Tag Archives: budget a

Museum BI Punya Koleksi Uang Kuno, Kepoin Yuk!



Jakarta

Jika traveler sedang berlibur ke Jakarta, Kota Tua jadi salah satu destinasi primadona wisatawan. Di antara barisan bangunan tinggalan kolonial, ada satu bangunan estetik, bernama Museum Bank Indonesia. Yuk simak ada apa sih di Museum Bank Indonesia!

Jakarta memiliki sederet museum dengan berbagai macam barang bersejarah yang dipamerkan. Kawasan Kota Tua, Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah yang menyimpan banyak museum ciamik.

Di Kota Tua Jakarta, tersembunyi sebuah peninggalan bersejarah yang tak boleh dilewatkan. Bernama Museum Bank Indonesia. Bangunan kuno nan megah ini terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 3.

Tak hanya menyimpan kisah panjang perjalanan Bank Indonesia, museum yang satu ini juga memiliki desain interior yang terbilang menarik. Menggunakan teknologi modern untuk memberikan pengalaman berbeda yang memanjakan pengunjung.

Museum Bank IndonesiaMuseum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Masuk ke museum ini hanya perlu membayar mulai dari Rp 5.000/orang, namun jika membawa kartu pelajar atau kartu tanda mahasiswa, traveler tak dipungut biaya alias gratis. Sip untuk traveler pemburu destinasi wisata ramah di kantong.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah destinasi yang didirikan dengan tiga tujuan utama, sebagai ruang untuk menyampaikan kebijakan Bank Indonesia, tempat penyimpanan dan pemeliharaan benda-benda numismatik serta dokumen-dokumen bersejarah, pusat rekreasi literasi yang menggabungkan hiburan dengan pendidikan.

Museum Bank Indonesia menghadirkan ragam koleksi yang memukau. Mulai dari uang-uang kuno zaman kerajaan Hindu-Buddha, masa kejayaan Islam, hingga zaman kolonial, serta koleksi uang Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga saat ini.

Traveler juga akan diajak menelusuri evolusi logo Bank Indonesia serta melihat keindahan emas dalam bentuk mata uang. Tak hanya itu, museum ini juga menjadi saksi bisu perjalanan panjang dunia perbankan Indonesia.


Museum Bank IndonesiaKoleksi uang dari masa ke masa di Museum Bank Indonesia (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Dari peran sentral Bank Indonesia sejak masa pra-kolonial hingga pendiriannya pada tahun 1953, serta kebijakan-kebijakan yang telah dijalankan, hingga aktivitas perbankan pada masa penjajahan.

Tak hanya menarik dari segi koleksinya, penyajian di Museum Bank Indonesia juga dikemas dengan modern dan interaktif. Menggunakan teknologi canggih seperti layar elektronik, panel interaktif, dan televisi plasma, museum ini memberikan pengalaman yang mengesankan bagi setiap pengunjung.

Bagi traveler yang ingin berkunjung, Museum Bank Indonesia buka setiap hari, kecuali Senin dan hari libur nasional. Museum ini buka mulai pukul 08.00 hingga 15.30 WIB.

Lagi di Kota Tua dan bingung mau berlibur kemana? Museum Bank Indonesia jadi destinasi wajib bagi traveler pecinta sejarah dengan penyajian yang kekinian. Ramah di kantong pula!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Ciputat, Perpustakaan Kerucut Seperti Rumah Adat Wae Rebo



Ciputat

Bagi traveler yang sudah bosan dengan wisata sekitar Jakarta yang begitu-begitu saja, perpustakaan ini bisa jadi pilihan. Bukan perpustakaan biasa, perpustakaan ini mempunyai fasad bangunan yang unik dan koleksi bukunya beragam.

Perpustakaan itu bernama Pustaka Pahala. Dirancang langsung oleh sang pemilik yang merupakan pensiunan guru besar Arsitektur UI, Prof. Gunawan Tjahjono.

Perpustakaan itu memiliki bangunan berbentuk kerucut seperti rumah masyarakat adat di Wae Rebo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gunawan menyebut memang rumah adat itu yang menjadi inspirasinya untuk membangun perpustakaan tersebut.


Awalnya perpustakaan itu untuk menampung buku-buku yang dibacanya. Gunawan dan keluarga memang hobi membaca buku dan mengoleksi buku.

Hingga kemudian, pada 3 September 2023 diputuskan perpustakaan itu dibuka untuk umum dengan waktu operasional setiap hari Sabtu dan Minggu pukul 10.00 – 17.00 WIB.

Gunawan menjelaskan bahwa waktu operasional itu dipilih agar anak-anak, yang menjadi salah satu target utama perpustakaan itu, dapat memanfaatkan waktu libur untuk diisi dengan kegiatan bermanfaat seperti membaca buku.

“Diputuskan bukanya hanya pada hari Sabtu dan Minggu pertimbangannya adalah bahwa anak-anak yang sebagai sasaran utama itu kan sudah banyak PR di sekolah (saat hari kerja) jadi biar mereka pada hari Sabtu dan Minggu bisa mengisi waktu dengan baca buku dan masih bisa diantar orang tuanya,” kata Gunawan.

Tak perlu khawatir, terdapat lebih dari 5000 koleksi buku yang bervariasi baik fiksi dan non-fiksi sehingga semua kalangan dapat membaca buku di sini. Lantai 1 untuk menyimpan koleksi buku fiksi, buku anak-anak, dan novel. Kemudian, lantai 2 merupakan tempat koleksi buku non-fiksi, seperti buku filsafat, arsitektur, psikologi, seni, dan ekonomi.

Setelah mengisi buku kunjungan, pengunjung akan disambut ramah oleh pustakawan yang sedang bertugas. Masing-masing pengunjung akan dijelaskan terkait tata letak koleksi buku dan tata cara mengembalikan buku yang selesai dibaca.

Pengunjung juga diminta untuk mengganti alas kakinya dengan sandal khusus yang telah disediakan. Menurut Prof. Gunawan ini merupakan bagian dari pendidikan kedisiplinan dan keselamatan para pengunjung.

“Itu ada tangga (menuju lantai 2) yang pakai kawat, kalau nggak pakai sandal kakinya bisa terluka kalau tidak terbiasa. Ganti sepatu juga ada unsur pendidikannya, kalau anak-anak diajarin cuci tangan, ganti sepatu, dia akan mulai menjadi kebiasaan baik,” kata dia.

