Tag Archives: eth

Ethereum Kehabisan Napas? Cadangan Devisa ETH Terpuruk Dalam 3 Tahun

Pasokan Ethereum di bursa terpusat kini sedang dalam krisis cadangan devisa ETH telah menurun drastis.

Pasalnya, Ethereum mencapai titik terendah dalam tiga tahun terakhir ketika uang institusional dan strategi treasury korporat menyerap sebagian besar pasokan aktif.

Cadangan Devisa Ethereum Merosot Tajam

Menurut data dari CryptoQuant, cadangan ETH di bursa sudah menyusut hampir 10,7 juta ETH sejak puncaknya di September 2022 (sekitar 28,8 juta ETH).

Namun hingga kini hanya menyisakan sekitar 17,4 juta ETH, dengan 2,5 juta ETH keluar dari bursa hanya dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan catatan histori, Ethereum tengah mengalami penurunan sekitar 38 % dalam kurun waktu tiga tahun.

Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

ETF Spot dan Aliran Dana Institusional–Katalis Penurunan

Diluncurkan pada Juli 2024, spot ETF Ethereum telah menarik > US$13 miliar dalam inflow bersih sejak awal.

Lebih lanjut, antara Juni hingga Agustus 2025, ETF-ETF ini menyerap lebih dari US$10 miliar, dengan rekor masuk sebesar US$5,4 miliar di Juli saja.

ETF terbesar, BlackRock’s iShares Ethereum ETF (ETHA), kini mengelola aset senilai lebih dari US$16 miliar.

Korporasi Publik: Terserap dalam Revolusi Devisa Kripto

Tidak hanya lembaga keuangan—perusahaan publik juga masuk ke dalam arus adopsi ETH sebagai bagian dari strategi treasury jangka panjang. Misalnya:

  • SharpLink Gaming: Sejak Mei 2025 mengimplementasikan strategi treasury dengan cadangan ETH sebesar 797.704 ETH (~US$3,5 miliar) pada akhir Agustus.
  • BitMine Immersion Technologies: Menyerap sekitar 1,86 juta ETH, setara ~1,5 % dari total pasokan Ethereum.
  • The Ether Machine: Mengumumkan memiliki 495.000 ETH dan tengah menuju penawaran saham di Nasdaq.

Secara keseluruhan, 17 perusahaan publik dilaporkan menyimpan total lebih dari 3,6 juta ETH dalam neraca mereka.

Ethereum: Aset Devisa Produktif yang Menarik

Menurut analis di Bitfinex, Ethereum bukan hanya “aset makro,” tetapi juga “aset produktif” karena memungkinkan pemiliknya mendapatkan yield melalui staking, dan menjadi dasar bagi lebih dari US$100 miliar aset tokenized di layer-2 dan sektor DeFi.

Ini jelas menjadi daya tarik tambahan di mata institusi dan perusahaan sebagai aset devisa yang tak sekadar disimpan, tapi juga menghasilkan.

Implikasi dan Kecenderungan Pasar

Kecenderungan Bullish

Dengan sebagian besar pasokan aktif terkunci dalam ETF dan treasury, tersedia lebih sedikit ETH untuk diperdagangkan.

Ini berpotensi menjadi katalis bullish jangka menengah bila permintaan tetap tinggi, sesuatu yang semakin terlihat seiring minat institusional terus tumbuh.

Risiko Volatilitas

Penurunan likuiditas di bursa juga meningkatkan risiko volatilitas. Jika terjadi lonjakan permintaan mendadak, pergerakan harga bisa sangat ekstrem, baik naik maupun turun.

Perubahan Paradigma Aset Kripto

Ethereum kini membuktikan menjadi lebih dari sekadar spekulasi, melainkan telah menjadi komponen keuangan modern di neraca institusional.

Adopsi ini mencerminkan pergeseran besar dalam persepsi Ethereum sebagai aset devisa digital produktif.

Ethereum Masih Miliki Masa Depan Devisa Digital yang Cerah?

Cadangan devisa Ethereum yang tersisa di bursa telah anjlok ke angka paling rendah dalam tiga tahun, terdorong oleh ledakan ETF spot dan adopsi korporasi lewat treasury.

Dengan modal institusional dan perusahaan besar kini memegang kendali, Ethereum mulai bertransformasi menjadi aset devisa digital unggulan yang tidak hanya disimpan, tetapi juga menghasilkan.

Untuk investor dan pengamat pasar, tren ini menandakan momen krusial dalam evolusi Ethereum: dari pasar spekulatif menuju ruang keuangan institusional yang solid dan produktif.

Perubahan ini membuka potensi besar, serta tantangan baru dalam lanskap devisa kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Melonjak, Sinyal Bull Run Kripto?

Setelah terkoreksi beberapa saat, Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali menunjukkan taringnya.

Saat ini, harga Ethereum tercatat di level $4,370.22 per ETH dengan kapitalisasi pasar sebesar $527,51 miliar USD.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum mengalami kenaikan sebesar +1,15%, sebuah sinyal bahwa minat investor terhadap aset digital ini masih sangat kuat di tengah volatilitas pasar kripto.

