Category Archives: Pluang

Ribuan Produk Supermarket Hanya Dikendalikan 10 Perusahaan, Sahamnya Terus Naik

Oxfam International mengungkap bahwa realitanya hampir setiap produk yang kita konsumsi, mulai dari produk sarapan, air mineral, hingga deterjen dan camilan malam yang sebenarnya dikendalikan oleh hanya 10 perusahaan multinasional. 

Key Takeaways

  • Ilusi Pilihan: Ribuan merek di rak supermarket sebenarnya bermuara pada 10 entitas global utama (seperti Nestlé, PepsiCo, Unilever, dan Coca-Cola).
  • Economic Moat: Perusahaan-perusahaan ini memiliki keunggulan kompetitif berupa jaringan distribusi global yang mustahil ditiru dan loyalitas merek yang kuat.
  • Aset Defensif: Saham Amerika sektor Consumer Staples (kebutuhan pokok) cenderung stabil saat ekonomi gonjang-ganjing karena orang tetap harus makan dan minum.
  • Akses Investasi: Melalui Pluang, investor Indonesia bisa memiliki saham-saham Amerika ini mulai dari unit fraksional (modal kecil)

Quick Facts Table

Perusahaan

Fokus Utama

Merek Ikonik

Ticker di Pluang

Presentase Pertumbuhan YTD (per 3 Mar 2026)

PepsiCo

Snack & Minuman

Lay’s, Doritos, Pepsi

$PEP

15.95%

Coca-Cola

Minuman

Sprite, Fanta, Dasani

$KO

14.79%

Mondelez

Camilan/Biskuit

Oreo, Cadbury, Ritz

$MDLZ

9.54%

General Mills

Sereal & Yogurt

Cheerios, Häagen-Dazs

$GIS

-2.58%

Kraft Heinz Co

Makanan & Minuman

ABC (kecap dan sambal), Kraft (keju), Heinz (saus tomat)

$KHC

-0.7%

P&G

Personal Care

Pampers, Gillette, Oral-B, hingga Pantene

$PG

12.65%

Unilever

Personal Care & Food

Dove, Ben & Jerry’s

$UL (ADR)

6.30%

Memahami “Economic Moat” di Balik Produk Sehari-hari

Konsolidasi kekuatan ini memberikan perusahaan-perusahaan ini kontrol absolut atas harga dan distribusi. Menariknya, bagi kita yang jeli, dominasi ini bukan sekadar fakta konsumsi, melainkan peluang aset. Di dunia investasi, fenomena ini disebut sebagai Economic Moat (parit ekonomi), sebuah keunggulan kompetitif yang membuat perusahaan-perusahaan ini hampir mustahil digoyahkan oleh kompetitor baru.

Kabar baiknya, Anda tidak hanya bisa menjadi konsumen dari produk-produk ini. Melalui akses pasar saham global yang kini semakin inklusif, Anda bisa berubah posisi menjadi “pemilik” dari perusahaan-perusahaan raksasa ini. Mari kita bedah siapa saja mereka dan bagaimana potensi investasinya.

Profil 10 Penguasa Pangan Dunia Beserta Potensi Sahamnya

1. Kraft Heinz (AS)

Kraft Heinz adalah raksasa makanan yang terbentuk dari merger dua ikon global. Mereka memiliki portofolio merek yang sangat melekat di dapur masyarakat dunia, mulai dari saus tomat Heinz, keju Kraft, hingga kopi Maxwell House. Di Indonesia sendiri, mereka sangat dominan melalui merek ABC (kecap, sambal, dan sirup).

Investment Thesis: Kraft Heinz menawarkan stabilitas melalui produk-produk kebutuhan pokok yang tahan terhadap resesi. Strategi mereka saat ini berfokus pada efisiensi operasional dan penguatan merek-merek inti. Dengan dividen yang cukup kompetitif, saham ini cocok bagi investor yang mencari pendapatan pasif dan aset yang cenderung lebih stabil saat kondisi pasar sedang bergejolak.

Beli Saham KHC Di Sini!

2. PepsiCo (AS)

PepsiCo bukan hanya minuman soda. Mereka menguasai pasar camilan dunia melalui divisi Frito-Lay (Doritos, Cheetos, Lay’s) dan makanan kesehatan melalui Quaker Oats.

  • Investment Thesis: PepsiCo memiliki diversifikasi yang lebih baik daripada kompetitornya karena sektor makanannya (snack) sangat dominan. Di masa inflasi, mereka memiliki pricing power yang kuat—orang tetap akan membeli keripik meski harga naik.

  • Akses Investasi: Saham $PEP (PepsiCo) adalah salah satu aset defensif favorit di Pluang. Dengan fitur saham Amerika di Pluang, Anda bisa mulai mengoleksi saham ini mulai dari unit fraksional (satuan kecil), mulai dari $1 dolar Amerika.

Beli saham Pepsi di Sini!

3. Coca-Cola (AS)

Coca-Cola berfokus hampir sepenuhnya pada minuman. Selain Coke, mereka memiliki Minute Maid, Dasani, hingga Costa Coffee. Ini adalah saham inti dalam portofolio Warren Buffett selama puluhan tahun.

  • Investment Thesis: Keunggulannya adalah jaringan distribusi global yang mustahil ditiru. Selama manusia butuh minum, Coca-Cola akan tetap relevan. Sangat cocok untuk investor yang mencari dividen stabil.
  • Tips Pluang: Anda bisa memantau pergerakan $KO secara real-time di aplikasi Pluang dan membelinya langsung di jam bursa AS.

Beli Saham KO di Sini!

4. Unilever (Inggris/Belanda)

Unilever adalah raksasa dengan jejak geografis paling luas, menguasai pasar mulai dari sabun Dove hingga es krim Wall’s dan kecap Bango.

  • Investment Thesis (PLUANG: $UL):
    • Status: Value Play (Potensi Rebound).
    • Alasan: Unilever sedang dalam masa transisi besar dengan menyederhanakan organisasi menjadi lebih efisien. Keunggulan utamanya adalah eksposur 60% di pasar negara berkembang (Emerging Markets). Di tahun 2026, pemisahan divisi es krim diharapkan dapat meningkatkan fokus pada “Power Brands” yang menyumbang 70%+ pendapatan.
    • Analisis Pluang: Membeli $UL di Pluang memberikan Anda diversifikasi lintas benua. Jika ekonomi Asia dan Amerika Latin membaik, Unilever biasanya menjadi perusahaan pertama yang menikmati kenaikan daya beli konsumen di sana.

Beli Saham Unilever di Sini!

5. Mondelez International (AS)

Pecahan dari Kraft Foods ini fokus pada camilan. Mereka adalah penguasa pasar biskuit dan cokelat dunia dengan merek legendaris seperti Oreo, Cadbury, Milka, dan Toblerone.

  • Investment Thesis: “Snacking” adalah tren yang terus tumbuh secara global. Mondelez menguasai pangsa pasar cokelat dan biskuit terbesar di dunia dengan margin keuntungan yang cukup tebal.

  • Akses Investasi: Saham $MDLZ tersedia untuk dibeli di Pluang. Mengingat konsumsi Oreo yang tak pernah putus di Indonesia, berinvestasi di Mondelez adalah cara cerdas untuk mengubah pengeluaran konsumtif Anda menjadi aset produktif.

Beli Saham Mondalez di Sini!

6. Mars (Perusahaan Privat)

Mars terkenal dengan cokelatnya (M&Ms, Snickers), namun yang jarang diketahui adalah mereka merupakan salah satu penyedia makanan hewan peliharaan terbesar di dunia (Pedigree, Whiskas). Karena bersifat privat, sahamnya tidak bisa dibeli di bursa publik.

7. Danone (Prancis)

Fokus pada produk susu (yogurt Dannon), nutrisi khusus, dan air mineral (Evian). Danone memposisikan diri sebagai perusahaan yang paling sadar kesehatan dan lingkungan di antara raksasa lainnya.

8. General Mills (AS)

Pemilik brand ikonik seperti Cheerios, Nature Valley, dan Häagen-Dazs. Mereka juga memiliki produk makanan hewan peliharaan premium, Blue Buffalo.

  • Investment Thesis (PLUANG: $GIS):
    • Status: Layak Beli (Defensif & Dividen).
    • Alasan: Meskipun menghadapi tantangan perubahan tren diet (seperti popularitas obat GLP-1), General Mills memiliki sejarah adaptasi yang kuat melalui inovasi produk “better-for-you” dan porsi kecil. Pada 2026, fokus perusahaan adalah efisiensi biaya dan penetrasi pasar pet food premium yang memiliki margin tinggi.
    • Analisis Pluang: General Mills seringkali bergerak berlawanan arah dengan pasar (beta rendah), menjadikannya “jangkar” yang stabil saat pasar saham sedang bergejolak. Dividennya yang konsisten sangat menarik untuk strategi compounding jangka panjang di Pluang.