Satu kali dalam sebulan, Pustaka Pahala juga mengadakan kegiatan mendongeng bersama khusus anak-anak. Tempatnya yang unik membuat perpustakaan ini tak pernah sepi diburu pengunjung. Tak hanya pecinta buku, beberapa kreator konten juga terlihat mampir sambil mengabadikan sudut-sudut perpustakaan yang estetik ini.

Ilmi, salah satu pengunjung asal Sulawesi Selatan, sembari mendatangi acara di Jakarta ia sempatkan untuk mampir ke Pustaka Pahala. Ia merasa kagum dengan arsitektur perpustakaan yang tak seperti perpustakaan umumnya,

“Kebetulan lagi ada acara di Jakarta terus sekalian mau cari-cari perpus dan kebetulan saya lihat perpus ini desainnya unik kan, suka banget sih sama arsitekturnya, koleksinya juga lumayan lengkap,” kata Ilmi.

Pengunjung dapat datang ke Pustaka Pahala secara gratis tanpa perlu registrasi terlebih dahulu. Lokasinya berada Villa Gunung Lestari, Blok E3, Jl, Merbabu VI No.13, Ciputat, Tangsel. Untuk informasi terkini traveler bisa pantau Instagram resminya @pustakapahala.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Rindu Film Bumi Manusia, Cek Harga Tiket dan Daya Tarik Studio Alam Gamplong



Jakarta

Sering penasaran dengan lokasi syuting di film-film? Di Jogja ada satu kawasan unik yang khusus diperuntukkan sebagai setting film, loh. Namanya Studio Alam Gamplong milik sutradara ternama Hanung Bramantyo. Cek harga tiket masuk dan jam operasionalnya.

Jika Traveler pernah menonton Film Bumi Manusia, pasti tidak akan asing dengan wisata satu ini. Setting tempat rumah Annelies ternyata lokasinya ada di sini. Tanah seluas 2,3 hektar itu disulap menjadi kawasan fungsional untuk industri kreatif sekaligus pariwisata di Tanah Gamplong.

Penasaran dengan apa yang ada di dalamnya, simak daya tariknya berikut ini :

Daya Tarik Wahana

1. Kereta St. Soerabaja-Gambir

Merasakan vibes kembali ke masa lalu bak abad ke 16 traveler akan puas menaiki gerbong kereta ini. Bentuk keretanya unik, dengan panorama view terbuka yang bisa melihat sekelilingnya.


Dengan muatan maksimal 10 orang, kereta ini akan berjalan sekitar 300 meter menuju kawasan kota buatan di Studio Alam Gamplong. Interior di dalamnya full kayu menambah kesan vintagenya yang kental. Kalau kesini, wajib banget cobain naik keretanya.

2. Hasri Ainun Habibie

Rumah dengan gaya klasik nan hangat di Film Habibie Ainun itu dapat ditemukan di sini. Persis di dalamnya tersaji lengkap perabot rumah yang seolah menyeret traveler kembali ke masa lalu. Terdapat pula papan catur yang bisa dimainkan oleh traveler yang berkunjung ke rumah ini.

Di lantai dua, ada ruang kerja milik Ainun beserta kerangka tengkorak yang menjadi subjek penelitiannya sebagai seorang dokter. Dari lantai dua itu, travaler bisa melihat ke luar jendela pemandangan Studio Alam Gamplong yang luas membentang.

3. Galeri Antiques

Di samping rumah Habibie Ainun, ada Galeri Antiques. Untuk masuk ke dalamnya perlu melewati ruangan penuh rongsokan yang ditata unik. Kemudian menyusuri jalan untuk naik ke lantai dua nya. Dari lantai dua itu, terdapat satu ruangan dengan mikrofon berdiri di tengahnya. Dari situ traveler juga bisa lebih jelas melihat seluas mata memandang Studio Alam Gamplong.

Bergeser sebentar melewati jembatan layang, kemudian menuruni tangga, traveler akan melihat ruangan dengan konsep basement di sana. Bak ruang rahasia para komplotan di film film, ada banyak hal menarik di ruangan ini. Dengan cahaya remang-remangnya tersaji mulai dari piano klasik, meja billiard, panel tv, hingga ruangan semi penjara. Kira-kira film genre aksi mungkin akan cocok syuting di lokasi ini.

4. Rumah Annelies

Bumi Manusia lah gerbang pembuka kesuksesan Studio Alam Gamplong sebagai lokasi wisata. Rumah dua lantai berwarna hijau ini menjadi lokasi ikonik di film tersebut. Dengan sentuhan interior klasik khas Belanda, di dalamnya traveler seolah diseret masuk menyusul Minke dan Annelies yang sedang memperjuangkan cintanya.

Ada perpustakaan dengan tumpukan buku jaman dulu yang tersusun rapi di rak ruangan lantai dua. Terdapat pula meja makan besar, kamar, hingga balkon yang bisa dinikmati sambil duduk santai.

5. Komplek Horor

Buat traveler pecinta adu nyali, jangan lewatkan kawasan satu ini. Jika menyukai film Trinil, pasti tidak asing dengan setting tempat di dalamnya. Rumah hantu ini menawarkan sensasi rumah horor bak masuk ke dalam film-film. Bahkan ada satu film horor berjudul Kiblat yang syuting di sini dan belum tayang, loh.

Juga pemakaman yang menampilkan manusia gantung diri di ruangan terbuka. Tak sampai disitu, traveler harus melewati gua buatan mistis yang bikin bulu kuduk merinding. Masuk ke lokasi ini wajib rombongan ya, agar vibes menegangkannya lebih terasa.

6. Bangunan Tua

Jika kelima kawasan di atas perlu tiket terusan untuk masuk ke dalamnya, traveler juga masih bisa menikmati Studio Alam Gamplong secara gratis, loh. Di sini terdapat banyak bangunan tua dengan konsep kota jaman dulu. Ada warung kopi, hotel tua, toko buku, bioskop, bahkan kampung kumuh. Setiap jengkal dari kota ini sangat artistik dan sayang jika tidak berfoto-foto ria.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Studio Alam Gamplong buka setiap hari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya ada di Desa Wisata Gamplong, Dukuh Sumberrahayu, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Jaraknya cukup jauh dari pusat kota, butuh waktu sekitar 30 menit ke arah barat dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Letaknya yang ada di kawasan pedesaan, perlu memperhatikan dengan teliti arahan google maps dan penunjuk arah di jalan agar tidak tersesat.

