Tag Archives: ethereum

Ethereum Foundation Rilis Roadmap Teknologi Tujuh Fork

Ethereum kembali memukau industri blockchain dengan pengumuman Strawmap, sebuah alat koordinasi jangka panjang yang dirilis oleh Ethereum Foundation.

Strawmap menetapkan rencana sekitar tujuh fork jaringan hingga tahun 2029, memberikan panduan teknis yang lebih terperinci dan terstruktur untuk evolusi protokol Ethereum selama beberapa tahun ke depan.

Menurut laporan Coincu, draft roadmap tersebut diprakarsai oleh peneliti Justin Drake dari Ethereum Foundation dan dimaksudkan sebagai alat koordinasi kolaboratif, bukan jadwal final yang kaku.

Namun, visinya jelas: menjadikan Ethereum sistem dasar untuk infrastruktur digital global yang lebih cepat, lebih aman, dan lebih privasi-aware.

Baca Juga: SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

Mengapa Strawmap Begitu Penting

Dalam banyak tahun terakhir, Ethereum fokus pada roadmap generik seperti Merge, Surge, atau Scourge.

Strawmap mengambil pendekatan berbeda dengan menguraikan tujuan teknis ambisius yang lebih konkret dan terukur untuk satu dekade berikutnya.

Ini mencakup lima north star goals yang menjadi pilar utama perencanaan protokol: finalitas yang jauh lebih cepat, throughput tinggi, skalabilitas rollup-centric, privasi asli, dan pertahanan terhadap ancaman quantum.

Menurut Tim Research Tokocrypto, Strawmap bukan sekadar roadmap biasa.

“Strawmap bukan sekadar roadmap teknis, tapi visi untuk menjadikan Ethereum sebagai sistem operasi global yang tak terhentikan. Fokus pada ‘post-quantum security’ menunjukkan Ethereum sedang membangun benteng pertahanan untuk dekade mendatang. Transisi ke zkEVM akan menjadikan Ethereum sebagai penyedia ‘trust’ yang paling efisien di industri,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Tujuh Fork yang Disiapkan hingga 2029

Draft ini merinci tujuh fork besar yang diproyeksikan terjadi secara berkala, kira-kira setiap enam bulan sekali, hingga akhir 2029.

Setiap fork akan menargetkan peningkatan pada bagian tertentu dari protokol, baik itu consensus, execution, maupun data availability.

Beberapa goal inti yang dibidik dalam total tujuh fork tersebut adalah:

🔹 1. Finalitas Instan dan Slot Cepat

Ethereum saat ini memiliki slot time sekitar 12 detik dan finalitas sekitar 16 menit.

Strawmap bertujuan mengurangi waktu ini secara bertahap ke level finalitas detik, mulai dari 8, 6, 4, bahkan mungkin 2 detik pada titik tertentu.

🔹 2. Throughput L1 Tinggi via zkEVM (Gigagas L1)

Dokumen memproyeksikan target lebih dari 10.000 transaksi per detik (TPS) pada layer dasar, yang dicapai melalui integrasi zk-proofs dan enkripsi zkEVM yang enshrined (terbenam langsung dalam protokol).

🔹 3. Skalabilitas Rollup Besar (Teragas L2)

Pada layer 2, Ethereum menargetkan teragas melalui data availability sampling dengan kapasitas hingga kisaran 10 juta TPS di berbagai rollup.

🔹 4. Privasi Native

Strawmap juga memasukkan dukungan untuk transfer shielded ETH secara native di layer dasar — tidak lagi bergantung pada solusi pihak ketiga atau mixer.

🔹 5. Keamanan Pasca-Quantum

Salah satu aspek terobosan adalah adopsi kriptografi tahan quantum — seperti skema hash-based — untuk mempertahankan keamanan jaringan meskipun komputer quantum semakin maju.

Alat Koordinasi Bukan Jadwal Final

Penting untuk dicatat bahwa Strawmap bersifat kerja dalam progres (work-in-progress) dan bukan roadmap formal yang dijamin seluruh langkahnya akan terjadi persis seperti direncanakan.

Ethereum Foundation menerbitkan dokumen ini sebagai peta awal untuk memfasilitasi diskusi komunitas, perencanaan teknis, serta kolaborasi lintas tim pengembang.

Struktur pengembangan akan tetap fleksibel, menerima umpan balik dari komunitas, dan diperbarui secara berkala.

Namun dengan adanya peta yang lebih jelas, para peneliti dan pengembang kini memiliki acuan yang lebih konkret dalam menyusun prioritas teknis jangka panjang.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Dampak bagi Ekosistem Ethereum

Rencana jangka panjang ini menunjukkan bahwa Ethereum tidak hanya berfokus pada skalabilitas semata, tetapi juga pada evolusi fundamental yang mencakup privasi, throughput masif, dan ketahanan terhadap ancaman masa depan seperti quantum computing.

Jika semua target ini terealisasi, Ethereum berpotensi tidak hanya menjadi platform blockchain terbesar, tetapi juga trust layer utama bagi aplikasi digital global: dari DeFi dan NFT hingga AI dan kontrak otonom yang kompleks.

Bagi investor dan pengembang, Strawmap memberi harapan sekaligus kerangka kerja teknis yang bisa diikuti dan dievaluasi dalam setiap fase upgrade.

Ini bukan hanya tentang performa saat ini, tetapi tentang mempersiapkan Ethereum untuk dekade berikutnya di tengah kompetisi blockchain yang semakin ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Keluar Rp1,3 Miliar, Ethereum Terancam Turun Lagi?

