Category Archives: Pluang

Dulu Dilupakan, Kini Dielukan. Kenapa Polkadot Bisa Jadi Aset Kripto Beken?

Sobat Cuan investor aset kripto pasti tahu atau mungkin punya portofolio koin Polkadot (DOT). Tentu saja, sebab DOT kini menjelma menjadi salah satu koin paling populer di jagat aset kripto.

Melansir Coinmarketcap per 29 Juni 2021, DOT kini memiliki kapitalisasi pasar sebesar US$15,38 miliar atau 1,08% dari total kapitalisasi pasar aset kripto. Fakta ini menjadikannya sebagai aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ke-sembilan di dunia.

Namun, siapa sangka kalau tahun lalu Polkadot ternyata sama sekali tidak diminati oleh pecinta aset kripto. Alias, tidak mampu menembus 10 besar aset kripto terpopuler di dunia.

Lantas, bagaimana perjalanan Polkadot hingga menjadi salah satu aset kripto yang diminati saat ini? Yuk, simak di artikel berikut!

Baca juga: Mengenal Bitcoin Death Cross, Buah Bibir di Pasar Kripto Belakangan Ini

Semua Dimulai dari Redenominasi Polkadot

Pada pertengahan tahun lalu, Polkadot bahkan tidak berada dalam peringkat 100 aset kripto terbesar. Namun, itu semua berubah pada 21 Agustus 2020, di mana DOT mengalami perubahan besar yang mempengaruhi pamornya seperti saat ini.

Pada hari itu, DOT mengalami redenominasi. Dalam hal ini, pasokan token yang sudah beredar meningkat jadi 100 kali lipat. Hal ini terjadi setelah komunitas pemilik Polkadot melakukan pemungutan suara untuk memecah nilai koin satu ini.

Mengapa redenominasi ini dilakukan? Alasannya adalah agar satuan unit Polkadot menjadi lebih mudah dipahami oleh pengguna.

Sebelum redenominasi, DOT bisa dipecah ke dalam satuan dengan 12 angka di belakang koma (contohnya 1,000000000000 DOT).

Hal ini dianggap menyulitkan penggunanya untuk menggenggam DOT karena banyaknya angka desimal membuat mereka cenderung lupa jumlah pasti koin DOT yang mereka genggam. Nah, kondisi itu dianggap bisa menjadi celah bagi scammers untuk memanfaatkan kealpaan tersebut.

Di samping itu, pencipta platform Polkadot Gavin Wood juga menyebut, keputusan ‘token split’ Polkadot diambil agar likuiditas DOT semakin lancar. Hal ini mengingat pasokan awal Polkadot sebesar 10 juta keping dianggap merupakan keputusan sewenang-wenang.

Akhirnya, komunitas penggenggam DOT pun melakukan pemungutan suara dengan empat opsi: tanpa pergantian, 1:10, 1:100, atau 1:1.000. Hasilnya, 86% dari total suara menginginkan 1 DOT dipecah menjadi 100 bagian lagi. Sehingga, unit DOT hanya akan memiliki sembilan angka di belakang koma (contohnya 100,000000000).

Adapun proses redenominasi ini mirip dengan pemecahan saham (stock split), yang dapat membuat kenaikan nilai saham secara substansial setelah peristiwa tersebut. Namun, di aset kripto, hal itu tidak pernah ada sebelumnya.

Pada dasarnya, redenominasi Polkadot membuat 1 DOT lama dibagi menjadi 100 DOT baru. Akibatnya, total pasokan meningkat dari 10 juta token menjadi 1 miliar token. Namun, redenominasi ini tidak mengubah nilai total kepemilikan investor dalam protokol.

Nasib Polkadot Pasca Redenominasi

Motif utama stock split adalah untuk membuat saham tampak lebih terjangkau bagi investor kecil, demi meningkatkan likuiditas di saham. Dan alasan komunitas Polkadot untuk melakukan redenominasi sama halnya dengan stock split. Mereka ingin investor kecil bisa memiliki DOT dengan lebih terjangkau.

Hasilnya pun langsung dirasakan setelahnya. Redenominasi tersebut ternyata bikin permintaan DOT kian moncer. Alhasil, harganya pun langsung melonjak dari US$2,92 per keping menjadi US$6,84 hanya dalam 10 hari setelah redenominasi.

Kenaikan harga, disertai dengan kenaikan suplai, akhirnya bikin DOT berhasil merangsek masuk jajaran 10 besar aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Tiga minggu kemudian, kapitalisasi pasar DOT menjadi US$3,7 miliar dan berhasil menduduki posisi ketujuh aset kripto terpopuler sejagat.

Tetapi analis menilai bahwa redenominasi bukanlah satu-satunya faktor di balik kenaikan pesat Polkadot.

Thomas Kuhn, Analis Makro di Quantum Economics, memberikan tiga alasan. Pertama, proyek Polkadot ini memiliki kelayakan untuk dibangun, sehingga pecinta aset kripto merasa butuh memberikan tim Polkadot sumber dana yang kuat.

Kedua, Polkadot adalah proyek yang cukup baru dengan keandalan yang bisa dibandingkan dengan Ethereum. Ketiga, Polkadot adalah aset yang relatif baru.

Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

Polkadot Sempat Menjadi Koin Terbesar Keempat

Pada awal tahun 2021, token Polkadot pernah menjadi koin terbesar keempat dalam hal kapitalisasi pasar. Bahkan, melampaui rivalnya, Ripple (XRP).

Kapitalisasi pasar DOT saat itu mencapai sekitar US$13,45 miliar. Sementara kapitalisasi pasar XRP sekitar US$13,28 miliar. Kenaikan tajam harga DOT saat itu mencapai sekitar 50% dalam tujuh hari, mendorong kapitalisasi pasarnya ke level puncak.

Saat itu, ada beberapa alasan utama di balik tren naik DOT yang kuat. Yaitu struktur pasar teknis yang kuat, antisipasi jaringan blockchain Polkadot yang dapat ditingkatkan, dan ketertarikan pasar terhadap proyek DeFi.

Antusiasme pecinta aset kripto atas DOT sebenarnya sudah tumbuh sejak Desember 2021, di mana harga DOT mengalami titik tertinggi yakni sekitar US$11. Sejak periode itu, koin tersebut terus melihat momentum yang kuat dan pemulihan yang kuat di area support utama.

Masa Depan Polkadot

Kini, Polkadot memang menduduki peringkat ke-sembilan aset kripto populer dengan harga US$16,17 per unit. Namun, berbagai analisis yang dihimpun Coinpedia mengatakan bahwa harga DOT bisa mencapai US$126 per keping dalam lima tahun mendatang.

Hal ini didasari atas optimisme pengguna aset kripto yang sangat yakin dengan keandalan sistem blockchain Polkadot dan upgrade “cabang” blockchain Polkadot, yang disebut parachain. Keandalan sistem Polkadot dibandingkan Ethereum bisa kamu baca di artikel ini ya, Sobat Cuan!

Jadi, apakah kamu juga tertarik memiliki DOT? Tunggu kehadirannya di aplikasi Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Decrypt, Cointelegraph, The Block Crypto



Sumber : pluang.com

10. Menggunakan Indikator Trading dengan Efektif

10.1 Latar Belakang

Banyak investor dan trader aktif menggunakan indikator teknikal dalam trading untuk membantu mengidentifikasi titik masuk dan keluar transaksi dengan probabilitas tinggi.

Indikator-indikator tersebut sebagian besar di platform trading. Oleh karena itu, mudah untuk menggunakan terlalu banyak indikator atau menggunakan mereka secara tidak efisien.

Dalam tulisan ini, Sobat Cuan akan dijelaskan bagaimana cara memilih beberapa indikator, menghindari kelebihan informasi, dan mengoptimalkan indikator agar paling efektif memanfaatkan alat analisis teknikal ini.

10.1.1 Apa Itu Indikator? 

Dalam analisis teknikal, indikator merupakan alat bantu berupa formula matematis yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dalam jual beli saham.

Setiap indikator memiliki fungsi yang berbeda – beda, seperti memberikan info tentang tren, volume transaksi, hal ini dapat membantu trader untuk menemukan sinyal beli dan jual saham.

Saat ini banyak sekali indikator yang dipakai trader, bahkan setiap saat ada saja indikator baru atau varian dari indikator yang sudah ada. Mengapa begitu ?

Karena analisis teknikal bersifat seni, sehingga pengamatan serta pengalaman yang berbeda dari masing-masing trader akan menciptakan berbagai indikator baru.

Indikator analisis teknikal itu sendiri dibedakan menjadi 2 kategori yaitu lagging indicator dan leading indicator. Lalu apa beda kedua indikator tersebut ?

Perbedaan kedua indikator tersebut terletak pada kecepatan indikator tersebut memberikan sinyal beli atau jual.

10.1.2 Lagging Indicator

Jenis indikator pertama, dikenal sebagai lagging indikator.  Indikator ini umumnya digunakan untuk mengukur tren.

Contoh lagging indikator yang sering digunakan untuk mengukur tren termasuk bolinger band, parabolic SAR, moving average, dan variasinya seperti GMMA.

Ciri khasnya adalah memberikan sinyal dengan keterlambatan dibandingkan dengan indikator lainnya.

10.1.2.1 Kapan Waktu yang Tepat Gunakan Indikator Tersebut?

Indikator ini akan memberikan hasil terbaik jika digunakan ketika harga sedang bergerak dalam tren yang relatif panjang, sehingga sering disebut sebagai “trend following indicator“.

Ada baiknya, Sobat Cuan berhati-hati jika menggunakan indikator ini saat pasar bergerak relatif datar karena hasilnya akan semakin terlambat. 

Meskipun seringkali lambat dalam memberikan sinyal untuk membuka posisi, lagging indikator dapat membantu mengurangi risiko jika terjadi bull trap atau bear trap, yang merupakan kegagalan breakout atau breakdown.

10.1.3 Leading Indicator

Leading indicator adalah indikator yang sifatnya mendahului atau memimpin pergerakan harga. Leading indicator bisa cepat memprediksi pergerakan harga, pada umumnya digunakan untuk mengukur apakah overbought atau oversold.

Asumsi indikator ini adalah harga yang sudah overbought atau oversold akan berbalik arah.

Jika lagging indicator memberikan sinyal setelah 4-5 bar candle, maka leading indicator hanya membutuhkan 1 bar candle saja.

Pada leading indicator, kemungkinan terjebak pada bull trap atau bear trap lebih besar. Leading indicator ini cocok digunakan pada saat pasar sedang dalam tren sideways.

Umumnya semua yang bertipe oscillator merupakan leading indicator, contohnya : MACD, Stochastic, ATR, RSI.