Baca Juga: Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

Lonjakan Harian yang Memicu Euforia

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak di kisaran $4,305.59 – $4,489.20. Kenaikan harga harian yang konsisten menempatkan Ethereum kembali dalam radar investor besar maupun ritel.

Lonjakan ini semakin menarik perhatian karena terjadi di saat Bitcoin hanya mencatatkan pergerakan terbatas.

Pendorong utama kenaikan harga ini adalah kombinasi antara aktivitas jaringan Ethereum yang terus meningkat, perkembangan DeFi, dan semakin luasnya adopsi aplikasi Web3 yang berbasis pada blockchain Ethereum.

Rekor Tertinggi Jadi Magnet Baru

Dengan rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang masih berada di level $4,953.73, para analis menilai bahwa ETH sedang menuju tren bullish yang bisa membawa harga lebih dekat dengan level psikologis $5.000.

Lonjakan menuju level ini bukan hal yang mustahil, mengingat fundamental Ethereum semakin kokoh dengan dukungan ekosistemnya yang berkembang pesat.

Faktor Utama yang Mendorong Harga Ethereum Naik

  1. Adopsi DeFi dan NFT
    Ethereum tetap menjadi tulang punggung bagi sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan pasar token non-fungible (NFT). Lonjakan aktivitas transaksi dari aplikasi seperti Uniswap, Aave, hingga marketplace NFT terus mendorong permintaan ETH sebagai bahan bakar (gas fee) dalam ekosistemnya.
  2. Ethereum 2.0 dan Staking
    Transisi Ethereum menuju proof-of-stake (PoS) melalui pembaruan Ethereum 2.0 membawa dampak signifikan. Mekanisme staking ETH yang semakin diminati membuat suplai ETH di pasar menurun karena banyak token terkunci di jaringan. Hal ini menciptakan efek kelangkaan yang secara alami mendorong harga naik.
  3. Optimisme Regulasi Global
    Beberapa negara mulai menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap aset kripto, termasuk Ethereum. Dukungan regulasi yang lebih jelas membuat investor institusional semakin percaya diri untuk masuk ke pasar, yang berujung pada lonjakan permintaan.
  4. Integrasi dengan Web3 dan AI
    Ethereum menjadi fondasi bagi pengembangan aplikasi Web3 yang menggabungkan blockchain dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Hal ini memperluas utilitas ETH, tidak hanya sebagai aset spekulatif tetapi juga sebagai infrastruktur utama internet generasi berikutnya.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Kamis, 4 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Tantangan yang Masih Mengintai

Meski tren saat ini positif, Ethereum tetap menghadapi beberapa tantangan. Biaya gas fee yang tinggi masih menjadi masalah utama, meskipun solusi Layer 2 seperti Arbitrum, Optimism, dan zkSync sudah mulai mengurangi beban transaksi.

Selain itu, persaingan dari blockchain lain seperti Solana, Avalanche, dan Cardano menjadi faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga ETH.

Prospek ke Depan

Dengan momentum kenaikan harian dan fundamental jaringan yang semakin kuat, Ethereum diprediksi akan terus berada di jalur bullish dalam jangka menengah.

Jika adopsi DeFi, NFT, dan Web3 terus meluas, ETH berpotensi menembus kembali level ATH dan bahkan melampauinya.

Para analis menilai bahwa kombinasi antara adopsi masif, staking yang mengurangi suplai pasar, dan dukungan regulasi akan menjadi katalis utama yang membawa Ethereum menuju level harga yang lebih tinggi.

Baca Juga: TVL Ethereum Naik Drastis, Masa Emas Solana Sudah Berakhir?

Kenaikan harga Ethereum ke level $4,370.22 saat ini bukan sekadar pergerakan teknikal biasa, melainkan refleksi dari kekuatan fundamental ekosistem Ethereum.

Dengan rekam jejak inovasi dan dukungan komunitas global yang solid, ETH semakin memperkuat posisinya sebagai aset digital paling menjanjikan setelah Bitcoin.

Jika tren positif ini berlanjut, Ethereum bisa menjadi salah satu pilar utama dalam membentuk ekonomi digital baru yang lebih inklusif dan terdesentralisasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasang Strategi, SharpLink Gaming Simpan $3,6 Miliar Ethereum

SharpLink Gaming, Inc. kembali mencuri perhatian pasar kripto lewat langkah ambisiusnya dalam membentuk cadangan Ethereum (ETH) mega yang mencapai lebih dari $3,6 miliar hanya dalam sebulan terakhir.

Ini bukan akumulasi biasa, melainkan grand strategy institusional yang bisa menjadi blueprint bagi perusahaan lain di pasar digital.

Akumulasi ETH Melesat 91% dalam Sepekan

Dalam waktu singkat, SharpLink berhasil menambah cadangan ETH menjadi 837.230 token, senilai lebih dari $3,6 miliar, naik 91% dari periode sebelumnya.

