Category: Pluang

  • Simak Langkah Diversifikasi Cryptocurrency bagi Pemula di Sini!

    Belakangan ini, pecinta aset kripto pemula mungkin tertarik masuk pasar cryptocurrency lantaran terbuai dengan cuannya yang menggelegar beberapa waktu lalu. Hanya saja, mereka mungkin kurang memahami langkah yang perlu dilakukan ketika pasar kripto lagi amburadul.

    Padahal, bagi pemula, salah satu langkah mudah untuk mengantisipasi buntung dari anjloknya harga kripto adalah dengan diversifikasi cryptocurrency. Ya, sesimpel itu saja.

    Apalagi strategi tersebut bisa kamu lakukan saat ini juga, mengingat momentumnya pun cukup pas. Apa alasannya?

    Seperti yang kita tahu, saat ini harga dua jawara aset kripto yakni Bitcoin dan Ethereum masih belum bangkit setelah mencapai titik tertingginya di April dan Mei.

    Kala itu, token Bitcoin (BTC) dan juga Ethereum (ETH) sempat berada di posisi puncak dengan harga masing-masing menembus US$60.000 dan US$4.375 per token. Sayangnya, kini masing-masing token diperdagangkan di kisaran US$34.000 dan US$2.300 per keping.

    Nah, di periode yang penuh gejolak dan volatil seperti ini, tentu saja kamu disarankan “menyebar” risiko investasimu ke aset yang lain. Tujuannya, tentu saja agar penurunan nilai portofolio kriptomu, yang berisikan satu jenis koin saja, tak serta. merta bikin frustrasi.

    Namun, bagaimana cara diversifikasi yang benar ketika investasi cryptocurrency? Selain itu, apa saja manfaat yang bisa kamu petik dari diversifikasi tersebut? Yuk, simak artikel ini hingga habis ya, Sobat Cuan!

    Baca juga: Harga Bitcoin, Ethereum, dan Cryptocurrency Lain Diprediksi Meroket

    Penjelasan Singkat Diversifikasi Cryptocurrency

    Pada dasarnya, diversifikasi adalah tindakan untuk berinvestasi di berbagai macam jenis aset sebagai bagian dari manajemen risiko investasi. Dengan diversifikasi, artinya kamu melindungi portofolio investasimu dari risiko-risiko yang akan menurunkan nilai portofoliomu, yang sangat mungkin terjadi di masa depan.

    Sementara itu, diversifikasi cryptocurrency adalah membagi risiko investasi yang ada di aset kripto sesuai dengan sentimen dan juga cara kerja masing-masing aset kripto yang ada di pasaran.

    Dengan kata lain, Sobat Cuan tidak hanya membeli satu token tertentu saja, melainkan membeli aset kripto lainnya demi mengurangi eksposur risiko yang ditimbulkan oleh satu jenis cryptocurrency. Bagaimana contohnya?

    Misalnya seperti ini. Anggap saja Sobat Cuan memiliki uang Rp100 juta dan dihadapkan pada dua opsi: Membeli Bitcoin saja atau membeli Bitcoin dan ETH masing-masing bernilai Rp50 juta.

    Sekarang bayangkan jika kamu memilih opsi pertama dan bayangkan jika harga BTC ternyata turun 25% sebulan mendatang. Pastinya, nilai portofolio cryptocurrency kamu sekarang tersisa Rp75 juta saja, bukan?

    Nah, sekarang, bandingkan jika kamu memilih opsi kedua dengan asumsi sama, yakni harga BTC amblas 25% dalam sebulan. Bedanya, kini dalam waktu bersamaan, ternyata harga ETH naik 10%. Lantas, posisi portofolio kamu pun akan menjadi Rp37,5 juta dalam bentuk BTC dan Rp55 juta dalam bentuk ETH, atau total Rp92,5 juta.

    Nah, jadi mending mana Sobat Cuan? Diversifikasi cryptocurrency milikmu? Atau tetap setia dengan satu jenis koin saja?

    Mengapa Harus Diversifikasi Cryptocurrency?

    Alasan pentingnya adalah melindungi nilai portofoliomu dari pasar yang bergejolak. Mengapa demikian?

    Sobat Cuan harus paham bahwa setiap instrumen investasi memiliki performa yang berbeda-beda. Dengan kata lain, jika satu instrumen investasi anjlok, bukan berarti instrumen lainnya pun bernasib seperti demikian. Sehingga, kerugianmu berinvestasi di satu instrumen bisa “diimbangi” dengan keuntunganmu di aset lainnya.

    Selain itu, manfaat lainnya adalah bikin kamu tidak melewatkan potensi cuan di instrumen lainnya.

    Anggap saja seperti ini. Kamu fans garis keras BTC sehingga kamu menggenggamnya terus dan enggan diversifikasi. Padahal, di waktu yang sama, ETH sedang mencapai rekor tertingginya. Artinya, kamu melewatkan kesempatan hujan cuan dari ETH begitu saja, bukan?

    Ya, ketika semua aset kripto yang dimiliki bertumbuh, maka keuntungan yang kamu dapatkan juga bisa menjadi bertambah. Semakin banyak jenis koin yang dimiliki, semakin tinggi juga peluang mendapatkan imbal hasil yang signifikan.

    Tetapi ingat, yang namanya investasi selalu terdapat risiko yang mengikutinya, oleh karena itu, pelajari dengan baik mana aset kripto yang cocok untuk investasi kamu.

    Baca juga: Mau Diversifikasi Reksadana? Simak Tips dan Angka Idealnya di Sini!

    Metode Diversifikasi Portofolio Cryptocurrency

    Sekarang, kamu sudah tahu manfaat dan alasan kenapa kamu harus melakukan diversifikasi. Yang perlu kamu lakukan berikutnya adalah mengamalkannya agar cuan aset kriptomu makin aman, khususnya untuk situasi saat ini.

    Untungnya, terdapat beberapa metode diversifikasi cryptocurrency yang bisa dilakukan oleh pemula. Yuk, simak beberapa di antaranya!

    1. Diversifikasi Sesuai dengan Tingkat Risiko

    Masih ragu diversifikasi dengan menambah aset kripto yang lain karena takut sama-sama fluktuatif? Jangan khawatir! Kamu tetap bisa memitigasi risikomu dengan mendiversifikasikannya ke jenis investasi lain. Tentunya, instrumen tersebut pun harus memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibanding aset kripto.

    Beberapa instrumen yang bisa kamu pilih misalnya adalah emas atau mungkin reksa dana. Utamanya, reksa dana pasar uang. Sebab, reksa dana pasar uang lumrah digunakan sebagai diversifikasi bagi investor ketika kinerja pasar modal atau investasi lainnya sedang tiarap.

    Lantas, berapa nilai uang yang perlu kamu tanamkan di instrumen-instrumen tersebut? Beberapa perencana keuangan mengatakan bahwa 30% dari total alokasi dana investasimu sudah cukup untuk mengurangi eksposur risiko dari satu instrumen investasi tertentu.

    2. Diversifikasi Cryptocurrency Berdasarkan Nilai Investasimu

    Nah, kalau kamu sudah berani diversifikasi investasi aset kriptomu, mungkin kamu bisa memulainya dengan satu konsiderasi: Nilai investasimu.

    Kalau nilai portofolio investasi kriptomu terbilang mini, maka ada baiknya kamu diversifikasi di dua hingga tiga aset kripto saja. Mengapa demikian?

    Sobat Cuan perlu paham bahwa kamu pasti akan dibebani biaya admin dan biaya transaksi saat membeli aset kripto di platform exchange. Komponen biaya itu mungkin saja tak akan jadi persoalan jika memang kamu membelinya dalam nominal besar. Hanya saja, beban-beban tersebut tentu akan menggerus manfaat diversifikasi jika kamu pun membelinya dalam nominal yang rendah.

    Makanya, kamu harus perhatikan hal ini baik-baik. Jangan sampai, kamu berhasil menekan risiko volatilitas pasar kripto tapi juga dibebani biaya-biaya tinggi di waktu bersamaan.

    3. Diversifikasi Berdasarkan Nilai Guna Aset Kripto

    Mungkin Sobat Cuan bertanya-tanya tentang arti kalimat di atas.

    Ya, selain berdasarkan nilai investasi, kamu juga bisa berinvestasi di beragam aset kripto tergantung nilai gunanya. Masing-masing aset kripto memilki manfaat yang berbeda, di mana risikonya pun tentu saja ikut berbeda.

    Misalnya adalah Bitcoin. Sang raja kripto ini dikenal pecintanya sebagai token transaksional yang kini menjelma sebagai aset penyimpan kekayaan. Sifat BTC tersebut tentu saja berbeda dengan ETH yang digunakan sebagai “motor penggerak” aplikasi finansial terdesentralisasi (DeFi). Nah, sifat-sifat tersebut bisa kamu gunakan untuk modal diversifikasi.

    Di dalam kancah aset kripto, terdapat empat jenis koin yang bisa kamu gunakan untuk diversifikasi yang terdiri dari:

    1. Bitcoin. Aset kripto ini memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar, sehingga bisa memberikan keuntungan yang signifikan ketika pasar bullish. Apalagi, dengan suplai yang hanya 21 juta keping, Bitcoin pun sangat cocok sebagai alat penyimpan kekayaan di kancah kripto.
    2. ETH. ETH merupakan koin yang dipergunakan di lalu lintas DeFi. Nilai gunanya yang cukup tinggi menjadikan permintaan koin ini diprediksi akan moncer di masa depan. Sehingga, koin ini sangat cocok dijadikan pilihan diversifikasi aset kriptomu.
    3. Koin yang memberikan pendapatan pasif. Misalnya, kamu mencari koin yang akan mengalami hard fork, sehingga kamu pun bisa memiliki dua token berbeda meski awalnya menaruh dana di satu jenis token saja.
    4. Stablecoin. Koin ini merupakan aset kripto yang nilainya ditautkan (peg) dengan uang fiat. Sesuai namanya, stablecoin tidak memiliki kondisi yang volatil seperti aset kripto, sehingga cocok digunakan sebagai aset diversifikasi di kala pasar kripto sedang gonjang-ganjing.

    4. Jangan Kebanyakan Diversifikasi!

    Berinvestasi di banyak koin memang strategi jitu, Sobat Cuan. Asalkan kamu jangan lebay dalam mendiversifikasikan asetmu! Sebab, tindakan ini justru malah bikin kamu tak bisa mendulang cuan maksimal dari aset kripto yang lagi berkinerja mentereng.

    Anggap saja begini. Misalkan kamu mendiversikasikan asetmu di 15 aset kripto dengan nilai yang sama. Dua aset kripto sedang mengalami all time high, sementara 13 sisanya masuk ke zona merah. Artinya diversifikasi asetmu sama aja boong, kan?

    Jadi, tetap cermat dalam melihat situasi ya, Sobat Cuan! Salah satu bentuk kecermatan melihat situasi adalah dengan cermat memilih platform kripto yang bikin kamu diversifikasi dengan gampang. Hal itu, tentu saja, bisa kamu dapatkan di Pluang!

    Kamu bisa diversifikasikan aset kriptomu di reksa dana, emas, dan indeks S&P 500 hanya dalam satu aplikasi saja. Apalagi, kamu bisa mendiversifikasikan antar aset kripto pula lho, karena kamu bisa memiliki BTC, ETH, BNB, DOT, dan ADA di Pluang!

    Yuk, download Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Gemini, Crypterium



    Sumber : pluang.com

  • 3 Kiat Cari Cuan Menggunakan Support Resistance bagi Pemula

    Sobat Cuan mungkin kini sedang getol-getolnya trading, sehingga kamu mulai mempelajari indikator-indikator utama di analis teknikal. Salah satunya tentu adalah support dan resistance.

    Sekilas, support dan resistance terlihat mudah untuk dilihat karena mereka hanya berbentuk titik. Namun, menggunakan dua indikator ini cukup tricky bagi pemula. Meski demikian, teknik analisis untuk mengetahuinya cukup mudah untuk dipelajari.

    Kamu pun perlu memahami titik support dan resistance mengingat manfaatnya yang cukup oke di analisis teknikal. Sebab, memahami titik-titik ini bisa membuat kamu cuan lebih optimal.

    Oleh karenanya, yuk simak, cara mudah menentukan support dan resistance bagi pemula!

    Baca juga: Langkah-Langkah dan Cara Menggunakan Tradingview untuk Pemula

    Pengertian Support dan Resistance Bagi Pemula

    Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kita berkenalan dulu dengan support dan resistance. Support dan resistance adalah dua hal yang paling fundamental dalam analisis teknikal. Biasanya, trader menggunakan level support dan resistance untuk menentukan level harga pada grafik harga sebuah aset

    Apa Itu Support?

    Support adalah batas bawah harga saham yang akan sulit ditembus para trader di pasar modal dalam jangka waktu tertentu. Bukan hanya saham, konsep ini berlaku juga loh di pasar lain seperti pasar kripto dan pasar derivatif.

