Tag Archives: detikproperti

Pagar Rumah Seret saat Dibuka? Nih Cara Perbaikinya


Jakarta

Pagar banyak digunakan di rumah orang Indonesia untuk menambah keamanan dan privasi. Salah satu model pagar andalan dan praktis digunakan adalah pagar geser.

Namun, pagar ini terkadang bisa seret dan berat saat dibuka-tutup. Nah, ternyata pagar geser bisa seret atau susah dibuka karena bermasalah pada roda atau relnya, lho.

Lantas, kenapa pagar geser susah seret ketika dibuka? Yuk, simak penyebab dan cara memperbaiki pagar geser yang seret di sini, dikutip dari Bay Area Lions Gate.


Penyebab Pagar Geser Seret

Inilah alasan pagar geser kamu seret saat di buka. Segera atasi dengan cara ini.

1. Roda Aus atau Rusak

Kondisi roda pagar sangat penting untuk bisa meluncur dengan mulus. Jika roda aus atau rusak, pagar akan bergeser dengan tidak rata atau keluar dari lintasan.

Maka, pastikan roda dalam kondisi baik ya. Kalau aus atau rusak, segera ganti dengan yang baru.

2. Kurang Pelumas

Melumasi rel dapat membantu pagar meluncur dengan mulus. Gunakan pelumas berbasis silikon untuk menyemprot rel.

Pastikan untuk mengoleskan pelumas secara merata dan hindari menyemprotkannya pada roda atau pagar. Lumasi rel secara teratur agar tetap dalam kondisi baik.

3. Rel Kotor

Selain itu, kamu perlu memastikan kebersihan rel. Kotoran, serpihan, dan daun dapat terkumpul di rel, sehingga membuat pagar bergeser tidak rata.

Gunakan sapu atau peniup daun untuk membersihkan kotoran pada rel. Kamu juga bisa pakai sikat untuk menggosok rel dengan air dan sabun. Pastikan untuk membilas rel dan membiarkannya kering sebelum dipakai ya.

4. Pagar Tidak Sejajar dengan Rel

Lalu, periksa juga kesejajaran pagar dengan rel. Kalau tidak sejajar dengan benar, roda akan keluar dari jalur rel. Hal ini yang membuat pagar sulit digeser.

Untuk memeriksa kesejajaran, tutup pagar dan ukur jarak antara pintu pagar dan tiang di kedua sisi. Pengukurannya harus sama. Bila perlu, sesuaikan pintu gerbang hingga sejajar dengan benar.

5. Baut dan Sekrup Longgar

Kemungkinan ada baut dan sekrup yang longgar, sehingga pagar bergoyang dan tidak stabil. Periksa semua baut dan sekrup pada pagar dan kencangkan jika perlu.

Pastikan untuk menggunakan kunci pas dengan ukuran yang tepat untuk menghindari baut atau sekrup terlepas.

Itulah beberapa penyebab pagar geser seret dan cara memperbaikinya. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

5 Jurus Hadapi Musim Hujan biar Rumah Nggak Bocor dan Rusak



Jakarta

Terkadang ada saja masalah muncul di rumah saat memasuki musim hujan. Derasnya air hujan ditambah udara yang lembap bisa bikin rumah rusak.

Kondisi seperti ini dapat merusak dinding, menimbulkan rembesan, pertumbuhan jamur, bahkan merusak pada fondasi, lho. Sebelum terjadi kerusakan, sebaiknya mengecek dan mempersiapkan rumah memasuki musim hujan.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan kalau saat musim hujan? Yuk, simak penjelasanya berikut ini, dikutip dari HomeWorldDesign.


5 Hal yang Harus Diperhatikan di Rumah Saat Musim Hujan

Inilah hal-hal yang perlu kamu cek dan persiapkan di rumah untuk menghadapi musim hujan

1. Periksa Atap

Atap menjadi bagian rumah yang paling banyak terkena terpaan air hujan. Oleh karena itu, pastikan atap kokoh dari bebas dari kebocoran atau retakan.

Periksa dan rawat atap secara teratur untuk mencegah kerusakan yang membutuhkan biaya perbaikan mahal. Pastikan Anda juga memeriksa plafon rumah karena biasanya tanda-tanda kebocoran terlihat dari sini.