Sebetulnya, memasuki kawasan Studio Alam Gamplong hanya dikenai biaya sukarela untuk perawatan dan parkir. Namun, jika traveler ingin memasuki wahana di dalamnya, ada tiket terusan yang harus dibeli dengan harga sebagai berikut :

Trem atau Kereta : Rp 10.000
Bumi Manusia (Rumah Annelies) : Rp 10.000
Habibie Ainun : Rp 10.000
Gallery Antiques : Rp 10.000
Kompleks Horor : Rp 10.000
Wahana All Access : Rp 45.000
Wahana Jeep : Weekdays Rp 150.000/ 4 orang, Peak Season Rp 200.000/ 4 orang

Mengingat fungsinya sebagai lokasi syuting, ada banyak hak cipta yang harus dilindungi di dalamnya. Traveler yang membawa kamera profesional harus membayar permid card sebesar Rp 10.000 dan penggunaan kamera drone seharga Rp 200.000

Bagi Traveler yang ingin berkegiatan khusus seperti prewedding, pemotretan yearbook, atau bahkan event wajib menghubungi admin terlebih dahulu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mampir Ke Obelix Village, Cek Harga Tiket Terbaru dan Lokasinya


Yogyakarta

Merasakan segarnya hawa pedesaan dipadu dengan fasilitas bersantai yang nyaman dapat traveler temukan di Obelix Village. Cek harga tiket dan jam operasional, serta lokasinya.

Obelix Village adalah salah satu destinasi wisata di Sleman yang menggabungkan unsur alam dan buatan. Lokasinya ada di tengah desa sehingga jauh dari bising kota.

Selain itu, keunggulan utama dari Obelix Village adalah tidak adanya tiket tambahan atau terusan jika traveler memasuki wisata ini. Cukup bayar sekali di awal masuk, dan traveler dapat menikmati semua fasilitasnya.


Obelix Villages masih bersaudara dengan Obelix Sea View yang ada di Gunung Kidul, namun lokasinya amat berjauhan. Di sini menonjolkan tempat wisata keluarga yang edukatif namun tetap menarik.

Yuk, simak informasi harga tiket dan jam operasional Obelix Village:

Daya Tarik

1. Mini Farm dan Taman Bunga

Terhampar luas taman bunga cantik yang cocok sekali sebagai tempat berfoto. Setiap bunga ditata dengan indah dan pengunjung bisa bebas melewatinya dengan menyusuri jalan setapak di taman ini.

Tidak hanya bunga, terdapat pula hamparan kebun mini yang cocok untuk edukasi si kecil. Anak-anak hingga dewasa dapat menikmatinya sambil belajar mengenal jenis-jenis sayur di area tersebut.

2. Mini Zoo

Jika ada flora, tak lengkap bila tidak ada fauna. Di Obelix Villages menyediakan kebun binatang mini dengan berbagai jenis hewan di dalamnya. Mulai dari unggas, reptil, burung, sapi, kelinci, ikan, domba, hingga kuda.

Hewan-hewan tersebut dikelompokkan berdasarkan jenisnya dan ditata rapi sehingga pengunjung bisa bebas berinteraksi dengan hewan yang diinginkan. Traveler bisa mencoba menunggangi kuda di sini loh, tapi maksimal berat badan 30 kg.

3. Secret River Deck

Ada sungai juga di dalam Obelix Villages. Di atasnya dibangun deck lengkap dengan meja dan jaring di sekitarnya. Cocok untuk traveler yang ingin bersantai sembari mendengarkan gemericik suara sungai mengalir. Bisa sambil makan, membaca buku, atau mengobrol dengan orang tersayang.

4. Kafe dan Restoran

Puas berkeliling, jangan lupa isi energi dengan makan di cafe dan restoran yang ada di dalamnya. Ada dua jenis di dalamnya, yakni Resto Pulen Kopi Ponti dan Petit Paris Boulangerie.

Jika ingin makan menu prasmanan, traveler bisa mengunjungi Resto Pulen Kopi Panti. Sedangkan Petit Paris Boulangerie cocok untuk traveler yang menginginkan hidangan penutup atau dessert dan es krim. Keduanya memiliki nuansa yang unik dan interior menarik sehingga sayang jika tidak diabadikan dengan kamera

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Lokasinya berada di Jalan Kenangan, Krandon, Pandowoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dari Stasiun Tugu butuh waktu sekitar 45 menit agar bisa sampai di lokasi.

Menyusuri jalan Ring Road Utara kemudian masuk ke area pedesaan sisi timur. Aksesnya mudah dan tidak sulit untuk ditemukan karena banyak penanda arah di sepanjang jalan menuju lokasi.

Harga tiketnya untuk satu orang dikenai biaya Rp 25.000 saat hari biasa dan Rp 30.000 untuk hari libur. Traveler tidak akan dikenai biaya tambahan ketika ingin menikmati spot yang ada di dalam Obelix Villages.

Obelix Villages buka setiap hari. Senin sampai Jumat buka pukul 08.00-21.00 WIB. Sedangkan untuk Sabtu dan Minggu buka lebih awal pukul 07.00-22.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sea World Ancol, Eksplorasi Dunia Bawah Laut di Jakarta



Jakarta

Sea World Ancol bisa menjadi pilihan berakhir pekan buat traveler. Di sini, traveler bisa mendapatkan banyak hal berbeda, termasuk konservasi hewan bawah laut.

Sea World Ancol adalah sebuah akuarium yang terletak di dalam kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Sea World Ancol dibangun karena terinspirasi dari Indonesia yang merupakan negara maritim menjadi alasan berdirinya Sea World Ancol.

Pada 2 Oktober 1992, Gubernur Jakarta, Wiyogo Atmodarminto, secara simbolis memulai pembangunan Sea World dengan peletakan batu pertama. Dalam waktu kurang dari dua tahun, area ini berkembang menjadi Sea World.

Terletak di sebelah selatan Ocean Dream Samudra, Sea World berdiri di atas lahan seluas 3 ha yang terdiri dari sarana pameran, restoran, toko souvenir, lobi, dan area servis.

Sea World Ancol menampilkan beragam kehidupan akuatik dengan koleksi yang mengagumkan. Secara keseluruhan, terdapat 7.300 ekor biota air tawar dan 11.500 ekor biota air laut.