Indikator yang berkaitan dengan volume seperti MFI, OBV, A/D juga termasuk dalam leading indicator.

Salah satu indikator yang leading yang lumayan sering digunakan juga adalah indikator MACD. 

10.2 Cara Menggunakan Beberapa Indikator

Indikator teknikal adalah perhitungan matematis berdasarkan harga atau aktivitas volume masa lalu dan saat ini dari suatu instrumen trading.

Analis teknikal menggunakan informasi ini untuk mengevaluasi kinerja historis dan memprediksi harga di masa depan.

Indikator tidak memberikan sinyal beli atau jual secara spesifik; seorang trader harus menginterpretasikan sinyal tersebut untuk menentukan titik masuk dan keluar yang sesuai dengan gaya trading uniknya.

Ada beberapa jenis indikator yang berbeda, termasuk yang menafsirkan tren, momentum, volatilitas, dan volume.

10.2.1 Menghindari Redundansi

“Multikolinearitas” adalah istilah statistik yang mengacu pada penghitungan berulang dari informasi yang sama.

Ini adalah masalah umum dalam analisis teknikal yang terjadi ketika jenis indikator yang sama diterapkan pada satu grafik.

Hasilnya menciptakan sinyal berlebih yang dapat menyesatkan. Beberapa trader dengan sengaja menerapkan beberapa indikator dari jenis yang sama, dengan harapan menemukan konfirmasi untuk pergerakan harga yang diharapkan.

Namun, multikolinearitas dapat membuat variabel lain terlihat kurang penting dan sulit untuk mengevaluasi kondisi pasar secara akurat.

10.2.2 Menggunakan Indikator yang Sesuai

Untuk menghindari masalah yang terkait dengan multikolinearitas, trader sebaiknya memilih indikator yang bekerja dengan baik bersama atau saling melengkapi tanpa memberikan hasil yang berlebihan.

Ini dapat dicapai dengan menerapkan jenis indikator yang berbeda pada grafik. Salah satu kombinasi yang umum digunakan adalah menggunakan moving average convergence divergence (MACD) dan grafik yang menunjukkan support dan resistance.

Sebagai contoh, seorang trader bisa menggunakan satu indikator momentum dan satu indikator tren, seperti osilator stokastik (sebagai indikator momentum) dan Average Directional Index (ADX) (sebagai indikator tren).

Pasangan indikator yang bersesuaian lainnya adalah MACD dan stokastik.

10.3 Mempertahankan Grafik Trading

Sebagai kunci utama, platform grafik trading harus meningkatkan kemampuan analisis pasar trader, bukan menjadi penghalangnya.

Grafik yang mudah dibaca dan ruang kerja (seluruh layar, termasuk grafik, feed berita, tampilan order entry.) dapat meningkatkan kesadaran situasional seorang trader, memungkinkannya untuk dengan cepat membaca dan merespons aktivitas pasar.

Sebagian besar platform trading memungkinkan tingkat kustomisasi yang tinggi terkait warna dan desain grafik. Mulai dari warna latar belakang hingga gaya dan warna moving average, serta ukuran, warna, dan font kata-kata yang muncul di grafik.

Menyiapkan grafik dan ruang kerja yang bersih dan menarik secara visual membantu trader menggunakan indikator secara efektif.

10.3.1 Kelebihan Informasi

Banyak trader saat ini menggunakan beberapa monitor untuk menampilkan beberapa grafik dan tampilan order entry.

Meskipun menggunakan enam monitor, bukan berarti kita bebas menggunakan setiap bagian layar untuk menempatkan indikator teknikal.

Kelebihan informasi terjadi ketika seorang trader mencoba menginterpretasi begitu banyak data sehingga semuanya pada dasarnya hilang.

Beberapa orang menyebutnya sebagai analysis paralysis atau kesulitan membuat keputusan karena terlalu banyak data dan pilihan. Terlalu banyak informasi yang disajikan dapat mengakibatkan trader kesulitan merespons secara efektif.

Salah satu cara menghindari kelebihan informasi adalah dengan menghilangkan indikator yang tidak relevan dari ruang kerja jika tidak digunakan, hilangkan ini akan membantu mengurangi kekacauan.

Trader juga dapat meninjau grafik untuk memastikan bahwa mereka tidak terganggu oleh multikolinearitas, jika beberapa indikator dari jenis yang sama ada di grafik yang sama, satu atau lebih indikator dapat dihapus.

10.3.2 Tips untuk Mengorganisir

Membuat ruang kerja yang terorganisir dengan hanya menggunakan alat analisis yang relevan adalah suatu proses. Pada indikator teknikal yang digunakan seorang trader dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada kondisi pasar, strategi yang digunakan, dan gaya trading.

Simbol trading dapat diubah, bersama dengan indikator teknikal apa pun, tanpa mengganggu skema warna dan tata letak ruang kerja.

Sebagai ilustrasi, Sobat Cuan bisa mempertimbangkan beberapa aspek untuk membuat grafik dan ruang kerja seperti:

1. Warna: 

Warna harus mudah dilihat dan memberikan kontras yang cukup sehingga semua data dapat dengan mudah dilihat.

Selain itu, satu warna latar belakang dapat digunakan untuk grafik order entry (grafik yang digunakan untuk masuk dan keluar perdagangan), dan warna latar belakang yang berbeda dapat digunakan untuk semua grafik lainnya dari simbol yang sama. 

Jika lebih dari satu simbol diperdagangkan, warna latar belakang yang berbeda untuk setiap simbol dapat digunakan untuk memudahkan isolasi data.

2. Tata Letak:

Memiliki lebih dari satu monitor membantu dalam menciptakan ruang kerja yang mudah digunakan. Satu monitor dapat digunakan untuk order entry, sementara yang lain dapat digunakan untuk grafik harga.

Jika indikator yang sama digunakan pada lebih dari satu grafik, ide bagus untuk menempatkan indikator sejenis di lokasi yang sama pada setiap grafik, menggunakan warna yang sama.

Ini membuat lebih mudah untuk menemukan dan menginterpretasikan aktivitas pasar pada grafik terpisah.

3. Ukuran dan Huruf: 

Huruf tebal dan jelas memungkinkan trader membaca angka dan kata dengan lebih mudah.

Seperti warna dan tata letak, gaya huruf adalah preferensi, dan trader dapat bereksperimen dengan gaya dan ukuran yang berbeda untuk menemukan kombinasi yang menciptakan hasil visual paling menyenangkan.

Setelah huruf yang nyaman telah ditemukan, gaya dan ukuran huruf yang sama dapat digunakan pada semua grafik untuk memberikan kesinambungan.

10.4 Mengoptimalkan Indikator

10.4.1 Variabel Input yang Didefinisikan Pengguna

Setiap trader memilih indikator teknikal yang ingin digunakan, dan menentukan cara terbaik untuk mengaplikasikannya.

Sebagian besar indikator umum, seperti moving average dan osilator, memungkinkan penyesuaian dengan mengubah nilai input. Input ini adalah variabel yang dapat diubah oleh pengguna untuk mengubah perilaku indikator.

Variabel seperti periode melihat ke belakang atau jenis data harga yang digunakan dalam perhitungan dapat diubah untuk memberikan nilai indikator yang berbeda. Hal ini dapat menunjukkan kondisi pasar yang berbeda pula.

10.4.2 Optimisasi

Banyak platform trading canggih saat ini memungkinkan para trader melakukan studi optimisasi untuk menentukan input yang menghasilkan kinerja optimal.

Trader dapat memasukkan rentang untuk suatu input tertentu, seperti panjang moving average, dan platform akan melakukan perhitungan untuk menemukan input yang menghasilkan hasil yang paling menguntungkan.

Optimisasi multivariabel menganalisis dua atau lebih input secara simultan untuk menentukan kombinasi variabel mana yang menghasilkan hasil terbaik.

Optimisasi merupakan langkah penting dalam pengembangan strategi yang objektif yang menentukan aturan masuk, keluar, dan pengelolaan uang.



Sumber : pluang.com

Apakah The Fed Benar-Benar Bisa Pengaruhi Harga Emas?

Sobat Cuan, apakah kamu sering memantau pergerakan harga emas setiap harinya? Jika ya, pasti kamu tahu salah satu sentimen yang kerap mempengaruhi nilai sang logam mulia. Hal itu tak lain dan tak bukan adalah rencana pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

Perkembangan terbarunya, harga emas terombang-ambing setelah otoritas moneter ini mengumumkan akan menaikkan suku bunga acuannya sebanyak dua kali pada 2023 mendatang. Alias, meninggalkan rezim kebijakan moneter longgar, yang selama ini diberlakukan sejak pandemi COVID-19 berlangsung.

Lantas, apa jampi-jampi yang diucapkan The Fed sehingga bikin harga emas oleng? Berikut penjelasan singkatnya.

Siapakah The Fed?

The Fed alias The Federal Reserve adalah bank sentral Amerika Serikat yang memiliki wewenang untuk mengatur suku bunga acuan dan kebijakan moneter lainnya. Seluruh kebijakan tersebut ditujukan agar AS memiliki sistem moneter dan finansial yang aman, stabil, dan fleksibel.

Selaku bank sentral pada umumnya, The Fed pun memiliki wewenang untuk mengatur suplai, distribusi uang, dan kredit.

Demi merumuskan serangkaian kebijakan tersebut, para pejabat The Fed biasanya berkumpul dalam satu pertemuan yang disebut rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Adapun, pertemuan yang dilakukan delapan kali dalam kurun satu tahun itu membahas berbagai hal mulai dari kondisi makroekonomi dan sikap The Fed dalam meresponsnya. Salah satunya terkait penetapan suku bunga acuan demi merespons tingkat inflasi di negara adidaya tersebut.

Cara The Fed Mempengaruhi Harga Emas

The Fed adalah arsitek kebijakan moneter di AS, sehingga segala gerak-geriknya tentu akan mempengaruhi kondisi makroekonomi di negara tersebut. Termasuk, gejolak yang ada di pasar emas.

Namun, hal ini jangan diartikan bahwa The Fed memang benar-benar bisa mempengaruhi harga emas! Apa alasannya?

Seperti yang kita tahu, harga sebuah benda terbentuk dari skema permintaan dan penawaran. Nah, perubahan harga akan terjadi jika ada syok yang melanda salah satu di antara keduanya.

Khusus harga emas, selama ini syok lebih banyak terjadi dari sisi permintaan. Di mana, salah satu penyebab syok tersebut adalah reaksi investor terhadap pengumuman dan kebijakan moneter The Fed.

