Tag Archives: hikmah

Doa Terhindar dari Orang Iri dan Dengki, Ini Bacaannya



Jakarta

Iri dan dengki merupakan penyakit hati yang harus dihindari oleh setiap muslim. Salah satu caranya dengan membaca doa terhindar dari orang iri dan dengki.

Memiliki sifat iri dan dengki ini dapat merusak segala amal saleh yang kita lakukan, sebagaimana dijelaskan oleh RD Moch Firdy Adi S dalam buku Fiqih untuk Pemula yang bersandar pada sebuah hadits dalam sabda Rasulullah SAW,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِيَّاكُمْ وَالْحَسَدَ فَإِنَّ الْحَسَدَ يَأْكُلُ الْحَسَنَاتِ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ


Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Jauhilah sifat dengki karena dengki itu memakan (pahala) kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (HR Abu Dawud)

Lebih lanjut dikatakan, hadits tersebut menegaskan betapa bahaya dan merugikannya sifat dengki. Ketika seorang muslim memiliki sifat dengki terhadap orang lain maka bisa diibaratkan seperti amal perbuatan kita yang telah dilakukan habis termakan oleh api kecemburuan.

RD Moch Firdy Adi S juga memaparkan lima ciri orang yang memiliki sifat iri dan dengki, di antaranya:

1. Tidak pernah bersyukur atas apa yang telah diperoleh.

2. Tidak pernah merasa puas.

3. Tidak pernah suka ketika melihat orang lain melebihinya. Jika orang lain terlihat lebih unggul dibandingkan dirinya, maka dia berusaha untuk menjatuhkannya.

4. Berperilaku sombong dan merasa dirinya lebih baik dari orang lain.

5. Tidak mau mengintrospeksi diri.

Bacaan Doa Terhindar dari Orang Iri dan Dengki

Mengutip buku Indahnya Doa Rasulullah Bagiku karya Masriyah Amva berikut doa supaya selamat dari berbagai bahaya termasuk bahaya yang berasal dari orang-orang yang iri dan dengi atas nikmat yang kita peroleh,

مَا شَاءَ الله ، لاَ قُوَّةَ إِلا بالله

Arab latin: Mâ sya allah, lâ quwwata `illä billäh

Artinya: “Atas kehendak-Nya semua ini terjadi. Tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan-Nya.” (HR al-Thabrani)

Syaikh Bakar Abdul Hafizh Al-Khulaifat dalam Tafsir dan Makna Doa-Doa dalam Al Qur’an menafsirkan surah Al-Hasyr ayat 10 di mana ciri umat Islam adalah berkasih sayang dengan sesama mereka.

Oleh karena itu, mereka saling mendoakan dan memohonkan ampunan bagi saudara-saudara yang lebih dulu beriman, dan memohon agar hati mereka disucikan dari rasa dengki dan iri hati kepada sesamanya.

وَالَّذِيْنَ جَاۤءُوْ مِنْۢ بَعْدِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ࣖ ١٠

Artinya: “Orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar) berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami serta saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu daripada kami dan janganlah Engkau jadikan dalam hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS Al-Hasyr: 10)

Merujuk dari Kitab Tanbihul Mughtarrin karya Imam Abdul Wahab Asy-Sya’rani sebagaimana dilansir NU Online, berikut ini doa yang bisa dibaca untuk orang yang menaruh perasaan iri dan dengki terhadap kita,

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِحَاسِدِيْنَا فَإِنَّهُمْ لِمَا عِنْدَهُمْ مِنَ الضَّيْقِ لَا يَحْتَمِلُوْنَ رُؤْيَةَ النِّعَمِ الَّتِي عَلَيْنَا دُوْنَهُمْ، وَلَوِ اتَّسَعَتْ نُفُوْسُهُمْ لَمْ يَقَعُوْا فِي حَسَدِنَ

Arab latin: Allâḥummaghfir li hâsidînâ, fa innahum li mâ ‘indahum minadl dlaiqi lâ yaḫtamilûna ru’yatan ni’amil latî ‘alainâ dûnahum. Wa law ittasa’at nufûsuhum lam yaq’û fî hasadinâ.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah para pendengki kami karena mereka dalam kesempitan hatinya tidak kuat melihat nikmat-nikmat yang dianugerahkan pada kami, bukan pada mereka. Andai berhati lapang, mereka tentu takkan iri dengki kepada kami.”

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Surat Pengantar Tidur sesuai Sunnah, Yuk Agar Mendapat Ketenangan Hati!


Yogyakarta

Ada surat pengantar tidur yang dapat diamalkan saat mengalami kecemasan dan tekanan. Amalan sunnah ini dapat dikerjakan untuk menemukan kedamaian batin yang sangat diinginkan oleh semua orang.

Salah satu cara untuk mencapai ketenangan itu adalah melalui tindakan sederhana sebelum tidur, yaitu membaca surat pengantar tidur.

Surat pengantar tidur ini bagian dari ayat Al-Quran yang dirangkai dengan doa-doa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Surat ini mengandung bacaan-bacaan yang memiliki nilai dan keutamaan tersendiri.


Surat Pengantar Tidur

Ketika waktu untuk beristirahat telah tiba, disunnahkan untuk membaca doa sebelum tidur. Sebelum itu, di awali dengan berwudhu dan mengebaskan kasur sambil membaca basmalah.

Dikutip dari buku Keutamaan Berdzikir karya As-Suyuti, bahwa terdapat tiga surat yang dapat dibaca sebelum tidur.

Surat Al-Ikhlas

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ . اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ . وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan serta tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya.””

Surat Al-Falaq

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ . وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh). dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.””

Surat An-Nas

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ . مَلِكِ النَّاسِۙ . اِلٰهِ النَّاسِۙ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ . الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Artinya: “Katakanlah (Nabi Muhammad), “Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

Setelah membaca ketiga surat tersebut, kemudian mengusap tubuh dengan kedua telapak tangan, dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan tiga kali.

