Category Archives: Pluang

17. Analisis Volume: Penjelasan & Strategi Indikator

17.1 Latar Belakang

Analisis volume adalah cara untuk memahami pergerakan harga sebuah aset dengan melihat jumlah transaksi yang terjadi dalam periode tertentu. 

Volume dalam pasar saham adalah jumlah terjadinya transaksi jual dan beli dalam jangka waktu tertentu, yang biasanya dihitung per hari.

Para analis teknikal menggunakan analisis volume sebagai salah satu faktor penentu kesuksesan dalam mengambil keputusan trading. 

Dengan menganalisis tren volume bersamaan dengan perubahan harga, investor bisa menentukan seberapa penting perubahan harga tersebut.

Dalam tulisan ini, Sobat Cuan akan memahami poin-poin penting terkait analisis volume. 

17.2 Cara Membaca Volume Transaksi

Setiap kali terjadi transaksi antara pembeli dan penjual, itu akan memengaruhi jumlah total volume perdagangan saham yang tercatat di kolom bid dan offer.

Cara membacanya cukup sederhana. Setiap kali ada satu transaksi, pembeli setuju untuk membeli saham yang ditawarkan oleh penjual dengan harga tertentu.

Misalnya, Anda memutuskan untuk membeli 100 saham NVDA di harga 694, dan X memutuskan untuk menjual 100 saham NVDA di harga 694. 

Kecocokan harga dan kuantitas seperti di atas menghasilkan apa yang kita sebut sebagai transaksi perdagangan. Anda dan X bersama-sama telah menciptakan volume 100 saham. Banyak orang cenderung menganggap jumlah volume adalah 200 (100 beli + 100 jual), yang bukan merupakan cara yang tepat untuk melihat volume.

Contoh berikut ini akan membantu Anda memahami bagaimana volume bertambah pada hari perdagangan biasa:

Time Buy Quantity Sell Quantity Price Volume Cumulative Volume
9.30 AM 1000 1000 719 1000 1000
10.00 AM 600 600 710 600 1600
10.30 AM 800 800 700 800 2400
11.00 AM 2000 2000 695 2000 4400
11.30 AM 300 300 700 300 4700
12.00 PM 900 900 704 900 5600
13.00 PM 1000 1000 700 1000 6600
13.30 PM 3000 3000 690 3000 9600
14.00 PM 250 250 680 250 9850
14.30 PM 1250 1250 681 1250 11100

Pada pukul 9:30 pagi, ada 1000 saham yang diperdagangkan pada harga 719. 30 menit kemudian, 600 saham diperdagangkan pada harga 710. Jika Anda memeriksa volume total untuk hari itu, jumlahnya adalah 1600 (1000 + 600). Demikian juga, 800 saham pada harga 700 diperdagangkan pada pukul 11:30, dan hingga pukul 11:30, volumenya adalah 2400 (1000 + 600 + 800). Begitu seterusnya.

Bursa pasar akan memantau dan menyediakan data volume perdagangan ini, yang dapat diakses secara gratis atau dengan biaya berlangganan.

17.2.1 Pentingnya Melakukan Analisis Volume

Analisis volume melibatkan pemeriksaan perubahan relatif atau absolut volume trading aset untuk memperkirakan pergerakan harga di masa depan. Kebanyakan analis menggunakan volume sebagai cara untuk konfirmasi tren pasar, pertanda mulainya tren bullish, reversal, perubahan tren di pasar, maupun likuiditas.

Informasi volume itu sendiri tidak terlalu berguna. Sebagai contoh, kita tahu bahwa volume transaksi pada saham NVDA adalah 69,432,802 saham. Jadi, seberapa bergunakah informasi ini jika dibaca secara terpisah? Jika Anda memikirkannya, informasi ini tidak ada manfaatnya dan oleh karena itu sebenarnya informasi mengenai volume tidak berarti apa-apa. Namun, ketika Anda mengaitkan informasi volume hari ini dengan tren harga dan volume sebelumnya, informasi volume menjadi lebih bermakna.

Pada tabel di bawah ini, Anda akan menemukan ringkasan tentang cara menggunakan volume:

Harga Saham Volume Ekspektasi Pasar
Naik Naik Bullish
Naik Turun Caution – weak hands buying
Turun Naik Bearish
Turun Turun Caution – weak hands selling

*weak hands buying/selling = mengacu pada situasi di mana investor yang mudah dipengaruhi oleh fluktuasi pasar jangka pendek untuk membeli/menjual saham. Kebanyakan dari investor ini tidak memiliki dasar yang kuat mengenai saham yang mereka perjual-belikan.

Pada baris pertama, dapat dilihat bahwa naiknya harga dengan volume yang meningkat biasanya dilihat sebagai tren yang kuat dan sehat.

Namun, sebelum kita memahami tabel di atas secara mendetail, pikirkanlah hal ini – kita sedang membahas mengenai ‘peningkatan volume’. Apa yang dimaksud dengan hal ini sebenarnya? Apa titik acuannya?  Apakah ini merupakan peningkatan dari jumlah volume hari sebelumnya atau volume agregat minggu sebelumnya?

Dalam praktiknya, trader biasanya membandingkan volume hari ini dengan rata-rata volume 10 hari terakhir. Secara umum, aturan praktisnya adalah sebagai berikut:

1. Volume Tinggi = Volume hari ini > Volume rata-rata 10 hari terakhir

2. Volume Rendah = Volume hari ini < Volume rata-rata 10 hari terakhir

3. Volume Rata-rata = Volume hari ini = Volume rata-rata 10 hari terakhir

Untuk mendapatkan rata-rata 10 hari terakhir, yang perlu Anda lakukan adalah menggambar garis moving average pada bar volume, dan pekerjaan selesai. Tentu saja, anda dapat melihat penjelasan mengenai moving average  pada bab 6. Moving Average: Penjelasan dan Penggunaannya.

Volume NVDA, Sumber: TradingView (2024)

Pada grafik di atas, Anda dapat melihat bahwa volume diwakili oleh bar chart (di bagian bawah candlestick). Warna merah dan hijau mengikuti warna pada candlestick di atasnya, warna hijau merepresentasikan turunnya harga, dan warna merah merepresentasikan naiknya harga. Garis biru yang berada di atas grafik volume menunjukkan volume rata-rata 10 hari. Seperti yang Anda perhatikan, semua grafik volume yang berada di atas dan di atas rata-rata 10 hari dapat dianggap sebagai peningkatan volume di mana beberapa aktivitas institusional (atau partisipasi besar) telah terjadi.

Dengan kata lain, analisis volume membantu investor untuk memahami apakah perubahan harga didukung oleh banyak pedagang (volume tinggi) atau hanya segelintir orang (volume rendah). 

Volume yang tinggi menunjukkan bahwa perubahan harga lebih mungkin bertahan, sedangkan volume yang rendah bisa menandakan bahwa tren itu tidak memiliki banyak dukungan dan mungkin berbalik arah.

17.3 Logika di Balik Penggunaan Volume

Ketika investor institusional melakukan transaksi di pasar, mereka biasanya melakukannya dalam jumlah besar. Ambil contoh The Vanguard Group, Inc., salah satu investor institusional terbesar di Amerika Serikat.

Jika mereka membeli saham NVDA, mereka tidak akan hanya membeli 500 lembar saham; mereka mungkin akan membeli 500.000 saham atau lebih. Pembelian sebesar itu akan berdampak signifikan pada volume perdagangan dan sering kali menaikkan harga saham. Investor institusional sering dipandang sebagai ‘smart money/uang pintar’ karena kemampuan mereka untuk membuat pergerakan pasar yang terinformasi. Oleh karena itu, mengikuti aktivitas mereka dapat menjadi strategi yang bijak.

Ketika harga saham dan volume perdagangan meningkat, ini menandakan bahwa pemain besar tertarik pada saham tersebut. Dengan asumsi bahwa smart money cenderung membuat keputusan yang cerdas, hal ini akan menciptakan ekspektasi bullish, sehingga berpotensi menjadi saat yang tepat untuk mempertimbangkan membeli saham.

Sebaliknya, saat membeli saham, Anda disarankan untuk memastikan bahwa volume perdagangan cukup besar. Ini mengindikasikan bahwa Anda berdagang bersama investor institusional, atau ‘smart money‘.

Jika anda masih ingat baris pertama dari tabel sebelumnya, inilah alasan dibalik peningkatan harga dan volume yang mengindikasikan sebuah tren bullish yang kuat.

Menurut Anda, apa yang terjadi jika harga naik tetapi volume menurun, seperti yang ditunjukkan pada baris ke-2 tabel sebelumnya?

Pertimbangkan hal berikut:

Karena pelaku pasar sedang banyak membeli.

  • Apakah ada pembeli institusional yang terkait dengan kenaikan harga?