Beberapa analis sepakat bahwa terdapat dua jalur mengenai bagaimana The Fed bisa menciptakan syok di sisi permintaan emas. Berikut penjelasannya!

1. Perubahan Suku Bunga Acuan Fed Rate

Layaknya bank sentral pada umumnya, The Fed akan menaikkan suku bunga acuan demi meredam laju inflasi yang kencang. Sebaliknya, mereka akan menurunkan suku bunga acuan demi menaikkan laju konsumsi dan memacu ekonomi.

Nah, ketika The Fed menaikkan suku bunga acuan, maka hal itu akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga.

Investor tentu akan memalingkan perhatiannya dari emas saat suku bunga meningkat. Sebab, mereka tentu akan lebih cuan menaruh uang di instrumen lain yang mendapatkan keuntungan dari rezim suku bunga yang tinggi. Utamanya, obligasi pemerintah.

Lagipula, memiliki emas di saat suku bunga acuan tinggi dipandang merugikan lantaran emas tidak menghasilkan imbal hasil yang dihitung berdasarkan suku bunga.

Namun, bukan berarti setiap kenaikan suku bunga acuan berdampak langsung ke harga emas. Semuanya tergantung dengan besaran tingkat inflasi dan juga besaran kenaikan suku bunganya.

Jika kenaikan suku bunga acuan lebih tinggi dibanding tingkat inflasinya, maka suku bunga riilnya pun akan meningkat. Hal tersebut tentu akan memicu peristiwa di atas. Namun, jika yang terjadi adalah kebalikannya, maka bisa jadi harga emas tak terpengaruh dengan kenaikan suku bunga acuan.

Sehingga, dalam hal ini, yang menjadi pemicu pergerakan harga emas adalah reaksi investor terhadap perubahan di suku bunga riil, bukan suku bunga acuan The Fed. Meski memang, pergerakan suku bunga riil sangat dipengaruhi oleh kebijakan suku bunga acuan The Fed.

Apalagi menilik dari sejarahnya, terdapat beberapa kasus di mana kenaikan harga emas terjadi saat suku bunga The Fed menanjak.

Salah satunya terjadi pada 1970-an silam. Kala itu, harga emas berhasil mencapai angka tertingginya selama abad 20 dan hal itu terjadi ketika suku bunga sedang tinggi-tingginya.

the fed emas
Korelasi antara harga emas dan suku bunga acuan The Fed. Sumber: Sunshine Profits

Riset Goldmoney juga mengatakan, harga emas justru meningkat 4,85% selama siklus kenaikan suku bunga. Bahkan, kenaikannya lebih tinggi dibandingkan siklus suku bunga rendah yang hanya 4%.

2. Kinerja The Fed yang Memble

Selain suku bunga, harga emas juga dipengaruhi oleh kepercayaan investor terhadap kemampuan The Fed dalam menstabilkan ekonomi.

Ketika investor percaya bahwa The Fed bisa memperbaiki nilai dolar AS dan memiliki kebijakan moneter yang mumpuni, maka investor tentu akan menjauhi emas. Begitu pun sebaliknya. Mengapa demikian?

Kala The Fed bisa menstabilkan tingkat inflasi dan menjaga nilai dolar AS, maka investor tentu saja semakin berani untuk masuk ke pasar aset berisiko. Utamanya, adalah pasar modal. Sebab, situasi ekonomi yang mumpuni tentu bikin investor yakin bahwa taruhannya di aset-aset tersebut akan berbuah manis di masa depan.

Namun, investor pasti akan menjauhi aset berisiko ketika The Fed dianggap gagal dalam menstabilkan ekonomi dan nilai tukar. Sehingga, di saat-saat seperti demikian, investor akan memalingkan perhatiannya ke emas. Ini lantaran emas dianggap sebagai aset lindung nilai dan safe haven, yang bisa melindungi kekayaan seseorang saat iklim investasi tengah mendung.

Adapun salah satu contohnya terjadi pada 2008 lalu, saat The Fed menggalakkan kebijakan quantitative easing.

Pada saat itu, investor cukup skeptis bahwa kebijakan tersebut bisa memperbaiki ekonomi AS yang porak-poranda dihantam krisis finansial yang dipicu oleh subprime mortgage. Sebab, kebijakan itu merupakan kebijakan yang cukup baru dilakukan The Fed. Alhasil, investor pun masih memilih memborong emas, sehingga mendorong harga logam mulia.

Namun, situasi ekonomi AS pun berubah cerah setelah quantitative easing dijalankan. Alhasil, investor kembali merangsek masuk pasar berisiko dan meninggalkan emas. Hal itu membuat emas memasuki bear market mulai September 2011.

Baca juga: Nasib Harga Emas Pekan Ini Berada di Tangan The Fed

Kesimpulan

Intinya, Sobat Cuan perlu memahami bahwa kebijakan The Fed bukanlah penyebab dari naik turunnya harga emas. Namun, segala gerak-gerik The Fed dapat memberikan syok di sisi permintaan dan penawaran emas, sehingga mempengaruhi harga logam mulia.

Bahkan, bukan tidak mungkin kebijakan The Fed yang dirasa “menyebalkan” bisa berbuah manis bagi harga emas. Tentu saja, hal itu berlaku jika memenuhi beberapa syarat dan ketentuan.

Jadi bagaimana Sobat Cuan? Masih takut menggenggam emas gara-gara The Fed? Kalau tidak, yuk segera investasi emas di Pluang! Di Pluang, kamu bisa berinvestasi emas mulai dari 0,01 gram saja, lho!

Baca juga: Kegalauan The Fed Diramal Masih Pengaruhi Emas Pekan Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Sunshine Profits, Investopedia



Sumber : pluang.com

11. Fibonacci, Perhitungan Rasio Andalan Para Trader

11.1 Latar Belakang

Sobat Cuan pasti tak asing dengan istilah fibonacci. Fibonacci merupakan salah satu indikator populer di kalangan trader

Pasalnya, fibonacci dapat memberikan sebuah informasi semacam level support/resistance yang tidak dimiliki oleh indikator lainnya.

Menggunakan fibonacci retracement itu cukup sederhana. Indikator ini menyoroti area di mana pullback mungkin berubah arah menuju tren, membantu mengkonfirmasi titik masuk saat menerapkan strategi trading tren.

Secara keseluruhan, fibonacci membantu trader dengan mengidentifikasi saat pullback hampir selesai. Dengan memanfaatkan kondisi ini, Anda dapat memperkirakan titik masuk untuk segera mengambil peluang.

Perhitungan rasio fibonacci menghasilkan angka-angka yang berguna dalam menetapkan level titik masuk dan keluar.

Meskipun dapat digunakan secara independen, pada dasarnya fibonacci dapat digabungkan dengan indikator lain untuk mendapatkan hasil yang optimal.

11.1.1 Apa Itu Rasio Fibonacci? 

Fibonacci adalah serangkaian angka  yang diperoleh dengan menjumlahkan dua angka sebelumnya. 

Urutan pola tren fibonacci mengikuti deret sebagai berikut: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dan seterusnya. 

Pola angka ini dapat membantu menunjukkan area saham berada di level support atau resistance dari pergerakan harga saham.

11.1.2 Sejarah Fibonacci

Rasio fibonacci ini awalnya ditemukan oleh Leonardo Fibonacci atau Leonardo da Pisa, seorang matematikawan Italia terkenal. 

Ia menciptakan deret bilangan Fibonacci dan memperkenalkan sistem penulisan dan perhitungan bilangan Arab ke Eropa.

Julukannya, Fibonacci, berasal dari kata “Filius Bonacci” yang berarti anak dari Bonacci, nama ayahnya yang lebih dikenal sebagai William Bonacci.

Dalam bukunya yang terkenal, “Liber Abaci,” Fibonacci menampilkan permasalahan menarik mengenai kelinci beranak-pinak. 

Dengan pertanyaan sederhana, berapa banyak pasang kelinci yang beranak pinak dalam satu tahun? Fibonacci mengenalkan deret angka khasnya: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, dst.

Deretan ini memiliki rasio yang terjadi secara alami di bentuk-bentuk di alam dan membentuk dasar dari bilangan Fibonacci.

Dalam deret tersebut, Fibonacci menemukan rasio yang sering muncul dalam berbagai objek alam, dikenal sebagai Golden Ratio dengan perbandingan 1:1.618 atau 0.618:1.

Rasio fibonacci ini akhirnya digunakan oleh banyak trader sebagai alat untuk mengidentifikasi area potensial untuk mengambil posisi yang berpeluang mendatangkan keuntungan dalam aktivitas trading mereka.

11.2 Manfaat Fibonacci Pada Trading Saham

Investor dapat menggunakan rasio fibonacci untuk membantu menemukan kisaran area yang potensial untuk support dan resistance pada saham.

Dalam hal ini support merupakan batas bawah, sementara resistance adalah batas atas. 

Analisis fibonacci biasanya digunakan dengan cara mengambil garis untuk menyatukan dua titik ekstrem (titik tertinggi dan titik terendah) yang terdapat pada grafik harga.

Kemudian, trader dapat melakukan pembagian jarak vertikal di antara kedua titik tersebut berdasarkan perbandingan fibonacci.

Selain itu, terdapat beberapa teknik analisis lainnya dari fibonacci yang dapat dimanfaatkan untuk melihat pergerakan saham pada kondisi pasar yang tidak menentu.

11.3 Cara Kerja Fibonacci dalam Trading

Sobat Cuan tak perlu menjadi ahli matematika untuk menggunakan Fibonacci dalam trading. Penggunaan rasio fibonacci pada setiap transaksi dapat dilakukan dengan mudah.  Dengan memanfaatkan indikator fibonacci retracement, Sobat Cuan dapat dengan simpel menentukan area yang potensial sebagai support dan resistance.

Indikator ini sangat berguna ketika pasar sedang mengalami tren, baik itu naik (uptrend) maupun turun (downtrend). Sayangnya, fibonacci retracement kurang efektif jika diterapkan pada pasar yang cenderung bergerak mendatar (sideways).

Untuk menemukan level-level fibonacci, langkah pertama adalah mengidentifikasi titik-titik tertinggi dan terendah yang memiliki arti penting. Swing high dan swing low adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada titik-titik tersebut.

Selanjutnya, jarak antara swing high dengan swing low ini menjadi area indikator fibonacci. Jika tren naik, maka titik B berposisi sebagai 0,0% dan titik A sebagai batas 100%.

Sebaliknya, saat tren sedang menurun, maka titik A berposisi sebagai 0,0% dan titik B sebagai batas 100%.

