Tag: blockchain

  • Meningkatkan Kepatuhan AML/KYC Pada Pedagang Aset Kripto

    Trulioo, perusahaan penyedia verifikasi identitas global mengatakan peningkatan kepatuhan untuk AML dan KYC dapat menjadi pembeda besar bagi perusahaan kripto. 

    Kemampuan untuk memverifikasi dokumen dan mematuhi persyaratan anti pencucian uang/ anti-money laundering (AML) dan know-your-customer (KYC) sekarang menjadi pembeda dalam perusahaan kripto, kata Trulioo. 

    Anatoly Kvitnitsky, VP Growth Trulioo mengatakan kepada tim Cointelegraph bahwa sebagaimana kripto melintasi banyak perbatasan, siapapun yang ingin menonjol dan mungkin menarik mereka yang ingin bertukar crypto ke fiat atau sebaliknya akan mematuhi aturan dan persyaratan. 

    “Ini adalah ide bagus untuk meningkatkan pendekatan dunia kripto terhadap kepatuhan, terutama karena pertukaran (aset kripto) menjadi makin umum”, kata Kvitnitsky. “Tentu saja sesuatu seperti verifikasi dokumen sangat berbeda dan hal tersebut adalah sesuatu yang kami lihat telah berubah dalam dua tahun terakhir. Dunia kripto benar-benar membutuhkan solusi ini”.

    Trulioo meluncurkan EmbedID, alat yang menyematkan verifikasi identitas untuk KYC melalui API, pada 8 Juli. Ini ditargetkan bagi perusahaan dengan tim kepatuhan kecil untuk membuat kegiatan KYC dan AML lebih otomatis. Kvitnitsky mengatakan Trulioo dan EmbedID sudah menghitung beberapa perusahaan kripto sebagai pelanggan. 

    Kvitnitsky mengatakan bahwa Trulioo ingin membuat dokumen dan verifikasi identitas semudah mungkin bagi klien yang tidak memiliki akses ke teknologi perbankan. Pertukaran kripto dan manajer aset, kata Kvitnitsky, sering ditemukan memiliki tim yang sangat kecil untuk mengurus semua dokumen yang diberikan klien mereka untuk memastikan bahwa hal tersebut memenuhi peraturan. 

    Yuridiksi regulatori juga memiliki persyaratan KYC dan AML yang berbeda, kata Kvitnitsky, sehingga akan menjadi sangat sulit untuk mencocokkan dokumen yang diperlukan untuk setiap negara. Ia mengatakan sifat kripto yang inheren internasional dan tanpa batas sangat cocok untuk Trulioo. 

    Baca Juga: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting 

    “Jika sebuah perusahaan sangat ingin bekerja dengan regulator, anda akan melihat pendekatan yang lebih utama terhadap kepatuhan”, kata Kvitnitsky. 

    Beberapa pemerintah telah meningkatkan pemantauan terhadap perusahaan kripto meski hanya beberapa yang memiliki regulasi khusus. Otoritas Perilaku Keuangan Inggris mendesak bisnis kripto lokal untuk mendaftar dengan pengawas sebagai sarana untuk membantu pengawasan terhadap aktivitas anti pencucian uang atau AML. Komisi perdagangan komoditas dan berjangka Amerika Serikat juga menjanjikan kerangka kerja kripto yang baru. 

    sumber: baca disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Blockchain Menumpas Korupsi Agar Menciptakan Pemerintah yang Bersih

    Seluruh masyarakat di seluruh dunia, pasti menginginkan setiap jajaran pejabat dalam pemerintah selalu menjaga integritasnya. Salah satu bentuk integritasnya yang diharapkan oleh masyarakat luas adalah pemerintahan yang bersih dari aksi korupsi dari level terendah hingga tertinggi sekalipun.

    Untuk membuat para koruptor-koruptor tersebut jerah, bukan hanya dengan menjatuhkan mereka hukuman penjara dan sanksi denda saja. Melainkan, setiap negara juga perlu memperbaiki sistem pemerintahan mereka agar tidak mudah ditembus dengan praktik-praktik transaksi yang hanya mementingkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

    Bila kita membicarakan sistem, hal ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari perkembangan teknologi yang sangat pesat berkembang saat ini. Contohnya, blockchain banyak digunakan oleh perusahaan swasta hingga lembaga keuangan untuk mengurangi tindakan-tindakan kejahatan seperti mempekerjakan karyawan di bawah gaji yang semestinya, hal ini sudah diterapkan oleh perusahaan Coca-Cola dengan bantuan blockchain.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) Oleh TK Harmanda

    Belum lagi, banyaknya kasus yang terjadi di Afrika terkait bantuan sosial yang tidak sampai kepada masyarakat miskin di sana karena masih menggunakan cara-cara konvensional dalam penyaluran bantuannya. Sehingga, berpotensi dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun, dengan bantuan platform blockchain kini penyaluran aksi sosial di sebuah negara bisa dilakukan secara lebih aman dan transparan dengan menggunakan Bitcoin atau jenis cryptocurrency lainnya. Bukan hanya aman, namun secara transaksi fee juga relatif lebih murah ketika harus melakukan transfer uang lintas batas.

