Tag Archives: budget a

Jadi Patung Tertinggi Keempat di Dunia, Begini Sejarah Pembangunan Patung GWK



Badung

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) cukup berliku. Seperti apa ya?

Patung GWK di GW K Cultural Park, Badung, Bali memiliki tinggi 122 meter. Patung itu tepatnya berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Menjadi maskot Pulau Dewata, GWK dibangun di lahan kapur seluas 60 hektar, dengan tinggi 122 meter dan berat 4.000 ton. Kini patung GWK sudah menduduki posisi keempat sebagai patung tertinggi di dunia.


Sejarah Pembangunan Patung GWK

Pendirian patung GWK mulai dikonsepsi tahun 1989. Kala itu, Joop Ave yang pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Pariwisata RI menginisiasikan pembangunan patung setinggi 5 meter di Bandara Ngurah Rai. Guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Pada tahun 1990, diputuskan pembangunan patung dilakukan di luar bandara, dengan menggandeng seniman Bali bernama I Nyoman Nuarta. Dipilihlah lahan bekas penambangan kapur di daerah Ungasan. Dengan dukungan Ida Bagus Mantra dan melibatkan Ida Bagus Oka serta Ida Bagus Sudjana.

“Mulanya GWK ini digagas oleh Bapak Joop Ave. Menurutnya Indonesia harus memiliki sesuatu yang ikonik dan menarik banyak wisatawan. Tahun 1990, Bapak Joop Ave menggandeng Bapak I Nyoman Nuarta untuk menggagas ikon GWK,” kata Operation Director GWK Stefanus Yonathan Astayasa.

Tahun 1993, Presiden Soeharto merestui pembangunan proyek ini. Akhirnya fase perencanaan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dimulai. Pembangunan pun mengalami kendala akibat adanya krisis moneter tahun 1998. Pembangunan terhenti selama 16 tahun.

Muncul secercah harapan untuk melanjutkan pembangunan GWK. Tahun 2012, PT Alam Sutera Realty Tbk berkomitmen untuk melanjutkan proyek mahakarya Indonesia. Upacara Ngeruak dan Mendem Pedagingan dilakukan guna mengawali proses pembangunan.

“Tahun 2010 diadakan GWK Expo, dan Alam Sutera hadir di GWK Expo ini. Tahun 2012 akhirnya Alam Sutera berkomitmen untuk membangun patung GWK hingga selesai,” ujar Stefanus.

Pada 23 Agustus 2013, dilakukan peletakan batu pertama. Proses pekerjaan pun dimulai dengan membangun pondasi rakit seluas 7.154,41 meter persegi. Tahun 2018, mahkota Dewa Wisnu sudah dipasang, seiring dengan dilakukannya upacara Pasupati. Upacara Melaspas pun dilakukan guna menandai berakhirnya proyek pembangunan patung GWK.

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana

Pada 22 September 2018, peresmian patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sekaligus sebagai persembahan peringatan HUT ke-73 RI. Dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pejabat penting negara.

Kini, patung GWK sudah terkenal sebagai ikon Pulau Bali. Patung GWK dengan tinggi 122 meter menjadi patung tertinggi keempat, setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Myanmar (130 meter).

Sudah tau kan sejarah patung GWK? Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali. Jadi, jangan lupa berkunjung untuk menyaksikan megahnya patung GWK ya!

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com

Ikut Workshop Batik Lukis di Batik Seno Painting, Yuk!


Yogyakarta

Traveler bisa menjajal membatik di Batik Seno Painting. Seru dan menegangkan, tetapi juga menyenangkan dan menenangkan!

Tidak melulu wisata alam, Jogja juga menggaet wisatawan dengan budayanya yang kental. Salah satunya adalah batik.

Batik biasanya dikenal dalam wujud fashion atau pakaian. Namun, ternyata ada satu produk unik yang masih jarang orang ketahui yaitu lukisan batik.


Batik Seno berdiri sebagai galeri batik lukis terbesar di Jogja sejak tahun 1979. Kini, mereka telah berkiprah sebagai rumah produksi bagi belasan pelukis batik sekaligus galeri seni yang bisa dikunjungi oleh wisatawan.

“Membatik itu bukan sekadar melukis atau menggambar, tapi tentang ketenangan hati dan pikiran. Jadi kalau membatik harus benar-benar rileks, harus sabar, santai, fokus. Kalau dalam kondisi emosi misal sedang marah atau terlalu senang, biasanya tidak akan berhasil. Itu akan mempengaruhi konsistensi garis. Makanya orang membatik cenderung diam,” kata Melinda, pemilik Batik Seno, saat ditemui detikTravel di galerinya.

Filosofi tersebut yang akhirnya membawa Melinda membuka adanya kelas workshop bagi wisatawan yang berminat belajar langsung. Selain melestarikan budaya bangsa, Melinda ingin mengajak wisatawan mencari ketenangan batin lewat seni lukis batik.