9. Kellogg’s / Kellanova (AS)

Setelah memisahkan bisnis serealnya (W.K. Kellogg Co), Kellanova kini berfokus pada kategori pertumbuhan tinggi: camilan global (Pringles, Pop-Tarts, Cheez-It) dan pasar negara berkembang.Saat ini saham Kellanove (sebelumnya $K) sudah diacquire oleh Mars dan sudah delisted sejak 11 Desember 2025 dan WK Kellog Co (sebelumnya $KLG) sudah diakuisisi oleh Ferero dan delisted pada 26 Sept 2025

10. Procter & Gamble (AS)

Procter & Gamble (P&G) adalah raja barang konsumsi (FMCG) dunia. Mereka mengelola puluhan merek yang hampir pasti ada di setiap rumah tangga, seperti Pampers, Tide, Gillette, Head & Shoulders, hingga Oral-B. Bisnis mereka terbagi dalam segmen perawatan kesehatan, kecantikan, hingga perawatan rumah tangga.

Investment Thesis: P&G adalah definisi dari saham “Dividend King”—perusahaan yang telah menaikkan dividennya selama lebih dari 60 tahun berturut-turut. Produk mereka bersifat nonsiklikal, artinya orang akan tetap mencuci baju, menyikat gigi, dan menggunakan popok tanpa peduli kondisi ekonomi. Ini membuat P&G menjadi benteng pertahanan yang sangat kokoh dalam portofolio investasi saat pasar sedang tidak menentu.

Beli Saham P&G di Sini!

Step-by-Step: Cara Beli Saham Amerika di Pluang

Jika Anda ingin mengubah pengeluaran konsumtif menjadi aset produktif, ikuti langkah ini:

  1. Unduh & Registrasi: Buka aplikasi Pluang, selesaikan verifikasi KYC (KTP & Selfie).
  2. Top-Up Saldo: Isi saldo melalui bank transfer atau e-wallet favorit Anda.
  3. Cari Kode Saham: Ketik kode saham (misal: $KO untuk Coca-Cola atau $PEP untuk PepsiCo) di kolom pencarian.
  4. Beli Fraksional: Masukkan nominal pembelian, bisa mulai dari 1 dolar Amerika.
  5. Pantau & Dividen: Pantau pertumbuhan aset Anda secara real-time. Dividen yang dibagikan perusahaan akan otomatis masuk ke saldo akun Pluang Anda.

Risks & Considerations (Penting!)

Investasi pada raksasa pangan bukan tanpa risiko:

  • Perubahan Regulasi: Pajak gula atau aturan kemasan plastik yang lebih ketat dapat menekan margin keuntungan.
  • Tren Kesehatan: Popularitas obat penurun berat badan (seperti GLP-1) secara teori dapat mengurangi volume konsumsi camilan kalori tinggi.
  • Risiko Mata Uang: Karena ini adalah saham Amerika, nilai investasi Anda dipengaruhi oleh fluktuasi kurs dolar Amerika terhadap Rupiah.
  • Kinerja Masa Lalu: Performa historis tidak menjamin hasil di masa depan.

FAQ 

  1. Apakah aman membeli saham Amerika (AS) di Pluang?
    Ya, Pluang bekerja sama dengan pialang berjangka yang diawasi BAPPEBTI untuk memastikan keamanan transaksi.
  2. Berapa minimal modal investasinya?
    Sangat terjangkau, Anda bisa mulai dari 1 dolar Amerika saja.
  3. Apakah saya mendapatkan dividen?
    Ya, sebagai pemegang saham (meskipun fraksional), Anda berhak mendapatkan dividen sesuai porsi kepemilikan.
  4. Apa bedanya Kellogg’s dan Kellanova?
    Kellogg’s telah pecah; Kellanova ($K) fokus pada camilan global yang lebih menguntungkan, sementara sereal tetap di perusahaan terpisah.
  5. Mengapa saham Unilever ($UL) disebut ADR?
    Karena Unilever adalah perusahaan Inggris, sahamnya di bursa Amerika berbentuk American Depositary Receipt.
  6. Kapan waktu terbaik membeli saham ini?
    Sektor ini bersifat defensif, sehingga cocok untuk strategi Dollar Cost Averaging (beli rutin setiap bulan) di Pluang.

Apa Potensi Berinvestasi pada “The Big 10” via Pluang?

Saham-saham di atas merupakan komponen penting dari sektor Consumer Staples (kebutuhan pokok). Mengapa Anda perlu mempertimbangkannya di Pluang?

  1. Passive Income: Ketiganya adalah pembayar dividen yang sangat disiplin. Di Pluang, dividen tunai akan langsung masuk ke saldo akun Anda, yang bisa Anda investasikan kembali.
  2. Perlindungan Inflasi: Sebagai penguasa rak supermarket, mereka memiliki kemampuan menaikkan harga (pricing power) saat biaya bahan baku naik, sehingga keuntungan mereka relatif terjaga.
  3. Mulai dari 1 Dolar: Tidak perlu modal jutaan untuk memiliki General Mills atau Unilever. Dengan fitur saham fraksional di Pluang, Anda bisa mencicil kepemilikan saham ini secara rutin setiap bulan.

Sources 

  • Diadaptasi dari laporan Oxfam International: Behind the Brands.



Sumber : pluang.com

Investasi di Tengah Ekonomi Amburadul: Pilih Emas atau Deposito?

Apa hal yang langsung terlintas di benakmu ketika memikirkan instrumen investasi yang paling aman? Secara umum, masyarakat Indonesia pasti akan menjawab emas sebagai cara investasi yang terpercaya.

Emas memang berperan penting dalam berbagai adat di negara ini. Selain kerap menjadi maskawin pernikahan, setiap rumah tangga rata-rata memiliki emas untuk menyimpan kekayaannya.

Kondisi itu tak mengherankan. Sebab, selama ini emas juga dianggap sebagai aset safe haven, atau biasa disebut lindung nilai. Emas bisa mempertahankan nilai kekayaan seseorang ketika ekonomi sedang amburadul atau ketika tingkat inflasi tengah meroket.

Kondisi tersebut tercermin pada Agustus tahun lalu. Ekonomi global yang tengah porak poranda akibat pandemi COVID-19 bikin permintaan emas naik dan melesatkan harganya ke US$2.000 per ons.

Kini, nilai emas memang sudah jatuh ke kisaran US$1.800 per ons. Tapi harga tersebut masih dekat dengan rekor tertingginya tahun lalu.

Namun, ketika ekonomi sedang mengalami tekanan, investasi emas ternyata punya “lawannya” sendiri, yakni deposito. Sama seperti emas, deposito dikenal sebagai aset tahan krisis lantaran memberikan imbal hasil tetap meski ekonomi tengah gonjang-ganjing.

Pertanyaannya, manakah yang perlu kamu pilih jika ekonomi berguncang: Investasi emas? Atau deposito?

Baca juga: Suku Bunga Pengaruhi Investasi? Ini 3 Sektor Vital yang Terkena Imbas

Berbagai Cara Cari Perbandingan Investasi Emas dan Deposito

Meskipun emas dan deposito adalah investasi yang cenderung “tidak bandel”, investor tetap harus menghitung dan mempertimbangan dengan matang dalam memilih di antara dua aset yang dimaksud. Apa saja faktor?

#1 Tentukan Tujuan Investasi

Perlu diingat bahwa tepat atau tidaknya investasi selalu berhulu ke tujuan investasi dirimu sendiri. Hal ini cukup penting lantaran tujuan investasi akan mempengaruhi aksi investasi kamu nantinya. Misalnya, apakah perlu kamu menambah modal investasi dalam jangka waktu tertentu? Atau apakah kamu perlu melakukan diversifikasi aset lebih banyak lagi? Dan lain-lainnya.

Menentukan tujuan investasi juga akan bikin kamu gampang mengatur ekspektasi dalam berinvestasi. Sebab terkadang, banyak investor yang gampang bosan atau capek berinvestasi lantaran imbal hasil yang didapat dari sebuah aset tidak sesuai dengan keinginannya.

Sebagai contoh, kamu sudah ngarep dapat cuan instan dari investasi A. Padahal, investasi A sebenarnya adalah jenis investasi jangka panjang. Kondisi tersebut tentu membuat kamu auto kecewa karena memang antara keinginan dan jenis investasi yang dipilih sudah tidak cocok sejak awal.

Makanya, menargetkan tujuan investasi sangat penting. Misalnya, kamu bisa pilih emas jika ingin berinvestasi jangka panjang dan ingin melindungi kekayaan di masa depan. Di sisi lain, kamu bisa memilih deposito jika kamu ingin meningkatkan minat menabung atau memang memiliki selera investasi yang konservatif.

#2 Tren Imbal Hasil

Cara kedua yang bisa kamu lakukan untuk menimbang antara investasi emas dan deposito adalah membandingkan imbal hasil.

Menurut data MacroTrends, rata-rata kenaikan harga emas per tahun antara 2016 hingga 2020 terbilang 12,48%. Sementara itu, menurut Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang diterbitkan Bank Indonesia (BI), suku bunga deposito 12 bulan selalu bergerak antara 5,5% hingga 6,8% di periode yang sama.