Langkah ini disokong oleh aksi beli agresif: acara pembelian rata-rata 39.008 ETH per minggu, dengan harga rata-rata pembelian sekitar $4.531 per ETH.

Tambahan modal lancar juga disuntik melalui program ATM equity, menghasilkan dana segar senilai $46,6 juta untuk mendukung akumulasi ini.

Di akhir Agustus 2025, posisi kas SharpLink tercatat $71,6 juta, memperkuat landasan strategis mereka

Baca Juga: Ethereum Melejit! Apakah Ini Tanda Dominasi Altcoin Kembali?

Staking & Buyback: Putar Kompas Kapital yang Cerdas

Bukan hanya membeli, SharpLink juga mengandalkan staking rewards sebagai mesin pendapatan pasif.

Secara total, perusahaan telah mengantungi lebih dari 2.318 ETH sebagai bonus dari staking yang dilakukan sejak Juni 2025.

Strategi ini menciptakan efek flywheel: ETH yield di-stake ulang atau digunakan untuk buyback saham, memperkuat nilai per saham dan posisi ETH treasury mereka.

Salah satu manuver cerdas adalah program buyback saham senilai $1,5 miliar, yang secara simultan mengurangi jumlah outstanding shares dan menambah kepercayaan investor terhadap strategi jangka panjang.

Proyek Gaming Bertemu Strategi ETH Mega: Sinergi Masa Depan

SharpLink Game belang sebagai salah satu perusahaan gaming yang terdaftar di NASDAQ pertama kali yang menyusun strategi treasury resmi berbasis Ethereum.

Mereka juga bersinergi dengan figur penting seperti co-founder Ethereum, Joseph Lubin, sekaligus menggandeng infrastruktur staking dari ConsenSys—menciptakan pondasi institusional yang kuat.

Strategi ini meletakkan SharpLink di peta perusahaan digital-game yang juga menjadi poros kripto institusional—mewakili pergeseran paradigma ekonomi digital game-keuangan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 3 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Respons Pasar: Saham Merosot Meski Harta Makin Berkaya

Menariknya, meskipun cadangan ETH-nya melejit, saham SBET tertekan atau turun sekitar 6–7% pada perdagangan hari pengumuman.

Hal ini menunjukkan disconnect antara investor saham tradisional dan strategi kripto jangka panjang. Namun, secara jangka panjang, jika ETH kembali ke tren bullish, kemungkinan target saham $40 bukanlah hal mustahil (CoinCentral).


Implikasi Lebih Luas: BTC vs ETH, Siapa yang Dihabisi?

Dengan akumulasi setingkat ini, SharpLink bukan sekadar investor—mereka menjelma sebagai pelopor corporate ETH treasury.

  • Total korporasi ETH treasury sekarang diperkirakan mencapai 1,34 juta ETH, atau sekitar $4,1 miliar, dan SharpLink menyumbang seluruh porsi fantastisnya.
  • Pendekatan ini menonjol di antara mereka yang lebih fokus ke Bitcoin menegaskan pergeseran yang mungkin terjadi dalam dua pendekatan kripto treasury: BTC vs ETH.

Jika tren ini bergulir luas, perusahaan game atau fintech lainnya mungkin mulai meniru strategi serupa—menjadikan ETH sebagai aset cadangan stabil dan likuid dalam arus ekonomi digital.

Baca Juga: Ssst, SharpLink Diam-Diam Borong 300 Juta USD Ethereum

SharpLink Gaming menciptakan momentum besar dengan akumulasi ETH bernilai miliaran dolar.

Langkah ini bukan hanya reaksi terhadap bull market, tetapi bagian dari strategi institusional matang yang melibatkan staking, equity buybacks, hingga kolaborasi dengan tokoh Ethereum.

Meskipun pasar saham menentang langkah ini, potensi jangka panjang masih besar jika ETH terus menguat—membalik paradigma antara investasi gaming, kripto, dan nilai perusahaan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Momen Buy atau Bye? Ethereum Terjun Bebas di Tengah Aksi Jual Massal

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, saat ini berada pada level $4,385.73 per (ETH/USD).

Meski masih bertahan di atas $4.300, harga ETH mengalami tekanan signifikan dengan penurunan -1.66% dalam 24 jam terakhir, dan bahkan tercatat turun -7.33% dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini membuat banyak investor mulai waspada terhadap kemungkinan fase koreksi jangka menengah di pasar kripto.

Baca Juga: Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $529.39 miliar USD, Ethereum masih menjadi salah satu aset digital paling dominan di industri blockchain.

Volume perdagangan 24 jam terakhir berada di $29.04 miliar, menunjukkan masih tingginya likuiditas di pasar.

Namun, meski arus transaksi tetap ramai, aksi jual tampak lebih dominan sehingga mendorong harga terkoreksi.

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa harga Ethereum sempat menyentuh level terendah $4,363.29 dan tertinggi $4,497.18.

Angka ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup tinggi dalam pergerakan harian, mempertegas bahwa pasar sedang berada dalam fase penuh ketidakpastian.

