang sama. Lantas, apa sih bedanya kedua jaringan tersebut?

Ethereum menyediakan kombinasi teknologi bagi pengembang untuk mengoperasikan dApps. Sementara itu, Internet Computer menyediakan kombinasi teknologi untuk menjadi “kediaman” dan sarana pengoperasian aplikasi sebagai pengganti internet konvensional.

Mengapa perbedaan ini menjadi penting? Nah, Sobat Cuan perlu ilustrasi untuk membayangkan hal tersebut.

Ambil contoh salah satu dApps Ethereum populer, Uniswap. Meski segala kegiatannya bersifat terdesentralisasi, namun bayangkan jika data-datanya tersimpan di jaringan Google. Imbasnya, operasi Uniswap bisa saja akan padam jika otoritas atau pemerintah tertentu memaksa Google untuk menghentikan operasi exchange kripto yang tak teregulasi. Itulah yang kemudian disebut sebagai titik kegagalan tunggal (single point of failure).

Perbedaan lain antara keduanya juga terletak dari arsitektur jaringannya.

Jaringan Ethereum memungut biaya transaksi yang cukup tinggi ke penggunanya. Sementara itu, biaya transaksi di jaringan Internet Computer hanya dibayar oleh pengembang aplikasi, sehingga pengguna biasa tidak perlu mengeluarkan biaya transaksi.

Apalagi, Ethereum punya masalah tingkat pemrosesan transaksi per detik yang rendah. Sementara itu, jaringan Internet Computer memang didesain untuk berjalan di kecepatan tinggi, sehingga penyelesaian transaksi di dalamnya hanya butuh 5 hingga 10 detik saja.

Bagaimana Internet Computer Berhadapan dengan Konten Ilegal?

Kehadiran “orang jahat” adalah masalah menahun di sistem terdesentralisasi. Ketiadaan sensor di jaringan terdesentralisasi memang membuka celah hadirnya konten-konten ilegal. Apalagi, jaringan internet yang bebas dan terbuka membuat pengembang aplikasi bisa seenaknya menciptakan konten tak bertanggung jawab dan lolos dari pemblokiran.

Penyedia data tersentralisasi seperti Facebook atau Google punya wewenang penuh untuk menghapus konten-konten ilegal yang berada di dalamnya. Namun, bagaimana jika konten ilegal tersebut hadir di jaringan Internet Computer?

Terdapat spekulasi bahwa internet terdesentralisasi akan bergerak menuju tata kelola internet yang terdesentralisasi pula, di mana pengembang dan pengguna punya pendapat ihwal regulasi yang tepat di jaringan tersebut. Namun, apakah solusi ini bakal terbilang jitu? Tunggu saja kelanjutannya ya, Sobat Cuan!

Apa Saja Kelebihan dan Kritikan Terhadap Internet Computer?

Kelebihan

  1. Sebuah revolusi teknologi blockchain yang digadang sebagai inovasi terbesar setelah hadirnya Bitcoin dan Ethereum.
  2. Potensi dan turunan dari teknologi internet terdesentralisasi terbilang cukup besar, di antaranya:
    1. Anti sensor
    2. Tidak ada titik kegagalan tunggal
    3. Pengguna memiliki hak tunggal atas kepemilikan data
    4. Tata kelola yang terbuka akan mendorong inovasi jaringan
    5. Mencegah timbulnya konflik kepentingan, misalnya perusahaan penyimpanan komputasi yang bersaing dengan jasa yang ditawarkannya.
  3. Tim di balik jaringan Internet Computer adalah sosok-sosok penting di kancah kripto. Mengutip DFINITY, jaringan ini didirikan oleh insinyur, kriptografer, dan ahli-ahli operasional yang paling mumpuni di industri kripto. Tim Internet Computer sendiri dipimpin oleh penemu dan ilmuwan utama DFINITY Dominic Williams, seorang wirausaha kawakan dan pakar teori kripto yang menyusun DFINITY threshold relay dan teknologi PSC chain.
  4. Teknologi Internet Computer disokong oleh investor besar dan kawakan seperti
    1. Andreessen Horowitz
    2. Polychain Capital
    3. SV Angel
    4. Aspect Ventures
    5. Electric Capital
    6. ZeroEX
    7. Scalar Capital
    8. Multicoin Capital

Kritikan

  1. Salah satu proyek blockchain yang ambisius. Bahkan, bisa dibilang terlalu ambisius.
  2. Jaringan punya standar tinggi untuk menjalankan node. Hal ini sejatinya baik untuk menunjang performa jaringan, namun bisa menjadi hambatan bagi pengguna umum dan bisa merusak semangat desentralisasi.
  3. Internet Computer bukanlah upaya pertama untuk “permak” jaringan internet. Pasalnya, sudah ada jaringan lain yang mirip seperti Solid (MIT), SAFE Network, InterPlanetary File System, dan Blockstack.
  4. Revolusi internet seperti yang dilakukan Internet Computer akan membutuhkan waktu lama dan perubahan pola masyarakat yang besar.
  5. Internet Computer bersaing sengit dengan penyedia pusat data lainnya seperti Google dan Amazon.
  6. Menerima pendanaan besar dari perusahaan modal ventura, sehingga aksi harganya terbilang mengecewakan lantara investor awal telah melakukan ambil untung.

Aspek Tokenomics ICP

Jaringan Internet Computer memiliki koin native yang disebut ICP. Token ini memiliki dua kegunaan, yakni:

1. Tata Kelola dan Hadiah

Seperti yang telah disinggung di atas, NNS bertanggung jawab untuk “mengelola, mengkonfigurasi, dan mengendalikan” jaringan secara keseluruhan.

Di dalam NNS, pengguna akan mengunci token ICP dalam jangka waktu tertentu. Setelahnya, Neuron bakal tercipta, yang nantinya akan memungkinkan pengguna untuk memungut suara terhadap proposal-proposal yang berkaitan dengan pengembangan jaringan ke depan. Sebagai balasan atas kontribusinya di pemungutan suara tersebut, pengguna bisa memperoleh hadiah (rewards) tata kelola.

2. Menjadi ‘Inang’ Bagi Situs dan Aplikasi di Internet Computer

Untuk menyimpan situs dan aplikasi di Internet Computer, pengembang perlu membayar komisi (gas fees) dalam bentuk token ICP. Token ini bisa ditukarkan ke dalam cycles, yang berfungsi sebagai daya komputasi canister.

