Category: Pluang

  • Terminologi Umum Options Trading

    Setelah membaca artikel pertama mengenai options trading, mungkin Sobat Cuan baru mendengar beberapa terminologi yang tidak umum diketahui. Namun, Sobat Cuan tidak perlu terlalu khawatir karena pada intinya, options trading berkisar pada beberapa istilah fundamental yang membentuk instrumen keuangan ini. Pada artikel ini, Sobat Cuan akan belajar mengenai beberapa terminologi umum yang terkait dengan options trading.


    1. Strike Price
      Strike price adalah harga dimana pemegang options memiliki hak untuk membeli (dalam kasus call options) atau menjual (dalam kasus put options) underlying asset. Ini adalah harga yang telah ditentukan dimana transaksi terjadi jika options dieksekusi (exercise).
    2. Underlying Asset dan Underlying Price
      Underlying asset atau aset acuan mengacu pada aset yang mendasari kontrak options tersebut. Underlying asset ini dapat berupa saham, indeks, komoditas, atau instrumen keuangan lainnya. Sedangkan underlying price adalah harga pasar dari underlying asset tersebut. Nilai kontrak options terkait erat dengan pergerakan underlying price. Jika underlying price bergerak menguntungkan pemegang options, nilai options biasanya meningkat, dan sebaliknya.
    3. Expiration Date
      Expiration date, atau tanggal kedaluwarsa, adalah tanggal di mana kontrak options tidak berlaku lagi. Ini adalah batas waktu di mana pemegang options harus memutuskan apakah akan menggunakan options atau membiarkannya kedaluwarsa tanpa nilai. Kontrak options memiliki tanggal kedaluwarsa yang beragam, bisa mingguan, bulanan, 3 bulan, hingga lebih dari 1 tahun. Setelah tanggal kedaluwarsa, kontrak options menjadi tidak berharga, dan pemegang options kehilangan hak untuk membeli atau menjual aset.
    4. Premium
      Premium atau premi adalah harga yang dibayarkan oleh pembeli options untuk hak yang terdapat dalam kontrak options (membeli atau menjual aset). Harga premium bisa dibilang sebagai biaya untuk membeli sebuah kontrak options dan ditentukan oleh berbagai faktor, termasuk underlying price, volatilitas, waktu kedaluwarsa, dan kondisi pasar yang berlaku.
    5. Open Interest
      Open interest adalah jumlah total kontrak options yang beredar (baik call maupun put) yang belum di-exercise atau ditutup. Secara garis besar, open interest memberikan indikasi aktivitas perdagangan dan likuiditas options tersebut. Angka open interest yang tinggi biasanya menunjukkan bahwa ada banyak peserta di pasar tersebut, yang dapat menyebabkan likuiditas yang lebih baik dan spread bid-ask yang lebih sempit, sementara open interest yang rendah dapat menunjukkan aktivitas dan likuiditas yang lebih sedikit. Angka open interest yang ditunjukkan biasanya merupakan angka open interest satu hari sebelumnya dan akan diperbarui setiap hari.
    6. In-The-Money (ITM)
      In-the-money (ITM) merupakan salah satu dari tiga status atau posisi dimana sebuah kontrak options berada. Sebuah options dianggap ITM jika underlying price menguntungkan untuk mengeksekusi options tersebut. Untuk call options, ini berarti underlying price lebih tinggi daripada strike price, sedangkan untuk put options, ini berarti underlying price lebih rendah daripada strike price. Options yang ITM biasanya memiliki harga premium yang lebih tinggi.
    7. At-the-Money (ATM)
      Status atau posisi kedua dari sebuah options adalah at-the-money (ATM). Sebuah options dikatakan ATM jika underlying price sama dengan strike price. Options ATM berada di antara profitabilitas dan kerugian. Options ini sering kali sensitif terhadap perubahan harga dan volatilitas underlying asset.
    8. Out-of-the-Money (OTM)
      Status atau posisi terakhir dari sebuah options adalah out-of-the-money (OTM). Sebuah options dikatakan OTM jika underlying price tidak menguntungkan untuk mengeksekusi options tersebut. Untuk call options, ini berarti underlying price lebih rendah daripada strike price, sedangkan untuk put options, ini berarti underlying price lebih tinggi daripada strike price. Options OTM biasanya memiliki harga premium yang relatif lebih murah tetapi lebih berisiko.
    9. Long
      Long adalah posisi dimana kamu membeli sebuah kontrak options baik call options maupun put options. Posisi ini memberikan kamu hak untuk membeli atau menjual underlying asset dengan risiko yang terbatas oleh premium.
    10. Short
      Short adalah posisi dimana kamu menjual sebuah kontrak options baik call options maupun put options. Posisi ini mengekspos kamu terhadap kewajiban untuk membeli atau menjual underlying asset dengan profit yang terbatas oleh premium. (Fitur ini belum hadir di Pluang Options Trading)*
    11. Exercise
      Exercise merupakan salah satu metode merealisasikan pendapatan options trading kamu untuk posisi long options. Ketika kamu melakukan exercise atau mengeksekusi kontrak options, kamu menggunakan hak kamu sebagai pemegang (pembeli) options untuk membeli (dalam kasus call options) atau menjual (dalam kasus put options) underlying asset pada harga strike price. Hal ini dapat dilakukan kapan saja sebelum options berakhir, tergantung pada jenis options (Amerika vs Eropa).
    12. Assignment
      Berbalik dengan exercise, assignment adalah kewajiban kamu sebagai penjual options (posisi short options) ketika pihak pembeli options yang kamu jual memutuskan untuk mengeksekusi haknya. Dalam hal ini, kamu akan memiliki kewajiban untuk membeli atau menjual underlying asset pada strike price kepada pembeli kontrak options kamu sesuai dengan apa yang tertera pada kontrak options yang kamu jual.
    13. Sell to close
      Sell to close merupakan metode yang lebih umum untuk merealisasikan keuntungan bagi seseorang yang memiliki posisi long options. Metode ini dilakukan dengan cara menutup posisi long options dan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga premium.
    14. Buy to close
      Berbalik dengan sell to close, buy to close adalah metode yang lebih umum digunakan untuk merealisasikan keuntungan bagi seseorang yang memiliki posisi short options. Metode ini dilakukan dengan cara membeli kembali options yang telah mereka jual untuk menutup posisi short options mereka dan mendapatkan keuntungan dari perubahan harga premium.

    Kesimpulannya, memahami terminologi umum ini sangat penting bagi siapa pun yang terjun ke dunia options trading. Dengan memahami konsep-konsep yang sudah dijelaskan di atas, Sobat Cuan dapat membuat keputusan yang tepat, menyusun strategi trading yang efektif, dan menavigasi kerumitan pasar options dengan penuh percaya diri.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Berprospek Cerah, Ini Alasan Kenapa Kamu Harus HODL Cardano Sekarang!

    Aset kripto Cardano (ADA) mendadak populer di industri aset digital. Kehadirannya yang mengusung teknologi proof of stake membuat Cardano menjadi berbeda dengan koin kripto generasi pertama Bitcoin (BTC), ataupun generasi koin kedua Ethereum (ETH) yang menggunakan teknologi proof of work.

    Tak heran jika kini ADA menjadi satu dari 10 koin kripto paling populer sejagat. Saat ini, ADA menempati posisi ke-lima aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar dengan nilai US$43,16 miliar.

    Baru-baru ini, harga ADA pun sempat melonjak drastis. Bahkan, mencapai titik tertinggi (all time high) pada pertengahan Mei yakni US$2,42 per keping. Meski memang, kini harga ADA kembali melorot ke kisaran US$1,38 per keping.

    Memang, kondisi seperti di atas bikin kamu tertarik untuk menggenggam ADA dan berpikir untuk melakukan trading menggunakan cryptocurrency satu ini. Namun, terdapat beberapa argumen bahwa kamu justru harus melakukan HODL atas ADA dalam jangka panjang.

    Lantas, apa alasannya?

    Baca juga: Yuk, Cari Cuan Lewat Crypto Art! Apa Sih Crypto Art?

    Apa Itu Cardano?

    Namun, sebelum membahas hal tersebut, ada baiknya kita mengenal sistem blockchain Cardano dan koin ADA itu sendiri.

    Sama seperti altcoin lainnya, Cardano adalah mata uang kripto yang baru saja muncul pada tahun 2015 dan dirilis pada tahun 2017. Dengan kata lain, koin ini jauh lebih muda dari dua jawara kripto, Bitcoin dan Ethereum.

    Cardano dilahirkan dari tim yang didalamnya terdapat pendiri Ethereum, Charles Hoskinson. Belajar dari pengembangan koin kripto sebelumnya, Hoskinson cs membuat sistem teknologi blockchain menggunakan algoritma konsensus proof of stake (PoS) yang memiliki biaya lebih efisien dan juga ramah lingkungan.

    Lewat teknologi tersebut, Cardano dapat ditambah dengan daya listrik yang lebih murah dibanding para sesepuh koin kripto dan lebih aman dari serangan siber ataupun pencurian data.

    Dengan pengaplikasian teknologi anyar tersebut, PoS dapat memproses satu juta transaksi per detik. Sistem ini dikenal dengan nama Protokol Ouroboros.

    Nah, sistem blockchain ini memiliki satu koin native, yang disebut dengan ADA. Setiap pengguna Cardano bisa menggunakan ADA untuk bertransaksi di protokol Ouroboros tanpa membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara.

    Karena Cardano menggunakan sistem Proof of Stake, maka pengguna Cardano juga menggunakan ADA untuk melakukan staking. Setiap token ADA bisa disimpan di dompet digital, yang nantinya bakal dialokasikan ke “kolam staking” (stake pool). Pemilik ADA yang melakukannya akan mendapatkan imbal hasil atas aksi staking yang dilakukannya.

    Kenapa Koin Cardano Akan Bernilai di Masa Depan?

    Seperti yang dijelaskan di atas, sistem blockchain Cardano “menutupi” kesalahan yang dilakukan oleh dua pendahulunya, yakni Bitcoin dan Ethereum. Sehingga, pengguna aset kripto mungkin akan semakin banyak bertransaksi di jaringan blockchain tersebut.

