Category Archives: Pluang

APBN Dalam Tekanan: Saat Subsidi BBM & Listrik Jadi Bom Waktu Fiskal

Ada permainan fiskal yang sedang terjadi di Indonesia  dan konsekuensinya mulai terasa nyata. Pemerintah memilih menahan harga BBM bersubsidi dan tarif listrik rumah tangga tetap di level lama, meski harga minyak mentah dunia merangsek naik akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Pertamina resmi mengumumkan: per 1 April 2026, tidak ada kenaikan harga BBM. Keputusan populis itu memang menjaga daya beli rakyat tapi diam-diam menambah beban besar pada kas negara. Selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat harus ditanggung APBN dalam bentuk subsidi dan kompensasi energi.

Berapa Besar Proyeksi Defisitnya?

APBN 2026 awalnya dirancang dengan defisit 2,68% dari PDB, masih di bawah batas aman 3% yang diamanatkan undang-undang. Namun asumsi itu disusun saat harga minyak masih di kisaran USD 70 per barel dan kurs Rp16.500/USD. Pada Maret 2026, harga minyak sempat melampaui USD 100 dan rupiah menyentuh Rp16.990/USD. Berikut tiga skenario yang dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna:

Skenario

Defisit

Harga Minyak

Kurs

Catatan

Skenario Dasar

2,68%

USD70/barel

Rp16.500

Target awal APBN 2026 — masih aman

Skenario Moderat

3,53%

USD97/barel

Rp17.300

Batas 3% terlampaui — butuh penyesuaian

Skenario Pesimis

4,14%

USD115/barel

Rp20.000

Krisis fiskal — perlu langkah darurat

Sumber: Simulasi internal pemerintah, dibahas dalam Sidang Kabinet Paripurna Maret 2026, dikutip Kompas.id. Setiap kenaikan harga ICP USD1/barel berpotensi menambah belanja negara hingga Rp10,3 triliun. Untuk asumsi kurs, diprediksikan setiap pelemahan Rp100/USD → defisit melebar Rp800 miliar

Kenapa Harga BBM & Listrik Tidak Dinaikkan?

Pertanyaan yang lebih menarik bukan “seberapa besar defisitnya”  melainkan: mengapa pemerintah tetap memilih menahan harga meski tahu risikonya? Ada lima alasan utama:

  1. Daya beli yang rapuh. Kenaikan BBM langsung memukul biaya transportasi dan distribusi pangan. Ekonom memperingatkan risiko stagflasi: harga naik tapi pendapatan rakyat tidak ikut naik. Konsumsi rumah tangga adalah penyumbang utama PDB Indonesia.
  2. Momen politik yang sensitif. Tahun 2026 adalah tahun konsolidasi pemerintahan Prabowo. Menaikkan BBM dan listrik di tengah gejolak geopolitik berisiko memicu gejolak sosial yang jauh lebih mahal dari subsidi itu sendiri.
  3. Indonesia adalah net importir minyak. Produksi minyak domestik hanya 600–700 ribu barel per hari, sementara konsumsi mencapai 1,4–1,7 juta barel. Lebih dari separuh kebutuhan dipenuhi impor — dan dibayar dalam dolar AS.
  4. Program prioritas yang tak bisa dipangkas. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyerap Rp71 triliun, dengan usulan tambahan Rp50 triliun. Belanja pemerintah terus tumbuh dari segala arah, sementara penerimaan negara melemah.
  5. Kepercayaan investor yang sudah goyah. Moody’s dan Fitch sama-sama merevisi outlook utang Indonesia menjadi negatif pada 2026. Menaikkan BBM di momen ini bisa dibaca pasar sebagai sinyal krisis, memperburuk kondisi.

Apa Artinya Bagi Rupiah dan Investasimu?

Ketika defisit APBN membengkak, pemerintah harus menerbitkan lebih banyak Surat Berharga Negara (SBN) untuk menutup lubang anggaran. Imbal hasil obligasi naik, biaya utang membengkak, dan tekanan pada rupiah menguat — nilai tukar USD/IDR pun ikut bergerak.

Dalam kondisi seperti ini, menyimpan aset dalam denominasi dolar Amerika bukan lagi sekadar pilihan diversifikasi — melainkan langkah logis untuk melindungi nilai kekayaan. Dolar cenderung menguat saat fiskal Indonesia tertekan dan sentimen risiko meningkat.

Investasi USD/IDR & Raih Yield Dolar hingga 3,18% per Tahun

Di tengah tekanan fiskal dan pelemahan rupiah, portofolio berbasis dolar bisa menjadi perisai nilai asetmu. Di Pluang, kamu bisa berinvestasi di pasangan mata uang USD/IDR dan mendapatkan imbal hasil kompetitif — berpotensi tumbuh dari dua sisi: apresiasi nilai tukar dan yield yang menarik.



Sumber : pluang.com

Susah Nabung? Ah, Dasar Kamu. Mending Baca Cara Konsisten Nabung di Sini!

Salah satu penyebab kita gagal fokus menabung adalah karena tidak membayangkan kegunaan tabungan kita untuk jangka panjang. Kerapkali, tips konsisten menabung pun digagalkan oleh keinginan kita untuk menghambur-hamburkan uang untuk “saat ini juga”.

Karena itu, penting untuk memahami hal apa yang bakal membuatmu untuk tetap termotivasi menabung. Tujuan menabung tiap orang bisa saja berbeda. Dari untuk membayar DP rumah KPR yang diidamkan, bayar kebutuhan sekolah anak, hingga impian berlibur.

Apa pun tujuannya, memiliki patokan yang jelas mengenai apa yang kamu inginkan bakal membantumu konsisten menabung.

Apalagi dengan penghasilan yang pas-pasan, dan godaan yang datangnya dari berbagai penjuru setiap kita gajian, memastikan pundi-pundi cuan tidak melayang dari dompet memang bukan hal yang mudah. Menabung memang membutuhkan waktu dan juga motivasi yang kuat agar dapat diwujudkan.

Yuk, cari tahu apa saja yang biasanya menggagalkan kita dalam menabung dan bagaimana menghadapi persoalan itu agar kita tetap termotivasi menjalankan tips konsisten menabung.

Baca juga: Wahai Kaum Mager Nabung, Ini Lho Pentingnya Konsisten Nabung Bagi Kamu

Strategi untuk Melawan Hilangnya Motivasi Menabung

Ada banyak alasan kenapa orang cenderung gagal untuk menabung. Alasan paling umum adalah karena biasanya tujuanmu menabung tidak sejalan dengan nilai-nilai atau prinsip keseharianmu.