Fibonacci NVDA, Sumber: TradingView (2023)

Seperti contoh pada grafik di atas titik terendah berada pada titik A dan titik tertinggi berada pada titik B. Titik B merupakan wilayah swing high yang menandakan sebelum penurunan.

Dalam grafik tersebut terlihat jelas bahwa resistance berada pada titik C yang berada pada level fibonacci 61.8%.

Kemudian, investor dapat menggunakan deret fibonacci lainnya untuk menentukan titik level support dan resistance selanjutnya pada harga saham.

11.4 Memahami Teknik Analisis Fibonacci

Teknik analisis Fibonacci tidak bisa digunakan secara terpisah. Saat seorang trader memilih saham, diperlukan kombinasi dengan indikator dan teknik analisis teknikal saham lainnya.

Berikut beberapa teknik analisis Fibonacci yang perlu dipahami oleh trader pemula.

11.4.1 Fibonacci Retracement

Fibonacci retracement digunakan untuk menentukan area di mana harga saham bergerak.

Beberapa titik menjadi level support dan resistance yang berpotensi memantul ketika mendekat. Untuk menggunakan teknik ini, pertama-tama buatlah gambar pola dengan menghubungkan titik terendah (swing low) ke titik tertinggi (swing high).

Identifikasi swing high dan swing low. Swing high adalah titik tertinggi sebelum penurunan, sementara swing low adalah titik terendah sebelum kenaikan kembali.

Level fibonacci retracement melibatkan beberapa rasio, seperti 0,0%, 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, 78,6%, 100%. 

Beberapa trader juga menambahkan 50 persen, meski bukan dari angka fibonacci.

Patokan penting adalah golden ratio, yang dihasilkan dari pembagian angka fibonacci dengan  sebelumnya mendekati 1.618. 

Jika pembagian angka fibonacci setelahnya dengan angka fibonacci sebelumnya menghasilkan angka mendekati 0.618, itu juga relevan.

11.4.2 Fibonacci Expansion

Fibonacci Expansion NVDA, Sumber: TradingView (2024)

Fibonacci expansion berguna untuk menentukan kapan tren pergerakan harga saham akan berhenti sejenak. Teknik ini membantu trader mengidentifikasi titik harga yang tepat untuk mengambil keuntungan.

11.4.3 Fibonacci Time

Fibonacci Time Zone NVDA, Sumber: TradingView (2024)

Fibonacci time melibatkan pembagian waktu dengan menggunakan garis imajiner vertikal yang membagi pergerakan saham ke dalam zona waktu berdasarkan rasio emas fibonacci.

Hal ini membantu trader dalam memahami pola waktu dalam pergerakan harga saham.

11.5 Kesimpulan

Investasi di pasar saham memang memiliki risiko tinggi karena seringkali mengalami fluktuasi, namun setidaknya fibonacci retracement bisa digunakan sebagai panduan dalam merencanakan strategi trading saham.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah ketika trader terlalu memusatkan perhatian pada waktu yang singkat dan mengabaikan tren jangka panjang. 

Dalam menerapkan analisis fibonacci, sebaiknya investor juga menggunakan bantuan dari indikator teknikal lainnya.



Sumber : pluang.com

Simak 7 Investasi Mudah Untuk Mahasiswa Berikut!

Status mahasiswa bukan menjadi halangan bagi seseorang untuk mencoba investasi. Nyatanya, di zaman serba digital ini, banyak sekali pilihan bagi mahasiswa untuk investasi dengan mudah!

Memang, mahasiswa mungkin kesulitan untuk membaca tren pasar saham atau analisis teknikal yang terlihat njelimet. Namun, seharusnya hal itu tidak menjadi halangan untuk menata masa depan yang lebih baik.

Tak perlu menunggu lulus dan bekerja, mahasiswa pun bisa menyiapkan diri buat jadi sultan di masa tua sekarang. Kalau kamu adalah salah satunya, yuk simak baik-baik atrtikel berikut!

Alasan Memulai Investasi Sejak Usia Mahasiwa

Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah uang. Sehingga, jangan mengulur waktu supaya kamu makin banyak cuan di masa depan. Tak perlu khawatir kalau nasibmu tak semujur Rafathar atau Sisca Kohl, sebab kamu masih punya banyak waktu untuk menimbun kekayaanmu.

Selain itu, terdapat segudang alasan lain kenapa kamu harus mulai berinvestasi sejak masih mahasiswa. Apa saja hal tersebut?

1. Mempersiapkan Hidup Lebih Baik di Masa Depan

Berapa sih besar gaji fresh graduate saat kamu lulus nanti? Untuk menerawang hal ini, kamu bisa menghitung sendiri pengeluaranmu dan membandingkannya dengan gaji dan UMR setempat. Apakah sepadan? Dan apakah itu bisa mengantarmu ke kemerdekaan finansial?

Nah, untuk itulah kamu perlu berinvestasi sejak dini. Kamu bisa meringankan beban hidupmu di masa depan dengan mengumpulkan uang saat ini demi mencapai tujuan finansialmu yang utama. Misalnya, beli rumah sebelum usia 30 tahun atau berencana pensiun dini di usia 40 tahun.

Tidak apa-apa kalau kamu hanya berinvestasi dengan jumlah minim per minggu atau per bulannya. Percayalah, bahwa konsistensimu dalam berinvestasi pasti akan berbuah manis dalam jangka 10 tahun ke depan.

Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

2. Merdeka Secara Finansial

Hidup layak berkecukupan adalah impian semua orang. Kamu bisa mewujudkan mimpi tersebut dengan investasi.

Jika di masa muda kamu bekerja untuk mendapatkan uang, investasi sejak muda akan membuat nantinya uang yang bekerja untukmu. Asyik kan?

Mengapa demikian? Sebab, investasi mengenal konsep yang bernama tingkat bunga majemuk (compound interest). Di mana, uang yang kamu investasikan akan berkembang biak dengan sendirinya seiring waktu berjalan.

3. Bikin Kamu Leluasa Mengejar Passion

Kamu pasti sering membaca keluhan orang-orang di media sosial yang menyesal tak bisa mengejar passion lantaran memilih pekerjaan yang tak ia sukai karena terhimpit urusan finansial. Nah, kalau kamu tidak mau terjeblos ke situasi yang sama, maka investasi sejak dini adalah solusinya.

Kamu mau jadi freelancer? Atau kamu mau jadi full-time traveler ala-ala influencer di Instagram setelah lulus? Semuanya bisa kamu lakukan kalau kamu sudah punya jaring-jaring finansial yang mumpuni.

Atau, kalau kamu mau berkarier, kamu bisa fokus menggunakan waktu kerjamu dengan membangun jejaring dan mengangkat jenjang kariermu ke level yang lebih baik lagi. Semuanya bisa kamu lakukan tanpa mengeluh soal gaji!

Produk Investasi yang Mudah Untuk Mahasiswa

Nah, jadi apakah kamu sudah siap menjadi sultan di masa tua? Yuk, intip produk investasi apa saja yang cocok bagi mahasiswa.

Namun, kamu harus memperhatikan tiga poin penting ini dulu, ya. Yakni tujuan finansial jangka panjangmu, profil risikomu, dan juga kemampuan finansialmu saat ini.

1. Deposito, Investasi yang Mudah untuk Mahasiswa

Produk investasi ini tergolong yang paling mudah dipahami dengan tingkat risiko rendah. Jika kamu adalah mahasiswa yang masih ingin menjajal dunia investasi, pilihan menabung di deposito adalah pilihan yang tepat.

Pasalnya imbal hasilnya tetap. Artinya, kamu tidak perlu takut cuanmu susut atau hilang. Asal, kamu harus pastikan juga untuk memilih bank yang kredibel saat akan membeli produk deposito.

Selain itu, cuan kamu di instrumen ini sangat dipengaruhi oleh banyak faktor. Termasuk juga besaran uang yang kamu depositokan plus tenor yang kamu pilih.

2. Logam Mulia

Emas menjadi primadona investasi sejak jaman nenek moyang kita. Pasalnya, logam mulia terhitung sebagai produk yang aman. Karenanya, emas juga ideal digolongkan sebagai investasi yang mudah untuk mahasiswa.

Kamu juga bisa memilih besaran gram yang ingin kamu beli untuk berinvestasi. Sesuaikan saja dengan budget investasi kamu ya, Sobat Cuan.

Adapun risiko terbesar dari berinvestasi emas adalah kehilangan. Untungnya, saat ini sudah ada opsi untuk menyimpan emasmu secara digital agar tidak hilang. Kamu bisa melakukan pembelian emas pada aplikasi Pluang. Jika tertarik, kamu bisa mempelajarinya di sini ya, Sobat Cuan.

3. Investasi Mudah? Coba Peer to Peer Lending

Investasi ini biasanya dilakukan melalui perantara aplikasi jika kamu ingin lebih aman. Mekanismenya ialah kamu berperan jadi pemodal untuk usaha kecil menengah (UKM) atau debitur lainnya melalui platform pihak ketiga.

Kamu juga bisa meminjamkan langsung kepada temanmu tanpa perantara, dengan catatan kamu harus membuat perjanjian yang jelas ya, Sobat Cuan.

Modal yang dibutuhkan untuk investasi jenis ini sangat beragam tergantung budget kamu. Kamu bisa memperoleh keuntungan sampai 20% lho, meski memang risikonya pun lumayan tinggi.

4. Obligasi Ritel Indonesia (ORI)

Membeli surat utang negara sangat minim risiko. Kamu bisa membelinya melalui bank, platform digital atau sekuritas secara ritel. Jadi, jumlahnya bisa disesuaikan dengan budget kamu.

ORI termasuk instrumen yang cukup mengutungkan. Kamu akan menerima kupon secara rutin dari negara selama surat utang tersebut kamu pegang. Kamu juga bisa menjualnya di pasar sekunder, biasanya harga di pasar sekunder lebih tinggi dibanding harga beli awal.

Berinvestasi di obligasi negara juga akan bikin kamu berkontribusi membangun negeri, lho. Sebab, uang investasimu akan masuk ke komponen pembiayaan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Di mana, komponen pembiayaan akan digunakan pemerintah untuk membayar belanja seperti bantuan subsidi, infrastruktur, dan kesehatan.

5. Reksa Dana

Investasi aman dan mudah untuk mahasiswa lainnya ialah reksadana.

Kamu bisa membeli unit reksa dana lewat manajer investasi. Dana yang kamu setorkan untuk membeli unit tersebut akan dikelola oleh mereka, sehingga unit reksa dana kamu akan bertambah mahal seiring waktu dan mekanisme pasar.

Instrumen ini sangat cocok untuk pemula yang belum punya kemampuan mumpuni untuk menjajal langsung pasar investasi. Manajer Investasi akan membantumu membuat keputusan finansial terkait dana kelolaan kamu, sehingga kamu bisa duduk tenang sambil mendulang cuan.

