Category: Tempat makan

  • Pedasnya Menggoda! Di Sini Ada Sambal Ngondek Favorit Anak Jaksel


    Jakarta

    Warung tenda sederhana di kawasan Gandaria ini punya menu spesial. Menyajikan aneka lauk ditambah sambal ‘ngondek’ rawit pedas dengan pelayanan yang menghibur.

    Mampir ke kawasan Gandaria, ada banyak pilihan kuliner kaki lima malam hari yang bisa jadi pilihan. Namun salah satu yang tidak boleh dilewatkan yaitu warung SS Ngondek.

    Warung tenda dengan spanduk lebar berwarna pink tersebut sangat memikat perhatian, terutama dengan nama dan pelayanannya yang disebut ‘ngondek.’


    Meskipun hanya berjualan di warung tenda sederhana, SS Ngondek tidak pernah sepi pembeli. Apalagi jika disambangi tepat saat jam buka, sekitar pukul 18.00 sore. Pelanggan harus siap-siap berebut meja dan kursi.

    Tak sekadar nama unik, tetapi warung ini juga punya konsep dan menu menarik. Menyajikan berbagai macam lauk dengan sambal rawit yang pedasnya menyengat. Pelanggan juga akan mendapat pelayanan ‘ngondek’ yang menghibur.

    Begini konsep warung SS Ngondek serta berbagai menu andalan yang bisa dicoba :

    1. Konsep warung tendaan yang unik

    Kuliner kaki lima di kawasan GandariaSS Ngondek merupakan salah satu kuliner yang ramai di jalan Gandaria. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Usaha kuliner ini sudah berjalan 12 tahun lamanya. Awalnya buka di daerah Ciledug, lalu mereka mulai membuka cabang di daerah lain, seperti di Gandaria dan Permata Hijau, Tetapi menurut Aji, cabang Gandaria termasuk paling lama bertahan dengan pengunjung yang selalu berdatangan.

    Soal nama gerai dan menu yang ada unsur ‘ngondek’, Aji mengungkap, “Ownernya itu gemulai sayang. Jadi warung ini diciptakan dari sebuah mimpi. Diterbitkanlah di Ayam Ngondek ini.”

    Sebenarnya nama ‘ngondek’ dan unsur nama unik di menu lainnya dibuat sebatas untuk lucu-lucuan. Namun, siapa sangka rupanya nama tersebut yang membuat pelanggan semakin tertarik mampir ke warung tendaan ini.

    “Beda daripada yang lain kan, kita pakai bahasa gemulai sayang. Ala-ala imut gitu,” jelas Aji kepada detikFood.

    Alasan lain kenapa diberi nama ‘ngondek’ karena memang ada beberapa pelayan ‘ngondek’ yang akan mengincar dan menggoda para pengunjung.

    2. Menu Ayam Ngondek hingga Cumi-Cumi yang menggoda

    SS NgondekAda menu Ayam Ngondek dan Sate Kulit yang menggoda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Banyak variasi menu yang bisa dicoba. Mulai dari Ayam Ngondek, Bebek Belur, Ceker Ngetril Kuah, Jengkolita Asin, Satay Kulit Ken…?, Terbakar Cinta Laila Sari (terong bakar), Nila Setitik, dan lain sebagainya. Harganya menu lauknya dibanderol mulai dari Rp 3.000 san sampai Rp 40.000 an.

    Menurut Aji menu andalannya yaitu Ayam Ngondek, bisa digoreng (Rp 20.000) maupun dibakar dengan bumbu spesial yang sedap (Rp 22.000). Menggunakan ayam pilihan yang diproses sedemikian rupa sampai punya tekstur daging yang pas.

    Ayam ini bisa dinikmati dengan tiga pilihan sambal, yaitu sambal ngondek, sambal matah, sampai sambal permata hijau (sambal ijo).

    Ayam Ngondek Gorengnya punya tekstur daging cukup lembut meski tetap berserat. Bumbu marinasinya juga meresap sampai ke dalam daging.

    Perlu dimakan berbarengan dengan sambal ngondeknya yang gurih dan pedas menyengat karena fulll pakai cabai rawit merah. Meskipun ada tambahan terasi, tetapi rasanya sangat tipis. Sambal ini juga diracik pakai kuah rahasia sehingga rasa gurihnya tidak sekadar mecin dan garam.

    SS NgondekCumi-Cumi Hot.comm juga tidak kalah spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain ayam, bisa pesan pesan Cumi-Cumi Hott.com (Rp 18.000). Berupa cumi asin goreng yang disajikan dengan kangkung rebus dan jagung rebus manis diatasnya. Cuminya kenyal, tidak alot maupun amis.

    Aneka lauk ini tidak hanya bisa dinikmati dengan nasi putih (Rp 6.000), tetapi juga bisa dinikmati dengan nasi gurih daun jeruk (Rp 7.000). Nasi gurihnya pas, dengan sentuhan aroma daun jeruk yang menyegarkan.

    Ada juga tambahan tahu dan tempe goreng (Rp 3.000 an) yang bisa langsung disajikan dalam sepiring nasi dan lauk utama. Penyajian nasinya juga unik karena dialasi oleh daun pisang.

    3. Renyahnya sate kulit goreng gurih

    Jangan lupa memesan Sate Kulit Ken,,,? yang juga jadi andalan. Bisa dipesan per porsi isi 4 atau 5 tusuk harganya Rp 40.000.

    Kulitnya besar-besar, digoreng pas, tidak begitu kering maupun basah. bumbu gurihnya juga meresap sampai ke dalam. Sangat nikmat dimakan bersama nasi dan sambalnya.

    SS NgondekLele goreng yang dipadukan dengan sambal ngondek nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu Pedhati Achin (Rp 20.000) juga menarik untuk dicoba. Berupa ikan peda yang dimasak dengan bumbu rahasia sehingga rasa gurihnya pas. Ada juga Lele Luluran (Rp 17.000) yang digoreng kriuk dengan baluran bumbu spesial. Menu-menu ini disajikan juga dengan sambal, lalapan, dan jagung.

    Kalau bosan yang digoreng, bisa pesan Ketahuan Pepes (Rp 15.000) lembut, gurih, sedikit pedas.

    4. Jengkolita Acin dan Ceker Ngetril Kuah Spesial

    SS NgondekAdapun Jengkolita Acin hingga Ceker berkuah gurih rempah. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Warung SS Ngondek punya menu baru yang bisa dicoba. Namanya Jengkolita Acin (Rp 20.000) yang teksturnya tidak keras dan diolah spesial. Sensasi makannya seperti makan kentang saja. Jengkol ini juga digeprek dengan bawang putih dan sajikan bersama sambal ngondek, sehingga rasa dan aroma asli jengkolnya tertutup.

    Pecinta Ceker bisa mencicipi Ceker Ngetril Kuah (Rp 18.000) yang tidak kalah spesial, Ceker yang empuk lembut dimasak bersama kuah semacam kari gulai yang gurih berempah.

    5. Racikan minuman manis menyegarkan

    Setelah menikmati lauk dengan sambal ngondek pedas, kamu bisa menutupnya dengan aneka minuman manis menyegarkan.

    Melon Manja (Rp 10.000) memadukan sirup melon dengan jeruk limau sehingga rasanya manis segar asam. Melon Till (Rp 15.000) juga nikmat. Tidak hanya ada potongan irisan limau tetapi juga ditambah soda.

    SS NgondekRacikan minuman manis menyegarkan menjadi penghilang dahaga. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Honeymoon Ice juga jadi andalan (Rp 15.000), memadukan jeruk limau pakai madu. Kalau mau rasa agak berbeda bisa pesan Strawberry Till (Rp 15.000) yang kurang lebih racikannya sama seperti melon hanya sirupnya diubah menjadi stroberi.

    Teh Tarik Kocokin Eke (Rp 15.000) yang manis dengan rasa teh ringan tak kalah menyegarkan tenggorokan.

    SS Ngondek buka setiap hari, mulai pukul 18.00 sampai 04.00 dini hari. Lokasi tepatnya ada di Jl. Gandaria 1 No.335 3, RT.3/RW.9, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Smokey! Nasi Goreng Gila Pete di Gandaria Favoritnya Raisa


    Jakarta

    Di kawasan Gandaria ada sebuah gerobak nasi goreng gila legendaris sejak tahun 1989. Menariknya lagi, nasi goreng ini telah menjadi favorit penyanyi Raisa sejak lama!

    Selain warung makan tendaan, di kawasan Gandaria ada juga penjual makanan kaki lima gerobakan. Salah satunya Nasi Goreng Gila Stress Ndut yang baru mulai berjualan pukul 20.30 sampai 02.00 pagi.

    Penjual ini termasuk yang legendaris karena sudah mulai berjualan di kawasan tersebut sejak 1989. Dulunya dikelola oleh sosok yang dikenal dengan sebutan ‘Pak Ndut’. Setelah beliau meninggal, kini usaha nasi goreng diteruskan oleh anaknya bernama Agus.


    “Ini saya generasi kedua. Saya nerusin dari almarhum bapak saya,” jelas Agus kepada tim detikFood.

    Kuliner kaki lima di kawasan GandariaGerobak Nasi Goreng Gila Stress Pak Ndut yang jualan sejak 1989. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasi goreng gerobakan ini memang sudah dipegang oleh generasi kedua, tetapi soal racikan dan rasa masih terbilang konsisten. Agus mengaku sejak dia kecil sudah sering ikut membantu bapaknya sehingga tahu tentang racikan bumbu dan terbiasa membuatnya.

