Category Archives: Pluang

Options Greeks

Options trading melibatkan lebih dari sekadar membeli dan menjual kontrak; options trading membutuhkan pemahaman mendalam tentang berbagai faktor yang mempengaruhi harga options. Salah satu aspek kunci dari pemahaman ini adalah menguasai options greeks yaitu Delta, Gamma, Theta, Vega dan Rho. Pada artikel ini, Sobat Cuan dapat mengeksplorasi apa itu greeks dan bagaimana mereka dapat digunakan untuk mengatur strategi trading yang efektif.

Apa yang Dimaksud dengan Options Greeks?

Options greeks adalah beberapa indikator risiko yang mengukur sensitivitas harga options terhadap perubahan variabel yang berbeda. Setiap greeks mewakili aspek yang berbeda dari perilaku options dan membantu trader menilai dan mengelola risiko secara efektif. Terdapat lima jenis greeks yaitu Delta, Gamma, Theta, Vega, dan Rho.

  1. Delta (Δ): Delta mengukur tingkat perubahan harga options relatif terhadap perubahan underlying price. Delta berkisar antara -1 hingga 1 untuk put options dan 0 hingga 1 untuk call options.
  2. Gamma (Γ): Gamma mengukur tingkat perubahan delta (Δ) dari sebuah options relatif terhadap perubahan underlying price. Ini menunjukkan bagaimana delta akan berubah ketika underlying price bergerak.
  3. Theta (Θ): Theta mengukur tingkat penurunan harga options karena berlalunya waktu, yang juga dikenal sebagai peluruhan waktu atau time decay. Theta mengukur dampak waktu terhadap nilai options yang dihitung per hari.
  4. Vega (V): Vega mengukur sensitivitas harga options terhadap perubahan implied volatility (IV). Ini menunjukkan seberapa besar harga options akan berubah untuk perubahan 1% dalam IV. 
  5. Rho (ρ): Rho mengukur seberapa besar harga options diperkirakan akan berubah untuk perubahan 1% pada suku bunga bebas risiko (biasanya diukur sebagai suku bunga tahunan).

Fungsi Options Greeks

Memahami options greeks sangat penting untuk mengatur strategi trading yang efektif dan mengelola risiko. Berikut ini adalah bagaimana setiap greeks dapat digunakan:

  1. Delta: Delta dapat membantu trader atau investor dalam memilih kontrak mana yang ingin dibeli atau dijual. Semakin tinggi sebuah delta maka semakin besar kemungkinan kontrak options tersebut untuk bergerak ke posisi yang menguntungkan (in-the-money).
  2. Gamma: Delta berbanding lurus oleh Gamma. Semakin tinggi Delta maka semakin tinggi Gamma. Maka dapat disimpulkan karena semakin tinggi Gamma semakin besar kemungkinan kontrak options tersebut bergerak ke posisi yang menguntungkan.
  3. Theta: Theta menunjukkan tingkat peluruhan waktu. Nilai yang ditampilkan Theta dapat membantu trader atau investor untuk melihat dampak peluruhan waktu pada kontrak options tersebut sehingga dapat membantu mempermudah mengambil keputusan, karena semakin rendah nilai Theta sebuah kontrak options, maka semakin cepat harga options tersebut turun karena peluruhan waktu. Misalkan sebuah options memiliki nilai Theta sebesar -0.03, berarti kontrak options tersebut akan mengalami penurunan sebesar USD$0.03 per hari.
  4. Vega: Vega dapat membantu trader dalam memperkirakan kemungkinan posisi akhir sebuah kontrak options berdasarkan besarnya persentase IV. Misalkan nilai Vega sebuah options adalah 0.01 berarti harga options tersebut akan berubah sebesar USD$0.01 setiap 1% perubahan dalam nilai IV.
  5. Rho: Rho sangat berfungsi apabila underlying asset terpengaruh oleh suku bunga secara signifikan. Misalkan sebuah options memiliki nilai Rho sebesar 0.02, maka secara teori dengan perubahan suku bunga sebesar 1% maka harga options tersebut akan berubah sebesar USD$0.02.

Menguasai options greeks dapat membantu Sobat Cuan untuk membuat keputusan yang tepat, mengoptimalkan strategi trading, dan mengelola risiko secara efektif dalam dunia options trading yang kompleks. Dengan memahami bagaimana Delta, Gamma, Theta, Vega, dan Rho berinteraksi dengan harga sebuah kontrak options, kamu dapat menavigasi pasar dengan percaya diri dan mencapai tujuan investasi kamu.

  • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
  • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



Sumber : pluang.com

Options vs Futures

Di dunia pasar keuangan, options dan futures adalah dua derivatif terkemuka yang digunakan oleh para trader dan investor untuk mengelola risiko dan berspekulasi tentang pergerakan harga. Meskipun memiliki kesamaan, keduanya juga memiliki karakteristik berbeda yang sesuai dengan strategi trading dan profil risiko yang berbeda. Memahami perbedaan antara options dan futures sangat penting untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Definisi Options dan Futures

  1. Options: Options adalah kontrak yang memberikan hak (tapi bukan kewajiban) kepada pemegangnya untuk membeli atau menjual underlying asset pada harga yang sudah ditentukan (strike price) dalam jangka waktu tertentu. Ada dua jenis options: call options (yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli) dan put options (yang memberikan hak kepada pemegangnya untuk menjual).
  2. Futures: Futures adalah kontrak standar untuk membeli atau menjual aset (komoditas, mata uang, indeks saham, dll.) dengan harga yang telah ditentukan pada tanggal tertentu di masa depan. Kontrak berjangka mewajibkan kedua belah pihak untuk memenuhi persyaratan kontrak pada harga dan tanggal yang telah disepakati.

Perbedaan Utama Antara Options dan Futures

  1. Pemenuhan kontrak: Options berhak namun tidak mewajibkan pemegangnya untuk mengeksekusi (exercise) kontrak yang sudah dibeli. Pemegang options dapat menutup posisi options yang dimiliki sebelum tanggal kedaluwarsa tanpa harus mengeksekusi kontraknya. Namun penjual options wajib memenuhi persyaratan kontrak apabila pembeli options mengeksekusi kontraknya. Sedangkan pemegang futures wajib memenuhi persyaratan kontrak pada harga dan tanggal yang telah disepakati oleh kedua pihak.
  2. Potensi keuntungan: Pada options, potensi keuntungan secara teoritis tidak terbatas untuk membeli call options (jika harga aset naik secara signifikan) dan terbatas pada strike price dikurangi premium untuk membeli put options. Pada futures, potensi keuntungan tidak terbatas jika harga aset bergerak ke arah yang menguntungkan.
  3. Potensi kerugian: Dalam options, potensi kerugian terbatas pada premium yang dibayarkan untuk membeli options. Futures memiliki potensi kerugian yang tidak terbatas karena harus memenuhi kontrak terlepas dari pergerakan harga aset.
  4. Waktu pasar: Options dapat diperdagangkan selama jam pasar buka, sedangkan futures seringkali memiliki jam perdagangan yang lebih panjang (extended trading hours).
  5. Eksposur risiko: Options menawarkan eksposur risiko yang terbatas, yaitu terbatas oleh premium yang dibayarkan. Sedangkan futures memiliki risiko yang besar karena potensi fluktuasi harga yang signifikan.
  6. Leverage: Kontrak futures biasanya membutuhkan margin awal yang lebih rendah dibandingkan dengan membeli atau menjual posisi yang setara dengan underlying asset, sehingga memberikan leverage yang lebih besar. Options juga menawarkan leverage, tetapi bervariasi berdasarkan jenis options dan kondisi pasar.