Lalu periksa juga kalau ada genteng yang rusak, retak, berlubang, bergeser, ataupun hilang. Jangan sampai ada celah untuk air masuk ke dalam rumah. Sebagai tambahan, kamu bisa menambahkan lapisan kedap air ke atap untuk mencegah kebocoran.

2. Periksa Kabel Listrik

Hujan deras dapat merusak isolasi saluran kabel listrik, sehingga meningkatkan risiko masalah seperti pemadaman listrik, lonjakan daya, sekring putus, dan gangguan pengaturan tegangan di rumah. Pastikan tidak ada kabel yang longgar atau sakelar yang rusak seta pemutus arus berfungsi dengan baik.

Tutupi kabel yang terbuka untuk mencegah sengatan listrik, terutama jika ada anak-anak atau hewan peliharaan di rumah. Pastikan kamu tidak asal menggunakan selotip atau lakban untuk memperbaiki atau menutupi kabel ini, karena kabel tersebut tidak terbuat dari bahan isolasi yang tepat dan dapat merusak kabel lebih lanjut. Gunakan selotip listrik atau biarkan teknisi ahli menangani pekerjaan tersebut.

Hujan deras terkadang bisa disertai sambaran petir. Sebaiknya kamu juga memasang pelindung lonjakan arus untuk menjaga peralatan dan elektronik tetap aman selama lonjakan daya saat petir menyambar.

Lalu, penting untuk mengawasi stopkontak di dekat jendela dan area semi terbuka. Sebab, ada kemungkinan stopkontak akan mengalami kerusakan akibat air.

Kamu juga perlu memangkas cabang-cabang pohon yang terlalu dekat dengan kabel listrik. Jangan sampai ranting pohon jatuh mengenai kabel listrik saat hujan deras dan menyebabkan pemadaman listrik.

3. Bersihkan Talang dan Saluran Air

Sistem drainase dan talang melindungi atap dan fondasi rumah dari hujan deras. Untuk itu, salurannya harus bersih dan bebas dari penyumbatan sebelum hujan mulai turun. Kamu bisa memeriksa pipa dan saluran pembuangan secara berkala dan perbaiki retakan atau kebocoran pada pipa.

Puing-puing seperti daun, ranting, dan batu, dapat dengan mudah terkumpul di saluran pembuangan dan talang. Hal ini akan menghalangi aliran air dan meningkatkan risiko genangan air, luapan, dan tumpahan yang dapat merusak dinding dan fondasi rumah.

4. Periksa Halaman Rumah

Kami harus memeriksa halaman rumah untuk mencari area yang selalu tergenang air. Ini dapat mengindikasikan perataan tanah yang tidak tepat yang pada akhirnya akan merusak fondasi rumah. Jika Anda melihat genangan air, hubungi spesialis lansekap dan drainase untuk memeriksa dan memperbaikinya. Jangan sampai perataan tanah tidak semakin memburuk.

5. Lindungi Pintu, Jendela, dan Dinding

Periksalah jendela dan dinding dengan benar untuk mencari retakan atau area yang tidak tertutup dengan benar. Pastikan semua jendela dan pintu dapat dibuka dan ditutup dengan benar.

Gunakan busa atau sealant silikon berkualitas untuk menutup celah antara pintu dan jendela. Langkah Ini akan mencegah kebocoran air dan mengurangi risiko pertumbuhan jamur, pembengkakan, dan pembusukan di sekitar rangka kayu jendela dan pintu. Kamu juga bisa memasang segel karet di dasar pintu masuk dan pintu balkon untuk mencegah air masuk ke dalam rumah.

Selain itu, retakan di dinding dapat dengan mudah membuat air meresap, sehingga menyebabkan pertumbuhan jamur dan akhirnya merusak dinding dan fondasi rumah. Salah satu cara untuk mengidentifikasi area yang mungkin mengalami rembesan adalah dengan mencari dinding yang lembap dan cat yang mengelupas.

Jika menemukan jamur, kikis dan gunakan pemutih dan air untuk membersihkan dan mendisinfeksi dinding. Selanjutnya, aplikasikan lapisan cat tahan air.

Itulah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan di rumah ketika memasuki musim hujan. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Hati-hati! Ini Tanda Ada Gas Saat Gali Sumur Bor



Jakarta

Sumur bor adalah salah satu cara mendapatkan sumber air bersih dengan menggali tanah. Siapa sangka, mengebor air ternyata bisa sampai memicu munculnya api alias sumur bor terbakar.

Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana mengatakan kejadian seperti itu sebenarnya sesuatu yang wajar terjadi ketika mengebor sumur. Menurutnya, api muncul lantaran ada gas metana atau gas rawa yang keluar dari lubang.

“Kemungkinan besar ini gas alam yang tidak migrasi dari sumbernya di kedalaman tertentu, dia berpindah tempat ke daerah permukaan shallow. Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas ‘alam liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).


Menurutnya, gas yang keluar dari sumur bor sebenarnya tidak berbahaya dan tidak akan mencemari air. Munculnya gas dapat ditandai bunyi berdesis serta bau tidak sedap dari campuran gas sulfida.

Selain itu, gas juga bisa mendorong air keluar dari lubang sumur, sehingga orang mengira mendapatkan air artesis yang mengalir tanpa pompa. Justru air keluar dengan sendirinya bisa menjadi indikasi keluarnya gas alam.

“Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar (orang) senang sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

Asep mengatakan gas tersebut bisa dibiarkan keluar dan akan habis dengan sendirinya dalam kurun waktu 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Namun, ia menegaskan agar pekerja maupun warga tidak boleh menyalakan api di sekitar sumur selama masa pengeboran dan masa tunggu memastikan gas keluar.

“Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

Apabila sumur bor terbakar karena tersulut api, sebenarnya dapat dibiarkan sampai gasnya habis. Apabila ada kandungan air di dalam sumurnya pun masih bisa dipakai dengan mengeluarkannya menggunakan pompa.

Akan tetapi api yang muncul dapat merusak lingkungan dan bisa membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, demi keamanan, sumur bor tersebut dapat ditutup dengan cara grouting, yakni menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Ia pun menyarankan mencari titik sumur bor lain minimal 500 meter dari lokasi awal untuk mencegah kejadian serupa.

Sebelumnya, ada insiden sumur bor yang terbakar di Sumenep. Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Sumur bor tersebut memiliki kedalaman sekitar 53 meter.

Kejadian ini bermula saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11). Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Ia pun mencium aroma gas, sehingga memutuskan untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Lalu, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB.

“Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Nemu Gas Saat Gali Sumur Bor? Jangan Panik, Lakukan Hal Ini



Jakarta

Sumber air bersih bisa didapat dengan membuat menggali sumur bor menggunakan mesin. Bukan cuma air, terkadang gas alam bisa keluar dari lubang sumur bor, lho

Bahkan, gas ini bisa berubah menjadi api kalau sampai tersulut. Namun, jangan terlalu khawatir kalau menemukan gas dari sumur bor ya.

Menurut Ahli Geologi dan Pemerhati Lingkungan Asep Mulyana, ada gas keluar ketika mengebor sumur sebenarnya fenomena yang wajar. Ia mengungkapkan gas yang muncul adalah metana atau gas rawa yang bermigrasi ke dekat permukaan.


“Bagi kami orang geologi ya (kedalaman) 30-50 (meter). Pada saat masyarakat itu mengebor air terus pada saat mereka ketemu di zona yang ada gas alam ‘liar’ terus dibor keluarlah (gas) dengan air,” ujar Asep kepada detikProperti, Minggu (24/11/2024).

Kalau kamu merasa ada gas keluar, tak perlu sampai panik. Cukup biarkan gasnya habis dengan sendirinya selama sekitar 1-2 minggu. Salah satu tandanya adalah air berhenti keluar karena tidak ada tekanan dari gas. Selain itu, pastikan pekerja dan warga tidak menyalakan api, bahkan merokok di sekitar sumur selama masa pengeboran maupun masa tunggu.

“Itu salah satu standar operasional prosedur baik ngebor air atau minyak, nggak boleh ada yang ngerokok atau sundutan api,” katanya.

Meskipun sumur mengeluarkan gas, biarkan sampai gasnya habis. Kandungan airnya pun masih bisa dipakai asalkan tidak asin. Kamu bisa mengeluarkan air menggunakan pompa.

Adapun tanda ada gas keluar bisa dari bunyi berdesis dan bau tidak sedap akibat campuran gas sulfida. Kemudian, ada pancaran air dari lubang karena terdorong gas.

