Tag Archives: beasiswa lpdp

Suntikan Dana Buat LPDP Mau Disetop, DPR Buka Suara



Jakarta

Pemerintah mengkaji opsi penghentian alokasi anggaran untuk dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 20 triliun setiap tahun. Dana yang terkumpul kini hampir mencapai Rp 140 triliun.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan “suntikan” untuk dana abadi tersebut berasal dari anggaran pendidikan yang besarnya 20 % dari anggaran belanja negara dalam APBN.

“Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya seperti dikutip dari detikFinance beberapa waktu lalu.


Ia menambahkan,”Jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.”

Dana tersebut akan dialihkan ke pengembangan riset sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Adapun penyaluran Beasiswa LPDP tetap berlanjut menggunakan dana abadi sebesar Rp136 triliun.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, memberikan pendapatnya. Menurutnya, dana bisa dialihkan untuk mengentaskan isu lain dalam ranah pendidikan. Salah satunya isu pengangkatan guru honorer.

“Tidak apa-apa yang tadinya untuk dana abadi LPDP dialihkannya untuk menyelesaikan isu-isu hukum pokok pendidikan. Salah satunya adalah menuntaskan agenda pengangkatan guru honorer,” ujarnya kepada detikEdu, Jumat (19/1/2024).

Selain itu, dana yang dialihkan bisa juga menangani infrastruktur pendidikan. Menurutnya, fasilitas pendidikan perlu menjadi sorotan.

“Bisa untuk infrastruktur, karena PR kita juga infrastruktur pendidikan kita, sarana-prasarananya kan masih memprihatikan juga,” jelasnya.

Sampai Kapan Penghentian APBN Buat LPDP Akan Berlangsung?

Syaiful mengaku belum mengetahui persis waktu pengalihan dana tersebut. Namun ia mendorong perlunya perhitungan yang matang. “Apakah selama ini manfaat dari Rp136 triliun yang itu untuk pemberian beasiswa apakah dirasa cukup? Atau sebenarnya masih kurang?” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia meyakini pemerintah perlu menjelaskan skema beasiswa secara terbuka kepada masyarakat. “Saya kira perlu disambungkan. Sambungkan secara terbuka pada publik, baru nanti publik dan kita bisa menghitung,” ujarnya.

LPDP Sudah Menyediakan Dana Riset

LPDP sendiri telah mengadakan skema dana riset berupa Riset Inovatif Produktif atau RISPROS. Syaiful mengungkapkan apabila pengalihan dana diberikan untuk riset maka akan terjadi redundant.

“Kalau Pak Presiden bilangnya mau dialihkan ke riset itu, itu redundan,” ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

“Saya kira pihak LPDP dan Kemenkeu perlu menjelaskan kepada Pak Presiden itu bahwa sebenarnya di LPDP sudah ada (dana) riset,” ujarnya.

Mengenai posisi Komisi X tentang penghentian alokasi dana LPDP ini, Syaiful menegaskan agar pemerintah perlu memberi penjelasan terlebih dahulu.

“Baru kita akan bersikap mendukung atau tidak. Karena saya merasa alokasi dana itu belum perlu untuk disetop karena kebutuhan kita untuk memberikan biaya bahkan harus ditingkatkan, dan saya merasa dengan sekarang yang ada ini belum memenuhi target,” pungkasnya.

(nir/pal)



Sumber : www.detik.com

UGM Jadi Kampus Teratas Tujuan Double & Joint Degree Beasiswa LPDP 2024



Jakarta

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran Universitas Gadjah Mada (UGM), Wening Udasmoro mengatakan UGM menjadi kampus teratas tujuan penerima program double degree dan joint degree pada beasiswa LPDP 2024.

“UGM jadi kampus tertinggi di Indonesia sebagai tujuan penerima beasiswa program double degree/joint degree LPDP. Ini menunjukkan bahwa antusiasme program studi dan mahasiswa UGM siap mengikuti program ini,” ujarnya dalam laman UGM, dikutip pada Kamis (19/1/2024).

