Tag Archives: detikproperti

7 Tips Usir Curut dari Rumah, Bisa Pakai Bahan Alami


Jakarta

Pernahkah melihat hewan seperti tikus tapi ukurannya kecil dan hidungnya mancung? Kemungkinan hewan itu adalah curut. Mereka terkadang ditemukan di rumah, seperti di dapur, pekarangan, atau tempat penyimpanan makanan.

Kehadiran curut dapat mengancam kesehatan penghuni karena kotorannya bisa mengandung sumber penyakit. Oleh karena itu, penghuni harus segera mengusir curut kalau menemukannya di rumah.

Bagaimana cara mengusir curut dari rumah? Simak tipsnya berikut ini.


Tips Usir Curut di Rumah

Inilah cara membuat rumah bebas dari curut, dikutip dari situs Do My Own, Madsenpest, penjualan properti, dan perusahaan pengendalian hama.

1. Pakai Bahan Alami

Penghuni dapat mengusir curut menggunakan bahan alami seperti bawang putih atau minyak jarak. Bahan tersebut mengeluarkan aroma yang tidak disukai curut, sehingga bakal mencegah mereka masuk rumah.

2. Bersihkan Pekarangan

Bersihkan pekarangan rumah dengan menghilangkan genangan air dan menutup tempat sampah. Cara ini akan meminimalisir populasi serangga yang disukai curut.

3. Pakai Lem Tikus

Tangkap curut yang berkeliaran di rumah menggunakan lem tikus. Cara ini aman karena tidak mengandung racun atau menimbulkan bau.

4. Pasang Perangkap Tikus

Pasang perangkap tikus yang dapat menjepit untuk membasmi tikus. Letakkan potongan daging atau ikan kecil di area tersebut yang disukai curut. Perangkap ini cukup ampuh daripada perangkap tertutup yang tidak terlalu menarik bagi curut.

5. Tutup Celah Masuk Curut

Curut dapat masuk rumah melalui celah kecil pada dinding atau lantai. Sebaiknya tutup atau perbaiki lubang untuk mencegah curut masuk rumah.

6. Jangan Tinggalkan Makanan Hewan Piaraan

Jangan biarkan makanan hewan peliharaan atau biji-bijian burut di luar ruangan. Segera bersihkan makanan hewan setelah selesai. Makanan tersebut dapat memancing curut dan serangga buat mendekat dan memakannya.

7. Pakai Minyak Esensial

Terakhir, coba gunakan minyak esensial seperti peppermint buat bikin curut nggak betah di rumah. Caranya dengan meneteskan minyak pada kapas, lalu oleskan pada tempat yang sering dilewati curut.

Itulah beberapa tips untuk membasmi curut di rumah. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Jangan Tertukar antara Bed Cover dan Seprai, Ini Perbedaannya



Jakarta

Tempat tidur biasanya dilapisi dengan kain seperti selimut, bed cover, dan seprai. Perlengkapan tersebut untuk menambah estetika maupun kenyamanan bagi penggunanya.

Beberapa istilah perlengkapan itu terkadang tertukar misalnya bed cover dan seprai. Nah, kedua benda itu punya fungsi dan bentuk yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan antara bed cover dan seprai? Simak penjelasannya berikut ini.


Perbedaan Bed Cover dan Seprai

Inilah beberapa perbedaan bed cover dan seprai, dikutip dari Comfort Beddings.

1. Bentuk

Bed cover adalah kain persegi yang berbentuk lebar dan tebal. Kain ini juga tebal, sehingga bisa memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi penghuni.

Sementara itu, seprai berupa kain tipis dan lebar. Bentuknya menyesuaikan dengan dimensi kasur. Pinggiran seprai terdapat karet untuk menyangkutkan ke matras.

2. Fungsi

Bed cover mempunyai berfungsi untuk menutup permukaan kasur. Selain itu, bed cover bisa menjadi selimut buat memberi kehangatan.

Di sisi lain, seprai adalah kain untuk menutup permukaan matras agar tidak langsung menyentuh kulit. Lapisan ini melindungi kulit dari alergi dan iritasi akibat debu dan bakteri pada kasur.

