Tag Archives: bercinta

Pasutri Merapat! 6 Makanan Ini Bisa Bikin Gairah di Ranjang ‘On Fire’


Jakarta

Tak hanya meningkatkan keharmonisan rumah tangga, aktivitas hubungan intim yang berkualitas juga bisa berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan mental. Tak heran, banyak pasutri menjajal makanan atau minuman tertentu yang dipercaya bisa mendongkrak gairah bercinta.

Pasalnya, gairah seksual yang naik turun tak jarang mengganggu ‘panasnya’ bercinta di atas ranjang. Tidak perlu menggunakan obat, ada beberapa makanan alami yang bisa dicoba untuk meningkatkan gairah seksual bersama pasangan. Berikut ini adalah beberapa di antaranya dikutip dari Healthline:

Oyster

Oyster mengandung banyak zinc yang baik untuk meningkatkan kualitas hubungan intim bersama pasangan. Senyawa ini bermanfaat untuk meningkatkan aliran darah, termasuk memompa darah ke area intim.


Zinc sangat penting untuk kesuburan pria. Zinc berguna untuk membantu mengatur kadar testosteron. Menurut studi yang dilakukan pada 2018, kekurangan zinc menjadi salah satu faktor yang memberikan efek negatif pada tingkat testosteron.

Oyster merupakan sumber makanan yang memiliki kadar zinc lebih banyak dari makanan lainnya. Setiap porsi oyster dapat menyediakan 673 persen dari kebutuhan harian.

Salmon

Ikan salmon dikenal dengan kandungan asam lemak omega-3 yang sangat baik untuk kesehatan jantung. Ikan berdaging merah muda seperti salmon, tuna, sarden, dapat memberikan efek kesehatan tubuh dan kehidupan di atas ranjang.

Kandungan omega-3 berguna untuk mencegah penumpukan plak pada arteri sehingga baik untuk meningkatkan aliran darah yang sehat keseluruh tubuh, termasuk organ intim.

Ikan juga merupakan sumber protein, vitamin B12, vitamin D, zat besi, dan zinc.

Daging Ayam

Mengonsumsi daging atau makanan tertentu yang mengandung asam amino dapat meningkatkan kehidupan ranjang pasutri. Makanan dengan protein tinggi seperti daging ayam dan sapi mengandung senyawa karnitin, L-arginin, dan zinc yang baik untuk melancarkan aliran darah.

Studi pada tahun 2019 menunjukkan bahwa arginin terbukti dapat membantu mengobati disfungsi ereksi ringan hingga sedang.

Apel

Apel memiliki senyawa quercetin. Senyawa tersebut termasuk antioksidan sejenis flavonoid yang menawarkan berbagai manfaat untuk kesehatan, khususnya untuk kesehatan seksual.

Adapun manfaat dari senyawa tersebut meliputi meningkatkan sirkulasi darah, mengobati disfungsi ereksi, dan menurunkan tekanan darah.

Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan disfungsi karena kerusakan pembuluh darah dapat mengganggu aliran darah ke alat kelamin. Kondisi ini juga menjadi salah satu penyebab disfungsi ereksi.

Sebuah studi di tahun 2016 melaporkan bahwa pria yang mengonsumsi lebih banyak buah mengandung flavonoid mengalami penurunan disfungsi ereksi sebesar 14 persen. Adapun buah lain yang mengandung flavonoid adalah stroberi, bluberi, anggur, ceri, dan buah citrus.

Kacang-kacangan

Coba ganti camilan dengan kacang-kacangan yang mengandung banyak gizi bermanfaat. Kacang mete dan almond kaya akan zinc yang baik untuk meningkatkan kualitas bercinta.

Tidak hanya itu, camilan sehat ini juga memiliki kandungan L-arginin yang berguna untuk melancarkan aliran darah. Adapun jenis kacang-kacangan atau biji-bijian yang bisa dikonsumsi antara lain biji labu, biji bunga matahari, kacang pecan, kacang hazel, kacang-kacangan, dan kacang kenari yang juga kaya akan omega-3.