Menurutnya, program double degree dan joint degree ini dapat mendukung UGM juga Indonesia dalam akademik dunia. Dengan ini, ia berharap akan semakin banyak jumlah prodi UGM dan mahasiswa yang ikut serta dalam kedua program tersebut.


“Di UGM ada sebanyak 85 prodi yang menjadi tujuan program double degree/joint degree bagi pendaftar beasiswa regular dan parsial. Lalu pada beasiswa targeted sebanyak 88 prodi dan beasiswa afirmasi ada sebanyak 92 prodi,” kata Wening.

Skema Double/Joint Degree LPDP 2024

Pada tahun ini, ada tiga skema dalam program double degree dan joint degree. Pertama adalah program afirmasi yang ditujukan bagi daerah afirmasi, putra putri Papua, penyandang disabilitas, dan prasejahtera.

Kedua adalah program targeted yang mencakup PNS, TNI, dan Polri. Ketiga yakni program umum yang bisa diikuti siapa saja dengan bantuan bersifat reguler atau parsial.

Masing-masing memiliki jumlah pilihan prodi yang berbeda. Untuk program afirmasi sebanyak 160, program targeted sebanyak 140, dan program reguler/parsial sebanyak 131 pilihan.

Perbedaan Program Double dan Joint Degree LPDP

Mahasiswa yang mengikuti program double degree akan mendapatkan dua gelar akademis sekaligus selama satu periode studi dari dua kampus dalam dan luar negeri. Sedangkan joint degree berupa kerja sama antara dua kampus dalam dan luar negeri untuk mendapatkan satu gelar dalam satu periode.

Program double degree dan joint degree LPDP ini hanya berlaku bagi mahasiswa magister dan doktor. Sementara untuk S1 belum tersedia di LPDP.

Adapun contoh dari program double/joint degree untuk beasiswa reguler/parsial yakni mahasiswa S2 Manajemen UGM bisa sekaligus menempuh studi di Master of Commerce, The University of Queensland, Australia.

Contoh lainnya untuk double/joint degree beasiswa targeted adalah PNS/TNI/Polri yang merupakan mahasiswa S2 atau S3 Perencanaan Wilayah dan Kota UGM dan Master of Science in Environmental and Infrastructure, University of Groningen, Belanda.

(cyu/nah)



Sumber : www.detik.com

Wacana Beasiswa LPDP Dihentikan Sementara, Dana Dialihkan untuk Bidang Ini



Jakarta

Akhir-akhir ini, ramai wacana mengenai Beasiswa LPDP yang akan dihentikan sementara. Menanggapi hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, mengatakan pemerintah akan mengkaji ulang mengenai penghentian ini.

Diketahui, pemerintah telah menganggarkan 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk pendidikan. Adapun sekitar Rp20 triliun digelontorkan untuk LPDP.

“Mungkin kita setop dulu. Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” katanya dalam CNN Indonesia dikutip Kamis (18/1/2024).

Muhadjir menyebut dana itu akan dialihkan ke pengembangan riset. Hal itu sejalan dengan amanat Presiden Jokowi untuk meningkatkan dana riset.


“Kan setiap tahun dari 20% anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp 20 triliun di dalam dana abadi sekarang numpuk sekitar Rp 139 triliun. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu dana yang ada,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2024).

Menurut Muhadjir, seluruh anggaran pendidikan di APBN bakal fokus digunakan untuk membenahi sektor pendidikan, mulai dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi.

“Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya.

LPDP Tetap Lanjut

Kendati demikian, Muhadjir mengatakan beasiswa LPDP tetap berlanjut karena LPDP sebenarnya memiliki dana abadi Rp139 triliun. Dana itu diputar dan selalu menghasilkan imbal hasil. Dana imbal hasil tersebut diperkirakan cukup untuk membiayai beasiswa LPDP.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

Perintah Presiden Jokowi

Wacana Beasiswa LPDP dihentikan sementara bermula dari acara Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya, pada 15 Januari 2024, yang turut dihadiri Presiden Joko Widodo.

Dalam forum itu, Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan pendidikan tinggi di Indonesia. Jokowi membandingkan keberpihakan Indonesia pada riset dengan berbagai negara, termasuk Vietnam.

