Tag Archives: indonesia

Gara-gara Ini Rumah Kamu Bisa Dimasuki Ular, Begini Cara Hadapinya


Jakarta

Kadang kala ada saja kejadian ular masuk rumah atau ditemukan di dalam rumah yang dialami warga Indonesia. Mulai dari kamar mandi, plafon rumah, atau bahkan lemari bisa menjadi tempat persembunyian ular.

Hal ini bisa menimbulkan kepanikan penghuni rumah, mengingat ular tergolong hewan yang berbahaya. Adapun ular cenderung menyukai tempat yang gelap dan lembab karena ular adalah hewan berdarah dingin.

Lantas, kenapa ular masuk rumah? Simak penjelasannya berikut ini.


Ketua Sioux Snake, Sioux One menjelaskan alasan ular masuk ke rumah adalah untuk mencari makan dan mencari tempat berlindung. Meskipun kejadian ular masuk rumah sudah sering terjadi, sebenarnya ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah ular mendekat ke rumah.

Oleh karena itu, cara mencegah ular masuk rumah adalah dengan mengurangi makanannya dan menjaga kebersihan rumah.

“Ular mendekat ke rumah karena mencari makan dan mencari tempat berlindung. Cara agar ular tidak mendekat adalah kurangi makanannya dengan cara buang sisa makanan di tempat sampah dan jangan sampai keluar ke selokan, khawatir mengundang tikus. Lalu, jangan menumpuk barang terlalu lama, pohon yang sudah menjulang ke arah rumah dipangkas,” ujar Sioux One kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Cara-cara tersebut bisa dilakukan untuk menghindari ular masuk ke rumah. Namun, apa yang harus dilakukan jika ular sudah terlanjur masuk rumah? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak orang-orang saat pertama kali melihat ular di rumah. Biasanya karena takut dan panik, kebanyakan orang akan berlari.

Padahal, hal pertama yang harus dilakukan saat bertemu ular di rumah adalah tenang dan waspada. Ular yang masuk ke rumah belum tentu menyerang penghuninya. Akan tetapi, ular akan mudah terprovokasi saat melihat gerakan-gerakan yang mengagetkan, jadi sangat disarankan untuk meminimalisir gerakan.

“Kalo sudah terlanjur ular masuk ke dalam rumah, tenang. Gunakan metode STOP, pantau ular geraknya ke mana, jika ke dalam kamar, lebih baik ditutup agar tidak keluar. Jika terlihat tidak masuk ruangan, usahakan ruangan yang bisa di jangkau tutup pintu nya. Call Sioux Snake Rescue atau Damkar terdekat,” kata Sioux menjelaskan.

Sempat disebutkan apabila ular masuk rumah gunakan metode STOP. Metode STOP adalah Silent, Thinking, Observe, dan Prepare. Berikut ini caranya.

Cara Hadapi Ular Masuk Rumah

1. Silent

Ketika menemukan ular di dalam rumah, kamu harus diam sejenak. Meski berdiam, bukan berarti kamu tidak boleh bersuara. Kamu masih bisa memanggil orang lain asalkan tidak bergerak.

2. Thinking

Lalu, coba berpikir dengan jernih deskripsi ular ang dilihat dan di mana lokasinya.

3. Observe

Lihat dan perhatikan lingkungan sekitar untuk mencari alat atau tempat yang aman untuk menghindar.

4. Prepare

Kemudian, persiapkan diri untuk langkah selanjutnya, baik menjauh atau tindakan lainnya. Sebaiknya menjauh sambil memantau ke mana ular pergi.

Selain itu, Sioux juga mengatakan tidak ada bahan yang bisa untuk mengusir atau mencegah ular masuk rumah, termasuk penggunaan garam. Namun, ular bisa diusir dengan menggunakan sapu, gagang pel, atau obat nyamuk.

“Untuk mengusir apabila ular sudah masuk, bisa pakai sapu bergagang, kain pel bergagang, dorongan air bergagang, atau semprotkan obat nyamuk atau pewangi ruangan,” pungkasnya.

(dhw/dhw)



Sumber : www.detik.com

Tahan Panas, 6 Tanaman Ini Cocok Ditanam Saat Musim Kemarau


Jakarta

Memasuki musim kemarau, tanaman butuh disiram sesering mungkin agar tetap segar meski terpapar matahari. Namun, jika kamu tidak memiliki waktu sesering itu untuk menyiram tanaman, kamu bisa beralih menanam tanaman yang cocok saat musim kemarau.

Jenis tanaman ini akan tetap subur meski tidak sering mendapat air. Tanaman ini biasanya memiliki mekanisme khusus sehingga cadangan air dapat bertahan lama dan tidak cepat menguap.

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/7/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam saat musim kemarau.


1. Bougenville

Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

2. Kaktus

Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant.Group of cactus in a pot in the garden. Small decorative plant. Foto: Getty Images/iStockphoto/yod67

Menurut detikEdu, kaktus adalah tumbuhan yang terkenal dapat hidup di daerah yang memiliki curah hujan yang rendah dan tandus. Cara menyesuaikan dirinya dengan memfungsikan batang sebagai tempat menyimpan air. Pada setiap batang kaktus terdapat daun kecil yang terlihat seperti duri. Bentuknya ini disesuaikan dengan mekanisme bertahan hidup kaktus yakni butuh menghemat penguapan air.

3. Rosemary

rosemaryrosemary Foto: Getty Images/Tom Merton

Rosemary adalah tanaman herbal yang baik untuk kesehatan. Selain itu, tanaman tersebut juga sering digunakan dalam masakan. Asal tumbuhan ini dari wilayah Mediterania yang hangat sehingga dia dapat bertahan di musim kemarau.