    Support ditandai dengan garis horizontal atau agak miring yang berada pada batas bawah grafik. Batas itu menjadi patokan bagi trader untuk mulai menimbun saham atau instrumen lainnya yang disinyalir sedang diskon.

    Saat harga sedang downtrend, indikator analisis teknikal tambahan seperti moving average bisa digunakan untuk menentukan support dengan akurat. Meski telah mendekati garis support secara historis, analisis diperlukan agar kamu bisa mengukur apakah harga akan bergerak naik atau stagnan.

    Bisa jadi, harga malah menembus supportnya dan mencari kesetimbangan baru di bawah support yang sudah ada. Jelasnya, titik ini memberi tahu kamu kapan kamu bisa mulai masuk ke pasar atau kamu bisa menunggu sampai kesetimbangan baru terbentuk.

    Apa itu Resistance?

    Sebaliknya, saat harga merangkak naik, kamu bisa bersiap-siap mengambil cuan dengan memasang harga jual. Jika diibaratkan sebuah bangunan, support adalah lantai dan resistance adalah puncak atapnya.

    Jika kamu belum punya koin atau saham yang harganya sedang berada pada area resistance, ini adalah waktunya kamu jadi penonton saja. Sebab, di masa ini, sebuah instrumen dapat dikatakan sedang terlalu mahal.

    Tapi terkadang, trader yang terpancing oleh kondisi fundamental atau tren yang ada malah melancarkan aksi beli. Akibatnya, garis resistance dapat ditembus dan keseimbangan baru terbentuk.

    Cara Cuan Lewat Support dan Resistance Bagi Pemula

    Support dan resistance bukanlah kepastian kamu akan cuan di pasar hari ini. Tetapi, konsep ini akan membantumu menentukan momentum keluar dan masuk pasar.

    Berikut ini adalah beberapa analisis dasar yang bisa membantu kamu menentukan support dan resistance.

    Baca juga: Yuk, Pahami Pola dan Tren Harga Aset Melalui Analisis Teknikal di Sini!

    1. Trendlines

    Diantara metode analisis teknikal, trendlines sangatlah mudah untuk diaplikasikan. Caranya dengan menarik garis pada tren harga pasar sehingga kamu bisa menentukan dimana titik support dan resistance.

    Image
    Contoh trendlines. Sumber: Tradingview

    Pada metode ini kamu akan menemukan bahwa tren naik turun seringkali memiliki arah yang kasat mata. Uptrend terjadi saat harga tertinggi, dikalahkan oleh titik yang lebih tinggi atau higher high. Sementara downtrend adalah kebalikannya, yakni ketika tren membentuk palung-palung yang dalam dan semakin dalam.

    Trendlines adalah metode yang sangat mudah dan aplikatif. Namun pada penggunaannya tetap harus dikombinasikan dengan metode analisis yang lain seperti moving average.

    Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Moving Average bagi Pemula

    2. Major Minor dalam Menentukan Support dan Resistance

    Level support dan resistance terkadang berupa pergerakan semu atau minor, biasanya ini tidak akan bertahan lama. Hal ini sering terjadi ketika pergerakan harga aset sedang membuat tren menurun atau menaik.

    Seperti apa contohnya?

    Misalnya, jika tren harga sedang melandai tentu posisi harga akan turun terus. tak berselang lama, harga aset itu pun kemudian memantul. Hanya saja, harga tersebut kemudian mulai turun lagi karena memang trennya secara umum masih turun. Nah, pantulan singkat itulah yang disebut pergerakan minor.

    Hal itu juga berlaku ketika trenharga sedang menanjak. Biasanya pergerakan minor terjadi ketika harga melandai sebelum akhirnya melesat ke titik resistance yang lebih baru lagi.

    Jika dimuat ke dalam grafik, maka contohnya akan menjadi seperti ini.

    Contoh major-minor. Sumber: The Balance

    Pada contoh di atas, dapat terlihat bahwa pergerakan minor terjadi ketika uptrend maupun downtrend. 

    Di kala downtrend, jika harga turun di bawah level support minor-nya, maka kita bisa memahami bahwa tren penurunan masih akan berlanjut. Tetapi, jika harga terhenti dan memantul menuju titik support yang lebih tinggi dari sebelumnya, maka bisa dibilang arah pergerakan harga telah berubah.

    Memahami pergerakan minor ini sangat bermanfaat karena bisa menentukan posisimu untuk keluar dan masuk ke pasar. Mungkin, kamu bisa memutuskan masuk ke pasar kalau memang terjadi support di kondisi uptrend. Begitu pun sebaliknya.

    Sementara itu, area support dan resistance major adalah level harga terendah dan tertinggi yang bisa menyebabkan pembalikan tren harga aset. Bagaimana contohnya?

    Jika harga sedang mengalami uptrend dan kemudian berbalik downtrend, maka harga saat pembalikan terjadi adalah level resistance yang kuat (seperti terlihat di grafik di atas). Nah, puncak tersebut disebut sebagai resistance major.

    Sementara itu, support major adalah titik harga terendah, di mana tren akan berbalik arah dari downtrend ke uptrend.

    Support dan resistance major terjadi karena cerminan aksi pelaku pasar. Mereka biasanya melakukan aksi beli saat support major, sehingga harga sebuah aset berbalik menguat setelahnya. Sebaliknya, aksi ambil untung juga terjadi saat harga menembus resistance major, menyebabkan harganya tersungkur setelahnya.

    3. False Breakout

    Harga aset seringkali akan bergerak sedikit lebih jauh dari yang kita harapkan. Hal ini memang jarang terjadi. Tapi, kalau pun terjadi, kondisi ini dinamakan alarm palsu atau false breakout. 

    Jika analisis kamu menunjukkan bahwa ada support di satu titik, sangat mungkin harga berangsur turun sedikit lebih rendah dari titik tersebut sebelum kemudian naik lagi. Contohnya, jika kita berharap titik support harga sebuah aset di Rp100.000, maka aset tersebut bisa saja menyentuh Rp97.000 atau Rp99.000 sebelum reli.

    Alarm palsu sebetulnya peluang yang sangat baik dalam trading. Sebab, itu adalah kunci mencari cuan terutama di saat pasar sedang bullish.

    Misalnya, harga sebuah aset sedang uptrend. Namun, harganya tiba-tiba kembali ke arah support-nya, bahkan lebih rendah. Nah, kesempatan itu bisa kamu lakukan untuk mengakumulasi aset tersebut sebelum harganya kembali reli. Begitu harga sudah di pucuk, tentu kamu bisa melakukan aksi profit taking.

    Demikian pula, jika tren turun, dan harga menarik kembali ke resistance, biarkan harga menembus di atas resistance dan kemudian short-sell saat harga mulai turun di bawah resistance.

    Kelemahan dari pendekatan ini adalah false breakout tidak akan selalu terjadi. Karenanya,  yang terbaik adalah mengambil peluang trading saat momentumnya datang. Lain kali, jika false breakout terjadi, anggap saja kamu sedang tertimpa durian runtuh ya, Sobat Cuan!

    Nah, jadi bagaimana Sobat Cuan? Sudah siap trading? Jika ya, kamu bisa melakukan trading menggunakan aset-aset di Pluang lho, seperti Bitcoin, Ethereum, Binance Coin, DOT, dan ADA!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, The Balance



    Sumber : pluang.com

  • 18. Memahami Trading Plan, Definisi dan Cara Kerjanya 

    18.1 Latar Belakang

    Dalam pasar keuangan, trading menjadi kegiatan yang menguntungkan meski cukup berisiko. Sebab itu, Sobat Cuan perlu memiliki rencana trading yang terstruktur dan terukur untuk meningkatkan peluang kesuksesan dan mengelola risiko. 

    Dalam artikel ini, Sobat Cuan akan memahami pentingnya rencana trading, unsur-unsur yang perlu dimasukkan, dan bagaimana membuat rencana trading yang efektif.

    18.1.1 Sekilas tentang Trading Plan

    Trading plan atau rencana trading adalah dokumen tertulis yang menggambarkan pendekatan dan strategi seorang trader dalam beroperasi di pasar keuangan. 

    Ini mencakup berbagai aspek, mulai dari analisis pasar hingga manajemen risiko dan target keuntungan. Rencana trading membantu trader tetap disiplin dan fokus, sehingga dapat mengurangi unsur emosi yang dapat mempengaruhi keputusan trading.

    18.2 Menyusun Rencana Trading (Trading Plan

    Menyusun trading plan harus menggunakan metode yang sistematis untuk mengidentifikasi dan melakukan perdagangan aset yang mempertimbangkan sejumlah variabel, termasuk waktu, risiko, dan tujuan investor. 

    Idealnya, trading plan menguraikan bagaimana seorang trader akan menemukan dan melakukan perdagangan, termasuk dalam kondisi apa mereka akan membeli dan menjual suatu aset. Berikut langkah-langkah untuk menyusun sebuah trading plan:

    18.2.1 Memahami Asset Universe

    Langkah pertama dalam pembuatan rencana trading adalah memahami asset universe. Ini merujuk pada kumpulan saham/koin yang akan diperdagangkan atau disimpan dalam portofolio jangka panjang. 

    Dengan banyaknya bursa aset yang tersedia, disarankan untuk memilih dengan bijak. Sebagai contoh, trading plan bisa dibuat dengan memonitor 30 saham dengan performa tahunan terbaik dan mengelompokkannya berdasarkan kategori, seperti industri, syariah, dan lain lain.

    18.2.2 Tentukan Tujuan dan Toleransi Risiko

    Dalam menentukan tujuan kamu dalam berinvestasi, tentukanlah dengan jelas tujuan keuangan kamu. Apakah kamu ingin menghasilkan pendapatan, membangun kekayaan dalam jangka panjang, atau mencapai milestone finansial tertentu? Tujuan akan memengaruhi strategi trading kamu. 

    Kemudian tentukan target return yang ingin dicapai. Penting untuk menetapkan ekspektasi yang realistis berdasarkan kondisi pasar dan toleransi risiko. Setelah menentukkan target return dari investasi, penting untuk menentukan pula tingkat toleransi risikomu. Pertimbangkan seberapa besar volatilitas dan potensi kerugian yang kamu rasa nyaman. Evaluasi ini akan membantu menentukan agresivitas strategi trading dan ukuran transaksimu.

    Contoh: Kamu ingin berinvestasi pada saham AS untuk digunakan sebagai dana pensiun. Tingkat return yang kamu tentukan adalah sebesar 9% per tahun. Kamu memiliki perhitungan bahwa risk-reward ratio yang ideal bagi-muadalah 1:3, sehingga tingkat risiko yang dapat kamu tolerir adalah sebesar 3%. Maka, apabila saham kamu turun lebih dari 3%, kamu bisa mulai melakukan solusi cut-loss.

    18.2.3 Money Management

    Money management adalah aspek penting dari personal finance dan investasi yang melibatkan alokasi strategis, budgeting, dan pengendalian sumber daya keuangan. Hal ini mencakup berbagai praktik dan prinsip yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan uang untuk mencapai tujuan keuangan, memastikan keamanan finansial, dan mengurangi risiko. Salah satu pendekatan money management dalam investasi adalah penggunaan metode lump sum dan dollar cost averaging. Berikut ini penjelasan singkatnya:

    Lump Sum: Lump sum mengacu pada uang dalam jumlah besar yang diinvestasikan atau diterima sekaligus. Dalam konteks strategi trading, investor dapat menerima lump sum melalui berbagai sumber, seperti warisan, bonus, atau penjualan aset penting. Lump sum dapat diinvestasikan dengan berbagai cara, seperti saham, obligasi, reksa dana, atau properti. Strategi investasi tergantung pada toleransi risiko, tujuan keuangan, dan jangka waktu individu. Lump sum menawarkan fleksibilitas, sehingga memungkinkan individu untuk memilih investasi yang sesuai dengan preferensi dan tujuan mereka.

    Dollar cost averaging: Konsep ini mirip dengan konsep annuity atau anuitas yang adalah sejumlah uang yang didistribusikan selama periode tertentu dan bukan diberikan sebagai pembayaran tunggal di muka. Konsep ini pada dasarnya merupakan serangkaian pembayaran yang dilakukan pada interval yang sama. Dalam konteks strategi trading, investor menggunakan konsep ini untuk menginvestasikan uangnya secara periodik. 

    Keputusan antara lump sum dan dollar cost averaging tergantung pada berbagai faktor seperti tujuan keuangan, toleransi risiko, dan keadaan individu.

    18.2.4 Riset dan Analisis Pasar

    Riset dan analisis pasar melibatkan pengumpulan informasi dan evaluasi faktor-faktor yang dapat memengaruhi pasar. Berikut ini penjelasannya:

    Analisis Fundamental: Memeriksa faktor-faktor dasar yang dapat memengaruhi nilai aset. Ini termasuk mempelajari laporan keuangan, indikator ekonomi, pendapatan perusahaan, dan berita terbaru.

    Analisis Teknikal: Melibatkan analisis data historis, grafik, dan volume trading untuk mengidentifikasi pola dan tren. Analis teknikal menggunakan berbagai perangkat dan indikator untuk membuat prediksi yang tepat mengenai pergerakan harga di masa mendatang.