Telur

Telur juga bisa menjadi salah satu makanan yang dapat membantu meningkatkan kualitas hubungan intim. Telur mengandung vitamin D yang baik untuk menurunkan risiko disfungsi ereksi dan juga beragam penyakit jantung.

Vitamin D yang terkandung di telur juga dapat meningkatkan peredaran darah, mengurangi stres oksidatif, dan menurunkan kadar kolesterol.

Selain telur, vitamin D juga dapat ditemukan di daging ikan tuna, telur, susu, dan jamur.

(avk/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Tenang Dulu, Ternyata Begini ‘Tips and Trick’ Biar Pria Tak Cepat Loyo di Ranjang


Jakarta

Ketahanan suami di atas ranjang menjadi salah satu faktor kepuasan pasangan. Sebuah studi menunjukkan bahwa mayoritas pria mengalami ejakulasi setelah empat menit setelah melakukan penetrasi.

Studi lainnya yang dilakukan terhadap 500 pasangan juga menunjukkan bahwa pria ejakulasi setelah melakukan hubungan seks selama 3-7 menit. Apabila suami ejakulasi kurang dari ‘rata-rata’ tersebut, mungkin beberapa cara ini bisa dilakukan untuk memperpanjang durasi hubungan.

Foreplay Lebih Lama

Dikutip dari Ro, Foreplay lebih lama bisa menjadi salah satu strategi untuk memperpanjang durasi bercinta di atas ranjang. Coba berbagai posisi untuk menikmati hubungan intim.


Wanita memerlukan rangsangan yang lebih langsung di area klitoris untuk mencapai orgasme. Hal ini sering kali sulit dilakukan apabila hanya dilakukan dengan penetrasi saja. Dari survei yang dilakukan pada 50 ribu wanita, hanya 18 persen yang mengalami orgasme dari penetrasi.

Gunakan Mainan Seks

Coba gunakan mainan seks bersama pasangan untuk menambah variasi dalam bercinta. Mainan seks bisa menjadi sumber variasi yang tidak ada habisnya. Gunakan vibrator ketika berhubungan seks dengan pasangan atau saat foreplay untuk fokus membawa pasangan ke orgasme.

Masturbasi Sebelum Bercinta

Masturbasi sebelum bercinta bisa menjadi salah satu cara agar durasi di atas ranjang bisa lebih lama. Luangkan waktu sebelum berhubungan seks untuk melakukan masturbasi. Namun pastikan ada cukup waktu antara masturbasi dan bercinta agar kembali bergairah untuk menikmati seks bersama pasangan.

Gunakan Kondom yang Tebal

Kondom yang lebih tebal dapat menurunkan intensitas sensasi ketika berhubungan intim dengan pasangan. Jika intensitas diturunkan, maka hal ini mungkin juga bisa memperpanjang durasi penetrasi sebelum akhirnya ejakulasi.

Gunakan Tisu Benzokain

Tisu benzokain yang diaplikasi dapat memberikan efek mati rasa ringan pada penggunanya. Tisu ini digunakan pada bagian penis yang paling sensitif seperti frenulum yang ada di bagian bawah penis.

Gunakan tisu ini lima menit sebelum melakukan hubungan intim. Pastikan area penis kering terlebih dahulu sebelum melakukan hubungan intim agar zat tidak berpindah pada pasangan.

Memperbanyak Latihan Kegel

Kegel merupakan latihan dasar panggul yang tidak hanya baik dilakukan oleh wanita. Fokus lakukan gerakan mengangkat dan menarik dasar panggul tanpa otot punggung atau bokong untuk membantu.

Kencangkan otot dan tekanan yang dirasakan adalah otot dasar panggul yang berkontraksi. Ulangi tekanan tersebut sebanyak 10-15 kali dan tahan masing-masing selama tiga detik dan rileks tiga detik.

(avk/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Terungkap! Posisi Bercinta Paling Berbahaya, Bisa Bikin Mr P Patah


Jakarta

Bereksperimen dengan posisi seks demi memanaskan kehidupan seksual boleh-boleh saja. Tapi hati-hati, jangan sampai niat mencari kepuasan malah berujung petaka.