    Dengan demikian, maka kita bisa berekspektasi bahwa permintaan ADA akan meningkat di masa depan, bukan? Ya, betul. Beberapa analis mengatakan bahwa blockchain Cardano punya masa depan yang menjanjikan. Sehingga, hal itu akan berdampak ke permintaan dan juga nilai ADA ke depan.

    Lantas, hal apakah yang ada di blockchain Cardano yang bisa bikin permintaan ADA meningkat?

    1. Smart Contract

    Tim pengembang Cardano bakal segera meluncurkan Smart Contract bernama Goguen, yang akan menjadi gerbang masuk ke dunia Non-Fungible Token (NFT), yang selama ini didominasi oleh ERC-20 milik Ethereum.

    Nah, membincang NFT, kamu pernah mendengar tentang cuitan CEO Twitter, Jack Dorsey yang laku terjual US$2,5 juta dalam versi NFT, kan?

    Ya, memang sektor NFT memang sangat menjanjikan Sobat Cuan. Menurut firma analisis NFT VIMWorld, pasar NFT sendiri sudah tumbuh hingga 2.100% di tiga bulan pertama 2021. Adapun hingga akhir tahun ini, pasar NFT sendiri diprediksi akan bernilai US$20 miliar lebih banyak dibanding 2020.

    Bayangkan jika Cardano juga ikut masuk mengembangkan NFT? Pastinya pemegang ADA juga akan kecipratan cuan, bukan?

    Apalagi, dengan konsensus proof-of-stake, maka biaya transaksi NFT di Cardano diprediksi akan lebih murah. Hal ini akan menjadi keunggulan smart contract Cardano dibandingkan Ethereum yang masih menggunakan algoritma konsensus proof-of-work.

    Hanya saja, pengembang Cardano masih belum mengumumkan tanggal pasti peluncuran smart contract ini. Mereka hanya baru saja melakukan uji coba pada Juni lalu.

    2. Likuiditas

    Hal ini lagi-lagi berkaitan dengan algoritma konsensus Proof of Stake.

    Koin ADA diprediksi akan punya likuiditas lebih mumpuni dibandingkan pendahulunya lantaran berjalan di atas sistem blockchain yang lebih hemat biaya. Sehingga, sistem ini bisa menampung transaksi jutaan kali dalam satu detiknya.

    Hal ini dianggap menjadi daya tarik sistem blockchain Cardano dan digadang bikin pengguna aset kripto memalingkan wajah dari Bitcoin dan Ethereum. Khususnya di Bitcoin, ketika durasi transaksi yang lama akhirnya bikin mereka memilih bertransaksi di lightning network.

    Kondisi tersebut pun terbaca dari nilai kapitalisasi pasar ADA yang terus berkembang sejak awal tahun hingga saat ini. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini.

    Pertumbuhan kapitalisasi pasar ADA Maret 2019 hingga sekarang. Sumber: Tradingview

    Baca juga: Apa Itu Non-Fungible Token (NFT)?

    Prediksi ADA di Masa Depan

    Optimisme akan sistem blockchain Cardano pun bikin beberapa analisis memprediksi harga ADA di masa depan. Nah, dalam hal ini, Coinpedia sempat menghimpun beberapa pendapat ahli pasar dan analisis dari komunitas cryptocurrency atas nilai ADA di masa depan.

    Mereka berpendapat bahwa harga ADA bisa menyentuh US$3,29 per keping di akhir tahun, atau melesat 138% dibanding posisinya saat ini. Hal ini disebabkan oleh antusiasme pelaku kripto mengenai konsensus proof of stake dan kesadaran mereka atas sistem proof of work yang dinilai tidak ramah lingkungan.

    Namun, jika tidak ada perkembangan berarti di jaringan Cardano, maka harga ADA bisa jadi akan mentok di US$2,76 per keping. Sebab, pengguna mungkin akan memilih Cardano karena skala transaksinya dan sifatnya yang user-friendly.

    Nah, jadi bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu juga tertarik menggenggam ADA? Yuk, segera dapatkan ADA dan aset kripto lainnya di Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Nasdaq, Nasdaq, Coinmarketcap



    Sumber : pluang.com

  • Apa itu Options Trading?

    Dalam dunia finansial, options trading adalah aset trading yang menarik dan serbaguna yang menawarkan berbagai peluang kepada para investor. Namun, bagi banyak orang, dunia options trading bisa tampak menakutkan dan rumit. Jangan takut, artikel ini akan mengungkap seluk beluk options trading, mengeksplorasi konsep dasar, penggunaan, keuntungan, dan jenisnya untuk membekali Sobat Cuan dengan pengetahuan untuk memulai perjalanan options trading-mu!

    Apa itu Options Trading?

    Bayangkan kalau Sobat Cuan mendapat kabar bahwa akan ada pembangunan perumahan di suatu daerah. Kamu mendengar juga bahwa nanti di dekat perumahan tersebut akan dibangun bermacam-macam fasilitas seperti tol, stasiun, dan mall perbelanjaan. Dikabarkan kalau ingin membeli salah satu unit di perumahan tersebut sekarang harganya adalah Rp 1,5 miliar. Setelah mendengar berita tersebut, kamu tertarik untuk membeli satu unit rumah karena harganya dan lokasinya yang sangat menarik, tapi kamu masih sedikit ragu dengan berita pembangunan fasilitas lainnya.

    Tentunya kalau kamu menunggu rumah dan fasilitas selesai dibangun, maka harganya akan jauh lebih mahal. Untuk membantu mengambil keputusan, developer perumahan ini mengedarkan sebuah kupon Nomor Urut Pemesanan (NUP) yang memberikan kamu hak untuk membeli rumah kamu 1 tahun lagi tetap dengan harga Rp 1,5 miliar, tapi kamu harus membayar premi NUP tersebut sebesar Rp 10 juta.

    Misalkan dalam 1 tahun ke depan benar terjadi pembangunan fasilitas tol, stasiun, dan mall perbelanjaan seperti berita yang pernah kamu dengar. Harga satu unit rumah dalam perumahan tersebut naik harganya menjadi Rp 2 miliar, dengan NUP kamu, kamu berhak untuk membeli rumah tersebut tetap di harga Rp 1,5 miliar, maka kamu bisa dibilang untung sebesar Rp 500 juta (dikurangi dengan premi NUP sebesar Rp 10 juta menjadi Rp 490 juta). 

    Namun sebaliknya, jika dalam satu tahun ke depan ternyata pembangunan fasilitas lainnya terhenti dan harga satu unit rumah turun menjadi hanya Rp 1 miliar, kamu tidak perlu menggunakan NUP kamu untuk membeli rumah di harga Rp 1,5 miliar dan bisa langsung membeli rumah seharga Rp 1 miliar saja. Namun perlu diingat, NUP kamu akan hangus dan akan kehilangan seluruh premi yang kamu bayar seharga Rp 10 juta.

    Analogi pembelian rumah dengan NUP ini merangkum esensi options trading. Bayangkan saja kalau options adalah kupon NUP untuk sebuah aset finansial seperti saham, ETF, dan kripto. Secara formalnya pengertian options adalah sebagai berikut:

    Options adalah sebuah kontrak yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada pemegangnya (pembeli) untuk membeli atau menjual sebuah aset acuan (underlying asset) pada harga yang sudah ditentukan sebelumnya (strike price) dalam jangka waktu tertentu. Pembeli membayar premi (premium) untuk hak istimewa ini.

    Dalam options trading, terdapat dua metode untuk mengambil keuntungan, yaitu dengan mengeksekusi (exercise) kontrak kamu jika kontrak kamu menguntungkan sebelum atau saat kedaluwarsa. Maksud dari exercise adalah membeli atau menjual saham sesuai yang tertera pada kontrak. Metode kedua adalah dengan menutup posisi kamu (sell to close), yaitu dengan cara menjual kontrak kamu dan mengambil untung dari perubahan harga premium kontrak options tersebut. Harga premium sebuah kontrak dapat berubah karena faktor-faktor tertentu. Hal ini akan dibahas pada artikel-artikel berikutnya.

    Jenis-Jenis Options Trading

    Options trading dapat dikategorikan menjadi dua jenis berdasarkan underlying asset dan cara eksekusi:

    1. Call options dan put options: Call options memberikan hak kepada pembeli untuk membeli underlying asset pada strike price sebelum tanggal kedaluwarsa, sedangkan put options memberikan hak kepada pembeli untuk menjual aset pada strike price. Call options mendapatkan keuntungan dari kenaikan underlying price, sedangkan put options mendapatkan keuntungan dari penurunan underlying price. Penjelasan lebih lanjut akan kita bahas pada artikel-artikel berikutnya.
    2. Options Amerika dan Eropa: Options Amerika dapat dieksekusi (exercise) kapan saja sebelum kedaluwarsa, sedangkan options Eropa hanya dapat dieksekusi pada saat kedaluwarsa. Mayoritas options yang diperdagangkan adalah options Amerika, yang menawarkan fleksibilitas yang lebih besar bagi pemegangnya. (Pluang hanya menyediakan options trading Amerika)

    Kegunaan Options Trading

    Options trading memiliki tiga tujuan utama:

    1. Spekulasi: Trader dapat berspekulasi mengenai pergerakan harga aset tanpa harus memilikinya secara langsung. Dengan membeli call options (yang nilainya meningkat seiring kenaikan underlying asset) atau put options (yang nilainya meningkat seiring penurunan underlying asset), trader dapat memperoleh keuntungan dari pergerakan pasar dengan risiko terbatas.
    2. Perlindungan: Options dapat bertindak sebagai asuransi terhadap pergerakan harga yang merugikan. Dengan membeli put option, investor dapat melindungi portofolio mereka dari risiko penurunan. Jika pasar menurun, nilai put option meningkat, mengimbangi kerugian pada underlying asset. Options juga memiliki batasan kerugian yang jelas, apabila hipotesis pasar kamu salah maka batasan kerugian yang akan kamu alami akan terbatas oleh premium yang kamu bayar untuk options tersebut sama seperti analogi NUP rumah di atas.
    3. Diversifikasi portfolio: Options bisa dijadikan salah satu aset untuk menambah diversifikasi portfolio. Options memberikan fleksibilitas dalam portfolio Sobat Cuan karena options menyediakan strategi yang bisa digunakan ketika pasar sedang bullish atau bearish.