Jokowi ingin menambahkan dana riset. Ia memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

“Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tetapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi.

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Kuliah di Jazirah Arab dengan Beasiswa LPDP, Bisa Perdalam Ilmu Perminyakan



Jakarta

Pelamar beasiswa LPDP 2024 tak hanya diberi pilihan untuk kuliah di kampus Eropa atau Amerika Serikat. Pihak LPDP juga membuka kesempatan melanjutkan studi master atau doktor di lembaga pendidikan tinggi di negara kawasan Jazirah Arab.

Negara-negara di Semenanjung Arab yang dikenal sebagai penghasil minyak bumi terbesar di dunia tentu saja punya kampus dengan jurusan teknik perminyakan atau teknik pertambangan terbaik di dunia.

Seperti misalnya, King Fahd University of Petroleum & Minerals tercatat sebagai kampus yang memiliki jurusan perminyakan terbaik ke-4 dan pertambangan terbaik ke-9 dunia versi QS WUR by Subject 2023 bidang Engineering.


Selain itu, pelamar beasiswa LPDP juga bisa memilih jurusan perminyakan yang dimiliki Khalifa University di Uni Emirat Arab yang berlokasi di Abu Dhabi. Kampus ini memiliki jurusan perminyakan terbaik ke-8 dunia.

Tertarik untuk kuliah di jazirah Arab? Berikut 6 kampusnya:

1. King Abdulaziz University (KAU) Arab Saudi All Subject

King Abdulaziz University (KAU) didirikan pada tahun 1967 di kota Jeddah tepi Laut Merah sebagai universitas swasta dengan nama pendiri Arab Saudi, Raja Abdul-Aziz Al-Saud.

Namun sejak 1973, KAU bergabung dengan sistem universitas negeri Arab Saudi. Kampus ini menduduki peringkat 251-300 dunia versi Timer Higher Education WUR 2024. Di kampus ini pelamar beasiswa LPDP bisa mendaftar di seluruh jurusan yang membuka program master dan doktor.

2. King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)

Pelamar LPDP bisa memilih jurusan Energy Science & Engineering dan Perminyakan di kampus negeri yang terletak di Kota Thuwal ini. Jurusan perminyakan di kampus ini menduduki peringkat ke-18 dunia.

Kampus King Abdullah University of Science and Technology di Arab SaudiKampus King Abdullah University of Science and Technology di Arab Saudi Foto: Dok. KAUST

3. King Fahd University of Petroleum & Minerals (KFUPM)

Kampus yang terletak di Kota Dhahran ini tercatat memiliki jurusan perminyakan dan pertambangan terbaik di dunia. Pelamar beasiswa LPDP dapat memilih jurusan Engineering – Petroleum serta Mining & Mineral Engineering di universitas yang berdiri pada 1963 ini.

KFUPM juga dikenal sebagai kampus dengan seleksi masuk terketat. Dikutip dari situs THE, universitas ini hanya menerima 10 persen dari total calon mahasiswa yang mendaftar.

4. Khalifa University Uni Emirat Arab

Khalifa University dikenal sebagai salah satu kampus dengan jurusan perminyakan terbaik di dunia dengan peringkat ke-8 versi QS WUR by Subject 2023 bidang Petroleum. Pelamar beasiswa LPDP 2024 diberi kesempatan untuk dapat memperdalam ilmu perminyakan di kampus yang berlokasi di Abu Dhabi itu.

Kampus Khalifa University di Uni Emirat ArabKampus Khalifa University di Uni Emirat Arab Foto: Dok. Khalifa University

5. The Emirates Academy of Hospitality Management (EAHM) Uni Emirat Arab

Tak hanya bidang perminyakan, calon mahasiswa juga bisa memperdalam ilmu perhotelan di The Emirates Academy of Hospitality Management yang berlokasi di Dubai.

Kampus ini merupakan salah satu institusi pendidikan bidang perhotelan terbaik di dunia. Program Master of International Hospitality Management dengan lama kuliah 1 tahun bisa pelamar beasiswa LPDP pilih di kampus EAHM.

