Category Archives: Pluang

Kesempatan Emas Saat Bitcoin Sedang Harga Diskon

Bagi daily trader, ini mungkin terlihat membosankan atau bahkan menakutkan. Namun, bagi Anda yang memiliki visi sepuluh tahun ke depan, situasi ini adalah sebuah fenomena yang familiar: Fase akumulasi sebelum lonjakan besar.

Key Takeaways

  • Fase Akumulasi Jangka Panjang: Bitcoin saat ini berada dalam fase konsolidasi yang mirip dengan akhir 2022, menawarkan zona masuk strategis bagi Long-term Holders.
  • Struktur Institusi yang Kokoh: Strategi MicroStrategy (MSTR) menunjukkan bahwa dengan struktur utang jangka panjang (2027-2032) dan bunga rendah (0%-2,25%), Bitcoin tetap menjadi aset aman meski harga turun drastis.
  • Pembersihan Spekulan: Penurunan volume perdagangan dan arus keluar ETF menandakan bahwa spekulan jangka pendek sedang keluar, meninggalkan pasar yang lebih sehat bagi investor fundamental.
  • Bitcoin sebagai Digital Gold: Fundamental Bitcoin tetap tak tergoyahkan sebagai alat transfer kekayaan lintas generasi berkat kelangkaan mutlak (21 juta unit).

Quick Facts Table

Data Poin

Detail Per 23 Februari 2026

Harga BTC Saat Ini

~Rp1.131.091.260 ($66.980)

Zona Resitensi Kunci

Rp1,21 Miliar – Rp1,28 Miliar (Area Breakeven Institusi)

Estimasi Bottom
Menurut Analis K33

Rentang $60.000 – $75.000 (Konsolidasi Panjang)

Struktur Utang MSTR

Tanpa jaminan (unsecured), bunga 0% – 2,25%

Sentimen Pasar

Extreme Fear (Indeks di bawah 10)

Analisis Sherlock: Menembus “Tembok Modal” Rp1,2 Miliar

Analis ternama, Sherlock, baru-baru ini memberikan peringatan keras melalui platform X mengenai zona harga Rp1,21 Miliar hingga Rp1,28 Miliar ($72.000 – $76.000). Area ini disebut sebagai “killing zone” atau zona jebakan (bull trap) Bitcoin. Mengapa?

  • Titik Impas Institusi: Data menunjukkan bahwa Strategy, memegang sekitar 714.644 BTC (sekitar 3,4% dari total suplai dunia) dengan harga rata-rata $76.052. Saat harga menyentuh level tersebut, posisi mereka yang saat ini merugi sekitar $5,7 miliar akan kembali ke titik impas (breakeven).
  • Tekanan Jual Psikologis: Secara psikologis, investor besar cenderung mengurangi risiko saat harga kembali ke modal awal. Inilah yang menyebabkan harga tertahan di level Rp1,2 Miliar. Namun, bagi investor jangka panjang, ini adalah hambatan psikologis yang akan ditembus seiring meningkatnya adopsi.

Insight untuk Anda: Sebagai investor ritel di Pluang, Anda tidak perlu takut pada “tembok” ini. Justru, konsolidasi di bawah level ini memberi Anda waktu lebih lama untuk menambah muatan di harga yang lebih murah daripada harga rata-rata institusi raksasa tersebut.

Bitcoin Jatuh, Mengapa MicroStrategy (MSTR) Tetap Bullish?

Banyak ritel panik saat harga turun, namun MicroStrategy (MSTR)—pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia—justru menunjukkan ketenangan yang luar biasa. Mengapa kerajaan Michael Saylor tetap aman bahkan jika skenario terburuk (misalnya BTC jatuh ke $8.000) terjadi? Jawabannya ada pada Struktur Utang Jangka Panjang.

Rahasia Ketangguhan MSTR:

  1. Convertible Senior Notes (2027–2032): MSTR membiayai Bitcoin mereka dengan utang yang jatuh temponya masih sangat lama (5-8 tahun ke depan). Tidak ada tekanan untuk melunasi pokok dalam waktu dekat.
  2. Bunga Sangat Rendah (0% – 2,25%): MSTR meminjam uang dengan biaya modal jauh di bawah rata-rata pertumbuhan historis Bitcoin. Ini adalah strategi arbitrase finansial: meminjam uang murah untuk membeli aset langka.
  3. Tanpa Jaminan (Unsecured): Mayoritas utang mereka tidak menggunakan Bitcoin sebagai jaminan. Artinya, tidak ada margin call otomatis jika harga BTC anjlok. Bitcoin mereka tetap aman di dalam brankas digital.
  4. Arus Kas dari Bisnis Utama: Bisnis perangkat lunak mereka menghasilkan pendapatan tahunan sekitar $400M – $500M, yang lebih dari cukup untuk membayar bunga utang tanpa harus menjual satu keping BTC pun.

Kesimpulan dari MSTR:
Jika institusi dengan kepemilikan miliaran dolar saja merasa aman dan terus mengakumulasi, mengapa Anda harus panik dengan fluktuasi harian?

Potensi Reli Besar Bitcoin

Data dari akhir 2025 menunjukkan bahwa Spot Bitcoin ETF mengalami arus keluar (outflow) lebih dari $6 miliar. Sekitar 63% kekayaan yang masuk ke Bitcoin saat ini memiliki basis modal di atas $88.000 (Rp1,51 Miliar).

Menurut analis K33, Vetle Lunde, kondisi pasar saat ini sangat mirip dengan akhir tahun 2022—periode dasar pasar bearish (bottom) sebelum reli besar dimulai.

“Kondisi saat ini menyerupai November 2022, di mana terjadi pembersihan total terhadap ekses spekulatif,” ujar Lunde.

Saat ini, Fear and Greed Index berada di level ekstrem takut (di bawah 10). Dalam dunia investasi, ada pepatah bijak: “Be greedy when others are fearful.” Ketika spekulan keluar karena panik, itulah saatnya holder Bitcoin jangka panjang masuk.

Bitcoin Sebagai Alat Transfer Kekayaan (The New Gold)

Mengapa kita tetap harus percaya pada fundamental BTC? Mari kita lihat perbandingannya dengan emas.

Dahulu, emas digunakan untuk mentransfer kekayaan antar generasi karena kelangkaannya. Bitcoin melakukan hal yang sama, namun dengan keunggulan digital: tidak bisa dipalsukan, mudah dibawa lintas negara, dan jumlahnya terbatas hanya 21 juta unit.

Perbandingan Fundamental: Emas vs Bitcoin

Fitur

Emas

Bitcoin (BTC)

Kelangkaan

Tergantung penambangan fisik

Terbatas secara algoritma (21 Juta)

Portabilitas

Sulit (Berat & Perlu Pengamanan)

Sangat Mudah (Hanya perlu Private Key)

Verifikasi

Perlu uji laboratorium

Instan via Blockchain

Divisibilitas

Sulit dibagi kecil

Bisa dibagi hingga 8 desimal (Satoshi)

Bitcoin bukan lagi sekadar aset spekulasi; ia adalah infrastruktur keuangan masa depan. Membeli BTC di harga konsolidasi saat ini adalah upaya mengamankan daya beli masa depan Anda dari inflasi mata uang fiat.

Strategi “Serok” Bitcoin untuk Jangka Panjang

Analis James Check dari Checkonchain menekankan bahwa Bitcoin sering kali “tidak melakukan apa-apa” dalam waktu lama, lalu tiba-tiba melonjak 100% dalam satu kuartal.

  • Jika Anda mencoba melakukan market timing (menunggu harga paling dasar), Anda kemungkinan besar akan melewatkan lonjakan eksplosif tersebut.
  • Harga diperkirakan akan bergerak menyamping (sideways) antara $60.000 hingga $75.000 untuk waktu yang cukup lama.

Step-by-Step: Cara Beli Bitcoin di Pluang

Jika Anda ingin memanfaatkan momentum ini, berikut adalah langkah strategisnya:

  1. Analisis Budget: Tentukan dana dingin yang tidak akan digunakan dalam 3-5 tahun.
  2. Metode DCA (Dollar Cost Averaging): Gunakan metode DCA (Dollar Cost Averaging) di Pluang. Dengan menyisihkan dana secara rutin saat harga berada di area akumulasi (Rp1,1 Miliar), Anda membangun posisi yang kuat untuk masa depan tanpa harus pusing memikirkan timing pasar yang sempurna
  3. Abaikan Noise: Hindari memantau grafik setiap jam. Fokuslah pada fundamental jangka panjang.
  4. Set Target Jangka Panjang: Ingatlah bahwa Bitcoin sering kali bergerak diam selama berbulan-bulan sebelum melonjak ratusan persen dalam waktu singkat.

Risks & Considerations 

  • Volatilitas Ekstrem: Bitcoin tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi. Penurunan 20-30% dalam waktu singkat adalah hal yang bisa saja terjadi.
  • Risiko Regulasi: Perubahan kebijakan pemerintah terhadap aset kripto dapat mempengaruhi harga pasar secara mendadak.
  • Risiko Teknologi: Meskipun jaringan Bitcoin aman, keamanan aset tetap bergantung pada cara Anda menjaga akses akun (selalu aktifkan 2FA).
  • Risiko Likuiditas Jangka Pendek: Jika Anda membutuhkan uang dalam waktu cepat, menjual saat pasar sedang turun akan merealisasikan kerugian.

