Category: Pluang

  • Apa itu Hedging & Strategi Hedging

      Ringkasan: 

    • Hedging dalam Crypto Futures melibatkan pengambilan posisi Crypto Futures untuk mengimbangi potensi kerugian dari posisi Spot, membantu melindungi portofolio dari pergerakan harga yang merugikan.
    • Strategi umum termasuk Direct Hedge (satu banding satu), Partial Hedge, Hedging dengan aset berbeda, serta menggunakan Leverage untuk melakukan Hedging dengan modal lebih kecil sambil melindungi portofolio yang lebih besar.
    • Hedging dapat membatasi kerugian, mengamankan keuntungan, mengurangi volatilitas, dan memberikan fleksibilitas, tetapi juga memiliki risiko dan biaya yang dapat membatasi potensi keuntungan.

    Hedging adalah strategi pengelolaan risiko yang digunakan trader untuk melindungi portofolio mereka dari pergerakan harga yang merugikan. Dalam konteks Crypto Futures, Hedging melibatkan pengambilan posisi Crypto Futures untuk mengimbangi potensi kerugian dari posisi Spot.

    Contoh: Jika kamu memiliki sejumlah besar Bitcoin (BTC) dalam portofolio Spot dan khawatir tentang kemungkinan penurunan harga, kamu dapat membuka posisi Short dalam kontrak Crypto Futures BTCUSDT-PERP. Jika harga Bitcoin turun, kerugian dalam kepemilikan BTC Spot akan diimbangi dengan keuntungan dari posisi Short di Crypto Futures BTCUSDT-PERP.

    Hedging sangat berguna di pasar kripto yang volatil. Dengan menerapkan strategi Hedging, Trader dapat:

    • Membatasi Kerugian: Hedging dapat mengurangi kerugian jika pasar bergerak melawan posisi kamu.
    • Mengunci Keuntungan: Kamu dapat mengamankan keuntungan pada aset yang kamu miliki dalam jangka panjang selama fluktuasi jangka pendek.
    • Mengurangi Volatilitas: Hedging membantu menstabilkan portofolio dengan mengurangi dampak naik turunnya pasar.
    • Meningkatkan Fleksibilitas: Dengan kontrak perpetual, kamu dapat menyesuaikan posisi Hedging sesuai kondisi pasar tanpa khawatir tentang tanggal kedaluwarsa.

     

    Kamu dapat menggunakan berbagai strategi untuk mengelola risiko di pasar Crypto Futures. Berikut adalah beberapa pendekatan umum:

    1. Direct Hedge (One-to-One Hedge)
      Strategi ini melibatkan pembukaan posisi yang ukurannya sama dan arahnya berlawanan dengan posisi yang sedang berjalan.

      Contoh:
      Kamu memiliki 1 BTC dan ingin melindungi diri dari penurunan harga. Kamu membuka posisi Short sebesar 1 BTC dalam kontrak Crypto Futures BTCUSDT-PERP. Jika harga turun, keuntungan dari posisi Short akan mengimbangi kerugian dari penurunan nilai BTC kamu.
    2. Partial Hedge
      Partial Hedge melibatkan hedging hanya pada sebagian dari posisi kamu, memberikan perlindungan jika harga jatuh, tetapi tetap memberi peluang keuntungan jika pasar bergerak sesuai harapan.

      Contoh:
      Kamu memiliki 2 BTC tetapi hanya ingin melindungi separuh portofolio kamu. Kamu dapat membuka posisi Short sebesar 1 BTC dalam Crypto Futures BTCUSDT-PERP, sehingga setengah portofolio kamu terlindungi jika harga turun sementara setengah lainnya tetap terbuka untuk potensi kenaikan harga.
    3. Hedge dengan Aset Berbeda
      Strategi ini melibatkan Hedging dengan aset yang berkorelasi erat dengan aset yang dimiliki, biasanya dengan korelasi positif.

      Contoh:
      Kamu memiliki BTC dan tahu bahwa harga ETH dan BTC cenderung bergerak bersama. Jika kamu memperkirakan penurunan jangka pendek, alih-alih melakukan Short BTCUSDT-PERP, kamu dapat melakukan Short ETHUSDT-PERP. Karena ETH lebih volatil, Short ETHUSDT-PERP dapat memberikan potensi keuntungan yang lebih besar. Jika pasar turun, keuntungan dari posisi Short ETH dapat mengimbangi sebagian kerugian dari penurunan nilai BTC kamu.
    4. Hedging dengan Leverage
      Dengan menggunakan Leverage, kamu dapat melakukan Hedging dengan modal lebih kecil. Dengan Leverage, kamu bisa membuka posisi berlawanan yang lebih kecil tetapi tetap melindungi portofolio yang lebih besar.

      Contoh:
      Kamu memiliki 10 ETH dan khawatir tentang penurunan harga dalam jangka pendek. Daripada melakukan Short seluruh 10 ETH, kamu bisa membuka posisi Short dengan Leverage 25x menggunakan 0,4 ETH untuk menutupi potensi penurunan harga 10 ETH sambil menyisakan 9,6 ETH untuk potensi kenaikan harga. Strategi ini memungkinkan kamu melakukan Hedging dengan modal lebih kecil.

     

    Hedging dalam Crypto Futures adalah strategi yang baik untuk mengelola risiko dan melindungi portofolio dari volatilitas pasar. Baik melalui Direct atau Partial Hedge, menggunakan aset berkorelasi, atau menerapkan Leverage, strategi ini memberikan fleksibilitas dalam menghadapi pasar kripto yang dinamis.

    Namun, penting untuk memahami bahwa Hedging juga memiliki risiko dan biaya. Meskipun dapat memberikan perlindungan, Hedging juga dapat membatasi potensi keuntungan jika pasar bergerak berbeda dari perkiraan. Pengelolaan risiko yang tepat dan pemahaman yang jelas tentang strategi sangat penting untuk melakukan Hedging secara efektif.



    Sumber : pluang.com

  • Sobat Cuan, Simak Sejarah Altcoin dalam Satu Dekade Terakhir di Sini!

    Jagat cryptocurrency memang luas sekali, Sobat Cuan. Tapi siapa yang menyangka bahwa pesatnya perkembangan sektor ini terjadi dalam kurun satu dekade saja.

    Sejarah mencatat bahwa dunia ini hanya mengenal satu aset kripto yang beredar 12 tahun silam, yakni Bitcoin. Namun kini, menurut data Coinmarketcap, terdapat 5.912 jenis aset digital dalam bentuk koin dan token yang beredar di pasaran sebagai alternatif Bitcoin. Atau, yang sering disebut sebagai altcoin.

    Kondisi ini pun memunculkan beberapa pertanyaan. Mengapa altcoin bisa menjamur seperti sekarang? Selain itu, bagaimana sejarah altcoin sejak awal hingga saat ini?

    Untuk menguak hal tersebut, Sobat Cuan perlu baca artikel ini hingga akhir, ya!

    Baca juga: Di Tengah Harga Altcoin yang Lagi Melonjak, Kenapa Bitcoin Masih Lebih Baik?

    Sejarah Singkat Di Balik Menjamurnya Altcoin

    Seperti yang sudah dijelaskan di atas, Bitcoin adalah koin kripto pertama yang diperkenalkan ke publik. Aset kripto besutan anonim bernama Satoshi Nakamoto ini awalnya ditujukan untuk menjadi uang digital yang bisa digunakan untuk transaksi daring.

    Seluruh transaksi itu pun memanfaatkan teknologi yang disebut dengan blockchain. Di mana, seluruh transaksi dan pertambangan koin baru di dalamnya harus divalidasi dalam sebuah algoritma konsensus bernama proof of work.

    Hanya saja, teknologi blockchain Bitcoin pun memiliki banyak kelemahan sebagai pionir. Dan pada akhirnya, berbagai kelemahan itu menjadi inspirasi pengembang lain untuk menciptakan sistem blockchain yang lebih andal dibandingkan Bitcoin.

    Di waktu yang sama, para pengembang tersebut juga memperkenalkan koin native baru sebagai alat tukar di jenis blockchain anyar tersebut. Nah, koin-koin inilah yang disebut dengan altcoin, atau secara harfiah adalah “alternatif dari Bitcoin”.

    Namun, sistem blockchain baru yang bermunculan pun ternyata tak hanya sekadar menambal kelemahan kekurangan Bitcoin. Beberapa pengembang juga merasa bahwa teknologi blockchain bisa digunakan untuk kegiatan ekonomi sehari-hari. Sehingga, mereka pun kemudian mengintegrasikan teknologi baru bernama smart contract di dalamnya.

    Jenis teknologi blockchain yang baru ini pun kemudian ikut memperkenalkan koin native sebagai alat transaksi di dalamnya. Alias, menambahkan altcoin-altcoin baru ke skena cryptocurrency global. Akibatnya, jagat cryptocurrency pun kian berkembang menjadi lebih luas dengan nilai manfaat yang kian variatif.

    Secara lebih rinci, berikut adalah beberapa tonggak sejarah penting altcoin sejak 2009, atau tepat ketika Bitcoin pertama kali diluncurkan.

    Tonggak Sejarah Altcoin

    1. 2011: Altcoin Pertama Mulai Bermunculan

    Beragam teknisi dan pengembang mulai menghadirkan altcoin generasi awal pada 2011, atau tepat dua tahun setelah peluncuran Bitcoin. Adapun altcoin pertama yang dilepas ke publik bernama Namecoin.

    Kala itu, Namecoin hadir untuk menciptakan domain internet yang terdesentralisasi, aiias tanpa diatur atau diutak-atik oleh satu master domain. Dengan menggunakan teknologi Namecoin, seluruh situs memiliki alamat menggunakan “.bit”.

    Namun, agar pembuat situs bisa memanfaatkan domain Namecoin, mereka harus membayarnya dengan koin Namecoin ke sistem tersebut. Biaya pendaftaran domainnya pun terbilang murah, yakni hanya 0,01 Namecoin atau setara US$0,05.