6. Imam Abdulrahman Bin Faisal University Arab Saudi

Kampus ini berdiri pada 1975 dengan nama Dammam University. Kemudian berubah menjadi Imam Abdulrahman Bin Faisal University (IAU) pada 2016, saat kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz ke Dammam.

Universitas ini adalah salah satu universitas tertua di kawasan timur Arab Saudi dan merupakan salah satu kampus dengan jurusan kedokteran terkemuka di negara itu, baik untuk mahasiswa pria maupun wanita.

(pal/nwy)



Sumber : www.detik.com

Dana Abadi Pendidikan Capai Rp 139 T, Suntikan Pemerintah Mau Disetop



Jakarta

Pemerintah sedang mengkaji opsi menghentikan alokasi untuk dana abadi pendidikan yang mencapai Rp 20 triliun setiap tahun.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan dana abadi yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan itu kini menyentuh angka Rp 139 triliun.

Setiap tahun pemerintah mengalokasikan Rp 20 triliun untuk dana abadi tersebut. Dana yang disuntikkan tersebut berasal dari anggaran pendidikan yang besarnya 20 % dari anggaran belanja negara dalam APBN.


“Kan setiap tahun dari 20% anggaran pendidikan itu disisihkan sekitar Rp 20 triliun di dalam dana abadi sekarang numpuk sekitar Rp 139 triliun. Kemarin dibahas apakah perlu ditambah lagi tiap tahun? Apakah tidak itu saja dulu dana yang ada,” ujar Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (16/1/2024).

Anggaran Bakal Fokus untuk Sektor Pendidikan

Menurut Muhadjir, seluruh anggaran pendidikan di APBN bakal fokus digunakan untuk membenahi sektor pendidikan, mulai dari riset hingga pengembangan perguruan tinggi.

“Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan,”Jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan.”

Kementerian Keuangan telah menetapkan belanja negara pada APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun. Adapun alokasi anggaran pendidikan tahun ini senilai Rp 665 triliun untuk meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing.

Tujuan Membangun SDM Indonesia yang Unggul

Pada puncak acara LPDP Festival Tahun 2023 yang digelar Kamis (3/8/2023) lalu, Presiden Joko Widodo mengungkapkan dana yang dialokasi pemerintah untuk LPDP saat ini meningkat signifikan menjadi Rp 139 triliun dari sebelumnya Rp 15 triliun di tahun 2015.

Sovereign wealth fund di sektor pendidikan ini bertujuan untuk membangun sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang unggul dan berkualitas, yang menjadi kunci memenangkan persaingan dengan negara lain.

“Sejak 2019, saya sudah perintahkan ke Ibu Menteri Keuangan, minimal satu tahun itu 20 (triliun rupiah) harus dimasukkan ke LPDP, 20 (triliun rupiah) masukkan ke LPDP, punya uang banyak masukkan LPDP, karena SDM inilah nanti kita bisa bersaing atau tidak bisa bersaing dengan negara-negara lain,” ucapnya.

Peningkatan kualitas SDM tersebut, lanjut presiden, sangat penting karena Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang nanti di tahun 2030 sebanyak 68,3 persen penduduk Indonesia berada pada usia produktif. Bonus demografi tersebut, kata Presiden biasanya hanya terjadi sekali dalam sejarah peradaban sebuah negara.

Berita selengkapnya bisa dibaca di sini.

(pal/faz)



Sumber : www.detik.com

8 Kampus Korsel yang Bisa Dipilih Pelamar Beasiswa LPDP



Jakarta

Korea Selatan (Korsel) memang masyhur sebagai negara industri baik itu bidang hiburan maupun teknologi. Ternyata negara ini juga menyimpan potensi dalam bidang pendidikan. Sejumlah kampus di Negeri Ginseng ini menjadi tujuan para pelajar internasional untuk melanjutkan studi.

Nah, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan baru saja membuka pendaftaran beasiswa tahap 1 2024 pada Kamis (11/1/2024) lalu. Para pelamar beasiswa reguler dan parsial bisa memilih untuk melanjutkan studi master dan doktor di berbagai negara termasuk di Korsel.