FAQ

  1. Apakah Bitcoin akan jatuh ke $20.000 lagi?
    Secara teknis mungkin, namun dukungan Golden Cross di area $66.000 saat ini sangat kuat. Analis melihat probabilitas konsolidasi lebih tinggi daripada kejatuhan ekstrem.
  2. Mengapa saham MicroStrategy (MSTR) tetap naik saat BTC turun?
    Investor menghargai struktur utang mereka yang aman dan kemampuan bisnis software mereka dalam menghasilkan kas untuk membayar bunga utang.
  3. Apa itu “BTC Yield”?
    Metrik yang digunakan MSTR untuk mengukur pertumbuhan jumlah Bitcoin yang dimiliki per saham beredar.
  4. Kapan waktu terbaik untuk membeli?
    Secara historis, saat indeks Fear and Greed menunjukkan “Extreme Fear” (seperti sekarang), itu adalah waktu beli terbaik.
  5. Apakah saya harus menunggu BTC di bawah $60.000?
    Mencoba menebak harga terendah (timing the bottom) sangat sulit. Strategi DCA lebih disarankan agar tidak tertinggal saat harga tiba-tiba melonjak.
  6. Apakah Bitcoin benar-benar seperti emas?
    Iya, dalam hal kelangkaan. Namun, Bitcoin lebih unggul dalam hal kemudahan pengiriman dan verifikasi keaslian.

Kesimpulan: Jangan Lewatkan “Diskon” Bitcoin

Bitcoin saat ini sedang menguji kesabaran para investor. Tekanan dari pemegang ETF dan tembok modal Rp1,2 Miliar memang benar, namun fundamental Bitcoin sebagai aset langka tidak pernah berubah.

Sejarah mencatat bahwa mereka yang berani membeli saat pasar “bosan” dan “takut” adalah mereka yang diuntungkan saat siklus bull run berikutnya tiba. 

Sources 



Sumber : pluang.com

Kenali 4 Strategi Ini Biar Cuan Investasi Saham Saat Pasar Anjlok!

Untuk kamu yang sedang belajar investasi saham, pasti kamu sering menemukan sebuah kondisi bernama bear market. Bukan, maksudnya bukan pasar yang menjual beruang-beruang imut. Malahan, maknanya jauh dari kata imut, sebab bear market adalah kondisi di mana imbal hasil saham investasi terjun bebas lebih dari 20%.

Patut dipahami bahwa bear market dapat menjadi kondisi yang sangat sulit bagi investor. Sebagian besar strategi investasi saham yang dilakukan investor bahkan hanya dapat membatasi jumlah paparan downside, bukan menghilangkannya secara total. Maka dari itu, investor harus mampu menangani kesulitan tersebut dengan melaksanakan strategi investasi saham yang tepat.

Strategi investasi saham itu bisa meliputi pencairan semua posisi investasi, membeli saham defensif alias saham perusahaan besar yang stabil, dan melakukan tawar menawar dan mengambil keuntungan dari harga yang tertekan untuk mengambil saham yang kuat.

Memahami strategi investasi saham diperlukan untuk kamu yang baru belajar investasi saham agar terhindar dari jebakan kerugian di saat bear market.

Baca juga: 4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

Ragam Strategi Investasi Saham untuk Menghindari Kerugian

Menurut pakar investasi Chad Langager, salah satu strategi investasi saham teraman—dan paling ekstrem—untuk menghindari kerugian saat bear market adalah dengan menjual semua investasi kamu.

Kamu kemudian dapat menyimpan uang hasil penjualan itu dalam bentuk tunai atau menginvestasikannya ke instrumen keuangan yang jauh lebih stabil seperti obligasi pemerintah jangka pendek.

Lebih lanjut, Langager menjelaskan bahwa kamu bisa menerapkan strategi defensif jika ingin mempertahankan posisi di pasar saham. Jenis strategi ini melibatkan investasi di perusahaan-perusahaan besar (blue chips) dengan neraca yang kuat dan sejarah operasional yang panjang. Ini mengingat jenis perusahaan tersebut cenderung stabil dari kejatuhan karena bear market.

Selain dua strategi investasi saham tersebut, ada satu strategi lagi yaitu berbelanja untuk investasi. Meski bear market terkesan menyedihkan, namun kondisi itu sejatinya adalah peluang untuk membeli banyak saham dengan harga yang jauh lebih murah.

Kamu bisa juga memilih bear market sebagai kesempatan emas untuk mendiversifikasi portfolio investasi kamu. Di hari kelak, saat pasar sudah kembali normal, kamu kemudian dapat menjual saham yang sudah kamu beli dengan harga murah itu dengan harga normal yang lebih tinggi.

Belajar investasi saham akan memungkinkan dana yang kamu tanam bertumbuh jauh melampau inflasi. Memang, ada resiko kerugian yang muncul di tengah jalan. Tapi, dengan strategi investasi saham yang pas, kamu akan bisa menghindari risiko itu.

Bagaimana cara menghindari resiko kerugian karena bear market? Yuk, simak empat panduan ini.

Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

4 Strategi Investasi Saham yang Bisa Dilakukan

#1 Strategi Investasi Saham – Menabung saham

Pada dasarnya menabung saham adalah menginvestasikan secara rutin sejumlah uang di saham-saham tertentu dalam jangka waktu panjang. Ini dilakukan dengan harapan saham-saham yang rutin dibeli itu suatu hari akan meningkat harganya sehingga memberikan keuntungan ketika dijual.

Pokok strategi ini adalah konsistensi. Tanpa memperhatikan pergerakan pasar, kamu harus membeli saham sedikit demi sedikit. Tujuannya adalah memiliki saham itu sebanyak mungkin.

#2 Value Investing

Strategi kedua yang dapat kamu lakukan jika sedang belajar investasi saham adalah strategi value investing, sebuah trik saham yang diperkenalkan investor kawakan Ben Graham pada 1934 silam.

Dalam strategi ini, fokusnya adalah pada pembelian saham value stock, yakni saham-saham yang diperdagangkan pada harga lebih rendah dibandingkan dengan fundamentalnya yang tercantum dalam laporan keuangan perusahaan.

Menurut praktisi dan pakar investasi Teguh Hidayat, ada tiga tahap strategi investasi saham yang harus kamu lalui. Pertama, kamu harus menemukan saham yang harganya lebih murah dari harga seharusnya. Kedua, saham yang dipilih adalah yang mewakili perusahaan yang berkinerja keuangan bagus. Dan ketiga, kamu harus memastikan saham itu berasal dari perusahaan yang memiliki tata kelola yang baik.

#3 Trading Saham

Secara harfiah, trading saham berarti berdagang saham. Di sini kamu melakukan transaksi jual beli saham dalam jangka pendek. Tujuannya, agar kamu memperoleh keuntungan dari selisih pergerakan saham jangka pendek.

Jika kamu baru belajar investasi saham, alih-alih memperhatikan kondisi fundamental saham yang hendak dibeli, kamu harus fokus memperhatikan sentimen dan kondisi pasar.

Analisis yang dipakai membeli saham mengacu pada analisis teknis. Kalau kamu berminat menerapkan strategi investasi saham dengan trading saham, maka kamu juga harus punya kemampuan analisis teknis saham yang mumpuni. Selain itu, kamu juga harus punya waktu yang memadai untuk memantau pergerakan harga saham dan pasar.

#4. Growth Investing

Berbeda dengan value investing yang menekankan pentingnya penilaian terhadap harga wajar saham (valuasi), strategi investasi saham growth investing fokus pada pencarian saham yang memiliki potensi keuntungan dan pertumbuhan pendapatan tinggi di masa depan.

Growth investing tidak memedulikan valuasi saham. Yang penting, saham itu diyakini punya potensi tumbuh besar.

Jika kamu menerapkan strategi ini, kamu tidak keberatan membeli saham yang harganya sudah tinggi. Selama kamu percaya sinyal kenaikan harga saham masih kuat di hari esok.

Nah, jadi jangan khawatir lagi sama bear market ya, Sobat Cuan! Yuk, Ikuti panduan di atas demi keamanan investasimu.

Baca juga: 8 Strategi Investasi Hadapi Bear Market Lantaran Pandemi COVID-19

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investopedia



Sumber : pluang.com

Meta & AMD: Kesepakatan “Raksasa” 6 Gigawatt

Key Takeaways

  • Aliansi Strategis: Meta berkomitmen menggunakan infrastruktur bertenaga AMD sebesar 6 gigawatt (GW) selama 5 tahun ke depan.
  • Opsi Saham: Meta mendapatkan waran untuk membeli hingga 160 juta saham AMD, memberikan insentif bagi Meta untuk menyukseskan pertumbuhan AMD.
  • Diversifikasi GPU: Langkah ini memecah monopoli Nvidia di pusat data Meta, menunjukkan bahwa chip AMD MI450 telah mencapai paritas performa yang dibutuhkan raksasa teknologi.
  • Investasi Masa Depan: Proyeksi pengiriman dimulai pada semester kedua 2026, menandakan visi jangka panjang Meta dalam memimpin pasar Generative AI.

Beli Call Option AMD di Sini!

Beli Saham AMD di Sini!

Beli Call Options $META di Sini!

Beli Saham $META di Sini!

Mengapa Ini Penting bagi Investor?

1. AMD Menjadi Penantang Serius Nvidia

Selama ini, Nvidia dianggap sebagai satu-satunya pemain utama dalam “AI arms race”. Namun, kesepakatan ini (yang serupa dengan kesepakatan AMD dengan OpenAI sebelumnya) membuktikan bahwa AMD kini memiliki produk yang mampu memenuhi skala kebutuhan hyper-scaler seperti Meta. Ini memperkuat posisi AMD sebagai alternatif utama bagi perusahaan teknologi yang ingin mengurangi ketergantungan pada Nvidia.

2. Strategi Diversifikasi Meta

Mark Zuckerberg menegaskan bahwa Meta tidak akan hanya bergantung pada satu penyedia. Meta tetap akan menggunakan chip Nvidia dan mengembangkan chip internalnya sendiri (MTIA). Dengan menggandeng AMD, Meta mendapatkan daya tawar (bargaining power) yang lebih kuat dalam pengadaan hardware dan fleksibilitas dalam merancang sistem yang lebih efisien untuk beban kerja inference mereka.

3. Skala Investasi yang Masif

Analis memperkirakan nilai transaksi ini mencapai puluhan miliar dolar per gigawatt. Bagi AMD, ini adalah jaminan pendapatan jangka panjang yang sangat besar. Bagi Meta, ini adalah bagian dari belanja modal (Capex) yang agresif untuk membangun “Personal Superintelligence” bagi miliaran penggunanya.