    Di mana, untuk mengatasi masalah korupsi yang kemungkinan besar akan semakin banyak terjadi akibat beberapa negara di dunia sedang mengalami krisis finansial akibat pandemi Covid-19. Teknologi blockchain bisa menjadi jawaban sebagai pengawal terbaik dalam hal yang berhubungan dengan keamanan, penyaluran dana, pengiriman barang, dan lain sebagainya.

    Setidaknya, ada beberapa cara bagi sebuah negara untuk menekan angka korupsi yang terjadi melalui digitalisasi lewat blockchain di antaranya;

    • Pendaftaran Tanah dan Properti lewat Blockchain, Seperti diketahui dalam proses jual beli tanah dan properti banyak sekali masyarakat yang melakukannya dengan cara yang tidak benar dan tidak memiliki sertifikat tanah yang sah secara hukum. Namun dengan adanya blockchain penerbitan sertifikat tanah palsu bisa dihilangkan seperti yang sudah diterapkan oleh negara Rusia.
    • Voting. Bila kita membicarakan pemilu, tentu saja praktik kecurangan dengan membeli suara sulit untuk dihindari. Namun dengan blockchain saat ini, setiap negara bisa melakukan pemunggutan suara yang lebih transparan seperti yang telah dikembangkan di negara Rusia.

    Bahkan, belum lama ini kita mendengar bahwa ada desakan dari pejabat Amerika Serikat untuk mendukung blockchain untuk membantu penyaluran dana stimulus Covid-19 bagi keluarga dan UMKM yang terdampak.  Cara ini dianggap efektif dalam mempercepat penyaluran bantuan agar tepat sasaran bagi mereka yang benar-benar membutuhkan dibanding dengan cara pencairan cek di lembaga keuangan yang bisa memakan waktu hingga berbulan-bulan.

    Baca Juga: 5 Faktor ini Menyiratkan Bitcoin Bisa Naik Besar-Besaran



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Siap-siap! Amazon Akan Segera Masuk ke Pasar Kripto

    Selain Tesla, Apple, dan juga Coca-Cola yang sudah menerima jenis pembayaran melalui bitcoin, kini dikabarkan Amazon juga mulai menerima pembayaran melalui bitcoin.

    Awal minggu ini surat kabar London City A.M. menuliskan bahwa Amazon berencana menerima pembayaran bitcoin mulai akhir tahun ini. Tidak hanya itu, raksasa ritel buatan Jeff Bezos ini pun tengah mempersiapkan token mereka sendiri yang rencananya akan diluncurkan pada 2022 mendatang. 

    Isu tersebut semakin kuat dengan kabar yang menyebutkan bahwa Amazon telah memposting lowongan pekerjaan untuk posisi cryptocurrency dan juga blockchain lead. Pencarian untuk dua posisi ini semakin menunjukkan keseriusan Amazon pada pasar cryptocurrency seperti Bitcoin.

    Baca Juga: Ketahui Jenis-Jenis Investasi Jangka Pendek yang Menguntungkan 

    Dilansir dari CNBC Indonesia, Andy Jassy CEO Amazon yang kala 2017 lalu menjabat sebagai CEO Amazon Web Service, mengatakan bahwa pada sat itu Amazon tengah mengawasi dengan cermat perkembangan cryptocurrency.

    Unit usaha Amazon yang bergerak di teknologi cloud sebelumnya sudah merilis layanan managed blockchain. Namun sampai hari ini, Amazon belum menerima pembayaran dalam bentuk aset kripto apa pun.

    Meskpun begitu di tahun 2013 lalu Amazon merilis Amazon Coins yang bisa digunakan oleh para penggunanya untuk membeli konten game dan aplikasi.

    Tampaknya di bawah kendali Andy Jassy yang menggantikan Jeff Bezos pada bulan lalu dari posisi CEO, Amazon akan mulai agresif memasuki pasar cryptocurrency. Terlebih di Amerika Serikat seperti yang diberitakan oleh Investopedia, ada sekitar 36% pelaku UKM di Amerika Serikat yang menerima bitcoin sebagai salah satu metode pembayaran.