Harga Ethereum (ETH) kembali tertekan dan sempat turun ke kisaran $1.800 pada perdagangan sesi Asia, memperpanjang penurunan bulanan menjadi sekitar 38%. Tekanan ini terjadi di tengah sentimen risk-off global setelah kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump memperburuk kekhawatiran investor.

Saat ini, ETH diperdagangkan di sekitar $1.830–$2.030 dan kehilangan sejumlah level support penting dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi dan risiko penurunan lanjutan belum sepenuhnya mereda.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Salah satu sinyal bearish utama datang dari indikator realized price, yaitu rata-rata harga terakhir seluruh ETH berpindah tangan di jaringan. Saat ini, realized price Ethereum berada di sekitar $2.380, jauh di atas harga pasar.

Secara historis, ketika harga spot berada di bawah realized price, kondisi tersebut sering kali menandai fase lanjutan tren turun. Banyak pemegang aset berada dalam posisi rugi, yang dapat memicu tekanan jual tambahan akibat kepanikan.

Dilaporkan Cointelegraph, situasi serupa terjadi pada Juni 2022 setelah krisis Terra Luna, ketika ETH turun 45% setelah jatuh di bawah realized price. Pola yang hampir sama juga terlihat pada 2018 sebelum harga anjlok lebih dalam.

Pola Teknikal Masih Menguntungkan Bear

Dari sisi teknikal jangka panjang, ETH belum menunjukkan sinyal pembentukan dasar harga. Dalam siklus sebelumnya, titik terendah umumnya terjadi setelah rata-rata pergerakan eksponensial (EMA) 50 minggu memotong ke bawah EMA 100 minggu.

Saat ini, EMA 50 minggu masih berada sedikit di atas EMA 100 minggu, yang mengindikasikan tren turun belum sepenuhnya matang.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Di grafik harian, analis juga mengidentifikasi pola bear flag setelah sejumlah support penting ditembus. Pola ini biasanya menandakan kelanjutan tren turun, dengan proyeksi teknikal mengarah ke area $1.400–$1.500. Beberapa skenario ekstrem bahkan membuka kemungkinan penurunan lebih dalam apabila tekanan jual meningkat.

Coinbase Premium Negatif, ETF Terus Catat Outflow

Indikator lain yang memperkuat tekanan datang dari Coinbase Premium Index, yang mengukur selisih harga ETH di Coinbase dan Binance. Nilainya kini berada di wilayah negatif terdalam sejak 2022, menunjukkan tekanan jual yang kuat dari investor berbasis AS.

Secara historis, premium negatif ekstrem sering kali muncul saat fase kapitulasi pasar, ketika investor menjual dengan diskon.

Di sisi institusional, arus dana juga belum menunjukkan pemulihan. ETF spot Ethereum di AS mencatat outflow selama lima pekan berturut-turut, periode terpanjang sejak April 2025. Dalam rentang tersebut, hampir $1,3 miliar ditarik dari produk investasi tersebut, termasuk $123 juta pada pekan terakhir.

Data global juga menunjukkan outflow sekitar $36,5 juta dari produk investasi berbasis Ethereum dalam sepekan terakhir.

Apa Selanjutnya untuk Ethereum?

Dengan harga berada di bawah realized price, tekanan dari ETF outflow, serta sinyal teknikal yang masih negatif, Ethereum menghadapi tantangan besar dalam jangka pendek.

Area $1.800 kini menjadi level psikologis penting. Jika gagal bertahan, pasar dapat menguji zona support berikutnya di kisaran $1.500 atau lebih rendah. Sebaliknya, pemulihan berkelanjutan baru akan lebih meyakinkan jika ETH mampu kembali di atas $2.000 dan menunjukkan perbaikan pada arus dana institusional.

Untuk saat ini, struktur pasar masih mencerminkan dominasi penjual, sementara pembentukan dasar harga tampaknya belum sepenuhnya terkonfirmasi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi pasar saat ini mencerminkan kapitulasi ritel dan institusional yang parah, mirip dengan masa suram tahun 2022.

“Penurunan di bawah realized price sering kali mendahului koreksi lebih dalam sebesar 40-70% berdasarkan siklus sejarah. Target teknikal berikutnya berada di kisaran .400 – .500, kecuali ada pembalikan signifikan pada Coinbase Premium dan penghentian arus keluar ETF,” analisanya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual ETH Berlanjut, Zona $1.600–$2.000 Jadi Penentu

Ethereum (ETH) mencatat enam minggu penurunan berturut-turut, menjadi rentetan pelemahan terpanjang sejak 2022. Di tengah tekanan ini, aktivitas whale di bursa utama justru menunjukkan perlambatan, sementara pasar derivatif membentuk klaster likuidasi besar di sekitar level psikologis US$2.000.

Dikutip Cointelegraph, kombinasi pelemahan harga, penurunan partisipasi whale, dan kepadatan likuiditas di pasar futures kini menjadi faktor utama yang membentuk ekspektasi arah ETH selanjutnya.

Order Whale Menyusut, Likuiditas Pasar Menipis

Data CryptoQuant menunjukkan rata-rata ukuran order jual whale di Binance turun menjadi sekitar 1.350 ETH dalam beberapa pekan terakhir, dari sekitar 2.250 ETH pada awal Januari.

Dengan estimasi 15 hingga 35 transaksi whale per hari, total eksekusi order besar sejak 8 Januari diperkirakan mencapai 1,8 hingga 2 juta ETH dalam 45 hari terakhir. Dengan asumsi harga rata-rata US$2.400, nilai transaksi kotor tersebut setara sekitar US$4,3 hingga US$4,8 miliar.

Namun angka ini mencerminkan volume perdagangan bruto, bukan arus keluar bersih, karena sebagian transaksi bisa terkait aktivitas lindung nilai (hedging) atau penyediaan likuiditas di pasar derivatif.