Dampak pada Pasar Saham

Setelah pengumuman ini, saham AMD langsung merespons positif. Investor melihat pemberian waran saham kepada Meta sebagai langkah cerdas: Meta kini memiliki insentif finansial untuk memastikan AMD sukses, karena semakin banyak chip yang mereka beli, semakin besar potensi keuntungan mereka dari kepemilikan saham di AMD.

Catatan untuk Investor: Kesepakatan ini menunjukkan bahwa permintaan untuk infrastruktur AI tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Sektor semikonduktor tetap menjadi pusat perhatian, namun volatilitas mungkin tetap tinggi seiring dengan realisasi pengiriman hardware di tahun-tahun mendatang.

Comparison Table: AMD MI450 vs. Kompetitor

Kriteria

AMD Instinct MI450

Nvidia Blackwell (B200)

Meta MTIA (In-House)

Target Utama

Performa skala besar & efisiensi

Performa puncak & ekosistem software

Tugas spesifik internal Meta

Ketersediaan

2026 (Estimasi)

Tersedia Sekarang

Internal (Tidak dijual)

Kelebihan

Kustomisasi untuk Meta

Dominasi pasar & software matang

Biaya operasional terendah

Risks & Considerations (Penting bagi Investor)

  • Risiko Eksekusi: Pengiriman baru dimulai pada 2026. Ada risiko keterlambatan produksi semikonduktor yang dapat menghambat pertumbuhan Meta.
  • Dilusi Saham: Jika Meta mengeksekusi waran saham AMD, jumlah saham AMD yang beredar akan meningkat, yang berpotensi menyebabkan dilusi nilai bagi pemegang saham ritel jika tidak dibarengi pertumbuhan laba yang sepadan.
  • Persaingan Teknologi: Nvidia atau pemain lain seperti Intel dan Google (TPU) bisa saja merilis produk yang jauh lebih unggul sebelum proyek 6 GW ini selesai dibangun.
  • Regulasi Energi: Konsumsi daya 6 GW sangat masif. Perubahan regulasi lingkungan terkait emisi karbon pusat data dapat menambah biaya operasional.

FAQ (Frequently Asked Questions)

  1. Apakah Meta berhenti membeli chip dari Nvidia?
    Tidak. Meta tetap menjadi salah satu pembeli terbesar Nvidia. Kesepakatan dengan AMD adalah strategi pendamping untuk diversifikasi.
  2. Mengapa Meta mendapatkan jatah saham AMD?
    Ini adalah bentuk “loyalitas”. AMD memberikan diskon dalam bentuk opsi saham agar Meta termotivasi menggunakan teknologi mereka dalam skala besar.
  3. Kapan dampak kesepakatan ini terlihat di laporan keuangan?
    Dampak signifikan pada pendapatan AMD diperkirakan baru akan terlihat mulai akhir 2026 atau awal 2027.
  4. Apa itu GPU MI450?
    Ini adalah chip akselerator AI generasi mendatang dari AMD yang dirancang khusus untuk menangani komputasi AI yang sangat berat.
  5. Bagaimana pengaruhnya terhadap harga saham AMD?
    Secara historis, kontrak sebesar ini memberikan sentimen positif karena menjamin pendapatan (revenue) di masa depan.
  6. Apakah investor ritel di Pluang bisa membeli saham AMD dan Meta?
    Ya, kedua saham tersebut tersedia untuk diperdagangkan di pasar saham AS melalui aplikasi Pluang.
  7. Apa arti “6 Gigawatt” bagi orang awam?
    Ini menunjukkan skala fisik pusat data yang sangat besar, hampir setara dengan membangun beberapa kota kecil yang isinya hanya komputer super.
  8. Apakah Meta juga membuat chip sendiri?
    Ya, Meta memiliki proyek MTIA (Meta Training and Inference Accelerator), namun untuk skala superkomputer, mereka tetap butuh mitra seperti AMD.

Beli Call Option AMD di Sini!

Beli Saham AMD di Sini!

Beli Call Options $META di Sini!

Beli Saham $META di Sini!

Sources & Methodology



Sumber : pluang.com

Masa Tua Cuma Rebahan! Simak Rencana Menabung Dana Pensiun Berikut Ini!

Siapa sih yang tak ingin masa tuanya cuma tinggal ongkang-ongkang kaki saja dan tak perlu bekerja? Kamu pun mungkin adalah salah satunya. Nah, agar mimpi kamu tercapai, ada baiknya kamu mulai merencanakan dana jaminan pensiun mulai dari sekarang.

Mempersiapkan dana pensiun memang terbilang penting agar kamu bisa tetap hidup enak di masa tua. Selain itu, kamu juga tidak perlu repot-repot meminta anak cucu kamu menanggung biaya hidupmu kelak di hari tua nanti. Sobat-sobat sandwich generation pasti paham kan rasanya berada di posisi ini?

Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mempersiapkan jaminan pensiun masih rendah. Data Kementerian Keuangan pada 2020 menemukan bahwa hanya 16% dari total tenaga kerja sebesar 124 juta jiwa yang sudah mempersiapkan dana tersebut.

Mereka yang belum mendaftar program dana jaminan pensiun mungkin belum paham pentingnya hal tersebut. Atau, bisa jadi mereka memang sudah sadar, namun masih bingung bagaimana merencanakannya.

Namun, bukan berarti mereka yang sudah mendaftar jaminan pensiun benar-benar sadar akan pentingnya hal tersebut. Bsia jadi, mereka secara “tak sadar” sudah menjadi peserta program dana pensiun karena perusahaan tempat mereka bekerja sudah mendaftarkannya ke program Jaminan Hari Tua (JHT) dan jaminan pensiun milik BPJS Ketenagakerjaan atau dana pensiun perusahaan.

Hanya saja, tabungan tersebut juga tidak bisa menopang hidup kamu seutuhnya di masa tua. Perencana Keuangan Mohammad Andoko mengatakan bahwa jaminan pensiun dari BPJS Ketenagakerjaan dan perusahaan rata-rata bernilai 32,2 kali lebih besar dari gaji terakhir mereka.

Artinya, dana pensiun tersebut hanya bisa menghidupi mereka selama 2,5 tahun saja. Sehingga, tetap saja dibutuhkan perencanaan pensiun yang apik agar tenang di hari tua.

Nah, berikut ini, ada tips yang bisa kamu gunakan dalam merencanakan pensiun per 10 tahunnya!

Baca juga: Selain Dana Pensiun, Ini 5 Pertanda Kamu Siap untuk Pensiun Lebih Awal

Tips Menyiapkan Dana Pensiun 10 Tahunan

Usia 20an: Menyimpan Dana Pensiun Senilai Gaji Kamu Selama Setahun

Memang sih, masa pensiun kamu masih 30 hingga 40 tahun lagi. Tapi, mempersiapkan dana jaminan pensiun di usia ini bukanlah ide buruk!

Agar tujuan kamu tercapai, biasakan untuk terbiasa dengan berinvestasi. Selain itu, kamu juga sudah harus pandai mengambil keputusan dalam menyiapkan dana pensiun di usia ini.

Misalnya, jika kamu nanti pindah pekerjaan, apakah nantinya kamu akan mempertahankan keanggotaan BPJS Ketenagakerjaan yang ada? Atau justru mencairkannya dan bikin keanggotaan baru lagi? Keputusan seperti ini juga bisa mengantarkan kamu menabung dana pensiun senilai satu tahun gaji di usia akhir 20-an.

Usia 30-an: Menabung Dana Pensiun Setara dengan Tiga Kali Gaji Tahunan

Nah, di titik ini biasanya ujian akan menerpa kamu. Sebab, semakin dewasa usia seseorang, maka kebutuhannya pun akan meningkat. Apalagi kalau kamu keluar kerja dan memulai usaha baru, biasanya tabungan pensiun yang dikumpulkan sejak usia 20-an langsung dicarikan dan dijadikan modal usaha.

Perlu diingat bahwa jaminan pensiun adalah penyangga hidup kamu di hari tua. Maka, jangan sekali-kali sentuh uang itu, ya! Kalau kamu sanggup, cobalah untuk memiliki dana jaminan pensiun setara tiga kali gaji tahunan ketika usiamu hampir mencapai 40 tahun.

Baca juga: Cuan Dari Angpao Kemarin? Simpan dan Tabung Dengan 5 Cara Ini!

Usia 40-an: Menabung Dana Pensiun dengan Tujuan Setara Empat Kali Gaji Tahunan

Biasanya, cobaan di usia ini adalah gaya hidup. Semakin berumur seseorang, maka ia akan lebih banyak membelanjakan uangnya atas alasan “self-reward” atau memberi apresiasi terhadap hasil kerjanya selama ini. Bisa saja dengan pelesiran ke luar negeri atau membeli mobil mentereng.

Hal itu sejatinya sah-sah saja, Sobat Cuan. Asal, jangan kelewatan. Tetap ingat bahwa kamu masih perlu hidup di usia tua. Sehingga, seiring kenaikan penghasilan kamu di usia ini, maka ada baiknya kamu juga bisa menabung dana pensiun setara empat kali gaji tahunan saat kamu akan menginjak usia 50-an.

Usia 50-an: Menabung Dana Pensiun dengan Tujuan Setara Delapan Kali Gaji Tahunan

Di usia ini, kamu seharusnya sudah mulai memikirkan estimasi pengeluaran tabungan pensiun kamu ketika kamu sudah memasuki masanya. Namun, kamu perlu menghitungnya dalam jangka panjang ya, misalkan pengeluaran kamu dalam setahun untuk 30 tahun ke depan.

Usia pensiun rata-rata ada di usia 55 tahun hingga 57 tahun. Usahakan di dekae tersebut, kamu sudah mengumpulkan tabungan pensiun setara delapan kali gaji tahunan kamu agar mudah mengaturnya. Contoh, berapa persen dari dana tersebut akan kamu masukkan ke investasi dan berapa persen akan masuk ke pembiayaan hidup.

Menyiapkan tabungan pensiun harus sedari dini, Sobat Cuan! Yuk, bisa yuk mengatur jaminan pensiun sejak sekarang!

