Tag Archives: btc

Galaxy Digital Jual 80.000 BTC Senilai $9 Miliar, Catat Transaksi Terbesar

Galaxy Digital, perusahaan manajemen aset dan layanan keuangan terkemuka di industri kripto, baru saja menyelesaikan penjualan Bitcoin terbesar dalam sejarah. Dalam sebuah pengumuman resmi, perusahaan tersebut mengungkapkan bahwa mereka telah menjual lebih dari 80.000 BTC dengan nilai total lebih dari $9 miliar kepada investor kripto awal.

DIlaporkan Cointrackdaily, transaksi ini bukan hanya besar secara nominal, tetapi juga penting secara historis. Galaxy Digital menyebutnya sebagai “salah satu aksi keluar pasar aset digital paling awal dan paling signifikan yang pernah terjadi”.

Penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi perencanaan warisan seorang whale kripto awal, yang diketahui telah memegang Bitcoin sejak era awal mata uang digital tersebut—periode ketika BTC masih bisa ditambang menggunakan komputer biasa dan hanya bernilai beberapa sen.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Bullish Setelah Galaxy Digital Jual 80.000 BTC

Dompet Lama Aktif Kembali

Penjualan besar-besaran ini juga menghidupkan kembali dompet Bitcoin yang telah lama tidak aktif. Fenomena ini mengikuti pola terbaru di mana sejumlah dompet era Satoshi—yang sebelumnya “diam” selama bertahun-tahun—tiba-tiba kembali aktif dan memindahkan aset dalam jumlah sangat besar.

Sebelumnya, pasar juga dikejutkan oleh aktivitas serupa, seperti perpindahan BTC senilai $1,26 miliar oleh whale lainnya, serta pemindahan 80.000 BTC senilai $9,5 miliar dari pemegang Bitcoin awal lainnya. Rangkaian pergerakan besar ini memicu analisis mendalam dari komunitas dan pengamat pasar, yang memantau ketat perilaku para pelopor Bitcoin.

Dampak ke Pasar

Meskipun belum ada dampak langsung terhadap harga pasar dalam jangka pendek, aksi ini menyoroti dinamika baru dalam lanskap aset digital—khususnya terkait likuiditas dan strategi investasi jangka panjang para pemegang awal Bitcoin. Beberapa analis percaya bahwa penjualan besar semacam ini bisa membuka jalan bagi redistribusi kekayaan kripto dan mendorong adopsi institusional lebih lanjut.

Dengan rekam jejak Galaxy Digital yang kuat dalam menyediakan layanan transaksi berskala besar dan likuiditas institusional, transaksi ini mempertegas posisi perusahaan sebagai salah satu pemain utama dalam dunia kripto global.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Bullish Setelah Galaxy Digital Jual 80.000 BTC

Harga Bitcoin (BTC) kembali menanjak dan menembus level $117.000 setelah sempat tergelincir akibat tekanan jual besar-besaran. Katalis utama kenaikan ini datang dari pengumuman Galaxy Digital, perusahaan investasi kripto terkemuka, yang menyatakan telah menyelesaikan penjualan sebanyak 80.000 BTC atas nama investor misterius dari era awal Bitcoin, yang disebut sebagai Satoshi Era Whale.

Menurut data dari TradingView, Bitcoin sempat menyentuh titik terendah intraday di $114.759 sebelum akhirnya pulih dan melampaui $117.000. Aksi jual yang dilakukan Galaxy Digital tersebut sempat menekan harga dan memicu penurunan hingga 3%, menyebabkan likuidasi pasar kripto senilai $646 juta—termasuk $152 juta dari posisi long BTC saja.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 26 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Tren Bitcoin 28 Juli-1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi Adalah Berkah, Kapan Alt Season?

Penjualan Besar, Reaksi Pasar Besar

Dalam siaran pers resminya, Galaxy Digital menyebutkan bahwa transaksi ini adalah salah satu yang terbesar dalam sejarah Bitcoin, dengan nilai sekitar $9 miliar berdasarkan harga pasar saat ini. Penjualan ini juga disebut sebagai bagian dari strategi perencanaan warisan sang investor awal, menandakan adanya perubahan kepemilikan jangka panjang dalam ekosistem Bitcoin.

Meskipun aksi jual berskala besar seperti ini biasanya menimbulkan kekhawatiran investor, pasar justru menunjukkan pemulihan cepat. Beberapa analis melihat ini sebagai sinyal kekuatan pasar dan optimisme bahwa harga bisa terus menanjak.

Level Kunci dan Pandangan Analis

Menurut laporan Coingape, analis kripto ternama, Ali Martinez, melalui akun X (dulu Twitter), menyebutkan bahwa level support utama saat ini berada di $116.095, sementara resistance kuat berada di $118.955. Ia mendasarkan analisisnya pada distribusi biaya basis investor, yang menunjukkan tingkat partisipasi pasar pada rentang harga tersebut.