3. Estetika

Bed cover dan seprai sama-sama bisa menambah estetika tempat tidur. Akan tetapi, bed cover tersedia dalam berbagai motif dan warna unik, sehingga lebih cocok untuk dekorasi. Sementara itu, seprai biasanya berwarna polos dan motif tidak terlalu mencolok.

4. Ukuran

Meski bed cover dan seprai sama-sama melapisi permukaan tempat tidur, kedua benda ini berbeda dari segi ukuran. Bed cover biasanya hanya tersedia dalam satu ukuran sana, sedangkan seprai beberapa ukuran untuk menyesuaikan banyak ukuran kasur.

Itulah perbedaan bed cover dan seprai. Jangan sampai tertukar ya!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Ular Sering Muncul di Rumah? Coba Taburkan Bahan Dapur Ini, Auto Kabur!


Jakarta

Ular merupakan salah satu hewan berbisa yang apabila merasa terancam dapat menyerang. Ular memiliki bisa yang dapat menyebabkan pembengkakan, pendarahan, merusak jaringan, saraf, dan organ sehingga cukup berbahaya.

Hewan melata ini bisa ditemui di mana saja, tidak harus di hutan. Ular menyukai tempat yang gelap dan tenang. Ia bisa muncul dari semak-semak hingga area perairan. Rumah yang sering kebanjiran harus waspada karena bisa saja ular terseret arus air dari sungai yang meluap.

Untuk mencegah ular masuk ke rumah di luar kondisi banjir, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Dilansir Northwest Exterminating, berikut beberapa bahan yang tidak disukai ular dan bisa dijadikan penghalang mereka datang.


1. Bawang Putih dan Bawang Bombai

Tanaman bawang-bawangan terkenal memiliki efek ketika diiris karena terdapat senyawa sulfur yang terlepas ketika diiris. Selain itu, ada lho kandungan bawang yang tidak disukai oleh ular yakni asam sulfonate. Senyawa ini dapat menghasilkan mengaktifkan allicin yang berfungsi menguarkan aroma khas pada bawang putih.

Cara memasang perangkapnya dengan mencincang halus bawah putih atau bawang bombai, lalu campurkan dengan garam batu. Taburkan campuran tersebut di sekitar halaman untuk mencegah ular mendekati rumah.

2. Cuka

Bahan selanjutnya yang efektif mengusir ular adalah cuka dapur. Cairan ini bisa dituang ke sekitar kolam agar ular tidak berani naik ke permukaan.

3. Jeruk Nipis

Campuran jeruk nipis, cabai rawit, dan minyak papermint ternyata bisa membuat ular kabur. Campuran ketiga bahan ini harus dimasukkan ke dalam botol kaca dan disemprotkan ke halaman atau lubang yang bisa menjadi akses ular masuk.

4. Kapur Barus

Kapur barus atau kamper merupakan benda yang biasa diletakkan di kamar mandi. Bentuknya kecil dan keras. Bentuk dan warnanya beragam dan mengeluarkan aroma yang sedap.

Namun, aroma ini tidak disukai oleh ular. Di dalam kapur barus terdapat senyawa naftalena yang dapat membuat ular iritasi.

5. Sulfur

Bahan terakhir yang bisa dipakai adalah sulfur. Bahan ini dapat menyebabkan dua efek, yakni bau tak sedap dan iritasi pada kulit ular. Penghuni dapat menaruh sulfur di sekeliling rumah. Jangan lupa ketika meletakkannya memakai sarung tangan yang aman. Selain itu, jauhkan dari hewan peliharaan dan anak-anak.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com

Biar Nggak Boncos, Begini Cara Pakai AC yang Hemat Listrik


Jakarta

Air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan kala cuaca panas. Namun, penggunaannya kadang bisa makan banyak listrik yang bikin kantong boncos.

Walau demikian, masih ada lho cara untuk menggunakan AC tapi tetap hemat listrik. Dilansir dari Apartment Therapy, berikut ini informasinya.

Tips Pakai AC Hemat Listrik

1. Jangan Otak-atik Suhu AC

Penghuni rumah disarankan untuk tidak mengubah-ubah suhu AC. Menurut pemilik dan CEO di National Air Warehouse, Brandi Andrews, menggunakan suhu AC yang tetap merupakan cara yang cermat untuk mendinginkan ruangan secara ekonomis.