Baca juga: Usia yang Dinilai “Berbahaya” untuk Pensiun

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC, CNN Indonesia



Sumber : pluang.com

Rayakan Ramadhan dengan Investasi Global: Ini Top 10 Saham AS Syariah

Kalau kamu ingin mulai atau menambah investasi global, tapi tetap ingin sesuai nilai-nilai syariah, penting untuk memahami dulu: apa sih yang membuat sebuah saham disebut syariah atau halal?

Secara umum, saham syariah atau saham halal adalah saham perusahaan yang memenuhi dua kriteria utama:

1. Kegiatan Usaha Tidak Bertentangan dengan Prinsip Syariah

Perusahaan tidak boleh bergerak di sektor yang dilarang dalam Islam, seperti alkohol, perjudian, rokok, pornografi, senjata kontroversial, dan perbankan konvensional berbasis bunga.

Sebaliknya, sektor seperti teknologi, kesehatan, manufaktur, energi bersih, dan consumer goods biasanya masuk kategori yang diperbolehkan (halal), selama tidak ada aktivitas terlarang di dalamnya.

2. Memenuhi Rasio Keuangan Syariah

Selain sektor bisnis, laporan keuangan perusahaan juga disaring. Biasanya meliputi tiga hal:

  • Utang berbunga harus kurang dari 33% dari rata-rata kapitalisasi pasar selama 36 bulan.
  • Rasio utang berbasis bunga (interest-bearing debt) harus kurang dari 33% dari rata-rata kapitalisasi pasar selama 36 bulan.
  • Total piutang usaha harus kurang dari 49% dari rata-rata kapitalisasi pasar selama 36 bulan.
  • Rasio keuangan tertentu sesuai standar screening seperti Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institutions (AAOIFI) atau MSCI Islamic Index

Karena itu, status halal sebuah saham bisa berubah setiap kuartal, tergantung laporan keuangan terbaru.

Nah, untuk merayakan Ramadan tahun ini, berikut adalah 10 saham top Amerika Serikat (AS) ,yang bisa kamu beli di Pluang, yang secara umum dikenal sering masuk daftar screening saham syariah global beserta alasannya mengapa dianggap halal

1. Apple (AAPL)

Kenapa dianggap halal?
Apple bergerak di sektor teknologi konsumen (iPhone, Mac, iPad, dan layanan digital). Tidak memiliki lini bisnis utama di sektor non-halal. Pendapatan berbasis bunga relatif kecil dan umumnya masih dalam batas screening syariah global.

Trading AAPL Sekarang!

2. NVIDIA (NVDA)

Kenapa dianggap halal?
NVIDIA berfokus pada semikonduktor dan AI (GPU, data center). Aktivitas utamanya berada di sektor teknologi murni tanpa keterlibatan di industri terlarang. Rasio finansialnya sering memenuhi standar screening syariah.

Trading NVDA Sekarang!

3. Alphabet (GOOG)

Kenapa dianggap halal?
Induk Google ini beroperasi di mesin pencari, iklan digital, cloud, dan AI. Model bisnisnya berbasis teknologi dan komunikasi digital. Selama pendapatan non-permissible revenue tetap kecil, saham ini sering lolos screening.

Trading GOOG Sekarang!

4. Microsoft (MSFT)

Kenapa dianggap halal (dengan catatan)?
Bisnis utama Microsoft adalah software dan cloud (Azure). Tidak bergerak di sektor non-halal. Namun, seperti banyak perusahaan besar, ada pendapatan bunga dalam jumlah kecil, sehingga perlu dicek rasio keuangannya secara berkala.

Trading MSFT Sekarang!

5. Amazon (AMZN)

Kenapa dianggap halal?
Pendapatan utama berasal dari e-commerce dan AWS (cloud computing). Tidak bergerak di sektor yang dilarang. Screening biasanya melihat rasio utang dan interest income untuk memastikan tetap dalam batas wajar.

Trading AMZN Sekarang!

6. Tesla (TSLA)

Kenapa dianggap halal?
Tesla bergerak di kendaraan listrik dan energi terbarukan. Tidak memiliki aktivitas bisnis utama yang bertentangan dengan prinsip syariah.

Trading TSLA Sekarang!

7. Adobe (ADBE)

Kenapa dianggap halal?
Adobe fokus pada software kreatif berbasis subscription. Tidak memiliki lini bisnis non-halal dan model pendapatannya berbasis produk digital.

Trading ADBE Sekarang!

8. Johnson & Johnson (JNJ)

Kenapa dianggap halal?
Bergerak di sektor kesehatan dan farmasi. Healthcare umumnya masuk kategori sektor yang diperbolehkan dalam screening syariah.

Trading JNJ Sekarang!

9. Intel (INTC)

Kenapa dianggap halal?
Sebagai produsen chip, Intel beroperasi di sektor teknologi manufaktur. Tidak terlibat dalam aktivitas non-halal dan biasanya memenuhi rasio finansial syariah.

Trading INTC Sekarang!

10. Meta Platforms (META)

Kenapa dianggap halal?
Meta beroperasi di media sosial dan iklan digital. Selama sumber pendapatan utamanya berasal dari aktivitas yang diperbolehkan dan rasio keuangan memenuhi standar, saham ini sering masuk screening syariah.

Trading META Sekarang!

Ramadan bisa jadi momen awal untuk mulai investasi yang lebih mindful dan sesuai prinsip syariah. Tapi tentu saja, komitmen investasi saham syariah atau saham halal sebaiknya dijalankan sepanjang tahun.

Beberapa hal yang perlu diingat:

  1. Selalu cek status syariah terbaru
  2. Diversifikasi lintas sektor dan negara
  3. Perhatikan fundamental dan valuasi
  4. Sesuaikan dengan profil risiko kamu

Karena pada akhirnya, investasi yang baik bukan hanya soal return, tapi juga soal ketenangan hati.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, Sobat Cuan bisa menghubungi Layanan Pluang Care 24/7 melalui email di tanya@pluang.com atau Call Center (021) 80630065 pada hari kerja, Senin hingga Jumat pukul 09.00-18.00 WIB.



Sumber : pluang.com

Lagi Naik Daun Saat Pandemi, Ini 10 Manfaat Investasi Emas buat Kamu!

Ada banyak keuntungan investasi emas, terutama karena melindungi nilai investasi dalam jangka panjang. Salah satu manfaat emas dalam melindungi nilai kekayaan adalah karena harganya yang stabil di seluruh dunia dan dapat diperjualbelikan dengan harga kurang lebih sama di seluruh dunia.

Sebagian besar investor juga tidak terlalu khawatir saat investasi emas lantaran paham bahwa aset ini selalu memiliki nilai bagus di pasar selama berabad-abad. Bahkan, ketika investasi lain seperti real estat dan mata uang terlihat berisiko, emas justru terlihat stabil. Karena itu, tak heran jika sebagian besar investor menjadikan emas sebagai pilihan utama investasi jangka panjang.

Sikap itu pun kian ditunjukkan investor di masa pandemi COVID-19. Kondisi ekonomi global yang tengah sakit kronis pun bikin beberapa investor memborong emas untuk menyimpan kekayaannya. Alhasil, harga emas menembus posisi tertingginya US$2.000 per ons pada Agustus lalu.

Jadi, sebenarnya apa sih manfaat investasi emas? Dan bagaimana memilih ukuran portofolio yang layak untuk investasi ini?

Baca juga: 4 Pilihan Investasi Jangka Panjang, Mana yang Terbaik?

10 Keuntungan Investasi Emas

#1 Emas dapat Melindungi Investor dari Risiko Inflasi

Dalam berinvestasi, ada satu hal yang perlu diperhatikan dengan baik untuk melihat investasi tumbuh dalam jangka panjang, salah satunya adalah inflasi. Mempertimbangkan faktor ini, kita sebaiknya tidak memiliki investasi dalam bentuk tunai karena inflasi nakan menggerus nilainya seiring waktu. Sebagai gantinya, kamu dapat berinvestasi dalam emas atau aset aman lainnya yang melindungi dari risiko inflasi.

Emas memang bukan mata uang. Tetapi, sebagai aset investasi, emas lebih unggul dari mata uang apa pun. Manfaat emas telah dirasakan lama, dan bahkan telah menjadi instrumen penyimpan kekayaan setidaknya selama 3.000 tahun. Sementara, salah satu mata uang terpanjang dalam sejarah, Poundsterling Inggris, baru berusia sekitar 1.200 tahun.

Emas menjanjikan terjaganya nilai investasi jangka panjang. Sejak 1900, ia telah menjadi penyimpan nilai jangka panjang terbaik. Harganya memang berfluktuasi, tapi nilainya abadi. Emas, dengan demikian, adalah salah satu bentuk paling ideal untuk melestarikan kekayaan jangka panjang.

#2 Cara untuk Menabung Uang dalam Jangka Panjang

Menabung uang dalam jangka panjang sangat penting jika kamu memiliki penghasilan tetap. Dalam hal ini, hal sederhana yang dapat kamu lakukan adalah berinvestasi dalam emas fisik. Manfaat emas sebagai investasi adalah karena dapat melindungi nilai uang dan menjadikannya tabungan bagi masa depan.

#3 Mudah Dibeli dan Mudah Dijual di Pasar

Manfaat emas yang paling kentara adalah sifatnya yang likuid. Emas terbilang ideal karena mudah dibeli, apalagi kini banyak platform online yang menawarkannya dengan mudah.

Selanjutnya, emas juga dapat dijual dan dibawa ke mana pun si pemiliknya pergi. Hampir semua pedagang emas batangan di dunia akan mengenali emas dan membelinya.

Aset satu ini dapat dijual ke toko lokal, pegadaian, pihak swasta, atau dealer online. Prosesnya kerap kali lebih cepat daripada menjual saham di akun pialang.

#4 Tidak Membutuhkan Banyak Perawatan

Bagian terbaik dari investasi emas adalah ua tidak memerlukan perawatan apa pun. Sehingga, kita dapat menyimpannya selama ratusan tahun.