Penurunan ukuran order rata-rata ini dinilai sebagai sinyal “gradual disengagement” dari pelaku besar. Trader kecil tetap aktif, tetapi partisipasi whale dalam order book berkurang. Kondisi ini berpotensi menipiskan kedalaman pasar dan membuat ETH lebih rentan terhadap pergerakan harga tajam dalam jangka pendek.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Akumulasi Diam-diam di Tengah Penurunan

Meski harga turun sekitar 20% pada Februari, alamat akumulasi ETH justru menambah lebih dari 2,5 juta ETH sepanjang bulan tersebut.

Total kepemilikan alamat akumulasi naik dari 22 juta ETH di awal 2026 menjadi 26,7 juta ETH. Ini menunjukkan adanya permintaan laten di bawah permukaan, meskipun sentimen jangka pendek masih tertekan.

Enam Minggu Merah, Zona Permintaan Mulai Terlihat

ETH kini berada dalam fase pelemahan mingguan terpanjang sejak periode Maret–Juni 2022, ketika harga turun selama 10 minggu sebelum membentuk dasar siklus.

Jika tren turun berlanjut, zona permintaan mingguan di kisaran US$1.384 hingga US$1.691 berpotensi menjadi area perhatian. Area ini sebelumnya menjadi zona akumulasi pada awal reli 2023.

Klaster Likuidasi $2 Miliar di Sekitar $2.000

Data pasar futures menunjukkan lebih dari US$2 miliar posisi short terkonsentrasi di sekitar level US$2.000. Zona ini menciptakan kantong likuiditas besar yang berpotensi menjadi “magnet harga” dalam jangka pendek.

Di sisi bawah, sekitar US$682 juta posisi long terancam likuidasi jika ETH turun ke US$1.600. Dibandingkan sisi atas, likuiditas downside terlihat lebih tipis.

Beberapa analis melihat potensi rebound berbentuk V dari level saat ini, dengan alasan adanya permintaan yang masih bertahan. Namun untuk saat ini, area US$2.000 menjadi resistensi kunci yang harus ditembus untuk memicu pergerakan lebih kuat.

Dengan whale yang mulai mengurangi interaksi langsung di order book, akumulasi diam-diam di sisi lain, serta tekanan likuiditas di pasar derivatif, Ethereum kini berada di titik krusial. Apakah level US$2.000 akan memicu short squeeze, atau justru penurunan berlanjut menuju zona permintaan lebih rendah, akan menjadi penentu arah ETH berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan aktivitas paus di level harga saat ini mengindikasikan kurangnya kepercayaan institusional untuk memimpin pemulihan segera. Penipisan kedalaman pasar membuat ETH rentan terhadap volatilitas tajam.

“Area akumulasi krusial kini berada di kisaran .384 – .691; jika dukungan di level .000 (zona likuidasi short miliar) gagal ditembus, target koreksi ke area .600 menjadi sangat realistis,”jelasnya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SSV Network Luncurkan Testnet Staking, Perkuat Infrastruktur Ethereum

Ekosistem staking Ethereum kembali mencatat perkembangan penting setelah SSV Network resmi meluncurkan testnet untuk fitur staking terbarunya.

Coinmarketcal menyebut, peluncuran ini memungkinkan pengguna awal dan operator node untuk mencoba proses setup validator sebelum implementasi penuh di mainnet.

Langkah tersebut merupakan bagian dari peta jalan teknis ssv.network dalam memperkuat infrastruktur staking di jaringan Ethereum melalui penerapan teknologi DVT (Distributed Validator Technology).

Baca Juga: Harga SSV Token Melonjak 18%, Minat Pasar Meningkat Tajam

Mengapa DVT Begitu Penting?

Distributed Validator Technology (DVT) adalah pendekatan inovatif yang memungkinkan satu validator Ethereum dijalankan oleh beberapa operator node secara terdistribusi.

Alih-alih bergantung pada satu entitas atau server tunggal, DVT membagi kunci validator menjadi beberapa bagian yang dikelola secara kolektif.

Model ini akan meningkatkan keamanan (mengurangi risiko single point of failure), ketahanan jaringan (resilience), hingga desentralisasi infrastruktur staking.

Dalam konteks Ethereum pasca-transisi ke Proof-of-Stake, stabilitas validator menjadi salah satu elemen yang krusial.

Gangguan pada validator dapat menyebabkan penalti (slashing) atau kehilangan reward. Dengan DVT, risiko tersebut dapat diminimalkan melalui redundansi dan koordinasi multi-operator.

Tujuan Peluncuran Testnet

Utamanya, testnet staking ini dirancang untuk menguji stabilitas teknis dan kompatibilitas sistem, sekaligus memberikan kesempatan bagi validator untuk memahami mekanisme DVT dan mengidentifikasi bug atau potensi celah keamanan sebelum mainnet.

Pada tahap ini, belum ada utilitas ekonomi langsung. Artinya, reward staking di testnet tidak memiliki nilai finansial riil. Fokus utama adalah validasi teknis dan edukasi komunitas.

Meski demikian, peluncuran testnet sering kali menjadi katalis sentimen positif di pasar kripto, terutama bagi proyek infrastruktur yang memiliki peran strategis di ekosistem Ethereum.

Dampak terhadap Sentimen Pasar

Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga SSV Token (SSV/USDT) pada Rabu, 25 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran ini merupakan sinyal positif dari sisi pengembangan, meskipun tetap menyimpan risiko spekulatif jangka pendek.