Ongkos komisi ini kemudian akan diteruskan ke peladen-peladen pusat data yang mengoperasikan aplikasi tersebut. Sama seperti model harga jasa komputasi awan saat ini, nilai ongkos untuk setiap transaksi didasarkan atas kebutuhan daya komputasi dan jumlah data yang diproses dan disimpan.

Isi Ekosistem Internet Computer

Berikut adalah beberapa contoh anggota ekosistem Internet Computer

1. OpenChat

OpenChat adalah media sosial terdesentralisasi yang bisa diakses dari gawai apapun. Di dalamnya, pengguna bisa berinteraksi dengan pengguna lain sekaligus memoderasi konten secara kolektif.

Jaringan blockchain-nya membuka kesempatan bagi pengguna untuk mempopulerkan kontennya dengan cara memberikan insentif bagi pengguna lain agar mereka terus-terusan membuka konten yang ingin dipopulerkan tersebut.

2. Distrikt

Distrikt adalah jaringan profesional yang terdesentralisasi dan dimiliki oleh komunitas. Pengguna platform ini akan memungut suara terkait pembaruan sistem di dalamnya dengan jaminan bahwa data mereka tidak akan dijual ke pihak lain. Hal ini bisa terjadi berkat komponen Internet Identity yang dimiliki jaringan Internet Computer.

3. Origyn

Orygin adalah platform lintas industri yang dibangun di atas jaringan Internet Computer, utamanya untuk mendukung kolaborasi dan penciptaan nilai baru di kalangan pelaku industri benda-benda mewah.

Orygin menggunakan tanda tangan biometrik yang unik dan nantinya bisa diverifikasi menggunakan jaringan Internet Computer. Seperti dimuat di majalah Forbes dan harian New York Times, Orygin mengombinasikan tanda tangan digital yang unik, tata kelola berbasis token, dan barang mewah secara fisik.



Sumber : pluang.com

Simak 6 Cara Tahan Godaan Nafsu Belanja dari Lihat Postingan Media Sosial!

Lihat Sisca Kohl makan durian musang king atau strawberry impor seharga jutaan rupiah, atau sahabatmu memborong BTS Meals dari waralaba makanan cepat saji mungkin menggoda.

Bukan cuma Sisca, belakangan ini jagat maya sedang dihebohkan oleh ulah tiktokers bernama Lita yang menghabiskan Rp164 juta untuk makan malam di resto mewah. Tentu saja jumlah itu sangat fantastis, melebihi harga mobil Low Cost Green Car (LCGC) di Jakarta.

Unggahan seperti itu memang terlihat menarik ya, Sobat Cuan. Tapi, jangan sampai godaannya merusak perencanaan keuangan kamu yang sudah matang ya, Sobat Cuan!

Betul, Sobat Cuan. Ternyata ada lho, keterkaitan antara frekuensi seringnya kamu menonton pamer harta di media sosial dengan konsistensi perencanaan keuanganmu.

Godaan di sosial media yang datang dari influencer, atau bahkan dari orang sekitarmu yang mereka unggah lewat akunnya, sangat berpengaruh pada pola konsumsimu.

Sebenarnya, sah-sah saja bagi kamu untuk melihat unggahan media sosial yang berisikan pamer harta. Asalkan, kamu memang tahan godaan untuk tidak mengikuti apa yang mereka lakukan. Apalagi, jika keuanganmu lagi cekak.

Nah, keterkaitan antara media sosial dan perilaku konsumsi bisa kamu baca dari hasil survey di bawah ini!

Pengaruhi Gaya Hidup

Media sosial memang tempatnya pamer. Jadi tidak salah jika para influencer berupaya membuat sensasi dengan memamerkan apa saja termasuk daya belinya yang membuat kelas menengah elus dada. Masalahnya, seberapa jauh sih kamu berpotensi terpengaruh?

Lembaga penelitian Charles Schwab di tahun 2019 mengungkap bahwa 49% milenial dan 43% Gen Z berbelanja lebih banyak dari kemampuan kantongnya akibat sosial media. Sementara itu, survei yang dilakukan oleh Allianz Insurance menyebutkan bahwa 57% milenial berbelanja di luar rencana gara-gara media sosial.

Mengapa media sosial begitu mempengaruhi perilaku konsumsi anak muda? Sebanyak 90% responden menjawab, media sosial cenderung membuat mereka membandingkan hidupnya dengan gaya hidup jadi lebih mudah. Karena itu, 82% pengguna sosial media cenderung mem-posting lagi barang yang dibelinya gara-gara lapar mata.

Bukan cuma influencer dengan pengikut jutaan, seringkali kamu juga terpengaruh oleh gaya hidup persona yang dibuat oleh temanmu. Selain itu, media sosial juga kerap menampilkan iklan yang terpersonalisasi berdasarkan algoritma dari kebiasaanmu di internet.

Iklan itu memang dibuat sedemikian rupa agar tepat sasaran kepadamu. Berat juga ya cobaan hidup warganet. Jangan sampai perencanaan keuangan kamu buyar gara-gara Fear of Missing Out saja, ya.

Sekarang, yang perlu kamu perhatikan adalah cara memitigasi dampak buruk media sosial terhadap keuanganmu. Simak caranya di bawah ini!

Perencanaan Keuangan Adalah Kunci Tahan Iman dari Media Sosial

Meski tergoda, kamu harus bisa memikirkan kebutuhan jangka panjang dan prioritas berbelanja. Kamu mungkin tidak bisa memutus ketergantunganmu pada sosial media di era sekarang ini, tapi kamu masih bisa kok menekan efek buruknya buat keuangan kamu.

1. Tentukan Bajetmu Sesuai Perencanaan Keuangan

Media sosial memang cenderung membuatmu belanja berlebihan, tapi kamu harus sudah punya takaran bajet pengeluaran untuk berbelanja. Cara ini akan membuatmu tetap pada rencana dan mengurangi belanja tidak perlu akibat lapar mata lho, Sobar Cuan.

Bajet yang baik tidak selalu bajet yang ketat. Kamu harus punya bajet untuk kebutuhan sehari-hari, beberapa barang yang kamu inginkan, dan pengalaman yang ingin kamu rasakan dalam waktu dekat. Tapi, di saat yang bersamaan, juga harus memperhitungkan tujuan finansial jangka panjangmu.