Kemungkinan besar tidak.

  • Bagaimana Anda tahu bahwa tidak ada transaksi (beli) yang berarti oleh investor institusional?

Jika mereka membeli, maka volumenya akan meningkat dan tidak menurun.

  • Jadi, apa yang diindikasikan oleh kenaikan harga yang dikaitkan dengan penurunan volume?

Itu berarti harga naik karena partisipasi ritel yang kecil dan bukan pembelian institusional yang signifikan. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati karena ini bisa menjadi bull trap.

Selanjutnya, baris ke-3 mengindikasikan bahwa penurunan harga yang disertai dengan peningkatan volume menunjukkan ekspektasi bearish. Mengapa Anda berpikir demikian?

Penurunan harga mengindikasikan bahwa para pelaku pasar sedang menjual saham. Peningkatan volume menunjukkan adanya transaksi dari smart money.

Kedua peristiwa yang terjadi bersamaan (penurunan harga + peningkatan volume) mengimplikasikan bahwa smart money sedang menjual saham.

Mengikuti asumsi bahwa smart money selalu membuat pilihan yang bijak, maka ekspektasinya adalah bearish, dan oleh karena itu, kita harus mempertimbangkan peluang penjualan saham.

Atau, saat memutuskan untuk menjual, pastikan volumenya cukup besar. Ini berarti Anda juga ikut menjual bersama para smart money.



Sumber : pluang.com

19. Keterbatasan dan Kritik terhadap Analisis Teknikal

13.1 Latar Belakang

Analisis teknikal adalah pendekatan untuk memahami pergerakan harga di pasar keuangan. Asumsi dasarnya mencakup ide bahwa pasar mencerminkan semua informasi, harga bergerak dalam tren, dan sejarah memiliki kecenderungan untuk berulang. Seringkali analisis fundamental lebih andal dalam memprediksi aliran informasi dan hasil. Kombinasi analisis teknikal dan fundamental dalam investasi seringkali dilakukan di kalangan trader untuk analisis yang lebih holistik dan informatif.

13.2 Definisi Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah analisis pergerakan harga di pasar atau instrumen tertentu selama periode waktu tertentu, yang dapat berkisar dari jangka pendek hingga jangka panjang, untuk mengungkapkan tren harga.

Sentimen dan perilaku investor menentukan harga ditetapkan pada titik pertemuan permintaan dan penawaran pada setiap waktu tertentu.

Untuk melakukan analisis ini, seseorang tidak perlu mengetahui instrumen atau pasar secara mendalam. Meski demikian, investor membutuhkan data dari instrumen atau pasar yang diperdagangkan secara bebas. 

Hal ini karena pergerakan harga mencerminkan perilaku investor dan dapat mengungkapkan waktu terbaik untuk membeli atau menjual bagi investor. 

13.2.1 Indikator dalam Analisis Teknikal

Sebelum melakukan analisis teknikal, investor harus fokus pada beberapa indikator, yaitu tren harga, osilator, moving averages, dan pola grafik. 

Selain itu, indikator lain yang harus diperhatikan yaitu indikator momentum dan volume, serta resistance dan support level

Dampak dari supply dan demand terhadap perubahan harga, volume, dan implied volatility diperiksa menggunakan indikator-indikator analisis teknikal. 

Analisis ini beroperasi dengan asumsi ketika dikombinasikan dengan aturan investasi atau perdagangan yang sesuai, aktivitas perdagangan historis dan perubahan harga sekuritas dapat berfungsi sebagai prediktor dari pergerakan harga sekuritas di masa depan.

13.2.2 Asumsi Analisis Teknikal

Teori analisis tersebut didasarkan pada tiga asumsi berikut:

13.2.2.1 Pasar mencerminkan semua informasi: 

Analis percaya bahwa dampak dari semua faktor, mulai dari fundamental hingga psikologi pasar yang lebih luas sudah dimasukkan ke dalam harga saham.

13.2.2.2 Harga bergerak dalam tren:

Menurut analis, harga akan menunjukkan tren bahkan dalam pergerakan pasar yang tidak seragam dan ini tidak tergantung pada time frame yang digunakan.

13.2.2.3 Sejarah berulang:

Menurut analis teknis, sejarah kemungkinan besar akan terulang. Hal ini dikaitkan dengan psikologi pasar yang biasanya dapat diprediksi yang mempengaruhi harga secara berulang.

13.3 Kritik pada Analisis Teknikal

Banyak kritik yang menyatakan bahwa asumsi analisis tersebut tidak selalu akurat karena sejarah tidak selalu berulang dengan sendirinya. Studi pola harga dianggap tidak berguna karena sejarah tidak selalu mengikuti pola yang sama. 

Kritik lain mencakup pandangan bahwa analisis itu hanya efektif dalam beberapa kasus dan sering kali terpenuhi karena ramalan yang terjadi secara kebetulan.

Selain itu, analisis ini terbatas pada pemahaman tren pasar dan kurang mampu menyelidiki instrumen atau industri secara mendalam. Keberhasilannya tergantung pada pergerakan pasar tertentu, lebih tepatnya saat pasar mulai bergerak dalam suatu arah.

Analisis teknikal cenderung tidak dapat memprediksi hasil yang lebih luas dan kompleks. Keterbatasannya dalam memahami instrumen dan industri secara mendalam dapat membuat analisis fundamental lebih relevan dalam meramalkan aliran informasi dan hasil.

Dalam menghadapi kompleksitas pasar, menggabungkan analisis tersebut dengan analisis fundamental dapat menjadi pendekatan yang lebih holistik dan informatif.

13.4 Kesimpulan

Secara umum, analisis teknikal dan fundamental memiliki kelebihan dan kekurangan. Trader harus menilai toleransi risiko dan jangka waktu investasi mereka.

  1. Investor jangka panjang biasanya menggunakan analisis fundamental untuk mengevaluasi harga perusahaan saat ini terhadap nilai intrinsiknya. 
  2. Di sisi lain, investor dan trader jangka pendek sering kali lebih menyukai analisis teknikal untuk mengeksploitasi pergerakan harga jangka pendek.

Menggabungkan kedua analisis itu bisa sangat menguntungkan dalam strategi investasi Anda.



Sumber : pluang.com

Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank, Mana yang Lebih Menguntungkan?

Tak hanya kredit bank, mata uang kripto kamu pun bisa dilibatkan dalam aktivitas pinjam meminjam, Sobat Cuan. Saat ini, hal itu pun dimungkinkan dengan hadirnya platform crypto lending dan yield farming yang berada di ekosistem Decentralized Finance (DeFi)

Tapi, apakah kamu tak penasaran. Apa saja sih perbedaan pinjaman kripto vs pinjaman bank?

Kredit bank telah lama menjadi penyangga utama aktivitas perekonomian konvensional. Kalau kamu punya ide bisnis yang prospektif tapi tidak punya modal untuk memulai, kamu bisa pergi ke bank dan mengajukan pinjaman usaha.

Dalam berbagai skala, aktivitas pinjaman bank ini menopang ekspansi ekonomi sejak lama. Namun kini, seiring dengan berkembangnya dunia decentralized finance (DeFi) dengan mata uang digitalnya yakni kripto, pinjaman tak hanya terbatas pada uang fiat saja.

Keduanya, yakni pinjaman kripto vs pinjaman bank punya beberapa perbedaan juga kelebihan dan keuntungannya masing-masing, Sobat Cuan. Simak yuk!

Kelebihan Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank

Si anak baru di dunia pinjam meminjam ini ternyata punya kelebihan yang tidak dimiliki oleh uang fiat yang bisa kamu pinjam lewat kredit bank. Sejumlah terobosan dunia keuangan yang hadir setelah uang fiat dan pinjaman bank populer menjadikan uang kripto adalah produk yang lebih punya daya tarik.

Apa saja sih kelebihan pinjaman kripto?

1. Proses Cepat dan Variatif

Bank adalah lembaga yang rigid dan pruden, karenanya bank sulit beradaptasi mengikuti cepatnya perkembangan zaman.

Demi menjaga kepercayaan nasabah dan masyarakat, bank punya daftar panjang prasyarat dan proses pinjaman. Akibatnya, pinjaman yang kamu ajukan ke bank butuh waktu beberapa hari hingga minggu dalam prosesnya.

Berbeda dengan bank, transaksi kripto tidak memerlukan kepercayaan. Perangkat digital dan terobosan seperti smart contract menjadikannya paperless. Kamu tidak perlu otorisasi berbelit dan cek berulang saat bertransaksi dengan kripto, seperti halnya melakukan pinjaman.

Karenanya, pinjaman kripto kamu dapat diproses dalam hitungan detik hingga menit saja loh, Sobat Cuan. Kamu juga bisa memilih pinjaman dengan skema DeFi atau CeFi. Semua itu, terserah padamu saja!