Biasanya, kita bakal butuh waktu untuk membuat tabungan dengan jumlah yang sesuai dengan tujuan kita. Ketika kita gagal sedikit saja untuk mencapainya, umumnya kita akan cenderung kehilangan minat untuk melanjutkan niatan mulia menabung.

Tidak adanya tujuan yang pasti, tidak terpantaunya tabungan, hingga kehilangan minat menabung di tengah jalan adalah hal yang lazim menghantui. Nah, makanya, ada baiknya kamu ikuti strategi dan tips yang kamu dapat terapkan untuk tetap menyalakan api konsisten menabung.

1. Pikirkan Kembali Alasanmu Menabung

Di balik semua keberhasilan orang dalam mencapai targetnya, terdapat tujuan yang kuat dan sejalan dengan nilai-nilainya. Kamu barangkali bertujuan untuk menyimpan uang demi liburan atau melakukan perjalanan, tapi mengetahui alasan di balik tujuan itu dapat membuatmu tetap termotivasi.

Identifikasikanlah apa tujuanmu menabung, hasrat yang membuatmu memutuskan tujuan itu, dan motif yang jelas mengapa kamu ingin menabung.

Apa saja prioritasmu? Entah itu untuk keluarga, menjaga kesehatan, atau alasan lainnya, pastikan kamu menempatkan skala prioritas yang tepat agar dapat berhasil menabung. Ketika kamu sudah merasa jelas dengan prioritas itu, maka proses pengambilan keputusan pun akan lebih mudah, dan ini bakal menuntunmu untuk berhasil menerapkan tips konsisten menabung.

2. Tentukan Berapa yang Mau Kamu Tabung

Pikirkan kembali tujuanmu menabung dan menetapkan jumlah uang yang ingin kamu tabung setiap bulannya bisa jadi tips konsisten menabung yang ampuh. Apakah nilai tabunganmu itu termasuk target yang mungkin untuk dicapai? Atau hanya di awang-awang belaka?

Pastikan kamu memetakan langkah-langkah kecil yang strategis. Misalnya, membagi-bagi jumlah tabungan tersebut menjadi ukuran yang lebih kecil, sehingga kamu tidak akan merasa terbebani untuk mencapai jumlah tabungan tersebut.

Baca juga: Ampuh Cegah Kantong Jebol, Ini Tips Keuangan di Tahun 2021!

3. Visualisasikan Pencapaianmu dalam Menabung

Seiring pergantian bulan dan tahun, kamu barangkali akan mulai kehilangan napas dan semangat untuk menabung. Mungkin saja kamu mulai kehilangan arah, tidak tahu mau ke mana sebenarnya tumpukan duit itu kamu tujukan.

Nah, jika ini terjadi, maka tips konsisten menabung yang bisa kamu tempuh adalah dengan mulai memvisualisasikan progress alias capaianmu.

Buatlah grafik personal yang menggambarkan dari bulan ke bulan, berapa banyak kamu sudah menabung, dan sudah berapa persen kamu lampaui untuk mencapai target tabunganmu.

Selanjutnya, setelah kamu sudah memvisualisasikan grafik itu, untuk milestone alias tiap titik capaian yang menurutmu pantas dirayakan, berilah tanda “hati” atau “bintang”. Kamu juga bisa memberikan hadiah kepada dirimu setiap kali titik itu berhasil dicapai.

4. Temukan Lingkungan yang Mendukungmu Menabung

Pepatah terkadang memang ada benarnya; dengan siapa kamu atau lingkungan seperti apa yang mengelilingi seseorang cenderung menentukan keberhasilan orang itu. Jim Rohn mengatakan, “Kamu adalah representasi dari setidaknya 5 orang yang paling sering kamu ajak berinteraksi.”

Jadi, siapa yang mengelilingimu? Apakah mereka adalah orang-orang yang mendukung pencapaianmu ataukah justru kerap menjatuhkan rasa percaya dirimu?

Saat kamu punya tujuan untuk berhasil menjalankan tips konsisten menabung, temukanlah orang-orang yang tepat dapat membantumu mencapai tujuanmu menabung.

Tidak usah sampai mengganti pergaulan, atau melakukan hal merepotkan lainnya. Kamu bisa mulai dari mem-follow akun-akun media sosial yang membuatmu termotivasi untuk terus menabung. Rutin menonton video YouTube atau mendengarkan podcast Spotify seputar menabung juga dapat membantumu tetap termotivasi. Jangan lupa, ada tumpukan buku seputar keberhasilan finansial yang dapat kamu baca di waktu senggang.

5. Evaluasi Berkala Capaian Tabunganmu

Jika kamu tak merasa termotivasi seperti sebelum-sebelumnya, barangkali ini saatnya untuk melakukan evaluasi.

Barangkali beberapa perubahan terjadi di hidupmu, sehingga kamu perlu mengubah jumlah dana tabungan bulananmu. Mungkin saja kamu punya tujuan tabungan lain, dan membuatmu perlu membuat akun rekening tabungan baru dan memfokuskan danamu pada tujuan itu.

Apa pun itu, melakukan evaluasi dan memvisualisasikan kembali target capaianmu bisa jadi tips untuk terus konsisten menabung. Mengadaptasikan diri akan membantumu untuk terus termotivasi.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: The Balance, Go from Broke



Sumber : pluang.com

Lagi Rame Investasi Kripto Bodong. Bagaimana Cara Memilih Platform Kripto yang Tepat?

Perkara investasi bodong seolah tak ada hentinya. Setelah berkedok investasi saham dan reksa dana, kini pihak-pihak tak bertanggung jawab mulai membidik aset kripto sebagai dalih aksi tipu-tipu mereka. Membuktikan bahwa sekadar mengamalkan tips investasi saja tak cukup untuk mendulang cuan di zaman sekarang. Namun, juga perlu dibekali dengan kemawasan diri.

Salah satu bentuk penipuan berkedok investasi aset kripto baru saja terungkap baru-baru ini.

Sebuah platform kripto bernama EDCCash belakangan tengah menjadi buah bibir setelah puluhan membernya ngamuk dan menyatroni rumah sang CEO di bilangan Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. Kala itu, anggota platform itu mengaku tidak bisa mencairkan cuan yang dijanjikan dari investasi tersebut. Kalau pun cair, maka hasilnya tidak sesuai dengan nilai yang tertera.

Ternyata, aparat penegak hukum menemukan bahwa investasi EDCCash, yang menyediakan produk aset kripto bernama E-Dinar Coin Cash ini, diduga merupakan skema penipuan. Adapun produk E-Dinar Coin Cash tersebut pun tak terdaftar di situs Coinmarketcap, sebuah situs yang menampilkan nilai kapitalisasi pasar aset kripto. Tak hanya itu, EDCCash pun ternyata tak mengantongi legalitas usaha.