Kamu masih bisa bersenang-senang dalam bajet yang terukur, kok!

Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

2. Unfollow Akun-Akun Brand

Jika kamu jeli memperhatikan, iklan di media sosialmu akan berubah seiring dengan akun apa saja yang kamu ikuti. Ini disebabkan iklan di media sosial didistribusikan berdasarkan algoritma dari perilakumu di internet, termasuk mengikuti akun brand tertentu.

Saat kamu mengikuti akun media sosial sebuah brand, kamu jadi teridentifikasi sebagai target pasar brand serupa yang sedang beriklan. Akibatnya, timeline medsos kamu jadi penuh dengan iklan yang berseliweran dan menggoda untuk kamu beli.

Selain itu, beberapa influencer atau blogger yang kamu ikuti juga biasanya di-endorse oleh brand untuk mempengaruhi pengikutnya membeli barang tersebut. Mereka biasanya memberi tautan kepada produk yang meng-endorse mereka dan mereka menerima bayaran sebagai imbal baliknya.

Kamu bisa mencoba trik lain dibanding mengikuti akun media sosial sebuah brand, yakni dengan mencatat tautan ke websitenya dalam google docs. Cara ini akan membuat media sosialmu lebih aman dari bombardir iklan produk.

3. Tentukan Batas Screen Time

Pada sistem operasional smartphone yang lebih canggih, kamu bisa memilih opsi untuk membatasi screen time sebuah sosial media. Opsi ini akan membuatmu menghabiskan lebih sedikit waktu berselancar dalam persona orang lain dan tergoda untuk menghabiskan uangmu guna mengikuti gaya hidup mereka.

Jika gawaimu tidak memiliki opsi ini, kamu bisa mengunggah aplikasi Forest: Stay Focus App. Aplikasi ini akan membatasi screen time kamu dengan memberi peringatan berupa pohon yang akan mati jika kamu melewati komitmen screen time.

4. Log Out Media Sosial

Media Sosial suka membuat kamu salah fokus menghabiskan waktu berselancar. Padahal, niat awalnya kamu ingin membuat sambungan telepon dengan orang tua atau mengabari orang terdekat.

Kamu bisa mencoba trik log out. Caranya adalah dengan keluar dari aplikasi media sosial tiap kali selesai digunakan. Jadi, kamu harus log in kembali tiap kali akan mengakses akun media sosialmu. Cara ini bisa efektif mengurangi adiksi kamu sama sosial media dan tetap fokus pada perencanaan keuangan yang sehat.

Baca juga: Viral di Media Sosial, Investor Pemula Terlilit Utang Buat Beli Saham

5. Kurasi Timeline Kamu

Media sosial berisikan persona dari penggunanya, artinya akun teman dekatmu tidak selalu menampilkan kepribadian aslinya yang membuatmu nyaman berteman dengannya.

Meskipun dekat di dunia nyata, belum tentu kamu bisa dekat dan nyaman dengan personanya di sosial media.

Hal ini juga berlaku untuk orang-orang lain yang kamu kenal di dunia nyata. Saat kamu merasa cemburu ketika teman sekolahmu membeli rumah baru atau mobil mewah dan mengunggahnya, yang kamu cemburui adalah personanya.

Jadi, saat kamu merasa terganggu dengan persona seseorang di sosial media, tidak perlu merasa bersalah untuk mute atau hide akunnya. Pilih saja akun yang lebih sesuai dengan hobi atau ketertarikanmu untuk muncul di timeline, serta hal-hal yang lebih tidak menguras emosi.

Hal ini akan membuat timeline kamu lebih terkurasi sehingga psikismu terjaga. Kamu jadi meminimalisir belanja sebagai retail therapy atau impulsif membeli karena pengaruh persona orang di sosial media.

Konsep ini juga berlaku untukmu ya, Sobat Cuan. Jika temanmu jarang berinteraksi denganmu via sosial media atau bahkan meng-unfollow akunmu, kamu tidak perlu bereaksi berlebihan.

Semua orang berhak mengkurasi timeline-nya dan memilih persona seperti apa yang akan memengaruhinya lewat dunia maya. Menentukan dan mengeksekusi perencanaan keuangan tentu lebih utama ketimbang baper di sosial media akibat timeline yang tidak terkurasi.

6. Alihkan Perhatianmu dari Media Sosial

Media sosial bisa bertindak seperti racun. Kamu akan selalu tergerak untuk membukanya kapan saja kalau lagi bosan, dan ujung-ujungnya mungkin bikin kamu berbelanja.

Nah, daripada punya kantong kering, mending kamu alihkan saja perhatianmu ke kegiatan lainnya. Misalnya, membaca buku, mendengarkan musik, atau bahkan berolahraga.

Atau, daripada habiskan waktu ber-sosmed dan bikin kamu ngiler belanja, kenapa tidak coba alihkan pikiran untuk lebih ngiler dengan cuan? Sehingga, daripada buka medsos, lebih baik kamu buka saja aplikasi Pluang untuk berinvestasi emas, S&P 500, Bitcoin, Ethereum, dan reksa dana dalam satu genggaman saja.

Pilih mana? Keluar uang untuk berbelanja? Atau keluar uang untuk dapatkan uang lebih banyak lagi di masa depan?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com

Memahami Ekosistem Mina, Jaringan Blockchain Paling Ringan

Sekilas Mengenai Jaringan Mina

Mina adalah protokol blockchain yang ringan yang dapat mempertahankan ukurannya hingga 22 kilobyte (kb) saja terlepas dari pertumbuhan penggunaannya. Karakteristik ini memungkinkan Mina untuk memiliki skalabilitas besar dan punya semangat desentralisasi lengkap, namun tetap bisa digunakan meski melalui ponsel pintar saja.

Mengapa Jaringan Mina Hadir?

Jaringan Mina hadir karena kapasitas penyimpanan menjelma menjadi masalah kronis di jagat teknologi blockchain.

Di satu sisi, jaringan blockchain berhasil membuka mata masyarakat bahwa mereka kini bisa mengakses sistem keuangan tanpa perlu otorisasi ke satu lembaga tertentu. Namun, seiring adopsi teknologi blockchain terus bertumbuh, maka kapasitas penyimpanan data-data di dalamnya pun semakin sesak.