Dikutip dari buku Doa dan Zikir Harian Nabi karya Imam Abu Wafa, bahwa dapat membaca ayat Kursi ketika hendak tidur agar dijaga dari setan hingga pagi oleh Allah SWT.

Surah Al Baqarah Ayat 255 (Ayat Kursi)

اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥

Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.” (QS Al-Baqarah ayat 255)

Surat Al Baqarah Ayat 285-286

Rasulullah SAW juga menganjurkan umat muslim untuk membaca potongan dua ayat dari surat terpanjang di Al-Qur’an ini untuk dibaca setiap malam. Berikut bunyi hadits yang dinukil dari Abu Mas’ud Al-Badri bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ قَرَأَ بِالآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ

Artinya: “Siapa yang membaca dua ayat terakhir dari surat Al-Baqarah pada malam hari, maka ia akan diberi kecukupan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Surat As Sajdah dan Surah Al Mulk

Rasulullah SAW juga dikisahkan tidak akan tidur sebelum membaca surat As Sajdah dan surat Al Mulk. Betikut keterangan hadits yang menceritakannya,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ: كَانَ النَّبِيَّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ: {الم، تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ، وَ تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْك

Artinya: Jabir bin Abdillah RA berkata, “Tidaklah Rasulullah SAW tidur sampai beliau membaca alif lam mim tanzilus sajdah (surah As Sajdah) dan tabarakalladzi biyadihil mulk (surah Al Mulk).” (HR Bukhari)

Surat Al Isra dan Surat Az Zumar

Dikisahkan dari Aisyah RA dalam sebuah hadits yang dihasankan oleh Ibnu Hajar RA,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لا يَنَامُ حَتَّى يَقرَأَ بَنِي إِسرَائِيلَ وَالزُّمَر

Artinya: “Rasulullah SAW tidak tidur sampai beliau membaca surah Bani Israil (Al Isra) dan surah Az Zumar.” (HR Tirmidzi)

Surat Al Kafirun

Terakhir, surat Al Kafirun adalah surah pengantar tidur Rasulullah SAW yang disebut dapat membebaskan diri dari kemusyrikan. Dari Nufal asy Asyja’i RA dalam Kitab Sunan Abu Dawud, Rasulullah SAW bersabda,

اقْرأ : ( قُلْ يا أيُّها الكافِرُونَ ) ثُمَّ نَمْ على خاتِمَتِها ، فإنَّها بَرَاءَةٌ مِنَ الشِّرْكِ

Artnya: “Bacalah qul yaa ayyuhal kaafirun (surah Al Kafirun), kemudian tidurlah setelah selesai, karena surat tersebut membebaskan dirimu dari kemusyrikan.” (HR Abu Dawud)

Dari Ibnu Abbas RA dalam Kitab Musnad Abu Ya’la juga menyebutkan sabda Rasulullah SAW yang mengatakan, “Maukah kalian aku ajarkan suatu bacaan yang dapat menyelamatkanmu dari perbuatan syirik kepada Allah SWT, bacalah qul yaa ayyuhal kaafiruun ketika hendak tidur.”

Keutamaan Membaca Surat Pengantar Tidur

Dengan membaca surat-surat di atas sebelum tidur, maka seorang muslim akan mendapatkan banyak keutamaan.

Dikutip dari buku Edisi Indonesia: Zadul Ma’ad: Panduan Lengkap Meraih Kebahagiaan Dunia Akhirat karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyah bahwa keutamaannya antara lain:

– Tidurnya akan dilindungi oleh Allah SWT
– Menjaga hati dan tubuh
– Akan merasa tenang
– Akan diberikan kebahagiaan dan kemenangan di dunia dan akhirat oleh Allah SWT

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Waktu Doa yang Tidak Tertolak atau Kecil Kemungkinan Tak Diijabah


Jakarta

Rasulullah SAW pernah menyampaikan sejumlah waktu mustajab untuk berdoa. Dikatakan, memanjatkan doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah Allah SWT.

Allah SWT telah memerintahkan hamba-Nya untuk berdoa. Allah SWT berfirman dalam surah Gafir ayat 60,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْ ۗاِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَ ࣖ ٦٠


Artinya: Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.”

Dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, ayat tersebut merupakan sebagian karunia dan kemurahan Allah SWT. Dia menganjurkan kepada hamba-hamba-Nya untuk meminta kepada-Nya dan menjamin akan mengabulkan permintaan mereka.

Waktu Doa Tak Tertolak

Ada sejumlah waktu di mana ketika seseorang berdoa tidak akan tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah. Waktu-waktu ini telah disampaikan Rasulullah SAW melalui sejumlah hadits.

1. Saat Sepertiga Malam Terakhir

Imam Bukhari mengeluarkan hadits dalam kitab Al-Adab Al-Mufrad bahwa berdoa ketika sepertiga malam terakhir akan dikabulkan Allah SWT. Dari Abu Hurairah RA ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

يَنْزِلُ رَبُّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلَّ لَيْلَةٍ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا حِينَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ الآخِرُ يَقُولُ: مَنْ يَدْعُونِي، فَأَسْتَجِيبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلُنِي فَأُعْطِيَهُ، مَنْ يَسْتَغْفِرُنِي فَأَغْفِرَ لَهُ

Artinya: “Tuhan kami turun pada setiap malam ke langit bumi ketika sepertiga malam terakhir dan berkata, ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku pasti Aku mengabulkannya, siapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku memberinya, dan siapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti Aku mengampuninya.”

Imam Bukhari mengatakan hadits tersebut shahih. Imam Muslim turut meriwayatkannya dalam bab Shalatul Musafirin. Ar-Tirmidzi dan Ibnu Majah juga meriwayatkannya.