4. Bunga Matahari

A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst)A field of blossoming sunflowers is pictured in the outskirts of Frankfurt, Germany, before sunrise on Monday, July 24, 2023. (AP Photo/Michael Probst) Foto: AP/Michael Probst

Bunga satu ini sangat menyukai matahari menurut House Digest. Bunga yang lebar dengan warna yang cerah membuat tampilannya banyak disukai orang-orang. Di luar negeri, tanaman ini juga banyak berbunga saat musim panas.

5. Lavender

Bunga lavender.Bunga lavender. Foto: iStock/John Gonzales Buenaposada

Bunga lavender terkenal dengan warna ungunya. Bunga satu ini memiliki aroma yang menenangkan. Bentuknya mirip dengan bunga snapdragon. Ternyata selain tampilannya yang indah, bunga lavender cocok untuk ditanam di musim kemarau menurut Good House Keeping.

6. Lidah Mertua

Ilustrasi tanaman lidah mertuaIlustrasi tanaman lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/SKashkin

Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

7 Jenis Tanaman yang Cocok Mempercantik Taman Depan Rumah


Jakarta

Tanaman adalah elemen penting yang harus ada di halaman rumah. Biasanya tanaman yang ditanam di sana adalah tanaman hias karena untuk tanaman berkayu butuh waktu untuk rimbun dan berisiko akarnya merusak lantai rumah. Lantas, tanaman hias apa yang cocok untuk ditanam di halaman rumah?

Melansir dari berbagai sumber, Rabu (31/7/2024), berikut beberapa tanaman yang cocok ditanam di luar rumah.

1. Pakis

A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window.A plant of Blue Star fern (Phlebodium aureum), a fancy houseplant, on the floor in a house near a window. Foto: Getty Images/iStockphoto/silvia cozzi

Tanaman satu ini jarang yang mengira bisa menjadi tanaman hias karena salah satu jenis yang biasa ditemukan berada di selokan. Tanaman paku yang bisa ditanam di pekarangan rumah berbentuk lebih panjang, mengkilat, dan warnanya hijau tua. Pakis satu ini harus berada di wilayah yang memiliki kelembapan tinggi dan mendapat cahaya matahari.


2. Sirih Gading

Sirih gadingSirih gading Foto: Getty Images/iStockphoto/FeelPic

Sirih gading atau pothos adalah tanaman rambat yang bisa tumbuh dengan dimasukkan ke dalam air. Tanaman ini pun bisa tumbuh meski minim sinar matahari. Sama seperti chinese evergreen, sirih gading memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak sampai membahayakan nyawa. Daunnya sangat tajam dan dapat merobek kulit, sehingga kamu perlu berhati-hati menangani tanaman ini.

3. Bougenville

Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

4. Peace Lily

Peace Lily.Peace Lily. Foto: Yana Iskayeva/Getty Images

Menurut Gardeners World, tanaman peace lily atau biasa disebut juga dengan Spathiphyllum wallisii adalah tanaman rumah yang populer dengan perawatan yang mudah. Bentuk tanaman peace lily memiliki lengan daun hijau mengkilap dan bunga putih di tengahnya yang disebut spathes.

Tanaman ini berasal dari Amerika Tengah dan memang hidup di lingkungan yang hangat dan lembab. Peace lily cocok diletakkan di kamar mandi yang terang. Selain cantik, tanaman ini juga dipercaya bisa membawa hoki dan mampu menyerap zat kimia beracun di dalam ruangan, seperti senyawa kimia pada cat dinding dan peralatan rumah tangga.

5. Paku Tanduk Rusa

Platycerium, staghorn fernPlatycerium, staghorn fern Foto: Getty Images/iStockphoto/chaiyon021

Melansir dari The Spruce, paku tanduk rusa merupakan tumbuhan epifit, yakni tumbuhan yang harus tumbuh dengan tumbuhan lain sebagai penyangga, tetapi tidak bersifat parasit. Tanaman ini juga termasuk jenis pakis.

Pakis ini memiliki dua bentuk daun yang berbeda. Pertama, daun kecil dan pipih (dikenal sebagai daun pelindung) yang menutupi dan melindungi struktur bola akar serta menyerap air dan nutrisi. Kemudian daun tanduk bercabang berwarna hijau yang muncul dari pangkalnya dan dapat mencapai hingga 91 cm. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di lingkungan yang hangat, sangat lembab, sinar matahari terang.

6. Hydrangea

Hydrangea macrophylla known as bigleaf, French or mophead hydrangea, penny mac and hortensiaHydrangea macrophylla known as bigleaf, French or mophead hydrangea, penny mac and hortensia Foto: Getty Images/iStockphoto/Rott70

Seperti namanya, tanaman ini sangat haus air sehingga jika kamu ingin menanamnya di pekarangan rumah perlu sering-sering menyiramnya. Hydrangea tidak bisa tumbuh di daerah yang terlalu panas atau terlalu dingin. Dia hanya cocok di suhu yang sedang dengan air serta nutrisi yang cukup. Apabila nanti kamu sudah menanam tanaman ini di depan rumah, perlu berhati-hati ketika hendak memotongnya.

7. Daun Kuping Gajah

fresh elephant ear leaffresh elephant ear leaf Foto: Getty Images/iStockphoto/kuarmungadd

Bukan telinga gajah sungguhan, daun ini memiliki bentuk yang lebar seperti kuping gajah. Ukurannya yang besar, tanaman ini bisa merimbunkan area taman dan cocok untuk iklim tropis di sini.

Syarat perawatan daun kuping gajah adalah harus berada di luar ruangan agar terkena sinar matahari. Kamu perlu sering menyiramnya dan memastikan tanahnya tetap lembap. Selain itu, beri pupuk tinggi nitrogen.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

7 Tanaman Hias yang Irit Air, Seminggu Nggak Disiram Masih Segar


Jakarta

Merawat tanaman sebenarnya mudah asalkan pintar memilih tanaman yang sesuai. Kebanyakan orang enggan menanam banyak tanaman di rumah karena repot untuk menyiramnya. Padahal jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram banyak jenisnya.