Korsel memang menyediakan kampus dengan kualitas terbaik. Beberapa universitas di negara tersebut masuk dalam peringkat 100 besar dunia. Tertarik menjadikan Korsel sebagai destinasi melanjutkan studi?


Berikut informasi kampus di Korsel yang bisa dipilih pelamar beasiswa LPDP 2024. Semua program studi tersedia di kampus-kampus tersebut, kecuali di Kyung Hee University pelamar hanya bisa memilih Telecommunication Engineering.

1. Seoul National University (SNU)

Seoul National University (SNU)Kampus Gwanak Seoul National University (SNU), Korea Selatan Foto: Dok. SNU

SNU merupakan kampus paling prestisius di Korea Selatan. Universitas ini didirikan pada 1946 dengan menggabungkan 10 institusi pendidikan tinggi.

Kampus yang menduduki peringkat ke-62 versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024 ini menggelar 106 program studi master dan 107 program doktor.

Saat ini, SNU memiliki hampir 3.000 mahasiswa internasional. Siapkah kamu bergabung dengan kampus peringkat ke-13 di Asia ini?

2. Yonsei University Korea Selatan

Kampus peringkat ke-76 dunia ini merupakan institusi pendidikan Barat pertama di Korea yang didirikan pada tahun 1885. Saat ini, Yonsei University yang merupakan kampus swasta di Korsel memiliki hampir 5 ribu mahasiswa asing.

3. KAIST – Korea Advanced Institute of Science & Technology

KAIST didirikan pada 1971 sebagai institusi sains dan teknik berorientasi penelitian pertama di Korea Selatan.

Reputasi KAIST berkembang pesat dengan diakui secara luas sebagai salah satu universitas terbaik di Korea dan dinobatkan sebagai universitas paling inovatif di kawasan Asia-Pasifik.

Kampus ini menduduki peringkat ke-18 di Asia dan peringkat ke-83 dunia versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024.

Salah satu proyek penelitian yang menonjol dalam beberapa tahun terakhir adalah para peneliti mengembangkan sistem transportasi listrik, di mana kendaraan mendapatkan daya dari kabel di bawah jalan melalui pengisian daya magnetis non-kontak.

4. Sungkyunkwan University (SKKU)

Kampus peringkat 145 dunia ini merupakan institusi pendidikan tinggi yang telah berdiri selama lebih dari enam abad. SKKU didirikan sebagai akademi kerajaan Konfusianisme pada 1398 pada awal Dinasti Joseon.

Kampus Sungkyunkwan University, Korea SelatanKampus Sungkyunkwan University, Korea Selatan Foto: Dok. SKKU

Nama “Sungkyunkwan” identik dengan tradisi dan inovasi. Arti harafiah dari nama universitas ini adalah, “Sebuah institusi untuk membangun masyarakat yang harmonis dari umat manusia yang tercerahkan.”

5. Pohang University of Science And Technology (POSTECH) All Subject

POSTECH adalah universitas swasta Korea Selatan yang didedikasikan untuk bidang teknik dan sains. Kampus ini menduduki peringkat ke-149 versi Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024.

6. Ulsan National Institute of Science and Technology (UNIST)

Sejak dibuka pada tahun 2009, UNIST telah berkembang menjadi universitas kelas dunia, dengan reputasi yang berkembang pesat dalam penelitian dan dampaknya pada berbagai bidang. Kini UNIST menduduki peringkat ke-199 dunia.

UNIST adalah satu-satunya universitas di Korea Selatan yang 100% perkuliahannya dilakukan dalam bahasa Inggris.

7. Korea University

Kampus Korea UniversityKampus Korea University Foto: Dok. Korea University

Korea University adalah kampus pertama di Korea yang didanai dan dikelola sendiri oleh warga Korea. Universitas ini didirikan pada tahun 1905 oleh Lee Young-Ik, Bendahara Rumah Tangga Kerajaan.