    Meski jualan di gerobak pinggir jalan, nasi goreng ini tidak pernah sepi pembeli. Bahkan termasuk makanan andalannya penyanyi Raisa sehabis manggung!

    1. Jadi langganan Raisa sejak dulu

    Naasi Goreng Gila Stress Pak Ndut GandariaNaasi Goreng Gila Stress Pak Ndut Gandaria sudah menjadi langganan artis Raisa sejak lama. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Dalam wawancara bersama akun TikTok @jekselepruv (29/6/2025), Raisa sempat ditanya terkait makanan favoritnya usai manggung. Penyanyi itu menyebut Nasi Goreng Gila Stress Pak Ndut menjadi salah satu favoritnya. Bahkan menurut Raisa, penjualnya sudah hafal menu favoritnya Raisa.

    Dikonfirmasi oleh detikFood memang benar ternyata nasi goreng ini menjadi langganannya Raisa. Menurut Agus, Raisa dan keluarganya memang dari dulu suka datang ke sini karena tinggal di sekitar kawasan tersebut.

    “Dulu tinggalnya deket-deket sini dan emang suka ke sini. Emang udah kenal dari dulu dari Almarhum bapak,” jelasnya.

    Ditanya soal kesan pesan menjadi langganan musisi papan atas, Agus mengungkap mungkin racikannya memang cocok dengan Raisa.

    “Mungkin emang cocok sama dia. Kalau makanan kan emang cocok-cocokan. Gak bisa semua orang bilang enak,” jelasnya.

    Selain Raisa, Agus mengungkap musisi lain juga pernah mampir makan di tempatnya.

    “Kita pernah diundang ke tempat Rafi Ahmad. Terus zaman dulu waktu Project Pop masih ngekos di daerah sini, mereka juga dateng makan di sini,” pungkasnya.

    2. Racikan nasi goreng favorit Raisa

    Naasi Goreng Gila Stress Pak Ndut GandariaBegini tampilan menu nasi goreng favoritnya musisi tanah air tersebut. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasi Goreng Gila Stress Ndut menawarkan beberapa pilihan menu. Ada nasi goreng biasa, nasi goreng gila, nasi gila, mie goreng, hingga kwetiau goreng.

    Toppingnya bisa pilih mau super (komplet), spesial, kambing, sosis bakar, pete ayam, usus, atau biasa. Harganya mulai dari Rp 15.000.

    Agus mengungkap menu favorit Raisa yaitu Nasi Goreng Pete. Meskipun kadang toppingnya suka diganti, pete tetap wajib ada.

    “Nasi goreng pete dan dia biasanya bisa ganti-ganti campur apa, yang penting ada itu (pete),” ujar Agus.

    DetikFood mencoba nasi goreng yang sama dengan pesanan Raisa. Seporsinya tidak hanya diberi topping pete, tetapi lengkap ada bakso, sosis, hingga usus. Harga seporsinya dibanderol seharga Rp 35.000.

    Naasi Goreng Gila Stress Pak Ndut GandariaNaasi goreng gilanya dimasak dalam wajan wok seperti ini, Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasi goreng gila di sini diracik menggunakan beras pera premium yang dioseng-oseng dalam wajan semacam wok besar sampai matang dan bumbu tercampur merata. Lalu nasi goreng disajikan dalam piring beralas daun pisang.

    Barulah Agus menumis topping nasi gilanya dan setelah matang, topping tersebut langsung disajikan di atas nasi goreng.

    Dari segi tampilan, nasi goreng ini terlihat sangat menggiurkan. Warna nasi gorengnya tidak begitu cokelat pekat. Disajikan dengan topping ala nasi gila yang melimpah.

    Tekstur nasi gorengnya pera dengan buliran kecil dan pendek. Rasa nasi gorengnya menurut kami tidak begitu berbumbu, hanya tercecap rasa gurih tipis dan sedikit pedas lada.

    Jadi, makannya memang harus dicampur atau berbarengan dengan topping. Sebab, toppingnya punya rasa bumbu lebih medok. Perpaduan antara rasa pedas asam dari saus dan manis dari kecap. Rasa gurihnya juga tercecap kuat di lidah.

    Karena ada tambahan pete dan usus, nasi goreng gila ini jadi sedikit beraroma khas. Jangan lupa dimakan berbarengan dengan kerupuk warna-warni supaya makin puas.

    3. Mie goreng yang tidak kalah nikmat

    Naasi Goreng Gila Stress Pak Ndut GandariaMie gorengnya juga punya cita rasa yang tak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Selain nasi goreng ada juga mie goreng yang bisa dicoba. Kami pesan Mie Goreng Sosis Bakso seharga Rp 25.000.

    Seporsinya terdiri dari mie, bakso, sosis, dan sayuran berupa sawi. Sama seperti nasi goreng, mienya juga disajikan dalam piring beralaskan daun pisang.

    Mie gorengnya punya tampilan warna cokelat yang tidak begitu pekat. Dimasak menggunakan mie telur keriting yang teksturnya cukup kenyal, tidak sampai terlalu kering.

    Menurut kami mie dan toppingnya punya rasa yang menyatu sempurna. Tidak seperti nasi goreng gila yang salah satunya punya bumbu lebih medok.

    Secara keseluruhan, rasa mie gorengnya didominasi rasa manis dan gurih. Rasa pedas seperti dari saus pun tidak begitu tercecap kuat di lidah. Aroma smokey yang muncul membuatnya semakin nikmat.

    Nasi Goreng Gila Stress Ndut bisa ditemukan di Jl. Gandaria 1 No.342 5, RT.5/RW.9, Kramat Pela, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan. Buka Selasa-Sabtu pukul 20.30 – 02.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Soto Ayam Legend Sejak 1994 hingga Warkop Angkringan ‘Ngumpul’ di Gandaria!


    Jakarta

    Beberapa pilihan kuliner kaki lima di Gandaria bisa dicoba. Mulai dari soto ayam ceker legendaris sejak 1994 hingga warung kopi yang punya konsep angkringan seru.

    Kawasan Gandaria bisa dibilang tidak pernah ada matinya. Dari pagi sampai malam hari terdapat banyak kuliner menarik di sekitarnya.

    Jika ingin menikmati kuliner malam yang berkuah segar dan menghangatkan, Soto Ceker Arifin bisa jadi pilihan. Sejak lama warung ini telah menjadi favoritnya banyak orang.


    Namun kalau mau nongkrong santai yang murah meriah dengan suasana tak kalah seru dan nyaman, kamu bisa mampir ke warung kopi angkringan. Namanya Warkopin Gandaria yang punya beberapa pilihan minuman dan camilan ringan.

    Begini kenikmatan makanan dari kedua gerai tersebut!

    1. Sate Ceker legendaris langganan anggota DPR

    Soto Ceker Arifin GandariaWarung Soto Ceker Arifin Gandaria menjadi salah satu yang legendaris dan langganan pejabat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Di Jl. Gandaria II dekat perumahan warga, ada warung tenda serba merah yang menarik untuk disambangi. Menu andalannya soto ayam ceker yang tidak perlu diragukan lagi kelezatannya. Bahkan menurut pegawai, beberapa pejabat dan artis sudah menjadi langganan di sini.

    Usaha keluarga ini berdiri sejak tahun 1994 dan kini dipegang oleh generasi kedua.

    “Kita mulai usaha ini tahun 94 dan ini merupakan usaha keluarga dan udah generasi kedua,” jelas Agus, sebagai kasir di Soto Ceker Arifin.

    Warung soto sederhana ini spesial menawarkan soto ceker dengan racikan kuah spesial. Pilihan menunya tidak banyak, hanya ada Soto Ayam, Soto Ceker, atau Soto Campur Ayam dan Ceker. Harga sotonya dibanderol mulai dari Rp 15.000 sampai Rp 20.000 an.

    Semangkuk soto Ayam terdiri dari isian tauge, bihun, dan ayam. Jika pakai ceker, ada tambahan dua buah ceker di setiap mangkuknya.

    Kalau suka ceker, bisa pesan Soto Cekernya saja yang semangkuk berisi tujuh buah ceker disiram juga dengan kuah kuning.

    Soto Ceker Arifin GandariaDalam sehari Soto Ceker Arifin Gandaria bisa menghabiskan 20 kg ceker. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Nasinya juga bisa minta dicampur atau dipisah. Ada selisih harga antara soto yang nasinya dicampur dan dipisah, tetapi tidak begitu besar perbedaannya.

    “Untuk harga kalau gak pake nasi itu Rp 15 ribu. Kalau nasi campur Rp 16 ribu, dan nasi pisah Rp 20 ribu,” ujarnya.

    Beberapa variasi sate bisa menjadi pelengkap. Pilihannya mulai dari sate usus, ati, ampela, jantung, kulit, dan campur. Harganya dibanderol mulai dari Rp 3.000 per tusuk.

    2. Kenikmatan soto ayam ceker berkaldu kuning

    Kami mencoba Soto Ceker Ayam dan Soto Ceker dengan nasi terpisah. Soto ini disajikan dengan kuah kuning yang kaldunya terasa ringan di mulut. Rasa gurihnya pas dan ada sentuhan rempah, seperti ketumbar dan kunyit yang tipis.