Melinda juga berharap melalui workshop pembeli semakin paham value yang dimiliki oleh batik. Alasan mengapa harga batik cenderung mahal akan terjawab melalui setiap proses yang dilalui. Dari situ akhirnya wisatawan lebih menghargai batik sebagai warisan budaya Indonesia.

Berlokasi di Mantrijeron MJ 3/ 801, Kota Yogyakarta, Batik Seno dekat dengan kampung turis Prawirotaman. Menuju lokasi ini sangat mudah, dari Stasiun Tugu hanya butuh waktu sekitar 15 menit perjalanan dengan motor.

“Tamu yang datang tidak ditarik HTM, kami jelaskan, tidak beli juga tidak apa-apa. Cuma kalau untuk rombongan sekolah kami agak membatasi, terutama untuk musim ramai, karena ga cukup tempatnya,” kata Melinda.

Workshop batik lukis di Batik Seno Painting, YogyakartaWorkshop batik lukis di Batik Seno Painting, Yogyakarta. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Tidak perlu takut dan sungkan jika hanya ingin berkunjung dan melihat secara langsung proses produksi batik lukis. Namun, sangat disayangkan bukan jika tidak merasakan langsung pengalaman mencipta karya lukis batik milik sendiri?

“Untuk workshop mulai 75k-300k. Tapi tidak harus diselesaikan dalam sehari, bisa berangsur. Harganya sama untuk penyelesaian sehari, tiga hari, bahkan sebulan,” kata Melinda

Workshop batik lukis di Batik Seno terbuka untuk umum di hari Senin hingga Sabtu, dan membutuhkan reservasi jika ingin datang di Hari Minggu. Harga workshop mulai dari Rp 75.000 hingga Rp 300.000 dengan penawaran gratis kain lukis, properti membatik, juga minuman.

Berikut daftar paket lengkap Batik Workshop di batik Seno Painting :

Short Batik Workshop

Paket ini menawarkan kelas membatik singkat untuk lukisan batik dengan ukuran kain 25×25 cm dan satu kali proses pewarnaan dengan harga Rp 75.000 per orang.

Wisatawan dapat hadir pada jam 09.00 hingga 15.00. Menurut Melinda, proses membatik setiap orang memerlukan waktu yang berbeda, sehingga tidak ada patokan waktu pengerjaannya. Namun umumnya kelas ini membutuhkan waktu sekitar satu sampai 2 jam pengerjaan.

Batik Coloring For Kids

Menawarkan kelas untuk anak belajar melukis batik, paket ini sudah termasuk kain batik lukis ukuran 30×30 cm, pola desain, peralatan membatik, hingga minuman, dengan harga Rp 100.000 per orang. Jam kunjungan masih sama, dan pengunjung diharapkan datang sebelum pukul 13.30 WIB.

Batik Workshop Small Size

Sama seperti short class sebelumnya, paket ini menyediakan kelas membatik dengan kain batik ukuran 30×30 cm dan 2 kali proses pewarnaan dengan harga Rp 200.000 per orang. Sudah gratis minuman, pengunjung akan dibatasi maksimal 10 orang setiap sesinya. Proses ini umumnya memakan waktu 2 sampai 3 jam pengerjaan.

Full Proccess Batik Workshop

Paket ini merupakan penawaran terbesar dengan harga Rp 300.000 per orang. Pengunjung akan mendapatkan kain batik lukis ukuran 45×50 cm dengan 3 kali proses pewarnaan. Tidak perlu takut tidak mampu menyelesaikannya dalam sehari, traveler bisa datang kapanpun saat luang hingga lukisannya selesai dibuat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cara Pesan Tiket SKORZ, Wisata Sportainment Paling Populer di Jakarta 2024



Jakarta

SKORZ, arena sportainment terbaru yang sangat dinantikan, resmi dibuka untuk umum sejak tanggal 10 Desember 2023. Terletak di FX Sudirman Level 3, SKORZ menawarkan kesempatan olahraga sambil bermain dalam bangunan dengan luas lebih dari 2.000 meter persegi.

Tempat ini memiliki 15 wahana yang seru dan menantang, kafe yang nyaman, serta ruang pesta eksklusif. Cukup membayar mulai dari Rp 200.000, kamu bisa mencoba seluruh wahana yang ada di SKORZ.

SKORZ menjadi destinasi one-stop untuk berolahraga dan rekreasi yang sangat lengkap. SKORZ dirancang sebagai arena bermain remaja dan dewasa dengan tinggi badan minimal 120 cm.


Sebagai destinasi favorit bagi para penggemar olahraga dan petualang, SKORZ menawarkan fasilitas olahraga mutakhir seperti lapangan basket, lapangan futsal, pickle ball, dan snooker ball. Selain itu, zona petualangan dengan jalur rintangan menantang seperti Ninja Flame, Wall Climbing, dan Trampoline akan meningkatkan tingkat adrenalin kamu.

Bahkan, kamu juga bisa mencoba berbagai permainan virtual dan arena baru laser tag yang menarik. Selain itu, kamu juga dapat mencoba keseruan di area hiburan khusus yang meliputi mini golf, karaoke, dan dance challenge yang menghibur segala usia.