2. Likuiditas Kolateral

Pinjaman kripto menguntungkan sebab kolateralnya likuid dibanding kolateral di bank.

Saat pinjaman macet, bank membutuhkan waktu untuk mencairkan kolateral guna menutup kerugian akibat kredit macet. Namun dalam pinjaman kripto, kolateralnya biasanya berupa aset kripto juga yang sangat likuid.

Selain likuid, kolateral yang dibutuhkan untuk meminjam kripto juga sangat besar, yakni 100-150% dari nilai pinjaman.

Mengapa besar sekali? Sebab harga kripto sangat fluktuatif. Sebagai pemberi pinjaman, kamu bahkan punya hak untuk mencairkan kolateral lebih cepat kalau tiba-tiba harganya anjlok.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mengetahui dan Menentukan Limit Kartu Kredit di Sini!

3. Aksesibilitas Pinjaman

Kamu harus bankable untuk dapat meminjam ke bank. Setidaknya, kamu harus punya akun di bank dan skor kredit yang baik. Bank akan mengecek kredit score kamu lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebelum mengabulkan permohonan pinjaman kamu.

Tak hanya itu, berbagai prasyarat lain pun harus kamu penuhi. Hal tersebut mungkin menyulitkan bagi kamu yang tidak terbiasa menggunakan jasa bank.

Beda halnya dengan bank, pada pinjaman kripto kamu tidak perlu punya skor kredit baik atau akun bank. Proses ini jauh lebih mudah dan inklusif pada pinjaman kripto sehingga siapapun bisa mengaksesnya. Inilah yang membuat skema ini cepat sekali meroket popularitasnya.

4. Prasyarat Pinjaman Fleksibel, Pun Juga Tenornya

Saat meminjam ke bank, kamu tidak bisa banyak andil dalam menentukan berbagai hal. Mulai dari margin bunga, tenor, hingga besaran pinjaman semua ditentukan oleh bank.

Hal ini juga yang membuat pinjaman kripto unggul jika dibandingkan bank. Sebagai peminjam kamu bisa mengajukan berapa besar kripto yang ingin kamu pinjam, mata uang mana, atau stablecoin apa, juga uang muka kreditnya.

Selain itu, besar pinjaman kamu juga tergantung pada besarnya kolateral yang kamu punya. Menarik bukan?

Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

Kelebihan Pinjaman Bank Vs Pinjaman Kripto

Tentu saja, di balik sejumlah keunggulan kripto dalam hal pinjam meminjam, bank juga punya keunggulan tersendiri. Sebagai bentuk pinjaman yang sudah lama dilakukan peradaban manusia, pinjaman bank menjanjikan stabilitas, keamanan dan besar pinjaman yang baik.

Pinjaman bank berlaku dalam uang fiat yang harganya lebih stabil dibanding uang kripto. Lembaga intermediary pada pinjaman kripto biasanya hanya memberlakukan pinjaman dalam mata uang kripto saja, meski ada juga yang memberi pinjaman fiat.

Efeknya adalah stabilitas harga yang membuat kolateral pinjaman bank bisa lebih kecil dibanding kripto. Sebagaimana disebutkan sebelumnya, pada pinjaman kripto kolateral bisa mencapai 150% akibat volatilitas. Pinjaman bank lebih lunak dalam hal ini.

2. Keamanan Lebih Mumpuni

Sebagai lembaga rigid dan pruden, keamanan adalah fokus utama bank. Tentu saja memberi pinjaman maupun meminjam lewat bank jadi lebih aman.

Bank menjamin bahwa peminjam mampu bayar pinjaman dan pemberi pinjaman mendapat marginnya sesuai kesepakatan.

Baca juga: Anti Panic Buying Saat Pandemi! Yuk, Simak 8 Tips Hemat Belanja di Sini!

3. Besar Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank

Besaran pinjaman kripto hingga saat ini belum ada yang bisa membantumu mencicil rumah idaman atau mobil keluaran terbaru. Jika kamu mendambakannya, mungkin kamu memang harus meminjam ke bank.

Bank menyediakan pinjaman dalam berbagai ukuran, meskipun bunganya pun besar. Setidaknya kamu jadi bisa membeli rumah atau mobil, atau sebidang tanah dan membuka usaha meski uangmu likuidmu belum banyak.

Nah, kalau kamu sendiri bagaimana, Sobat Cuan? Lebih memilih meminjam di bank atau coba-coba meminjam aset kripto?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: You Hodler



Sumber : pluang.com

1. Limit Order – Cara Menggunakan Limit Order di Aplikasi Pluang

Hi Sobat Cuan! Capek harus memantau setiap pergerakan harga? Suka deg-degan deg-degan tiap liat market kripto nggak karuan? Untungnya, Pluang telah mengadakan Limit Order untuk menolong kamu dengan hal tersebut! Simak selengkapnya untuk memahami cara menggunakan Limit Order di aplikasi Pluang!

1.1 Mengenal Limit Order di Aplikasi Pluang

Limit Order adalah salah satu tipe Advanced Order yang pengguna bisa manfaatkan pada saat trading Kripto maupun Saham AS. Berlaku buat pesanan beli maupun jual, dengan Limit Order pengguna bisa menentukan harga maksimum yang mereka bersedia untuk bayar pada saat pembelian aset kripto atau harga minimum yang pengguna bersedia untuk diterima saat menjual aset kripto atau Saham AS mereka; harga ini dikenal sebagai Limit Price.

Catatan: Ilustrasi pembelian dan penjualan aset kripto dengan menggunakan Limit Order

Apa saja yang perlu ditentukan pada saat membuat Limit Order? Untuk sebuah Limit Order ada beberapa hal penting yang pengguna perlu menentukan pada saat membuat ordernya di aplikasi Pluang:

  • Limit Price: harga maksimum yang pengguna bersedia untuk bayar untuk pemesanan beli atau harga minimum yang pengguna bersedia untuk menerima untuk pemesanan jual.
  • Jumlah pembelian/penjualan: kuantitas aset yang ingin dibeli atau dijual secara nilai Rupiah atau per unit aset.

Selain itu, ada beberapa hal yang Sobat Cuan perlu diperhatikan mengenai Limit Order:

Limit Order untuk Kripto:

  • Kamu dapat menetapkan Limit Price di maksimal 50% lebih rendah dari harga pasar saat ini untuk pemesanan beli atau maksimal 50% lebih tinggi untuk pemesanan jual.
  • Untuk menempatkan Limit Order, nilai pesanan harus seminimalnya Rp10.000. Untuk nilai maksimal, bisa ditemukan di halaman Biaya Dan Batas Transaksi Kripto.
  • Limit Order yang terbuat akan berlaku selama 90 hari.

Limit Order untuk Saham AS:

  • Untuk menempatkan Limit Order, nilai pesanan harus seminimalnya 1 unit saham dan tidak ada batas maximum.
  • Kamu perlu menentukan jam trading dimana kamu ingin ordernya di eksekusikan. Ada dua pilihan untuk hal ini:
    • Hanya Jam Reguler: dimana order hanya akan tereksekusi di dalam jam perdagangan biasa saja
    • Termasuk Jam Pre-Market: dimana order bisa tereksekusi di dalam jam perdagangan biasa atau jam Pre-Market
  • Kamu perlu menentukan masa berlaku order limit yang terpasang. Ada dua opsi:
    • Day: dimana order akan berlaku selama 1 hari perdagangan
    • GTC (Good Till Canceled): dimana order akan aktif untuk 30 hari hingga order tersebut tereksekusi atau kamu batalkan.

1.2 Cara Membuat Limit Order di Aplikasi Pluang

Untuk Kripto, Sobat Cuan bisa simak video ini untuk memahami cara membuat pesanan Limit Order:

Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

Untuk Saham AS, Sobat Cuan bisa simak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang ini untuk memahami cara membuat pesanan Limit Order 

1.3 Skenario seperti apa yang tetap untuk memanfaatkan Limit Order? 

Untuk skenario beli, Limit Order bisa dimanfaatkan untuk menambah kendali pada aset saat entry ke sebuah trade sehingga harga beli aset tersebut sesuai preferensi, strategi dan toleransi risiko Kamu.

Sebagai contoh, Sobat Cuan sebagai trader ingin membeli Bitcoin (BTC) dan pada saat ini harga pasar koin tersebut Rp650.000.000 per unit. Hasil dari analisa kamu menunjukkan bahwa secara makro dan jangka waktu panjang, BTC berpotensi untuk terus menaik. Sesuai dengan strategi dan toleransi risiko kamu, kamu hanya ingin membeli koin BTC jika harga pasar menurun ke Rp648.000.000 per unit. Dengan Limit Order, kamu bisa membuat pesanan Buy Limit Order dan menentukan Limit Price di Rp648.000.000. Dengan ini, pesanan kamu hanya akan tereksekusi jika harga pasar menurun ke harga Rp648.000.000. Sehingga, Sobat Cuan dapat mengoptimalkan entry kamu sesuai strategi trading kamu dengan menggunakan Limit Order.

