Category Archives: Pluang

Meski Digempur Altcoins, Ini Satu Alasan Kenapa Kamu Masih Perlu HODL Bitcoin!

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan di level yang datar pada minggu lalu karena Ethereum dan altcoin lainnya sedang menjadi sorotan. Mungkin, kamu yang selama ini sangat menggemari Bitcoin tentu menjadi galau. Apakah perlu, kamu menahan atau HODL Bitcoin di tengah gegap gempita altcoin?

Bagi kamu yang selama ini menjadi bucin Bitcoin, mungkin imanmu tengah goyah melihat ETH menembus US$4.000 per keping di hari ini. Atau, setelah menyaksikan Dogecoin mencapai level tertinggi baru di US$0,7 pada Sabtu (8/5) meski kemudian masuk ke area koreksi.

Apa pun itu, DOGE sedang beraksi, dan pasar altcoin sedang ramai. Bitcoin nampaknya sedang ditinggalkan. Namun, apakah benar, kilau Bitcoin memang sedang redup belakangan ini?

Baca juga: Kinerja Ethereum Disebut Bakal Salip Bitcoin? Simak di Sini!

Kinerja Bitcoin vs 3 Altcoin Teratas Selama April 2021

Penyebab redupnya sinar Bitcoin bukan lain disebabkan oleh harganya yang meredup. Sepanjang April 2021, nilai sang raja aset kripto ternyata turun 1,98%. Angka itu ibarat langit dan bumi ketimbang tiga altcoin ini yang bersinar di periode yang sama.

  • Dogecoin (DOGE) 484%
    DOGE adalah aset kripto yang didasarkan pada meme “doge”. Meskipun awalnya dibuat sebagai lelucon, ia mulai mendapatkan popularitas dari berbagai selebriti, salah satunya Elon Musk. DOGE meningkat pesat pada bulan April. Sejauh ini, penggunaan utamanya adalah untuk memberi tip di komunitas online seperti Reddit. Meskipun tidak memiliki penggunaan yang penting atau menawarkan sesuatu yang sangat baru untuk industri blockchain, DOGE telah dikenal memiliki daya dongkrak yang signifikan.
  • Token KuCoin (KCS) 145%
    KCS adalah token asli dari crypto exchange KuCoin. Ia pertama kali diluncurkan pada tahun 2017. KCS memungkinkan pedagang untuk menarik nilai dengan berbagi pendapatan, yang dilakukan dalam bentuk dividen harian. Pengguna yang memegang sejumlah besar KCS menerima dividen harian dari biaya perdagangan harian bursa. Jumlah pasti dari dividen tergantung pada kepemilikan KCS dan volume perdagangan harian di crypto exchange KuCoin. Selain itu, pengguna yang menggunakan KCS untuk membayar biaya perdagangan di KuCoin dikenakan diskon signifikan hingga 80%.
  • Ethereum Classic (ETC) 144%
    ETC adalah fork atau hasil modifikasi Ethereum yang diluncurkan pada Juli 2016. Ia dibuat sebagai hasil dari ketidaksepakatan antara peserta di jaringan ETH. Lebih khusus lagi, ketidaksepakatannya adalah tentang cara bagaimana kasus peretasan harus ditangani. Apakah blockchain harus dikembalikan atau tidak untuk menetralkan pengaruhnya. Pengguna awalnya terutama mereka yang tidak setuju dengan tanggapan Ethereum. Namun, sejak itu ETC memperoleh pengguna yang lebih luas, ditambah fakta bahwa ia terdaftar sebagai salah satu dana investasi oleh Grayscale, perusahaan investasi aset kripto.

Bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu kian galau melihat data-data di atas? Terpikir buat jual Bitcoin? Wah, jangan dulu, Sobat Cuan! Sebab, ada satu alasan bagi kamu untuk tetap HODL Bitcoin meski digempur kekuatan altcoin. Apakah itu?

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Tetap HODL Bitcoin karena Faktor Kelangkaan

Sobat Cuan, kalau kamu jadi mahasiswa ilmu ekonomi, hal pertama yang akan dipelajari biasanya adalah konsep penawaran dan permintaan. Kelangkaan akan terjadi ketika suplai yang menipis tak bisa mengimbangi tingginya permintaan. Nah, kelangkaan inilah yang akan mendorong harga lebih tinggi.

Sifat inilah yang juga dimiliki Bitcoin. Seperti yang kita tahu, jumlah Bitcoin yang tersedia di dunia ini hanyalah 21 juta keping yang akan habis ditambang pada 2140 mendatang. Hingga saat ini, kurang lebih sudah ada 18 juta keping Bitcoin yang ditambang, sehingga menyisakan sekitar 3 jutaan Bitcoin lagi yang belum “dicangkul”.

Faktor menipisnya suplai tersebut saja sudah mengindikasikan bahwa harga Bitcoin mungkin akan meroket kembali di masa datang. Namun, ternyata aspek kelangkaan Bitcoin juga bukan hanya berasal dari sifat “alami” sang raja aset kripto. Tetapi, juga perilaku dari para investor Bitcoin.

Lantas, bagaimana para investor ini ikut berkontribusi terhadap kelangkaan Bitcoin?

1. Para Investor Makin Getol HODL Bitcoin

Dalam 12 bulan terakhir, Bitcoin memikat dunia keuangan dengan lonjakan hampir 535%. Akibatnya, banyak investor berasumsi bahwa orang-orang berjudi Bitcoin seperti berada di meja kasino. Bahkan, Charlie Munger dari Berkshire Hathaway mengatakan dia “membenci” kesuksesan Bitcoin.

Nah, inilah hipotesisnya. Jika investor memperdagangkan Bitcoin, maka jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa harus tetap pada level tinggi. Sebab, pedagang yang trading Bitcoin dengan frekuensi tinggi pasti akan menyimpan Bitcoin di bursa untuk melakukan perdagangan. Namun, kenyataannya tidak seperti demikian, Sobat Cuan!

Sekarang, mari kita lihat total Bitcoin yang disimpan di bursa aset kripto utama seperti Coinbase, OKCoin, dan Binance. Bagan di bawah ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor benar-benar mengeluarkan Bitcoin dari bursa dan menyimpannya di tempat yang aman:

Grafik HODL Bitcoin

Seperti yang Sobat Cuan lihat dari grafik di atas, hanya ada sekitar 2,4 juta Bitcoin di semua bursa. Terlebih lagi, stok Bitcoin anjlok lebih dari 20% dalam 12 bulan terakhir. Data ini mengisyaratkan bahwa investor memiliki pandangan jangka panjang, di mana mereka memilih untuk terus menggenggamnya alias HODL Bitcoin.

2. Bitcoin Likuid vs Tidak Likuid

Selain itu, data menunjukkan baha perbedaan antara Bitcoin yang likuid dan tidak likuid berkembang dalam laju yang cukup cepat. Namun, bagaimana sih, mengukur tingkat likuiditas Bitcoin?

Likuiditas Bitcoin didefinisikan sebagai rasio rata-rata antara Bitcoin yang diterima dan dijual antar lembaga. Dengan kata lain, likuiditas diukur dengan rerata jumlah Bitcoin yang ada di dalam sirkulasi saat ini.

Adapun data terakhir menunjukkan bahwa 14.5 juta Bitcoin dikategorikan sebagai likuid, meninggalkan sekitar 4,2 juta keping di sirkulasi saat ini. Atau, dengan kata lain, hanya 22,4% jumlah Bitcoin yang bisa diperdagangkan pada hari ini. Lho, kok bisa begitu? Berikut ini adalah alasannya:

  1. Ajakan influencers
    Influencers aset kripto seperti Paul Tudor, Cathie Wood, dan lain-lainnya selama ini kerap mengajak pengikutnya untuk HODL Bitcoin. Bahkan, mereka kerap memasarkan aset kripto ini sebagai kesempatan investasi yang menghasilkan cuan “jutaan dolar AS”.
  2. Banyaknya korporasi yang menggenggam Bitcoin
    Lima tahun lalu, tidak ada yang pernah menyangka bahwa banyak korporasi besar akhirnya menggenggam Bitcoin. Tesla saat ini menggenggam Bitcoin senilai US$2,48 miliar, sementara itu perusahaan lain seperti Square dan Microstrategy pun tak mau kalah menempatkan dana di raja aset kripto tersebut.

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

Kalau HODL Bakal Cuan, Tidak?

Yang namanya harga aset kripto, pasti penuh misteri. Namun, beberapa sosok seperti Mike Novogratz dari Galaxy Digital dan Cathie Wood dari Ark Investment yakin bahwa harga Bitcoin bisa menyentuh US$100.000 di tahun ini.

Tak berhenti sampai situ, JP Morgan pun optimistis bahwa harga Bitcoin di masa depan bisa menyentuh US$130.000 asal kapitalisasi pasarnya bisa mengejar emas.

Nah, bagaimana sikap kamu mencerna informasi di atas, Sobat Cuan? Semakin tertarik untuk menggenggam Bitcoin? Yuk, segera HODL Bitcoin di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Finance Magnates, Yahoo Finance, Nasdaq



Sumber : pluang.com

Alasan Risiko Berinvestasi Aset Kripto

Jumlah peminat cryptocurrency terbilang menanjak sejak pandemi COVID-19 melanda dunia tahun lalu. Baik investor ritel maupun investor institusi mencoba meraup cuan dari aset digital satu ini.

Sayangnya, banyak pihak masih berpandangan sinis terhadap cryptocurrency. Sebagian pihak mengatakan ini adalah gelembung spekulasi atau hanyalah “judi” lantaran cryptocurrency “tidak memiliki bentuk fisik” dan terkesan “tidak nyata”.

Padahal, investor punya alasan tersendiri untuk berinvestasi cryptocurrency. Berikut adalah beberapa contohnya.

3 Alasan Untuk Investasi Cryptocurrency

1. Teknologi Blockchain

Blockchain adalah teknologi yang menghilangkan peran perantara keuangan dalam kegiatannya. Ini memudahkan transaksi seseorang dengan yang lain. 

Apalagi fungsi teknologi blockchain makin berkembang dengan hadirnya fitur kontrak pintar di beberapa teknologi seperti Ethereum. Fitur tersebut membuka jalan bagi blockchain untuk menyediakan produk-produk perusahaan jasa keuangan seperti pinjaman, asuransi dan simpanan.  Namun bedanya kegiatan tersebut dilakukan secara terdesentralisasi. 

Oleh karenanya, banyak yang beranggapan bahwa teknologi blockchain bisa memicu revolusi keuangan di masa depan. Ini menguatkan kepercayaan para pendukungnya bahwa cryptocurrency akan semakin memiliki nilai guna di masa depan.