Kampus dengan peringkat 201-250 dunia ini memiliki hampir 5 ribu mahasiswa asing.

8. Kyung Hee University

Kyung Hee University didirikan pada tahun 1949. Universitas ini menduduki peringkat 251-300 Times Higher Education (THE) World University Rankings 2024. Khusus untuk kampus ini program studi yang bisa dituju hanya Telecommunication Engineering.

(pal/nwk)



Sumber : www.detik.com

LPDP Tidak Disetop, Hanya Akan Diperluas



Jakarta

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto tegaskan dana LPDP yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak dihentikan, melainkan diperluas.

Airlangga menyebut opsi pemanfaatan dana LPDP akan diperluas untuk pelatihan, seperti Prakerja. Di samping itu juga untuk tourism fund atau dana abadi pariwisata yang rencananya akan dibentuk dan dikelola LPDP.

“(Program maupun sumber) LPDP tidak disetop. Hanya LPDP akan diperluas,” ujar Airlangga di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta Pusat pada Selasa (23/1/2024), dikutip dari detikFinance.


Airlangga mengatakan Indonesia juga butuh pelatihan, di samping pendidikan.

“Jadi pelatihannya dibuka juga dengan LPDP. Sedang dilakukan revisi. Ditambah lagi sebetulnya di situ akan ada penugasan untuk mendukung pariwisata. Jadi ada pengelolaan dana abadi untuk pariwisata,” ungkapnya.

Sebelumnya Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyebut pemerintah tengah mengkaji pilihan untuk menghentikan pasokan dana ke LPDP. Sejauh ini dana abadi yang dikelola LPDP telah menyentuh Rp 139 triliun.

Menurutnya anggaran pendidikan akan fokus dipakai untuk membenahi sektor pendidikan, mulai riset sampai pengembangan perguruan tinggi.

“Kita tinjau apa harus diteruskan LPDP Itu dengan jumlah yang sudah hampir Rp 140 triliun itu. Jadi mungkin kita setop dulu jadi anggaran pendidikan 20% nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” jelas Muhadjir di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat pada Selasa (16/1/2024).

Wacana penghentian sementara beasiswa LPDP bermula dari Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan Forum Rektor Indonesia di Surabaya pada 15 Januari 2024 yang juga dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

Pada forum ini, Jokowi menyorot minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan S2 dan S3 di Indonesia. Jokowi ingin menambahkan dana riset.

(nah/nwk)



Sumber : www.detik.com

Tak Perlu Setop Alokasi Dana LPDP, Dana IKN Bisa untuk Bantu Riset



Jakarta

Baru-baru ini, ramai isu alokasi APBN untuk Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) akan disetop. Hal tersebut ramai usai Presiden Jokowi menyoroti minimnya anggaran riset dan rendahnya rasio penduduk lulusan perguruan tinggi.

Oleh karena itu, Jokowi ingin menambahkan anggaran untuk keperluan riset. Ia memerintahkan Mendikbudristek Nadiem Makarim untuk merumuskan kebijakan sebelum pergantian presiden.

“Pak Nadiem, anggarannya diperbesar. Enggak apa-apa dimulai tahun ini. Nanti kan sudah ganti presiden, tetapi dimulai itu yang gede. Jadi, presiden yang akan datang pasti mau tidak mau melanjutkan,” ucap Jokowi dalam CNN Indonesia dikutip Kamis (25/1/2024).


Isu tersebut kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Muhadjir menyatakan, pemerintah akan mengkaji ulang mengenai penghentian ini.

“Mungkin kita setop dulu. Jadi, anggaran pendidikan 20 persen nanti sepenuhnya bisa digunakan untuk membenahi pendidikan, termasuk riset dan alokasi pengembangan pendidikan perguruan tinggi bisa ditingkatkan,” katanya.

Dana tersebut akan dialihkan ke pengembangan riset sejalan dengan arahan Presiden Jokowi. Adapun penyaluran Beasiswa LPDP tetap berlanjut menggunakan dana abadi sebesar Rp136 triliun.