Drama investasi bodong ini pun akhirnya berakhir tragis. Sang CEO platform tersebut akhirnya diringkus Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri dengan tuduhan melakukan penipuan, penggelapan, dan pencucian uang. Kepolisian pun ikut menyita sejumlah barang bukti dari rumah tersangka seperti belasan mobil mewah dan uang tunai.

Sementara itu, bagaimana nasib dana korban? Ternyata, mereka masih harus gigit jari. Hingga saat ini, masih belum terdapat kejelasan ihwal skema pengembalian dana meski kepolisian masih melakukan proses hukum atas kasus ini.

Dari kasus di atas, Sobat Cuan tentu bisa belajar untuk berhati-hati dalam memilih platform aset kripto. Sehingga, Sobat Cuan perlu memahami tips jitu investasi kripto sebelum nyemplung di bidang ini. Lantas, seperti apa langkah mitigasi yang bisa Sobat Cuan terapkan?

Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

Tips Memilih Platform Investasi Aset Kripto

1. Tengok Perizinan

Ini merupakan langkah paling awal yang bisa Sobat Cuan lakukan dalam memilih sarana investasi aset kripto.

Di Indonesia, perdagangan aset kripto masuk ke dalam perdagangan komoditas, sehingga seluruh aktivitasnya diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sehingga, platform investasi aset kripto yang beneran tentu sudah terdaftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto. Nah, daftar pedagang resmi dan diakui pemerintah tersebut tercantum di dalam Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020.

Biasanya, pedagang aset kripto yang resmi selalu mencantumkan logo Bappebti di situs resmi atau aplikasinya. Hanya saja, kadang terdapat platform investasi yang telah mencantumkan logo Bappebti meski namanya tidak terdaftar di peraturan di atas. Namun, Sobat Cuan tak perlu khawatir. Platform yang jujur dan legal pasti akan menjelaskan secara gamblang di situsnya bahwa mereka adalah kanal penjualan dari salah satu calon pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Bappebti.

2. Perhatikan Reputasi

Ibarat pepatah, tak kenal maka tak sayang. Jadi, Sobat Cuan pun harus rajin mencari tahu tentang reputasi sang platform aset kripto sebelum memutuskan untuk menempatkan dana.

Kamu bisa mencari tahu tentang reputasi para platform ini dari berbagai sumber. Misalnya, ulasan aplikasi yang terdapat di app store atau Google Playstore. Selain itu, kamu juga bisa bertandang ke akun media sosial resmi platform tersebut untuk melihat gambaran kasar tingkat kepercayaan konsumen. Dan terakhir, kamu juga bisa gali informasi melalui mesin peramban Google. Di zaman sekarang ini, menelusuri rekam jejak menjadi perkara yang jauh lebih mudah.

3. Kepastian Mengenai Asuransi

Tips memilih platform investasi aset kripto berikutnya adalah mencari kepastian mengenai asuransi atas dana-dana yang kamu tempatkan di medium tersebut. Asuransi ini sangat berguna agar kamu tak buntung kalau hal-hal buruk terjadi kala kamu menempatkan dana di platform tersebut. Salah satunya adalah jika perusahaan bangkrut atau memutuskan tidak beroperasi lagi.

4. Aspek Keamanan Teknologi

Platform investasi aset kripto yang baik tentu akan mengedepankan aspek keamanan. Tujuannya, agar investor merasa nyaman dan tenang dalam mentraksasikan dananya di platform tersebut.

Pada umumnya, platform investasi aset kripto akan memintamu untuk membuat kata kunci sebagai tanda verifikasi transaksi. Selain itu, platform aset kripto juga akan memintamu untuk melakukan proses Know Your Customer (KYC) agar transaksi yang dilakukan di platform tersebut benar-benar dilakukan oleh individu beridentitas asli.

Setelah kamu melakukan langkah-langkah di atas, maka nampaknya kamu sudah bisa memulai petualangan cuan aset kriptomu di platform tersebut. Dan pastinya, Pluang adalah aplikasi yang tepat bagimu dalam melangkahkan kaki di kancah investasi aset kripto. Utamanya, jika kamu mau berinvestasi Bitcoin dan Ethereum.

Bicara soal keamanan, investasi di Pluang tentu 100% aman. Pluang merupakan kanal penjualan dari PT Zipmex Exchange Indonesia, sebuah pedagang fisik aset kripto yang terdaftar dan diawasi Bappebti. Selain itu, dana investasi aset kripto kamu juga dijamin oleh BitGo, lembaga kustodian aset kripto terkemuka dan teraman di dunia.

Baca juga: Seberapa Penting Membicarakan Masalah Keuangan dengan Pasangan?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Detik.com, Finsmes



Sumber : pluang.com

Hai Sobat Cuan, Begini Lho Cara Maksimalkan Cuan di Reksadana Pendapatan Tetap

Pergerakan nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melorot selama sebulan terakhir. Contohnya pada Kamis (28/4). Pada pembukaan perdagangan, IHSG dibuka pada level 5.975,86, atau terjungkal dari posisi 6.166,82 tepat sebulan yang lalu. Tentunya, di saat seperti ini, investor sudah mulai kelimpungan mencar investasi alternatif dari saham.

Nah, dalam kondisi seperti ini, instrumen investasi reksadana biasanya menjadi primadona. Ya, reksadana, khususnya reksadana pendapatan tetap, sudah teruji memliki daya cuan yang kuat terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Berdasarkan data Infovesta, ketika IHSG mencatatkan pertumbuhan imbal hasil -5,09%, dan diikuti oleh pelemahan return produk reksadana saham sebesar -10,29% di tahun lalu, reksadana pendapatan tetap justru berkibar memberikan cuan maksimal dengan tingkat imbal hasil 8,99%.

Angka tersebut bahkan mengalahkan imbal hasil reksadana pasar uang yang hanya menghasilkan cuan 4,61% serta reksadana campuran dengan imbal hasil hanya 0,36%.

Namun, cuan reksadana pendapatan tetap tak akan maksimal jika tidak disertai dengan tips-tips investasi reksadana yang juga ampuh. Nah, lantas apa saja tips investasi yang bisa dilakukan demi mendulang cuan reksadana pendapatan tetap yang mumpuni?

Baca juga: Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

Tips Cuan Investasi Reksadana Pendapatan Tetap

1. Alokasikan 20% dari pendapatan untuk membeli reksa dana

Membeli unit penyertaan (UP) reksadana, khususnya pendapatan tetap, tidaklah semahal jika sobat cuan membeli logam mulia atau instrumen investasi lainnya. Kamu bisa membelinya dengan dana mulai dari Rp100 ribu saja.

Hanya saja, supaya lebih maksimal cuannya, coba membeli UP reksadana pendapatan tetap dengan nilai 20% dari penghasilan di setiap bulannya.