    Dimakan begitu saja sudah nikmat, tetapi bisa ditambah dengan perasan jeruk nipis, sambal, dan sedikit kecap. Porsinya menurut kami banyak, sehingga memuaskan perut.

    Soto Ceker Arifin GandariaSoto Ceker Arifin Gandaria yang gurih nikat dengan resep keluarga. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Semangkuk soto bisa dinikmati bersama kerupuk kulit atau kerupuk udang. Kerupuk kulitnya bukan dari kulit sapi, melainkan kulit ayam yang digoreng renyah dengan tepung.

    Tambahan sate-satean, seperti sate usus, sate telur puyuh, ati, ampela juga membuat kenikmatannya bertambah. Ukurannya besar, tidak alot, dan berbumbu sedap.

    Selain racikan soto, warung ini juga terkenal dengan cekernya. Dalam sehari, mereka bisa menghabiskan 20 kilogram ceker.

    Soto Ceker Arifin GandariaSotonya dapat dinikmati dengan aneka sate-satean. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Cekernya direbus selama dua jam menggunakan air, garam, micin, kunyit, dan rempah rahasia lainnya. Tidak heran kalau cekernya jadi berwarna kuning. Proses perebusan tersebut yang membuat ceker di sini spesial. Teksturnya empuk kenyal dan tidak amis.

    Untuk menghilangkan dahaga, warung soto ini punya pilihan minuman Es Soda Gembira (Rp 15.000), Es Jeruk (Rp 12.000), Es Teh Manis (Rp 5.000), dan Es Teh Tawar (Rp 2.000).

    3. Warkop angkringan kekinian yang asyik untuk nongkrong

    Soto Ceker Arifin GandariaAda juga warkop angkringan kekinian yang cocok untuk nongkrong di Gandaria. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tak hanya kuliner tradisional, di Jalan Gandaria juga ada warkop yang asyik untuk nongkrong atau bersantai di malam hari. Cocok disambangi oleh anak muda karena konsepnya unik.

    Warkopin Gandaria merupakan warung kopi dengan konsep ala angkringan khas Jawa. Jadi jualannya dalam gerobak angkringan, tetapi makanan yang ditawarkan seperti warung kopi.

    “Jadi konsepnya itu awal mulanya saya pengen ngebuka kayak sebuah angkringan. Cuma saya mau yang berbeda gitu. Konsepnya angkringan tapi saya gak jual menu angkringan. Saya menjualnya kopi kayak biasa saja,” jelas Laksamana Irfan selaku pemilik Warkopin Gandaria.

    Meskipun konsep warkopnya dijual pakai gerobak, di sekitarnya masih ada banyak meja dan kursi yang bisa ditempati.

    Soal menu, Warkopin Gandaria menawarkan minuman sachet, berbagai merek mie instan, sampai camilan ringan, seperti martabak omelet telur, roti bakar, sosis, kentang, bakso, cireng, dan masih banyak lagi.

    Warkopin GandariaBerbagai macam makanan yang bisa dinikmati di Warkopin Gandaria, Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    detikFood mencoba beberapa menu di sini. Jelas belum afdol kalau ke warkop tidak memesan mie instan. Jadi, kami pesan Indomie Double Telur (Rp 20.000).

    Sebenarnya bisa ditambah dengan topping, seperti bakso, kornet, telur, keju, dan sayur. Tambahan topping ini merogoh kocek Rp 3 sampai Rp 5 ribu saja.

    Indomie disajikan dalam mangkuk ayam. Rasanya familiar, tetapi sensasi makannya terasa lebih nikmat.

    Martabak Telur Kornet (Rp 12.000) juga bisa dipesan. Dibuat menggunakan semacam kulit lumpia yang diisi dengan campuran kornet, telur, dan sayur. Isian martabaknya melimpah dengan rasa gurih sedap. Semakin nikmat karena tekstur kulitnya renyah.

    Warkopin GandariaSalah satunya martabak telur kornet ini yang bisa jadi camilan menarik. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Untuk makanan manis, kami pesan Roti Bakar Coklat Keju Susu (Rp 15.000) dan Roti Bakar Coklat Susu (Rp 12.000). Roti bakarnya juga tak kalah enak dengan tambahan topping melimpah. Tekstur rotinya renyah di luar, tetapi lembut di dalam.

    Bisa mencoba kopi hitam Liong Bulan yang hangat (Rp 5 ribu) atau bisa mencoba minuman es kopi sachet rasa klepon yang manis dan ada sentuhan rasa kelapa di dalamnya.

    Tidak seperti warkop pada umumnya yang buka 24 jam, Warkopin Gandaria hanya buka Senin sampai Sabtu. Mulai pukul 20.00 sampai 01.00 atau 02.00 dini hari.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Beef Misodemi dan Shisamo ala Warung Tenda Nuansa Ghibli di Tebet


    Jakarta

    Sebuah tempat makan Jejepangan menjadi sorotan karena menghadirkan nuansa Ghibli yang kental. Menunya ada Beef Misodemi hingga Shisamo yang terjangkau!

    Tren makanan Jepang yang dihadirkan dalam bentuk warung tenda tak jarang menarik perhatian foodies. Di kawasan Asem Baris, Tebet, ada tempat makan Jejepangan yang berbeda dari biasanya.

    Valdi, salah satu pemiliknya yang juga seorang konten kreator, menyebut bisnis kulinernya ini terinspirasi dari tempat makan tendaan di Fukuoka, Jepang. Mulai dari konsep tempat, suasana, hingga menu-menunya didesain dengan izin resmi dari salah satu yatai atau tempat makan tendaan di Fukuoka.


    Tempat makan ini juga tengah viral di media sosial karena disebut bernuansa Ghibli atau menyerupai animasi asal Jepang. Bernama Higenaka, tim detikfood mencicipi beberapa menu andalan di sana.

    Detail Informasi
    Nama Tempat Makan Higenaka
    Alamat Jalan KH Abdullah Syafei A/30 (Lion Parcel Gudang Peluru), Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan
    No Telp 0881-0824-18688
    Jam Operasional Senin – Jumat, 19.30 – 01.00 WIB
    RABU TUTUP
    Sabtu – Minggu, 18.30 – 01.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 10.000 – Rp 68.000
    Tipe Kuliner Japanese food
    Fasilitas
    • Makan di Tempat
    • Bawa Pulang
    • Area Parkir
    • Semua Metode Pembayaran
    • dll
    HigenakaValdi, salah satu pemiliknya, menyebut inspirasi Higenaka datang dari gerobak yatai di Fukuoka, Jepang. Foto: Tim detikfood

    Terinspirasi yatai di Fukuoka

    Higenaka yang berarti Kumis dan Kacamata, menghadirkan tempat makan Jejepangan tendaan yang beda dari biasanya. Hal ini dibenarkan oleh Valdi, salah satu pemiliknya, saat ditemui oleh tim detikfood, Selasa (26/8).

    “Higenaka ini terinspirasi dari yatai atau tempat makan kaki lima gerobakan di Fukuoka, Jepang. Kita risetnya cuma dari YouTube, sampai akhirnya berani izin ke mereka untuk bikin dengan konsep yang sama di Indonesia. Uniknya, saya dan partner juga belum pernah coba yatai di Fukuoka. Murni riset online aja,” kata Valdi kepada detikcom.

    Gerobak serba kayu dengan susunan kain bertuliskan higenaka menyambut para pelanggan yang datang. Suasana yang dihadirkan di Higenaka benar-benar selayaknya penjual makanan gerobakan di Jepang.

    Walaupun lokasinya berada di Jakarta Selatan yang cukup padat lalu lintas, tetapi setelah duduk di dalam tenda Higenakan suasananya terasa seolah langsung berbeda. Banyak pelanggannya yang menyebut Higenaka memiliki nuansa khas Ghibli atau studio animasi asal Jepang.

    HigenakaSebab kapasitas yang terbatas, disarankan untuk melakukan reservasi sebelum datang ke sini. Foto: Tim detikfood

    Wajib Reservasi Sebelum Datang

    Karena tempat makan yang terbatas, Higenaka menyarankan pengunjung reservasi sebelum hadir. Pada akun Instagram @higenaka.jkt tertera kontak yang dapat dihubungi untuk melakukan reservasi sebelum datang untuk makan.

    Pada area duduk di depan gerobak yatainya, Higenaka hanya mampu menampung 10 orang saja. Demi kenyamanan bersama, tempat makan yang buka pukul 19.00 sampai larut malam ini pun lebih mengutamakan pelanggan yang datang dengan reservasi.

    Setiap hari ada 4 sesi makan yang berlangsung masing-masing 1 jam 15 menit. Sesi pertama dimulai pukul 19.30 hingga sesi terakhirnya yang dimulai pukul 23.15. Disarankan pelanggan datang tepat waktu agar mendapatkan pengalamannya yang maksimal.

    HigenakaPilihan menu utamanya variatif bikin puas makan. Foto: Tim detikfood

    Ramen hingga Beef Misodemi yang Ramah di Kantong

    Higenaka yang terlihat sederhana ternyata punya menu lengkap. Terutama pilihan menu utama yang enak-enak dengan citarasa khas Jepang yang berusaha disamakan dengan aslinya, tetapi dalam versi ‘BPJS’ atau harga lebih terjangkau.

    Ada tiga menu utama Higenaka yang kami cicipi. Pertama, Tori Paitan Ramen seharga Rp 38.000 dengan porsi yang cukup mengenyangkan.