“Peluncuran testnet staking adalah progres positif bagi roadmap teknis SSV sebagai pilar infrastruktur staking Ethereum. Ini akan menarik perhatian spekulan menjelang mainnet, namun karena ini masih tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, kenaikan harga kemungkinan besar didorong oleh narasi jangka pendek. Pola ‘buy the rumor, sell the news’ tetap menjadi risiko utama bagi trader,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Analisis tersebut menegaskan bahwa reli harga, jika terjadi, kemungkinan besar bersifat naratif dan bukan berbasis arus kas atau utilitas ekonomi langsung.

Potensi Pola “Buy the Rumor, Sell the News”

Dalam banyak peluncuran testnet di sektor kripto, pola yang sering muncul adalah kenaikan harga menjelang rilis, diikuti koreksi setelah euforia mereda.

Trader jangka pendek biasanya mengantisipasi momentum menuju mainnet. Namun, jika tidak ada pembaruan signifikan setelah fase testnet, harga dapat kembali terkoreksi.

Faktor yang perlu diperhatikan antara lain partisipasi validator dalam testnet; stabilitas performa DVT selama fase uji coba; timeline resmi peluncuran mainnet; dan kemitraan strategis dengan operator staking besar.

Posisi Strategis SSV di Ekosistem Ethereum

SSV Network menempatkan dirinya sebagai infrastruktur dasar untuk staking Ethereum yang lebih terdesentralisasi.

Dalam lanskap staking yang semakin kompetitif, diferensiasi melalui DVT menjadi nilai jual utama.

Jika teknologi ini diadopsi secara luas oleh operator validator dan protokol staking besar, SSV berpotensi menjadi komponen penting dalam arsitektur Ethereum jangka panjang.

Namun, keberhasilan tersebut sangat bergantung pada eksekusi teknis tanpa gangguan, kepercayaan komunitas validator, serta integrasi dengan penyedia staking institusional.

Baca Juga: Lebih Dekat dengan Kripto Ssv.network (SSV)

Peluncuran testnet staking oleh SSV Network menjadi tonggak penting dalam roadmap teknisnya untuk memperkuat infrastruktur staking Ethereum berbasis DVT.

Dari sisi fundamental, langkah ini menunjukkan progres nyata menuju desentralisasi validator yang lebih aman dan resilien.

Meski demikian, karena masih berada di tahap testnet tanpa utilitas ekonomi langsung, pergerakan harga token SSV kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh sentimen jangka pendek dan spekulasi menjelang mainnet.

Bagi investor dan trader, penting untuk memantau perkembangan teknis dan partisipasi komunitas selama fase uji coba.

Seperti banyak proyek kripto lainnya, momentum naratif dapat menciptakan peluang, tetapi juga menyimpan risiko volatilitas tinggi setelah fase euforia berakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Terancam Likuidasi Massal Pekan Ini, Short Bisa Terjebak?

Memasuki pekan terakhir Februari, tekanan jual kembali membayangi pasar kripto. Banyak trader jangka pendek memasang posisi short dengan ekspektasi harga altcoin akan terus melemah. Namun, ketimpangan besar antara potensi likuidasi short dan long justru meningkatkan risiko terjadinya short squeeze mendadak.

Tiga altcoin berikut menunjukkan tekanan short yang dominan, membuka peluang likuidasi besar jika harga berbalik naik.

1. Ethereum (ETH)

Peta likuidasi tujuh hari Ethereum menunjukkan dominasi posisi short hingga akhir bulan. Jika ETH tiba-tiba rebound ke US$2.000, potensi likuidasi short bisa mencapai US$2 miliar.

Jika harga naik lebih jauh ke US$2.160, nilai likuidasi short bahkan berpotensi menyentuh US$3,6 miliar.

Dikutip BeInCrypto, sentimen bearish terhadap ETH didukung oleh sejumlah faktor. Vitalik Buterin dilaporkan menjual lebih dari 8.800 ETH sepanjang Februari 2026. Selain itu, inflow Ethereum ke Binance mencapai level tertinggi sejak November 2025.

Namun, indikator bullish mulai muncul. Arus ETF ETH kembali positif setelah empat pekan outflow berturut-turut. Data CryptoQuant juga menunjukkan inflow ke alamat akumulasi ETH mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir.

Kombinasi ini membuat posisi short berisiko tinggi jika terjadi pembalikan mendadak.

Baca juga: Rekor Buruk Altcoin Pecah: 13 Bulan Dijual Terus, Total -$209 Miliar

2. Binance Coin (BNB)

BNB mencatat enam candle mingguan merah berturut-turut, memperkuat keyakinan trader untuk mempertahankan posisi short.

Jika BNB naik ke US$640 pekan ini, potensi likuidasi short bisa mencapai US$35 juta. Kenaikan ke US$680 berpotensi mendorong likuidasi hingga lebih dari US$60 juta.

Meski tren masih lemah, BNB kini mendekati garis support jangka panjang yang terbentuk sejak 2024. Membuka short di dekat area support kuat meningkatkan risiko pembalikan.

Selain itu, data menunjukkan BNB diperdagangkan sekitar 37% di bawah short-term holder realized price. Secara historis, level ini sering menjadi zona undervaluation yang memicu repricing tajam.

Jika momentum berbalik, trader short yang terlalu agresif bisa menghadapi tekanan besar.

3. Bitcoin Cash (BCH)

Bitcoin Cash menjadi salah satu altcoin yang relatif lebih stabil dibanding pasar yang lebih luas. Namun, posisi short terhadap BCH meningkat signifikan menjelang akhir Februari.

Jika BCH naik ke US$630, potensi likuidasi short diperkirakan mencapai US$45 juta.

Data on-chain menunjukkan akumulasi besar oleh whale. Satu alamat dilaporkan mengumpulkan 400.000 BCH dalam dua bulan terakhir, menjadikannya pemegang terbesar ketiga di jaringan.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi di jaringan BCH melonjak hingga lebih dari US$2 juta, hampir 100 kali lipat dibanding tahun lalu.