Per Juni 2021, ukuran blockchain Bitcoin saja mencapai 348 Gigabyte (GB) sementara blockchain Ethereum sudah menyimpan data 248 GB di waktu yang sama. Ukuran datanya cukup besar, bukan?

Beberapa pengembang blockchain sejatinya sudah mengantisipasi masalah tersebut dengan memperbesar ukuran daya penyimpanannya. Sayangnya, ukuran penyimpanan blockchain yang menggembung bikin biaya pengoperasian node semakin mahal.

Sekadar informasi, node sendiri merupakan teknologi yang menyimpan seluruh data historis blockchain. Sehingga, semakin banyak jumlah node dalam satu jaringan blockchain, maka jaringan tersebut akan membutuhkan lebih banyak daya komputasi dan energi demi menjalankan node-node yang dimaksud.

Mahalnya biaya operasi node tersebut berpotensi menghalangi pengguna biasa untuk menikmati jaringan blockchain. Sehingga, ada kemungkinan jaringan blockchain hanya akan bisa dinikmati, atau bahkan dikendalikan, oleh pengguna yang bermodal besar dan punya daya komputasi yang perkasa. Ujung-ujungnya, jaringan blockchain tersebut rentan terpapar risiko sentralisasi.

Jika jaringan blockchain tersentralisasi, maka masalah-masalah lain pun akan datang menghampir. Misalnya, perkara keamanan data pribadi, kelancaran jaringan, ongkos transaksi, kemudahan untuk digunakan, dan kemampuannya untuk terintegrasi dengan jasa keuangan tradisional.

Nah, jaringan Mina hadir untuk menyelesaikan masalah-masalah di atas.

Protokol Mina adalah produk besutan perusahaan komputasi O(1) Labs yang diluncurkan 2017 silam. Jaringan ini diklaim sebagai “jaringan blockchain paling ringan di dunia” yang menggunakan kriptografi zero-knowledge untuk menyelesaikan permasalahan di atas secara berbarengan.

Namun, kenapa jaringan Mina bisa ringan, padat, dan menyelesaikan semua persoalan blockchain? Nah, hal itu bisa terjadi berkat sistem kriptografinya yang bernama zk-SNARK. Apakah itu?

Mengenal zk-SNARK, Kunci Efisiensi Mina

zk-SNARK adalah sistem bukti kriptografi yang dikembangkan profesor Institut Teknologi Massachusetts (MIT) sekaligus penemu Algorand Silvio Micali.

Sistem tersebut memungkinkan beberapa pihak untuk mengotentikasi informasi milik seseorang. Namun, orang tersebut tidak perlu menyediakan informasi yang dibutuhkan tersebut secara gamblang. Kok bisa?

Pasalnya, zk-SNARK dapat memverifikasi komputasi apapun, baik mudah maupun kompleks, dengan cara yang sangat efisien.

Sebagai ilustrasi, jika pengguna menciptakan blok transaksi baru di blockchain, maka ia nantinya akan berhadapan dengan zk-SNARK untuk menentukan benar atau tidaknya pencatatan baru di blockchain tersebut.

Kemudian, layaknya algoritma konsensus pada umumnya, seluruh node-node di jaringan akan menyimpan data di jaringan blockchain. Namun bedanya, ketika memverifikasi pencatatan data baru di blockchain, sistem zk-SNARK hanya membutuhkan bagian kecil saja dari data historis blockchain tersebut alih-alih menggunakan satu data historis secara keseluruhan.

Nah, konsep inilah yang sejatinya terdapat di jaringan Mina. Kehadiran zk-SNARK dapat mengurangi kebutuhan daya komputasi secara signifikan demi mendukung skalabilitas jaringan blockchain tersebut. Imbasnya, pengguna bahkan bisa menggunakan ponsel pintar hanya untuk memanfaatkan jaringan Mina.

Mengupas Konsep Recursive zk-SNARKs di Jaringan Mina

Secara lebih detail, konsep kriptografi zk-SNARKs nantinya akan membentuk satu rangkaian kriptografi di jaringan Mina bernama Recursive zk-SNARKs. Seperti apa lengkapnya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, protokol Mina menggunakan zk-SNARKs untuk menciptakan gambaran kecil (snapshots) dari satu data historis blockchain untuk memvalidasi pencatatan satu blok transaksi baru di dalamnya. Snapshot ini berfungsi memberi gambaran bahwa blok transaksi baru tersebut bersifat “valid mengingat blok-blok sebelumnya pun telah terverifikasi”.

Jika Mina menciptakan blok transaksi baru, maka blok tersebut akan menciptakan snapshot-nya sendiri dengan menggunakan snapshot sebelum-sebelumnya sebagai latar belakang.

Kemudian, snapshot yang berasal dari blok transaksi baru tersebut akan digunakan sebagai snapshot latar belakang untuk penciptaan blok transaksi yang akan datang. Sehingga, masing-masing data transaksi bisa saling terkait satu sama lain tanpa menambah beban komputasi di dalam node.

Nah, snapshot yang saling berkait inilah yang kemudian disebut sebagai konsep Recursive zk-SNARK. Dengan mekanisme ini, pengguna bisa memverifikasi transaksi tanpa harus melibatkan satu data historis yang terdapat di dalam jaringan Mina.

Hal menarik lainnya dari zk-SNARKS adalah kemampuannya untuk melindungi data pribadi di aplikasi-aplikasi yang berjalan di atas blockchain Mina yang disebut Snapps (SNARK-powered Applications). Aplikasi tersebut bisa melakukannya berkat kehadiran zk-SNARKS, sebuah teknologi yang mampu memverifikasi data-data pengguna tanpa mewajibkan mereka untuk menyetorkan informasi-informasi yang dibutuhkan jaringan.

Memahami z-SNARKS Melalui Analogi

Memang, memahami konsep snapshot bisa agak membingungkan. Untuk memudahkannya, mari analogikan snapshot sebagai kartu pos.

Misalnya, kamu mengirim satu kartu pos bergambar seekor gajah kepada temanmu. Dari kartu pos tersebut, temanmu tentu bisa mengetahui seperti apa kondisi gajah di kartu pos tersebut. Apakah ia berukuran besar? Kecil? Atau malah tidak punya gading?

Nah, kartu pos tersebut merupakan cerminan dari konsep snapshot di jaringan Mina. Orang lain bisa mengetahui kondisi jaringan tersebut hanya dengan melihat satu bagian data historis transaksi saja.