Merasa lapar di tengah serunya bermain? SKORZ Cafe menyediakan berbagai pilihan lezat mulai dari masakan gourmet hingga camilan klasik untuk memuaskan selera kamu.

Dengan 14 permainan seru mulai dari yang penuh tantangan seperti Ninja Flame dan climbing hingga yang cocok untuk keluarga seperti mini golf, serta berbagai lapangan olahraga lainnya seperti futsal, basket ball, dan snooker football, SKORZ mendorong gaya hidup aktif dengan lebih menyenangkan.

Cara Pemesanan Tiket

Tertarik untuk bermain di SKORZ? Berikut cara pemesanan tiket SKORZ melalui detikEvent:

  • Kunjungi laman detikEvent atau klik di sini.
  • Klik “Pesan Tiket”.
  • Pilih jumlah tiket yang ingin dibeli.
  • Log in menggunakan akun MPC. Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu.
  • Selesaikan pemesanan dan lakukan pembayaran.

Segera pesan tiket kamu melalui detikEvent sekarang juga!

(ddn/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Speechless! Indahnya Bali dari Lantai 23 Patung Garuda Wisnu Kencana



Badung

Setelah melalui proses pembangunan selama 28 tahun, Patung Garuda Wisnu Kencana atau GWK diresmikan. Pengunjung diperkenankan masuk ke lantai 9 dan 23 dan bisa menatap Pulau Bali dari ketinggian.

Patung GWK boleh dibilang menjadi bangunan termegah di Pulau Dewata. Berlokasi di kawasan Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 22 September 2018.

Patung GWK memiliki tinggi sekitar 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung itu merupakan mahakarya dari seniman patung asal Bali, I Nyoman Nuarta.

Keindahan dan kemegahan Patung GWK biasanya dinikmati oleh pengunjung hanya dari luar saja. Menjadi lokasi favorit pengunjung untuk berfoto dan membuat video.

Namun, pengalaman tak berakhir di sana. Kini traveler berkesempatan untuk masuk ke patung setinggi 122 meter dan menikmati keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Naik ke lantai 9 dan lantai 23 adalah aktivitas eksklusif yang tak boleh traveler lewatkan.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

“Saat ini pengunjung yang datang sudah bisa masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Di dua lantai tersebut sudah banyak konten mengenaiGWK dan bisa diakses menggunakan lift,” kata Operation DirectorGWK Cultural ParkStefanusYonathanAstayasa.


Memasuki Patung GWK, traveler akan disambut dengan beberapa ogoh-ogoh mini yang dipajang di sisi kanan dan kiri. Untuk naik ke lantai 9 dan 23 traveler wajib menggunakan lift. Tak perlu khawatir, selama tour di dalam patung traveler akan ditemani oleh 1 orang pemandu.

Untuk masuk ke lantai 9 hanya bisa dibatasi maksimal 30 orang, karena ruangan yang sempit dan demi keselamatan pengunjung.

Nah, sesampainya di lantai 9, traveler akan disuguhkan berbagai konten menarik tentang proses pembangunan Patung GWK, mulai dari proses ground breaking hingga proses peresmian Patung GWK. Konten yang disajikan juga sangat interaktif, berupa video animasi hingga gambar 3 dimensi.

Di sini traveler juga akan melihat bagaimana rancangan bangunan dari patung GWK. Bahkan traveler juga bisa menemukan sampel kulit patung GWK dan merasakan teksturnya. Di ujung lorong, traveler juga akan menemukan TV kecil yang menyajikan video animasi tentang GWK Cultural Park.

Menuju ke lantai 23, traveler akan menggunakan lift berbahan tembus pandang. Dari dalam lift traveler bisa melihat bagaimana struktur dan rangka-rangka baja Patung GWK. Keren banget!

Setibanya di lantai 23, traveler akan dibuat semakin takjub dengan pemandangan yang disajikan. Terdapat banyak galeri pandang yang dapat traveler gunakan untuk melihat pemandangan Pulau Bali dari berbagai sisi. Galeri pandang ini berada di bagian sayap patung GWK.

Pemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di BaliPemandangan Bali dari lantai 23 Patung GWK di Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak hanya itu, di sini traveler akan menemukan beberapa lantai yang diganti dengan kaca, sehingga pengunjung bisa melihat berbagai rangka baja yang ada di dalam bangunan Patung GWK. Traveler juga bisa mengabadikan momen di dalam patung GWK dengan berfoto.

Jadi, tertarik untuk masuk ke dalam patung tertinggi keempat di dunia ini? Traveler bisa langsung memesan tiket ultimate seharga Rp 300.000/orang. Jangan lewatkan kesempatan istimewa ini ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jasmine Park, Pesona Lengkap Wisata Alam dan Cafe di Tengah Kota Tangerang


Jakarta

Jasmine Park menjadi rekomendasi wisata baru yang murah dan lengkap di Kota Tangerang. Tempat rekreasi ini mengadopsi cafe dan resto yang dilengkapi peternakan mini untuk belajar anak.