Tanaman-tanaman ini memiliki mekanisme penyimpanan air dalam waktu lama karena minim penguapan. Biasanya tanaman-tanaman ini memang tumbuh di kawasan tropis atau iklim yang ekstrem.

Lantas, apa saja jenis tanaman yang irit air dan tak perlu sering disiram? Melansir dari Better Homes and Garden, Kamis (1/8/2024), berikut di antaranya.


1. Lidah Buaya

tanaman lidah buayatanaman lidah buaya Foto: istimewa

Tidak perlu diragukan lagi, tanaman lidah buaya memiliki segudang kegunaan. Mulai dari dekorasi yang pas di rumah, bermanfaat untuk kesehatan serta kecantikan. Kelebihan lainnya adalah lidah buaya ini adalah tanaman yang irit air. Kamu tidak perlu sering menyiram tanaman ini. Kamu bisa menyiram tanaman ini jika dirasa tanah di sekitarnya terlihat kering. Selain itu, kamu harus meletakkan lidah buaya di lokasi yang sejuk, tidak terpapar sinar matahari.

2. Sirih Gading

Golden pothos background.Devil's ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house.Golden pothos background.Devil’s ivy.Epipremnum aureum is classified as an ornamental flower. Types of popular ivy plants. Air purification tree that should be planted in the house. Foto: Getty Images/iStockphoto/Nalin Prutimongkol

Tanaman rambat satu ini memiliki warna hijau muda yang indah. Tanaman satu ini mudah ditemukan di Indonesia, tetapi jangan sampai kamu memakan tanaman ini karena mengandung kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan

Tanaman yang juga disebut dengan Pothos ini adalah tanaman yang irit air, bahkan dia bisa hidup tanpa bantuan tanah dan sinar matahari langsung. Asalkan dalam ruangan tersebut memiliki cahaya dan air, sirih gading dapat tumbuh.

3. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Tanaman hias satu ini memiliki bentuk yang unik. Howarthia termasuk tanaman yang mudah dirawat bahkan karena tidak butuh banyak air dan lebih menyukai tanah yang kering di dalam potnya.

4. Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Tanaman hias satu ini berbentuk memanjang berwarna hijau. Tampilannya mirip dengan lidah buaya, tetapi tidak begitu tebal. Tanaman ini bisa mengelola air dengan baik sehingga tidak mudah menguap mengutip dari detikHealth. Bahkan tanaman ini bisa menghalau polusi dan membuat ruangan jadi lebih dingin.

5. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku.

Tanaman ini irit air dan cukup diletakkan di daerah yang terpapar cahaya, meski tidak harus cahaya matahari. Namun, perlu diketahui tanaman pohon dolar termasuk tanaman yang tumbuh lambat.

6. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Kaktus adalah tanaman paling terkenal memiliki mekanisme pencegahan penguapan. Kaktus yang berasal dari daerah beriklim ekstrem sudah bias tidak terkena air sehingga perawatannya lebih mudah.

7. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Tidak banyak yang tahu nama tanaman ini. Mereka hanya familiar dengan sebutan pohon palem. Di luar negeri tanaman ini disebut palem ponytail. Tanaman dalam ruangan ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Ada yang Cukup ‘Dicelup’ hingga Kuat Seminggu Tanpa Air


Jakarta

Meletakkan tanaman di dalam rumah adalah cara mendekorasi rumah yang tidak pernah gagal karena bukan hanya mempercantik ruangan, melainkan juga bermanfaat bagi kesehatan. Ada berbagai jenis tanaman yang bisa tumbuh di dalam ruangan dan ada pula yang bagus jika diletakkan di luar ruangan. Kamu bisa mencari jenis tanaman yang paling sesuai dengan kebutuhan.

Jika kamu sibuk dan tidak ada waktu untuk menyiram tanaman, ada tanaman yang tidak perlu disiram atau tidak memerlukan tanah untuk hidup. Jenis tumbuhan ini cocok untuk ditanam di rumahmu. Kira-kira jenis tanaman apa saja yang memenuhi kriteria tersebut?

Dikutip dari berbagai sumber, Kamis (1/8/2024), berikut detikcom rangkum.


1. Chinese Evergreen

Aglaonema Maria houseplant cuttings in a red glass vase in front of a white wall, Chinese EvergreenChinese Evergreen Foto: Getty Images/iStockphoto/dropStock

Tanaman pertama yang bisa tumbuh tanpa tanah adalah chinese evergreen atau cemara cina. Tumbuhan ini memiliki dedaunan yang lebat dengan bentuk seperti lidah. Warna daunnya pun beragam, ada yang hijau tua dan hijau muda, atau ada yang corak merah jambu dan hijau kekuningan. Tanaman satu ini harus diletakkan di area yang teduh dan tidak tersorot matahari langsung. Jika ingin dibuat merambat, kamu bisa memotong batangnya dengan panjang minimal 4 inci atau 10 cm.

Perlu diketahui chinese evergreen tidak cocok untuk dikonsumsi karena mengandung kristal kalsium oksalat yang tidak larut, artinya ini bisa berbahaya untuk gangguan pencernaan.

2. Sirih Gading

selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe.selective focus of golden pothos tree in the glass vase for decorate house or cafe. Foto: Getty Images/iStockphoto/Koonsiri Boonnak

Tanaman sirih gading atau pothos adalah tanaman rambat yang bisa tumbuh dengan dimasukkan ke dalam air. Tanaman ini bisa tumbuh meski minim sinar matahari. Sama seperti chinese evergreen, sirih gading memiliki kandungan kristal kalsium oksalat di dalam daunnya yang beracun dan berbahaya bagi manusia dan hewan peliharaan, meskipun tidak sampai membahayakan nyawa.