Sementara itu, analis dari Crypto Titan memperkirakan kemungkinan BTC menguji ulang area sekitar $112.000, berdasarkan struktur mingguan dan pola inverse head-and-shoulders. Meski demikian, ia juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kelanjutan tren naik dalam waktu dekat.

Potensi Faktor Eksternal dan Prediksi Harga

Beberapa analis menyoroti potensi kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan Uni Eropa pada akhir pekan ini sebagai faktor eksternal yang bisa mendorong permintaan aset lindung nilai seperti Bitcoin. Sentimen makro ini menjadi pertimbangan penting dalam mempertahankan momentum bullish BTC.

Menariknya, analis Bloomberg Eric Balchunas mempertanyakan alasan di balik penjualan sekaligus sebesar $10 miliar oleh sang investor awal. Ia menyebut bahwa strategi penjualan bertahap biasanya lebih masuk akal, terutama bagi mereka yang telah lama percaya pada Bitcoin.

Dalam jangka menengah hingga panjang, prospek BTC tetap positif. Citigroup dalam laporan terbarunya memproyeksikan harga Bitcoin bisa mencapai $199.000 dalam skenario paling optimis sebelum akhir tahun ini.

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun: Whale Hengkang, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun: Whale Hengkang, Sinyal Bahaya?

Harga Bitcoin (BTC) mengalami tekanan signifikan setelah turun sekitar 6% dari rekor tertingginya di kisaran $123.000. Di balik koreksi ini, data on-chain menunjukkan sinyal kekhawatiran yang lebih besar: para whale atau pemegang besar mulai menarik diri dari pasar.

Whale Menyusut, Tekanan Jual Meningkat

Selama 10 hari terakhir, jumlah alamat whale — yaitu dompet yang menyimpan antara 1.000 hingga 10.000 BTC — turun dari 2.037 menjadi 1.982. Penurunan sebesar 2,7% ini merupakan yang paling tajam dalam lebih dari setengah tahun terakhir, menandakan potensi pergeseran kepercayaan dari investor besar.

Harga Bitcoin dan jumlah alamat paus: Glassnode.
Harga Bitcoin dan jumlah alamat paus: Glassnode.

Baca juga: Tren Bitcoin 28 Juli-1 Agustus 2025: Bitcoin Koreksi Adalah Berkah, Kapan Alt Season?

Tak hanya itu, rasio whale ke bursa (exchange whale ratio) juga menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Rasio ini mengukur seberapa besar volume deposit ke bursa yang berasal dari para whale. Nilai rasio ini meningkat dari 0,5 pada 22 Juli menjadi 0,52 pada 24 Juli — saat harga BTC mulai anjlok. Lonjakan ini mengindikasikan bahwa semakin banyak whale yang memindahkan aset mereka ke bursa, biasanya sebagai persiapan untuk menjual.

Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal institusional yang memicu kekhawatiran adalah laporan bahwa Galaxy Digital mentransfer 10.000 BTC ke bursa, menambah tekanan jual dari kalangan pemain besar.

Sinyal Teknis Tambah Suram: Cross Bearish di Depan Mata

Harga Bitcoin dan Rasio Whale Bursa: Cryptoquant
Harga Bitcoin dan Rasio Whale Bursa: Cryptoquant

Dari sisi teknikal, grafik 4 jam Bitcoin mengonfirmasi kelemahan jangka pendek. BTC baru saja menembus di bawah Exponential Moving Average (EMA) 100 — level support teknikal penting. Lebih jauh, EMA 20 tampak akan melintasi ke bawah EMA 50, membentuk pola “death cross” yang menandakan dominasi penjual jangka pendek.

Jika crossover ini terjadi, tren bearish bisa semakin menguat. EMA 200 pada grafik 4 jam, yang berada di sekitar $113.000, menjadi level support utama berikutnya. Jika tidak mampu bertahan di level tersebut, BTC bisa tertekan lebih dalam.

Target Koreksi: $113.000 Jadi Garis Pertahanan Terakhir?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 25 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Pada grafik harian, BTC saat ini diperdagangkan di kisaran $115.000, setelah gagal mempertahankan zona $117.000. Jika level $113.000 jebol, target penurunan berikutnya berada di $110.000 dan $107.000 — dua level Fibonacci retracement yang menjadi titik penting dalam pola pergerakan harga.

Namun, semua belum sepenuhnya gelap. Jika BTC mampu kembali menembus $117.000 dan menargetkan rekor sebelumnya di $123.000, maka tekanan jual bisa mereda. Tetapi untuk hal ini terjadi, keterlibatan kembali dari whale dan institusi besar sangat diperlukan.

Saat ini, pasar Bitcoin berada dalam posisi krusial. Koreksi harga, penarikan dana oleh whale, serta sinyal teknikal bearish mengindikasikan potensi tekanan lebih lanjut. Bagi investor ritel, penting untuk memantau level support $113.000 dan pergerakan lebih lanjut dari dompet whale sebagai indikator utama arah pasar selanjutnya.