Kamu juga bisa membeli reksadana lewat aplikasi Pluang, di sini.

6. Trading Saham

Kalau kamu bernyali besar dan merasa siap menjajal pasar, trading saham bisa jadi pilihan.

Sebelumnya kamu harus membuka akun di sekuritas dan menyetorkan sejumlah dana sebagai modal. Idealnya sih, kamu harus belajar dulu beberapa analisis dasar seperti analisis teknikal dan analisis fundamental sebelum masuk ke pasar.

Kamu bisa membeli saham dari emiten yang menurut analisismu punya prospek bagus lewat sekuritas. Tapi, kamu harus membeli minimal satu lot yang berarti 100 lembar saham.

Harga lot yang kamu pegang akan berfluktuasi sesuai dinamika pasar. Makanya, kamu harus menentukan kapan akan membeli dan menjual saham agar dapat cuan.

Untuk meminimalisasi besarnya kerugian, kamu bisa memulainya dari jumlah yang kecil ya, Sobat Cuan.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap berinvestasi meski masih berstatus mahasiswa? Jangan tunda-tunda lagi ya, apalagi kini membeli produk investasi sudah makin terjangkau. Apalagi, kalau kamu membelinya di aplikasi Pluang!

Di Pluang, kamu bisa mendapatkan aset kripto, reksa dana, dan emas digital mulai dari Rp10.000 saja! Selain itu, investasi di Pluang pun aman karena sudah berlisensi BAPPEBTI dan OJK. Tunggu apalagi?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Linkaja, Cekaja



Sumber : pluang.com

12. Cara Menggunakan Rasio Fibonacci dalam Trading

12.1 Latar Belakang

Dalam artikel sebelumnya, Sobat Cuan sudah dijelaskan tentang apa itu fibonacci, sejarah dan cara kerjanya. 

Sementara di artikel ini akan menjelaskan bagaimana cara menggunakan rasio fibonacci saat trading

Sebagai pengingat, rasio fibonacci adalah serangkaian angka  yang diperoleh dengan menjumlahkan dua angka sebelumnya. 

Urutan pola tren fibonacci mengikuti deret sebagai berikut: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, dan seterusnya. 

Pola angka ini dapat membantu menunjukkan area saham berada di level support atau resistance dari pergerakan harga saham.

12.1.1 Sekilas tentang Fibonacci Retracement dan Fungsinya

Fibonacci retracement merupakan salah satu indikator analisis teknikal yang populer di kalangan trader.

Ini adalah indikator yang kerap digunakan trader untuk mengidentifikasi rentang pergerakan dan arah pembalikan harga terhadap tren pergerakan sebelumnya.

Selain itu, indikator ini diigunakan untuk memprediksi level support dan resistance potensial dari harga suatu aset.

12.2 Cara Menggunakan Fibonacci Retracement

Cara menggunakan fibonacci retracement untuk menentukan level resistance pun tidak terlalu berbeda dengan cara menentukan level support.

Bedanya adalah penentuan level resistance dilakukan dengan menghubungkan titik swing high ke swing low.

Fibonacci retracement merupakan indikator yang bisa digunakan untuk beberapa aset keuangan tertentu, seperti kripto, saham, komoditas, dan pertukaran mata uang asing.

Berikut langkah-langkah untuk menggunakan fibonacci retracement

  1. Pahami arah pergerakan pasar.
  2. Lihat harga tertinggi dan terendah dari pergerakan harga yang terjadi.
  3. Lakukan analisis.
  4. Tentukan posisi jual atau beli.

12.2.1 Cara Menentukan Posisi Jual atau Beli

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menentukan posisi jual atau beli dengan fibonacci retracement

Pada pergerakan turun, fibonacci retracement dapat digambarkan dengan menarik garis dari harga tertinggi menuju harga terendah dari trend atau pergerakan harga.  

Sementara, untuk pergerakan naik trader dapat melakukan hal yang sebaliknya. Kendati, metode ini tidak akan selalu sama antar trader

Fibonacci NVDA Golder Ratio, Sumber: TradingVIew (2024)

Ketika membuat gambar, titik pertama yang muncul adalah titik 100%, diikuti oleh titik 0%.

Tampilan gambar akan tetap seperti itu kecuali jika analis mengubah pengaturan di kolom gaya di tradingview dan mencentang opsi reverse.

Fibonacci NVDA, Sumber: TradingView (2024)

Intinya, jika kita menggambarkan pergerakan naik dengan 0% di bagian bawah, maka wilayah di bawah 50% menjadi potensi turun, sementara di atas 50% menjadi potensi terus naik.

Sebaliknya, jika 0% berada di bagian atas, maka wilayah angka fibonacci di bawah 50% menjadi potensi pergerakan naik, sementara di atas 50% menjadi potensi turun.

12.3 Analisis Fibonacci

Untuk melakukan analisis, akan digunakan contoh dengan metode atau rasio fibonacci di mana 0% berada di bawah saat menganalisis pergerakan naik.

Analisis Fibonacci, Sumber: TradingView (2021)

Dapat terlihat bahwa dalam contoh penggunaan bitcoin, harga naik dari awal Oktober 2020 hingga akhir Januari 2021 setelah melonjak secara signifikan.

Melalui gambar tersebut, dapat diidentifikasi area yang potensial untuk melakukan pembelian dan juga area di mana sebaiknya mengambil keuntungan atau menutup kerugian.

Untuk menetapkan target pengambilan keuntungan, analis dapat memanfaatkan fitur fibonacci extension. Namun, karena fibonacci extension tidak selalu terlihat, analis juga dapat melakukan perhitungan secara manual.

Sebagai contoh, dengan menggunakan titik-titik yang telah disebutkan dan mengalikannya dengan 100%, target dapat ditentukan, misalnya pada level 161,8%.

Dengan cara ini, analis dapat menetapkan target dengan merujuk pada harga pada level 100%, kemudian mengalikannya dengan 161,8%.

Sementara itu, untuk menentukan area pembelian, analis dapat fokus pada level di atas 50% untuk mengantisipasi koreksi potensial ke arah tersebut.

Terakhir, untuk menetapkan lokasi penutupan kerugian, analis dapat memanfaatkan level di bawah 50% untuk mengantisipasi kemungkinan pembalikan arah atau reversal.

Analisis Fibonacci, Sumber: TradingView (2021)

Sementara itu, dari contoh kedua, dapat dilihat jika diteruskan dan analis melakukan pembelian di atas area fibonacci 50%, analis mendapatkan keuntungan akibat targetnya sudah tercapai.

Asal tahu saja, di teori fibonacci, 61,8% adalah area emas.

Umumnya di daerah tersebut terjadi kelanjutan dari pergerakan awal saat menarik garis Fibonacci.

Selain itu perlu diingat saat target sudah tercapai ada baiknya analisis dilakukan dari awal kembali sehingga pandangan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

Setelah memahami pergerakan tersebut, seharusnya trader dan analis mana pun sudah dapat menggunakan alat bantu ini dalam analisis.

Sangat perlu diketahui bahwa Fibonacci Retracement dan Expansion tidak akan selalu benar karena ada faktor lain yang mempengaruhi pergerakan harga.

Analisis ini harus disandingkan dengan analisis lainnya untuk memperkuat prediksi analis dan trader dalam melihat pergerakan harga.



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan, Yuk Belajar Jenis-Jenis Hard Fork Ethereum Berikut!

Sobat Cuan punya portofolio investasi di Ethereum? Dan apakah kamu familiar dengan hard fork yang terdapat di Ethereum?

Nah, sebagai pecinta aset kripto, rasa-rasanya kurang afdhol jika kamu hanya menggenggam Ethereum dan masih belum memahami seluk beluknya. Maka dari itu, yuk kita pelajari bersama hard fork yang terdapat di Ethereum!

Mengenal Konsep Fork dalam Aset Kripto

Fork di dunia aset kripto dikenal sebagai perubahan dalam protokol mata uang kripto tersebut. Perubahaan ini memanfaatkan piranti lunak yang bisa menentukan apakah sebuah transaksi di blockchain terbilang valid atau tidak.

Fork terjadi ketika pengembang atau beberapa pengguna aset kripto merasa harus ada perubahan di aspek fundamental dari aset kripto yang dimaksud. Faktor pendorong perubahan itu bisa bermacam-macam, mulai dari masalah keamanan, nilai guna, dan lainnya.

Mengenal Soft Fork dan Hard Fork

Ada dua jenis fork yang dikenal sebagai soft fork dan hard fork.

Soft fork adalah perubahan dalam protokol aset kripto yang bisa diterima oleh blockchain yang sudah ada. Jenis ini dianggap soft (halus) lantaran perubahan ini tidak mengubah struktur protokol yang sudah ada satu pun.

Soft fork dapat diimplementasikan oleh pengembang atau pencipta aset kripto untuk melakukan pekerjaan pemeliharaan tertentu. Juga memodifikasi sesuatu secara minor atau mengubah beberapa aturan seputar blockchain yang sudah ada.

Beberapa contoh soft fork berlangsung secara sementara yang memang ditujukan untuk memperlancar arus penambangan kripto.

Gambarannya seperti ini. Ketika soft fork berlangsung, maka node-node komputer lama yang terhubung ke jaringan cryptocurrency tersebut masih menganggapnya sebagai transaksi valid. Namun, blok-blok baru yang ditambang akan dianggap tidak valid oleh node-node yang baru.

Adapun hard fork adalah hal yang sama sekali berbeda.

Hard fork adalah perubahan besar pada aset kripto yang bersangkutan. Mereka mengubah protokol aset kripto dan membuat versi protokol lama menjadi tidak valid.

Jika versi lama terus hidup, maka itu akan mengakibatkan pemisahan dari versi baru. Hard fork biasanya diimplementasikan dalam kondisi ekstrem. Mereka jarang direncanakan karena sebagian besar hard fork dilakukan demi kebutuhan.

Hal ini masuk akal karena biasanya tidak ada alasan yang sah untuk menerapkan hard fork dalam aset kripto yang berfungsi normal. Namun, hal tersebut tidak berlaku untuk Ethereum. Yuk, simak berbagai hard fork dalam Ethereum!

Baca juga: Dulu Dilupakan, Kini Dielukan. Kenapa Polkadot Bisa Jadi Aset Kripto Beken?

Mengenal Hard Fork Ethereum

Di dalam ekosistem Ethereum, beberapa pengembang menciptakan hard fork tersendiri lantaran protokol Ethereum aslinya memiliki beberapa kelemahan.