Kondisi ini memperbesar risiko short squeeze jika harga bergerak naik di tengah sentimen yang sangat negatif.

Risiko Short Squeeze Meningkat

Sentimen pasar kripto saat ini berada di level sangat pesimistis. Secara historis, kondisi seperti ini kerap menciptakan lingkungan ideal untuk short squeeze.

Trader short masih bisa meraih keuntungan jika tren turun berlanjut. Namun tanpa manajemen risiko yang disiplin, pembalikan mendadak berpotensi menghapus profit dan berubah menjadi kerugian dalam waktu singkat.

Pekan terakhir Februari bisa menjadi momen krusial bagi ETH, BNB, dan BCH, apakah tekanan jual berlanjut, atau justru short yang terpaksa keluar lebih dulu.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pesaing pasar (short sellers) saat ini sedang bermain api dengan leverage tinggi di tengah sentimen negatif yang ekstrem. Data on-chain menunjukkan akumulasi Whale pada ETH dan BCH tetap aktif meskipun harga turun.

“Ini adalah resep klasik untuk pembalikan harga yang keras; di mana keputusasaan ritel yang melakukan shorting akan menjadi bahan bakar likuiditas bagi reli harga berikutnya. Disiplin dalam manajemen risiko lebih krusial daripada sekadar mengikuti tren bearish harian,” analisannya.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah sempat menyentuh level terendah di sekitar US$1.840. Sejak titik tersebut, harga ETH telah naik hampir 4%, memicu spekulasi bahwa fase tekanan jual ekstrem mulai mereda.

Dilaporkan BeInCrypto, pergerakan ini terjadi di tengah perubahan signifikan pada data on-chain dan pasar derivatif. Tekanan jual di bursa dilaporkan turun drastis, sementara investor jangka panjang mulai kembali melakukan akumulasi.

Divergensi Bullish Muncul, Sinyal Awal Pembalikan?

Pada grafik jangka pendek, Ethereum membentuk pola symmetrical triangle yang mencerminkan fase konsolidasi antara pembeli dan penjual. Di saat yang sama, indikator Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence.

Sejak awal Februari hingga 23 Februari, harga ETH mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low. Pola ini umumnya menandakan pelemahan tekanan jual dan sering kali muncul sebelum terjadi rebound harga.

Sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan hampir 10% dan 6% dalam dua fase terpisah pada Februari.

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Tekanan Jual Turun 90%, Tapi Derivatif Masih Bearish

Perubahan paling mencolok terlihat pada arus masuk ETH ke bursa (exchange inflows). Pada 7 Februari, inflow sempat mencapai 1,06 juta ETH. Kini angka tersebut turun menjadi sekitar 126.000 ETH, atau menyusut hampir 90%.

Biasanya, peningkatan inflow menandakan potensi aksi jual. Namun kali ini, harga turun sekitar 14% meski tekanan jual di pasar spot justru mereda. Kondisi ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga lebih dipengaruhi oleh pasar derivatif.

Funding rate Ethereum berubah negatif ke sekitar -0,02%, menunjukkan dominasi posisi short. Meski demikian, open interest relatif stabil di kisaran US$8,8–9 miliar. Artinya, tidak ada lonjakan besar pembukaan posisi baru, melainkan perubahan sentimen dari pelaku pasar yang sudah ada.

Kondisi ini membuka peluang terjadinya short squeeze jika harga terus naik dan memaksa trader short menutup posisi mereka.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pelemahan tekanan jual sebesar 90% adalah katalis fundamental kuat yang mendasari rebound ETH saat ini. Kondisi pasar yang sangat bearish di sisi derivatif tanpa adanya penambahan posisi short baru menciptakan peluang short squeeze yang masif jika resistance .060 berhasil ditembus.

“Akumulasi sunyi oleh long-term holders adalah validasi bahwa nilai ETH saat ini dianggap sudah cukup murah oleh investor berpengalaman,” ungkapnya.

Holder Jangka Panjang Kembali Akumulasi

Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan perubahan penting. Setelah mencatat distribusi bersih lebih dari 41.000 ETH pada awal hingga pertengahan Februari, data terbaru menunjukkan pembalikan tren.

Dalam dua hari terakhir, holder jangka panjang mencatat akumulasi bersih lebih dari 6.000 ETH. Pola ini kerap muncul mendekati fase dasar harga lokal, ketika investor berpengalaman mulai masuk kembali sebelum pemulihan yang lebih luas terjadi.

Level Kunci yang Harus Ditembus

Ethereum kini menghadapi sejumlah level resistensi penting. Area US$1.920 menjadi hambatan awal, disusul US$2.020. Level paling krusial berada di sekitar US$2.060.

Jika ETH mampu menembus US$2.060, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju US$2.200 hingga US$2.420.

Namun, struktur bullish ini bergantung pada pertahanan support US$1.840. Jika level tersebut ditembus ke bawah, risiko penurunan lanjutan menuju US$1.740 kembali terbuka.

Saat ini, kombinasi tekanan jual yang anjlok drastis, sentimen derivatif yang ekstrem, dan kembalinya akumulasi holder jangka panjang membuat rebound Ethereum terlihat lebih dari sekadar pantulan teknikal. Level breakout berikutnya akan menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Usul Fitur Baru untuk Amankan Wallet Ethereum

Pendiri Ethereum Vitalik Buterin kembali mendorong inovasi keamanan di ekosistem Ethereum dengan mengusulkan fitur baru bernama transaction demo atau simulasi transaksi sebelum pengguna menyetujui operasi on-chain.