    Berita dan Sentimen Pasar: Sangat penting bagi investor dan trader untuk tetap update terhadap peristiwa terkini, laporan ekonomi, dan sentimen pasar. Berita dapat memengaruhi volatilitas pasar, dan memahami sentimen dapat membantu mengantisipasi reaksi pasar.

    Faktor Global: Memahami bagaimana peristiwa dan tren global dapat memengaruhi pasar keuangan. Kondisi ekonomi global, perkembangan politik, dan hubungan dagang dapat berdampak luas.

    Contoh: Kamu ingin meneliti dan menganalisis saham AS dengan menggunakan kombinasi analisis fundamental dan teknikal. Dalam analisi ini, kamu memilih perusahaan terkenal seperti Nvidia Corporation (NVDA):

    1. Analisis Fundamental

    Fundmantal NVDA, Sumber: Tradingview.com
      EPS P/E Ratio
    NVDA $11.94 71.63
    AMD $0.52 389.18
    INTC $0.39 112.86

    Sumber: Nasdaq.com per tanggal 5 Maret 2024

    Contoh: Dalam 4 kuartal berturut-turut selama Q1 tahun 2023 – Q4 tahun 2023, earning per share (EPS) dari NVDA selalu mengalami kenaikan dan bahkan melampaui estimasi analis. Jika dibandingkan dengan kompetitornya yang bergerak dalam industri semikonduktor seperti AMD dan INTC, price to earning ratio (P/E Ratio) dari NVDA  jauh di bawah kompetitornya, sedangkan EPS nya paling tinggi. Untuk itu Kamu yakin bahwa harga NVDA memiliki potensi untuk mengalami apresiasi karena harga NVDA terhitung relatif rendah apalagi dengan memperhitungkan nilai earning yang didapatkan oleh NVDA.

    2. Analisis Teknikal

    Teknikal NVDA Fibonacci, Sumber: Tradingview.com

    Kamu melakukan analisis teknikal pada saham NVDA menggunakan Fibonacci Retracement. Dapat diihat bahwa harga saham NVDA saat ini akan menyentuh level resistance-nya pada harga $880. Kamu menentukan target harga untuk melakukan pembelian saham NVDA pada harga US$774 (Target Price 1) bila harga sahamnya terdepresiasi, dimana level harga ini berada pada level 0.786 dalam rasio Fibonacci. 

    Kamu juga menentukan target harga pembelian kedua untuk menangkap momentum resistance breakout, namun Kamu menentukan target harga pembelian di atas resistance nya yang ada pada level US$880 (Target Price 2), yang apabila dibulatkan ke angka psikologis terdekat adalah US$900. Hal ini didasari bahwa Kamu yakin apabila harganya melewati level resistance-nya dan juga melewati angka psikologis, maka dorongan naiknya akan lebih kuat.

    3. Berita dan Sentimen Pasar

    Saat ini, NVDA adalah perusahaan yang memimpin industri chip yang mendukung pengembangan AI melalui sebuah model algoritma bernama deep learning. Dalam pengembangannya, deep learning membutuhkan data dalam jumlah yang sangat besar untuk dijadikan sebagai ‘bahan belajar’ oleh model AI sehingga model tersebut dapat memecahkan masalah yang kompleks dan melakukan berbagai tugas. Kecepatan pemrosesan komputer sangat penting untuk mendorong proses training AI. GPU buatan NVDA diakui sebagai yang tercepat di pasar sejauh ini, sehingga perusahaan teknologi besar dunia yang membangun model AI menjadikannya pilihan utama. 

    Merujuk ke hasil analisis fundamental di atas, NVDA mempertahankan laju pertumbuhan pendapatan yang luar biasa seperti yang telah kita lihat dalam beberapa kuartal terakhir. Pada kuartal keempat, pendapatan dan laba bersih meningkat tiga digit, kemungkinan besar berkat meningkatnya permintaan terhadap AI.

    18.2.5 Manajemen risiko

    Risk Management NVDA, Sumber: Tradingview.com

    Manajemen risiko adalah sebuah upaya langkah preventif untuk melindungi aset dari kerugian atau bisa juga sebagai upaya untuk mengamankan keuntungan. Tanpa adanya manajemen risiko, seorang investor bisa saja memiliki risiko margin call dan tidak melakukan apa-apa dalam rangka melindungi asetnya. Metode dalam manajemen risiko setiap orang bisa saja berbeda-beda. Hal ini bergantung pada gaya investasi seseorang, namun semua metode manajemen risiko memiliki inti yang sama, menghindari kerugian. Berikut merupakan hal-hal yang umumnya ditemukan dalam manajemen risiko sebuah investasi:

    1. Exit Plan

    Exit plan merupakan perencanaan untuk menentukan kapan sebuah open position dapat ditutup. Umumnya terdapat 2 jenis exit plan yang paling umum dijumpai, yaitu adalah take profit dan stop loss

    Take profit adalah sebuah level harga dimana trader ingin menutup sebuah trade dengan kondisi profit. Kebalikan dari take profit, stop loss adalah sebuah level harga dimana trader ingin menutup sebuah trade dengan kondisi merugi dalam rangka mencegah kerugian yang lebih besar.

    2. Leverage atau Tanpa Leverage

    Rencana trading harus menguraikan apakah leverage dapat digunakan atau tidak, dan seberapa besar jika diperbolehkan. Sesuai namanya, penggunaan leverage dalam trading digunakan untuk ‘mendongkrak’ potensi keuntungan, namun efek ‘dongkrak’ tidak hanya berlaku pada potensi keuntungan tetapi juga pada potensi kerugian. 

    Pada dasarnya leverage adalah berhutang kepada broker untuk digunakan pada sebuah aktivitas trading. 

    Penggunaan leverage biasanya ditulis sebagai rasio seperti 1:2 atau 2x, dua-duanya sama-sama memiliki arti bahwa trader hanya perlu menggunakan modal sebesar 1 untuk sebuah trade yang memiliki nilai 2, dimana sisa modal yang diperlukan untuk aktivitas trading ini memakai modal yang dipinjamkan oleh broker. Penggunaan leverage 2x memiliki arti bahwa potensi keuntungan dan kerugian menjadi 2x pula. Perlu diketahui bahwa penggunaan leverage memiliki risiko margin call, dimana apabila sebuah trade pada sebuah aset mengalami penurunan sejumlah modal yang dipakai dalam trade tersebut. Contohnya bila Anda menggunakan leverage 50x dan aset yang anda gunakan untuk trading mengalami penurunan sebesar 2%, ini berarti secara total kamu mengalami kerugian sebesar 100% dan aktivitas trade yang sedang kamu jalankan secara otomatis akan ditutup oleh broker. 

    1. Hedging

    Hedging adalah istilah yang berasal dari bahasa Inggris yang memiliki arti “lindung nilai.” Dalam konteks investasi, hedging adalah strategi yang dimanfaatkan oleh investor atau trader untuk menghilangkan atau mengurangi risiko kerugian. Dengan menggunakan hedging, meskipun terjadi perubahan yang tidak terduga, risiko yang dihadapi dapat diminimalisir. Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan hedging tidak bertujuan untuk menghilangkan seluruh kemungkinan risiko. Jenis-jenis hedging yang umum ditemui di kalangan trader antara lain adalah penggunaan future contract, forward contract, & option contract.

    2. Hanya Merisikokan 1% Modal per Perdagangan

    Artinya, jarak antara titik masuk dan titik stop-loss, dikalikan dengan ukuran posisi, tidak boleh lebih dari 1% dari saldo akun.

    Aturan ini mengatur ukuran posisi, karena ukuran posisi adalah satu-satunya yang tidak diketahui dan perlu dihitung. Trader dapat memilih untuk merisikokan 2%, 5%, atau 1.5%.

    Sebagai contoh, jika seorang trader memiliki akun sebesar US$50 ribu. Ini berarti mereka dapat merisikokan US$500 per perdagangan (1% dari US$50 ribu). Jika mereka mendapatkan sinyal yang menyatakan untuk membeli suatu aset pada US$35 dan menempatkan stop-loss pada US$34, selisih antara titik masuk dan stop-loss adalah US$1.

    Bagi total jumlah yang dapat mereka risikokan dengan selisih ini: US$500 / US$1 = 500 unit aset. Jika mereka membeli 500 unit dan kehilangan US$1, mereka kehilangan US$500, yang merupakan risiko maksimum mereka. Oleh karena itu, jika mereka ingin merisikokan 1%, mereka dapat membeli 500 unit aset tersebut senilai US$17,500.

    18.2.6 Batasan Perdagangan

    Rencana trading dapat mencakup pembatasan yang menghentikan perdagangan ketika kondisi tidak baik. 

    Sebagai contoh, seorang trader harian mungkin memiliki aturan untuk berhenti berdagang jika mereka mengalami tiga kerugian berturut-turut, atau kehilangan sejumlah uang tertentu.

    Mereka berhenti berdagang untuk hari itu dan dapat melanjutkan keesokan harinya. 

    Pembatasan perdagangan lainnya mungkin mencakup mengurangi ukuran posisi sebesar tingkat tertentu ketika kondisi tidak baik, dan meningkatkan ukuran posisi sebesar jumlah tertentu ketika kondisi baik.

    Bagian manajemen risiko dari rencana trading dapat mencakup semua aturan ini, disesuaikan oleh trader

    Ini juga dapat mencakup aturan lain yang membantu trader mengelola risiko sesuai dengan tujuan dan toleransi risiko mereka.

    18.3 Rencana Trading Sederhana

    Platform broker saat ini telah memungkinkan investor untuk membuat sebuah langkah investasi secara otomatis yang dieksekusi pada waktu yang terjadwal, misalnya kamu membuat sebuah pesanan investasi otomatis untuk membeli saham MSFT senilai US$500 setiap tanggal 25. 

    Banyak investor menggunakan investasi otomatis untuk menginvestasikan sejumlah uang setiap bulan ke dalam reksa dana atau aset lainnya.

    Meskipun prosesnya otomatis, seharusnya aktivitas trading tersebut tetap didasarkan pada rencana yang tertulis. Rencana trading juga harus menguraikan kapan seseorang akan trading aset tertentu dan kapan orang tersebut harus keluar.

    Dengan begitu, investor lebih siap menghadapi apa yang akan terjadi setiap bulan, dan proses perencanaan kemungkinan juga akan memaksa mereka untuk mempertimbangkan apa yang harus dilakukan jika pasar tidak berjalan sesuai keinginan.

    Sebagai contoh, seorang yang berusia 30 tahun mungkin telah memutuskan untuk menginvestasikan US$500 setiap bulan pada saham AMZN.

    Tahun Modal yang diinvestasikan PnL% (p.a.) Total Jumlah Investasi
    1 $6,000 3% $6,180
    2 $6,000 -11% $10,840
    3 $6,000 -10% $15,156

    Setelah tiga tahun, ia memeriksa saldonya dan ternyata ia telah mengalami kerugian. Ia telah menyetor US$18 ribu dan nilai kepemilikannya hanya senilai US$15 ribu di tahun ketiga. Hal ini menunjukkan bahwa ia tidak memperhitungkan strategi investasi otomatisnya secara matang dan belum menentukan titik take profit/stop loss yang tepat pada investasinya.

    18.3.1 Beberapa Tipe Investor dengan Rencana Trading Sederhana

    1. Buy-and-hold

    Investor dengan tipe buy and hold memiliki metode untuk menggunakan investasi sebagai tabungan mereka, dimana mereka hanya akan ‘mengisi tabungan’ mereka dan meninggalkannya sampai waktu atau jumlah tertentu tercapai. Fitur investasi otomatis adalah salah satu penerapan dari metode buy and hold, dimana trader/investor sudah memesan kepada broker untuk membeli aset tertentu dengan jumlah tertentu secara periodik. 

    Beberapa investor jenis buy and hold bahkan memiliki aturan untuk tidak memedulikan performa investasi mereka pada sebuah aset dan terus menginvestasikan uang mereka pada aset tersebut. Hal ini disebut juga DCA atau dollar cost averaging, dimana trader/investor akan tetap berinvestasi pada sebuat aset atau instrumen tanpa melihat performa dan fluktuasi harga aset tersebut. Secara teoritis, investasi mereka akan berada di tengah-tengah antara harga tertinggi dan terendah dalam jangka panjang.

    2. Swing Traders

    Trader jenis ini biasanya mengidentifikasi dan memanfaatkan tren harga jangka pendek dan menengah. Swing traders biasanya melakukan sebuah trader berdasarkan sinyal dari analisa teknikal, seperti trendline, moving average dan pola grafik. Swing traders biasanya menahan posisi mereka selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

    3. Day Traders

    Day traders memperjual-belikan sebuah aset dalam hari trading yang sama. Day traders memanfaatkan pergerakan harga jangka pendek dan tidak menahan posisi lebih dari sehari (overnight trade). Trader harian sering kali mengandalkan analisis teknikal dan grafik intraday untuk mengambil keputusan cepat.