Dengan melihat data tersebut, emas mungkin menjadi jawaranya. Namun, bukan berarti deposito tak ada keunggulan tersendiri dibanding emas.

Perlu diketahui bahwa imbal hasil deposito cenderung stabil dibandingkan harga emas yang memiliki fluktuasi tak tentu. Sehingga, kondisi tersebut mungkin akan disukai investor yang suka “main aman” saja.

Tapi, kamu juga perlu ingat bahwa emas adalah barang tambang, di mana pasokannya suatu saat akan habis nantinya. Maka, sesuai hukum permintaan-penawaran, suplai yang menipis tentu akan mengerek harga emas di masa depan.

Di sisi lain, naik turunnya imbal hasil deposito sekarang, atau di masa depan, akan sangat tergantung dengan tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia ditambah indikator keuangan bank, misalnya rasio Return on Asset (RoA).

#3 Ekspektasi Inflasi

Kamu tentu sangat bisa menggunakan indikator makroekonomi ini sebagai pertimbangan memilih emas atau deposito.

Kamu bisa berinvestasi emas jika inflasi akan datang diperkirakan meningkat. Sebab, seperti yang dijelaskan sebelumnya, emas adalah salah satu aset lindung nilai terbaik. Selain itu, maraknya permintaan emas ketika inflasi yang naik juga tentu akan meningkatkan harganya dan menyebabkan nilai aset emas kamu ikut berkembang.

Lantas, bagaimana dengan prediksi inflasi di Indonesia tahun ini? Bank Indonesia, selaku otoritas yang bertugas mengendalikan tingkat inflasi, berharap bahwa inflasi tahun ini bisa berada di angka 2,5% hingga 3% secara tahunan atau lebih tinggi dibanding tahun lalu 1,68%.

Hal tersebut bisa saja menjadi indikasi awal bahwa harga emas akan naik di tahun ini. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi menganalisis bahwa harga emas tertinggi tahun ini akan jatuh pada kuartal I tahun ini di angka Rp994.276 per gram.

“Harga emas mencapai level tertingginya di US$2.045 (per troy ounce), ini sama dengan Rp994.276 setelah ditambah dengan ongkos Rp100 ribu dan sertifikat,” ujarnya.

Namun di sisi lain, inflasi yang meningkat sejatinya juga akan berkorelasi positif dengan tingkat suku bunga deposito. Mengapa demikian?

Inflasi adalah salah satu tanda momentum pemulihan ekonomi, di mana bank sentral tentu akan meresponsnya dengan menaikkan tingkat suku bunga acuan. Aksi moneter tersebut nantinya juga akan merembet ke kenaikan suku bunga deposito perbankan.

Tapi, ada hal yang perlu kamu pahami. Jika kenaikan suku bunga deposito tersebut lebih kecil dibandingkan kenaikan tingkat inflasi, maka imbal hasil riil kamu di deposito nantinya juga bisa tergerus. Makanya, tetap awasi pergerakan inflasi, ya!

Baca juga: Sejarah Pasar Saham di Indonesia

Setelah membaca pertimbangan tersebut, kira-kira instrumen mana yang kamu pilih: Emas? Atau deposito?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Provident Metals, Detik, Good Returns, Kontan



Sumber : pluang.com

Apa yang Terjadi Setelah Semua Bitcoin Selesai Ditambang?

Dalam investasi Bitcoin, kita tahu ada 21 juta keping Bitcoin yang dapat ditambang. Perkiraannya, semua Bitcoin akan selesai ditambang pada 2140 dan tidak ada lagi Bitcoin baru yang akan beredar setelahnya.

Dalam banyak hal, Bitcoin dapat diumpamakan seperti emas digital. Layaknya emas, investasi Bitcoin tidak dapat dibuat secara sembarangan. Dibutuhkan upaya menambang atau mengekstrak (mining) untuk menghadirkan satu keping Bitcoin. Apabila emas diekstraksi dari fisik Bumi, maka Bitcoin harus “ditambang” lewat metode komputasi.

Ketentuan selanjutnya, Bitcoin harus hadir dalam persediaan yang terbatas. Karenanya, hanya ada 21 juta Bitcoin yang diproduksi.

Teknologi blockchain Bitcoin dirancang dengan prinsip pasokan terkontrol. Rata-rata Bitcoin diperoleh dalam satu bloknya setiap sepuluh menit. Selain itu, jumlah Bitcoin yang ditambang masing-masing blok akan berkurang 50% setiap empat tahun.

Setelah 21 juta keping Bitcoin ini ditambang, sebagian besar jaringan akan beroperasi sama seperti saat ini. Namun, ada satu perbedaan pentingnya: Imbalan penambang Bitcoin akan bernilai mahal. Mengapa demikian?

Baca juga: Apa Itu Mining Bitcoin?

Imbalan Bagi Para Penambang yang Membantu Kelancaran Investasi Bitcoin

Saat ini, lebih dari 18,5 juta keping Bitcoin telah diproduksi untuk investasi aset kripto tersebut, di mana angka ini setara dengan mencetak 88,3% pasokan Bitcoin maksimum. Dengan hanya 3 juta koin yang tersisa, sepertinya saat ini Bitcoin sedang ada di tahap akhir penambangan.

Meski demikian, diperkirakan bahwa untuk mencetak Bitcoin terakhir membutuhkan sekitar 120 tahun lagi lantaran adanya proses halving. Apa itu proses halving?

Selama ini, penambang akan diberi imbalan berupa kepingan Bitcoin setelah memverifikasi blok “tambang” yang berhasil. Hanya saja, imbalannya terus turun sepanjang tahun. Nah, penurunan inilah yang disebut dengan halving (membagi dua).

Saat Bitcoin pertama kali diluncurkan, hadiah yang ditetapkan adalah sebanyak 50 keping Bitcoin. Tetapi jumlah ini berkurang melalui sistem halving berkala setelah 210 ribu blok baru ditemukan dalam aktivitas penambangan Bitcoin. Misalnya, imbalan sebesar 50 keping Bitcoin akan turun menjadi 25, 12,5, dan 6,25 keping berturut-turut secara bertahap.

Sejauh ini, sudah terdapat tiga kali pengurangan telah terjadi dalam pertambangan investasi Bitcoin. Pada Mei 2020, block reward alias imbalan telah mengalami proses halving dari 12,5 keping menjadi 6,25 keping Bitcoin bagi penambang. Halving berikutnya diprediksi akan terjadi pada 2024.

Penambang Bitcoin akan terus mendapatkan imbalan hingga total 21 juta keping Bitcoin telah tercetak. Setelah itu, tidak ada Bitcoin baru yang akan memasuki sirkulasi.

Apa yang Akan Dilakukan Penambang saat Seluruh Suplai Investasi Bitcoin telah Ditambang?

Setelah keseluruhan 21 juta Bitcoin dicetak, penambang Bitcoin masih dapat berpartisipasi dalam proses penemuan blok. Namun, mereka tidak akan diberi insentif dalam bentuk hadiah blok Bitcoin.

Selain hadiah blok, penambang Bitcoin juga menerima semua biaya yang dikeluarkan untuk transaksi yang termasuk dalam setiap blok yang baru ditemukan.

Saat ini, biaya transaksi merupakan sebagian kecil dari pendapatan penambang, karena penambang saat ini mencetak sekitar 900 keping Bitcoin (atau setara dengan US$39,8 juta) per hari. Namun, mereka hanya memperoleh komisi sekitar 60 hingga 100 keping dengan nilai antara US$,2,6 juta hingga US$4,4 juta.

Itu artinya, biaya transaksi dalam investasi Bitcoin para penambang saat ini hanya mencapai 6,5% dari pendapatan penambang.

“Perubahan pada ekosistem Bitcoin dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang, bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujar Simon Kim, CEO VC fund #Hashed.

Menurutnya, hilangnya imbalan di masa depan tidak akan mengecewakan para penambang dan menghentikan mereka dari proses menambang Bitcoin.

“Perubahan pada ekosistem Bitcoin dan posisinya sebagai mata uang utama di dunia virtual dapat mendorong perubahan signifikan dalam adopsi penambang bahkan setelah hadiah blok berhenti,” ujarnya.

Baca juga: Apa Itu Blockchain?

Block Reward Hilang, Biaya Penambangan Investasi Bitcoin Bertambah

Sistem halving dan struktur kompensasi penambang yang berdasarkan pada biaya transaksi hampir pasti akan menghancurkan jaringan penambangan Bitcoin. Sebab, ada kemungkinan para penambang akan meningkatkan “nilai transaksi” jasa penambangannya, sehingga ongkos menambang Bitcoin ke depan akan semakin mahal.

CEO Bybit Ben Zhou mengatakan, kondisi tersebut nantinya mirip dengan apa yang terjadi selama bull run Bitcoin 2017.

“Karena imbalan untuk penambangan menurun pada setiap halving, dan jauh sebelum Bitcoin terakhir ditambang, biaya transaksi akan memainkan peran yang semakin menonjol,” ujar Zhou. “Biaya transaksi dalam investasi Bitcoin kemungkinan akan tumbuh dalam korelasi terbalik dengan hasil penambangan yang semakin berkurang.”