Misalnya, Sobat Cuan memilki penghasilan Rp6 juta per bulan. Artinya, kamu bisa menyisihkan sekitar Rp1,2 juta per bulan untuk membeli produk reksadana pendapatan tetap. Pastinya, nilai tersebut tidaklah besar jika dibandingkan dengan jumlah cicilan rumah ataupun mobil yang Sobat Cuan perlu tanggung setiap bulan.

Hanya saja, imbal hasil reksadana jenis ini bisa dirasakan maksimal dalam jangka waktu satu sampai tiga tahun. Sesuai dengan karakteristik portofolionya, 80% dana dalam reksadana pendapatan tetap dibenamkan pada instrumen utang ataupun obligasi yang umumnya memiliki tenor satu sampai lima tahun.

2. Pahami Tujuan Investasi

Ada pepatah yang mengatakan bahwa investasi tidak bisa dipaksakan. Sehingga, Sobat Cuan juga harus bisa menemukan landasan untuk berinvestasi reksadana pendapatan tetap dulu sebelum melakukannya. Dengan kata lain, kamu perlu menentukan tujuan finansialmu terlebih dulu.

Hal tersebut perlu dilakukan agar kamu tetap termotivasi dan juga konsisten untuk membeli reksadana pendapatan tetap setiap bulannya. Jika sudah begitu, maka mendapatkan keuntungan hanyalah masalah waktu.

Selain itu, memahami tujuan investasi juga dimaksudkan agar kamu bisa memilih produk investasi yang sesuai dengan profil dan kebutuhan keuanganmu. Misalnya, jika kamu ingin mendapatkan dana kurang dari satu tahun, maka reksa dana saham bisa dijadikan pilihan.

Dan yang paling penting, jangan juga lupa untuk memahami risiko dari setiap produk reksadana. Baik itu pendapatan tetap, saham, campuran ataupun pasar uang.

3. Piih Produk yang Sesuai

Ada dua jenis reksadana pendapatan tetap (RDPT), yakni RDPT yang tidak membagikan dividen kepada setiap pemegang UP dan RDPT yang memiliki kebijakan membagikan dividen secara berkala.

Dalam hal ini, reksadana pendapatan tetap yang tidak membagikan dividen, alias memilki tujuan untuk reinvestasi, cocok untuk investor yang memiliki tujuan jangka pendek, yakni satu sampai tiga tahun.

Namun, mereka yang punya profil risiko konservatif bisa memilih reksadana pendapatan tetap yang membagikan dividen. Di sini, investor akan mendapatkan imbal hasil secara berkala dari dividen dan bisa digunakan untuk berinvestasi dalam jangka waktu yang lebih lama.

Baca juga: Apa Itu Reksadana?

4. Pilah-Pilih Obligasinya, Kak!

Namanya investasi tidak ada yang bebas risiko, termasuk reksadana pendapatan tetap. Dalam perkara ini, momok utamanya terletak dari jenis obligasi yang dijadikan sebagai underlying asset.

Perlu diketahui bahwa kualitas obligasi yang dijadikan underlying asset bisa menimbulkan risiko likuiditas. Artinya, obligasi atau surat utang yang susah untuk diperjualbelikan. Hal ini biasanya disebabkan oleh hasil pemeringkatan efek lembaga rating. Semakin rendah rating yang diberikan, maka semakin sulit perusahaan untuk membayar obligasi yang sudah diterbitkan.

Namun, kalau Sobat Cuan mau tetap aman, tentu underlying asset berupa obligasi pemerintah bisa dijadikan pilihan yang jitu. Obligasi pemerintah cenderung menawarkan harga yang fluktuatif, namun relatif lebih mudah dijual. Hal ini merupakan kebalikan dari obligasi korporasi yang memilki harga stabil namun lebiih sulit dijual.

Selain itu, pelaku pasar juga mengenal obligasi pemerintah sebagai aset utang yang anti gagal bayar. Sebuah keunggulan yang lebih oke dibanding obligasi korporasi.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Tertarik berinvestasi di reksadana pendapatan tetap?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bareksa, Reksadana Untuk Pemula



Sumber : pluang.com

Alasan Kenapa HODL adalah Strategi Investasi Bitcoin yang Bikin Cuan

Apa sih strategi investasi Bitcoin yang bisa bikin tajir? Sobat Cuan, jalan untuk tajir melalui Bitcoin adalah jalan yang dapat dilalui siapa pun. Sejak peristiwa bersejarah dan berdarah pada 12 Maret 2020 ketika harga Bitcoin turun 50% dalam 1 hari, harganya kini selalu dalam tren naik yang konstan.

Bahkan pada April 2021 ini, pergerakan harga Bitcoin bak rollercoaster. Dari mulai meroket ke level tertinggi sepanjang masa di sekitar US$64.000, hingga melorot tajam ke area kisaran US$47.000 per keping. Namun, kamu perlu lihat ‘gambar besar’ dari pergerakan harganya.

Bitcoin naik dari sekitar US$3.800 menjadi US$64.000 hanya dalam waktu sekitar 1 tahun, dan berada dalam bull run bersejarah. Banyak orang menghasilkan cuan dalam Bitcoin, dan kamu pun pasti penasaran bagaimana caranya untuk bisa ikutan tajir.

Strategi Investasi Bitcoin untuk Cuan

Tapi apa artinya menghasilkan keuntungan dalam Bitcoin? Sebagian besar orang berpikir bahwa keuntungan berarti menghasilkan lebih banyak dolar AS atau mata uang fiat lain. Namun, hal itu tidaklah pas. Menghasilkan untung dalam Bitcoin adalah ketika jumlah total satoshi (jumlah BTC yang kamu miliki) ikutan naik.

Pada akhirnya, ketika mata uang fiat mati, satu-satunya hal yang kamu miliki adalah Bitcoin. Saat menghitung keuntungan, kamu perlu menggunakan unit akun yang benar. Bitcoin adalah unit akun yang lebih unggul, bukan dolar AS yang sedang mengalami tren turun.

Baca juga: Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

Sekarang setelah mengevaluasi kekayaan dalam istilah BTC, strategi investasi Bitcoin apa yang sebaiknya kita lakukan agar bisa kaya? Apakah memperdagangkan Bitcoin? Memperdagangkan aset kripto lainnya? Mencoba mengatur waktu pasar, membeli rendah dan menjual tinggi? Jawaban atas semua pertanyaan itu adalah bukan.

Cara termudah untuk menghasilkan keuntungan dalam Bitcoin adalah dengan membeli dan HODL alias menahan kepemilikannya. Itu dia. Tidak ada yang rumit. Tidak perlu waktu lama, dan kamu bahkan tidak perlu memikirkannya.