“Mungkin butuh waktu, tapi pada akhirnya akan mendingin, dan Anda akan terhanyut dalam suhu yang sempurna. Sementara itu, nyalakan kipas angin dan duduklah di depannya. Kipas angin sebenarnya bisa membantu AC Anda mendinginkan ruangan!” katanya.

2. Rutin Bersihkan Filter AC

Cara selanjutnya untuk menghemat penggunaan listrik pada AC adalah membersihkan filternya. Filter yang kotor bisa mengganggu sistem sistem kerja AC sehingga membutuhkan energi lebih untuk bekerja. Filter yang bersih bisa meringankan beban kerja AC sehingga bisa menghemat pembayaran listrik.

3. Pastikan Outdoor AC di Area Teduh

AC dapat bekerja lebih baik kalau unit outdoor AC berada di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pemilik rumah bisa memasang penutup untuk mencegah unit AC terkena panas berlebih.

4. Matikan AC Jika Akan Ditinggal Lama

Apabila penghuni akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama sebaiknya AC dimatikan. Kalau AC dinyalakan terlalu lama bisa-bisa tagihan listrik membengkak.

Beda lagi kalau penghuni rumah hanya berpindah ruangan. Penghuni bisa menaikkan suhu AC saja. Cara ini dinilai lebih hemat karena AC tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mendinginkan ruangan.

5. Jangan Tutup Semua Ventilasi

Menutup semua ventilasi tidak serta merta bisa membuat ruangan dingin ketika menyalakan AC. Menutup terlalu banyak ventilasi bisa berdampak ke sistem.

“Namun, sistem (AC) Anda didesain untuk memenuhi kebutuhan seluruh rumah. meskipun menutup satu atau dua ventilasi mungkin tidak masalah, jika terlalu banyak, sistem Anda akan menjadi kurang efektif dan efisien secara keseluruhan,” kata spesialis sales kategori dari Ferguson HVAC Jeff Spencer.

Sebagai gantinya, ia menyarankan untuk menutup tirai di ruangan tidak terpakai, pastikan tidak ada furniture di atas ventilasi, dan tutup pintu ruangan.

Itulah beberapa cara penggunaan AC agar tetap hemat listrik. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

4 Tips Ampuh Cegah Toren Air Berlumut biar Selalu Bersih


Jakarta

Toren air adalah tempat penyimpanan cadangan air bersih untuk rumah. Tangki ini bisa ditumbuhi lumut yang mengganggu kebersihan air.

Pertumbuhan lumut biasanya dipicu oleh kondisi tangki yang lembap, mengingat ada kandungan air di dalamnya. Lalu, paparan sinar matahari ke toren air juga memicu lumut untuk tumbuh.

Jika ingin menjaga air tetap bersih, pemilik perlu mencegah lumut di toren air. Simak caranya berikut ini.


Tips Cegah Toren Air Tumbuh Lumut

Inilah beberapa cara mencegah lumut tumbuh di toren air, dikutip dari arsip berita detikProperti.

1. Rutin Kuras Toren Air

Penghuni bisa menghambat pertumbuhan lumut dengan menguras toren air secara rutin. Sebaiknya kuras tangki air minimal 6 bulan sekali. Kalau lumut cepat tumbuh, pemilik bisa lebih sering menguras air, misalnya 3-4 bulan sekali.

2. Tutup Tangki dengan Rapat

Pastikan tangki air tertutup dengar rapat agar sinar matahari tidak masuk. Lumut dapat tumbuh saat air terkena sinar matahari.

3. Cat Toren Air dengan Warna Gelap

Sinar matahari dapat menembus dinding tangki yang berwarna cerah. Untuk mencegah hal ini, pemilik bisa mengecat toren air berbahan plastik menggunakan warna gelap. Pastikan pengecatan dilakukan secara merata dan tebal.

4. Pasang Atap di Atas Toren Air

Selain itu, pemilik bisa memasang atap di atas toren air. Atap tersebut akan melindungi toren dari cahaya matahari, sehingga tidak menembus masuk dan memicu pertumbuhan lumut.