    Pro dan Kontra Options Trading

    Options trading menawarkan beberapa keuntungan:

    1. Fleksibel: Options dapat dimanfaatkan oleh berbagai tipe trader dalam berbagai jenis keadaan pasar. Hal ini memungkinkan karena terdapat call options yang cocok digunakan untuk market yang sedang bullish dan put options yang cocok digunakan untuk market yang sedang bearish.
    2. Leverage: Options memungkinkan trader untuk mengendalikan posisi yang lebih besar dengan jumlah modal yang lebih kecil. Hal ini dikarenakan satu kontrak options sama dengan memperjual belikan 100 lembar saham underlying asset. Dengan leverage ini options bisa meningkatkan potensi keuntungan, sehingga trader dapat mencapai persentase keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan saham saja.
    3. Risiko terbatas: Tidak seperti saham, di mana kerugian secara teoritis tidak terbatas, options trading menawarkan risiko penurunan yang terbatas. Kerugian terbesar yang dapat dialami oleh pembeli options adalah premium yang dibayarkan, terlepas dari seberapa besar pergerakan underlying price.

    Namun, options trading juga memiliki kekurangannya sendiri:

    1. Peluruhan waktu (time decay): Kontrak options memiliki tanggal kedaluwarsa, dan nilai kontraknya akan berkurang semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsanya, sebuah fenomena yang dikenal sebagai peluruhan waktu atau time decay.
    2. Kompleksitas: Options trading melibatkan kurva pembelajaran yang curam karena berbagai strategi dan faktor yang mempengaruhi harga options, seperti volatilitas dan waktu kedaluwarsa. Trader pemula mungkin merasa kewalahan dan mungkin mengalami kerugian jika mereka tidak sepenuhnya memahami mekanismenya.

    Pluang telah menyediakan aset options untuk menjadi pilihan investasi Sobat Cuan yang dapat diakses di aplikasi. Dapat dipastikan bahwa options yang disediakan oleh Pluang sudah terjamin aman dan legal karena sudah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Options yang disediakan Pluang juga merupakan options berbasis saham AS yang harganya sesuai dengan yang ada di pasar AS dan sudah teregulasi oleh badan resmi yaitu SEC dan OCC. Options saham AS juga dijamin aman karena sudah tersedia di berbagai penjuru dunia sebagai salah satu pilihan aset derivatif untuk diperjualbelikan.

    Kesimpulannya, options trading membuka dunia yang penuh dengan kemungkinan bagi para investor, menyediakan jalan untuk spekulasi, perlindungan, dan diversifikasi portfolio. Meskipun menawarkan potensi keuntungan yang signifikan dan risiko kerugian yang terbatas, options trading membutuhkan pemahaman yang mendalam mengenai mekanisme dan risiko yang terkait. Dengan pengetahuan dan strategi yang tepat, options trading dapat menjadi tambahan yang berharga bagi perangkat investor mana pun, menawarkan fleksibilitas dan peluang untuk mendapatkan keuntungan dalam berbagai kondisi pasar.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Options vs Spot

    Definisi

    1. Options: Options adalah derivatif keuangan yang memberikan hak, tetapi bukan kewajiban, kepada pemegangnya untuk membeli (call option) atau menjual (put option) aset yang mendasarinya pada harga yang telah ditentukan (strike price) sebelum atau pada tanggal kedaluwarsa yang ditentukan. Trader dapat menggunakan options untuk berspekulasi mengenai pergerakan harga, melakukan hedging terhadap potensi kerugian, atau mendiversifikasi portofolio dalam keadaan pasar yang beragam.
    2. Spot: Spot mengacu pada pembelian atau penjualan instrumen keuangan atau komoditas untuk penyerahan dan pembayaran secara langsung. Jenis perdagangan ini melibatkan pertukaran aktual dari aset seperti saham, mata uang, atau komoditas, pada harga pasar saat ini (harga spot).

    Perbedaan Utama Antara Keduanya

    Perbedaan utama antara options dan spott terletak pada sifat transaksi dan kewajiban yang dibebankannya. Untuk options, pembeli memiliki hak tetapi tidak berkewajiban untuk mengeksekusi perdagangan, sementara penjual berkewajiban untuk memenuhi kontrak jika pembeli memilih untuk mengeksekusi kontraknya. Sedangkan untuk spot, kedua belah pihak berkewajiban untuk menyelesaikan transaksi dengan segera berdasarkan harga pasar saat ini.

    Pro dan Kontra dari Keduanya

    Options

    Pro

    1. Leverage: Opsi memungkinkan trader untuk mengontrol sejumlah besar underlying asset dengan investasi yang relatif lebih kecil.
    2. Fleksibilitas: Berbagai strategi dapat digunakan untuk mendapatkan keuntungan dalam kondisi pasar yang berbeda, seperti bullish, bearish, atau netral.
    3. Manajemen Risiko: Risiko options terbatas pada jumlah premium yang dibayar.

    Kontra

    1. Kompleksitas: Perdagangan opsi dapat menjadi rumit dan membutuhkan pemahaman yang baik tentang berbagai strategi dan kondisi pasar.
    2. Risiko kedaluwarsa: Options memiliki masa berlaku yang terbatas, dan dapat kedaluwarsa tanpa nilai jika underlying asset tidak bergerak ke arah yang diantisipasi.

    Spot

    Pro

    1. Kesederhanaan: Spot sangat mudah dan melibatkan pembelian atau penjualan aset secara langsung pada harga pasar saat ini.
    2. Eksekusi Segera: Transaksi diselesaikan dengan cepat, memberikan kepemilikan atau likuiditas segera.
    3. Transparansi: Harga di pasar spot biasanya transparan dan tersedia secara luas.

    Kontra

    1. Tidak Ada Leverage: Spot tidak memberikan leverage seperti options, yang berarti modal yang lebih besar diperlukan untuk mengendalikan jumlah aset yang sama.
    2. Strategi Terbatas: Spot terutama melibatkan pembelian rendah dan penjualan tinggi atau sebaliknya, tanpa opsi strategis yang beragam yang tersedia seperti beragam strategi pada options
    3. Eksposur Risiko: Trader sepenuhnya terekspos pada risiko pasar dan potensi kerugian tanpa kemampuan untuk melakukan hedging seperti pada options.

    Kapan Options Lebih Baik Digunakan dan Kapan Spot Lebih Baik Digunakan

    Option Lebih Baik Digunakan Ketika:

    1. Kebutuhan hedging: Investor ingin melindungi portofolionya dari potensi kerugian tanpa menjual underlying asset.
    2. Pasar yang bearish : Dengan adanya put options, trader memiliki kesempatan untuk tetap mendapatkan keuntungan dalam kondisi pasar yang sedang turun (bearish).
    3. Trade jangka pendek: Karena adanya tanggal kedaluwarsa, options trading lebih cocok digunakan untuk trade jangka pendek yang dibantu dengan adanya sifat leverage pada options.

    Spot Lebih Baik Digunakan Ketika:

    1. Kepemilikan Segera: Investor ingin segera memiliki aset atau membutuhkan likuiditas tanpa penundaan.
    2. Kesederhanaan: Trader lebih menyukai transaksi yang mudah tanpa perlu memahami instrumen derivatif yang rumit.
    3. Investasi Jangka Panjang: Investor ingin membeli dan memiliki aset untuk jangka panjang, mendapatkan keuntungan dari apresiasi dan dividen tanpa khawatir akan kedaluwarsa.
    4. Penghindaran Risiko: Trader lebih memilih untuk menghindari potensi kompleksitas dan risiko yang terkait dengan leverage dan instrumen derivatif.

    Contoh Perbedaan Perhitungan Options dengan Spot

    Bayangkan Sobat Cuan memiliki modal sebesar USD$500 untuk diinvestasikan. Kamu memiliki dua opsi, yaitu untuk membeli spot atau membeli options. Misalkan saham Tesla (TSLA) sekarang berada di harga USD$250.

    Sobat Cuan berspekulasi bahwa harga Tesla (TSLA) akan naik menjadi USD$270 dalam waktu satu bulan, maka kamu memiliki opsi untuk membeli call options dengan strike price USD$260 dengan harga premium sebesar USD$5. Dengan total modal yang dimiliki, maka kamu dapat membeli 1 kontrak dengan total premium yang dibayar sebesar USD$500. Sedangkan, dengan modal tersebut kamu bisa membeli 2 lembar saham Tesla (TSLA) pada spot market. Maka perbedaan keuntungan dan kerugian yang bisa kamu dapatkan dari keduanya dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Rumus profit/loss

    Spot market = (Harga saham sekarang – harga beli) x jumlah lembar saham

    Call options = (Harga saham sekarang – strike price premium ) x jumlah kontrak x 100

    Sedangkan jika Sobat Cuan berspekulasi bahwa saham Tesla (TSLA) akan turun, maka kamu bisa membeli put options. Sekarang bayangkan kalau kamu berspekulasi bahwa saham Tesla (TSLA) dengan harga USD$250 per lembar akan turun menjadi USD$230 maka kamu membeli put options dengan strike price USD$240 dan harga premium sebesar USD$5. Dengan modal yang sama, kamu dapat membeli 1 kontrak dengan total premium sebesar USD$500 atau 2 lembar saham Tesla (TSLA) pada spot market. Perbedaan keuntungan dan kerugian yang bisa didapatkan dapat dilihat pada tabel berikut ini.