Kamu juga bisa memahami cara kerja snapshot di jaringan Mina melalui analogi berikut.

Bayangkan terdapat seorang ahli geologi yang menemukan lima bongkahan batu di depan matanya (hal ini bisa kamu analogikan dengan blok transaksi di jaringan Mina). Kemudian, sang ahli geologi tersebut ingin memeriksa apakah kelimanya mengandung unsur marbel di dalamnya atau tidak (ibaratkan hal ini dengan validasi transaksi di jaringan Mina).

Nah, untuk membuktikannya, sang ahli geologi pun “membedah” seluruh batu tersebut dan melaporkan temuannya.

Kemudian, anggap saja penemuannya bikin geger komunitas sains dan membuat koleganya di seluruh dunia (ibaratkan hal ini dengan validator transaksi di jaringan Mina) ingin melihat temuan tersebut. Sayangnya, mereka tidak bisa melihat kelima batu langka tersebut karena terhalang ongkos penerbangan yang mahal (ibaratkan hal ini dengan biaya untuk mengoperasikan dan memvalidasi node).

Lantas, apakah solusi yang bakal diambil sang ahli geologi untuk membuktikan temuannya? Ya, ia akan mengambil foto masing-masing batu tersebut untuk kemudian dikirimkan ke kolega-koleganya.

Agar temuannya terkesan meyakinkan, sang ahli geologi pun mengambil foto kedua yang menampilkan batu lainnya, plus foto pertama sebagai latar belakang fotonya. Begitu pun selanjutnya. Ia akan memasukkan foto kedua dan batu lainnya ke dalam frame ketika mengambil foto ketiga batu-batu tersebut.

Namun, meski telah mengambil banyak foto bebatuan tersebut, sang ahli geologi memilih untuk mengirimkan foto terakhir yang menampilkan batu-batu tersebut dan memiliki latar belakang satu foto yang menunjukkan tumpukan foto-foto sebelumnya. Sehingga, foto terakhir terlihat seperti objek tiga dimensi yang berada di dalam objek dua dimensi.

Nah, proses ini terbilang mirip dengan Recursive z-SNARKS, di mana pengguna bisa melihat kondisi jaringan blockchain secara keseluruhan hanya dengan satu kepingan informasi saja.

Bagaimana Cara Kerja Mina?

Jaringan blockchain Mina terdiri dari tiga fungsi atau nodes. Yuk, mari bahas satu per satu!

3 Jenis Node Mina

1. Node Validator

Node validator berfungsi untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok transaksi baru ke jaringan Mina.

Sama seperti jaringan blockchain berbasis Proof of Stake lainnya, setiap node bisa terpilih menjadi validator jika pemiliknya melakukan staking aset kripto.

Semakin banyak aset kripto yang mereka staking, maka semakin besar pula kesempatan mereka untuk terpilih sebagai produsen blok transaksi. Nantinya, pemilik node bisa mendapatkan imbalan (rewards) sebagai balas jasa atas partisipasi mereka dalam memvalidasi transaksi di jaringan Mina.

2. SNARK Workers

SNARK Workers adalah pihak-pihak yang menghasilkan zk-SNARK untuk memverifikasi transaksi di setiap blok transaksi baru di jaringan Mina. Produsen blok transaksi kemudian bisa melelang zk-SNARK mereka di sebuah lokapasar khusus SNARK bernama SNARKetplace.

Jika zk-SNARKS mereka disetujui pengguna, maka mereka akan mendapat imbalan sebesar porsi tertentu dari biaya penambahan blok transaksi baru.

SNARK Workers mesti menjaga harga zk-SNARK miliknya secara kompetitif mengingat produsen blok transaksi ingin menjaga biaya transaksinya seefisien mungkin.

3. Node Arsip

Node arsip di jaringan Mina bertugas untuk menjaga data-data blockchain secara asli dan tidak mengalami proses dekompresasi. Ini merupakan basis data cadangan yang memuat sejarah transaksi di jaringan tersebut.

Memahami Proses Transaksi di Mina

Proses transaksi di jaringan Mina tak akan berjalan dengan node-node yang disebut Full Node.

Full Node sendiri merupakan node independen di jaringan blockchain yang mampu memverifikasi seluruh transaksi dan menggambarkan situasi jaringan saat ini.

Pada teorinya, setiap node, terlepas dari apakah node tersebut terlibat di produksi blok atau tidak, merupakan Full Node di jaringan Mina. Sehingga, seluruh pengguna di jaringan blockchain Mina bisa melakukan verifikasi transaksi berkat konsep recursive z-SNARK yang hanya membutuhkan memori sekian ratus bytes saja.

Namun, seperti apa detail proses transaksi di jaringan Mina? Yuk, simak penjelasannya berikut!

  1. Pengguna Mina menginisiasi transaksi yang langsung menuju mempool, yakni sebuah dokumentasi yang berisikan transaksi-transaksi yang belum terkonfirmasi.
  2. Snarkers akan mengambilalih dokumentasi tersebut untuk membuat SNARKS.
  3. Produsen blok transaksi akan memilih dan mengumpulkan transaksi-transaksi tersebut ke dalam sebuah blok. Caranya adalah dengan memilah-milah mempool untuk melihat transaksi apa saja yang paling menguntungkan.
  4. Produsen blok transaksi memilih SNARK dengan melihat nilai lelang yang paling murah.
  5. SNARK kemudian diikutsertakan ke dalam penciptaan blok transaksi. Setelahnya, blok tersebut ditambahkan ke data-data transaksi yang sudah ada sebelumnya (chain). Agar ukuran memori transaksi terbilang rendah, maka transaksi yang sudah melalui proses SNARK sebelum-sebelumnya akan dikeluarkan dari chain.
  6. Produsen blok transaksi kemudian akan melakukan pemuktahiran protokol zk-SNARKS.
  7. Blok transaksi tersebut resmi menjadi bagian blockchain Mina.