Itulah cara untuk menghindari pertumbuhan lumut di toren air. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tinggal di Kontrakan Beneran Untung Nggak Ya? Ini Plus dan Minusnya


Jakarta

Harga rumah dari tahun ke tahun semakin mahal. Hal ini tidak seimbang dengan rata-rata upah bulanan pekerja saat ini.

Alhasil, banyak orang memilih untuk mengontrak atau tinggal di rumah sewa setelah menikah sembari menabung untuk membeli rumah sendiri. Sebelum memutuskan mengontrak rumah, calon penghuni harus mengetahui kelebihan dan kekurangan tinggal di kontrakan atau rumah sewa.

Ahli keuangan Andy Nugroho ini kelebihan dan kekurangan mengontrak rumah.


Kelebihan Ngontrak Rumah

1. Sewa Rumah Lebih Fleksibel

Tinggal di rumah sewa memberikan banyak fleksibelitas kepada penghuni rumah. Fleksibelitas ini berupa kemudahan untuk melanjutkan kontrak dan memutus kontrak sewa. Bagi penghuni rumah yang sering berpindah kota karena pekerjaan atau ada keadaan mendesak, tinggal di rumah sewa akan sangat fleksibel.

2. Sewa Rumah Bebas Biaya Pemeliharaan

Penghuni rumah sewa tidak akan dikenakan biaya pemeliharaan karena hal tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemilik kontrakan. Namun, penghuni rumah sewa biasanya diminta untuk mematuhi beberapa aturan seperti tidak boleh memasang paku, tidak boleh mengecat ulang, atau hal-hal lainnya yang dapat mengubah kondisi struktur bangunan.

Hal ini juga menjadi suatu kelebihan karena apabila rumah kontrakan bocor, retak, atau rembes, pemilik kontrakan harus melakukan perbaikan.

3. Modal Awal yang Lebih Kecil

Sewa rumah harganya cukup beragam, ada yang seharga kosan mahasiswa, ada yang seharga setoran KPR per bulan. Namun, rata-rata modal awal untuk menyewa rumah relatif lebih kecil daripada membeli rumah. Calon penghuni rumah biasanya hanya diminta membayar uang sewa setiap bulannya. Tidak perlu mengeluarkan uang untuk DP rumah yang rata-rata bisa mencapai 20% dari harga rumah.

“Kelebihannya adalah pertama modal yang dibutuhkan relatif lebih kecil dibandingkan dengan beli rumah. Sama-sama harga Rp 500 juta mungkin sewanya kita cukup mengeluarkan uang sewa aja per bulan,” ujar Andy Nugroho dalam sambungan telepon dengan detikProperti beberapa waktu lalu.

4. Tidak Terikat Jangka Panjang

Saat menyewa rumah, biasanya ada yang memiliki kontrak per bulan, ada juga yang tahunan. Hal ini tergantung pada ketentuan dari pemilik properti. Namun, biasanya tidak boleh seumur hidup. Hal ini dikarenakan untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan seperti ada masalah dengan rumah atau pemilik rumah, penghuni rumah bisa pindah tanpa konsekuensi finansial yang besar.

Kekurangan Kontrak Rumah

1. Ketidakpastian Kontrak

Ada beberapa pemilik kontrakan yang bisa memutus kontrak secara sepihak. Bahkan lebih cepat dari waktu yang sudah dijanjikan. Bukan hanya soal pemutusan kontrak sewa yang mendadak, calon penyewa juga bisa tidak digubris sama sekali mengenai keinginan mereka untuk tinggal di rumah sewa tersebut. Hal-hal seperti ini yang kerap membuat calon penghuni kontrakan rugi karena harus segera mencari tempat tinggal baru.

“Minusnya ya karena itu rumah kontrakan punya orang lain. Jadi kita bisa waktu-waktu diputus kontraknya. Kita nggak bisa protes juga karena memang bukan rumah kita,” kata Andy.

2. Tidak Bebas Mendekorasi dan Merenovasi Rumah

Seperti yang disebutkan sebelumnya, setiap pemilik kontrakan memiliki aturan-aturan khusus terkait rumah yang mereka sewakan. Hal ini harus diikuti karena pasti ada konsekuensi.