COO Crypto.com Eric Anziani juga menambahkan bahwa pertumbuhan harga Bitcoin, disertai dengan penghematan biaya listrik dalam menambang Bitcoin, secara bertahap akan membawa penambangan Bitcoin sebagai upaya yang menguntungkan.

Contohnya, ketika harga Bitcoin melonjak pada Oktober 2020, biaya transaksi meningkat sekitar sembilan kali lipat dalam dua minggu. Kini, biaya transaksi rata-rata sekitar US$17 atau sepertiga dari biaya selama puncak bull run pada 2017.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Decrypt, Investopedia



Sumber : pluang.com

Uber Akuisisi SpotHero, Target Kuasai Ekosistem Transportasi

Langkah ini menandai pergeseran ambisius Uber untuk melampaui sekadar layanan berbagi tumpangan (ride-hailing) dan pengiriman makanan (food delivery), menuju visi sebagai “super-app” transportasi yang komprehensif.

Beli Saham UBER di Sini!

Beli Call Option Uber di Sini!

Key Takeaways

  • Diversifikasi di Luar Ride-Hailing: Uber resmi mengakuisisi SpotHero untuk mengintegrasikan reservasi parkir langsung ke dalam aplikasinya, memperluas layanan bagi pengguna mobil pribadi.
  • Target Lokasi Strategis: Fokus utama adalah area dengan trafik tinggi seperti bandara, stadion olahraga, dan pusat kota di lebih dari 400 kota di AS dan Kanada.
  • Penguatan Ekosistem: Langkah ini bertujuan mengunci pengguna dalam ekosistem Uber, baik saat mereka memesan tumpangan maupun saat berkendara sendiri.
  • Dominasi Pasar: Dengan kapitalisasi pasar $146 miliar, Uber semakin menjauh dari kompetitor seperti Lyft ($5 miliar) melalui ekspansi vertikal ini.

Integrasi Driver Uber dengan Layanan Parkir Spothero

Meskipun nilai transaksi belum diungkapkan ke publik, beberapa poin penting dari kesepakatan ini meliputi:

  • Integrasi Layanan: Uber akan menyematkan fitur reservasi parkir SpotHero langsung di dalam aplikasinya.
  • Target Lokasi: Fokus utama layanan ini adalah area padat jadwal seperti bandara, pusat kota, serta venue konser dan pertandingan olahraga.
  • Timeline: Transaksi ini diharapkan rampung pada semester pertama tahun 2026, menunggu persetujuan regulator.

Mengapa Ini Penting bagi Investor Saham Amerika?

Akuisisi SpotHero bukan sekadar penambahan fitur, melainkan langkah taktis Uber untuk menjaga pertumbuhan di tengah persaingan ketat. Berikut adalah analisis dampaknya terhadap fundamental perusahaan:

Memperluas Ekosistem & Retensi Pengguna

CEO Uber, Dara Khosrowshahi, menegaskan bahwa strategi ini bertujuan menarik segmen pengguna yang tetap memilih menyetir sendiri. Dengan menyediakan solusi parkir, Uber memastikan pengguna tetap berada di dalam ekosistem mereka, baik saat mereka naik Uber maupun saat mengendarai mobil pribadi.

Diversifikasi Pendapatan

Setelah sukses mendongkrak pendapatan melalui unit Delivery (groceries & retail), Uber kini melirik sektor manajemen parkir yang memiliki margin stabil. SpotHero sendiri memiliki jaringan luas di lebih dari 13.000 lokasi di 400 kota utamanya di Amerika Serikat dan Kanada, memberikan Uber akses instan ke basis data infrastruktur parkir yang besar.

Dominasi Pasar yang Meluas

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $146 miliar, Uber semakin memperlebar jarak dengan kompetitor utamanya, Lyft, yang saat ini bernilai sekitar $5 miliar. Kemampuan Uber untuk terus melakukan akuisisi strategis menunjukkan posisi kas yang kuat dibandingkan para pesaingnya.

Catatan Analis:
Meski laporan keuangan kuartal IV terakhir menunjukkan pendapatan yang melampaui ekspektasi, Uber sempat memberikan panduan profit (guidance) yang cenderung konservatif untuk periode mendatang. Akuisisi ini diharapkan menjadi mesin pertumbuhan baru untuk menyeimbangkan proyeksi tersebut.

Tabel Perbandingan Uber vs. Lyft vs. DoorDash

Indikator

Uber

Lyft

DoorDash

Market Cap

~$146 Miliar

~$5 Miliar

~$71 Miliar

Layanan Utama

Ride, Delivery, Freight, Parking

Ride-hailing

Food & Grocery Delivery

Strategi 2026

Diversifikasi Ekosistem

Fokus pada Efisiensi Ride

Ekspansi Logistik Retail

Skala Global

Sangat Luas

Fokus Amerika Utara

Global (Ekspansi)

Risks & Considerations (Penting bagi Investor)

  • Hambatan Regulasi: Transaksi ini memerlukan persetujuan antimonopoli. Jika regulator melihat ini sebagai upaya monopoli mobilitas, kesepakatan bisa tertunda.
  • Integrasi Teknologi: Menggabungkan sistem reservasi parkir pihak ketiga ke dalam aplikasi Uber yang sudah kompleks memerlukan biaya operasional dan teknis yang tinggi.
  • Panduan Laba (Profit Guidance): Uber baru-baru ini mengeluarkan proyeksi profit yang melandai. Investor perlu memantau apakah biaya akuisisi ini akan menekan margin dalam jangka pendek.
  • Perubahan Tren Urban: Jika tren bekerja dari rumah (Work From Home) kembali meningkat, permintaan parkir di pusat kota bisa menurun drastis.

FAQ 

  1. Kapan fitur parkir SpotHero tersedia di Uber? Diharapkan mulai aktif setelah transaksi rampung di paruh pertama 2026.
  2. Apakah harga parkir akan lebih murah lewat Uber? Belum ada konfirmasi, namun biasanya integrasi seperti ini menawarkan promo atau poin loyalitas (Uber One).
  3. Apakah ini akan berdampak langsung pada harga saham UBER?
    Secara historis, akuisisi strategis memberikan sentimen positif, namun perhatikan laporan laba kuartalan mendatang.
  4. Apakah layanan ini akan masuk ke Indonesia?
    Saat ini SpotHero hanya beroperasi di AS dan Kanada. Belum ada rencana ekspansi ke Asia Tenggara.
  5. Bagaimana nasib aplikasi SpotHero yang lama?
    Biasanya aplikasi asli tetap beroperasi secara mandiri sembari fitur-fiturnya diintegrasikan ke platform induk.
  6. Mengapa Uber tidak fokus pada ride-hailing saja?
    Pasar ride-hailing mulai jenuh di beberapa wilayah, sehingga Uber butuh vertikal baru untuk terus tumbuh.

Apa Langkah Selanjutnya Bagi Investor Saham?

Integrasi SpotHero ke dalam platform Uber diprediksi akan meningkatkan efisiensi mobilitas di kota-kota besar. Bagi investor, perhatikan bagaimana proses regulasi berjalan dalam beberapa bulan ke depan, karena ini akan menjadi penentu seberapa cepat Uber dapat mulai memonetisasi layanan barunya ini.

Sources & Methodology



Sumber : pluang.com

BoJ Siap Naikkan Suku Bunga, Waspada Potensi Crash Pasar Global di Maret 2026

Langkah ini diprediksi akan memicu pembongkaran besar-besaran strategi Yen Carry Trade, yaitu menginvestasikan Yen ke kurs lain, yang selama bertahun-tahun telah membanjiri pasar aset berisiko dengan modal murah. Dengan adanya carry trade, apabila BOJ menaikan suku bunga, funding akan semakin mahal dengan adanya kenaikan suku bunga dan kurs Yen, sehingga terdapat potensi market crash, karena long term holder yang dulunya mendapatkan funding dari Jepang, melakukan sell off untuk close position. 

Key Takeaways

  • Kenaikan Bunga di Depan Mata: BoJ diprediksi menaikkan suku bunga ke 1,00% pada pertemuan 18-19 Maret 2026 untuk meredam pelemahan Yen.
  • Risiko Unwinding Carry Trade: Penguatan Yen dan kenaikan bunga di Jepang memaksa investor global menjual aset luar negeri mereka untuk membayar utang Yen, memicu aksi jual masif.
  • Titik Pemicu Psikologis: Level 1% dianggap sebagai ambang batas di mana rumah tangga Jepang akan mulai memindahkan dana besar-besaran dari uang tunai ke deposito bank.
  • Tekanan Politik: PM Sanae Takaichi memerlukan penguatan Yen untuk menekan inflasi biaya impor yang membebani masyarakat Jepang.

Sinyal dari “Orang Dalam” dan Tekanan Politik

Mantan anggota dewan BoJ, Makoto Sakurai, mengungkapkan bahwa pelemahan Yen yang terus berlanjut telah menjadi “sakit kepala” politik bagi Perdana Menteri Sanae Takaichi. Dengan Yen yang tertahan di level 155 per Dolar AS—jauh di bawah level saat Takaichi menjabat—tekanan untuk bertindak semakin nyata.