Hal itu terjadi lantaran emas adalah zat padat nilai. Jika dilihat dari unsur kimianya, emas tidak akan kehilangan unsur kimianya meski sudah dicampur dengan material apapun. Maka dari itu, nilai emas akan selalu sama kapanpun.

Seseorang dapat menyimpan emas dengan nilai US$50.000 di telapak tangannya atau menyimpannya di ruang kecil di rumahnya. Selain itu, emas tidak memiliki risiko bawaan. Emas fisik tidak bisa bangkrut dan umumnya nilainya masih akan bertahan lama.

#5 Manfaat Emas Karena Kestabilan Harganya

Dalam dunia dengan risiko tinggi di berbagai bidang, emas menawarkan risiko yang lebih rendah, keamanan lebih ketat, dan cuan lebih besar dibandingkan investasi lainnya. Harganya yang relatif stabil menjadikannya sebagai salah satu manfaat investasi emas yang penting. Faktanya, setiap kali ada krisis di pasar keuangan, orang-orang akan beralih ke investasi emas dan harganya pun akan melonjak dalam waktu singkat.

Baca juga: Pilih Menabung atau Investasi?

#6 Dapat Diwariskan dengan Mudah ke Generasi Berikutnya

Keuntungan investasi emas berikutnya adalah kemudahan untuk mewariskannya ke generasi selanjutnya. Kebanyakan orang memberikan perhiasan emas untuk anak-anak mereka selama pernikahan dan acara penting lainnya dalam hidup. Emas juga menjadi pilihan yang baik ketika seseorang ingin menyimpan uangnya untuk kebutuhan masa depan bagi investasi masa depan anak-cucu mereka.

#7 Manfaat Emas: Memudahkan Pengajuan Pinjaman di Bank

Kita tidak pernah tahu kapan situasi darurat akan datang dalam hidup kita. Karenanya, kita perlu untuk menyiapkan diri secara finansial dalam menangani permasalahan yang mungkin datang.

Dalam hal ini, manfaat emas sebagai investasi tentu terlihat dari betapa mudahnya emas dicairkan di pasar. Bahkan, seseorang dapat memperoleh pinjaman dalam satu hari berdasarkan nilai keseluruhan emas yang mereka pegang. Tingkat bunga pinjaman pun akan tergolong sangat rendah jika didbandingkan dengan pinjaman umum.

#8 Alternatif Investasi Terbaik Dibanding Pasar Saham dan Real Estat

Meski investasi di real estat atau pasar saham dapat memberi keuntungan yang baik, dua aset ini ternyata memiliki banyak risiko dalam jangka panjang. Karena itu, seseorang perlu mendiversifikasikan aset investasinya dengan emas. Mengapa? Sebab nilai emas yang stabil menjadikannya sebagai “penyeimbang” portfolio investasi lain yang berisiko tinggi.

#9 Investasi Aman Dibandingkan dengan Aset Lain

Jika kita bandingkan harga emas hari ini dengan sebelumnya, kita akan melihat bahwa harganya cenderung stabil. Emas memiliki nilai bagus di pasar dan menawarkan keamanan bagi investor jangka panjang.

#10 Manfaat Emas Karena Harganya Tidak Merosot Seiring Waktu

Tidak seperti investasi lain, keuntungan investasi emas dan manfaat emas adalah bahwa ia tidak memburuk di masa depan. Harganya stabil dan mampu bertahan seiring laju inflasi. Selain itu, emas juga merupakan simbol status dalam masyarakat dan pemegangnya akan mendapatkan likuiditas finansial di masa depan.

Baca juga: Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Policy Bazaar, GoldSilver



Sumber : pluang.com

Anti Buntung! Hindari 5 Kesalahan Investasi Bitcoin dan Ethereum Berikut Ini!

Investasi aset kripto, seperti Bitcoin dan Ethereum, memang tengah digandrungi banyak orang. Selain karena akses mendapatkannya yang kini mudah, pesatnya kenaikan harga aset kripto menjadi daya tarik tersendiri bagi peminatnya.

Ambil contoh Bitcoin yang kini harganya sudah bertengger di US$50 ribu per keping. Siapa yang menyangka kalau dua bulan lalu harga aset kripto ini hanya dibanderol seharga US$29 ribu per keping saja.

Hanya saja, kenaikan harga bukan berarti investornya juga bisa ambil untung secara instan. Sebagai manusia, tentu saja mereka bisa melakukan kesalahan yang berujung pada kerugian. Bukannya untung, malah buntung yang didapat!

Nah, kalau kamu adalah salah satu investor yang baru merintis investasi aset kripto, berikut adalah lima tipe-tipe kesalahan yang perlu kamu hindari.

Baca juga: Mau Cuan Berinvestasi Reksadana? Hindari 9 Kesalahan Ini!

5 Kesalahan kala Investasi Aset Kripto

#1 Percaya dengan Hype

Dewasa ini, media sosial memiliki dampak yang luar biasa terhadap pergerakan harga aset kripto. Tengoklah Elon Musk. Di akhir Januari lalu ia sempat bikin harga Bitcoin naik drastis hanya karena sebuah cuitan di Twitter. Fenomena tersebut kemudian dijuluki sebagai Elon Pump.

Hanya saja, tidak semua influencer aset kripto berniat baik. Terdapat pula beberapa investor atau pencipta aset kripto yang sengaja membuat hype di media sosial agar harganya meroket.

Makanya, dalam bermedia sosial, kamu harus hati-hati dengan unggahan yang seolah-olah terlalu lebay. Misalkan, unggahan seperti “Bitcoin membuat saya menjadi kaya” atau “Harga Bitcoin akan naik!” yang kadang didasari tanpa analisis atau kalkulasi tertentu.

Sebab, hype semacam itu bukan berarti aset kripto tersebut akan menjadi investasi yang bagus dalam jangka panjang. Bisa jadi itu hanya ulah beberapa golongan yang ingin menaikkan harga aset kriptonya dengan cara membuat sensasi pasar.

Terus, saat giliran kamu membeli aset kripto yang sedang hype tersebut, para influencers aset kripto tersebut akan menjualnya dan membuat harganya anjlok. Presedennya adalah pada 2018 lalu, di mana pasar aset kripto mengalami kehancuran dan menyisakan kerugian bagi investornya hingga saat ini.

Nah, kamu pasti tidak mau terjebak di situasi seperti itu, kan?

#2 Memilih Platform Investasi yang Keliru

Investasi aset kripto kini semakin mudah untuk diakses. Tapi, kamu juga harus hati-hati dalam memilih platform investasi yang tepat. Salah satu indikatornya adalah melihat biaya transaksinya.

Kalau biaya transaksinya tinggi, artinya kamu hanya mendulang cuan kecil. Makanya, tetap perhatikan hal ini, ya!

Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

#3 Malas Memahami Analisis Pergerakan Harga Aset Kripto

Kamu perlu ingat bahwa fluktuasi harga aset kripto itu tak menentu. Bahkan, harganya bisa langsung berubah drastis dalam hitungan detik saja.

Biasanya, investor pemula masih fokus memantau fluktuasi harga singkat ini. Mereka langsung menjual asetnya tanpa ba-bi-bu ketika harga naik, dan sebaliknya. Akhirnya, mereka pun terjebak dalam aktivitas short buying dan short selling tak berkesudahan.

Namun, sikap seperti ini justru menunjukkan ketidaksiapan mereka dalam berinvestasi aset kripto. Seorang investor yang baik tentu akan mempertimbangkan analisis teknikal dan fundamental sebelum memutuskan waktu yang tepat dalam membeli atau menjual aset kripto.

Sejarah mencatat bahwa investor aset kripto yang berhasil adalah mereka yang mau menambah pengetahuannya tentang aset kripto. Makanya, kamu juga perlu paham soal grafik harga hingga tren historis dan aspek fundamental yang menyertainya.

Kalau aktivitas ini tak kamu pedulikan, maka cuan yang dihasilkan tak akan maksimal.

Contohnya, kamu langsung jual Bitcoin buru-buru setelah melihat bahwa harganya naik ke US$50 ribu. Tapi ternyata, harganya justru naik ke US$53 ribu keesokan harinya. Akhirnya, kamu harus “kehilangan” potensi keuntungan Bitcoin sebesar US$3 ribu karena lalai memperhatikan perkembangan berita dan analisisnya.

Maka dari itu, perlu diingat bahwa seorang investor Bitcoin tidak boleh malas!

#4 Berinvestasi Pakai Emosi

Dalam berinvestasi aset kripto, kamu pasti tahu istilah HODL, FOMO, atau FUD, kan? Nah, ini merupakan gambaran bahwa investor berinvestasi menggunakan emosi.

Tapi, kalian perlu ingat bahwa seluruh kondisi tersebut diciptakan oleh segelintir orang yang ingin mengambil keuntungan dengan menciptakan kehebohan di pasar. Sebagai investor yang baik, kamu jangan panik. Gali informasi sebanyak-banyaknya tentang kepanikan pasar tersebut.

#5 Hanya Berinvestasi di Satu Aset Kripto

Kamu pasti pernah mendengar istilah “Don’t put your eggs in one basket,” kan? Nah, hal itu juga berlaku di investasi aset kripto.

Nilai satu aset kripto yang turun belum tentu terjadi di aset kripto lainnya. Makanya, kamu lebih baik juga ikut melakukan diversifikasi, ya!

Baca juga: Orang-Orang Ini Tajir Berkat Bitcoin. Siapa Saja?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: IFF, Value Walk



Sumber : pluang.com

Rupiah Hampir Sentuh Rp17.000 per Dolar AS, Saatnya Hedging?