2. Saat Berbuka Puasa

Dalam Kitab Induk Doa & Dzikir terlengkap yang disusun oleh Tim Shahih, saat berbuka puasa (bagi orang yang berpuasa) adalah waktu yang tidak tertolak. Hal ini bersandar pada riwayat Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash RA, ia mendengar Rasulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya, bagi orang yang berpuasa, pada saat berbuka ada doa yang tidak ditolak.” (HR Ibnu Majah)

3. Antara Adzan dan Iqamah

Memanjatkan doa pada waktu antara adzan dan iqamah juga tidak tertolak atau kecil kemungkinan tak diijabah Allah SWT. Hal ini diterangkan dalam sebuah hadits yang termuat dalam kitab Bulughul Maram karya Al-Hafiz Ibnu Hajar Al-Asqalani.

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الدُّعَاءُ بَيْنَ الْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ، وَغَيْرُهُ، وَصَحْحَهُ ابْنُ حِبَّانَ، وَغَيْرُهُ.

Artinya: “Dan dari Anas RA berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Doa antara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.’ Dikeluarkan oleh An-Nasa’i dan lainnya. Hadits ini dishahihkan oleh Ibnu Hibban dan lainnya.”

4. Saat Perang Berkecamuk

Ada juga hadits yang menyebut, saat perang berkecamuk juga termasuk waktu mustajab untuk berdoa. Memanjatkan doa pada waktu tersebut tidak akan tertolak. Dari Sahl bin Sa’ad RA, Rasulullah SAW bersabda,

“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak, pada saat adzan dan tatkala perang berkecamuk.” (HR Abu Dawud)

5. Sesaat pada Hari Jumat

Waktu doa yang tidak tertolak lainnya adalah sesaat pada hari Jumat. Para ulama berbeda pendapat terkait waktu ini. Ulama Syafi’iyyah Imam an-Nawawi dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin menyebutkan beberapa waktunya.

Menurut hadits yang berasal dari Abu Burdah bin Abu Musa al-Asy’ari RA, ia berkata bahwa Abdullah bin Umar RA bertanya,

“Apakah kau pernah mendengar ayahmu menceritakan waktu yang istimewa pada hari Jumat dari Rasulullah SAW?” Abu Burdah menjawab, “Ya, aku pernah mendengar ayah berkata, ‘Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Waktu tersebut ada di antara duduknya imam hingga selesai salat.” (HR Muslim)

Ada juga yang menyebut bahwa waktu tersebut bertepatan dengan waktu Ashar pada hari Jumat. Dari Abu Hurairah RA, ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW membicarakan hari Jumat lalu beliau bersabda,

“Pada hari itu ada waktu yang apabila seorang hamba muslim menepati waktu itu dalam keadaan salat lalu ia mohon sesuatu kepada Allah, niscaya Allah mengabulkan permohonannya.” Dan beliau memberi isyarat dengan tangannya untuk menunjukkan sebentarnya waktu tersebut. (HR Muttafaq ‘Alaih)

Orang-orang yang Doanya Tak Tertolak

Rasulullah SAW dalam salah satu hadits hasan pernah bersabda mengenai tiga orang yang doanya tidak akan tertolak. Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA.

Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Wallahu a’lam.

(kri/erd)



Sumber : www.detik.com

Hadits Fitnah Akhir Zaman dan Cara Selamat Darinya


Jakarta

Dajjal disebut-sebut sebagai fitnah terbesar di akhir zaman. Ada banyak hadits fitnah akhir zaman yang menjelaskan tentang hal itu.

Rasulullah SAW sudah memberi kisi-kisi yang terjadi ketika dunia akan berakhir. Termasuk datangnya Dajjal sang pembawa kerusakan dan penyebar fitnah di mana-mana.

Hadits Fitnah Akhir Zaman dan Dajjal Sang Perusak

Fitnah paling besar ketika akhir zaman nanti adalah fitnah dari Dajjal. Hal ini disebutkan sebuah hadits yang termuat dalam Qishshatu al-masiih ad-dajjal wa nuzuuli Isa wa qatlihii iyaahu karya Muhammad Nashiruddin al-Albani.


Diriwayatkan dari Hisyam bin ‘Amir secara marfu’,

مَابَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى قِيَامِ السَّاعَةِ خَلْقَ أَكْبَرُ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: “Antara penciptaan Adam hingga hari Kiamat tiba tidak ada makhluk yang lebih besar melebihi Dajjal.”

Dalam hadits lain dikatakan, “Tidak ada fitnah yang lebih besar melebihi fitnah Dajjal.” (HR Muslim, al-Hakim, dan Ahmad)

Rasulullah SAW juga telah menggambarkan dahsyatnya fitnah Dajjal kelak. Sebagaimana dikatakan dalam hadits berikut,

ذُكِرَ الدَّجَّالُ عِنْدَ رَسُوُلُ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: لَأَنَا لِفِتْنَةِ أَحَدِكُمْ أَخْوَفُ عِنْدِي مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ . وَلَنْ يَنْجُوَ أَحَدٌ مِمَّا قَبْلَهَا إلاَّ نَجَا مِنْهَا، وَمَا صُنِعَتْ فِتْنَةٌ مُنْذُ كَانَتِ الدُّنْيَا صَغَيْرَةٌ وَلَا كَبِيرَةٌ إِلَّا لِفِتْنَةِ الدّجَالِ.