    Tekstur mie yang kenyal lembut dilengkapi dengan potongan ayam rebus, jamur kuping, hingga kuah kaldu. Kaldunya terasa gurih lembut hasil dari rebusan ayam yang lama. Karakter kaldunya lebih mirip seperti kaldu bening yang ditambahkan campuran bumbu, bukan kaldu ayam kolagen pada sajian tori paitan di beberapa kedai ramen lain.

    Menu nasi dengan lauk pauk komplit seperti Beef Misodemi (Rp 68.000) dan Shisamo Fish (Rp 45.000) juga tak kalah enak. Nasi putih hangat disajikan dengan potongan daging Australian Wagyu MB6 seberat 150 gram yang dipanggang di atas arang.

    Tekstur yang juicy dengan aroma smoky lembut menambah kuat karakter rasanya. Sebelum disantap jangan lupa dicelupkan ke dalam saus Misodemi yang gurih dengan sentuhan rasa fermentasi dari miso.

    Sementara untuk ikan shisamo disajikan dengan tekstur yang renyah diluar dan lembut didalam. Agar mengurangi rasa asin alami dari ikan Shisamo bisa menambahkan perasan jeruk nipis ke atasnya, atau menyantapnya bersama nasi supaya rasanya lebih seimbang.

    HigenakaJika tak ingin terlalu kenyang, bisa memesan yakitori dengan harga mulai dari Rp 10.000an. Foto: Tim detikfood

    Yakitori Serba Rp 10 Ribuan yang Nikmat

    Selain menu nasi, layaknya tenda Jejepangan, Higenaka juga punya menu yakitori. Yakitori atau sate-satean khas Jepang ini diracik dengan bumbu semirip mungkin dengan rasa yakitori asli Jepang.

    Ada tiga jenis yakitori yang kami coba, yaitu Kawa (Rp 10.000), Negima (Rp 10.000), dan Tsukune (Rp 12.000). Olesan bumbu yakitori di sini menggunakan tare atau soy sauce kental khas Jepang. Walaupun menggunakan bahan-bahan makanan khas Jepang, Higenaka mempertahankan pemilihan produknya hanya menggunakan bahan-bahan yang halal.

    Kawa atau yakitori kulit ayam punya perpaduan rasa manis, gurih, dan umami, yang meresap. Teksturnya tetap kenyal dengan renyah tipis di bagian luar.

    Sementara penyuka ayam yang juicy dapat memesan negima. Menggunakan potongan daging ayam bagian paha, membuat olesan tare glazenya meresap maksimal.

    Selain itu ada juga tsukune yang terbuat dari cincangan daging ayam. Rasa gurih umaminya pas dengan bulatan daging ayam yang tak terlalu padat sehingga matang merata dan tetap juicy.

    Ingin tempat makan atau produk Anda direview detikfood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com

    (dfl/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Tahu Campur Pak Subari, Kuliner Legendaris di Fatmawati yang Tak Pernah Sepi


    Jakarta

    Di sepanjang kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, berjejer aneka kuliner kaki lima yang menggoda selera. Namun, ada satu warung makan yang selalu ramai.

    Kulineran di sepanjang Jalan Fatmawati memang tidak pernah ada habisnya. Meski kawasan ini tidak sepopuler kawasan Blok M atau Tebet sebagai spot kuliner, tapi tak sulit mencari makanan enak bahkan legendaris berusia puluhan tahun.

    Salah satunya warung tenda yang dikenal dengan nama Tahu Campur Pak Subari dengan menu makanan rumahan ala Surabaya. Mulai dari tahu campur dengan kikil sapi yang lembut, kemudian tahu tek telur dengan petis yang dibawa langsung dari Gresik sampai menu rawon dan soto ayam yang menggoda.


    Berikut ulasan lengkap tentang warung kaki lima legendaris di Fatmawati yang terkenal dengan menu tahu campurnya:

    1. Warung Tenda khas Surabaya yang Melegenda

    .Warung Tenda khas Surabaya yang Melegend. Foto: detikFood

    Di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, ada kuliner kaki lima legendaris yang namanya sudah begitu melekat bagi para pencinta makanan khas Jawa Timur, yaitu Tahu Campur Pak Subari. Tempat makan ini berlokasi di Jl. Anuraga No. 14 dan kerap disebut juga Tahu Campur Kantor Pos Fatmawati. Karena ketika didirikan oleh Pak Subari tahun 1998, ia menempati kawasan di depan kantor pos.

    .Pak Subari, pemilik warung tenda Tahu Campur Pak Subari. Foto: detikFood

    Beliau merupakan perantau asal Lamongan yang sejak awal memang memboyong hidangan khas Surabaya untuk ditawarkan ke Jakarta. Pada tahun 2016, usahanya pindah ke lokasi yang sekarang dan semakin berkembang pesat.

    “Saya asli orang Lamongan, tapi memang makanan yang saya jual ini kebanyakan khas Surabaya ya. Di sini paling populer tahu campur sama tahu tek telornya,” ujar Pak Subari ke detikFood (12/09/2025).

    2. Jatuh Bangun Merintis Usaha Tahu Campur dari Nol

    .Proses pembuatan bumbu tau tek telur. Foto: detikFood

    Menjadi salah satu kuliner ikonik di kawasan Fatmawati tentu bukan hasil yang instan. Pak Subari mengisahkan saat pertama kali membuka lapak sederhana di depan Kantor Pos Fatmawati, dagangannya tidak langsung laris.

    “Waktu awal-awal buka di depan Kantor Pos Fatmawati, tidak langsung ramai seperti ini. Masih sepi. Jadi jatuh bangunnya mempertahankan usaha ini sampai lima tahun, dari sana mulai banyak pelanggan dan ramai sampai sekarang,” tuturnya.

    Perjuangan panjang itu ia jalani dengan penuh kesabaran, sambil terus konsisten menjaga cita rasa otentik masakan Jawa Timur. Kini warung sederhana miliknya sudah memiliki 6 karyawan tetap, melayani ratusan pelanggan setiap hari, dan bahkan semua menu di sini sudah bisa dipesan via aplikasi ojek online.

    3. Menu Tahu Campur yang Selalu Diburu

    .Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Foto: detikFood

    Dari sekian banyak hidangan yang tersedia, menu tahu campur adalah primadona dan menjadi alasan utama orang rela antre panjang saat jam makan siang maupun malam.

    Seporsi tahu campur di sini begitu khas dengan isian selada air, mie kuning, perkedel singkong, tauge, tahu potong, serta kikil sapi yang lembut. Kuahnya gurih segar dengan tambahan petis udang yang menghadirkan cita rasa Surabaya asli.

    .Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Foto: detikFood

    Tak heran, setiap hari Tahu Campur Pak Subari bisa menghabiskan 20-25 kilogram kikil sapi, serta lebih dari 2.000 potong tahu. Aroma kuah dan petis yang menggoda langsung terasa saat disajikan. Porsinya pun melimpah dengan kerupuk yang boleh ditambah sepuasnya.

    Keistimewaan tahu campur inilah yang membuat pelanggan datang kembali, bahkan seringkali sudah habis lebih cepat dari jam tutup karena banyaknya peminat. Apalagi harganya terjangkau yaitu dari Rp 25.000 saja.

    4. Makanan khas Surabaya ala Pak Subari

    .Makanan khas Surabaya ala Pak Subari. Foto: detikFood

    Selain makan tahu campur, pengunjung juga bisa menemukan ragam kuliner khas Jawa Timur, khususnya makanan Surabaya. Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Menu ini juga paling laris karena rasanya berbeda dengan tahu tek lainnya.

    Rahasia kelezatannya terletak pada petisnya yang dikirim langsung dari kota Gresik, sama seperti yang digunakan sejak awal Pak Subari berdagang.

    .Ada tahu tek telor dengan bumbu petis udang yang istimewa. Foto: detikFood

    “Dulu bumbu petisnya ini saya bawa dari Surabaya. Tapi beberapa tahun kemudian, ada produsen bumbu petis dari Gresik yang rasa dan kualitas sama. Jadi saya pakai petis Gresik ini sampai sekarang,” kata Pak Subari.

    .Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. . Foto: detikFood

    Menu lainnya mencakup soto ayam, nasi rawon, gado-gado, hingga rujak cingur. Harga makanannya pun ramah di kantong, mulai dari Rp15.000 untuk soto ayam hingga Rp35.000 untuk rujak cingur. Tempat makan ini buka setiap hari pukul 08.00-23.00, dan pembayarannya sudah bisa non tunai.

    (sob/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Gurih Wangi! Nasi Uduk Sejak 1991 Favorit Nicholas Saputra


    Jakarta

    Nasi uduk di Pasar Minggu ini viral setelah disebut Nicholas Saputra sebagai favoritnya. Kami membuktikan sendiri kelezatan nasi uduk yang gurih wangi di sini!

    Nasi uduk menjadi salah satu ‘comfort food’ orang Indonesia, tak terkecuali aktor Nicholas Saputra. Dalam podcast Ngobrol Sore Semaunya yang dipandu Putri Tanjung, Nicholas mengungkap nasi uduk favoritnya.

    Namanya Nasi Uduk Mas Dikun yang berlokasi di Jalan Warga Nomor 58, dekat Rumah Sakit Siaga Pasar Minggu. “Nasi Uduk Mang Dikun selalu lekat di hati karena saya tumbuh dari situ. Gue pikir nasi uduk ya itu,” ujar aktor kelahiran 1984 itu.