Penyebab Turunnya Harga Ethereum

Ada beberapa faktor utama yang menjadi pemicu penurunan harga Ethereum:

1. Aksi Ambil Untung Pasca Kenaikan Drastis

Dalam 60 hari terakhir, ETH sempat melonjak lebih dari +69%, bahkan dalam 90 hari terakhir mencatat kenaikan sekitar +67.70%.

Lonjakan tajam ini memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor jangka pendek, sehingga menciptakan tekanan jual yang kuat.

2. Koreksi Teknis dari Level Tertinggi

Ethereum sebelumnya sempat mencatatkan rekor tertinggi di $4,953.73, mendekati level psikologis $5.000.

Namun, sejak itu, ETH belum mampu menembus resistance besar dan justru mengalami penurunan tajam.

Secara teknikal, ini merupakan tanda bahwa pasar sedang mengalami fase konsolidasi sebelum menentukan arah baru.

3. Sentimen Negatif dari Bitcoin

Sebagai aset kripto dengan dominasi pasar terbesar, pergerakan Bitcoin sangat memengaruhi altcoin, termasuk Ethereum.

Saat harga BTC menunjukkan pelemahan dalam sepekan terakhir, Ethereum juga ikut tertekan. Investor cenderung menarik dana dari altcoin ketika Bitcoin gagal memberikan sinyal bullish yang kuat.

4. Ketidakpastian Regulasi dan Ekonomi Global

Regulasi kripto di berbagai negara masih menjadi salah satu faktor penghambat laju harga ETH.

Kekhawatiran terhadap kebijakan moneter ketat, suku bunga tinggi, serta kondisi makroekonomi global yang tidak stabil menambah tekanan pada pasar kripto secara keseluruhan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 1 September 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek Ethereum ke Depan

Meski saat ini harga ETH mengalami penurunan, tren jangka menengah sebenarnya masih cukup positif.

Dalam 30 hari terakhir, Ethereum mencatat kenaikan sekitar +24.06%, menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi saat ini lebih banyak disebabkan oleh aksi jual sesaat daripada perubahan fundamental.

Faktor pendukung utama Ethereum tetap kuat, mulai dari dominasi DeFi (Decentralized Finance), pertumbuhan sektor NFT (Non-Fungible Token), hingga penggunaan jaringan Ethereum dalam berbagai aplikasi Web3.

Selain itu, transisi penuh menuju Ethereum 2.0 dengan mekanisme Proof-of-Stake (PoS) terus menjadi daya tarik bagi investor jangka panjang.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum hingga kisaran $4,300 merupakan dampak gabungan dari aksi ambil untung, tekanan pasar kripto global, dan ketidakpastian regulasi.

Meski demikian, fundamental Ethereum masih solid, dan potensi pemulihan harga tetap terbuka jika sentimen pasar membaik.

Bagi investor, kondisi ini bisa menjadi momen evaluasi strategi, apakah memanfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi, atau menunggu konfirmasi tren baru di pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kehilangan Momentum Reli, Harga Ethereum Anjlok ke Level $4.377

Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua setelah Bitcoin, tengah menghadapi tekanan harga yang cukup signifikan.

Berdasarkan data terkini, harga Ethereum berada di level $4,375.84 per ETH, turun -2.04% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menambah sentimen negatif di pasar, apalagi dalam sepekan terakhir ETH juga tercatat melemah -7.67%.

Meski demikian, secara jangka menengah Ethereum masih menunjukkan performa impresif dengan kenaikan lebih dari +78% dalam 60 hari terakhir.

Baca Juga: Ethereum Mengamuk! Likuiditas Dekati Bitcoin

Data Terbaru: Dari Puncak ke Tekanan

Dalam 24 jam terakhir, Tokocrypto mencatat bahwa ETH diperdagangkan di kisaran $4,264.20 (terendah) hingga $4,485.35 (tertinggi).

Sementara itu, kapitalisasi pasar Ethereum kini berada di $528.19 miliar, dengan volume perdagangan harian mencapai $46.95 miliar.

Meski angka ini tetap mencerminkan minat besar investor, tekanan jual yang meningkat telah menahan laju Ethereum mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4,953.73.

Koreksi ini menunjukkan adanya pergeseran momentum. Dari sisi teknikal, ETH kehilangan kekuatan bullish yang sempat mendominasi pada awal kuartal, terutama setelah reli cepat yang mendorong kenaikan harga lebih dari 70% dalam tiga bulan terakhir.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penyebab Utama Penurunan Harga Ethereum

1. Koreksi Setelah Reli Besar

Ethereum dalam dua bulan terakhir mencatat reli yang luar biasa, sebagian besar didorong oleh adopsi luas terhadap aplikasi DeFi, tren restaking, serta antisipasi terhadap perkembangan ekosistem Ethereum 2.0.

Namun, reli sebesar +78% dalam 60 hari pada akhirnya memicu aksi ambil untung (profit-taking) oleh para investor besar. Tekanan jual dari aksi ini menjadi salah satu faktor utama pelemahan harga dalam jangka pendek.