    4. Trend Followers

    Seperti namanya, trader jenis ini biasanya hanya mengikuti tren pasar dan melakukan trade sesuai arah trend tersebut. Trader jenis ini biasanya menggunakan indikator teknikal seperti moving average atau osilator yang mengidentifikasi arah tren.

    5. Momentum Traders

    Momentum Traders memanfaatkan momentum di pasar. Mereka mengeksekusi sebuah trade saat aset menunjukkan momentum naik atau turun yang kuat, yang sering kali dikonfirmasi oleh volume perdagangan yang tinggi. Momentum Traders biasanya akan terus membuka posisinya mengikuti tren hingga ada tanda-tanda reversal.

    18.4 Rencana Trading Taktis atau Aktif

    Investor jangka pendek maupun jangka panjang juga dapat memilih untuk menggunakan rencana trading taktis, selain investasi otomatis. 

    Berbeda dengan investasi otomatis di mana investor membeli aset dengan interval reguler, trader taktis umumnya berusaha untuk masuk dan keluar dari posisi pada level harga yang tepat, atau hanya ketika persyaratan sangat spesifik terpenuhi.

    Oleh karena itu, rencana trading taktis jauh lebih rinci. Dalam trading taktis, seorang trader perlu membuat aturan-aturan tentang kapan mereka akan memasuki suatu perdagangan. Hal ini bisa berdasarkan pola grafik, harga mencapai level tertentu, sinyal indikator teknis, kecenderungan statistik, atau faktor lainnya.

    Rencana trading taktis juga harus menyatakan bagaimana cara keluar dari trade yang sedang berlangsung, termasuk bagaimana untuk menutup sebuah trade dengan keuntungan, atau bagaimana dan kapan untuk keluar dengan kerugian. Trader taktis seringkali menggunakan limit order untuk mengambil keuntungan (take profit) dan stop order untuk keluar dari kerugian (stop loss).

    Rencana trading juga seharusnya menguraikan seberapa banyak modal yang dipertaruhkan pada setiap aktivitas trade, dan bagaimana ukuran trade ditentukan. Aturan tambahan juga dapat ditambahkan yang menentukan kapan diperbolehkan untuk berdagang dan kapan tidak. 

    Sebagai contoh, seorang day trader mungkin memiliki aturan di mana mereka tidak berdagang jika volatilitas berada di bawah tingkat tertentu, karena mungkin tidak ada gerakan atau peluang yang cukup. 

    18.5 Mengubah Rencana Trading

    Rencana trading dimaksudkan untuk menjadi dokumen yang dipikirkan dan diteliti dengan baik, ditulis oleh trader atau investor sebagai panduan tentang apa yang perlu mereka lakukan agar bisa mendapatkan keuntungan dari pasar. 

    Rencana tidak boleh berubah setiap kali terjadi kerugian atau masa sulit. Riset yang dilakukan dalam membuat rencana seharusnya membantu persiapan trader menghadapi naik turunnya investasi dan perdagangan.

    Rencana trading hanya seharusnya diubah jika ditemukan cara yang lebih baik untuk berdagang atau berinvestasi.

    Jika ternyata rencana trading tidak berhasil, sebaiknya didokumentasikan sehingga kamu dapat mengevaluasi trading plan  tersebut. Perlu diingat bahwa Kamu dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas trading sampai rencana baru dibuat. 

    18.6 Kesimpulan

    Rencana trading adalah kunci kesuksesan dalam trading. Dengan memiliki rencana yang terstruktur, Sobat Cuan dapat mengelola risiko dengan bijaksana, menghindari keputusan impulsif, dan menciptakan konsistensi dalam pendekatan mereka. 



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, ini Alasan Menabung Emas Lebih Oke Dibanding Nabung Uang!

    Emas merupakan instrumen investasi yang tahan banting. Dikatakan begitu, lantaran emas memiliki fasilitas lindung nilai saat keadaan ekonomi bergerak volatil. Maka dari itu, tak heran jika emas tak hanya dijadikan sebagai perhiasan, namun juga instrumen tabungan di masa-masa sulit.

    Tapi, apakah Sobat Cuan tidak penasaran, bagaimana jika kita menabung emas di saat kondisi stabil? Apakah masih bermanfaat untuk investor? Dan bagaimana jika dibandingkan dengan menabung di bank?

    Jawaban singkatnya, memang emas bisa menjadi produk tabungan yang lebih baik dibanding menabung di bank. Apa alasannya?

    Nah, di artikel kali ini, Sobat Cuan bisa menemukan argumen-argumen atas jawaban di atas. Yuk, simak bersama!

    Tabungan Emas vs Tabungan Uang di Bank: Mana yang Paling Oke?

    Menabung secara prinsip adalah menyimpan harta kekayaan di dalam suatu wadah. Lazimnya, menabung memang menggunakan bank. Tapi, pilihan produk tabungan sebenarnya kembali ke tujuan Sobat Cuan, ya.

    Jika tujuan keuangannya jangka pendek, seperti membayar tagihan yang sifatnya rutin, maka tabungan di bank bisa menjadi solusi.

    Selain itu, kamu juga bisa berkontribusi ke pertumbuhan ekonomi negara lewat menabung, lho. Sebab, dana tabunganmu akan didistribusikan kembali ke masyarakat melalui skema kredit. Kredit sendiri bisa menjadi motor penggerak investasi dan konsumsi, dua komponen utama pertumbuhan ekonomi.

    Sayangnya, tabungan bank tidak cocok kalau kamu berencana menyimpan kekayaan dalam jangka panjang. Biang keladinya tentu saja adalah inflasi.

    Seperti yang kamu ketahui, inflasi adalah pembunuh daya beli. Nilai uangmu saat ini mungkin berbeda dengan masa depan karena harga-harga barang selalu menanjak setiap periodenya. Selain itu, inflasi juga “membunuh” cuan yang kamu dapatkan dari menabung dalam bentu bunga.

    Sehingga, jika kamu ingin menabung dalam jangka panjang, maka tabungan emas harusnya bisa menjadi pilihanmu. Sebab, emas memang instrumen yang bisa diandalkan kala inflasi meradang. Pastinya, kekayaanmu di masa depan pun akan tetap aman.

    Selain lebih bermanfaat bagi tabungan jangka panjang, berikut adalah alasan mengapa tabungan emas bisa menjadi opsi paling baik ketimbang tabungan bank.

    Baca juga: Kekhawatiran Inflasi Semakin Tinggi, Harga Emas Terus Meroket!

    1. Cuan Tabungan Emas Lebih Mumpuni

    Hal ini lagi-lagi berkaitan dengan inflasi.

    Ketika kamu menabung uang di bank, maka kamu tentu akan mendapat imbal hasil berupa bunga. Namun, cuanmu tersebut tentu tidak bermanfaat ketika tingkat inflasinya juga meningkat.

    Anggap saja seperti ini. Kamu mendapatkan bunga tabungan di bank sebesar 1% per tahun. Namun, tingkat inflasi per tahun ternyata mencapai 2,5%. Artinya, tingkat bunga riil kamu jadi negatif, dong?

    Selain itu, cuan tabungan emasmu juga sangat dipengaruhi oleh pergerakan suku bunga acuan bank sentral. Tak hanya itu, pendapatan bungamu pun masih harus tergerus biaya admin tabungan.

    Nah, hal serupa tidak terjadi dengan emas. Nilai emas justru akan selalu naik ketika inflasi sedang merongrong. Apalagi, sebagai barang tambang, suplai emas akan menipis. Sehingga, harganya pun akan naik antar periode.

    Sebagai contoh, harga emas pada tahun 1970 bernilai US$37,40 per ons. Sedangkan harga emas hari ini atau sekitar 51 tahun berselang meroket di harga US$1.798,31 per ons.

    Harga emas sejak 1995 hingga sekarang. Sumber: Trading View

    Gambaran sederhananya seperti ini, Sobat Cuan. Data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) Bank Indonesia merilis data bahwa tingkat suku bunga tabungan April 2020 berada di angka 1,09% per tahun. Namun, pergerakan harga emas antara April 2020 hingga 2021 justru berada di angka 6%.

    Jadi bagaimana Sobat Cuan? Mendingan nabung emas? Atau nabung di bank.

    2. Nilai Emas Sama di Seluruh Dunia

    Perlu dipahami bahwa nilai tukar mata uang fiat disandarkan pada kemampuan pemerintah untuk menjaga perekonomian negara. Itu mengapa terdapat selisih kurs mata uang di setiap negara yang membuat harga uang di masing-masing negara berbeda.

    Namun, emas cukup berbeda. Harga emas bakal berlaku di seluruh dunia, tidak memandang selisih kurs. Selain itu, jika Sobat Cuan bepergian ke wilayah yang jauh dan terpencil sekalipun, di mana transaksi dolar AS tidak diterima lantaran di wilayah tersebut tidak mengumpulkan dolar, harga emas masih sama.

    Emas secara global diterima oleh seluruh masyarakat. Nilai yang berlaku juga tidak terpengaruh atas lama atau sebentarnya emas sudah kamu miliki.

    3. Nilai Emas Tidak Pernah Turun ke Nol

    Menempatkan uang di tabungan memiliki risiko inflasi, yang artinya berpotensi menggerus jumlah tabungan yang kamu miliki.

    Contohnya terjadi di Amerika Serikat, Antara tahun 1916 dan 2016 saja, dolar AS telah mengalami inflasi yang meningkat lebih dari 316,4% secara kumulatif. Akhirnya, Biro Statistik Tenaga Kerja AS mengatakan bahwa US$1 pada tahun 1913 pun hanya bernilai US$0,05 pada tahun 2013.

    Sementara di sisi lain, nilai emas telah meningkat secara kumulatif sekitar 465,3% dalam 40 tahun. Meskipun terdapat dinamika pasar yang akhirnya membuat harga emas bergerak volatil, namun nilai inheren emas alias nilai yang melekat pada emas tidak pernah bisa turun ke nol.

    Hal itu disebabkan terdapat komponen biaya produksi yang tetap harus dikompensasi. Sehingga, naik turunnya harga emas lebih disebabkan karena faktor supply dan juga demand serta eksposure lainnya yang terjadi secara makro.

    4. Emas Mudah Dipindahkan

     

    Dengan asumsi harga emas berada di kisaran US$1.780 an per ons, artinya dalam 1 kilogram emas dihargai senilai US$17.800-an. Lebih mudah untuk membawa 1 kilogram emas ketimbang membwa uang tunai senilai harga emas.

    Jadi dari beberapa hal diatas, terlihat bahwa menabung emas lebih menguntungkan ketimbang uang di bank. Tetapi bukan berarti memiliki tabungan di bank juga tidak penting, ya.

    Dan kalau kamu mau mulai belajar menabung emas, tidak ada salahnya kok menabung di Pluang! Di Pluang, kamu bisa menabung emas mulai dari Rp10.000 saja, lho. Apalagi, kini kamu bisa investasi otomatis di Pluang menggunakan fitur auto invest. Menabung jadi praktis dan anti ribet!

    Yuk, investasi emas di Pluang sekarang!

    Baca juga: Di Tengah Gempuran Investasi Viral, Kenapa Kamu Masih Perlu Punya Emas?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Pure Gold Company, Everything Finance Blog



    Sumber : pluang.com

  • 1. Panduan Dasar UI Pluang Web Trading

    Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

    Yuk, kenali lebih jauh fitur dan UI web Pluang untuk memudahkan aktivitas investasimu!

    1.1 Basic UI Guide

    1.1.1 Bar Navigasi 

    pluang web trading - navigation bar

    Bar navigasi terletak di bagian atas pada halaman utama web trading Pluang. Bar ini menyediakan akses cepat ke halaman utama seperti Trade, Portofolio, Saldo dan Riwayat Transaksi.

    Di bawah bar navigasi terdapat screeners bar yang menunjukan aset-aset yang dapat Sobat Cuan pantau sesuai dengan kategori yang ditentukan di bagian kiri bar. Kamu bisa melihat Top Gainers, Top Losers, dan juga Top Market Cap.

    1.1.2 Halaman Trade

    pluang web trading - trade page

    Halaman Trade menampilkan harga dan data real-time untuk saham, kripto, maupun aset yang dapat diperdagangkan lainnya. Kamu dapat memilih aset mana yang akan ditampilkan pada halaman ‘Trade’ untuk melakukan analisis teknikal sebelum bertransaksi.

    1.1.3 Halaman Portofolio

    Halaman portofolio memberikan informasi yang komprehensif tentang kinerja dan komposisi portofolio kamu. Kamu dapat menggunakan informasi ini untuk melacak progres portofolio investasi kamu di Pluang Web Trading. 

    Pada bagian atas fitur ini terdapat bagian ringkasan untuk menampilkan data grafis mengenai portofolio investasi keseluruhan. Terdapat juga bagian ‘Aset’ pada bagian bawah yang menampilkan performa terkini dari aset-aset di dalam portofolio investasimu.

    Pluang menyediakan update dari berbagai kelas aset yang ada di platform kami, yakni Saham AS, Kripto, Reksadana dan Emas.