    Rumus profit/loss

    Spot market = (Harga saham sekarang – harga beli) x jumlah lembar saham

    Put options = (strike price Harga saham sekarang – harga premium ) x jumlah kontrak x 100

    Kesimpulannya, masing-masing options dan spot menawarkan kelebihan dan kekurangan yang unik. Berdasarkan perhitungan profit dan loss dari masing-masing spot dan options dapat dilihat bahwa spot memberikan kemungkinan loss yang lebih kecil. Options memberikan kesempatan mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda apabila spekulasi Sobat Cuan terealisasikan dan options memberikan fleksibilitas dimana kamu masih bisa mendapatkan keuntungan ketika pasar sedang turun. Memahami perbedaan-perbedaan ini dan kapan harus menggunakan keduanya dapat membantu investor dan trader membuat keputusan yang tepat untuk memenuhi tujuan keuangan mereka.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • 5 Saham SP 500 Ini Terbukti Bikin Warren Buffett Tajir. Kamu Iri?

    Selalu ada hal yang bisa kita pelajari dari Warren Buffett. Ya, wejangan dari orang terkaya ke-delapan dunia ini memang selalu dinanti para investor, yang tentu saja ingin sukses seperti sang begawan saham ini.

    Nah, mungkin Sobat Cuan sudah tahu bahwa salah satu wejangan Buffett yang terkenal adalah soal berinvestasi di indeks S&P 500. Dalam beberapa kesempatan, ia selalu mengatakan bahwa berinvestasi di indeks S&P 500 merupakan cara paling bijak dan mudah untuk menjadi kaya raya di masa depan.

    Nasihat Buffett tentu bukan sekadar omong kosong, Sobat Cuan. Sebab, ia telah membuktikannya sendiri.

    Nah, Buffet, melalui perusahaan investasi yang dimilikinya Berkshire Hathaway berhasil menggondol imbal hasil dari investasi saham sebesar 20% sejak pertengahan dekade 1960-an. Artinya secara keseluruhan, sampai dengan tahun 2020, tingkat pengembalian mencapai 2.800.000%! Angka tersebut mencakup investasinya di beberapa perusahaan yang berada di bawah indeks S&P 500.

    Bahkan, tanpa memperhitungkan pembayaran dividen saja, Buffett masih menyimpan kekayaan yang belum direalisasikan di lima saham Indeks S&P 500 berikut. Jika Buffett melepasnya sekarang, potensi keuntungan yang ia raih bisa mencapai lebih dari 1.000% sejak ia pertama kali membelinya.

    Nah, apakah kamu penasaran saham-saham di indeks S&P 500 apa saja yang menjadi idola Buffett?

    Baca juga: Investasi ala Warren Buffett: Cara Terbaik Kelola Kekayaan

    Mengenal Saham Jagoan Warren Buffett di Indeks S&P 500

    1. Coca Cola, Saham Idola Buffett di Indeks S&P 500

    Saham Coca Cola sudah lama dikoleksi oleh BuffetT lewat Berkshire Hathaway. Dia sudah menggenggamnya sejak tahun 1988 silam, di mana harga sahamnya saat itu masih berada di kisaran US$3,25 per lembar. Saat ini, harga saham Coca Cola berada di level US$54,32 per lembar.

    Artinya, Berkshire juga bisa diartikan Buffett, memiliki keuntungan yang belum direalisasikan lebih dari 1.550%! Hal itu belum memperhitungkan pembayaran dividen, lho.

    Coca Cola terus meningkatkan pembayaran dividennya selama 59 tahun. Dengan asumsi pembayaran dividen sebesar US$1,68 per saham pada tahun ini, Berkshire bisa meraup US$672 juta dana segar hanya dari dividen Coca Cola selama 1 tahun.

    Lucunya, dana sebesar itu sudah mencapai hampir 52% dari basis imbal hasil yang bisa didapat Berkshire Hathaway.

    Melihat cakupan bisnis yang dimiliki oleh Coca Cola, tampaknya mustahil bahwa Buffett akan melego saham koleksinya ke pasar. Coca Cola hadir di seluruh dunia kecuali, Korea Utara dan Kuba.

    Soal pangsa pasar tidak diragukan lagi, 20% pasang pasar minuman dingin di negara maju digenggam oleh Coca Cola dan 105 di negara-negara berkembang. Sehingga, tak aneh jika arus kas Coke bisa tetap stabil dan makin disayang oleh Buffett.

    Baca juga: Bagaimana Nasib Saham Coca-Cola ke Depan Pasca ‘Digocek’ Ronaldo?

    2. Moody’s

    Saham berikut ini memiliki potensi keuntungan yang belum direalisasikan oleh Buffett sebesar 3.370%. Adalah Moody’s, perusahaan pemeringkat utang dan juga riset pasar terkemuka di negara adidaya tersebut.

    Buffett diketahui sudah mengoleksi saham Moody’s di harga US$10,05 per saham. Mujurnya, saat ini harga saham Moody’s sudah bertengger di angka US$376,74 per saham.

    Pergerakan saham Moody’s makin moncer sejak tahun 2000, dimana perusahaan mulai dipisahkan dari perusahaan induk, Dun & Bradstreet. Selain itu, dengan jumlah dividen yang mencapai US$2,48 per saham, sudah mampu menutup 25% biaya awal Berkshire.

    Alasan Buffett untuk melakukan hold keras terhadap Moody’s adalah optimismenya tentang banyaknya perusahaan publik yang bakal menerbitkan surat utang. Menurutnya, hal itu akan menjadi berkah bagi perusahaan pemeringkat utang seperti Moody’s.

    3. American Express (AmEx)

    Saham perusahaan penyedia kartu kredit, American Express, juga sudah dikoleksi oleh Buffett sejak tahun 1993.

    Dia membelinya di harga US$8,49, dan saat ini harga saham Amex sudah bercokol di level US$170,98 per saham, atau lebih dari 1.763% potensi keuntungan yang belum direalisasikannya.

    Berkshire menerima dividen dari AmEx sebesar US$1,72 per saham saat ini dan nilai itu mencapai 20% dari basis biaya Berkshire.

    Bertambahnya populasi orang kaya menjadi katalis utama dalam pertumbuhan bisnis AmEx, lantaran kebanyakan orang yang berpenghasilan super tidak mengurangi aktivitas belanjanya dengan signifikan ketika resesi muncul.

    Hal itu membuat arus kas AmEx bisa cepat pulih dibanding perusahaan lain saat kondisi ekonomi sedang tidak menguntungkan.

    Baca juga: Apa Itu Berkshire Hathaway?

    4. Mastercard

    Perusahaan yang memberikan potensi keuntungan jumbo lainnya di indeks S&P 500 adalah Mastercard. Saham perusahaan pembayaran ini mulai dikoleksi oleh Buffett sejak kuartal pertama tahun 2011 di harga US$22 dan US$25 per saham. 

    Saat ini, harga saham Mastercard di berada di level US$373,92 per saham. Artinya, terdapat potensi keuntungan lebih dari 1.400% yang belum direalisasikan oleh Buffett di saham Mastercard.

    5. Visa, Kompetitor Mastercard di Indeks S&P 500

    Tak cukup mengoleksi saham Mastercard, Buffett bahkan ikut menggenggam saham kompetitor utamanya yakni Visa.

    Sang Oracle of Omaha dan timnya mulai mengumpulkan saham Visa sejak kuartal ketiga 2011. Pada saat itu, saham Visa bisa dibeli di angka US$19 hingga US$23 per lembar. Dengan asumsi bahwa harga tersebut adalah harga saham yang dibeli Buffett dkk, maka Berkshire bisa mendulang 1.000% dalam kurun 10 tahun saja!

    Daya tarik Visa terletak di keputusannya yang menolak masuk ke pasar pinjam-meminjam. Ini pula alasan yang bikin Visa cenderung bisa rebound lebih cepat dibanding saham finansial lainnya ketika krisis finansial melanda. Contohnya seperti krisis finansial 2008, di mana biang keroknya adalah kredit macet.

    Visa juga merupakan raja kartu di pasar AS. Per 2018, Visa mengendalikan 53% dari jaringan kartu kredit AS berdasarkan volume transaksi.

    Memang, selalu ada yang bisa dipelajari dari Buffett. Kali ini, Buffett mengajarkan bahwa investor harus selalu berpikir jauh ke depan dan sabar.

    Terpenting adalah jangan hanya tergiur dengan pola keuntungan jangka pendek, lihat secara menyeluruh tentang saham yang akan dibeli dan tunggu hingga dia berkembang.

    Nah, apakah Sobat Cuan juga tertarik mengikuti jejak Buffett? Yuk, investasi indeks S&P 500 saja di Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mengakses 500 perusahaan top AS hanya dalam satu genggaman saja. Tunggu apalagi?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: The Motley Fool



    Sumber : pluang.com

  • Long Call dan Long Put Options

    Jika Sobat Cuan sudah siap untuk meningkatkan kemampuan options trading ke level selanjutnya, memahami strategi dasar yang melibatkan options call dan put adalah langkah penting. Artikel ini akan membantu Sobat Cuan dalam menguraikan dasar-dasar membeli (long) dan menutup posisi (sell to close) call options dan put options, lengkap dengan skenario keuntungan, break even, dan kerugian sederhana untuk memberikan gambaran yang jelas tentang cara kerja strategi ini.

    Terdapat dua cara untuk mendapatkan profit dari options. Metode pertama adalah dengan mengeksekusi (exercise) kontrak yang kamu miliki baik sebelum atau saat tanggal kedaluwarsa. Perlu diingat ketika kamu melakukan exercise pada kontrak kamu, maka kamu harus membeli minimal 100 saham atau menjual 100 saham yang kamu miliki. Terdapat metode lain yang tidak mengharuskan kamu melakukan kedua hal tersebut, yaitu dengan cara menutup posisi kamu atau lebih dikenal dengan sell to close. 

    Maksud dari metode sell to close adalah mengambil keuntungan dengan cara menjual kontrak kamu ketika kontrak tersebut mengalami perubahan harga premium. Perlu Sobat Cuan ketahui, harga kontrak (premium) akan berubah berdasarkan beberapa faktor yang akan mempengaruhi status dari kontrak tersebut (in-the-money, at-the-money, atau out-of-the-money), diantaranya adalah underlying price, intrinsic & extrinsic value, volatility, dan time decay. Penjelasan lebih lanjut mengenai faktor-faktor ini akan dijelaskan pada artikel selanjutnya.