3. Tidak Ada Hak Kepemilikan Atas Rumah

Dengan mengontrak atau menyewa rumah berarti penghuni rumah hanya tinggal sementara. Properti tersebut bukanlah milik mereka. Uang yang dibayarkan setiap bulan hanya untuk membayar layanan pemilik kontrakan.

“Bahkan, kalaupun kita ngontrak di situ seumur hidup sekalipun, rumah tersebut nggak akan pernah jadi milik kita. Jadi, ibaratnya uang kita hilang aja karena tersebut nggak akan pernah jadi milik kita,” pungkasnya.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

Cara Perbaiki Cat Dinding Lembap dan Mengelupas Beserta Penyebabnya


Jakarta

Cat dinding di rumah bisa berubah dari waktu ke waktu. Faktornya bukan hanya karena lama pemakaian, tetapi bisa karena faktor lain.

Masalah yang paling sering ditemui pada dinding adalah cat mengelupas dan dinding terasa lembap.

Dilansir laman Home Building and Renovating, ada beberapa penyebab cat tembok lembab dan mengelupas, yakni sebagai berikut.


1. Perubahan Suhu Ekstrim

Dinding lembab disebabkan karena suhu. Ketika dinding lembap, cat tembok akan dengan mudah bereaksi, seperti mengelupas, menggelembung, hingga berkerut.
Salah satu solusinya adalah cat yang terpasang harus tepat yakni dipasang cat dasar dahulu. Baru setelah itu cat atas atau top coat.

2. Kondensasi

Bukan hanya lembap, saat udara kering dan panas dapat memberikan efek pada dinding. Hal ini dinamakan kondensasi pada dinding. Kondensasi terbentuk saat udara hangat di dalam ruangan masuk ke dalam tembok bagian dalam yang dingin.

Ketika udara mendadak dingin secara cepat, hal ini menyebabkan terjadinya embun yang lama kelamaan menjadi air. Lalu, lapisan dinding di dalamnya menjadi lembab. Jika dibiarkan, hal ini dapat menimbulkan masalah lain seperti cat tembok mengelupas dan menimbulkan jamur di dinding.

3. Masalah Garam Alkali

Menurut Ketua Tim Bekasi PT ICI Paints Indonesia (Dulux) Rahman Wijaya banyak masalah pada kualitas cat dinding disebabkan karena penggumpalan garam alkali. Pengkristalan atau pengumpulan garam alkali (efflorescence) adalah munculnya bubuk kapur putih pada permukaan dinding beton atau bata. Bubuk kapur ini merupakan kumpulan kapur dari semen, bata, hingga mortar. Hal ini menyebabkan cat tidak erat menempel pada dinding.

4. Dinding Retak

Dinding yang retak masalahnya ada pada kualitas plesteran dan acian. Celah pada permukaan dapat berpengaruh pada kualitas cat tersebut. Seiring waktu, dinding rumah akan mengalami keretakan halus hingga retak lebar.

Retakan ini menjadi celah kelembapan masuk ke dinding dan merusak cat dinding. Apabila retaknya lumayan besar air bisa masuk ke dinding dan menyebabkan dinding lembap.

Cara Mengatasi Dinding Lembap dan Mengelupas

Menurut kontraktor Wildan, apabila dinding lembap dan cat mengelupas solusinya adalah dengan diperbaiki dari awal.

1. Lepas Semua Cat

Langkah pertama adalah membersihkan tembok dari cat lama, baik yang masih menempel dan yang sudah mengelupas. Hal ini dilakukan agar mendapatkan permukaan dinding yang bersih dan cat dinding yang baru bisa menempel sempurna pada dinding tersebut.

Cara membersihkan tembok bisa menggunakan alat pengikis atau disebut dengan kape. Jika ditemukan ada noda atau minyak yang menempel, bersihkan dahulu dengan air, sabun, dan kain.

2. Cari Sumber Retakan

Dinding yang lembap dan cat mengelupas perlu diperbaiki retak-retak yang menjadi celah udara dan kelembapan masuk. Mengampelas kembali seluruh dinding tentu menghabiskan biaya dan waktu yang banyak. Jadi lebih baik cari dahulu titik-titik yang perlu ditutup kembali.