Pro dan Kontra Opsi dan Futures

 

Pro

Kontra

Options

  1. Risiko terbatas
  2. Potensi keuntungan tinggi
  3. Fleksibilitas strategi
  1. Biaya premium
  2. Potensi kehilangan premium
  3. Peluruhan waktu

Futures

  1. Likuiditas tinggi
  2. Potensi keuntungan tinggi
  3. Berguna untuk proteksi terhadap fluktuasi harga
  1. Risiko tidak terbatas
  2. Persyaratan margin
  3. Rentan terhadap volatilitas pasar

Kapan Options Lebih Baik Digunakan

  1. Strategi risiko terbatas: Options ideal untuk strategi investasi yang membutuhkan risiko yang jelas.
  2. Permainan volatilitas: Options dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan volatilitas tanpa mengambil posisi langsung pada underlying asset.
  3. Menghasilkan pendapatan: Menjual options dapat menghasilkan pendapatan melalui menjual belikan kontrak options atau mengeksekusi options.

Kapan Futures Lebih Baik Digunakan

  1. Spekulasi: Futures cocok untuk trading spekulatif jangka pendek di mana trader bertujuan untuk memanfaatkan pergerakan harga tanpa memegang underlying asset.
  2. Hedging: Futures efektif untuk melakukan hedging terhadap fluktuasi harga, terutama untuk komoditas dan mata uang.
  3. Leverage: Futures menawarkan leverage yang signifikan, sehingga menarik bagi para trader yang mencari keuntungan yang lebih besar (meskipun hal ini disertai dengan risiko yang lebih tinggi).

Singkatnya, pilihan antara options dan futures bergantung pada toleransi risiko, kondisi pasar, dan tujuan perdagangan tertentu. Options menawarkan risiko terbatas dan berbagai kemungkinan strategis, sementara futures memberikan leverage dan eksposur langsung ke pergerakan harga. Trader dan investor harus menilai dengan cermat tujuan dan selera risiko mereka saat memilih di antara instrumen derivatif ini.

  • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
  • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



Sumber : pluang.com

Algorand: Platform Kontrak Pintar Mudah & Canggih

Apa Itu Algorand?

Algorand merupakan platform kontrak pintar terdesentralisasi yang inovatif, diciptakan oleh pemenang Turing Award dan profesor ilmu komputer di Massachusetts Institute of Technology (MIT), Silvio Micali. 

Platform ini diluncurkan pada Juni 2019,  dan mengusung pendekatan yang unik dengan struktur dua tingkat dan mekanisme konsensus Pure Proof of Stake (PPoS), memungkinkannya mencapai 6.000 Transaksi Per Detik (TPS) dengan finalitas dalam waktu singkat, hanya 3,6 detik.

Jika melihat dari sejarahnya, semula platform ini didirikan pada  2017 oleh Silvio Micali. Selain seorang profesor ilmu komputer di Institut Teknologi Massachusetts (MIT), Micali rupanya telah terlibat dalam pengembangan kriptografi dan sistem keamanan selama beberapa dekade.

Pengembangannya dipicu oleh keyakinan Micali bahwa platform blockchain saat ini, seperti Bitcoin dan Ethereum, memiliki keterbatasan signifikan yang mencegah penggunaan mereka sebagai infrastruktur keuangan global yang sejati. Keterbatasan ini mencakup masalah skalabilitas, kecepatan transaksi yang lambat, dan kurangnya desentralisasi yang sejati.

Bagaimana Cara Kerja Algorand? 

Protokol konsensus Algorand mengandalkan proof-of-stake murni (PPoS) dan perjanjian Byzantine. Dalam sistem ini, pengguna dipilih secara acak untuk membuat proposal dan memberikan suara, dengan dampaknya sebanding dengan staking mereka. Semua pengguna memiliki peluang yang sama, menciptakan kesetaraan dalam konsensus.

Apa Kelebihannya? 

  1. Kepemimpinan Berkualitas Tinggi

Silvio Micali: Pendiri dan pemenang Turing Award sejak 1983, membawa keahliannya dalam kriptografi dan teknologi keamanan.

Fokus Penelitian: Tim peneliti didominasi oleh peneliti dan ilmuwan, menciptakan lingkungan sebanding dengan proyek Cardano.

  1. Kecepatan dan Keamanan yang Luar Biasa

6.000 TPS: Algorand membanggakan kecepatan transaksi tinggi dengan finalitas penyelesaian hanya dalam 3,6 detik.

Fokus Pembayaran: Dirancang khusus untuk menjadi jaringan pembayaran yang efisien.

  1. Kasus Penggunaan yang Unik

Diversifikasi: Berbeda dengan Ethereum yang berfokus pada DeFi dan game, platform ini memiliki aplikasi untuk identitas keamanan, asuransi, stablecoins, aset kripto, dan sektor pemerintah.

CBDC: Platform ini mendukung mata uang digital bank sentral (CBDC), terdigitalisasi di negara-negara seperti Kepulauan Marshall, China, dan Korea Selatan.

  1. Fokus Perusahaan dan Dokumentasi Pengembang yang Baik

Pendekatan Terstruktur: Algorand menawarkan fokus pada perusahaan dengan dokumentasi pengembang yang solid.

  1. Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan

Carbon Zero: Memiliki jejak karbon yang rendah, setara dengan konsumsi energi tujuh rumah.

Reward Tanpa “Stake”: Pengguna tidak perlu benar-benar “stake” ALGO, cukup menyimpannya di dompet non-kustodian atau di bursa untuk mendapatkan imbalan.

Apa Kekurangannya?

  1. Ekosistem yang Masih Terbatas

Tingkat Adopsi Rendah: Meskipun jumlah dApps semakin bertambah, platform ini masih baru dan belum mencapai tingkat adopsi yang sama dengan pesaing mapan.

  1. Sumber Daya Pengembang yang Terbatas

Kurangnya Sumber Daya: Komunitas pengembangnya masih kalah dibandingkan dengan Ethereum dan proyek sejenis dalam hal sumber daya dan dokumentasi.

  1. Pusat Pemerintahan yang Relatif Terpusat

Model Pemerintahan: Meskipun terdesentralisasi dalam arsitektur jaringannya, model pemerintahannya relatif terpusat, dapat menimbulkan masalah keputusan dan pemerintahan komunitas di masa depan.