Key Takeaways

  • Tekanan Makroekonomi Ekstrem: Nilai tukar Rupiah berada dalam tekanan berat mendekati level psikologis Rp17.000 per Dolar AS akibat ketidakpastian suku bunga The Fed, eskalasi geopolitik global, dan revisi prospek ekonomi domestik oleh Moody’s.
  • Optimalisasi Kas Dolar AS: Memegang uang tunai adalah posisi aktif jika diletakkan pada instrumen yang tepat. Fitur USD Yield menawarkan imbal hasil hingga 3,38% p.a. bagi nasabah prioritas, berfungsi sebagai “cash cadangan” yang aman dari depresiasi Rupiah.
  • Spektrum Hedging Emas Terlengkap: Investor profesional dapat memitigasi risiko dengan lima kelas aset Emas di Pluang, mulai dari Emas fisik digital, ETF GLD, Options GLD, Crypto Emas (PAXG/XAUT) yang efisien secara pajak, hingga instrumen derivatif Crypto Futures Emas XAUTUSDT-PERP.
  • Bitcoin Sebagai Pelindung Anti-Inflasi: Eksposur pada aset crypto fundamental seperti Bitcoin memberikan asimetri risiko positif bagi portofolio institusional di tengah penurunan daya beli mata uang fiat.
  • Akses Likuiditas Tanpa Batas: Fitur eksklusif Pluang Plus memfasilitasi kebutuhan High Net Worth Individuals (HNWIs) melalui transaksi OTC FX skala besar dan penyetoran Dolar AS secara langsung tanpa friksi nilai tukar.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Situasi ini diperparah oleh dinamika internal. Lembaga pemeringkat internasional Moody’s baru saja merevisi prospek ekonomi Indonesia yang memicu keraguan di kalangan investor asing. Tekanan geopolitik dan tensi domestik ini secara kolektif mendorong aksi jual pada pasar obligasi nasional. Meskipun Gubernur Bank Indonesia memprediksi bahwa Rupiah memiliki ruang untuk menguat kembali apabila terdapat kepastian arah kebijakan global, realitas pasar saat ini menuntut para investor profesional dan High Net Worth Individuals (HNWIs) untuk segera mengambil tindakan defensif. Menunggu kepastian bukanlah sebuah strategi investasi.

Bagi pengelola dana dan investor bermodal besar, depresiasi mata uang domestik adalah musuh utama yang dapat menggerus nilai riil kekayaan secara masif. Artikel ini akan membedah secara analitis bagaimana investor dapat memanfaatkan ekosistem Pluang untuk mengeksekusi strategi hedging tingkat institusional guna melindungi portofolio dari kejatuhan nilai tukar Rupiah.

Mengapa Nilai Tukar Rupiah Tertekan Mendekati Level Rp17.000?

Nilai tukar Rupiah tertekan hebat karena berbagai kombinasi mematikan penundaan pemangkasan suku bunga The Fed, eskalasi tensi geopolitik global, dan revisi prospek makroekonomi domestik yang memicu pelarian modal asing.

Secara fundamental, pasar sebelumnya memprediksi The Fed akan melonggarkan kebijakan moneternya. Namun, data inflasi Amerika Serikat yang persisten memaksa The Fed untuk menahan suku bunga tinggi lebih lama. Hal ini membuat imbal hasil obligasi AS tetap sangat atraktif, memicu fenomena penguatan Dolar AS secara global (Strong Dollar). Di saat yang bersamaan, ketegangan geopolitik membuat aliran dana global mencari tempat berlindung yang paling aman yaitu Dolar AS dan Emas.

Di ranah domestik, revisi prospek dari Moody’s memberikan sinyal kehati-hatian bagi investor asing mengenai stabilitas fiskal dan tensi domestik. Akibatnya, terjadi arus keluar modal asing (capital outflow) dari pasar surat utang dan ekuitas Indonesia. Kombinasi dari berkurangnya pasokan Dolar AS di dalam negeri dan tingginya permintaan Dolar AS untuk lindung nilai perusahaan menciptakan tekanan yang mendorong Rupiah mendekati angka Rp17.000.

Apa Cara Paling Efektif Melakukan Hedging Terhadap Pelemahan Rupiah?

Cara paling efektif untuk melindungi nilai kekayaan dari depresiasi Rupiah adalah dengan melakukan rotasi aset ke dalam instrumen berdenominasi Dolar AS, diversifikasi multi-aset pada spektrum Emas, dan alokasi taktis pada Bitcoin sebagai aset anti-inflasi absolut.

Sebagai platform multi-aset terkemuka, Pluang menyediakan seluruh infrastruktur yang dibutuhkan oleh pro trader untuk mengeksekusi lindung nilai ini secara instan. Berikut adalah bedah strategi mendalam untuk tiga pilar hedging utama.

Strategi 1: Optimalisasi Dolar AS dan Cash Management (USD Yield)

Langkah pertahanan pertama dan paling logis saat mata uang lokal melemah adalah mengonversi kekayaan ke dalam hard currency yaitu Dolar AS. Namun, membiarkan Dolar AS ‘menganggur’ di rekening bank konvensional adalah sebuah inefisiensi.

Sehingga, salah satu cara yang tepat adalah dengan manajemen kas kelas institusional melalui fitur USD Yield seperti yang ditawarkan oleh Pluang. Instrumen ini harus diposisikan sebagai “cash cadangan” atau likuiditas utama Anda. Sambil menunggu momentum yang tepat untuk membeli aset berisiko atau membeli emas saat harga terkoreksi (buy the dip), dana Anda tetap bekerja secara produktif.

Bagaimana ‘cash cadangan’ tersebut tetap dapat bekerja produktif?
Bagi pengguna reguler, USD Yield memberikan imbal hasil 0,63% p.a. Namun, strategi ini lebih menguntungkan bagi nasabah prioritas. Dengan meningkatkan akun Anda ke layanan Pluang Plus, Anda akan mendapatkan imbal hasil eksklusif sebesar 3,38% p.a.

Lebih jauh lagi, ekosistem Pluang Plus dirancang khusus untuk HNWIs yang membutuhkan pergerakan modal besar tanpa friksi. Anda mendapatkan kemampuan USD Direct Deposit yaitu penyetoran Dolar AS langsung dari rekening bank pribadi ke akun Pluang tanpa konversi kurs (minimum $10.000), serta USD Direct Withdrawal dengan batas minimum yang sama. Jika Anda memiliki Rupiah dan ingin mengkonversinya ke Dolar AS dalam jumlah masif, Pluang Plus menyediakan layanan OTC FX dengan kurs yang sangat kompetitif (minimum transaksi $20.000). Layanan ini memastikan kekayaan Anda terlindungi dari pelemahan kurs tanpa terpotong selisih beli jual (spread) bank konvensional yang lebar.

Nasabah Pluang Plus juga mendapatkan akses eksklusif ke acara offline dan online, serta tergabung dalam Pluang Plus exclusive WhatsApp one-way Group untuk mendapatkan wawasan terkait market dan investasi.

Strategi 2: Spektrum Lengkap Hedging Emas (5 Kelas Aset di Pluang)

Emas adalah aset pelindung nilai tertua dan paling teruji dalam sejarah peradaban manusia. Saat nilai uang kertas menurun, emas selalu mempertahankan daya belinya. Keunggulan Pluang bagi investor profesional adalah ketersediaan 5 kelas aset emas yang berbeda dalam satu aplikasi. Hal ini memberikan fleksibilitas taktis yang tidak tertandingi.

  1. Emas Fisik Digital (Pluang Emas): Melalui Pluang Emas, investor mendapatkan spread yang sangat tipis dan likuiditas instan. Keunggulan utamanya bagi investor tradisional adalah kemampuan untuk mencetak atau mengonversi saldo digital ini menjadi emas fisik bersertifikat kapan saja dibutuhkan.
  2. ETF Emas (SPDR Gold Shares / GLD): Bagi pengelola dana yang lebih menyukai likuiditas pasar modal Amerika Serikat, Anda dapat memperdagangkan ETF GLD melalui fitur US Stocks. Instrumen ini sangat likuid untuk menyerap aliran dana jutaan dolar dalam hitungan detik.
  3. Options GLD: Trader derivatif tingkat lanjut dapat memanfaatkan Options pada GLD. Jika Anda memprediksi harga emas akan meroket akibat kepanikan geopolitik, membeli Long Call Options memberikan daya ungkit (leverage) keuntungan yang masif. Sebaliknya, saat harga emas bergerak menyamping (sideways), investor canggih dapat menggunakan strategi Short Options (menjual Call atau Put) untuk mencetak pendapatan premi tambahan.
  4. Crypto Emas (PAXG / XAUT): Bagi HNWIs, aspek perpajakan adalah kunci dari keuntungan bersih (net return). Aset Crypto Emas seperti PAXG dan XAUT dipatok satu banding satu dengan emas fisik, namun memiliki keunggulan regulasi. Sebagai komoditas Crypto, instrumen ini tunduk pada aturan perpajakan final yang sangat efisien. Anda dapat merujuk pada panduan Pajak dan aturan Penyesuaian Tarif PPN di Pluang. Pajak final crypto jauh lebih menguntungkan bagi nasabah dengan nilai transaksi miliaran rupiah dibandingkan skema pajak progresif pada emas fisik konvensional.
  5. Crypto Futures Emas (XAUTUSDT PERP): Jika Anda ingin melakukan spekulasi jangka pendek atau lindung nilai agresif dengan modal margin yang efisien, fitur Crypto Futures menyediakan kontrak perpetual untuk XAUTUSDT. Trader dapat mengambil posisi jual (short) jika memprediksi harga emas akan terkoreksi sementara.

Strategi 3: Bitcoin Sebagai Pelindung Nilai Anti-Inflasi Jangka Panjang

Meskipun volatilitasnya tinggi dalam jangka pendek dan saat ini sedang mengalami penurunan ekstrem, namun Bitcoin (BTC) telah membuktikan dirinya sebagai aset makro yang mampu menyerap likuiditas global. Desain pasokannya yang terbatas secara matematis menjadikan Bitcoin sebagai antitesis dari mata uang fiat seperti Rupiah yang terus mengalami inflasi.