    Kepercayaan masyarakat terhadap inovasi dan teknologi blockchain semakin kuat. Terlebih beragam raksasa ritel dan teknologi sudah melakukan hal serupa. Apple yang mengumumkan bahwa para penggunanya bisa membeli Bitcoin lewat Apple Pay. Dan Coca-Cola yang sudah memiliki 2.000 mesin penjual otomatis yang menerima bitcoin sebagai opsi pembayaran di Australia dan Selandia Baru.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Don Tapscott: Blockchain Kian Dominasi Industri Penting

    Don Tapscott, penulis buku Blockchain Revolution mengatakan bahwa kendati teknologi blockchain masih baru (bermula dari Bitcoin), ia kian mendominasi sejumlah sektor industri penting.

    Hal itu disampaikannya dalam sebuah webinar belum lama ini. Kepala Blockchain Research Institute itu menegaskan bahwa teknologi blockchain membuat “gelombang” di industri layanan keuangan, kesehatan dan juga sektor minyak dan gas.

    “Industri yang pertama dipikirkan orang adalah industri layanan keuangan. Ini adalah industri triliunan dolar dan aset mulai didigitalisasi. Ada beragam bagian industri ini yang sudah didominasi oleh blockchain,” jelas Tapscott.

    Beberapa perusahaan berpendapat blockchain bukan hal besar, tetapi menurut Tapscott pendapat itu keliru. Blockchain justru mendominasi beberapa industri penting.

    Menitikberatkan pada industri layanan keuangan, ia berkata keuangan perdagangan mulai pindah ke blockchain. Tapscott juga menyoroti mekanisme pendanaan berbasis blockchain yang sedang naik daun.

    “Berdasarkan kajian kami, modal ventura akan terdisrupsi dalam sepuluh tahun mendatang. Tetapi modal ventura sudah terdisrupsi dua tahun lalu. Ada peristiwa pembuatan token digital berbasis blockchain (aset kripto) yang telah menggalang dana miliaran dolar. Hal ini memberikan kemampuan menarik dana bagi publik di luar struktur keuangan tradisional,” tambah Tapscott.

    Kesehatan adalah industri lain yang sedang dirombak oleh blockchain. Tapscott memastikan bahwa itu adalah industri yang besar juga dan bisa menjadi penerapan yang bagus bagi blockchain, sebab semua orang peduli tentang kesehatan.

    Teknologi blockchain bisa dipakai untuk memerangi pandemi, seperti merekam riwayat medis pasien. Sistem blockchain memberikan izin kepada peneliti untuk menggunakan data pasien dengan syarat tertentu, di mana pasien tetap mengendalikan data mereka.

    “Konsorsium minyak dan gas berbasis blockchain, yang mewakili semua perusahaan migas besar di dunia Barat, bergabung ke Blockchain Research Institute. Salah seorang CEO mengatakan kepada saya ia meyakini blockchain siap untuk dipakai massal,” tambah Tapscott.

    Ini adalah perancangan ulang salah satu industri paling penting di ekonomi dunia, pungkas Tapscott. [decrypt.co/ed]



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • DeFi Berperan Jaga Harga Bitcoin?

    Bitcoin meresahkan banyak investor, sebab pergerakan harganya tidak berubah banyak setelah Halving III pada Mei 2020 lalu. Telah banyak narasi yang dituduh jadi penyebabnya, tetapi belum ada analis yang menyoroti harga Bitcoin bisa longsor lebih dalam jika tidak ada peran lonjakan US$3 miliar di sektor DeFi.

    DeFi (Decentralized Finance) memiliki beragam bentuk, termasuk peminjaman, derivatif, bursa dan pembayaran. Sektor yang baru dan seru ini menyebabkan token protokol DeFi mengalami lonjakan dan penurunan harga yang luar biasa.

    Siklus gelembung terbaru dalam DeFi adalah di bidang liquidity mining (penambangan likuiditas). Hal ini adalah program insentif oleh protokol DeFi untuk menarik pengguna baru. Program ini umumnya menyebarkan governance token (token pengaturan) kepada penyedia likuiditas yang disebut dengan yield farmer (“peternak” imbal hasil).

    Kendati tidak baru, program insentif DeFi merupakan metode pertumbuhan yang menghasilkan lonjakan partisipasi dalam jaringan, total modal yang disetor, serta kapitalisasi pasar governance token.