Artinya: “Suatu ketika ihwal Dajjal disebutkan di hadapan Rasulullah, kemudian beliau bersabda: ‘Sungguh fitnah yang terjadi di antara kalian lebih aku takuti daripada fitnah Dajjal. Tiada seseorang yang dapat selamat dari fitnah sebelum fitnah Dajjal, melainkan akan selamat pula darinya (Dajjal). Tiada fitnah yang dibuat sejak adanya dunia ini-baik kecil ataupun besar-kecuali untuk fitnah Dajjal.” (HR Ahmad Ibnu Hibban)

Dahsyatnya Fitnah Dajjal

Diambil dari buku Al-Madkhal ila Dirasah Al-Akidah Al-Islamiyyah karya Umar Sulaiman Al-Asyqar, terdapat beberapa hal yang menyebabkan fitnah akhir zaman Dajjal menjadi sangat dahsyat dan tak tertahankan sehingga membuat semua orang jatuh dalam fitnahnya kecuali orang yang beriman.

Kemampuan-kemampuan Dajjal yang menimbulkan fitnah di muka bumi:

1. Dajjal Mampu Berpindah Tempat dengan Cepat di Bumi

Hal ini sudah disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwa kecepatan Dajjal dalam berpindah tempat bagaikan hujan yang dihempaskan angin. Hal tersebut membuat Dajjal akan dengan mudah mencari pasukan ke seluruh bumi kecuali Makkah dan Madinah.

2. Surga dan Neraka Dajjal

Dajjal membawa sesuatu yang mirip dengan surga dan neraka atau terlihat seperti sungai air dan sungai api di kedua tangannya. Ketika seseorang tertangkap olehnya, maka ia akan disuruh memilih antara air atau api.

Namun, sebenarnya yang terlihat tidak seperti yang sebenarnya. Sungai api adalah sungai dingin, sedangkan sungai air adalah sungai yang amat panas. Maka jika seseorang memilih sungai air, ia akan dimasukkan dalam api yang menyala.

3. Membunuh Pemuda dan Menghidupkannya Lagi

Sebagai salah satu kemampuan Dajjal untuk mengelabui pikiran manusia, ia memiliki sebuah kemampuan untuk menghidupkan orang.

Suatu ketika ada pemuda muslim yang keluar dari Madinah yang menantang Dajjal seraya berkata bahwa ia adalah Dajjal. Lalu pemuda tersebut dibelah menjadi dua oleh Dajjal dan dihidupkannya lagi.

Setelah dihidupkan lagi, Dajjal kembali bertanya kepada pemuda itu sudahkah ia beriman kepada Dajjal. Maka pemuda itu pun dengan tegas mengatakan bahwa hal yang sudah dialaminya tadi semakin meyakinkan bahwa yang berhadapan dengan dia saat ini adalah Dajjal.

4. Cobaan Fitnah Dajjal Berlangsung Sangat Lama

Rasulullah SAW mengatakan bahwa Dajjal akan tinggal di bumi selama empat puluh hari. Satu hari seperti setahun, satu hari setelahnya terasa sebulan, satu hari setelahnya terasa seminggu, dan hari-hari lainnya seperti hari biasa.

Cara Terhindar Dari Fitnah Dajjal

Saking dahsyatnya fitnah Dajjal, Rasulullah SAW memerintahkan seluruh umat Islam untuk berdoa kepada Allah SWT agar dilindungi olehnya. Doa ini dibaca setiap hari sebanyak minimal lima kali sehari.

Doa agar terlindung dari fitnah Dajjal ini dibaca pada akhir salat. Adapun, bacaan doa sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ

Bacaan latin: Allahumma inni audzubika min ‘adzabi jahannama wa min adzabil qabri wa min fitnatil mahya wal mamati, wa min syarri fitnatil masihid dajjal

Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR Muslim)

Dianjurkan pula memohon perlindungan Allah SWT dari fitnah Dajjal dengan membaca sepuluh ayat pertama surah Al Kahfi. Hal ini bersandar pada sebuah hadits shahih yang berasal dari Abu Darda RA. Ia mengatakan bahwa Rasulullah SAW bersabda,

مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ

Artinya: “Siapa yang menghafal sepuluh ayat pertama dari surah Al-Kahfi, maka ia akan terlindungi dari Dajjal (fitnah).” (HR Muslim)

Wallahu a’lam.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa Terhindar dari Utang, Amalkan Tiap Hari Agar Hidup Selalu Merasa Cukup


Jakarta

Ada doa yang bisa dibaca dan diamalkan secara rutin agar terhindar dari utang. Sejatinya utang yang tidak terlunasi akan dibawa sampai akhirat. Naudzubillah.

Utang piutang memang diperbolehkan dalam Islam asalkan tidak mengandung unsur riba di dalamnya. Pinjam meminjam uang atau barang hukumnya boleh namun dengan perjanjian bahwa peminjam wajib mengembalikannya secara utuh.

Sebagaimana hadits Rasulullah SAW. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, Nabi SAW bersabda,


“Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya.” (HR. Bukhari dan Ibn Majah)

Dalam hadits lain dijelaskan bahwa utang adalah perkara yang terjadi di dunia namun akibatnya akan dibawa sampai akhirat.

Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda,

من مات وعليه دَينٌ ، فليس ثم دينارٌ ولا درهمٌ ، ولكنها الحسناتُ والسيئاتُ

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih punya utang, maka kelak (di hari kiamat) tidak ada dinar dan dirham untuk melunasinya. Namun yang ada hanyalah kebaikan atau keburukan (untuk melunasinya)” (HR. Ibnu Majah no. 2414, disahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah no. 437).

Senada dengan hadits Abu Hurairah Ra., Rasulullah SAW bersabda,

نفس المؤمن مُعَلّقة بدَيْنِه حتى يُقْضى عنه

“Ruh seorang mukmin (yang sudah meninggal) terkatung-katung karena utangnya sampai hutangnya dilunasi” (HR. At Tirmidzi no. 1079, ia berkata, “(Hadits) hasan”, disahihkan Al Albani dalam Shahih At Tirmidzi).

Deretan hadits tersebut menegaskan bahwa orang yang memiliki utang wajib melunasinya. Jika ternyata seseorang masih memiliki utang dan ajalnya telah tiba, maka keluarganya lah yang memiliki kewajiban untuk melunasi utangnya.