    1.1.4 Halaman Saldo

    Halaman saldo merupakan fitur yang menampilkan nominal saldo yang dapat kamu transaksikan di platform ini. Pluang Web Trading menyediakan informasi saldo dalam rupiah (IDR) dan dolar Amerika Serikat (USD). 

    1.1.5 Halaman Riwayat Transaksi

    Terakhir, kamu dapat mengakses riwayat transaksi. Halaman riwayat transaksi ini memungkinkan kamu untuk melacak semua aktivitas trading kamu di Pluang. Kamu dapat menggunakan informasi ini untuk memantau kinerja tradingmu, juga melacak keuntungan dan kerugian di portofoliomu.

     

    1.2 Time Frames dan Time Intervals

    pluang web trading - timeframe

    Time frame adalah satuan waktu yang kamu gunakan untuk melihat pergerakan harga di chart.  Sedangkan time intervals adalah periode waktu yang ingin kamu lihat di chart. Manfaatkan fitur ini dengan baik sehingga kamu dapat menyesuaikan chart dengan gaya tradingmu, memudahkan dalam identifikasi peluang, dan mengkonfirmasi sinyal dari pola pergerakan harga.

    1.3 Multiple Charts

    Pluang menawarkan fitur multiple charts yang memungkinkan pengguna melihat beberapa grafik di layar yang sama dan membandingkan pergerakan harga mereka. Hal ini dapat berguna bagi trader yang ingin menganalisis hubungan antara aset yang berbeda atau mengkonfirmasi sinyal dengan melihat beberapa time frames secara bersamaan.

     

    Multiple charts layout dapat diatur pada simbol ( ⃞ ) yang terletak di kanan atas.

    pluang web trading - multiple charts

    Kamu dapat memanfaatkan fitur ini untuk menampilkan dua atau lebih chart aset yang kamu pilih. Kamu juga dapat melakukan personalisasi pada masing-masing chart aset sesuai keinginanmu. 

    pluang web trading - multiple charts

    1.4 Watchlist

    Membuat watchlist adalah praktik yang sangat direkomendasikan bagi para trader dan investor. Fitur ini dapat menghemat waktu, mengorganisasikan aset favorit, dan membantu Sobat Cuan membuat keputusan trading yang lebih disiplin dan strategis.

     

    Pluang web trading menawarkan fitur watchlist yang bisa menyimpan hingga 50 aset dalam 1 watchlist. Default watchlist dapat dilihat pada panel “Default Watchlist” di panel kanan atas.

    Selain itu, kamu juga bisa membuat customized watchlist sesuai keinginan mu. Berikut ini panduan untuk mempermudah kamu dalam membuat watchlist aset-aset incaran.

     

    1. Klik opsi ‘Create new list’ yang tersedia pada dropdown di bagian ‘Watchlist’ kamu.
    2. Berikan nama untuk watchlist yang akan kamu buat.
    3. Kamu dapat memilih aset-aset mana saja yang kamu ingin tambahkan dalam daftar ‘Watchlist’ kamu pada pop up yang muncul. Pilih aset yang kamu inginkan dengan ‘klik’ tanda plus pada ’ aset-aset pilihanmu.
    4. Lakukan pencarian kode aset untuk mempermudah kamu menemukan aset dalam daftar yang tersedia. 
    5. Aset-aset yang sudah kamu pilih akan langsung tampil pada daftar ‘Watchlist’.
    6. Kamu bisa menambahkan aset-aset baru pada daftar ini dengan opsi ‘Manage watchlist’

     

    1.4.2 Predefined Watchlist

     

    Apa itu Predefined Watchlist? Bisakah saya memodifikasinya? Predefined Watchlist adalah daftar yang dikurasi oleh Pluang berdasarkan logic yang telah ditentukan. Watchlist ini bersifat dinamis dan akan terus diperbaharui secara berkala. Watchlist ini adalah tools yang praktis, mudah digunakan, dan menghemat waktu. 

     

    Berikut ini daftar watchlist terkurasi yang tersedia saat ini. 

    • Top Gainers/Losers: Berisi aset-aset dengan persentase kenaikan tertinggi/terendah yang di-refresh setiap 5 menit
    • Volume Shockers: Berisi aset-aset kripto dengan tingkat aktivitas perdagangan tertinggi berdasarkan volume kemarin
    • 52-Week High/Low: Berisi aset-aset yang sedang berada pada harga tertingginya selama 52 minggu yang di-refresh setiap hari
    • Newly-listed Coins: Berisi aset-aset kripto yang baru listing di Pluang
    • Fundamental Picks: Berisi aset-aset pilihan analyst diperbaharui setiap hari
    • China Bulls: Berisi aset-aset saham China pilihan analyst

     

    Pluang akan menambahkan daftar-daftar watchlist di masa mendatang untuk memudahkan kamu memantau aset-aset di Pluang Web Trading.

    Sebagai catatan, berikut ini hal-hal yang tidak dapat kamu lakukan pada daftar watchlist dalam Predefined watchlist:

    • Tidak dapat menambah/menghapus aset dari daftar watchlist
    • Tidak dapat mengganti nama watchlist
    • Tidak dapat memilah-milah aset

     

    1.5 News Section

    News section atau Berita memberikan insight berharga pada keputusan investasi Sobat Cuan. Selain berbagai instrumen analisis teknikal yang tersedia pada UI web, kamu dapat melakukan analisis fundamental dan sentimen pasar dari berita-berita yang terkait dengan aset-aset pada portofolio investasi melalui fitur ini. Berikut panduan untuk mengakses berita:

    1. Klik kode aset yang ingin kamu lihat 
    2. Fitur berita terdapat pada bagian bawah ‘Gambaran’ aset pilihanmu.
    3. News Section di Pluang Web trading terhubung ke beberapa portal berita seperti Pluang Insight, Pluang Crypto News,  Pluang US Stocks News, CNBC, Benziga, Investing.com, dan lainnya.

     

    1.6 Order Window

    Order Window adalah fitur yang membantu kamu mengeksekusi transaksi jual/beli aset di Pluang Web Trading. Sobat Cuan dapat mengatur seluruh ketentuan order yang kamu mau dalam Order Window. Kamu hanya perlu memilih tab Beli/Jual sesuai dengan kebutuhanmu. 

    pluang web trading - order buy

    Pada tab Beli,
    1. Tentukan tipe order yang kamu mau. Pluang Web Trading memiliki pilihan Market, Limit, Stop, dan Stop-Limit Order.
    2. “Daya Beli” atau “Buying Power” menunjukkan modal maksimal yang bisa kamu pakai untuk membeli aset yang dipilih.
    3. Tentukan jumlah satuan beli yang kamu mau. Kamu bisa menentukkan untuk bertransaksi dalam satuan Token/Rupiah pada aset kripto.
    4. Masukkan jumlah nilai aset yang mau kamu beli.
    5. Kamu juga bisa menentukan jumlah aset yang ingin dibeli berdasarkan persentase daya beli. 
    6. Tentukan harga Limit bila kamu ingin menggunakan Limit, Stop, dan Stop Limit Order.
    7. Masukkan juga Take Profit dan Stop Loss bila kamu menggunakan exit strategy. Kamu dapat dengan mudah memasukkan persentasi profit/loss yang kamu inginkan atau kamu juga bisa langsung memasukkan harga aset saat kamu take profit/stop loss.
    8. Bagian estimasi di bawah akan menunjukkan estimasi aset yang akan kamu dapatkan, biaya tambahan, dan juga nilai akhir yang perlu dibayarkan.
    9. Klik “Beli” untuk mengeksekusi order.

     

    pluang web trading - order sell

    Pada tab Jual,
    1. tentukan tipe order yang kamu mau. Pluang Web Trading memiliki pilihan Market, Limit, Stop, dan Stop-Limit Order.
    2. “Tersedia” atau “Available” menunjukan jumlah aset yang bisa kamu jual untuk aset yang dipilih.
    3. Tentukan jumlah satuan jual yang kamu mau. Kamu bisa menentukkan untuk bertransaksi dalam satuan Token/Rupiah pada aset kripto.
    4. Masukkan jumlah nilai aset yang mau kamu jual.
    5. Kamu juga bisa menentukan jumlah aset yang ingin dijual berdasarkan persentase aset yang tersedia (yang kamu miliki).
    6.
    Bagian estimasi akan menunjukkan estimasi aset yang akan kamu jual, biaya tambahan, dan juga nilai akhir yang akan kamu dapatkan.
    7. Klik “Jual” untuk mengeksekusi order. 

    Baca juga Mengenal Advanced Order

    1.7 Order Book

    Order book merupakan fitur yang menampilkan volume dan harga jual/beli aset di market. Fitur ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu, bid atau antrian order beli di bagian atas, harga aset di tengah, dan offer/ask atau antrian order jual di bagian bawah. Pada bagian bid/offer, terlihat volume unit yang ‘mengantri’ pada harga tertentu

    pluang web trading - order book

    Kamu dapat mengakses fitur order book lewat opsi ‘Order Book’ di tab bar bagian kanan.

    pluang web trading - order book navigation

      • Kolom Bid berada pada sisi atas, menampilkan volume bid yang sekaligus menjadi panel order beli. ‘Klik’ salah satu harga di Order Book Bid untuk diarahkan ke Order Windows dan membeli aset dengan harga terpilih.
      • Kolom Offer/Ask berada pada sisi bawah, menampilkan volume offer/ask yang sekaligus menjadi panel order jual. ‘Klik’ salah satu harga di Order Book Ask untuk diarahkan ke Order Windows dan menjual aset dengan harga terpilih.

    Baca juga Apa itu order book?

    1.8 Take Profit dan Stop Loss

    pluang web trading - take profit and stop loss

    Memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan kerugian kini lebih mudah dengan fitur Take Profit dan Stop Loss (TPSL). Kamu dapat menggunakan fitur ini untuk menentukan posisi trading dengan mudah. Caranya dengan memasukkan level harga atau persentase Take Profit dan Stop Loss saat memasukkan order.

    Ketika order-mu telah terpenuhi dan aset dimiliki, Limit dan Stop-Limit Order akan otomatis diaktifkan untuk aset-mu sesuai dengan nilai Take Profit dan Stop Loss yang kamu pasang. Dengan demikian, kamu tidak perlu lagi terus-terusan memantau pergerakan harga dan maksimalkan keuntunganmu! 

     

    1.9 Trade on Chart

    Eksekusi, pantau, dan tutup trade langsung dengan mudah melalui trade on chart.

    Cara menggunakan Trade On Chart: 

    1. Pilih Aset.
    2. Tentukan titik masuk dan keluar pasar.
    3. Klik tanda “+” pada Bar harga di bagian kanan chart.
    4. Pilih ‘Sell’ atau ‘Buy’ untuk membuka Order Window Sell atau Buy dengan harga yang terpilih. Lanjutkan proses konfirmasi order seperti yang telah dijelaskan pada bagian Order Window.
    5. Kamu bisa pilih ‘Set Price Alert’ untuk memasang Price Alert pada harga yang terpilih 
    6. Kamu bisa pilih ‘Create new order…” untuk membuat order baru
    7. Kamu bisa pilih ‘Trade settings..’ untuk membuat pengaturan trading dan Chart
    8. Kamu bisa pilih ‘Draw Horizontal Line’ untuk menggambar garis horizontal pada harga yang terpilih. 

    1.10 FAQ

    US Stocks Extended Hours dan Verifikasi Dasar: Tanya Jawab

    1. Apa itu US Stocks Extended Hours?

    US Stocks Extended Hours adalah fitur yang memungkinkan kamu untuk melakukan trading aset tertentu di luar jam perdagangan reguler.  Sehingga, kamu berpotensi untuk memasang order jual dan beli sebelum pasar aset buka atau setelah pasar tutup.

    1. Bagaimana Cara Kerja Extended Hours?

    Ada dua sesi utama dalam extended hours trading:

    • Pre-market trading: Periode sebelum jam buka pasar reguler, pukul 20.00 (hari trading sebelumnya)-09.00 waktu Eastern Standard Time. kamu bisa memasang order yang akan dieksekusi saat pasar saham dibuka.
    • Post-market trading: Periode setelah jam tutup pasar reguler, pukul 16.00-20.00 waktu Eastern Standard Time. Order yang dipasang selama ini akan dieksekusi secara elektronik dan mungkin bisa cocok dengan order lain di extended hours, atau ditunda hingga hari perdagangan berikutnya.
    1. Apakah Ada Minimum Order Selama Extended Hours?

    Persyaratan minimum order untuk extended hours berbeda dengan jam perdagangan reguler, dimana Sobat Cuan harus melakukan order minimal sebanyak 1 lembar Saham AS yang diinginkan. 

    1. Dapatkah Saya Menggunakan Market Order Selama Extended Hours?

    Tidak, kamu hanya bisa menggunakan limit order selama extended hours. Limit order memungkinkan kamu untuk menentukan harga maksimum yang kamu bersedia bayar untuk membeli aset (buy order) atau harga minimum yang kamu harapkan saat menjual aset (sell order).