Selain dari skenario beli, Sell Limit Order bisa di tempatkan untuk melindungi keuntungan dari posisi yang masih terbuka.

Sebagai contoh, Sobat Cuan sebagai trader memiliki Bitcoin (BTC) yang kamu beli pada saat harga pasar Rp620.000.000 per unit. Dalam mengantisipasi kenaikan harga, kamu ingin mengamankan keuntungan trade tersebut apabila harga pasar naik ke Rp649.000.000 per unit. Dengan Limit Order, kamu bisa membuat pesanan Sell Limit Order dengan Limit Price di Rp649.000.000. Maka, pesanan jual kamu hanya akan tereksekusi jika harga pasar naik ke harga Rp649.000.000. Sesuai contoh, Sobat Cuan dapat mengoptimalkan take profit strategi kamu.

Cara penggunaan Limit Order yang kita bahas diatas dapat diaplikasikan ke strategi Sobat Cuan saat trading Kripto maupun Saham AS. Sesuai contoh-contoh ini, Limit Order dapat dimanfaatkan untuk menambah kendali pada saat membuat pesanan beli maupun jual melalui penentuan harga beli maupun jual yang sesuai dengan strategi dan toleransi risiko kamu. Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB. Kamu juga bisa menyimak tanya jawab umum mengenai fitur Crypto Advanced Orders di halaman Pertanyaan Umum Tentang Crypto Advanced Order dan menyimak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang untuk informasi lebih lanjut mengenai Saham AS

Baca juga:



Sumber : pluang.com

Mengenal Jenis-Jenis Moving Average bagi Pemula

Sobat cuan lagi doyan trading? Pastinya kamu sekarang lagi doyan ngotak-ngatik tradingview atau lagi doyan belajar analisis teknikal, bukan?

Nah, salah satu indikator yang sering kamu temukan tentu adalah moving averageTidak heran, sebab indikator ini memang marak digunakan oleh trader yang masih pemula maupun sudah jago.

Tapi, di balik popularitasnya, moving average ternyata punya berbagai macam jenis yang bisa kamu gunakan sesuai kebutuhan lho, Sobat Cuan. Apa saja jenis-jenisnya?

Sekilas Mengenai Moving Average

Moving Average (MA) adalah salah satu indikator analisis teknikal yang populer digunakan oleh trader dan investor. Indikator ini bertujuan untuk memberi petunjuk kepada mereka tentang arah tren harga sebuah aset di masa depan.

Lantas, bagaimana cara melihat Moving Average?

Dalam hal ini, investor dan trader menggunakan rerata pergerakan harga sebuah aset dalam sebuah rentang waktu tertentu. Biasanya, rentang waktu yang digunakan adalah harian.

Kemudian, rerata pergerakan harian tersebut disandingkan dengan rerata pergerakan harga di hari lain sehingga investor dan trader bisa membaca tren pergerakan harganya.

Selain membaca tren pergerakan harga sebuah aset, Moving Average juga berguna untuk menghilangkan dampak fluktuasi harga dalam jangka pendek yang terkesan acak (random). Sebab, terkadang investor atau trader sering terkecoh dan terjebak melakukan keputusan investasi yang keliru saat melihat tren pergerakan harga seperti demikian.

Moving Average sendiri terdiri dari beberapa variasi tergantung fokus sang trader. Apakah memang ia ingin melihat tren secara keseluruhan atau memberikan bobot dan perhatian lebih besar terhadap satu titik tertentu di dalam pergerakan harga aset tersebut.

Bingung tidak Sobat Cuan? Nah, untuk mengetahui contoh penjelasan di atas, yuk simak jenis-jenis Moving Average berikut!

Jenis-Jenis Moving Average

1. Simple Moving Average (SMA) 

Di antara jenis Moving Average lainnya, SMA adalah yang paling populer. Penghitungannya sangat simpel seperti namanya, yakni seluruh poin data terbaru dijumlahkan lalu dibagi dengan jumlah data itu sendiri dalam periode waktu tertentu.

SMA menggunakan data historis berupa harga tertinggi, harga terendah, harga buka dan harga tutup. Indikator ini digunakan trader untuk mengetahui kapan waktu terbaik untuk masuk dan keluar dari pasar.

Banyak yang bisa kamu dapatkan dari penghitungan sederhana SMA, seperti titik support dan resistance, sell dan buy dan sebagainya. Informasi dalam MA diplot dalam grafik yang memudahkan kamu untuk membaca trennya.

2. Exponential Moving Average (EMA)

Mirip dengan SMA, jenis moving average ini pun digunakan untuk memprediksi arah tren dalam periode tertentu. Bedanya, karena dihitung secara eksponensial, EMA lebih memberikan bobot lebih terhadap pergerakan yang terjadi saat ini ketimbang masa lampau. Artinya, EMA lebih sensitif terhadap momentum terkini ketimbang SMA.

Hal ini dilakukan untuk membantu investor dalam merespons perubahan harga yang terjadi saat ini dengan lebih cepat. Dengan begitu, kamu pun bisa lebih cepat mengambil keputusan saat trading.

Jika grafik menanjak, kamu bisa menentukan titik beli pada poin terdekat dengan EMA. Sebaliknya, jika garis menurun, kamu bisa menentukan titik beli pada poin sedikit di bawah EMA.

Tren ini juga membantu kamu menentukan titik support dan resistance. Waktu tunda dalam menampilkan tren pada EMA yang pendek sangat membantu jika kamu ingin melakukan scalping. Namun, kamu harus jeli, terkadang EMA memberi sinyal palsu juga lho, Sobat Cuan.

Untuk menghitung EMA, investor harus menghitung Simple Moving Average terlebih dulu dalam rentang waktu tertentu.

Kemudian, untuk memberi bobot kepada EMA, investor akan mengalikannya dengan faktor pengali (multiplier), di mana formulanya adalah sebagai berikut: [2/(periode MA + 1)]. Sebagai contoh, untuk 20 hari Moving Average, maka faktor pengalinya adalah [2/(20+1)]= 0,09.

Bagaimana beda Simple Moving Average dan Exponential Moving Average jika di grafik? Nah, jawabannya bisa kamu temukan di chart harga ETH di bawah ini yang menampilkan EMA 20 hari (garis ungu) dan SMA 20 hari (garis biru).

Sumber: Trading View

Grafik di atas memperlihatkan bahwa EMA selalu lebih dekat dengan pergerakan harga aslinya. Hal ini merupakan implikasi bahwa EMA berfokus pada pergerakan harga yang lebih baru.

Baca juga: Yuk, Kenalan Dengan 2 Jenis Indikator Ekonomi yang Pengaruhi Investasi

3. Double Exponential Moving Average (DEMA)

Ada kalanya beberapa trader menggunakan lebih dari satu EMA untuk menentukan momentum. Salah satu yang cukup populer adalah double exponential moving average. 

DEMA populer di kalangan trader pemula sebab akurasinya lebih baik ketimbang EMA, namun aplikasinya tidak terlalu sulit.

DEMA mereduksi potensi sinyal palsu dari EMA dengan mengukur dalam dua garis yang mewakili dua tren berbeda seperti harga buka atau harga tutup. Momentum dalam DEMA memang lebih lambat ketimbang EMA, namun sinyal yang diberikan lebih otentik.

Dengan begitu, kamu akan lebih mudah mengenali perubahan tren tanpa takut PHP.

4. Triple Exponential Moving Average (TEMA)

Tak cukup dua EMA? Kamu bisa mencoba tiga! Dengan TEMA, kamu bisa menghadirkan akurasi tren dengan waktu yang lebih cepat.

Ketiganya, yakni EMA, DEMA dan TEMA kerap dikolaborasikan untuk menghitung tren menggunakan TRIX. Yakni, sebuah momentum indikator yang bisa memberikan kamu informasi kapan harga sedang terlalu mahal atau terlalu murah.

5. Weighted Moving Average (WMA)

Moving average jenis ini disebut juga peramal masa depan sebab akurasinya yang tinggi.

Weighted moving average merupakan pengembangan dari moving average dengan menambahkan bobot terdistribusi dalam penghitungannya. Distribusi beban yang diberikan pada data AKAN memengaruhi akurasinya. Biasanya, beban yang diberikan berkisar 1-100% dan didistribusikan pada periode yang akan dihitung berdasarkan harga.