Baca juga: Menimbang Peluang Harga Bitcoin Meroket Hingga $130.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Menimbang Peluang Harga Bitcoin Meroket Hingga $130.000

Bitcoin (BTC) kembali mencuri perhatian dunia kripto setelah menyentuh level $119.132 per BTC, hanya selisih tipis dari rekor tertingginya di $123.091.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $2,37 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $65 miliar, BTC menunjukkan tanda-tanda bullish kuat yang mengindikasikan potensi reli lanjutan menuju rekor harga baru.

Simak ulasan dan analisis menyeluruh berikut ini tentang apa yang terjadi pada BTC, serta bagaimana proyeksi selanjutnya di tengah euforia pasar kripto global.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 24 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Analis: Bitcoin Memasuki Fase Paling Eksplosif, Targetkan $140.000

Kinerja BTC: Konsisten Menguat, Siap Cetak Rekor?

Dalam 90 hari terakhir, harga Bitcoin melonjak +27,52%, atau sekitar $25.681. Kenaikan signifikan juga tercatat dalam 30 hari terakhir, yakni +13,36% atau $14.019, menandakan tren kenaikan yang sehat dan berkelanjutan.

Pergerakan dalam 7 hari terakhir (+0,79%) dan 24 jam terakhir (+0,15%) menunjukkan bahwa pasar tengah bersiap untuk konsolidasi sebelum potensi breakout.

Level Kritis BTC Saat Ini:

Parameter Nilai
Harga Saat Ini $119.132,02
Tertinggi 24 Jam $119.290,24
Terendah 24 Jam $117.391,39
Rekor Sepanjang Masa $123.091,61
Kapitalisasi Pasar $2.370,32 miliar USD
Volume Harian $65,34 miliar USD
Sirkulasi Saat Ini 19,90 juta BTC
Total Maksimum BTC 21 juta BTC (94,75% ditambang)

Apa yang Mendorong Kenaikan Harga BTC?

  1. Minat Institusional dan ETF Bitcoin Spot
    Semakin banyak investor institusi masuk ke pasar melalui produk-produk ETF Bitcoin spot seperti dari BlackRock, Fidelity, dan Ark Invest. Ini meningkatkan akumulasi BTC secara besar-besaran.
  2. Ketatnya Pasokan BTC
    Dengan lebih dari 94,75% BTC telah ditambang, ketersediaan Bitcoin di pasar sangat terbatas. Mekanisme kelangkaan ini mendorong nilai aset makin tinggi seiring meningkatnya permintaan.
  3. Makroekonomi dan Antisipasi Pemotongan Suku Bunga
    Prediksi pemotongan suku bunga oleh The Fed menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Ketidakpastian global membuat investor melirik BTC sebagai alternatif emas digital.
  4. Halving Bitcoin
    Meski sudah lewat, efek Bitcoin halving terus terasa. Pengurangan reward penambangan menjadi katalis bullish jangka panjang yang sering kali disusul lonjakan harga signifikan dalam 12–18 bulan setelahnya.

Proyeksi Harga: Apakah $130K Realistis

Jika tren pertumbuhan tetap terjaga seperti 90 hari terakhir, BTC bisa menyentuh level $125.000$130.000 dalam waktu dekat.

Banyak analis juga menyebut level $120.000 sebagai area psikologis penting yang, jika tertembus, bisa memicu FOMO (fear of missing out) dan dorongan beli besar-besaran.

Analis teknikal juga mengamati pola ascending triangle dan volume akumulasi tinggi, mengindikasikan breakout ke atas sangat mungkin terjadi dalam 1–2 minggu ke depan.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

  • Volatilitas Jangka Pendek Masih Tinggi
    Fluktuasi harga dalam 1 jam terakhir masih negatif (-0,08%), menunjukkan bahwa aksi ambil untung (profit-taking) tetap membayangi pasar.
  • Potensi Koreksi Sehat
    Setelah kenaikan 27% dalam 3 bulan, koreksi ringan bisa jadi sehat sebelum menuju level lebih tinggi.
  • Pantau Level Resistance di $123K dan Support di $115K
    Level ini akan menentukan arah jangka pendek BTC ke depan.

Baca Juga: ETF Ethereum Tarik Rp 4,8 Triliun, Bitcoin Justru Alami Arus Keluar

Dengan performa solid, momentum institusional, dan minat ritel yang kembali membara, Bitcoin tampak berada di jalur yang sangat kuat menuju rekor harga baru.

Apabila kondisi pasar global tetap kondusif, bukan mustahil BTC akan menembus $130.000 dalam waktu dekat.

Namun, seperti biasa di dunia kripto: Selalu DYOR (Do Your Own Research)” dan siapkan strategi keluar!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis: Bitcoin Memasuki Fase Paling Eksplosif, Targetkan $140.000

Harga Bitcoin (BTC) diprediksi akan segera memasuki “fase paling eksplosif” dalam siklus reli saat ini, dengan potensi kenaikan hingga menembus $140.000. Prediksi ini muncul setelah Bitcoin menunjukkan pola teknikal bullish meski saat ini tengah mengalami konsolidasi harga.