Strategi Investasi Bitcoin: Menabung

Hal yang indah tentang Bitcoin adalah ia tidak berinvestasi, melainkan menabung. Ketika kamu berinvestasi, kamu mengambil uang yang kamu peroleh dari pekerjaan harian kamu dan menginvestasikannya dalam aset seperti saham dan real estat. Harapannya, kamu dapat menghasilkan keuntungan di masa depan dengan menjualnya.

Kamu harus menggunakan uang dan membeli aset dengannya, dan investasi kamu bisa menjadi buruk. Menabung berarti mengambil uang yang kamu peroleh dan menyimpannya. Tidak mengambil Bitcoin kamu dan berinvestasi ke aset lain dengan harapan mendapatkan keuntungan. Tetapi hanya membiarkannya diam di sana dan tidak melakukan apa-apa.

Menabung dalam Bitcoin adalah cara terbaik untuk meningkatkan daya beli kamu. Alasannya adalah pasokan terbatas sebesar 21 juta BTC yang ditambah dengan meningkatnya adopsi pengguna. Yang harus kamu lakukan hanyalah ‘duduk’ di atas Bitcoin. Kamu sama sekali tidak perlu menggunakan Bitcoin kamu untuk mengambil risiko.

Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

Bitcoin bukanlah gelembung raksasa yang ditakdirkan untuk pecah menjadi US$0. Itu hanya sesuatu yang dikatakan para pembenci ketika mencoba mendiskreditkan Bitcoin. Setelah memahami cara kerja protokol Bitcoin, kamu akan sadar bahwa hanya ada sedikit, atau bahkan tidak ada risiko dalam menggunakannya sebagai sarana menabung.

Fluktuasi harga hanyalah respons dari pelaku pasar dan tidak ada hubungannya dengan bagaimana Bitcoin diatur. Harga Bitcoin padahal sedang mengalami lonjakan tinggi dan siklus pelemahan kecil, yang sebenarnya sedang dalam perjalanan menuju tak terbatas.

Siapa pun yang membeli atau menggunakan model menabung dengan strategi dollar cost averaging dengan Bitcoin, akan mendapat untung. Sampai nantinya kamu di titik di mana setiap kali kamu menumpuk lebih banyak Bitcoin, kamu mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa. Terlepas dari harga Bitcoin saat ini.

Alasan Lain Kenapa HODL Bakal Membuatmu Cuan

Seperti kita tahu, saat ini banyak investor institusi atau perusahaan yang ramai-ramai memborong Bitcoin. Dari mulai MicroStrategy hingga Tesla yang memborong Bitcoin senilai US$1,5 miliar atau setara Rp21 triliun. Nah, berikut alasan strategi investasi Bitcoin para investor institusi.

Suku Bunga Rendah Secara Historis

Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell menegaskan bahwa kita dapat memprediksi suku bunga mendekati nol di masa mendatang. Hal ini secara negatif mempengaruhi portofolio pendapatan tetap investor dalam obligasi dan treasury, dan menciptakan ruang untuk alokasi ke dalam investasi alternatif.

Baca juga: Lagi Rame Prediksi Aset Kripto Bakal Bubble, Benarkah?

Inflasi

The Fed menargetkan tingkat inflasi rata-rata 2%. Nah, investor yang menggunakan uang tunai atau instrumen berimbal hasil rendah semakin khawatir tentang devaluasi moneter. Apakah ini menjadi alasan yang tepat untuk menyimpan kekayaan di aset lain?

Ketidakstabilan Geopolitik

Ketegangan politik antara AS dan China meningkat, dan status mata uang cadangan dolar AS semakin dipertanyakan. Hal ini membuat memegang portofolio yang sebagian besar berdenominasi dolar AS menimbulkan risiko yang melekat pada investor jangka panjang.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Nasdaq, Forbes



Sumber : pluang.com

Nabung di Bank vs Dompet Kripto. Mana yang Lebih Untung?

Selama ini, kita mengetahui bahwa membuka rekening bank adalah cara utama bagi masyarakat untuk menabung. Banyak manfaat yang bisa didapat dengan menabung di bank, mulai dari keamanan hingga mendapatkan bunga. Namun, seiring perkembangan zaman, kini sudah banyak masyarakat yang mencoba menabung di dompet aset kripto.

Sejatinya, konsep menabung di aset kripto sama seperti dengan menabung di bank. Kamu bisa menyimpan aset kriptomu di beberapa platform yang menyediakan pembukaan “rekening” menabung.

Kegiatan ini umumnya dilakukan di dalam ekosistem decentralized finance (DeFi), dan masuk ke dalam kategori staking. Crypto staking sendiri merupakan aktivitas di mana pengguna aset kripto dapat mendulang cuan hanya dengan memvalidasi transaksi atau segala aktivitas yang terjadi di atas sistem blockchain.

Maka dari itu, tak heran jika kamu nantinya juga bisa mendapatkan cuan dalam bentuk “bunga tabungan” jika menempatkan aset kriptomu di dompet-dompet tersebut. Tapi, kamu pasti kemudian akan bertanya-tanya: Dari mana sumber pendapatan bunga tersebut?

Lagi-lagi, jawaban tersebut ternyata serupa dengan bank konvensional. Dana yang kamu simpan di dompet-dompet tersebut akan disalurkan lagi ke dalam bentuk pinjaman. Artinya, nanti kamu akan memperoleh pendapatan dari bunga kredit yang diajukan oleh para debitur aset kripto.

Namun, menyoal besaran pendapatan bunga, sebenarnya manakah yang lebih untung? Menabung di aset kripto? Atau menabung di bank?

Nah, salah satu platform yang bisa kamu manfaatkan untuk menabung aset kripto adalah Pluang! Kamu bisa menabung Bitcoin atau Ethereum dan mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun. Selain itu, kamu pun bisa mengaksesnya dengan praktis dan bisa menarik tabunganmu kapan saja!

Baca juga: Mengenal Berbagai Tipe Cryptocurrency Wallet

Adu Untung Menabung di Bank vs Dompet Aset Kripto

Salah satu alasan mengapa banyak orang yang mulai bergerak menyimpan kekayaan di dompet kripto adalah imbal hasilnya. Di luar negeri, ternyata banyak platform yang menyediakan imbal hasil tahunan, atau kerennya disebut sebagai Annual Percentage Yield (APY), yang berkisar dari 3% hingga 12%.

Nah, angka imbal hasil yang tokcer ternyata sukses bikin masyarakat tergoda untuk mengikuti tren menabung ini. Menurut data Defipulse, jumlah total aset kripto terkunci (Total Value Locked/TVL) di aplikasi DeFi sudah mencapai US$65 miliar (per 29 April 2021). Atau, melonjak 7.219% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$888,1 juta. Betul, kamu tak salah baca: 7.219%.