    Rupanya nasi uduk favorit Nicholas Saputra tergolong legendaris. Sudah lebih dari 30 tahun nasi uduk ini dijajakan. Semula ditawarkan di warung tenda depan GOR Balai Rakyat Pasar Minggu, tapi sementara kini ditawarkan di rumah sang pemilik.

    Detail Informasi Nasi Uduk Mas Dikun
    Nama Tempat Makan Nasi Uduk Mas Dikun
    Alamat Jalan Warga Nomor 58, Pejaten Barat
    Pasar Minggu, Jakarta Selatan
    Instagram masdikun_ku
    Jam Operasional 10.00-22.00
    Estimasi Harga mulai dari Rp 9 ribu
    Tipe Kuliner nasi uduk
    Fasilitas
    • area makan terbatas di tempat
    • pembelian via ojek online

    Nama ‘Mas Dikun’ wangsit dari mimpi

    Nasi Uduk Mas DikunNasi Uduk Mas Dikun kini ditawarkan di rumah sang pemilik di Jalan Warga Nomor 58, dekat Rumah Sakit Siaga, Pasar Minggu. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Penasaran membuktikan kelezatan Nasi Uduk Mas Dikun, awalnya kami berniat menyambangi lokasi warung tendanya yang sudah terkenal. Namun ternyata warung itu ditutup sementara.

    Kini Nasi Uduk Mas Dikun hanya ditawarkan di satu tempat yaitu di rumah sang pemilik. Lokasinya ‘tersembunyi’ di dalam gang, tapi pembeli tak perlu bingung karena di depan gang terdapat neon box dan spanduk ‘Nasi Uduk & Ayam Goreng Mas Dikun’ sebagai petunjuk.

    Tim detikFood (11/9) bertemu dengan Randy, anak pemilik usaha Nasi Uduk Mas Dikun. Ia menuturkan orang tuanya jualan nasi uduk sejak 1991. Bermula dari sang ayah yang memang piawai masak.

    Mereka membuka usaha nasi uduk warung tenda. Lokasi awalnya memang di GOR Balai Rakyat Pasar Minggu itu. Namun terkait permasalahan lahan, warung tenda itu sekarang terpaksa tutup.

    “Habis itu sempat buka di Kelapa Gading, terus di Rawamangun. Tapi sekarang cuma ini (tempat sekarang),” ujar Randy. Meski begitu, ia mengatakan sedang mencari tempat permanen yang lebih nyaman.

    Mengenai nama ‘Mas Dikun’, diakui Randy nama itu bukan dari nama anggota keluarganya, melainkan wangsit yang diterima sang ibu dalam mimpi. “Dari mimpi tiba-tiba terlintas nama itu,” ujar Randy yang baru turun tangan mengelola usaha ini selama 2 bulan terakhir.

    Nasi uduk yang diproses semalaman

    Nasi Uduk Mas DikunNasi uduk racikan Mas Dikun punya ciri khas berwarna agak kecokelatan karena dipadu banyak rempah. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Ciri khas nasi uduk racikan Mas Dikun ada pada warnanya yang agak kecokelatan. Tekstur nasinya juga ‘mawur’, tapi tetap empuk. Menurut Randy, ini karena proses pengolahannya yang khas dan tak berubah sejak dulu.

    Jadi, beras akan direndam semalaman sebelum dimasak. Baru keesokan paginya diolah dan dimasak bersama banyak rempah. Diakui Randy kurang dari 10 jenis rempah dipakai untuk masak nasi uduk ini.

    Nasi uduk kemudian disajikan hangat-hangat dengan taburan bawang merah goreng. Hmmm… Aroma gurih santan dengan paduan rempah membuat nasi uduk ini amat menggugah selera!

    Ketika dimakan, tekstur nasi uduknya tak bikin seret. Rasa gurihnya pas dan tak bikin ‘eneg’. Menurut kami, ada paduan daun salam, serai, dan cengkih yang menambah aroma dan rasa nasi uduk ini.

    Dalam sehari, Nasi Uduk Mas Dikun bisa menghabiskan 15 liter beras. Randy menjamin nasi uduknya selalu dimasak fresh untuk menjaga kualitas.

    Lauk nikmat pendamping nasi uduk

    Nasi Uduk Mas DikunAneka lauk yang bikin makan di Nasi Uduk Mas Dikun semakin nikmat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Seporsi nasi uduk (Rp 9 ribu) buatan Mas Dikun tentunya lebih nikmat jika dimakan bersama lauk pendamping. Ada pilihan ayam kampung goreng (Rp 22 ribu), ayam kampung bakar (Rp 24 ribu), ayam negeri goreng (Rp 19 ribu), hingga bebek goreng (Rp 37 ribu) di sini.

    Bagi yang suka ikan, Nasi Uduk Mas Dikun menawarkan lele dan nila. Harganya mulai Rp 14 ribu saja. Kemudian ada juga pelengkap ati ampela (Rp 8 ribu per buah), paru (Rp 14 ribu), sate kulit (Rp 7 ribu), jukut goreng, hingga pete goreng (Rp 12 ribu).

    Ayam kampung goreng jadi primadona di sini. Potongan ayam diungkep bumbu kuning kemudian digoreng dadakan saat ada pesanan. Dalam sehari, sekitar 40-50 potong ayam bisa terjual.

    Tekstur ayam kampungnya agak liat, tapi tetap lembut. Rasa gurihnya meresap sampai ke tulang. Dimakan bareng nasi uduk memang jodohnya!

    Ati ampela hingga paru goreng yang tak kalah enak

    Nasi Uduk Mas DikunAti dan ampela yang empuk di Nasi Uduk Mas Dikun. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Untuk santapan yang lebih lengkap, ati ampela di sini layak dicoba. Potongannya besar-besar dengan tekstur empuk kenyal yang memanjakan lidah.

    Ati ampela juga diungkep bumbu kuning hingga rasa gurih berempahnya meresap. Jadi, tak ada aroma atau rasa amis pada sajian ini.

    Untuk paru goreng, tipenya merupakan paru basah yang agak lembek. Begitu juga dengan sate kulitnya yang sengaja tak digoreng sampai kering. Teksturnya cenderung lembut dan kenyal.

    Kalau mau sayuran, Nasi Uduk Mas Dikun kini menawarkan jukut goreng. Selada air khas Sunda ini digoreng sampai agak kering kemudian dibumbui garam. Pelengkapnya berupa irisan kulit ayam goreng.

    3 jenis sambal andalan Mas Dikun

    Nasi Uduk Mas DikunSambal goreng di Nasi Uduk Mas Dikun yang pedasnya cukup kuat. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

    Makan nasi uduk racikan Mas Dikun tak bisa meninggalkan racikan sambalnya yang enak. Ada sambal merah, sambal bawang, dan sambal kacang.

    Sayangnya ketika kami mampir, sambal kacangnya tidak disajikan. Kami hanya mencoba dua jenis sambal.

    Untuk sambal merah, tipenya agak basah dan rasa pedasnya tak terlalu kuat. Menurut kami, enaknya disantap dengan ayam bakar di sini yang manis berempah dan super empuk.

    Sambal goreng Mas Dikun merupakan racikan sambal bawang yang lebih kering, tapi tetap digenangi minyak. Sambal goreng ini punya sengatan pedas yang kuat. Rasanya juga lebih asin.

    Randy mensyukuri Nasi Uduk Mas Dikun kini dikenal lebih luas. Setelah disebutkan Nicholas Saputra, ia menyebut ada efek peningkatan pelanggan sekitar 10-20%.

    Ingin tempat makan dan produk Anda direview oleh Detikfood? Kirim email ke redaksi@detikfood.com

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ada Tomyam dan Pad Kra Pao Sedap di Warung Tenda Tebet


    Jakarta

    Makan di warung tenda Tebet ini serasa kulineran di pasar Vietnam atau Thailand. Menunya ada makanan khas dua negara tersebut, mulai dari bun cha hingga pad kra pao.

    Berada di titik strategis, kawasan Tebet, Jakarta Selatan dikenal sebagai pusat kuliner sejak lama. Hingga kini, jumlahnya pun semakin banyak dan pilihan jenis makanannya beragam.

    Salah satu yang terbaru adalah warung tendaan dengan menu makanan khas Vietnam dan Thailand. Warung bernama Tranxquill tersebut jadi pilihan tempat makan malam yang menarik.


    Meskipun hanya berupa warung tenda, tetapi warung ini selalu ramai pengunjung. Justru, suasana bersantap yang sederhana tersebut mirip seperti di Vietnam langsung.

    Detail Informasi Tranxquill
    Nama Tempat Makan Tranxquill
    Alamat Jalan Tebet Barat Dalam Raya No.54, RT.6/RW.4, Tebet Bar., Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12810
    No Telp 0811-1889-478
    Jam Operasional 18.00
    22.00
    Estimasi Harga Sekitar Rp 50.000 per porsi
    Tipe Kuliner Makanan khas Vietnam dan Thailand
    Fasilitas
    • Area dine in
    • Area parkir (minim)

    Terinspirasi dari kuliner di pasar Vietnam

    TranxquillTranxquill terinspirasi dari warung makan di pasar Vietnam. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Kepada detikFood (1/9) salah karyawan Tranxquill mengatakan warung tenda ini memang terinspirasi dari warung-warung makan yang ada di pasar tradisional Vietnam.