3. Lucky Bamboo

Lucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass potLucky bamboo (Dracaena sanderiana) in a glass pot Foto: Getty Images/iStockphoto/bentaboe

Layaknya anakan bambu, lucky bamboo adalah tanaman berbentuk batang panjang berwarna hijau yang dapat tumbuh dengan dimasukkan ke dalam wadah berisi air. Lucky bamboo ini ukurannya tidak sebesar bambu pada umumnya sehingga cocok untuk menjadi tanaman hias, kamu bisa memotong batang induk secara bersih dan tajam sekitar 10-15 cm. Sisakan satu set daun lalu kupas dedaunan agar tidak masuk ke dalam air. Tanaman ini bisa diletakkan di dalam rumah yang jauh dari matahari asalkan terkena sinar lampu.

Bagi yang memiliki hewan peliharaan, perlu berhati-hati dengan tanaman satu ini karena memiliki kandungan berbahaya bagi manusia, tetapi beracun bagi hewan peliharaan.

4. Kaktus

KaktusKaktus Foto: (istimewa)

Sudah jadi rahasia umum jika kaktus adalah tanaman hias yang tidak perlu sering disiram. Kaktus sudah terbiasa bertahan hidup di iklim kering, sehingga bisa bertahan hidup sampai empat bulan di dalam ruangan tanpa disiram.

Perawatannya, kamu perlu menyiram kaktus dari bawah dan pastikan pot memiliki drainase yang baik. Kamu juga bisa memasukkan kaktus ke dalam bak air sebulan sekali dan membiarkannya menyerap sedikit air dari bawah. Simpan kaktus di ruangan dengan banyak cahaya alami agar kaktus dapat tumbuh subur.

5. Spider Plant (Lili Paris)

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Meskipun tidak memiliki bunga, tanaman spider plant atau lili paris adalah tanaman hias yang cukup populer di kalangan masyarakat. Selain bentuknya yang cantik, tanaman ini dapat bertahan lama. Ternyata di balik tampilannya, tanaman ini bagus untuk menyaring udara di dalam ruangan.

Perawatannya juga mudah, kamu hanya perlu menyiramnya seminggu sekali di musim kemarau. Daunnya tidak mudah layu dan bisa dihidupkan kembali dengan cara disiram. Selain itu, tanaman ini lebih menyukai cahaya terang tetapi tetap berada di tempat yang teduh.

6. Tanaman Ivy

Ivy in a potIvy in a pot Foto: Getty Images/iStockphoto/chikaphotograph

Tanaman ivy termasuk jenis tanaman hias yang menyukai tanah kering. Tanaman ini hanya perlu disiram sekitar seminggu sekali. Lokasi yang pas untuk meletakkan tanaman Ivy adalah tempat yang terkena sinar matahari tidak langsung, tetapi tidak teduh. Ivy juga bagus diletakkan di rak yang lebih tinggi sehingga batangnya menjuntai ke bawah.

7. Lidah Buaya

Aloe Vera plantAloe Vera plant Foto: Getty Images/iStockphoto/bymuratdeniz

Tanaman satu ini terkenal berkhasiat untuk rambut. Selain itu, lidah buaya mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat untuk kesehatan dan kecantikan. Di samping itu, lidah buaya juga mudah perawatannya, tidak perlu sering disiram dan menyukai sinar matahari tidak langsung. Kamu cukup menyimpan tanaman di tempat yang terang, tetapi hindari meletakkannya di ambang jendela.

8. Tillandsia (Tanaman udara)

Indoor house plant decoration for Living roomIndoor house plant decoration for Living room Foto: Getty Images/iStockphoto/Johann Jaducana

Bagi kamu yang menginginkan tanaman hias yang tidak butuh media tanah, bisa merawat tillandsia atau biasa dikenal dengan air plants (tanaman udara). Tanaman ini tidak memiliki akar. Mereka bertahan hidup dengan menyerap air melalui daunnya yang berbentuk seperti tentakel. Maka dari itu, tanaman ini mudah untuk dirawat karena tidak perlu sering untuk disiram.

Cara merawat tillandsia adalah memasukkannya ke dalam bak cuci selama dua puluh menit setiap seminggu sekali. Tillandsia dapat tumbuh subur di bawah sinar matahari tidak langsung yang terang dan tampak menakjubkan baik ditempatkan sendiri di rak atau di dalam terarium kaca.

9. Tanaman Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Selanjutnya, ada tanaman lidah mertua yang tidak membutuhkan banyak perawatan, tetapi dapat tumbuh dengan baik. Tanaman ini hanya perlu disiram dua kali sebulan. Selama musim hujan atau cuaca dingin, tanaman ini hampir tidak membutuhkan penyiraman sama sekali. Tanaman lidah mertua bisa bertahan hidup di ruangan yang minim cahaya, meski akan tumbuh lebih besar jika ditempatkan di tempat yang lebih terang.

10. Howarthia

HowarthiaHowarthia Foto: Marty Baldwin via Better Homes & Garden

Tanaman hias satu ini memiliki bentuk yang unik. Howarthia termasuk tanaman yang mudah dirawat bahkan karena tidak butuh banyak air dan lebih menyukai tanah yang kering di dalam potnya.

11. Pohon Dolar

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Warna daun pohon dolar hampir mirip dengan Aspidistra Elatior, hijau tua mengkilat. Namun, ukurannya kecil-kecil seperti koin logam. Jika dilihat dari jauh terlihat seperti bunga palsu karena mengkilat permukaannya dan kaku.

Tanaman ini irit air dan cukup diletakkan di daerah yang terpapar cahaya, meski tidak harus cahaya matahari. Namun, perlu diketahui tanaman pohon dolar termasuk tanaman yang tumbuh lambat.

