Category Archives: Pluang

Pengumuman! SHIB, BTTC, & XEC Kini Sudah Mendarat di Pluang!

Nah, ketiga koin ini sudah tersedia di aplikasi Pluang mulai dari 24 Maret 2021 dan bisa kamu miliki mulai dari Rp5.000 saja dan tiga kali klik saja!

Seperti apa sih profil singkat masing-masing koin tersebut? Yuk, simak di sini!

Kenalan Lebih Jauh dengan 3 Koin Baru di Pluang

1. Shiba Inu (SHIB)

Siapa sih yang gak kenal SHIB? Token berlogo gukguk tersebut menjadi buah bibir setelah terang-terangan disayang-sayang oleh punggawa Tesla, Elon Musk. Popularitas SHIB yang melesat bak roket tersebut sukses mengantarnya menduduki peringkat ke-15 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar sejagat.

SHIB sendiri adalah memecoin yang mirip seperti saudaranya, Dogecoin (DOGE). Namun bedanya, SHIB dikembangkan di atas jaringan Ethereum, tidak seperti DOGE. Selain itu, Shiba Inu memiliki ekosistem yang mendorong penciptaan Non-Fungible Token (NFT) dan pengembangan exchange terdesentralisasi bernama Shibaswap.

2. Bittorent Chain (BTTC)

BTTC bisa dibilang masih anak bawang di kancah aset kripto. Pasalnya, BTTC merupakan token asli dari jaringan Bittorent Chain yang baru saja diluncurkan pada 30 Oktober 2021 lalu.

Jaringan Bittorent Chain merupakan jaringan heterogen pertama yang dibangun di atas jaringan TRON dan bisa dioperasikan secara lintas jaringan. Bahasa sederhananya, BTTC memungkinkan penggunanya untuk mentransfer aset kripto mainstream dari dan ke jaringan TRON, Ethereum, atau bahkan Binance Smart Chain (BSC) tanpa hambatan apapun!

3. eCash (XEC)

eCash (XEC) adalah wajah baru dari Bitcoin Cash ABC (BCHA), yang dulunya merupakan fork dari Bitcoin (BTC) dan Bitcoin Cash (BCH). Rebranding BCHA menjadi XEC sendiri terjadi pada 1 Juli 2021 kemarin.

Pengguna bisa memanfaatkan XEC sebagai uang kas elektronik yang bisa digunakan untuk membayar barang dan jasa. Uniknya, SEC menggunakan satuan denominasi unik bernama bits yang ditujukan untuk mengganti angka-angka desimal di belakang koma yang terlihat njelimet. Misalnya, alih-alih mengirimkan 0,00001000 BTC, pengguna bisa mengirimkan 10 bits saja menggunakan eCash.

Nah, apakah kamu makin tertarik memiliki ketiga koin di atas? Yuk, segera miliki SHIB, BTTC, dan XEC dan lebih dari 80 aset kripto lainnya di Pluang!

Dapatkan SHIB, BTTC, & XEC di Sini!

Mau belajar lebih jauh tentang aset kripto? Ga ada salahnya lho kamu belajar di Crypto 101 berikut!

Belajar Kripto Secara Mudah & Padat di Sini!

Bagaimana Cara Memiliki Total 92 Aset Kripto di Pluang?

Aset Kripto Pluang



Sumber : pluang.com

Mengenal Rencana Pajak Capital Gain yang Kini Disebut Ancaman SP 500

Pekan lalu merupakan momen yang sangat baik bagi investasi indeks saham Amerika Serikat, S&P 500. Di tengah kinclongnya pelaporan keuangan perusahaan S&P 500, atau biasa disebut earning season, nilai indeks yang dihuni 505 perusahaan beraset jumbo itu terus merangkak naik. Kini, nilai indeks S&P 500 sudah mendekati level 4.200 pada Kamis (29/4).

Hanya saja, kini analis mulai memprediksi bahwa moncernya nilai indeks S&P 500 bakal terhadang oleh dua hal: Ekspektasi inflasi dan kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berencana menaikkan pajak capital gain. Alias, pajak atas keuntungan investasi.

Khusus untuk pajak capital gain, ini merupakan wacana kebijakan baru yang diajukan Presiden AS, Joe Biden. Yang mengejutkannya, dalam proposalnya, Biden akan melipatgandakan tarif pajak tersebut. Tak berhenti sampai situ, pasar saham AS juga harus menghadapi rencana kenakan pajak penghasilan pada orang-orang kaya.

Respons pasar sudah langsung terlihat. Pada perdagangan Kamis (22/4), nilai indeks S&P 500 langsung jatuh ke level 4.183,18. Ini terjadi sepekan sebelum perusahaan teknologi besar raksasa S&P 500, yang biasa menjadi penopang indeks saham Amerika Serikat, mengumumkan kinerja perusahaannya di kuartal I.

Mungkin, hal ini akan menjadi mimpi buruk bagi investor — untuk sementara. Ketua dan Anggota Pengelola Hedge Fund Great Hill Capital LLC, Thomas Hayes mengatakan indeks S&P 500 bisa saja merosot 2.000 poin jika proposal kenaikan pajak ini diloloskan.

Namun pandangan berbeda diungkapkan oleh Manajer Portofolio Kingsview Investment Management Chicago, Paul Nolte. Memang, aksi jual dari investor akan marak dalam jangka pendek sebagai bentuk reaksi spontan jangka pendek atas rencana tersebut.

“Namun, setelah menjualnya, baru kemudian investor mempertanyakan mengapa kebijakan itu diambil,” jelasnya.

Baca juga: Apa Itu Venture Capital?

Penjelasan Pajak Capital Gain, yang Kini Dianggap Ancaman Investasi S&P 500

Dalam proposalnya, Biden mengusulkan bahwa pajak capital gain akan dipasang 39,6% bagi mereka yang berpenghasilan lebih dari US$1 juta. Usulan pajak tersebut ternyata hampir dua kali lipat dari tarif pajak saat ini yang sebesar 20%.