“Kalau orang awam ngebor yang penting bolongi berapa meter dapat air artesis nggak perlu dipompa, (padahal air) terbawa (gas yang) ingin keluar. (Air yang keluar) Seakan artesis mancar. Biasanya artesis keluar seneng (orang senang) sambil ngerokok, (malah) tersambar (api),” jelasnya.

Nah, kalau sampai gas tersebut tersulut api, kamu bisa saja membiarkannya sampai padam. Namun, api yang terus menyala tidak ramah lingkungan dan dapat membahayakan warga sekitar. Oleh karena itu, kamu bisa menutup sumur bor tersebut dengan cara grouting, yaitu menumpahkan campuran pasir dan semen ke dalam sumur. Lalu, sebaiknya mencari titik sumur bor lain.

Sebelumnya, pengeboran sumur bor di Sumenep mengagetkan warga karena mengeluarkan api. Sumur bor dengan kedalaman sekitar 53 meter itu diduga mengeluarkan gas.

Fenomena ini terjadi di tanah tegal milik Maulidi (50) di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih. Kejadian itu berawal saat pemilik alat bor gantung, Astoni hendak membuka besi bor untuk pelebaran casing pada Rabu (20/11).

Ia mendengar suara seperti angin dari dalam sumur yang telah digali selama sekitar lima hari. Lalu, ia juga mencium aroma gas, sehingga memilih untuk tidak melanjutkan pekerjaannya.

Sumur bor tersebut kemudian diberi paralon sepanjang 120 cm untuk mencegah air hujan masuk ke dalamnya pada Kamis (21/11). Kemudian, Maulidi berniat membuka paralon yang dipasang sebelumnya sambil merokok sekitar pukul 17.00 WIB

“Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar 1 meter,” kata Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti dikutip dari detikJatim.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Sama-sama Sumber Air, Ini Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali


Jakarta

Setiap rumah wajib memiliki sumber air bersih untuk menunjang kebersihan penghuni dan seisi rumah. Sumber air bersih bisa didapat dari sumur yang terbagi menjadi dua jenis, yakni sumur bor dan sumur gali.

Seperti namanya, sumur bor dibuat dengan cara dibor menggunakan mesin. Sedangkan sumur gali dibuat dengan teknik menggali secara manual.

Sumur bor pun menjadi sumber air andalan, terutama ketika musim kemarau tiba. Menurut Hasan seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor, sumur bor lebih banyak keuntungannya dibanding sumur gali.


“Lebih baik bikin sumur bor apalagi kalau musim kemarau karena debit lebih kencang dan air lebih bersih,” kata Hasan kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Lalu, apa saja perbedaan antara sumur bor dan sumur gali? Simak penjelasan berikut ini ya.

Perbedaan Sumur Bor dan Sumur Gali

1. Dimensi Lubang

Sumur bor dibuat menggunakan mesin bor membuat proses pembuatan lebih mudah menentukan kedalaman tanah yang sampai menemukan sumber air. Sementara sumur gali yang mengandalkan tenaga manual memiliki keterbatasan, sehingga sumur tidak bisa terlalu dalam.

“Kita kalau bikin sumur bor itu punya diameter sekitar 2 inci sampai 6 inci terus kedalaman bisa sampai 60 meter nggak masalah,” ujar Hasan.

“Kalau sumur gali kita butuh buat diameter 50 cm sampai 1 meter dan buat kedalaman juga terbatas kalau di daerah Bogor atau Jakarta paling kuat maksimal gali sampai kedalaman 20 meter,” tambahnya.

2. Debit Air

Sumur gali dibuat membentuk diameter sumur yang besar, sehingga membuat debit air semakin besar agar bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan debit air dari sumur bor mengandalkan pompa untuk menyalurkan air.

“Kalau sumur bor itu debit airnya lebih kencang dan kualitas airnya lebih bersih karena itu tergantung kedalaman tanahnya,” jelasnya.

3. Waktu Pengerjaan

Memang biaya pembuatan sumur gali terhitung lebih murah karena dapat dilakukan secara manual dengan menggali sendiri. Akan tetapi, pengerjaan dengan kedalaman dua puluh meter dapat membutuhkan berhari-hari untuk menyelesaikannya.

Di sisi lain, penggalian sumur bor relatif lebih cepat karena menggunakan mesin bor. Kedalamannya pun tidak masalah selama menemukan sumber air bersih yang dibutuhkan.