    Selain Namecoin, terdapat pula altcoin lain yang lahir di tahun yang sama, yakni Litecoin. Litecoin diciptakan dari hard fork Bitcoin oleh seorang teknisi Google bernama Charlie Lee.

    Sistem Litecoin menggunakan sistem penambangan yang berbasis teka-teki pertama di kancah kripto bernama Scrypt. Hal ini dikembangkan Lee setelah menyadari bahwa sistem Bitcoin kala itu sangat rentan peretasan. Sayangnya, aktivitas itu membutuhkan daya proses komputer yang juga cukup kuat.

    Meski sistem validasi penambangannya cukup sulit, proses pembentukan satu blok transaksi di blockchain Litecoin boleh diadu dengan Bitcoin. Adapun waktu pembuatan block atau block time Litecoin hanya 2,5 menit, jauh lebih kencang ketimbang waktu pembuatan block Bitcoin yang mencapai 10 menit.

    Baca juga: Sobat Cuan, Simak 6 Cara Memilih Altcoin yang Tepat Untukmu!

    2. 2012: Lahirnya Altcoin Berbasis Algoritma Konsensus Proof of Stake Pertama

    Di kancah cryptocurrency, setiap pengguna wajib untuk mendapat “persetujuan” agar bisa mencatatkan transaksinnya di buku besar blockchain. “Persetujuan” tersebut bisa didapatkan jika aktivitasnya disepakati dalam sebuah proses bernama algoritma konsensus.

    Hingga titik ini, Bitcoin dan altcoin masih menggunakan algoritma konsensus proof of work. Yakni, sebuah proses di mana seorang pengguna perlu memecahkan teka-teki komputasional dalam mencatatkan aktivitasnya di blockchain. Setelahnya, pengguna perlu menyerahkan “hasil ujiannya” tersebut kepada validator, yang tak lain merupakan seluruh pengguna yang terhubung ke jaringan blockchain yang dimaksud.

    Namun, mendapatkan persetujuan lewat proof of work terbilang lelet dan memakan biaya listrik yang besar. Ini lantaran sang pengguna perlu memanfaatkan tenaga listrik yang luar biasa hanya demi memecahkan teka-teki komputasional tersebut.

    Untungnya, terdapat satu inovasi yang bisa menutup kelemahan algoritma konsensus tersebut. Yakni, algoritma konsensus proof of stake. Algoritma konsensus ini pertama kali digunakan di sistem altcoin bernama PeerCoin.

    3. 2013: Lahirnya Meme Coin Pertama

    Sejarah altcoin kemudian memasuki babak baru setahun kemudian dengan munculnya Meme Coin pertama, yakni Dogecoin. Berbeda dengan jenis altcoin lainnya, Meme Coin terbilang kontroversial lantaran hanya ditujukan untuk bersenang-senang tanpa ada satu nilai manfaat tertentu.

    Meski demikian, kehadiran Dogecoin diterima oleh masyarakat, terbukti dengan maraknya penggunaan Dogecoin dalam kampanye pemasaran dan event publik.

    Dogecoin pun memiliki sistem blockchain tersendiri. Karena koin ini adalah koin “main-main”, sayangnya sistem blockchain-nya juga dikelola secara serampangan. Sebab, penambang yang sukses menggali Dogecoin akan mendapatkan imbalan (block reward) dengan jumlah yang ditentukan secara random.

    Baca juga: Apa Sih Keterkaitan Harga Bitcoin dan Altcoin? Yuk Simak di Sini!

    4. 2013: Kehadiran Ethereum, Blockchain Berbasis Smart Contract Pertama

    Penggunaan teknologi smart contract pertama kali di kancah kripto terjadi pada 2013, atau tahun di mana Ethereum diluncurkan. Secara konsepnya, smart contract memungkinkan pengguna untuk membuat “kontrak” dengan program komputer, membuka gerbang penggunaan teknologi blockchain untuk kegiatan sehari-hari.

    Dalam menggunakan teknologi smart contract, pengguna wajib “membayar” daya komputasinya menggunakan satu koin bernama Ether (ETH). Hal ini menjadikan ETH tak hanya sebagai aset kripto namun juga “bahan bakar” bagi kontrak-kontrak yang dimaksud.

    Banyak sekali kegiatan yang sudah dijalankan di atas smart contract Ethereum tersebut, seperti aplikasi jasa keuangan, asuransi, pembelian properti, lelang, dan lainnya.

    5. 2016-2017: Munculnya Blockchain Generasi Baru

    Meski Ethereum berhasil mendulang sukses lewat teknologi smart contract, pengembang lain menganggap masih menemukan celah yang perlu diperbaiki di sistem Ethereum. Tak heran, jika kemudian mereka mengembangkan beberapa sistem blockchain lain yang seolah-olah “menandingi” keandalan Ethereum.

    Sebut saja ada Cardano yang mengklaim teknologinya sebagai blockchain generasi ketiga. Yakni, sistem di mana biaya transaksi blockchain terbilang lebih murah dengan skalabilitas yang juga cukup besar. Blockchain generasi ketiga ini mengekor generasi pertama (uang terdesentralisasi) dan generasi kedua (smart contract).

    Cardano sendiri memiliki satu koin native yang disebut dengan ADA.

    Selain itu, terdapat pula sistem blockchain Polkadot yang dianggap sebagai surga baru bagi para pengembang aplikasi terdesentralisasi (dApps). Ini lantaran sistem blockchain utamanya menjadi penghubung antara blockchain-blockchain lain yang berukuran lebih kecil (parachain).

    Sama seperti Cardano, Polkadot juga memiliki satu koin yang digunakan untuk membayar teknologi komputasi di dalamnya yang disebut DOT.

    6. 2021: Kapitalisasi Pasar Cryptocurrency Sentuh US$2 Triliun

    Momen bersejarah lainnya hadir di awal tahun ini, di mana kapitalisasi pasar cryptocurrency berhasil menembus US$2 triliun. Angka tersebut terbilang dua kali lipat lebih besar dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia “yang hanya” sebesar US$1,1 triliun.

    Dari angka tersebut, sebanyak hampir 50% (atau sekitar US$900 miliar) disumbang oleh altcoin. Hal ini pun tak lepas dari momen reli harga-harga altcoin, atau kerap disebut sebagai altcoin season.

    Baca juga: Apa Itu Altcoin Index?

    Bagaimana Posisi Altcoin Sekarang Dibandingkan Bitcoin?

    Saat ini, posisi Altcoin yang berjumlah ribuan tersebut hampir memiliki kapitalisasi pasar yang nyaris setara di Bitcoin. Hal itu bisa terlihat di grafik heatmap berikut ini.

    Sejarah Altcoin
    Posisi Market Cap Bitcoin vs Altcoin. Sumber: Coin 360

    Data tersebut menunjukkan bahwa altcoin sudah mendominasi kapitalisasi pasar aset kripto yakni di angka 52,31%. Sementara itu, Bitcoin hanya memegang 47,69% dari kapitalisasi pasar, masih merupakan angka yang cukup impresif bagi satu koin.

    Hal ini cukup mengejutkan lantaran tiga bulan sebelumnya, atau bulan April, Bitcoin masih menggenggam 55% dari kapitalisasi pasar aset kripto. Dengan kata lain, performa Bitcoin sejauh ini memang tidak main-main, Sobat Cuan!

    Kalau kamu bagaimana? Apakah kamu juga berniat menggenggam altcoin sekarang? Yuk, segera miliki ragam altcoin mulai dari ETH, ADA, BNB, dan lainnya di aplikasi Pluang!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Coinmarketcap, Investopedia, Altervista



    Sumber : pluang.com

  • Viral Tagihan Paylater Sampai Rp17 Juta. Kapan Saatnya Kamu Manfaatkan Paylater?

    Mau tips bebas utang di era arus teknologi masif seperti saat ini? Jawabannya mudah, Sobat Cuan. Yakni jangan pernah berurusan dengan yang namanya Paylater kalau memang tidak mampu bayar!

    Ya, dewasa ini, godaan mata bisa lewat dari segala penjuru. Termasuk, dari internet. Bahkan, di jagat tersebut, kamu bisa membeli apapun secara mudah. Kamu sedang tak punya duit untuk membelinya? Tak usah khawatir, karena berbagai aplikasi pun kini menyediakan fasilitas Paylater. Alias, berutang dulu untuk dibayar kemudian.

    Tapi, kalau fasilitas Paylater dilakukan secara serampangan, maka hasilnya akan bikin kantongmu teriak. Seperti unggahan media sosial yang viral beberapa waktu lalu.

    Warganet di jagat maya sempat riuh gara-gara curhatan seorang perempuan yang kebingungan membayar tagihan paylater. Terang saja, tagihan paylater perempuan itu mencapai Rp17 juta lebih!

    Padahal awalnya, perempuan itu mengaku hanya berutang Rp450.000 saja lho dengan fitur paylater yang bekerjasama dengan salah satu marketplace di Indonesia tersebut. Namun, utang tersebut menggulung dalam tempo satu tahun hingga hampir melewati limit kredit paylater yang diberikan oleh marketplace. Mengapa bisa demikian?

    Menurut klarifikasi pihak paylater, akun milik perempuan tersebut terhitung lancar dalam membayar tagihannya. Itulah sebabnya akun tersebut diberi limit paylater hingga Rp18 juta per bulan.

    Namun tetap saja, memakai paylater memang membutuhkan kebijaksanaan kamu agar konsumsi jangan sampai mengikis kewarasan.

    Paylater, Utang yang Dibayar Kemudian

    Banyaknya kasus terkait penggunaan paylater membuatnya jadi sorotan. Selain itu, paylater memang tergolong skema baru dalam jasa keuangan yang menjamur bersamaan dengan banyaknya start up fintech yang bermunculan.

    Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), paylater adalah istilah yang merujuk pada transaksi pembiayaan barang atau jasa yang memberi kemudahan berupa penundaan pembayaran. Artinya, menggunakan paylater sama saja dengan kamu berutang dan wajib melunasinya di kemudian hari.