Doa Agar Terhindar dari Utang

Mengutip buku Ada Orang Utang oleh Ammi Nur Baits, dijelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah mengajarkan doa agar dijauhkan dari utang. Doa ini juga bisa dipanjatkan agar dimudahkan membayar utang.

Doa Agar Selalu Merasa Dicukupkan

اللَّهُمَّ اكْفِنِى بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِى بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Arab-latin: Allahumak-finii bi halaalika ‘an haroomik, war agh-niniy bi fadhlika ‘amman siwaak.”

Artinya: “Ya Allah cukupkan lah aku dengan yang halal dan jauhkan lah aku dari yang haram, dan cukupkan lah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu.”

Dari Ali bin Abi Thalib, bahwa ada seorang budak mukatab yang mendatangi beliau. Budak ini mengatakan: Saya tidak mampu melunasi cicilan tanggungan untuk membebaskan diriku, karena itu bantulah aku. Ali pun mengatakan: “Maukah saya ajarkan beberapa kalimat yang pernah diajarkan Rasulullah SAW, Andaikan engkau memiliki utang sebesar gunung Tsabir, maka Allah akan membantu
melunasinya. Bacalah: Allahummak finii bi balaalika…dst.” (HR. Ahmad no. 1318 dan Turmudzi no. 3563)

Doa Agar Terbebas dari Utang

Doa terbebas dari utang yang diajarkan Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

ArabLatin : Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.”

Doa Agar Dilindungi dari Dosa Utang

Rasulullah juga mengajarkan doa minta perlindungan dari dosa dan doa terbebas dari utang seperti diriwayatkan dalam Hadits Bukhari nomor 5891.

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ وَالْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ اللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّي خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّ قَلْبِي مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

Arab-latin: Allahhumma Inni A’uudzubika minal kasali wal harami wal ma’tsami wal maghrami wamin fitnatil qabri wa’adzaabil qabri wamin fitnatin naari wa’azaabin naari wamin syarri fitnatil ghaniy wa a’uudzubika minal fitnatil faqri wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjal,Allahummaghsil ‘annii khathaayaya bimaais salji walbaradi wanaqqi qalbi minal khthaayaya kamaa naqqaitats tsaubal abyadi minad danas wabaa’id baini wabainal khathaayaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghribi

Artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, kesalahan dan terlilit hutang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan dan aku berlindung kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran serta aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masih Ad Dajjal. Ya Allah, bersihkanlah kesalahan-kesalahanku dengan air salju dan air embun, sucikanlah hatiku dari kotoran-kotoran sebagaimana Engkau menyucikan baju yang putih dari kotoran. Dan jauhkanlah antara diriku dan kesalahan-kesalahanku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.”

Demikian beberapa doa agar dijauhkan dari utang. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi hamba-Nya yang bertakwa.

(dvs/erd)



Sumber : www.detik.com

Bacaan Doa Dilancarkan Lisan beserta Waktu Pengamalannya


Jakarta

Doa dilancarkan lisan dapat dipanjatkan ketika hendak berbicara di depan umum. Tak jarang, rasa gugup dan gelisah datang ketika ingin tampil.

Banyak cara untuk mengatasi rasa grogi tersebut, salah satunya dengan membaca doa. Dengan membaca doa tersebut, insyaAllah seorang muslim dapat lebih rileks untuk tampil di depan umum.

Lantas, seperti apa bunyi doanya?


Doa Dilancarkan Lisan: Arab, Latin dan Arti

Doa dilancarkan lisan mengacu pada doa Nabi Musa AS saat berhadapan dengan Firaun. Menukil buku Retorika Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an karya Suisyanto, kala itu Musa AS diperintahkan untuk mendakwahi Firaun.

Tugas itu tergolong berat bagi Nabi Musa AS, sebab beliau sulit berbicara dengan fasih. Hal ini dikarenakan Musa AS memiliki kekurangan pada lisannya, sehingga banyak orang sulit memahami yang ia katakan.

Walau begitu, Nabi Musa AS tidak putus asa. Ia memohon kepada Allah SWT agar saudaranya yang tak lain Nabi Harun AS menggantikan dirinya untuk mendakwahi Firaun, karena beliau sangat pandai dalam berbicara.

Atas izin Allah, Nabi Musa AS diberi kemudahan dalam melaksanakan dakwahnya kepada Firaun. Ia dapat berbicara dengan benar dan baik setelah membaca doa dilancarkan lisan.

Doa tersebut tercantum dalam surat Thaha ayat 25-28 yang berbunyi,

رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Arab latin: Rabbisyrahlii shadrii, Wayassirlii Amrii, Wahlul’uqdatammillisaanii, Yafqohuu Qoulii

Artinya: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku. Dan mudahkanlah untukku urusanku. Dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku. Supaya mereka mengerti perkataanku.” (QS Thaha: 25-28)

Keutamaan Membaca Doa Dilancarkan Lisan

Merujuk pada sumber yang sama, doa Nabi Musa ini biasa dipanjatkan sebelum memulai ceramah atau pidato. Waktu pengamalan itu dimaksudkan agar mereka dapat mengucapkan kata-kata serta dihindari dari ucapan yang tidak bermanfaat.

Selain itu, doa dilancarkan lisan juga dapat meningkatkan rasa percaya diri seorang pendakwah. Sebab, dengan memanjatkan doa tersebut sang pendakwah merasa bahwa Allah SWT senantiasa mendampinginya ketika berada di hadapan umum.

Demikian bahasan mengenai doa dilancarkan lisan dan keutamaan membacanya. Jangan lupa dipanjatkan ya!

(aeb/nwk)



Sumber : www.detik.com

Dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum 40 Kali Setiap Pagi dan Petang


Jakarta

Ya Hayyu Ya Qayyum merupakan zikir atau ucapan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW ketika beliau dihadapkan dengan sebuah cobaan atau tatkala sedih. Bacaan ini dapat diucapkan sebanyak 40 kali.