    Salah satu yang ikonik adalah penggunaan kursi-kursi rendah berbahan plastik. Suasana bersantap seperti ini sering terlihat di beberapa spot turis di Vietnam.

    Selain itu, penyajian bahan-bahan segar di atas meja juga mirip seperti di Vietnam. Mulai dari selada air, daun ketumbar, basil, cabai, dan jeruk dijajakan di atas meja secara terbuka.

    Menu makanan khas Vietnam dan Thailand

    TranxquillTranxquill menawarkan makanan khas Vietnam dan Thailand. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Tranxquill yang baru buka sejak Juli 2025 menawarkan makanan khas Vietnam dan Thailand. Hal tersebut memang sengaja digabung, karena lidah orang Indonesia lebih cocok dengan makanan Thailand.

    “Kalau lidah kita kan memang lebih kenalnya sama bumbu masakan Thailand ya. Gurih, asam, manis, makanya kita gabungkan. Makanan Vietnam di sini juga disesuai bumbu dan bahannya,” ujar karyawan Tranxquill.

    Sayangnya, detikFood kehabisan menu makanan khas Vietnam. Alhasil, kami hanya memesan menu makanan khas Thailand. Mulai dari pad kra pao, tomyum, dan padthai.

    Creamy dan Asam! Kelezatan Tomyang Udang

    TranxquillTranxquill menawarkan menu tomyang udang. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Menu Tomyam di sini jadi salah satu yang sayang dilewatkan. Untuk varian tomyam udang harganya dibanderol Rp 48.000.

    Seporsinya disajikan satu udang, dua fishball, fishcake, mie, dan telur setengah matang. Warna kuah tomyamnya cantik, oranye menyala. Teksturnya kental dan creamy karena dicampur susu evaporasi.

    Ketika dicampur dengan kuning telur yang masih lumer, juga menambah kekentalan kuahnya jadi semakin creamy. Saking tebalnya, tekstur kuah tomyamnya seperti kuah kari.

    Tambahan jeruk nipisnya memberikan sensasi asam yang menyegarkan. Ada sentuhan rasa gurih dan sedikit pedas. Begitu juga dengan daun ketumbar yang memberi rasa khas herba dan harum.

    Untuk mienya sendiri menggunakan mie instan Thailand yang ukurannya kecil. Mienya dimasak dengan tingkat kematangan yang hampir lodoh.

    Padthai yang royal dan kenyal

    TranxquillPenampilan padthai di Tranxquill. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Padthai di warung tendaan ini juga tak kalah menarik. Seporsinya Rp 60.000 dengan porsi yang royal. Padthai disajikan di wadah tampah bambu beralaskan daun pisang.

    Kami memesan varian beef dan disajikan beef slice yang dimasak menggunakan wajan wok. Kemudian, disajikan dengan kondimen, tauge, telur orak-arik, dan bubuk cabai.

    Proses masak di wajan wok menghasilkan aroma dan rasa smoky yang khas pada padthai. Teksturnya kompleks, ada renyah dari taugenya dan kenyal lembut dari padthainya. Rasanya gurih dan pedas.

    TranxquillTambahan daging panggang yang smoky. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Namun jadi seimbang dengan tambahan daging sapinya yang dominan manis. Biar makin nikmat, bisa tambahkan kucuran air jeruk nipis.

    Kami juga menambah ekstra beef seharga Rp 30.000. Beef slice yang dipanggang tersebut mengingatkan dengan rasa beef slice yang ada di restoran barbeque All You Can Eat (AYCE).

    Pad Kra Pao dengan telur mata sapi

    TranxquillPad kra pao di Tranxquill. Foto: detikcom/Riska Fitria

    Jika ingin menu nasi, bisa pesan pad kra pao seharga Rp 38.000. Seporsinya dilengkapi dengan kondimen telur mata sapi, selada air, dan salad wortel.

    Menu ini juga disajikan di wadah tampah bambu beralaskan daun pisang. Porsinya cukup mengenyangkan. Tampilan telur mata sapinya cantik.

    Itu karena telurnya digoreng bagian putihnya dulu, baru setelah itu ditaruh kuning telurnya ditaruh di bagian tengah putih telurnya. Penggunaan telur omega membuat warnanya oranye menyala.

    Daging cincangnya smoky, rasanya cukup gurih, dan beraroma dengan campuran daun basil yang digoreng bersama. Jangan lupa tambahan air kucuran jeruk nipis untuk meningkatkan rasa

    Untuk minumannya bisa pesan Es Songkit seharga Rp 25.000 yang manis, asam, dan menyegarkan atau Thai Tea yang milky dan creamy seharga Rp 25.000.

    (raf/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lezatnya Dimsum Kaki Lima Hits dengan Topping Spicy Mayo dan Mayo Jepang


    Jakarta

    Dimsum kaki lima yang viral ini akhirnya ditawarkan di Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Tebet. Menunya dimsum dengan saus mentai spesial yang laku 500 buah per hari!

    Di tengah banyak jajanan kekinian yang baru muncul, olahan dimsum mentai rupanya masih diminati orang Indonesia.

    Dimsum sendiri merupakan hidangan khas China yang terbuat dari berbagai jenis protein, seperti ayam, ikan, udang, kepiting, bahkan babi. Cincangan daging tersebut dibungkus dengan kulit dimsum, lalu dikukus. Berbeda dengan siomay, dimsum disajikan dengan sambal asam manis atau chili oil.


    Seiring berjalannya waktu, dimsum banyak dikreasikan menjadi hidangan yang lebih menarik. Sampai muncul masa ketika saus mentai asal Jepang menjadi tren kuliner kekinian. Saus berasal dari mentaiko dan mayones ini disajikan dengan berbagai makanan, termasuk dimsum.

    Kemunculan hidangan dimsum mentai itu pun banyak menarik perhatian masyarakat Indonesia, terutama di kalangan anak muda. Dimsum yang kenyal lembut dipadukan saus mentai gurih, manis, creamy menjadikannya makanan yang unik dan nikmat.

    Meskipun tren makanan ini sudah ada sejak beberapa tahun lalu, dimsum mentai rupanya masih diminati. Bahkan ada salah satu gerai dimsum gerobakan yang viral saat ini, Dimsum Mentai Narawi.

    1. Usaha kuliner dari Tasikmalaya

    Dimsum NarawiDimsum Narawi yang akhirnya buka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    Jika ditelusuri lewat unggahan Instagram @narawi.id, usaha dimsum ini sudah mulai beroperasi sejak bulan Juli 2024. Pemiliknya merupakan kakak dari influencer Gelia Linda yang disebut-sebut resign (keluar) dari bank BUMN untuk membangun usaha kuliner ini.

    Siapa sangka usaha dimsum ini mencuri perhatian banyak orang, sampai-sampai dalam satu hari mereka bisa memproduksi 1 sampai 2 ton dimsum!

    Pabriknya ada di Tasikmalaya, tetapi kini mereka membuka kemitraan dan total sudah memiliki 80 cabang di pulau Jawa.

    Terbaru, Dimsum Narawi membuka cabang kedua di Jakarta Selatan, tepatnya di kawasan Tebet Eco Park. Dimsum yang dijajakan pakai gerobak kaki lima ini memang baru satu bulan buka, tetapi popularitasnya tidak perlu diragukan.

    Kehadiran dimsum yang viral di Tasik hingga Bandung ini memang sudah dinantikan banyak warga Jakarta. Tidak heran ketika buka di kawasan Tebet Eco Park, gerainya langsung diserbu banyak pengunjung yang ingin menikmati dimsum ini di siang maupun malam hari.

    Menurut penjual, di cabang Tebet mereka bisa menyiapkan 500 buah per hari. Sedangkan di akhir pekan, mereka bisa menyiapkan sampai 800 buah.

    2. Menu dimsum ayam lezat dengan saus spesial

    Dimsum NarawiDimsum Narawi 100% terbuat dari daging ayam dan selalu disajikan hangat. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    Dimsum Narawi menawarkan dimsum yang 100% berbahan dasar ayam, sehingga aman bagi mereka yang punya alergi terhadap sapi atau seafood, seperti udang.

    Varian yang ditawarkan ada tiga macam, yaitu original (tanpa saus apapun), Spicy Mayo, dan Mayo Jepang. Bisa dibeli dengan isian 6, 8, hingga 16 buah. Harga dimsumnya dibanderol mulai dari Rp 27.000 sampai Rp 83.000.

    Dimsum NarawiRacikan saus mentai yang spesial menambah kenikmatan dimsum ini. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    Keunikannya terdapat pada saus mentai premium yang diracik sendiri. Ada saus spicy mayo yang dominan pedas gurih dan mayo Jepang yang lebih creamy lembut. Dimsum yang dilapisi dengan saus mentai lalu di-torch (dibakar) sampai menciptakan aroma smokey sedap.

    3. Cita rasa dimsum viral Narawi

    Dimsum NarawiDimsum Narawi original yang cocok dimakan bersama chili oil. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    detikFood mencoba ketiga varian dimsum isi 6, mulai dari original (Rp 27.000), spicy mayo (Rp 30.000), dan mayo Jepang (Rp 33.000).