Berinvestasi di aset kripto adalah cara mereka dalam mendulang cuan sembari mendukung akses jasa keuangan yang lebih mudah di masa depan.

2. Alat Penyimpan Nilai Alternatif

Bagi sebagian orang, menggenggam uang fiat adalah hal merugikan. Selain karena persediaannya yang tak terbatas, nilainya semakin lama akan tergerus tingkat inflasi.

Namun hal ini tidak berlaku bagi cryptocurrency. Beberapa aset kripto memiliki jumlah terbatas sehingga cocok dijadikan sebagai pilihan dalam menyimpan kekayaan (store of value), contohnya adalah Bitcoin. Aset kripto juga tidak memiliki korelasi secara langsung dengan tingkat inflasi.

Sehingga mereka yang khawatir dengan tingkat inflasi tinggi dan krisis moneter hebat di masa depan bisa menjadikan cryptocurrency sebagai pilihan aset investasinya.

3. Cara Baik Untuk Melatih Mental dalam “Bermain Uang”

Sobat Cuan mungkin paham bahwa pergerakan harga cryptocurrency terbilang kencang. Belum lagi di dalamnya sarat akan kabar burung dan isu yang selalu bikin panik pelaku pasar.

Namun bagi sebagian orang, saat-saat tersebut merupakan ajang belajar yang baik untuk mengurangi risiko dalam trading dan investasi. Menaruh uang di cryptocurrency adalah kesempatan penggemblengan untuk mengutamakan otak ketimbang emosi dalam mengambil keputusan.

5 Risiko Investasi Cryptocurrency

Meski ada alasan untuk menaruh uang di cryptocurrency, terdapat pula bejibun alasan untuk menjauhi aset digital satu ini lantaran risikonya. Berikut ini adalah beberapa risiko investasi cryptocurrency yang nampaknya membuat masyarakat menjauhi kelas aset ini. 

1. Gejolak Pasar yang Tinggi

Harga cryptocurrency terus terombang-ambing dan sulit untuk diterka. Kamu pun akan mengalami kesulitan dalam menaksir untung atau rugi dalam berurusan dengan aset satu ini.

Cryptocurrency data Bitcoin

Sobat Cuan bisa melihat beberapa contohnya di gambar di atas. Selengkapnya tercatat tujuh peristiwa saat harga Bitcoin terjun bebas:

Kronologi kejatuhan cryptocurrency Bitcoin

Tapi, yang namanya risiko tetap dapat dikurangi. Sobat Cuan bisa menekan dampak pergerakan harga aset kripto dengan melakukan diversifikasi aset.

2. Kejahatan Siber

Cryptocurrency adalah benda yang berbasis teknologi, sehingga investasi ini sangat rentan mengalami peretasan. Jika hal itu terjadi maka koin kripto yang digenggam investor bisa lenyap dan berujung ke kerugian yang amat dalam.  Investor perlu memastikan reputasi platform cryptocurrency sebelum membenamkan uang ke dalamnya.

Peretasan bisa terjadi pada tingkat yang terdesentralisasi mencakup:

Peretasan tingkat protokol: Ini merupakan peretasan yang menyasar platform terdesentralisasi. Dalam aktivitas ini, sang peretas berhasil mengelabui tingkat keamanan jaringan untuk menggondol aset kripto. Kejahatan ini kerap terjadi ketika protokol tersebut sudah mulai diadopsi oleh komunitas kripto namun kode-kode algoritma yang digunakan masih belum berfungsi dengan baik.

Sebagai contoh, banyak aplikasi DeFi rentan terkena serangan flash loan, yakni serangan di mana sang pelaku memanfaatkan bug di sistem operasi platform tersebut agar bisa meminjam cryptocurrency dari aplikasi DeFi tanpa mengajukan penjaminan terlebih dulu.

Sementara itu, peretasan di tingkatan sentralisasi terdiri dari:

  1. Peretasan di platform bursa kripto atau broker: Peretas bisa mengelabui sistem keamanan sebuah platform tukar-menukar mata uang kripto atau broker. Contohnya terjadi pada 2014 lalu ketika terungkap bahwa peretas membobol Bitcoin senilai US$460 juta dari Mt. Gox, yang merupakan bursa Bitcoin terbesar di dunia. Peretasan ini bukan terjadi di dalam protokol Bitcoin, melainkan terjadi di institusi yang menggenggam Bitcoin. Maka pemilihan platform kripto adalah hal penting sebelum Sobat Cuan berinvestasi. 
  2. Peretasan di ponsel pintar atau aplikasi: Ponsel pintar sangat rentan diretas oleh pihak-pihak yang bertanggung jawab. Oleh karenanya, Sobat Cuan perlu meningkatkan standar keamanan ponsel pintar. Hal ini sama pentingnya dengan melindungi akun rekening bank milikmu.

Aplikasi Pluang selalu memastikan bahwa aset kripto penggunanya selalu aman dari risiko keamanan. Oleh karenanya, Pluang selalu bekerja sama dengan bursa kripto kelas dunia yang mampu menyimpan dan menahan aset kripto pengguna dengan tingkat keamanan yang andal. Seluruh bursa kripto tersebut sudah terdaftar di bawah Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Untuk mencegah risiko keamanan di dalam aplikasi, Pluang selalu memeriksa faktor keamanan lintas sistem untuk mencegah terjadinya kecurangan. Pluang juga memberlakukan dua lapis otentifikasi (two-layer authentification) ketika pengguna ingin login atau mendaftar di aplikasi Pluang.

Pluang pun memberlakukan aturan yang ketat untuk melindungi keamanan penggunanya, misalnya memblokir akun pengguna jika salah memasukkan nomor PIN hingga 10 kali.

3. Waspada Bursa Tipu-Tipu

Cryptocurrency boleh jadi sedang naik daun. Namun sayangnya, pasti akan ada saja oknum-oknum tak bertanggung jawab yang muncul untuk memanfaatkannya. Caranya adalah dengan merayu investor menaruh uang di platform-platform cryptocurrency bodong.

Terdapat beberapa contoh praktik penipuan yang bisa terjadi di pasar yang tidak diatur. Ketika Initial Coin Offering (ICO) marak pada 2017, beberapa penerbit koin baru memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mencuri uang investor bermodus iming-iming imbal hasil investasi yang tak masuk akal.

Hal seperti ini bisa terjadi lantaran penerbit cryptocurrency tidak diharuskan menyediakan informasi memadai tentang latar belakang aset kripto baru tersebut. Mereka bisa mengabaikan hal tersebut karena tidak ada peraturan yang mengatur tata cara penerbitan koin-koin baru di pasar kripto. Sistem penghimpunan dana publik ini sangat berbeda dibandingkan aturan di pasar modal, di mana perusahaan-perusahaan terbuka wajib membeberkan sejumlah informasi perusahaan sebelum melempar sahamnya ke publik.

Pada 2017, pengawas pasar modal AS, the US Security and Exchange Commission (SEC), berhasil menghentikan kegiatan ICO sebuah perusahaan rintisan kripto bernama PlexCorps. Penyelidikan SEC menemukan bahwa platform tersebut memberi iming-iming imbal hasil sebesar 13 kali lipat kepada ribuan investor, sehingga kegiatan itu sudah dianggap mengarah ke tindakan penipuan siber dengan janji palsu.

Ini merupakan pertama kalinya SEC menangkap praktik penipuan di kegiatan ICO.

4. Pengguna Tidak Bisa Memulihkan Transaksi Nyasar 

Jagat cryptocurrency memiliki sifat terdesentralisasi dan kegiatan di dalamnya tidak diatur dan diawasi oleh regulator tertentu. Berbeda dengan jasa keuangan, di mana seluruh kegiatannya diawasi dan diregulasi oleh suatu Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Akibatnya, tidak ada satu pun pihak yang mampu mengintervensi ketika terjadi ketidakseimbangan pasar atau tindakan kriminal yang menyebabkan kerugian besar di pasar aset kripto. Selain itu pengguna tidak bisa mencari bantuan ketika melakukan kesalahan transaksi atau mengirimkan aset kripto ke alamat yang salah.

5. Hambatan Regulasi di Beberapa Negara

Karena kegiatan cryptocurrency susah diawasi, maka beberapa negara memutuskan untuk melarang atau membatasi aktivitas yang berkaitan dengan aset digital ini.

Contohnya adalah Cina yang melarang transaksi cryptocurrency sejak tahun 2017. Selain itu, beberapa negara lain pun melarang platform trading cryptocurrency untuk beroperasi dengan dalih bahwa kegiatan berbau aset kripto “tidak sesuai dengan keadaan negara tersebut”.

Berita pelarangan kripto oleh sebuah negara adikuasa seperti Cina atau AS akan menjadi pemicu pergerakan harga cryptocurrency. Ini dikarenakan kebanyakan permintaan dan penawaran di pasar crypto digerakkan oleh warga negara AS dan Cina.

Jika Cina melarang seluruh kegiatan berbau cryptocurrency, maka akan ada sebagian besar permintaan aset kripto yang lenyap begitu saja dan harga akan jatuh. Contohnya terjadi pada Juni 2021, ketika penindakan kegiatan kripto di China membuat harga Bitcoin anjlok ke level US$30.000 untuk pertama kalinya sejak awal tahun.

Sementara itu, di akhir Juli 2021, dewan legislatif AS mengajukan RUU baru untuk menarik pajak dari kegiatan kripto dengan potensi penerimaan sebesar US$28 miliar. RUU itu mewajibkan setiap platform bursa kripto dan perusahaan penyedia pembayaran kripto untuk melaporkan informasi transaksi. Namun kali ini pelaku pasar tidak bereaksi keras terhadap kabar tersebut.



Sumber : pluang.com

Waspada Bokek! Simak 5 Tanda Ini Untuk Tahu Tingkat Kesehatan Finansialmu!

Ketika berada di penghujung 19 tahun, seorang remaja mulai memikirkan tentang finansial pribadinya. Ia mulai menyadari bahwa dirinya harus sehat secara finansial dalam jangka panjang, sehingga tujuan finansialnya di masa depan bisa tercapai.

Namun, setiap tindakan finansial yang kamu ambil tentu harus mempertimbangkan kondisi keuangan kamu saat ini. Perkara jumlah tabungan yang perlu kamu tabung hingga jumlah yang perlu kamu investasikan per bulan tentu akan sangat tergantung dari “diagnosis” kesehatan keuangan kamu sekarang.

Lantas, bagaimana caranya kita bisa mendiagnosis kesehatan finansial secara mandiri? Untuk itu, ada baiknya kamu baca panduan di bawah ini untuk mencari tahu sekronis apa masalah keuanganmu saat ini.