  1. Nilai Penuh yang Tinggi

Alokasi Besar: Algorand Foundation saat ini memiliki jumlah ALGO yang relatif besar, menyebabkan kekhawatiran terkait nilai penuh token.

Tokenomics

Token ALGO adalah tulang punggung jaringan Algorand dan memiliki peran utama:

  • Staking: Pengguna dapat melakukan staking ALGO untuk mendukung jaringan dan mendapatkan imbalan.
  • Biaya Transaksi: ALGO digunakan untuk transaksi dan biaya di platform Algorand.
  • Pemerintahan: Digunakan untuk memberikan suara dalam keputusan masa depan Algorand.

Keunikannya

Beberapa faktor yang membedakannya dari Ethereum dan pesaingnya termasuk:

  • Mekanisme Konsensus PPoS: Menghilangkan kebutuhan akan penambangan dan memungkinkan pemrosesan transaksi yang cepat dan aman.
  • Struktur Dua Tingkat: Memisahkan produksi dan validasi blok untuk kecepatan dan finalitas transaksi yang tinggi.
  • Kecepatan Transaksi Cepat: Transaksi hampir instan, ideal untuk pembayaran dan perdagangan.
  • Sumber Terbuka dan Tanpa Izin: Terbuka untuk semua orang, mendorong inovasi dan partisipasi.
  • Kontrak Pintar: Mendukung kontrak pintar untuk pembangunan dApps yang terdesentralisasi.

Kesimpulan

Algorand, dengan kelebihan kecepatan dan fokus kasus penggunaan unik, menjadi pemain penting dalam dunia blockchain. Namun, tantangan adopsi dan model pemerintahan terpusat harus diatasi untuk mencapai potensi penuhnya sebagai infrastruktur keuangan global.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Mengenal THORChain, Platform Asal Token RUNE

Apa Itu THORChain?

THORChain merupakan protokol likuiditas terdesentralisasi yang memudahkan pengguna dalam menukar aset kripto di berbagai jaringan tanpa kehilangan kendali penuh atas aset mereka.

Dengan THORChain, pengguna dapat menukar satu aset dengan aset lainnya tanpa perlu tergantung pada order book untuk mendapatkan likuiditas. Token utilitas asli dari platform THORChain adalah RUNE, yang memberikan insentif kepada penyedia likuiditas dan mempercepat akses pasar kripto.

Apa Keunggulannya?

1. Perlindungan dari Kerugian Sementara (ILP):

THORChain memberikan solusi inovatif terhadap risiko kerugian sementara yang sering dihadapi penyedia likuiditas. Dengan menggunakan Hedge Pool, THORChain mengkompensasi penyedia likuiditas jika nilai aset di kolam likuiditas berubah secara signifikan. Fitur ini memberikan keamanan tambahan yang jarang ditemui di bursa terdesentralisasi lainnya.

2. Continuous Liquidity Pools (CLP):

Berbeda dari model AMM lainnya, CLP di THORChain memungkinkan penyedia likuiditas menambahkan likuiditas tanpa khawatir tentang geseran harga atau kerugian sementara. Rasio 1:1 dalam kolam secara otomatis di-rebalance untuk mempertahankan harga konstan, memastikan likuiditas selalu terpakai sepenuhnya, dan pengguna dapat melakukan perdagangan dengan harga pasar saat ini tanpa memperhatikan likuiditas.

3. Kompatibilitas Lintas Rantai:

THORChain tidak hanya memfasilitasi pertukaran aset di dalam satu blockchain, tetapi juga memungkinkan pengguna menukarkan aset di berbagai blockchain. Ini mengatasi masalah aset terperangkap di jaringan asal mereka.

4. Tidak Memerlukan Buku Pesanan:

Dengan menghilangkan kebutuhan akan buku pesanan, platform tersebut membuat perdagangan lebih efisien dan hemat biaya. Model pembuat pasar otomatis memungkinkan pengguna melakukan pertukaran dengan cepat tanpa menunggu penyesuaian buku pesanan.

5. Imbalan Bagi Penyedia Likuiditas:

THORChain memberikan insentif kepada penyedia likuiditas dengan memberikan sebagian dari biaya perdagangan. Ini mendorong partisipasi aktif dan kontribusi pada jaringan, menciptakan ekosistem yang lebih seimbang.

Tantangannya

Meskipun membawa inovasi luar biasa, platform ini tidak lepas dari tantangan seperti risiko keamanan dan persaingan dengan bursa terdesentralisasi lainnya. Dengan tim yang sebagian besar anonim, THORChain telah terbukti berhasil sejak peluncuran “chaosnet” multi-rantai pada April 2021.

Dengan insentif bagi penyedia likuiditas, perlindungan dari kerugian sementara, dan kompatibilitas lintas rantai, platform ini membuka pintu untuk masa depan perdagangan aset kripto yang lebih terdesentralisasi dan efisien. Sebagai bagian integral dari evolusi blockchain, THORChain menjadi pemimpin dalam mengatasi tantangan likuiditas lintas jaringan dan menyediakan solusi yang kuat untuk pertukaran aset di era baru blockchain.

Bagaimana Cara Kerjanya?

THORChain menggunakan protokol Continuous Lending Pool yang memungkinkan pertukaran lintas rantai dari token kripto. Semua kripto non-native yang didukung ditempatkan ke dalam kolam likuiditas dengan RUNE. Model jaringan melepaskan token dari sana untuk pertukaran lintas rantai, menawarkan pertukaran ganda instan melalui pendekatan non-kustodian.

THORChain menggunakan mekanisme konsensus Proof of Stake, di mana staking token RUNE diperlukan untuk mencapai keandalan sistem secara keseluruhan. Pengguna dapat memperoleh hasil berdasarkan deposit mereka ke dalam kolam likuiditas jaringan, yang juga tersedia bagi pengguna lain yang membutuhkan pinjaman. Jaringan tersebut memberikan insentif kepada node untuk memvalidasi pertukaran, dengan sekitar 100 hingga 300 tempat validator.

Ekosistem THORChain

Berikut beberapa ekosistem di dalam THORChain:

1. ASGARDEX:

Aplikasi desktop mandiri tanpa biaya yang mengimplementasikan pertukaran terdesentralisasi berbasis THORChain. Sebagai satu-satunya basis kode frontend sumber terbuka, ini berfungsi sebagai referensi bagi banyak pengembang yang membangun dalam ekosistem.

2. THORSwap:

Agregator DEX lintas rantai yang dibangun di atas protokol likuiditas lintas rantai THORChain dan menjadi antarmuka utama untuk semua layanan THORChain seperti THORNames dan aset sintetis.

3. XDEFI:

Dompet multirantai yang memungkinkan Anda menyimpan, menukar, dan mengirim Crypto dan NFT secara aman di 14 blockchain.

4. ThorWallet:

Dompet DeFi seluler non-kustodian dengan DEX lintas rantai terintegrasi. Anda dapat menukar token asli dan mengelola posisi likuiditas di THORChain, menukar fiat, dan banyak lagi.