    1. Di Mana Saya Dapat Melakukan Verifikasi Dasar?

    Saat ini, verifikasi KYC hanya tersedia melalui aplikasi mobile Pluang. kamu bisa mengunduh aplikasi Pluang dari App Store (iOS) atau Google Play (Android).



    Sumber : pluang.com

  • Apakah Kamu Bisa Terapkan Strategi Dollar Cost Averaging di Kripto?

    Harga aset kripto belakangan ini masih terlihat suram. Jawara di dunia kripto seperti Bitcoin dan Ethereum (ETH) nilainya masing-masing masih terkoreksi 46,34% dan 47,07% dari ATH di bulan Mei.

    Nah, sebagai salah satu strategi untuk mengelola risiko investasi di aset kripto, beberapa ahli mengatakan untuk menggunakan skema Dollar Cost Averaging (DCA). Strategi ini biasanya dilakukan investor dalam investasi emas, saham ataupun reksa dana.

    Tapi pertanyaannya, apakah strategi ini benar-benar bisa diimplementasikan di aset kripto? Untuk itu, yuk simak artikel ini hingga habis ya, Sobat Cuan!

    Penjelasan Singkat Dollar Cost Averaging

    Dollar Cost Averaging adalah salah satu strategi investasi, di mana investor bisa membagi modal investasinya dalam rentang satu periode tertentu.

    Dalam mekanisme DCA, Sobat Cuan tidak perlu menunggu harga turun untuk kemudian masuk dan membelinya. Istilah mudahnya, DCA adalah strategi “menabung” secara rutin dengan jumlah yang sama, bisa dalam jangka waktu setiap minggu atau setiap bulan.

    Contohnya adalah seperti ini. Anggap saja kamu punya dana Rp20 juta untuk membeli Bitcoin. Tapi, kamu tidak mau langsung menggelontorkannya di depan.

    Nah, dengan strategi DCA, kamu bisa membeli Bitcoin senilai Rp1 juta setiap bulan dalam 10 bulan ke depan terlepas dari kenaikan atau penurunan harganya. Mirip sekali dengan menabung, bukan?

    Tujuan dari dollar cost averaging adalah untuk mendapatkan cuan yang lebih lebar ketika pasar kembali menggeliat. Sekaligus menghindari risiko volatilitas pasar yang berlangsung secara jangka pendek.

    Strategi DCA juga membuat Sobat Cuan untuk tidak melakukan panic selling. Sebab, dalam kondisi apapun, kamu tetap masuk dan mengoleksi aset kripto. Intinya, strategi ini tak hanya berguna untuk memitigasi risiko, tapi juga cocok bagi pemula agar tak ikut “arus” FOMO di pasar kripto.

    Namun, strategi DCA tidak hanya mengharuskan kamu untuk masuk saat harga rendah. Sebab, ketika harga sedang tinggi sekali pun, kamu bisa tetap masuk melakukan investasi dengan nominal yang sama.

    Hanya saja, aset kripto mungkin memiliki lingkungan berbeda. Dunia cryptocurrency cukup sarat akan volatilitas harga yang keji nan sadis. Lantas, apakah bisa kamu menerapkan strategi Dollar Cost Averaging di dalamnya?

    Baca juga: Tips Menabung Emas Berkala Supaya Makin Untung

    Apakah Dollar Cost Averaging bisa Digunakan Untuk Cryptocurrency?

    Jawabannya adalah ya.

    Tentu saja, strategi ini bisa dilakukan olehmu ketika memutuskan untuk menggenggam aset kripto jagoanmu. Apalagi, banyak manfaat yang bisa dituai ketika menerapkan strategi Dollar Cost Averaging. Berikut di antaranya!

    1. Metode Aman di Tengah Fluktuasi Kripto

    Strategi Dollar Cost Averaging memang tidak menjamin kamu sukses berinvestasi kripto. Namun, hal ini tentu pilihan yang paling aman di tengah kerasnya goncangan fluktuasi harga cryptocurrency.

    Apalagi, ketika pasar memang tengah bearish, strategi ini justru bermanfaat ketimbang berinvestasi secara lump sum.

    Misalnya, kamu memiliki uang Rp1 juta untuk menempatkannya di aset kripto A. Kamu pun kemudian memiliki dua opsi, yakni menaruhnya secara lump sum atau menyicilnya dua kali sebesar Rp500.000 dalam dua minggu.

    Jika kamu memilih opsi pertama, maka anggaplah Rp1 juta tersebut bisa dikonversikan ke dua keping aset kripto A . Namun, harga aset kripto A tiba-tiba melemah 50% sepekan kemudian, sehingga membuat nilai portofoliomu berjumlah Rp500.000 dan masih memiliki dua keping aset kripto A.

    Sekarang, bandingkan hasilnya jika kamu memilih opsi kedua.

    Di pekan pertama, maka uang Rp500.000 milikmu bisa diubah ke satu keping aset kripto A. Namun, dengan asumsi yang sama, maka penurunan harga aset kripto A sebesar 50% di pekan berikutnya bisa bikin kamu membeli dua cryptocurrency tersebut. Ujungnya, dengan modal yang sama seperti opsi pertama, kamu akan memiliki tiga keping aset kripto A.

    Jadi, lebih baik mana Sobat Cuan? Opsi pertama atau opsi kedua?

    2. Menghindari Diri dari Bad Timing

    Risiko investasi aset kripto adalah fluktuasi harganya yang sadis. Maka, timing adalah kunci bagi kamu agar tetap bertahan hidup.

    Hanya saja, tidak ada satu pun orang yang memprediksi kapan timing yang tepat untuk masuk ke pasar kripto. Salah timing sepersekian detik saja, potensi cuan yang bisa kamu raih pun tidak akan sama lagi.

    Nah, agar kamu terhindar dari dampak bad timing, maka kamu pun bisa melaksanakan skema Dollar Cost Averaging. Sebab, bisa jadi momen pembelian aset kriptomu saat itu ternyata memang adalah saat yang paling tepat dalam membelinya.

    Di samping itu, kamu pun juga tak akan terpengaruh bias maupun aksi panic selling yang dilakukan oleh pelaku pasar lainnya. Meski memang, cuan dari strategi Dollar Cost Averaging mungkin tidak akan sebesar cuan para trader ulung yang sudah paham kapan harus masuk atau keluar pasar.

    Melihat pergerakan nilai aset kripto yang liar dan potensi pertumbuhannya di masa depan, memegang aset digital bisa menjadi sarana investasi yang menguntungkan.

    Jika Sobat Cuan menginginkan cara yang relatif aman untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas kripto, strategi DCA patut dipertimbangkan.

    Kelemahan Skema DCA

    DCA secara inheren adalah strategi investasi jangka panjang. Artinya, kamu tidak perlu memperhatikan pergerakan pasar untuk melakukannya. Cukup dengan menempatkan uangmu secara rutin dan kamu tinggal menikmati buahnya di masa depan.

    Meski begitu, dengan rutin melakukan investasi kripto setiap pekan atau setiap bulan tanpa melihat harga pasar, kamu justru berpotensi kehilangan cuan besar yang bisa diperoleh jika menggunakan skema investasi lump sum. Ingat, yang namanya pasar kripto tidak bisa diprediksi!

    Di samping itu, Sobat Cuan perlu paham bahwa mekanisme pembelian aset kripto tidak murni disandarkan pada harga. Tetapi juga timing. Kalau misalkan kamu membeli aset kripto, namun satu menit kemudian harganya amblas, artinya potensi cuan aset kriptomu juga akan ambyar bukan?

    Namun di tengah pro-kontra soal strategi Dollar Cost Averaging, strategi ini memang cocok bagi kamu yang sama sekali ingin menerima keterpaparan risiko cryptocurrency.

    Selain itu, kamu pun harus tetap tenang dalam menjalankan strategi ini. Toh, yang dituju adalah investasi jangka panjang, dan sebelumnya Sobat Cuan juga kemungkinan pernah masuk di harga bottom. Jadi semua risikonya masih bisa dikendalikan.

    Jadi, apakah kamu sudah siap melakukan strategi DCA? Jika ya, kamu bisa melakukannya di aplikasi Pluang! Di Pluang, kamu bisa mendapatkan BTC, ETH, ADA, BNB, dan DOT dalam satu aplikasi saja, lho!

    Baca juga: Apakah Strategi DCA Bisa Kamu Terapkan di Investasi Emas? Simak di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Binance, Gemini



    Sumber : pluang.com

  • 4. Price Alerts

    Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

    4.1 Apa Itu Price Alerts?

    Price Alerts adalah fitur yang berguna di Pluang Web Trading untuk membantu kamu memantau pergerakan harga dan mendapatkan notifikasi saat kondisi tertentu terpenuhi. Gunakan fitur ini dengan bijak dan terapkan strategi trading yang sesuai dengan profil risiko kamu.

    4.2 Cara Menggunakan Price Alerts

    Price Alerts merupakan fitur yang sangat mudah penggunaanya. Berikut ini panduan menggunakan fitur price alerts di Pluang Web Trading.

    1. Pilih kondisi yang kamu inginkan untuk dipasang alert. Kamu dapat memilih kondisi harga naik maupun turun dengan target tertentu. Kamu bisa memilih satu di antara empat kondisi:

      1. Harga naik ke
      2. Harga turun ke
      3. Dalam 24 jam naik (>%)
      4. Dalam 24 jam turun (<%)

     

    2. Pilih target nilai. Target nilai dapat berupa persentase maupun level harga.

    3. Pilih frekuensi alert. Kamu dapat memilih frekuensi ‘sekali saja’, ‘sehari sekali’ maupun ‘selalu’.

    4. Klik ‘Buat Pengingat’

     

    4.3 Contoh Penerapan Price Alerts

    Berikut ini salah satu contoh penerapan price alerts pada strategi trading scalping.

    1. Buat alert untuk Harga naik ke level resistance untuk sinyal buy.
    2. Buat alert untuk Harga turun ke level support untuk sinyal sell.
    3. Gunakan frekuensi ‘Selalu’ untuk mendapatkan notifikasi real-time.

     

    Kamu juga dapat memanfaatkan fitur ini untuk strategi trading lainnya seperti day trading maupun swing trading. Saat kondisi terpenuhi, price alerts akan mengirimkan notifikasi pada aplikasi kamu. Selamat mencoba!

     



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

    Sobat Cuan yang saat ini sedang getol berinvestasi mungkin akan coba-coba memilih masuk ke pasar saham terlebih dulu. Hanya saja, kamu mungkin puyeng ketika memilih satu dari ratusan saham yang disuguhkan di pasar saham.

    Namun, kamu tak perlu khawatir, Sobat Cuan! Sebab, kamu mungkin bisa memulainya dengan membeli saham blue chip. Jenis saham yang satu ini memang cocok digunakan untuk investor pemula, namun juga cocok bagi investor yang mau meminimalisasi risiko di tengah kondisi pasar modal yang tak menentu.

    Lantas, apa sih manfaat dari berinvestasi di saham blue chip? Dan kenapa saham ini sangat disarankan bagi investor pemula? Yuk, simak artikel ini sampai habis, ya!

    Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Moving Average bagi Pemula

    Apa Itu Saham Blue Chip?

    Saham blue chip sendiri merupakan istilah untuk saham dengan kapitalisasi pasar yang tinggi dan kinerja yang bagus secara historis. Istilah lain dari saham blue chip adalah saham lapis satu.

    Kategorisasi ini disematkan pada emiten berkapitalisasi besar yang labanya stabil, mapan, sehat secara finansial maupun fundamental. Selain itu, saham-saham blue chip memiliki kualitas tinggi lantaran perusahaan-perusahaan penerbitnya selalu mampu menghasilkan cuan kala situasi ekonomi tengah amburadul.

    Kode emitennya pasti familiar di telinga kamu, sebut saja BBCA, UNVR, ADHI, ADRO dan lain sebagainya. Para investor yang sudah lama berkecimpung di pasar modal pasti sepakat bahwa saham yang tergolong dalam kategori ini adalah saham yang konsisten dan likuid.

    Diambil dari istilah dalam game poker, saham blue chip kerap jadi incaran investor fundamentalis, lho, Sobat Cuan. Layaknya di game Poker, kepingan berwarna biru adalah kepingan termahal yang jadi incaran pemain lainnya, begitu pula dengan saham blue chip.

    Tak hanya mahal, saham ini juga sangat cocok untuk disimpan dalam jangka panjang berkat kinerjanya yang teruji. Alias, paket lengkap ini membuat si emas biru adalah jaminan mutu buat ada di portofolio kamu.

    Menggiurkan, bukan?

    Fitur-Fitur dalam Saham Bluechip

    Berkat reputasinya yang baik secara historis, emas biru ini memiliki fitur yang tidak dimiliki oleh saham lapis kedua, apalagi ketiga. Apa saja sih fitur yang ditawarkan?

    Baca juga: Apa Itu Altcoin Season?

    1. Jaminan Cuan

    Mengoleksi saham blue chips memberikanmu jaminan untung. Meski capital gain perusahaan dengan kapitalisasi besar terkadang kalah pesat dari saham gorengan yang lebih fluktuatif, kamu pun tetap bakal untung ujung-ujungnya.