    Contoh yang paling terkenal adalah Compound, protokol peminjaman desentralistik di mana pengguna bisa meminjam dan meminjamkan aset jaminan (collateral). Modal yang disetor dalam Compound serta kapitalisasi pasarnya meroket setelah penambangan likuiditas dan distribusi token pengaturan COMP dimulai, dengan nilai masing-masing US$668 juga dan US$497 juta.

    Penambangan likuiditas tampak memiliki korelasi dengan pergerakan harga Bitcoin. Agar “peternak imbal hasil” menerima imbalan governance token, mereka harus berpartisipasi dalam jaringan sebagai peminjam atau pemberi pinjaman.

    Hal ini membutuhkan penyetoran, di mana peminjam bisa menarik dana jika mereka memberikan agunan yang cukup. Pemberi pinjaman bisa meraup bunga pinjaman di atas harga pasar ditambah cuan dari peningkatan harga token COMP.

    Modal paling besar yang disetor di DeFi berbentuk token Ether (ETH) senilai US$715 juta, disusul Bitcoin senilai US$141 juta.

    Salah satu token paling panas di Ethereum saat ini adalah WBTC atau wrapped BTC, sebuah token ERC-20 yang dipatok 1:1 terhadap Bitcoin.

    WBTC diburu peternak imbal hasil agar mereka bisa turut serta dalam jaringan Compound dan meraih token COMP.

    Jika Bitcoin dan WBTC digabung, maka ada Bitcoin senilai US$241 juta yang disetor dalam DeFi, mengurangi suplai di pasar terbuka dan menopang harga Bitcoin.

    Selain itu, partisipasi dan pertumbuhan harga di sektor DeFi selama tiga bulan terakhir membantu kembalinya alt season, yaitu musim di mana harga altcoins melonjak.

    Sebagian besar altcoins diperdagangkan dengan Bitcoin. Investor baru yang memasuki sektor kripto harus membeli BTC sebelum membeli altcoinsehingga menjadi faktor tambahan yang mendukung Bitcoin.

    Kendati demikian, DeFi juga membawa risiko. Sebagai contoh, pasar aset kripto sangat fluktuatif, sehingga sentimen yang mendorong harga melambung tinggi akan berbalik arah.

    Katalis yang menyebabkan perubahan arah termasuk eksploitasi kode dalam protokol desentralistik yang sering terjadi selama ini, atau berakhirnya musim altcoin.

    Tidak pasti bagaimana gelembung DeFi akan meletus, tetapi kemungkinan besar Bitcoin akan turut diseret jika hal itu terjadi. [forbes.com/ed]

    Baca Juga: Cartesi Token Resmi Diperdagangkan di Tokocrypto



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Blockchain: Bitcoin Dapat Hentikan Krisis Keuangan Masa Depan

    Tampaknya Bitcoin kebal terhadap pencetakan uang berlebihan baru-baru ini yang dilakukan oleh Federal Reserve (Fed) di Amerika. Pernyataan ini dilontarkan oleh analis blockchain dari Weiss Crypto Ratings yang mengecam keputusan terbaru yang dilakukan oleh Fed dalam membeli junk bonds (obligasi sampah) korporasi dengan leverage 7 banding 1.

    Tindakan pencetakan uang ini diumumkan pada bulan lalu. Dengan dana talangan yang akan ditambahkan ke pasar kredit korporasi berjumlah hingga 750 miliar USD. Uang itu akan memberikan tambahan likuiditas dan kredit pada perusahaan-perusahaan besar.

    Sedangkan, analis dalam naungan Weiss ini, Bruce Ng dan Juan Villaverde, berpendapat dalam sebuah posting pada 1 Juli lalu bahwa langkah tersebut tidak akan memperbaiki gagalnya ekonomi di Amerika yang disebabkan karena pandemi virus corona.

    Baca Juga: Bitcoin, Alternatif di Tengah Krisis Ekonomi

    “Membeli hutang perusahaan besar yang terhubung secara politis (yang akan bangkrut jika bukan karena dana talangan yang tak ada habisnya tersebut) juga tidak akan menciptakan lapangan kerja baru,” kata para analis di Weiss. Mereka juga menambahkan “Juga tidak akan menghasilkan miliaran laba yang hilang akibat adanya pembatasan sosial dari krisis pandemi ini.”

    Para analis berpendapat, adanya dana talangan seperti itu justru akan menjadi hal pendorong, untuk orang-orang mulai melihat Bitcoin dan mata uang digital lainnya.

    Baca Juga: Regulasi Crypto Dapat Mencegah Krisis Keuangan

    Mereka melanjutkan: “Inilah mengapa Bitcoin (dan aset crypto lainnya) akan menjadi masa depan uang. Bank-bank sentral sekarang menghancurkan mata uang kertas utama dunia — dan tidak ada kekuatan di bumi ini yang dapat menghentikan mereka. ”

    Bagaimana Bitcoin Dapat Menghentikan Krisis Keuangan di Masa Depan?