Wildan menyarankan cara mencegah cat dinding retak atau berkerut adalah dengan diplamir. Plamir adalah proses untuk menutup pori-pori dinding sehingga halus dan mudah dilapisi cat.

“Kalau retak itu caranya diplamir ulang, plamir itu materal buat nutup lubang,” ungkap Wildan kepada detikcom, Rabu (9/7/2025).

3. Pakai Cat Primer Berkualitas

Setelah dinding diplamir, langkah selanjutnya adalah mengaplikasikan cat dasar atau primer untuk mencegah adanya pengkristalan garam alkali. Cara ini dapat meminimalisir cat mengelupas yang disebabkan oleh jamur atau suhu lembab. Selain itu, permukaan tembok akan terasa lebih halus.

4. Cat Ulang Dinding yang Sudah Dikelupas

Setelah cat dasar kering, cat bagian permukaannya atau topcoat. Minimal bagian topcoat dicat dua kali. Namun, untuk cat putih perlu lebih dari 3 lapisan. Masing-masing lapisan harus ditunggu minimal 2 jam hingga kering.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Mau Beli Rumah yang Aman dan Strategis? Begini Cara Pilih Lokasinya


Jakarta

Memilih lokasi rumah tidak boleh asal-asalan. Sebab, lokasi rumah adalah aspek penting yang bisa mempengaruhi nilai rumah.

Pencari rumah perlu memilih lokasi yang strategis buat menunjang kehidupan penghuninya. Selain itu, rumah perlu berada di tempat yang aman dan nyaman serta memenuhi kebutuhan penghuni.

Oleh karena itu, calon pembeli perlu meriset dan mempertimbangkan lokasi rumah yang terbaik. Ada beberapa ciri rumah yang menandakan rumah yang strategis.


“Salah satu indikator bahwa hunian tersebut berada di lokasi yang baik adalah apabila akan disewakan atau ingin dijual kembali, banyak peminatnya (likuiditas tinggi),” kata Pengamat dan Ahli Properti Steve Sudijanto kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Tips Pilih Lokasi Rumah yang Aman dan Strategis

Inilah beberapa hal yang perlu dipertimbangkan ketika memilih lokasi rumah.

1. Dekat Transportasi Umum

Steve mengatakan rumah yang berada dekat transportasi umum sangat menguntungkan. Penghuni rumah memiliki akses transportasi yang memudahkan untuk bepergian. Apalagi tarif transportasi umum terjangkau, sehingga dapat menghemat biaya.

2. Sarana Penunjang Lengkap

Selain itu, rumah sebaiknya berada dekat dengan sarana penunjang, misalnya rumah sakit, kantor, pusat perbelanjaan, dan sekolah. Sarana penunjang yang lengkap akan memudahkan penghuni rumah karena tidak perlu bepergian jauh buat kebutuhan sehari-hari.

3. Bukan Lokasi Rawan Bencana

Keamanan lingkungan rumah juga perlu dipertimbangkan. Pastikan untuk membeli rumah di lingkungan dengan tingkat kriminalitas yang rendah. Steve menyarankan untuk membeli hunian di klaster atau komplek dengan petugas keamanan.

“Untuk faktor keamanan, hunian atau rumah cluster lebih baik,” katanya.

4. Lingkungan Aman

Terakhir, jangan pilih lokasi yang rawan terjadi bencana, misalnya banjir. Calon pembeli perlu memastikan sendiri dengan melakukan survei perumahan. Coba tanya atau diskusi dengan lurah atau ketua RT setempat soal frekuensi banjir di kawasan itu.

“Khusus untuk konteks banjir hunian di DKI Jakarta, kita harus jeli melihat frekuensi banjir di hunian tersebut, karena pemerintah DKI sudah melakukan banyak perbaikan untuk menanggulangi banjir,” tuturnya.

Itulah cara memilih lokasi rumah yang strategis. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Mirip tapi Tak Sama, Ini 3 Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali



Jakarta

Sumber air bersih bisa didapatkan dari dalam tanah. Untuk memperoleh air tersebut, pemilik rumah bisa membuat sumur bor atau sumur gali.