Keunggulan dan Kritik Terhadap Mina

Berikut adalah keunggulan yang terdapat di jaringan Mina:

  1. Jaringan blockchain yang ringkas dan padat.
  2. Ukuran blockchain yang ringan mengindikasikan bahwa skalabilitasnya cukup tinggi dan semua orang bisa memasuki jaringan tersebut, sehingga fungsi desentralisasinya tetap terjaga.
  3. Solusi zk-SNARK menjamin bahwa seluruh informasi dapat diverifikasi meski informasinya tersembunyi.
  4. Jaringan Mina didukung oleh deretan investor kawakan seperti:
    1. MetaStable Capital
    2. Polychain Capital
    3. Multicoin Capital
    4. Serial entrepreneur Naval Ravikant
    5. Coinbase board member Fred Ehrsam
    6. Andrew Keys dari ConsenSys Capital
    7. Charlie Noyes dari Paradigm
  5. Jaringan Mina dimiliki Mina Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang menyediakan dukungan dan bantuan dana kepada kontributor protokol Mina. Dewan pimpinan yayasan ini terdiri dari mantan direktur eksekutif ZCash Foundation, Josh Cincinnati, punggawa Slow Ventures, Jill Carlson, dan CEO O(1) Labs, Evan Shapiro.

  6. Mina Foundation telah bekerja sama dengan Ethereum Foundation untuk memboyong teknologi zk-SNARK ke jaringan Ethereum, yang sekaligus menjembatani jaringan Mina dan Ethereum.

Kendati demikian, terdapat pula kritikan yang disematkan ke jaringan Mina, yakni:

  1. Mina adalah jaringan blockchain baru, sehingga ekosistem dan aplikasinya masih terbatas. Selain itu, tak ada jaminan bahwa ekosistem Mina akan terus berkembang mengingat ketatnya kompetisi antara jaringan blockchain lapis 1 lainnya.
  2. Mina bisa dibilang sebagai salah satu blockchain yang paling menjadi buah bibir sepanjang 2021. Bahkan, bisa dibilang, hype Mina terlalu digembor-gemborkan.
  3. Token native-nya, MINA, memiliki tingkat inflasi tinggi di beberapa tahun pertama pasca peluncurannya.
  4. Komunitas kripto masih meragukan kemampuan jaringan dalam menyelesaikan trilema blockchain lantaran keandalan skalabilitasnya masih lebih rendah dibanding lapisan blockchain lapis 1 lainnya. Namun, hal ini mungkin terjadi karena Snarkers membutuhkan waktu untuk menciptakan ZK proofs dan menawarkan hal tersebut ke produsen blok. Selain itu, waktu finalisasi transaksi juga terbilang lama, bahkan bisa mencapai 15 konfirmasi alias setara 60 menit demi mencapai progress validasi transaksi 99,9%.
  5. Terdapat perdebatan mengenai apakah Mina benar-benar memecahkan masalah yang terjadi pada blockchain-blockchain pendahulunya. Sebab, meski jaringan blockchain lainnya berukuran “tidak ringan”, namun di sisi lain, biaya penyimpanan makin murah dan internet makin cepat dari hari ke hari.

Apa yang Membuat Jaringan Mina Unik

1. Jaringan Blockchain yang Gampang Diakses Kini dan Nanti

Protokol blockchain lain terbilang cukup berat, sehingga mereka membutuhkan perantara untuk menjalankan node-nya. Namun, hal itu tidak terjadi di jaringan Mina.

Mina memiliki ukuran jaringan yang ringan, sehingga semua orang bisa saling terhubung secara peer-to-peer, bersinkronisasi, dan memverifikasi seluruh catatan transaksi di dalamnya.

Selain itu, jaringan Mina juga dibangun di atas proof kriptografi yang berukuran konsisten. Sehingga, blockchain Mina bisa tetap mudah diakses meski skalanya mengembang.

2. Jaringan yang Benar-Benar Mengedepankan Desentralisasi

Dengan jaringan Mina, semua orang yang terkoneksi dengan jaringan tersebut bisa memvalidasi transaksi. Sebab, seperti yang disinggung di atas, semua node yang berpartisipasi di jaringan Mina layak menyandang status Full Node.

Nah, desain Mina yang demikian mengindikasikan bahwa penggunanya bisa ikut serta secara penuh di dalam algoritma konsensus proof-of-stake dan memiliki akses ke jaringan blockchain yang aman dan anti sensor.

3. Memiliki Aplikasi Terdesentralisasi yang Menjamin Keamanan Data Pribadi

Saat ini, pengguna kripto tak punya alternatif selain menyerahkan data pribadinya ketika ingin menggunakan sebuah aplikasi. Namun, aplikasi terdesentralisasi di jaringan Mina alias Snapps)tidak akan menyimpan data pribadi penggunanya, seperti yang sudah disebutkan di atas.

4. Menghubungkan Jagat Kripto dengan Dunia Nyata

Protokol blockchain lainnya tidak berinteraksi dengan internet, sehingga kemanfaatannya pun terbatas. Tetapi, Snapps yang berada di atas jaringan Mina bisa berinteraksi dengan situs apapun dan, bahkan, bisa mengakses data riil untuk kepentingan jaringannya.

Nah, implikasinya, pengembang bisa memanfaatkan informasi beneran ketika melakukan komputasi dan menentukan keputusan yang bakal mengubah cara mereka bekerja dan hidup. Tentu saja, hal ini dilakukan tanpa harus menginvasi atau menggunakan data-data pribadi yang sensitif.

Contoh Kasus Penggunaan Jaringan Mina

Tapi, seperti apa sih contoh penggunaan jaringan Mina yang benar-benar bisa dimanfaatkan pengguna awam? Nah, berikut adalah contoh kasus penggunaan jaringan Mina!

  1. Bayangkan kamu bisa melakukan pembayaran tanpa perantara langsung di ponsel pintar atau perambanmu.
  2. Bayangkan kamu bisa memperbaiki skor kreditmu untuk meminjam dana tanpa harus mengumbar penghasilanmu atau data historis utangmu.
  3. Bayangkan kamu bisa berpartisipasi di sebuah sistem voting di mana semua orang tak bisa melihat hasil suaramu tetapi mereka bisa memverifikasi hasilnya.
  4. Bayangkan kamu bisa memberikan data identitasmu ke penyedia otentikasi tunggal alih-alih menyerahkannya ke ratusan perusahaan.
  5. Bayangkan seluruh wirausaha di seluruh benua bisa mengembangkan produk berbasis kripto yang terintegrasi langsung ke sistem pembayaran tradisional tanpa dihalangi keribetan, biaya mahal, dan izin dari pihak ketiga.
  6. Bayangkan seluruh platform DeFi, exchange terdesentralisasi, dan lokapasar keuangan berjalan di atas jaringan yang murah dan privasi data pribadi yang terjamin.