Selain perkara keuntungan investasi, Biden juga berencana untuk menaikkan tarif pajak pendapatan marginal dari 37% ke 39,6%.

Pemerintah AS harus menempuh kebijakan tersebut demi membiayai stimulus US$1 triliun dalam program “Rencana Keluarga Amerika”. Dana tersebut akan disalurkan untuk penitipan anak, pendidikan pra taman kanak-kanak universal, dan cuti berbayar untuk kelas pekerja.

Lantas, mengapa isu ini menjadi besar di kalangan pasar saham? Sekadar informasi, pajak capital gain dikenakan terhadap cuan yang dihasilkan dari penjualan sebuah aset investasi. Termasuk cuan dari kegiatan menjual saham-saham perusahaan.

Dengan demikian, trader dan investor saham perlu kian waswas. Sebab, kini seluruh keuntungan yang mereka hasilkan dari jual-beli saham akan semakin mini seiring kenaikan tarif pajak tersebut. Akibatnya, investasi saham menjadi kian tak menguntungkan, memaksa mereka untuk mencari kegiatan lain yang bisa mendulang untung lebih baik.

Namun, pajak ini tidak akan berlaku jika sang investor belum menjual aset genggamannya. Selain itu, pajak ini hanya akan berlaku sesuai dengan bracket-bracket penghasilan sang Wajib Pajak (WP) per tahunnya.

Namun, apakah benar kenaikan pajak capital gain akan mempengaruhi kinerja indeks S&P 500?

Tidak Ada Hubungan Antara Pajak Capital Gain dan S&P 500?

Di tengah ancaman tersebut, beberapa analis mengatakan bahwa investor tak perlu cemas dengan wacana tersebut.

“Sampai belum ada kejelasan informasi tentang pajak capital gain, pada umumnya pasar akan bergerak tanpa arah. Namun, yang terpenting adalah dampak dari keuntungan perusahaan teknologi di S&P 500 yang semua laporan keuangannya dirilis minggu ini,” ungkap Hayes.

Ya, di tengah isu kenaikan pajak, rupanya pasar lebih memilih untuk memperhatikan kinerja keuangan raksasa teknologi dunia seperti Microsoft Corp (MSFT.O), Induk Google Alphabet Inc (GOOGL.O) dan Facebook Inc (FB.O) yang baru saja melaporkan kinerja kuartalan pekan ini. Di mana, seluruh hasilnya ternyata cukup bikin investor tersenyum lebar.

Lagipula, mau ada kebijakan baru ataupun tidak, kinerja S&P 500 memang terbukti menorehkan capaian luar biasa sepanjang kuartal I tahun ini. IBES Refinitiv memproyeksikan, penghasilan perusahaan-perusahaan di S&P 500 akan melesat 31,9% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, banyak juga investor yang menerima rencana kebijakan tersebut dengan lapang. Bahkan, mereka beranggapan bahwa efek dari proposal tersebut hanya bersifat terbatas. Salah satunya adalah tim analis UBS Global Wealth Management yang masih belum menemukan hubungan secara historis antara perubahan tarif pajak capital gain dengan kinerja pasar saham.

“Meskipun kami juga tidak bisa mengesampingkan adanya volatilitas secara sederhana pada pasar ekuitas karena investor bereaksi terhadap proposal ini. Tetapi, umurnya akan sangat pendek,” katanya.

Lagipula pasar saham saat ini tentu lebih tahan banting, mengingat pukulan pajak capital gain ini bukan pertama kalinya terjadi di investasi S&P 50. Hanya saja, dampaknya terbilang berbeda-beda.

Sejarah Telah Membuktikan: Pajak Tak Bisa Goyahkan S&P 500

Kepala Strategi Pasar LPL Financial Ryan Detrick menjelaskan, nilai return indeks S&P 500 pada tahun 1969 dan 1976 memang sempat merosot dalam enam bulan setelah meningkatnya tarif pajak capital gain di tahun-tahun tersebut.

Namun hal berbeda terjadi pada 1987 dan 2013. Sebab, dalam waktu enam bulan setelah kenaikan tarif, indeks S&P 500 ternyata melonjak secara signifikan.

Sementara itu, analisis data Morningstar yang dilakukan Matthew Miskin memperlihatkan bahwa investor menarik US$38 miliar dari pasar ekuitas dan ETF enam bulan menjelang kenaikan tarif pajak capital gain di 2013. Namun, pada enam bulan ke depan, dana tersebut mampu menghasilkan US$58 miliar lantaran S&P 500 naik 18% selama setahun berikutnya.

“Hal ini menunjukkan jika investor menyerahkan portofolio sahamnya, kemungkinan besar investor akan kehilangan momentum. Pasar saham mungkin akan turun setelah adanya pergerakan kuat, tetapi rasanya risiko utamanya bukan terletak pada pajak capital gain,” jelas Miskin.

Baca juga: Apa Itu Capital Gain?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Reuters, Bloomberg, Fidelity, Investopedia



Sumber : pluang.com

Informasi Subsidi Pajak Transaksi Aset Kripto di Pluang di Mei

Seperti yang sudah kamu ketahui, seluruh transaksi aset kripto di exchanger aset kripto akan menjadi subjek Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penghasilan (PPh) mulai 1 Mei 2022 sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2022.

Namun, kabar baiknya, transaksi aset kripto Pluang difasilitasi oleh PT Crypto Indonesia Berkat (Tokocrypto) selaku pedagang aset kripto yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Oleh karenanya, Pluang akan memberikan subsidi pajak bagi seluruh pengguna Pluang yang bertransaksi kripto selama bulan Mei, yaitu sejak tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2022.

Dengan kata lain, beban pajak yang timbul atas seluruh transaksi aset kripto kamu selama periode tersebut ditanggung oleh Pluang. Sehingga, kamu tidak perlu khawatir karena transaksi kamu akan berjalan seperti biasa tanpa adanya tambahan biaya pajak apapun.

Untuk periode selanjutnya, Pluang akan mempertimbangkan cara dan penerapan yang terbaik untuk pengguna setia Pluang.