2. Tekanan Pasar Global

Sentimen makroekonomi juga memainkan peran besar. Ketidakpastian kebijakan moneter global, terutama potensi langkah bank sentral terkait suku bunga, membuat investor lebih berhati-hati.

Penurunan harga Bitcoin hingga di bawah $110,000 juga menyeret Ethereum dan aset kripto lainnya ke zona merah.

Hubungan erat antara ETH dan BTC dalam hal likuiditas menjadikan Ethereum rentan mengikuti pola pasar secara keseluruhan.

3. Volatilitas Volume Perdagangan

Meskipun volume perdagangan Ethereum masih berada di atas $46 miliar per hari, volatilitas yang tinggi membuat pasar rentan terhadap guncangan harga.

Data juga menunjukkan adanya lonjakan volume jual yang signifikan di bursa besar, menandakan dominasi tekanan jual dibandingkan pembelian.

4. Tekanan dari Persaingan Layer-1

Ethereum masih memegang posisi dominan dalam ekosistem smart contract. Namun, persaingan dari blockchain layer-1 lain seperti Solana, Avalanche, dan bahkan blockchain baru berbasis AI telah meningkatkan kompetisi.

Faktor ini turut menekan narasi bullish Ethereum, karena sebagian investor mulai mendiversifikasi aset mereka.

Perspektif Jangka Panjang Masih Positif

Meski harga saat ini tengah terkoreksi, Ethereum tetap menunjukkan fundamental yang kuat. Ekosistem DeFi, NFT, serta tren restaking yang sedang naik daun terus menopang permintaan terhadap ETH.

Selain itu, pembaruan teknologi seperti peningkatan efisiensi jaringan pasca-merge dan roadmap menuju sharding menjadikan Ethereum tetap relevan sebagai aset utama.

Investor jangka panjang melihat koreksi ini sebagai fase sehat setelah reli cepat. Apalagi, dengan kapitalisasi pasar lebih dari $528 miliar, Ethereum masih mendominasi pangsa pasar altcoin secara absolut.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Penurunan harga Ethereum dalam 24 jam terakhir mencerminkan adanya kombinasi faktor: aksi ambil untung pasca reli, tekanan global di pasar kripto, serta ketatnya persaingan dari proyek blockchain lain.

Namun, meski jangka pendek Ethereum menghadapi tekanan, tren jangka menengah dan panjang masih terlihat positif.

Ethereum kini memasuki fase krusial, di mana investor akan terus memantau apakah koreksi ini hanya jeda sebelum melanjutkan reli, ataukah sinyal awal dari tren konsolidasi yang lebih panjang.

Satu hal yang jelas, dengan posisi sebagai blockchain terbesar kedua di dunia, Ethereum masih menjadi aset yang tidak bisa diabaikan dalam portofolio kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Keluar dari Bayang-Bayang Bitcoin: Likuiditas Jadi Fokus Utama Ethereum

Ethereum (ETH) mulai tampil lebih percaya diri di ranah likuiditas: aspek krusial yang mendasari kekuatan finansial dan potensi kenaikan harga jangka panjang.

Menurut analisis dari CoinDesk Indices dan Avenir Group, Ethereum mulai mengejar ketertinggalannya dari Bitcoin (BTC) dalam hal likuiditas institusional dan minat pasar.

Namun langkah ETH masih berada di tahap awal, menunjukkan masih banyak potensi yang bisa dikembangkan.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Perbandingan Kapitalisasi Realized: ETH vs BTC

Sejak titik terendah siklus (cycle low) pada November 2022, ETH berhasil menyerap $81 miliar modal baru, mendorong kapitalisasi “realized cap” mencapai $266 miliar pada awal Agustus 2025.

Meskipun angka ini mencerminkan pertumbuhan berarti, tingkat kenaikannya masih tertinggal dibandingkan BTC yang mengalami lonjakan 136% dalam realized cap dalam periode yang sama.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Jumat, 29 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

ETF Spot ETH: Masih Kecil, Tapi Berkualitas

Pengelolaan dana dalam ETF spot Ethereum terdiri atas sekitar 80–90% aliran institusional sejati, selebihnya merupakan strategi arbitrase, menurut analisis .

Artinya, meskipun aliran ini belum sebesar BTC, sebagian besar arusnya bersifat nyata dan bertahan, bukannya spekulatif.

Peran Dominan Digital Asset Treasuries (DATs)

Faktor penting lain yang mendongkrak likuiditas ETH adalah Digital Asset Treasuries (DATs).

Sejak April 2025, institusi seperti Bitmine dan Sharplink telah mengakumulasi sekitar 4,1 juta ETH atau setara $17,6 miliar atau 3,4% dari pasokan beredar. Bitmine sendiri menyumbang sekitar 1,3% dari total pasokan ETH.

Uniknya, dana treasury ini bersifat sticky, artinya lebih jarang berpindah seperti dana ETF atau trader harian.