Ibnul Qayyim al-Jauziyah dalam kitab Al-Jawabul Kafi Liman Saala ‘Anid Dawaaisy-Syafi sebagaimana dinukil Ustadz Syauqi Abdillah Zein dalam buku Jurus-Jurus Langit Pengguyur Rezeki, turut menjelaskan mengenai makna Ya Hayyu Ya Qayyum.

Makna Ya Hayyu Ya Qayyum

Ibnul Qayyim al-Jauziyah mengatakan bahwa, Ya Hayyu Ya Qayyum lebih dikenal sebagai Ismullahil A’dzham atau Ismullahil A’dzham. Kalimat ini merupakan nama Allah SWT yang paling agung di antara yang lainnya yang tercantum dalam Al-Qur’an.


Kalimat ini terdiri dari dua nama Allah SWT, yakni Al-Hayy dan Al-Qayy. Al-Hayy memiliki makna Allah Yang Maha Hidup, Dia-lah Dzat yang senantiasa hidup dan tidak mungkin mati atau tidur bahkan sekejap pun. Sedangkan Al-Qayyum artinya Allah yang Maha Mandiri. Maksudnya Allah Maha Berdiri Sendiri dan tidak memerlukan makhluk.

Istilah Ismaullahil A’dzham terdapat dalam tiga surah Al-Qur’an, sebagaimana dalam bunyi hadits berikut,

Ismullah al-A’dzham yang jika digunakan untuk berdoa, maka Allah SWT. Akan mengabulkan doanya, (yakni) yang terdapat dalam tiga surah Al-Qur’an, yaitu surah al-Baqarah, surah Ali ‘Imran, dan surah Thaahaa.” (HR Ibnu Majah, Hakim, dan Thabrani)

Menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyyah, ayat-ayat Al-Qur’an tersebut adalah surah al-Baqarah ayat 255, surah Ali ‘Imran ayat 2, serta surah Thaha ayat 111.

Tuntunan Membaca Ya Hayyu Ya Qayyum

Terdapat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Tirmidzi sebagaimana dinukil Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam kitab Al-Jawabul Kafi Liman Saala’Anid Dawaaisy-syafi’i, dari Abu Hurairah, ia berkata,

“Apabila Rasulullah SAW menghadapi suatu masalah, beliau mengangkat kepalanya ke langit, jika bersungguh-sungguh dalam berdoa, beliau mengucapkan Ya Hayyu, Ya Qayyum.” (Jami’ Tirmidzi)

Masih dalam sumber yang sama, disebutkan bahwa Rasulullah SAW juga mengucapkan Ya Hayyu Ya Qayyum apabila beliau ditimpa hal yang menyedihkan.

Seperti dalam hadits dari Anas bin Malik, ia berkata, “Jika Rasulullah SAW tertimpa suatu perkara yang menyedihkan, beliau mengucapkan, Ya Hayyu, Ya Qayyum birahmatika astaghitsu (Wahai Yang Mahahidup dan Maha Penegak dengan rahmat-Mu aku meminta pertolongan).” (HR at-Tirmidzi dalam Jami’)

Dalam kitab Al-I’tisham karya Imam Asy-Syathibi terdapat riwayat yang menyebut anjuran membaca dzikir Ya Hayyu Ya Qayyum 40 kali. Dikisahkan dari Al-Kattani, dia mengatakan bermimpi melihat Nabi Muhammad SAW dalam tidurnya. Dia pun berkata kepada beliau SAW, “Berdoalah kepada Allah agar Dia tidak mematikan hatiku.” Beliau menjawab, “Bacalah setiap hari kalimat Ya Hayyu Ya Qayyum la ilaha illa anta sebanyak 40 kali.”

Imam Asy-Syathibi menjelaskan, faedah mimpi tersebut adalah mengingatkan pada sebuah kebaikan dan mimpi semacam itu termasuk jenis kabar gembira. Hanya saja, tinggal dibicarakan apakah penetapan jumlah 40 kali tersebut, jika itu tidak menjadi keharusan maka mimpi itu benar adanya.

Rasulullah SAW sendiri menganjurkan untuk membaca Ya Hayyu Ya Qayyum sebagai salah satu bacaan dzikir pagi dan petang. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW berpesan kepada Fatimah RA, “Hendaklah kamu mendengar apa yang aku wasiatkan kepada kamu, yaitu ucapkanlah apabila masuk waktu pagi dan apabila masuk waktu petang,

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرَفَةَ عَيْنٍ.

Latin: yaa hayyu ya qayyum birahmatika astaghiitsu, ashlih lii syaknii kullahu, wa laa takilnii ila nafsii tarafata ‘aini

Artinya: Wahai yang Maha Hidup! Wahai yang Maha Kekal selamanya, dengan Rahmat Engkau aku memohon pertolongan daripada sebarang kesukaran. Perbaikilah bagiku setiap urusanku dan janganlah Engkau biarkan aku mengurusi diriku sendiri walau sekelip mata.” (Hadits Hasan oleh Al-Hakim)

Atau hadits berikut ini,

يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ

Latin: yaa hayyu ya qayyum birahmatika astaghiitsu

Artinya: “Wahai yang Maha Hidup! Wahai yang Kekal selamanya, dengan Rahmat Engkau aku memohon pertolongan daripada sebarang kesukaran.” (Hadits hasan oleh Tirmidzi)

Keutamaan Membaca Ya Hayyu Ya Qayyum

Diambil dari sumber sebelumnya, berikut adalah rangkuman keutamaan setelah membaca zikir Ya Hayyu Ya Qayyum:

  • Allah SWT akan memberikan anugerah dan karunia berupa rezeki yang berlimpah.
  • Menjadi orang yang mandiri dan tidak mengandalkan orang lain.
  • Mempunyai semangat bekerja keras.
  • Dimudahkan dalam mencari rezeki.
  • Menjadi orang yang sukses karena bersungguh-sungguh dan tidak bermalas-malasan dalam bekerja.
  • Mendapatkan kebijaksanaan.
  • Dijauhkan dari kesedihan.
  • Dilindungi dari berbagai bencana.
  • Mendapat solusi dari masalah bisnis.
  • Dipermudah urusannya dalam menghadapi masalah.