Beban pada harga proyeksi lebih berat ketimbang beban pada harga historis. Deret ini akan memberi taHu kamu besaran harga total dalam satu periode. Saat disajikan dalam grafik, garisnya jadi sangat akurat.

Tak hanya bagi trader pasar modal, WMA juga berjasa bagi para stockist dan pedagang retail untuk menghitung stok barang dagangan dan harga rata-rata yang berfluktuasi.

6. Wilder Smoothing Moving Average (WSMA)

Jenis ini kurang populer disebabkan kurangnya sensitivitas terhadap perubahan harga. Moving average ini lebih khusus digunakan untuk mengukur support dan resistance.

Pola penghitungannya mirip dengan EMA, dengan memperhalus noise pasar sehingga tren bullish dan bearish dapat terbaca lebih jelas. Pengembangnya, yakni J Welles Wilder, juga mengembangkan indikator lain seperti RSI, average true range, dan directional movement.

WSMA dapat memberi kamu gambar yang jelas mengenai aktivitas pasar dengan menampilkan perhitungan periodikal tanpa distorsi.

Jadi, apakah kamu siap menggunakan indikator MA ini saat trading? Kamu bisa mencobanya dengan menggunakan aset kripto di Bitcoin dan Ethereum yang tersedia di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Enrich Brooking, Meta Trader, Corporate Finance Institute



Sumber : pluang.com

Mengenal Coin Burn, Mekanisme Unik demi Kestabilan Harga BNB

Sobat Cuan pasti mengetahui bahwa aset kripto besutan Binance, Binance Coin (BNB), kini menjadi salah satu aset kripto yang paling populer. Hal ini tercermin dari nilai kapitalisasi pasarnya yang sudah mencapai US$44,93 miliar, atau menduduki peringkat keempat aset kripto paling populer sejagat.

Salah satu aspek yang bikin Binance Coin populer adalah kegunaannya di ekosistem yang dikelola oleh empunya, yakni platform exchange kripto Binance. Selain itu, pertumbuhan harganya pun terbilang kinclong. Kini, sekeping BNB dibanderol US$293,5 atau melesat jauh dibandingkan US$0,1 per keping saat diluncurkan 2017 silam.

Nah, salah satu mekanisme yang bikin harga BNB stabil sejak awal adalah mekanisme bakar koin (coin burn). Lantas, apa itu Coin Burn BNB? Yuk, kita simak penjelasannya berikut!

Baca juga: Apa Itu Binance Coin (BNB)?

Penjelasan Singkat Coin Burn Binance Coin

Secara singkat, coin burn adalah proses pengurangan koin-koin secara permanen di dalam pasar. Sehingga, jumlah suplai BNB yang beredar pun akan menurun.

Hal ini dilakukan Binance untuk menjaga kestabilan harga BNB. Seperti apa penjelasannya?

Sejak diluncurkan, Binance berharap bahwa suplai BNB hanya dibatasi di angka 200 juta keping saja.  Namun, sesuai hukum ekonomi, suplai yang lebih tinggi dibanding permintaan tentu bisa akan membuat harga suatu barang jatuh.

Sehingga, Binance mengintervensi dari sisi suplai BNB dengan cara “membakar koin” demi menjaga suplai Binance Coin tetap stabil. Pembakaran koin itu tentu akan menyebabkan suplai BNB terus menipis, sehingga harganya pun tidak anjlok. Nah, fitur inilah yang membuat pecinta aset kripto sangat senang mencari cuan dari trading Binance Coin.

Mekanisme Coin Burn Binance Coin

Sejak awal, Binance sudah berencana untuk melakukan coin burn setiap kuartal setiap tahunnya sampai suplai BNB beredar mencapai 100 juta keping. Alias, setengah dari total BNB beredar yakni 200 juta.

Adapun saat ini suplai Binance Coin tercatat 153 juta keping. Sehingga, Binance masih perlu terus membakar koinnya hingga mencapai level yang dimaksud. Para analis sendiri memprediksi bahwa proses burn sendiri akan berlangsung lebih dari lima tahun.

Istilah coin burn Binance Coin ini mirip sekali dengan aksi buyback yang dilakukan oleh pemilik saham untuk mendongkrak harga sahamnya di pasar modal. Nah, dalam dunia aset kripto, coin burn adalah pembelian kembali token BNB untuk menjaga harganya tetap stabil.

Bagaimana caranya Binance mengetahui jumlah Binance Coin yang dibakar setiap bulannya? Yakni, dengan mendasarkannya pada volume trading BNB yang terjadi dalam tiga bulan sebelumnya.

Jangan bayangkan proses coin burn seperti benar-benar membakar koin ya, Sobat Cuan. Sebab, proses pembakaran koin ini tentu menggunakan fungsi burn yang terdapat di smart contract milik protokol Binance.

Adapun mekanisme pembakaran koin BNB adalah sebagai berikut.

  1. Pemilik koin akan menggunakan fungsi burn pada sistem Binance. Di situ, mereka akan menulis jumlah koin yang ingin dibakar pada kuartal tersebut.
  2. Kontrak kemudian akan memverifikasi bahwa pemilik koin memang benar-benar memiliki Binance Coin di dompet digital mereka.
  3. Permintaan burn tidak akan berhasil jika koin yang mereka miliki tidak cukup
  4. Namun, jika yang terjadi sebaliknya, maka koin-koin tersebut akan otomatis dikurangi dari dompet digital mereka untuk selamanya.

Ketika Binance Coin masih berada di atas jaringan blockchain Ethereum, Binance akan membakar koin menggunakan fitur smart contract di dalamnya.

Kapan Coin Burn Terakhir Dilakukan?

Adapun coin burn terakhir dilakukan pada April lalu, di mana Binance telah membakar lebih dari 1 juta token BNB bernilai US$595 juta. Ini merupakan pembakaran yang terjadi ke-15 sejak aset kripto ini diluncurkan.

Dari segi nilai, coin burn ini merupakan pembakaran token BNB terbesar yang pernah dijalankan. Ini lantaran harga BNB telah melompat 16 kali lipat sepanjang kuartal I lalu dari US$35 per keping menjadi US$600. Hal tersebut bisa terlihat dari grafik berikut.

Sumber: The Block Research

Coin burn pada April tersebut mengindikasikan bahwa Binance telah membakar 15,3% dari total suplai BNB sebesar 200 juta koin. Sehingga, Binance hanya tinggal membakar sisa 35%-nya saja.

Bagaimana Dampak Coin Burn Terhadap Harga Binance Coin?

Beberapa analis berpandangan, mekanisme coin burn akan berdampak pada harga BNB yang positif. Hal tersebut juga sudah terefleksi dari harga token BNB yang berhasil unggul dari token terbesar secara kapitalisasi pasar, Bitcoin, bahkan hampir 100% pada bulan April lalu.

Selain itu, pada tahun ini saja, Binance Coin sudah melesat sebanyak 1.300% dan lebih dari 43.000% sejak aksi Initial Coin Offering (ICO) pertama kali dilakukan pada tahun 2017.

Jadi apakah kedepannya harga token BNB bisa terus melesat sejalan dengan aksi burn coin yang dilakukan? Tidak ada yang tahu. Tetapi, paling tidak, dari pergerakan harganya yang sudah terlihat sejak awal pertama kali dirilis, Sobat Cuan bisa melihat bagaimana prospek kedepannya.

Sobat Cuan tentu tidak sabar kan untuk menggenggam Binance Coin? Yuk, tunggu kehadirannya di Pluang!

Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Block Crypto, Binance, Benzinga



Sumber : pluang.com

Bagaimana Nasib Saham Coca-Cola ke Depan Pasca Digocek Ronaldo?

Beberapa pekan lalu, saham Coca Cola (NYSE:KO) menjadi sorotan publik. Betapa tidak, harga saham perusahaan minuman ringan berkarbonasi paling terkenal sejagad itu merosot hingga menyentuh level US$54,67.

Hal itu terjadi setelah aksi mega bintang sepak bola, Christiano Ronaldo saat konferensi pers Piala Eropa memilih untuk meminum air mineral ketimbang Coca Cola sembari menyingkirkannya.

Merosotnya harga saham Coca Cola tersebut langsung terjadi begitu Ronaldo lebih memilih minuman mineral. Setelah konferensi pers berlangsung, saham minuman bersoda itu langsung anjlok ke angka US$55,22 per saham. Padahal, nilai saham Coca Cola masih di angka US$56,10 per lembar.

Alhasil, hal sepele yang dilakukan oleh pemain Juventus itu diduga sukses membuat kapitalisasi pasar Coca Cola lenyap US$4 miliar. Alias, sekitar Rp58,10 triliun dalam sekejap. Ternyata, Ronaldo yang memiliki hampir 300 juta pengikut di Instagram itu di nilai sangat mumpuni dalam menggerakkan pasar.