Baca juga: Mengenal Utang Sehat dan Layak Dilakukan dalam Keuangan

Tanda-Tanda Sehat Secara Finansial

1. Memiliki dan Mengelola Penghasilan

Memiliki penghasilan adalah hal pertama yang kamu perlukan untuk mencapai financial goals. Namun, apalah artinya memiliki jika kamu tak bisa mengelolanya dengan benar. Makanya, kamu harus bisa mengontrol sebuah hal bernama pengeluaran.

Kamu bisa membagi pengeluaran berdasarkan lima pos kebutuhan agar aliran kas kamu tetap positif. Yakni, pos pengeluaran rutin, pos tabungan dan investasi, pos cicilan utang, pos pengeluaran sosial, dan pos gaya hidup.

Besar kecilnya pos pengeluaran ini dapat kamu sesuaikan berdasarkan kebutuhan kamu ya, Sobat Cuan. Namun, ada baiknya pengaturan pos pengeluaranmu menganut pergitungan budgeting 50/30/20. Wah, rumus apa, tuh?

Di dala sistem ini, 50% penghasilanmu akan dialokasikan untuk  kebutuhan dasar seperti kebutuhan rumah, bahan makanan, listrik, air dan lain lain.

Kemudian, 30% selanjutnya akan digelontorkan untuk untuk pengeluaran yang sifatnya menghibur diri atau keinginan. Mulai dari belanja, makan di tempat yang fancy, bahkan sampai budget untuk liburan. Lalu, 20% terakhir pendapatanmu harus tertuju pada tabungan dan investasi masa depan.

2. Memiliki Rasio Utang yang Baik

Rasio utang adalah dasar pengukuran seberapa besar kita bisa berutang dan mampu melunasinya. Maka dari itu, kita harus menghitung kemampuan kita sebelum mengajukan cicilan atau pinjaman ya, Sobat Cuan!

Sekadar informasi, rasio utang kamu tidak boleh lebih besar dari 35% dari total penghasilan. Sebagai contoh, apabila kita mempunyai pendapatan sebesar Rp5 juta setiap bulan, maka utang maksimal yang kita miliki harusnya berkisar Rp1,75 juta setiap bulannya.

Nah, kalau utangmu sudah melebihi itu, artinya rasio utangmu tidak sehat! Sehingga, kamu harus bisa mengevaluasi pengeluaranmu atau menyortir utang-utang yang selama ini kamu ajukan. Jangan-jangan, utang yang selama ini kamu lakukan malah digunakan untuk happy-happy semata?

3. Memiliki Dana Darurat

Kita sebagai manusia biasa, tentunya tidak bisa memprediksi masa depan ya, Sobat Cuan! Eits, tapi kita masih bisa mem-back-up diri dan keluarga dengan dana darurat.

Kegunaan dana darurat adalah menutupi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga. Misalnya, dana perbaikan kendaraan, bencana alam, sakit atau kecelakaan, bahkan mengantisipasi kehilangan pekerjaan.

Besarnya dana darurat untuk kamu yang masih single adalah sekitar tiga hingga bulan penghasilan. Artinya, bila setiap bulan kamu memiliki pendapatan sebesar Rp3 juta, maka dana darurat yang harus disiapkan adalah sebesar kurang lebih Rp18 juta.

Nah, untuk kamu yang sudah berkeluarga, angka ini tentunya tidak berlaku. Kamu harus menyiapkan sekitar 9 hingga 12 bulan penghasilan demi dana darurat.

4. Mampu Pensiun dengan Tenteram

Sobat Cuan, tentunya pernah denger dong, tentang sandwich generation? Atau kamu adalah salah satunya?

Sandwich generation adalah sebutan bagi mereka yang membiayai orang tua dan pada saat bersamaan juga membiayai keluarganya sendiri. Fenomena ini dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah minimnya pengetahuan orang tua terdahulu tentang perencanaan keuangan dan investasi.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi yang melek finansial harus bisa merencanakan finansial pribadi dari mulai sekarang. Saat pensiun nanti investasi mana yang cukup menguntungkan, bagaimana cara menghidupi diri sendiri dan keluarga saat pensiun lewat perencanaan keuangan, dana kesehatan, pendidikan anak, rumah dan lain sebagainya.

5. Punya Investasi Jangka Panjang

Saat kita sehat secara finansial, kita bisa bertahan hidup dalam kondisi buruk atau dalam kondisi krisis. Pandemi ini tentunya memberikan pelajaran bagi kita agar selalu siap saat situasi yang tidak mengenakkan terjadi misalnya pemotongan gaji, bisnis yang tak tentu, pemutusan hubungan kerja, bencana alam atau krisis-krisis lain yang enggan terhindarkan.

Setelah membaca artikel ini sudah tahu kan harus melakukan apa untuk menjadi sehat secara finansial? Nah, kalau kamu mau berinvestasi, kamu bisa melakukannya di Pluang! Kamu bisa mendiversifikasikan asetmu di berbagai kelas aset yang berbeda seperti emas, aset kripto, dan S&P 500 hanya dalam tiga ketukan saja!

Baca juga: Demi Bisa Menabung, Simak Cara Hidup Hemat dan Sehat dalam 7 Langkah

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNNIndonesia, Manulife



Sumber : pluang.com

Blockchain, Bitcoin, dan Aset Kripto Lainnya

Pada tahun 2008, sebuah dokumen awal pengembangan Bitcoin (whitepaper) dikirim ke mailing list para kriptografer. Kejadian itu merupakan tonggak awal lahirnya teknologi blockchain dan cryptocurrency pertama di dunia.

Artikel ini akan menjelaskan konsep-konsep awal tersebut.

Apa Itu Teknologi Blockchain?

Blockchain adalah buku besar digital. Sobat Cuan bisa menganggap blockchain sebagai basis data istimewa yang dapat digunakan untuk menyimpan informasi seperti data transaksi yang berisikan tanggal, jam, jumlah, dan pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut.

Blockchain adalah jaringan. Data-data ini akan diubah menjadi kode (melalui kriptografi) dan setiap blok yang berisikan data akan tersambung dengan blok lain untuk membentuk satu rantai transaksi.

Blockchain bersifat publik. Blockchain berfungsi sebagai rekaman publik atas suatu aktivitas yang nyata dan telah terjadi. Artinya setiap orang di dalamnya bisa mengakses dan melihat catatan transaksi di dalamnya.

Transaksi di blockchain tidak dapat disunting. Seluruh transaksi yang berbasis teknologi blockchain relatif aman lantaran pengguna tidak bisa dengan gampang menyunting atau mengubah seluruh catatan transaksi yang ada di dalamnya (melalui sybil attack).

Blockchain memungkinkan transfer langsung antar perseorangan (peer-to-peer) secara terdesentralisasi. Sebenarnya seluruh fungsi-fungsi blockchain di atas bisa dilakukan oleh basis data biasa. Namun yang umumnya sudah terjadi adalah bahwa basis data dimiliki oleh lembaga atau institusi tertentu.

Sementara itu, blockchain adalah teknologi yang bersifat desentralisasi. Pengembangnya tidak bisa mengendalikan transaksi antar pengguna. Selain itu, tidak ada satu pemerintahan mana pun yang menguasai dan mengendalikan teknologi blockchain.

Blockchain adalah jaringan peer-to-peer, sehingga walaupun salah satu node tidak berfungsi dengan baik, maka pengguna lainnya masih bisa berkomunikasi dan menggunakan teknologi tersebut. 

Node merupakan satu dari dua unsur penting dalam teknologi blockchain, yaitu perangkat dalam suatu jaringan yang bisa menerima dan menyampaikan informasi.

Miners merupakan unsur penting lainnya dan merupakan nodes yang melakukan pembaharuan atau update dengan menciptakan blok-blok yang berisikan data transaksi sementara nodes melakukan verifikasi seluruh blok transaksi dan yang akan tercatat di dalamnya.

Pada umumnya seluruh transaksi yang menggunakan teknologi blockchain dilakukan menggunakan alat tukar yang berfungsi layaknya uang fiat di kehidupan nyata. Alat tukar ini umum dikenal sebagai mata uang kripto (cryptocurrency)

Apa Itu Cryptocurrency?

Cryptocurrency adalah representasi digital untuk nilai yang bisa digunakan sebagai alat tukar untuk membeli barang dan jasa, satuan unit, atau penyimpan nilai di dalam jaringan blockchain. Layaknya jaringan pembayaran (seperti GoPay) yang memungkinkan penggunanya untuk mengirim uang fiat seperti dana Rupiah ke pengguna lain, jaringan blockchain juga memungkinkan penggunanya untuk saling berkirim cryptocurrency (seperti Bitcoin) satu sama lain.

Cryptocurrency juga bersifat terdesentralisasi seperti blockchain. Artinya, tidak ada satu otoritas pun yang mengawasi peredaran maupun melakukan intervensi melalui rangkaian kebijakan tertentu.

6 Manfaat Utama Cryptocurrency

1. Transfer Kilat Antar Pengguna

Sebuah kegiatan disebut peer-to-peer jika berjalan tanpa melalui suatu server pusat atau melalui badan perantara tertentu. Serverserver atau peladen-peladen yang menyimpan rekaman data tersebar dan terdesentralisasi, dan rekaman data dibagi dan diusung oleh setiap pengguna yang terhubung dengan jaringan internet.

2. Transfer Kemana Saja

Berbeda dengan emas, cryptocurrency bisa dikirim kemana saja dalam hitungan detik. Setiap individu bahkan bisa mengirim cryptocurrency dari mana saja dan ke alamat apa pun yang ingin mereka tuju dengan memanfaatkan ponsel pintar dan jaringan internet.

3. Biaya Transaksi Rendah

Biaya pengiriman cryptocurrency bisa dilakukan tanpa biaya namun pengguna memiliki pilihan untuk lebih mempercepat proses transaksi. Penggunaan dompet-dompet Bitcoin biasanya akan menurunkan ongkos transaksi sekitar Rp500 hingga Rp3.000 seberapa besarpun jumlah  jumlah keping Bitcoin yang dikirim.

Transaksi bersifat tidak dapat diubah. Artinya, pengguna tidak bisa membatalkan transfer cryptocurrency jika ia sudah selesai mengirimnya ke pengguna lain. Bitcoin bisa kembali ke tangan pengirimnya jika sang penerima mau mengirim balik Bitcoin yang sudah diterima.

4. Transaksi Bisa Dilakukan Pakai Nama Samaran

Di dalam blockchain, kita bisa melihat seluruh transaksi yang sudah dilakukan seseorang berikut dengan jumlah saldo cryptocurrency yang dimilikinya. Namun, kita tak bisa mengetahui siapa sesungguhnya sosok yang berada di balik transaksi tersebut kecuali ia membeberkan sendiri identitasnya.