Nantinya, Mina akan berfokus pada tiga hal yang bisa menjembatani dunia nyata dengan dunia kripto. Tiga hal tersebut adalah:

1. Keamanan Data Secara End-to-End yang Terjamin

Pengguna bisa mengakses jasa on-chain tanpa harus mengorbankan kerahasiaan data pribadinya. Alih-alih, mereka bisa menggunakan Mina untuk mengakses data daringnya dan membuktikan bahwa mereka bisa memenuhi syarat-syarat yang diberikan oleh masing-masing Snapps yang beroperasi di atasnya.

Sebagai contoh, Snapps Mina saat ini bisa terhubung ke pemberi skor kredit, yang bisa membuktikan bahwa rating kredit seseorang berada di bawah atau atas ambang batas tertentu. Dengan cara ini, pengguna Snapps tak perlu cemas untuk memberikan datanya ke lebih dari satu penyedia jasa saja.

2. Web Oracle yang Bebas Diakses

Dengan Snapps, pengembang dapat memanfaatkan data dunia nyata yang bersifat privat dan terverifikasi ketika mengembangkan aplikasinya. Mereka bisa mengikutsertakan informasi apapun yang tersedia secara publik di internet.

Mereka juga bisa mengakses, menggunakan, dan memproteksi data-data sensitif hanya dengan membagikan proof yang relevan.

3. Sistem Login Internet Tunggal

Pengguna bisa mengakses situs internet apapun secara privat tanpa harus menciptakan akun baru dan menyerahkan data pribadi mereka ke banyak perusahaan internet.

Alih-alih, mereka bisa mengakses seluruh situs tersebut dengan login sekali saja di jaringan Mina. Selain itu, tidak ada penyedia jasa tersentralisasi yang bisa menghalangi login mereka.

Aspek Tokenomics MINA

Seperti yang telah dijelaskan di atas, jaringan Mina memiliki satu token asli bernama MINA. Suplai asli MINA awalnya berjumlah 1 miliar keping. Namun, jaringan Mina tidak membatasi suplai dari token tersebut.

Token ini bermanfaat sebagai rewards bagi pengguna jaringan dan alat satuan pembayaran di jaringan Mina.

Jika digunakan sebagai insentif, maka tingkat reward efektif MINA didasarkan pada tingkat staking yang dilakukan pengguna tersebut. Semakin besar token MINA yang di-staking, maka nilai reward-nya akan semakin jumbo.

Kemudian, uniknya, pengguna bisa mendapatkan reward dengan nilai setara dengan inflasi token jika ia melakukan staking 100% token MINA kelolaannya.

Adapun tolok ukur inflasi yang digunakan adalah 12% untuk dua tahun pertama dan akan menyesuaikan ke angka 1% setiap enam bulan sekali setelahnya. Nantinya, tingkat inflasi MINA akan stabil di angka 7% setiap tahun.

Nah, dengan demikian, jika pengguna melakukan 100% staking MINA miliknya, maka ia akan mendapat imbalan 12% untuk dua tahun pertama. Kemudian, ia akan menerima tingkat imbalan 7% setiap tahunnya.

Hanya saja, jaringan Mina nantinya menargetkan bahwa tingkat imbalan yang akan diterima pengguna akan meningkat jika mereka menurunkan persentase total MINA yang di-staking.

Sebagai contoh, jika pengguna melakukan staking 50% MINA miliknya alih-alih 100%, maka tingkat imbalan yang akan ia terima akan berlipat dari 12% ke 24% di tahun pertama. Sehingga, jika merujuk pada tingkat inflasi di atas, maka tingkat imbalan yang diterima akan menjadi 14% alih-alih 7%.

Hal lainnya, beberapa peserta di jaringan Mina juga akan mengunci tokennya berdasarkan waktu. Artinya, token mereka akan disimpan dalam jangka periode tertentu dan dijadwalkan menerima reward yang sudah ditentukan sebelumnya.

Nah, agar pengguna jaringan Mina mau mengunci tokennya berdasarkan jangka waktu tertentu, jaringan Mina biasanya menawarkan tingkat imbalan staking bernilai dua kali lipat lebih besar dari biasanya. Imbalan jumbo ini berhak dinikmati baik oleh produsen blok transaksi maupun delegator yang terlibat di dalam jaringan Mina.



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan, Simak Yuk Tips Memilih Reksadana yang Tepat!

Reksadana merupakan salah satu opsi instrumen investasi yang relatif aman serta mudah. Hanya tinggal ongkang-ongkang kaki, kamu sudah bisa mendapatkan cuan yang oke.

Namun tentunya, keamanan bukan satu-satunya yang harus dipertimbangkan dalam berinvestasi. Sebab, cuan reksadanamu mungkin bisa berkembang asal kamu punya strategi serta memilih produk reksadana yang tepat. Namun, bagaimana cara tips memilih produk reksadana tersebut?

Tak usah bingung, Sobat Cuan! Berikut adalah tips bagimu dalam memilih reksadana agar cuanmu maksimal!

1. Tentukan Tujuan dan Selera Risiko Kamu

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan, hingga Juli 2020 terdapat 3926 produk reksadana di Indonesia. Dari produk sebanyak itu, bagaimana memilihnya? Nah, langkah awal sebelum memutuskan produk reksadana yang akan kamu pilih adalah dengan menentukan dulu tujuan investasimu!

Biasanya, investor menggunakan reksadana untuk menginvestasikan dana jangka panjangnya seperti simpanan hari tua atau dana pendidikan anak. Jika kamu menginvestasikan dana pendidikan, artinya dana tersebut tidak akan mengendap selama dana simpanan hari tua.

Idealnya, dana yang kamu investasikan di reksadana adalah dana yang baru akan kamu butuhkan setidaknya lima tahun mendatang. Namun, tentu saja, kamu bisa memilih produk reksadana dengan jangka waktu yang lebih singkat kalau memang tujuan investasimu harus dicapai dalam waktu singkat.

Selain itu, kamu juga harus tau selera risikomu sendiri. Misalnya, dengan mengukur seberapa besar kamu bisa mentoleransi fluktuasi harga? Atau jika sewaktu-waktu kinerja reksadanamu stagnan? Nah, memahami selera risiko akan membantumu memilih jenis reksadana mana yang lebih tepat untukmu.

Baca juga: Mau Tekan Nafsu Belanja? Yuk, Coba Tantangan Nabung 30 Days Challenge!