Pluang percaya bahwa kenyamanan pengguna merupakan prioritas utama. Namun, di sisi lain, Pluang harus taat terhadap seluruh peraturan pemerintah mengingat Pluang adalah perusahaan yang berdiri di Indonesia.

Selamat berinvestasi, salam cuan selalu, dan jangan ragu investasi aset kripto di Pluang!

Investasi Aset Kripto Hanya 3 Kali Klik di Sini!



Sumber : pluang.com

Investor Kripto RI Tembus 4,2 Juta. Gimana Caranya Agar Kita yang Paling Cuan?

Animo masyarakat akan aset kripto sedang memuncak pada kuartal pertama 2021 ini. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan bahwa 4,2 juta investor telah tercatat berinvestasi aset kripto. Dengan semakin mudahnya cara trading cryptocurrency, tak heran masyarakat kian merangsek masuk pasar kripto.

Jumlah investor aset kripto bahkan mengalahkan jumlah investor saham. Per Februari, data Single Investor Identification (SID) saham dalam Bursa Efek Indonesia sebanyak 2 juta investor. Tepatnya, sebanyak 2.001.288 akun investor. Angka ini naik 18,05% atau naik sebanyak 306.020 SID dibanding akhir 2020, sebanyak 1,69 juta akun SID saham.

Melihat perbandingan data tersebut, muncul kekhawatiran akan terjadinya pergeseran investor bursa saham ke aset digital secara masif. Bahkan, Bappebti menaksir bahwa minat investor akan aset ini akan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Jika diibaratkan, maka jumlah investor aset kripto tersebut lebih banyak dibandingkan satu penduduk provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang hanya 3,7 juta orang. Dengan banyaknya peminat aset kripto yang mengambil ceruk cuan di dalamnya, tentu kompetisi antar mereka di dalamnya akan semakin sengit, bukan?

Lantas, bagaimana sih, caranya agar seorang trader atau investo aset kripto punya cuan lebih unggul dibanding yang lainnya?

Baca juga: Langkah Sukses Trading, dari Stopp Loss Sampai Ubah Perspektif!

Pahami Dasar-dasar Berinvestasi Kripto

Sukses menjadi seorang investor atau trader aset kripto tentu tidak bisa diperoleh dalam semalam. Mereka yang berhasil cuan dari kripto umumnya memantau terus perkembangan harga tiap koin kripto dan juga perkembangan nilai token.

Tujuan para trader jelas: beli aset kripto saat murah, dan jual kembali saat harganya melambung. Sementara, para investor menjaga asetnya dalam jangka panjang dan menanti kejutan keuntungan yang dihasilkan dari bertahun-tahun investasinya.

1. Ketahui Hubungan Antara Risiko dan Cuan

Investor dan trader aset kripto yang sukses tahu bahwa cara trading cryptocurrency terbaik adalah memperhatikan kaitan antara besar risiko dan imbal hasil dari koin kriptonya.

Tentunya Sobat Cuan sudah familiar dengan istilah high risk, high return dalam investasi saham, bukan? Kurang lebih hal serupa pun berlaku ketika berinvestasi di aset kripto. Semakin besar risiko yang berani kamu ambil, maka semakin besar pula imbal hasil yang akan diperoleh.

2. Terapkan Analisis Teknis

Seperti halnya investasi di jenis aset lainnya, investasi aset kripto yang tepat pun mensyaratkan kita untuk memahami aspek fundamental dan teknis dari aset kripto.

Tren secara umum menunjukkan arah pergerakan cuan aset kripto. Uptrends menggambarkan serangkaian titik tertinggi (pada resistance points) dan titik terendah (support levels). Analisis teknis yang lebih kompleks biasanya melibatkan berbagai teknik dan strategi investasi. Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah Fibonacci retracements, moving averages, dan Bollinger bands dalam kamus cuan, kan? Berikut ini ringkasannya:

Cara trading cryptocurrency dengan Fibonacci retracements: pelacakan cuan bisa kamu lakukan dengan melihat dua titik ekstrem pada grafik (titik tinggi dan terendah) dan membagi jarak vertikal dengan rasio Fibonacci berikut: 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8%, dan 100%. Selanjutnya, garis horizontal ditarik ke kemungkinan level support dan resistance.

Moving averages: indikator analisis teknis yang menunjukkan SMA (simple moving average) dengan mengambil harga rata-rata selama periode tertentu dan EMA (exponential moving average) yang menunjukkan bobot lebih besar harga aset terkini.

Cara trading cryptocurrency dengan Bollinger bands: indikator ini menunjukkan garis yang dihubungkan dengan dua deviasi standar atas dan bawah rata-rata pergerakan sederhana dari grafik pergerakan harga aset kripto. Banyak trader percaya bahwa ketika titik bergerak ke garis bawah, maka itulah saatnya untuk membeli, dan sebaliknya.

3. Ikuti Sentimen Komunitas Kripto dan Pantau Berita

Investor dan trader sukses umumnya terus melacak informasi terkini dari berita maupun diskusi komunitas aset kripto. Berita dapat memberi gambaran pergerakan harga aset kripto dari waktu ke waktu. Untuk menjadi investor yang berhasil mendulang cuan, tetap aktif dalam komunitas Blockchain dan juga memantau perkembangan berita industri tentu akan memperkaya analisismu.

4. Pahami Order Types: Limits dan Stop Losses

Dalam pertukaran aset digital, seorang investor yang baik perlu tahu cara mendayagunakan berbagai alat dalam trading yang dapat membantu menghindari kerugian berlarut-larut. Gunakanlah stop losses dan limit orders untuk menghindari rugi berlebihan ketika nilai aset sedang jatuh. Strategi mitigasi ini memungkinkanmu untuk mencapai harga maksimum aset kripto tertentu dan terus mempertahankannya.

Baca juga: Investasi Cryptocurrency, Apa Saja yang Perlu Diketahui?

Aturan Cuan dari Kripto

1. Berinvestasilah dengan Dana yang Memang Ditujukan untuk Investasi

Sebelum memulai investasi, pastikan kamu telah mengamankan berbagai keperluan dasar dalam hidupmu. Baik itu anggaran untuk kebutuhan sehari-hari atau keperluan dana darurat.