    Di Indonesia, paylater banyak bekerjasama dengan marketplace seperti Shopee, Tokopedia, Traveloka hingga Gojek. Kerjasama ini memberikan kamu selaku konsumen, kemudahan untuk membayar barang atau jasa yang kamu butuhkan.

    Caranya, kamu hanya perlu mendaftar dengan menyetorkan sejumlah data pribadi dan foto kamu bersama KTP kamu ke aplikasi marketplace. Tim akan memverifikasi kelayakan kamu  untuk menerima jasa paylater berdasarkan aktiviftas kamu di marketplace tersebut.

    Saat aplikasi paylater kamu disetujui, kamu akan diberikan limit pinjaman yang disesuaikan dengan kemampuan bayar kamu menurut hasil analisa tim. Jika pembayaranmu lancar, secara berkala paylater akan menaikkan limit pinjaman kamu agar kamu bisa membeli lebih banyak dan membayar kemudian.

    Baca juga: Mau Investasi Jangka Pendek Saat Pandemi? Simak Pilihan Aset Berikut!

    Apakah Menggunakan Paylater demi Belanja Tindakan Salah?

    Beberapa perencana keuangan memang tidak menyarankan kamu untuk berutang hanya demi belanja sesaat. Alasannya, karena benda-benda tersebut merupakan benda konsumsi. Di mana, nilai manfaatnya akan habis bertepatan dengan “habisnya” barang tersebut.

    Anggap saja seperti ini, Sobat Cuan. Kamu ingin membeli skincare seharga Rp2 juta, namun kamu membayarnya dengan skema paylater dengan cicilan enam bulan.

    Sekarang, anggap saja skincare-mu sudah habis dalam waktu tiga bulan, artinya kamu masih punya sisa tiga bulan lagi untuk melunasi tagihan paylater-mu, kan? Sehingga, dalam kasus ini, kamu masih harus dibebani urusan finansial meskipun nilai manfaat barang yang kamu beli sudah habis.

    Di samping itu, kamu juga harus membayar bunga pinjaman paylater-mu. Memang, bunganya mungkin terbilang kecil, tapi hal itu tetap saja membebani kantongmu, bukan?

    Kapan Saatnya Kamu Menggunakan Paylater?

    Oleh karenanya, berbelanja dengan berutang seharusnya adalah hal yang sebisa mungkin kamu hindari. Bahkan, ini nampaknya menjadi tips bebas utang paling utama yang perlu kamu lakukan.

    Hanya saja, yang namanya utang pun tidak salah asal kamu bisa mengembalikannya tepat waktu. Dengan kata lain, dalam konteks paylater, tentu saja ada momen-momen tertentu di mana kamu bisa memanfaatkan fasilitas tersebut.

    Lantas, seperti apa waktu yang tepat bagi kamu untuk menggunakan paylater?

    1. Kepepet

    Belum gajian tapi botol shampo sudah diisi dengan air? Atau mau berangkat kerja tapi saldo ojek online sudah sekarat? Nah, kamu bisa menanggulangi permasalahan hidup tersebut dengan paylater.

    Memang, tujuanmu adalah untuk konsumsi. Tapi masalahnya, konsumsi kali ini menyangkut keberlangsungan hidup kamu. Sehingga, kamu boleh memanfaatkan fasilitas paylater yang dimaksud asalkan memang tingkat urgensinya sangat tinggi.

    Lagipula, fasilitas paylater juga terbilang lebih mudah kamu nikmati saat kepepet ketimbang sumber lain, misalnya meminjam ke teman atau tetangga. Tapi, kamu harus ingat untuk melunasinya tepat waktu ya, Sobat Cuan!

    2. Tips Bebas Utang Paylater: Raih Penghasilan dari Barang Kreditan

    Menurut perencana keuangan, seseorang memang diperkenankan berutang asal utangnya produktif. Dalam artian, utangmu bisa berbuah menjadi pendapatan, yang tentu saja digunakan untuk melunasi utangmu, membayar bunganya, plus tercatat sebagai penghasilan tambahanmu.

    Makanya, perencana keuangan pun memperbolehkanmu berutang untuk membeli aset seperti rumah dan ruko, misalnya saja. Harga tanah yang terus melambung mungkin akan membuat kamu kesulitan membeli aset ini jika ditunda-tunda lagi. Kamu bisa mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan mencicilnya agar dapar membeli saat harga sedang murah sekaligus berhemat uang sewa rumah.

    Selain itu, utang untuk menambah modal usaha juga tergolong utang yang sehat. Selama kamu punya perhitungan yang baik berapa cicilan yang sanggup kamu bayar dengan laba usaha kamu, utang seperti ini tidak akan merepotkan.

    Namun, bagaimana hal produktif itu bisa kamu aplikasikan dengan memanfaatkan paylater?

    Masih mengambil contoh skincare dengan skema paylater di atas. Mungkin, kamu bisa membeli skincare tersebut untuk kemudian menjualnya kembali dalam bentuk sharing jars. Nantinya, pendapatanmu dari aktivitas itu bisa kamu gunakan untuk membayar bunga plus cicilan dari tagihan paylater-mu.

    Atau, kamu juga bisa menggunakan paylater untuk membeli ponsel. Ponsel itu kemudian kamu gunakan untuk mencari penghasilan tambahan, seperti berinvestasi di aplikasi Pluang. Cuannya tentu bisa kamu gunakan untuk membayar cicilannya dan bunga paylater-mu.

    3. Barang Promo dan Diskonan

    Pernah tergoda dengan barang diskonan dan tertarik untuk membelinya? Nah, daripada kehilangan momentum, lebih baik kamu segera serbu barang incaranmu tersebut!

    Meski demikian, tetap ada rambu-rambu yang perlu kamu perhatikan sebelum melakukannya seperti berikut:

    1. Pastikan harga barang tersebut tidak melebihi penghasilanmu saat ini.
    2. Bandingkan harga promo dengan harga asli. Kamu bisa membeli barang tersebut selama harga promo plus biaya administrasi paylater-nya masih lebih rendah dibanding harga aslinya.
    3. Kamu tidak memiliki utang lainnya.

    Baca juga: Sobat Cuan, Ini Lho Manfaat Berinvestasi di Saham Blue Chip!

    Tips Bebas Utang dengan Paylater

    Berutang untuk konsumsi memang tidak disarankan. Tapi, kamu masih bisa menggunakan paylater secara bijak sebatas untuk mengatur pengeluaran kamu.

    Berikut ini adalah tips bebas utang dengan paylater yang harus kamu perhatikan agar kamu tidak bangkrut.

    1. Batasi Nilai Pinjaman Sesuai Kemampuan Bayar

    Meskipun paylater menaikkan limit kredit kamu bulan ini, bukan berarti kamu bisa menghabiskan limit tersebut seenaknya. Ingat, di akhir bulan nanti kamu tetap harus membayar tagihan paylater kamu tepat waktu agar tidak kena bunga.

    Tagihan paylater masuk dalam  porsi cicilan utang. Menurut pakar perencana keuangan, Prita Ghozie Hapsari, porsi total ciclan utang idealnya tidak lebih dari 30% total pemasukan bulanan kamu. Jadi, pastikan cicilan paylater kamu beserta cicilan lainnya melebihi batas itu ya, Sobat Cuan.

    2. Pahami Kontrak Perjanjian

    Saat mengajukan aplikasi, pihak paylater akan memberi kamu kontrak perjanjian yang berlaku jika kamu betransaksi dengan paylater. Kamu juga bisa membaca kembali di laman paylater setelahnya.

    Pastikan kamu paham dengan isi kontrak perjanjian. Juga, pastikan kamu tidak dirugikan dengan poin-poin perjanjiannya.

    3. Melunasi Dana Pinjaman Tepat Waktu

    Kalau kamu tidak ingin terkena denda, tentu kamu harus melunasi tagihan paylater kamu tepat waktu ya, Sobat Cuan. Ingat, kamu tidak boleh berutang dengan paylater. Jadi kamu harus melunasinya tiap kali jatuh tempo. Pastikan betul jumlah tagihan kamu dengan kemampuan bayar kamu agar kamu tidak kesulitan melunasi tepat waktu.

    Baca juga: Bansos Kemensos Rp600.000 Menanti. Cek Cara Daftar Penerimanya!

    4. Perhatikan Suku Bunga dan Biaya Admin pada Fitur Paylater

    Beberapa paylater yang bekerjasama dengan marketplace memang menyediakan fitur cicilan 0%. Tapi kamu harus jeli sebab mereka menetapkan biaya admin yang ditambahkan di awal. Meskipun jumlahnya tidak seberapa, secara persentase biaya admin ini juga cukup menguras dompet, loh, Sobat Cuan.

    5. Ketahui Denda Keterlambatan Jika Kamu Gagal Bayar

    Kebijakan tiap paylater bisa berbeda-beda dalam hal besaran denda. Kamu harus tau pasti berapa denda yang akan dikenakan padamu jika sampai kamu telat bayar.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kompas, Detik, Avrist, Liputan 6





    Sumber : pluang.com

  • Manajemen Risiko di Crypto Futures

      Ringkasan:

    • Leverage memperbesar baik keuntungan maupun kerugian, sehingga penting untuk menentukan jumlah kerugian maksimum dan menghitung Leverage yang sesuai.
    • Pantau harga likuidasi dan rasio margin dengan cermat untuk menghindari likuidasi. Menjaga buffer yang sehat dan memantau Margin Maintenance dapat melindungi dari pergerakan pasar yang tiba-tiba.
    • Tetap waspada selama kondisi pasar yang volatil, sesuaikan risiko, dan kurangi ukuran posisi untuk menghindari kerugian besar.