Menurut laporan Coincu, proposal ini dirancang untuk menghadirkan transparansi yang lebih baik dalam proses penandatanganan transaksi, sekaligus mengurangi risiko serangan wallet-draining dan kesalahan akibat blind signing.

Dalam model yang diusulkan, sistem akan berbasis intent-based architecture, di mana dompet kripto menampilkan konsekuensi transaksi dalam format yang mudah dipahami manusia (human-readable).

Artinya, sebelum status blockchain berubah, pengguna dapat melihat secara jelas perpindahan token, estimasi biaya gas, perubahan saldo akhir, hingga potensi interaksi dengan smart contract tertentu.

Langkah ini dinilai sebagai evolusi penting dalam penguatan keamanan dan pengalaman pengguna (UX) di Ethereum, yang selama ini kerap menjadi target eksploitasi akibat kurangnya transparansi pada data transaksi mentah (calldata).

Baca Juga: Vitalik Buterin Bongkar Rahasia Besar Ethereum, Siap Guncang Pasar!

Mengatasi Masalah Blind Signing

Salah satu celah terbesar dalam keamanan kripto saat ini adalah praktik blind signing, di mana pengguna menandatangani transaksi tanpa benar-benar memahami detail perintah yang terkandung dalam kode.

Banyak kasus peretasan terjadi karena pengguna hanya melihat permintaan “Approve” atau “Sign” tanpa mengetahui bahwa mereka sebenarnya memberikan izin akses penuh terhadap aset mereka.

Melalui fitur simulasi ini, wallet akan menjalankan pratinjau dampak transaksi sebelum benar-benar dieksekusi di jaringan.

Jika terdapat perpindahan token dalam jumlah besar atau izin akses yang mencurigakan, pengguna dapat langsung membatalkan proses tersebut.

Pendekatan ini berpotensi menjadi lapisan pertahanan tambahan terhadap berbagai serangan phishing dan eksploitasi smart contract yang semakin canggih.

Menuju Account Abstraction dan Standar Baru Industri

Menurut Tim Research Tokocrypto, proposal ini memiliki implikasi jangka panjang yang signifikan bagi evolusi Ethereum.

“Proposal ini adalah langkah krusial menuju Account Abstraction dan keamanan UX yang lebih baik di Ethereum. Dengan membuat transaksi menjadi transparan secara visual sebelum dieksekusi, Ethereum mencoba menghilangkan celah fraud yang selama ini mengeksploitasi ketidaktahuan pengguna saat blind signing. Jika diadopsi secara luas, ini akan menaikkan standar keamanan wallet secara industri,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Konsep Account Abstraction sendiri bertujuan menyederhanakan interaksi pengguna dengan blockchain, memungkinkan fitur seperti multi-signature fleksibel, pemulihan akun sosial, hingga otomatisasi pembayaran.

Fitur simulasi transaksi ini dapat menjadi fondasi penting untuk mendukung transisi tersebut.

Jika berhasil diimplementasikan secara luas oleh pengembang wallet dan penyedia infrastruktur, Ethereum dapat memimpin standar keamanan baru di industri kripto global.

Dampak terhadap Ekosistem dan Adopsi

Peningkatan keamanan UX memiliki dampak langsung terhadap adopsi massal.

Salah satu hambatan utama masuknya pengguna baru ke dunia kripto adalah kompleksitas teknis dan risiko kehilangan dana akibat kesalahan operasional.

Dengan sistem pratinjau yang intuitif, pengguna pemula dapat memahami secara jelas apa yang akan terjadi sebelum menekan tombol “Confirm”.

Ini tidak hanya mengurangi risiko finansial, tetapi juga membangun kepercayaan terhadap teknologi blockchain.

Selain itu, bagi institusi dan pelaku keuangan tradisional yang mempertimbangkan integrasi blockchain, fitur keamanan tambahan semacam ini dapat menjadi faktor penting dalam proses pengambilan keputusan.

Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, implementasi fitur simulasi transaksi juga menghadapi tantangan teknis.

Wallet harus mampu menjalankan simulasi secara akurat terhadap berbagai skenario smart contract yang kompleks.

Selain itu, integrasi lintas protokol dan kompatibilitas dengan berbagai Layer 2 juga perlu diperhatikan.

Namun, dengan komunitas pengembang Ethereum yang besar dan aktif, peluang realisasi fitur ini dinilai cukup kuat dalam jangka menengah.

Baca Juga: Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Usulan transaction demo dari Vitalik Buterin mencerminkan fokus Ethereum pada keamanan dan peningkatan pengalaman pengguna.

Di tengah meningkatnya kasus eksploitasi dan phishing, langkah ini berpotensi menjadi game changer dalam perlindungan aset digital.

Jika diadopsi luas oleh wallet dan protokol DeFi, fitur ini bukan hanya memperkuat keamanan Ethereum, tetapi juga menetapkan standar baru industri kripto secara global.

Dengan inovasi berkelanjutan di sisi teknis dan UX, Ethereum semakin menunjukkan komitmennya untuk menjadi infrastruktur blockchain yang aman, transparan, dan siap untuk adopsi massal.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Jual ETH Rp100 Miliar Saat Harga Anjlok 30%, Sinyal Bahaya?

Pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, dilaporkan menjual jutaan dolar ETH di tengah pelemahan harga yang tajam. Langkah ini terjadi saat ETH turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan diperdagangkan di bawah level psikologis US$2.000.

Data on-chain menunjukkan aksi jual tersebut berlangsung ketika sejumlah indikator teknikal justru mengisyaratkan kondisi oversold.