Dokter di Layanan Kesehatan Masyarakat di Inggris (NHS) membagikan edukasi tentang posisi hubungan seksual paling berbahaya bagi penis. Saking bahayanya, posisi tersebut berisiko menyebabkan terjadinya penis patah.

Dikutip dari New York Post, dokter bedah Dr Karan Raj menjelaskan bahwa penis yang patah itu kebanyakan terjadi pada saat ereksi. Kasus penis patah akibat posisi seks yang salah jumlahnya bahkan bisa mencapai 50 persen.


Menurut Dr Karen, posisi cowgirl terbalik menjadi gerakan yang paling berisiko. Karena posisi itu tidak menentu selama hubungan seksual, atau jika kedua belah pihak tidak sinkron, dapat menyebabkan penis terlepas dan tertindih oleh tulang kemaluan wanita. Akibatnya, penis pun bisa patah.

Secara teknis penis tidak bertulang sehingga kata ‘patah’ yang dimaksud merujuk pada robekan pada tunica albuginea. Bagian tersebut merupakan sepotong jaringan yang memungkinkan penis menjadi membesar serta ereksi. Robeknya tunica albuginea biasanya akan memicu disfungsi ereksi dan kelengkungan permanen pada penis.

Akan tetapi, klaim dr Karen Raj justru dibantah oleh studi yang diterbitkan dalam international journal of impotence research. Penelitian tersebut tak menyebutkan posisi seks cowgirl terbalik menjadi posisi seks yang paling berbahaya. Studi tersebut menyatakan gaya doggy menjadi posisi yang paling umum dapat mengakibatkan 41 persen dari semua kasus patah tulang penis.

Selain doggy, misionaris menjadi posisi berbahaya selanjutnya lantaran telah menyebabkan 25 persen ‘patah’ tulang penis. Selain itu posisi woman on top juga menjadi posisi yang berbahaya.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

5 Zona Sensitif yang Sering Dilewatkan, Ternyata Bikin Pasangan Auto Klimaks!


Jakarta

Menjelajahi tubuh pasangan dan menyentuh zona sensitif dapat meningkatkan gairah seks. Bibir, puting, dan paha mungkin menjadi ‘sweet-spot’ yang telah banyak diketahui orang.

Ternyata, ada juga bagian tubuh yang sering terlewat, tetapi sebenarnya bisa membuat orang terangsang.

Dikutip dari WebMD, ini area-area tak biasa yang sensitif terhadap sentuhan atau rangsangan seksual.


1. Pergelangan Tangan Bagian Dalam

Karena pergelangan tangan bagian dalam tidak terbiasa disentuh, bagian tersebut bisa menjadi tempat yang menggairahkan.

“Di sana ada banyak ujung saraf. Tepat di titik denyut nadi, area ini merupakan tahap pertama ketika tubuh mulai terasa lebih intim,” ungkap ahli seks dan pendiri Sex Geekdom Kate McCombs, MPH.

Mulailah dengan sentuhan lembut, lalu biarkan pasangan merasakan bahwa ia disentuh secara sensual. “Orang-orang sering terburu-buru dalam melakukan rangsangan,” lanjutnya.

Ia juga menjelaskan bahwa meluangkan waktu sejenak untuk melakukan kontak mata sembari menyentuh area ini bisa sangat membantu dalam membangun suasana hati.

2. Bokong

Mengingat letaknya yang dekat dengan alat kelamin, tidak terlalu mengejutkan bahwa bokong menjadi salah satu area sensitif. Namun, banyak orang meremehkan bokong karena dianggap sudah biasa.

Meskipun begitu, peneliti seks Zhana Vrangalova, PhD berkata bahwa bagian ini memiliki potensi seksual yang cukup tinggi.

Untuk memaksimalkan area erotis ini, tanyakan pada pasangan bagaimana dia ingin disentuh di sana. Keras? Lembut? Biarkan mereka memilih.

3. Kulit Kepala

Seperti yang diketahui siapa pun yang pernah ke salon, sentuhan di kulit kepala bisa sangat menenangkan. Siapa sangka, hal ini juga bisa membangkitkan gairah.