Alokasi semacam ini menciptakan struktur permintaan yang kuat dan tahan lama, mirip dengan dinamika yang memicu rally Bitcoin pada akhir 2024.

Kondisi Likuiditas Ethereum

Faktor Status Eksisting
Realized Cap ETH US$266 miliar (tumbuh dari low siklus)
Pertumbuhan Realized Cap Masih tertinggal dari Bitcoin
Spot ETH ETF 80–90% aliran institusional (sebagian arbitrase)
Alokasi via DATs 3,4% pasokan, signifikan secara struktural

Pandangan Keseluruhan

Ethereum sudah mulai memperkuat fondasi likuiditasnya melalui jalur institusional — meskipun masih berada di tahap awal dibandingkan BTC.

Pertumbuhan realized cap, ETF spot institusional, dan treasury korporat adalah sinyal kuat bahwa Ethereum sedang memasuki fase adopsi yang lebih stabil dan mendasar.

Jika tren ini terus berlanjut, kita mungkin melihat aliran modal besar masuk ETH, yang berpotensi menimbulkan kenaikan harga (outperformance) signifikan di bulan-bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Mengamuk! Likuiditas Dekati Bitcoin

Ethereum mulai memperkecil ketertinggalannya terhadap Bitcoin dalam hal likuiditas, ditempa oleh arus masuk institusional yang semakin besar.

Laporan terbaru dari Kelly Ye dan Helena Lam (Avenir Group), dikutip oleh CoinDesk pada Kamis (28/8), membuka tabir tentang perubahan struktural yang terjadi.

ETH perlahan meninggalkan citra altcoin lemah, menuju aset digital utama yang serius di mata lembaga keuangan.

Baca Juga: Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Arah Investasi Jangka Panjang dari Dana Korporat

Salah satu lonjakan terbesar datang dari dana-dana institusional (Digital Asset Treasuries/DAT), seperti Bitmine dan Sharplink, yang telah menambah kepemilikan ETH secara signifikan.

Sejak April, mereka telah mengakumulasi sekitar 4,1 juta ETH senilai $17,6 miliar, atau sekitar 3,4% dari total pasokan yang beredar.

Bitmine sendiri menyumbang 1,3% dari total sirkulasi. Untuk perspektif, ETF spot ETH di AS memegang sekitar 5,4% dari pasokan ETH. Ini menegaskan betapa besar permintaan korporat saat ini.

ETF dan Arus Modal yang Mengalir Stabil

Meskipun jalur distribusi berbeda, dana korporasi ini mencerminkan permintaan jangka panjang, berbeda dari ETF atau spekulator yang kerap masuk keluar pasar.

Mereka ikut menjadi fondasi stabilitas likuiditas Ethereum Dan merupakan bagian dari tren adopsi yang lebih luas.

Ethereum Masih Tertinggal

Meski ada lonjakan adopsi, harus diakui bahwa Ethereum masih kalah dalam hal pipeline likuiditas bila dibandingkan Bitcoin.

Garis indikator seperti nilai kapitalisasi realisasi, struktur derivatif, hingga ETF menunjukkan bahwa sebagian besar potensi ETH belum tereksploitasi.

Namun, tren institutional bet muncul sebagai faktor yang paling menjanjikan untuk mengejar ketertinggalan.

Siap-siap untuk Kejutan ETH?

  • Peningkatan Stabilitas Harga: Dengan adanya permintaan jangka panjang dari treasuries, ETH semakin dilihat sebagai aset stabil, bukan hanya alat spekulasi.
  • Potensi Dominasi Pasar Digital: Jika arus modal terus masuk ke ETH seperti halnya BTC, batas atas dominasi Bitcoin bisa mulai tergeser—ETH bisa mempertebal citra sebagai aset DeFi utama.
  • Volatilitas Menurun: Lonjakan pasokan pada pasar spot kemungkinan berkurang jika semakin banyak ETH mengunci di treasury, staking atau DeFi. Hal ini bisa menambah stabilitas harga.

Baca Juga: Capai ATH Baru, Ethereum Pecahkan Rekor Lagi!

Ethereum tidak lagi tertatih di belakang Bitcoin soal likuiditas. Walau masih ada keleluasaan untuk tumbuh, tren arus institusional yang kuat dengan pembelian jangka panjang oleh dana-dana korporat untuk memastikan bahwa ETH kini mulai mengejar, bukan hanya sebagai altcoin, melainkan sebagai aset digital yang layak dominasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Lampaui Ethereum Foundation, Whale Misterius Stake 269.000 ETH

Ethereum kembali membuat heboh setelah sebuah dompet kripto anonim secara tiba-tiba melakukan staking masif sejumlah 269.000 ETH, atau sekitar $2,5 miliar USD, pada tanggal 25 Agustus.

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, seluruh ETH tersebut ditransfer ke satu kontrak staking pada Beacon Chain.

Ini merupakan sebuah langkah yang langsung melampaui jumlah staking milik Ethereum Foundation (~231.000 ETH) dan menjadikan dompet ini salah satu validator tunggal terbesar di jaringan Proof-of-Stake Ethereum.