    Trading Crypto Futures bisa sangat menguntungkan karena adanya Leverage dan volatilitas pasar. Namun, dengan potensi keuntungan tinggi, risiko yang dihadapi juga tinggi. Manajemen risiko yang efektif sangat penting dalam menghadapi trading Crypto Futures yang cepat berubah. Tanpa strategi yang tepat, kamu berisiko mengalami kerugian besar, termasuk likuidasi. Berikut adalah aspek teknis utama dan tips untuk membantu kamu mengelola risiko dengan lebih baik:

    • Leverage
      Leverage memungkinkan kamu untuk mengontrol posisi yang lebih besar daripada modal awal. Meskipun dapat memperbesar keuntungan, Leverage juga memperbesar kerugian, membuat pergerakan harga kecil pun bisa berakibat fatal jika menggunakan Leverage tinggi.

      Tip: Tentukan jumlah maksimum yang siap kamu risikokan dalam satu transaksi dan jumlah keuntungan penuh yang ingin kamu capai. Gunakan nilai ini untuk menghitung Leverage dan ukuran posisi yang sesuai. Dengan pendekatan ini, meskipun pasar bergerak melawanmu, kerugian tetap dalam batas yang telah ditentukan, menjaga modal dan kepercayaan diri.
    • Harga Likuidasi
      Harga likuidasi adalah titik harga yang menutup posisi kamu secara otomatis karena margin yang tersedia tidak cukup untuk menutup potensi kerugian. Mekanisme ini melindungi dari kerugian lebih besar dibandingkan margin yang telah disetorkan.

      Tip: Pantau harga likuidasi secara rutin. Jika terlalu dekat dengan harga pasar saat ini, pertimbangkan untuk mengurangi Leverage atau menambah margin agar posisi memiliki ruang gerak lebih besar.
    • Rasio Margin dan Margin Maintenance
      Rasio margin menunjukkan seberapa banyak dari Saldo Margin yang digunakan untuk menutupi total posisi. Jika rasio ini turun terlalu rendah, kamu berisiko menerima Margin Call atau mengalami likuidasi.

      Tip: Jaga margin yang sehat di atas persyaratan minimum Margin Maintenance. Langkah ini dapat mencegah Margin Call atau likuidasi saat terjadi pergerakan harga yang tidak terduga.
    • Funding Rate
      Dalam kontrak Crypto Futures, trader secara berkala membayar atau menerima Funding Rate tergantung pada posisi mereka (Long atau Short). Mekanisme ini menjaga harga kontrak tetap selaras dengan harga Spot tetapi dapat memengaruhi profitabilitas, terutama untuk posisi jangka panjang.

      Tip: Pantau Funding Rate, terutama jika kamu berencana menahan posisi dalam waktu lama. Membayar Funding Fee terus-menerus dapat mengurangi keuntungan.
    • Volatilitas
      Kripto secara alami bersifat volatil, dengan fluktuasi harga 5–10% dalam waktu singkat merupakan hal yang umum terjadi. Leverage memperbesar dampak dari fluktuasi ini, meningkatkan risiko kerugian besar.

      Tip: Tetap waspada terhadap kondisi pasar, terutama saat terjadi peristiwa volatilitas tinggi (misalnya, pengumuman berita besar, regulasi baru, atau pergerakan pasar besar). Selama periode ini, pertimbangkan untuk mengurangi risiko atau sementara keluar dari pasar jika belum yakin dengan arah tren.
    • Ukuran Posisi
      Penentuan ukuran posisi adalah bagian penting dari manajemen risiko. Mengambil posisi yang terlalu besar dibandingkan Saldo Wallet dapat meningkatkan risiko kehilangan seluruh modal.

      Tip: Gunakan strategi ukuran posisi yang tepat dengan hanya merisikokan 1–5% dari total Saldo Wallet dalam setiap perdagangan. Strategi ini memastikan bahwa bahkan dalam serangkaian perdagangan yang merugikan, saldo tetap bertahan dan memungkinkan kamu untuk trading secara berkelanjutan.

    Manajemen risiko adalah dasar keberhasilan jangka panjang dalam trading Crypto Futures. Dengan menjaga rasio margin yang sehat dan menggunakan ukuran posisi yang sesuai, kamu dapat melindungi diri dari kerugian besar. Ingat, tujuan utama trading bukan hanya menghasilkan keuntungan, tetapi juga mengelola risiko secara efektif dan menjaga modal untuk peluang trading di masa depan.



    Sumber : pluang.com

  • Skenario di Crypto Futures

    Dalam trading Crypto Futures, memahami interaksi antara posisi trading, profit and loss (P&L), dan margin adalah kunci untuk sukses dalam trading. Artikel ini akan memperkenalkan kamu dengan skenario-skenario yang mungkin kamu temui ketika trading di Crypto Futures untuk memperdalam pemahamanmu.

  • Membuka posisi Long dan Short dengan Leverage 

    Perhatikan skenario berikut. Waktu 1 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $100,000, Waktu 2 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $103,500, dan Waktu 3 adalah waktu ketika BTCUSDT-PERP seharga $98,750. 

    Misalkan kamu membuka posisi Long dengan detail sebagai berikut: 

    • Kontrak: BTCUSDT-PERP
    • Saldo Wallet: $20,000
    • Harga Entry: $100,000
    • Leverage: 25x
    • Jumlah: 1 BTC 

    Saat posisi Long ini dieksekusi, posisi ini memiliki: 

    • Ukuran posisi kamu dalam USDT akan sebesar $100,000 yang didapat dari: Ukuran posisi = Harga Entry x Jumlah = $100,000 x 1 BTC = $100,000
    • Menggunakan Leverage 25x, Margin Maintenance pada posisi ini bernilai sebesar $1,000 yang didapat dari: Margin Maintenance = Margin Maintenance % x Ukuran posisi awal  = 1% x $100,000 = $1,000. Perlu diketahui bahwa Margin Maintenance dihitung berdasarkan ukuran posisi awal, sehingga Margin Maintenance akan tetap memiliki nilai yang sama bila harga berubah.
    • Saldo Margin bernilai sebesar $20,000 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + 0 = $20,000
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $19,000 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $20,000 – $1,000 – 0 = $19,000
    • Dan rasio margin berubah menjadi 5% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($19,000 + $1,000) = 5%

    Bila harga BTCUSDT-PERP naik menjadi $103,500, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar $3,500 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($103,500 – $100,000) x 1 = $3,500
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai 350% yang didapati dari: Unrealized P&L % = $3,500/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $3,500 = $23,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $23,500 – $1,000 – 0 = $22,500
    • Rasio margin berubah menjadi 4.27% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($22,500 + $1,000) = 4.27%

    Bila harga BTCUSDT-PERP turun menjadi $98,750, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar –$1,250 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($98,750 – $100,000) x 1 = –$1,250
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai –125% yang didapati dari: Unrealized P&L % = –$1,250/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $18,750 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $1,250 = $18,750
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $17,750 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $18,750 – $1,000 – 0 = $17,750
    • Rasio margin berubah menjadi 5.33% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($17,750 + $1,000) = 5.33%

    Misalkan kamu membuka posisi Short dengan ukuran trading yang sama, maka kamu akan mendapatkan keuntungan bila harga turun. Perhatikan skenario berikut. 

    Bila harga BTCUSDT-PERP naik menjadi $103,500, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar –$3,500 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($100,000 – $103,500) x 1 = –$3,500
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai –350% yang didapati dari: Unrealized P&L % =  –$3,500/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $16,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $3,500 = $16,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $15,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin berubah menjadi 6.06% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($15,500 + $1,000) = 6.06%

    Bila harga BTCUSDT-PERP turun menjadi $98,750, maka: 

    • Unrealized P&L-mu menjadi sebesar $1,250 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = ($100,000 – $98,750) x 1 = $1,250
    • Dengan persentase Unrealized P&L bernilai 125% yang didapati dari: $1,250/$1,000 x 100%
    • Saldo Margin berubah menjadi $21,250 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $1,250 = $21,250
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $15,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $21,250 – $1,000 – 0 = $20,250
    • Rasio margin berubah menjadi 4.7% yang didapati dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($20,250 + $1,000) = 4.7%

     

  • Dampak posisi terhadap margin

    Posisi terbuka yang memiliki Unrealized P&L akan mempengaruhi nilai Saldo Margin, Dapat Dipindahkan, Sedang Digunakan, serta nilai-nilai margin lainnya yang dipengaruhi oleh Unrealized P&L. 

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi. Kondisi 1 menunjukan Unrealized P&L positif sebesar 3,500 USDT dan Kondisi 2 menunjukan Unrealized P&L negatif sebesar 3,500 USDT. 

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan membuka 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L positif sebesar $3,500, maka: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + $3,500 = $23,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $23,500 – $1,000 – 0 = $22,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($22,500 + $1,000)*100% = 4.25%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 + 0 – $1,000 – 0 = $19,000

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan membuka 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L negatif sebesar –$3,500, maka: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $23,500 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 – $3,500 = $16,500 
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = $1,000/($15,500 + $,1000) *100% = 6.06%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance  = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 – $3,500 – $1,000 – 0 = $15,500.

     

  • Dampak memiliki 2 atau lebih posisi terbuka terhadap Margin

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi.

    Membuka 2 atau lebih posisi akan mempengaruhi nilai-nilai margin secara akumulatif sebagai berikut. Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan kamu memiliki 2 posisi yaitu: 

    1. Long di BTCUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L positif sebesar $3,500
    2. Short di ETHUSDT-PERP yang memiliki Margin Maintenance sebesar $1,000 dan Unrealized P&L negatif sebesar –$2,300

    Maka, nilai-nilai akun marginmu akan menjadi sebagai berikut: 

    • Saldo Margin berubah menjadi $21,200 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + ($3,500 + (–$2,300))  = $21,200  
    • Margin Tersedia akan bernilai sebesar $22,500 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance – Total Margin Order Terbuka = $16,500 – $1,000 – 0 = $15,500
    • Rasio margin akunmu bernilai sebesar 4.25% yang didapat dari: rasio margin = Margin Maintenance/(Margin Tersedia + Total Margin Maintenance) *100% = ($1,000+$1,000)/$16,500 *100% = 6.06%
    • Sedang Digunakan akan bernilai $1,000 yang didapati dari: Sedang Digunakan = Margin Order + Margin Maintenance = 0 + $1,000 = 0 + $1,000 = $1,000
    • Dapat Dipindahkan akan bernilai $19,000 yang didapati dari: Dapat Dipindahkan = Saldo Wallet + Unrealized Losses – Margin Maintenance – Margin Order = $20,000 – $3,500 – $1,000 – 0 = $15,500.
  • Likuidasi
    Likuidasi terjadi ketika rasio margin akunmu bernilai 100%. Biasanya, rasio margin yang menyentuh 100% terjadi bila Margin Tersedia mendekati nilai 0. Hal ini terjadi karena

    Perhatikan tabel berikut untuk memahami perubahan nilai yang terjadi.