Setiap pengguna Bitcoin bisa memilih untuk menampilkan atau menyembunyikan identitasnya. Meski demikian seluruh transaksi yang dilakukannya tetap akan tercatat di blockchain dan data transaksi bisa terbaca oleh semua orang.

5. Cryptocurrency Tidak Diatur oleh Pemerintah Atau Lembaga Apapun

Bitcoin yang memanfaatkan basis data blockchain tidak dikendalikan oleh suatu pihak tertentu, Karena catatan transaksi cryptocurrency bersifat publik, seorang pengguna akan mengalami kesulitan untuk memalsukan transaksi yang terdapat di dalam blockchain.

Informasi transaksi di dalam blockchain dicatat secara langsung, transparan, dan tersebar di jutaan server atau peladen di dunia ini. Pihak yang memiliki keinginan untuk mengubah atau memalsukan data transaksi itu harus mampu meretas jutaan peladen tersebut dalam waktu bersamaan.

6. Jumlah Terbatas

Penawaran jumlah Bitcoin terbatas sampai hanya mencapai 21 juta keping. Sistem penciptaan Bitcoin mengatur supaya laju produksi Bitcoin menurun tiap kisaran empat tahun. Sehingga ini akan mirip dengan dampak apabila deflasi terjadi pada sebuah perekonomian dan harga Bitcoin akan menanjak seiring ketatnya jumlah kepingan Bitcoin antar waktu.

Konsep ini dikembangkan berdasarkan gagasan bahwa aset digital yang berkualitas baik tidak berada dalam kendali pemerintah atau otoritas moneter. 

Hal ini berdasarkan pandangan bahwa pemerintahan dikendalikan oleh pihak-pihak korup yang selalu mementingkan kepentingan sendiri. Akibatnya, keputusan mengenai peraturan keuangan suatu negara selalu akan menguntungkan pihak konglomerat.

Kejadian krisis keuangan pada tahun 2008 mendukung pandangan ini dan menegaskan kelalaian peran pemerintah dalam tugas mereka untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Mengenal Satoshi Nakamoto Penemu Bitcoin

Cryptocurrency pertama di dunia ini, Bitcoin, diluncurkan pada Januari 2009 oleh Satoshi Nakamoto berdasarkan gagasan-gagasan yang tertuang di dalam whitepaper bertajuk Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System.

Sebagian besar sifat inti Bitcoin, seperti aspek terdesentralisasi dan persediaan yang terbatas, merupakan tanggapan langsung untuk masalah dan kekurangan mata uang fiat yang terungkap krisis keuangan global pada tahun 2008. Blok transaksi pertama di blockchain Bitcoin, atau dikenal dengan genesis block, memuat referensi-referensi secara gamblang yang menyinggung permasalahan bantuan bank (bailout) hingga kritikan terhadap kebijakan pelonggaran kuantitatif atau quantitative easing yang dilakukan pemerintah dan otoritas moneter.

Identitas Satoshi Nakamoto tetap tak terungkap hingga saat ini. Ia dikabarkan memiliki lebih dari 1 juta keping Bitcoin.



Sumber : pluang.com

Kenapa Yield Obligasi AS Selalu Jadi Musuh Bebuyutan Emas? Simak di Sini!

Sobat cuan yang menggandrungi investasi emas tentu mengetahui satu musuh bebuyutan yang selalu meredupkan harga logam mulia sejak Februari lalu. Ya, apalagi kalau bukan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Duel antara tingkat obligasi dan emas telah terjadi secara sengit dalam beberapa bulan ini. Jika imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sedang menukik, maka nantinya imbal hasil emas menyusut. Begitu pun sebaliknya.

Tapi, apakah Sobat Cuan penasaran, mengenai benar-tidaknya kausalitas antara tingkat imbal hasil obligasi dan harga emas? Kenapa yield obligasi pemerintah AS selalu menjadi momok bagi harga emas?

Apa Itu Yield Obligasi Pemerintah?

Namun, sebelum ke arah sana, akan lebih baik jika kamu mengenal lebih dalam tentang tingkat imbal hasil obligasi pemerintah.

Tingkat imbal hasil, atau biasa disebut yield, secara sederhananya adalah istilah bagi cuan yang kamu dapat dari berinvestasi di obligasi. Baik obligasi yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi.

Yield biasanya berbentuk tingkat persentase dan selalu berbanding terbalik dengan harga dasar obligasi itu sendiri. Artinya, jika sebuah obligasi pemerintah memiliki yield yang tinggi, maka instrumen tersebut tengah dibanderol di harga murah. Begitu pun sebaliknya.

Kemudian, Sobat Cuan perlu memahami bahwa imbal hasil adalah cerminan risiko. Artinya, yield obligasi akan meningkat jika “risiko” investasi obligasi sedang meningkat. Dalam hal ini, risiko utama dari obligasi adalah kemampuan sang penerbit obligasi untuk melunasi surat utang tersebut.

Selain itu, yield juga akan meningkat mengikuti pergerakan suku bunga acuan bank sentral. Kalau otoritas moneter sedang melakukan kebijakan moneter ketat dengan menaikkan suku bunga acuan, maka yield obligasi pemerintah juga akan terkerek naik. Nah, oleh sebab itu, tak heran jika banyak investor menjadikan obligasi pemerintah sebagai safe haven kala ekonomi amburadul atau suku bunga sedang tinggi.

Mengapa Yield Obligasi Pemerintah Mengancam Harga Emas?

Namun, posisi obligasi pemerintah sebagai safe haven pun ditantang oleh rival yang sepadan, yakni emas.

Sejak dulu, masyarakat mengenal emas sebagai aset safe haven yang hakiki karena bisa melindungi nilai kekayaan seseorang dari gerusan inflasi. Dengan kata lain, nilai kekayaan yang Sobat Cuan percayakan di emas saat ini akan tetap sama 1.000 tahun lagi.

Karena keduanya adalah sama-sama aset safe haven, maka tak heran jika keduanya sering menjadi objek “pertumpahan darah” para investor.

Setiap investor tentu menginginkan kenaikan cuan yang mumpuni, makanya mereka akan berbondong-bondong menggenggam obligasi pemerintah jika yield-nya sedang naik. Akibatnya, investor akan melepas emas yang digenggamnya. Sebab bagi mereka, lebih baik menggenggam obligasi dibanding emas, sebuah instrumen yang tidak memberikan imbal hasil secara periodik. Ujung-ujungnya, aksi tersebut bikin permintaan emas lunglai, dan bikin harganya tak berdaya.

Hanya saja, investor bisa saja kembali berpaling berburu emas jika yield obligasi pemerintah terus melorot. Lho, apa alasannya? Jawabannya simpel, Sobat Cuan. Yield yang melandai bikin kesempatan berburu cuan di obligasi pemerintah juga kian susut. Aksi borong emas investor tersebut nantinya akan mengerek kembali harga emas.

Nah, jadi secara teori bisa disimpulkan bahwa memang ada korelasi negatif antara yield obligasi pemerintah dan harga emas. Namun, jika melihat secara data historis, apakah memang harga emas akan selalu menyerah ketika yield obligasi pemerintah sedang terbang?

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Setelah Obligasi AS Rekor dalam Setahun

Mengulik Sejarah Yield Obligasi vs Investasi Emas

Untuk memperdalam teori kausalitas negatif ini, perusahaan jasa konsultasi emas dan logam mulia asal AS, Sunshine Profits, pernah melihat hubungan antara yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dengan harga emas.

Perusahaan tersebut menghimpun data tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga emas sejak 1968 hingga 2020. Kemudian, hasil observasi tersebut mereka tuangkan ke grafik di bawah ini. Garis kuning menunjukkan harga emas, sementara garis merah menunjukkan inversi dari yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.

Sumber: Sunshine Profits

Seperti yang dilihat di atas, memang lesunya yield tidak selalu berdampak pada kenaikan harga emas secara signifikan. Seperti yang terlihat pada dekade 1980an, di mana penurunan yield tidak diikuti oleh kenaikan harga logam mulia. Sehingga, apakah teori hubungan negatif yield dan emas tidak benar adanya? Belum tentu.

Hasil dari grafik di atas tidak menunjukkan hasil yang diinginkan lantaran angka yield yang digunakan tidak disesuaikan dahulu dengan tingkat inflasi. Nah, jika faktor inflasi dikeluarkan dari seluruh indikator tersebut, bisa terlihat bahwa memang ada hubungan negatif antara harga emas dan yield obligasi pemerintah AS. Seperti terlihat dari grafik di bawah ini.

Sumber: Sunshine Profits

Karena keduanya memiliki hubungan negatif, maka ada anggapan yang mengatakan bahwa seorang investor tidak bisa menempatkan dananya di obligasi pemerintah dan emas sekaligus. Mengapa begitu?

Pertama, tentu cuan yang didapat sang investor tidak akan maksimal. Gampangnya begini, percuma saja kamu mendapatkan cuan dari obligasi pemerintah, tapi ternyata malah buntung di investasi emas. Atau pun sebaliknya.

Kedua, investor harus paham bahwa memilih emas dan obligasi adalah seni memilih opportunity cost. Misalnya, ketika investor menggenggam emas di saat yield obligasi sedang tinggi, artinya mereka harus membayar opportunity cost berupa kesempatan mendapatkan cuan dari obligasi pemerintah.

Namun, sampai kapan sang investor mau menoleransi opportunity cost tersebut? Nah, inilah seni utama dari memilih antara investasi emas atau obligasi pemerintah.

Harga Emas Terus Melaju. Sekarang Saat yang Tepat!

Namun, Sobat Cuan nampaknya tak perlu khawatir akan ancaman yield obligasi pemerintah AS terhadap harga emas — setidaknya dalam jangka pendek. Sebab, banyak analis memprediksi harga emas masih akan tetap moncer, bahkan bisa menembus US$1.900 per ons, asal bank sentral AS The Fed tidak “berulah” dengan mengubah kebijakan suku bunga acuannya.

Untungnya, sejauh ini, otoritas moneter AS tersebut masih berjanji untuk tidak mengerek suku bunga acuan selama ekonomi belum benar-benar pulih dan tingkat inflasi belum menyentuh 2%. Bahkan kini, harga emas sudah beranjak kembali ke level US$1.800 setelah redup di kisaran US$1.700 selama tiga bulan terakhir.

Setelah membaca prediksi di atas, apakah Sobat Cuan juga tertarik berinvestasi emas? Yuk, segera investasi di Pluang! Kamu bisa mendapatkan emas digital dengan spread transaksi rendah hanya 1,75% saja!