Semua biota air tawar dan laut ini dipamerkan dalam 28 display yang menarik, meliputi sembilan akuarium air tawar, 19 akuarium air laut, dan empat kolam terbuka. Setiap display pun disajikan dengan konsep yang unik dan ekosistem yang khas.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Tak perlu bingung, pada setiap display juga dilengkapi dengan papan informasi yang menjelaskan nama dan jenis biota air, habitat asli, keterangan biologis, hingga keunikannya.

Memasuki areal Sea World, traveler terlebih dahulu harus membeli tiket dan memasuki area ticket checking. Display hall adalah area pertama yang traveler kunjungi setelah melewati pemeriksaan tiket. Terdapat 12 akuarium dengan berbagai jenis ikan. Terdapat pila car aquarium, sebuah akuarium unik yang menggunakan mobil bekas sebagai wadahnya.

Melanjutkan perjalanan, traveler bisa memasuki Antasena Tunnel. Terowongan kaca yang dikelilingi oleh akuarium utama, bak masuk ke bawah laut. Traveler bisa merasakan sensasi dikelilingi oleh ribuan biota laut dalam akuarium raksasa. Oke banget untuk jadi spot foto.

“Kalau spot favorit itu di Antasena Tunnel. Masuk ke sini berapa masuk ke terowongan bawah laut. Bisa lihat banyak ikan dan biota laut lainnya. Spotnya juga bagus banget untuk take foto dan video, recommended untuk dicoba,” kata Pita Maha, salah satu pengunjung Sea World Ancol.

Sea World Ancol, JakartaSea World Ancol, Jakarta (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Keluar dari Antasena Tunnel, traveler bisa melihat Shark Aquarium, komplit dengan berbagai jenis hiu. Ada pula Interactive Aquarium, traveler bisa berinteraksi langsung dengan ikan-ikan dan memasukkan tangan ke dalam akuarium. Tenang, ikan-ikan di sini aman dan tidak berbahaya.

Ada juga akuarium khusus ubur-ubur, bernama Jellyfish Sphere. Di sini traveler bisa menemukan lima jenis ubur-ubur yang memukau, yaitu sea nettle, blubber jellyfish, upside-down jellyfish, moon jellyfish, dan spotted jellyfish.

Jellyfish Sphere juga menjadi spot yang sempurna untuk berfoto. Keindahannya yang mempesona menjadikannya sangat Instagramable, sehingga cocok bagi pengunjung yang ingin mengabadikan momen spesial di dunia bawah laut.


Jadwal Animal Feeding Sea World Ancol

Tak hanya berkeliling melihat biota laut, traveler tidak boleh melewatkan pertunjukan pemberian makan ikan yang diadakan setiap hari pada jam-jam tertentu. Dalam pertunjukan ini, petugas akan menyelam langsung ke dalam akuarium untuk memberi makan ikan-ikan, dan traveler dapat menyaksikan atraksi tersebut.

Yuk catat jadwal animal feeding di Sewa World Ancol:

Weekday (Senin-Jumat)
· Akuarium Utama: 11.00 dan 15.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 10.00 dan 13.30 WIB
· Moray Eel: 10.15 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Weekend (Libur dan Akhir Pekan)
· Akuarium Utama: 11.00, 14.00, dan 16.00 WIB
· Shark Feeding: 14.30 WIB
· Piranha Feeding: 10.00 dan 12.45 WIB
· Kolam Sobat Laut: 09.30 dan 13.15 WIB
· Moray Eel: 10.30 WIB
· Arapaima Amazonia: 13.00 WIB
· Pari-Rays: 15.00 WIB

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk sea World Ancol

Sea World Ancol terletak di Taman Impian Jaya Ancol, Jalan Lodan Timur Nomor 7 RW 10, Ancol, Kecamatan Pademangan, Kota Jakarta Utara, DKI Jakarta.

Sea World Ancol buka setiap hari, dengan jam operasional pada hari biasa (Senin-Jumat) dari pukul 09.00 hingga 16.30 WIB, sedangkan pada akhir pekan (Sabtu-Minggu) dan hari libur nasional, buka dari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB.

Harap dicatat bahwa loket dan pintu masuk Sea World Ancol ditutup satu jam sebelum waktu penutupan.

Berikut adalah informasi harga tiket untuk Sea World Ancol:
· Harga tiket weekday: Rp 85.000
· Harga tiket weekend: Rp 105.000
· Harga tiket Annual Pass (Ecard): Rp 200.000

Harga di atas belum termasuk tiket masuk ke kawasan Ancol dan tiket untuk kendaraan. Berikut adalah harga tiket masuk dan tiket kendaraan di Ancol:
· Harga tiket masuk Ancol: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan motor: Rp 20.000
· Harga tiket kendaraan mobil: Rp 30.000
· Harga tiket kendaraan bus: Rp 45.000

Mau berlibur sekaligus wisata edukasi? Wajib coba ke Sea World Ancol. Pesan tiketnya dulu, liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Tenant di Tanjakan 13, Bisa Nongki Sambil Liat City Light Jakarta


Jakarta

Mau nongkrong dengan suasana tak biasa di Jakarta? Tanjakan 13 di Kuningan City Mall bisa lho jadi pilihan.

Tanjakan 13, Kuningan City menawarkan tempat nongkrong yang berbeda dari lainnya. Di sana, kamu dapat menyaksikan pemandangan gedung-gedung tinggi Kota Jakarta.

Apalagi kalau ke sana di waktu sore menjelang malam, kamu bakal lihat city light Jakarta yang memukau.


Lokasi Tanjakan 13 ada di Jalan Prof Dr Satrio Kavling 18, Jakarta Selatan. Tempat nongkrong ini tepatnya terletak di rooftop P7, Kuningan City Mall.

Penasaran ada apa saja di Tanjakan 13, Kuningan City Mall? Cari tahu daftar tenant dan kafenya di bawah.

Tenant dan Kafe di Tanjakan 13

Di Tanjakan 13 terdapat sejumlah tenant yang bisa kamu datangi, nih. Berikut daftarnya:

1. Satu Makna Kafe

Satu Makna Kafe menyajikan beragam menu kopi lezat. Ada americano, hot coffee, iced latte series, sampai. sea salt caramel coffee.

Kalau kurang suka perkopian, ada kok minuman non-kopi seperti red velvet, matcha, biscoff caramel. Refreshing seperti mango sour, yakult lychee, dan minuman berbasis teh seperti thai tea dan lemon tea juga ada.