“LPDP tetap jalan. Saya juga kan ketua dewan penyantun kemarin kita sepakati, kita harus berani investasi ke tempat yang agak berisiko, tetapi memang juga menguntungkan,” ujarnya.

DPR Tanggapi Penghentian Dana LPDP

Anggota Komisi X DPR RI Fahmi Alaydroes mempertanyakan penghentian alokasi dana LPDP. Menurutnya, riset merupakan hal yang penting tetapi tidak cocok jika harus mengorbankan dana LPDP.

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting dan relevan untuk membiayai sarjana-sarjana kita agar memiliki kemampuan riset,” ungkap Fahmy dalam lama Komisi DPR RI, Kamis (25/1/2024).

“Riset itu sangat penting, tapi jadi aneh kalau yang dikorbankan adalah dana LPDP yang justru sangat penting,” imbuhnya.

Sarankan Alokasi IKN Untuk Dana Riset

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS itu mengusulkan agar alokasi anggaran untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan alutsista dialihkan untuk alokasi riset dan pengembangan pendidikan dibandingkan menghentikan dan mengalihkan alokasi LPDP.

“Menghapus dana LPDP, sama saja dengan mengebiri anak-anak bangsa. Dana riset kita sangat kurang. (Maka) ambil dari alokasi anggaran pembangunan yang tidak atau belum perlu, semisal proyek IKN atau efisiensi dana, seperti anggaran pembelian alutsista bekas, yang konon sangat boros dan kemahalan,” ujarnya.

(nir/nwk)



Sumber : www.detik.com

Batas Usia Beasiswa LPDP S2-S3 Maksimal Berapa? Cek Syaratnya di Sini


Jakarta

Batas usia beasiswa LPDP 2024 untuk jenjang S2 dan S3 berbeda-beda tergantung kategori beasiswanya. Batas usia ini menjadi penting untuk diperhatikan sebagai syarat pendaftar beasiswa.

Seperti yang diketahui, beasiswa LPDP dibagi ke dalam empat kategori yaitu beasiswa targeted, afirmasi, umum, dan kolaborasi. Keempat kategori ini dibedakan atas penerima beasiswa serta syarat usia maksimalnya.

Untuk melihat jenis-jenis atau kategori beasiswa LPDP bisa cek DI SINI.


Nah, bagi detikers yang ingin mendaftar beasiswa LPDP untuk S2-S3, yuk simak syarat batas usianya berikut ini.

Batas Usia Beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3:

1. Batas Usia Beasiswa LPDP Reguler

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

2. Batas Usia Beasiswa LPDP Perguruan Tinggi Utama Dunia (PTUD)

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

3. Batas Usia Beasiswa LPDP Parsial

Pendaftar S2: 35 tahun

Pendaftar S3: 40 tahun

4. Batas Usia Beasiswa LPDP Penyandang Disabilitas

Pendaftar S2: 42 tahun

Pendaftar S3: 47 tahun

5. Batas Usia Beasiswa LPDP Prasejahtera

Pendaftar S2: 42 tahun

6. Batas Usia Beasiswa LPDP Putra-putri Papua

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

7. Batas Usia Beasiswa LPDP Daerah Afirmasi

Pendaftar S2: 47 tahun

Pendaftar S3: 50 tahun

8. Batas Usia Beasiswa LPDP Pendidikan Kader Ulama

Pendaftar S2: 40 tahun

Pendaftar S3: 45 tahun

9. Batas Usia Beasiswa LPDP PNS, TNI, Polri

Pendaftar PNS S2: 37 tahun

Pendaftar PNS S3: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 42 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik S2: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S2: 40 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri S3: 45 tahun

10. Batas Usia Beasiswa LPDP Kewirausahaan

Pendaftar S2: 35 tahun

11. Batas Usia Beasiswa Dokter Spesialis dan Subspesialis

Pendaftar spesialis: 35 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

Pendaftar subspesialis: 45 tahun, khusus yang sudah punya LoA maka mengikuti batas usia di prodi dan perguruan tinggi tujuan