Sesuai dengan branding yang dibawa pada bioakun Instagramnya @jasmineparkind, Jasmine Park optimis untuk membawa pengunjung menikmati keindahan alam dan makanan lezat di tengah kota. Suasana alam yang ditawarkan pun tidak main-main mulai dari pepohonan rindang hingga kolam hijau yang memanjakan mata.

Disini anak-anak diajak untuk belajar lebih dekat dengan hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar. Tersedia berbagai paket edukasi yang dijamin menyenangkan untuk anak dan tidak membosankan bagi orang tua karena nyamannya fasilitas yang disediakan.


Jasmine Park: Tiket, Jam Buka, dan Rute

Dikutip dari salah satu laman travel, tempat wisata yang telah berjalan satu tahun ini terbilang sangat cukup murah. Bahkan pada awalnya mereka memberlakukan tiket gratis dan telah berubah per Januari 2024 kemarin.

1. Harga Tiket dan Jam Operasional

Jasmine Park buka setiap hari sejak pukul 09.00 WIB-19.00 WIB dengan harga tiket sebagai berikut:

Tiket Masuk: Rp 20.000/orang (donasi makanan satwa)

Paket Field Trip A: Rp 45.000 (field trip, feeding, snack)

Paket Field Trip B: Rp 60.000 (field trip, feeding, bento rice)

Harga Buffet Paket Makanan Untuk Rombongan

  • Paket 1: Rp 65.000/ orang
  • Paket 2: Rp 75.000/ orang
  • Paket 3: Rp 120.000/ orang
  • Paket 4: Rp 155.000/orang.

Rute Lokasi

Jasmine Park terletak di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Terletak 35 km dari pusat Kota Jakarta, Jasmine Park cocok menjadi pilihan liburan keluarga. Hanya dalam waktu 1,5 jam, detikers dapat menikmati wisata alam yang menyenangkan.

Tidak perlu takut apabila wisatawan datang menggunakan kendaraan umum, sebab destinasi ini dapat diakses dengan KRL. Jika dari arah Jakarta, silahkan naik KRL Stasiun Tanah Abang tujuan Rangkasbitung dan turun di stasiun Cicayur. Perjalanan akan lebih cepat dan hemat dengan menggunakan ojek online selama kurang lebih 5 menit.

Selain itu, di sekitar Jasmine Park juga terdapat beberapa destinasi wisata alam dan edukasi lain yaitu.

  • Akaruku Hydro Farm & Cafe
  • Danau Jabon Cisauk Tangerang
  • Jabon Drop Zone (Taman Bersepeda).

Daya Tarik dan Fasilitas Jasmine Park

Jasmine Park sebagai wisata edukasi dan alam memberikan wilayah yang luas dan lapang bagi flora dan fauna sekitar 3 hektar. Namun tidak perlu takut jika terkena panas terik matahari, sebab terdapat pilihan arena indoor maupun outdoor yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Daya tarik utama yang pasti diberikan oleh wisata di Cisauk ini yaitu keindahan alamnya. Sebagai warga kota yang minim dengan daerah lapang dan hijau, destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung dengan daya tarik yang dimilikinya yaitu.

Daya Tarik Wisata Jasmine Park

1. Taman Indah dan Sejuk

Di sepanjang lokasi wisata, detikers akan dimanjakan dengan tanaman hijau yang tertata rapi dari ujung ke ujung. Pengunjung akan diajak untuk melewati jalan setapak yang menyejukkan di tengah kawasan industri gersang di Tangerang.

Sisi kanan dan kiri dipenuhi oleh tanaman hias dan pohon yang banyak dihinggapi burung berwarna-warni. Untuk masuk ke area taman, wisatawan akan melewati jembatan dengan dekorasi menarik yang cocok untuk spot foto pribadi maupun bersama keluarga.

2. Taman Hewan Mini

Di bawah jembatan menuju taman, terdapat kebun binatang mini yang mengoleksi beberapa jenis unggas, reptil, maupun mamalia. Hewan-hewan tersebut diantaranya yaitu merak, aneka unggas, kura-kura, iguana, landak, rakun, hingga spesies albino dari rakun dan merak.

Keseluruhan hewan tersebut cukup jinak dan selalu diawasi oleh para penjaga. Anak-anak diperbolehkan berinteraksi dan memberi makan berdasarkan paket yang dibeli sebelumnya.

3. Kafe dan Restoran

Wisata utama yang menjadi daya tarik Jasmine Park adalah pada fasilitas lengkap kulinernya. Setelah melewati jembatan penghubung taman, detikers akan menemui cafe dan restoran berikut di sektor indoor maupun outdoor.

Meskipun hanya sekelas fasilitas di taman rekreasi, makanan yang disajikan disini sangat beragam. Mulai dari menu lokal, western, hingga Asia dapat dinikmati mulai dari harga 13 ribuan saja lengkap dengan berbagai pilihan coffee hingga dessert.