Angka imbal hasil yang lumayan besar ini pun harusnya tidak mengherankan lho, Sobat Cuan. Perlu diketahui bahwa kegiatan pinjam-meminjam di aplikasi DeFi tidak diatur oleh regulator jasa keuangan, sementara tingkat bunganya pun tak diatur oleh bank sentral. Sehingga, tingkat bunga menabung di aktivitas ini bisa berada di level yang tinggi dan terbilang menggiurkan.

Namun, tingkat bunga yang bisa kamu raih pun tergantung dengan jenis aset kripto yang kamu genggam.

Di dalam aplikasi menabung kripto, tingkat bunga kerap kali ditentukan oleh sistem-sistem algoritma yang didasarkan pada beberapa faktor seperti tingkat likuiditas dan tingkat transaksi masing-masing aset kripto. Makanya, kamu kerap menemukan bahwa menabung Bitcoin, misalnya, tentu akan menghasilkan APY yang berbeda dengan menyimpan Ethereum.

Lantas, bagaimana perbedaannya dengan imbal hasil menabung di bank konvensional?

Menurut data Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia (SEKI) yang dirilis Bank Indonesia per Februari 2021, tingkat suku bunga tabungan perbankan Indonesia berkisar antara 0,69% hingga 1,21%. Seperti yang terlihat di grafik di bawah ini:

Sementara itu, suku bunga berjangka rupiah pun tidak sebesar apa yang ditawarkan oleh tabungan kripto. Data tersebut pun bisa dilihat di tabel bawah ini, yang mencantumkan rata-rata  bunga tabungan berjangka di bank umum, bank persero, bank pemerintah daerah, bank swasta nasional, dan bank asing.

Setelah melihat data-data di atas, kira-kira apa jagoan kamu nih, Sobat Cuan? Menabung di bank? Atau justru makin tertarik menyelami tabungan aset kripto?

Konsiderasi Menabung di Dompet Aset Kripto

Pepatah mengatakan bahwa high risk, selalu memberikan high return. Begitu pun dengan menabung di dompet kripto. Meski memiliki bunga yang bikin ngiler, nyatanya kegiatan ini pun memiliki risikonya tersendiri.

Risiko pertama yang perlu kamu ketahui adalah volatilitas harga aset kripto. Kamu mungkin menyadari bahwa harga aset kripto bisa jungkat-jungkit dalam sekejap. Hal tersebut bisa saja mempengaruhi nilai APY yang kamu inginkan di masa depan. Sebagai contoh, kalau APY menabung kamu sebesar 10% namun harga aset kripto amblas 15%, artinya kamu akan tekor 5% secara riil, kan?

Kemudian, rsiko kedua yang perlu kamu pahami adalah masalah likuiditas. Di dalam kegiatan menyimpan aset kripto, kamu tak bisa menariknya sesuka hatimu. Ini lantaran beberapa platform aset kripto mengharuskan penggunanya untuk “mengunci” aset kriptonya selama periode tertentu. Bisa jadi sehari, atau hingga 90 hari.

Jadi, kalau harga aset kripto kamu amblas di periode “kunci” tersebut, kamu tentu tak bisa menariknya begitu saja. Ya, tanggung sendiri risikonya ya, Sobat Cuan!

Yang terakhir, kamu juga perlu tahu bahwa imbal hasil menabung aset kripto hanya berupa simple interest. Artinya, tabungan kamu tak bisa membangun bunga majemuk (compound interest) di jangka panjang. Meski demikian, tentu imbal hasil tabungan aset kripto tetap bikin kamu tertarik, kan?

Sobat Cuan tertarik untuk menabung aset kripto? Yuk, nabung di Pluang! Kamu bisa mendapatkan imbal hasil hingga 3,5% per tahun hanya dengan menabung Ethereum dan Bitcoin. Selain itu, kamu juga bisa menarik tabunganmu kapan saja, hanya di Pluang!

Baca juga: Mau Coba Simpan Aset Kripto di Dompet DeFi? Berikut Tipsnya!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Forbes, SEKI Bank Indonesia



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan, Yuk Simak 5 Fakta Unik Apple Berikut!

Salah satu fakta uniknya, hingga kuartal IV lalu, Apple membukukan pendapatan US$123,9 miliar, tumbuh tumbuh 49% dibanding kuartal sebelumnya atau 11% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Jika dirupiahkan, maka pendapatan Apple di triwulan lalu sudah mencapai Rp1.784 triliun! Gokil banget, kan?

Di samping itu, ada banyak fakta menarik mengenai Apple, lho! Apa saja sih? Yuk, simak bersama!

Baca juga: Pluang Insight: Produk Makin Apik, Pendapatan Apple Kian Ciamik!

5 Fakta Unik Apple

  1. Kapitalisasi Pasar Apple Inc’ lebih besar daripada Produk Domestik Bruto (PDB) 25 negara di dunia!
  2. Perusahaan pertama di AS yang kapitalisasi pasarnya mencapai US$700 miliar di tahun 2015!
  3. Kalau Apple diibaratkan sebagai negara, maka ukuran kapitalisasi pasar Apple berada di urutan ke-27 dunia di antara Venezuela dan Belgia.
  4. Salah satu pendiri Apple, Steve Woznia, harus rela menjual kalkulator sains miliknya senilai US$500 di tahun 1976 demi meningkatkan modal usaha Apple. 
  5. Apple merupakan produsen kamera berwarna digital secara massal di dunia. Bukan Fujifilm, Canon, Nikon, maupun Sony.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com

Ada Prediksi Harga Bitcoin Turun, Apakah Itu Hal Wajar?

Sobat Cuan, seperti kita ketahui harga Bitcoin saat ini sedang dalam situasi yang volatil hingga muncul prediksi harga Bitcoin turun. Hal itu pun disadari oleh beberapa jasa penasihat keuangan internasional. Salah satunya adalah Guggenheim Partners yang mengatakan bahwa aset kripto terbesar di dunia itu telah naik terlalu jauh. Bahkan, terlalu cepat.

“Mengingat pergerakan besar-besaran yang kita alami dalam harga Bitcoin jangka pendek, semuanya menjadi sangat ‘berbusa’. Saya pikir kita akan memiliki koreksi harga besar dalam Bitcoin,” kata Global Chief Investment Officer Guggenheim Partners Scott Minerd .

Guggenheim Partners sendiri mengaku optimistis dengan outlook harga Bitcoin di jangka panjang. Namun, tidak demikian untuk menaksir harga Bitcoin di jangka pendek. Sebagai buktinya, saat ini Bitcoin diperdagangkan di bawah US$55.000 per token. Padahal seminggu sebelumnya Bitcoin menembus level tertinggi sepanjang masa hampir US$65.000.