“Intervensi mata uang hanya berefek sementara. Cara terbaik melawan pelemahan Yen adalah dengan menaikkan suku bunga,” ujar Sakurai.

Pertemuan penting antara PM Takaichi dan Presiden AS Donald Trump di Washington bulan depan diprediksi akan menjadi katalis. Washington diperkirakan lebih menyukai penguatan Yen, dan BoJ mungkin menggunakan kenaikan upah musim semi sebagai pembenaran untuk menaikkan suku bunga dari 0,75% menuju 1,00%.

Mengapa Carry Trade Bisa Mematikan?

Fenomena carry trade terjadi ketika investor meminjam Yen (yang bunganya sangat rendah) untuk membeli aset dengan imbal hasil tinggi di negara lain, seperti saham teknologi di AS atau obligasi pasar berkembang.

Namun, ketika bunga di Jepang naik:

  1. Biaya Pinjaman Membengkak: Keuntungan dari selisih bunga mengecil.
  2. Repatriasi Modal: Investor terpaksa menjual aset mereka secara massal untuk membayar kembali pinjaman Yen.
  3. Efek Domino: Penjualan aset global secara serentak inilah yang memicu jatuhnya harga saham dan instrumen keuangan lainnya (crash).

Proses Terjadinya Market Crash (Step-by-Step)

  1. BoJ Menaikkan Suku Bunga: Biaya pinjaman dalam Yen meningkat secara mendadak.
  2. Yen Menguat (Appreciation): Karena bunga naik, permintaan terhadap Yen meningkat; nilai tukar JPY/USD menguat tajam.
  3. Margin Call & Profit Taking: Investor yang memiliki utang Yen melihat nilai utang mereka dalam mata uang lokal membengkak. Mereka terpaksa menjual saham atau obligasi global untuk menutup posisi.
  4. Aksi Jual Berantai: Penjualan aset di bursa global (seperti NASDAQ atau IHSG) menciptakan kepanikan pasar, memicu penurunan harga yang drastis (crash).

Ancaman Likuiditas: Migrasi Dana Rumah Tangga ke Deposito

Ekonom terkemuka Ikuko Samikawa memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga ke level 1% adalah “titik pemicu” bagi rumah tangga Jepang untuk memindahkan uang tunai mereka kembali ke deposito bank.

Pergeseran dana besar-besaran ini dapat mempersulit kendali BoJ atas pasar uang. Dengan neraca BoJ yang telah membengkak lima kali lipat selama dua dekade terakhir, ketidakpastian mengenai bagaimana dana akan bergerak dalam rezim suku bunga positif sangatlah tinggi.

Berapa Kali Lagi Proyeksi Suku Bunga Naik?

Sakurai memproyeksikan BoJ perlu menaikkan suku bunga dua kali pada tahun 2026 dan dua kali lagi pada tahun 2027 untuk mencapai tingkat “netral” sebesar 1,75%.

Meskipun ini bertujuan menstabilkan inflasi dan Yen, langkah yang terlalu cepat akan berisiko:

  • Memicu kebangkrutan pada perusahaan kecil di Jepang.
  • Memperburuk neraca keuangan bank-bank regional.
  • Menciptakan volatilitas ekstrem di pasar saham global yang sudah terbiasa dengan “uang gratis” dari Jepang.

Kesimpulan untuk Investor: Bulan Maret akan menjadi periode krusial. Jika BoJ benar-benar menaikkan suku bunga pada rapat 18-19 Maret mendatang, pasar global harus bersiap menghadapi pengetatan likuiditas yang bisa memicu koreksi tajam.

Risks & Considerations

  • Risiko Likuiditas: Pembongkaran carry trade seringkali tidak terjadi perlahan, melainkan dalam guncangan singkat yang sangat dalam.
  • Kebangkrutan UKM: Banyak perusahaan kecil di Jepang terbiasa dengan bunga nol; kenaikan ke 1% bisa memicu gelombang kebangkrutan.
  • Stabilitas Sistem Perbankan: Bank regional Jepang mungkin mengalami kerugian pada portofolio obligasi mereka saat imbal hasil (yield) naik.
  • Ketidakpastian Global: Jika ekonomi AS melambat di saat yang sama, dampak crash bisa berlipat ganda.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Mengapa kenaikan bunga di Jepang berpengaruh ke pasar saham AS/Indonesia? Karena banyak modal yang berputar di pasar global berasal dari pinjaman Yen yang murah.
  2. Kapan tepatnya pasar akan crash?
    Tidak ada yang tahu pasti, namun sejarah menunjukkan volatilitas tinggi terjadi tepat setelah pengumuman BoJ atau saat Yen menguat di bawah level 150.
  3. Kenapa PM Takaichi ingin Yen kuat?
    Yen yang lemah membuat harga bensin dan makanan impor mahal, yang menurunkan tingkat kepuasan publik.
  4. Apakah kenaikan bunga ini akan berlanjut?
    Ya, mantan anggota dewan BoJ memprediksi kenaikan bertahap hingga 1,75% pada tahun 2027.
  5. Apa itu “Suku Bunga Netral”?
    Level suku bunga yang dianggap tidak memicu inflasi tapi juga tidak menghambat pertumbuhan ekonomi.
  6. Bagaimana pengaruhnya terhadap tabungan masyarakat?
    Masyarakat akan mulai memindahkan uang dari bawah kasur ke deposito karena bunga mulai terasa menguntungkan.
  7. Apakah BoJ pasti menaikkan bunga di Maret?
    Peluangnya besar, namun sangat bergantung pada data pertumbuhan upah yang rilis di bulan yang sama.
  8. Apa yang harus dilakukan investor ritel?
    Mengurangi leverage (utang) dan meningkatkan posisi kas untuk mengantisipasi volatilitas.

Sources



Sumber : pluang.com

Resesi Ekonomi Tetap Cuan! Ikuti 5 Langkah Ini Agar Portofolio Investasi Aman!

Dua pekan lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) mengonfirmasi bahwa Indonesia masih berada dalam jeratan resesi ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada 2020 tercatat -2,07% secara tahunan, menyebabkan tekanan ekonomi kali ini adalah yang terparah sejak krisis moneter 1998 silam. Wah, apakah hal ini akan berdampak ke analisis investasi kamu?

Memang, beberapa lembaga seperti Bank Dunia dan International Monetary Fund (IMF) meramal bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan pulih hingga akhir tahun ini. Namun, resesi yang berlangsung sekarang tentu membuat investor mesti memikirkan strategi dalam menyesuaikan portofolio investasi mereka.

Saat resesi ekonomi, investor cenderung menjual saham yang berisiko tinggi dan berpindah pada sekuritas yang lebih aman, seperti hutang pemerintah. Bagi investor pemula, hal ini merupakan sebuah tantangan. Apalagi, kamu tentu tidak akan pernah tahu kapan resesi akan berakhir.

Namun, dengan berpegang pada teori portofolio dan analisis investasi yang mumpuni, keuntungan pada saat situasi ekonomi lemah pun bukan suatu hal yang mustahil jika kamu melakukan diversifikasi portofolio! Nah, kenali yuk, teori portofolio dan analisis investasi seperti apa yang mesti kamu siapkan di saat resesi!

Baca juga: Kerap Disamakan, Inilah Perbedaan Resesi Ekonomi dan Krisis

Teori Portofolio Investasi: Tengok Gambaran Pasar Secara Umum

Ketika berhubungan dengan pasar, resesi cenderung menyebabkan investor menghindari saham yang berisiko atau risk aversion. Namun sejatinya, kunci berinvestasi sebelum, selama, dan setelah resesi adalah dengan memerhatikan dengan seksama gambaran pasar secara umum.

Cara ini akan lebih efektif melegakan sifat harap-harap cemas kamu daripada gemetaran mengukur waktu yang tepat keluar pasar. Sebab, tidak ada yang bisa menjamin kapan siklus tersebut terjadi, termasuk investor ritel atau bandar.

Lantas, bagaimana caranya mengukur gambaran pasar modal kamu secara umum?

#1 Cek Kesesuaian Portofolio Investasi dengan Indikator Ekonomi Makro dan Pasar Modal

Memadukan dua elemen tersebut bisa menolong investasi kamu. Pertama-tama, coba pertimbangkan indikator ekonomi makro yang terdampak resesi, misalnya inflasi. Kemudian, analisis bagaimana pengaruhnya terhadap pasar modal.

Teorinya, ketika resesi terjadi, perusahaan akan mengurangi investasi bisnis, konsumen pun akan memperlambat pengeluaran, serta orang-orang akan mulai pesimis tentang masa depan.

#2 Berinvestasi Berdasarkan Kelas atau Golongan Aset

Sejarah membuktikan bahwa pasar ekuitas terbukti bisa diandalkan sebagai indikator utama resesi ekonomi. Itu karena, pasar ekuitas masih bisa bekerja secara efektif meski dalam masa turun atau downturn.