2. Go-Saeri Kitchen

Jangan bingung juga kalau lapar, karena ada Go-Saeri Kitchen yang menyediakan aneka menu makanan. Ada makanan ringan seperti french fries, sosis, gyoza, siomay, hingga camilan seperti jajanan pasar yang asin dan manis.

3. Villetta Juice

Kalau mau minum yang sehat-sehat seperti jus, di Tanjakan 13 ada tenant Villetta Juice. Kamu dapat memesan berbagai menu jus campuran buah-buahan. Ada jus stroberi, buah naga, jeruk, nanas, apel, serta kiwi.

Ada juga minuman berbasis yoghurt, susu, dan yakult. Jika sekadar ingin es krim dan es mambo, bisa pula membelinya di sini.

4. Kopi Domu

Ada lagi coffeshop di Tanjakan 13, yakni Kopi Domu. Tersedia aneka menu kopi seperti es kopi susu, americano, latte. Ada pula menu non kopi dan yakult series. Kalau mau ngemil snacks bisa beli juga french fries atau croffle di sini.

5. PhotoKabin

Kalau kamu mau coba photobox yang self-service juga bisa lho. Ada tenant PhotoKabin di Tanjakan 13. Kamu bisa foto-foto sendiri atau foto bareng teman-teman di sini.

Cara ke Tanjakan 13 di Kuningan City

Jika mau ke Tanjakan 13 di Kuningan City Mall, kamu dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun naik transportasi umum.

Kalau memakai motor atau mobil pribadi bisa gunakan online maps untuk mengetahui arah jalan menuju mall Kuningan City. Nantinya, kamu dapat memarkirkan kendaraan di area yang tersedia.

Untuk yang menaiki transportasi umum, bisa gunakan bus Transjakarta, KRL, LRT, maupun ojek daring. Untuk Transjakarta bisa pilih koridor 1 atau 6B dan turun di halte terdekat. Pengguna KRL dapat turun di Stasiun Tebet dan melanjutkan perjalanan dengan ojek daring atau bus Transjakarta.

Sementara kamu yang naik LRT bisa turun di Stasiun Kuningan dan melanjutkan perjalanan dengan naik Transjakarta, ojek, atau berjalan kaki untuk sampai ke Kuningan City.

Untuk ke Tanjakan 13 bisa masuk lewat lobi utama mall lalu naik lift di samping kios Burger King ke lantai P6. Dari P6 naik eskalator menuju area Ballroom Kuningan City. Setelah sampai di lantai P7, belok kiri dan keluar ke area parkir atau rooftop.

Nah, itu dia sederet tenant dan kafe di Tanjakan 13, Kuningan City beserta cara menuju ke sana.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com

6 Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman, Pas untuk Keluarga


Jakarta

Ada banyak aktivitas yang bisa kamu lakukan saat akhir pekan, salah satunya adalah berenang. Khususnya di Jakarta, terdapat banyak kolam renang yang seru dan nyaman.

Ada sejumlah kolam renang yang mengusung konsep waterpark, jadi bisa bermain seluncuran yang seru dan menantang. Lalu, ada juga kolam renang yang memang diperuntukkan untuk berenang dengan santai.

Harganya juga bervariasi, tergantung dari kolam renang yang dipilih. Kalau berkunjung ke waterpark, tentu harga tiket masuknya jauh lebih mahal.


Penasaran, apa saja kolam renang di Jakarta yang seru dan cocok untuk menghabiskan waktu di akhir pekan? Simak ulasannya dalam artikel ini.

Kolam Renang di Jakarta yang Seru dan Nyaman

Selain menyehatkan badan, berenang juga membuat hati dan pikiran jadi lebih tenang. Berikut rekomendasi 6 kolam renang di Jakarta yang telah dirangkum detikTravel.

1. De Entrance Pool Arkadia

De Entrance Pool Arkadia di Kebagusan, Jakarta Selatan.Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom

Rekomendasi yang pertama adalah De Entrance Pool Arkadia. Kolam renang ini memang tidak memiliki wahana seluncuran, namun yang unik adalah mengusung konsep infinity pool.

Jadi, travelers seolah-olah berenang di tempat yang luas dan tidak terbatas. Meski berada di atas gedung, kolam renang ini tetap aman karena terdapat pagar pembatas.

De Entrance Pool Arkadia terletak di Arkadia Green Park lantai 3, Jalan TB Simatupang Kav 88, Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend). Kolam renangnya buka setiap hari dari pukul 07.00-18.00 WIB.

2. Kolam Renang Bulungan

Kolam renang yang satu ini bisa menjadi pilihan menarik, terutama bagi kamu yang ingin menghabiskan waktu untuk belajar berenang. Lokasinya yang berada di tengah kota juga mudah dijangkau masyarakat, tepatnya di Jalan Kyai Maja Blok F, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Mengutip Instagram Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi DKI Jakarta @disporadkijkt, terdapat dua kolam renang dewasa dengan kedalaman yang berbeda-beda, yakni 2,7 meter dan 1,5 meter. Ada juga kolam renang untuk anak-anak yang lebih dangkal.

Untuk harga tiket masuknya juga sangat terjangkau, yakni sebesar Rp 10.500/orang (Selasa-Jumat) dan Rp 12.500 (Sabtu-Minggu). Kolam Renang Bulungan buka dari pukul 07.30-16.00 WIB.

3. Kolam Renang Cikini

Jika Kolam Renang Bulungan dirasa terlalu jauh, pilihan alternatifnya bisa datang ke Kolam Renang Cikini. Kedalaman kolamnya juga beragam, mulai dari 1,5 sampai 3 meter.

Kolam Renang Cikini berlokasi di Jalan Cikini Raya No.75, Menteng, Jakarta Pusat. Lokasinya berdekatan dengan Taman Ismail Marzuki.

Kolam renang ini buka setiap hari dari pukul 08.00-20.00 WIB. Untuk tiket masuknya mulai dari Rp 50.000/orang (weekday) dan Rp 60.000/orang (weekend dan hari libur nasional).

4. Kolam Renang Plaza Festival

Satu lagi kolam renang umum yang terletak di Jakarta Selatan, yaitu Kolam Renang Plaza Festival. Lokasinya berada di Plaza Festival, tepatnya di Jalan H.R Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Terdapat tiga kolam renang di sini, dua untuk orang dewasa dan satu lagi untuk anak-anak. Khusus di kolam orang dewasa, kedalamannya cukup bervariasi mulai dari 1,5 meter sampai 3 meter.