“Saya pikir bisa mengalami pelemahan ke US$20.000 hingga US$30.000 untuk Bitcoin, yang akan menjadi penurunan 50%,” imbuh dia.

Apakah Harga Bitcoin Turun Adalah Hal Normal?

Tetapi, di kesempatan yang sama, Minerd mengatakan bahwa kejadian ini juga pernah terjadi sebelumnya. Ia mengatakan bahwa penurunan harga sementara ini merupakan evolusi normal dalam pasar bullish jangka panjang. Di mana, nantinya harga Bitcoin akhirnya bisa mencapai antara US$400.000 hingga US$600.000 per unit.

Ia masih meyakini bahwa kelangkaan Bitcoin akan masih menjadi pendorong kenaikan harga raja aset kripto ini. Sekadar informasi, di dunia ini hanya terdapat 21 juta keping Bitcoin yang akan habis ditambang 2021 mendatang. Sesuai hukum permintaan dan penawaran, maka menipisnya suplai akan mengarah ke kenaikan harga.

Sebelumnya, Minerd pernah membagikan pandangan ini ketika harga Bitcoin melampaui level US$20.000 untuk pertama kalinya pada Desember 2020.

Baca juga: Alasan Kenapa HODL adalah Strategi Investasi Bitcoin yang Bikin Cuan

Harga Bitcoin Pernah Turun karena Crypto Winter, Namun Terbukti Bangkit

Bitcoin terus mengalami reli besar-besaran yang dimulai pada tahun 2020, dengan melonjak hampir 90% sepanjang tahun ini. Adopsi Bitcoin oleh institusi dan perusahaan dinilai sebagai salah satu faktor yang memicu kebangkitannya.

Beberapa perusahaan seperti Tesla menginvestasikan sebagian dari kepemilikan kas mereka dalam Bitcoin. Sementara itu, perusahaan jasa keuangan dari Mastercard hingga Goldman Sachs mulai menyediakan produk yang terkait aset kripto.

Meski demikian, laju kenaikan Bitcoin mulai mengkhawatirkan. Bahkan oleh beberapa figur bullish seperti Minerd, yang juga memperingatkan pelemahan besar jangka pendek pada awal tahun ini. Sementara beberapa pihak bearish terus berpendapat bahwa Bitcoin berada dalam bubble yang pada akhirnya akan pecah.

Bill Miller, value investor kawakan yang telah memiliki Bitcoin selama bertahun-tahun, mengatakan bahwa dia tidak khawatir tentang aset kripto yang berada dalam gelembung.

Baca juga: Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

Ia merujuk situasi pada tahun 2017, ketika mencapai rekor tertinggi hampir US$20.000. Dimana Bitcoin kemudian terus turun tajam di bulan-bulan berikutnya, kehilangan sekitar 80% nilainya yang dikenal sebagai “crypto winter” atau “musim dingin kripto”.

“Pasokan [Bitcoin] tumbuh 2% setahun dan permintaan tumbuh lebih tingga. Hanya itu yang perlu diketahui, dan itu berarti harga semakin tinggi. Namun ini mungkin bukan pergerakan mulus ke atas, karena volatilitas adalah ‘harga’ yang Anda bayar untuk performa Bitcoin,” kata Miller.

Ingat Siklus Empat Tahunan Bitcoin

Jika merujuk pada ucapan analis di atas, bisa disimpulkan bahwa amblasnya harga Bitcoin belakangan ini mungkin adalah hal yang wajar. Nah, untuk memahaminya lebih lanjut, ada baiknya kita mengunjungi kembali pembahasan mengenai siklus aset kripto.

Bagi mereka yang menggandrungi aset kripto, mungkin tahu soal mitos yang mengatakan bahwa harga Bitcoin memiliki siklus tersendiri. Yakni, satu siklus di mana tren harga Bitcoin punya pola yang berulang dalam kurun empat tahunan.

Kondisi tersebut mulai menjadi perhatian peminat Bitcoin setelah melihat anjloknya harga Bitcoin pada 2019 lalu. Para analis dan investor meyakini bahwa siklus harga Bitcoin empat tahunan memiliki empat fase berbeda di setiap tahunnya. Fase itu antara lain Fase Harga Eksponensial, Fase Harga Terkoreksi, Fase Harga Pemulihan, dan Fase Harga Berkelanjutan.

Menurut teori tersebut, seharusnya Bitcoin memasuki fase harga berkelanjutan di tahun 2021 ini. Yakni, fase di mana psikologis investor tengah termotivasi untuk melakukan aksi beli ketimbang aksi jual meski harga tengah menanjak.

Kendati “ilmu” ini dipercaya oleh fans Bitcoin garis keras, nyatanya masih ada yang meragukan akurasi dari pola yang dimaksud.

Baca juga: Ampun Bang Jago! Ini 7 Aset Kripto Yang Berani Nantang Dominasi Bitcoin!

Analis aset digital Benjamin Cowen adalah salah satu diantaranya. Menurutnya, siklus harga Bitcoin tidak akan selalu terjadi selama empat tahun sekali lantaran mekanisme permintaan-penawaran Bitcoin pasti juga akan berubah seiring waktu.

Tak hanya itu, semakin maraknya jumlah investor Bitcoin juga tentu telah mengubah pendapat pelaku pasar secara keseluruhan ihwal sentimen bullish dan bearish harga Bitcoin. Oleh karenanya, ia percaya bahwa satu fase harga Bitcoin, misalnya harga terkoreksi atau fase harga pemulihan, bisa saja terjadi lebih dari setahun atau bahkan dua tahun di masa depan.

Namun, apapun prediksinya, seluruh ahli tersebut sepakat bahwa memang harga Bitcoin suatu saat akan pulih di masa depan. Nah, apakah Sobat Cuan tak mau memanfaatkan momen saat ini untuk menyerok Bitcoin demi cuan masa depan? Langsung saja, yuk, investasi di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC



Sumber : pluang.com

Investasi Aset Kripto di Pluang Makin Seru dengan 45 Koin Baru!

Sama seperti koin-koin yang Pluang miliki sebelumnya, ke-45 aset kripto anyar ini bisa kamu dapatkan mulai dari Rp5.000 saja dan hanya dengan tiga kali klik. Sangat gampang dan terjangkau banget, kan?

Nah, apakah kamu penasaran dengan nama-nama 45 aset kripto baru di Pluang? Yuk, simak tabelnya di bawah ini!

Wah, menarik banget kan, Sobat Cuan? Yuk, buruan sikat 45 aset kripto baru di Pluang sekarang!

Dapatkan 45 Aset Kripto Baru Pluang di Sini!