Itulah perbedaan sumur bor dan sumur gali. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/das)



Sumber : www.detik.com

Bukan Sulap Bukan Sihir, Begini Cara Tukang Cari Titik Sumur Bor



Jakarta

Sumur bor adalah sumber air bersih dari dalam tanah. Sumur ini dibuat dengan cara mengebor tanah sampai kedalaman tertentu menggunakan mesin bor.

Jenis sumur air ini sangat diandalkan, terutama ketika musim kemarau tiba. Sebab, debit air biasanya menurun.

Tak heran, jasa pembuatan sumur bor banyak dicari saat musim kemarau tiba. Namun, pernahkah kamu terpikirkan bagaimana tukang sumur bor menemukan titik sumber air yang tepat?

Ternyata, mereka punya cara yang canggih untuk mencari sumber air, lho. Mereka menggunakan metode saintifik bernama geolistrik. Yuk, simak ulasannya berikut ini.


Metode Geolistrik untuk Mencari Sumber Air

Seorang tukang sumur bor di kawasan Bogor bernama Hasan mengungkapkan bahwa mereka menggunakan metode geolistrik untuk mencari sumber air di dalam tanah, terutama untuk di daerah yang sulit air.

“Kita juga ada geolistrik karena saya ada kenalan S1 geologi. Jadi, untuk daerah yang harus di geolistrik bakal kita lakukan biar kita tahu sumber airnya di mana. Kami juga sarankan untuk daerah yang sulit menemukan sumber airnya,” kata Hasan kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Menurut Hasan, walaupun relatif mahal metode ini sangat akurat dan efektif untuk mencari sumber air dalam tanah. Survei geolistrik dapat dilakukan dalam waktu sehari saja. Hasil survei nantinya berupa PDF berisi laporan detail yang bisa dianalisis.

Fungsi Metode Geolistrik

Metode geolistrik juga menawarkan analisis yang lengkap saat mencari sumber air tanah sebagai berikut.

1. Mengukur Kedalaman Air

Dengan menggunakan metode geolistrik, informasi tentang kedalaman air di dalam tanah dapat diperoleh dengan menganalisis pola resistivitas dalam profil geolistrik. Ini memungkinkan tukang sumur bor untuk mengetahui kedalaman air hingga batas air tanah yang ada.

2. Mengidentifikasi Akuifer

Akuifer adalah lapisan batuan yang mengandung air. Metode geolistrik bisa mencari lapisan ini dengan melihat perbedaan resistivitas antara lapisan batuan mengandung air dan tidak. Nantinya bisa dipetakan lokasi akuifer di bawah tanah.

3. Mengetahui Kualitas Air Tanah

Geolistrik tidak hanya berguna untuk memetakan akuifer, tetapi juga untuk mengidentifikasi dan mengkarakterisasi kualitas air tanah. Informasi ini dapat diperoleh melalui nilai resistivitas yang terdeteksi.

Melalui geolistrik kita dapat mengetahui apakah air tersebut mengandung garam, polutan, atau zat lainnya. Oleh karena itu, metode geolistrik membantu dalam pencarian sumber air untuk keperluan rumah tangga.

4. Penentuan Zona Produktif Air Tanah

Ini yang paling penting bagi seorang tukang sumur bor. Data yang telah diperoleh dari metode geolistrik, akan digunakan untuk mencari zona-zona yang produktif air tanah. Dengan demikian pasokan air dari sumur bor bisa mencukupi air yang dibutuhkan dan terus produktif.

Itulah cara mencari titik sumur bor yang tepat menggunakan metode geolistrik. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

5 Penyebab Cat Dinding Outdoor Mudah Mengelupas Maski Baru Diaplikasikan


Jakarta

Cat dinding mengelupas bisa bisa menjadi masalah serius pada tampilan rumah. Apalagi jika terjadi pada bagian fasad atau outdoor rumah. Cat dinding yang seharusnya tahan lama dan tahan dari cuaca apa pun justru paling cepat rusak dan mengelupas. Lantas, apa penyebabnya?