Setelah mencetak rekor tertinggi baru di kisaran $123.000 pada 13 Juli lalu, BTC bergerak sideways dan sempat terkoreksi hingga $115.000. Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di level $118.425. Konsolidasi harga ini oleh banyak analis dianggap sebagai pola bull pennant — sebuah formasi lanjutan yang biasanya mendahului reli lanjutan.

“Bitcoin sedang dalam penembusan bull pennant yang menargetkan $140.000,” kata analis kripto populer Titan of Crypto di platform X. Ia menyebut fase saat ini sebagai “fase terakhir dan paling eksplosif dari bull run.”

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 23 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Estimasi Kenaikan Bitcoin

Analisis dari Cointelegraph Markets Pro dan TradingView mengkonfirmasi pola tersebut, dengan estimasi kenaikan 15% dari level saat ini menuju sekitar $136.500. Namun, penting dicatat bahwa tingkat keberhasilan pola bull pennant hanya sekitar 54%, sehingga tetap ada risiko pembalikan arah.

Sinyal teknikal lainnya datang dari analis Merlijn The Trader, yang mengidentifikasi pola inverse head and shoulders di grafik tiga hari. Menurutnya, pola tersebut mendukung target harga BTC ke $140.000, didorong oleh momentum yang “tak terbantahkan.”

Sementara itu, prediksi yang lebih konservatif disampaikan oleh Marcus Corvinus. Ia menyebut bahwa terobosan dari pola segitiga simetris mendukung target jangka pendek ke $125.000.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Kemungkinan Koreksi Sebelum Reli

Meski sinyal teknikal mendukung reli lanjutan, beberapa analis memperingatkan kemungkinan penurunan harga dalam waktu dekat. Menurut AlphaBTC, likuiditas yang rendah di akhir pekan lalu bisa mendorong BTC turun lebih dulu untuk menguji support di kisaran $115.000 sebelum melanjutkan tren naik.

“Sedikit penurunan untuk menyentuh likuiditas di sekitar $115.000 bisa menjadi bahan bakar untuk reli lebih tinggi,” ujar AlphaBTC sambil menunjukkan peta panas likuidasi dari CoinGlass.

Analis Daan Crypto Trades juga memperingatkan bahwa Bitcoin saat ini berada di tengah kisaran perdagangan antara $115.000 sebagai support dan $121.000 sebagai resistance. Ia menyarankan untuk memperhatikan fluktuasi harga lokal yang tinggi dan rendah sebagai sinyal pergerakan likuiditas selanjutnya.

Dengan latar belakang ini, pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap volatilitas jangka pendek, sembari mencermati level-level kunci yang berpotensi menjadi pemicu reli Bitcoin menuju target ambisius $140.000.

Baca juga: Pionir! JP Morgan Beri Pinjaman Dengan Jaminan Bitcoin dan Ethereum


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Terancam Koreksi 12%, Holder Ambil Untung?

Harga Bitcoin (BTC) berisiko mengalami koreksi hingga 12% menyusul meningkatnya aksi ambil untung dari pemegang jangka panjang dan aktivitas paus yang mengirim koin ke bursa.

Data dari platform analitik on-chain CryptoQuant menunjukkan Rasio Output Profitabilitas Spent (SOPR) untuk pemegang jangka panjang mencapai 1,96 per 21 Juli 2025. Angka ini menandakan bahwa para investor yang telah memegang BTC lebih dari 155 hari mulai menjual dengan keuntungan hampir dua kali lipat dari harga beli.

Secara historis, lonjakan SOPR kerap mendahului penurunan harga. Tercatat, pada 9 Februari 2025 saat SOPR menyentuh angka 5,77, harga BTC turun lebih dari 12%. Lonjakan SOPR terbaru juga tercatat pada 4 Juli, namun hingga kini belum diikuti oleh koreksi harga yang signifikan.

Indikator Whale Bitcoin

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 22 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Selain itu, indikator Whale-to-Exchange Ratio (W2E) juga menunjukkan tren kenaikan. Pada 16 Juli, rasio ini mencapai 0,649, bersamaan dengan stagnasi harga BTC di level $118.682. Peningkatan rasio tersebut menandakan bahwa paus — pemegang besar BTC — mulai memindahkan aset mereka ke bursa, yang umumnya menjadi sinyal distribusi atau aksi jual.

Dari sisi teknikal, harga BTC saat ini berada di kisaran $117.500, dengan support kuat di level $116.456. Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat membawa harga menuju $107.343 hingga $103.355, yang merupakan retracement Fibonacci dari tren naik sebelumnya.

Namun, jika BTC mampu menembus kembali ke atas $122.086, tekanan koreksi jangka pendek dapat mereda, dan momentum bullish berpeluang kembali terbentuk.