Baca juga: Setelah Dihajar Dolar, Harga Emas Hari Ini Keok Dihantam Obligasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Sunshine Profits, Entrepreneur



Sumber : pluang.com

2 Strategi Utama Investasi Aset Kripto

Sama seperti aset keuangan lainnya, terdapat dua pendekatan untuk menganalisa harga cryptocurrency, yakni:

  • Analisis fundamental, yakni analisis yang melibatkan indikator dasar suatu aset seperti nilai intrinsik dan nilai gunanya. Pendekatan ini cenderung berguna bagi investor jangka panjang.
  • Analisis teknikal, yakni analisis grafik dan indikator trading kuantitatif, di mana pergerakan harga dan volume perdagangan dipergunakan untuk mengukur momentum pasar dan volatilitas harga aset. Analisis ini menjadi senjata bagi trader harian yang mampu memahami informasi dalam jumlah banyak dan dapat dengan cepat mengambil keputusan saat sinyal-sinyal trading muncul.

Baik analisis fundamental dan teknikal bisa dan memang seharusnya digunakan secara bersamaan. Investor jangka panjang bisa mengubah gaya investasinya menjadi trading harian jika pengalaman investasinya sudah semakin banyak dan merelakan waktu lebih lama untuk secara aktif melakukan manajemen resiko terhadap pergerakan harga dalam sehari. 

Analisis Fundamental Crypto: 3 Cara Untuk Mengevaluasi Nilai Intrinsik Aset Kripto

Analisis fundamental adalah pendekatan yang dilakukan oleh pelaku pasar untuk menentukan nilai intrinsik dari sebuah aset. Sebuah aset dikatakan memiliki nilai intrinsik jika nilai dasar (underlying) lebih tinggi dari harga pasarnya.

Analisis fundamental awalnya dimanfaatkan untuk menganalisa pergerakan harga saham dan cara ini ditenarkan begawan saham Warren Buffett. Dengan menggunakan analisis ini, investor dapat memperkirakan nilai saham sebuah perusahaan dengan cara mengalikan nilai pendapatan atau penjualan perusahaan tersebut dengan sebuah faktor pengali yang diperoleh dari tolok ukur (benchmark) di industri perusahaan tersebut.

Sebagai contoh, jika Google mendapatkan laba US$40 miliar setiap tahun sementara rasio harga terhadap pendapatan (price to earning ratio)  untuk industri yang beranggotakan perusahaan yang berbasis teknologi canggih adalah 30, maka Google seharusnya bernilai lebih dari US$1,2 triliun atau US$40 miliar (earning Google) dikalikan dengan 30 (P/E ratio industri). 

Hanya saja, menggunakan analisis fundamental di pasar kripto terbilang sulit lantaran cryptocurrency tidak memiliki angka laba sebelum pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) layaknya perusahaan pada umumnya. Oleh karenanya, jika investor ingin melakukan pendekatan analisis fundamental aset kripto, maka ia harus menggunakan teknik lain agar mampu memperkirakan “nilai intrinsik” dari sebuah aset kripto.

Sejauh ini, pakar aset kripto menggunakan tiga pendekatan dalam analisis fundamental aset kripto: Pendekatan on-chain, pendekatan proyek, dan pendekatan tokenomics.

Pendekatan Volume On-Chain

Salah satu cara mengetahui tingkat penggunaan teknologi blockchain suatu cryptocurrency adalah dengan melihat volume transaksi on-chain yang diproses jaringan blockchain tersebut. Data-data tersebut seharusnya tersedia secara bebas karena blockchain terbuka untuk umum. 

Sobat Cuan bisa menyimak salah satu contoh data transaksi on-chain (data transfer harian token ERC-20 di jaringan Ethereum) pada grafik di bawah ini.

Data Volume On-Chain ERC-20
Sumber: Etherscan.io

Volume on-chain hanyalah satu indikator penggunaan. Banyak transaksi Ethereum terjadi di luar jaringan blockchain tapi di bursa dan aplikasi cryptocurrency, sehingga volume transaksi yang sebenarnya tidak bisa diketahui.

Walaupun begitu, tetap masih bisa disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan blockchain maka semakin tinggi pula penggunaan aset blockchain tersebut apalagi dengan adanya efek jaringan (network effect) sehingga harga aset kripto akan meningkat.

Saat ini terdapat dua cara yang bisa dilakukan investor untuk mengukur tingkat penggunaan teknologi blockchain dan kedalaman network effect dari sebuah cryptocurrency:

  1. Mengukur jumlah dan nilai transaksi: Penurunan aktivitas dan nilai transaksi di dalam jaringan menyiratkan turunnya antusiasme masyarakat terhadap aset kripto tersebut.
  2. Mengukur jumlah alamat aktif/alamat dengan nilai transaksi besar di jaringan. Banyaknya investor aktif dengan posisi kepemilikan cryptocurrency yang juga tinggi menandakan bahwa aset kripto tersebut punya “penggemar setia”. Makin banyak “penggemar setia” akan mendukung kenaikan harga aset kripto.

Sepanjang kuartal I 2021, jumlah alamat dengan kepemilikan 100 hingga 1.000 keping Bitcoin telah meningkat dari 3,5 juta alamat di awal Januari menjadi 3,9 juta alamat di Maret atau lebih dari 12%. Data tersebut menunjukkan bahwa jaringan blockchain Bitcoin telah diserbu oleh orang kaya dan investor institusi di mana kelompok ini sekarang memiliki posisi dana yang cukup besar di jaringan Bitcoin.

Kondisi ini bertepatan dengan kenaikan harga Bitcoin dari US$32.000 per keping menjadi US$58.000 sepanjang kuartal I 2021.

Pendekatan Proyek

Cara lain untuk menganalisa faktor fundamental cryptocurrency adalah memeriksa teknologinya, sosok-sosok tim pengembangnya, serta unsur tokenomics-nya.

Untuk melihat aspek-aspek tersebut, Sobat Cuan bisa membaca dokumen yang disebut whitepaper, spesifikasi teknis, serta peta jalan pengembangan teknologi blockchain tersebut ke depan. Dan faktor utama adalah latar belakang sosok-sosok yang mengembangkan teknologi tersebut dan struktur tata kelola teknologi blockchain.

Cara  ini mirip yang dilakukan perusahaan modal ventura dalam menganalisa sebelum menanamkan dananya ke sebuah perusahaan rintisan atau startup. Berinvestasi aset kripto memang terbilang mirip dengan menanamkan modal ke perusahaan rintisan, sebab baik cryptocurrency dan perusahaan rintisan sama-sama memperkenalkan teknologi baru yang belum tentu akan diadopsi masyarakat.

Investor yang tidak memiliki keahlian teknis (dalam hal ini biasanya dalam dunia programming atau komputer atau teknologi) lebih mengalami kesulitan untuk menentukan aset kripto mana yang akan sukses atau gagal. Dengan kata lain, berinvestasi di cryptocurrency memiliki kemiripan berinvestasi di perusahaan teknologi baru.

Pendekatan Tokenomics

Melalui pendekatan ini pelaku pasar mencoba menganalisa permintaan dan penawaran aset kripto menggunakan indikator-indikator yang sering dipakai dunia  keuangan. Misalnya, perubahan nilai kapitalisasi pasar, volume trading, dan jumlah persediaan cryptocurrency tersebut.

Setiap aset kripto biasanya memiliki struktur tata kelolanya sendiri yang mengatur kebijakan masing-masing dalam menentukan jumlah kepingan koin yang tersedia atau bisa dikatakan kebijakan moneternya. 

Apabila jumlah pasokan cryptocurrency dibatasi dalam jumlah tetap atau bahkan menurun, maka kenaikan permintaan akan mendorong peningkatan harga Sebaliknya, jika pengembang koin kripto tiba-tiba merilis sebuah koin dalam jumlah yang besar, muncul kemungkinan bahwa harganya akan anjlok. 

Mekanisme penawaran dan skema distribusi sebuah cryptocurrency merupakan faktor utama yang mempengaruhi harga aset kripto.

Analisis Teknikal Cryptocurrency

Berbeda dengan analisis fundamental, analisis teknikal berguna untuk memperkirakan tren harga cryptocurrency ke depan berdasarkan harga dan datanya di masa lalu. 

Analisis teknikal berdasarkan prinsip bahwa keadaan psikologis pasar menciptakan pola dan tren grafik yang sering menyebabkan mispricing di mana harga pasar tidak mencerminkan nilai fundamental aset.  Pelaku pasar bisa memanfaatkan keadaan tersebut untuk mendulang cuan melalui aktivitas jual-beli secara aktif atau trading.

Memahami indikator analisis teknikal memang terbilang rumit dengan begitu banyak pola, cara dan indikator. Namun, terdapat dua indikator analisis teknikal dasar yang sangat berguna bagi trader pemula, yakni garis tren dan level support dan resistance.

Sobat Cuan akan memahami keduanya di artikel ini. Tetapi, kamu bisa mempelajari lebih jauh tentang analisis teknikal lainnya di tautan berikut.

1. Garis Tren

Trend Line Cryptocurrency

Garis tren (Trend lines) adalah indikator bermanfaat yang menunjukkan arah tren harga cryptocurrency ke depan.

Tren naik ditunjukkan dengan semakin meningkatnya titik tertinggi seiring waktu. Begitu pun sebaliknya, tren melemah ditunjukkan oleh semakin menurunnya titik terendah seiring waktu. Dengan memahami garis tren, maka pelaku pasar aset kripto tak perlu panik dengan volatilitas harga singkat.

Namun, membaca tren bisa cukup rumit. Suatu tren bisa berlangsung dalam jangka panjang, menengah, atau pendek. Ada kalanya juga pergerakan harga cryptocurrency tidak menunjukkan pergerakan berarti, atau biasa disebut pergerakan sideways.

2. Level Support dan Resistance

Level support dan resistance adalah dua kunci utama dalam melihat permintaan dan penawaran koin.

Support adalah level harga di mana tren harga yang menurun akan berhenti sementara. Pada titik harga tersebut, pemain pasar masuk untuk mengumpulkan aset karena tertarik akan harganya yang dirasakan murah. Peningkatan permintaan pada titik tersebut akan menyebabkan harga memantul kembali dan pasar melakukan rebound .

Titik support menjadi zona  genting dalam menentukan apakah tren akan berlanjut. Jika pada pergerakan berikutnya, harga aset malah turun melewati garis support-nya, maka ada kemungkinan harga aset akan melanjutkan tren pelemahan.

Salah satu contoh level support bisa terlihat pada grafik UNI/USDT berikut. Harga UNI terlihat menyentuh area level support di posisi US$14 tiga kali sebelum akhirnya UNI menguat.

Contoh level support

Sementara itu, resistance adalah level harga di mana tren meningkat tiba-tiba berhenti. Pada saat itu, trader sedang melakukan aksi ambil untung mengingat harga asetnya tengah moncer. 

Sama seperti support, resistance akan menjadi titik penting untuk menaksir apakan tren kenaikan akan terus berlangsung. Jika harga cryptocurrency menembus level resistance, maka trader bisa berharap bahwa harga aset bisa terus melejit. 