    Jawabannya, menurut Weiss, adalah bahwa komunitas Bitcoin bertanggung jawab atas kebijakan moneternya, bukan hanya para penambangnya, seperti yang diasumsikan oleh banyak orang.

    Baca juga: Analis: Harga Bitcoin Terkini Mungkin Dipengaruhi Penambang

    “Penambang Bitcoin tidak menetapkan kebijakan moneter. Hal itu dilakukan berdasarkan konsensus SELURUH anggota komunitas yang menggunakan Bitcoin,” tulis para analis.

    “Inilah sebabnya mengapa sangat sulit mengubah bahkan detail terkecil terkait dengan bagaimana Bitcoin beroperasi,” tulis Weiss. Ia juga menambahkan “Mayoritas pengguna harus setuju. Atau tidak akan ada yang terjadi.”

    Sebagai buktinya, orang tidak perlu menghadapi lebih jauh drama baru seputar “pajak penambang” Bitcoin Cash (BCH), atau rencana pendanaan infrastruktur (IFP), yang akan mendanai pengembangan jaringan dengan mengenakan pajak kepada para penambang.

    Baca Juga: ZUBR Research: Permintaan Ritel untuk BTC akan Melebihi Pasokan

    Meskipun banyak perusahaan tambang crypto terbesar setuju mengenai proposal tersebut, tetapi yang lain tidak menyetujuinya. Hal ini menyebabkan banyak keributan yang terjadi di media sosial dan menyebabkan penarikan kebijakan moneter BCH.

    Weiss Crypto Ratings mengatakan, cryptocurrency sekarang adalah satu-satunya bentuk uang yang dapat mencapai prestasi seperti itu dan menumbangkan sistem keuangan saat ini.

    “Dan jika mereka melakukannya (bailout) sekali saja, mereka pasti bisa kembali pulih. Hal ini membuat cryptocurrency sebagai satu-satunya alternatif andal pada krisisnya sistem moneter secara moral yang kita miliki saat ini,” pungkas postingan tersebut.

    Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bitcoin Berkorelasi dengan S&P 500, Analis Percaya bahwa Nilai Pasar BTC Adalah $18.000

    PlanB, pencipta Stock-to-Flow (S2F), telah menegaskan bahwa ada korelasi yang pasti antara Bitcoin dan pasar saham, termasuk indeks S&P 500.

    Dalam serangkaian cuitan Twitter-nya, PlanB menulis bahwa berdasarkan situasi di pasar saham saat ini, BTC harusnya bernilai $ 18.000, dimana level harga ini terakhir terbentuk pada tahun 2017 silam.

    Dia mengatakan bahwa alternatifnya adalah saat pasar saham jatuh karena data yang tersedia, itu akan menunjukkan bahwa kedua pasar memiliki pola yang sama.

    Dalam cuitan pada 17 Juni, PlanB menyatakan bahwa kedua pasar juga berkoordinasi dengan “R Squared” pada nilai 95%.

    Dia mengutip kejadian pada bulan Maret lalu ketika harga Bitcoin bereaksi bersamaan dengan S&P 500 yang menyoroti fiturnya sebagai variabel dependen yang sangat dipengaruhi oleh pergerakan di pasar saham.

    Harga Bitcoin turun dan kemudian pulih pada bulan Maret, mengikuti pola yang juga terlihat di pasar modal.

    PlanB mencatat bahwa “ini konsisten dengan model S2FX: $ 288ribu BTC di S2F56 -> itu menyiratkan S $ 4.300,” dengan mengutip bahwa nilai proyeksi Bitcoin diproyeksikan pada koin yang beredar dan juga pada pasokan yang ada.

    Menariknya, S2F menyatakan bahwa dengan mempertimbangkan bahwa mata uang digital memiliki persediaan tetap, terlepas dari minat dalam penambangan, koin tersebut akan bernilai $ 288.000 atau lebih selama Halving berikutnya pada 2024.

    Dan juga, PlanB bukanlah analis pertama yang menunjukkan korelasi harga pasar Bitcoin dengan pasar saham.

    Baca Juga: Inilah Harga Bitcoin yang Perlu diperhatikan Untuk Jangka Menengah

    Cuitan yang bermunculan seminggu ini telah menjadi sorotan. Disitu mengatakan bahwa pandemi corona mungkin menjadi faktor penyulit mengingat intervensi oleh bank sentral yang telah meningkatkan pasokan.