Bermainlah dengan rambut pasangan, pijat kulit kepalanya, dan usapkan kuku-kuku Anda di atasnya. Perhatikan bagaimana reaksi pasangan.

4. Belakang Lutut

Karena jarang disentuh, bagian lunak di belakang lutut menjadi salah satu area sensitif. McCombs menjelaskan bahwa menyentuh bagian belakang lutut dan mengarah ke paha itu intim dan membuat lebih dekat dengan pusat rangsangan.

Cobalah menyentuh belakang lutut pasangan dengan lembut saat dia berdir atau, pijatlah area tersebut dengan tekanan yang dalam dan gelitikan secara bergantian.

5. Cuping Telinga

“Bagian terseksi dari telinga adalah cupingnya,” kata McCombs. “Gerakan saat menyelipkan rambut di belakang telinga terasa cukup intim.”

Telinga adalah organ yang sangat sensitif yang punya banyak ujung saraf. Untuk memaksimalkan potensi erotis telinga, McCombs menyarankan untuk menggelitik ujung telinga secara sensual dengan jari.

Sebagian orang mungkin menganggap sentuhan di beberapa area tersebut dapat membangkitkan gairah, tetapi tidak untuk sebagian lainnya. Maka dari itu, penting untuk berkomunikasi dengan pasangan Anda mengenai apa yang terasa nyaman dan apa yang tidak.

Penting juga untuk menghormati batasan pasangan dan hanya melakukan aktivitas seksual yang sama-sama disepakati.

(naf/naf)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Ternyata Ini yang Terjadi pada Tubuh Setelah Bercinta Sekian Lama

Jakarta

Seringkali menjadi pertanyaan, sebenarnya adakah efek yang timbul pada tubuh jika berhenti bercinta sementara waktu? Rupanya memang ada lho hal-hal yang bisa terjadi pada tubuh jika intensitas aktivitas seksual menurun. Seperti apa?

Pada dasarnya, adalah normal jika intensitas aktivitas bercinta berubah dari waktu ke waktu. Misalnya dipengaruhi oleh faktor usia, fluktuasi gairah seksual, dan status hubungan.

Perubahan tersebut juga bisa berdampak kepada kondisi fisik dan psikologis seseorang. Lantas, seperti apa saja efeknya?


Efek pada kesehatan tubuh

Pada beberapa kasus, pasutri mungkin harus berhenti berhubungan seksual dalam waktu yang lama, misalnya karena sedang menjalani pengobatan, sedang terpisah jarak jauh, atau pasca melahirkan normal.

Efek yang dapat muncul di antaranya berupa penurunan sistem kekebalan tubuh, peningkatan risiko darah tinggi, mudah stress hingga resiko sakit jantung yang lebih besar. Pada pria, risiko kanker prostat juga meningkat akibat jarang ejakulasi.

Efek pada kesehatan mental

Ada mengatakan bahwa melakukan hubungan seks secara teratur dapat meningkatkan kesejahteraan emosional seseorang. Walhasil pada beberapa orang, tidak berhubungan seksual untuk sementara waktu dapat memicu perasaan tidak nyaman dan cemas.

Namun juga pada beberapa kasus lainnya, menurunnya intensitas seks juga bisa disebabkan oleh kondisi psikis seperti dorongan seks yang rendah, atau memang pilihan pribadi.

Efek pada hubungan pasutri

Sering mendengar bahwa kualitas seks memiliki pengaruh yang kuat terhadap keintiman suami-istri? Nyatanya bagi sebagian orang, seks memang bisa meningkatkan perasaan kedekatan. Tak jarang orang yang merasa tidak cukup berhubungan seks merasa khawatir dan takut pasangannya sudah kehilangan ketertarikan seksual.

Di samping aktivitas seksual, ada juga aktivitas yang bisa meningkatkan kerekatan pasutri. Misalnya dengan berpelukan, atau memberikan gesture penuh kasih sayang lainnya, serta berkomunikasi membuka diri satu sama lain. Hal ini dapat meningkatkan kesehatan suatu hubungan, terlepas dari ada atau tidak adanya aktivitas seksual.

(vyp/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Ahli Ungkap Makanan yang Bisa Tingkatkan Gairah Seksual Anjlok, Mau Coba?