Setelahnya, dari dana yang masih bisa disisihkan setelah memenuhi kebutuhan tersebut, barulah yakinkan dirimu untuk mengambil investasi.

2. Fokuskan Perhatian pada Bitcoin dan altcoins

Cara trading cryptocurrency yang umumnya disarankan adalah dengan memantau pergerakan harga altcoins dan Bitcoin. Waktu terbaik untuk pertumbuhan altcoin adalah saat harga Bitcoin mengalami pertumbuhan atau penurunan organik.

3. Diversifikasikan Koin Kriptomu

Jangan taruh asetmu hanya pada satu kelas aset. Untuk investasi di kripto, kamu juga bisa mencoba diversifikasi aset kripto di berbagai jenis altcoins, bukan hanya di aset kripto dengan valuasi yang tinggi saja.

Banyak investor sukses yang memegang multiple coins di waktu bersamaan. Dari tahun 2016 hingga 2018, valuasi Corgicoin meningkat hingga 60.000 kali, sementara Verge meningkat hingga 13.000 kali. Bitcoin dan Ethereum tentunya memberi cuan yang cukup besar juga, tapi tidak ada salahnya untuk berinvestasi juga di berbagai altcoins, bukan?

4. Kenali Aset Investasimu

Jangan jadi investor yang buta pasar. Kenali betul-betul profil dari setiap koin kripto yang kamu koleksi dalam dompet kriptomu. Kalau perlu, kamu dapat menyelidiki juga siapa saja investor institusional yang menaruh investasinya pada koin kripto tersebut.

5. Jangan FOMO

Mengikuti tren barangkali bisa berguna. Tapi tidak setiap waktu. Cara trading cryptocurrency yang sukses umumnya mengharuskan seorang investor untuk dapat mengikuti instingnya atas pergerakan aset. Dan insting ini pun bukan berasal dari “investasi buta”. Seorang investor perlu memahami berbagai aspek fundamental maupun teknis dari aset kripto incarannya.

6. Kendalikan Dirimu

Seorang investor yang baik tahu bagaimana mengendalikan emosinya, terutama ketika rasa takut dan kemaruk sedang menghantui. Kontrol emosi yang baik ini yang membedakan seorang investor sukses dibandingkan orang-orang kebanyakan.

Jadi, untuk menerapkan cara trading cryptocurrency yang berhasil, kamu mesti memastikan dapat mengendalikan emosi dengan baik ketika harga asetmu tidak sesuai harapan. Terkadang kita merugi, dan terkadang kita kehilangan kesempatan cuan, tapi itu tidak perlu menjadi akhir dari investasi pada aset tertentu yang kita percayai nilainya akan tetap terjaga dan meningkat.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNBC, Bitrates, Hackernoon



Sumber : pluang.com

Pengumuman Penghapusan Sementara Token LUNA di Aplikasi Pluang

Penghentian transaksi ini dilakukan hingga jangka waktu yang belum dapat ditentukan.

Pluang sebagai aplikasi investasi merupakan penyedia sarana distribusi untuk produk-produk investasi yang berada dalam situs/aplikasi Pluang, di mana produk tersebut dikelola oleh pihak-pihak yang telah bekerjasama dengan Pluang dan telah memiliki izin penyelenggaraan kegiatan usaha dari instansi pemerintah terkait.

Pluang tidak memberikan jaminan apapun atas keuntungan yang akan diperoleh Pengguna dari hasil setiap transaksi investasi pada produk-produk yang tersedia dan dilakukan pada situs/aplikasi Pluang.

Pada saat ini kami sedang mempelajari situasi yang ada, di mana dampak bagi Pengguna saat ini adalah tidak dapat melakukan transaksi pembelian aset kripto LUNA. Namun, kamu masih tetap bisa dapat melakukan transaksi penjualan aset kripto LUNA mulai 13 Mei pukul 16.00 WIB.

Untuk saat ini pengguna harap menunggu untuk informasi lebih lanjut terkait aset LUNA yang terdapat pada Pluang. Pluang juga akan memberikan pemberitahuan selanjutnya apabila transaksi pembelian LUNA sudah bisa dilakukan.

Dalam kaitannya Pluang akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait dan memberikan informasi secara berkala dan memberikan solusi terbaik untuk pengguna kami yang berharga.

Disclaimer

Aplikasi Pluang adalah penyedia sarana transaksi jual beli aset kripto, dan dalam keadaan apapun tidak memiliki kemampuan atau kapasitas untuk menentukan harga atau posisi pasar dari suatu aset kripto.

Setiap keputusan investasi dilakukan berdasarkan perhitungan risiko dan keputusan mandiri dari masing-masing Pengguna dan, oleh karenanya, setiap Pengguna bertanggung jawab penuh atas segala keputusan investasi atau transaksi yang dilakukan pada Aplikasi Pluang.

Segala bentuk produk investasi memiliki risikonya masing-masing yang tidak dapat dipisahkan atau dipengaruhi oleh Pluang selaku penyedia sarana transaksi. Dengan demikian, Pluang tidak dapat dan tidak pernah memberikan jaminan keuntungan atas suatu produk investasi.



Sumber : pluang.com

Udah Jago Analisis Teknikal Bitcoin Kripto? Yuk, Saatnya Belajar Analisis On-Chain!

Harga Bitcoin masih dalam “wahana roller coaster” dimana pergerakan harga fluktuatif usai mencetak rekor tertinggi. Di saat seperti ini mungkin Sobat Cuan penasaran, apa sih cara analisis harga Bitcoin yang cocok?

Trader atau investor aset kripto pasti lebih sering menggunakan analisis fundamental dan teknikal untuk melihat tren dan pola pergerakan harga Bitcoin. Tak heran, jika kita sering melihat indikator seperti support, resistance, dan Relative Strength Index wara-wiri di analisis atau pemberitaan mengenai aset kripto.