5. ShapeShift DAO:

Pelopor kepemilikan sendiri untuk perdagangan aset digital. Platform sumber terbuka ini memberdayakan pengguna untuk membeli, menyimpan, berdagang, dan berinvestasi dengan aman dalam berbagai aset digital, meningkatkan akses ke sistem keuangan terbuka dan terdesentralisasi.

6. Rango Exchange:

Agregator DEX dan jembatan multirantai yang kuat, mengutamakan keterjangkauan dan dukungan untuk blockchain utama. Rango mendukung lebih dari puluhan blockchain, 12+ jembatan/DEX, dan 7+ dompet berbeda dengan UX modern.

7. Defispot:

Defispot adalah DEX (Decentralized Exchange) multi-chain all in one yang dibangun di atas THORChain, yang memberikan kemudahan penggunaan DeFi untuk semua pengguna dengan menawarkan antarmuka pengguna (UI/UX) tradisional – sebuah DEX yang menyamar sebagai CEX (Centralized Exchange).

8. Decentralfi:

Pertukaran terdesentralisasi yang dibangun dengan THORChain. Dengan bot optimasi slippage bernama Slippy, Decentralfi memberi tahu pengguna untuk memecah perdagangan besar agar dapat mengoptimalkan biaya pertukaran.

9. Lends (direbranding dari Lendscape):

Adalah pertukaran terdesentralisasi yang menggunakan THORChain dengan rencana untuk mendukung peminjaman.

10. 0xVentures:

DAO yang berfungsi sebagai dana dengan tujuan tunggal untuk berinvestasi dalam proyek-proyek yang mengganggu sektor, menempatkan perhatian pada integrasi dengan blockchain dan komunitas.

11. THORChads DAO:

Program imbalan dan rumah bagi Metaverse THORChads, di mana komunitas dapat menikmati proyek kreatif seperti NFT, rilis Merch, akses IDO, dan game. THORChads.com berfungsi sebagai peluncur kreatif, mendukung proyek-proyek baru dalam komunitas platform ini.

12. ThorGuards:

Pusat komunitas THORChain, membangun dari mitra ekosistem dan menyertakan mereka dalam karakteristiknya. Seni 3D menampilkan fusi unik mitologi Norse dan elemen Viking dengan estetika dan aksen cyberpunk.

13. Vanir Threads:

Membuat NFT yang dapat ditukar dengan koleksi fisik buatan tangan.

14. Immunefi:

Penyedia bounty bug pihak ketiga untuk THORChain, mendorong pelaporan kerentanan dengan imbalan atas pengungkapan yang bertanggung jawab.

15. Thorstarter:

Platform IDO dan DAO Venture multirantai yang menggabungkan model peluncuran unik dengan hibah likuiditas untuk menginkubasi, mendanai, dan meluncurkan proyek-proyek paling menjanjikan di DeFi.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Lido DAO, Solusi Staking Likuid Ethereum

Apa Itu Lido DAO? 

Pertumbuhan ekosistem kripto membawa inovasi yang terus berkembang, dan salah satu terobosan terkini yang memikat perhatian adalah Lido DAO. 

Sebagai protokol staking terbesar untuk Ethereum dan blockchain Proof-of-Stake (PoS) lainnya, Lido DAO menghadirkan solusi staking likuid yang revolusioner. 

Lido DAO (LDO) adalah platform staking likuid yang menyediakan solusi aman untuk cryptocurrency Proof-of-Stake (PoS), termasuk staking Ethereum 2.0 (The Merge), Solana (SOL), dan Polygon (MATIC). Didirikan pada 2020, Lido memecahkan masalah likuiditas dalam staking PoS tradisional dengan menciptakan konsep “liquid staking.”

Liquid Staking: Solusi untuk Likuiditas

Staking pada blockchain PoS memiliki keuntungan dalam mendapatkan pendapatan pasif, namun, likuiditas aset yang dipertaruhkan seringkali menjadi tantangan. 

Setelah mempertaruhkan kripto, akses terhadap aset tersebut terkunci hingga periode staking selesai. Lido memecahkan masalah ini dengan mengeluarkan versi tokenisasi dari aset yang dipertaruhkan, seperti stETH untuk Ethereum.

Keunggulannya

1. Pemimpin Pasar dalam Staking Ethereum

Lido DAO memegang peran kunci dalam staking Ethereum, dengan jumlah Ethereum yang dipertaruhkan terbanyak dari semua protokol.

2. Akses Mudah untuk Staking Ethereum 2.0

Tak hanya itu, platform ini juga memberikan akses mudah ke staking Ethereum 2.0 tanpa persyaratan deposit minimum yang tinggi, sehingga membuatnya lebih terjangkau bagi berbagai pengguna.

3. Solusi Liquid Staking

Selain memfasilitasi staking, Lido tetapi juga menyediakan solusi liquid staking, memungkinkan pengguna mendapatkan imbal hasil tambahan melalui protokol DeFi lainnya.

4. Dukungan untuk Blockchain Lain

Selain Ethereum, Lido DAO telah berkembang untuk mendukung blockchain PoS Layer 1 lainnya, seperti Polygon dan Solana, menciptakan solusi multi-rantai yang unik.

5. Desentralisasi Penuh

Platform ini beroperasi sepenuhnya terdesentralisasi, memberikan kontrol kepada komunitas melalui token LDO untuk membuat keputusan yang demokratis dan transparan.

Kekurangannya

Meskipun memiliki keunggulan yang mencolok, platform Lido juga memiliki beberapa kekurangan, termasuk:

  • Masih baru dan belum sepenuhnya teruji dalam kondisi pasar yang beragam.
  • Solusi liquid staking lebih kompleks dan berisiko daripada staking tradisional.
  • Ketergantungan yang signifikan pada jaringan Ethereum.

Keunikannya

Beberapa dengan fitur-fitur uniknya:

1. Akses Mudah untuk Semua Pengguna

Memberikan akses yang mudah dan fleksibel ke staking Ethereum 2.0, bahkan tanpa jumlah deposit minimum yang tinggi.

2. Liquid Staking Inovatif

Menyediakan solusi liquid staking yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbal hasil tambahan dari aset yang dipertaruhkan.

3. Organisasi Otonom Terdesentralisasi (DAO)

Diatur oleh komunitas melalui token LDO, menciptakan struktur tata kelola yang transparan dan demokratis.

4. Dukungan Multi-Rantai

Mendorong adopsi dengan mendukung blockchain PoS Layer 1 lainnya, memperluas ruang lingkup penggunaan.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Ketika pengguna mempertaruhkan aset PoS mereka di Lido, token mereka di-stake pada blockchain terkait melalui protokol Lido. 

Dengan menerima tokenisasi seperti stETH, pengguna dapat berpartisipasi dalam aktivitas DeFi lainnya sambil tetap mendapatkan imbal hasil dari staking.