    Salah satu sumber keuntungan yang paling bisa kamu harapkan adalah dari pembagian dividen. Biasanya, saham blue chip membagi dividen per lembar saham dengan nilai yang lebih tinggi dan lebih sering. Memang cocok jadi simpanan jangka panjang kan?

    2. Kelaikan Kredit

    Peringkat utang atau rating kelaikan kredit yang dimiliki perusahaan blue chip biasanya tinggi. Mereka punya kapital dan likuiditas yang memadai untuk mengelola finansial perusahaannya. Makanya, lembaga pemeringkat mempercayakan peringkat yang baik pada perusahaan tersebut.

    Peringkat utang atau rating kelaikan kredit ini penting lho, Sobat Cuan. Sebab, jika perusahaan ingin berekspansi, mereka tidak akan kesulitan mendapat tambahan modal karena reputasinya dinilai baik.

    Tentu saja, kamu sebagai investornya akan ikut ketiban cuan saat ekspansi bisnis perusahaan berhasil tereksekusi dengan baik.

    Baca juga : Simak 4 Indikator Analisis Teknikal Dasar Bagi Pemula Berikut!

    3. Faktor Risiko Rendah

    Tentunya kamu dapat tidur lebih nyenyak setiap malam jika portofolio kamu penuh dengan saham dari emiten yang kredibel. Meski harganya dinamis, terutama di masa seperti ini, saham-saham blue chip tetap punya fundamental yang baik.

    Jadi, kalau kamu berencana rehat beberapa minggu di pulau terpencil, kamu tidak perlu khawatir meninggalkan portofolio investasimu.

    4. Horizon Investasi

    Jangka waktu berinvestasi biasanya berkisar antara lima hingga 10 tahun. Bisa juga lebih panjang lagi.

    Saham blue chip dengan reputasi dan historis yang baik adalah instrumen yang paling cocok kalau kamu berencana jadi investor jangka panjang. Hingga 10 tahun mendatang, perusahaan sebaik itu kemungkinan besar masih bertahan, kan?

    5. Prospek Pertumbuhan yang Stabil

    Saham lapis pertama ini bisa diibaratkan sebagai orang dewasa di usia 30 tahun. Mereka sudah mencapai tahap pertumbuhan optimalnya dan siap menampilkan performa yang matang.

    Kamu tidak bisa mengharapkan emiten blue chip kamu tumbuh masif, tapi kamu bisa berharap laju pertumbuhannya lebih stabil. Perlahan tapi pasti, investasimu akan cuan tanpa banyak drama.

    Manfaat Investasi di Saham Blue Chip

    Penting bagi kamu untuk membangun portofolio investasi yang terdiversifikasi. Tapi, pastikan juga kualitas dari diversifikasi asetmu.

    Saat pasar sedang fluktuatif, margin support dan resistance dari saham dan instrumen lainnya mungkin menggiurkan. Namun, jangan habiskan semuanya untuk berspekulasi. Kamu harus sisihkan porsi besar dari dana investasimu pada safe haven seperti saham blue chip, surat utang atau aset tidak bergerak.

    Hal ini pula yang dilakukan oleh manajer investasi reksadana dan pengelola dana pensiun. Mengapa saham blue chips dapat dikatakan pilihan terbaik?

    1. Dividen Regular yang Stabil

    Tidak seperti saham lapis kedua atau tiga, saham yang kredibel memiliki perusahaan yang juga kredibel. Sehingga, dalam kondisi seperti apapun, dividen per lembar saham kamu akan tetap dibagikan dengan nominal yang bagus.

    2. Kesempatan untuk Menggapai Tujuan Finansial

    Semua tahu bahwa membangun portofolio investasi tidak semudah membelanjakannya. Kamu harus disiplin dan berkemauan keras.

    Tapi, semua usaha kamu bisa sia-sia kalau emiten yang kamu pilih ternyata tidak berkinerja baik saat situasi dunia memburuk seperti saat ini. Hal inilah yang membuat blue chip tetap primadona, sebab kinerjanya relatif baik dalam kondisi apapun.

    Kamu sebagai investornya tetap bisa hidup tenang mengetahui bahwa rencana investasimu masih dalam koridor yang aman.

    3. Likuid

    Bagaimana pun, emas biru ini tidak akan sepi peminat. Kapan pun kamu mau melancarkan aksi ambil untung, akan selalu ada tim serok yang membuat penawaran bagus untuk kamu di pasar.

    Ini adalah salah satu keuntungan terpenting dari memegang saham blue chips. Kamu punya aset yang bekerja untukmu namun tetap likuid. Apa lagi yang bisa begitu selain saham blue chip?

    Bagaimana Cara Menemukan Saham Blue Chip?

    Sobat Cuan mungkin paham bahwa pasar modal memiliki beberapa indeks. Salah satunya adalah indeks yang berisikan saham-saham berkapitalisasi pasar mentereng di antara seluruh perusahaan terdaftar.

    Di Bursa Efek Indonesia (BEI), misalnya, kamu bisa menemukan saham blue chip di indeks LQ45.

    Indeks ini diluncurkan tahun 1997 yang berisikan 45 perusahaan yang bonafit di Indonesia yang memiliki likuiditas tinggi. Pada umumnya, saham-saham ini memiliki nilai kapitalisasi pasar tertinggi dalam 12 bulan terakhir, memiliki volume transaksi terbesar dalam setahun terakhir, sudah terdaftar di BEI minimal tiga bulan, dan memiliki kondisi keuangan yang sehat dengan prospek menjanjikan.

    Contoh lain dari indeks saham blue chip adalah indeks S&P 500 di bursa saham Amerika Serikat. Indeks ini terkenal menjadi acuan pasar modal AS lantaran perusahaan di dalamnya menggenggam 80% total kapitalisasi pasar modal negara adidaya tersebut! Contohnya adalah Apple, Facebook, Tesla, hingga Starbucks.

    Untuk bisa masuk dalam Indeks S&P 500, perusahaan akan dinilai oleh komite pemilihan S&P 500 yang dibentuk oleh S&P Dow Jones. Yakni, sebuah perusahaan yang bergerak di penilaian indeks-indeks saham utama di Amerika Serikat.

    Setidaknya, berikut ini adalah syarat-syarat yang diberikan oleh komite tersebut bagi perusahaan yang berambisi menjadi bagian dari S&P 500.

    Yang pertama, perusahaan tersebut memiliki kapitalisasi pasar paling tidak US$9,9 miliar atau sekitar Rp142,67 triliun. Meskipun begitu, batasan tersebut bisa terus berubah seiring dengan pergerakan pasar.

    Selain itu, perusahaan tersebut juga sudah harus membukukan keuntungan selama empat kuartal terakhir atau paling tidak di kuartal keempat.

    Wah, indeks S&P 500 ternyata keren banget, kan? Nah, sekarang, Sobat Cuan bisa lho investasi di indeks S&P 500 tanpa jauh-jauh pergi ke AS! Soalnya, kamu bisa berinvestasi di Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mengakses 500 perusahaan top AS hanya dalam satu genggaman saja. Yuk, investasi di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Groww



    Sumber : pluang.com

  • 2. Account Management

    Catatan: Aplikasi dalam video menggunakan tampilan yang lama

    2.1 Halaman Trade

    Halaman utama Pluang web trading kamu adalah pusat untuk semua hal yang terkait dengan pelaksanaan dan pengelolaan aktivitas trading-mu. Layaknya pusat kendali untuk menjelajahi pasar aset, panduan ini akan memudahkan kamu dalam mengenali  bagian-bagian penting di halaman utama Pluang web trading.

    ‘Account Manager’ merupakan salah satu fitur dalam Pluang web trading yang bertujuan untuk memudahkan kamu saat trading. Fitur ini terdiri atas dua bagian, yakni ‘positions’, dan ‘orders’.

    2.1.2 Positions

    pluang web trading - trade position

    Bagian ‘Positions’ menampilkan ringkasan aset yang kamu miliki saat ini. Setiap baris mewakili kepemilikan aset yang berbeda. Berikut rincian informasi yang ditampilkan di setiap kolom:

     

    1. Symbol: Kolom ini menunjukkan simbol ticker aset (misalnya AAPL untuk saham Apple).
    2. Side : Kolom ini menunjukkan apakah posisi kamu merupakan posisi buy (long) atau sell (short).
    3. Leverage: Kolom ini menunjukkan apakah posisi kamu menggunakan leverage atau tidak.
    4. Quantity: Kolom ini menunjukkan jumlah saham, kontrak, atau unit aset yang Anda miliki saat ini.
    5. Average Fill Price: Kolom ini menampilkan harga rata-rata yang kamu bayarkan per unit saat kamu memperoleh aset.
    6. Current Value: Kolom ini menunjukkan harga aset kamu saat ini sesuai dengan harga pasar.
    7. PnL:  Kolom ini menampilkan perubahan nilai posisi kamu secara absolut sejak pembelian awal. Angka positif menunjukkan keuntungan yang belum direalisasi, sedangkan angka negatif menunjukkan kerugian yang belum direalisasi.
    8. PnL (%): Kolom ini menampilkan persentase perubahan nilai posisi kamu sejak pembelian awal. Angka positif menunjukkan keuntungan yang belum direalisasi, sedangkan angka negatif menunjukkan kerugian yang belum direalisasi.

     

    Pada akhir setiap baris, kamu dapat melihat tombol “Protect Position…” dan “Close”.

    1. Klik tombol “Protect Position…” untuk menambahkan Take Profit dan Stop Loss pada aset yang terpilih. 
      pluang web trading - protect trade position
    2. Klik tombol “Close” untuk membuka halaman jual aset yang terpilih.
      pluang web trading - close position button

    2.1.1 Orders

    pluang web trading - orders

    Bagian ‘Orders’ menampilkan pesanan yang kamu buat dalam platform Pluang Web Trading. Bagian ini terdiri atas beberapa tab, yaitu:

    Tab ini menampilkan pesanan yang telah diinput namun belum diselesaikan.

    Tab ini memuat daftar pesanan yang telah diselesaikan.

    Tab ini menguraikan pesanan-pesanan yang kamu batalkan.

    Tab ini menguraikan pesanan yang ditolak.

    Tab ini menampilkan order yang sudah diajukan tetapi belum aktif (contoh: order TP/SL pada order pembelian aset yang belum terpenuhi).

    Pada bagian bawah juga terdapat informasi detail mengenai setiap order/trade kamu. Berikut rincian informasi yang ditampilkan di setiap kolom:

    1. Symbol: Ini menunjukkan simbol ticker aset yang ingin kamu beli atau jual. Symbol menampilkan aset tertentu (misalnya, ETH untuk Ethereum, NVDA untuk NVIDIA).
    2. Side: Ini menunjukkan apakah kamu memasang order beli atau jual. Side menampilkan keterangan  “buy” atau “sell” pada gambar
    3. Leverage: Ini menunjukkan jumlah leverage  yang diterapkan pada order kamu, jika ada. 
    4. Type: Ini menentukan jenis order yang kamu pasang.
    5. Qty: Ini menunjukkan jumlah (kuantitas) aset yang kamu beli atau jual.
    6. Limit Price: Ini menunjukkan harga spesifik di mana order limit kamu akan dieksekusi. Hanya ditampilkan untuk order dengan limit
    7. Stop Price: Ini menunjukkan harga dimana order stop kamu di-trigger untuk  mengubahnya menjadi market order
    8. Take Profit: Ini menunjukkan harga target dimana order take profit kamu akan dipicu untuk menjual asetmu.
    9. Stop Loss: Ini menunjukkan harga target dimana order take profit kamu akan dieksekusi.
    10. Filled Price: Ini menampilkan harga rata-rata di mana order kamu dieksekusi, hanya terlihat setelah order terpenuhi.
    11. Total Price: Ini menunjukkan total biaya order, termasuk biaya apa pun. Hanya terlihat setelah order terpenuhi.
    12. Status: Ini menunjukkan status order kamu saat ini.
    13. Order ID: Ini adalah kode pengenal unik yang ditetapkan untuk setiap order kamu agar mudah terlacak.
    14. Order Time: Ini menunjukkan waktu saat kamu memasang order

    2.1.2 Amended Orders

    pluang web trading - amend order

    Bagian ‘Amended Order’ menampilkan order yang kamu ubah dalam platform Pluang. Bagian ini terdiri atas beberapa tab, yaitu:

    1. Symbol: Kolom ini menunjukkan simbol ticker aset (misalnya AAPL untuk saham Apple).
    2. Leverage: Kolom ini menunjukkan apakah posisi kamu menggunakan leverage atau tidak.
    3. Limit Price: Kolom ini menunjukkan harga aset bila menggunakan Limit Order.
    4. Stop Price: Kolom ini menunjukkan harga aset bila menggunakan Stop Order.
    5. Take Profit: Kolom ini menunjukkan harga Take Profit yang dipasang untuk order kamu.
    6. Stop Loss: Kolom ini menunjukkan harga Stop Loss yang dipasang untuk order kamu.
    7. Order ID: Kolom ini menunjukkan kode order
    8. Status: Kolom ini menunjukkan status perubahan order.
    9. Order Time: Kolom ini menunjukkan waktu order dipasang.