Tarik 3.500 ETH dari Aave, Sebagian Langsung Dijual

Berdasarkan laporan Lookonchain pada 22 Februari, Buterin menarik 3.500 ETH dari protokol DeFi Aave, dengan nilai sekitar US$6,95 juta. Dalam hitungan jam setelah penarikan, ia menjual 571 ETH senilai sekitar US$1,13 juta.

Dilaporkan BeInCrypto, aksi ini menambah daftar penjualan sebelumnya. Sejak 2 Februari, Buterin telah menjual lebih dari 7.380 ETH dengan nilai sekitar US$15,5 juta, pada harga rata-rata US$2.100.

Jika digabungkan dengan transaksi terbaru, lebih dari setengah cadangan ETH yang sebelumnya disiapkan untuk mendukung Ethereum Foundation telah dilikuidasi dalam waktu kurang dari satu bulan.

Baca juga: Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Kontras dengan Pernyataan “Mild Austerity”

Pada 30 Januari, Buterin menyatakan Ethereum Foundation memasuki fase “mild austerity” untuk mendukung tujuan jangka panjang organisasi. Ia menarik 16.384 ETH dengan rencana mendistribusikannya secara strategis dalam beberapa tahun ke depan.

Namun, eksekusi penjualan yang relatif cepat memicu perhatian pelaku pasar. Aksi likuidasi oleh figur kunci proyek di tengah koreksi tajam sering dianggap sebagai sinyal negatif, terlepas dari alasan administratif yang disampaikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, aksi likuidasi 50% cadangan “austerity” oleh sang pendiri di tengah kondisi MVRV yang sudah sangat oversold (-14,3%) memberikan tekanan psikologis ganda bagi investor ritel.

“Meskipun alasan operasional sering digunakan sebagai dalih, pasar cenderung melihatnya sebagai langkah mitigasi risiko dari orang dalam. Hal ini menciptakan level resistensi baru pada ,100, di mana setiap upaya rebound kemungkinan akan digunakan whale untuk keluar dari posisi,” jelasnya.

ETH Turun 30%, Indikator Tunjukkan Oversold

Harga ETH telah turun sekitar 30% dalam sebulan terakhir dan kini berada sedikit di bawah US$2.000. Tekanan jual tambahan dari penjualan besar memperkuat sentimen bearish di pasar.

Meski demikian, sejumlah analis on-chain menilai ETH kini berada dalam kondisi undervalued secara teknikal.

Data Santiment menunjukkan rasio 30-day Market Value to Realized Value (MVRV) ETH berada di defisit sekitar 14,3%. MVRV mengukur selisih antara kapitalisasi pasar dan nilai realisasi untuk memperkirakan rata-rata profitabilitas holder.

Angka negatif menunjukkan sebagian besar investor berada dalam posisi rugi. Secara historis, kondisi ini sering muncul pada fase jenuh jual (oversold).

Sebagai perbandingan, Bitcoin saat ini menunjukkan undervaluation sekitar 6,9%, Chainlink 5,1%, XRP 4,1%, dan Cardano 2%. Berdasarkan metrik tersebut, ETH tercatat sebagai aset dengan diskon terdalam di antara kripto utama dalam 30 hari terakhir.

Dengan tekanan jual dari pendiri proyek dan sinyal teknikal oversold yang muncul bersamaan, pergerakan ETH dalam waktu dekat akan sangat bergantung pada respons pasar terhadap dua kekuatan yang saling bertolak belakang ini.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Tertekan, Risiko Turun ke US$1.385 Menguat

Ethereum (ETH) kembali berada di bawah tekanan setelah diperdagangkan di bawah Realized Price sejak akhir Januari. Di tengah posisi harga yang mendekati US$2.000, data on-chain menunjukkan tekanan jual masih kuat, dengan arus masuk ke bursa mencapai ratusan juta dolar dalam sepekan terakhir.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa pelemahan harga belum berakhir dan berpotensi menyerupai pola koreksi dalam siklus sebelumnya.

ETH Diperdagangkan di Bawah Realized Price

Realized Price merupakan rata-rata harga akuisisi seluruh koin ETH yang beredar. Ketika harga pasar berada di bawah level ini, rata-rata pemegang aset berada dalam posisi rugi secara belum terealisasi (unrealized loss).

Sejak turun di bawah Realized Price pada akhir Januari, ETH belum mampu kembali ke atas level tersebut. Indikator Market Value to Realized Value (MVRV) juga tetap berada di bawah 1,0, mengonfirmasi bahwa mayoritas investor saat ini menanggung kerugian.

Dalam siklus sebelumnya, periode panjang di bawah Realized Price kerap diikuti fase kapitulasi sebelum akhirnya membentuk dasar harga yang lebih kuat. Namun, fase tersebut sering kali didahului penurunan tambahan.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

445.000 ETH Masuk Bursa, Tekanan Jual Meningkat

Data Exchange On-Balance menunjukkan sekitar 445.000 ETH masuk ke bursa dalam tujuh hari terakhir. Pada harga saat ini, jumlah tersebut bernilai lebih dari US$887 juta.

Lonjakan saldo di bursa umumnya diartikan sebagai sinyal distribusi, karena investor memindahkan aset untuk potensi penjualan. Skala inflow terbaru ini mengindikasikan kehati-hatian yang meningkat di kalangan pemegang ETH.

Dalam beberapa kejadian sebelumnya, lonjakan deposit ke bursa sering mendahului penurunan harga yang lebih tajam. Kombinasi kerugian belum terealisasi dan peningkatan pasokan di pasar spot memperbesar risiko tekanan turun lanjutan.

Level Kunci Penentu Arah ETH

Saat ini ETH diperdagangkan di sekitar US$1.997, dengan level psikologis US$2.000 menjadi titik krusial. Jika tekanan jual berlanjut, support berikutnya berada di sekitar US$1.866.