Pemandangan cafe dan restoran ini tidak kalah indah karena menghadap hamparan hijau dan kolam luas yang asri dan menyejukkan pikiran dari padatnya aktivitas sehari-hari.

Fasilitas Yang Tersedia

  • Area Parkir
  • Mushola
  • Cafe dan Restoran
  • Taman Hewan
  • Spot Foto.

Aktivitas Menarik di Jasmine Park

Sebagai bentuk perlindungan ekstra pada kesehatan hewan di dalamnya, para pengunjung dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Detikers dapat melakukan berbagai aktivitas menarik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Jasmine Park yaitu:

  • Memberi makan hewan.
  • Menanam pohon bersama.
  • Berfoto dan selfie ria dengan hewan.
  • Berjalan kaki dan merilekskan pikiran.
  • Makan dan minum dengan view menyegarkan yaitu taman hijau.

Demikian informasi lengkap mengenai taman rekreasi dan kuliner di Cisauk yaitu Jasmine Park. Pastikan untuk menggunakan alas kaki dan pakaian yang nyaman karena area wisata yang sangat luas. Detikers juga bisa mempersiapkan payung sebagai antisipasi apabila terjadi hujan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

GWK Cultural Park Punya 15 Pertunjukan Seni, Yuk Catat Jadwalnya!



Badung

Selain kemegahan patung-patung raksasa, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park juga menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya Bali. Sebanyak 15 pertunjukan khas Bali dijamin bikin terpesona. Yuk catat jadwalnya, jangan sampai ketinggalan!

GWK Cultural Park boleh dibilang sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali dan menjelma dalam berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park memiliki 15 pertunjukan yang spektakuler dan kental akan seni budaya Bali.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menjelaskan terdapat 15 pertunjukan dengan mengangkat berbagai seni dan budaya Bali. Lokasinya pun beragam, ada di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu.

“Di sini kita punya Amphitheater dengan kapasitas 800 orang untuk menyuguhkan tarian-tarian khas Bali. Jadi pengunjung yang datang nggak Cuma lihat patung saja, tapi bisa menyaksikan kesenian pali yang spektakuler,” ujar Stefanus.

Pertunjukan kesenian Bali ada setiap hari dan setiap jam, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA.

Pada jam 11.00 WITA pertunjukan pertama dilakukan di Amphitheater, traveler bisa menyaksikan tiga pertunjukan tarian khas Bali. Ada tari Sekar Jepun, tari Kebyar Duduk, dan Topeng Kenyem Manis.

Pada jam 12.00 WITA, di lokasi yang sama, yaitu Amphitheater traveler bisa menyaksikan kembali beberapa tarian khas Bali. Seperti tari Jauk Keras, tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Kebyar Duduk.

Jam 13.00 WITA, di Amphitheater traveler bisa menyaksikan dua tarian, yaitu tari Sekar Jepun dan tari Jauk Manis. Pukul 14.00 WITA terdapat dua pementasan tarian di Amphitheater, yaitu tari Topeng Monyer dan tari Jauk Manis.

Pertunjukan terakhir di Amphitheater yaitu pada pukul 15.00 WITA terdapat dua pertunjukan, yaitu tari Oleg Tamulilingan dan tari Barong Bojog. Uniknya di akhir setiap pertunjukan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para penari.

Beralih ke lokasi kedua, yaitu Plaza Wisnu. Pada pukul 16.00 WITA, traveler bisa menyaksikan Parade Budaya Bali dengan tajuk The Balinese Ritus. Balinese Ritus adalah sebuah pertunjukan parade yang dikemas dalam bentuk kreasi tari yang menampilkan tata cara keagamaan yang ada di Bali.

Lokasi terakhir adalah Lotus Pond. Di sini traveler bisa menyaksikan dua pertunjukan, yaitu Joged Bumbung pada pukul 17.00 WITA dan tari Kecak pada pukul 18.00 WITA.

Tari Joged Bumbung menampilkan dua penari yang menari secara bergantian. Tarian ini juga nantinya akan mengajak para pengunjung untuk “ngibing” atau menari bersama dengan berpasang-pasangan.

Penutup dari pertunjukan seni di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak yang mengisahkan tentang cerita Sang Garuda mencari Tirta Amerta sebagai ganti kebebasan Sang Ibu, Dewi Winata.

Sembari menonton tari Kecak, traveler juga akan ditemani dengan keindahan matahari yang sudah mulai terbenam di ufuk barat. Cantik banget deh!


Tak perlu khawatir, untuk menyaksikan semua pertunjukan seni di atas traveler tidak akan dikenakan biaya tambahan, cukup hanya membayar biaya tiket masuk. Tiket masuk mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semakin penasaran dengan spektakulernya pertunjukan seni di GWK Cultural Park, yuk pesan tiketnya dan liburan kemudian. Dijamin liburanmu akan semakin berkesan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ayo Merapat! Yang Kepo Budaya Betawi, ke Setu Babakan Saja



Jakarta

Pengetahuan tentang asal muasal suatu harus diketahui, terlebih tentang identitas diri, suku, budaya, dan bangsa. Upaya untuk menjelaskan silsilah itu salah satunya melalui media hiburan dan objek wisata sebagai pengantarnya, contohnya di Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Berada di kawasan Setu Babakan, area ini menjadi kawasan yang sejak lama dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Agar kelestarian budaya Betawi tetap terjaga, tempat ini sekaligus menjadi sarana edukasi terkait kesejarahan Betawi.