Kolam Renang Plaza Festival buka setiap hari dari pukul 06.00-20.00 WIB. Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000/orang. Bagi travelers yang ingin sewa loker, dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 5.000.

5. Pondok Indah Water Park

Salah satu wahana air di Pondok Indah Water Park.Foto: pondokindahwaterpark.co.id

Ingin seru-seruan bermain air bareng si kecil? Cobalah datang ke Pondok Indah Water Park. Lokasinya berdekatan dari Pondok Indah Mall (PIM), bahkan kamu bisa melihat wahana air dari area PIM 1. Kalau perut sudah lapar, travelers tinggal mampir ke PIM.

Ada banyak wahana air yang bisa dicoba di sini, mulai dari Tube Slide, Wave Pool, Whizzard Slide, Lazy River, Flow Rider, dan Aqua Play. Ada juga kolam Olympic Pool untuk pengunjung yang ingin serius berenang.

Pondok Indah Water Park buka setiap hari dari pukul 06.00-21.00 WIB (weekday) dan 06.00-21.00 WIB (weekend). Untuk harga tiket masuknya bervariasi, simak selengkapnya di bawah ini:

  • Senin-Jumat: Rp 110.000/orang
  • Sabtu-Minggu: Rp 200.000/orang
  • Holiday season: Rp 225.000/orang
  • After six (18.00-21.00 WIB): Rp 110.000 (periode holiday season, long weekend, dan libur nasional).

6. Atlantis Water Adventure

Salah satu wahana di Atlantis Water Adventure, Ancol, Jakarta Utara.Foto: Atlantis Ancol

Water park yang satu ini tak perlu diragukan lagi keseruannya. Sebab, ada banyak wahana seru dan menegangkan yang bisa kamu coba di Atlantis Water Adventure.

Mengutip laman resminya, wahana air yang ada di Atlantis Ancol meliputi Asthatirta, Dragon Slide, Skybox, dan Crazy Slide. Disarankan datang ke sini bersama keluarga atau teman-teman agar sensasi bermain air semakin seru.

Atlantis Water Adventure berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Jika ingin berkunjung ke sini, maka travelers harus membayar tiket masuk Ancol juga.

Untuk tiket masuk ke Atlantis sebesar Rp 105.000/orang, sedangkan tiket masuk Ancol sebesar Rp 30.000/orang. Jika kamu membawa kendaraan, maka dikenakan tiket masuk sebesar Rp 30.000 (mobil) dan Rp 20.000 (motor).

Itu dia enam rekomendasi kolam renang di Jakarta yang seru dan nyaman. So, tertarik untuk menghabiskan waktu akhir pekan dengan berenang?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Nyentrik di Tengah Pasar Loak Kebayoran Lama



Jakarta

Kafe yang satu dengan berada di area Jakarta Selatan, bernama Kampoeng Gallery. Lokasinya berada di tengah pasar loak Kebayoran Lama.

Kafe ini jadi titik temu para muda-mudi yang ingin menghabiskan waktu usai kuliah, bekerja, atau bahkan memang jadi tujuan utamanya. Kesan nyentrik jadi pengalaman pertama saat masuk ke sini karena ornamen barang bekas-antik yang jadi pembeda kafe.

Di sini terdapat buku, lukisan, patung, furniture, dan masih banyak lagi. Barang-barang tersebut merupakan kepemilikan dari sang empunya cafe, Ivan Moningka.


Dia mengakui kalau barang-barang yang ada di sini merupakan hasil dari hobinya backpackeran. Dari perjalanannya ini, Ivan kerap membeli beberapa barang yang menurutnya unik dan menarik untuk dikoleksi.

“Awalnya sih hobi karena gue punya hobi ngumpulin barang-barang bekas ‘barang-barang sampah’ ya,” ujar Om Ivan sapaan akrabnya kepada detikTravel, Selasa (21/5/2024).

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Dari kesenangannya terhadap barang-barang yang dianggap oleh segelintir orang sebagai sampah ini, ia memiliki sudut pandang yang berbeda. Mulanya tempat nongkrong yang kini bernama Kampoeng Gallery pertama kali buka pada 2010 lalu dan berjalan dengan segala terpaannya hingga saat ini.

Saat berkeliling melihat seluk-beluk tempat ini, seakan masuk ke dalam lorong waktu pada era masa lalu. Barang-barang jadul yang ia miliki sudah tak terbilang, Om Ivan pun bingung saat menerka berapa jumlah pasti barang yang dipajang di tempatnya ini.

Mula gandrungnya ia terhadap barang-barang seperti ini adalah ketika ia mencari rilisan-rilisan musik dari band kesukaannya. Dahulu saat Om Ivan masih duduk dibangku sekolah untuk mencari barang seperti itu masih terbilang sulit dan juga mahal, alhasil ia mencari alternatif untuk mencari ke pasar loak.

“Terpaksa gue harus mencari ke tukang loak, itu menjadi alternatif. Ternyata pas di tukang loak di luar ekspektasi gue, ternyata di sana bukan hanya ada kaset dan vinyl doang tapi juga gue dapat kaos, aksesorisnya,” kata dia.

Sembari menikmati sajian singkong goreng dan es jeruk, Om Ivan menuturkan bahwa pasar loak baginya bak surga harta karun. Semua barang yang ia idamkan selama itu nyatanya tersedia ditumpukan-tumpukan barang bekas, pertama kalinya Om Ivan mencari barang-barang adalah di Pasar Loak Jatinegara atau terkenal dengan Pasar Jembatan Item.

Kampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran LamaKampoeng Gallery, kafe di tengah pasar loak di Kebayoran Lama (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

“Gue pertama kali ke (pasar) loak itu di Jatinegara, ternyata di situ surganya barang-barang yang gue butuhin ada di situ. Akhirnya gue rajin ke situ jadi kaya hobi hampir tiap hari kalau selama gue punya uang dan itu sampai sekarang masih terus (ke pasar loak),” kata Ivan.

Hingga sekarang tempat Om Ivan ini dijejali oleh barang-barang yang bikin mata terpukau, koleksinya pun jika ada yang berminat untuk meminangnya akan dengan senang hati dikeluarkan oleh Om Ivan. Sedang asik bercengkrama, tetiba ada salah satu pengunjung yang menunjukan berapa harga buku dan kaleng jadul miliknya.