Baca Juga: Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Aksi Spekulatif atau Komitmen Jangka Panjang?

Alamat dompet ini diidentifikasi sebagai Hyperunit. Setelah akuisisi ETH besar-besaran, semua dana langsung distake dalam hitungan jam.

Langkah ini menunjukkan sinyal kuat bahwa investor tersebut memiliki horizon investasi jangka panjang dan percaya penuh pada mekanisme yield dari staking Ethereum.

Geser Dominasi Ethereum Foundation

Dengan jumlah stake yang kini lebih besar dari Ethereum Foundation, alamat ini otomatis mengukuhkan posisinya sebagai salah satu validator individual paling dominan di ekosistem Ethereum.

Hal ini menyulut pertanyaan tentang distribusi kekuasaan dan potensi sentralisasi dalam mekanisme konsensus Proof-of-Stake

Dampak Penjelasan
Sentimen Institusional Menguat Langkah ini menegaskan kepercayaan besar terhadap Ethereum, menandai potensi masuknya modal institusional.
Stabilitas Jaringan Besarnya stake ini bisa meningkatkan validitas dan stabilitas jaringan secara keseluruhan—selama tidak terjadi konsentrasi berlebihan.
Pasokan Aktif Menyusut ETH yang distake tidak tersedia untuk trading spot, sehingga pasokan aktif berkurang dan potensi tekanan ke atas pada harga meningkat.

Risiko yang Perlu Diwaspadai

  • Konsentrasi Kekuasaan: Jika terlalu banyak ETH dikendalikan oleh pihak tunggal, risiko manipulasi atau lompatan jaringan meningkat, meski PoS memiliki mekanisme slashing sebagai penyeimbang.
  • Identitas yang Misterius: Tanpa transparansi, sulit memahami motif pengelolan dana, apakah murni investasi jangka panjang, treasury, atau strategi pengaruh.
  • Potensi Slavish Dominance: Jika dompet besar ini melakukan exit staking secara bersamaan, bisa menimbulkan tekanan liquidity besar dalam satu waktu.

Dampak Jangka Panjang

  • Harga ETH: Pasokan aktif yang berkurang bisa menambah tekanan bullish, terutama jika aksi serupa terjadi terus.
  • Kepercayaan Pasar: Whale ini bisa dianggap sebagai barometer besar—jika Ethereum layak mendapat kepercayaan besar, mayoritas investor pun kemungkinan mengikuti.
  • Komunitas Ethereum: Kebijakan distribusi validator dan konsensus jangka panjang mungkin direvisi guna menghindari dominasi entitas tertentu.

Baca Juga: Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Secara keseluruhan, aksi staking dengan jumlah masif ini bukan hanya soal nilai moneter, tetapi juga simbol kepercayaan terhadap Ethereum sebagai jaringan keuangan global.

Meski membawa dampak positif seperti stabilitas dan kepercayaan institusional, risiko konsentrasi dan kurangnya transparansi tetap harus diwaspadai oleh komunitas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Setor 269.000 ETH, Whale Misterius Jadi Validator Ethereum Terbesar

Pada tanggal 25 Agustus lalu, sebuah dompet kripto anonim yang misterius mencengangkan ekosistem Ethereum.

Berdasarkan data on-chain dari Arkham, dompet tidak dikenal ini mengakuisisi sekitar 269.000 ETH senilai hingga $2,5 miliar USD, dan langsung memasukkannya ke dalam satu kontrak staking Beacon Chain, sehingga langsung melampaui jumlah yang dipegang Ethereum Foundation (sekitar 231.000 ETH).

ETH tersebut ditransfer dari alamat bernama Hyperunit, lalu di-stake dalam hitungan jam. Aksi ini bukan hanya menunjukkan minat jangka panjang pada Proof-of-Stake Ethereum, tapi juga mengindikasikan perubahan strategis terhadap aset digital yang sebelumnya dominan BTC.

Baca Juga: Ethereum Jadikan Open Source Sebagai Jantung Ekonomi

Signifikansi yang Mendalam

  • Pergeseran Investasi Institusional: Aksi whale ini memperkuat narasi bahwa Ethereum kini menjadi tujuan utama alokasi modal institusional.
  • Keamanan Jaringan Diperkuat: Penambahan validator sebesar ini semakin memperkuat keamanan dan stabilitas jaringan – meski menimbulkan kekhawatiran soal konsentrasi kekuasaan.
  • Pasokan Likuid ETH Menyusut: ETH yang di-lock semakin mempertebal proporsi yang tidak beredar di pasar, berpotensi mendongkrak harga secara tidak langsung.

Tren Besar dalam Staking Ethereum

Secara keseluruhan, lebih dari 35 juta ETH telah dikunci pada jaringan Ethereum yang mencapai sekitar 28% dari total pasokan yang beredar.

Dengan aksi whale besar seperti ini, tekanan pasokan semakin nyata dan menegaskan ekspektasi bullish terhadap ETH.