Lido memastikan keamanan dengan mendistribusikan aset staking ke beberapa validator, mengurangi risiko staking pada validator tunggal. Melalui struktur DAO, keputusan protokol diambil secara demokratis oleh komunitas.

Kesimpulan

Lido DAO memberikan solusi inovatif untuk mengatasi kendala likuiditas dalam staking PoS. Dengan likuiditas token staking dan dukungan multi-rantai, Lido DAO memimpin dalam memberikan akses mudah, likuiditas, dan imbal hasil tambahan bagi pengguna kripto. Meskipun masih ada risiko yang perlu diperhatikan, potensi dampak positif Lido DAO terhadap ekosistem kripto sangat menarik bagi mereka yang ingin mengoptimalkan pendapatan pasif mereka.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Cara Kerja Oasis Network dan Keunikannya

Cara Kerja Oasis Network

Oasis Network adalah solusi yang aman untuk membuat kontrak pintar pribadi dengan menjaga kerahasiaan data pengguna. Kelebihan utama jaringan ini terletak pada kemampuannya menangani banyak transaksi tanpa memakan banyak waktu atau biaya tinggi. Cara kerja Oasis Network melibatkan validator acak yang menggunakan token khusus, ROSE. Token ini diperlukan untuk mendapatkan imbalan dan memvalidasi transaksi baru, mengatur dasar operasi jaringan.

Dengan memisahkan fungsi konsensus dan komputasi ke dalam lapisan yang berbeda, yaitu lapisan konsensus (consensus layer) dan ParaTime, Oasis Network bisa menangani lebih banyak tugas secara efisien. Hal ini memberikan dasar yang kokoh untuk pertumbuhan dan inovasi di dalamnya.

  1. Consensus Layer

Consensus Layer adalah mekanisme aman dan skalabel yang memvalidasi dan menambahkan blok ke blockchain. Menggunakan algoritma konsensus Delegated Proof-of-Stake (DPOS) pada node validator terdesentralisasi, lapisan ini dirancang untuk memberikan konsensus proof-of-stake yang skalabel dan aman, memastikan skalabilitas sambil menjaga keamanan jaringan.

  1. ParaTime Layer

ParaTime Layer dirancang untuk meng-host runtime paralel yang disebut ParaTimes. Ini memungkinkan pengembang membangun ParaTimes terisolasi sesuai kebutuhan aplikasi mereka. Lapisan ini bertanggung jawab atas definisi lingkungan eksekusi kontrak pintar, semantik antarmuka, mekanisme verifikasi eksekusi kontrak, dan penerapan pengukuran kerahasiaan.

Perbedaan ParaTime dan Parachain

Berbeda dengan Parachain, ParaTime tidak perlu melakukan konsensus sendiri. ParaTime menangani komputasi, dengan deteksi ketidaksesuaian memastikan kebenaran dan integritas eksekusi, membuatnya lebih efisien dibandingkan Parachain.

Siapa yang Menjalankan ParaTime?

Jaringan bersifat agnostik, memungkinkan siapa pun menjalankan ParaTime. Keputusan ada di tangan pengembang dan pengguna. Contoh ParaTime termasuk Oasis Labs Data Sovereignty ParaTime dan Second State Virtual Machine, EVM compatible Runtime.

Tiga ParaTime yang Dibangun

  1. Emerald ParaTime (EVM Compatible): Mengatasi biaya tinggi dan throughput rendah pada pengembang Solidity dengan meningkatkan throughput transaksi dan mengurangi biaya.
  2. Cipher ParaTime (Kontrak Pintar Rahasia): Menawarkan kontrak pintar privasi dengan throughput tinggi, finalitas instan, dan biaya rendah, mencegah front-running dan melindungi aset NFT.
  3. Parcel ParaTime (Penyimpanan Data Rahasia, Tata Kelola, dan Komputasi): Digunakan oleh perusahaan seperti Nebula Genomics, Genetica, dan BMW. Parcel SDK memungkinkan integrasi penyimpanan data, tata kelola, dan komputasi yang menjaga privasi.

Privasi dan Keamanan Pengguna

Oasis mendukung ParaTime rahasia dengan Trusted Execution Environment (TEE) untuk eksekusi kontrak pintar, menjaga kerahasiaan data. Ini membuka peluang penggunaan blockchain untuk data sensitif, seperti laporan bank atau informasi kesehatan.

Keunikan Oasis Network

  • Fokus pada Privasi: Oasis Network memungkinkan kasus penggunaan baru dengan menjaga privasi data, seperti pinjaman pribadi dan pembayaran pribadi.
  • Tokenised Data: Menciptakan aset digital baru, Tokenised Data, memungkinkan pengguna mengontrol dan mendapatkan imbalan dari data mereka.
  • Pemisahan Lapisan Konsensus dan Komputasi: Memberikan kecepatan luar biasa dengan pemrosesan transaksi bersamaan dari ParaTimes, tanpa mengorbankan efisiensi jaringan.

Kesimpulan

Oasis Network bukan hanya blockchain biasa. Dengan inovasi dalam sistem konsensus, arsitektur ParaTime, dan fokus pada privasi, Oasis Network menjadi fondasi untuk menciptakan masyarakat data yang bertanggung jawab, memberikan kontrol penuh kepada individu atas informasi mereka sendiri.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

BNB Chain, Ekosistem Blockchain dari Binance

Apa Itu BNB Chain? 

Binance, sebagai bursa kripto terbesar di dunia, telah membentuk ekosistem blockchain yang kuat melalui BNB Chain. Dengan fokus pada kontrak pintar dan perdagangan aset, ekosistem menawarkan kecepatan dan efisiensi dengan biaya yang terjangkau. 

Bagaimana Ekosistemnya?

BNB Chain, diperkenalkan oleh Binance, adalah blockchain yang kompatibel dengan Ethereum Virtual Machine (EVM), dirancang untuk mendukung kontrak pintar. 

Ada dua komponen utama yaitu Binance Chain (BNB Beacon Chain) dan BNB Smart Chain. Ini memberikan pengguna manfaat perdagangan cepat dan murah di Binance Chain serta fungsionalitas kontrak pintar di BNB Smart Chain.

Adapun Binance Chain digunakan untuk perdagangan dan BNB Smart Chain untuk kontrak pintar. Inovasi ini mendorong Binance ke peran lebih dari sekadar bursa.

Menjalankan Binance Chain dan BNB Smart Chain, memberikan perdagangan aset cepat dan murah, bersama dengan fungsionalitas kontrak pintar. Kirim BTC, ETH, FIL, ONT, XVS mulai dari Rp 6.500 melalui jaringan BSC.

BNB Beacon Chain: Fondasi untuk Perdagangan Terdesentralisasi

Dikenal sebagai Binance Chain sebelumnya, BNB Beacon Chain memungkinkan perdagangan terdesentralisasi yang cepat. Peluncuran BNB Smart Chain pada 2020 membawa inovasi dengan mempertahankan kecepatan Binance Chain sambil menambahkan fungsionalitas kontrak pintar. 