Objek wisata Setu Babakan ditetapkan menjadi tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Dari situs resmi Setu Babakan, objek wisata ini terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dengan luas sekitar 289 hektar dan batas fisik sebelah utara berada di Jl. Mochammad Kahfi II dengan Jl. Desa Putra (Jl. H.Pangkat).


Kemudian, untuk batas timur berada di Jl. Desa Putra (Jl. H. Pangkat), Jl. Pratama (Mangga Bolong Timur), dan Jl. Lapangan Merah. Untuk batas bagian selatannya berada di batas wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok serta untuk batas barat ada di Jl. Mochammad Kahfi II.

Setu Babakan diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2004, revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta dan dikelola bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Untuk memudahkan pengunjung dalam memahami budaya dan sejarah Betawi, kawasan objek wisata ini dibagi menjadi lima zona. Pertama Zona Embrio, ini merupakan tempat penjelasan tentang cikal bakal PBB dan sebagai area latihan seni dan budaya.

Lalu, Zona A yang merupakan area pelestarian dan pengembangan serta tempat pagelaran seni Budaya Betawi. Zona B sebagai tempat untuk menjajal kuliner khas Betawi, Zona C merupakan area di mana terdapat replika perkampungan Betawi, dan Zona pengembangan sarana dan prasarana.

Untuk lebih jelas dan lebih mengenal sejarah dan budaya Betawi, kamu tinggal datang ke area ini dan langsung arahkan tujuan ke area museum yang terletak tidak jauh dari gerbang utama (baru). Di sana kamu nggak perlu bayar, hanya cukup registrasi.

Setelah itu, traveler bisa bertanya-tanya kepada petugas yang berada di sana atau bisa bergabung dengan kelompok atau komunitas jalan-jalan, seperti Jakarta Good Guide.

Di Setu Babakan, ada pemandu yang bertugas untuk mendampingi pengunjung mengenai keseluruhan rangkaian dan dijelaskan satu per satu terkait sejarah dan budaya Betawi. Dalam kesempatan ini, detikTravel dipandu oleh guide bernama Pampam.

Ia menjelaskan mulai dari sejarah penamaan Betawi hingga ada tanaman dan pepohonan apa saja yang berada di kawasan Setu Babakan ini.

‘Saya Anak Betawi’

Untuk sejarah penamaan Betawi pun ia menerangkan dari berbagai versi, mulai dari versi yang menyebut kalau penamaan Betawi berasal dari tanam bunga yakni Guling Betawi (Cassia glauca) dan juga versi yang menyebut asalnya imbas dari Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.

Pampam juga menerangkan siapa orang pertama yang pertama kali mempopulerkan kata Betawi, orang tersebut adalah Muhammad Husni Thamrin.

“Dan yang pertama kali mengatakan Betawi (dengan kalimat) ‘saya anak Betawi’ adalah M.H Thamrin ketika dalam sebuah sidang Volksraad di (gedung) Dewan Kota Hindia-Belanda yang sekarang tempatnya menjadi Gedung Pancasila,” kata Pampam.

Setelah asyik dengan penjelasan terkait sejarah Betawi, sesekali ia memberikan pertanyaan tentang pepohonan yang ada di area taman. Di kawasan tersebut terdapat beberapa pohon yang sudah asing terlihat, seperti pohon kemang, jamblang putih, dan pohon buah kecapi.

Di area dalam museum juga dipadati oleh anak-anak sekolah yang tengah berkunjung ke sini. Sehabis diajak mengenal sejarah, budaya, dan rumah adat Betawi, Pampam mengajak peserta walking tour untuk menuju area kuliner khas Betawi.

Di sana terdapat beberapa makanan seperti es selendang mayang, gado-gado, laksa, hingga kerak telor. Untuk harga yang ditawarkan oleh pedagangnya pun masih ramah di kantong. Satu es selendang mayang hanya dihargai Rp 10.000, cukup pas untuk meredakan panas Jakarta di siang hari.

Dilanjut dengan berjalan di perkampungan belakang kawasan ini, masih terdapat banyak rumah-rumah yang tidak melupakan ciri khas Rumah Betawi. Di perkampungan ini juga terdapat sentra pembuatan ondel-ondel, dan juga makanan Dodol Betawi.

Salah satu Dodol Betawi yang sudah kesohor adalah Dodol Betawi Nyak Mai, yang telah berdiri sejak lama. Kini usaha Dodol Betawi ini diteruskan oleh anak bungsu Nyak Mai yaitu Ibu Juwani. Dan, untuk penghujung rute Setu Babakan ini tentunya adalah danau.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Jam Buka Taman Aviary Ibarbo Park Jogja



Yogyakarta

Ibarbo Park di Yogyakarta menonjolkan taman aviari sebagai spot wisata. Berikut harga tiket dan jam operasional, serta spot wisata yang dimiliki.