12. Nolina

Nolina.Nolina. Foto: Jacob Fox via Better Homes & Gardens

Tidak banyak yang tahu nama tanaman ini. Mereka hanya familiar dengan sebutan pohon palem. Di luar negeri tanaman ini disebut palem ponytail. Tanaman dalam ruangan ini cukup disiram seminggu sekali dan diletakkan di ruangan minim cahaya.

13. Bougenville

Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut.Bunga bougenville bermekaran di jalur hijau DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan turut mem-posting momen tersebut. Foto: ANDHIKA PRASETIA

Melansir dari Good House Keeping, Bougenville adalah tanaman yang kerap ditemui di Indonesia. Tanaman ini mempunyai bunga yang berwarna-warni dengan tekstur tipis seperti kertas, maka tumbuhan ini sering disebut bunga kertas.

Tanaman ini cocok di daerah tropis dan bisa merambat. Tetapi jika diletakkan di dalam pot tetap bisa tumbuh tinggi yang diatur agar tidak berat di satu sisi.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/aqi)



Sumber : www.detik.com

Kisaran Harga Plafon PVC dan Gypsum, Beserta Perbedaannya


Jakarta

Plafon adalah material penutup rangka atap dan pembatas antara ruangan di bawahnya dengan bagian atap. Plafon membuat tampilan atap lebih rapih dan jika pemilihan atapnya benar, plafon juga bisa membuat rumah lebih sejuk. Bagi kamu yang baru ingin pasang plafon atau menggantinya ketahui dahulu harga pasaran plafon rumah.

Harga plafon rumah atau langit-langit rumah cukup beragam tergantung pada jenis, ukuran, dan mereknya. Salah satu jenis plafon yang banyak digunakan di Indonesia adalah PVC dan Gypsum. Mengutip dari berbagai sumber, Jumat (2/8/2024), berikut kisaran harga plafon PVC dan Gypsum.

Harga Plafon PVC dan Gypsum

Sebelum kamu membeli salah satu plafon di atas, ada baiknya kamu mengetahui harganya. Hal ini bertujuan agar kamu dapat menghitung anggaran yang dibutuhkan.


Harga Plafon PVC

Mengutip dari Lamudi, berikut perkiraan harga plafon PVC.

1. Plafon PVC motif kayu: Rp 85.000 – Rp 110.000 per meter persegi
2. Plafon PVC motif marmer: Rp 90.000 – Rp 120.000 per meter persegi
3. Plafon PVC motif kain: Rp 95.000 – Rp 125.000 per meter persegi
4. Plafon PVC motif alam: Rp 100.000 – Rp 130.000 per meter persegi
5. Plafon PVC motif polos: Rp 75.000 – Rp 95.000 per meter persegi

Harga Plafon Gypsum

Berikut harga plafon gypsum dari situs Agasi.

1. Gypsum jayaboard 12mm 1200×2400 berkisar Rp 97.500
2. Gypsum Ysohino 9mm atau 1,2 x 2,4 M berkisar Rp 47.000
3. Merek Shunda ukuran 4M1/lembar berkisar Rp 150.000
4. Merek Shunda ukuran 5M1/Lembar berkisar Rp 185.000
5. Merek Wifon ukuran 4M1/lembar berkisar Rp 110.000
6. Merek Wifon ukuran 6M1/lembar berkisar Rp 165.000

Sebagai perbandingan, berikut harga plafon PVC dari situs Builder.id.

1. Shunda White Glossy KU20003 ukuran tebal 8 mm berkisar Rp24.000 per m2
2. Shunda White Glossy KU25003 ukuran Tebal 8 mm berkisar Rp25.500 per m2
3. Shunda Chessboard Pattern PL2507 ukuran tebal 7 mm berkisar Rp27.700 per m2
4. Plafon PVC Wifon ukuran 20 cm x 3-5 m x 7 mm berkisar Rp18.000 per m2
5. Kingfon K902 ukuran Lebar 30 cm dengan tebal 8 mm berkisarRp23.000 per m2

Perbedaan Plafon PVC dan Gypsum

Plafon PVC

Plafon PVC atau Polyvinyl Chloride merupakan sejenis plastik yang umum dipakai untuk pembuatan pipa air. Saat ini PVC juga sudah digunakan sebagai plafon atau kanopi di rumah.

Kelebihan Plafon PVC

  • Anti rayap
  • Anti bocor
  • Tidak mudah lapuk
  • Saat terbakar tidak akan merambat
  • Tak perlu finishing
  • Pemasangan cepat dan praktis
  • Kuat, ringan, dan memiliki struktur kuat
  • Biaya perawatan relatif murah

Kekurangan Plafon PVC

  • Buat panas karena tidak menghalau sinar matahari langsung
  • Tampilan kurang menarik karena masih terlihat ada sambungan
  • Motif yang terbatas

Plafon Gypsum

Plafon gypsum memiliki bahan utama gypsum. Dikutip dari Arsitag, Gypsum merupakan bahan yang terbuat dari material sedimen. Plafon gypsum lebih banyak digemari karena mudah untuk dipasang dan memiliki harga yang relatif murah.

Kelebihan Plafon Gypsum

  • Harga yang murah
  • Pemasangan relatif mudah
  • Banyak variasi dan motif
  • Awet dan tahan lama
  • Lebih sejuk daripada PVC

Kekurangan Plafon Gypsum

  • Mudah rusak jika terendam air
  • Rentan terhadap benturan
  • Mudah pudar dan kusam

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Nggak Sampai Rp 100 Juta, Segini Kisaran Biaya Bikin Kolam Renang di Rumah



Jakarta

Kolam renang adalah salah satu fasilitas pendukung yang biasa ditemukan di rumah-rumah mewah di Indonesia atau vila. Dengan adanya kolam renang di rumah, kamu tidak perlu repot ke kolam renang umum yang mahal biayanya, kamu bisa berenang kapan saja, dan lebih aman kebersihannya.