    Dia menyiratkan bahwa pasar akan koreksi pada titik ini. Dikatakan juga bahwa koreksi akan jatuh tempo dalam beberapa minggu ke depan.

    Ini berarti bahwa kekuatan makro akan terus memainkan peran besar dalam pasar koin, terutama Bitcoin.

    Pada September tahun lalu pun, PlanB mengatakan bahwa Bitcoin adalah aset yang berkorelasi tetapi menyatakan bahwa situasi stres akan membuktikan seberapa tangguh trend yang dimiliki.

    Pandemi corona telah memberikan ‘uji stres’ yang menekankan posisi itu.

    Dia mengatakan bahwa korelasi menjadi jelas baru-baru ini karena Bitcoin tidak pernah berkorelasi dengan aset lain dalam 10 tahun terakhir.

    “Bitcoin telah menjadi aset tidak berkorelasi 10 tahun terakhir, tetapi tes sesungguhnya adalah situasi stres (resesi), yang belum pernah kita alami sejak 2008, tetapi [itu] sudah dekat.”

    Ini adalah alasan mengapa bank sentral belum menciptakan lingkungan yang memungkinkan untuk diversifikasi, ujarnya. (Coinspeaker)



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Ketahui Cara Memulai Investasi Bitcoin di 2021!

    Saham, obligasi, dan deposito adalah beberapa instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi di bidang finansial, terdapat salah satu instrumen investasi berbasis digital yang telah dilegalkan oleh BAPPEBTI. Apa lagi kalau bukan aset kripto! Yuk, kita bahas bagaimana perkembangan aset kripto khususnya bitcoin dan cara mulai investasi bitcoin di 2021!

    Kondisi Bitcoin di Awal Tahun 2021

    Dibalik pandemi yang belum usai dan kondisi ekonomi makro yang melemah, harga bitcoin justru merangkak naik saat memasuki tahun 2021. Pada 1 Januari 2021, bitcoin berada di level harga $29,248 atau setara dengan 426 juta rupiah.

    Satu bulan berselang atau saat perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berada di harga $46,633 pada 9 Februari 2021 atau setara dengan 679 juta rupiah. Padahal sehari sebelumnya, bitcoin masih berada di harga $38,585 atau 562 juta rupiah.

    Seakan tidak puas memberi kejutan bagi para pecinta bitcoin, pada 14 Maret 2021 bitcoin naik sebesar 32% yaitu berada di level $61,215 atau setara dengan 892 juta rupiah! Tentu hal tersebut merupakan angin segar bagi para investor dan trader.

    Alasan Kripto Semakin Diminati

    Selain harganya yang meroket pada awal tahun 2021, beberapa alasan mengapa aset kripto semakin diminati masyarakat adalah:

    • Fiat Money Rentan Inflasi

    Seperti yang kita ketahui, fiat money atau mata uang yang digunakan sehari-hari untuk bertransaksi bersifat rentan terhadap inflasi. Akhirnya, banyak masyarakat yang beralih kepada aset kripto karena tidak terpengaruh oleh inflasi seperti fiat money.

    Jika sistem keuangan konvensional rawan pencurian atau pembobolan, pada aset kripto terdapat teknologi yang bisa meminimalisir kejahatan, teknologi tersebut adalah blockchain.

    Dengan keamanan yang tinggi, apabila ada seseorang yang ingin membobol bitcoin, maka Ia harus membobol kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang berperan sebagai penambang atau miners

    Selain itu, kegiatan transaksi akan tercatat secara otomatis dan bisa dilihat semua pengguna. Namun jangan khawatir,  identitas Anda akan tetap terjaga rahasianya dengan susunan alfabetis dan numerik yang unik bagi setiap penggunanya.

    Sejak awal diciptakan, bitcoin memiliki jumlah maksimum, yaitu 21 juta koin. Dilansir dari Coinmarketcap, pada 9 April 2020 terdapat 18,677,481 koin BTC yang telah beredar. 

    Sesuai dengan prinsip ekonomi, jumlah koin yang menipis tentu menjadikan koin BTC menjadi langka dan mengakibatkan harganya kian melambung dari waktu ke waktu.

    Ini adalah satu dari sekian faktor mengapa bitcoin semakin dicari dan tentunya harganya pun semakin meningkat. 

    • Tidak Membutuhkan Storage Fisik

    Instrumen investasi yang diminati masyarakat salah satunya adalah emas. Untuk penyimpanan emas sendiri, seseorang membutuhkan tempat penyimpanan atau storage. 