Tapi, ternyata analisis aset kripto tak terbatas pada dua analisis itu saja. Dunia aset kripto mengenal istilah analisis yang disebut on-chain yang memberikan pandangan lebih dalam tentang kesehatan jaringan dan aliran dana di pasar kripto. Analisis ini kadang memberi pandangan lain mengenai kondisi pasar aset kripto, yang bahkan bisa bertolak belakang dibanding hasil analisis fundamental dan teknikal.

Contoh konkretnya terjadi pada pertengahan April lalu. Harga Bitcoin tiba-tiba lunglai mendekati US$50.000 dari posisi mendekati US$60.000 setelah terdapat mati lampu massal di provinsi Xinjiang, China. Yakni, kawasan di mana sebagian besar penambang Bitcoin bersarang.

Seorang investor yang tidak memiliki wawasan tentang analisis on-chain kemungkinan akan panik menjual asetnya dalam masa tersebut. Namun, menurut analisis on-chain, likuidasi besar-besaran yang dilakukan over-leveraged traders pada masa itu adalah hal positif bagi jaringan Bitcoin. Adapun over-leveraged traders adalah trader yang biasa membeli aset dalam jumlah besar, namun dengan modal mini.

Selain itu, analisis on-chain yang digabungkan dengan analisis teknikal menunjukkan bahwa saat ini adalah peluang Sobat Cuan untuk buy the dip. Atau, menyerok aset kripto saat nilainya lagi rendah.

Pasti Sobat Cuan penasaran kan, mengenai analisis on-chain apa saja yang bisa kamu gunakan dalam menentukan nasib di aset kripto?

1. Analisis Harga Bitcoin MVRV-z

Rasio ini membandingkan kapitalisasi pasar satu aset kripto dengan nilai kapitalisasi yang terealisasi dengan rumus seperti berikut:

Chart Formula
Sumber: lookintobitcoin.com

Kapitalisasi pasar adalah jumlah koin yang beredar dikalikan harga per koin saat ini. Atau, merupakan nilai dari seluruh jaringan aset kripto. Sementara itu, nilai kapitalisasi pasar terealisasi adalah posisi harga aset kripto terakhir saat mereka berpindah tangan di jaringan blockchain.

Sumber: lookintobitcoin.com

Metrik ini penting karena investor dapat menggunakannya untuk mengukur kapan investor-investor besar mulai memasuki pasar. Jika nilai MVRV-z di bawah 1, maka harga aset kripto saat ini berada di bawah harga reratanya saat sesi trading sebelum-sebelumnya. Artinya, inilah kesempatan investor atau trader untuk memborong aset kripto tersebut sebelum harganya naik lagi.

Sementara itu, jika skor MVRV-z di atas 5, maka aset kripto tersebut memasuki zona overvalued.

Baca juga: Ada Prediksi Harga Bitcoin Turun, Apakah Itu Hal Wajar?

2. Analisis Harga Bitcoin: The Mayer Multiple

Image
Sumber: Twitter/The Mayer Multiple

Mayer Multiple adalah indikator teknis yang juga menentukan apakah Bitcoin overbought (jenuh beli), oversold (jenuh jual), atau harga wajar. Metode ini membagi harga Bitcoin dengan rata-rata pergerakan harganya selama 200 hari.

Trace Mayer, investor yang pertama kali mengusulkan model tersebut, menentukan bahwa nilai di atas 2,4 pada beberapa wilayah menandakan nilai yang terlalu tinggi. Sementara itu, nilai di bawah 1 mengisyaratkan wilayah yang sangat undervalued (di bawah nilai asli) karena harga turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari.

Baca juga: Alasan Kenapa HODL adalah Strategi Investasi Bitcoin yang Bikin Cuan

3. Analisis Harga Bitcoin: Sinyal NVT

Sumber: woobull.com

Willy Woo membuat rasio nilai jaringan terhadap transaksi, atau Network Value to Transactions (NVT), pada 2017. Rasio ini membagi kapitalisasi pasar Bitcoin dengan volume hariannya di dalam jaringan

Diambil dari gambar Rasio NVT di atas, volume transaksi mengikuti kapitalisasi pasar, yang memberi peringatan tentang adanya dislokasi pasar. Adapun dislokasi pasar adalah kondisi di mana pasar suatu aset beroperasi di bawah kondisi yang tertekan. Sehingga, harga aset kripto yang beredar tidak sesuai dengan harga asli aset tersebut.

4. Gelombang HODL (Menahan Kepemilikan)

analisis harga bitcoin hodl

Untuk menjelaskan analisis ini, ada baiknya kita sama-sama memeriksa bagan di atas, yang menunjukkan jendela waktu dari sebagian kecil transaksi Bitcoin yang paling terbaru. Agak terdengar membingungkan, ya, Sobat Cuan. Tapi sebenarnya, bagan di atas cukup jelas, lho.

Warna merah dan oranye menunjukkan pergerakan keping-keping Bitcoin yang lebih baru. Sedangkan hijau, biru, dan ungu menunjukkan koin Bitcoin yang tidak bergerak dalam waktu yang relatif lama. Nah, indikator dengan tiga warna ini dipercaya adalah koin-koin yang digenggam whales Bitcoin dalam mengantisipasi harga aset kripto ke level puncak berikutnya.

Baca juga: Bitcoin Amblas Bukan Kiamat! Ini Prediksi Harga Bitcoin Naik Selanjutnya!

Jadi, bagaimana nih, Sobat Cuan? Sekarang saat yang tepat, lho untuk praktik serangkaian analisis di atas. Karena sekarang disebut masa buy the dip, tidak ada salahnya kamu juga memborong Bitcoin di aplikasi Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Seeking Alpha



Sumber : pluang.com

Yuk, Belajar Perencanaan Keuangan dengan Uang THR. Bagaimana Caranya?

Hari raya Idul Fitri tinggal menghitung hari nih, Sobat Cuan. Dan di saat-saat seperti ini, biasanya kamu sudah menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Alias, ekstra uang bagi kamu untuk berbelanja kebutuhan lebaran.