Selain itu, rumah dengan kolam renang nilai propertinya akan jauh lebih tinggi dibandingkan rumah biasa. Sebab, di Indonesia rumah dengan kolam renang memiliki luas tanah yang cukup besar dan mempunyai fasilitas hiburan tambahan.

Jika kamu ingin membuat kolam renang di rumah, kamu harus memperkirakan biayanya terlebih dahulu agar tidak boncos. Lantas, berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat sebuah kolam renang di rumah?


Menurut CEO SobatBangun, Taufiq Hidayat, saat ingin membuat kolam renang, harga yang perlu dikeluarkan tergantung pada kedalaman kolam, ukuran kolam, keramik yang digunakan, aksesoris yang digunakan, dan lainnya.

“Biaya yang udah pasti bisa dihitung adalah volume beton sama kalau finishingnya pakai keramik. Itu saja yang bisa dihitung. Kedalamannya (kolam) juga akan beda (harganya),” katanya kepada detikcom beberapa waktu lalu.

Dia memperkirakan, biaya yang harus dikeluarkan untuk membuat kolam renang di rumah sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta.

“Ya sekitar Rp 1,5-3 juta per meter. Nanti kan ada aksesoris, mesin sirkulasinya bagaimana, itu sih sudah konstruksi sama pipa-pipanya. Kalau Finishingnya tergantung keramik mau modelnya kayak gimana, mau yang pola atau apa, biasanya pabrik keramik mengeluarkan tipe dengan ketebalan khusus untuk kolam,” jelasnya.

Kemudian, untuk lama pembuatannya tergantung luas dan material yang digunakan. Faktor mempercepat pembuatan kolam renang berasal dari bahan yang digunakan. Menurutnya beton salah satunya.

“Ketika beton dicor sampai dibuka bekistingnya, itu kekuatan optimum yang dihasilkan oleh beton itu setelah umur 28 hari,” paparnya.

Sementara itu, Kontraktor Kolam Renang dari Mulia Jaya Pool, Darmin mengatakan hal tak jauh berbeda. Kisaran biaya untuk membuat kolam renang di rumah sekitar Rp 3,5 juta per meter persegi. Bedanya, dia mengatakan biaya tersebut sudah termasuk keramik, pompa sirkulasi air dan peralatan lain.

“Itu sudah semuanya. Termasuk air juga,” ujarnya saat dihubungi.

Sebagai contoh, untuk kolam renang di rumah dengan ukuran terkecil yaitu lebar 2 meter, panjang 5 meter dan kedalaman 1,2 meter, biaya yang dibutuhkan tak sampai Rp 100 juta. Dengan waktu pengerjaan sekitar 40 hari untuk membuat kolam renang ukuran 2×5 meter.

“Isinya (alat pelengkap) Rp 80 jutaan. Itu kedalaman 1,20 meter isinya mesin sama alat operasional, lalu keramik yang bagus untuk kebutuhan kolam renang. Termasuk air,” tutur Darmin.

Air yang dibutuhkan untuk kolam renang seluas 2×5 meter adalah 1.600 liter. Darmin menyarankan jangan menggunakan air ledeng. Yang paling baik kualitasnya adalah air mineral.

“Air PAM juga bisa,” tuturnya.

Biaya tersebut berlaku untuk pembuatan kolam renang yang digali atau tanah yang dikeruk. Biaya untuk membangun kolam renang yang konstruksinya bertingkat tanpa menguruk tanah yaitu 2 kali lipat lebih mahal.

“Karena konstruksinya lebih susah dan tambah konstruksi,” pungkasnya.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com

Jangan Keliru, Ini 4 Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding


Jakarta

Keramik adalah salah satu material bangunan yang biasa digunakan sebagai finishing atau letaknya di paling luar. Keramik terkenal akan ketahanannya terhadap air, api, hingga beban. Pemasangannya pun tidak hanya di lantai, melainkan bisa di dinding pula sehingga seluruh bagian rumah sebenarnya bisa dilindungi dengan keramik.

Namun, jangan salah, meskipun keramik bisa dipasang di lantai dan dinding, tetapi ternyata ada perbedaan di antara keduanya. Lantas, apa saja perbedaannya? Apakah keramik lantai bisa dipasang di dinding? Untuk lebih jelasnya, simak perbedaan antara keramik lantai dan keramik dinding berikut.

Definisi Keramik Lantai dan Keramik Dinding

Keramik yang biasa dipakai di Indonesia, biasanya terbuat dari tanah liat. Maka dari itu, bagian bawah keramik berwarna agak kemerahan. Melansir Klopmart, Sabtu (3/8/2024), pembuatan keramik melalui proses pembakaran pada suhu sekitar 600℃ hingga lebih dari 1.300℃.


Dikutip dari Porcelain Superstore, keramik lantai, sesuai namanya, dirancang khusus untuk dipasang di lantai. Bahannya dibuat kokoh dan tahan terhadap beban berat. Hal ini menyesuaikan fungsi dari keramik lantai karena lantai sebagai tempat beraktivitas penghuni rumah di mana pasti menerima tekanan hampir setiap hari.

Sementara itu, keramik dinding merupakan jenis keramik yang dirancang untuk dipasang di dinding, seperti dinding kamar mandi, dinding splashback, hingga dinding luar rumah. Area dinding biasanya tidak begitu sering menerima tekanan, pemasangan keramik di dinding biasanya untuk mencegah pertumbuhan jamur karena area tersebut lembap sehingga rating kekuatannya lebih rendah.

Perbedaan Keramik Lantai dan Keramik Dinding

Dari sana, sudah diketahui jika keramik lantai dan keramik dinding sebenarnya memiliki perbedaan. Namun, untuk lebih rincinya lagi, melansir Livspace.com, berikut penjelasannya.