Untuk menemukan titik masuk (entry point) yang presisi saat mengakumulasi Bitcoin, trader profesional di Pluang sangat bergantung pada fitur Smart Screeners. Gunakan secara ketat preset yang tersedia seperti “oversold assets” untuk menangkap momentum harga yang sedang terdiskon tajam, atau gunakan preset “trend-following” dan “golden cross” untuk mengonfirmasi bahwa tren pembalikan arah menuju fase bullish sudah benar-benar terjadi sebelum Anda menempatkan modal dalam jumlah besar.

Beli Coin BTC di Sini!

Perbandingan Instrumen Hedging: Emas, Dolar AS, dan Bitcoin

Bagi pengelola kekayaan, diversifikasi adalah keharusan. Berikut adalah perbandingan komparatif dari ketiga pilar lindung nilai di atas untuk membantu penyesuaian alokasi portofolio Anda.

Metrik Analisis

Optimalisasi Kas (USD Yield)

Crypto/ETF Emas (PAXG/GLD), Options + Crypto Futures untuk Spekulasi Jangka Pendek

Anti-Inflasi Digital (Bitcoin/BTC)

Profil Risiko

Sangat Rendah (Konservatif)

Moderat (untuk aset PAXG/GLD) dan agresif untuk produk futures dan options

Agresif untuk short-term holder dan moderat untuk long term holder. Note: BTC memiliki tingkat volatilitas tinggi

Fungsi Utama

Proteksi nilai tukar Rupiah dan modal

Pelindung nilai geopolitik dan inflasi

Apresiasi modal eksponensial jangka panjang

Potensi Imbal Hasil

Pasti (Yield 3,38% p.a. via Pluang Plus)

Tergantung harga komoditas global

Sangat fluktuatif (Potensi asimetris)

Keunggulan Eksekusi

Tanpa risiko pergerakan harga pasar dasar

Pilihan aset terlengkap (5 kelas emas)

Likuiditas 24 jam dan adopsi institusional global

Fitur Pluang Terkait

Pluang Plus, USD Direct Deposit, OTC FX

Pluang Emas, ETF Emas GLD (dan Options-nya), Crypto Emas (PAXG/XAUT), Crypto Futures Emas (XAUTUSDT-PERP)

Crypto Spot, Smart Screeners, Crypto Futures

Referensi Data & Analisis:



Sumber : pluang.com

Saham Emerging Markets Makin Bersinar di 2026

Didorong oleh kombinasi badai global antara pelemahan Dolar AS, lonjakan harga komoditas, dan valuasi yang masih sangat murah, pasar negara berkembang (EM) bukan lagi sekadar pelengkap portofolio. EM kini menjadi mesin utama pertumbuhan bagi investor yang mencari alfa di tengah jenuhnya pasar negara maju.

Key Takeaways

  • Pergeseran Paradigma: Narasi investasi berubah dari “US Growth” menjadi “EM Growth & Value” di awal tahun 2026.
  • Kinerja Unggul: EM mencatatkan pertumbuhan 33,6% pada 2025, melampaui S&P 500 (17%) untuk pertama kalinya sejak 2017.
  • Katalis Utama: Pelemahan Dolar AS (Sell America), revolusi infrastruktur AI di Asia, dan solidnya harga komoditas global.
  • Peluang Aset Riil: Komoditas seperti Tembaga, Nikel, dan Emas menjadi instrumen lindung nilai utama di tengah volatilitas aset keuangan AS.

Quick Facts: Status Pasar Q1 2026

Indikator

Data / Estimasi

Pertumbuhan Laba (EPS) EM 2026

Proyeksi >20% (vs AS 15%)

Sektor Kunci

Teknologi Asia, Pertambangan, Agrikultur

Status Kepemilikan Institusi

Underweight (Potensi aliran dana masuk masih besar)

Instrumen ETF Relevan

Vanguard Emerging Markets Stock Index Fund (VWO)

Emiten Komoditas Unggulan

Freeport-McMoRan (FCX), Vale S.A. (VALE)

Kilas Balik 2025: Saham Emerging Markets Lampaui S&P500

Banyak pihak skeptis saat memasuki tahun 2025. Ancaman tarif dagang dari pemerintahan Trump dan kekhawatiran atas melambatnya konsumsi di Tiongkok sempat membayangi sentimen. Namun, realitas pasar berkata lain. Emerging Markets justru mencatatkan performa tangguh dengan kenaikan 33,6%, jauh melampaui S&P 500 yang “hanya” tumbuh 17% dan MSCI World sebesar 21%.

Ini adalah performa terbaik EM relatif terhadap negara maju sejak tahun 2017. Apa yang berubah?

  1. Retaknya Tesis “King Dollar”: Investor mulai mencari lindung nilai (hedge) di luar aset AS seperti dolar AS seiring dengan kekhawatiran defisit dan inflasi.
  2. Revolusi AI di Timur: Publik diingatkan bahwa tulang punggung kecerdasan buatan (AI) ada di Asia. Tiongkok, Korea Selatan, dan Taiwan membuktikan posisi mereka sebagai pemain kunci infrastruktur AI global.
  3. Pertumbuhan Laba (EPS) yang Solid: Laba per saham perusahaan di negara berkembang tumbuh mengejutkan sebesar 16% pada 2025, dan diproyeksikan melonjak melampaui 20% pada tahun 2026.

Memasuki Q1 2026, tema besar investasi akan bergeser dari “US Growth” menuju “EM Growth & Value”. Dengan aliran modal yang diprediksi akan mendominasi sektor komoditas dan aset riil. investor ritel Indonesia di Pluang dapat membeli Vanguard Emerging Markets Stock Index Fund ETF (VWO)

Beli Saham VWO di Sini!

Mengapa Saham EM Sangat Menarik di Q1 2026?

1. Revaluasi Dolar AS: Narasi “Sell America” Dimulai

Secara historis, Dolar AS saat ini berada di level yang sangat mahal. Pada awal 2026, kita mulai melihat fenomena realokasi besar-besaran keluar dari aset AS. Penjualan Dolar ini secara otomatis menekan nilai tukar USD, yang menjadi berkah bagi negara berkembang.

Ketika Dolar melemah, terjadi efek domino positif bagi EM:

  • Search for Yield: Imbal hasil (yield) aset AS menjadi kurang kompetitif, memaksa manajer investasi global mencari return lebih tinggi di pasar EM yang valuasinya jauh lebih terdiskon.
  • Beban Utang Berkurang: Banyak negara berkembang memiliki utang dalam denominasi Dolar. Pelemahan USD secara langsung menurunkan beban pembayaran utang dan memperkuat posisi fiskal negara tersebut.
  • Ruang Kebijakan Moneter: Tekanan inflasi impor menurun saat mata uang lokal menguat terhadap Dolar. Ini memberi ruang bagi bank sentral di negara berkembang (seperti Bank Indonesia) untuk menjaga suku bunga tetap akomodatif atau bahkan menurunkannya guna memacu pertumbuhan domestik.

2. Hubungan Terbalik Dolar dan Komoditas

Salah satu hukum dasar pasar keuangan adalah korelasi negatif antara Dolar dan komoditas. Karena mayoritas komoditas dihargai dalam USD, Dolar yang lemah membuat harga energi, logam, dan pangan menjadi lebih murah bagi pembeli global, sehingga mendongkrak permintaan.

Bagi negara seperti Brasil, Indonesia, dan Chile yang merupakan eksportir utama, kondisi ini memperbaiki terms of trade dan memperkuat neraca berjalan. Pendapatan korporasi di sektor pertambangan dan agrikultur pun dipastikan meningkat tajam.

3. Konvergensi Profitabilitas: Mengejar Ketertinggalan dari AS

Selama bertahun-tahun, investor enggan melirik EM karena profitabilitasnya dianggap kalah jauh dibandingkan perusahaan raksasa AS. Namun, data Q1 2026 menunjukkan terjadinya konvergensi profit (titik temu).

Konsensus analis memperkirakan pertumbuhan Earning Per Share (EPS) EM tahun ini mencapai 21%, jauh melampaui AS (15%) dan pasar maju lainnya (13%). Sektor teknologi di Asia kini tidak hanya bicara soal inovasi, tapi juga soal efisiensi modal yang mampu menyamai Return on Equity (ROE) pasar global. Jika tren ini berlanjut, kita sedang menyaksikan awal dari siklus kekuatan jangka panjang yang baru.

Kondisi Pasar: Kepemilikan Masih Rendah (Underweight)

Meskipun terjadi reli besar sepanjang 2025, mayoritas investor institusi global ternyata masih berada dalam posisi underweight atau memiliki porsi saham EM di bawah bobot ideal dalam portofolio mereka.

Insight Strategis: Masih ada tumpukan “uang baru” yang sangat besar yang belum masuk ke pasar EM. Ketika institusi mulai melakukan rebalancing untuk menetralkan posisi mereka, permintaan terhadap saham EM akan melonjak, mendorong harga lebih tinggi lagi.

Menurut Jason Gozali, Head of Research Pluang, likuiditas pasar EM juga didorong oleh kebangkitan investor ritel. Meski partisipasi ritel cenderung memiliki cakrawala waktu yang lebih pendek dan sering kali reaktif terhadap berita (sering terjadi panic selling atau euphoria buying), mereka memberikan volume perdagangan yang diperlukan bagi pasar untuk tetap dinamis. Bagi investor cerdas, volatilitas yang diciptakan ritel justru menjadi peluang untuk melakukan strategi active rotation dan thematic investing.

Kebangkitan Emas dan Sektor Komoditas

Data menunjukkan bahwa dominasi aset keuangan (saham/obligasi AS) terhadap aset riil (komoditas/properti/emas) telah mencapai titik jenuh yang mengingatkan kita pada dot-com bubble tahun 2000.

Memasuki 2026, terjadi “Reversion to the Mean”. Aset riil mulai mengungguli aset keuangan.