Terdapat tiga hard fork yang umum dikenal di kancah protokol besutan Vitalik Buterin ini. Apa saja contohnya?

1. Hard Fork Ethereum Classic (ETC)

Ethereum Classic adalah fork pertama yang dilalui Ethereum, yang juga kebetulan menjadi salah satu yang paling kontroversial.

Pada pertengahan 2016, ditemukan kelemahan dalam kontrak DAO (organisasi otonom terdesentralisasi). Hal ini menyebabkan sekitar 3,6 juta ETH terkuras dari kontrak dana tersebut. Sesuai aturan kontrak yang dirancang, maka dana-dana tersebut pun dibekukan selama 28 hari sebelum ditransfer.

Nah, hard fork Ethereum Classic dirancang oleh tim pengembang sehingga mereka bisa cepat mengambil tindakan atas peretasan tersebut dan mendapatkan kembali dana-dana yang dicuri tersebut.

Setelahnya, organisasi Ethereum merancang perbaikan protokol EIP 779 sehingga setiap orang bisa menarik ETH mereka dari kontrak DAO. Jika tindakan ini tak dilakukan, maka seseorang bisa saja memiliki 4,4% dari total pasokan ETH pada saat itu.

Hanya saja, langkah tersebut memecah belah komunitas Ethereum menjadi dua kubu.

Kubu pertama terdiri dari mereka yang senang bahwa tim pengembang bisa mengambil tindakan cepat. Ini berarti bahwa para pengembang belajar dari pelajaran mereka dan dapat lebih siap jika insiden seperti ini terulang lagi.

Namun, terdapat pula kudu kedua. Yakni, mereka yang tidak setuju dengan fork Ethereum tersebut.

Mereka berpendapat bahwa pembaruan jaringan tersebut “menggadaikan” prinsip desentralisasi di jaringan Ethereum. Orang-orang ini percaya bahwa aset kripto harus benar-benar terdesentralisasi, dan tim pengembangan tidak boleh intervensi ke dalamnya.

Mereka berpikir bahwa segera setelah mereka mulai mengambil tindakan, itu akan menjadi awal dari serangkaian efek buruk yang akan membahayakan masa depan Ethereum.

Akhirnya, para pengembang memutuskan untuk melakukan hard fork, sementara blockchain lama tetap dibiarkan dan kini dikenal sebagai Ethereum Classic.

Baca juga: Mengenal Bitcoin Death Cross, Buah Bibir di Pasar Kripto Belakangan Ini

2. Ether Zero (ETZ)

Ether Zero, meskipun tidak sekontroversial ETC, adalah hard fork terkenal lainnya.

Menurut situs web mereka, proyek ini dimulai oleh sekelompok penyuka teknologi yang ingin menyediakan platform yang lebih baik untuk membuat aplikasi terdesentralisasi (dApps) dan penyebaran kontrak pintar.

Yang membedakan ETZ dari fork lainnya adalah selain bertujuan untuk mempercepat tingkat transaksi, tim pengembang bertekad untuk membuat transaksi benar-benar gratis. Banyak orang di dunia aset kripto menganggap hal ini sebagai tujuan yang sangat berani.

Ether Zero juga merupakan fork berbasis Proof of Work, yang berarti bahwa satu-satunya cara yang benar-benar efektif untuk menambangnya adalah dengan menggunakan jenis rig GPU. Namun, ada rencana untuk menerapkan sistem algoritma konsensus Proof of Stake ke dalam fork Ethereum ini di masa depan.

Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

3. Hard Fork Ethereum Metropolis

Hard fork Ethereum Metropolis adalah percabangan yang terjadi saat ini. Dan seperti ETZ, ia berencana untuk meningkatkan fondasi yang telah dibangun ETH.

Untuk memecahnya, Metropolis terdiri dari tiga tahap: Byzantium (yang telah selesai), Konstantinopel (fase saat ini), dan kemudian Serenity (lebih lanjut tentang ini nanti).

Konstantinopel bertujuan untuk meningkatkan dua fitur utama. Pertama, perombakan privasi. Jangan salah paham, pengaturan privasi dan opsi Ethereum saat ini tidak buruk sama sekali. Namun, fitur-fitur baru ini akan menjadi peningkatan yang signifikan pada mereka. Ini akan memungkinkan privasi yang lebih besar saat melakukan transaksi.

Kedua, transisi dari sistem Proof of Work (PoW) ke sistem Proof of Stake (PoS). Meskipun ini tidak dimaksudkan untuk diselesaikan selama fase ini, baik Bizantium dan Konstantinopel dianggap sebagai dua fase persiapan utama untuk langkah besar berikutnya.

Transisi ke sistem PoS akan menghilangkan proses penambangan secara keseluruhan, menggantikannya dengan sistem yang memungkinkan kamu mempertaruhkan beberapa koin ETH untuk kemampuan memverifikasi transaksi di jaringan.

Sering dianggap sebagai Ethereum 2.0, hard fork Ethereum Serenity adalah langkah penting terakhir dalam pengembangan aset kripto ini. Hard fork ini memiliki satu tujuan saja: untuk menyelesaikan transisi dari sistem PoW ke PoS.

Serenity yang berarti ketenangan adalah tonggak sejarah besar karena akan mengubah seluruh lanskap Ethereum. Menurut roadmap mereka, “PoS murni” akan hadir ke Ethereum pada tahun 2021.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bitdegree, Paxful



Sumber : pluang.com

Anti Panic Buying Saat Pandemi! Yuk, Simak 8 Tips Hemat Belanja di Sini!

Overspending di supermarket saat pandemi memang sulit dihindarkan. Kepanikan terkait kebijakan pembatasan sosial dan wacana lockdown kadang bikin kita gelap mata saat berbelanja kebutuhan. Di kala seperti ini, tips-tips hemat yang diamalkan sebelum pandemi rasanya menguap begitu saja.

Salah satu contohnya pun viral di jagat maya. Sebuah video baru di tiktok yang diunggah pasangan suami istri Davi dan Vira di Gresik jadi buat bibir warganet. Bagaimana tidak, keduanya menghabiskan Rp113 juta salam satu kunjungan ke supermarket lokal!

Akun bernama @tokotimurtengah itupun viral dan ditonton lebih dari 3 juta kali lantaran fantastisnya biaya belanja bulanan sepasang suami istri tersebut. Menurut Davi, meski baru-baru ini saja viral, video tersebut diambil tahun lalu waktu pandemi COVID 19  baru terkonfirmasi di Indonesia.

@tokotimurtengah##fyp ##foryoupage ##fypシ ##belanjabulanancheck ##belanja♬ Panik ngga – Ragil

Sejak pandemi COVID-19 melanda seluruh dunia, banyak orang melakukan panic buying kebutuhan sehari-hari lantaran khawatir tertular jika sering berbelanja. Mereka menghabiskan uang dalam jumlah besar dan cenderung membeli barang dalam jumlah banyak tanpa perencanaan yang matang.

Mempersiapkan diri untuk situasi krisis sih lumrah saja ya, Sobat Cuan. Tapi, momen-momen seperti ini justru berbahaya!

Saat kondisi terdesak, kita cenderung menganggap semua barang adalah kebutuhan penting. Alhasil, kita berujung membeli barang-barang yang tak seharusnya kita beli.

Sebenarnya, ada lho cara ampuh dan tips hemat biar anggaran belanja kamu tidak tersedot panic buying. Lantas, bagaimana sih biar bajet belanja kamu tidak melonjak saat pandemi?

Tips Hemat Berbelanja Saat Pandemi

Pandemi tentu mengharuskan kamu makan makanan sehat, teratur dan lengkap agar imun kamu bagus. Tapi ingat, survive pandemi saja tidak cukup kalau keuangan kamu tidak ikut terselamatkan.

Coba ikuti tips hemat berikut ini ya supaya badan dan kantong kamu sama-sama sehat di masa yang sulit.

Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

1. Rencanakan Belanja dengan Matang

Perencanaan adalah langkah awal hidup yang baik. Kamu harus membuat perencanaan menu selama seminggu, kalau bisa lebih.

Terkadang, pusat perbelanjaan mengiklankan produknya yang sedang diskon. Agar lebih hemat lagi, kamu juga bisa membuat perencanaan menu berdasarkan barang yang sedang diskon.

Buat perencanaan yang efisien, jangan sampai ada makanan yang terbuang ya, Sobat Cuan.

2. Bawa List Belanja

Oke, kamu sudah merencanakan daftar belanjamu sebelum berangkat ke supermarket. Tapi, jangan lupa juga untuk menuliskannya sekaligus membawanya ke tempat belanja!

Alasannya, tentu saja agar kamu tetap sesuai rencana dan tidak lupa dengan daftar belanjaanmu. Kalau kamu tidak membawa list belanja, pasti ujungnya kamu pun mager pulang ke rumah dan memutuskan untuk berbelanja secara babi buta. Jangan begitu ya, Sobat Cuan!

Selain itu, kalau kamu memang mengincar barang-barang diskonan, pastikan cari barang diskon yang memang akan kamu beli dan terdapat di list yang sudah kamu buat.

Jangan sampai lapar mata, tapi juga jangan sampai ada yang terlewat. Survei membuktikan sering je pusat perbelanjaan karena ada barang yang lupa terbeli hanya akan membuat anggaran belanjamu membengkak, loh!

3. Manfaatkan Promo

Kartu kredit atau debit kadang memberikan promo, pun dengan toko tempat kamu berbelanja. Promo biasanya ditukar dengan potongan harga.

Tentu saja ini bermanfaat untuk menekan pengeluaran, apalagi jika kamu berniat untuk belanja dalam jumlah besar agar tidak perlu sering-sering ke pusat perbelanjaan.

Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

4. Tips Hemat Berbelanja Produk, Jangan Terkecoh Merek

Produk yang sama kerap diproduksi oleh berbagai merek yang berbeda. Padahal, isi dan kualitasnya sama saja.

Pastikan kamu berfokus pada produknya, bukan mereknya. Kamu akan menghemat pengeluaran dengan tidak membayar lebih banyak pada merek terkenal yang memerlukan biaya marketing tinggi dan packaging lucu.

Selain itu, perhatikan harga per unitnya juga, ya. Terkadang produk dengan packaging yang unik dan dihargai lebih murah menarik perhatianmu. Padahal, harga per liter atau per gramnya jadi lebih mahal.

Artinya kamu malah membayar lebih banyak karena mengira harga tertera sudah murah, kan? Jadi tetap cermat dalam berbelanja, ya!

5. Makan Sehat Lebih Hemat

Tahukah kamu bahwa terkadang kamu makan lebih banyak sebab tubuhmu mencari nutrisi yang belum dipenuhi makananmu?