Tantangan dan Kekhawatiran

  • Konsentrasi Validator: Ketika entitas tunggal menyalurkan 269.000 ETH, potensi risiko sentralisasi meningkat — terutama dalam mekanisme voting dan consensus.
  • Identitas yang Misterius: Tanpa transparansi, sulit menilai motif dan jangka panjang strategi whale ini — apakah spekulasi jangka panjang, treasury manajemen, atau portfolio hedge?
  • Respons Jaringan: Komunitas Ethereum kemungkinan akan terbagi antara optimisme atas keamanan lebih tinggi dan kekhawatiran terhadap dominasi staking satu entitas.

Prospek ETH di Pasar

  • Imbal Hasil Staking yang Menarik: Saat ini estimasi APY staking berada di kisaran 4–5%, membuat aksi akumulasi ini tidak hanya spekulatif, tetapi juga yield-driven.
  • Kurangi Tekanan Pasokan Aktif: Aksi ini dapat mempersempit pasokan ETH yang tersedia di bursa—potensi arah baru untuk harga ETH.
  • Pendorong Kepercayaan Institusional: Ketika whale besar bertaruh besar dalam Ethereum, ini bisa menarik minat investor institusional lain dan mempercepat adopsi DeFi/PoS.

Baca Juga: Ethereum Satukan Keuangan dan Open Source dalam Ekosistem Produktif

Aksi paling menghebohkan dalam beberapa hari terakhir di ekosistem Ethereum datang dari seorang whale misterius yang memecahkan rekor staking $2,5 miliar ETH.

Langkah ini bukan hanya tentang jumlah—melainkan simbol beralihnya dominasi ke Ethereum, menunjukkan kepercayaan terhadap ekosistem PoS yang terus berkembang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Bitcoin Rela Korbankan BTC Demi Long Ethereum $577 Juta

Pasar kripto kembali bergemuruh setelah terungkap aktivitas mengejutkan dari salah satu dompet Bitcoin (BTC) yang telah lama tidak aktif, yang dikenal sebagai Bitcoin OG.

Dari domisili aset miliaran dolar, sang whale ini mengambil langkah dramatis dengan menjual sebagian besar Bitcoin-nya untuk membuka posisi long Ethereum (ETH) senilai $577 juta.

Siapa Whale Ini dan Apa Aksinya?

Mulanya, dompet Bitcoin ini pertama kali menerima 100.784 BTC (sekitar $642 juta) tujuh tahun lalu.

Setelah lama tertidur, kini whale tersebut melego sebagian besar BTC-nya via Hyperliquid dan sangat agresif membeli Ethereum: membeli 62.914 ETH secara spot (sekitar $267 juta USD) serta membuka posisi long senilai 135.265 ETH (sekitar $577 juta USD).

Lima hingga enam dompet lain juga terkait dengan whale ini, mencerminkan kendali atas lebih dari 83.585 BTC (sekitar $9,42 miliar USD), menjadikannya salah satu pemain paling signifikan di ekosistem.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 25 Agustus 2025. Sumber: Tokocrypto.

Arti Langkah Ini bagi Pasar Kripto

Langkah ini tidak sembarangan. Taktik seperti ini menyingkap dinamika institusional yang mulai dominan di pasar.

Posisi short BTC ini mungkin berfungsi sebagai lindung nilai (hedge), tentu saja untuk menjaga keuntungan sambil mengalihkan modal ke ETH, yang dinilai punya potensi lebih kuat dalam jangka pendek hingga menengah.

BTC di Titik Kritis: Sideways Range dan Resistensi Kuat

Grafik 8-jam menunjukkan Bitcoin saat itu sedang berkonsolidasi di kisaran sekitar $112.779 USD, hanya sedikit di atas moving average 200-periode (~$113.498).

BTC gagal menembus zona resistance di sekitar $123.217, dan terus bergerak di bawah EMA 50 dan EMA 100. Ini menandai bias bearish jangka pendek.

Support kunci kini berada di sekitar $112 ribu USD. Jika pecah, harga bisa turun lebih dalam ke $110 ribu USD, sementara dorongan bullish ke atas EMA50 dapat membuka peluang menuju $118–120 ribu USD.

Dampaknya terhadap Ethereum

Pengalihan dana dan spekulasi besar dari whale ini jelas menambah bobot sentimen bullish terhadap Ethereum.

Aksi ini mencerminkan kepercayaan pasar institusi terhadap ETH dibandingkan BTC dalam jangka menengah yang menjadi indikasi adanya ekspektasi atas performa relatif yang lebih baik.

Baca Juga: 10 Token Berbasis Ethereum yang Wajib Dipantau pada Agustus 2025

Strategi, Indikator, dan Momentum

Pergerakan tajam dan strategis ini menandai fase baru dalam ekosistem kripto, di mana aksi dompet besar (whales) bukan hanya soal spekulasi, tetapi bagian dari strategi investasi berlapis.

Jika BTC gagal mempertahankan level kritis, momentum ETH bisa semakin dijaga bahkan diperkuat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com