THR adalah hak wajib yang dipenuhi perusahaan menjelang hari raya. Adapun untuk tahun 2021, kewajiban THR dituangkan ke dalam Surat Edaran (SE) Menteri Ketenagakerjaan No. M/6/HK.04/IV/2021 tentang Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. Melalui aturan tersebut, perusahaan wajib memberi THR kepada pekerja/buruh dengan status apapun minimal tujuh hari sebelum hari raya.

Nah, di saat-saat seperti itu, biasanya kita langsung cek-cek mengenai tips berburu belanja murah mendekati lebaran. Namun, kalau kita kalap dan tidak bisa mengelola THR, justru kita bisa berakhir mengenaskan setelah lebaran, Sobat Cuan!

Selain itu, mengelola THR juga bisa menjadi cobaan berat kalau bonus tersebut turun bertepatan dengan gajian. Sebab, kamu akan merasa punya banyak uang dan bisa menghabiskannya tanpa memikirkan konsekuensinya pasca Idul Fitri. Inilah alasan mengapa masa-masa turunnya THR adalah saat yang tepat untuk kamu belajar mengelola keuangan. Sehingga, dibutuhkan tips mengelola THR yang tepat agar kamu tak buntung setelah merayakan lebaran.

Nah, apa saja kira-kira tips mengelola THR yang perlu kamu ketahui?

Baca juga: Lebaran di Masa Pandemi, Yuk Atur Uang THR dengan 4 Cara Bijak Ini

Tips Mengelola THR: Alokasi Harus Sesuai Prioritas

Sebelum memulai tips mengelola THR ini dengan tenang, kamu harus paham bahwa kamu tidak boleh panik dalam menerima uang kaget. Tenangkan diri dan jangan lakukan transaksi apapun selama satu hingga dua jam setelah menerima THR di rekeningmu. Kamu memerlukan hal ini agar mampu menerapkan langkah pertama dan paling utama dari pengelolaan THR. Yakni, menentukan skala prioritas.

Melakukan kegiatan ini sangat krusial lho, Sobat Cuan. Apalagi, di tengah masa pandemi seperti ini. Mengapa?

Di kala pandemi, tentu prioritas penggunaan THR kamu berubah. Sebagai contoh, anggaran pulang kampung kamu masih tetap aman karena kamu tidak bisa mudik. Selain itu, kamu pun mungkin tidak perlu baju baru untuk menyambut tamu yang hadir saat kamu mengadakan open house. Sehingga, kamu bisa mengalokasikan pos anggaran tersebut ke pengeluaran lain.

Lantas seperti apa skala prioritas yang perlu kamu buat?

1. Membayar Zakat

Hal ini tentu menjadi kewajiban yang harus ditunaikan Sobat Cuan yang beragama Islam ketika menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Utamanya dalam bentuk zakat fitrah. Standar zakat fitrah biasanya senilai 2,5 kilogram beras, atau setara 3,5 liter. Atau, Sobat Cuan bisa memilih untuk membayar uang tunai senilai standar tersebut, yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per orang.

Agar ibadah bulan suci Ramadan kamu makin afdol, tidak ada salahnya juga kamu membayar zakat harta (mal). Adapun zakat mal terbilang 2,5% dari penghasilan kamu per tahun. Asal, total penghasilan kamu sudah melebihi nisab, yakni setara dengan 85 gram emas.

2. Membayar Utang

Apalah artinya suci di hari raya tanpa suci dari kewajiban-kewajiban finansial? Makanya, tips mengelola THR yang perlu kamu lakukan berikutnya adalah berupaya untuk melunasi utang-utangmu. Terutama, utang kartu kredit. Sebab, selain mengurangi beban finansialmu, melunasi tagihan sesegera mungkin bisa melepaskanmu dari jeratan bunga kartu kredit di kemudian hari.

3. Mengalokasikan ke Dana Darurat

Selain itu, ada baiknya kamu juga mengantisipasi ketidakpastian di depan mata dengan menyisihkan THR-mu ke pos dana darurat. Menurut beberapa perencana keuangan, nilai dana darurat yang ideal adalah tiga hingga enam kali gaji. Makanya, sisa uangmu dari THR akan sangat berguna untuk memenuhi jumlah “bantalan” yang ideal tersebut.

4. Masih ada Sisa THR? Yuk, Berinvestasi!

Sisa uang THR setelah memenuhi prioritas tersebut tak harus bikin kamu jadi kalap belanja, Sobat Cuan! Justru, kamu perlu mengelola uangmu dengan bijak agar bisa menghasilkan manfaat di masa depan. Salah satunya adalah dengan menabung dan investasi.

Lantas, apa saja instrumen investasi yang bisa bikin tips mengelola THR kamu jadi kian mantap?

  • Reksa Dana
    Reksa dana dikenal sebagai instrumen investasi yang mudah dan cocok bagi kamu yang tak mau “ambil pusing”. Sebab, kamu hanya tempatkan uang kamu di beberapa produk reksa dana dan kemudian dana tersebut akan dikelola oleh manajer investasi.
  • Emas
    Kamu juga bisa menginvestasikan sisa THR-mu dengan aman di investasi emas. Seperti yang kita ketahui, emas adalah aset safe haven yang bisa melindungi nilai kekayaanmu di masa depan jika situasi ekonomi sedang amburadul. Apalagi, nilai emas selalu meningkat antar periodenya. Sehingga, menabung emas adalah langkah cuan bagi kamu untuk mendapatkan berkah lebih dari THR.

Nah, apakah Sobat Cuan tertarik menabung emas untuk masa depan? Yuk, nabung aja di Pluang! Sobat Cuan bisa menabung emas mulai dari Rp10.000 saja dengan spread transaksi rendah, yakni 1,75% saja!

Baca juga: Perlu Patuh Peraturan, Berikut Ini Sanksi Perusahaan Jika THR Tidak Diberikan

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Bisnis Indonesia, CNBC



Sumber : pluang.com

Memahami Emas Digital

Sejak zaman dahulu, masyarakat di berbagai peradaban telah menabung dalam bentuk emas. Seiring perkembangan zaman, masyarakat sekarang bisa menabung dalam bentuk emas digital. Masyarakat Indonesia sendiri sudah bisa berinvestasi emas digital sejak 2019.