Jakarta

Gairah seksual, atau yang lebih dikenal dengan istilah libido memiliki tingkatan yang berbeda pada masing-masing orang. Faktanya, semakin bertambahnya usia seseorang, membuat kemampuan ereksi seorang berkurang. Hal tersebut dapat dipicu oleh gangguan psikologis, mengidap gangguan kesehatan tertentu, serta perubahan hormon dalam tubuh.

Jika aktivitas seks kacau dan tidak menggairahkan, penting untuk mulai memperhatikan pola hidup yang lebih sehat, misalnya pemilihan makanan.

“Libido adalah tanda kesehatan yang baik, jika libido Anda rendah, Anda mungkin tidak memberi asupan makanan yang tepat untuk tubuh Anda atau tingkat stres dan kesehatan sistem saraf Anda mungkin memerlukan perhatian khusus,” ungkap pakar Kesehatan Holistik dan Ahli Gizi di Nutrition Geeks, Kate Booker.


“Dengan mengonsumsi makanan padat nutrisi dan berkualitas tinggi, ini membantu memberi tubuh Anda vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk berkembang,” lanjutnya lagi.

Kate mengatakan bahwa mengonsumsi makanan diet seimbang dan mengurangi makanan olahan adalah awal baik untuk ‘merapihkan’ kehidupan seks. Selain itu, olahraga, meditasi, dan mengelola stres juga turut andil untuk meningkatkan gairah seksual seseorang.

“Pertama-tama saya akan fokus untuk memastikan Anda makan dengan baik, diet tinggi protein hewani dan nabati berkualitas baik, makanan laut liar, sayuran, buah-buahan dan bumbu dan rempah-rempah. Kurangi makanan olahan,” imbuh Kate.

“Jika sedang stres, cobalah latihan pernapasan dan mengonsumsi makanan tinggi magnesium untuk membantu mengatasi stres dan meningkatkan libido,” lanjutnya lagi.

(suc/suc)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

3 Cara Bikin Stamina Bercinta ‘On Fire’, Nggak Melulu dengan Obat-obatan

Jakarta

Wajar jika sesekali pasutri merasa lelah sehingga gairah untuk bercinta pun ikut merosot. Namun tak bisa menutup mata, gairah yang terus-terusan anjlok berisiko memicu keretakan dalam hubungan pasutri. Salah satu yang tak jarang dialami pasutri, yakni masalah cepat loyo di ranjang.

Sebenarnya, ada tips dan trik tertentu yang bisa bikin stamina bercinta tahan lama. Tak melulu dengan konsumsi obat-obatan, ada cara-cara alami yang bisa diterapkan setiap hari agar stamina bercinta tak cepat anjlok. Apa saja tuh?

Kuncinya Ada di Rasa Percaya Diri!

Meningkatkan kepercayaan diri bisa dilakukan dengan beberapa cara. Bisa diawali dengan mencintai diri sendiri, menerima diri apa adanya. Kemudian hindari insecure berlebih, juga kurangi sifat posesif kepada pasangan.


Jalin Komunikasi Terbuka dengan Pasangan

Kedua, cobalah jalin komunikasi yang baik dengan pasangan. Komunikasi biasanya terjadi sebelum, selama, dan setelah berhubungan seksual.

Dikutip dari Healthline, komunikasi yang baik dalam hubungan baik secara verbal dan non verbal bisa meningkatkan gairah berhubungan intim. Tak melulu dengan kata-kata, komunikasi yang dimaksud dalam hal ini juga bisa dilakukan dengan sentuhan mulut, tangan, dan seluruh tubuh.

Kenali Hasrat dan Gairah

Yang tak kalah penting, cobalah kenali hasrat dan gairah diri sendiri dan pasangan. Dengan begitu, baik suami maupun istri bisa memberikan apa yang masing-masing paling harapkan dalam kehidupan bercinta.

Mulai dari yang paling simpel, cobalah komunikasikan kepada pasangan, hal apa yang paling bikin diri terangsng. Misalnya, bagian tubuh tertentu, atau aroma tubuh.