Bagaimana Cara Membeli Total 89 Aset Kripto di Pluang?

Aset Kripto Pluang



Sumber : pluang.com

Mau Belanja Lebaran Tapi Gak Nguras Kantong? Nih, Simak Triknya di Sini!

Momen Lebaran kerap menghadapkan kita pada berbagai kebutuhan yang harus dipenuhi. Dari urusan dapur, busana baru, hingga menyiapkan “salam tempel” THR untuk sanak famili. Kalau sudah begini, mungkin kamu butuh tips belanja hemat lebaran agar semua keinginanmu terpenuhi.

Tapi, dari tahun ke tahun, kamu tentu semakin bisa memahami apa saja kebutuhanmu di saat lebaran. Lebaran memang kerap identik dengan hal-hal itu: sajian makanan khas lebaran, barang-barang baru, dan tentunya pakain baru yang bisa dikenakan saat hari raya.

Meski berbagai hal itu bukan suatu keharusan, tapi tentunya karena sudah menjadi tradisi, kamu sudah mempersiapkannya sejak jauh-jauh hari, bukan?

Apalagi ada Tunjangan Hari Raya (THR) yang dapat kamu manfaatkan untuk berbelanja. Agar uang THR-mu tidak habis begitu saja, ada beberapa jalan yang kamu lakukan untuk mengontrolnya agar tidak cepat ludes.

Untuk menghindari boros saat lebaran, kamu perlu menyusun strategi agar bisa hemat. Berikut ini tips belanja hemat liburan yang dapat kamu terapkan.

Baca juga: Jangan Tunda Lagi! Ini 8 Langkah Mengatur Keuangan yang Bisa Kamu Lakukan Sekarang!

1. Menentukan Anggaran Lebaran

Budget adalah kunci dalam berbagai strategi finansial yang jitu. Kalau kamu sudah punya daftar belanja untuk keperluan lebaran, ini saatnya merinci dan melakukan hitung-hitungan berapa dana yang kiranya akan kamu butuhkan untuk belanja lebaran.

Ada baiknya juga kamu mematok anggaran belanja tersebut untuk dibelanjakan sebelum hari H lebaran. Jadi, sebaiknya kamu belanja berbagai kebutuhan lebaran sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadan.

Selain menyiapkan dana untuk belanja, tentunya kamu juga perlu menyiapkan anggaran untuk THR dan parsel. Nah, coba hitung baik-baik, deh, semua kebutuhanmu di kala lebaran ini. Buatlah daftar siapa saja yang perlu diberikan THR dan parsel. Kalau perlu, jauh-jauh hari kamu sudah menyiapkannya ke dalam amplop-amplop terpisah.

2. Menyusun Rencana Belanja

Daftar prioritas adalah kunci selanjutnya dari belanja yang efektif. Tentunya kita selalu memiliki banyak kebutuhan yang mesti dipenuhi. Fokus membuat rincian peringkat seberapa pentingnya barang-barang belanjaanmu tersebut tentu akan membantumu belanja lebih efektif.

Tips belanja hemat lebaran ini juga dapat membantumu untuk terhindar dari godaan membelanjakan uang untuk barang-barang yang di luar skala prioritas.

Kamu juga bisa menyederhanakan prioritas tersebut. Misalnya saja, kamu dapat menyederhanakan menu makanan yang akan disajikan saat Ramadan.

Yang pasti, selalu sesuaikan pengeluaran di saat Lebaran ini dengan pemasukan juga anggaran yang telah kamu sediakan.

3. Memilih Tempat Belanja

Saat berbelanja, ingatlah bawa uang secukupnya saja dan jangan tergiur dengan diskonan. Kalau perlu, amankan kartu kreditmu dari jangkauan. Dalam tips belanja hemat lebaran, kamu tentu sering membaca soal mindset belanja hemat, nah ini saatnya kamu untuk menerapkannya.

Pilih tempat belanja yang menyediakan semua barang kebutuhanmu dengan harga murah dan lokasinya dekat dengan rumahmu. Ini dapat menghemat biaya transportasi menuju toko tersebut. Kalau kamu ingin menghemat ongkos transportasi, kamu malah sekalian dapat berbelanja online saja.

Mencari referensi tempat belanja dari internet dapat menjadi tips belanja yang perlu kamu coba. Carilah barang-barang yang kamu incar dari daftar di internet, lalu bandingkan harganya di tiap e-commerce.

Baca juga: Sukses dalam Semalam? Pelajari 7 Hal Ini Jika Kamu Mau Kaya!

4. Belanja Berdasarkan Kebutuhan, Bukan Keinginan

Pikirkan matang-matang sebelum berbelanja: apakah barang yang akan kamu beli itu bersifat kebutuhan ataukah sekadar keinginan sesaat saja?

Jangan sampai anggaran belanja membengkak karena kamu memasukkan lebih banyak barang yang tidak benar-benar kamu butuhkan. Karena itu, pastikan kamu betul-betul membelanjakan anggaranmu untuk kebutuhanmu dan keluarga.

5. Jangan Terburu-buru dalam Belanja, Incarlah Diskonan

Tips belanja hemat lebaran yang ampuh dari tahun ke tahun: manfaatkanlah momen diskon. Jelang lebaran, ada banyak toko yang kerap mengadakan diskon besar-besaran. Nah, kamu dapat memanfaatkan momen ini untuk membeli barang-barang yang telah masuk ke dalam daftar incaranmu.

Di saat bersamaan, jangan lupa untuk menahan diri dan melakukan pembelian sesuai dengan kebutuhanmu. Jangan sampai kamu kalap membeli lebih banyak daripada yang kamu butuhkan.

6. Ingat untuk Menyisihkan Uang Belanjamu

Seberapa banyak pun pengeluaranmu di saat lebaran ini, jangan lupa untuk menyisihkan sebagian uang belanjamu. Jangan sampai benar-benar menghabiskan uang yang kamu miliki hanya untuk membeli keperluan lebaran.

Tetap ingat, setelah lebaran berakhir, ada banyak keperluan lain yang masih membutuhkan alokasi dana yang sama matangnya. Hidup masih terus berlanjut. Jadi, jangan lupa juga untuk menambahkan sisa dana dari anggaran belanja lebaranmu ke dalam pos dana daruratmu.

Jika kamu sukses menjalankan tips belanja hemat lebaran di atas, selain menyisihkan dana untuk tabunganmu, ingatlah juga untuk membayar zakat, bersedekah, dan infaq. Sisihkan dana THR sekitar 10 persen untuk memperbanyak amalan infak dan sedekah.

Tentunya Ramadan menjadi momentum terbaik untuk beramal dan berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Liputan 6, Tokopedia



Sumber : pluang.com