    Sebelum masuk ke contoh perhitungan dari masing-masing skenario strategi dasar dari options, ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui ketika melakukan perhitungan profit & loss dari pembelian atau penjualan options. Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa satu kontrak options merepresentasikan 100 lembar saham. Hal kedua yang perlu kamu ketahui untuk perhitungan profit & loss adalah bahwa contoh perhitungan yang diberikan dalam artikel ini tidak memperhitungkan biaya komisi dan regulasi yang ada.

    Membeli Call Options (Long Call):

    Bayangkan kamu sangat tertarik untuk membeli saham Apple (AAPL) karena mereka akan merilis iPhone keluaran terbaru beberapa bulan ke depan, dan kamu berspekulasi bahwa harga sahamnya akan meroket dalam beberapa bulan tersebut. Daripada membeli saham secara langsung, kamu memutuskan untuk membeli call options

    Misalkan, harga saham Apple (AAPL) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak call options dengan strike price sebesar USD$105 yang akan berakhir bulan depan. Harga premium untuk kontrak options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, break even, atau kerugian? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven

    Kamu akan mendapatkan hasil breakeven ketika harga Apple (AAPL) naik menjadi sama dengan strike price ditambah dengan premium yang dibayar. Maka dalam skenario ini kamu akan breakeven ketika:

    Harga Breakeven = Strike Price + Premium yang Dibayar

    = USD$105 + USD$3

    = USD$108

    Skenario  Untung (Profit)

    Kamu akan mendapatkan keuntungan dari kontrak call options kamu apabila harga saham Apple (AAPL) naik menjadi lebih besar daripada harga breakeven sebelum kontrak tersebut kedaluwarsa. Misalkan harga saham Apple (AAPL) naik menjadi USD$110.

    Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli call options adalah

    Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar

    = (USD$110 – USD$105) – USD$3

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 per lembar

    = USD$200 per kontrak (karena satu kontrak merepresentasikan 100 lembar saham)

    Skenario Rugi (Loss)

    Sebaliknya dari untung, kamu akan rugi apabila harga Apple (AAPL) turun di bawah harga breakeven. Perlu diingat bahwa kamu akan mulai rugi ketika underlying price berada dibawah harga breakeven, bukan ketika underlying price berada dibawah strike price. Namun tenang, kerugian maksimal yang akan kamu alami terbatas dengan jumlah premium yang kamu bayar. Untuk itu mari kita bahas dua skenario kerugian yang mungkin terjadi.

    1. Harga AAPL (AAPL) naik ke USD$106
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli call options adalah
      Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar
      = (USD$106 – USD$105) – USD$3
      = USD$1 – USD$3
      = -USD$2 per lembar
      = -USD$200 per kontrak
    2. Harga AAPL (AAPL) turun ke USD$100
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian call options adalah
      Profit atau Loss = (Harga Saham Saat Ini – Strike Price) – Premium yang Dibayar
      = (USD$100 – USD$105) – USD$3
      = -USD$5 – USD$3
      = -USD$8
      Namun, karena adanya premium maka kerugian yang akan kamu alami adalah hanya sebesar
      = -USD$3 per lembar
      = -USD$300 per kontrak

    Menutup Posisi Long Call (Sell to Close Long Call)

    Contoh di atas merupakan penjelasan bagaimana cara menghitung break even, profit, dan loss dari long call options apabila Sobat Cuan berakhir mengeksekusi (exercise) kontrak options. Sekarang kita akan membahas perhitungan breakeven, profit, dan loss apabila kamu menggunakan metode sell to close.

    Mari kita ambil contoh yang sama, misalkan, harga saham Apple (AAPL) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak call options dengan strike price sebesar USD$105 yang akan berakhir bulan depan dengan harga premium USD$3 Harga premium untuk kontrak options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, break even, atau kerugian dengan menutup posisi kamu? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Break Even, Profit, dan Loss

    Cara menghitung apakah kamu mendapatkan hasil breakeven, profit, atau loss dengan cara menutup posisi kamu adalah dengan menghitung selisih antara harga premium saat ini dengan harga premium saat kamu membeli kontrak. 

    Misalkan saham Apple (AAPL) naik hanya sedikit sebelum tanggal kedaluwarsa menjadi USD$102 dan misalkan kontrak yang telah kamu beli tetap memiliki harga premium sebesar USD$3 pada saat itu. Apabila kamu memutuskan untuk menutup posisi long call kamu, maka kamu akan mendapatkan hasil breakeven karena tidak ada perubahan dari harga premium yang kamu miliki dengan cara menghitung selisih antara perubahan harga premium ketika kamu beli dan ketika ingin kamu jual.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$3 – USD$3

    = USD$0 (Breakeven)

    Kamu akan mendapatkan profit dengan cara menutup posisi kamu apabila kontrak yang kamu miliki bertambah harganya sebelum tanggal kedaluwarsa. Hal ini biasanya terjadi apabila kontrak yang kamu miliki semakin dekat dengan status in-the-money (ITM). Contohnya dalam kasus ini adalah apabila harga Apple (AAPL) naik menjadi USD$107 dan harga kontrak kamu naik menjadi USD$5. Maka keuntungan yang kamu dapat adalah sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 (Profit)

    Terakhir, kamu akan mendapatkan loss apabila harga premium saat ini turun menjadi lebih rendah dari ketika kamu membelinya. Hal ini mungkin terjadi apabila sebelum tanggal kedaluwarsa harga underlying asset tetap atau turun. Misalnya dalam kasus ini harga AAPL turun menjadi USD$98 dan harga kontrak kamu turun menjadi USD$1 maka kamu akan mengalami kerugian sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$1 – USD$3

    = -USD$2 (Loss)

    Membeli Put Options (Long Put):

    Sekarang, mari kita pertimbangkan skenario yang berbeda di mana kamu khawatir tentang potensi penurunan pasar. Bayangkan kamu berspekulasi bahwa saham Meta (META) akan turun dalam beberapa bulan ke depan. Dengan hasil spekulasi kamu, maka kamu memutuskan untuk membeli kontrak put options untuk mengambil keuntungan.

    Misalkan, harga saham Meta (META) pada saat ini adalah USD$100 per lembar. Kamu berencana untuk membeli kontrak put options dengan strike price sebesar USD$95 yang akan berakhir bulan depan. Harga premium untuk kontrak put options tersebut adalah USD$3 per kontrak. Maka kapan kamu akan mendapatkan keuntungan, breakeven, atau kerugian? Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven

    Kamu akan mendapatkan hasil breakeven ketika harga saham Meta (META) sama dengan strike price dikurangi oleh premium yang dibayar

    Breakeven = Strike Price Premium yang Dibayar

    = USD$95 – USD$3

    = USD$92

    Skenario Untung (Profit)

    Jika harga saham turun di bawah harga breakeven, kamu akan mulai menghasilkan keuntungan. Misalkan prediksi kamu benar dan harga Meta (META) turun menjadi USD$85, maka berikut adalah cara menghitung besarnya keuntungan kamu.

    Rumus keuntungan dan kerugian membeli put options

    Profit atau Loss = (Strike Price– Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar

    = (USD$95 – USD$85) – USD$3

    = USD$10 – USD$3

    = USD$7 per lembar

    = USD$700 per kontrak

    Skenario Rugi (Loss)

    Jika harga saham tetap berada di atas breakeven price hingga kedaluwarsa, kamu akan mengalami kerugian. Namun kerugian maksimal kamu akan terbatas pada premium yang kamu bayar.

    1. Harga Meta (META) turun ke USD$93
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli put options adalah
      Profit atau Loss = (Strike Price – Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar
      = (USD$95 – USD$93) – USD$3
      = USD$2 – USD$3
      = -USD$1 per lembar
      = -USD$100 per kontrak
    2. Harga Meta (META) naik ke USD$100
      Rumus perhitungan keuntungan dan kerugian membeli put options adalah
      Profit atau Loss = (Strike Price – Harga Saham Saat Ini) – Premium yang Dibayar
      = (USD$95 – USD$100) – USD$3
      = -USD$5 – USD$3
      = -USD$8
      Namun, karena adanya premium maka kerugian yang akan kamu alami adalah hanya sebesar
      = -USD$3 per lembar
      = -USD$300 per kontrak

    Menutup Posisi Long Put (Sell to Close Long Put)

    Sama halnya dengan call option, Sobat Cuan juga bisa menutup posisi long put dengan menjual kontrak untuk mendapatkan breakeven, profit, atau loss. Bedanya dengan long call adalah kamu akan mendapatkan breakeven atau profit jika underlying price turun dan akan mendapatkan loss apabila underlying price tetap atau naik.

    Mari kita ambil contoh yang sama dengan long put di atas, misalkan, harga saham Meta (META) pada saat ini adalah USD$100 per lembar kamu membeli put options dengan harga strike sebesar USD$95 yang akan berakhir bulan depan dengan harga premium sebesar USD$3 per kontrak. Mari simak perhitungan di bawah.

    Skenario Breakeven, Profit, dan Loss

    Sama dengan long call, cara menghitung apakah kamu mendapatkan hasil breakeven, profit, atau loss dengan cara menutup posisi kamu adalah dengan menghitung selisih antara harga premium saat ini dengan harga premium saat kamu membeli kontrak. 

    Misalkan saham Meta (META) turun hanya sedikit sebelum tanggal kedaluwarsa menjadi USD$99 dan misalkan kontrak yang telah kamu beli tetap memiliki harga premium sebesar USD$3 pada saat itu. Apabila kamu memutuskan untuk menutup posisi long put kamu, maka kamu akan mendapatkan hasil breakeven karena tidak ada perubahan dari harga premium.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$3 – USD$3

    = USD$0 (Breakeven)

    Kamu akan mendapatkan profit dengan cara menutup posisi kamu apabila kontrak yang kamu miliki berkurang harganya sebelum tanggal kedaluwarsa. Contohnya dalam kasus ini adalah apabila harga Meta (META) turun menjadi USD$93 dan harga kontrak kamu naik menjadi USD$5. Maka keuntungan yang kamu dapat adalah sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$5 – USD$3

    = USD$2 (Profit)

    Terakhir, kamu akan mendapatkan loss apabila harga premium saat ini turun menjadi lebih rendah dari ketika kamu membelinya. Hal ini mungkin terjadi apabila sebelum tanggal kedaluwarsa underlying price tetap atau naik. Misalnya dalam kasus ini harga Meta (META) naik menjadi USD$102 dan harga kontrak kamu turun menjadi USD$1 maka kamu akan mengalami kerugian sebesar USD$2.