Tapi, apakah justru peristiwa ini membuka masa depan yang buruk bagi saham Coca Cola? Lantas, bagaimana seharusnya investor pasar modal memaknai peristiwa tersebut?

Baca juga: Tips dan Pelajaran dari Investasi Cryptocurrency

Benarkah “Ronaldo Effect” Mengguncang Saham Coca Cola?

Hanya saja, beberapa analis memilih untuk meyakini bahwa gestur Ronaldo tidak serta merta bikin harga saham Coca Cola anjlok. Salah satu argumen tersebut dilontarkan tim riset dari lembaga manajemen investasi, Canterbury Investment Management.

Mereka beralasan bahwa harga saham Coca Cola memang tengah mengalami koreksi teknikal yang normal pada saat itu. Sialnya, koreksi tersebut terjadi bertepatan setelah sang superstar sepak bola itu memberikan konferensi pers. Akhirnya, terciptalah cocoklogi antara keduanya.

Canterbury mendasarkan argumennya pada analisis teknikal saham Coca Cola saat itu.

Menjelang konferensi pers berlangsung, saham Coca Cola terlihat terus menciptakan titik support dan resistance baru yang mengarah ke uptrend. Hanya saja, saat konferensi pers itu berlangsung, saham tersebut gagal menembus titik resistance berikutnya.

Hal itu, menurut mereka, murni disebabkan oleh pergerakan penawaran dan permintaan di pasar saham. Ketika trader melihat tren kenaikan di sebuah harga aset, sudah barang tentu aksi jual akan lebih besar dibanding aksi beli.

Coca-Cola (KO) chart
Sumber: Canterbury Investment Management

Makanya, perusahaan manajemen itu mengatakan bahwa koreksi yang terjadi saat itu terbilang normal lantaran dinamika ini sering terjadi di pasar saham. Hanya saja, gagalnya saham Coca Cola menembus titik resistance baru ini terjadi setelah Ronaldo memindahkan dua botol Coca Cola tersebut.

Lebih lanjut, mereka berkesimpulan bahwa gestur Ronaldo itu hanya menciptakan “market noise”. Yakni, fluktuasi harga saham harian yang sebenarnya tidak begitu berpengaruh ke performa saham secara keseluruhan.

Mereka juga mengatakan bahwa harga aset pasar tetap dipengaruhi oleh mekanisme permintaan dan penawaran. Bukan semata-mata gerak-gerik sosok populer yang disorot oleh media.

Apakah Aksi Ronaldo Bikin Prospek Saham Coca Cola Redup?

Karena disebut market noise, tentu saja hal itu tidak akan mempengaruhi indikator utama yang menjadi pondasi harga saham Coca Cola. Yakni, aspek fundamentalnya. Bahkan, beberapa analisis mengatakan bahwa fundamental Coca Cola masih akan mumpuni sepanjang tahun ini.

1. Proyeksi Morgan Stanley

Perusahaan investment bank asal AS Morgan Stanley mengatakan bahwa penjualan Coca Cola diprediksi akan membaik. Ya, meski pada April lalu perusahaan ini membukukan penurunan penjualan sebesar 25% di kuartal I 2021, namun optimisme ekonomi AS diharapkan akan bikin penjualannya moncer kembali.

Mengapa demikian? Saat ini Coca Cola termasuk ke dalam sektor consumer staples di dalam S&P 500. Adapun, barang-barang besutan perusahaan yang bergerak di dalamnya biasanya akan mengalami peningkatan pendapatan saat daya beli masyarakat membaik.

Alhasil, Morgan Stanley meramal bahwa saham Coca Cola di akhir tahun ini bisa mencapai US$64 per lembar. Angka itu bertumbuh 18,58% dibanding harga saat ini US$54 per lembar. Bahkan, angka tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya yakni US$60 per lembar.

“Coke akan merilis pemulihan konsensus top-line (penjualan) di atas rata-rata hingga tahun 2022,” jelas analis Morgan Stanley Dara Mohnesian dalam risetnya.

Beberapa analis memproyeksikan bahwa Coca Cola hanya akan memulihkan sekitar 35% dari penurunan penjualan di tahun 2020 selama dua tahun mendatang. Prediksi tersebut bisa diartikan bahwa angka penjualan Coca Cola akan berada jauh di bawah produk konsumen sejenis yang tingkat pemulihannya berkisar di angka 70% hingga 80%.

Namun, Morgan Stanley memilih optimistis. Menurutnya, restrukturisasi biaya produksi dan operasional yang dilakukan perusahaan saat ini seharusnya juga menjadi pertimbangan memproyeksi harga sahamnya ke depan.

2. Proyeksi Trefis

Di sisi lain, lembaga riset Trefis juga mengatakan bahwa optimisme ekonomi AS bisa membawa angka penjualan Coca Cola terbang di 2021. Untuk itu, mereka memperkirakan bahwa pendapatan Coca Cola Amerika Utara akan naik dari US$13,5 juta di tahun lalu menjadi US$15 juta di tahun ini.

Alhasil, hingga akhir tahun ini, lembaga tersebut meramal bahwa harga saham Coca Cola bisa menembus US$59,54 per lembar. Atau, naik sekitar 10% dari posisi saat ini di kisaran US$54 per lembar.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu juga tertarik kecipratan cuan Coca Cola? Yuk, segera investasi di Pluang S&P 500!

Di Pluang, kamu bisa mengakses 500 perusahaan top AS, termasuk Coca Cola, hanya dalam satu genggaman aplikasi saja, lho. Yuk, investasi sekarang!

(Baca juga: Harganya Turun, Sepenting Apa Sih Investasi Ethereum di Portofolio Kamu?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Nasdaq, Barrons, Treffi



Sumber : pluang.com

2. Stop Order – Cara Menggunakan Stop Order di Aplikasi Pluang

Hi Sobat Cuan! Suka ketinggalan momentum kalau trading kripto? Merasa kesusahan untuk membatasi kerugian di pasar yang volatile? Tenang saja, Pluang merilis Stop Orders buat mengatasi itu semua. Simak selengkapnya untuk memahami cara menggunakan Stop Order di aplikasi Pluang!

2.1 Mengenal Stop Order di Aplikasi Pluang

Stop Order adalah salah satu tipe Advanced Order yang pengguna bisa dimanfaatkan pada saat trading Kripto maupun Saham AS. Berlaku buat pesanan beli maupun jual, pengguna bisa memicu transaksi beli ataupun jual jika harga pasar aset mencapai harga titik tertentu, yang dikenal sebagai “Stop Price”. 

 

Catatan: Ilustrasi pembelian dan penjualan aset kripto dengan menggunakan Stop Order

Apa saja yang perlu ditentukan pada saat membuat Stop Order? Untuk Stop Order ada dua hal penting yang pengguna perlu menentukan pada saat membuat ordernya di aplikasi Pluang:

  • Stop Price: harga yang ditentukan oleh pengguna dimana pesanan hanya akan tereksekusi jika harga pasar mencapai atau melampaui Stop Price ini.
  • Jumlah pembelian/penjualan: kuantitas aset yang ingin dibeli atau dijual secara nilai Rupiah atau unit aset.

Selain itu, ada beberapa hal yang Sobat Cuan perlu diperhatikan mengenai Stop Order

Stop Order untuk Kripto:

  • Untuk menempatkan Stop Order, nilai pesanan harus seminimalnya R10.000. Untuk nilai maksimal, bisa ditemukan di halaman Biaya Dan Batas Transaksi Kripto.
  • Setiap Stop Order ada risiko Slippage. Risiko slippage, adalah potensi perbedaan antara Stop Price yang ditentukan penggunaan dan harga eksekusi sebenarnya.
  • Stop Order yang terpasang akan berlaku selama 90 hari.

Stop Order untuk Saham AS:

  • Untuk menempatkan Limit Order, nilai pesanan harus seminimalnya 1 unit saham dan tidak ada batas maximum.
  • Kamu perlu menentukan jam trading dimana kamu ingin ordernya di eksekusikan. Ada dua pilihan untuk hal ini:
    • Hanya Jam Reguler: dimana order kamu hanya akan tereksekusi di dalam jam perdagangan saja
    • Termasuk Jam Pre-Market: dimana order kamu bisa tereksekusi di dalam jam perdagangan biasa atau jam Pre-Market
  • Kamu perlu menentukan masa berlaku order limit yang terpasang. Ada dua opsi:
    • Day: dimana order akan berlaku selama 1 hari perdagangan
    • GTC (Good Till Canceled): dimana order akan aktif untuk 30 hari hingga order tersebut tereksekusi atau kamu batalkan.