Kedua sumur itu dibuat dengan menggali lubang yang dalam. Nah, perbedaan utamanya ada pada cara menggali lubang. Sumur bor dibuat dengan mesin bor dan sumur gali dengan penggalian manual.

Meski sama-sama mengeluarkan air dari dalam tanah, kedua jenis sumur itu memiliki keunggulan masing-masing.


Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, Hasan, mengatakan sumur bor lebih banyak keunggulan dibanding sumur gali. Apalagi ketika musim kemarau, sumur bor menjadi sumber air andalan.

“Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, apa perbedaan sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasannya berikut ini

Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

Inilah beberapa perbedaan dari sumur bor dan sumur gali.

1. Debit Air

Sumur gali memiliki diameter lubang yang besar, sehingga debit air semakin besar buat memenuhi kebutuhan. Berbeda dari sumur bor yang mengandalkan pompa untuk menyalurkan air, sehingga debit air bisa lebih kencang.

“Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” ucapnya.

2. Dimensi Lubang

Kemudian, proses pembuatan sumur bor lebih mudah untuk menentukan kedalaman tanah hingga mencapai sumber air karena menggunakan mesin. Sementara itu, sumur gali mengandalkan tenaga manual, sehingga ada keterbatasan yang membuat sumur tidak bisa terlalu dalam.

“Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” katanya.

“Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” sambung Hasan.

3. Waktu Pengerjaan

Pembuatan sumur gali dengan kedalaman dua puluh meter bisa menghabiskan waktu berhari-hari. Proses itu memakan waktu lama karena penggalian dilakukan secara manual.

Sementara itu, pembuatan sumur bor relatif lebih cepat karena memakai mesin bor. Kedalaman lubang tidak menjadi masalah selagi bisa menemukan sumber air.

Itulah perbedaan antara sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Cara Bersihkan Lantai Kamar Mandi Biar Kinclong, Ampuh!


Jakarta

Kamar mandi merupakan salah satu ruangan yang paling sering digunakan. Maka dari itu, membersihkan kamar mandi harus dilakukan agar penghuni rumah maupun tamu nyaman menggunakannya.

Jangan salah lho detikers, kamar mandi harus rutin dibersihkan. Setidaknya, bersihkan kamar mandi 1-2 kali dalam seminggu.

Nah, salah satu bagian yang harus dibersihkan adalah lantai kamar mandi. Bagian tersebut rentan menjadi licin dan kotor karena terkena air sabun.


Nah, berikut ini cara membersihkan lantai kamar mandi dilansir dari Better Homes and Gardens.

Cara Membersihkan Lantai dan Nat Kamar Mandi

Lantai kamar mandi yang kering bisa dilakukan dengan membersihkan debu-debu terlebih dahulu. Selanjutnya, lantai bisa dipel dan dibiarkan hingga kering.

Nah, untuk membersihkan nat lantai bisa dengan campuran baking soda dan air dengan perbandingan 2:1. Sementara itu, kalau mau membersihkan noda atau warna yang memudar pada nat bisa pakai campuran baking soda dan cuka dengan perbandingan 2:1.

Letakkan campuran tersebut pada nat dengan menggunakan sikat gigi tidak terpakai, lalu diamkan beberapa menit. Setelah itu, gosok nat dan bersihkan dengan air. Biarkan selama 24 jam dan gunakan sealer untuk menguncinya tetap bersih.

Walau demikian, perlu dicatat bahwa lantai marmer, granit, dan batu tidak boleh dibersihkan pakai cuka karena bisa rusak.

Apa Boleh Bersihkan Lantai Kamar Mandi Pakai Pemutih?

Dikutip dari Homes and Gardens, sebaiknya jangan gunakan pemutih atau bleach saat membersihkan kamar mandi. Sebab, pemutih merupakan bahan yang sangat keras untuk beberapa jenis lantai sehingga bisa merusak permukaan dan menurunkan masa pakainya.

Apalagi jika ada sisa pemutih di lantai kamar mandi dan terkena kulit, bisa menyebabkan iritasi nantinya. Selain itu, apabila hewan peliharaan memakan residu pemutih bisa membuat mereka sakit.

Itulah cara membersihkan lantai dan nat kamar mandi. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com