Jika kamu memakan menu lengkap dan seimbang, porsi makananmu akan banyak berkurang. Jadi, pastikan menu kamu lengkap dan seimbang ya setiap harinya. Bahan-bahan untuk membuatnya pun bisa kamu masukkan ke dalam daftar belanjaanmu.

Selain bisa menekan biaya belanja makanan, menu lengkap dan seimbang akan membuat dana daruratmu aman. Tidak mau kan ke UGD karena salah makan di saat UGD sedang penuh dengan pasien COVID-19 yang butuh penanganan?

Kamu juga perlu mempertimbangkan untuk membawa bekal ke kantor atau saat terpaksa bepergian keluar rumah. Selain agar makananmu tidak terpapar virus, menu yang kamu buat sendiri tentu lebih sehat dan seimbang berdasarkan porsi makanan yang sudah kamu rencanakan, kan? Lebih hemat juga lho buat kantongmu.

6. Beli Produk yang Sedang Musim

Buah dan sayur punya siklus produksi yang sering kali bermusim. Beberapa memang tumbuh sepanjang waktu, tapi produk musiman biasanya jauh lebih murah saat sedang musim.

Jadi, kalau kamu ingin durian di bulan Juni, coba saja bersabar dulu sampai musimnya tiba ya, Sobat Cuan.

Tips hemat lainnya adalah beli produk segar musiman ini saat diskon. Kadang, saking banyaknya suplai, supermarket menemukan produk yang kurang masuk standar kualitas toko secara tampilan. Nutrisi dan rasanya sih tetap baik, jadi tidak ada salahnya kamu beli asal memilih dengan jeli.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mengetahui dan Menentukan Limit Kartu Kredit di Sini!

7. Tips Hemat Saat Tidak Musim, Beli Produk Kaleng dan Makanan Beku

Beberapa produk diawetkan dalam kaleng atau dibekukan untuk mencegahnya terbuang sia-sia. Pengemasan ini lebih hemat dan efisien ketimbang menjaga produk tetap segar berbulan-bulan setelah dipanen.

Kamu bisa membeli produk ini. Biasanya harganya pun jauh lebih murah ketimbang yang segar. Kamu tidak perlu khawatir akan nutrisinya, teknologi pangan pasti sudah memikirkan bagaimana agar nutrisinya tetap terjaga dalam proses pengemasannya.

8. Tanam Sendiri Makananmu

Teknologi hidroponik saat ini sudah maju dan banyak diminati lho, Sobat Cuan. Selain membantu suplai makanan segar, kebun cantik di halaman rumahmu tentu membuat mood kamu jadi baik.

Pasti menyenangkan jika kamu bisa memetik sendiri cabai yang akan kamu jadikan sambal, juga selada untuk salad pagi ini. Berhemat sambil menikmati hidup adalah cara terbaik selamat melalui pandemi, ketimbang harus hoarding ke supermarket menghabiskan tabunganmu.

Selain mengamalkan tips di atas, ada satu hal lagi yang bisa kamu lakukan saat pandemi dan berdiam diri di rumah saja. Ya, kegiatan itu adalah investasi!

Daripada belanja berlebihan, mending kamu sisihkan uangmu untuk berinvestasi emas digital, aset kripto, reksa dana, dan indeks S&P 500 di Pluang! Apalagi, investasi di Pluang bisa dimulai dari Rp10.000 saja, lho. Yuk, investasi sekarang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Detik, Intuit, Southern Living





Sumber : pluang.com

15. Mengenali dan Melakukan Trading dengan Pola Pembalikan

15.1  Latar Belakang

Pola pembalikan atau reversal pattern merupakan aspek fundamental dari analisis teknikal bagi para trader. 

Pola-pola ini memberikan wawasan penting tentang potensi perubahan tren dan memainkan peran vital dalam strategi trading yang sukses. 

Sobat Cuan perlu memahami pola pembalikan penting untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar serta memaksimalkan potensi keuntungan.

Dalam panduan komprehensif ini, kita akan menjelajahi berbagai jenis pola pembalikan, karakteristiknya, dan bagaimana memanfaatkannya secara efektif dalam strategi trading Anda.

Dalam artikel ini, Sobat Cuan akan memahami soal pola pembalikan, berbagai pola candlestick dan pola grafik yang umumnya dihadapi oleh para trader

15.1.1 Sekilas tentang Pola Pembalikan

Pola pembalikan memainkan peran penting dalam analisis teknikal bagi para trader. 

Pola-pola ini menunjukkan potensi perubahan arah harga suatu aset, menyoroti pergeseran dari tren naik ke tren turun atau sebaliknya. Memahami dan mengenali pola-pola ini merupakan keterampilan penting untuk trading yang sukses.

Ada beberapa jenis pola grafik pembalikan yang umumnya dikenal oleh para trader

Pertama, pola head and shoulders, yang terdiri dari puncak (head) dan dua puncak kecil (shoulders), menandakan potensi pembalikan tren. 

Kedua, double top, yang ditandai dengan dua puncak berturut-turut pada level harga yang serupa, mengindikasikan kemungkinan pembalikan dari tren naik ke tren turun.

 

Ketiga, rounding bottom yang merupakan pola melengkung yang menunjukkan pergeseran dari tren turun ke tren naik.

Keempat, pola cup and handle adalah pola pembalikan lainnya yang perlu diperhatikan. Ini menyerupai bentuk cangkir yang diikuti oleh konsolidasi lebih kecil (handle), menandakan potensi pembalikan tren. 

Terakhir, pola triple bottom terdiri dari tiga dasar berturut-turut pada level harga yang serupa, mengindikasikan potensi pembalikan dari tren turun ke tren naik.

15.2 Mengenal Lebih Dekat dengan Pola Pembalikan dan Jenisnya

15.2.1 Apa Itu Pola Pembalikan? 

Pola Grafik Pembalikan atau Reversal Pattern adalah formasi grafik yang menunjukkan bahwa tren yang sedang berlangsung akan segera berubah arah. 

Jika pola grafik pembalikan terbentuk selama tren naik, itu mengindikasikan bahwa tren akan berbalik dan harga akan segera turun. 

Sebaliknya, jika pola grafik pembalikan terlihat selama tren turun, itu menunjukkan bahwa harga akan naik kemudian.

15.2.2 Jenis-jenis Pola Pembalikan 

15.2.2.1 Double Top

Double top adalah pola pembalikan yang terbentuk setelah terjadi pergerakan naik yang panjang. “Top” adalah puncak yang terbentuk ketika harga mencapai suatu level yang tidak dapat ditembus. 

Setelah mencapai level ini, harga akan sedikit memantul, tetapi kemudian kembali untuk menguji level tersebut lagi.

15.2.2.2 Double Bottom

Pola pembalikan Double Bottom adalah pola pembalikan bullish yang biasanya ditemukan pada grafik batang, grafik garis, dan grafik lilin. Pola ini mirip pola double top yang dibalik.

Sesuai namanya, pola ini terdiri dari dua dasar berturut-turut yang kira-kira sama, dengan puncak moderat di antaranya.

15.2.2.3 Head and Shoulders

Pada grafik analisis teknikal, formasi Head and Shoulders terjadi ketika suatu tren pasar berada dalam proses pembalikan, baik dari tren bullish atau bearish, suatu pola khas terbentuk dan diakui sebagai pola pembalikan.

15.2.2.4 Inverted Head and Shoulders

Pola Inverted Head and Shoulders merupakan pola dari head and shoulders biasa yang dibalik, berfungsi sebagai sinyal pembalikan yang menandakan akhir dari tren turun.

Seiring harga bergerak turun, mencapai titik rendah, lalu mengalami kenaikan. Harga kemudian turun ke titik lebih rendah dan kembali naik.

15.2.2.5 Rising Wedge

Pola Rising Wedge adalah pola bearish yang dimulai dengan lebar di bagian bawah dan menyempit ketika harga bergerak lebih tinggi dan rentang perdagangan menyempit. Berbeda dengan segitiga simetris, yang tidak memiliki kemiringan definitif dan tidak memiliki kecenderungan bullish atau bearish, rising wedges pasti miring ke atas dan memiliki kecenderungan bearish.

15.2.2.6 Falling Wedge

Pola Falling Wedge ditandai dengan pola grafik yang terbentuk ketika pasar membuat harga puncak lebih rendah dari harga puncak sebelumnya dan puncak lebih rendah berikutnya membentuk rentang yang menyempit.

Pola Falling Wedge umumnya ditemukan pada tren bullish dan awalnya terlihat seperti sebuah reversal yang menjadikan sebuh tren bearish, padahal kondisi bearish ini hanya untuk sesaat dan harga saham siap untuk naik lagi.

15.2.2.7 Pola Hammer dan Inverted Hammer

Pola hammer dan inverted hammer adalah pola pembalikan bullish yang menunjukkan potensi pembalikan tren dari tren turun ke tren naik.

Pola ini terdiri dari tubuh kecil dengan bayangan bawah/atas yang panjang, menyerupai palu. 

Keberadaan pola hammer menunjukkan bahwa pembeli telah memasuki pasar dan mendorong harga lebih tinggi, yang mungkin menjadi sinyal pergeseran momentum.

15.2.2.8 Pola Candle Engulfing

Pola candle engulfing ditandai oleh candle yang lebih besar yang sepenuhnya melibas candle sebelumnya.

Hal ini menandakan pembalikan dari tren yang sedang berlangsung. Pola bullish engulfing terjadi ketika candle kecil bearish diikuti oleh candle bullish yang lebih besar, mengindikasikan potensi tren naik. 

Di sisi lain, pola bearish engulfing terjadi ketika candle kecil bullish diikuti oleh candle bearish yang lebih besar, menunjukkan potensi tren turun.

15.2.2.9 Pola Doji

Pola doji terbentuk ketika harga pembukaan dan penutupan lilin sangat dekat atau identik, menghasilkan tubuh kecil atau tidak ada tubuh. 

Ini mencerminkan ketidakpastian di pasar dan dapat menunjukkan potensi pembalikan tren. Pola doji menyarankan bahwa pembeli dan penjual seimbang dan bahwa pergeseran momentum mungkin akan segera terjadi.

15.2.2.10 Pola Evening Star

Pola evening star adalah pola pembalikan bearish yang terdiri dari tiga lilin. Dimulai dengan candle bullish besar, diikuti oleh candle kecil dengan celah naik atau turun, dan diakhiri dengan candle bearish besar. 

Pola ini mengindikasikan potensi pembalikan dari tren naik ke tren turun dan dapat berfungsi sebagai tanda peringatan bagi para trader.