(kri/kri)



Sumber : www.detik.com

Doa untuk Orang yang Diundang Makan, Ungkapan Syukur dan Terima Kasih


Yogyakarta

Makan bukan hanya tentang memuaskan rasa lapar, tetapi juga merupakan momen yang memiliki berbagai makna dalam kehidupan. Makanan juga merupakan bagian dari rezeki yang patut disyukuri.

Dalam berbagai tradisi dan kepercayaan, diucapkanlah doa sebelum atau setelah makan sebagai ekspresi rasa syukur, penghormatan, dan makna yang lebih dalam.

Di balik kebiasaan sederhana ini, tersembunyi makna-makna mendalam yang mengajarkan kita tentang penghargaan terhadap hidangan dan hubungan antarmanusia.


Doa Orang yang Diundang Makan

Mendapat jamuan makan ketika bertamu ke rumah sesama muslim merupakan sebuah rezeki. Rasulullah SAW selalu mencontohkan untuk memberikan doa kepada orang yang menyuguhkan makanan.

Dikutip dari buku Al-Adzkar: Doa dan Dzikir dalam Al-Qur’an dan Sunnah karya Imam Nawawi bahwa dalam riwayat Shahih Muslim bahwa Rasulullah SAW berkunjung ke rumah ayah Abdullah bin Busr, kemudian ayah Abdullah memberikan jamuan kepada Rasulullah SAW.

Setelah Rasulullah memakan hidangan tersebut, ayah Abdullah berkata, “Mohon doakanlah kami.” Kemudian Rasulullah SAW berdoa,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ.

Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah kepada mereka keberkahan rezeki yang Engkau berikan kepada mereka. Ampunilah mereka dan rahmatilah mereka.” (HR Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa’i)

Masih mengutip dari sumber buku yang sama, bahwa ketika Rasululah SAW berkunjung ke rumah Sa’ad Abu Daud, beliau diberikan roti dan kismis. Setelah memakannya, Rasulullah SAW bersabda,

“Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di rumah kamu, orang-orang yang berbuat kebaikan telah memakan makanan kamu dan para malaikat telah mendoakan kamu.” (HR Abu Dawud dan An-Nasa’i)

Mengutip buku Kamus Praktis Muslim dari A Sampai Z karya Abdullah bin Ahad Al-‘Allaf Al-Ghamidi bahwa doa tamu yang diundang makan untuk tuan rumah yaitu,

اللهُمَّ أَطْعِمْ مَنْ أَطْعَمَنِي وَأَسْقِ مَنْ أَسْقَانِي

Artinya: “Ya Allah, berilah makan orang yang telah memberiku makan dan berilah minum orang yang telah memberiku minum.” (HR Muslim)

Makna Doa Bagi Orang yang Memberi Makanan

Dari kebiasaan sederhana ini memberikan makna mendalam yang mengingatkan muslim mengenai aspek spiritual dalam tindakan sehari-hari, seperti:

– Mengingat akan pemberian dan rezeki

Di balik doa orang yang diundang makan terdapat ungkapan rasa syukur yang mendalam. Ketika seseorang mengucapkan doa sebelum makan, ia mengakui bahwa rezeki dan makanan yang disajikan merupakan pemberian dari Allah SWT

– Ungkapan penghormatan kepada tuan rumah

Doa yang diucapkan oleh orang yang diundang makan merupakan bentuk penghormatan kepada tuan rumah.

– Terjalinnya hubungan sosial

Makan bersama merupakan salah satu momen yang dapat digunakan untuk menjalin kedekatan dan menjadi bagian dari silaturahmi dengan sesama.

– Terjalinnya hubungan dengan Allah SWT

Dengan doa orang yang diundang makan, seorang muslim akan menghubungkan diri dengan Allah SWT ketika berdoa meminta berkah-Nya.

Doa orang yang diundang makan memiliki kedalaman makna yang melampaui sekadar kata-kata. Doa ini mengajarkan tentang syukur, penghormatan, hubungan sosial, dan hubungan dengan Allah SWT.

Dalam momen-momen sederhana seperti makan bersama, doa menjadi pengingat bahwa setiap tindakan memiliki dimensi spiritual yang dapat menghubungkan kita dengan Yang Maha Kuasa dan dengan sesama manusia.

Dengan mengucapkan doa, kita menghadirkan makna yang lebih dalam dalam momen yang tampaknya biasa-biasa saja. Jika diundang makan atau disuguhkan makanan, jangan lupa berdoa ya Detikers!

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Lakukan Hal Ini saat Mimpi Buruk, sesuai Ajaran Rasulullah



Yogyakarta

Mimpi adalah jendela menuju alam bawah sadar kita, tempat di mana pikiran dan perasaan terkadang melahirkan gambaran yang tak terduga.

Dalam kenyataannya, mimpi bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan, membawa inspirasi, atau bahkan memberikan peringatan. Setiap orang bisa saja mengalami mimpi baik ataupun buruk.

Dikutip dari buku Tafsir Mimpi Menurut Al-Qur’an dan as-Sunnah karya Muhammad Ibnu Sirin, bahwa terdapat dua macam mimpi, yaitu mimpi yang berasal dari Allah dan mimpi yang berasal dari setan.