    Misalkan kamu memiliki Saldo Wallet sebesar $20,000 dan hanya memiliki 1 posisi Long di BTCUSDT-PERP dengan detail sebagai berikut:  

    • Kontrak: BTCUSDT-PERP
    • Harga Entry: $100,000
    • Leverage: 25x
    • Jumlah: 1 BTC 
    • Margin Maintenance: $1,000

    Maka, berdasarkan poin di atas, kamu memiliki Jumlah dalam USDT sebesar $100,000 dan rasio margin sebesar 5%. Dengan demikian: 

    • Margin Tersedia akan bernilai 0 bila Saldo Margin bernilai sama dengan Margin Maintenance yaitu $1,000 yang didapati dari: Margin Tersedia = Saldo Margin – Margin Maintenance = 0 = Saldo Margin – $1,000 → Saldo Margin = $1,000
    • Saldo Margin bernilai $1,000 terjadi bila Unrealized P&L bernilai –$19,000 yang didapati dari: Saldo Margin = Saldo Wallet + Unrealized P&L = $20,000 + Unrealized P&L = $1,000 → Unrealized P&L = –$19,000
    • Unrealized P&L bernilai –$19,000 terjadi bila harga BTCUSDT-PERP atau Harga Mark bernilai $81,000 yang didapati dari: Unrealized P&L = (Harga Mark – Harga Entry) x Jumlah = (Harga Mark – $100,000) x 1 → Harga Mark = $81,000

    Dalam kasus ini, $81,000 menjadi Harga Likuidasi posisi Long BTCUSDT-PERP milik Sobat Cuan. Bila nilai BTCUSDT-PERP mendekati $81,000, maka akan terjadi likuidasi pada akun margin. Berdasarkan hitungan di atas, kamu juga bisa melihat likuidasi terjadi bila nilai Saldo Margin = Total Margin Maintenance. 

    Dalam kasus akun margin yang memiliki 2 posisi atau lebih, kamu dapat menggunakan perhitungan yang sama tetap dengan mengakumulasi nilai Margin Maintenance. Dengan demikian, perlu diingat bahwa semakin banyak posisi yang kamu miliki, semakin besar risiko terjadinya likuidasi pada akun margin. Maka, selalu gunakan strategi trading yang bijak dan tepat untuk trading di Crypto Futures. 



Sumber : pluang.com

  • Daripada Sewain Pacar, Mending Sewakan Benda Ini Untuk Nambah Penghasilan!

    Masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bukan berarti kita tidak bisa produktif, Sobat Cuan. Meski di rumah saja, sekarang justrucara saat yang tepat bagimu untuk mencari cara menambah penghasilan.

    Salah satu caranya adalah kamu bisa melakukan pekerjaan sampingan via online. Namun, terdapat pula cara lainnya yakni menyewakan barang-barang yang kamu miliki.

    Tapi, jangan sampai kamu mengikuti jejak warganet yang sempat viral di jagat twitter kemarin ya. Lewat twit yang diunggah kembali oleh menfess @txtdarigajelas, seorang warganet terinspirasi untuk menyewakan pacarnya setelah jalan bersama dengan sahabatnya.

    Namun, yang menarik adalah reaksi warganet merespons unggahan tersebut. Terdapat satu pengguna Twitter yang bahkan merelakan pacarnya untuk disewa lantaran berperawakan tinggi, wangi dan bisa dipeluk.

    “Kalau peluk ada biaya tambahan 100k, boleh DM ya,” demikian kutipan cuitan tersebut.

    Kelakuan warganet memang ada-ada saja ya, Sobat Cuan! Tapi, jangan sampai lho kamu menyewakan pacar sendiri. Padahal, ada banyak benda yang bisa kamu sewakan demi mendapat penghasilan tambahan utamanya di masa PPKM seperti ini.

    Baca juga: Hai Para Abdi Negara, Simak 5 Jenis Investasi yang Cocok bagi Kantong PNS!

    Cara Menambah Penghasilan Saat PPKM dari Jasa Sewa

    Kalau kamu juga tengah mencari cara menambah penghasilan, masih banyak kok alternatif lain yang bisa kamu sewakan ketimbang harus menyewakan pacarmu. Yuk, simak benda-benda apa saja yang bisa kamu sewakan!

    1. Penyewaan Alat Fotografi

    Buat kamu yang hobi fotografi, tentu punya alat-alat fotografi canggih yang mulai jarang dipakai selama pandemi. Dari pada menganggur, kamu bisa lho menyewakannya untuk mendapat tambahan penghasilan.

    Meskipun smartphone saat ini sudah sangat canggih, tapi tetap saja alat-alat fotografi tidak kehilangan pamor. Banyak momen seperti pernikahan, kehamilan, kelahiran atau sekedar konten memasak yang akan tampak lebih menarik jika diambil menggunakan kamera.

    Sayangnya, tidak semua orang punya kamera profesional. Padahal, di tengah situasi seperti sekarang ini, menyewa alat-alat fotografi merupakan pilihan yang lebih aman ketimbang menyewa jasa fotografer.

    Ini bisa jadi peluang bisnis juga lho buat kamu. Coba tawarkan kepada temanmu apakah mereka sedang perlu menyewa DSLR, mirrorless, tripod, lensa atau filter lensa milikmu?

    Baca juga: Mau Investasi Jangka Pendek Saat Pandemi? Simak Pilihan Aset Berikut!

    2. Penyewaan Alat Camping

    Menyepi di puncak gunung masih jadi pilihan beberapa orang yang memang gemar mendaki. Banyak juga yang memilih gunung untuk menenangkan diri dari stress dan kehilangan yang makin sering kita rasakan belakangan ini. Apalagi, minggat ke gunung juga bisa menjadi solusi menghindari penyebaran virus COVID-19 delta yang tengah merajalela ini.

    Kalau kamu salah satu di antara pecinta alam yang punya alat-alat camping dan mountaineering, tidak ada salahnya menjajal bisnis penyewaan ini. Biasanya, keluarga atau rombongan yang ingin kemping masih perlu beberapa alat yang belum dimiliki oleh anggota rombongannya.

    Kamu bisa memanfaatkan hal tersebut dengan menyewakan milikmu kepada mereka tentu dengan imbalan sepadan.

    3. Penyewaan Alat Transportasi

    Apakah kamu tinggal di kota tujuan wisata seperti Yogyakarta dan Bali? Jika ya, kamu sangat bisa memanfaatkannya demi tambahan penghasilan.

    Bermodalkan motor atau mobil yang kamu miliki, kamu bisa menyewakannya pada turis lokal maupun mancanegara yang berwisata ke daerahmu. Tapi pastikan bahwa mereka memberi jaminan yang sepadan ya. Pastikan juga poin-poin dalam kontrak sewa-menyewa kamu agar kamu jangan sampai merugi di akhir.

    4. Penyewaan Alat-Alat Pesta

    Meski sedang pandemi, nyatanya animo masyarakat untuk berpesta tidak surut. Meski dengan diberlakukannya sejumlah ketentuan baru seperti pembatasan jumlah undangan dan hidangan, warga +62 tetap melangsungkan perkawinan, hajatan, akikah, tunangan dan acara-acara lainnya.

    Tentu saja mereka membutuhkan jasa penyewaan ala-alat pesta yang tidak mungkin dibeli sendiri. Ini bisa menjadi peluang tambahan penghasilan buat kamu.

    Bermodalkan tenda pesta dan pernik dekorasi, kamu bisa menyewakannya untuk mendapat pendapatan pasif.

    Baca juga: Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Tips Memilih Deposito Anti Kecewa Berikut!

    5. Sewa Buku

    Pilihan terakhir ini sekaligus merupakan pilihan yang menarik jika kamu adalah seorang kutu buku. Ketimbang membiarkan koleksi buku kamu berdebu di lemari, kamu bisa menyewakannya pada orang lain dengan memungut biaya sewa.

    Membaca buku merupakan salah satu pilihan kegiatan yang cukup efektif untuk membunuh waktu sekaligus menambah pengetahuan saat kamu harus berdiam di rumah. Tentu saja hal tersebut berlaku juga untuk teman-teman dan tetanggamu.  Mereka pasti tertarik jika ada yang membuka penyewaan buku disekitar mereka.

    Uang dari hasil menyewakan buku tersebut bisa kamu putarkan lagi untuk membeli koleksi terbaru dari penulis favoritmu. Selain agar kamu tidak ketinggalan karya terbaru penulis favoritmu itu, koleksimu juga jadi tidak ketinggalan jaman. Dengan begitu, pelangganmu akan kembali meminjam koleksi-koleksi terbaru milikmu.

    Cara ini akan membuat hobi kamu tidak akan jadi pemborosan malah jadi tambahan penghasilan, lho, Sobat Cuan.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Pikiran Rakyat, Suara





    Sumber : pluang.com

  • Cara Trading Crypto Futures di Pluang

    Step-by-Step Tutorial: Trading Crypto Futures Menggunakan Aplikasi Pluang

    Sekarang Pluang telah menyediakan Crypto Futures di aplikasi sebagai pilihan investasi baru Sobat Cuan. Raih potensi keuntungan lebih besar di aset kripto dengan Leverage 25x! Bagi kamu yang tertarik menggunakan Crypto Futures namun masih bingung menavigasi aplikasi Pluang untuk melakukan transaksi, artikel ini akan memandu kamu melalui hal-hal penting dalam Crypto Futures menggunakan aplikasi Pluang! 