    Profit atau Loss = (Harga Premium Saat Ini) – (Harga Premium Saat Membeli)

    = USD$1 – USD$3

    = -USD$2 (Loss)

    Dengan menguasai strategi options trading dasar yang melibatkan long call dan long put ini, Sobat Cuan akan mendapatkan alat yang sangat berharga untuk menavigasi dunia pasar keuangan yang dinamis. Ingat, options trading melibatkan risiko dan kompleksitas, jadi sangat penting untuk mengedukasi diri kamu sendiri secara menyeluruh dan mempertimbangkan untuk berkonsultasi dengan penasihat keuangan sebelum menerapkan strategi apa pun. Dengan latihan dan pengalaman, kamu akan dilengkapi dengan baik untuk memanfaatkan options untuk keuntungan kamu dan mencapai tujuan investasi kamu.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    1. Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Jangan Panik! Simak 3 Sikap Hadapi Penurunan Nilai Reksadana!

    Berinvestasi di reksadana bukannya tidak berisiko sama sekali. Kadang, pasar bisa bergerak sangat volatil. Dan di saat seperti ini, tips berinvestasi reksadana yang bisa dilakukan adalah tetap tenang dan mengambil keputusan bijak agar kamu tidak rugi bandar.

    Salah satu bentuk ketenangan itu adalah dengan memahami bahwa himpunan dana kamu ada di tangan orang yang tepat. Alasannya, reksadana kamu pasti dikelola oleh manajer investasi yang tentu saja sudah jagoan menyoal investasi. Jadi ketika pasar lagi oleng, mereka pasti paham cara mitigasinya.

    Tetapi, biarlah para manajer investasi melakukan tugasnya sendiri. Kini yang perlu kamu lakukan adalah menenangkan diri sembari memikirkan hal-hal di bawah ini.

    Tips Investasi Reksadana Saat Pasar Bearish

    Saat portofolio investasi kamu merah, kamu mungkin akan terserang panik karena merasa sedang rugi. Sebetulnya, kerugian kamu saat itu dinamakan unrealized loss atau kerugian yang belum terealisasi.

    Kerugian ini baru akan terealisasi jika kamu menjual portofolio kamu yang sedang merah. Aksi ini dinamakan cut loss atau jual rugi. Pertanyaannya, apakah kamu perlu melakukannya?

    Nah, agar kamu bisa lebih yakin dalam melakukan hal tersebut, yuk simak hal-hal yang perlu kamu pertimbangkan berikut!

    Baca juga: Mau Investasi Jangka Pendek Saat Pandemi? Simak Pilihan Aset Berikut!

    1. Fokus Pada Tujuan Investasi Reksadana

    Menjawab pertanyaan kapan cut loss perlu dilakukan sangat bergantung pada tujuan kamu berinvestasi. Apakah investasimu ini akan berlangsung dalam jangka pendek? Atau jangka panjang?

    Selain itu, berapa target margin yang kamu sasar juga perlu diperhitungkan.

    Biasanya, investasi reksadana dipilih oleh investor sebagai investasi jangka menengah. Sebab, kinerjanya baru dapat dirasakan sekurangnya setelah tiga tahun, bahkan lebih panjang dari itu lebih baik. Tapi, jika kurang dari tiga tahun, MI biasanya akan mengarahkan kamu untuk memilih produk pasar uang atau deposito saja.

    Jika kamu membutuhkan dana tersebut dalam waktu dekat, yakni sekitar enam bulan sampai satu tahun mendatang, mungkin cut loss adalah pilihan yang baik. Kamu juga bisa memilih untuk mengubah strategi investasi, atau mengalihkan dana investasi kamu dalam reksadana kepada instrumen lain yang lebih baik kinerjanya.

    Kalau ternyata dana investasi tersebut baru kamu butuhkan beberapa tahun lagi, kamu bisa menunggu hingga kinerjanya membaik sebelum menjualnya. Buat apa merealisasikan kerugian jika kamu mungkin akan untung besar jika mau bersabar, bukan?

    Tips investasi reksadana lainnya ialah untuk melihat segala sesuatu yang terjadi di pasar dalam perspektif yang utuh.

    Saat pasar bearish dan nilai aktiva bersih (NAB) reksadana kamu turun, artinya nilai per unitnya pun akan lebih murah.

    Jika kamu sudah yakin di awal bahwa produk reksadana yang kamu pilih punya fundamental bagus, tidak ada salahnya bersikap agresif dengan menambah unit reksadana. Kapan lagi kan barang bagus dapat diskon?

    Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

    2. Ubah Strategi Investasi Jika Diperlukan

    Mengubah strategi investasi tidak ada salahnya. Apalagi, sebagai investor kamu memang harus beradaptasi dengan pasar, bukan?

    Salah satu upaya menekan kerugian saat kinerja reksadana kamu melambat adalah dengan beralih pada produk lain yang lebih minim risiko. Misalnya, jika semula kamu memilih untuk berinvestasi pada reksadana saham, saat prospek pasar modal sedang buruk kamu bisa beralih dulu pada reksadana pasar uang.

    Strategi lainnya yang disarankan ialah membuat diversifikasi produk dalam portofolio investasi reksadana kamu. Cara ini akan membuat dana investasi kamu bisa bekerja dalam berbagai kondisi. Jika salah satunya sedang kebakaran, yang lain masih bisa setor cuan.

    Pastikan kamu memilih strategi alternatif yang lebih aman ya, Sobat Cuan. Dengan begitu kamu akan dapat lebih tenang berinvestasi serta terhindar dari mengambil keputusan dengan gegabah.

    Baca juga: Langkah-Langkah dan Cara Menggunakan Tradingview untuk Pemula

    3. Siapkan Dana Cadangan 

    Salah satu tips investasi reksadana yang kerap dipandang sebelah mata adalah menyediakan dulu dana cadangan. Dana ini sangat penting guna menjaga kamu tetap konsisten menyetor penghasilan pada portofolio investasi.

    Saat kejadian tidak terduga terjadi, kamu tidak akan tergoda untuk membongkar portofolio investasi kamu meski tujuan finansial belum tercapai. Begitupun saat kinerja reksadana kamu sedang merah merona.

    Kamu dapat menggunakan dulu dana cadangan kamu untuk keperluan di waktu dekat sembari menunggu kinerjanya pulih. Dengan begitu, kamu jadi tidak perlu merealisasikan kerugian dalam portofolio reksadana kamu hanya karena sedang butuh uang.

    Jadi jangan lupa, sisihkan dulu dana darurat dan dana-dana cadangan lainnya agar kamu dapat lebih tenang berinvestasi ya, Sobat Cuan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Reksadana Community



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Hot Wallets dan Cold Wallets dalam Kancah Kripto. Apa Bedanya?

    Dunia cryptocurrency tidak dapat terlepas dari penggunaan crypto wallets. Dompet digital ini adalah hal esensial yang wajib kamu miliki untuk dapat bertransaksi di kancah kripto, termasuk melakukan kegiatan di dunia decentralized finance (DeFiseperti crypto staking atau yield farming.

    Secara spesifik, wallet adalah perangkat lunak yang dapat digunakan untuk menyimpan kunci publik dan private dari saluran cryptocurrency. Memiliki wallet bermanfaat untuk membantumu mengatur kepemilikan mata uang digital, juga berinteraksi dengan jaringan decentralized finance.

    Namun, tah kah kamu bahwa terdapat dua jenis wallet yang dapat kamu miliki, yakni hot wallets dan cold wallets. Apa sih perbedaan keduanya? Yuk, kita bahas bersama!

    1. Hot Crypto Wallets

    Jenis dompet ini merupakan tipe wallet kripto yang paling umum karena mudah untuk dibangun dan juga mudah digunakan. Dompet ini biasanya terbentuk otomatis ketika kamu membuat akun di platform exchange kripto, platform DeFi, atau mengunduh wallet di ponsel pintarmu.

    Hot wallets biasanya digunakan untuk kegiatan kripto sehari-hari seperti transaksi. Sebab, dompet satu ini selalu terhubung ke internet, sehingga kamu pun akan dengan mudah memindahkan aset kriptomu hanya dengan ketukan jari saja.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Konsep Total Value Locked di Kancah DeFi!

    Cara Kerja Hot Wallets

    Seorang pelaku pasar aset kripto tentunya ingin menyimpan koin digitalnya setelah selesai membeli atau menambang aset kripto. Pilihan mereka tentu saja akan jatuh ke dompet digital.

    Hanya saja, meski dijuluki dompet (wallet), hot wallets tidak benar-benar menyimpan koin-koin digital tersebut. Alih-alih hanya sebagai tempat penyimpanan, wallets juga berperan sebagai fasilitator dan pencatat transaksi kriptomu.

    Perangkat lunak ini mefasilitasi transaksi kamu dengan cara mencatat tiap perubahan transaksi. Catatan tersebut, selanjutnya disimpan dalam buku besar blockchain. Hal inilah yang membuat dunia kripto sangat transparan dan tidak memerlukan lembaga perantara keuangan.

    Mengapa para pelaku aset kripto sangat mempercayai hot wallets? Kuncinya adalah di penggunaan kunci kriptografi di hot wallets.

    Dompet kripto menggunakan kunci publik (seperti nama username) dan kunci pribadi (seperti nomor PIN) agar bisa diakses penggunanya. Sehingga, meskipun terhubung ke internet, setidaknya pemilik kripto bisa menjadikan hot wallets sebagai ruang pribadi mereka di dunia siber.