2.2 Cara Membuat Stop Order di Aplikasi Pluang

Untuk Kripto, Sobat Cuan bisa simak video ini untuk memahami cara membuat pesanan Stop Order

Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

Untuk Saham AS, Sobat Cuan bisa simak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang ini untuk memahami cara membuat pesanan Stop Order 

2.3 Skenario seperti apa yang tetap untuk memanfaatkan Stop Order?

Untuk skenario beli, Stop Order bisa dimanfaatkan untuk memicu entry kepada sebuah trade dimana, misalnya, investor mengantisipasi keuntungan dari perubahan harga.

Sebagai contoh, Sobat Cuan sebagai trader sedang memantau kripto Ethereum (ETH) dan pada saat ini, harga pasar koin tersebut berada di sekitar Rp45.000.000 per unit. Sesuai analisa, Kamu mengantisipasikan harga ETH akan melewati resistance level ini. Oleh kerana itu, Kamu ingin masuk ke pasar untuk menangkap potensi pergerakan naik yang didorong oleh momentum. Untuk melaksanakan strategi ini, Kamu bisa membuat Buy Stop Order dan menentukan Stop Price sedikit di atas resistance level, misalnya pada harga Rp47.000.000. Dengan konfigurasi ini, pesanan beli akan tereksekusi pada saat harga pasar mencapai atau melewati Stop Price Rp47.000.000. Jika harga tidak mencapai Rp47.000.000, pesanan beli kamu tidak akan dieksekusi dan jika harga pasar tidak mencapai Stop Price yang telah ditentukan sehingga 90 hari*, maka ordermu akan menjadi kadaluarsa.

*Catatan: Untuk Kripto Stop Order, pesanan akan berlaku untuk 90 hari. Untuk Stop Order di Saham AS, ordermu akan kadaluarsa sesuai dengan masa berlaku yang kamu tentukan pada saat membuat Stop Ordernya

Selain dari skenario pembelian, Stop Order bisa ditempatkan untuk membatasi kerugian dari sebuah trade jika pasar sedang menurun.

Sebagai contoh, Sobat Cuan sebagai trader memiliki kripto Ethereum (ETH) yang kamu beli pada saat harga pasar Rp48.000.000 per koin. Dalam mengantisipasi potensi untuk penurunan pasar, Kamu ingin membuat order Sell Stop Order untuk membatasi kerugian dari trade yang sedang berlaku. Sesuai strategi dan toleransi risiko kamu, kamu ingin memicu pesanan untuk jual ETH jika harga menurun ke Rp46.500.000 atau lebih rendah. Untuk mengatasi ini, Kamu bisa membuat Sell Stop Order dengan Stop Price seharga Rp46.500.000dimana jika harga pasar menurun ke Rp46.500.000 atau lebih rendah, ini akan memicu pesanan jual sehingga membantu kamu meminimalkan kerugian.

Cara penggunaan Stop Order yang kita bahas diatas dapat diaplikasikan ke strategi Sobat Cuan saat trading Kripto maupun Saham AS. Sesuai contoh-contoh ini, Stop Order bisa dimanfaatkan untuk memicu transaksi beli maupun jual jika harga pasar sebuah aset mencapai awat melewat level tertentu. Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB. Kamu juga bisa menyimak tanya jawab umum mengenai fitur Crypto Advanced Orders di laman Pertanyaan Umum Tentang Crypto Advanced Order dan menyimak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang untuk informasi lebih lanjut mengenai Saham AS.

Baca juga:



Sumber : pluang.com

3. Stop-Limit Order – Cara Menggunakan Stop-Limit Order di Aplikasi Pluang

Hi Sobat Cuan! Bingung nyari jalan tengah antara menangkap momentum yang tepat dan mengendalikan harga beli? Cobalah Stop-Limit Order di aplikasi Pluang! Sesuai namanya, tipe order ini adalah kombinasi dari Stop Order dan Limit Order dimana pengguna bisa mengoptimalkan entry maupun exit lewat pengendalian harga beli atau jual dan kriteria dimana transaksi akan terpicu. Simak selengkapnya untuk memahami cara menggunakan Stop-Limit Order di aplikasi Pluang!

3.1 Mengenal Stop-Limit Order di Aplikasi Pluang

Stop-Limit Order adalah kombinasi dari dua tipe order, yaitu Stop Order dan Limit Order yang memungkinkan pengguna untuk mengendalikan eksekusi perdagangan dengan lebih presisi. Dalam Stop-Limit Order, pengguna menentukan dua harga, yaitu Stop Price dan Limit Price. Ketika harga pasar mencapai atau melewati Stop Price, pesanan akan menjadi Limit Order yang aktif, dan akan terisi pada Limit Price yang ditetapkan atau harga yang lebih baik. Dengan menggunakan Stop-Limit Order, pengguna dapat menghindari risiko slippage karena mereka dapat membatasi harga eksekusi pesanan mereka, sambil tetap memanfaatkan keuntungan dari gerakan harga yang diantisipasi. Namun, perlu diingat bahwa eksekusi pesanan tidak dijamin terjadi jika harga pasar tidak mencapai Stop Price yang ditetapkan oleh pengguna. Oleh karena itu, penting bagi pengguna untuk memahami risiko dan mempertimbangkan kondisi pasar dengan cermat sebelum menggunakan tipe order ini.

 

Catatan: Ilustrasi pembelian dan penjualan aset kripto dengan menggunakan Stop-Limit Order

Apa saja yang perlu ditentukan pada saat membuat Stop Order?
Untuk Stop Order ada dua parameter penting yang pengguna perlu menentukan pada saat membuat ordernya di aplikasi Pluang:

  • Stop Price: harga yang ditentukan oleh pengguna dimana pesanan hanya akan diaktifkan jika harga pasar mencapai atau melampaui Stop Price ini.
  • Limit Price: harga maksimum atau minimum yang pengguna bersedia kamu bayar atau terima untuk sebuah aset.
  • Jumlah pembelian/penjualan: kuantitas aset yang ingin dibeli atau dijual secara nilai Rupiah atau unit aset.

Apa saja yang perlu ditentukan pada saat membuat Stop Order? Selain itu, ada beberapa hal yang Sobat Cuan perlu diperhatikan mengenai Stop-Limit Order

Stop-Limit Order Untuk Kripto:

  • Untuk menempatkan Stop-Limit Order, nilai pesanan harus seminimalnya R10.000. Untuk nilai maksimal, bisa ditemukan di halaman Biaya Dan Batas Transaksi Kripto.
  • Stop-Limit Order yang terpasang akan berlaku selama 90 hari.

Stop-Limit Order untuk Saham AS:

  • Untuk menempatkan Stop-Limit Order, nilai pesanan harus seminimalnya 1 unit saham dan tidak ada batas maximum.
  • Kamu perlu menentukan jam trading dimana kamu ingin ordernya di eksekusikan. Ada dua pilihan untuk hal ini:
    • Hanya Jam Reguler: dimana order kamu hanya akan tereksekusi di dalam jam perdagangan saja
    • Termasuk Jam Pre-Market: dimana order kamu bisa tereksekusi di dalam jam perdagangan biasa atau jam Pre-Market
  • Kamu perlu menentukan masa berlaku order limit yang terpasang. Terdapat dua opsi:
    • Day: dimana order akan berlaku selama 1 hari perdagangan
    • GTC (Good Till Canceled): dimana order akan aktif untuk 30 hari hingga order tersebut tereksekusi atau kamu batalkan.

3.2 Cara Membuat Stop-Limit Order di Aplikasi Pluang

Untuk Kripto, Sobat Cuan bisa simak video ini untuk memahami cara membuat pesanan Stop-Limit Order:

Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

Untuk Saham AS, Sobat Cuan bisa simak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang ini untuk memahami cara membuat pesanan Stop-Limit Order.

3.3 Skenario seperti apa yang tetap untuk memanfaatkan Stop-Limit Order?

Untuk pesanan beli, salah satu skenario dimana Stop-Limit Order bisa dimanfaatkan adalah jika pengguna ingin mengoptimalkan entry mereka ke subah trade dan mengantisipasi adanya Pullback.

Minalnya Sobat Cuan telah melakukan analisis mendalam terhadap kripto Solana (SOL) dimana saat ini harga pasar koin tersebut adalah Rp1.650.000 per unit dan menunjukkan tren naik. Namun Sobat Cuan percaya bahwa begitu harga mencapai resistance level di Rp1.700.000, akan terjadi penurunan harga sementara, yang dikenal sebagai Pullback, dimana harga akan ditemu dengan support level di Rp1.600.000 sebelum kembali ke tren naik. Sobat Cuan ingin memasuki pasar hanya pada saat pullback ini untuk memaksimalkan keuntungan dari pergerakan naik selanjutnya yang diantisipasikan.