  • Copper (Tembaga): Menjadi motor penggerak karena investasi masif di data center AI dan elektrifikasi global. Kurangnya pasokan bijih tembaga (ore) akibat larangan ekspor mentah di beberapa negara membuat emiten pertambangan berada di atas angin. Salah satu emiten yang diuntungkan adalah Freeport-McMoRan Inc. (FCX), sebagai salah satu produsen tembaga terbesar di dunia. 
  • Tin (Timah) & Nikel: Permintaan tetap kuat berkat ekspansi sektor elektronik dan transisi energi hijau (EV). Sebagai salah satu produsen utama dunia, Indonesia berada di posisi strategis. Salah satu emiten yang diuntungkan adalah VALE (Vale S.A.), raksasa tambang asal Brazil ini diuntungkan oleh reputasi ESG-nya. Di saat nikel murah dari sumber yang “kotor” ditolak pasar Barat, nikel dari VALE mendapatkan harga premium. 
  • Gold: Saat investor mulai melakukan “Sell America” karena valuasi yang mahal, emas berfungsi sebagai penyimpan nilai utama ketika aset keuangan tradisional mengalami volatilitas tinggi. Di pluang kamu bisa mengakses berbagai produk emas seperti: PAX Gold (PAXG), Tether Gold (XAUT), XAUTUSDT-PERP, SPDR Gold Shares (GLD), Emas Digital dengan harga real-time.

Beli Produk Emas Pluang Di SIni!

Beli Saham Vale Di Sini!

Transaksi Saham FCX di Sini!

Risks & Considerations (Penting)

  • Volatilitas Ritel: Partisipasi investor ritel yang tinggi dapat menyebabkan fluktuasi harga yang tajam dan reaktif terhadap berita pendek.
  • Risiko Geopolitik: Ketegangan dagang atau konflik regional di wilayah EM dapat mengganggu rantai pasok global secara mendadak.
  • Likuiditas: Meski meningkat, likuiditas di pasar EM tertentu mungkin tidak sedalam pasar modal AS.
  • Kebijakan Bank Sentral: Perubahan mendadak suku bunga oleh The Fed tetap memiliki efek spillover terhadap pasar EM.

FAQ 

  1. Apa itu Emerging Markets? Negara dengan karakteristik pasar maju namun belum sepenuhnya memenuhi standar tersebut, seperti Tiongkok, India, Indonesia, dan Brasil.
  2. Mengapa pelemahan Dolar AS menguntungkan EM? Karena menurunkan beban utang dalam USD dan membuat aset lokal lebih murah bagi investor asing.
  3. Apa kaitan AI dengan Emerging Markets? Infrastruktur fisik AI (chip, hardware) mayoritas diproduksi di Asia (Taiwan, Korea, Tiongkok).
  4. Apa itu VWO? Vanguard Emerging Markets Stock Index Fund, sebuah ETF yang melacak kinerja saham-saham di pasar berkembang.
  5. Kenapa harga komoditas naik saat Dolar turun? Komoditas dihargai dalam USD; jika USD melemah, pembeli dengan mata uang lain merasa harga komoditas menjadi lebih murah, sehingga permintaan naik.
  6. Apakah investasi di EM aman? Memiliki risiko lebih tinggi dibanding pasar maju, namun menawarkan potensi imbal hasil yang jauh lebih besar di tahun 2026.
  7. Bagaimana cara membeli emas di Pluang? Bisa melalui Emas Digital, PAX Gold, atau SPDR Gold Shares (GLD).

Kesimpulan: Saatnya Diversifikasi Global

Kondisi ekonomi di Q1 2026 memberikan pesan yang jelas: era dominasi tunggal pasar AS mulai memudar, memberi jalan bagi kebangkitan Emerging Markets. Dengan fundamental perusahaan yang menguat, valuasi yang masih kompetitif, dan posisi investor yang masih relatif kosong di kelas aset ini, risiko terbesar saat ini mungkin adalah tidak memiliki eksposur sama sekali di pasar negara berkembang.

Bagi Anda pengguna Pluang, momentum ini adalah saat yang tepat untuk mulai melihat aset-aset internasional selain saham teknologi AS. Baik itu melalui indeks pasar negara berkembang maupun komoditas strategis seperti emas, nikel dan tembaga, diversifikasi ke EM bisa menjadi kunci performa portofolio Anda di tahun 2026.

Sources & Methodology

Note: Grup Pluang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan/atau Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam menyediakan produk dan layanan tertentu.



Sumber : pluang.com

Mau Cuan? 7 Saham SP 500 Ini Diramal Naik Lebih dari 20% Tahun Ini!

Para analis berusaha keras untuk meningkatkan pendapatan dan target harga indeks saham Amerika Serikat S&P 500 yang mereka amati. Ini lantaran performa perusahaan-perusahaan S&P 500 yang secara mengejutkan masih tetap baik di kuartal IV lalu meski ramalan sebelumnya mengatakan sebaliknya.

Sejauh ini, perusahaan dalam indeks S&P 500 melampaui ekspektasi sebesar 15%, ungkap John Butters, analis pendapatan di FactSet. Sebagai konsekuensinya, para analis pun berebut untuk meningkatkan target mereka. Hingga akhir 2021, mereka menargetkan bahwa harga beberapa saham di indeks S&P 500 bisa naik lebih dari 20% secara tahunan.

Mereka mengejar ketertinggalan dengan menaikkan target harga. Di antaranya saham perusahaan teknologi informasi seperti Enphase Energy (ENPH) dan DXC Technology (DXC) plus raksasa layanan komunikasi Alphabet (GOOGL).

Analisis data harian S&P Global Market Intelligence and MarketSmith menunjukkan bahwa para analis cenderung meningkatkan target harga 12 bulan mereka pada semua perusahaan S&P 500. Peningkatan target harga tersebut terjadi lebih dari 20% hanya dalam sebulan terakhir.

Selain itu, masing-masing analis tercatat memiliki lebih dari 8% keuntungan hingga mencapai target baru yang lebih tinggi.

“Tampaknya saham AS tidak bisa berhenti dan tidak mau berhenti,” kata Edward Moya, analis pasar senior di Oanda. “Secara sederhananya, (begitu cepatnya) situasi saham kembali ke kondisinya pada masa pasca-pandemi, perdagangan pun kini kembali berjalan liar.”

Baca juga: 4 Target Finansial Para Milenial, Apa Saja?

Para Analis Amerika Serikat Berjuang untuk Mengikuti S&P 500

Sekitar 85% dari S&P 500 telah melaporkan laba kuartal IV. Untuk sebagian besar, intinya harga saham mereka bergerak jauh lebih baik dari yang diharapkan.

Menurut Butters, sejauh ini pendapatan pada kuartal IV 2020 melampaui ekspektasi sebesar 15,1%. Ini terbilang sebagai persentase tertinggi ketiga sejak FactSet mulai melacak nomor tersebut pada 2008.

Hal ini memaksa analis untuk meningkatkan target harga mereka pada saham-saham S&P 500. Baru pada Selasa (16/2), Wedbush Securities menaikkan target harga pada Microsoft (MSFT) menjadi US$300 per saham. Para analis pun kemudian secara konsensus menaikkan target harga saham mereka pada raksasa teknologi ini sebesar 11,5% selama sebulan terakhir.

Namun, itu tidak seberapa dibandingkan peningkatan target harga saham S&P 500 yang mereka lakukan di beberapa perusahaan lain.

Perusahaan Sektor Teknologi S&P 500 terus Menantang Target

Jika ada saham sektor tertentu yang terus mencoba mengejar ketertinggalan, mereka adalah saham dari perusahaan teknologi.

Saham pembuat peralatan listrik surya rumahan Enphase Energy, misalnya, kini sudah naik 10,3% menjadi US$193,50 per lembar. Laba kuartal IV perusahaan sebesar US$0,51 per saham benar-benar menghancurkan perkiraan analis yang semula mematok target harga saham Amerika ini tak lebih dari 27%.

Akibatnya, para analis kini sedang meriset bagaimana cara yang pantas untuk menargetkan harga tersebut. Namun, dalam sebulan belakangan, mereka menargetkan harga saham Enphase akan naik 43% di akhir tahun.

Kisah ini mirip dengan perusahaan teknologi lainnya, sebutlah DXC. Bisnis konsultasi TI ini melaporkan laba kuartal IV sebesar US$0,84 per saham. Angka ini melampaui bayangan yang memprediksi kenaikan lebih dari 50%.

Alhasil, para analis menaikkan target harga saham mereka sebesar 27% dalam sebulan terakhir, menjadikannya seharga US$30,31 per saham hingga akhir tahun. Namun, investor pun masih belum yakin. Sebab, harga saham ini hanya naik 0,5% pada 2021 sejauh ini.

Baca juga: Harga Emas Tahun Ini Bersiap Dekati Rekor Tertinggi

Alphabet Menjadi Saham Amerika Besar yang Diamati di S&P 500

Seperti banyak raksasa internet di S&P 500, nilai saham induk usaha Google, Alphabet, diperkirakan bakal naik tajam. Apalagi, sepanjang 2021 ini, nilai sahamnya naik 20,4% menjadi US$2.110,70 per lembarnya.

Sebelumnya, para analis berpikir kenaikan harga saham Alphabet akan 13% di akhir tahun nanti. Namun, dalam sebulan terakhir, beberapa analis optimistis bahwa harga saham perusahaan Amerika Serikat ini bisa melesat 22,8%.

Sekali lagi, Alphabet menunjukkan kepada Wall Street perihal tidak akuratnya pelaporan laba kuartal IV. Raksasa periklanan online ini akhirnya menghasilkan US$22,30 per saham dalam periode tersebut, mengalahkan 40% perkiraan-perkiraan sebelumnya.

Para analis barangkali membuat kekeliruan dalam penentuan harga saham Amerika Serikat dalam jajaran perusahaan S&P 500. Namun, ketika mereka melakukannya, dan kita memperhatikan langkah-langkah mereka, kita tentu bisa memperoleh untung dari hasil prediksi mereka yang belum tentu keliru.

Berikut ini ada tujuh saham dalam indeks S&P 500 dengan target kenaikan harga cukup besar hingga akhir tahun ini. Semuanya memiliki 8% atau lebih kemungkinan untuk naik setelah kenaikan target 20% atau lebih dalam 30 hari terakhir.

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Investor’s Business Daily



Sumber : pluang.com