Untuk memahami level resistance, Sobat Cuan bisa menengok grafik TRON/USDT berikut. Titik harga US$0,0825 dianggap sebagai level resistance, atau harga ‘langit-langit’, karena mewakili area grafik di mana kenaikan harga aset telah terhenti.

Namun, pada Agustus, harga TRON berhasil menembus level resistance dan melejit setelahnya.

Contoh Level Resistance

Mending Mana? HODL atau Trading Cryptocurrency?

Kini, Sobat Cuan telah mengetahui tentang analisis teknikal dan fundamental aset kripto. Namun, kamu mungkin bertanya-tanya, apakah lebih baik untuk:

  1. Investasi jangka panjang dan “HODL” (menahan) cryptocurrency. Melalui pendekatan ini, kamu tidak begitu peduli dengan pergerakan harga dalam jangka pendek dan memilih menggenggam cryptocurrency dengan harapan bahwa harga aset kripto akan meningkat dalam jangka panjang.

    Jika kamu memilih jalan ini, maka artinya kamu punya pandangan yang cukup optimistis dengan harga aset kripto masa depan. Investor kripto jangka panjang umumnya percaya bahwa menempatkan uang di cryptocurrency lebih menguntungkan dibanding uang fiat karena jumlah penawaran aset kripto  terbatas. Selain itu, mereka percaya bahwa permintaan aset kripto akan meledak di masa depan karena teknologi blockchain akan menjadi tulang punggung infrastruktur finansial dunia.

    Jika kamu percaya dengan strategi ini, maka satu teknik investasi yang bisa kamu gunakan adalah meminjamkan atau melakukan staking cryptocurrency milikmu. Dengan cara ini kamu bisa menerima imbal  2% hingga 3% per tahun, belum termasuk keuntungan saat harga kripto naik. Teknik ini disebut HODL, sebuah istilah yang diturunkan dari meme kripto di mana seorang investor salah mengetik “hold” menjadi “HODL”. HoDL merupakan singkatan dari “Hold on for Dear Life”. Kesalahan pengetikan ini kemudian diabadikan ke dalam meme-meme baru, seperti meme berikut:HODLKesalahan pengetikan ini kemudian diabadikan ke dalam meme-meme baru, seperti meme berikut:

    Jika kamu tertarik untuk melakukan strategi “beli dan tahan” Bitcoin dan Ethereum, Pluang bisa membantumu mendulang cuan hingga 3,5% per tahun melalui produk PluangCuan.

  2. Trading cryptocurrency menggunakan analisis teknikal. Jika kamu sanggup merelakan waktu tiap hari untuk sering mempelajari grafik harga aset kripto dan rajin membaca berita,  maka  kamu dapat memulai secara aktif dalam pasar. Trading membutuhkan komitmen waktu yang tinggi dan kemampuan untuk bertindak cepat untuk menanggapi berbagai macam kabar, karena itu tidak disarankan untuk investor yang pemula dan tidak berpengalaman untuk langsung terjun seperti ini. Terlebih lagi mengingat persaingan dan dihadapkan trader lain yang berpengalaman dan trader yang memanfaatkan algoritma.

    Investor baru biasanya mulai dengan melakukan HODL kemudian baru pelan-pelan mencoba melakukan trading berdasarkan analisanya sendiri. Namun ada juga yang lebih memilih untuk menggunakan analisis fundamental untuk menentukan jumlah uang yang sebaiknya dialokasikan dan analisis teknikal akan dipergunakan untuk menentukan waktu masuk atau keluar pasar.

    Tentu saja tidak mungkin seseorang selalu memusatkan perhatian mereka ke layar komputer dan pergerakan pasar untuk mencari informasi harga. Karena itu penting bagi day trader untuk memanfaatkan tipe-tipe order yang lebih canggih. Salah satu contohnya adalah limit order, sebuah fitur yang memungkinkan trader untuk memaksimalkan harga jual dan meminimumkan harga beli ketika pasar kripto bergejolak. Selain itu, trader juga bisa memanfaatkan stop order, sebuah fitur yang memungkinkan trader untuk masuk atau keluar dari sebuah posisi ketika momentum pasar menyebabkan harga aset kripto bergerak kencang, baik ke arah melemah atau menguat.

Masing-masing pendekatan memiliki kegunaan tersendiri yang tergantung atas keadaan pasar dan pengalamanmu sendiri. Jika kamu baru memulai berinvestasi, maka pendekatan jangka panjang berbasis analisis fundamental akan menjadi pilihan baik untukmu.

Seiring pengalamanmu meningkat, atau kamu percaya bisa membaca arah pergerakan pasar, maka kamu bisa menggunakan analisis teknikal dan memanfaatkan tipe order lanjutan demi menciptakan strategi trading yang sesuai dengan sudut pandangmu.



Sumber : pluang.com

Bingung Pilih Trading atau HODL? Simak Tips Investasi Cryptocurrency Ini!

Sobat Cuan butuh tips investasi cryptocurrency yang jitu? Nah, banyak pendatang baru dalam investasi cryptocurrency acap kali menggunakan strategi HODL, daripada jual beli (trading). Namun, setiap taktik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, di sini kita akan membahas manfaat, kesalahan, dan strategi trading vs HODL aset kripto, serta memberikan beberapa pandangan dan wawasan.

Namun, kita perlu mengetahui terlebih dulu, apa itu HODL? Ini adalah kesalahan ejaan yang disengaja dari “menahan” yang menyiratkan mempertahankan kepemilikan aset kripto ‘selamanya’ melalui pasang surut. Ini adalah ‘nasihat’ yang baik, tetapi juga jauh lebih sulit untuk melakukannya dengan benar.

Sobat Cuan pasti paham, bertahan dalam kondisi koreksi 40% hingga 80% membutuhkan tingkat ketabahan yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Sementara koreksi sebesar 40% – 80% koreksi adalah hal biasa dalam aset kripto.

Baca juga: Meski Digempur Altcoins, Ini Satu Alasan Kenapa Kamu Masih Perlu HODL Bitcoin!

Tips Investasi Cryptocurrency: Trading VS HODL 

Investor baru umumnya cenderung melakukan salah satu dari dua hal berikut ketika mereka pertama kali masuk ke cryptocurrency.

  • Beli dan tahan (HODL) cryptocurrency.
  • Perdagangkan aset kripto dan menambah keuntungan atau kepemilikan kripto mereka.

Dari keduanya, HODL umumnya adalah strategi yang lebih baik untuk pedagang baru karena ‘dianggap’ lebih bijak. Ada logika yang baik dalam pernyataan itu, tetapi kenyataannya adalah bahwa kedua strategi ini bisa sedikit berbahaya bagi investor baru jika dieksekusi secara tidak tepat.

Adapun, dua masalah utama dari HODL dan trading adalah sebagai berikut:

  • Para fans HODL cenderung menahan hingga ke atas dan kemudian kembali ke bawah lagi (yaitu mereka cenderung tidak mengambil keuntungan).
  • Kebanyakan orang bukanlah pedagang yang hebat. Terutama ketika datang ke pasar cryptocurrency yang sangat sulit dinavigasi dan tidak stabil.

Jadi apakah ini tips investasi cryptocurrency yang buruk? Tidak tepat juga. HODL dengan exit plan, atau berdagang sambil menerapkan manajemen risiko dan berfokus pada pembelajaran adalah taktik yang disukai sebagian besar investor dan trader berpengalaman. Singkatnya, menambahkan sedikit strategi ke dalam campuran keduanya akan sangat membantu.

Mari kita bahas setiap taktik HODL dan trading untuk memahami apa yang dimiliki satu sama lain. Sekaligus menjawab pertanyaan tentang apakah mereka dapat saling melengkapi? Bagaimana cara menerapkan HODL dan trading? Apakah mereka bisa diterapkan secara terpisah? Atau bersama-sama?

Tips Investasi Cryptocurrency: Manfaat, Kesalahan, dan Strategi HODL

Manfaat HODL

Konsep HODL cukup sederhana. Kamu membeli koin, memasukkannya ke dalam dompet, dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Dalam crypto, kesabaran sering kali terbayar setelah beberapa malam tanpa tidur, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Suatu hari kamu memeriksa portofolio dan bangun seperti seorang rockstar. Kamu bisa mendapat hadiah yang sangat besar meski dengan upaya yang sedikit dalam investasi. Selamat ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Mengenal Hard Fork Berlin, Salah Satu Faktor Meroketnya ETH di Awal Mei

Kesalahan HODL

Tapi, di kancah aset kripto, rebahan pun bisa menjadi jebakan batman. Seperti apa contohnya?

Pertama, investor baru cenderung masuk ke aset kripto saat harga tinggi, karena kegembiraan pasar bullish menarik mereka masuk. Tapi, jika seseorang membeli aset kripto saat harga di atas, mereka memiliki jalan HODL yang keras dan panjang ke depannya. Jalan itu dipenuhi dengan banyak peluang untuk menjual dengan harga rendah dan banyak potensi untuk merugi 25% hingga 90%. Itu sulit secara psikologis, terutama bagi seseorang yang tidak berpengalaman.

Kedua, ketika tiba waktunya untuk mengambil keuntungan, seorang fans HODL tidak memiliki pengalaman dalam hal-hal seperti itu. Mereka telah mengkondisikan diri mereka sendiri untuk “hanya HODL”. Padahal jika mereka tidak menjual dan mengambil keuntungan, pasar akan koreksi, atau lebih buruk, pasar menjadi bearish.

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Cara HODL yang Benar

Untuk HODL dengan cara yang benar, hitung rata-rata posisi dari waktu ke waktu (hari, atau minggu, atau bulan, atau bahkan tahun). Terutama ketika harga lebih rendah dibandingkan dengan kondisi tertinggi dan terendah baru-baru ini. Ini membantu Sobat Cuan mencegah kesalahan waktu jual di pasar.

Kemudian, ketika kamu melihat beberapa keuntungan yang sangat besar, pertimbangkan untuk menjual sebagian (bukan semua) untuk rata-rata kembali nanti. Ini membutuhkan kesabaran dan kontrol yang ekstra dalam mengatur emosi. Sementara itu, pelajari beberapa analisis teknikal dasar sehingga kamu dapat lebih memahami peluang jual beli.

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

Tips Investasi Cryptocurrency: Manfaat, Kesalahan, dan Strategi Trading Cryptocurrency

Manfaat Trading

Cryptocurrency sangat tidak stabil. Dalam forex, keuntungan 2% adalah peristiwa langka. Di pasar saham, keuntungan 2% adalah prestasi. Dalam perdagangan kripto, keuntungan 2% adalah sesuatu yang dapat kamu lihat 5 menit setelah menekan tombol beli. Namun, kadang di waktu yang sama kamu juga bisa merugi 2%.