Apabila level US$1.866 gagal dipertahankan, risiko penurunan dapat meluas hingga US$1.385—yang berarti potensi koreksi sekitar 30% dari harga saat ini. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai dasar struktural dalam siklus terdahulu. Support berikutnya berada di kisaran US$1.231.

Sebaliknya, perubahan perilaku investor dapat membalikkan situasi. Jika arus masuk ke bursa menurun dan akumulasi kembali meningkat, ETH berpeluang stabil di atas US$2.000. Dalam skenario tersebut, target jangka pendek berada di US$2.205, dengan potensi kenaikan lanjutan menuju US$2.500 apabila tekanan beli berkelanjutan.

Untuk saat ini, dinamika antara tekanan jual dan potensi akumulasi akan menjadi penentu utama arah pergerakan Ethereum dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ETH sedang berada di zona kritis .000. Rasio MVRV di bawah 1,0 secara historis menandakan fase koreksi dalam atau awal dari tahap kapitulasi.

“Jika support .866 gagal dipertahankan, ETH berisiko jatuh 30% lagi menuju area .385 sebelum menemukan dasar struktural yang stabil,” katanya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETF Ethereum Kembali Catat Inflow, Harga ETH Siap Bangkit?

Ethereum (ETH) mencatat perubahan penting setelah memutus tren arus keluar (outflow) ETF selama empat pekan berturut-turut. Pada pekan yang berakhir 18 Februari, ETF spot Ethereum mencatat inflow bersih sebesar US$6,80 juta. Ini menjadi sinyal awal kembalinya minat institusional, meski nilainya masih relatif kecil dibandingkan periode outflow sebelumnya.

Di saat yang sama, data on-chain menunjukkan dompet whale kembali melakukan akumulasi. Namun, aksi jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders) masih menjadi faktor penahan yang berpotensi membatasi kenaikan harga ETH dalam waktu dekat.

ETF Inflow dan Aksi Borong Whale

Sebelumnya, ETF Ethereum mengalami tekanan jual selama empat pekan berturut-turut, dengan arus keluar tercatat pada pekan yang berakhir 23 Januari, 30 Januari, 6 Februari, dan 13 Februari. Tren ini sejalan dengan pelemahan harga ETH secara keseluruhan.

Perubahan terjadi pada pekan yang berakhir 18 Februari, ketika ETF mencatat inflow bersih US$6,80 juta. Meski belum signifikan, perubahan arah arus dana ini sering dianggap sebagai sinyal awal stabilisasi pasar.

Selain itu, data Santiment menunjukkan wallet whale meningkatkan kepemilikan dari 113,50 juta ETH pada 15 Februari menjadi 113,63 juta ETH saat ini. Penambahan sekitar 130.000 ETH tersebut setara dengan akumulasi senilai sekitar US$253 juta dalam beberapa hari terakhir.

Aksi beli whale di tengah pelemahan harga kerap diartikan sebagai positioning awal sebelum potensi pemulihan lebih luas terjadi.

Sinyal Teknikal Positif, Tapi Holder Lama Masih Jual

Dilansir BeInCrypto, grafik 8 jam Ethereum menunjukkan terbentuknya bullish divergence antara 2 Februari hingga 18 Februari. Dalam periode tersebut, harga mencetak lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) membentuk higher low. Pola ini secara historis kerap mendahului pantulan harga.

Dua sinyal serupa sebelumnya sempat memicu kenaikan 11% dan 6% pada awal Februari. Kini, dengan inflow ETF kembali dan whale aktif membeli, peluang pantulan kembali terbuka.

Namun, data Glassnode menunjukkan long-term holders justru meningkatkan distribusi. Pada 17 Februari, holder jangka panjang menjual 34.841 ETH dalam periode rolling 30 hari. Angka tersebut naik menjadi 38.877 ETH pada 18 Februari, menandakan tekanan jual meningkat meski sinyal teknikal mulai membaik.

Aksi distribusi ini sebelumnya juga membatasi reli ETH pada awal bulan, menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga dimanfaatkan sebagian investor lama untuk keluar dari pasar.

Baca juga: Ethereum Siapkan Upgrade Glamsterdam 2026, Fokus Kenaikan Gas Limit

Pola Segitiga Tentukan Arah Selanjutnya

Saat ini, ETH bergerak dalam pola symmetrical triangle pada grafik 8 jam. Pola ini mencerminkan keseimbangan antara pembeli dan penjual.

Level resistance utama berada di sekitar US$2.030, yang menjadi penghalang pada upaya pemulihan sebelumnya. Jika ETH mampu menembus level ini, target berikutnya berada di US$2.100. Penembusan di atas US$2.100 berpotensi membuka ruang kenaikan lebih lanjut.

Di sisi lain, level US$1.960 menjadi area penting untuk dipertahankan. Jika gagal bertahan, harga berisiko turun ke US$1.890 dan bahkan menuju US$1.740 apabila tekanan jual meningkat.

Dengan kembalinya inflow ETF dan akumulasi whale, peluang pemulihan ETH memang mulai terlihat. Namun distribusi oleh holder jangka panjang tetap menjadi risiko utama yang dapat menentukan apakah reli berikutnya mampu bertahan atau kembali terhenti.

Menurut Tim Research Tokocrypto, munculnya bullish divergence dan kembalinya minat institusi adalah sinyal positif, tetapi distribusi dari LTH menjadi penghambat utama (ceiling) bagi kenaikan harga.

“ETH terjebak dalam symmetrical triangle; penembusan di atas ,030 sangat krusial untuk mengonfirmasi pembalikan tren jangka pendek menuju area ,100,” jelasnya.

Baca Juga: Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com