Dengan puluhan satwa yang ada di dalamnya, Ibarbo Park menjadi destinasi pas bagi para traveler yang ingin berinteraksi langsung dengan satwa. Di sana traveler dapat menyaksikan langsung pertunjukan spekta animal yang menampilkan para satwa yang telah dilatih khusus.

Pengelola mengunggulkan taman aviari atau kandang besar untuk burung untuk menarik minat pengunjung. Di sini juga tersedia playground, restoran, dan pusat oleh-oleh.


Berikut tentang Ibarbo Park Jogja:

Daya Tarik Ibarbo Park

1. Pertunjukan Spekta Animal

Setiap sore tepatnya pukul 15.00 WIB akan ditampilkan pertunjukan para satwa yang telah dilatih khusus oleh instrukturnya. Terlihat beberapa hewan seperti berang-berang, burung Kakak Tua, musang, dan burung lainnya menampilkan atraksinya.

2. Ibarbo Aviary

Berinteraksi dengan burung khususnya bagi anak-anak yang berani mengulurkan tangannya sebagai tempat bertengger beberapa jenis burung seperti burung kakak tua. Ibarbo menyajikan ratusan jenis burung yang dapat dengan bebas disaksikan oleh pengunjung serta sejumlah spot foto estetik.

3. Mini Zoo

Tidak hanya burung, ada pula hewan lain seperti kelinci, rusa, monyet, hingga kura-kura yang bisa disaksikan di Ibarbo Park. Pengunjung dapat dengan bebas melihatnya.

4. Restoran

Puas melihat satwa, traveler dapat beristirahat sebentar sambil menyantap makanan di area resto. Di sini dapat ditemukan beberapa menu seperti tongseng, mie goreng, ayam rempah, dan lainnya. Areanya yang luas diklaim mampu menampung hingga 1000 orang.

5. Area Playground

Selain berinteraksi dengan satwa, Ibarbo Park juga menyediakan area bermain bagi anak-anak. Terdapat wahana mandi bola yang terdapat di dalam area restonya dengan membeli tiket terusan.

6. Pusat Oleh-Oleh

Kurang lengkap rasanya jika berlibur tidak membawa serta buah tangan. Di Ibarbo tersedia toko oleh-oleh dengan pilihan beragam yang menawarkan oleh-oleh khas Jogja. Seperti kain batik, bakpia, hingga kerajinan cinderamata.

Jam Operasional Ibarbo Park

Buka Setiap hari dengan dua jenis jam operasional, yaitu
Mini zoo 09.00-18.00
Toko Oleh-oleh 09.00-22.00 WIB

Lokasi

Jika ditempuh dari Stasiun Tugu Yogyakarta membutuhkan waktu sekitar 30 menit perjalanan melewati Jalan Ring Road Utara. Lokasi tepatnya ada di Jalan Magelang No.Km 14, Jetis, Caturharjo, Kec. Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Harga Tiket

Harga Tiket masuk Ibarbo Park ada di Rp 30.000 dengan biaya parkir mulai dari Rp 2.000 hingga Rp 5.000

Berikut rincian harga untuk tiket wahana lainnya
Wahana Kereta Rp 15.000
Pakan Hewan Rp 10.000
Mandi Bola Rp 30.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Keajaiban Plaza Kura-Kura, Punya Kolam yang Konon Bisa Kabulkan Permintaan



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park memiliki taman mungil nan unik, Plaza Kura-kura. Di sini terdapat batu unik seperti kura-kura.

Di Plaza Kura-Kura, sesuai dengan namanya, traveler akan menemukan banyak pahatan patung kura-kura di dinding kapur. Nuansanya sangat Bali.

Saat datang, traveler akan disambut dengan tangga dihiasi patung Naga Anantashesa. Terdapat sosok Dewi Laksmi, dewi kemakmuran, kesuburan, dan kedamaian, berdiri dengan anggun di ujung kolam, seolah-olah mengucapkan selamat datang.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menceritakan asal usul nama Plaza Kura-Kura. Konon terdapat sebuah batu unik yang berbentuk menyerupai kura-kura, akhirnya dibuatkan sebuah area bernama Plaza Kura-Kura.

“Dulu di daerah plaza kura-kura ada sebuah batu yang menyerupai kura-kura. Jadi oleh pengelola yang lama, karena ada batu unik itu akhirnya dibuatlah area dengan nama Plaza Kura-Kura,” kata Stefanus dalam perbincangan dengan detikTravel.


Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali Foto: Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom

Ternyata hewan kura-kura juga memiliki hubungan dengan Dewa Wisnu. Stefanus menyebut kura-kura merupakan salah satu bentuk awatara (jelmaan) dari Dewa Wisnu, bernama Kurma Awatara.