    Jenis Hot Crypto Wallets

    Terdapat beberapa jenis hot wallets yang dapat kamu pilih saat ini. Beberapa wallets dirancang untuk digunakan dalam transaksi web dan aplikasi tertentu saja.

    Kamu harus melakukan pendalaman lebih jauh sebelum memutuskan hot wallets mana yang cocok dengan kebutuhannya. Adapun jenis-jenis hot wallets ada tiga seperti berikut

    1. Desktop Wallets, contohnya seperti Electrum dan Armory
    2. Mobile Wallets, contohnya seperti Edge dan Trust Wallet
    3. Hybrid Wallets, contohnya seperti BTCPay dan Blockchain

    Baca juga: Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank, Mana yang Lebih Menguntungkan?

    Kelemahan Hot Wallets

    Meski sangat mudah digunakan, hot wallets punya satu kelemahan utama: Keamanannya. Kelemahan itu muncul sebab dompet ini hanya dapat diakses jika perangkatmu terhubung dengan internet. Karenanya, dompetmu jadi berisiko tinggi diretas oleh oknum tidak bertanggung jawab.

    Jika kamu memiliki aset kripto dalam jumlah banyak, kamu tidak disarankan menyimpannya pada hot wallet. Banyak investor kripto mengkolaborasikan penggunaan hot wallets dengan cold wallets. Caranya adalah dengan menyetorkan sejumlah kecil uang kripto dalam hot wallets, lalu menyimpan sebagian besarnya dalam cold wallets.

    Jadi, kalau kamu adalah sobat hodlers, kamu butuh dompet jenis lainnya, yakni cold wallets.

    Baca juga: 3 Kiat Cari Cuan Menggunakan Support & Resistance bagi Pemula

    2. Cold Crypto Wallets

    Dompet jenis ini merupakan kebalikan dari hot wallets. Alias, dompet ini sama sekali tidak dihubungkan ke internet. Hanya saja, kamu pun tetap bisa menghubungkannya ke internet jika kamu ingin melakukan transaksi.

    Nah, karena tidak terhubung secara daring, maka dompet ini dianggap lebih aman sebagai tempat penyimpanan aset kripto.

    Terdapat dua jenis cold wallets yang bisa kamu gunakan saat ingin menyimpan uang kripto. Keduanya memiliki bentuk fisik seperti USB flashdisk maupun kertas. Seperti apa rincinya?

    Hardware Wallets

    Jenis cold crypto wallets satu ini memang lebih populer dibandingkan paper wallet. 

    Hardware wallets menggunakan medium fisik, biasanya dalam bentuk USB stick, untuk menyimpan private keys. Sehingga, kunci-kunci penting untuk membuka dompet digitalmu akan aman dari serangan peretas atau pihak-pihak nakal lainnya.

    Untuk menggunakan hardware wallet, kamu tinggal mengirimkan aset kriptomu dari hot wallet ke alamat publik hardware wallet. Begitu pun sebaliknya. Kamu hanya tinggal menghubungkan hardware wallet-mu ke internet menggunakan software “bawaan” dari sang piranti keras tersebut.

    Adapun dompet yang tergolong dapat hardware walltes adalah Trezor dan Safepal.

    Paper Wallets

    Salah satu opsi cold wallets yang dapat kamu gunakan untuk menyimpan uang kripto kamu adalah paper wallets. Namun berbeda dengan hardware wallets yang menggunakan alat mirip USB, paper wallets adalah kertas yang berisi informasi seperti public address dan private key.

    Dompet ini berupa selembar kertas yang memuat kunci dan QR codes yang dapat memfasilitasi transaksi kripto kamu. Opsi ini dipandang lebih aman ketimbang hot wallets sebab penyimpanannya tidak memerlukan koneksi internet.

    Nah, kalau kamu lebih senang mana Sobat Cuan? Hot crypto wallets? Atau Cold wallets?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Investopedia, Coinmarketcap



    Sumber : pluang.com

  • Elemen Harga Options

    Terdapat banyak sekali kontrak options yang dapat dipilih Sobat Cuan untuk dibeli atau dijual. Mungkin kamu memiliki pertanyaan mengapa ada banyak sekali kontrak options dengan harga yang berbeda-beda. Penetapan harga options ini mungkin menjadi teka-teki untuk Sobat Cuan, tapi apabila kamu dapat memahami elemen-elemen inti yang mempengaruhi harga kontrak-kontrak ini kamu akan membuka rahasia untuk menavigasi pasar options yang dinamis. Pada artikel ini, kamu dapat mempelajari komponen fundamental dari penetapan harga options, termasuk underlying price, nilai intrinsik dan ekstrinsik, volatilitas, dan suku bunga.

    Underlying Price atau Harga Saham Acuan

    Underlying price mengacu pada harga pasar saat ini dari aset yang menjadi dasar kontrak options, seperti saham, indeks, atau komoditas. Harga ini memainkan peran penting dalam penentuan nilai kontrak options.

    Untuk mempermudah pengertian pengaruh underlying price terhadap harga kontrak options, bayangkan bahwa kontrak options adalah supply dan trader atau investor yang ingin membeli kontrak tersebut adalah demand.

    Untuk kontrak call options, ketika underlying price berada di atas strike price maka orang yang memiliki kontrak tersebut akan mendapatkan untung. Karena sifatnya yang menguntungkan maka akan semakin banyak demand terhadap kontrak tersebut. Karena tingginya demand, maka harga kontrak tersebut akan semakin tinggi, inilah yang dinamakan sebagai kontrak in-the-money (ITM). Sebaliknya, jika underlying price berada di bawah strike price, maka akan semakin sedikit demand terhadap kontrak tersebut sehingga harganya akan semakin murah dan inilah yang dinamakan sebagai kontrak out-of-the-money (OTM).

    Sebaliknya, untuk put options, harga kontrak akan naik ketika underlying price berada di bawah strike price karena sifatnya yang menguntungkan dan akan turun harganya ketika underlying price berada di atas strike price.

    Nilai Intrinsik dan Ekstrinsik

    Nilai intrinsik dari sebuah options adalah ukuran seberapa besar nilai sebuah options jika dieksekusi (exercise) saat itu juga. Untuk call options, nilai intrinsik dihitung sebagai selisih antara underlying price dan strike price (jika positif). Untuk put options, nilai intrinsik adalah selisih antara strike price dan underlying price (jika positif). Jika nilai intrinsik options tersebut adalah sama dengan 0 atau kurang dari 0 maka dapat dinyatakan bahwa options tersebut tidak berharga.

    1. Nilai Intrinsik Call Option = Underlying Price Strike Price
    2. Nilai Intrinsik Put Option = Strike Price – Underlying Price

    Sedangkan nilai ekstrinsik atau dikenal juga dengan time value (nilai waktu) adalah nilai yang mewakili nilai tambahan dari options di luar nilai intrinsiknya. Nilai ini mencerminkan faktor-faktor seperti waktu kedaluwarsa, volatilitas, dan suku bunga. Nilai ekstrinsik berkurang seiring waktu karena peluruhan waktu (time decay). Rumus untuk melakukan perhitungan nilai ekstrinsik adalah sebagai berikut

    Nilai Ekstrinsik = Harga Premium Options – Nilai Intrinsik

    Untuk mengerti nilai intrinsik dan nilai ekstrinsik sebuah kontrak options, kamu bisa melihat ilustrasi dari komponen harga sebuah call option dengan strike price sebesar USD$90 di bawah ini.

    Komponen yang Mempengaruhi Nilai Ekstrinsik Sebuah Kontrak Options

    • Peluruhan Waktu (Time Decay)
      Peluruhan waktu atau time decay ini pasti terjadi pada semua kontrak options dimana sebuah kontrak options akan berkurang nilainya semakin dekat dengan masa kedaluwarsa. Hal ini terjadi karena semakin dekat dengan waktu kedaluwarsa, waktu yang dibutuhkan underlying asset untuk bergerak dan menguntungkan kontrak options semakin sedikit. Semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa, maka semakin cepat pula konsep peluruhan waktu ini terjadi. Untuk mempermudah pengertian, kamu dapat melihat grafik di bawah ini

    • Volatilitas
      Terdapat dua jenis volatilitas dalam dunia options. Volatilitas yang dimaksud adalah volatilitas historis atau historical volatility (HV)  dan juga volatilitas tersirat atau implied volatility (IV). Kedua volatilitas ini juga menjadi faktor yang mempengaruhi penetapan harga sebuah options.
      Mungkin kamu sudah pernah mendengar mengenai volatilitas historis atau historical volatility (HV). HV adalah angka yang mengukur pergerakan harga masa lalu dari sebuah aset. Angka HV memberikan informasi mengenai seberapa besar harga aset berfluktuasi selama periode tertentu. HV menjadi salah satu faktor dari harga sebuah options karena memiliki efek terhadap nilai ekstrinsik sebuah options. Semakin tinggi HV sebuah underlying asset, berkemungkinan besar options tersebut menjadi semakin mahal karena ada kemungkinan lebih besar underlying price untuk bergerak ke posisi yang menguntungkan.
      Apabila HV membahas volatilitas underlying asset yang sudah pernah terjadi, volatilitas tersirat atau implied volatility (IV) mencerminkan ekspektasi pasar terhadap pergerakan underlying price di masa mendatang. IV adalah penentu utama harga options, karena sama logikanya dengan HV, semakin tinggi nilai IV maka akan semakin tinggi harga premium options dan sebaliknya. Hal ini disebabkan karena dengan tingginya volatilitas, maka underlying price lebih mungkin untuk bergerak menuju harga yang menguntungkan pemegang kontrak options.
    • Suku Bunga
      Suku bunga berkaitan langsung dengan nilai ekstrinsik dari sebuah kontrak options. Pengaruh suku bunga terhadap call options dan put options berbeda.
      Untuk call options, semakin tinggi suku bunga biasanya akan semakin tinggi nilai ekstrinsik sebuah kontrak call options, sehingga menyebabkan harga dari call options akan meningkat. Hal ini bisa terjadi karena dengan tingginya suku bunga, harga saham biasanya meningkat. Dibandingkan membeli saham secara langsung, investor memiliki pilihan untuk membeli call option yang sudah mewakili 100 lembar saham per kontrak dengan harga yang relatif lebih murah.
      Sedangkan untuk put options, semakin tinggi suku bunga biasanya harga kontrak put options akan menurun. Ketika suku bunga sedang meningkat maka harga saham akan meningkat sehingga investor mungkin akan lebih mempertimbangkan untuk menjual saham secara langsung dibandingkan dengan menggunakan put options. Karena hal inilah put options menjadi lebih tidak menarik untuk dibeli dan menyebabkan harga kontrak put options menurun.