Kedua komponen ini, bersama dengan peluncuran BNB Chain, membentuk dasar untuk aplikasi berskala besar.

BNB Smart Chain: Melangkah ke Era Kontrak Pintar

Untuk mengatasi keterbatasan Binance Chain, Binance meluncurkan BNB Smart Chain pada 2020. 

Dirancang untuk kontrak pintar, BNB Smart Chain memungkinkan pengembang membangun DApps. Hal ini mempertahankan kinerja cepat Binance Chain sambil memperkenalkan era baru dalam ekosistem blockchain Binance.

Bagaimana Bedanya dari Ethereum?

BNB Chain menawarkan kecepatan dan biaya yang lebih rendah dibandingkan Ethereum. Dengan desain terpisah, pengguna dapat membangun DApps di BNB Smart Chain sambil melakukan perdagangan aset di Binance Chain dengan cepat. Sistem konsensus PoSA di BSC memberikan keamanan tambahan dan kecepatan blok yang luar biasa.

BNB Chain menggunakan konsep MetaFi yang mencakup ekosistem metaverse, DeFi, GameFi, dan NFT di bawah satu payung. 

Melalui metadata, MetaFi memungkinkan fungsi blockchain beragam bergabung dalam ekosistem interoperabel. Ini bertujuan untuk membangun ekosistem paralel penuh yang melayani pengguna global.

Kelebihan dan Kekurangan

Transaksi cepat dan murah menjadi salah satu perbedaan dibandingkan dengan ekosistem Ethereum. Meskipun demikian, beberapa proyek unggulan masih lebih memilih Ethereum. 

Pasalnya, dalam BNB Smart Chain masih ada tantangan seperti penipuan dan “shitcoins.” Regulasi terhadap Binance dapat memengaruhi persepsi penggunanya. 

Menguak Kegunaan Token BNB

Token BNB, sebagai token utilitas BNB Chain, memiliki beberapa kegunaan. Dari pembayaran biaya transaksi, staking, hingga tata kelola ekosistem, BNB memberikan insentif bagi pengguna dan validator. Pembakaran token berkala membantu menjaga ketersediaan yang terbatas, menjadikan BNB deflasi dan mendukung potensi peningkatan harga.

Kesimpulan

Dengan terus berkembangnya ekosistem tersebut, terbuka peluang untuk membangun aplikasi yang inovatif dan memperluas penggunaan blockchain. Sebagai pemimpin dalam ruang kripto, Binance terus memperkuat posisi BNB Chain sebagai fondasi MetaFi dan ekosistem virtual global. 

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Fantom, Kontrak Pintar dengan Teknologi DAG

Apa Itu Fantom?

Fantom (FTM) merupakan platform kontrak pintar revolusioner yang mengatasi batasan blockchain tradisional. Didukung oleh teknologi Directed Acyclic Graph (DAG) canggih, Fantom memungkinkan transaksi cepat, biaya rendah, dan skabilitas tak terbatas. 

Dengan mekanisme konsensus aBFT Lachesis, Fantom menargetkan 300 ribu transaksi per detik.  Platform ini mewujudkan visi untuk menjadi infrastruktur IT kota pintar, mendukung layanan dan menyimpan data dalam jumlah besar.

Fantom dijelaskan sebagai langkah maju menuju Cryptocurrency 3.0, mengatasi kelemahan PoW dan PoS. Mekanisme konsensus Lachesis menggunakan DAG, memungkinkan transaksi asynchronous, leaderless, dan Byzantine Fault-Tolerant dengan finalitas dekat-segera.

Independensi dan Keamanan

Fantom dirancang untuk berinteroperabilitas dengan jaringan blockchain lain, memungkinkan transaksi lintas rantai.

Kode sumber Fantom bersifat sumber terbuka, mendukung visi tim untuk menciptakan infrastruktur yang dapat digunakan dan disesuaikan sesuai kebutuhan.

Fantom memecahkan masalah performa dan kemacetan dengan membuat setiap aplikasi memiliki blockchain sendiri.

Setiap zona independen berinteraksi melalui konsensus Lachesis, memastikan bahwa performa satu zona tidak memengaruhi yang lain. 

Mekanisme konsensus Lachesis memastikan ekstrem skalabilitas dengan waktu konfirmasi transaksi yang sangat cepat. 

Selain itu, platform ini juga menerapkan Leaderless Proof-of-Stake untuk meningkatkan keamanan jaringan.

Kelebihan dan Kekurangan

Fantom menonjol dengan kinerja tinggi, waktu finalitas cepat, biaya transaksi rendah, dan keterlibatan mitra industri seperti Binance dan Chainlink.

Meskipun demikian, teknologi DAG yang masih baru dan adopsi pengguna yang tertinggal masih menjadi tantangan yang perlu diatasi.

Tokenomics FTM

FTM berfungsi sebagai token utilitas di jaringan Fantom, digunakan untuk membayar biaya transaksi, keamanan jaringan PoS, dan tata kelola on-chain. Total pasokan FTM adalah 3,175 miliar, dengan distribusi yang cermat untuk memastikan perdagangan yang lancar.

Cara Kerja FTM

Fantom mengoperasikan tiga lapisan utama yaitu Lapisan Inti Opera, Lapisan Perang Opera, dan Lapisan Aplikasi Opera.

1. Lapisan Inti Opera

Lapisan Inti Opera adalah lapisan dasar yang bertanggung jawab untuk menjaga konsensus di antara node-node dalam Protokol Lachesis. Untuk memvalidasi transaksi, lapisan ini menggunakan teknologi DAG, yang memungkinkan pemrosesan asinkron oleh node.

Berbeda dengan blockchain, teknologi DAG memanfaatkan node-nodus saksi, jenis node yang memvalidasi keaslian data di seluruh jaringan. Setiap transaksi yang diproses disimpan pada setiap node dalam jaringan.

Meski demikian, data tidak harus disimpan di setiap node. Node-nod saksi dipilih melalui metode konsensus Delegated Proof of Stake, dan perannya adalah memvalidasi transaksi dengan memverifikasi data yang dipegang oleh node-node di seluruh jaringan. Ini memungkinkan transaksi selesai lebih cepat sambil tetap menjaga keamanan jaringan.

2. Lapisan Perang Opera

Lapisan Perang Opera menyediakan serangkaian alat dan layanan bagi pengembang untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) di jaringan FTM. 

Alat-alat ini mencakup platform kontrak pintar, sistem penyimpanan terdesentralisasi, dan layanan oracle yang memungkinkan interaksi antara blockchain dan sumber data eksternal.

3. Lapisan Aplikasi Opera

Lapisan Aplikasi Opera adalah lapisan teratas dari platform Fantom dan dirancang untuk pengguna akhir. Ini mencakup dompet web dan pertukaran terdesentralisasi (DEX) di mana pengguna dapat membeli, menjual, dan menukar kripto tanpa mengandalkan otoritas pusat. 