Laporan BeInCrypto, analis memperingatkan bahwa meskipun pasar tampak stabil, tekanan jual dari pemegang jangka panjang dan paus dapat memicu koreksi mendalam dalam waktu dekat.

Baca juga: Dominasi Bitcoin Turun 4 Bulan Terendah, Altseason Tiba?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dominasi Bitcoin Turun 4 Bulan Terendah, Altseason Tiba?

Dominasi Bitcoin (BTC) di pasar kripto turun ke level terendah dalam empat bulan terakhir, memicu spekulasi bahwa musim altcoin (altseason) mungkin akan segera dimulai.

Di tengah stabilnya harga BTC di bawah $120.000, para investor mulai mengalihkan perhatian dan modal ke altcoin, dengan Ethereum (ETH) memimpin reli menuju $4.000.

Altcoin Makin Unggul, Ethereum Jadi Pelopor

Dilaporkan BeInCrypto, Ethereum mencatat lonjakan harga sebesar 27% dalam sepekan terakhir, mendorong banyak altcoin lain ke level tertinggi dalam beberapa bulan. Momentum ini membuat pangsa pasar Bitcoin tergerus, turun dari 64,5% menjadi 60,9% dalam lima hari—penurunan dominasi tercepat dan terdalam sejak Maret 2025.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 21 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 21 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Penurunan dominasi ini bukan akibat aksi jual besar-besaran, melainkan pertanda pergeseran modal yang sehat ke altcoin. BTC sendiri tetap terkonsolidasi di sekitar $118.000, menunjukkan pasar tidak panik, namun mencari peluang lain.

Indeks Altseason: Semakin Dekat, Tapi Belum Sampai

Menurut BlockchainCenter, Indeks Musim Altcoin—yang mengukur performa 50 altcoin teratas (tidak termasuk stablecoin dan token beraset)—saat ini berada di titik tengah. Ini berarti altcoin mulai mengungguli Bitcoin, namun belum cukup kuat untuk memicu musim altcoin secara penuh.

Sebagai catatan, altseason biasanya dikonfirmasi ketika 75% dari altcoin top berhasil mengungguli BTC selama 90 hari. Saat ini, baru sekitar 50% altcoin yang berhasil melewati ambang ini. Artinya, masih ada ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut sebelum sinyal altseason benar-benar terkonfirmasi.

Risiko Koreksi Masih Ada

Meskipun sentimen pasar mulai berpihak pada altcoin, para investor disarankan tetap waspada. Dengan banyak altcoin sudah mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan, potensi aksi ambil untung bisa memicu tekanan jual.

Jika hal ini terjadi dalam waktu dekat, momentum menuju musim altcoin bisa tertunda dan baru terwujud pada kuartal ketiga 2025.

Penurunan dominasi Bitcoin dan reli altcoin seperti Ethereum memberi sinyal kuat bahwa altseason mulai mengintip di balik pasar. Namun, indikator teknikal dan perilaku investor menunjukkan bahwa pasar belum sepenuhnya memasuki fase tersebut. Jika tren ini berlanjut dan semakin banyak altcoin mengungguli BTC dalam beberapa minggu ke depan, altseason kemungkinan besar akan terwujud pada awal Agustus 2025.

Baca juga: Banyak Perusahaan Borong BTC $810 Juta Saat Bitcoin Capai $123.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Banyak Perusahaan Borong BTC $810 Juta Saat Bitcoin Capai $123.000

Aktivitas perusahaan perbendaharaan Bitcoin meningkat signifikan pekan ini, seiring harga BTC yang menyentuh level tertinggi sepanjang masa di $123.000. Sebanyak 21 perusahaan tercatat menambah kepemilikan Bitcoin mereka senilai total $810 juta, sementara 17 lainnya mengumumkan rencana akuisisi baru dalam waktu dekat.

Menurut data antara 14 hingga 19 Juli, tercatat 58 pembaruan kas Bitcoin korporasi, termasuk empat perusahaan baru yang mulai menyimpan BTC, serta sejumlah penggalangan dana dan pengumuman strategi perbendaharaan jangka panjang.

Strategi Saylor Memimpin Gelombang Akuisisi

Di antara nama-nama besar, strategi investasi MicroStrategy milik Michael Saylor kembali memimpin dengan pembelian 4.225 BTC. Disusul oleh Metaplanet dari Jepang yang menambah 797 BTC, Sequans asal Prancis dengan 683 BTC, dan The Smarter Web Company dari Inggris sebesar 325 BTC.

Beberapa akuisisi signifikan lainnya berasal dari Semler Scientific (210 BTC), DigitalX (166,8 BTC), dan Cango (149 BTC), mencerminkan minat lintas negara dari perusahaan-perusahaan di AS, Kanada, Tiongkok, Swedia, dan lainnya.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 20 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 20 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Konsolidasi, Rekor Baru Juli Tetap Terbuka

Empat Perusahaan Baru Masuk ke Strategi Bitcoin Treasury

Empat perusahaan mengumumkan pembentukan perbendaharaan Bitcoin mereka pekan ini dengan total nilai $96,39 juta. Bullish menjadi sorotan lewat pengajuan IPO yang mengungkapkan kepemilikan BTC senilai $92 juta. Satsuma Technology memulai dengan $3,37 juta, sementara BTC Digital mengalokasikan $1 juta, dan Active Energy juga ikut serta meski tanpa rincian jumlah pasti.