    Memahami pengaruh underlying price, nilai intrinsik dan ekstrinsik, time decay, volatilitas, dan suku bunga terhadap harga sebuah kontrak options sangat penting untuk kamu ketahui. Elemen-elemen harga ini mempengaruhi nilai kontrak options dan memainkan peran penting dalam mengembangkan strategi trading yang efektif. Dengan menguasai dasar-dasar ini, Sobat Cuan akan lebih mudah membuat keputusan yang tepat dan menavigasi dunia pasar options yang dinamis dengan percaya diri.

    • Options Trading oleh PT PG Berjangka telah berlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI, BBJ dan KBI serta bekerja sama dengan Pialang luar negeri yang berlisensi dan diaswasi oleh SEC dan OCC.
    • Options Trading adalah produk berisiko tinggi dan tidak ada jaminan keuntungan yang ditawarkan oleh produk ini. Pelanggan wajib melakukan riset sendiri dalam melakukan transaksi investasi apapun.



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Simak 6 Cara Memilih Altcoin yang Tepat Untukmu!

    Demam investasi cryptocurrency masih melanda dunia. Di Indonesia saja berdasarkan data Kementerian Perdagangan, jumlah transaksi pada Mei tahun ini melonjak hingga Rp370 triliun. Padahal, pada akhir Desember lalu nilai transaksi aset kripto masih berada di angka Rp65 triliun.

    Jika dibandingkan dengan nilai transaksi aset kripto di seluruh dunia, angka tersebut masih sangat kecil. Mengacu pada data CoinMarketCap, volume transaksi pasar kripto selama 24 jam terakhir mencapai US$77,70 miliar atau sekitar Rp1.133.09 triliun (kurs Rp14.583 per dolar AS).

    Saat ini, memang kancah cryptocurrency masih didominasi oleh Bitcoin. Data Coinmarketcap sendiri menunjukkan bahwa sang raja aset kripto ini mengambil 45% hingga 50% pangsa pasar kripto. Di luar itu, kapitalisasi pasar kripto masih dihuni oleh ratusan, bahkan ribuan, jenis-jenis altcoin.

    Berinvestasi altcoin bisa jadi pilihan bagi trader kripto pemula. Maklum saja, mengingat harga Bitcoin yang mahal mungkin menghambat mereka untuk masuk ke dalamnya.

    Hanya saja, memilih altcoin untuk di-trading-kan bisa terkesan njelimet saking jumlahnya yang bejibun. Bahkan, kalau kamu salah pilih atcoin, kamu bisa jatuh terjebak praktik scam alias penipuan.

    Lantas bagaimana untuk bisa memilih altcoin yang tepat jika jumlah jenisnya juga sangat banyak? Nah supaya tidak salah langkah, simak dulu yuk cara memilih altcoin yang tepat, supaya investasi yang kamu lakukan memiliki dasar, tidak asal mengikuti euforia.

    Baca juga: Apa Itu Altcoin Index?

    Tips Memilih Altcoin untuk Trading

    1. Riset Sebelum Membeli

    Karena ada banyak sekali altcoin yang bisa dijadikan referensi, kamu bisa melakukan riset secara mandiri tentang jenis altcoin mana yang akan dibeli dan bagaimana prospeknya.

    Dalam hal ini, kamu harus memahami beberapa faktor yang menjadi dasar dari kinerja altcoin. Mulai dari teknologi yang diusung, siapa penyedia altcoin-nya, dan juga berapa banyak volume perdagangan hariannya.

    Selain itu, Sobat Cuan juga bisa melihat grafik harga koin tersebut secara historis. Lihat bagaimana kinerjanya, dinamika harganya dan juga sejarah tentang koin itu sendiri. Jangan juga lupa untuk melihat kapitalisasi pasar dan sirkulasi koin di perdagangan.

    Sebagai gambaran, kamu bisa memulai dengan cryptocurrency yang memiliki pangsa pasar terbesar. Mengapa demikian? Sebab, kapitalisasi pasar merupakan cerminan dari popularitas aset kripto. Hal itu bisa jadi mengindikasikan bahwa banyak pengguna yang memburu cryptocurrency tersebut.

    Untuk kisi-kisinya, berikut daftar 10 koin yang memiliki market cap terbesar di pasar kripto saat ini.

    Selain itu, kamu pun sebaiknya sebisa mungkin hindari altcoin yang mengalami penurunan besar dalam kapitalisasi pasar. Sebab, artinya permintaan pasar sedang berkurang, dan itu bisa saja disebabkan oleh ketidakpercayaan pelaku pasar atas nilai guna (use case) koin tersebut.

    2. Lihat Teknologi yang Diusung

    Banyak dari altcoin berasal dari sistem blockchain yang hanya mereplikasi teknologi yang sudah ada di Bitcoin. Sehingga, jika Sobat Cuan memang ingin berinvestasi secara jangka panjang di aset kripto, kamu bisa memilih asal muasal teknologi yang mengusung aset kripto tersebut.

    Seperti dulu saat kemunculan Ethereum (ETH), koin generasi kedua ini sukses mengekor kapitalisasi pasar Bitcoin dalam 10 koin dengan kapitalisasi pasar di dunia. Hal itu dikarenakan ETH membuat teknologi yang lebih kuat beserta smart contract, sehingga banyak pengembang pun memanfaatkannya untuk mengembangkan aplikasi decentralized finance.

    Selain itu altcoin yang juga masuk menjadi incaran banyak investor saat ini adalah Cardano (ADA) yang mengusung algoritma konsensus proof of stake di sistem blockchain-nya dan dikenal ramah lingkungan.

    Jadi, ketika memilih altcoin, kamu harus berupaya fokus ke nilai guna aset kripto tersebut. Misalnya, prospeknya pada dunia keuangan.

    3. Lihat Volume Perdagangan Harian

    Semakin tinggi volume perdagangan harian, maka semakin tinggi juga permintaan pasar akan altcoin tersebut. Kamu bisa melihatnya di laman seperi CoinMarketCap ataupun CoinDesk.

    Tetapi jangan gegabah dan hanya mendasarkan pada popularitas koin, karena ada banyak juga koin yang kurang populer namun memiliki persentase pertumbuhan yang lebih baik dari koin-koin besar.

    Tinggi rendahnya volume perdagangan juga menandakan likuiditas dari altcoin tersebut. Jika volumenya sangat rendah, maka hanya ada sedikit orang yang melakukan jual ataupun beli.

    4. Perhatikan Kondisi yang Terjadi Saat ICO

    Hasil Initial Coin Offering (ICO) dari sebuah koin bisa dijadikan referensi untuk melihat bagaimana peluang pergerakan dari koin tersebut ke depan. Saat permintaannya tinggi dan terlihat menonjol di pasar, kamu bisa menjadikannya opsi untuk trading.

    Selain itu, jangan juga lupa untuk melihat tim pengembang yang ada di balik koin tersebut. Karena jika tim tersebut dihuni oleh orang yang memang sudah memiliki rekam jejak yang mumpuni di dunia kripto, bisa jadi bakal ada kejutan kedepannya dalam koin yang baru diluncurkan.

    Misalnya, seperti Cardano dan Polkadot. Dua koin ini dikenal karena dikembangkan oleh sosok-sosok yang membangun Ethereum. Sekarang kalian bisa lihat kan, bagaimana masing-masing performa ADA dan DOT di pasar?

    5. Lihat Cryptocurrency yang Kurang Dikenal

    Sebenarnya, ada banyak informasi berserak yang bisa dimanfaatkan untuk mengulik mana aset kripto yang cocok untuk kamu. Namun, kadang hal itu kurang terdeteksi lantaran informasi yang beredar hanya memuat tentang koin-koin populer saja.

    Untuk itu, kamu bisa melihat pergerakan altcoin yang tidak populer bukan di bursa utama. Tetapi hati-hati juga memilih bursa perdagangan, pastikan bahwa pasar tersebut aman dan juga kredibel.

    Baca juga: Di Tengah Harga Altcoin yang Lagi Melonjak, Kenapa Bitcoin Masih Lebih Baik?

    6. Pusing Pilih yang Mana? Yuk, Coba Diversifikasi

    Memilih satu altcoin bisa memusingkan. Tapi, kamu juga bisa menentukan cryptocurrency jagoanmu dengan memasang uang di dua atau lebih altcoin. Nantinya, kamu bisa menilai sendiri, aset kripto apa saja yang cocok dengan seleramu.

    Tak hanya itu, menanam uang di banyak aset kripto secara langsung membuatmu mempraktikkan diversifikasi. Dan seperti yang kamu ketahui, diversifikasi aset kripto memang memiliki banyak manfaat, utamanya kala pasar sedang bearish.

    Investasi dalam instrumen apapun selalu terdapat risiko. Begitu pula dengan aset kripto, jadi sebar risiko yang ada dengan membeli tidak hanya satu jenis altcoin.

    Lantas, bagaimana dengan kamu, Sobat Cuan? Apakah kamu sudah siap memiliki altcoin jagoanmu? Nah, kalau sudah siap, yuk dapatkan altcoin unggulan di Pluang!

    Di Pluang, kamu bisa mendapatkan ETH, BNB, ADA, dan DOT. Selain keempat koin tersebut berprospek cerah, kamu bisa mendapatkannya hanya dalam tiga ketukan saja di ponsel pintarmu!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Trading Education



    Sumber : pluang.com