    Dimsumnya sudah disiapkan dalam panci kukus jadi kondisinya selalu hangat. Ketika ada pelanggan datang, dimsum ini baru dipindahkan ke wadah aluminium foil, diberi saus pilihan, lalu di-torch. Dimsum ini juga dilengkapi sambal chili oil.

    Kalau pesan varian original, dimsumnya tidak diberi saus apapun. Hanya ada taburan parsley dan chili oil secara terpisah. Dimsumnya sendiri menurut kami sangat berdaging (meaty), padat, dan teksturnya lembut sedikit kenyal. Memang tidak begitu juicy tetapi tidak sampai kering juga.

    Dimsum NarawiDimsum Narawi dengan saus mentai spesial yang creamy gurih. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    Ukuran dimsumnya agak besar. Dimakan 2 sampai 3 potong saja sudah sangat mengenyangkan.

    Rasa dimsum originalnya juga pas, tidak hambar tetapi gurihnya tidak berlebihan. Dimakan bersama sambal chili oilnya semakin nikmat karena jadi ada sentuhan rasa pedas menyengat. Tipe chili oli-nya agak kering dan komposisi biji cabainya lebih banyak daripada minyak.

    Varian spicy mayo bisa dicoba. Dimsum yang lembut dan meaty berpadu sempurna dengan saus mayones yang pedasnya tidak dominan, agak asam, tetapi tetap creamy. Saus ini menjadi pelengkap yang menarik.

    Dimsum NarawiUkuranya cukup besar sehingga makan 2 sampai 3 buah saja sudah mengenyangkan. Foto: detikcom / Atiqa Rana

    Namun menurut kami jauh lebih berkesan varian mayo Jepang. Ada kesan gurih, manis, dan creamy yang seimbang. Aroma smokey yang muncul lebih kuat membuat dimsum ini semakin sedap.

    Tekstur sausnya memang agak lebih kental tetapi tidak terkesan berat di mulut. Menurut kami, cita rasa saus ini berasal dari paduan mayones dan tobiko.

    Nah, jika tertarik mencicipi dimsum mentai hits, kamu bisa mampir ke Jalan Tebet Raya RT 03 RW 08, Rusun Harun (depan Tsuka Ramen). Buka setiap hari pukul 11.30 sampai 22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Ayam Sambal Asap hingga Nasi Goreng Sengkel di Warung Anak Jaksel


    Jakarta

    Di kawasan Wijaya hadir sebuah warung makan ‘nyempil’ yang menawarkan berbagai sambal asap spesial. Pelanggan bisa menikmatinya dengan 20 macam lauk, seperti ayam hingga kikil.

    Hidangan berupa nasi, lauk, dan sambal memang tidak pernah gagal jadi pilihan makanan yang menggugah selera lidah orang Indonesia.

    Kalau biasanya warung nasi sambal punya konsep terkesan tradisional, saat ini hadir warung yang jauh lebih modern dan kekinian. Namanya Mades yang berlokasi di kawasan Wijaya, Jakarta Selatan.


    Warung makan yang buka Juli lalu ini punya menu spesial sambal asap. Sambal tersebut bisa dinikmati dengan berbagai macam lauk pauk yang disajikan dalam bentuk prasmanan. Warung makan kekinian ini juga punya menu lain yang tidak kalah nikmat.

    Detail Informasi (Nama Tempat Makan)
    Nama Tempat Makan MADES spesial Sambal Asap
    Alamat Jl. Wijaya II No.123, Melawai, Kec. Kby. Baru, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12160
    No Telp/Instagram 0851-1759-3850 / @madesmakanpedes
    Jam Operasional Setiap hari 10.00-22.00 WIB
    Estimasi Harga Rp 5.000 sampai Rp 40.000
    Tipe Kuliner Makanan Indonesia
    Fasilitas
    • Area indoor ber-AC
    • Meja dan kursi yang cukup banyak
    • Toilet

    1. Konsep warung makan kekinian ala anak Jaksel

    Mades warungMades punya konsep yang estetik, modern, nyaman. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Menu yang ditawarkan mungkin mirip seperti warung makan Sunda tradisional atau semacam warung pecel lele. Namun dibalut dengan konsep yang sangat jauh berbeda.

    Tempat yang agak tersembunyi di Wijaya ini disulap menjadi warung makan dengan konsep modern-minimalis yang mementingkan estetika. Perpaduan warna interior antara merah, hijau, dan cokelat memberi kesan colorful, tetapi tetap memberi kesan hangat dan nyaman.

    Dengan konsep seperti itu, warung makan ini tak sekadar menjadi tempat mengisi perut, tetapi sudah naik level jadi tempat ‘nongkrong’ berkelas. Beberapa pelanggan yang datang ke sini tidak langsung pergi usai selesai makan, tetapi mereka bisa nongkrong agak lama untuk bersantai layaknya di kafe.

    2. Ada 4 macam sambal dan 20 jenis lauk

    Mades warungTersedia 4 macam sambal asap berbeda. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Konsep warung makan yang estetik dan nyaman ini tentu menarik perhatian banyak pelanggan, khususnya anak muda ‘kalcer’ di Jakarta Selatan. Terlebih menu yang ditawarkan juga menarik.

    Mades menawarkan 4 macam sambal asap spesial, mulai dari Mades asap (sambal mercon), ijo asap, hitam rempah asap (mirip seperti sambal bumbu bebek Madura), dan terasi bakar asap.

    Keempat jenis sambal ini dipajang di meja dekat kasir dan boleh dicicip terlebih dahulu untuk menentukan sambal yang ingin dipilih.

    Mades warungLauknya disajikan prasmanan seperti ini. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Sambal asap ala Mades bisa dinikmati dengan kurang lebih 20 macam jenis lauk yang disajikan secara prasmanan. Lauknya tersusun rapi di meja prasmanan dekat kasir dalam wadah stainless steel yang tertutup. Tenang saja, kalau mau melihat bentuk lauknya, kamu bisa minta pelayan membuka semua penutup.

    Pilihan lauk pauknya mulai dari ayam, paru, brutu, paru, kulit ayam, daging ungkep, ampela, pete, jengkol, ikan asing, usus goreng, dan masih banyak lagi. Harga lauknya dibanderol mulai dari Rp 5.000 sampai Rp 37.500.

    Selain nasi, lauk, dan sambal, Mades juga punya menu lain, seperti nasi goreng sampai nasi oseng yang tidak kalah menarik perhatian.

    3. Nasi daun jeruk ayam goreng plus sambal Mades

    Mades warungNasi daun jeruk disajikan dengan ayam goreng dan sambal spesial. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Tak hanya prasmanan, di sini juga bisa pilih menu paket nasi sambal asap. detikFood mencoba menu Ngasep 3. Dengan harga Rp 55 ribu, seporsinya sudah dapat nasi, ayam, tahu/tempe goreng, tumis kangkung, sambal, air putih/es teh tawar.

    Nasinya juga bisa dipilih antara nasi putih, nasi gurih, nasi merah, atau nasi daun jeruk.

    Kami mencoba nasi daun jeruk dilengkapi dada ayam dan tahu goreng. Sebagai pelengkap, kami juga pesan tambahan sate kulit (Rp 19 ribu) dan sate usus goreng (Rp 15 ribu). Oiya, setelah mencoba sambalnya, pilihan kami jatuh kepada sambal Mades mercon asap.

    Dimulai dari nasinya yang punya aroma daun jeruk cukup kuat, tetapi tidak begitu gurih. Untuk potongan ayam goreng dada, menurut kami teksturnya sangat empuk dan tidak begitu berserat. Ayamnya dimasak dengan bumbu kuning dengan rasa rempah ringan yang meresap sampai dalam daging.

    Mades warungTampilan kangkung yang tidak kalah menggugah selera. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Jangan lupa dimakan bersama sambal Mades yang punya aroma smokey asap cukup kuat. Baru disusul dengan rasa gurih dan pedas agak menyengat di akhir. Tercecap juga sedikit rasa asam pada sambal ini yang mungkin muncul dari tambahan kecombrang.

    Paketan Ngasep 3 ini juga sudah termasuk dapat tumis kangkung. Kami cukup terkejut karena porsi tumisannya disajikan dalam piring besar dan bisa dinikmati oleh 2-3 orang. Karena kangkungnya baru dimasak, jadi sangat nikmat dimakan. Aroma bawang putihnya tercium kuat dengan sentuhan rasa gurih sedap.

    Mades warungBisa dilengkapi dengan kulit atau usus, dan jangan lupa dimakan sama sambal asapnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kulit gorengnya tak kalah enak. Ukurannya terbilang besar dan digoreng pas, tidak terlalu basah atau kering. Namun usus gorengnya menurut kami terlalu kering sehingga agak keras saat dimakan.

    4. Nasi Goreng Sengkel bumbu hitam rempah

    Mades warungMades juga punya menu nasi goreng rempah dengan topping sengkel. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Kalau ke Mades bisa pesan menu Nasi Gorengnya. Berbeda dari nasi goreng pada umumnya, di sini mereka punya nasi goreng yang dimasak bumbu rempah dan sambal asap pilihan.

    Pelengkapnya ada ayam, sengkel, udang, cumi, dan paru. Bisa dimasak dengan sambal mercon atau hitam rempah. Bisa pula dilengkapi dengan telur, ikan asin, atau pete.

    detikFood mencicipi Nasi Goreng Sengkel dengan sambal hitam rempah (Rp 35.000).