Rasulullah SAW bersabda,

الرُّؤْيَا مِنَ اللَّهِ وَاخْلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ

Artinya: “Ar-ru’ya ‘mimpi kebaikan’ berasal dari Allah sedang al hulmu ‘mimpi buruk’ berasal dari setan.” (HR Muslim)

Namun, terkadang mimpi buruk datang menghampiri, memicu rasa cemas dan kegelisahan yang tak diinginkan.

Dalam Islam, ada petunjuk dan anjuran dari Rasulullah SAW tentang bagaimana menghadapi mimpi buruk dan meredakan dampaknya pada kehidupan sehari-hari.

Hadits Tentang Mimpi Buruk

Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar oleh Imam an-Nawawi dijelaskan bahwa terdapat beberapa hadits yang menceritakan mengenai mimpi buruk.

– Kitab Shahih Bukhari Muslim

Rasulullah SAW bersabda,

“Mimpi yang baik, datangnya dari Allah, sedangkan mimpi yang buruk datangnya dari syaitan. Siapa saja yang bermimpi perkara yang tidak disukainya maka meludah kecil ke arah kirinya sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan dari syaitan, maka mereka tidak bisa memberikan mudarat.”

– Kitab Shahih Muslim

Rasulullah SAW bersabda,

“Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan mimpi yang tidak disukai maka hendaknya meludah ke arah kiri sebanyak tiga kali, dan memohon perlindungan kepada Allah dari syaitan sebanyak tiga kali, kemudian berpindah posisi.”

– HR Imam Tirmidzi

Rasulullah SAW bersabda,

“Jika seseorang dari kalian bermimpi dengan perkara yang tidak disukai, maka jangan diceritakannya kepada siapa pun, dan hendaknya dia bangun kemudian shalat.”

Anjuran Ketika Mimpi Buruk

Dikutip dari buku Untukmu Yang Sedang Sakit: Tata Cara Bersuci, Shalat, Doa & Dzikir Saat Sakit karya Ammi Nur Baits, S.T., B.A. terdapat beberapa hal yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika seseorang mendapati mimpi buruk, yaitu:

1. Meludah ke kiri sebanyak tiga kali
2. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari setan sebanyak tiga kali, dengan membaca ta’awudz
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم

3. Memohon perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan mimpi tersebut.
4. Bangun dan melaksanakan sholat.
5. Mengubah posisi tidurnya
6. Tidak boleh menafsirkan mimpi tersebut

Dikutip dari Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi oleh Imam an-Nawawi bahwa jika mendapati mimpi buruk, hendaknya meludah ke kiri sebanyak tiga kali dan membaca doa,

اَللّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ وَسَيِّئَاتِ الأَحْلامِ

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan syaitan dan keburukan mimpi.” (HR Ibnu Sunni)

Insya Allah dengan melakukan beberapa anjuran tersebut ketika mengalami mimpi buruk, maka segala keburukan dari mimpi tersebut tidak akan menghampiri kita.

Karena sesungguhnya mimpi yang buruk berasal dari setan.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com

Doa Melihat Langit Cerah dan Bulan Purnama: Arab, Latin, Arti



Yogyakarta

Alam semesta ini begitu indah dan penuh misteri, memberikan kita momen-momen berharga yang sering kali terlewatkan begitu saja. Salah satu momen indah itu adalah saat langit cerah dan bulan purnama bersinar dengan gemilangnya di langit malam.

Tidak hanya sebagai pemandangan alam yang menakjubkan, momen ini juga bisa menjadi panggilan untuk merenung dan berdoa.

Melihat keindahan langit dapat membuat rasa kagum dan bersyukur kepada Allah SWT. Allah berfirman dalam surat Ali Imran ayat 190-191,


اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الْاَلْبَابِۙ . الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia. Mahasuci Engkau. Lindungilah kami dari azab neraka.”

Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 5,

هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَاۤءً وَّالْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَالْحِسَابَۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِالْحَقِّۗ يُفَصِّلُ الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ ٥

Artinya: “Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya. Dialah pula yang menetapkan tempat-tempat orbitnya agar kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan demikian itu, kecuali dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada kaum yang mengetahui.”

Dua ayat tersebut menunjukkan bahwa Allah SWT mengajak umatnya untuk merenungkan penciptaan langit dan bumi sebagai bukti kekuasaan dan kebijaksanaan-Nya. Allah SWT juga mengingatkan umatnya untuk selalu berdzikir dan memohon perlindungan dari siksa neraka.

Doa Melihat Langit Cerah

Mengutip Kitab Induk Doa dan Zikir Terjemah Kitab al-Adzkar Imam an-Nawawi karya Imam an-Nawawi, Rasulullah SAW mengajarkan umat muslim untuk membaca doa ketika melihat langit cerah. Doa ini merupakan kutipan dari bagian ayat di atas.

رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Bacaan latin: Rabbanaa maa khalaqta haazaa baatilaa, sub-haanaka fa qinaa ‘azaaban-naar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, Engkau tidak menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka jauhkanlah kami dari siksaan api neraka.”

Doa Melihat Bulan Purnama

Diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah bahwa Rasulullah SAW membaca doa berikut ketika melihat bulan purnama,

اللهُمَّ أَهْلِلْهُ عَلَيْنَا بِالْيَمْنِ وَالإِيْمَانِ وَالسَّلَامِ وَالإِسْلامِ، رَبِّي وَرَبُّكَ الله

Bacaan latin: “Allaahummaa ahlilhu ‘alainaa bilyamni wal imaani was salaami wal islaami rabbii wa rabbukallahu.

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah setiap permulaan bulan bagi kami dengan kebaikan, keimanan, perdamaian, dan keislaman. Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah.”

Marilah sebagai umat muslim membiasakan diri untuk membaca doa ketika melihat langit cerah ataupun bulan purnama, sebagai salah satu cara untuk bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua. Aamiin.

(dvs/dvs)



Sumber : www.detik.com