Selain itu, di Plaza Kura-Kura traveler juga akan menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi yang anggun nan cantik. Menurut kepercayaan Hindu, Dewi Laksmi adalah ibu dari alam semesta sekaligus menjadi pasangan Dewa Wisnu.

Dewi Laksmi melambangkan sumber kebahagiaan dalam kehidupan keluarga, persahabatan, pernikahan, kekayaan, kesehatan, serta memberkahi dengan kehadiran anak-anak.

Keajaiban Plaza Kura-Kura tak berhenti di sana. Kolam yang menjadi tempat Dewi Laksmi ini dipercaya memiliki daya magis yang belum terungkap sepenuhnya. Konon para pengunjung bisa melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Plaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, BaliPlaza Kura-kura di GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Bukan cerita belaka, ternyata sosok patung Dewi Laksmi yang berada di tengah kolam juga menjadi saksi bisu dalam terkabulnya harapan pengunjung. Yohana, salah satu pengunjung asal Semarang tahun 2022 mengunjungi Plaza-Kura-Kura.

Mendengar kisah unik area Plaza Kura-Kura, dengan hati yang penuh harapan, Yohana melemparkan sebuah koin ke dalam kolam dan mengucapkan harapan dengan sungguh-sungguh, memohon untuk menemukan cinta sejatinya.

Setelah beberapa waktu, alam semesta pun menjawab permohonannya yang tulus. Dia menemukan belahan jiwanya hingga akhirnya melangkah ke pelaminan pada awal tahun 2024.

“Ada pengunjung yang bercerita. Kami mendapatkan informasi bahwa ada salah satu pengunjung yang beberapa waktu lalu datang ke GWK dan melempar koin di Plaza Kura-Kura sambil berdoa mengharapkan jodoh. Bahkan sekarang sampai ke tahap pernikahan,” kata Stefanus.

Sedang berlibur di GWK dan mampir ke Plaza Kura-Kura. Melempar koin jadi aktivitas wajib yang tak boleh dilewatkan. Pesan tiketmu sekarang, liburan kemudian!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Santai Dulu Ah… di Obelix Village



Sleman

Traveler yang ingin merasakan hawa pedesaan wajib memasukkan Obelix Village ke dalam bucket list liburan. Lokasinya yang jauh dari kebisingan jalan raya cocok sekali untuk healing.

Obelix Village terletak di Jalan Kenangan, Krandon, Kalurahan Pandowoharjo, Kapanewon Sleman, Yogyakarta. Lokasinya mudah ditemukan di Google Maps dengan akses jalan yang mulus. Traveler hanya membutuhkan waktu 30 menit jika berkendara dari Tugu Yogyakarta.

Konsep Obelix Village adalah wisata keluarga untuk edukasi anak-anak dikolaborasikan dengan pemandangan persawahan dan pedesaan di sekitarnya yang masih asri. Jika beruntung dengan cuaca cerah, traveler dapat melihat view Gunung Merapi secara jelas hingga puncaknya.


“Kami memilih Jogja karena Jogja adalah tempat yg sedang berkembang pariwisatanya. Dan kebetulan owner kami juga berada di Jogja,” kata Alan, Supervisor Obelix Village.

Obelix Village di Sleman, YogyakartaObelix Village di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Sejak diresmikan pada 15 Oktober 2022 lalu, Obelix Village telah menjadi destinasi favorit keluarga saat menghabiskan waktu liburannya. Di sini traveler dapat menemui area alami dan buatan yang dipadukan.

“Yang membedakan tempat kami dengan wisata lain adalah untuk spot foto kami tidak ada yg berbayar, dan nuansa nya masih natural pedesaan,” ujar Alan.

Mengusung konsep pedesaan, tentunya Obelix membutuhkan waktu sekitar satu tahun untuk merampungkan seluruh infrastrukturnya. Ditargetkan Obelix Village dapat dinikmati oleh keluarga dan anak-anak yang sedang berlibur di Jogja.

Cukup bermodal Rp 25.000, traveler sudah bisa menikmati setiap sudut yang ada di Obelix Villages tanpa adanya tiket terusan. Dengan luas lahan 4 hektar, terdapat berbagai area di Obelix Village, yakni restoran, kafe, flower garden, mini farm, little zoo, dan secret river deck.

Membaca buku sambil bersantai di Obelix Village bisa menjadi pilihan tatkala menginginkan suasana baru. Selain itu, traveler tidak akan kehabisan spot foto instagramable jika berkunjung kemari.

Obelix Village di Sleman, YogyakartaObelix Village di Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Jika bosan, traveler dapat mencoba kegiatan lain seperti menaiki kuda. Namun, ada syaratnya yaitu maksimal berat badan 30 kilogram dan harus sebelum jam 17.00.

“Untuk rencana pengembangan kemungkinan ada penambahan kolam renang atau villa,” Kata Alan

Selain untuk bersantai, Obelix Village juga cocok dijadikan sebagai venue pesta atau pernikahan dengan tema outdoor bak di taman. Traveler juga akan dimanjakan dengan makanan lezat di restoran yang ada di dalamnya, nih.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com