Simpel kan? Tapi ketiga cara di atas boleh banget dicoba untuk menciptakan kehidupan seksual yang baik. Pasalnya, kepuasan dalam berhubungan seksual sebenarnya di awali tubuh dan pikiran yang sehat.

Juga perlu diketahui, ada kemungkinan, pasangan yang tak bisa tahan lama di ranjang mengalami masalah kesehatan tertentu misalnya berkaitan dengan stamina, atau bahkan kondisi psikis. Jadi, tidak ada salahnya berkomunikasi secara terbuka dengan pasangan perihal kehidupan seks.

Bentuk dukungan dari pasangan juga menjadi hal yang penting. Konsultasikan ke dokter untuk mencari tahu penyebab dan solusi untuk menjaga kesehatan seksual.

(vyp/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Momen Bercinta Mulai Terasa Begitu-gitu Saja? Biar Panas Lagi, Coba 6 Tips Ini!


Jakarta

Boleh jadi semakin berkualitas hubungan di ranjang, semakin rekat hubungan pasutri. Tak bisa menutup mata, pada banyak kasus, rasa bosan yang muncul terhada aktivitas seksual bisa memicu keretakan dalam hubungan.

Tapi tak perlu khawatir. Sebenarnya, ada beberapa cara yang bisa dicoba pasutri untuk membangkitkan kembali suasana ‘on fire’ di kala bercinta. Dikutip dari beberapa sumber, berikut ini adalah beberapa hal langkah yang bisa dicoba:

Dekati Interaksi dengan Pasangan Lebih Dalam

Salah satu yang menyebabkan rasa bosan muncul dalam kehidupan di atas ranjang adalah sikap kurang mendengarkan pasangan. Agar terasa lebih intim, cobalah ambil matikan lampu ketika berhubungan seks.


Terdengar aneh? Bisa jadi. Tapi secara teori, cara ini dapat menyebabkan ‘mati rasa’ yang mempengaruhi kesenangan. Mencoba menyatukan interaksi dengan pasangan membuat diri menjadi lebih hadir dan puas dalam hubungan di atas ranjang.

Komunikasikan Hasrat Seksual

Umumnya manusia akan terus berkembang selama hidup, termasuk dalam urusan hasrat seksual. Oleh karena itu, penting untuk bisa mengkomunikasikan hasrat seksual yang diinginkan pada pasangan.

Coba tanyakan juga pada diri apa yang diinginkan dan apa yang disukai ketika berpasangan saat bercinta, lalu komunikasikan pada pasangan. Apabila pasangan saling mengetahui apa yang diinginkan, kehidupan di atas ranjang akan tetap terus panas.

Diskusikan Hal Sensitif pada Pasangan

Terbuka pada pasangan tidak hanya soal hubungan di atas ranjang, bisa juga berkaitan dengan berbagai hal yang sensitif dan sulit. Terkadang momen bercinta yang loyo dapat disebabkan oleh kurang terbukanya satu sama lain atau takut dengan pembicaraan-pembicaraan tertentu yang mungkin memunculkan variasi banyak jawaban.

Jaga Sentuhan Fisik

Menjaga sentuhan fisik pada pasangan merupakan salah satu cara untuk menjaga hubungan di atas ranjang tetap panas. Bahkan ketika seseorang telah lelah, tegang, atau merasa kesal, berciuman dan berpelukan secara rutin bisa menjaga ikatan emosional dan fisik.

Selain itu, untuk meningkatkan gairah bercinta bersama pasangan bisa dilakukan juga dengan cara saling memijat. Pijat pasangan secara pelan menggunakan minyak di bagian-bagian sensitif untuk meningkatkan gairah seksual.

Coba Posisi Bercinta Baru

Mencoba posisi bercinta baru penting untuk menjaga ‘api’ dalam hubungan. Posisi seksual yang berbeda dapat meningkatkan minat bercinta.

Hal ini juga penting untuk meningkatkan rangsangan pada G-spot yang terjadi ketika pria bercinta dengan pasangan. Dengan begini kenikmatan bercinta bisa dicapai. Coba juga gunakan pelumas untuk meningkatkan kenikmatan.