2. Jenis Reksadana dan Gaya Investasimu

Di Indonesia, reksadana tersedia dalam jenis yang sangat variatif dari segi penempatan dana, risiko, hingga akad jual belinya. Namun di sisi lain, tiap jenis reksadana punya kelebihan dan kekurangannya sendiri bagi dirimu. Makanya, kamu perlu mencocokkan produk reksadana yang kamu sasar dengan profil risikomu.

Jika kamu memiliki selera risiko konvensional, kamu mungkin akan menyukai reksadana pendapatan tetap, di mana kapitalmu akan bertambah dari kupon dan yield yang konsisten. Bukan berarti reksadana ini tanpa risiko, ya, hanya saja reksadana ini relatif lebih stabil dibanding lainnya.

Nah, kalau kamu adalah tipe investor yang senang tantangan, kamu mungkin bisa menempatkan danamu di reksadana saham. Reksadana saham bisa berjaya jika pasar sedang baik lewat capital gain meski volatilitasnya lebih tinggi.

Tapi, kalau sifat kamu berada di antara keduanya, kamu bisa memilih reksadana campuran. Jenis reksadana ini bisa meminimalisasi resiko dari reksadana saham dan pendapatan tetap.

Reksadana ini mengkomparasikan keduanya dalam penempatan dana sehingga kamu tetap bisa cuan saat market loyo ataupun saat bunga surat utang sedang rendah.

Baca juga: Apa Alasan Kamu Perlu Investasi Reksadana? Yuk, Simak di Sini!

3. Kenali Manajer Investasimu

Peran Manajer Investasi (MI) dalam pengelolaan reksadana sangat penting sebab mereka akan mewakilimu mengambil keputusan finansial tentang pengelolaan danamu. Jangan ragu untuk memilah-milih dengan cermat MI dari berbagai produk reksadana sebelum mulai berinvestasi.

Caranya, kamu bisa mulai mempelajari MI lewat prospektus tiap produk. Di sana, akan ada rekam jejak kinerja reksadana sebelumnya.

Selain itu, pastikan bahwa MI bisa memenuhi ekspektasimu mengenai kinerja investasi yang tercermin dalam prospektus. Meskipun, belum tentu produk yang prospektusnya merah akan mengulangi rekam jejaknya di masa depan.

Tak hanya itu, mengukur kredibitlitas dan kinerja MI juga bisa dilihat dari nilai aset kelolaan, atau disebut Asset Under Management (AUM). Namun AUM bukan satu-satunya tolok ukur, sebab kamu juga perlu melihat volatilitas produk tersebut.

Meski dikelola oleh MI yang kredibel, jika volatilitasnya tidak sesuai dengan selera risikomu, reksadana yang kamu pilih mungkin akan jadi masalah di masa depan.

4. Fee dan Biaya Tambahan

MI membiayai perusahannya dari biaya (fee) yang dikenakan kepada kamu sebagai nasabah. Untuk itu, kamu perlu memastikan berapa fee yang akan dikenakan dan kapan akan ditagihkan padamu.

Beberapa MI mengenakan fee di depan. Namun, ada pula yang mengenakannya saat kamu melepaskan unit reksadanamu. Mekanisme fee ini bisa bermacam-macam tergantung produk dan kebijakan MI.

Namun, secara garis besar, kamu perlu memperhatikan berapa rasio pengeluaran manajemen agar kamu bisa membaca seberapa besar biaya yang dibebankan padamu. Biaya ini bisa saja dikenakan dengan metode selain fee berupa biaya tambahan.

Semakin besar rasionya, semakin kecil pula cuan investasimu karena terpotong biaya tersebut. Hanya saja, MI dengan rasio pengeluaran besar tidak selalu identik dengan produk reksadana yang paling bersaing. Jadi, teliti sebelum membeli ya, Sobat Cuan!

5. Strategi Investasi Aktif atau Pasif? Kamu yang Pilih

Kamu bisa memilih reksadana konvensional yang cukup berisiko namun berpotensi cuan besar seperti reksadana saham. Reksadana ini cocok digunakan jika kamu ingin mengendapkan dana jangka panjang. Danamu akan diinvestasikan sebanyak 80% di pasar modal sehingga kinerjanya sangat terpengaruh pada kinerja pasar modal.

Hanya saja, jika selera resikomu relatif konvensional, kamu bisa memilih reksadana pendapatan tetap dimana danamu diinvestasikan pada surat utang. Reksadana ini sangat minim resiko dengan fluktuasi yang rendah. Selain itu, reksadana ini cocok jika investasimu berjangka menengah.

Ketiga jenis yang disebutkan di atas adalah reksadana dengan strategi investasi aktif. Sementara itu ada pula produk reksadana yang mengelola investasinya secara pasif. Apakah itu?

Nah, imumnya reksadana semacam ini menggunakan strategi dengan menduplikasi kinerja satu kumpulan kinerja aset yang dibobotkan alias indeks. Hal ini berlaku bagi indeks baik di pasar saham maupun obligasi.

Kamu juga bisa memilih reksadana syariah yang dikelola sesuai prinsip syariah. Selain itu, saat ini sudah ada reksadana yang khusus membiayai sektor riil dan infrastruktur seperti Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT) dan Efek Beragun Aset (EBA).

Baca juga: Anti Pompom, Ini Alasan Reksadana Saham Lebih Aman bagi Sobat Cuan!

6. Size Besar Bisa Pengaruhi Kinerja

Nilai Aktiva Bersih (NAB) suatu reksadana tidak selalu mencerminkan kinerjanya di masa depan. Bisa saja, NAB yang kecil tumbuh lebih cepat, atau malah NAB besar lebih menguntungkan.

Namun terkadang, reksadana yang sudah sangat tua dan populer memiliki nilai NAB yang terlalu besar sehingga pertumbuhannya tidak cepat lagi. Akibatnya, cuanmu jadi tipis dan sulit berkembang.

Nah, dalam hal ini, kamu perlu mempelajari dengan baik produk reksadana agar tidak salah pilih, ya!

Namun, kalau kamu bingung mau pilih reksadana, Pluang selalu ada buat kamu, kok! Sebab, kamu bisa berinvestasi reksadana pasar uang dan pendapatan tetap dengan praktis dan mulai dari Rp15.000 saja!

Yuk, investasi reksadana di Pluang sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com