Maka, Sobat Cuan bisa menggunakan Stop-Limit Order untuk mencapai tujuan ini. Sobat Cuan menetapkan Stop Price sebesar Rp1.700.000 dan Limit Price sebesar Rp1.600.000. Jika harga pasar mencapai Stop Price Rp1.700.000, pesanan beli akan menjadi aktif sebagai Limit Order dengan harga maksimum Rp1.600.000. Dengan demikian, Sobat Cuan dapat memasuki pasar pada harga yang lebih rendah sesuai dengan proyeksinya, sambil tetap mengendalikan harga eksekusi dengan presisi menggunakan Limit Order.

Selain untuk pembelian, Stop Order bisa ditempatkan untuk mengamankan keuntungan dari sebuah trade jika pasar sedang menurun.

Sebagai contoh, Sobat Cuan memiliki kriptoSolana (SOL) yang dibeli pada harga pasar Rp1.350.000 per koin, dan saat ini harga pasar telah naik menjadi Rp1.750.000 per koin. Sobat Cuan ingin mengamankan keuntungan tersebut dengan menjual koin ABC jika harga turun kembali ke Rp1.650.000 per koin.

Dengan menggunakan Stop-Limit Order, Sobat Cuan menetapkan Stop Price sebesar Rp1.650.000 dan Limit Price sebesar Rp1.600.000. Jika harga pasar turun dan mencapai atau melewati Stop Price $280, pesanan jual akan aktif sebagai Limit Order dengan harga minimum Rp1.650.000. Dengan demikian, Sobat Cuan dapat menjual koin SOL dengan harga yang diinginkan atau yang lebih baik, mengamankan keuntungan dari trade tersebut tanpa harus terjebak dalam pergerakan harga yang tidak diinginkan.

Cara penggunaan Stop Order yang kita bahas diatas dapat diaplikasikan ke strategi Sobat Cuan saat trading Kripto maupun Saham AS. Sesuai contoh-contoh ini, Stop-Limit Order dapat dimanfaatkan untuk memicu Limit Order pada saat harga pasar  harga pasar sebuah aset mencapai awat melewat level tertentu. Untuk informasi dan pertanyaan lebih lanjut, kamu dapat menghubungi layanan 24 jam Pluang Care melalui menu live-chat, email di tanya@pluang.com atau hotline di (021) 8063 0065 pada hari Senin s/d Jumat pukul 09.00 – 18.00 WIB. Kamu juga bisa menyimak tanya jawab umum mengenai fitur Crypto Advanced Orders di laman Pertanyaan Umum Tentang Crypto Advanced Order dan menyimak artikel Bagaimana cara membeli Saham AS di Pluang untuk informasi lebih lanjut mengenai Saham AS.

Baca juga:



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan, Simak 5 Hal Esensial yang Perlu ada di Financial Planning!

Sobat Cuan, apakah kamu percaya bahwa masa depanmu tidak selalu tergantung dengan besaran gaji atau penghasilanmu? Ya, benar sekali. Jangan jadikan penghasilanmu sebagai batu sandungan mencapai hidup yang lebih mumpuni. Sebab, kamu masih bisa mencapainya dengan financial planning yang baik!

Membuat financial planning sebetulnya mudah untuk dilakukan. Hanya saja, kamu perlu disiplin dan sabar dalam menjalankannya. Kalau kamu merasa menyerah di tengah jalan, ketahuilah bahwa perencanaan keuangan memiliki manfaat yang banyak untukmu.

Selain kedua hal itu, kamu juga perlu mengetahui lima dasar perencanaan keuangan yang benar-benar paling dasar sebelum memulainya. Nah, apa saja lima hal dasar dalam perencanaan keuangan tersebut?

5 Hal Dasar Financial Planning

1. Budgeting

Basis awal dari memahami budgeting adalah memahami apa kebutuhan dan keinginanmu. Setelah itu, kamu bisa melakukan budgeting sebenarnya, yakni menyusun daftar pengeluaran rutin bulanan kamu berdasarkan pemasukan kamu.

Daftar ini akan memberikan kamu pemetaan terhadap pos-pos pengeluaranmu. Peta itu bisa jadi tolok ukur kamu dalam membuat strategi finansial yang menguntungkan kamu di masa depan.

Peta pengeluaran ini juga akan membuatmu berhenti sejenak dan berpikir logis saat akan membeli sesuatu. Bisa jadi itu hanya dorongan sesaat, atau malah langkah cerdas untuk membantumu berhemat di waktu-waktu berikutnya.

Bagaimana cara membuta bajet? Cara tersimpel adalah dengan mencatatnya di kertas. Tapi saat ini sudah banyak kok aplikasi budgeting yang akan membudahkan kamu membuat fondasi dasar perencanaan keuangan.

2. Memotong Pengeluaran

Peta pengeluaran akan membuatmu memahami area mana yang sudah efisien dan yang masih bisa ditekan. Misalkan saja, rata-rata orang Amerika Serikat 50 tahun lalu menghabiskan 30% gajinya untuk belanja kebutuhan sehari-hari. Tapi, mereka kini bisa menekannya hingga 15-20% perbulan berkat adanya peta pengeluaran.

Budgeting kamu mungkin berbeda dari orang lain sesuai kebutuhanmu. Kamu mungkin memerlukan pengeluaran lebih besar di satu pos dibanding orang lain. Namun, penting untukmu mengevaluasi secara berkala pos tersebut dan membuat keputusan finansial yang lebih efisien.

Menghemat pengeluaran penting agar ruang finansialmu bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti melunasi utang dan berinvestasi.

Baca juga: Yuk, Ketahui Cara Mengetahui dan Menentukan Limit Kartu Kredit di Sini!

3. Bebas Utang

Utang sebetulnya bukan sesuatu yang buruk selama kamu bisa mengelolanya dengan disiplin. Namun, hidup ini akan terasa lebih menyenangkan tanpa utang, bukan?

Apalagi kalau utang kamu memiliki bunga yang tinggi seperti berutang dengan kartu kredit atau paylater. Melunasinya akan membuatmu hemat bunga dan admin.

Cara termudah untuk melunasi utang saat keuanganmu masih terbatas adalah berusaha membayarnya melebihi jumlah minimum. Sementara itu, coba cari cara untuk melunasinya langsung dengan menghemat pengeluaran lain, atau cari pemasukan tambahan ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Biar Gaji Jakarta Gak Ambyar, Simak 10 Cara Tekan Biaya Hidup di Jakarta!

4. Tabungan Pensiun. Financial Planning demi Masa Depan

Orangtua kerap memintamu ikut CPNS dan jadi abdi negara, salah satunya karena CPNS dianggap pekerjaan yang menjamin hari tuamu. Kamu boleh saja tidak sepakat dengan anjuran tersebut, tapi mengenai simpanan hari tua mereka ada benarnya.

Memiliki simpanan untuk masa pensiun sangatlah penting. Apa kamu mau kerja serabutan selepas pensiun nanti demi memenuhi kebutuhan hidup?

Tabungan ini sebaiknya mulai disisihkan sedini mungkin, semakin muda semakin baik. Begitu kapital investasimu terbentuk, uang akan berkerja untukmu sementara kamu bisa hidup bersantai di hari tua.

Kamu bisa membuat tabungan pensiun melalui lembaga khusus atau membentuk portofoliomu sendiri. Kamu juga bisa merancang sendiri berapa pendapatan pasifmu nanti saat sudah terlalu tua untuk bekerja lagi.

Tidak perlu jadi PNS, kalau kamu disiplin berinvestasi, pensiunmu bisa tetap gemah ripah loh jinawi!

Baca juga: Strategi Investasi Reksadana DCA vs Lump Sum: Mana yang Paling Oke?

5. Financial Planning Makin Komplet dengan Asuransi

Proteksi perencanaan keuangan kamu dengan asuransi. Ini penting sekali ya, Sobat Cuan. Banyak orang gagal jadi sultan karena hal tidak terduga seperti menderita penyakit berat, atau terkena bencana alam.

Tidak ada yang bisa memprediksi kejadian alam atau nasib seseorang. Tidak seperti pasar, takdir memiliki tren yang hanya diketahui Tuhan.

Tapi, kamu bisa meminimalisir dampak negatif terhadap kamu dan keluarga dengan membeli sejumlah polis asuransi. Asuransi kesehatan adalah yang terpenting. Selain itu, kalau kamu punya cicilan di bank atau kartu kredit, membeli polis asuransi jiwa akan membuat keluargamu hidup tenang jika sewaktu-waktu kamu berpulang.

Proteksi kendaraan dan rumah dengan asuransi kecelakaan dan bencana alam juga perlu kamu pertimbangkan. Banyak sekali manfaatnya, misalkan saja jika dijalan mobil mulusmu terserempet kamu tidak perlu cepat naik darah, kan?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Balance



Sumber : pluang.com