17 Rencana Akuisisi Baru Siap Tambah 44.200 BTC

Semakin banyak perusahaan yang menyatakan niat untuk mengadopsi Bitcoin sebagai bagian dari strategi treasury mereka. Total 17 perusahaan mengumumkan rencana yang bisa menambah sekitar 44.200 BTC dalam beberapa bulan mendatang.

Salah satu yang terbesar adalah Bitcoin Standard Treasury Company (BSTR) yang dipimpin oleh Adam Back dari Blockstream. Perusahaan ini menargetkan akumulasi hingga 30.000 BTC. Volcon, Click Holdings, OFA Group, dan Cycurion juga mencatatkan rencana besar dengan nilai investasi mulai dari $10 juta hingga $500 juta.

Gelombang Pendanaan Baru untuk Pembelian BTC

Sebelas perusahaan juga mengumumkan inisiatif pendanaan aktif untuk mendukung pembelian Bitcoin, dengan total dana sebesar $47 juta telah dikumpulkan. The Smarter Web Company menjadi yang terbesar dengan penggalangan $23,5 juta, diikuti oleh Belgravia Hartford ($9,7 juta) dan The Blockchain Group ($7 juta). Perusahaan seperti H100 Group, Vaultz Capital, dan LQWD juga sedang menjalankan putaran pendanaan untuk tujuan serupa.

Beberapa perusahaan bahkan telah menyiapkan prospektus dasar yang mencerminkan komitmen jangka panjang. Matador Technologies mengajukan rencana senilai $656 juta, sementara Bitcoin Treasury Corporation senilai $219 juta.

Bitcoin Semakin Diakui Sebagai Aset Strategis

Kenaikan harga Bitcoin hingga $123.000 tidak hanya mendorong aksi beli, tetapi juga memperkuat kepercayaan institusional terhadap BTC sebagai aset lindung nilai (store of value). Lonjakan nilai juga menyebabkan kekayaan bersih pencipta Bitcoin yang anonim, Satoshi Nakamoto, melonjak menjadi sekitar $133 miliar—menjadikannya orang terkaya ke-11 di dunia.

Tren ini menunjukkan bahwa Bitcoin tidak lagi hanya dipandang sebagai aset spekulatif, tetapi telah menjadi bagian integral dalam strategi diversifikasi kekayaan perusahaan global.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy

Garis kita minggu ini lumayan akurat, keterbatasan garis minggu lalu tetap menjadi alasan, tetapi idenya dapat.

Inilah maksud saya pada artikel minggu lalu sideways. 

Secara data:

1. M1 Tiongkok naik 4.6%. Sebenernya ini saya ngga ngerti harus bagaimana, di masa-masa sebelumnya M1 tidak pernah tepat waktu, ada waktu dimana saya harus menunggu 2 minggu karena setiap hari ditunda, setiap bulan selalu telat, tetapi kemaren tidak telat. Dan saya tidak amati. M1 Tiongkok membuat Bitcoin ATH setelah signal saham perumahan Tiongkok melejit, itu tanda sangat jelas, tapi saya abaikan. Setidaknya saya dapatkan pengalaman baru

2. GDP Tiongkok naik dan DXY turun

3. CPI naik padahal prediksi saya turun

4. PPI turun padaha prediksi saya naik

5. Claim data naik

6. Retail Sales Naik

7. NAHB naik

8. Housing Starts naik

9. Unmich Turun

Dari data itu semua prediksi weekly bahwa Bitcoin sideways tepat, dan minggu depa. Bitcoin masih akan naik lagi, mungkin juga akan ATH lagi. Dan saya mengharapkan koreksi di minggu FOMC yang terjadi 29-30 July 2025.

Data Minggu Depan

Mari kita bedah data minggu depan:

Senin, 21 Juli 2025

09.00 WITA – China Loan Prime 

Uang adalah alat untuk mentransfer nilai. Uang yang sehari-hari kita pegang bukanlah uang namun surat utang bank sentral yang menyatakan menjaga nilai yang tertera dikertas tersebut.

Bank Sentral berhutang pada kita seperti tertera pada uang kertas tersebut dengan janji menjaga nilainya, namun alih-alih menepati janji, Bank Sentral mengambil nilai uang itu dengan alasan menyejahterakan rakyat yang belum mampu sehingga dapat dinalar bahwa uang yang kita pegang bukanlah uang namun surat utang. Dan sumber segala uang kertas adalah utang.

Maka itu jika Loan Prime Rate dipelihara sama saja artinya sudah pasti liquidity yang ada bertambah. 