    Lain halnya dengan aset kripto yang berbasis digital, dimana tidak membutuhkan storage fisik dan semua data akan tersimpan pada jaringan internet, sehingga lebih efisien.

    Cara Investasi Bitcoin

    Memilih exchange terpercaya dan telah mendapat izin dari BAPPEBTI dapat meminimalisir risiko kejahatan serta kerugian yang tidak dapat diprediksi. Salah satu exchange yang terdaftar di BAPPEBTI tentu saja Tokocrypto!

    Setelah memilih exchange yang aman, Anda bisa langsung membuat akun dan menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) yang meliputi pengisian identitas serta bukti foto diri.

    Sesudah akun terverifikasi, Anda dapat melakukan deposit dengan memasukan sejumlah dana yang Anda inginkan. Proses deposit ini wajib dilakukan apabila Anda ingin melakukan trading atau investasi bitcoin.

    Sebelum memutuskan untuk berinvestasi bitcoin, Anda harus memperhatikan pergerakan pasar. Pada umumnya para investor dan trader menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal agar mendapat harga terbaik.

    • Beli Bitcoin untuk Investasi

    Usai memerhatikan pergerakan pasar dan mendapat harga terbaik, Anda bisa langsung membeli bitcoin menggunakan dana yang telah didepositkan di awal.

    Toko Token (TKO)

    Selain berinvestasi dengan bitcoin, ada salah satu koin yang dinantikan para investor dan trader, yaitu TKO. Diluncurkan awal April 2021 kemarin, TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    TKO juga memiliki fundamental yang bagus. Selain didukung langsung oleh Binance, fitur TKO sebagai salah satu coin DeFi juga akan terus bertambah dan pastinya akan menguntungkan trader yang memiliki TKO ini, salah satunya yaitu: jika Anda menyimpan TKO di Tokocrypto maka anda dapat mendapatkan bunga dari TKO, dan masih banyak lagi fitur yang akan dirilis ke depannya.

    Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkanTKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Departemen Pertahanan AS Tingkatkan Keamanan dengan Blockchain!

    Departemen Pertahanan AS sekali lagi menggunakan teknologi blockchain, kali ini departemen tersebut berupaya mengamankan basis data yang sangat rahasia yang terdiri lebih dari 4,5 juta dokumen dan lebih dari 4000 pengguna. Informasi ini disampaikan langsung pada siaran pers resmi yang berlangsung pada 12 Mei 2020 kemarin.

    Berkaitan dengan teknologi blockchain, tahun lalu Departemen Pertahanan AS ini telah mengisyaratkan potensi pengguna teknologi ini untuk meningkatkan keamanan siber dan memastikan tidak akan ada pelanggaran terkait dalam fasilitas transaksi dan komunikasi antara berbagai entitas pemerintah.

    Departemen Pertahanan AS Beralih ke Teknologi Blockchain, Lagi!

    Pada hari Selasa, 12 Mei 2020, Departemen Pertahan AS, yang bertanggung jawab atas hampir 40 persen alokasi penelitian dan pengembangan federal, memutuskan untuk mengambil langkah lebih lanjut dalam penggunaan teknologi ini dan memberikan kontrak Penelitian Inovasi Usaha Kecil senilai $200.000 kepada SIMBA Chian, sebuah inovator blockchain dari Plymouth, Indiana.

    Dengan tanggung jawab yang berat ini, SIMBA Chain berencana untuk merancang platform berbasis blockchain proof-of-concept yang akan memperkuat keamanan, sifat mudah dibaca, dan pengelolaan sejumlah besar data yang saat ini ditangani oleh pemerintah federal.

    Menurut siaran pers resmi tersebut, proyek yang disebut Authenticity Ledger for Auditable Military Enclaved Data Access (ALAMEDA) akan berlangsung selama lima bulan, mulai dari 1 Juni 2020 nanti.

    Departemen Pertahanan AS akan memutuskan apakah akan memberikan SIMBA Chain dana sebesar $1 Juta atau mencari pengganti dalam bertanggung jawab pada fase kedua nanti, tergantung pada keandalan dan kualitas hasil dari fase pengujian awal. Fase kedua ini bertujuan untuk mengadopsi secara lebih luas teknologi blockchain di ruang komersial.

    Baca juga: Departemen Pertahanan AS: Blockchain Bantu Penanggulangan Bencana

    Mengandalkan SIMBA Chain dalam Meningkatkan Keamanan

    Intinya, sistem yang diinginkan akan berbasis pada teknologi blockchain. Hal ini dapat membantu departemen pertahanan AS untuk memelihara dan mengintegrasikan basis data mereka dengan mudah dan efisien dan membagikannya di antara sumber yang diverifikasi tanpa takut akan menjadi mangsa bagi pelaku kejahatan ataupun peretas jaringan.