Rileks

Lakukan sesuatu yang menenangkan bersama pasangan sebelum melakukan hubungan seks. Misalnya seperti bermain gim bersama hingga pergi makan malam bersama yang menyenangkan. Coba juga teknik relaksasi seperti latihan pernapasan dalam atau yoga.

Menonton film porno bersama juga bisa menjadi cara lain sebelum melakukan hubungan seks. Menonton film porno dapat menghasilkan fantasi seksual dan membangkitkan gairah seksual pasutri.

(avk/vyp)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

5 Teknik Bercinta Agar Istri Puas di Ranjang, Bikin Orgasme Meledak-ledak


Jakarta

Saat pasangan suami istri berhubungan seks, hal yang ingin didapat adalah kenikmatan dan orgasme. Dibutuhkan berbagai cara untuk mencapai orgasme yang diinginkan, selain dengan penetrasi.

Dikutip dari Men’s Health, pria rata-rata membutuhkan waktu 5-7 menit untuk mencapai orgasme. Namun, penelitian tahun 2019 yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine mengungkapkan bahwa wanita membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencapai orgasme, yakni rata-rata 13,41 menit.

Maka dari itu, dibutuhkan rangsangan atau sentuhan lain agar si wanita bisa mendapatkan orgasme yang diinginkan. Adapun beberapa tips yang bisa dicoba, seperti:


1. Jangan Buru-buru untuk Mencapai Orgasme

“Cobalah untuk mengingat tujuan seks adalah kesenangan, dan orgasme adalah salah satu jenis kesenangan yang secara signifikan lebih pendek dari yang lainnya,” kata Shadeen Francis, LMFT.

Francis menyarankan untuk memperlambat gerakan. Hal ini bertujuan agar pasangan bisa menikmati setiap gerakan selama seks berlangsung.

2. Beri Rangsangan di Klitoris

Sebagian besar wanita memerlukan rangsangan klitoris eksternal untuk mencapai orgasme. Faktanya, sebuah penelitian terhadap lebih dari 1.000 wanita pada tahun 2017 mengungkapkan bahwa hanya 18 persen partisipan yang dapat mencapai orgasme hanya melalui hubungan vagina.

Untuk melakukannya, ahli kesehatan yang juga mengajar di kampus City Tech City University of New York, Ellen Friedrichs, MA, menyarankan untuk mencoba posisi-posisi seks tertentu. Salah satunya teknik Coital alignment, atau CAT.

“Ketika pria berada di atas wanita dalam posisi misionaris, minta si pria menggeser tubuhnya sedikit ke depan, sehingga setiap kali dia mendorong penisnya bergesekan dengan klitoris,” ungkap Friedrichs.

“Efek yang sama juga bisa didapatkan saat si pria yang berada di atas menopang dirinya dengan siku, sehingga membuat perut keduanya saling bersentuhan dan lebih dekat dengan klitoris,” lanjutnya.

3. Pilih Posisi Seks yang Tepat!

Menurut ahli seks Gigi Engle, salah satu posisi seks terbaik untuk kontak klitoris adalah posisi lotus. Dalam posisi ini, pria mulai duduk dan bersila, sementara si wanita duduk di pangkuan, saling berhadapan, dan melingkarkan kakinya di punggung prianya.

Untuk modifikasi yang sedikit tidak terlalu berat, si pria juga bisa mencoba posisi lotus duduk di kursi. Engle menyukai posisi ini karena posisi ini memerlukan gerakan meluncur ke depan dan ke belakang daripada memantul ke atas dan ke bawah.

“Ini memungkinkan lebih banyak gesekan pada tubuh pasangan Anda untuk stimulasi eksternal lama yang baik itu,” kata Engle.

4. Berikan Ciuman Bertubi-tubi

Jika ingin hubungan intim semakin panas, berikan ciuman sampai si wanita mencapai orgasme. Berdasarkan survei yang dilakukan lebih dari 50.000 orang dewasa pada 2017, wanita lebih mungkin mencapai orgasme jika diberikan sentuhan lain seperti ciuman saat berhubungan seks.