Ada banyak peluang untuk melihat untung dan rugi besar dalam crypto. Jika kamu dapat belajar memanfaatkan keuntungan, kamu akan melampaui fans HODL dengan sangat cepat dalam sebagian besar kondisi pasar.

Kesalahan Trading

Jika kamu tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang fundamental dan teknikal aset kripto, dan tidak memahami sifat dan kondisi pasar, kamu sangat berpotensi besar akan merugi. Sama halnya jika kamu belum menjadi trader profesional atau sangat beruntung, dan tidak menggunakan manajemen risiko yang tepat.

Pada dasarnya pasar kripto penuh dengan jebakan bagi para pedagang atau trader. Di hari yang baik, seorang trader bisa untung tinggi dari memperdagangkan koin dan menghindari kerugian besar.

Sementara di hari yang buruk, trader mengambil keuntungan terlalu dini atau tidak masuk kembali ke posisi sebelum harga naik kembali. Pada hari yang sangat buruk, seorang trader membeli tinggi, menjual rendah. Atau membeli tinggi dan kemudian dilikuidasi dengan margin karena mereka tidak menghentikannya.

Terakhir, kesalahan lain adalah bahwa trader dikondisikan untuk berdagang. Dengan demikian, kamu mungkin kehilangan uang dengan mudah di pasar yang sangat bullish karena tidak dikondisikan untuk HODL. Ada berbagai gaya trading, dan tidak setiap trader harus menjadi trader harian.

Baca juga: Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit

Cara Trading yang Benar

Bahkan seorang trader yang tidak berpengalaman memiliki potensi untuk mengungguli fans HODL. Tetapi untuk melakukan ini mereka harus mengesampingkan emosi dan memiliki kesabaran.

Di sini, seorang trader akan bertindak seolah-olah mereka adalah pengguna HODL, menghitung rata-rata dalam posisi dan menahan. Namun, mereka kemudian akan keluar dari posisi tersebut setelah mereka mendapatkan keuntungan, atau begitu harga mulai menurun.

Menghentikan kerugian, mengambil untung, dan keluar dari posisi dapat membantu menghindari banyak risiko HODL. Tetapi tentu saja, taktik ini juga menghadirkan risikonya sendiri.

Jika pasar sedang bullish, cobalah untuk menjauh dari trading terlalu banyak, kecuali benar-benar mengenal portofolio kamu. Dalam pasar yang stagnan atau bearish, atau ketika tiba saatnya untuk mengambil untung, trading bisa menjadi andalan. Yang terpenting, temukan gaya trading yang cocok untukmu, dan pastikan untuk menggunakan taktik manajemen risiko yang tepat!

Kesimpulan Tips Investasi Cryptocurrency: HODL VS Trading

Jika tidak memiliki banyak pengalaman, kamu harus berinvestasi kripto dan/atau trading dengan hati-hati. Pendekatan konservatif dan hati-hati melibatkan pergerakan rata-rata dan perlahan baik jual atau beli. Jika melakukan ini, kamu membatasi banyak kerugian (tetapi tidak semua) dari apa yang bisa salah dalam jangka panjang.

  • HODL itu mudah, tetapi memiliki beberapa masalah yang serius. Hal itu terutama bagi mereka yang membeli di harga atas, atau yang HODL di setiap titik tertinggi sepanjang masa.
  • Trading lebih sulit dan memiliki lebih banyak jebakan yang harus diperhatikan. Tetapi itu akan menempatkanmu pada jalur di mana kamu akan mengkondisikan diri sendiri untuk melakukan apa yang pada akhirnya perlu dilakukan, yaitu beli dan jual pada waktu yang tepat untuk merealisasikan cuan.

Menimbang hal di atas, dapat dikatakan bahwa HODL adlaah langkah yang sedikit bijak. Memang, strategi yang paling ramah bagi pemula adalah strategi di mana ada hitungan rata-rata beli dan jualnya.

Namun, jika kamu ingin trading, mulailah dengan perdagangan kecil. Seperti 1% dari portofolio kamu per perdagangan dan tidak lebih dari beberapa perdagangan seminggu. Gunakan strategi stop loss, dan mulai belajar tentang analisa teknikal. Hal itu karena memahami tren jangka panjang sangat penting untuk perdagangan jangka pendek.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Mending memilih HODL atau trading? Apapun keduanya, kamu bisa mempraktikan ilmu di atas dengan berinvestasi Bitcoin dan Ethereum di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CryptocurrencyFacts



Sumber : pluang.com

Apakah Aset Kripto Legal di Indonesia?

Kebijakan pemerintah adalah hal sensitif bagi mata uang kripto. Beberapa pihak masih sangsi dengan sahnya transaksi aset kripto karena melihat bahwa aset ini masih berusia relatif muda  dan memiliki pergerakan harga yang tinggi. 

Hal ini juga terlihat di Indonesia. Banyak kabar miring mengenai legalitas aset kripto di tanah air membuat sebagian masyarakat masih menjauhi aset satu ini. 

Lantas, bagaimana posisi cryptocurrency di mata peraturan Indonesia?

Legalitas Cryptocurrency di Indonesia

1. Apakah Cryptocurrency Legal Sebagai Investasi/Aset Trading?

Jawabannya adalah ya.

Perdagangan Aset Kripto disahkan pada September 2018, ketika Kementerian Perdagangan menyetujui perdagangan Bitcoin (BTC) dan aset kripto sebagai komoditas. Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), yang bertindak sebagai regulator perdagangan komoditas dalam negeri, kemudian menyusun regulasi aset kripto dan blockchain di dalam negeri.

Hal itu kemudian dimuat  ke dalam Peraturan Bappebti No. 5/2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Aturan lebih jelasnya bisa Sobat Cuan unduh di sini.

Peraturan tersebut dilengkapi setahun kemudian melalui Peraturan Bappebti No. 7/2020 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Jika aturan sebelumnya mengatur dasar-dasar trading aset kripto, aturan yang baru ini menjabarkan 229 jenis aset kripto yang dapat diperdagangkan secara legal di Indonesia. Beleid ini dibutuhkan demi melindungi investor Indonesia dari penipuan trading aset kripto.

Agar lebih jelas, Sobat Cuan bisa baca aturannya di sini.

Segala aktivitas transaksi kripto di Pluang diawasi dan juga diregulasi di bawah aturan BAPPEBTI.

2. Apakah Cryptocurrency Sah Sebagai Alat Tukar?

Jawabannya adalah tidak.

Meskipun tukar menukar aset kripto sah di Indonesia, namun Bank Indonesia masih tidak mengenali kripto sebagai alat pembayaran.

Hal itu ditegaskan dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Adapun pasal 1 beleid tersebut mengatakan, “mata uang adalah uang yang dikeluarkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang selanjutnya disebut Rupiah.”

Hal ini adalah salah satu masalah besar dalam adopsi kripto yang lebih luas. Selain itu, banyak bank yang enggan membuka rekening terkait perdagangan kripto, dan masih banyak informasi yang salah mengenai sifat mata uang kripto.

Namun, beberapa pelaku usaha secara terbatas sudah mulai menerima pembayaran kripto, di antaranya:

  1. ESO Trans Digital: ESO Trans Digital adalah platform pembayaran dan transaksi yang memanfaatkan teknologi blockchain dan NFC. Pengguna dapat membayar barang dan jasa dengan kripto melalui Kode QR dan opsi pembayaran lainnya.
  2. Nobi: Nobi adalah platform tabungan blockchain yang bisa dimanfaatkan penggunanya untuk menyetor, menyimpan, dan staking aset kripto untuk mendapatkan hadiah di aplikasi selulernya.
  3. Teknologi BCS: Teknologi BCS adalah perusahaan konsultan yang bergerak di bidang pembangunan proyek blockchain. Perusahaan menerima pembayaran kripto untuk layanannya.

Beberapa pihak memperkirakan bahwa pemerintah pada akhirnya akan mengubah klasifikasi aset kripto dari komoditas menjadi aset digital. Apalagi, Bank Indonesia sendiri juga sudah berencana untuk merilis mata uang rupiah digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC).

3. Apakah Ada Regulasi Soal Perpajakan Cryptocurrency di Indonesia?

Jawabannya adalah ada.

Pemerintah secara resmi mengenakan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0,1% hingga 0,2% untuk pembelian aset mata uang digital alias kripto per 1 Mei 2022. Ketentuan itu tertuang di dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 68 tahun 2022 tentang PPN dan Pajak Penghasilan (PPh) atas Transaksi Perdagangan Aset Kripto.

Aturan itu juga menjelaskan bahwa penjual aset kripto dibebankan Pajak Penghasilan (PPh) 22 dengan tarif 0,1% dari nilai transaksi aset kripto. Namun, penjual aset kripto akan dikenakan tarif PPh 22 0,2% jika penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik bukan merupakan pedagang fisik aset kripto.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan Ingin Anti Melarat Setelah Lebaran? Simak Tipsnya di Sini!

Selamat hari raya Idulfitri, Sobat Cuan! Meskipun di tengah pandemi, aura lebaran tahun ini tetap terasa. Banyak mall yang sengaja menawarkan diskon, sementara pasar-pasar tradisional juga tidak kalah menawarkan berbagai keperluan. Namun, tetap waspada, Sobat Cuan! Karena terkadang kita kalap lalu membeli banyak barang yang sebenarnya tidak perlu. Tanpa sadar uang kita sudah habis terkuras. 

Ditambah Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru cair bisa langsung ludes saat kita mencium bau-bau promo di online shop. Lapar mata yang kita rasakan ini bisa merugikan diri kita sendiri loh. Akibatnya, uang THR-mu ludes dan malah bikin kamu menyesal belakangan. Tapi tenang, ada beberapa tips mengelola uang THR yang bisa kamu lakukan agar tidak gampang menguap.

Untuk menghindari dompet kering saat lebaran, kamu perlu menyusun strategi agar bisa hemat. Berikut ini adalah tips mengelola uang THR usai lebaran yang dapat kamu terapkan.

Baca juga: Mau Belanja Lebaran Tapi Gak Nguras Kantong? Nih, Simak Triknya di Sini!

Tips Mengelola Uang THR Agar Tak Melarat Setelah Lebaran

1. Membuat Daftar Belanja

Pertama, kamu perlu membuat daftar belanja. Tips ini sangat penting untuk dilakukan karenahasrat berbelanja menjadi tinggi saat lebaran datang.

Secara tidak sadar, terkadang kita sudah punya rencana membeli barang A sampai Z. Tapi, kita harus pandai-pandai membuat list pengeluaran. Misalnya, jika kita ingin membeli baju A dengan harga Rp400.000, maka kita harus menyesuaikan keinginan itu dengan anggaran yang kita punya. Jangan sampai kita kekurangan dana untuk operasional lainnya.