Untuk masalah harga Om Ivan tak mematok harga selangit seperti barang-barang jadul lainnya. Karena menurutnya dengan harga yang murah bisa menjadi daya tarik untuk tempatnya dan juga ia tak mau orang lain kesulitan mendapatkan barang yang diinginkan seperti dulu ia ingin memiliki barang tertentu.

Harga makanan dan minuman di tempat Om Ivan ini juga sangat murah, untuk harga minuman pun dimulai dari hari Rp 5.000 – 35.000 saja. Dan untuk makanan tak hanya cemilan saja, di sini juga terdapat makanan berat yang dibanderol mulai dari harga Rp 15.000.

Kampoeng Gallery terletak di kawasan Pasar Loak Kebayoran Baru dekat Masjid Al Huda, memang tak ada plang jelas masuk lewat mana. Patokan pasnya adalah terdapat Warung Madura berwarna hijau, tak jauh dari situ ada gang dan kamu bisa langsung masuk untuk singgah dan ngopi-ngopi atau bahkan sekadar melihat barang-barang jadul di tempat ini.

Buka setiap hari mulai dari jam 11.00 WIB hingga pukul 23.00 WIB. Salah satu pengunjung yang kerap datang adalah Ray Farsha Anindito, ia bersama teman-temannya sering menjadikan tempat ini sebagai tempat untuk mengisi waktu luang disela-sela jam kuliah atau sehabis jam kuliah.

“Sering, gua (pertama kali ke tempat ini) dari tahun 2020. Gua pertama kali tau tempat ini karena eksplor di depan kan ada pasar loak terus masuk ke sini karena penasaran ternyata ada cafe di dalamnya. Dan udah jadi nyaman di sini, tempatnya enak, cozy,” dia menjelaskan.

Di Kampoeng Gallery juga tak usah khawatir buat kamu yang merupakan kaum cashless karena di sini bisa melakukan pembayaran cash maupun cashless. Jadi penasaran sama tempat ini?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya



Badung

Berdiri sejak 2006, Museum Pasifika menjadi rumah karya seni Asia dan Pasifik. Sebagai museum kelas internasional, Museum Pasifika punya 11 ruangan, komplit dengan karya seni cantik dan audio guide.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

Terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali Popo Danes.

Museum Pasifika terdiri dari delapan paviliun dan 11 ruang dengan tampilan koleksi yang berbeda-beda hasil karya 150 seniman kondang dari 30 negara. Setiap ruangan memiliki keunikan masing-masing, loh.

Berikut simak konsep unik setiap ruangan:

1. Indonesian Room (Ruangan I)

Ruangan 1 khusus menampilkan karya maestro asal Indonesia. Karya spesial yang ada di ruangan ini adalah 5 lukisan karya Raden Saleh. Museum Pasifika menjadi salah satu museum di Indonesia yang memiliki karya Raden Saleh asli yang banyak.

Di ruangan Indonesia ini menampilkan karya beberapa maestro, seperti Affandi, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman Rai, Hendra Gunawan, dan sebagainya

2. Italian Room (Ruangan II)

Ruangan II menampilkan karya seni seniman Italia di Indonesia. Di sini dipamerkan karya seni dari Gilda Ambron dan Renato Cristiano yang menampilkan lukisan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, terdapat karya dari maestro Piero Antonio Garriazo yang menggambarkan pemandangan perkampungan zaman dulu dan pemandangan sawah dalam lukisannya.


3. Dutch Room (Ruangan III)

Ruangan III ini berfokus untuk menampilkan lukisan pada zaman penjajahan karya pada seniman Belanda. Di sini terdapat diorama yang menggambarkan kehidupan pelukis Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa lampau, seperti Paulides, Isaac Israel, Willem Gerard Hofker, dan lainnya.

Laksmi menyebut karya Isaac Israel tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana merupakan karya masterpiece yang ada di ruangan III.

4. French Room (Ruangan IV)

Di sini dipajang lukisan karya seniman Perancis yang dulunya tinggal di Indonesia, seperti Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie, yang ditandai dengan kehadiran makna dalam yang tersirat dalam karya-karya mereka. Terdapat pula 1 karya seni Raden Saleh, karena Raden Saleh mempelajari lukisan itu di Prancis.

5. Indo-European Room (Ruangan V)

Ruangan ini menampilkan koleksi lukisan dari seniman Eropa, termasuk dari Jerman, Swedia, dan Inggris. Di samping itu, terdapat pula koleksi surat tulisan dari Ir. Soekarno kepada Le Mayeur, seorang seniman Belgia, yang meminta kesediaannya untuk mengajar melukis kepada calon seniman muda Indonesia, Basuki Abdullah.

Laksmi menyebut di sini terdapat Lukisan Le Mayeur yang paling besar di Bali. Ia menyebut Le Mayeur hanya membuat 8 lukisan besar, dan salah satunya ada di ruangan V, Museum Pasifika.

6. Art Exhibition KTT G20 Summit (Ruangan VI)

Ruangan ini menampilkan karya I Gusti Kobot, salah satu karya seni yang mendapatkan Rekor MURI sebagai lukisan kisah Ramayana terbesar di Indonesia. Dengan ukuran 6m x 4m. Pun ruangan ini menjadi ruang art exhibition KTT G20.

7. Indochina Room (Ruangan VII)

Di ruangan ini, terpampang karya seniman dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hongkong. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memiliki kesamaan dengan corak budaya Indonesia, memberikan kesan yang akrab bagi pengunjung.

8. Asia Room (Ruangan VIII)

Di sini traveler juga bisa menemukan beberapa karya seni dari Singapura, Tibet, Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Philipines.

9. Vanuatu Pacific Room (Ruangan IX)

Karya dari negara kepulauan di Pasifik ini ditampilkan di ruangan ini. Kebanyakan karyanya berupa patung, artefak, peninggalan perahu kayu dan ragam lainnya. Laksmi menyebut di ruangan ini terdapat tiga tengkorak manusia asli, komplit dengan ceritanya.

10. Polynesia Room (Ruangan X)

Karya berupa patung, artefak, baju besi perang, perahu bekas dan lainnya dari Oseania dan Samudera Pasifik ada di ruangan ini. Terdapat beberapa patung besar karya Polgogang dari Tahiti.

11. Exhibition Room (Ruangan XI)

Ruangan ini menyimpan beberapa lukisan, salah satunya lukisan besar tentang Jepang karya Bernard Buffet. Terdapat karya seni dari India, China, dan Pacific Oceania.