1. Ketahanan Terhadap Tekanan

Pertama, keramik lantai dirancang untuk kuat menahan tekanan, tahan aus, dan tahan lama. Sementara itu, keramik dinding tidak harus sekuat keramik lantai dalam menahan tekanan. Keramik lantai umumnya lebih kuat dibandingkan dengan keramik dinding. Maka dari itu, memasang kedua jenis lantai berkebalikan tidak disarankan.

2. Skema Peringkat PEI

Jika dilihat dari Porcelain Enamel Institute (PEI) yakni skema pemeringkatan yang mengukur tingkat kekuatan dan daya tahan keramik, Keramik dengan skala PEI 0 hanya bisa dipasang di dinding. Sementara, di lantai harus memiliki skala di atas 5.

Dalam PEI keramik ketahanan keramik dinilai dengan skala 1 hingga 5 bisa adalah keramik lantai karena ketahanannya rendah. Lalu untuk skala 5 ke atas maka keramik tersebut memiliki ketahanan yang kokoh dan bisa digunakan pada lantai rumah.

3. Jenis Pelapis Terluarnya

Untuk keramik lantai umumnya dilapisi dengan glasir yang tahan aus untuk menanggung tekanan dan gesekan. Sementara itu, keramik dinding seringkali dilapisi dengan glasir keras yang membuatnya tahan air dan memiliki finishing glossy atau mengkilap.

4. Cara Perawatannya

Berbeda jenis, maka berbeda cara perawatannya. Keramik lantai dipasang di lantai yang memiliki lalu lintas tinggi. Keramik lantai umumnya mudah dibersihkan dan tahan terhadap tekanan serta zat korosif.

Sementara itu, keramik dinding biasanya digunakan untuk dinding, mudah dibersihkan, dan ideal untuk area yang sering terkena air dan kelembaban, seperti kamar mandi dan dapur.

Apakah Keramik Dinding Bisa Dipasang di Lantai?

Dapat disimpulkan, keramik lantai bisa dipasang di dinding. Namun, tidak sebaliknya. Keramik dinding sebaiknya tidak dipasang di lantai karena sifatnya yang rapuh sehingga rawan pecah atau retak. Selain itu, keramik dinding yang mengkilap tidak cocok dipijak karena bisa licin saat lembap atau ada genangan air. Pada dasarnya, keramik dinding dirancang untuk keperluan estetika dan perlindungan dinding, serta tidak cukup kuat menahan tekanan di lantai.

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(aqi/abr)



Sumber : www.detik.com

Tangguh! 5 Tanaman Ini Bisa Hidup Tanpa Sinar Matahari


Jakarta

Tanaman biasanya membutuhkan banyak sinar matahari agar tetap bisa tumbuh maksimal. Namun, ada juga beberapa tanaman yang bisa hidup tanpa banyak memerlukan sinar matahari.

Beberapa tanaman ini sangat cocok ditaruh di dalam rumah yang minim sinar matahari. Jadi, bagi kamu yang sibuk bekerja tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan tanaman agar mendapat sinar matahari.

Dilansir dari berbagai sumber, berikut ini informasinya.


Lidah Mertua

ilustrasi lidah mertuailustrasi lidah mertua Foto: Getty Images/iStockphoto/Ashley-Belle Burns

Sansevieria Trifasciata atau biasa dikenal dengan sebutan lidah mertua adalah salah satu tanaman hias yang sudah umum dan banyak dijumpai di Indonesia.

Dilansir dari Homes Pursuit, tanaman ini bisa tetap tumbuh dengan kondisi minim cahaya. Cara perawatannya juga cukup mudah, cukup diberikan air 2-3 kali seminggu.

Spider Plant

cat playing in spider plantcat playing in spider plant Foto: Getty Images/iStockphoto/kodachrome25

Kemampuan beradaptasi tanaman ini membuatnya sangat mudah untuk tumbuh, tetapi suhu yang terasa terlalu panas atau dingin dapat menyebabkan kematian pada tanaman ini. Selain itu, kamu harus memastikan tanahnya selalu sedikit lembab.

Dilansir dari Real Simple, jika ada daun mati sebaiknya segera dibuang agar bisa menumbuhkan daun-daun yang baru.

Pothos

Ilustrasi pothosIlustrasi pothos Foto: Getty Images/iStockphoto/Firn

Photos juga merupakan salah satu tanaman yang cocok untuk ruangan yang minim mendapatkan sinar matahari. Justru, jika terlalu banyak mendapat sinar matahari bisa membunuh tanaman ini.

Aglaonema

Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view.Siam Aurora or Aglaonema Red Lipstick This ornamental plant has a beautiful red color on the edge of the leaf. Close-up photos from top view. Foto: Getty Images/iStockphoto/nakorn tannonngiw

Tanaman ini juga menjadi salah satu yang mampu hidup meskipun tidak banyak mendapat sinar matahari. Bahkan, tanaman ini bisa tetap tumbuh di tempat yang gelap.

ZZ Plant

Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa.Zamioculcas is a tropical perennial plant native to eastern Africa. Foto: Getty Images/iStockphoto/OleseaV

Tanaman Zamioculcas zamiifolia atau ZZ plant juga tahan banting alias bisa tumbuh di tempat yang tidak ada cahaya alami. Bahkan, tanaman ini juga bisa tetap tumbuh tanpa air.

Itulah beberapa tanaman yang bisa tetap hidup dengan sinar matahari yang minim. Semoga bermanfaat!

Mau tahu berapa cicilan rumah impian kamu? Cek simulasi hitungannya di kalkulator KPR.

Nah kalau mau pindah KPR, cek simulasi hitungannya di kalkulator Take Over KPR.