    Solusi ini juga akan memungkinkan Departemen Pertahanan AS untuk meningkatkan lapisan keamanan tambahan dengan memungkinkannya untuk menambah atau menghapus jumlah pengguna di platform blockchain tersebut dan menangani izin penggunaan secara efektif.

    Solusi yang diajukan SIMBA Chain ini mirip dengan teknologi yang digunakan GitHub, mereka akan memanfaatkan potensi teknologi buku besar terdistribusi atau Distributed Ledger Technology (DLT) untuk bertindak sebagai agen katalitik yang membentuk jembatan antara penyedia dan pengguna pihak ketiga.

    Baca juga: Sistem Pemungutan Suara Berbasis Blockchain di AS

    Joel Neidig, CEO SIMBA Chain, berpendapat terkait dengan pencapaian ini, bahwa Departemen Pertahanan AS, penyedia layanan ini, dan beberapa perusahaan tingkat korporat telah memanfaatkan perangkat seluler dan kemampuan mereka untuk memfasilitasi arus informasi yang bebas. Namun, kemudahan pertukaran data ini datang dengan potensi risiko jatuh ke tangan yang salah.

    Dengan demikian, kami berharap agar bisa memanfaatkan solusi teknologi blockchain yang canggih dan sangat komplek ini untuk menguatkan akses pengguna, memfasilitasi koneksi langsung dan aman di antara pengguna yang diverifikasi dan memastikan tidak akan ada penggunaan secara ilegal, Niedig menyimpulkan.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sistem Pemungutan Suara Berbasis Blockchain di AS

    Terdapat upaya yang sedang dilakukan dalam meluncurkan aplikasi pemungutan suara berbasis blockchain tepat waktu untuk Pemilihan Umum Presiden di Amerika pada November 2020 nanti.

    Aplikasi pemungutan suara ini sedang dikembangkan oleh WinterGreen Research dan Government Blockchain Association atau GBA dalam penggunaan teknologi berbasis blockchain dalam “mendeteksi penipuan”.

    Covid-19 Akan Mendorong Pengadopsian Sistem Ini

    Seperti dilansir Cointelegraph, Susan Eustis, selaku Presiden WinterGreen Research mengatakan dia berharap Covid-19 ini akan mempercepat adopsi penggunaan sistem ini di masyarakat luas:

    “Kami mengantisipasi aplikasi pemungutan suara digital akan diluncurkan segera, seperti halnya pasar telemedicine yang dikalahkan oleh pemberi layanan virtual dari Cisco WebEx dan Zoom. Pada peristiwa tersebut, dokter beralih dari melakukan 200 siaran televisi per tahun menjadi 36.000 per minggu dalam sebulan terakhir. Kekuatan pendorong pasar tersebut sama berdampaknya pada pemungutan suara seperti halnya dampak pemberian layanan kesehatan.”

    Di lain sisi, implementasi aplikasi semacam itu harus disetujui oleh masing-masing negara bagian. Eustis telah melakukan diskusi dengan beberapa pejabat tingkat negara bagian dan merasa optimis tentang penerapan sistem tersebut tepat pada waktunya dalam rangka pemungutan suara Presiden AS di bulan November nanti.

    Baca juga: Blockchain Mampu Menghilangkan Kecurangan dalam Kejuaraan Dunia Catur

    Pelatihan Khusus untuk Pengadopsian Sistem Ini

    WinterGreen Research juga telah menyiapkan secara khusus pelatihan untuk para petugas resmi pada pemilihan nanti. Eustis mencatat:

    “Tim Riset WinterGreen sudah bersiap memulai pelatian petugas pada pemilihan nanti di tingkat lokal dalam beberapa minggu ke depan. Pemungutan suara virtual adalah cara terbaik dari setiap solusi yang direkomendasikan dalam mengatur social distancing dan mengurangi penyebaran Covid-19.”

    Menurut Eustis, mereka sedang dalam tahap mengeksplorasi beberapa blockchain pribadi untuk aplikasi mereka dan pengembangan tersebut akan segera diumumkan. GBA juga bekerja pada standar blockchain untuk aplikasi, sementara WinterGreen Research akan melatih petugas pemilihan jika aplikasi tersebut benar-benar diadopsi.

    Jika pandemi Covid-19 terus berlanjut di bulan November nanti, pemerintah mungkin akan terpaksa meningkatkan proses pemilihan menjadi “standar dan harapan abad ke-21”.

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com