Jika anggaran baju A tidak ada, maka perkecil budget-nya. Kamu bisa membeli baju seharga Rp200.000 atau Rp300.000.

Terkadang kita hanya lapar mata saat membeli barang. Dengan membuat daftar belanja tersebut, kamu pun akhirnya bisa fokus berhemat. Belanja kita menjadi lebih tertata dengan budget yang ada.

2. Fokus pada Kebutuhan

Sobat Cuan pasti sering tergiur untuk berbelanja menjelang lebaran. Uang THR yang kita terima membuat kita jadi terlena. Ditambah, toko-toko mulai menjual berbagai barang berbau lebaran. Duh, jadinya, kita jadi susah mengontrol apa yang benar-benar jadi kebutuhan dan keinginan.

Nah, agar imanmu tetap kuat, tips mengelola uang THR yang perlu dilakukan berikutnya adalah fokus pada kebutuhanmu. Misal, kita berencana akan membeli kue lebaran. Jangan sampai malah tergiur membeli makanan lainnya.

Kasus lain terjadi ketika, misalnya, kamu ingin membeli perlengkapan sholat. Tanpa sadar, kamu malah asik mengambil barang lainnya seperti jilbab atau gamis. Wah, kalau begini terus, lama kelamaan isi dompet kamu langsung kering!

Sehingga, kamu perlu menentukan dulu barang-barang yang menjadi kebutuhan lebaran dan mana yang bukan. Hindari juga pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Misalnya, jika ada tawaran buka bersama enam kali, kamu hanya cukup menghadiri satu atau dua diantaranya saja. Uang yang kita sisihkan nantinya dapat digunakan di kemudian hari. 

3. Tips Mengelola Uang THR Agar Tak Miskin? Yuk, Berburu Diskon!

Menjelang lebaran banyak pusat perbelanjaan menawarkan diskon. Tak hanya toko offline, toko online-pun ikut bersaing.

Nah, promo Ramadhan Sale ini bisa jadi trik selanjutnya yang bisa kamu gunakan. Carilah pusat perbelanjaan atau toko online yang menawarkan diskon atau banting harga secara gede-gedean.

Terkadang mereka tak tanggung-tanggung dalam memberikan promo. Biasanya, saat Ramadan Sale, diskon yang ditawarkan hampir mencapai 50%. Meskipun jumlah diskon yang ditawarkan cukup besar, tetapi kadang kamu tak perlu meragukan kualitas barang tersebut.

Berbelanja saat promo bisa membantu kita memangkas anggaran yang ada. Tapi ingat, jangan sampai kalap melebihi batas kebutuhan hanya karena terlena harga miring!

4. Hindari Utang

Sekarang ini marak sekali pembayaran dengan sistem paylater. Mungkin, pada awalnya cara seperti ini mempermudah kita. Kita seakan-akan diberi jalan untuk membeli barang tanpa memikirkan pembayarannya terlebih dahulu. Uang yang seharusnya dibayar dengan nominal sekian, bisa kita siasati.

Trik marketing seperti ini akan semakin ramai saat mendekati lebaran. Memang, di permukaan, hal ini terlihat sangat memudahkan serta menguntungkan di awal. Akan tetapi, dengan sistem ini utang yang kita punya akan bertambah.

Uang THR yang awalnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain jadi habis terpakai. Belum lagi kewajiban untuk membayar utang tiap bulannya. Masa idulfitri yang harusnya membuat kita suci dari dosa finansial malah kita gunakan untuk menambah “dosa-dosa” lainnya.

Jadi, sebisa mungkin hindari utang ya, Sobat Cuan! Apapun jenisnya, jauhi berbagai macam utang yang bisa merugikan kita di kemudian hari. 

5. Tips Mengelola Uang THR Paling Jitu: Selamatkan Uang Kamu untuk Menabung

Tips terakhir agar uang kamu tidak ludes setelah lebaran adalah menabung. Mulailah dengan menerapkan empat cara di atas. Setelah kamu menerapkan empat trik di atas, sisa THR-mu bisa ditabung.

Ingat, Sobat Cuan! Menabung berarti menyisihkan uang. Jangan mudah tergiur untuk mengambil uang simpanan. Usahakan untuk selalu rajin menabung berapapun nominalnya setiap bulan. Sehingga, kita masih punya simpanan uang untuk merayakan lebaran berikutnya. Dengan begitu, kamu tak lagi kebingungan ketika ada keperluan mendadak.

Lebaran memang terasa kurang tanpa berbelanja barang atau baju baru. Namun, kita harus selalu ingat jika kebutuhan kita akan terus bertambah setiap waktu. Memangkas keuangan saat lebaran adalah cara terbaik menjauhkan kita dari kehabisan uang setelahnya.

Namun, kalau kamu ingin keuanganmu tetap aman hingga lebaran tahun depan, tak ada salahnya kok kamu berinvestasi. Apalagi, kalau kamu berinvestasi di Pluang!

Baca juga: Diskon dari Beli Emas Online

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Republika



Sumber : pluang.com

Kamu Bergaji Rp5 Juta Tapi Pengen Investasi? Bisa Banget Kalau Ikuti Tips Berikut!

Dewasa ini, kata investasi mungkin sudah tidak asing terdengar. Baik bagi mereka yang sudah berpengalaman berinvestasi di banyak tempat, baru coba-coba memulai, ataupun mereka yang penasaran tapi masih ragu. Termasuk bagi mereka yang mengaku punya gaji kecil, yakni di bawah Rp5 juta per bulan saja.

Mungkin, dulu kamu mengira bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kalangan ekonomi ke atas. Namun, jangan salah, Sobat Cuan! Perkembangan teknologi dapat memungkinkan kita melakukan apa saja, lho. Salah satunya adalah investasi dengan skala mikro.

Kini, banyak sekali platform investasi skala kecil yang beredar di pasaran. Di mana, salah satu aplikasi yang terbaik adalah Pluang! Hanya dengan Rp10.000 saja, kamu sudah bisa berinvestasi emas digital, aset kripto, hingga S&P 500.

Sekarang, kamu sudah tahu mau investasi di Pluang. Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang harus kamu persiapkan?

Yang pertama, tentu saja dana. Memang, kamu bisa berinvestasi meski gajimu di bawah Rp5 juta. Namun, kemungkinan investasi itu bisa pupus kalau kamu tak bisa mengatur atau mengalokasikan gajimu.

Kedua adalah tujuan. Kamu harus memahami bahwa investasi adalah jalan bagimu demi menggapai tujuan finansialmu di masa depan. Tentukan tujuanmu secara spesifik agar kamu bisa konsisten dalam berinvestasi.

Untuk lebih lanjut, yuk simak hal-hal berikut yang bisa menjadi pertimbangan bagi individu dengan gaji kecil agar bisa investasi.

Baca juga: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

Tips Investasi Bagi Mereka dengan Gaji Kecil

1. Alokasi Gaji Bagi Investasi

Masalah mengatur gaji secara umum dilakukan dengan persentase tertentu.

Idealnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat menghabiskan 40% dari gaji pokok. Kredit, utang atau berbagai macam cicilan juga pasti tidak luput dari pengeluaran, dan untuk hal ini biasanya disisipkan 30% gaji. Sementara itu, 10% bisa dihgunakan untuk pegangan pribadi atau jika ada keperluan mendesak dan sisanya 20% untuk menabung atau investasi.

Jadi, bagi mereka yang mempunyai gaji Rp5 juta per bulannya, menyisihkan Rp1 juta untuk investasi merupakan pegangan yang lumayan. Mungkin nominalnya tidak banyak, namun termasuk pendapatan tetap yang menjanjikan untuk diinvestasikan.

2. Mempertimbangkan Jenis Investasi Yang Ada

Jika kamu ingin mempelajari seluk beluk investasi, akan banyak dan luas informasi yang disuguhkan sehingga kadang kita bingung untuk menentukan pilihan. Namun alangkah baiknya jika kita bisa menetapkan tujuan dari investasi gaji kecil ini sendiri. Jadi, dengan itu, kita dapat lebih mudah mengerucutkan target informasi itu sendiri.

Misalnya secara umum kita ketahui beberapa jenis investasi seperti reksa dana, emas, tabungan berjangka, saham langsung, dan masih banyak lagi. Kita harus memilah informasi dari masing-masing jenis dan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihannya.

Kondisi pasar juga merupakan faktor besar yang harus diperhitungkan dengan baik. Kita juga bisa meminta saran dari investor yang sudah berpengalaman, namun hal ini juga bukan sesuatu yang bisa ditelan mentah-mentah. Intinya banyak belajar dan mengamati pasar adalah hal yang wajib dilakukan.

3. Masih Bingung? Diversifikasi Investasi Saja

Setelah mengetahui tujuan finansialmu, kamu lantas bisa menentukan apakah ingin investasi dalam jangka pendek atau panjang. Namun, bagaimana jika kamu masih belum punya pegangan tujuan tapi tetap ingin mencoba investasi?

Nah, dalam hal ini, hal yang perlu kamu lakukan adalah diversifikasi aset, Sobat Cuan! Seperti kata pepatah terkenal di investasi, “Don’t put all your eggs in one basket“, maka kamu juga tak boleh fokus di satu kelas aset saja.

Untungnya, di Pluang kamu bisa diversifikasi aset dengan mudah. Jika kamu mau berinvestasi jangka panjang, maka kamu bisa menempatkan dana di emas digital. Sebab, emas adalah aset pelindung nilai dan harganya akan terus naik. Sehingga, manfaatnya bisa kamu rasakan di masa depan.

Kemudian, kamu bisa mengkombinasikan emas dengan aset kripto untuk menggemukkan portofolio kamu secara perlahan. Di Pluang, kamu bisa menempatkan dana di Bitcoin dan Ethereum, yang merupakan dua aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Kemudian, kamu juga bisa menempatkan dana di indeks S&P 500, yakni indeks yang berisi 500 perusahaan paling bonafide seantero Amerika Serikat. Kamu bisa berinvestasi di aset secara jangka panjang, bahkan begawan saham Warren Buffet mengatakan bahwa indeks S&P 500 adalah cara jitu bagi kamu untuk kaya, lho!

Jadi, bagaimana nih, Sobat Cuan? Apakah sudah tergerak untuk berinvestasi? Gaji kecil seharusnya tak menjadi halangan bagi kamu untuk investasi. Yang terpenting, kamu punya tujuan jelas, bisa memitigasi risikonya, dan konsisten dalam menjalankannya.

Baca juga: Simak Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Salah Satunya Digaji Rp80 Juta!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNNIndonesia, IDNTimes



Sumber : pluang.com