     

    Cara mengisi Akun Margin USDT untuk memulai trading di Crypto Futures 

    Kamu akan trading Crypto Futures di akun yang berbeda dari Spot. Pluang menyediakan akun baru bernama Akun Margin USDT untuk memudahkan kamu dalam trading Spot dan Crypto Futures! Untuk memulai trading Crypto Futures, kamu perlu mengisi akun ini dengan USDT. 

    Pertama-tama, beli USDT melalui Akun Spot. 

    Bila sudah memiliki USDT di Akun Spot, pindahkan USDT tersebut ke Akun Margin USDT. Ikuti langkah-langkah berikut untuk memindahkan USDT: 

    1. Buka halaman Saldo 
    2. klik tab “Kripto” 
    3. Pada bagian Akun Margin USDT, klik “Tambah” 
    4. Tentukan jumlah USDT yang ingin kamu pindahkan dan selesaikan proses pemindahan.

    Cara menemukan halaman Crypto Futures

    Saatnya memulai perjalanan trading Crypto Futures! Temukan daftar aset kripto di Crypto Futures melalui cara-cara berikut: 

    1. Crypto Futures quick button pada Home Page. 
    2. List Crypto Futures pada Home Page.
    3. Tab Crypto Futures pada Explore Page.

    Bila kamu sudah menemukan daftar aset kripto di Crypto Futures, pilih kontrak yang ingin kamu trading

     

    Cara Melakukan order pada Crypto Futures

    Setelah kamu memilih salah satu kontrak Crypto Futures, layar akan menampilkan Futures Display Page sebagai berikut:

    Pada halaman ini, kamu dapat melihat harga, pergerakan harga, dan informasi lain yang kamu butuhkan tentang kontrak tersebut. Untuk mulai memasang order, pilih tombol “Sell (Short)” untuk memasang posisi Short atau tombol “Buy (Long)” untuk memasang posisi Long

     

    Memasang Posisi Long

    1. Pilih “Buy (Long)” di halaman kontrak yang telah kamu pilih. 
    2. Isi detail dari order posisi Long kamu
      1. Pantau likuiditas pasar dengan mengetuk tanda panah Order Book. 
      2. Kenali Reduce-Only dan Post-Only di sini

    Bila semuanya sudah sesuai, klik Tinjau Order dan selesaikan order kamu

    emasang Posisi Short

    1. Pilih “Sell (Short)” di halaman kontrak yang telah kamu pilih. 
    2. Isi detail dari order posisi Long kamu
    1. Pantau likuiditas pasar dengan mengetuk tanda panah Order Book 
    2. Kenali Reduce-Only dan Post-Only di sini

    Bila semuanya sudah sesuai, klik Tinjau Order dan selesaikan order kamu 

    Melihat posisi terbuka yang dimiliki

    Setelah membuka posisi trading di Crypto Futures, kamu dapat melihat seluruh posisi yang dimiliki dalam 1 halaman. Kamu dapat melihat posisi-posisi yang dimiliki di rincian Akun Margin USDT atau halaman Portofolio Futures. 

    1. Melihat Posisi terbuka di Akun Margin USDT
      1. Buka halaman Saldo
      2. klik tab “Kripto”
      3. Klik bagian “Akun Margin USDT”
      4. Kamu dapat melihat detail setiap posisi terbuka seperti Margin Maintenance dan harga likuidasi
        Pada halaman ini, kamu juga dapat melihat Saldo Margin yang bisa kamu gunakan untuk membuka posisi lain di Crypto Futures. Lihat juga nilai-nilai akumulasi dari posisi-posisi yang kamu miliki seperti Unrealized P&L, Sedang Digunakan, Dapat Dipindahkan, serta rasio margin. Gunakan informasi ini untuk mengetahui risiko yang kamu miliki dan menentukan strategi trading yang tepat. Pelajari lebih lengkap tentang istilah-istilah Crypto Futures di sini.
    2. Melihat Posisi terbuka di Portofolio Futures
      1. Buka halaman Portofolio
      2. Klik toggle “Futures” pada pojok kanan atas halaman 
      3. Kamu dapat melihat daftar setiap posisi terbuka milikmu dan Unrealized P&L pada setiap posisi

        Pada halaman ini, kamu juga dapat melihat akumulasi dari Margin Maintenance dan Unrealized P&L dari seluruh posisi yang kamu miliki. Gunakan informasi untuk mengetahui kondisi trading kamu di Crypto Futures.  



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Pandemi Adalah Saat yang Tepat Investasi Reksadana?

    Gelombang baru COVID-19 kembali melanda Indonesia. Sama seperti tahun lalu, kondisi ini pun bikin dunia investasi ketar-ketir. Pembatasan aktivitas ekonomi seperti saat ini ditakutkan bikin kinerja pasar modal kembali memerah. Atau, bikin pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali kontraksi.

    Namun, di tengah kondisi ini, investor Indonesia nampaknya sudah cerdik melihat situasi. Mereka memilih untuk membenamkan dana di investasi reksadana, sebuah investasi yang memang terbilang aman di tengah kondisi ekonomi yang diproyeksi tak menentu.

    Hal itu pun tercermin dari pertumbuhan jumlah investor reksadana dalam negeri.

    Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Mei 2021, jumlah investor reksadana saat ini berjumlah 4,79 juta. Angka itu bertumbuh drastis 170,6% dibandingkan akhir 2019, atau tepat sebelum pandemi COVID-19, yang mencapai 1,77 juta investor.

    Siapa sangka, di tengah kondisi yang serba sulit seperti sekarang, ternyata banyak orang yang malah kepincut untuk masuk dan berburu cuan di produk reksadana. Apa sih alasannya?

    Bisa jadi, rendahnya tingkat risiko dan potensi imbal hasil yang lebih besar dari produk perbankan seperti deposito menjadi alasan bagi mereka untuk membeli produk reksadana.

    Selain itu, ketika pandemi mengancam pertumbuhan ekonomi, investasi reksadana menjadi oase bagi mereka yang selama ini bimbang melihat dinamika harga saham yang fluktuatif.

    Nah, berikut ini ada beberapa kode buat kamu agar mau ikut memanfaatkan masa pandemi untuk berburu cuan di produk reksadana!

    Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Alasan Investasi Reksadana Saat Pandemi

    1. Murah Meriah

    Investasi reksadana bukanlah jenis investasi mahal yang hanya bisa dilakukan oleh segelintir orang. Sebab, produk ini bisa didapatkan dengan harga yang terjangkau, lho.

    Ya, lewat platform investasi seperti Pluang, kamu bisa membeli produk reksadana seperti reksadana pasar uang dan pendaparan tetap mulai dari Rp15.000 saja. Murah bukan?

    Dewasa ini, reksadana bisa dibeli oleh siapa saja, sepanjang kamu memahami bagaimana pergerakan dan risiko investasi reksadana. Kamu bisa mulai rutin membeli reksadana setiap minggu atau secara berkala setiap dua minggu sekali dan rasakan cuan setelahnya!

    2. Tidak Rumit

    Investasi reksa dana tidaklah serumit berinvestasi saham yang mengharuskan kamu memperhatikan pergerakan harganya secara harian. Sebab, di dalam reksadana, seluruh dana kelolaanmu akan dikelola oleh Manajer Investasi (MI). Para MI inilah yang akan menempatkan danamu ke beberapa aset dasar (underlying asset).

    Tapi, ada baiknya kamu juga mencermati prospektus sebelum memilih MI, ya. Sebab, prospektus ini berfungsi menjelaskan jenis-jenis aset apa saja yang akan “disasar” oleh para MI.

    Contohnya, ketika kamu membeli unit penyertaan (UP) reksadana saham, maka MI akan menyajikan jenis saham apa saja yang dijadikan basis portofolio investasi sahamnya di prospektus tersebut.

    Kamu bisa menjadikannya bahan pertimbangan untuk membeli atau mencari produk reksadana yang lain yang sesuai dengan profil risiko kamu. Selain itu, kamu juga tidak perlu takut bahwa MI akan “memainkan” investasimu. Kamu harus tahu bahwa MI selalu diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sehingga dana kamu tetap aman.

    Jadi, daripada kamu makin stress saat PPKM dengan melihat grafik saham setiap hari, akan lebih baik jika ada satu pihak yang mengelola investasimu, bukan?

    3. Produknya Beragam

    Ada beberapa jenis produk reksadana, mulai dari reksadana saham, reksadana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksadana indeks, reksadana campuran atau reksadana syariah.

    Semuanya merupakan instrumen investasi reksadana. Hanya saja, yang membedakannya hanyalah basis portofolionya. Seperti reksadana saham, yang memiliki risiko tinggi karena alokasi dananya ditempatkan di instrumen saham.

    Asyiknya, kamu bisa menyesuaikan produk ini dengan tujuan keuanganmu. Jadi misalnya, kamu ingin melakukan investasi jangka panjang, maka reksadana saham bisa dijadikan pilihan. Namun, kalau kamu ingin berinvestasi jangka pendek, maka reksadana pasar uang akan cocok untukmu.

    4. Investasi Reksadana Mudah Dicairkan

    Di masa pandemi seperti sekarang ini, dana darurat adalah salah satu hal esensial. Untungnya, kamu juga bisa menjadikan reksadana sebagai salah satu wadah untuk menampung dana darurat!

    Ya, meskipun untuk mendapatkan hasil maksimal idealnya kamu melakukan investasi sesuai dengan tujuan keuangannya. Tetapi, kamu pun bisa mencairkan reksadanamu kalau kamu memang betul-betul membutuhkannya.