15.2.2.11 Pola Dark Cloud Cover dan Pola Piercing Line

Pola dark cloud cover adalah pola pembalikan bearish yang terjadi ketika candle bullish diikuti oleh candle bearish yang dibuka di atas penutupan sebelumnya dan ditutup di bawah titik tengah candle bullish sebelumnya. 

Pola ini menunjukkan potensi pembalikan dari tren naik ke tren turun dan sebaiknya didekati dengan hati-hati.

Berbeda dengan dark cloud, pola piercing line adalah pola pembalikan bullish yang terjadi ketika candle bearish diikuti oleh candle bullish yang dibuka di bawah penutupan sebelumnya dan ditutup di atas titik tengah candle bearish sebelumnya. 

Pola ini mengindikasikan potensi pembalikan dari tren turun ke tren naik dan dapat memberikan kesempatan bagi para trader untuk masuk posisi panjang.

Dengan mengenali dan memahami pola lilin pembalikan ini, trader dapat mendapatkan wawasan berharga tentang potensi pembalikan tren. 

Penting untuk dicatat bahwa pola-pola ini sebaiknya digunakan bersama dengan alat analisis teknikal dan indikator lainnya untuk mengonfirmasi sinyal dan meningkatkan akurasi keputusan trading. 

15.3 Mengoptimalkan Pola Pembalikan dalam Strategi Trading 

Dalam merancang strategi trading yang berhasil, penggunaan pola pembalikan dapat memegang peran yang sangat penting dalam meningkatkan proses pengambilan keputusan. 

Pola-pola ini memberikan wawasan kunci terkait potensi pembalikan tren, memungkinkan Sobat Cuan untuk mengelola waktu titik masuk dan keluar dengan lebih efektif.

Meskipun demikian, penting untuk memahami kesalahpahaman umum terkait pola pembalikan dan risiko penafsiran yang tidak tepat. Waktu memiliki peran krusial dalam memanfaatkan pola pembalikan dalam strategi trading.

Dengan mengidentifikasi pola-pola ini sejak dini dan menunggu konfirmasi, Sobat Cuan dapat melakukan transaksi pada harga yang lebih menguntungkan, meningkatkan rasio risiko-reward, serta mengoptimalkan potensi keuntungan. 

Kombinasi pola pembalikan dengan indikator teknikal dan teknik analisis lainnya menjadi penting untuk meningkatkan akurasi timing.

Salah satu kesalahpahaman umum terkait pola pembalikan adalah keyakinan bahwa selalu menjamin pembalikan tren.

Meskipun pola-pola ini mengindikasikan potensi perubahan arah harga, namun mereka tidak selalu dapat diandalkan secara mutlak. Adanya sinyal palsu bisa terjadi, sehingga manajemen risiko yang baik menjadi kunci. 

Oleh karena itu, penting untuk bersikap hati-hati dan memasukkan pola pembalikan ke dalam strategi trading yang komprehensif.



Sumber : pluang.com

Yuk, Simak Manfaat dan Cara Menghitung NAB Reksadana!

Sobat cuan yang saat ini sudah terjun dan mencicipi manisnya investasi di reksadana tentu sudah tidak asing dengan istilah NAB, alias Nilai Aktiva Bersih. Namun, sebagian dari investor tentu masih belum paham mengenai fungsi NAB atau cara menghitung NAB dari reksadana.

Padahal, menghitung NAB adalah hal penting lho bagi para investor. Apa alasannya? Yuk, simak selengkapnya di artikel berikut!

Apa Itu NAB Reksadana?

Secara teori, NAB atau juga kerap disebut sebagai net asset value (NAV) adalah jumlah total dana kelolaan suatu produk reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi. Semakin tinggi dana kelolaan yang dimiliki, bisa diartikan bahwa semakin tinggi pula tingkat kepercayaan investor terhadap produk tersebut.

Komponen yang terdapat di dalam NAB adalah harga pasar atas aset dasar reksadana tersebut. Misalnya seperti saham, surat utang, dan juga deposito ditambah dengan biaya pencadangan bunga dari pada portofolio tersebut.

Dana yang ditunjukkan dalam NAB merupakan dana bersih. Alias, hasil dari jumlah total aset keuangan dikurangi beberapa biaya, seperti biaya pengelolaan, biaya kustodian, pajak, dan juga lainnya.

Hanya saja, yang namanya harga pasar, nilai dalam NAB selalu berubah setiap harinya. Hal ini sejalan dengan transaksi pembelian ataupun penjualan reksadana yang dilakukan oleh para investor. Adapun perubahan dalam NAB didasarkan pada perhitungan nilai pasar yang wajar.

Namun, perlu dipahami bahwa NAB bukanlah ukuran dari seberapa mahal harga dari reksa dana tersebut. Sebab, harga reksadana tercermin dari Nilai Aktiva Bersih per Unit Penyertaan atau biasa disingkat NAB/UP. Jadi, jangan sampai misinformasi ya, Sobat Cuan.

Baca juga: Investor Pemula Wajib Tahu! Simak Istilah Umum Reksa Dana Ini

Manfaat Menghitung dan Mengetahui NAB bagi Investor

Sobat Cuan perlu memahami bahwa setiap indikator yang berada di dalam dunia investasi tentu punya tujuan masing-masing. Termasuk NAB.

Dengan mengetahui NAB, Sobat Cuan bisa memilah-milah produk reksadana apa saja yang paling populer. Hal ini cukup kentara sekali, mengingat semakin populer reksadana biasanya memiliki NAB yang cukup jumbo.

Semakin tinggi NAB reksadana juga mengindikasikan bahwa banyak investor telah mempercayakan kapabilitas sang Manajer Investasi. Artinya, kamu tinggal cap cip cup deh dalam memilih produk reksadana unggulanmu!

Di samping itu, kamu pun bisa melihat potensi keuntungan reksadanamu ke depan hanya dengan membaca angka NAB. Jika NAB mengalami penurunan, maka harga dari unit penyertaan (UP) produk reksadana yang dimilki juga akan turun. Artinya, siap-siap saja melihat nilai portofolio kelolaanmu terkoreksi.

Namun, jika yang terjadi adalah sebaliknya, artinya kamu perlu siap dalam mendulang cuan!

Cara Menghitung NAB Reksadana

Setelah mengetahui manfaat mengetahui NAB, kini saatnya kita bedah lebih dalam indikator satu ini!

Pada dasarnya, menghitung NAB sangat mudah. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, inti perhitungan NAB adalah sebagai berikut:

NAB = (nilai pasar setiap underlying asset (saham dan obligasi + dividen saham dan kupon obligasi) – (biaya operasional reksadana, biaya bank kustodian dan lain-lain)

Namun, investor sebenarnya akan lebih membutuhkan nilai NAB/UP untuk mengetahui harga reksadana mereka saat ini dengan tujuan mendulang untung.

Sobat Cuan mesti paham bahwa setiap produk reksadana akan dikonversi ke dalam bentuk UP. Harganya pun disandarkan pada total NAB/UP.

Misalnya, Sobat Cuan ingin membeli produk reksadana A senilai Rp10.000.000. Sementara itu, harga NAB/UP saat itu adalah sebesar Rp1.000. Artinya, kamu akan mendapatkan 10.000 UP produk reksadana A.

Lantas, bagaimana kamu menggunakan NAB/UP untuk menentukan keputusan investasimu? Tentu saja, caranya adalah membandingkannya.

Terdapat dua cara bagimu dalam memanfaatkan NAB/UP untuk mengetahui apakah investasi reksadanamu cukup mantap atau tidak. Berikut rinciannya.

1. Membandingkan NAB/UP Antar Periode

Ketika NAB menurun dalam satu rentang periode tertentu, maka hasil bagi antara NAB/UP juga akan menjadi susut. Hal itu akan membuat harga UP reksadana pun merosot secara otomatis.

Begitu pun sebaliknya. Jika NAB naik dalam satu waktu tertentu, maka NAB/UP pun akan menanjak.

Nah, melakukan hal ini akan sangat bermanfaat bagimu. Terutama, dalam mengetahui keuntungan/kerugian yang kamu dapatkan dari investasi reksadana.

Begini contohnya. Pada Juni, kamu membeli reksadana senilai Rp10.000.000 dengan NAB/UP sebesar Rp10.000. Artinya, kamu memiliki reksadana sebesar 1.000 UP.

Namun, kamu ternyata berencana untuk menjual seluruh reksadana pada bulan Agustus. Saat itu, NAB/UP sudah mencapai Rp12.000. Artinya, pendapatan yang kamu terima dari penjualan reksadana adalah Rp12.000 x 1.000 UP = Rp12 juta.

Nah, dalam rentang waktu tersebut, artinya kamu sudah mendulang cuan dari reksadana sebesar 20%.

2. Membandingkan NAB/UP Antar Produk Reksadana

Selain membandingkan NAB/UP antar periode, kamu juga bisa membandingkan NAB/UP antar produk reksadana yang memiliki underlying asset serupa. Misalnya, NAB/UP reksadana saham dari MI A kamu bandingkan dengan NAB/UP reksadana saham milik MI B.

Hal ini bertujuan agar kamu bisa mengetahui rerata NAB/UP reksadana secara umum dan bikin kamu gampang melihat apakah produk yang kamu pilih punya prospek bertumbuh atau tidak

Contohnya adalah seperti ini.

Misal, harga UP reksadana pendapatan tetap milik perusahaan sekuritas A ditawarkan di harga Rp1.000 per UP. Sementara itu, rata-rata UP reksadana pendapatan tetap yang ditawarkan perusahaan lain berada di angka Rp600 per unit.

Artinya NAB/UP reksadana yang ditawarkan sekuritas A sudah cukup tinggi. Sehingga, ada indikasi bahwa produk tersebut susah bertumbuh mengingat NAB/UP miliknya cukup mahal. Di sini, kamu bisa mempertimbangkan untuk mencari produk lain yang lebih murah dan punya potensi pertumbuhan yang oke.

Namun, jangan tarik kesimpulan sesimpel itu, Sobat Cuan! NAB/UP yang tinggi pun bukan berarti reksadana itu ramai diburu orang atau kemahalan. Bisa jadi, nilai tersebut meningkat karena melesatnya harga pasar underlying asset-nya.

Jadi bagaimana, Sobat Cuan? Sudah siap berinvestasi reksadana? Kalau jawabannya adalah ya, yuk berinvestasi di reksadana pendapatan tetap dan reksadana pasar uang di Pluang!

Baca juga: Apa Saja Sih Faktor yang Mempengaruhi Reksadana? Yuk Simak di Sini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bank Mandiri, Bank Mandiri



Sumber : pluang.com