    Datang-datang aroma smokeynya langsung tercium. Nasi goreng ini memang dimasak menggunakan wok dengan api besar. Masaknya juga cuma bentar, kurang lebih 5 menit.

    Porsi nasi gorengnya terbilang banyak, dengan tekstur nasi cenderung pulen basah, tidak pera atau terlalu kering. Rasanya smokey, gurih, berempah, dan sedikit pedas dari tambahan sambal hitamnya. Makin nikmat karena ada potongan daging sengkel yang besar-besar dan teksturnya empuk.

    5. Nasi oseng kikil mercon yang tak kalah nikmat

    Mades warungIni dia kikil mercon yang tidak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana

    Mades juga punya menu nasi oseng sambal asap dengan aneka pilihan lauk. Kami pesan Nasi Oseng Kikil Mercon Asap (Rp 25 ribu) yang disajikan dengan nasi gurih (Rp 3 ribu).

    Kikil merconnya punya tampilannya sangat menarik karena ada perpaduan dari warna bumbu kikil oranye dengan irisan tomat hijau segar. Tekstur kikilnya empuk, lembut, dan tidak begitu kenyal. Mengunyahnya pun dirasa sangat mudah.

    Kikilnya juga tidak amis karena sudah dimasak oseng menggunakan bumbu mercon yang rasa gurihnya pas dengan sentuhan pedas agak kuat. Namun rasa pedasnya masih bisa ditoleransi, karena tidak langsung ‘nyegrak’ di tenggorokan. Tercecap juga rasa asam segar dari tomat hijaunya.

    Dimakan begitu saja sudah enak, tetapi kalau mau puas bisa dinikmati bersama nasi gurihnya.

    Usai makan berbagai macam masakan gurih, bisa ditutup dengan minum Es Teh Pandan (Rp 16.500) yang aroma dan rasa pandannya sangat dominan dan manis.

    Kalau tertarik makan di sini, bisa mampir ke Mades yang berlokasi di Wijaya, Jakarta Selatan. Buka setiap hari pukul 10.00-22.00 WIB.

    (aqr/adr)



    Sumber : food.detik.com

  • Lepas Jabatan Corporate Chef, Pria Ini Jual Ramen Gerobakan di Pangpol


    Jakarta

    Chef dengan pengalaman 18 tahun di restoran dan hotel bintang 5 ini memutuskan untuk membuka usaha sendiri. Ia menghadirkan warung Jepang kaki lima di Panglima Polim.

    Pengalaman menjadi seorang chef di restoran dan hotel kerap dimanfaatkan dengan baik dalam membuka usaha kuliner sendiri. Seperti dilakukan oleh Doni Silpani, chef yang telah melalang buana di dunia Food and Beverages selama 18 tahun.

    Doni Silpani menceritakan kisah dan pengalamannya sebagai chef kepada detikFood (23/9/2025). Ia mengaku pengalamannya sebagai chef itu cukup panjang. Tak hanya di Jakarta saja, tapi juga sampai ke Timur Tengah.


    Berpengalaman 18 Tahun di Restoran dan Hotel

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimSaki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima Polim Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Pengalamannya sebagai chef di restoran Jepang membuat Doni Silpani mantap membuka usaha kulinernya sendiri di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Namanya Saki Yatai, berupa warung kaki lima ala Jepang yang buka pada malam hari.

    “Sudah 18 tahun ya kurang lebih di Japanese ini. Jadi sekarang aku sudah Japanese Speciality Chef. Untuk di 18 tahun itu sudah include di Jakarta, Indonesia pastinya, dan Middle East pastinya,” ujar Doni Silpani.

    Perjalanannya di dunia F&B berawal dari tukang cuci piring hingga menjadi corporate chef. Pengalaman terakhirnya di Surabaya pada 2024 hingga 2025. “Di Surabaya itu aku dari 2024 sampai 2025, itu 1 tahun, karena di sana aku ada project menjadi corporate chef. Selesai dari sana aku memutuskan untuk membuka Saki,” ungkapnya.

    “Aku mau punya sendiri, tapi belum berani ke skala besar (restoran). Karena modalku juga mampunya segini. Jadi aku cukup membangun Yatai saja,” jelas Doni.

    Konsep Yatai Jepang

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimSaki Yatai berkonsep yatai di kawasan Panglima Polim. Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Konsep yang dihadirkan oleh Doni Silpani berupa yatai atau warung kaki lima. Hal ini bisa dilihat dari gerobak dan ornamennya, serta pilihan menu yang ditawarkan Saki Yatai.

    Karena menggunakan gerobak, area makan pelanggan berada di bagian depan gerobak. Mereka bisa menikmati hidangan di sana dengan duduk mengelilingi gerobak.

    Pelanggan juga bisa melihat sibuknya chef Doni saat meracik pesanan pelanggannya. Para pelanggan diminta sabar menunggu pesanan karena setiap sajian dimasak satu per satu.

    Menu yang ditawarkan oleh Saki Yatai antara lain ramen, yakitori, rice bowl, tumisan, dan appetizer. Ramen yang paling menjadi andalan dari Saki Yatai, meski begitu chef Doni menekankan kalau konsepnya bukan sekadar warung ramen.

    “Banyak orang mengira kalau saya hanya jual ramen saja. Padahal konsep kita yatai, yang mana isinya juga beragam. Ada appetizer, yakitori, sampai menu nasi juga ada,” tutur chef Doni.

    Harga yang ditawarkan per menu juga terbilang terjangkau. Karena mengusung konsep kaki lima, harga makanan di sini dibanderol mulai dari Rp 9.000 – Rp 42.000 per porsi.

    Spicy Paitan dan Maze Ramen yang Unik

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimRamen Spicy Paitan di Saki Yatai. Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Terdapat dua jenis ramen yang ditawarkan, yaitu berkuah kaldu atau kering. detikFood penasaran mencoba kedua jenisnya, untuk menunya adalah Spicy Paitan Ramen (Rp 42.000) dan Maze Ramen (Rp 37.000).

    Proses penyajian ramen di sini juga terbilang cepat. Untuk ramen berkuah, chef Doni memulainya dengan menghangatkan kuah kaldunya, kemudian merebus mie, dan menyajikan aneka topping lezat.

    Jenis mie yang digunakan oleh chef Doni adalah hosomen atau mie lurus. Namun, chef Doni memiliki standar sendiri untuk teksturnya harus agak kenyal.

    Spicy Paitan Ramen menggunakan kuah sup yang agak creamy dan berkolagen. Rasanya memang agak gurih dengan sedikit sensasi creamy, disusul rasa pedas yang cukup pekat.

    Seporsinya diberikan pokcoy, irisan daging panjang, daun bawang, dan telur rebus. Pilihan menu ramen ini memang terasa nikmat, apalagi jika dinikmati saat cuaca dingin.

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimSaki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima Polim Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Untuk menu Maze Ramen, tipenya adalah ramen kering. Racikan bumbunya terdiri atas campuran shoyu dan butter. Aroma butter-nya tercium kuat dengan sensasi rasanya tak hanya gurih, tapi juga manis.

    Seporsinya disajikan bersama bawang putih goreng, ayam kecap bumbu gurih, pokcoy, daun bawang, acar mentimun, dan telur rebus. Menurut kami, menu ini benar-benar terasa unik di lidah.

    Kawa Yakitori dan Menu ‘ADANYA??’

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimAneka yakitori yang layak dicoba. Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Layaknya menu Yatai Jepang, Saki juga memiliki berbagai pilihan appetizer, yakitori, dan lainnya. Untuk menu yakitori kami mencoba negima, kawa, dan tsukune. Harganya dibanderol Rp 9.000 – Rp 13.000.

    Untuk yakitori rasanya sangat lezat dengan bumbu gurih yang meresap. Namun, kami paling cocok dengan kawa yakitori yang agak renyah ketika dinikmati.

    Tori Nanban (Rp 29.000) juga bisa menjadi pilihan menu yang pas sebagai hidangan utama. Berisikan potongan daging paha ayam fillet yang digoreng dengan balutan tepung tipis dan disajikan bersama saus mayones creamy.

    Menu ‘ADANYA??’ juga patut dicoba ketika mengunjungi Saki Yatai. Sesuai namanya, menu ‘ADANYA??’ ini tergantung chef Doni menyajikan apa pada hari tersebut. Pilihannya berbeda setiap hari.

    Saki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima PolimSaki Yatai: Warung Jepang kaki lima milik chef Doni Silpani di Panglima Polim Foto: Yenny Mustika Sari/detikcom

    Menu tersebut juga dihadirkan chef Doni karena terinspirasi dari omakase. Sebelumnya, chef Doni memiliki pengalaman sebagai chef restoran omakase yang menu-menunya tergantung kreasi chef.

    Saat itu, detikFood mencoba Sanma, ikan Sauri Pasifik yang disajikan dengan cara dipanggang. Bumbunya minimalis dengan garam dan minyak.

    Meski minimalis, tapi rasa gurih dari ikan langsung keluar. Jenis ikannya masih kategori makarel yang dagingnya cukup padat. Kami menikmati ikan sanma ini dengan cocolan shoyu yang asin.

    Saki Yatai buka setiap Senin sampai Sabtu pukul 18.30 WIB. Berlokasi di Jalan Panglima Polim No. 85, Melawai, Jakarta Selatan, tepatnya berada di samping Bank Mayapada.

    (adr/adr)



    Sumber : food.detik.com