    Tidak ada biaya penalti atas pencairan investasi reksadana yang kamu lakukan. Meski begitu, agar dana kamu bisa tetap aman, pilih produk reksadana yang menggratiskan biaya pembelian ataupun biaya pencairan, ya!

    Proses pencairan dana reksadana maksimal T+2, alias dana kamu akan langsung masuk ke rekening tepat dua hari setelah kamu menjualnya. Jadi, fitur ini sangat cocok dalam keadaan pandemi seperti sekarang.

    Selain itu, saat pandemi, pertumbuhan ekonomi mengalami koreksi yang cukup dalam. Hal itu membuat harga UP reksadana menjadi relatif murah.

    Kamu bisa mulai mencicilnya untuk kemudian menunggu momentum pemulihan ekonomi yang akan berdampak pada pulihnya juga harga reksa dana. Jadi cuan kamu bisa makin lebar ketika ekonomi sudah mulai mengeliat kelak.

    5. Kinerja Investasi Reksadana Cukup Mumpuni

    Ekonomi Indonesia harus mengalami kontraksi tahun lalu gara-gara pandemi COVID-19. Begitu pun dengan kinerja pasar saham yang terjun terus ke zona merah.

    Namun, di saat-saat seperti ini, justru kinerja reksadana cukup gemilang. Jika tidak percaya, yuk perhatikan tabel kinerja IHSG vs investasi reksadana sepanjang 2020 di tabel berikut!

    Nah, jadi bagaimana Sobat Cuan? Sudah tertarik berinvestasi reksadana?

    Yuk, segera investasi reksadana pasar uang dan pendapatan tetap di Pluang! Kamu bisa mendapatkan reksadana mulai dari Rp15.000 saja secara praktis dan aman!

    Baca juga: Bingung Baca Prospektus Reksa Dana? Yuk, Simak Langkah Mudahnya di Sini!

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Kompas.com, Cermati



    Sumber : pluang.com

  • Risiko Short Options

    Setelah mengetahui bahwa Short Options memberikan potensi keuntungan yang terbatas (sebesar Premi) dengan imbalan risiko yang besar, bahkan berpotensi tidak terbatas untuk Short Call, Sobat Cuan harus memahami mengapa manajemen risiko adalah hal yang mutlak harus dilakukan.

    Meskipun kamu mendapatkan Premi di depan, kamu berisiko kehilangan jauh lebih banyak jika pergerakan harga tidak sesuai harapan.

    Risiko Utama dalam Options Shorts

    Risiko terbesar dari Options Shorts timbul dari kewajiban yang kamu ambil.

    1. Risiko Kerugian Tidak Terbatas atau Sangat Besar (Unlimited or Huge Loss Risk)

    Risiko kerugian tidak terbatas atau sangat besar (Unlimited or Huge Loss Risk) adalah risiko yang dialami ketika melakukan shorts options, disebabkan oleh perubahan harga Underlying Asset atau saham yang berlawanan arah dari prediksi. Untuk Short Call Option, penjual options akan mengalami Unlimited Loss Risk apabila harga Underlying Asset naik lebih dari Strike Price apalagi sampai signifikan. Sebaliknya untuk Short Put Option, Huge Loss Risk dapat terjadi apabila harga Underlying Asset turun lebih dari Strike Price.

    Risiko Unlimited Loss Call Option (Short Call):

    • Skenario: Kamu menjual Call Option untuk saham AAPL dengan Strike Price $100 maka kamu akan berharap harga saham AAPL akan stagnan atau turun lebih rendah dari Strike Price.
    • Risiko: Jika harga saham AAPL melonjak ke $150, pembeli akan mengeksekusi options mereka, dan kamu wajib menjual saham AAPL seharga $100 dan rugi $50 per lembar. Karena harga saham secara teori dapat terus naik tanpa batas, potensi kerugian Anda juga tidak terbatas

    Risiko Huge Loss Put Option (Short Put):

    • Skenario: Kamu menjual Put Option untuk saham TSLA dengan Strike Price $100 maka kamu akan berharap harga saham TSLA akan stagnan atau naik lebih tinggi dari Strike Price.
    • Risiko: Jika harga saham TSLA anjlok ke $50, pembeli akan mengeksekusi options mereka, dan kamu wajib membeli saham TSLA seharga $50 dan rugi $50 per lembar. Maksimal kerugian kamu dalam hal ini adalah apabila TSLA jatuh ke $0 dan mengalami kerugian sebesar $100 per lembar..

    2. Risiko Assignment (Pelaksanaan Kewajiban)

    Risiko Assignment dapat terjadi pada dua skenario ketika sedang membuka posisi short options. Assignment bisa terjadi ketika pembeli kontrak options memutuskan untuk mengeksekusi (exercise) kontraknya yang mungkin terjadi kapan saja (terutama options tipe Amerika). Kemungkinan assignment terjadi lebih besar ketika kamu, sebagai penjual kontrak options, sedang dalam posisi rugi. Hal ini mungkin terjadi karena ketika kamu dalam posisi rugi, pembeli kontrak options sedang dalam posisi untung dan lebih besar kemungkinan bahwa dia akan mengeksekusi kontraknya sehingga kamu akan mendapatkan assignment untuk melaksanakan kewajiban kamu sebagai penjual kontrak.

    Assignment juga mungkin terjadi ketika hingga expiration date, kamu tidak menutup posisi short options kamu yang sedang rugi. Karena pada saat expiration date, kontrak options yang menguntungkan bagi pembelinya akan otomatis tereksekusi. Ketika hal ini terjadi, maka kamu akan mendapatkan assignment dan harus melaksanakan kewajiban kamu sebagai penjual kontrak yaitu perlu menjual atau membeli saham pada strike price.

    • Implikasi: Assignment yang tidak terduga dapat memaksa kamu membeli (untuk Short Put) atau menjual (untuk Short Call) aset dasar pada harga yang tidak menguntungkan.

    3. Risiko Margin Call

    Sejumlah platform, termasuk Pluang, mengharuskan penjual options untuk menyisihkan sejumlah sahamnya (minimal 100 lembar, karena 1 kontrak mewakili 100 lembar saham) dan/atau uang tunai sebagai jaminan (collateral) untuk menutupi kewajiban mereka jika pembeli mengeksekusi options. Hal ini bisa menjadi risiko karena, jika kamu terkena assignment maka semua collateral kamu akan terjual baik dalam bentuk saham ataupun uang tunai. 

    Cara Mitigasi Risiko Short Options

    Meskipun risiko yang dihadapi oleh Option Writer sangat besar, terdapat strategi teruji yang digunakan trader profesional untuk mengelola dan membatasi risiko tersebut.

    1. Gunakan Strategi Covered (Tertutup)

    Jika kamu menjual kontrak options tanpa memiliki underlying asset sebagai jaminan (naked/uncovered short call) , kamu akan terekspos kerugian tidak terbatas. Strategi paling efektif dan termudah untuk membatasi risiko ini adalah dengan menggunakan strategi Covered Short.

    • Short Call (Covered Call): Jika kamu menjual Call Option dengan memiliki Underlying Asset sebagai jaminan.
      • Mitigasi Risiko: Jika harga saham naik tajam dan options dieksekusi, kamu hanya perlu menyerahkan saham yang sudah dimiliki. Kerugian dari options ditutupi oleh keuntungan yang diperoleh dari kenaikan harga saham yang dipegang.
    • Short Put (Cash Secured Put): Jika kamu menjual Put Option dengan memiliki uang tunai sebagai jaminan.
      • Mitigasi Risiko: Jika harga saham naik turun tajam dan options dieksekusi, kamu hanya perlu menyerahkan uang tunai yang sudah dimiliki.

    Dalam Pluang, trading Short Options mewajibkan kamu untuk menggunakan strategi tertutup baik untuk Short Call dan Short Put.

    2. Merencanakan Exit Strategy

    Jangan pernah biarkan posisi Short Options Sobat Cuan terkena assignment atau kedaluwarsa secara otomatis (terutama jika berisiko).

    • Aksi: Selalu siapkan strategi trading sesuai dengan profil risiko masing-masing. Hal ini bisa dibantu dengan menggunakan Buy-to-Close Order (perintah beli untuk menutup posisi jual) pada harga tertentu dan juga menggunakan fitur Take Profit atau Stop Loss (TP/SL) agar bisa mengamankan profit atau mengurangi kerugian yang berlebihan.

    3. Fokus pada options dengan waktu jatuh tempo yang pendek (High time decay)

    Pilih options dengan waktu jatuh tempo yang pendek (misalnya kurang dari 45 hari). Kenapa? Karena semakin dekat ke tanggal jatuh tempo, semakin sedikit waktu bagi harga saham untuk bergerak jauh atau berlawanan dengan posisi kamu. Artinya, peluang kamu untuk menang sebagai penjual options jadi lebih besar.

    Short Options adalah alat trading yang ampuh, menawarkan kesempatan untuk menghasilkan pendapatan (Premi) secara konsisten, terutama dalam pasar yang bergerak lambat atau datar. Namun, kekuatan ini datang dengan harga: kebutuhan untuk mengelola potensi kerugian yang besar.

    Kunci kesuksesan dalam Short Options bukanlah terletak pada seberapa banyak Premium yang kamu kumpulkan, melainkan seberapa efektif Anda membatasi dan melindungi modal kamudari lonjakan harga yang tiba-tiba. Dengan menerapkan strategi Covered, merencanakan exit strategy, dan fokus pada options dengan waktu jatuh tempo yang pendek, kamu dapat mengubah risiko yang tidak terbatas menjadi risiko yang terkelola dan terukur.



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Token DeFi dan Alasan Kenapa Kamu Harus Perhatikan Mereka

    Setelah tren investasi cryptocurrency meledak dekade lalu, kini dunia keuangan digital kembali heboh dengan adanya token DeFi. Aset digital yang satu ini mulai banyak diminati oleh pengemar kripto lantaran kegunaanya yang beragam dan bisa digunakan di atas aplikasi decentralized finance.