    2.2 Halaman Saldo

    2.2.1 Balance

    Pluang Web Trading halaman saldo

    Halaman Saldo (Balance)  memuat saldo yang kamu miliki di Pluang. Balance atau saldo merinci nominal yang tersedia untuk trading. 

     

    1. Total Saldo

     

    Terletak di bagian atas menunjukkan total nilai seluruh aset yang Anda miliki di akun Pluang. Saldo ini termasuk saldo dalam rupiah dan dalam dolar. Saldo ini dapat digunakan untuk membeli aset kripto, melakukan transfer, dan/atau ditarik ke rekening bank Anda.

     

    1. Saldo IDR:

     

    Saldo IDR menunjukkan saldo yang kamu miliki dalam denominasi Rupiah. Kamu dapat mengonversi saldo rupiah ke dalam mata uang dolar Amerika Serikat dengan klik fitur ‘pindah’. Selain itu, fitur ‘top up’ dan ‘tarik’ juga tersedia dalam bentuk rupiah.

     

    1. Saldo USD:

     

    Terletak di bawah “Saldo IDR” untuk menunjukkan jumlah saldo  yang kamu miliki dalam denominasi USD. Saldo ini dapat berubah tergantung pada nilai tukar rupiah terhadap USD.

    pluang web trading konversi usdidr

    Kamu dapat melakukan konversi  dolar AS ke rupiah melalui fitur ‘pindah’ pada kolom ‘Saldo USD’. Pengguna Pluang+ dapat melakukan top up  langsung dari rekening dolarnya melalui perantara relationship manager (RM).

     

    Kamu juga bisa mendapatkan bunga sebesar 4.38% p.a. Dengan mengaktifkan fitur USD Yield. Pelajari lebih lanjut: Dapatkan Yield di Saldo USD

    1. USD Margin 

    Terletak di bagian paling bawah untuk menunjukkan tingkat margin akun Anda untuk perdagangan aset dalam USD dengan margin (leverage).

     

    2.2.2 Top Up

    Halaman Top Up  menyediakan fitur top up lewat virtual account dari Bank Permata, Bank BNI, Bank BCA, Bank BRI, dan Bank Mandiri. 

     

    Kamu dapat melakukan top up saldo dengan mengikuti petunjuk top up dari bank penyedia layanan pilihanmu.  

     

    2.3 Halaman Riwayat Transaksi

    Halaman Transaction History atau riwayat transaksi terbagi atas dua bagian, yakni ‘Saldo/Balance’ dan ‘Aset/Asset’. ‘Saldo’ menampilkan riwayat transaksi berdasarkan nominal saldo. Sedangkan ‘Aset’ menampilkan riwayat transaksi berdasarkan aset yang dibeli. 

     

    Pada tab Saldo, kamu dapat memilih tampilan riwayat transaksi berdasarkan: 

    1. Tanggal
    2. Tipe Saldo
    3. Tipe Transaksi 
    4. Status

    Sedangkan pada tab Aset, kamu dapat memilih tampilan riwayat transaksi berdasarkan: 

    1. Tanggal
    2. Kelas Aset
    3. Tipe Transaksi 
    4. Status

    2.4 Portofolio 

    Portofolio terbagi atas ‘Overview’ dan ‘Holdings’, berikut penjelasan lebih lanjut mengenai keduanya

    2.4.1 Overview

    Posisimu memuat informasi portofolio investasi secara keseluruhan. Termasuk di dalamnya nilai aset bersih, jumlah investasi, laba dan rugi, hingga saldo yang tersedia saat ini.

    2.4.2 Holdings

    1. Alokasi Kelas Aset

    Alokasi kelas aset memuat persentase kelas aset pada portofolio kamu. Pie chart memudahkan kamu untuk membaca alokasi kelas aset yang dominan maupun yang terkecil yang kamu miliki saat ini.

     

    2. Aset

    Aset menampilkan daftar aset kripto dan saham AS dalam portofolio kamu. Kamu dapat melihat jumlah unit, total nilai ekuitas, harga beli rata-rata, laba dan rugi hari ini, hingga laba dan rugi yang belum terealisasi.

     

    1. Pocket

     

    Pocket menampilkan daftar pocket dalam portofolio investasimu, berikut dengan nilai ekuitasnya begitu juga dengan laba dan rugi yang belum terealisasi.

     



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Hard Fork London, Angin Segar bagi Harga ETH ke Depan

    Sobat Cuan pecinta Ethereum pasti paham bahwa sistem blockchain Ethereum akan mengalami perubahan besar pada pertengahan tahun ini. Ya, apalagi kalau bukan implementasi dari hard fork London.

    Konon, upgrade sistem blockchain ini digadang-gadang akan menjadi kabar baik bagi harga ETH. Namun, apakah faktanya demikian? Dan lantas, seperti apa pengaruh upgrade tersebut ke dalam sistem blockchain Ethereum secara umum?

    Untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel ini hingga habis ya, Sobat Cuan.

    Baca juga: 4 Mitos Salah Kaprah Soal EIP 1559 di Hard Fork London Ethereum

    Sekilas Tentang Hard Fork London

    Hard Fork London di sistem blockchain Ethereum sejatinya merupakan kelanjutan dari Hard Fork Berlin yang diluncurkan pada April lalu. Di dalam hard fork ini, pengembang akan mengubah skema besaran ongkos transaksi di blockchain Ethereum (gas fees) sekaligus mempermudah penambangan ETH.

    Hard fork ini dijalankan demi menuju sistem blockchain Ethereum 2.0, di mana nantinya algoritma konsensus blockchain ini akan berubah dari sistem Proof of Work menjadi Proof of Stake.

    Lantas, bagaimana caranya pengembang memperbaiki dua sistem di atas? Caranya adalah dengan mengaktivasi lima proposal perbaikan Ethereum (Ethereum Improvement Proposal). Namun, terdapat dua proposal yang penting, yakni EIP-1559 dan EIP-3554.

    Berikut adalah penjelasan bagi masing-masing proposal perbaikan Ethereum tersebut.

    1. EIP-1559

    EIP-1559 dianggap menjadi inti dari Hard Fork London, yang menyebabkan perbaikan sistem kali ini digadang-gadang lebih kontroversial dibanding Hard Fork Berlin.

    Alasannya, karena perbaikan ini bisa mempengaruhi nilai transaksi. Di mana, hal itu tentu saja mempengaruhi penghasilan yang bisa dikantongi penambang ETH.

    EIP-1559, yang disusun langsung oleh pendiri Ethereum Vitalik Buterin, berisikan perubahan skema pembayaran gas fees di jaringan Ethereum. Nantinya, biaya transaksi di setiap blok di blockchain akan disandarkan pada satu standar biaya tertentu (yang disebut dengan basefee). Skema ini akan mengubah penetapan biaya transaksi sebelumnya yang berbentuk lelang antara penambang dan pengguna.

    Angka basefee akan berubah tergantung dari permintaan pengguna Ethereum. Jika sebuah blok transaksi sudah terisi minimal 50% dari kapasitasnya, maka basefee akan meningkat. Begitu pun sebaliknya.

    Pengguna juga bisa memberikan uang tip kepada penambang sebagai insentif untuk “menyelak” antrean transaksi di jaringan blockchain Ethereum.

    Basefee sendiri dihitung berdasarkan mekanisme harga otomatis. Dan untuk menstabilkan biaya transaksi tersebut, sistem Ethereum akan membakar ETH (burning). Sehingga, pasokan ETH akan menjadi lebih rendah dan biaya transaksi pun tidak bisa turun atau pun naik.

    Mengapa Ethereum akan mengaktifkan proposal ini? Alasannya, tidak lain dan tidak bukan, karena biaya transaksi Ethereum kian mahal.

    Mahalnya biaya transaksi ini disebabkan oleh skema lelang yang diterapkan saat ini. Di dalam skema lelang, penambang hanya mau memproses transaksi yang memberikan tawaran biaya transaksi paling tinggi.

    Hal ini bisa menjadi beban bagi pengguna yang hanya melakukan transaksi berjumlah mini. Contohnya, mengirim ETH senilai US$20 akan menjadi percuma jika biaya transaksinya pun US$20.

    Kondisi ini bikin jaringan Ethereum tidak menarik bagi pelaku aset kripto pemula. Mereka akhirnya memilih menggunakan blockchain lain yang membebankan biaya transaksi rendah, seperti Polkadot dan Cardano.

    Sehingga, pengembang pun memperkenalkan basefee agar pengguna tetap di jaringan blockchain Ethereum. Hanya saja, proposal ini ditentang penambang lantaran biaya transaksi yang “disamaratakan” bisa menurunkan penghasilan mereka.

    2. EIP-3554

    Selain EIP-1559, pengembang juga akan mengaktivasi EIP-3554. Proposal ini rencananya akan mempermudah penambangan ETH dan memperlambat difficulty time bomb yang terdapat di aktivitas penambangan ETH.

    Lantas, apa itu difficulty time bomb?

    Difficulty time bomb adalah sebuah kondisi di mana penambang akan susah menggali keping-keping ETH, sehingga waktu penambangan akan semakin lama dan pendapatan penambang pun akan anjlok.

    Namun, kondisi ini bukanlah sebuah kecacatan yang terjadi di jaringan Ethereum. Sejak awal, sistem difficulty time bomb memang dirancang untuk berada di sistem Ethereum. Dengan harapan bahwa penambang akan berhenti menambang di sistem Ethereum 1.0 dan berpindah ke Ethereum 2.0.

    Ternyata, kondisi ini diprediksi akan datang lebih cepat dari perkiraan. Pengembang sendiri meramal bahwa difficulty time bomb akan “menyerang” blockchain Ethereum pada pekan pertama Desember 2021.

    Sayangnya, di sisi lain, Ethereum pun masih melakukan pemanasan algoritma konsensus Proof of Stake sebelum memanfaatkan blockchain Ethereum 2.0.

    Akibatnya, pengembang memutuskan untuk mengaktivasi EIP-3238 untuk menunda pemberlakuan difficulty time bomb di sistem Ethereum hingga kuartal II 2022. Sehingga, penambangan ETH akan tetap mudah dan cepat sembari menunggu sistem Ethereum 2.0 “matang”.

    Baca juga: Sobat Cuan, Yuk Belajar Jenis-Jenis Hard Fork Ethereum Berikut!

    Kapan Hard Fork London Aktif?

    Awalnya, Hard Fork London dijadwalkan rilis pada Juli 2021. Hanya saja, ujicoba ativasi kelima EIP di dalam jaringan baru dimulai pada 24 Juni lalu.

    Akibatnya, Hard Fork London diprediksi akan aktif pada 4 Agustus 2021 mendatang di blok 12.965.000.

    Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

    Apa Dampak Hard Fork London Bagi Harga ETH?

    Selama ini, banyak pihak mengatakan bahwa upgrade sistem kali ini akan membawa angin segar ke harga ETH. Pendapat itu pun bisa jadi ada benarnya.

    Seperti yang telah disinggung di atas, implementasi EIP-1559 akan menurunkan jumlah suplai ETH yang beredar melalui sistem burning. Nah, sesuai hukum ekonomi, merosotnya suplai suatu benda pasti akan bikin harganya naik jika memang permintaannya sedang tokcer.

    Pertanyaan berikutnya, apakah benar permintaan ETH akan menanjak ke depan? Jawabannya adalah bisa.

    Implementasi EIP-1559 akan menurunkan biaya transaksi, hal yang tentu saja akan bikin pecinta aset kripto menyerbu sistem blockchain Ethereum. Hal ini wajar saja, mengingat sistem blockchain ini merupakan jaringan terpopuler kedua setelah Bitcoin. Akibatnya, meningkatnya permintaan ETH bisa saja benar-benar terjadi.

    Selain itu, implementasi Hard Fork London pun bikin kegiatan decentralized finance (DeFi) makin bergeliat. Apalagi sebelumnya, banyak pihak berpendapat bahwa tingginya biaya transaksi menghambat perkembangan DeFi sepanjang semester I 2021.

    Antisipasi atas Hard Fork London pun sudah terbaca di pasar ETH. Pada Minggu (4/7), harga ETH bahkan hampir menyentuh US$2.500 per keping seiring reaksi dan optimisme investor atas implementasi upgrade tersebut.

    Kalau kamu bagaimana Sobat Cuan? Apakah kamu juga optimistis dengan implementasi Hard Fork London? Nah, mumpung momentum ETH lagi moncer-moncernya, kenapa kamu tak simpan ETH saat ini saja?

    Apalagi, kamu bisa beli ETH di Pluang! Kamu bisa mendapatkan ETH tanpa ribet hanya dengan tiga ketukan saja di ponsel. Yuk, miliki ETH di Pluang sekarang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Yahoo Finance, Binance, Ivanontech



    Sumber : pluang.com