(abr/abr)



Sumber : www.detik.com

Becermin dari Kasus Tom Hanks, Begini 9 Cara Cegah Rumah Dibobol Maling


Jakarta

Keamanan rumah adalah hal penting yang perlu dipersiapkan terutama saat hendak ditinggal pergi. Sebab, salah satu kejadian tidak mengenakkan terjadi di rumah Tom Hanks, pengisi suara Woody di Toy Story yang menjadi target perampokan minggu lalu. Pada saat kejadian, Tom Hanks dan istrinya Rita Wilson tidak berada di rumah karena keluar kota.

Rumah Tom Hanks berada di lereng bukit batu kapur dan berdiri eksklusif tidak berdempetan dengan rumah lainnya. Namun, rumah tersebut tetap menjadi target perampokan. Menurut TMZ, pelaku berusaha membobol rumah dengan memecahkan kacanya. Sayangnya, alarm rumah berbunyi dan mereka pun kabur tanpa sempat masuk ke bangunan utama serta mengambil barang berharga Tom Hanks.

Bercermin dari kasus Tom Hanks, lantas bagaimana cara memastikan rumah tetap aman saat ditinggal pergi?


Melansir dari CNET, Selasa (6/8/2024), berikut ini cara mencegah maling masuk rumah saat ditinggal pergi.

Cara Cegah Maling Masuk ke Rumah

1. Amankan Pintu dan Jendela

Seperti kasus pencurian di rumah Tom Hanks, pencuri menargetkan jendela atau kaca rumah sebagai akses masuk. Maka, sebelum meninggalkan rumah, pastikan jendela sudah terkunci. Apabila takut jendela dipecahkan, kamu bisa memasang gorden atau membuat jendela lebih tinggi atau tidak bisa diakses. Di Indonesia sendiri, biasanya jendela memiliki teralis pembatas. Dengan pemasangan tersebut dapat mencegah akses masuk pencuri ke dalam rumah.

Selain jendela, kamu juga harus mengunci pintu masuk dan lubang pintunya tidak mudah dibobol. Pintu yang terkunci bisa menyulitkan maling masuk.

2. Pakai Kunci Tambahan

Pencuri memiliki banyak cara agar dapat masuk ke dalam rumah. Maka, pastikan saat rumah ditinggal dan dalam keadaan kosong kamu perlu memakai pengaman ekstra seperti kunci pengaman tambahan. Bentuknya bisa smart lock yang bisa diatur dari jarak jauh karena memiliki aplikasi. Selain itu, pastikan kusen dan engsel pintu kamu cukup kuat untuk menahan upaya pembobolan.

3. Tambahkan Sistem Keamanan

Untuk sebagai barang bukti dan kamu bisa melihat pergerakan pencuri, coba pasang CCTV di tempat-tempat penting seperti pintu masuk, lorong kecil di samping rumah, atau akses tersembunyi di rumah. Sistem keamanan ini bisa berupa alarm atau kamera CCTV yang bisa dipantau dari ponsel kamu

Saat ini banyak kamera CCTV yang punya sensor gerakan manusia. Bila ada gerakan, CCTV tersebut bisa mengirimkan notifikasi ke ponsel kamu.

4. Simpan Barang Berharga

Cara mengelabui maling lainnya adalah dengan menyulitkan mereka menemukan barang berharga. Bila nanti pelaku berhasil lolos masuk ke rumah, setidaknya dia tidak dapat mengambil barang paling berharga di rumah seperti perhiasan, alat elektronik penting seperti laptop, uang tunai, dan lainnya.

Kamu bisa sediakan tempat penyimpanan seperti deposit box atau di tempat sembunyi lainnya yang hanya kamu tahu dan dijamin aman.

5. Tambahkan Lampu Luar

Untuk mempermudah CCTV melihat pergerakan manusia, pastikan depan rumah telah terpasang lampu. Maling biasanya lebih suka dengan kondisi rumah yang gelap karena gerak-gerik mereka tak akan terlalu kelihatan. Pilihan lainnya, kamu bisa memasang lampu yang menyala otomatis setiap terdeteksi pergerakan. Sorot lampu ini bisa efektif mencegah maling masuk.

6. Kunci Garasi

Bagi kamu yang membuat garasi terhubung dengan bagian dalam rumah, perlu memastikan pintu garasi tidak mudah dibobol. Keamanan garasi juga juga mengamankan kendaraan yang ditinggal di rumah.

7. Hindari Menyimpan Kunci di Halaman Rumah

Orang Indonesia sering menyimpan kunci rumah di halaman rumah. Namun, hal ini justru menjadi celah bagi pencuri dengan mudah masuk ke dalam rumah. Jika kamu khawatir kunci hilang apabila dibawa kemana-mana, kamu bisa menyimpannya di tempat yang lebih aman dan hanya orang rumah yang mengetahuinya. Jika terpaksa harus dilakukan, titip kunci di tetangga terdekat yang dipercaya.

8. Buat Seolah-olah Ada Orang di Rumah

Dari kasus Tom Hanks, pencuri berani datang karena rumah tersebut terlihat kosong. Maka, kamu bisa membuat rekayasa rumah tersebut sedang ditempati.

Caranya bisa macam-macam, misalnya menyalakan lampu hingga menyalakan televisi dan radio. Titip pesan juga ke tetangga untuk mengambil paket pesanan belanjaan kamu agar barang-barang itu tak menumpuk di luar dan membuat si maling curiga.

9. Lapor ke Petugas Keamanan

Untuk kamu yang tinggal di kompleks atau lingkungan padat penduduk, tidak ada salahnya melaporkan jika rumah sedang kosong dalam beberapa hari. Hal ini juga untuk mempermudah pihak lain menangani masalah seperti kebakaran atau musibah lainnya.

(aqi/dna)



Sumber : www.detik.com