#3 Investasi Blue Chip Selama Masa Resesi Ekonomi

Berinvestasi pada perusahaan kelas atas atau blue chip, yang memiliki sejarah panjang bisa bertahan pada saat pasar turun, adalah pilihan yang sangat bijak.

Kamu bisa menelisik beberapa indikator sebagai bahan pertimbangan. Misalnya, seberapa kuat neraca mereka, seberapa banyak utangnya, dan apakah mereka memiliki arus kas yang sehat? Ingatlah, perusahaan dengan banyak utang bisa mengancam investasi kamu jika mereka tidak bisa membayar utang serta operasionalnya.

#4 Diversifikasi Investasi

Diversifikasi sangat penting selama resesi karena ada beberapa industri dan perusahaan yang bisa diperkuat selama resesi. Diversifikasi juga bisa bertindak sebagai check and balances atas kerugian portofolio selama resesi.

#5 Atau, Lari ke Investasi Fixed-Income Saat Resesi Ekonomi

Pasar pendapatan tetap atau fixed-income bisa terdampak juga selama resesi. Investor cenderung menghindar dari risiko kredit, seperti obligasi korporasi dan sekuritas yang didukung hipotek (MBS) yang memiliki presentasi lebih tinggi untuk gagal bayar. Menjual saham fixed-income sering dilakukan investor sebagai upaya menyelamatkan diri.

Dengan mempertimbangkan prinsip-prinsip di atas, portofolio investasi kamu semakin komprehensif. Selanjutnya, perhitungan investasi seperti apa yang perlu dipikirkan?

Baca juga: Angin Positif di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, Harga Emas Naik Rp942 ribu per Gram

Analisis Investasi Masa Resesi

Setelah mengenal prinsip-prinsip portofolio investasi saat resesi, sekarang waktunya kalian membuat perhitungan atau analisis investasi.

Bidang komoditas menjadi alternatif investasi. Komoditas, yang berarti sebagai input, sangat diperlukan pada saat pertumbuhan ekonomi. Semakin cepat pertumbuhannya, makan semakin banyak penawaran komoditas. Hasilnya, harga komoditas akan naik.

Atur mindset kamu agar berinvestasi untuk pemulihan. Ciri orang sukses adalah dia yang bisa berpikiran jauh ke depan. Coba kamu mulai analisis, bagaimana ketika ekonomi mulai pulih? Sektor mana saja yang harus diawasi?

Strategi ampuh yang sering digunakan pemerintah adalah mengurangi suku bunga untuk meningkatkan jumlah uang beredar. Akibatnya, permintaan pasar akan investasi yang berisiko tinggi akan meningkat. Dengan kata lain, pasar ekuitas memiliki potensi yang sangat besar pada saat pemulihan ekonomi.

Indikator lain yang mesti masuk dalam analisis kamu adalah faktor risiko dan kekhawatiran hasil. Memerhatikan faktor-faktor internal dan eksternal investasi merupakan pilihan bijak. Hal ini tidak hanya membuat portofolio lebih kuat. Tapi juga membuat kamu semakin berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Disiplin belajar, beralih dari investasi berisiko tinggi selama masa optimis, dan merangkul semua risiko ketika orang lain menghindari adalah kunci portofolio investasi saat resesi. Jadi, mari persiapkan portofolio investasi kamu dari sekarang demi diversifikasi portofolio yang canggih!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia, Kontan



Sumber : pluang.com

Badai AI, Saham IBM dan Bitcoin Anjlok 13%, Sektor Apa yang Bertahan?

Langkah ini dianggap sebagai ancaman eksistensial bagi IBM, yang selama puluhan tahun mengandalkan ekosistem mainframe dan jasa konsultasi migrasi kode warisan (legacy code) sebagai pusat laba utama mereka. Bahkan pada sesi perdagangan kemarin, saham IBM ditutup dengab anjlok lebih dari 13%

Key Takeaways

  • Disrupsi Legacy Code: Anthropic mengumumkan bahwa Claude Code dapat mengotomatisasi modernisasi COBOL, mengancam lini bisnis konsultasi utama IBM.
  • Kepanikan Sektor Software: Saham IBM anjlok lebih dari 13%, memicu aksi jual massal di sektor perangkat lunak dan sistem keamanan siber.
  • Korelasi Crypto-Tech: Harga Bitcoin terseret turun ke level $64.000 karena investor mengurangi eksposur pada aset berisiko (risk-off) akibat ketidakpastian model bisnis teknologi.
  • Anomali Penambang Bitcoin: Perusahaan penambang BTC yang beralih ke infrastruktur AI (seperti IREN dan CIFR) justru menguat, menunjukkan pergeseran narasi investasi.
  • Potensi serok saham IBM dan Bitcoin!!!

Transaksi Saham IBM di Sini!

Beli Coin BTC di Sini!

Kronologi IBM Jadi “Korban” Terbaru AI

Saham International Business Machines (IBM) ditutup merosot 13,1% ke level $223,35, mencatatkan penurunan harian terdalam sejak Oktober 2000. Pemicunya adalah blog terbaru Anthropic yang merinci bagaimana Claude Code dapat mengotomatisasi eksplorasi dan analisis sistem COBOL—tugas yang biasanya membutuhkan “pasukan konsultan” dan waktu bertahun-tahun.

Mengapa COBOL Begitu Vital?

  • Tulang Punggung Finansial: COBOL menangani sekitar 95% transaksi ATM di Amerika Serikat.
  • Skala Masif: Ratusan miliar baris kode COBOL masih berjalan di sektor perbankan, maskapai penerbangan, dan pemerintahan.
  • Kelangkaan Keahlian: Mayoritas pengembang asli COBOL telah pensiun, menciptakan ketergantungan tinggi pada perusahaan seperti IBM untuk pemeliharaan.

“Modernisasi sistem COBOL dulunya membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal daripada menulis ulang kodenya. AI sekarang membalikkan persamaan tersebut,” tulis Anthropic dalam pernyataannya.

Dampak Berantai ke Bitcoin dan Saham IBM

Ketakutan akan disrupsi model bisnis oleh AI tidak hanya memukul IBM. Indeks perangkat lunak (IGV ETF) kehilangan kapitalisasi pasar lebih dari $220 miliar dalam satu hari. Sentimen negatif ini menjalar ke aset berisiko lainnya, termasuk Bitcoin.

Ringkasan Pergerakan Pasar (24 Feb 2026):

Aset

Perubahan

Harga/Level

Bitcoin (BTC)

📉 -5,0%

$64,000

IBM

📉 -13,2%

$223.35

Emas

📈 +3,2%

$5,243/oz

MicroStrategy (MSTR)

📉 -7,0%

Bervariasi

Crypto yang sebelumnya berkorelasi erat dengan saham teknologi kini berada di bawah tekanan ekstrem. Banyak investor mulai melakukan aksi jual (sell-off) pada perusahaan yang dianggap rentan terhadap efisiensi AI, beralih ke aset aman (safe haven) seperti emas dan perak yang justru melonjak hari ini.

Transaksi Saham IBM di Sini!

Beli Coin BTC di Sini!

Sektor yang Bertahan di Tengah Pertumbuhan AI

Menariknya, di tengah lautan merah, beberapa perusahaan justru mencatatkan kenaikan. Para penambang Bitcoin yang telah bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur AI seperti IREN (+5%) dan Cipher Mining (+3.4%) tetap berada di zona hijau. Hal ini menunjukkan pergeseran minat investor ke arah perusahaan yang secara aktif mengadopsi dan mendukung pertumbuhan AI, ketimbang mereka yang terancam olehnya.

Apa Langkah Selanjutnya Bagi Investor Saham?

Pasar kini menunggu konferensi Anthropic yang dijadwalkan pada hari Selasa untuk melihat apakah ada fitur baru lainnya—seperti Claude Code Security—yang berpotensi mendisrupsi sektor keamanan siber (cybersecurity) yang juga sudah mulai melemah.

Risks & Considerations 

  • Risiko Sistemik: Ketergantungan pada AI untuk memodernisasi sistem keuangan (ATM/Bank) membawa risiko bug yang belum teruji pada skala besar.
  • Volatilitas Kripto: Korelasi BTC dengan saham teknologi tetap tinggi; disrupsi pada Nasdaq kemungkinan besar akan terus menekan harga kripto.
  • Overreaction: Ada kemungkinan pasar bereaksi berlebihan (oversold). Investor harus memantau apakah IBM mampu mengadopsi alat Anthropic ke dalam layanan mereka sendiri.
  • Keamanan Kode: Penggunaan AI untuk memetakan kode lama dapat membuka celah keamanan jika tidak diawasi dengan ketat.