Apa itu Emas Digital?

Emas digital adalah emas yang diperdagangkan secara digital atau melalui platform daring seperti Pluang. Melalui cara ini, semua orang termasuk kamu, akan semakin mudah berinvestasi di emas lantaran tidak perlu lagi memegang atau menyimpan sang logam mulia tersebut dalam bentuk fisik.

Pluang melalui PT Pluang Emas Sejahtera telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk membeli, memegang, dan menyimpan emas mewakili kepentingan pengguna Pluang yang memiliki emas digital. Ini bisa dilakukan karena Pluang telah bekerja sama dengan perusahaan badan usaha milik negara PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk menjamin seluruh transaksi yang terdapat di Pluang. Sehingga untuk setiap gram emas yang dimiliki penggunanya, Pluang akan menyimpan satu gram emas fisik untuk mendukung kepemilikan tersebut. 

Keuntungan Utama Emas Digital vs Emas Fisik 

Emas digital memiliki beberapa keunggulan utama dibandingkan emas fisik, yaitu: 

  • Pecahan/denominasi yang kecil: emas digital dapat dibeli dalam satuan sekecil 0,01 gram (Rp10.000) dibandingkan dengan pembelian di sebagian besar toko emas di mana emas fisik hanya dapat diperoleh dengan denominasi minimum 1 gram. 
  • Mudah: Kamu tidak perlu repot-repot menghabiskan waktu mengantri di toko. Yang kamu perlu lakukan hanyalah menggunakan aplikasi selama 10 detik untuk membeli emas kapan saja.
  • Spread lebih rendah dari emas fisik: Spread (perbedaan harga beli dan jual) emas digital jauh lebih kecil daripada emas fisik, sehingga kamu bisa mendapatkan keuntungan lebih tinggi dibandingkan transaksi jual-beli emas fisik.
  • Trading secara real-time. Harga emas digital diperbarui secara langsung (real-time) sehingga kamu bisa langsung menarik dana hasil penjualan ke rekening bank atau GoPay.
  • Tidak perlu tempat penyimpanan. Kamu tidak perlu menyimpan emas di tempat khusus ketika membeli emas digital. Sehingga kamu menghemat ongkos dan biaya penyimpanan yang biasanya dikenakan oleh banyak toko emas atau toko gadai. Berinvestasi emas digital juga membuatmu terhindar dari risiko pencurian emas.

Emas yang dibeli melalui Pluang dicadangkan dengan emas murni Antam (99,99%)

Mengapa Kamu Harus Memilih Pluang untuk Investasi Emas?

  • Murni: Khusus di Pluang, kamu bisa mendapatkan emas digital yang dicadangkan dengan emas murni 99,99% milik PT Aneka Tambang (Antam).
  • Aman: Emas Pluang dijamin oleh lembaga kliring, PT Kliring Berjangka Indonesia (KBI). Di sisi lain, aktivitas PT Pluang Emas Sejahtera juga berada dalam pengawasan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
  • Spread kompetitif: Pluang menerapkan sistem floating spread, yaitu selisih harga jual dan beli yang dapat berubah sesuai kondisi pasar, agar kamu selalu mendapatkan harga yang bersaing. Beli emas digital di Pluang dan nikmati keuntungan spread yang bersaing.
  • Praktis: Aplikasi Pluang sangat praktis dan gampang untuk digunakan sehingga kamu bisa menjual dan membeli emas 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu mulai dari Rp10.000 saja.
  • Tarik Emas Fisik: Emas yang dimiliki dapat juga ditarik dalam bentuk emas fisik jika kepemilikan dalam bentuk emas digital mencapai 1 gram atau lebih. Klik tautan ini untuk informasi lebih lanjut.

Bagaimana Cara Investasi Emas Digital  di Aplikasi Pluang?

Untuk memulai investasi emas di Pluang:

  1. Unduh aplikasi Pluang
  2. Top up akun kamu, via bank atau eWallet
  3. Klik menu emas di homescreen 
  4. Klik “Beli” dan konfirmasi pembelian kamu

Jangan lupa untuk belajar program #CerdasCuan agar dapat lebih bijak dalam berinvestasi!



Sumber : pluang.com

Dari 12 Bulan di Tahun 2021, Kapan Saat Tepat Bagimu Untuk Beli dan Jual Emas?  

Pergerakan harga emas memang terbilang lambat. Namun, apakah Sobat Cuan sadar, bahwa potensi cuan investasi emas tak akan terelakkan jika kita paham waktu terbaik membeli dan menjual emas?

Contoh kasusnya terjadi pada Agustus tahun lalu, di mana harga logam mulia tiba-tiba menembus level Rp1 juta per gram. Tentu saja, mereka yang sudah mengakumulasi emas saat harganya jauh di bawah level tersebut akan tersenyum lebar.

Namun, jika Sobat Cuan tidak paham mengenai waktu terbaik untuk membeli dan menjual emas, maka kamu tidak akan bisa menikmati cuan dari momen seperti di atas. Makanya, timing, atau perkara kapan waktu jual dan beli, menjadi aspek penting dalam investasi emas.

Analis Senior GoldSilver, Jeff Clark mengaku, ia kerap dihujani pertanyaan dari investor yang takut tidak bisa menemui lagi harga jual emas yang mantap di masa depan. Makanya, mereka kerap bertanya kepada Clark ihwal “apakah memang sekarang saat yang tepat untuk menjual emas?”

Nah, pertanyaan ini juga pasti muncul di benak Sobat Cuan, bukan? Lantas, kapan sih waktu yang tepat bagimu untuk membeli dan menjual emas? Apalagi, jika kamu disuruh memilih satu dari 12 bulan yang ada di setiap tahunnya.