Selain itu, lapisan ini terbuka untuk pengembang pihak ketiga yang dapat membuat dApps mereka sendiri dan menerapkannya di jaringan.

Kesimpulan

Fantom adalah tonggak dalam evolusi kontrak pintar dan blockchain. Dengan menggabungkan kecepatan, keamanan, dan skabilitas, Fantom memberikan visi masa depan untuk infrastruktur blockchain yang inovatif dan dapat diakses. 

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com

Investasi Aman Tapi Cuan, Pilih Deposito atau Reksadana?

Sobat Cuan investor pemula mungkin ingin berinvestasi yang mudah, minim risiko, dan bisa dilakukan dengan rebahan. Kemudian, pilhanmu kemudian jatuh antara deposito dan deposito.

Nah, di sinilah mungkin kamu pusing. Pilih deposito? Atau reksadana?

Tenang, jangan pusing dulu, Sobat Cuan. Artikel ini akan membantu kamu dalam memilih di antara dua produk investasi tersebut?

Apa Beda Deposito dan Reksadana?

Sebelum jauh membahas tentang instrumen mana yang lebih cuan, kamu bisa membaca terlebih dulu ya apa itu reksadana dan deposito.

Ya, keduanya adalah instrumen investasi yang sama-sama memberi margin keuntungan, kok. Bedanya, keduanya memiliki instrumen keuntungan yang berbeda.

Mengapa begitu? Sebab, baik deposito maupun reksadana memiliki skema investasi yang berbeda, bahkan disediakan oleh entitas lembaga yang berbeda. Kamu bisa membeli reksadana di sekuritas, sementara untuk membeli deposito kamu harus ke bank.

Bagaimana Cuan dari Deposito atau Reksadana?

Keuntungan pada reksadana sangat bergantung pada kinerja pasar instrumen investasi di mana dana kamu dikelola. Reksadana saham, misalnya, akan memiliki kinerja yang mirip dengan kinerja emiten pasar modal dimana dana ditempatkan.

Tak hanya saham, reksadana juga memiliki opsi penempatan dana pada instrumen lain seperti surat utang negara, obligasi, bahkan efek. Ada juga reksadana yang menawarkan penempatan dana pada beberapa instrumen sekaligus untuk meminimalisir resiko.

Pada jangka panjang, reksadana rata-rata memberikan cuan sebanyak 10-15% per tahun. Namun, angka ini sangat tergantung pada berbagai hal seperti kepiawaian manajer investasi mengelola dana, kinerja pasar, diversifikasi instrumen, sampai metode yang kamu pilih untuk membentuk kapital.

Sementara itu, deposito mematok cuan berdasarkan margin yang disepakati di awal. Besarnya margin tergantung pada berbagai faktor, misalnya suku bunga acuan Bank Indonesia, rasio dana di bank, kebijakan bank, dan kesepakatan lainnya.

Namun kelebihannya, saat mendepositokan dana kamu tidak harus menempatkannya untuk jangka panjang saja. Kamu bisa memilih deposito dengan tenor mulai dari sebulan sampai dengan dua tahun.

Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

Mana yang Lebih Besar Risikonya?

Deposito jelas lebih aman ketimbang reksadana mengingat produk ini dibuat oleh perbankan. Yakni, institusi yang memang dibuat dengan tata cara dan tata kelola sesuai standar yang dibebankan oleh otoritas jasa keuangan.

Apalagi, deposito menetapkan besaran keuntungan di awal. Sehingga, apapun yang terjadi selama tenor berlangsung, kamu akan tetap mendapat cuan yang dijanjikan.

Meski begitu, reks dana pun memiliki resiko yang relatif minim ketimbang jika kamu berinvestasi langsung di pasar. Dari berbagai jenis reksadana, reksa dana saham adalah yang paling berisiko mengingat tingginya fluktuasi harga di pasar modal.

Saat Inflasi, Pilih Deposito atau Reksadana?

Tujuan utama berinvestasi pada instrumen yang aman seperti ini adalah untuk mencegah nilai uangmu tergerus inflasi. Lantas, diantara deposito atau reksadana, mana yang lebih efektif untuk melawan inflasi?

Jawabannya adalah tergantung pada situasinya. Deposito memiliki margin yang disepakati sejak awal, sehingga apapun yang terjadi angka keuntunganmu akan tetap kamu dapat sesuai kesepakatan.

Namun biasanya bunga deposito sangatlah konservatif. Bank pelat merah saat ini saja hanya menawarkan bunga 3-4% pertahun. Sementara inflasi tahunan terkadang melonjak tajam hingga mencapai 7% pertahun.

Di saat seperti itu, deposito mungkin kurang efektif untuk dijadikan pilihan berinvestasi. Lain halnya jika inflasi terkendali dan pasar sedang tidak bisa diandalkan seperti saat ini.

Di sisi lain, reksadana menawarkan volatilitas yang lebih tinggi namun juga imbal hasil yang lebih baik ketimbang deposito.

Saat inflasi tinggi, biasanya perekonomian sedang baik. Pasar tengah bergairah. Berinvestasi di reksadana seharusnya merupakan pilihan yang tepat yang akan memberimu imbal hasil investasi lebih besar dari nilai yang tergerus inflasi.

Baca juga: Ini Alasan HODL & Menabung Kripto Adalah Strategi Jitu Saat Pasar Bearish!

Mana yang Punya Biaya Admin Lebih Tinggi?

Jawabannya adalah reksadana. Kamu harus membayar beberapa biaya seperti fee dan admin bulanan untuk membiayai manajer investasi yang telah mengelola danamu. Apalagi, kalau kamu memilih metode dollar cost averaging saat menghimpun kapital.

Berbeda dengan reksadana, deposito bebas biaya admin. Kamu mungkin akan mengeluarkan beberapa ribu rupiah di awal untuk membeli materai, tapi selebihnya investasimu tidak dipungut biaya apapun lagi selain pajak.

Deposito atau Reksadana, Mana yang Lebih Fleksibel?

Keduanya memiliki ketentuan batas waktu. Pada reksadana, biasanya kamu akan dikenakan charges senilai 1% dari NAB. Hal ini berlaku apabila kamu mencairkan lebih cepat dari waktu minimun yang ditentukan.

Namun, penarikan setelah waktu yang ditentukan itu gratis. Hal ini tentu memberikan kamu keleluasaan asal dana yang diinvestasikan di reksadana bukanlah dana jangka pendek.

Pada deposito, kamu diberi kebebasan dj awal untuk memilih tenor investasi sesuai kebutuhan kamu. Jika setelah deposito dibuat kamu menarik dana terlebih dahulu ketimbang tenornya kamu akan dikenakan penalty.

Baca juga: Ini Jenis Uang yang Tak Boleh Digunakan Demi Trading Kripto!

Bagaimana Pengenaan Pajak antara Deposito dan Reksadana?

Deposito merupakan objek pajak penghasilan (PPh) jika nilainya di atas Rp7,5 juta. Di bawah itu, deposito kamu bebas pajak.