FAQ 

  1. Mengapa harga Bitcoin turun padahal yang bermasalah adalah IBM?
    Pasar saat ini melihat AI sebagai disruptor modal. Ketidakpastian di sektor teknologi memicu sentimen risk-off, di mana investor menjual aset berisiko (termasuk kripto) untuk memegang uang tunai atau emas.
  2. Apa itu Claude Code?
    Alat pengembang dari Anthropic yang dirancang untuk memahami, mengedit, dan memodernisasi basis kode besar secara otomatis.
  3. Apakah IBM benar-benar akan bangkrut?
    Tidak dalam waktu dekat, namun mereka harus mendefinisikan ulang model bisnis konsultasi mereka agar tetap relevan di era AI.
  4. Mengapa emas naik saat saham teknologi turun?
    Emas dianggap sebagai aset pelindung nilai (safe haven) ketika terjadi ketidakpastian ekonomi atau disrupsi pasar yang drastis.
  5. Apakah penambang Bitcoin aman dari krisis ini?
    Hanya mereka yang memiliki infrastruktur pusat data fleksibel yang bisa digunakan untuk beban kerja AI (HPC).
  6. Apa dampak bagi bank yang masih menggunakan COBOL?
    Ini berita baik bagi bank karena biaya modernisasi sistem mereka berpotensi turun drastis, meskipun risiko transisinya tetap tinggi.

Transaksi Saham IBM di Sini!

Beli Coin BTC di Sini!

Sources



Sumber : pluang.com

Apakah Investasi Bitcoin Aman dari Serangan Hacker? Simak Jawabannya Di Sini!

Setiap sistem keamanan siber setiap perusahaan kemungkinan rentan mengalami peretasan. Hal ini dikonfirmasi data Verizon yang menemukan bahwa terdapat 41.686 kasus pelanggaran peretasan data digital pada 2019.

Kekhawatiran seperti ini mungkin akan muncul di benak investor aset kripto, seperti Bitcoin. Sifat Bitcoin yang disimpan dan ditransaksikan di jaringan khusus bikin investor was-was ihwal keamanannya. Apalagi, nilai kapitalisasi pasar Bitcoin yang baru menyentuh US$1 triliun tentu bikin peretas semakin tergiur “mencolong” aset kripto tersebut.

Nah, sebenarnya, apakah Bitcoin benar-benar bisa dicuri dengan cara diretas?

Baca juga: Apa Itu Blockchain dan Cryptocurrency?

Investasi Bitcoin Tidak Bisa Diretas Begitu Saja

Sejauh ini, jawabannya adalah tidak. Aset kripto lain boleh saja rentan peretasan, tapi Bitcoin selama ini dikenal tahan terhadap tekanan atau kejadian tak terduga di jaringannya selama satu dekade terakhir.

Bahkan, meretas jaringan Bitcoin mungkin akan menjadi mimpi buruk bagi para pelakunya. Ini lantaran aset kripto tersebut ditransaksikan menggunakan sistem kriptografi yang tidak dapat diubah secara serampangan.

Menilik dari sejarahnya, Bitcoin adalah pionir aset kripto. Kata “kripto” sendiri merupakan kependekan dari kriptografi. Yakni, sistem di mana mengaksesnya membutuhkan kunci publik dan privat untuk memastikan keaslian dan keabsahan transaksinya.

Nah, di sini, sistem kunci privat Bitcoin berbasiskan tanda tangan digital yang menggunakan sistem bernama the Elliptical Curve Digital Signature Algorithm (ECDSA).

Adapun, satu-satunya cara bagi seseorang untuk membuka kunci privat tersebut adalah dengan mencari segala kemungkinan kombinasi angka-angka yang sesuai. Nantinya, peretas itu masih harus mencocokkan lagi kombinasi angka kunci privat itu dengan kunci publiknya.

Tetapi, mencari kombinasi itu rasanya akan sangat melelahkan bagi peretas lantaran ada 1.077 kombinasi yang dimaksud.

Baca juga: Putra Mahkota Arab Saudi Dituding Menyadap WhatsApp Jeff Bezos, Ada Apa?

Transaksi Investasi Bitcoin Tidak Dapat Diubah

Selain ribetnya membuka kunci, peretas juga akan menemui kesulitan dalam menyusup masuk ke sistem blockchain Bitcoin. Sebab, ketatnya data transaksi Bitcoin yang disimpan di dalam blockchain membuat perubahan satu jengkal di dalamnya menjadi susah bukan kepalang.

Perlu diingat bahwa sistem blockchain terdiri dari beberapa “blok”, atau serangkaian transaksi Bitcoin yang baru diproses. Setiap bloknya tersambung dengan blok sebelumnya dalam satu fungsi kriptografi, sehingga blok-blok tersebut membentuk suatu rantai (chain).

Blockchain adalah sebuah jurnal yang hanya bisa ditulis saja oleh pengaksesnya. Seseorang bisa menambah informasi di dalamnya, tapi segala tambahan informasi itu tidak dapat diubah di kemudian hari. Alhasil, segala transaksi Bitcoin yang sudah dilakukan pasti akan “tertimbun” oleh transaksi-transaksi yang baru.

Lantas, apa artinya? Intinya, seseorang tidak bisa begitu saja mengubah data transaksi yang terjadi di masa lampau. Agar mudah membayangkannya, kondisi ini seperti membatalkan transaksi kartu kredit yang terjadi secara tidak sengaja, namun pihak perbankan ogah melakukannya.

Memang, kedengarannya adalah seolah-olah setiap transaksi Bitcoin seseorang mungkin akan berkaitan dengan transaksi orang lainnya. Satu kegagalan di satu transaksi bisa saja merembet ke transaksi lainnya.

Namun, jangan khawatir. Sistem blockchain Bitcoin terbilang aman lantaran terdapat “node” di setiap piranti lunak Bitcoin. Untuk memverifikasi dan memvalidasi satu transaksi Bitcoin, mayoritas “node” harus sepakat bahwa transaksi itu bisa dicatat di sebuah blok.

Dengan seluruh keruwetan tersebut, apakah seorang peretas masih nekat meretas transaksi Bitcoin? Rasa-rasanya sih, tidak. Sebab, peretas tentu harus merogoh kocek yang dalam dan koordinasi setingkat pemerintahan sebuah negara untuk melancarkan aksi peretasan yang bikin puyeng itu

Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

Sistem Blockchain Investasi Bitcoin Bersifat Publik

Semua orang bisa melihat transaksi di sistem blockchain Bitcoin karena itu bersifat publik. Meski mereka bisa melihat nilai transaksi Bitcoin, tapi mereka tidak tahu pembeli atau pemilik dari keping-keping aset kripto tersebut.

Karena bersifat publik, artinya semua orang yang terlibat di transaksi Bitcoin bisa mengauditnya.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Decrypt



Sumber : pluang.com

Pasca Putusan Mahkamah Agung, FedEx Gugat Pemerintah AS Tuntut Pengembalian Tarif Trump Hingga $1 Miliar

Gugatan ini menjadi langkah hukum pertama yang diambil oleh perusahaan besar Amerika tepat setelah Mahkamah Agung (SCOTUS) membatalkan wewenang Presiden Donald Trump dalam menggunakan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) untuk memberlakukan tarif secara sepihak.

Di sisi investasi, sejak satu bulan terakhir, saham FedEx naik 26.03%, apabila ditarik ke belakang selama 1 tahun, performa sahamnya positif 51.34%. 

Key Takeaways

  • Langkah Hukum Pionir: FedEx menjadi perusahaan besar pertama yang menggugat pemerintah AS secara resmi hanya beberapa hari setelah Mahkamah Agung menyatakan tarif Trump ilegal.
  • Dasar Putusan: Mahkamah Agung membatalkan tarif yang diberlakukan di bawah International Emergency Economic Powers Act (IEEPA), menyatakan Presiden melampaui kewenangannya.
  • Potensi Refund Miliaran Dolar: Meski nilai spesifik gugatan tidak disebutkan, FedEx sebelumnya memproyeksikan dampak kebijakan perdagangan ini mencapai $1 miliar pada pendapatan mereka.
  • Ketidakpastian Prosedur: Belum ada mekanisme resmi dari Bea Cukai AS (CBP) untuk mencairkan pengembalian dana, yang berarti proses hukum ini bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Poin Penting Gugatan FedEx

  • Target Gugatan: FedEx menyebut Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS (CBP) serta Komisaris Rodney Scott sebagai tergugat.
  • Landasan Hukum: Gugatan diajukan di Pengadilan Perdagangan Internasional AS di New York, pengadilan yang oleh Mahkamah Agung ditegaskan memiliki “yurisdiksi eksklusif” atas kasus ini.
  • Nilai Kerugian: Meski jumlah spesifik tidak disebutkan dalam dokumen 11 halaman tersebut, FedEx sebelumnya memperkirakan kebijakan perdagangan ini memberikan dampak negatif sekitar $1 miliar terhadap pendapatan tahunan mereka.

Gelombang Gugatan “Protektif” Perusahaan Raksasa Amerika

Sebelum putusan Mahkamah Agung keluar pada Jumat lalu, beberapa perusahaan besar lainnya seperti Costco, Revlon, dan Bumble Bee Foods sebenarnya sudah lebih dulu mengajukan gugatan serupa. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya “protektif” untuk memastikan hak pengembalian dana mereka tetap terjaga sebelum proses likuidasi bea cukai selesai.