Pada sisi Amerika Serikat tidak ada data. Kira-kira begini candle hari Senin:

Dengan Loan Prime Rate yang ditahan di 3.5% saja itu sudah murah dan memastikan jumlah edar uang bertambah terus, apalagi jika Loan Prime Ratenya turun ke 3.25%. Itu duit yang ngalir ke Bitcoin saja udah bisa bikin ATH 123K hanya dengan menahan suku bunga LPR. 

Selasa, 22 Juli 2025

20.30 WITA – POWELL SPEAKS

Ini ngga tahu saya mau ngomong apa, karena minggu depannya lagi tanggal 29-30 Juli 2025 adalah FOMC. Mau kasih clue soal QE? Saya tidak mampu menebak lebih awal apa yang akan diomongkan, tapi bocorannya biasanya h-1. Kalau tidak ada bocoran biasanya dia tidak ngomongin moneter :”Powell does not comment on monetary policy”. Anyway, tidak ada ruang untuk Powell hawkish by the way. 

01.00 WITA – M2 Supply

M2 Supply AS kembali ATH di 4.6% sedangkan M1 Supply Tiongkok 4.8%. M2 Supply adalah jumlah edar Uang Yang sudah ada ditambah uang baru, sedangkan M1 adalah Uang Tunai, personal deposito dan semua yang disimpan dibawah 3 bulan, dengan M1 naik saja, Bitcoin sudah ATH, apa yang terjadi dengan M2 supply ATH?

Dari sanalah saya kira alasan ARK Inveeht dan Standard Chartered sangat lebay mengatakan Bitcoin akan ke 1.5 Juta dollar. Apa benar? Salah. Semua aturan dan prediksi salah jika kita ngga cuan dan ngga punya barangnya 🤣🤣🤣🤣

Kira-kira begini candle hari Selasa:

Rabu, 23 Juli 2025

22.00 WITA – Existing Home Sales

Existing Home Sales adalah jumlah rumah yang sudah terjual namun belum terselesaikan kontrak KPRnya, orang sudah setuju beli tapi belum final pembeliannya.

Jika Existing home sales naik maka DXY naik jika Existing home sales turun maka DXY turun, pada dasarnya saya harus menunggu data NAHH, namun forecastnya yang hanya naik dikit maka menurut saya walau Existing home sales naik, naiknya tidak akan signifikan sebabnya Trump belum menyubisidi KPR atau membuat program yang bertujuan menambah kepemilikan rumah.

Maka saya prediksi Exisiting home sales akan turun atau naik sedikit yang tidak membuat DXY naik. Kira-kira begini candle hari Rabu:

Arah Candle ini dapat berubah jika ternyata NAHB dan New Home Sales berubah naik. 

Kamis, 24 Juli 2025

21.45 WITA S&P Global Manufacturing PMI

Jika pabrik Tiongkok sepi maka Pabrik AS rame, bulan ini dilaporkan pabrik Tiongkok rame dan GDPnya naik, maka seharusnya keadaan manufacturing AS tidak baik. Angka 52 juga tergolong sudah tinggi, menurut saya manufacturing PMI AS koreksi dulu, namun saya harus tahu Retail sales malam ini 17 Juli 2025.

Jika PMI manufacturing naik maka DXY naik dan Bitcoin turun, jika manufacturing PMI turun maka DXY turun dan Bitcoin naik. 

22.00 WITA New Home Sales

NAHB yang lemes, Existing Home Sales yang lesu ditambah New Home Sales yang pilu, Bagaimana caranya DXY bisa naik? PPI yang turun adalah tanda bahwa perusahaan menurunkan harga barang karena demand nya berkurang, padahal harga barang ke konsumen naik. Terus bagaimana caranya rakyat pegang uang? 

Fed’s William mengatakan pasar tenaga kerja berubah mood dari pelemahan perekrutan menjadi pelemahan PHK, apakah itu berita bagus? Bukankah artinya hanya tersisa pegawai inti yang tak bisa dipecat lagi? Ataukah artinya “setidaknya PHK berhenti?” Itu kan kalimat orang pesimis.

Yang artinya stimulus sudah dekat karena peningkatan perekrutan berarti liquidity stimulus dari pemerintah sudah akan cair, ya kan? Tandanya apa? Yaitu saat saham perumahan naik. Kira-kira begini Candle hari Kamis:

Peraturan umumnya adalah jika New Home Sales naik maka DXY naik. Tetapi itu adalah terjadi ketika dalam uptrend. New Home Sales naik setelah downtrend adalah pertanda pemerintah melakukan sesuatu. Mana buktinya? Sebelum Bitcoin ATH ke 123K, saham perumahan Tiongkok naik lalu esoknya M1 Tiongkok tembus 4.8%.