5. Fokus pada Lehernya dan Sentuhan Puting

Leher menjadi titik yang paling sensitif pada sebagian besar orang. Itu karena kulitnya yang tipis dan pembuluh darahnya yang sangat dekat dengan permukaan.

Jadi, tidak mengherankan jika para peneliti telah menemukan bahwa leher adalah salah satu tempat terbaik untuk rangsangan menggunakan sentuhan ringan.

Saat si pria bisa menggesekkan bibirnya ke tulang selangka ke rahang pasangan. Setelah itu, berikan ciuman lembut dan hangat di lehernya untuk membuatnya semakin bergairah.

Sementara, sentuhan pada puting juga dibutuhkan untuk mengaktifkan bagian otak yang sama dengan yang diaktifkan oleh stimulasi genital. Inilah yang membuat pasangan bisa mencapai orgasme yang luar biasa.

(sao/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy

Bapak-bapak Merapat! Ternyata Segini Durasi Bercinta yang Didambakan Wanita


Jakarta

Banyak wanita memerlukan waktu yang tidak sebentar untuk bisa mencapai puncak kenikmatannya di kala bercinta. Walhasil jika ingin memaksimalkan sensasi nikmat pada wanita, penting untuk pasutri memperhatikan durasi bercinta.

Tak jarang muncul pertanyaan, berapa lama sih durasi hubungan seksual yang ideal? Sebab seringkali beredar narasi, lamanya durasi hubungan seksual memiliki peran penting dalam mencapai tingkat kepuasan yang maksimal.

Dikutip dari Times of India, sebuah studi telah dilakukan pada 4.000 partisipan pria dan wanita di Amerika dan Inggris guna mengamati kebiasaan seksual dalam masyarakat. Partisipan dalam studi ini berusia antara 18 hingga 35 tahun. Studi ini bertujuan untuk mengungkap berapa durasi hubungan seks yang didambakan oleh pria dan wanita.


Hasil studi ini cukup menarik. Ternyata, wanita cenderung mendambakan hubungan seks berlangsung sedikit lebih lama daripada yang didambakan oleh pasangan pria mereka. Rata-rata durasi yang dianggap ideal oleh wanita adalah sekitar 25 menit 51 detik. Menariknya, pria yang menjadi bagian dari studi ini memiliki pandangan yang hampir serupa dengan rata-rata waktu yang diharapkan, yaitu 25 menit 43 detik.

Namun, saat ditelusuri lebih lanjut, terdapat perbedaan antara harapan dan kenyataan. Wanita yang terlibat dalam penelitian ini mengungkapkan bahwa pasangan mereka cenderung tidak mampu bertahan lama di ranjang. Mayoritas wanita mengaku, pasangan mereka hanya mampu bertahan selama 11 hingga 14 menit dalam setiap sesi bercinta.

Di samping itu, pria melaporkan bahwa seiring bertambahnya usia dan pengalaman seksual, mereka cenderung mampu bertahan lebih lama di ranjang. Hal ini menunjukkan bahwa latihan dan pengalaman seksual memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan ketahanan serta performa seksual pada pria.

Selain mengungkapkan tentang durasi hubungan seksual, studi ini juga menyoroti perbedaan dalam gairah seksual antara pria dan wanita berdasarkan waktu. Wanita cenderung mengalami penurunan gairah seksual saat beraktivitas intim di malam hari. Mayoritas wanita dalam studi ini menyebut, mereka gairah seksual mereka lebih meletup-letup saat pagi hari.

Dengan demikian, studi ini memberikan pandangan menarik tentang perbedaan antara harapan dan kenyataan terkait durasi hubungan seksual yang diinginkan oleh wanita. Sekaligus, studi ini menyinggung pengalaman dan latihan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas hubungan seksual pada pria.

Meskipun begitu, perlu diingat bahwa durasi seks ‘dambaan’ setiap orang bisa berbeda. Setiap pasangan suami istri pasti memiliki variasi yang unik untuk mencapai tingkat kepuasan. Studi ini hanya memberikan pandangan umum tentang preferensi wanita terkait durasi hubungan seks yang diharapkan.

(kna/kna)

Sumber : health.detik.com

Image : unsplash.com/ Spacejoy