Namun, tindakan FedEx pada hari Senin ini dipandang signifikan karena merupakan respons langsung pertama dari korporasi skala global setelah hukum secara resmi berpihak pada para importir.

“FedEx telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak perusahaan sebagai importer of record guna mencari pengembalian bea dari CBP,” tulis manajemen FedEx dalam pernyataan di situs resminya.

Ketidakpastian Proses Refund 

Meskipun Mahkamah Agung menyatakan tarif tersebut ilegal, mereka tidak merinci prosedur bagaimana pemerintah harus mengembalikan dana yang sudah terlanjur dipungut. Diperkirakan ada lebih dari $160 miliar dana tarif yang kini menjadi sengketa.

Hingga saat ini, belum ada mekanisme resmi yang ditetapkan oleh regulator maupun pengadilan untuk proses refund. Hakim Brett Kavanaugh dalam pendapatnya bahkan sempat memperingatkan bahwa proses pengembalian ini kemungkinan besar akan menjadi “kekacauan” (a mess) yang memakan waktu lama.

 Comparison Table: Posisi Perusahaan Terkait Tarif

Perusahaan

Status Gugatan

Strategi Utama

FedEx

Baru diajukan (Pasca-SCOTUS)

Agresif; Menuntut pengembalian penuh segera.

Costco

Pending (Diajukan sebelum putusan)

Protektif; Menjaga hak sejak awal kebijakan dimulai.

Walmart

Dalam Peninjauan

Diplomasi korporat; Menunggu kejelasan prosedur CBP.

Risks & Considerations

  • Risiko Likuiditas Pemerintah: Jika semua perusahaan menang, pemerintah AS harus mengeluarkan ratusan miliar dolar, yang bisa memicu defisit anggaran baru atau penundaan pembayaran.
  • Jangka Waktu (Timeline): Proses litigasi di Pengadilan Perdagangan Internasional seringkali memakan waktu 2 hingga 5 tahun sebelum dana benar-benar cair.
  • Ketidakpastian Politik: Ada risiko legislasi baru dari Kongres yang mungkin mencoba memvalidasi tarif tersebut secara retrospektif (meski sulit secara hukum).

FAQ 

  1. Mengapa FedEx menggugat sekarang?
    Karena putusan Mahkamah Agung pekan lalu memberikan dasar hukum yang kuat bahwa tarif tersebut ilegal.
  2. Berapa banyak uang yang diminta FedEx?
    Belum ada angka pasti dalam dokumen gugatan, namun estimasi dampak total mencapai $1 miliar.
  3. Apakah perusahaan lain akan mengikuti?
    Ya, diperkirakan ribuan perusahaan Amerika akan mengajukan gugatan serupa dalam beberapa minggu ke depan.
  4. Apa itu “Importer of Record”?
    Entitas (seperti FedEx) yang bertanggung jawab memastikan barang impor sesuai hukum dan membayar bea masuknya.
  5. Apakah konsumen akan mendapatkan uang kembali?
    Secara langsung tidak. Pengembalian diberikan kepada perusahaan yang membayar tarif, meski perusahaan mungkin menurunkan harga setelahnya.
  6. Di mana kasus ini disidangkan?
    Di U.S. Court of International Trade di New York.
  7. Apakah pemerintah bisa banding?
    Karena ini sudah melewati level Mahkamah Agung, pemerintah hanya bisa berdebat mengenai cara dan jumlah pengembalian, bukan legalitas tarifnya.
  8. Apakah tarif ini masih berlaku sekarang?
    Tidak, putusan Mahkamah Agung secara efektif menghentikan pemungutan tarif tersebut.

Respons Gedung Putih

Presiden Trump dilaporkan menunjukkan resistensi terhadap pembayaran cepat. Dalam pernyataannya pekan lalu, ia mengisyaratkan bahwa masalah ini mungkin akan terus berlanjut di pengadilan selama dua hingga lima tahun ke depan. Sementara itu, pihak CBP dan Gedung Putih belum memberikan komentar resmi terkait gugatan spesifik dari FedEx ini.

Sources & Methodology

CNBC, FedEx sues for refund of Trump tariffs, days after Supreme Court ruling. Diakses pada 24 Feb 2026



Sumber : pluang.com

Beli Saham Starbucks Bikin Kamu Kaya? Yuk, Simak di Sini!

Biasanya, kamu mengenal Starbucks sebagai tempat membeli cafe latte atau cappuccino favoritmu. Tapi, mengapa tidak sekalian mencoba membeli saham kedai kopi tersebut? Bisa-bisa kamu mendulang cuan yang tidak tanggung-tanggung!

Ya, selain dikenal sebagai rantai kedai kopi yang mendunia, Starbucks selama ini dikenal dengan perusahaan bonafit. Sebab, kalau kamu beli saham Starbucks senilai US$156 ribu pada 10 tahun yang lalu, maka kini kamu bisa berlimpah jutaan dolar di hari ini.

Sebab, nilai saham Starbucks sendiri sudah naik 577% dalam jangka waktu tersebut, seperti terlihat pada grafik di bawah ini. Performa yang mumpuni pun bikin Starbucks masuk jajaran 500 perusahaan bergengsi AS, atau disebut S&P 500.

Tak heran jika saham Starbucks melesat bak roket mengingat kinerja keuangannya yang mumpuni. Pada 2019 saja, Starbucks mencetak pendapatan US$26,51 miliar, terus tumbuh dibanding tahun sebelumnya US$24,72 miliar. Kini, Starbucks juga tercatat memiliki sekitar 33 ribu gerai di seluruh dunia.

Melihat kondisi ini, tentu investor ingin mengetahui apakah Starbucks masih akan mengalami pertumbuhan yang sama fantastisnya. Tetapi, di tengah kebimbangan investor tersebut, sebenarnya saham Starbucks masih akan tetap bonafit di jangka panjang. Apa sebabnya?

Baca juga: Khawatir Penyebaran Virus Corona, Starbucks Tutup Separuh Gerainya di China

Bisnis Starbucks Beradaptasi dengan Perubahan

Mengalami hal yang sama dengan perusahaan lainnya, saham Starbucks pun mendapat pukulan besar tahun lalu. Terutama karena lokasi kedai yang ditutup sementara di seluruh dunia lantaran pandemi.

Namun, kekuatan mereknya ditambah dengan kebutuhan konsumen yang tak tergoyahkan atas kopi, telah memberikan dorongan signifikan bagi Starbucks saat toko-toko mereka kembali dibuka.

Kendati jumlah transaksi pelanggan masih turun dari tahun ke tahun pada kuartal I 2021, namun rata-rata nilainya lebih tinggi dibandingkan banyak perusahaan lain. Pesanan dalam jumlah besar masih datang menghampiri Starbucks. Selain itu, perusahaan juga dapat melayani pelanggan dalam berbagai cara, di antaranya adalah dengan memanfaatkan drive-thru, pengambilan kopi tepi jalan, hingga pemesanan lewat seluler.

Selain itu, pertumbuhan pendapatan Starbucks pun nampaknya masih akan ditopang oleh program consumer loyalty bernama Starbucks Reward, yakni sebuah tanda membership Starbucks yang biasanya diikuti oleh fans Starbucks garis keras. Hingga akhir tahun lalu, program ini telah menggaet 21,8 juta anggota, atau tumbuh 15% dibanding kuartal sebelumnya. Pendapatan dari program ini pun berkontribusi 50% terhadap penjualan Starbucks di tahun lalu.

Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

Pertumbuhan Saham Starbucks akan Menguat

Saat ini, dengan hampir puluhan ribu gerai di seluruh dunia, manajemen Starbucks masih berencana untuk membuka beberapa gerai lagi. CEO Starbucks Patrick Grismer mengatakan bahwa perusahaan “akan menjangkau sekitar 55 ribu toko di 100 negara pada 2030.”

Dari 1.100 toko baru yang direncanakan untuk dibuka pada tahun 2021, 600 di antaranya akan dibuka di Tiongkok. Menurut manajemen Starbucks, ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan di masa mendatang.

Starbucks sedang menguji format toko baru di negara yang mereka sebut Starbucks Now. Operasi gerai-gerai baru ini akan diaktifkan secara digital dan bersandar pada kemampuan teknologi perusahaan yang kuat untuk memenuhi pesanan.

Para investor akan melihat banyak kejutan yang menyenangkan jika mulai mempelajari tentang rencana ekspansi ini. Agar saham Starbucks dapat tumbuh dengan optimal, pertumbuhan gerai-gerai kopi ini adalah prioritas yang perlu dilakukan.

Berdasarkan panduan laba per saham (earnings per share, EPS) 2021, saham Starbucks saat ini diperdagangkan 37 kali laba lipat. Hal ini terbilang menarik mengingat kualitas bisnis Starbucks yang tinggi.

Pandemi diprediksi hanya sebentar saja mempengaruhi keuangan perusahaan. Tahun 2021 tampak akan menjadi tahun yang cerah bagi rencana pertumbuhan Starbucks untuk membangun sejumlah besar toko baru selama 10 tahun ke depan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Motley Fool



Sumber : pluang.com