PPh yang dikenakan pada deposito adalah sebesar 20% dari total margin yang kamu peroleh dan dipotong langsung saat kamu terima.

Berbeda dengan deposito, reksadana bukanlah objek pajak. Namun kamu tetap harus melaporkan kepemilikan reksadanamu saat akan melapor SPT.

Adapun yang dilaporkan hanya keuntungan dari transaksi penjualan yang dikategorikan sebagai lenghasilan lainnya yang tidak termasuk objek pajak. Jika ternyata nilai NAB kamu susut, maka kamu tidak perlu melaporkannya.

Mengapa bisa begitu? Sebab, reksadana dalah dana himpunan dari masyaraka yang dikelola oleh manajer investasi. Pada pengelolaannya berbagai transaksi sudah dikenai PPh terlebih dulu, seperti PPh obligasi, saham, surat utang negara dan sebagainya.

Besaran pajak yang dikenakan saat pengelolaan dana sudah dimasukkan ke dalam NAB, sehingga NAB yang kamu pegang sudah bebas pajak. Keunggulan lainnya adalah, jika pajak yang dikenakan pada deposito mencapai 20%, pengelola reksadana sering memperoleh diskon sehingga rata-rata pajak dikenakan hanya 5-15% saja.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Pilih reksadana atau deposito? Kalau pilih reksadana, mending investasi saja di Pluang! Di aplikasi Pluang, kamu bisa investasi reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang mulai dari Rp15.000 saja!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Kontan, Bareksa, Karvyonline, coverfox



Sumber : pluang.com

Oasis Network, Platform Blockchain dengan Privasi

Apa Itu Oasis Network?

Jaringan Oasis atau Oasis Network adalah proyek blockchain yang berorientasi pada privasi yang menyediakan kerangka kerja yang dapat disesuaikan dan sangat aman bagi pengguna.

Jaringan ini menggunakan lapisan konsensus yang inovatif untuk mencapai efisiensi dan keamanan, dan juga menawarkan pilihan kepada pengguna untuk membangun aplikasi secara khusus.

Selain itu, ini memperkenalkan era baru keuangan terdesentralisasi dengan menjadi jaringan proof-of-stake Layer 1 pertama yang menghadirkan aspek privasi.

Oasis Network dirancang untuk menciptakan ekonomi data yang responsif dan sistem keuangan yang transparan, dan arsitektur keamanan untuk mendukung ekosistem finansial terbuka dan berskala besar di bidang DeFi.

Dengan kemampuan mencapai kecepatan hingga 1.000 transaksi per detik (TPS), Oasis menjadi fondasi blockchain utama yang memasukkan kerahasiaan data ke dalam desainnya.

Keunikan fitur privasinya dapat mengubah lanskap DeFi dan memperkenalkan jenis aset digital baru yang dikenal sebagai Tokenised Data. Sehingga, pengguna memiliki kendali penuh atas data yang mereka hasilkan dan diberi insentif dengan kemampuan menyimpannya dalam aplikasi.

Mengatasi Tantangan DeFi dan Menciptakan Ekonomi Data Bertanggung Jawab

Saat Satoshi Nakamoto merancang Bitcoin, visinya adalah menciptakan cara transaksi yang terdesentralisasi dan privat tanpa perantara. Namun, seiring berkembangnya pasar kripto, privasi semakin terpinggirkan.

Sementara itu, pasar DeFi masih dalam tahap awal dengan triliunan dolar dari pasar keuangan konvensional yang siap memasuki ranah ini. Ekspansi DeFi terbatas oleh kurangnya privasi, keamanan, dan biaya tinggi. Inilah yang menyebabkan sistem yang mahal dan sulit diskalakan.

Jauh dari menjadi “pembunuh Ethereum” lainnya, jaringan aasis menawarkan alternatif sejati bagi Ethereum dan jaringan Layer 1 lainnya.

Jaringan ini menyatukan elemen-elemen kunci dari kerahasiaan dan desentralisasi. Dirancang sebagai blockchain generasi mendatang, Oasis adalah platform blockchain pertama yang memprioritaskan privasi untuk mendukung keuangan terbuka dan ekonomi data yang bertanggung jawab.

Fitur Unik dan Keunggulan Oasis

Kontrak Pintar Rahasia: Menjaga keberlanjutan privasi data saat diolah, membuka pintu untuk kasus penggunaan baru dan menarik dalam ekosistem DeFi.

Throughput Tinggi: Mampu mengelola ribuan transaksi per detik, menciptakan potensi skalabilitas untuk adopsi secara massal.

Keamanan Kuat: Dengan arsitektur keamanan tingkat lanjut, termasuk penggunaan modul keamanan perangkat keras berbasis enclave (HSM) untuk manajemen kunci, memberikan perlindungan kuat terhadap peretasan dan ancaman keamanan.

Investor Terpercaya: Dukungan dari investor terkemuka di bidang blockchain dan teknologi, memperkuat fondasi jaringan.

Tantangan dan Kekurangan

Ekosistem Terbatas: Sebagai jaringan yang masih baru dan terus berkembang, Oasis memiliki jumlah aplikasi dan kasus penggunaan DeFi yang lebih sedikit dibandingkan dengan blockchain yang telah mapan.

Persaingan Sengit: Berada di tengah pasar ramai dengan berbagai “pembunuh Ethereum,” memerlukan strategi khusus agar Oasis dapat menonjol dan mendapatkan adopsi yang luas.

Token ROSE dan Distribusinya

ROSE adalah token utilitas bawaan dari Jaringan Oasis, digunakan untuk:

1. Biaya transaksi dan eksekusi kontrak pintar.

2. Mendorong keamanan jaringan dengan memberikan insentif pada validator (melalui PoS).

3. Governansi on-chain, memungkinkan pemegang untuk mengajukan referendum, memberikan suara pada proposal, dan memilih anggota dewan.

Total pasokan ROSE dibatasi pada 10 miliar token dan didistribusikan berdasarkan fungsi jaringan, yaitu:

  1. Pendukung : Token yang dijual sebelum peluncuran mainnet.
  2. Kontributor Inti : Kompensasi bagi pengembang inti.
  3. Dana Abadi Yayasan : Untuk pengembangan dan pemeliharaan Jaringan Oasis.
  4. Komunitas dan Ekosistem : Program dan layanan untuk melibatkan komunitas.
  5. Mitra Strategis dan Cadangan: Program dan layanan dari mitra utama.
  6. Hadiah Staking : Imbalan bagi validator dan delegator yang berkontribusi pada keamanan jaringan.

Kesimpulan

Jaringan Oasis menyajikan solusi inovatif untuk mengatasi keterbatasan DeFi saat ini, membuka jalan menuju masa depan keuangan terdesentralisasi yang lebih privat dan bertanggung jawab. Meskipun menghadapi tantangan dalam pengembangan ekosistem dan persaingan ketat, fitur unik dan teknologi canggih Oasis berpotensi merevolusi dunia DeFi dan keuangan digital.

Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!



Sumber : pluang.com