Sebelum itu, kamu harus mengetahui jika cat untuk bagian luar dan dalam rumah berbeda. Hal ini dikarenakan bahan dasar dan fungsinya yang berbeda. Cat dinding bagian luar rumah dibuat lebih tahan paparan sinar matahari, perubahan suhu ekstrem, kelembapan, jamur, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, harga cat dinding luar pun lebih mahal.

Apabila kamu sudah memakai cat dinding yang benar yakni khusus untuk outdoor, tetapi setelah diaplikasikan justru mengelupas, melansir dari Family Handyman, berikut beberapa penyebabnya.


1. Kondisi Lingkungan yang Terlalu Lembap

Kelembapan akibat hujan atau dekat dengan daerah yang basah membuat cat dinding lebih mudah terkelupas. Air yang masuk ke dalam cat membuat jaringan pengikatnya longgar sehingga mudah terkelupas.

2. Kualitas Cat yang Tak Bagus

Seperti yang disebutkan sebelumnya, bagian outdoor rumah harus memakai cat yang berbeda dengan indoor. Selain itu, pilih juga cat yang berkualitas, jangan hanya terlena dengan harga yang murah. Biasanya cat yang mahal itu menentukan kualitas. Menerapkan cat di luar suhu dan kondisi aplikasi yang direkomendasikan pabrikan dapat menyebabkan cat terkelupas.

Cat yang bagus juga memiliki daya ikat yang kuat sehingga terkena air, kelembapan, sinar matahari, panas yang lama, cat tidak akan begitu terpengaruh. Selain itu, hindari juga pengecatan bagian outdoor saat hujan deras yang lama. Mau sebagus apa pun cat yang dipakai, waktu keringnya akan lama dan semakin rentan rusak.

Cat dinding perlu dilapisi 3-5 kali dengan jeda beberapa jam hingga lapisan sebelumnya kering. Apabila kamu tidak sabaran dan langsung melapisi dinding dengan lapisan berikutnya padahal belum begitu kering, risikonya adalah cat mudah mengelupas. Hal ini disebabkan lapisan di bawahnya masih lunak sehingga tidak menempel sempurna dan mudah rusak apabila terkena goresan, air, atau panas.

Untuk waktu tunggu cat mengering, kamu bisa mengecek instruksi di kaleng cat atau sekitar mengecek secara berkala setiap 2-3 jam sekali.

4. Permukaan Dinding yang Belum Siap Dicat

Terkadang permasalahan cat mengelupas justru disebabkan karena dinding yang belum siap. Seperti apa itu?

Misalnya kamu ingin mengecat ulang, tetapi cat lama masih menempel. Nah, kondisi seperti ini bisa merusak cat dinding yang baru. Lebih baik, kikis seluruh cat yang lama, baru kemudian lapisi dengan cat yang baru.

Kemudian, dinding yang terlalu lembap, dinding yang kasar, berjamur, itu juga perlu diatasi dahulu, sebelum dinding dilindungi dengan cat.

5. Memakai Jenis Cat yang Tidak Sesuai

Cat dinding memiliki beragam jenis. Ada yang hasil finishing-nya matte atau mengkilap karena dilapisi minyak. Nah, sebelum memutuskan untuk memakai salah satu jenis cat, kamu harus memikirkan daya tahannya dengan lokasi dinding yang akan diaplikasikan.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/zlf)



Sumber : www.detik.com

AC Split, Portable, dan Central, Mending yang Mana?


Jakarta

Pendingin ruangan atau air conditioner (AC) merupakan salah satu alat elektronik yang sering digunakan di rumah. Namun, agar penggunaan AC maksimal tentunya harus sesuai dengan luas ruangan.

Umumnya, AC yang digunakan merupakan jenis AC Split, AC Portable, dan juga AC Central. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, berikut ini informasi mengenai ketiga AC tersebut.


AC Split

Young brunette woman in her modern apartment. She turns on the air conditioner from the remote control. Climate control at home with split system.Ilustrasi AC split Foto: Getty Images/iStockphoto/LENblR

Dilansir Times of India, AC Split atau non-inverter merupakan jenis AC indoor dan outdoor. Biasanya, AC Split bekerja dengan pendinginan maksimum, jadi ketika ruangan dirasa sudah dingin maka AC akan berhenti beroperasi sesaat.

Karena bekerja on-off, AC ini memerlukan listrik sekitar 800 watt. Untuk suara, AC ini tidak menimbulkan suara yang begitu mengganggu, hanya pada awal dinyalakan saja.