    Sekilas, token-token ini memang mirip seperti cryptocurrency. Tapi, jangan sampai tertukar, Sobat Cuan! Meskipun sama-sama beroperasi pada jaringan blockchain, keduanya punya perbedaan yang fundamental, lho.

    Nah, untuk lebih jelasnya, yuk simak artikel berikut!

    Pengertian Token

    Sebagai salah satu jenis aset digital yang sedang naik daun, token DeFi mulai banyak diperbincangkan. Apalagi ketika DeFi mengalami booming yang terjadi pada 2020 silam.

    Secara sederhana, token adalah satuan unit yang dikembangkan pengembang blockchain atau developer proyek kripto, yang berjalan di atas jaringan blockchain yang sudah ada. Meskipun mirip dengan cryptocurrency, namun mereka memiliki perbedaan karakteristik yang mendasar.

    Cryptocurrency adalah aset “asli” dari sebuah protokol blockchain tertentu. Sementara itu, token diciptakan oleh platform-platform lain yang dibangun di atas jaringan blockchain tersebut.

    Sebagai contoh, jaringan blockchain Ethereum memiliki koin native yang disebut Ether (ETH), yang menjadi cryptocurrency utama yang digunakan oleh mereka yang berkegiatan di blockchain tersebut.

    Di sisi lain, jaringan blockchain Ethereum juga kerap digunakan oleh pengembang untuk menciptakan platform-platform khusus. Terkadang platform-platform tersebut menggunakan “satuan” sebagai “alat tukar” bagi sesama penggunanya. Nah, “alat tukar” itu termasuk golongan token, misalnya DAI, LINK, dan COMP.

    Masing-masing token memiliki fungsi yang berbeda sesuai tujuan pengembangannya. Ada token yang dibuat untuk bertransaksi pada game tertentu, berpartisipasi pada mekanisme DeFi, hingga mengakses layanan spesifik dari sebuah platform.

    Pengertian Token DeFi

    Dengan demikian, maka token DeFi adalah token-token yang digunakan pengguna untuk memanfaatkan satu aplikasi DeFi tertentu. Namun, token-token ini tidak dapat digunakan sebagai “mata uang” di sistem blockchain yang utama.

    Pada dasarnya, DeFi adalah aplikasi keuangan terdesentralisasi yang berjalan pada platform blockchain yang sudah ada. Sistem ini meniadakan otoritas dalam transaksinya, sehingga layanan jasa keuangan, mulai dari menabung hingga pinjam-meminjam, bisa dilakukan langsung antar pengguna dan penyedia tanpa kehadiran lembaga perantara (intermediaries).

    Sebagai gantinya, kamu bertransaksi menggunakan smart contracts dan menaruh kepercayaanmu pada kode-kode komputer yang di-input di sana.

    Meski tanpa bantuan bank dan lembaga keuangan, kamu masih bisa cuan dari margin bunga, mengambil pinjaman, jual beli aset hingga menabung dalam jaringan itu. Fungsi-fungsi ini dapat dilakukan dengan aset digital, hanya saja yang kamu gunakan sebagai asetnya adalah token DeFi.

    Berikut ini adalah prinsip-prinsip yang harus dipenuhi oleh sebuah token agar pengguna bisa memanfaatkannya di aplikasi DeFi.

    Syarat-Syarat Token DeFi

    1. Terprogram

    Token berjalan dalam protokol software yang terdiri atas smart contracts yang terprogram. Artinya, smart contracts menguraikan fitur dan fungsi token, juga aturannya dalam bahasa komputer yang telah diprogram sebelumnya.

    2. Tidak Butuh Izin

    Sebagai bagian dari sistem yang terdesentralisasi, token memiliki sifat inklusif. Artinya, siapapun bisa mendapatkannya tanpa perlu perizinan khusus.

    3. Tidak Butuh Kepercayaan

    Smart contract tidak hanya memungkinkan transaksi tanpa pihak ketiga, lebih jauh lagi, fitur ini juga memungkinkan transaksi antar pihak yang tidak saling kenal. Karenanya, kamu tidak perlu saling percaya untuk mengeksekusi transaksi menggunakan token DeFi.

    Protokol yang berjalan dalam sistem di mana token beroperasi pun tidak punya otoritas khusus yang mengaturnya. Protokol dijalankan oleh jaringan, bukan oleh kepercayaan.

    4. Transparan

    Token DeFi merupakan aset digital yang berjalan dalam blockchain, yang artinya tiap transaksinya tetap tercatat dalam buku besar yang terpublikasi. Hal ini membuat token DeFi merupakan aset yang transparan dalam menjalankan fungsinya.

    Mengapa Token DeFi Akan Menjadi Spesial?

    Di samping pasarnya yang masih volatile, juga ragamnya yang terus berkembang tiap hari, token DeFi punya segudang alasan lain yang membuatnya harus diantisipasi di masa depan.

    1. Bisa Menggeser Peran Bank dan Lembaga Keuangan di Masa Depan

    Banyak token seperti AAVE, Sushiswap, dan Uniswap dipergunakan untuk menjalankan fungsi lembaga intermediary seperti pinjam meminjam aset dan menabung. Protokol ini juga memberi margin bunga selayaknya bank.

    2. Mengoptimalkan Fungsi Blockchain

    Sebagai temuan yang relatif baru, blockchain memiliki banyak potensi yang masih bisa dikembangkan lebih jauh. Token-token itu nantinya bisa dikembangkan lagi sehingga fungsi blockchain bisa menguat hingga kapasitas penuhnya.

    3. Membuka Peluang Keuangan Inklusif

    Saat ini, sudah banyak token yang beroperasi paralel dengan lembaga keuangan dengan biaya yang lebih minim saat ini. Hal tersebut membuka wawasan kita bahwa layanan keuangan yang inklusif bukan lagi sekedar impian di masa depan. Alias, semua orang bisa menikmati layanan jasa keuangan tanpa harus ditolak oleh otoritas tertentu.

    Baca juga: Pinjaman Kripto Vs Pinjaman Bank, Mana yang Lebih Menguntungkan?

    4. Token DeFi Baru Saja “Bangkit”

    Fungsi token yang kita kenal saat ini masih merupakan permulaan. Fungsi-fungsi lainnya masih dikembangkan atau bahkan belum dijajaki sama sekali.

    Token DeFi memberi kita ruang yang sangat luas untuk membentuk dunia yang kita inginkan lewat proyek dan dukungan finansial dari para penggemar dan pegiatnya. Tak hanya industri keuangan, melainkan industri hiburan, pemerintahan, dan proyek-proyek lainnya dapat dikembangkan dalam platform ini.

    Berita baiknya, semua bisa terlibat aktif!

    5. Meningkatkan Nilai Ethereum

    Jika token terlalu berisiko buat kamu, kamu bisa melihat sisi lainnya.

    Sebagian besar token yang ada saat ini berjalan dalam blockchain Ethereum. Sehingga, jika makin banyak token DeFi bersarang di dalamnya, maka artinya banyak pula pengembang yang tengah meracik platform DeFi di dalamnya.

    Dalam meramu platform DeFi, para pengembang platform tersebut tentu akan membayar daya komputasi blockchain Ethereum menggunakan ETH. Artinya, jika platform DeFi marak digunakan, maka permintaan ETH akan naik. Ujungnya, membuat harga ETH kian moncer!

    Jadi, kalau kamu adalah investor konservatif yang gampang berkeringat saat terjebak dalam investasi risiko tinggi, beli saja Ether si induk semang para token DeFi ini!

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Konsep Total Value Locked di Kancah DeFi!

    Token DeFi yang Populer Saat Ini

    Sebagaimana kamu tahu, sebetulnya ada ribuan token saat ini. Tapi, hanya beberapa di antaranya saja yang cukup populer.

    Secara gampangnya, kamu bisa membuka Coinmarketcap untuk melihat soal token DeFi apa saja yang sedang populer. Namun, kamu juga bisa melihatnya pada grafik di bawah berikut.

    Meski popularitas di dunia DeFi tidak menjamin volatilitas, apalagi keberlangsungan hidup para token, setidaknya kamu bisa mengenal dan tahu ihwal fungsi-fungsi beberapa token. Untuk itu, yuk kenalan lebih jauh dengan beberapa token DeFi berikut!

    AAVE

    Token yang satu ini punya suplai mencapai 16 juta koin. Fungsinya adalah menjalankan protokol pinjam meminjam dalam platform blockchain Aave.

    Baca juga: 3 Kiat Cari Cuan Menggunakan Support & Resistance bagi Pemula

    Synthetix

    Synthetix adalah protokol derivatif yang didukung oleh token native SNX. Maksudnya, platform ini menerbitkan aset sintetik yang dapat ditransaksikan.

    Aset dijamin oleh Synthetix Network Token (SNX) yang dapat dikunci dalam protokol smart contracts. Saat terkunci, protokol ini dapat menerbitkan Synths, yakni aset sintetik yang dimaksud.

    Skema ini dibuat untuk menyelesaikan persoalan likuiditas pada decentralized exchanges. Saat ini total suplai SNX mencapai 190 juta token.

    Uniswap

    Dengan total suplai token mencapai 1 miliar, Uniswap merupakan salah satu leader dalam layanan decentralized exchange di DeFi. Kamu bisa memperoleh UNI, token milik Uniswap dengan menyediakan likuiditas pada pools tertentu.

    Sushiswap

    Token milik sushiswap, yakni SUSHI saat ini berjumlah 250 juta. Kamu yang suka bercocok tanam cuan dapat memperoleh SUSHI dengan menjadi penyedia likuiditas. Kamu juga bisa melakukan staking di Omasake Bar agar dapat fee protokol. Pemegang SUSHI punya hak suara untuk menentukan partner obsen selanjutnya dan proyek-proyek lainnya, lho.

    Dunia kripto ternyata luas sekali ya, Sobat Cuan. Bagaimana? Apakah kamu juga tertarik untuk berkecimpung di kancah DeFi?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Sumber: Defirate, Gemini, Bitpanda



    Sumber : pluang.com