Baca juga: Masih Banyak Diminati, Emas Peringkat Satu Investasi Terbaik di Tahun 2020

Waktu Terbaik Membeli dan Menjual Emas Menurut Data Historis

Untuk menjawab pertanyaan ini, Clark kemudian membuat data historis harga emas di Amerika Serikat sejak 1975. Hasilnya, ia menemukan bahwa harga emas akan cenderung melandai di awal Januari sebelum akhirnya beranjak naik ke Februari.

Maka dari itu, dengan melihat data tersebut saja, bisa dibilang bahwa Januari adalah waktu terbaik dalam membeli dan memulai investasi emas. Temuan tersebut ia tuangkan ke dalam grafik berikut ini:

Average Gold Price Gain/Loss Throughout the Year
Sumber: goldsilver.com

Kemudian, data tersebut juga memperlihatkan bahwa harga emas juga berubah seiring pergantian musim. Percaya atau tidak, harga emas cenderung stabil saat masuk musim semi dan musim panas yang berakhir sekitar bulan September. Setelahnya, harga emas meroket tinggi mendekati akhir tahun.

Secara kasat mata, seharusnya waktu terbaik menjual emas menurut data historis adalah akhir tahun. Tapi, apakah benar seperti demikian?

Masih Belum Yakin? Coba Tengok Perubahan Harga Bulanan Emas

Clark lantas juga menyusun data berisikan tingkat perubahan harga emas dalam 45 tahun terakhir. Hasilnya, harga emas di Maret dianggap sebagai waktu terbaik menimbun emas lantaran harganya terjun 0,8% secara bulanan di periode tersebut.

Kemudian, lonjakan harga emas secara bulanan tertinggi selama 45 tahun terakhir terjadi pada September, seperti terlihat di grafik di bawah ini:

 Sayangnya, bulan Maret sudah lewat, Sobat Cuan. Tapi, kamu tak perlu khawatir. Sebab, menurut data historis, kamu masih bisa menyerok emas di bulan Mei dan Juni sebelum akhirnya menikmati cuan di bulan September.

Waktu Terbaik Membeli Emas Adalah Sekarang!

Data di atas menunjukkan bahwa lesunya harga emas di periode April hingga Juni seolah-olah menyiratkan bahwa kuartal II adalah saat terbaik untuk mendulang emas sebelum mengambil profit di kuartal III. Namun, apakah benar tren harga emas secara kuartalan menunjukkan pola demikian?

Jadi, apa yang bisa disimpulkan dari ketiga grafik di atas? Benar, yakni sekarang adalah saat yang tepat untuk membeli emas. Sebab, data historis menunjukkan bahwa fluktuasi harga emas di bulan April, Mei, dan Juni selalu lebih rendah dibanding bulan-bulan lainnya.

Selain itu, ketiga grafik data historis emas di atas juga menyimpulkan bahwa harga emas akan naik perlahan sejak Juli dan memuncak di bulan September, yang menjadi waktu terbaik menjual emas yang kamu genggam.

Makanya, tunggu apalagi, Sobat Cuan? Yuk, buruan borong emas di Pluang sekarang! Selain praktis dan aman, berinvestasi emas digital di Pluang terbilang paling cuan karena spread transaksinya hanya 1,75% saja!

Baca juga: Harga Emas Turun di Minggu Pertama 2021! Saatnya Beli?

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Goldsilver.com



Sumber : pluang.com

Alasan Mengapa Investasi Emas Sangat Berharga

Emas telah menjadi simbol kekayaan dan kemakmuran di berbagai peradaban dunia, mulai dari zaman Firaun di Mesir kuno, berbagai dinasti China, hingga Kekaisaran Romawi. Sebenarnya apa yang membuat emas sangat berharga di mata orang?

Nilai intrinsik komoditas emas diperoleh dari : 

  1. Persediaannya yang terbatas. Tingginya nilai emas dikarenakan jumlah yang tersedia di dunia lebih terbatas dibandingkan sumber daya tidak dapat diperbaharui lainnya. Misalkan emas di seluruh dunia dikumpulkan di satu tempat, komoditas ini hanya bisa mengisi penuh kubus berkapasitas 28 meter kubik saja!
  2. Emas memiliki fungsi estetika dan fungsi industri. Emas adalah salah satu logam paling bercahaya dengan warna yang unik dan cantik. Walaupun perak memiliki kilau serupa, namun kilau perak lambat laun akan terkikis dengan cepat. Tidak ada logam lain yang punya rona indah seperti emas sehingga aset ini memiliki nilai universal dan dicari di mana-mana untuk digunakan sebagai bahan perhiasan dan artefak indah lainnya.

Emas telah menjadi alat tukar selama berabad-abad lantaran persediaannya yang terbatas dan permintaan yang menanjak. Masyarakat peradaban kuno selalu mencetak koin dari emas sebagai alat tukar. Seiring perkembangan peradaban dan semakin modernnya negara-negara dunia,  banyak pemerintah negara menerbitkan mata uang dalam bentuk kertas yang nilainya kemudian dipatok dan bisa ditukar ke dalam satuan emas tertentu. Ini dikenal sebagai sistem standar emas.

Sejarah uang sebagai alat tukar memiliki keterkaitan dengan sejarah emas. Selama ribuan tahun, emas dan uang dianggap sama. Baru pada sekitar 50 tahun terakhir, konsep nilai uang dipisahkan dari nilai emas menyusul terjadinya dua peristiwa besar: 

  • Sistem Bretton Woods: Setelah Perang Dunia II, kelompok negara adidaya dunia memutuskan untuk mematok mata uang mereka ke Dolar AS. Sebagai gantinya, Amerika Serikat menetapkan harga Dolar AS pada US$35 per ons emas.
  • Penghapusan standar emas oleh Presiden AS Richard Nixon: Pada tahun 1971, Presiden AS Richard Nixon menghentikan sementara kebijakan yang memungkinkan pemerintahan negara lain untuk menukar Dolar AS mereka menjadi emas. Meski pada awalnya penghentian ini direncanakan hanya sementara, pemerintah Amerika Serikat tidak lagi mencadangkan mata uangnya dengan emas sejak 1971.



Sumber : pluang.com