Untuk harga, AC ini bisa dibilang cukup ekonomis. Tak heran jenis AC ini banyak digunakan di Indonesia.

Melansir Sinar Mas Land, berikut ini kelebihan dan kekurangan AC Split
Kelebihan:

– Harga terjangkau
– Perawatan mudah
– Pendinginan cepat
– Tersedia di banyak tempat

Kekurangan:

– Boros energi
– Mengurangi estetika karena dipasang di dinding

AC Portable

Close-up View Of Portable Air Conditioner With Blurred Living Room BackgroundAC portable Foto: Getty Images/onurdongel

Mengutip The Spruce, AC Portable merupakan jenis AC yang bisa dipindah-pindah posisinya karena diletakkan di lantai. Biasanya, AC jenis ini digunakan di ruangan yang tidak terlalu besar, sekitar 46 m2.

Banyak orang yang memilih AC jenis ini karena praktis bisa dipindahkan kemana-mana. Namun, AC ini juga ada kelebihan dan kekurangannya. Berikut ini informasinya.

Kelebihan:

– Mudah dipindah-pindah
– Harga tidak terlalu mahal dan mudah dipasang

Kekurangan:

– Tidak cocok untuk ruangan yang luas
– Agak berisik

AC Central

AC central atau AC pusat merupakan AC yang bisa mendinginkan seisi ruangan karena diatur terpusat. AC jenis ini merupakan yang terbesar dan paling mahal dari AC konvensional.

Melansir Better Homes & Gardens, sistem AC ini dirancang untuk mendinginkan seluruh rumah dengan mengalirkan udara dingin melalui saluran dan keluar melalui ventilasi. AC ini biasanya dikendalikan oleh termostat dan dapat dirancang dengan kemampuan cerdas.

Meski bisa digunakan di rumah, namun umumnya jenis AC ini digunakan untuk gedung-gedung besar, seperti perkantoran, perhotelan, hingga pusat perbelanjaan.

Kelebihan:

– Efisiensi tinggi
– Tidak bising

Kekurangan:

– Harga mahal
– Biaya perawatan tinggi
– Jika satu bagian bermasalah, seluruh sistem bisa terganggu
– Pengaturan suhu terpusat sehingga kurang fleksibel

Itulah informasi mengenai AC Split, AC Portable, dan AC Central. Sudah tahu bedanya serta kelebihan dan kekurangannya kan detikers?

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(abr/das)



Sumber : www.detik.com

Segini Biaya Pembuatan Sumur Bor buat Air Bersih



Jakarta

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang setiap rumah harus miliki. Untuk mendapatkan air bersih ada berbagai metode, salah satunya yang umum digunakan masyarakat adalah sumur bor.

Mengutip dari Brighton, metode pembuatan sumur bor biasanya ditemukan di perkotaan baik untuk kebutuhan industri hingga rumah tangga. Sumur bor sering digunakan karena dianggap lebih efektif dan efisien untuk mendapatkan air.

Harga pembuatan sumur bor sendiri pun sangat beragam. Hal ini tergantung beberapa faktor seperti kedalaman dan diameter sumur.


Lantas, berapa harga membuat sumur bor? Simak ulasannya berikut ini.

Daftar Harga Sumur Bor

Inilah beberapa harga sumur bor berdasarkan diameter dan jenis bor. Namun, harga berikut ini belum termasuk biaya material tambahan.

  • Diameter pipa uk. 3 inch + bor jet pump: Rp 100.000 per meter
  • Diameter pipa uk. 4 inch + bor jet pump: Rp 150.000 per meter
  • Diameter pipa uk. 5 inch + bor sumur dalam: Rp 300.000 per meter
  • Diameter pipa uk. 6 inch + bor sumur dalam: Rp 500.000 per meter
  • Diameter pipa uk. 8 inch + bor sumur dalam: Rp 600.000 per meter
  • Diameter pipa uk. 10 inch + bor sumur dalam: Rp 700.000 per meter

Harga Sumur Bor Paketan

Kamu bisa menggunakan jasa paketan sumur bor. Harga sumur bor paketan sudah termasuk biaya tenaga dan material. Berikut ini kisaran harga membuat sumur bor.