Konten spesial ini hanya ada sub, silakan kliks subs pada X hoteliercrypto. Juga sinyal saham AS dan Tiongkok dibagikan hanya pada subscriber X

Kira-kira begini candle hari Kamis:

Jumat, 25 Juli 2025
20.30 WITA – Durable Good Order

Durable Good Order adalah data belanja masyarakat terhadap barang tahan lama seperti kulkas, TV, Furniture dan Mobil. Tetapi dalam durable good order tersemat belanja kementrian Pertahanan AS, maka itu jika ada perang, Durable Good Order naik. 16% itu tidaklah masuk akal jika rakyat yang belanja ditengah pengangguran berlimpahan dan pesimisnya Fed serta lesunya perekrutan. Maka Durable Good Order akan saya prediksi turun.

Kecuali Isreal dan Iran perang lagi. Saya tidak akan mencoba memprediksi perang, bukan bidang saya, tetapi selama perang jika Minyak tidak naik maka Bitcoin belum akan koreksi. Kira-kira begini candle hari Jumat:

Wah mentok lagi. Hahaha nanti hari Jumat akan daya update lagi.

Kesimpulannya Minggu depan akan naik altcoin yang kita nantikan

Terimakasih sudah membaca. Saya tak bosan mengingatkan bahwa tulisan ini hanyalah karang pribadi saya, unsur kebenarannya sedikit dan unsur kesalahannya dominan. Sehingga menjadikan saya sebagai acuan jual beli adalah salah, karena sudah pasti rugi dan sangkut.

Tetaplah beriman dan jangan percaya saya, percayalah hanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa menggerakan Dunia yang dibaca Candle. Sudah pada dewasa, tak perlu saya katakan DYOR, NFA, TY DLL

Artikel analisa tren Bitcoin (BTC) ini hasil kolaborasi Tokocrypto dengan Hoteliercrypto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Konsolidasi, Rekor Baru Juli Tetap Terbuka

Bitcoin mungkin akan memasuki fase konsolidasi jangka pendek setelah reli besar yang mendorongnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di level $122.884 pada awal pekan ini. Namun, peluang untuk mencetak rekor baru pada akhir Juli tetap terbuka, menurut Michael Harvey, Head of Franchise Trading di Galaxy Digital.

Dalam wawancaranya dengan Cointelegraph, Harvey menyebutkan bahwa fase jeda saat ini merupakan hal yang wajar setelah lonjakan harga signifikan. “Konsolidasi di sekitar harga saat ini adalah skenario dasar saya mengingat reli besar dan ATH baru,” ujarnya.

Optimisme: Kenaikan Bertahap hingga Akhir Bulan

Dilaporkan Cointelegraph, Harvey memproyeksikan bahwa skenario terbaik untuk Bitcoin dalam jangka pendek adalah kenaikan harga yang lambat namun berkelanjutan. “Saya pikir skenario terbaik harga BTC hingga akhir bulan adalah pencairan yang lambat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa untuk mencetak ATH baru di akhir Juli, dibutuhkan arus masuk yang konsisten ke produk ETF Bitcoin spot berbasis AS, akumulasi yang berkelanjutan dari perusahaan-perusahaan yang menyimpan BTC sebagai aset perbendaharaan, serta lonjakan permintaan dari investor ritel.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 19 Juli 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Bitcoin Tertahan Aksi Whale, Akankah Rekor Tertinggi Terwujud?

Beberapa indikator menunjukkan peningkatan minat investor. ETF Bitcoin spot mencatat arus masuk positif dalam beberapa hari terakhir, dan aplikasi Coinbase bahkan melonjak ke posisi ke-137 di App Store AS—yang bisa menjadi tanda bahwa minat ritel mulai tumbuh. Meski demikian, pencarian Google untuk kata kunci “Bitcoin” masih relatif rendah, menandakan bahwa permintaan ritel secara luas belum benar-benar pulih.

Skenario Bearish: Koreksi hingga di Bawah $110.000

Di sisi lain, Harvey juga menyoroti potensi risiko koreksi harga. Menurutnya, dalam skenario bearish, Bitcoin bisa terkoreksi hingga 5–10% dan turun ke bawah level $110.000. Koreksi ini dapat dipicu oleh aksi ambil untung atau melemahnya pasar ekuitas secara keseluruhan.

“Bear case adalah pergerakan risk-off yang didorong oleh aksi ambil untung dan/atau pelemahan pasar ekuitas,” ujarnya.

Proyeksi Jangka Menengah: Potensi Puncak Siklus di Oktober

Sebelumnya, analis Rekt Capital juga memperingatkan bahwa fase ekspansi harga dalam siklus Bitcoin saat ini mungkin hanya tersisa beberapa bulan. Jika mengikuti pola tahun 2020, puncak harga diperkirakan akan terjadi pada Oktober 2025, yakni sekitar 550 hari pasca-halving April lalu.

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $118.098, turun dari rekor tertingginya awal pekan ini. Dengan berbagai faktor teknikal dan fundamental yang terus berkembang, pasar kini menanti apakah Bitcoin akan kembali menguji rekor tertingginya atau justru memasuki fase koreksi yang lebih dalam.

Baca juga: Tren Bitcoin 21-25 Juli 2025: Bitcoin Masih ATH Lagi Oyyy


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com