12. Batas Usia Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi Nasional

Pendaftar S3 Jalur Fast Track: 25 tahun

Pendaftar S3: 27 tahun

13. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program MBA

Pendaftar non-CPNS dan non-PNS: 35 tahun

Pendaftar PNS: 27 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

14. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NTU Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

15. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – Campus France Program Master

Pendaftar umum: 37 tahun

Pendaftar PNS: 37 tahun

Pendaftar PNS JF Peneliti/Perekayasa/Medis/Paramedis/Pendidik: 42 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 40 tahun

16. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UC Davis Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit TNI/anggota Polri: 45 tahun

17. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – UNSW Program Doktor

Pendaftar umum: 40 tahun

Pendaftar PNS: 42 tahun

Pendaftar PNS JF: 47 tahun

Pendaftar Prajurit PTNI/anggota Polri: 45 tahun

18. Batas Usia Beasiswa Prioritas Diktiristek-LPDP-OKP Program Master

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

19. Batas Usia Beasiswa Prioritas LPDP – NUS Program Master Bidang Kewirausahaan

Pendaftar beasiswa: 35 tahun.

Batas usia pendaftar beasiswa LPDP 2024 untuk S2-S3 dihitung per 31 Desember 2024. Untuk perhitungannya, misal pada beasiswa dengan syarat batas usia 35 tahun, maka pendaftar yang berusia 35 tahun lebih 6 bulan tetap masih bisa mendaftar.

Jadi, semoga berhasil untuk LPDP 2024 detikers!

(faz/nwy)



Sumber : www.detik.com

Komisi X DPR Tolak Penghentian Sementara Dana LPDP



Jakarta

Komisi X DPR RI tegas menolak penghentian sementara alokasi dana Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Alih-alih menghentikan, kuota beasiswa dinilai perlu ditambah.

“Kami menolak penghentian kucuran dana APBN untuk LPDP. Dalam pandangan kami justru kucuran dana untuk LPDP ditambah agar kuota mahasiswa penerima beasiswa dari program ini makin banyak,” tutur Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda dalam laman DPR RI dikutip Senin (29/1/2024).

Penambahan kuota ini perlu diupayakan lantaran Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah jika dibandingkan dengan beberapa negara di ASEAN. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan hanya ada 10,15 persen penduduk Indonesia yang mampu menamatkan pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi.


Ia menyebutkan, faktor tingginya biaya pendidikan perguruan tinggi adalah penyebab utama APK pendidikan tinggi di Indonesia rendah.

“Kami menilai pemerintah harus mulai memikirkan langkah terobosan untuk meningkatkan peluang bagi peserta didik Indonesia agar bisa melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi. Bisa jadi dengan menggunakan manfaat dana abadi pendidikan,” ujarnya.

Nilai Pengalihan Dana Tidak Masuk Akal

Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa Amaliah menegaskan keputusan pemerintah untuk menghentikan sementara alokasi LPDP tidak memiliki argumentasi yang kuat. Pengalihan dana untuk pengembangan riset itu dinilai tidak masuk akal.

Mengacu pada Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Ledia menerangkan bahwa Pemerintah Indonesia berkewajiban untuk mengalokasikan dana abadi riset. Maka, alokasi anggaran pendidikan untuk beasiswa dan alokasi dana abadi riset telah ditetapkan secara terpisah.

“Ini kan tidak jelas arahnya mau ke mana. Jangan-jangan nanti alokasinya untuk membiayai riset asal-asalan saja. Jika dana beasiswa ditarik ke dana abadi riset, tidak realistis. Pemerintah ini seharusnya membuat kebijakan anggaran pendidikan yang sistematis dan terukur,” ucap Ledia.

Politisi Fraksi PKS itu pun menegaskan jika pemerintah ingin menguatkan sektor riset seharusnya bukan mengalihkan anggaran LPDP, melainkan harus menyusun rencana induk riset nasional. Langkah ini, baginya, krusial karena akan menentukan prioritas program-program riset yang akan diupayakan oleh negara.

“Jika tidak didasarkan pada rencana induk riset nasional, semua (anggaran) akan menjadi sia-sia, mubazir,” ungkapnya.

(nir/nir)



Sumber : www.detik.com