Tak perlu khawatir, ketika traveler berkeliling museum, terdapat audio guide yang berisi rekaman suara penjelasan masing-masing ruangan dan karya. Jadi dijamin nggak bakal bosan deh!

Jadi kapan nih traveler berkunjung ke Museum Pasifika. Nggak Cuma menyimpan karya seni zaman dulu, tapi cocok untuk museum date dan banyak spot fotonya juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Grand Lagunas, Wahana Permainan Seru di Hutan Batur Selatan



Bangli

Jika traveler sedang berlibur ke Kintamani, Bali dan mencari destinasi wisata yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah dan wahana yang menarik, The Grand Lagunas adalah jawabannya.

Terletak di Hutan Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, The Grand Lagunas adalah kawasan Wisata Hutan Terpadu yang berlatar alam yang indah dan balutan keunikan design yang penuh estetika beserta atraksi alam dan buatan yang spektakuler.

Dengan Hutan Batur yang rimbun sebagai latar belakang, traveler dapat menikmati suasana sejuk dan segar sambil mencoba berbagai atraksi menarik yang tersedia.

Eka, manager The Grand Lagunas menjelaskan cerita unik dibalik berdirinya destinasi ini. Bermula dari inisiatif warlok hingga dikembangkanlah rekreasi keluarga dengan mengedepankan konsep keberlanjutan.

“Pemikiran wahana liburan keluarga ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam. Pendirian wahana ini dimulai dari inisiatif masyarakat lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Kami mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pendidikan lingkungan dan rekreasi keluarga,” kata Eka.

Uniknya lagi, seluruh permainan yang dibangun di The Grand Lagunas benar-benar memanfaatkan pepohonan. Tanpa ada menebang pohon di Hutan Batur Selatan.

The Grand Lagunas berlokasi sekitar 77 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai atau dengan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke destinasi ini. Tak perlu jauh masuk ke hutan, The Grand Lagunas mudah dijangkau karena berada di tepi jalan Denpasar – Kintamani.

Penasaran ada apa saja di wahana rimba, The Grand Lagunas?

Yuk simak serba-serbi berwisata di The Grand Lagunas!

Menjajal Wahana Permainan Seru

Belum afdal jika berkunjung ke The Grand Lagunas tapi tak mencoba semua wahana seru yang disediakan. Berikut 6 wahana yang wajib traveler coba di The Grand Lagunas.


1. Rainbow Slide

Wahana pertama dan yang wajib banget traveler coba adalah Rainbow Slide. Eka menyebut, The Grand Lagunas adalah destinasi pertama yang menyajikan keseruan rainbow slide di Bali.

Traveler akan merasakan sensasi meluncur di atas jalur seluncur yang berwarna-warni menggunakan ban. Memberikan pengalaman meluncur yang menyenangkan dan penuh warna. Cocok untuk segala usia, Rainbow Slide adalah favorit bagi anak-anak dan juga orang dewasa.

Setiap pengunjung diperkenankan untuk mencoba wahana rainbow slide sebanyak 3 kali. Tak perlu khawatir, karena saat memainkan wahana ini traveler akan diawasi oleh para petugas. Jangan lupa abadikan momen dengan foto dan video ya!

2. Swing

Tak jauh dari rainbow slide, traveler akan menemukan dua ayunan raksasa. Dengan pemandangan hutan di sekitarnya, wahana swing ini memberikan sensasi berayun tinggi di udara dengan latar belakang yang memukau.

3. Flying Fox

Meluncur dari ketinggian dengan Flying Fox adalah salah satu atraksi paling mendebarkan di The Grand Lagunas. Menikmati sensasi terbang di atas hutan rimbun dengan pemandangan yang luar biasa. Wahana ini memberikan pengalaman adrenalin yang tidak boleh dilewatkan.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang.

4. Tree Top

Tree Top menawarkan petualangan di atas pohon dengan berbagai rintangan yang menantang. Traveler bisa berjalan di atas jembatan gantung, melewati jaring, dan berbagai tantangan lainnya di antara pepohonan tinggi.

Tak perlu takut, selama bermain traveler akan berada di bawah pengawasan para petugas dan menggunakan alat keselamatan berstandar internasional. Ingin menjelajah puncak pohon, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang.

5. Keranjang Sultan

Wahana yang sempat viral ini juga ada di The Grand Lagunas. Keranjang Sultan adalah wahana unik di mana traveler bisa duduk di dalam keranjang besar yang digantung tinggi. Dengan pemandangan hutan sekeliling yang menakjubkan, wahana ini memberikan pengalaman berayun yang santai namun penuh dengan keindahan alam.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang. Namun, sayangnya saat ini keranjang sultan sedang dalam proses perbaikan, jadi traveler belum bisa mencoba wahana hits ini.

6. ATV Sports

Bagi traveler yang suka petualangan, ATV Sports adalah pilihan sempurna. Mengendarai ATV di jalur-jalur menantang di sekitar hutan memberikan pengalaman berkendara yang seru dan mendebarkan. Traveler tak perlu takut lumpur, karena lintasan ATV di The Grand Lagunas kering dan tidak berlumpur.

Untuk mencoba ATV, traveler harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari Rp 900.000 untuk 1 orang dan Rp 1.200.000 untuk 2 orang dengan durasi 1 jam 40 menit. Biaya ini sudah termasuk sepatu, helm, pelindung siku, pemandu ATV, dan lainnya.

Tak hanya wahananya yang menarik, The Grand Lagunas juga menawarkan beberapa spot foto menarik. Ada sangkar burung, dengan latar belakang hutan pinus khas Kintamani.

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, The Grand Lagunas adalah destinasi wisata hutan yang menawarkan berbagai wahana menarik. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Eka menyebut setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

“Biasanya rata-rata pengunjung menghabiskan waktu di sini itu 1 sampai 2 jam. Kalau dari kita rekomendasiin datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA,” katanya.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 per orang. Dengan tiket ini, traveler dapat menikmati berbagai wahana seru seperti swing, climbing net, rainbow slide, jungle, dan climbing tree.

Beberapa fasilitas yang bisa traveler nikmati adalah parkiran yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua, restoran, dan welcome drink.

Bingung liburan kemana saat long weekend? The Grand Lagunas menjanjikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan penuh petualangan khususnya bagi rombongan keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com