Tipe Standar

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 5.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 6.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 8.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 14.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 18.000.000

Tipe Menengah

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 6.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 7.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 15.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 20.000.000

Tipe Tinggi

  • Paket sumur bor kedalaman 20 meter: Rp 7.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 30 meter: Rp 9.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 40 meter: Rp 10.500.000
  • Paket sumur bor kedalaman 50 meter: Rp 16.000.000
  • Paket sumur bor kedalaman 60 meter: Rp 22.000.000

Harga Sumur Bor Berdasarkan Wilayahnya

Wilayah Jakarta & Depok

Berikut kisaran harga pembuatan sumur bor untuk wilayah Jakarta dan Depok.

  • Sumur bor biasa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 3.000.000 – Rp 4.000.000
  • Sumur bor dan alat seperti pompa dengan kedalaman maksimal 30 meter: Rp 8.500.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter (sumur saja): Rp 9.000.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

Wilayah Bekasi & Tangerang

Sementara untuk wilayah Bekasi dan Tangerang, berikut kisaran harganya.

  • Jasa pengeboran sumur maksimal kedalaman 30 meter: Rp 2.500.000
  • Pembuatan sumur bor tipe submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter: Rp 9.000.000
  • Sumur bor submersible dengan kedalaman maksimal 60 meter jasa paketan termasuk jasa pekerja, material penunjang, dan pipa sumur: Rp 18.000.000

Itulah daftar kisaran harga pembuatan sumur bor. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(dhw/zlf)



Sumber : www.detik.com

Bukan Cuma Tisu, Air Sabun Juga Nggak Boleh Dibuang ke Toilet, Bisa Meledak!



Jakarta

Ketika kamu mandi atau buang air, pernah tidak membuang air sabun ke dalam closet? Mungkin kamu berpikir air sabun dapat membersihkan permukaan dan dalam closet, padahal cara ini justru dapat merusak saluran air. Lho, kenapa?

Melansir dari Ideal Home, alasan air sabun tidak dibuang ke toilet dikarenakan di dalam sabun terdapat zat kimia yang tidak dibutuhkan di saluran pembuangan. Zat kimia ini dapat membunuh makhluk pengurai atau bakteri pembusuk di septic tank.

Dampaknya, kotoran-kotoran yang menumpuk, tercium bau busuk, dan septic tank tidak bisa mengurai. Risikonya septic tank penuh dan bisa meledak. Selain itu, sabun juga dapat menyebabkan kerusakan pada karet di saluran air. Bahaya membuang air sabun ke toilet, sama seperti jika kamu membuang tisu di sana yakni dapat menyumbat saluran dan merusak saluran karena sulit diurai.


Bukan hanya air sabun, cairan pembersih lainnya juga disarankan tidak dibuang ke dalam toilet. Mulai dari air bekas cucian baju, air yang tercampur dengan cairan pencuci piring, hingga cairan pelembut pakaian.

Cairan licin yang telah tercampur ini dapat menempel dan menumpuk di saluran air. Dampaknya pada septic tank juga sama.

“Kita semua pernah melihat kotoran yang ditinggalkan pelembut kain di laci mesin cuci. Lama kelamaan akan meninggalkan lapisan lengket yang dapat menggumpal dan menyumbat mesin cuci Kamu,” kata Izzy Shulman, Direktur Plumbers4U, dikutip Selasa (26/11/2024).

“Beberapa pelembut kain bahkan mungkin mengandung bahan beracun seperti benzil asetat dan etanol. Jadi dari sudut pandang lingkungan, memasukkannya langsung ke dalam tangki toilet tidak akan berdampak baik bagi ekosistem air,” lanjutnya.

Cairan yang Aman Dibuang ke Toilet

Setelah ini cairan yang boleh dibuang ke toilet terutama pada saat bersih-bersih hanya produk yang memang dibuat untuk membersihkan toilet. Kemudian, jika ada noda yang membandel atau timbul noda kerak yang sulit dibersihkan dengan air dan digosok, kamu boleh memakai bahan pembersih yang lebih ampuh. Sebagai contoh soda kue dan cuka putih.

Caranya dengan mencampurkan cuka putih dan soda kue. Kemudian tuang ke mangkuk toilet. Tunggu selama 10 menit, sikat, lalu bilas dengan air bersih. Pastikan tidak ada busa yang terlihat lagi.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)



Sumber : www.detik.com